title cover

title cover

Monday, December 17, 2012

Headline News 17.12.12


US & GLOBAL
• Saham  global  jatuh  pada  Jumat  menyusul  kegelisahan  atas  kurangnya  kemajuan  dalam  negosiasi  fiskal  AS  dan  tanda‐tanda  resesi  mendalam di zona euro, namun data menunjukkan ekspansi yang kuat di bidang manufaktur China sehingga  membantu mengangkat  harga  minyak.  Sektor  manufaktur  China  mengalami  ekspansi  di  awal  Desember  pada  level  terpesatnya  dalam  14  bulan  seiring  meningkatnya order baru dan tenaga kerja, menambah optimisme terhadap peningkatan pemulihan ekonomi di negara tersebut.  

• Dolar terkoreksi dari level tertinggi hampir 1 bulan terhadap yen sementara euro menguat ke level tertinggi terhadap dolar sejak awal  Mei setelah data inflasi AS dirilis turun untuk pertama kalinya selama 6 bulan terakhir di periode November dan semakin memperkuat  dukungannya terhadap langkah pelonggaran moneter The Fed. The Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0%  hingga tingkat pengangguran turun paling tidak menjadi 6.5% dan selama inflasi tidak mengancam untuk menembus di atas 2.5% dan  ekspektasi inflasi tetap stabil. Pembicaraan antara Presiden Barack Obama dan Ketua DPR John Boehner pada negosiasi anggaran yang  dirancang untuk menghindari "tebing fiskal" terlihat jelas terhenti pada hari Jumat. Sebuah pemangkasan anggaran belanja pemerintah  dan  kenaikan  tajam  pajak  diperkirakan  akan  menyerap  dana  hingga  $600  milyar  yang  akan  dimulai  pada  Januari  tahun  depan,  jika  Gedung Putih dan Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk menghindari apa yang disebut dengan “tebing fiskal”, dimana hal ini akan  mendorong ekonomi AS jatuh kedalam resesi. Frustrasi investor atas lambannya kemajuan negosiasi yang didapat ditunjukkan dengan  penurunan 0.6% pada indeks S&P 500 pada hari Kamis sebelumnya. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 35.71 poin atau 0.27% di 13,135.01. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 5.87  poin atau 0.41% di 1,413.58. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 20.83 poin atau 0.70% di 2,971.33.   Nasdaq tertekan setelah terjadi penurunan 3.8% pada saham raksasa teknologi Apple <AAPL.O> setelah UBS memangkas target harga  saham menjadi $700 dari $780 sementara iPhone 5 disambut dingin dalam debut pertamanya di China. Saham Apple yang ditutup di  $509.79, telah melemah dalam beberapa bulan terakhir karena beberapa alasan yang mendasarinya setelah mencapai puncaknya di  $705 di bulan September, diantaranya karena investor mengunci keuntungannya menjelang jadwal kenaikan capital‐gains untuk tahun  depan. 

• MSCI  global  stock  index  <.MIWD00000PUS>  turun  0.04%  ke  336.67  poin.  Saham  Eropa  tergelincir  menyusul  sikap  ambil  untung  oleh  investor  setelah  mencapai  level  tertinggi  18‐bulan  awal  pekan  kemarin,  dan  beberapa  mengatakan  indeks  Eropa  tersebut  rentan  terhadap koreksi lebih dalam seiring pembicaraan anggaran AS mengalami jalan buntu. FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.1%  di 1,133.36.  

• Membaiknya data manufaktur China telah memberikan dukungan positif terhadap prospek ekonomi AS dan juga global. China adalah  negara konsumen minyak terbesar kedua dunia setelah AS. Brent crude <LCOc1> ditutup menguat $1.24 di $109.15 per barel, kenaikan  mingguan pertamanya di bulan ini setelah 2 pekan mengalami kerugian. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 84 sen di $86.73.  

• Namun outlook ekonomi zona euro masih suram. Data manufaktur Jerman yang mengecewakan dan naiknya tingkat pengangguran di  zona euro telah meredam pengaruh positif atas kenaikan tipis pada data PMI sektor jasa Jerman. Data PMI sektor manufaktur Jerman  turun ke  46.3 di bulan Desember dari  46.8 di bulan sebelumnya, masih di bawah angka  50 yang mengindikasikan sektor manufaktur  mengalami kontraksi. Data juga dirilis di bawah ekspektasi pasar 47.2 

• Euro  menguat  0.64%  ke  $1.3160,  sementara  dolar  terkoreksi  0.15%  ke  83.48  yen.  Yen  awalnya  melemah  setelah  media  Jepang  melaporkan Partai Demokratik Liberal diprediksi akan memangkan pemilu hari Minggu, memperkuat spekulasi bahwa pemimpin parta  tersebut, Shinzo Abe, akan berada dalam posisi yang kuat untuk mendorong pelonggaran moneter yang lebih tegas. 

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 8/32 dengan yield 1.7041%. Departemen tenaga kerja AS melaporkan indeks harga konsumen  (CPI) turun 0.3% bulan lalu, dipicu turun tajamnya harga bensin yang mengimbangi kenaikan di sektor lainnya. Data juga menunjukkan  penurunan tertajamnya sejak Mei setelah mencatat kenaikan 0.1% di bulan Oktober sebelumnya. Penurunan CPI periode November juga  lebih tajam dibandingkan perkiraan pasar yaitu turun 0.2%. 

• Harga emas masih berada di bawah $1,700 per ons, berakhir relatif stabil namun mencatat penurunan dalam 3 pekan, dipicu sesi  libur  perdagangan  dan  buntunya  negosiasi  diantara  dewan  kebijakan  moneter  AS.  Harga  emas  ditutup  di  $1,694.84  per  ons,  turun  0.1%  dibandingkan penutupan Kamis.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  bertahan  dibawah  level  $  1700  per  ons  Jumat  lalu,  ditutup  bertahan  pada  level  harian  tetapi  turun  dalam  level  terendah  tiga  minggunya,  terhambat  oleh  volume  perdagangan  yang  tipis  dari  musim  liburan  kedepannya  dan  ketidakpastian  berkenaan  macetnya  negosiasi bujet AS. 

• Perak ditutup ke  level  terendah mingguan. Palladium mengalami outperformed setelah data  menunjukkan menguatnya pertumbuhan  manufaktur Cina, pasar utama untuk palladium yang digunakan untuk pembersih auto emisi. 

• Dengan hanya tertinggal dua minggu lagi dalam akhir tahunnya, trader emas terlihat enggan untuk masuk dalam posisi yang besar, kata  analis. 

• "It's been a rather uninspiring day for gold. I think a lot of money is sidelined until the end of the year," kata James Steel, analis pada HSBC  di New York.    


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  naik  pada  perdagangan  hari  Jumat  dipicu  ekspektasi  meningkatnya  permintaan  dari  Cina  setelah  data  menunjukkan  sektor  manufaktur  di  negara  improtir  minyak  terbesar  kedua  di  dunia  tersebut  mengalami  peningkatan  di  bulan  Desember  pada  level  terpesatnya  selama lebih dari setahun. 

• Dengan berakhirnya kontrak Januari Brent di akhir sesi Jumat kemarin, Brent mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, mengakhiri kerugian  berturut‐turut selama 2 pekan terakhir. Sedangkan harga minyak mentah AS ditutup naik 84 sen di pekan kemarin. 

• HSBC flash purchasing managers' index untuk Cina naik ke 50.9 di bulan Desember, level tertingginya sejak Oktober 2011 dan mencatat kenaikan  bulanan kelimanay secara berturut‐turut. Angka di atas 50 mengindikasikan sektor manufaktur mengalami ekspansi 

• Ketidakpastian  dan  gejolak  di  Timur  Tengah  juga  mendukung  harga  minyak,  dengan  investor  khawatir  tentang  potensi  gangguan  pasokan  di  wilayah tersebut. 

• Brent  January  crude  <LCOF3>  naik  $1.24  ke  $109.15  per  barel,  sedangkan  Brent  February  crude  <LCOG3>  naik  $1.72  di  $108.18  per  barel.  Sementara itu U.S. January crude <CLc1> ditutup naik 84 sen di $86.73 per barel. Kontrak Januari untuk minyak mentah AS akan berakhir pada 19  Desember. 


EURO ZONE
• European  Central  Bank,  siap  untuk  mengambil  pengawasan  pada  bank‐bank  regional,  dikatakan  Jumat  lalu  tidak  terdapat  bentuk  kepuasan  mengikuti  tanda‐tanda  awal  dari  meredanya  ketegangan dalam pasar keuangan.  

• Itu memaksa pemerintah untuk mendorong kedepannya melalui reformasi.  

• Ketegangan dalam pasar obligasi zona euro telah mereda sejak Presiden ECB Mario Draghi berjanji pada bulan Juli untuk melakukan apapun yang dapat diambil untuk menjaga euro tetapi  beberapa resiko masih mengemuka.  

• Jerman menyangkal seruan untuk berbagi resiko finansial dalam zona euro Jumat lalu, menolak proposal untuk pendanaan membantu beban utang negara untuk mengatasi economic shocks  dan membiarkan terbuka siapa yang akan membayar untuk akhirnya menekan bank‐bank. Apalagi pemilu tahun depan Jerman yang terus dipantau oleh pasar. 

• Aktivitas sektor jasa Jerman melonjak pada bulan Desember, membantu sektor swasta mengalami ekspansi untuk pertama kalinya sejak bulan April yang menandai negara dengan ekonomi  terbesar di Eropa itu kemungkinan luput dari kontraksi kuartal keempatnya, survei menunjukkannya. 


U.K.
• Sterling jatuh ke level terendah lebih dari sepekan terhadap euro pada hari Jumat setelah Standard & Poor's memangkas proyeksinya untuk obligasi pemerintah Inggris menjadi  negatif, mengancam resiko turunnya peringkat utang AAA negara kerajaan tersebut. Euro menguat 0.3% terhadap sterling di sekitar 0.8140 pound, setelah mencatat intraday  high di 0.8146, level tertingginya sejak 5 Desember. 

• Di akhir Kamis lalu, S&P mengatakan 1 dalam 3 peluang Inggris akan mengalami downgrade (penurunan peringkat) dalam 2 tahun kedepan. Namun pelemahan sterling terlihat  terbatas  karena  outlook  S&P  sejalan  dengan  lembaga  pemeringkat  lainnya  seperti  Fitch  dan  Moody’s.  Namun  jika  kondisi  ekonomi  terus  memburuk,  maka  akan  semakin  memperkuat peluang untuk dilakukan downgrade. 

• Sementara itu sterling berhasil rebound terhadap dolar hingga mencatat intraday high di $1.6177, level tertingginya sejak 17 Oktober ketika mencatat intraday high di $1.6178.  Sterling terakhir tercatat menguat 0.3% terhadap dolar di sekitar $1.6160, dibandingkan dengan penutupan New York hari Kamis. 

• Data  inflasi  AS  juga turut  membebani dolar  setelah  mencatat  penurunan pertamanya  selama 6  bulan terakhir  di periode November  dan  semakin memperkuat  dukungannya  terhadap langkah pelonggaran moneter The Fed. The Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga tingkat pengangguran turun paling tidak menjadi  6.5% dan selama inflasi tidak mengancam untuk menembus di atas 2.5% dan ekspektasi inflasi tetap stabil. 

• Sejumlah data ekonomi Inggris akan dirilis pekan ini seperti data CPI (Nov), BoE minutes (Des), retail sales (Nov), PSNB (Nov) dan GDP final (Q3). Jika data dirilis memburuk maka  akan berpotensi menekan sterling. 


JAPAN
• Industrial output Jepang naik 1.6 persen pada bulan Oktober, revisi data menunjukkannya Jumat lalu, memperkirakan bahwa factory output kemungkinan telah keluar  dari level terbawahnya sementara itu meluasnya ekonomi yang terlihat dalam resesi yang dihadapi dari perlambatan (ekonomi) global.  

• Gambaran dibandingkan dengan data awalnya yang naik 1.8 persen dan mengikuti penurunan 4.1 persen pada bulan September, data dari Menteri Perekonomian,  Perdagangan dan Industri (METI) menunjukkannya.  

• Ekonom telah bertahan dengan perkiraan dengan Jepang membuat recovery yang rapuh pada awal tahun depan untuk keluar dari bayang‐bayang resesi, dengan  tingginya ekspektasi bahwa pemilu hari Minggu akan mendorong tujuan pemerintah baru pada pelonggaran kebijakan moneter yang agresif, sebuah polling Reuters  menunjukkannya. 


AUSTRALIA
• Australia  dan  New  Zealand  dollar  memperluas  penguatannya  versus  yen  Jumat  lalu  dari  tumbuhnya  ekspektasi  Bank  of  Japan  akan  menambah  untuk  mencetak  uang,  yang  membawa mata uang mencatatkan penguatan tajam mingguannya.  

• Aussie dan kiwi dollar berada dekat level tertinggi bulanan terhadap mitra AS‐nya, didorong oleh membaiknya data HSBC PMI yang mengacu pada aktivitas maufaktur Cina bulan  Desember.  

• Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0577, dari level $1.0527 pada awalnya, yang telah naik ke level tertinggi tiga bulannya $1.0585 minggu ini telah mencatatkan kenaikan 0.5  persen dalm mingguannya.  

• Australia telah digambarkan sebagai "Iron Man" oleh negara‐negara utama industri, setelah menghasilkan 21 tahun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan membangun  kondisi yang harus membantu melindungi dari tantangan global di masa depan.  

• Harga Australian bond futures merosot dari pergerakan mata uang global dan rendahnya likuiditas. 


SWISS
• Franc Swiss melanjutkan apresiasinya terhadap dolar pada hari Jumat, mencatat kenaikan dalam 4 sesi berturut‐turut dan menembus level tertinggi sejak awal Mei setelah The  Fed mengatakan akan melanjutkan program pembelian obligasinya. Progran bulanan The Fed sebesar $85 milyar untuk pembelian sekuritas berbasis hipotek dan Treasury telah  menekan dolar, karena banyak investor melihat kebijakan seperti itu sama saja dengan mencetak lebih banyak uang dan berdampak pada pelemahan terhadap nilai dolar. 

• Namun  kondisi  tersebut  juga  diimbangi  oleh  kekhawatiran  terhadap  krisis  keuangan  di  AS  yang  biasa  disebut  dengan  “tebing  fiskal”,  yang mana  jika  ini  terjadi  maka  secara  otomatis  akan  memicu  pemangkasan  belanja  dan  kenaikan  tajam  pada  pajak,  yang berpotensi mendorong  ekonomi  AS  kedalam  jurang  resesi.  Kondisi  tersebut bisa berbalik  menguntungkan dolar sebagai mata uang yang dianggap lebih aman resiko. 

• Data  inflasi  AS  juga turut  membebani dolar  setelah  mencatat  penurunan pertamanya  selama 6  bulan terakhir  di periode November dan  semakin memperkuat  dukungannya  terhadap langkah pelonggaran moneter The Fed. The Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga tingkat pengangguran turun paling tidak menjadi  6.5% dan selama inflasi tidak mengancam untuk menembus di atas 2.5% dan ekspektasi inflasi tetap stabil. 

• Dolar terkoreksi terhadap franc Swiss ke level intraday low di 0.9163 franc, level terendahnya sejak 4 Mei, dan terakhir bergerak di sekitar 0.9185, atau mencatat melemah 0.5%  dibandingkan penutupan New York hari Kamis. 

• Pekan ini hanya data trade balance Swiss periode November yang akan dirilis. Dengan minimnya data, maka pergerkan franc Swiss akan banyak terpengaruh oleh perkembangan  yang terjadi di AS dan juga zona euro seperti masalah “tebing fiskal” AS dan juga pemberian bailout negara zona euro.

Friday, December 14, 2012

Headline News 14.12.12



US & GLOBAL
• Rally saham dunia selama 7 hari terakhir terhenti dan harga komoditas turun di hari Kamis setelah proses negosiasi untuk menghindari  “tebing  fiskal”  AS  menemui  hambatan,  dimana  kubu  Partai  Republik  dan  Gedung  Putih  menunjukkan  sikap  frustrasi  atas  minimnya  kemajuan yang didapat selama proses negosiasi. 

• Wall  Street  terkoreksi  setelah  Ketua  DPR  AS  John  Boehner,  petinggi  Partai  Republik  di  Kongres,  menolak  untuk  mengalah  dalam  negosiasi  yang  berjalan  alot  dengan  Presiden  Barack  Obama  mengenai  rencana  fiskal  yang  baru.  Boehner  menunjukkan  sikap  frustrasinya mengenai pembicaraan dengan pihak Gedung Putih untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal”. 

• Kekhawatiran investor terhadap perkembangan yang terjadi telah memaksa indeks S&P 500 untuk mengakhiri rally‐nya selama 6 hari  terakhir, saham Eropa tergelincir dari level tertinggi 18 bulan dan indeks ekuitas dunia dalam MSCI mengakhiri kenaikannya selama 7 hari  terakhir. 

• Data semalam menunjukkan penjualan ritel AS meningkat di bulan November dan jobless claims turun tajam di pekan lalu, memberikan  harapan akan membaiknya pemulihan ekonomi AS. Namun laporan positif tersebut tetap gagal mendorong investor untuk melakukan  aksi beli lebih lanjut karena kekhawatiran mereka terhadap minimnya kemajuan dalam pembahasan soal anggaran AS. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 74.73 poin atau 0.56% di 13,170.72. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  9.03 poin atau 0.63% di 1,419.45. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 21.65 poin atau 0.72% di 2,992.16.   

• Indeks ekuitas dunia dalam MSCI turun 0.29% ke 336.82.  

• Bursa saham Eropa melemah, dipicu oleh penurunan saham sektor kesehatan, setelah ketidakpastian seputar negosiasi anggaran AS.  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0.42% di 1,134.86, mengakhiri rally‐nya selama 3 pekan yang telah mendorong harga  indeks ke level tertinggi 18 bulan. 

• Sementara  harga  minyak  mentah  turun  di  bawah  $109  dipicu  meningkatnya  stok  minyak  mentah  AS  dan  kekhawatiran  ekonomi  AS  berpotensi jatuh kedalam resesi jika kesepakatan anggaran tidak segera tercapai. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari  <LCOc1>, yang kontraknya berakhir pada hari Jumat, turun $1.59 di $ 107.91 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS berjangka  <CLc1> untuk pengiriman Januari turun 88 sen di $85.89. Harga minyak mentah turun karena harga ekuitas AS juga merosot dan karena  dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang asing, yang dapat membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih mahal  bagi pemegang mata uang asing. 

• Dolar  stabil  terhadap  euro  setelah  mengalami  koreksi  selama  3  hari  terakhir,  menyusul  kekhawatiran  terhadap  potensi  krisis  fiskal  diimbangi dengan pengumuman The Fed yang akan melanjutkan stimulus moneternya. Euro menguat tipis 0.03% di $1.3076, sementara  indeks dolar naik 0.13% di 79.919.  

• Harga Treasury  AS melemah setelah data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah ekspektasi pasar. Treasury  tenor 10 tahun turun 7/32 dengan yield di 1.7265%. 

• Emas  terkoreksi  1%  menyusul  kekhawatiran  kemungkinan  The  Fed  menarik  stimulus  ekonominya  jika  pasar  tenaga  kerja  meningkat  secara dramatis. Harga logam mulia jatuh di bawah $1,700 per ons untuk pertama kalinya di pekan inidipicu kekhawatiran mengenai  “tebing  fiskal”  AS,  membayangi  daya  tarik  safe‐haven  emas.  Likuidasi  oleh  investor  institusi  besar  dalam  emas  berjangka  akibat  kekhawatiran kenaikan pajak yang tinggi di tahun baru juga turut menekan harga emas. 

• Harga emas turun 1% di $1,694.21 per ons setelah terkoreksi ke level terendah 1 pekan di $1,688.94.    


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  merosot  lebih  dari  1  persen  Kamis  lalu,  gagal  untuk  menahan  penguatan  yang  dibuatnya  karena  kekhawatiran  the  Fed  mungkin menarik stimulus ekonominya jika pasar tenaga kerja membaik secara dramatis yang menekan pendanaan untuk mengurangi  perkiraan bullish (emas). 

• Logam  mulia  mencapai  level  tertinggi  dua  minggunya  pada  akhir  Rabu  lalu  setelah  the  Fed  mengatakan  rencana  untuk  membeli  $45  milyar pada obligasi jangka panjang dengan setiap bulannya senilai $40 milyar pembelian sekuritas bebasis mortgage yang diumumkan  September lalu.  

• "With the economy showing some signs of recovery, we may see  a 6.5 percent unemployment rate sooner than previously anticipated, so  longer‐dated  funds  that  are  heavily  invested  in  metals  are  looking  to  reduce  their  gold  positions,"  ungkap  Phillip  Streible,  senior  commodities broker pada futures brokerage R.J. O'Brien.    


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak jatuh pada hari Kamis dipicu kekhawatiran mengenai dampak ekonomi akibat krisis fiskal AS yang mana telah menyuramkan rilis  optimis data pekerjaan dan penjualan ritel AS. 

• Ketua  DPR  AS  John  Boehner  pada  hari  Kamis  kemarin  mengatakan  bahwa  Gedung  Putih  tampaknya  bersedia  untuk  "memperlambat  perekonomian  kita  berjalan  hingga  mendekati  tebing  fiskal",  menggarisbawahi  kurangnya  kemajuan  dalam  pembicaraan  antara  Kongres  dan  Gedung Putih untuk menghindari kenaikan pajak dan pemotongan belanja tahun 2013 yang mungkin memicu risiko resesi. 

• Pernyataannya tersebut muncul setelah rilis optimis data klaim pengangguran AS yang mendekati level terendah 4 tahun dan penjualan ritel yang  meningkat di bulan November, yang mengindikasikan perekonomian AS tengah bangkit secara perlahan. 

• Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari <LCOc1>, yang kontraknya berakhir pada hari Jumat, turun $1.59 di $ 107.91 per barel.  Sedangkan harga minyak mentah AS berjangka <CLc1> untuk pengiriman Januari turun 88 sen di $85.89. 

• Harga minyak mentah turun karena harga ekuitas AS juga merosot dan karena dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang asing, yang dapat  membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. 

• Jatuhnya harga minyak terjadi setelah komoditas dan nilai ekuitas meningkat pada hari Rabu menyusul pengumuman Federal Reserve AS yang  akan melanjutkan rencana stimulus moneter. 

• Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memompa lebih dari sepertiga minyak dunia, bertemu di Wina pada Rabu kemarin  dan sepakat untuk mempertahankan kuota produksi mereka sebesar 30 juta barel per hari. 

• Namun  ketegangan  di  Timur  Tengah  terus  menumbuhkan  kekhawatiran  tentang  potensi  gangguan  pasokan  minyak,  sehingga  membatasi  penurunan harga minyak. Iran mengakhiri putaran pembicaraan dengan pengawas nuklir PBB pada hari Kamis dan melaporkan bahwa mereka  telah membuat kemajuan dan akan terus di lanjutkan di bulan Januari. Badan PBB tidak segera mengomentari pembicaraan. Ketegangan telah  meningkat atas program nuklir Iran, dengan sanksi internasional memotong ekspor minyak Iran. 


EURO ZONE
• Eropa mendapat kesepakatan Kamis lalu untuk memberikan European Central Bank kekuatan baru mengawasi bank‐bank zona euro dari tahun 2014, memulai langkah pertama  dalam fase terbaru integrasi untuk membantu mendukung euro.  

• Setelah lebih dari 14 jam pembicaraan dan mengikuti perundingan bulanan yang berbelit‐belit, para menteri keuangan dari 27 negara Uni Eropa menyetujui untuk menangani  otoritas  ECB  untuk  secara  langsung  mengawasi  sekurang‐kurangnya  150  dari  bank‐bank  besar  zona  euro  dan  mengintervensi  dalam  bank‐bank  kecil  pada  tanda  awal  permasalahan.  

• European Central Bank berpotensi mengizinkan skema pembelian obligasi Italia dan Spanyol untuk menyelesaikan tantangannya tahun 2012 pada persyaratan pendanaan utang  melalui keberhasilan lelang (obligasi) Kamis lalu.   

• Bank of Finland memangkas perkiraan pertumbuhan (ekonomi) untuk negaranya, menunjukkan meskipun merupakan salah satu perekonomian terkuat di Eropa telah tertekan  dari suramnya pertumbuhan (ekonomi).  


U.K.
• Sterling melemah dari posisi tertinggi 6 pekan terhadap dolar pada hari Kamis setelah investor melakukan ambil untung setelah The Fed melonggarkan kebijakan dan perhatian  pasar beralih ke masalah fiskal AS. 

• Sejumlah analis pasar memprediksi sterling berpotensi menguat terhadap dolar dalam beberapa pekan kedepan, jika dewan kebijakan BoE memberikan sinyal akan menunda  kelanjutan kebijakan moneter longgar di Inggris. 

• Dengan absennya data ekonomi Inggris yang dirilis pekan ini, maka perhatian pasar akan tertuju pada masalah anggaran pemerintah AS, yang juga disebut dengan istilah “tebing  fiskal”, sebuah kombinasi dari kenaikan tajam pada pajak dan pemangkasan anggaran belanja pemerintah, yang sedianya akan dimulai awal tahun 2013. Beberapa analis pasar  mengatakan jika anggota parlemen menyelesaikan masalah anggaran sebelum akhir tahun, maka dolar bisa melemah. 

• Sterling turun 0.3% di sekitar $1.6105 di akhir sesi New York, turun kembali dari posisi puncak 6 pekan di $1.6173 yang dicapai hari rabu setelah The Fed mengatakan akan  melanjutkan program pelonggaran kuantitatif (QE) dengan $45 milyar sebulan, di atas $40 milyar pembelian The Fed dalam sekuritas berbasis hipotek. 

• Dewan kebijakan BoE Paul Fisher mengatakan BoE kemungkinan perlu untuk melanjutkan pelonggaran moneter jika terdapat sinyal melemahnya inflasi, namun sterling tidak  banyak terpengaruh oleh komentarnya tersebut. 

• Sedangkan sebelumnya data menunjukkan order pabrikan Inggris meningkat di atas level rata‐rata bulan ini, namun sterling juga tidak bereaksi atas rilis data tersebut.  


JAPAN
• Mencetak uang dan berlanjutnya pengeluaran yang besar‐besaran akan memberikan tanda dalam beratnya utang ekonomi, tetapi investor di Jepang memperkirakan  bahwa pemimpin oposisi Shinzo Abe akan mengatur strateginya jika dia memenangkan kekuasaannya dalam pemilu nasional hari Minggu.      

• Membuat keyakinan yang kuat dengan polling pendapat untuk menjadi perdana menteri berikutnya, pemimpin Liberal Democratic Party (LDP) ingin untuk menambah  pelonggaran kebijakan moneter yang agresif bersamaan dengan beratnya belanja pekerjaan umum untuk membantu Jepang menghindari deflasi tahunannya dan  membuat yen lebih kompetitif hingga pererkonomian yang tersendat dapat dimulai kembali.  

• Resep kebijakannya, dijuluki "Abenomics" oleh media, dan ancamannya untuk membatasi kebebasan Bank of Japan, telah membawa kepanikan beberapa kalangan  bank sentral.  


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar bertahan dekat level terkuatnya dalam bulanan terhadap the greenback dan yen Kamis lalu dalam langkah yang mengejutkan pada  stimulus agresif dari the Fed AS, dan dari ekspektasi bahwa Jepang akan mengikutinya segera.  

• Aussie <AUD=D4> menguat ke level $1.0548, yang telah naik ke level tertinggi dalam tiga bulannya $1.0585 dalam awal perdagangan. Secara singkat menembus level  batas $1.0560, yang mendorong pada gelombang aksi short‐covering.  

• Ekonom mempercayai peringkat kredit Australia triple‐A adalah aman, meskipun jika pemerintah federal menekan kebanyakan janji surplusnya pada tahun finansial  ini.  

• Peritel  Australia  kemungkinan  akan  bekerja  keras,  tetapi  mereka  berjuang  kembali  dengan  grup  industri  baru  yang  dirancang  untuk  melobi  pemerintah  dalam  berbagai macam isu yang mempengaruhi sektor tersebut.  


SWISS
• Franc Swiss menguat terhadap euro pada hari Kamis setelah bank sentral Swiss (SNB) menegaskan akan mempertahankan nilai tukar minimum EUR/CHF pada level 1.20 franc  yang telah diberlakukan mulai September tahun lalu guna mencegah perekonomian jatuh kedalam resesi dan deflasi. 

• SNB mengatakan telah mempersiapkan langkah untuk membeli mata uang asing dalam jumlah tak terbatas. 

• Euro jatuh ke level intraday low 1.2074 franc dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 1.2080 atau mencatat melemah 0.3% dibandingkan penutupan New York hari Rabu. 

• Franc telah melemah dalam beberapa hari terakhir karena bank Swiss mengatakan mereka akan menerapkan suku bunga negatif untuk deposito dalam nominal franc. 

• Sementara dolar melemah terhadap franc Swiss setelah keputusan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah dan akan menyediakan jumlah dolar yang cukup  untuk kebutuhan ekonomi. Namun dolar berpleuang rebound jika Gedung Putih dan Kongres gagal menghindari terjadinya “tebing fiskal” hingga akhir tahun ini. Dolar terkoreksi  ke intraday low 0.9223 franc, level terendahnya dalam 2 bulan, dan terakhir tercatat bergerak melemah 0.2% di sekitar 0.9240 franc. 

• Pemerintah Swiss mengatakan sangat optimis terhadap prospek ekonomi dengan asumsi krisis utang zona euro tidak lagi meningkat meskipun memangkas proyeksi pertumbuhan  untuk 2013 menjadi 1.3%. State Secretariat for Economics (SECO) memprediksi pertumbuhan 1% di tahun 2012, namun memangkas tipis proyeksinya untuk tahun 2013 menjadi  1.3% dari 1.4% prediksinya di bulan September lalu. SECO juga memprediksi ekspansi ekonomi akan meningkat hingga mencapai 2% di tahun 2014 dengan asumsi krisis utang  zona euro tetap terkendali dan ekonomi global memulih secara perlahan. 

Thursday, December 13, 2012

Headline News 13.12.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global menguat dan euro melonjak naik terhadap dolar pada hari Rabu setelah The Federal Reserve menggenjot stimulus  moneter  dan  mengatakan  akan  mempertahankan  suku  bunga  AS    mendekati  nol  sampai  tingkat  pengangguran  turun  tajam.  Namun  bursa saham AS berakhir tipis, menyerahkan sebagian besar keuntungan yang telah di dapat di awal sesi setelah Kepala The Fed Ben  Bernanke menegaskan kembali bahwa kebijakan moneter tidak akan cukup untuk mengimbangi dampak buruk dari akibat terjadinya  "tebing fiskal." 

• Harga  Treasury  jatuh,  dengan  obligasi  tenor  30  tahun  turun  tajam,  setelah  bank  sentral  mengumumkan  akan  mengalihkan  sebagian  besar pembeliannya kedalam obligasi tenor 5 tahun dalam program baru pelonggaran moneternya. Ekspektasi yang berkembang bahwa  langkah bank sentral tersebut akan membantu mendorong pemulihan ekonomi telah memicu naiknya aset beresiko seperti saham dan  menekan  aset  aman  resiko  seperti  obligasi  pemerintah.  The  Fed,  yang  telah  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  dan  inflasi  tahun depan, berkomitmen untuk pembelian bulanan Treasury senilai $45 milyar di atas pembelian obligasi berbasis mortgage senilai  $40 miliar per bulan yang telah dimulai pada bulan September, seperti yang diperkirakan. 

• The Fed juga nampaknya akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% selama tingkat pengangguran masih berada di atas 6.5%,  sementara inflasi diprediksi tidak lebih dari 2.5% dalam 1 atau 2 tahun kedepan dan ekspektasi inflasi masih stabil. 

• Indeks saham global yang tergabung kedalam indeks MSCI menguat 0.3% menjadi 337.93. Sedangkan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup  naik 0.1% di 1,139.65.  

• Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  terkoreksi  2.99  poin  atau  0.02%  dan  ditutup  di  13,245.45.  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  bertambah 0.64 poin atau 0.04% di 1,428.48. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 8.49 poin atau 0.28% ke 3,013.81.  

• Bernanke "reiterated the fact that monetary policy has its hands tied as far as addressing the seriousness of going over the fiscal cliff,"  said Bucky Hellwig, senior vice president at BB&T Wealth Management in Birmingham, Alabama.  

• Sementara itu Ketua DPR AS John Boehner mengatakan pada hari Rabu "perbedaan serius" masih terjadi dengan Presiden Barack Obama  dalam pembicaraan untuk menghindari kenaikan tajam pajak dan pemotongan anggaran yang akan diterapkan di tahun baru. 

• Euro menguat 0.5% ke $1.3066 setelah menembus intraday high di $1.3096 usai pengumuman The Fed. Euro melonjak tajam beberapa  menit sebelum pengumuman keputusan The Fed.  

• Namun demikian, tekanan jual pada dolar nampaknya masih cenderung terbatas, karena investor masih menantikan hasil perundingan  kesepakatan  antara  pemerintahan  Obama  dan  Kongres  untuk  menghindari  “tebing  fiskal”.  Jika  kesepakatan  yang  diharapkan  tidak  tercapai, maka dolar akan kembali diburu sebagai mata uang aman resiko ditengah kondisi ekonomi global yang suram. 

• Dolar terapresiasi ke level tertinggi 8 bulan terhadap yen di 83.29 yen dan terakhir tercatat naik 0.8% di 83.18 yen menyusul spekulasi  bahwa Bank of Japan akan menerapkan pelonggaran moneter lebih agresif setelah pemilu pada hari Minggu, yang diperkirakan akan  menghasilkan kemenangan bagi Partai Demokrat Liberal. 

• Treasury AS untuk tenor 10 tahun turun 14/32 dengan yield di 1.704%. Sedangkan untuk Treasury tenor 30 tahun turun 1‐3/32 dengan  yield di 2.897%. Program baru pembelian obligasi akan menggantikan program "Operation Twist" akan berakhir masa kerjanya di akhir  bulan ini. The Fed akan meluaskan pembelian obligasi tenor 5 tahun dari obligasinya saat ini yang bertenor 7, 10 dan 30 tahun. 

• Harga minyak naik dengan Brent crude futures <LCOc1> naik  $1.49 ke  $109.50 per barel, seangkan U.S. crude <CLc1> naik  98 sen  ke  $86.77  per  barel.  Sedangkan  harga  emas  naik  ke  $1,712  per  ons  setelah  keputusan  The  Fed  mendorong  minat  investor  pada  emas  sebagai lindung nilai terhadap inflasi.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik Rabu lalu karena ketertarikan terhadap lindung inflasi yang terdorong setelah the Fed AS mengatakan maksud untuk menjaga  tingkat suku bunga mendekati nol selama tingkat pengangguran masih tinggi.  

• Harga  emas  melonjak  pada  perdagangan  yang  choppy  setelah  the  Fed  mengungkapkan  putaran  dari  pembelian  Treasury.  Telah  berkomitmen untuk pembelian bulanan sebesar $45 milyar pada Treasuries diatas $40 milyar perbulan dalam obligasi berbasis mortgage  yang memulai pembelian pada bulan September.   

• Dalam  langkah  yang  mengejutkan,  the  Fed  juga  mengadopsi  numerik  untuk  kebijakan  ambang  batas,  langkah  yang  tidak  diekpektasi  hingga awal tahun depan.   

• "It takes a little while to sink in that the Federal Reserve is focusing more and more on employment and less and less on inflation," ungkap  Axel Merk, chief investment officer pada Merk Funds yang memiliki $650 juta dalam aset‐asetnya.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak naik tajam pada hari Rabu, dengan Brent crude menembus $110 per barel setelah The Fed mengumumkan rencana untuk  meluaskan stimulus moneternya, sementara sebuah kebakran di pengilangan Texas telah mengangkat produk minyak suling berjangka. 

• Pengumuman Fed telah dibayangi oleh keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mempertahankan target produksi  minyaknya,  meskipun  perkiraan  mengindikasikan  permintaan  minyak  mentah  akan  lebih  rendah  tahun  depan  dalam  menghadapi  meningkatnya produksi minyak serpih di Amerika Serikat. 

• Adapun dukungan lainnya datang dari International Energy Agency (IEA) setelah merevisi estimasi permintaan minyak global yang secara  sustansial meningkat untuk kuartal keempat tahun ini, dan juga mengatakan konsumsi minyak di tahun 2013 akan meningkat lebih besar  dibanding proyeksi sebelumnya. 

• Kontrak  minyak  mentah  berjangka  Brent  untuk  pengiriman  Januari,  yang  akan mengakhiri  kontraknya  pada  hari  Jumat,  naik  $1.49  ke  $109.50 per barel. Harga rata‐rata Brent tahun ini ditaksir sebesar $112, level tertingginya , dan sedikit di atas level rekornya tahun lalu di  $110.50. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 98 sen ke $86.77 per barel. 

• Dalam sidangnya di Wina, Austria kemarin, OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota produksi minyaknya di level 30 juta barel  per hari dan akan melanjutkan pertemuannya pada 31 Mei 2013 mendatang. 

EURO ZONE
• Factory output zona euro berlanjut untuk turun tajam pada musim gugur tahun ini, menggarisbawahi lemahnya permintaan domestik yang beresiko membuat resesi blok tersebut  dalam jangka panjang.  

• Industrial production dalam 17 negara membawa zona euro melemah 1.4 persen pada bulan Oktober setelah persentase penurunan tajamnya pada September, kantor statistik  Uni Eropa Eurostat mengatakannya Rabu lalu. Bahwa kebanyakan memburuk daripada ekspektasi pertumbuhan moderat dari polling para ekonom dalam Reuters.  

• Jerman menandai Rabu lalu untuk siap mendukung rencana pada European Central Bank untuk membuat chief supervisor dari bank‐bank, menaikkan prospek dari terobosan  kebanyakan ambisi Uni Eropa dalam reformasi keuangannya.  

• Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble mengatakan kabinet Jerman "optimistic" mengenai kesepakatan kedepannya dari meeting para menteri keuangan Uni Eropa di Brussels  Rabu lalu, seorang pejabat Jerman mengatakannya, berbicara dengan kondisi anonim.  

• Kreditur luar negeri Yunani memuji pembelian kembali obligasi yang sukses meskipun turun tipis dari target untuk memangkas utang negaranya, memuluskan jalan untuk Yunani  mendapat bantuan penundaan jangka panjang dalam menghindari kebangkrutannya.  


U.K.
• Sterling  mempertajam  apresiasinya  terhadap  dolar  setelah  The  Fed  semalam  memutuskan  untuk  mempertahankan  suku  bunganya  di  kisaran  0‐0.25%  sesuai  ekspektasi pasar sebelumnya dan mengumumkan program baru pembelian obligasi untuk membantu merangsang pertumbuhan ekonomi AS. 

• Sterling menguat ke level tertingginya sejak 17 Oktober terhadap dolar setelah mencatat intraday high di $1.6171, dan terakhir bergerak di sekitar 1.6160, ataui naik  0.3% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Namun demikian, sterling masih rentan tekanan seiring kondisi ekonomi Inggris yang masih rapuh.  

• Sterling  terlihat  telah  menguat  sejak  awal  perdagangan  Rabu  kemarin,  setelah  data  ekonomi  Inggris  menunjukkan  penurunan  diluar  dugaan  untuk  jumlah  klaim  pengangguran dan juga mencatat level tertinggi untuk jumlah orang yang bekerja di negara tersebut. 

• Dengan minimnya data ekonomi Inggris yang dirilis pekan ini, maka pergerakan sterling akan banyak terpengaruh oleh perkembangan yang terjadi di zona euro dan  juga AS, seperti masalah krisis utang kawasan dan upaya pemerintah AS untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal. 


JAPAN
• Core machinery orders Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada bulan Oktober, tetapi ketidakpastian berkenaan dengan global outlook  kemungkinan akan berlanjut untuk menekan pada investasi bisnis dan lambatnya recovery ekonomi dari resesi.  

• Core machinery orders, rangkaian data yang sangat berfluktuasi terlihat sebagai leading indicator dari pembelanjaan modal dalam enam hingga sembilan  bulan mendatang, naik 2.6 persen pada Oktober dari September, ketika telah anjlok 4.3 persen, data Cabinet Office menampilkannya.  

• Meskipun  bulan  Oktober  terjadi  kenaikan,  yang  mana  dibawah  perkiraan  naik  3.0  persen  pada  Reuters  poll,  pemerintah  menurunkan  penilaian  untuk  mengatakan tren pada machinery orders telah merosot.


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar mencatatkan kenaikan ke level tertingginya terhadap the greenback dan yen Rabu lalu dari ekspektasi kedepannya stimulus pada AS  dan Jepang. 

• Sektor ritel Australia berlanjut untuk berjuang berkenaan dengan turunnya marjin keuntungan dan melambungnya biaya, laporan mengatakannya.  

• Usaha  dari  bank  sentral  untuk  menstimulasi  perekonomiannya  dengan  membeli  obligasi  pemerintah  dapat  dilihat  kebebebasan  pada  resiko  sekali  waktu  untuk  kebijakan yang santai, seorang petinggi bank sentral Australia megnatakannya.  

• Gubernur  Reserve Bank  of  Australia  (RBA)  Glenn  Stevens  mengatakan  pembelian besar‐besaran  pada aset‐aset  oleh beberapa  bank  sentral,  yang  dikenal  dengan  quantitative easing, mengaburkan perbedaan antara kebijakan moneter dan fiskal.  

• "The problem will be the exit from these policies...   ending a lengthy period of guaranteed cheap funding for governments may prove politically difficult," kata Stevens  dalam pidatonya terhadap para bankir bank sentral .  


SWISS
• Franc Swiss diprediksi masih akan melemah terhadap euro di tahun depan seiring tertundanya krisis utang dan perbankan menjauhi deposito franc, sehingga meringankan bank  sentral dalam menjaga tetap rendahnya nilai tukar franc. Franc menembus level terendah terhadap euro selama lebih dari 2 bulan di pekan lalu menyusul bank‐bank besar Swiss  mengatakan mereka akan memberlakukan suku bunga negatif pada deposito franc untuk mencegah arus masuk yang mengikis keuntungan mereka. 

• SNB akan menggelar sidangnya hari Kamis ini dan diperkirakan akan mengaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan nilai tukar minimum EUR/CHF di 1.20 franc yang  telah diberlakukan mulai September tahun lalu guna mencegah perekonomian jatuh kedalam resesi dan deflasi. 

• Franc mencatat intraday high di 1.2128 franc per euro, tidak jauh dari level tertinggi 2‐1/2 bulan di 1.2168 yang dicapai sepekan lalu. Setelah diperdagangkan melemah antara  bulan April hingga akhir Agustus, euro kemudian mengalami rebound tajam terhadap franc di awal September setelah ECB mengumumkan akan membeli obligasi negara‐negara  zona euro yang paling parah dilanda krisis utang. Rencana tegas ECB tersebut telah mengurangi risiko memburuknya kondisi negara zona euro sehingga mengurangi daya tarik  safe‐haven franc. EUR/CHF kemudian bergerak stabil di sekitar nilai patokan 1.20 franc per euro. 

• Sementara intervensi SNB di pasar mata uang telah surut dalam beberapa bulan terakhir dengan cadangan devisa jatuh untuk bulan kedua berturut‐turut pada bulan November. 

• Euro  mempertajam  apresiasinya  terhadap  dolar  setelah  The  Fed  semalam  memutuskan  untuk  mempertahankan  suku  bunganya  di  kisaran  0‐0.25%  sesuai  ekspektasi  pasar  sebelumnya dan mengumumkan program baru pembelian obligasi untuk membantu merangsang pertumbuhan ekonomi AS. Dolar juga melanjutkan koreksinya terhadap franc  Swiss dengan mencatat intraday low di 0.9245 franc, dan terakhir bergerak di sekitar 0.9260, atau menguat 0.6% dibandingkan penutupan New York hari Selasa sebelumnya. 

Wednesday, December 12, 2012

Headline News 12.12.12


US & GLOBAL
• Saham  di  sejumlah  bursa  utama  meningkat  mendekati  level  tertinggi  2  bulan  dan  euro  terapresiasi  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa  setelah data sentimen investor Jerman naik tajam di bulan Desember dan juga optimisme bahwa AS akan terhindar dari krisis keuangan. 

• Dolar melemah menjelang sidang reguler The Fed yang akan berakhir Kamis dini hari nanti. Sementara harga Treasury AS turun menyusul  naiknya harga saham yang mengurangi minat investor pada aset‐aset aman resiko. 

• Indeks  saham  utama  AS  menguat,  dipimpin  oleh  naiknya  saham  teknologi.  Indeks  S&P  500  mencatat  level  terbaiknya  sejak  medio  Oktober, membantu indeks ditutup pada level terbaiknya sejak pemilu presiden AS pada 6 November lalu. 

• Ketua DPR AS John Boehner mengatakan dirinya masih optimis kedua kubu (Partai Demokrat dan Republik) akan mencapai kesepakatan  untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal” yang akan menyebabkan kenaikan tajam pada pajak dan pemangkasan anggaran belanja  pemerintah  di  akhir  tahun.  Namun  Pemimpin  Mayoritas  Senat  Harry  Reid  mengatakan  akan  sulit  bagi  KOngres  untuk  mencapai  kesepakatan sebelum perayaan Natal. 

• Minimnya kemajuan yang didapat telah membuat investor menahan diri dari tindakan agresif dalam beberapa pekan terakhir. Namun  saham bergerak naik ditengah volume perdagangan yang tipis. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 78.56 poin atau 0.60% dan ditutup di 13,248.44. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 9.29  poin atau 0.65% untuk ditutup di 1,427.84. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 35.34 poin atau 1.18% ke 3,022.30.  

• Kenaikan 2.2% ke $541.39 pada saham Apple <AAPL.O> telah berhasil mengangkat Nasdaq, menyusul perusahaan terbesar AS dari sisi  nilai  pasar  mengalami  rebound  setelah  investor  malakukan  ambil  untung  sebelum  kemungkinan  terjadinya  kenaikan  pajak  di  tahun  depan. Apple sebelumnya telah kehilangan 25% dari level all‐time intraday high yang dicapai pada September lalu. 

• FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  naik  0.4%  di  1,138.85  poin,  level  penutupan  tertinggi  sejak  medio  2011.  Sedangkan  indeks  saham global MSCI menembus level tertingginya sejak 19 Oktober dan terakhir tercatat naik 0.6% ke 337.00 poin. 

• Sementara  itu  kepercayaan  dikalangan  investor  dan  analis  Jerman  meningkat  tajam  di  bulan  Desember,  berdasarkan  jajak  pendapat  bulanan oleh lembaga survey ZEW Jerman. Indeks sentimen tercatat melonjak ke 6.9 dibandingkan ekspektasi ‐12, menambah harapan  bahwa Jerman, sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, akan terhindar dari resesi dalam musim dingin ini. 

• The Federal Reserve diprediksi akan mengumumkan putaran baru pembelian Treasury AS pada sidangnya yang berakhir Kamis dini hari  nanti.  Program  tersebut  akan  menggantikan  program  stimulus  "Operation  Twist",  yang  akan  berakhir  pada  akhir  tahun  ini.  The  Fed  diperkirakan  akan  mengumumkan  pembelian  bulanan  obligasi  senilai  $45  milyar,  meskipun  sebagian  pengamat  pasar  memprediksi  kemungkinan nilai pembeliannya lebih besar lagi. 

• "We anticipate the Fed will announce Treasury purchases, and as that depresses yields, it will have a negative impact on the dollar and  that supports the euro," said Jane Foley, senior currency strategist at Rabobank.  

• Ekspektasi akan berlanjutnya pelonggaran moneter telah mendorong turunnya indeks dolar sebesar 0.3% dan mendorong dolar Kanada  untuk naik ke level tertinggi 2 bulan, sementara dolar Selandia Baru menembus level tertinggi 9 bulan. Euro menguat 0.5% ke $1.3004,  sedangkan terhadap yen, dolar naik 0.3% di 82.54 yen. 

• Treasury AS untuk tenor 10 tahun turun 11/32 dengan yield 1.6558%, level tertinggi selama lebih dari 2 pekan.  

• Di pasar minyak, harga minyak Brent naik 68 sen ke $108.01 per barel setelah OPEC mengumumkan produksi minyaknya turun di bulan  November,  sementara  melemahnya  dolar  dan  gejolak  di  Timur  Tengah  juga  turut  mendukung  naiknya  harga  minyak.  Harga  minyak  mentah AS naik 23 sen ke $85.79. 

• Sedangkan untuk harga emas turun tipis menyusul harapan tercapinya kesepakatan anggaran AS telah mengurangi minat investor pada  emas sebagai aset lindung nilai. Investor juga menahan diri menjelang pengumuman The Fed. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas merosot Selasa lalu, ditekan turun dari harapan bahwa krisis bujet AS dapat dihindari dan kedepannya policy statement dari  the Fed mengenai outlook moneter. 

• Emas tertekan dalam rangkaian tiga harinya, karena aksi beli safe haven menguap setelah juru bicara DPR AS John Boehner mengatakan  dia  masih  mengharapkan  bahwa  persetujuan  hingga  deadline  akhir  tahun.  Boehner  tidak  menawarkan  tanda‐tanda  yang  nyata  dari  kemajuan pembicaraan mengenai apa yang disebut fiscal cliff. 

•  Banyak ekonom yang mengekspektasi the Fed untuk mengumumkan pembelian sebesar $45 milyar setelah meeting Selasa dan Rabu. 

•  "The big money is waiting to see what the news is with the FOMC before making their move. Gold is becoming less liquid as there are less  bids out there near the year end," kata Miguel Perez‐Santalla, vice president pada online precious‐metals exchange BullionVault.       


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah berjangka Brent naik tipis pada Selasa kemarin dalam perdagangan yang cukup fluktuatif karena penurunan pada  produksi minyak OPEC dan melemahnya dolar AS yang memberikan dukungan pada minyak menjelang sidang OPEC pekan ini dan juga  laporan terbaru tentang persediaan minyak di Amerika Serikat. 

• Gejolak  di  Timur  Tengah  terus  terus  memberikan  resiko  geopolitik  minyak  terkait  dengan  kekhawatiran  tentang  potensi  gangguan  pasokan minyak dari kawasan itu. 

• Indeks dolar tertekan karena  euro naik dan  investor memposisikan diri pada awal pertemuan dua hari kebijakan Federal Reserve AS,  dengan beberapa spekulasi bahwa Fed berpotensi memberikan sinyal pelonggaran kuantitatif lebih agresif dalam waktu dekat. 

• Para menteri OPEC akan bertemu di Wina, Austria pada hari Rabu ini dan pasar memprediksi tidak akan terjadi perubahan kuota produksi  minyak yang saat ini sebesar 30 juta barel per hari. 

• Harga minyak Brent naik 68 sen ke $108.01 per barel sedangkan harga minyak mentah AS naik 23 sen ke $85.79.


EURO ZONE
• Uni Eropa menunda untuk memperkenalkan peraturan permodalan terbaru untuk bank dengan menaikkannya tahun depan, Bank of Italy mengatakan Selasa lalu,  yang mana regulator khawatir dapat merusak salah satu reformasi yang paling penting dari krisis keuangan.  

• Kebanyakan  pejabat  di  Brussels telah mengekspektasi  untuk  menunda  mengikuti  keputusan  AS  baru‐baru  ini  untuk  menunda target  Januari 2013  dan  mengingat  kesulitan antara negara Uni Eropa dan parlemen blok dalam menyelesaikan peraturan.  

• "We are going towards a postponement of Basel III to the end of 2013, January 2014 at the latest," Direktur Bank of Italy Fabrizio Saccomanni mengatakan dalam  suatu meeting pemimpin bisnis di Roma.  

• Keyakinan  diantara  analis  Jerman  dan  investor  membaik  secara  signifikan  pada bulan Desember  dalam  mendukung  data ekonomi  AS,  membawa  harapan  bahwa  negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu akan menghindari resesi musim dingin ini.  

• Survei optimisme tidak seperti ekspektasi dari ZEW think tank mengikuti data yang telah menunjukkan ekspor – mesin utama pada ekonomi Jerman – kehilangan  momentum, industrial output anjlok dan tingkat pengangguran terdorong naik. 


U.K.
• Sterling melemah terhadap euro pada hari Selasa, dimana mata uang tunggal Eropa terapresiasi setelah rilis lebih baik dari perkiraan untuk data survey sentimen investor Jerman  yang mana telah memberikan dukungan optimisme diantara pelaku pasar. 

• Sementara sterling berhasil menguat  terhadap dolar, dengan sejumlah investor berspekulasi bahwa  The Fed  akan memberikan sinyal  pelonggaran moneter lebih  lanjut pada  sidang regulernya Rabu malam nanti atau Kamis dini hari. 

• Indeks kepercayaan investor ZEW Jerman naik tajam di bulan Desember dan bertengger di teritorial positif untuk pertama kalinya sejak Mei. Data tersebut telah mendorong euro  naik 0.3% terhadap sterling ke level intraday high di 0.8082 pound. Sterling berpotensi melanjutkan pelemahannya menyusul kekhawatiran melemahnya kondisi ekonomi Inggris. 

• Pasar akan mencermati data ketenagakerjaan Inggris yang akan dirilis hari ini, dimana tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 7.8% untuk periode Oktober. Jika data dirilis  naik, maka akan berpotensi menekan sterling. 

• Kekhawatiran mengenai ekonomi Inggris telah meningkat sejak menteri keuangan George Osborne men‐downgrade perkiraan pertumbuhan dan mengatakan negara itu akan  kehilangan target pemangkasan utangnya dalam sebuah budget statementa pekan lalu, meningkatkan kemungkinan negara akan kehilangan peringkat utang AAA. 

• Sterling menguat 0.2% terhadap dolar di sekitar $1.6115. Data indeks sentimen bisnis kecil AS yang dirilis lebih buruk dari perkiraan telah menekan dolar. Sementara data defisit  perdagangan AS juga dirilis buruk yang menunjukkan defisit melebar di bulan Oktober, dimana telah memberi tekanan pada dolar. 

• Dalam jangka pendek kedepan, sterling berpotensi menguat seiring dengan euro, jika The Fed melanjutkan kebijakan moneter longgar. Namun dalam jangka waktu yang lebih  panjang, sterling masih rentan tekanan terhadap euro dan juga dolar. 


JAPAN
• Bank  of  Japan  kemungkinan  akan  melonggarkan  kebijakan  moneter  minggu  depan,  suatu  sumber  mengatakannya,  karena  resiko  yang  meningkat  pada  potensi  kejatuhan dari fiscal cliff AS dan melemahnya pertumbuhan (ekonomi) Cina berlanjut untuk membayangi outlook dari ekonomi yang siap mengarah pada resesi.  

• Kebanyakan kemungkinan pilihan bank sentral untuk ekspansi pembelian aset dan program lending, saat ini sekitar 91 trilyun yen ($1.1 trilyun), dengan 5‐10 trilyun  yen lainnya, pada meeting 19‐20 Des., sumber yang dikenal mengatakannya.  

• Untuk saat ini, kebanyakan bank sentral ingin menunda setiap inisiatif baru kecuali jika the Fed AS, yang mana mengadakan policy meeting minggu ini, mengejutkan  pasar dengan stimulus yang lebih besar dari ekspektasi dan memicu kenaikan tajam pada yen.  

• "What's important is the outlook for next year, which remains highly uncertain and dependent on overseas developments," ungkap sumber yang dikenal terhadap  pemikiran bank sentral. "If the BOJ judges that its past easing measures aren't enough, it would have to do more this month."  


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar bertahan mendekati level tertinggi mingguan Selasa lalu, menggambarkan dukungan dari ekspektasi dari langkah stimulus terbaru  perekonomian AS, meskipun investor tetap berhati‐hati pada perkembangan pada potilik di Italia.  

• Aussie <AUD=D4> sempat bertahan pada level $1.0479, dari level $1.0485 pada awalnya, yang telah naik ke level tertingginya $1.0532 pada overnight. Telah sangat  dekat dengan level puncak 11‐minggunya dilevel $1.0563.  

• Investor terlihat enggan untuk mengambil resiko besar dari kedepannya dua hari meeting dari the Fed AS, yang mana dimulai hari Selasa.  

• Harga Australian bond futures menguat terhadap pergerakan pasar global dan pelemehan survei bisnis.  


SWISS
• Franc  Swiss  melemah  terhadap  euro  namun  menguat  tipis  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa,  dengan  pandangan  pasar  tertuju  pada  sidang  reguler  bank  sentral Swiss (SNB) hari Kamis besok. SNB diprediksi akan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan nilai tukar minimum EUR/CHF di 1.20  franc ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneternya besok sekitar pukul 15.30 wib. 

• Data pada hari Senin kemarin menunjukkan jumlah kas perbankan Swiss diselenggarakan dengan SNB turun sedikit pekan lalu, menunjukkan bank sentral  tidak perlu melakukan intervensi untuk mempertahankan nilai tukar minimum EUR/CHF di 1.20 franc menyusul franc diperdagangkan di atas 1.21 franc per  euro. 

• Franc menguat  0.1% terhadap dolar  di sekitar  0.9325 franc dibandingkan penutupan New  York  hari Senin. Sedangkan euro  menguat di  atas  1.21 franc,  menyusul rilis optimis data ZEW index Jerman. Indeks kepercayaan investor ZEW Jerman naik tajam di bulan Desember dan bertengger di teritorial positif  untuk pertama kalinya sejak Mei. Data tersebut telah mendorong euro naik 0.4% di sekitar 1.2127 franc.