title cover

title cover

Friday, December 28, 2012

Headline News 28.12.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS berhasil mengurangi tekanan dan ditutup hanya turun tipis Kamis kemarin setelah parlemen AS menyatakan akan  kembali bekerja  akhir pekan ini sebagai usaha terakhir untuk mencapai kata sepakat menghindari "fiscal cliff", sementara  yen  berlanjut ke level terlemahnya selama 2 tahun didorong oleh ekspektasi stimulus besar oleh BoJ. 

• Ini  merupakan  penurunan  dalam  4  hari  perdagangan  beruntun  untuk  bursa  saham  AS,  sementara  bursa  saham  dunia  relatif  mampu mempertahankan kenaikan meskipun tipis. 

• Saham‐saham di bursa Wall Street tertekan di sesi awal perdagangan kemarin setelah Harry Reid, Senate Majority Leader dari  Demokrat mengatakan bahwa AS sulit terhindar dari "fiscal cliff." Namun di akhir sesi perdagangan wakil parlemen AS tersebut  menyatakan  bahwa  sedang  mempersiapkan  kemungkinan  perundingan  hingga  hari  Minggu  malam  menjelang  31  Desember  (batas akhir deadline fiscal cliff), yang menghambat tekanan saham yang sempat menyebabkan 3 indeks utama AS merosot sekitar  1%. 

• Para ekonom memperingatkan bahwa fiscal cliff AS senilai $600 milyar berupa pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak yang  otomatis akan dimulai 1 Januari 2012 akan mendorong AS ke jurang resesi kembali. 

• Sementara dari akun Twitter Eric Cantor, seorang anggota Senate Majority Leader, mengatakan bahwa sesi pembahasan fiscal  cliff sepertinya akan bertahan hingga 2 Januari 2013 – hari terakhir untuk masa jabatan anggota Kongres AS saat ini. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 18,28 poin, atau 0,14 persen ke 13096.31. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  turun  1,74  poin,  atau  0,12  persen  ke  1418.09.  Indeks  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  turun  4,25  poin,  atau  0,14  persen  ke  2985.91.  

• USDJPY berlanjut naik hingga ke atas 86.63 pagi ini, level tertinggi sejak pertengahan Agustus 2010. Dan USDJPY di tahun 2012  berjalan ini telah terakumulasi naik di atas 10 persen, yang merupakan kenaikan terbesar tahunan mereka sejak 2005. Teknan jual  yen mengalami akselerasi dalam 2 bulan terakhir didorong oleh ekspektasi bahwa perdana menteri baru terpilih Jepang, Shinzo  Abe, akan mendesak BoJ untuk mengambil langkah kebijakan drastis untuk pelemahan yen dan target inflasi. 

• Sementara  EURUSD  pagi  ini  naik  kembali  hingga  1.3250.  Harga  obligasi  jangka  panjang  AS  naik  setelah  komentar  Harry  Reid  mengenai fiscal cliff serta setelah the Conference Board, sebuah kelompok industry, yang semalam melaporkan merosotnya di  luar dugaan consumer confidence AS periode Desember.    

• Harga minyak mentah jenis brent crude turun tipis terkait ketidakpastian fiscal cliff AS.  Brent February crude <LCOc1> turun 27  sen, atau 0,24 persen, untuk settle di harga $110.80/barel. Sementara harga minyak mentah di pasar berjangka AS tipe kontrak  Februari <CLc1> juga turun. 

• Harga logam mulia naik memperkuat kenaikan emas selama 4 sesi perdagangan terakhir yang merupakan kenaikan terpanjang  selama  hampir  2  bulan  terakhir.  Namun  kenaikan  tersebut  terbilang  tipis  untuk  sebuah  ketidakpastian  terkait  fiscal  cliff  AS. 
  

GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  dalam  rangkaian  empat  harinya  Kamis  lalu  yang  mencatatkan  kenaikan  terpanjangnya  yang  mendekati  dua  bulan,  tetapi kenaikan tipis pada pasar terlihat karena lindung nilai terhadap krisis fiskal AS, para dealer mengatakannya. 

• Jumlah  orang  AS  yang  mengisi  klaim  untuk  pengangguran  melemah  minggu  lalu  yang  mendekati  level  terendah  dalam  4  1/2  tahun, tanda‐tanda kemungkinan bahwa employers telah menaikkan jumlah perekrutannya.  

• "If this is all gold can do as we fall off the cliff, then it's got real trouble ahead in terms of direction," kata Frank McGhee, head  precious metals trader pada Integrated Brokerage Services di Chicago.   

• "The fiscal cliff is bearish; it's higher tax rates and lower spending and it's recessionary, so gold should have moved up a lot more  by now if it's a hedge towards that. If it's trading as a risk asset, it should have fallen more sharply. But here we are, trapped in a  range."  


OIL & COMMODITIES
• Upswing harga minyak </CLc1> dari level low $85.21 di pertengahan Desember tertahan di $91.44 (level tertinggi sekitar 2 bulan)  untuk kemudian terkoreksi  mencoba test areal $90/barel – akibat kekhawatiran bahwa  AS tidak akan terhindar dari fiscal cliff  berupa pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 milyar. 

• Presiden  Barack  Obama  sudah  kembali  ke  Washington,  mempercepat  masa  liburan  Natalnya,  untuk  melanjutkan  pembicaraan  mengenai  upaya  untuk  menghindari  "jurang  fiskal".  Sementara  itu,  para  pedagang  beralih  ke  grafik  untuk  memprediksi  pergerakan harga minyak selanjutnya. 

• Pelaku pasar mengatakan masih sulit melihat arah pergerakan harga minyak ke depannya di tengah volume perdagangan yang  rendah di akhir tahun bertepatan dengan ketidakpastian terhadap isu fiskal AS. 

• Sementara kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan di Timur Tengah masih mendukung kenaikan harga minyak dan kian  mengemuka setelah pasukan keamanan Uni Emirat Arab menangkap sejumlah orang yang merupakan warga UEA dan Arab Saudi,  yang dikatakan berencana melakukan serangan terror di UEA, Arab Saudi dan sejumlah negara lain di Timur Tengah. 

• Dukungan kenaikan harga minyak lainnya datang dari ekpektasi persediaan minyak mentah AS yang turun pada pekan lalu karena  para perusahaan refinery masih menggunakan persediaan yang ada demi menekan pajak akhir tahun. 

EURO ZONE
• Pembeli dalam negara zona euro tertekan oleh resesi tahunan dan krisis untuk berburu barang‐barang murah, menunda pembelian hingga  saat‐saat terakhir, atau secara sederhana tidak membeli semuanya selama penjualan berlangsung pada masa Natal. 

• Perekonomian Jerman akan mengalami ekspansi pada tingkat yang layak tahun depan, didorong oleh ekspor untuk negara‐negara diluar  zona euro, Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble mengatakannya.  

• Italia  menjual  semua  bills  dan  bonds  yang  ditujukan  pada  lelang  Kamis  lalu,  beberapa  hari  setelah  munculnya  pengumuman  Perdana  Menteri Mario Monti yang memberitahukan kemungkinan dia bergabung untuk pemilu untuk memimpin reformasi sentris aliansi. 

• Consumer  confidence  Perancis  naik  tidak  seperti  ekspektasi  pada  bulan  Desember  ke  level  tetingginya  sejak  bulan  Agustus,  meskipun  bertambahnya permasalahan mengenai naiknya tingkat pengangguran, data menunjukkannya.  


U.K.
• Sterling berlanjut melemah terhadap dolar pada hari Kamis kemarin menyusul sterling terhadap euro masih mencoba bertahan di level terlemah selama 8  bulan di sekitar 0.8220 akibat kekhawatiran ekonomi Inggris – sementara euro memperoleh keuntungan dari redanya kekhawatiran krisis hutang Eropa dan  demand euro akhir tahun. Selain itu potensi tekanan sterling juga meningkat akibat kekhawatiran Bank Sentral Inggris (BoE) kemungkinan akan melanjutkan  langkah stimulus dalam waktu dekat. 

• Rilis  buruk  sejumlah  data  ekonomi  Inggris  di  pekan  lalu  juga  telah  memicu  tekanan  pada  sterling.    Data  retail  sales  Inggris  yang  dirilis  lebih  buruk  dari  perkiraan, naiknya pinjaman public (PSNB) dan penurunan tajam pada consumer confidence periode Desember kesemuanya telah menumbuhkan spekulasi  bahwa ekonomi Inggris akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan. 

• Lemahnya data ekonomi Inggris, oleh analis, dikatakan akan memicu arus safe‐haven kembali sterling relatif terhadap euro. Sementara di kalangan trader,  memburuknya defisit anggaran Inggris baru‐baru ini dikhawatirkan akan menyebabkan turunkan peringkat utangnya dari level top‐notch‐nya saat ini – yang  melahirkan proyeksi bahwa sterling akan melemah di awal tahun 2013 mendatang.  

• Menjelang penutupan perdagangan New York Kamis, GBPUSD telah mencoba menembus ke bawah areal 1.6100, dengan intraday low di 1.6067. 

• Dari isu fiscal cliff AS, para analis juga melihat bahwa jika AS gagal menghindari diri dari pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 milyar  sebelum 1 Januari 2013, maka resesi lanjutan berpeluang besar terjadi sehingga akan membuka arus safe‐haven lebih besar pada mata uang dolar AS yang  lebih likuid dalam jangka pendek.   

• Royal  Bank  of  Scotland  memiliki  prospek  pesimis  terhadap  sterling  pada  tahun  2013  karena  lemahnya  ekonomi  dan  tingginya  defisit  anggaran  Inggris.  Lembaga keuangan tersebut memproyeksikan target sterling 2013 ke level 1.5050 per dolar AS. 


JAPAN
• Menteri keuangan baru Jepang Kamis lalu berusaha untuk meredam kekhawatiran mengenai keuangan negara yang lemah, yang mengatakan pemerintah  tidak akan bergantung semata‐mata pada utang untuk mendanai stimulus ekonomi dan akan mencoba untuk membatasi penerbitan obligasi terbaru pada  tahun depan fiskal. 

• Bank of Japan seharusnya membeli lebih banyak obligasi jangka panjang pemerintah dan memperlebar variasi dari tipe‐tipe risk asset, termasuk dari foreign  bonds, untuk mencapai 2 hingga 3 persen inflasi, Koichi Hamada, penasehat khusus ekonom untuk Perdana Menteri Shinzo Abe, mengatakannya. 

• Monetary easing  oleh Bank of Japan tidak akan cukup untuk menstimulasi perekonomian kecuali jika sektor swasta meminjamkan dana untuk investasi  terbaru, Menteri keuangan Jepang Taro Aso mengatakannya. 


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar terdorong mendekati level puncak tahunannya dari tertekannya yen Kamis lalu, tetapi melebihi euro dan  dollar AS karena pemerintahan Jepang terbaru memilih untuk menekan mata uangnya.  

• Pasar telah melakukan aksi jual yen dari ekspektasi bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe akan memaksa Bank of Japan untuk melakukan  kebijakan stimulus yang lebih agresif daripada sebelumnya. Tetapi investor telah melihat cakupan yang lebih besar untuk keuntungan dari  mata uang euro dan AS, yang mendorongnya secara relatif bagi yang lainnya.  


SWISS
• Setelah menuju level terkuatnya selama lebih dari 7 bulan atas dolar AS, di 0.9080 pada 20 Desember 2012, USDCHF diperdagangkan flat  di antara 0.9100 dan 0.9200, relatif bergerak tipis karena menurut sejumlah dealer volume perdagangan juga kecil. 

• Sementara isu fiscal cliff – yang apabila AS gagal menghindari diri dari pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 milyar sebelum  1 Januari 2013 – dapat memicu lemahnya Swiss franc terhadap dolar AS (atau kenaikan USDCHF). 

• Penurunan USDCHF pada 20 Desember lalu dipengaruhi oleh langkah The Fed AS melanjutkan quantitative easing, sementara sempitnya kisaran  perdagangan  di  areal  bottom‐nya  tersebut  tak  lepas  dari  pengaruh  pergerakan  EURCHF  yang  masih  bergerak  tipis  di  sekitar  1.2000  karena  kebijakan SNB (Bank Sentral Swiss) untuk menahan tekanan di atas level tersebut sejak September 2011 lalu. Seorang mantan ekonom terkemuka  di pemerintahan Swiss mengatakan Sabtu lalu bahwa kebijakan tersebut harus diakhiri dalam 2 atau 3 tahun mendatang. 

• Dari  basis  fundamental  ekonomi,  data  indikator  consumption  Swiss  November  dirilis  1.23,  turun  dari  Oktober  sebelumnya  1.30  akibat  merosotnya registrasi mobil baru dan rendahnya angka pelanggan hotel dalam negeri yang menginap.

Thursday, December 27, 2012

Headline News 27.12.12


US & GLOBAL
• Yen jatuh ke level terendah 2 tahun terhadap dolar pada perdagangan Rabu kemarin menyusul perdana menteri Jepang  yang baru menyerukan untuk melemahkan mata uang lokalnya guna merangsang naiknya inflasi, sementara bursa saham  AS terkoreksi dipicu turunnya saham ritel. Pertumbuhan penjualan pada peritel AS diprediksi turun di bawah ekspektasi  selama  holiday  shopping  (masa  libur  belanja),  berdasarkan  estimasi  awal  dari  perusahaan‐perusahaan  yang  mengamati  penjualan ritel. 

• S&P 500 kehilangan 0.5%, dengan saham consumer discretionary diantara yang mengalami pukulan hebat. Morgan Stanley  Retail index <.MVR> anjlok 1.7%. 

• Bursa AS juga tertekan oleh spekulasi bahwa Kongres belum akan menegosiasikan sebuah kesepakatan untuk menghindari  “jurang  fiskal”  sebelum  1  Januari,  memperkuat  indikasi  akan  terjadinya  resesi  di  AS  akibat  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan anggaran yang akan menyerap dana sebesar $600 milyar. 

• Presiden AS Batrack Obama dijadwalkan akan kembali ke Washington lebih cepat dari rencana, usai liburan di Hawaii untuk  kembali melakukan pembicaraan mengenai kebijakan moneter. Serangkaian keputusan penting akan menunggu hingga  awal 2013, ketika kenaikan pajak mulai diberlakukan untuk sebagian besar warga AS. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 24.49 poin atau 0.19% di 13,114.59. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> <.INX>  turun  6.83  poin,  atau  0.48%  di  1,419.85.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  turun  22.44  poin  atau  0.74%  di  2,990.16.   Indeks S&P 500 tercatat masih menguat sekitar 13% tahun ini. 
  



• Dolar menguat ke level intraday high 85.74 yen, level tertingginya sejak September 2010, setelah pelantikan Shinzo Abe  sebagai perdana menteri dan terakhir tercatat di 85.64 yen. Euro terapresiasi ke level intraday high di 113.40 yen, level  tertinggi 16 bulan, dan terakhir tercatat naik 1.3% ke 113.22. Euro bergerak di $1.3224 terhadap dolar, atau naik 0.3%. 

• Abe akan meminta sebuah langkah kebijakan moneter longgar yang beragam dan belanja fiskal yang besar untuk melawan  deflasi dan melemahnya yen. Ia akan menekan BOJ untuk mengadopsi target inflasi 2% yang diharapkan akan mengurangi  pelemahan mata uangnya. 

• Sejumlah pasar dunia tutup berkenaan dengan perayaan Natal. Bursa Eropa sebagian besar tertutup, dan bursa Australia  dan Hong Kong juga tutup. MSCI All‐World Index <.MIWD00000PUS> turun 0.2% pada hari Rabu. 

• Data semalam menunjukkan harga rumah naik di bulan Oktober untuk ke‐9 kalinya secara berturut‐turut. Indeks komposit  S&P/Case  Shiller  pada  20  wilayah  metropolitan  tercatat  naik  0.7%  di  bulan  Oktober,  lebih  kuat  dari  ekspektasi  terjadi  kenaikan 0.5%. 

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 6/32 poin dengan yield 1.756%. 

• Harga  minyak  mentah  berjangka Brent  berhasil  terapresiasi di atas $111  per  barel  yang untuk  pertama  kalinya   sejak  3  Desember lalu, dan mencatat intraday high di $111.25 sebelum akhirnya ditutup di sekitar $111.20 per barel, atau naik  2.2% dibandingkan sesi penutupan hari Senin. Sedangkan harga minyak mentah AS melejit ke level intraday high di $91.30,  level  tertingginya  sejak  19  Oktober,  dan  terakhir  tercatat  naik  2.7%  di  sekitar  $90.97  per  barel.  Technical  buying  dan  indikasi adanya upaya cepat untuk mencegah krisis fiskal AS telah memicu sebuah rally akhir tahun secara tiba‐tiba.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  sedikit  naik  pada  Rabu  lalu  sebagaimana  volume  perdagangan  yang  tipis  pasca  Natal  dan  mengantisipasi  ketidakpastian berkenaan kemungkinan kesepakatan dilakukan bujet AS sebelum akhir tahun yang mendukung harga emas  

• Presiden  Barack  Obama  kemungkinan  untuk  meninggalkan  liburannya  di  Hawaii  untuk  kembali  ke  Washington  sedini  mungkin Rabu lalu untuk mengatasi tidak selesainya negosiasi "fiscal cliff" dengan Kongres.  

• "Markets are thin, so few large orders can move prices quickly this week," kata George Gero, precious metals analyst pada  RBC Capital Markets Global Futures, di New York. 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mencatat lonjakan tertingginya pada hari Rabu kemarin, dengan harga minyak mentah AS mencatat level tertinggi selama  lebih dari 2 bulan akibat technical buying dan indikasi adanya upaya cepat untuk mencegah krisis fiskal AS yang memicu sebuah rally  akhir tahun secara tiba‐tiba. Sedangkan harga minyak Brent naik ke level tertinggi lebih dari 3 pekan. 

• Harga minyak mentah berjangka Brent berhasil terapresiasi di atas $111 per barel yang untuk pertama kalinya  sejak 3 Desember lalu,  dan  mencatat  intraday  high  di  $111.25  sebelum  akhirnya  ditutup  di  sekitar  $111.20  per  barel,  atau  naik  2.2%  dibandingkan  sesi  penutupan hari Senin. 

• Sedangkan harga minyak mentah AS melejit ke level intraday high di $91.30, level tertingginya sejak 19 Oktober, dan terakhir tercatat  naik 2.7% di sekitar $90.97 per barel. 

• Presiden  Barack  Obama  akan  mempercepat  masa  liburan  Natal  untuk  kembali  ke  Washington  Kamis  pagi  waktu  setempat  untuk  melanjutkan  pembicaraan  mengenai  upaya  untuk  menghindari  "jurang  fiskal".  Sementara  itu,  para  pedagang  beralih  ke  grafik  untuk  memprediksi pergerakan harga minyak selanjutnya. 

• Kenaikan harga minyak juga didukung oleh ekspektasi perdana menteri Jepang yang baru akan mengadopsi kebijakan stimulus yang lebih  tegas untuk mendorong perekonomian konsumen minyak terbesar ketiga dunia tersebut keluar dari deflasi. 


EURO ZONE
• Euro  naik  lebih  dari  satu  persen  terhadap  yen  dan  mencapai  level  tertingginya  versus  dollar  Rabu  lalu  karena  aksi  jual  pada  Japanese  currency  menalami akselerasi pada kondisi volume perdagangan yang tipis.  

• Tidak  terdapat katalis  mendasar  untuk  pergerakan  terakhir  pada  euro karena  tren  selling  pada  yen  berlanjut  dari  ekspektasi  untuk  kedepannya  monetary easing Jepang. Para trader mengatakan kenaikan pada euro/yen terjadi atas pasangan lain pada euro, khususnya euro/dollar.  

• Euro naik ke level tertingginya 113.13 yen <EURJPY=>, level puncaknya sejak awal Agustus 2011. Terakhir berada pada level 113.39, naik 1.2 persen  dalam hariannya.  

• Terhadap dollar, euro melonjak ke level puncak hariannya $1.3254. Terakhir diperdagangkan pada level $1.3251 <EUR=>, naik 0.5 persen.  


U.K.
• Sterling bergerak stabil terhadap dolar pada hari Rabu, usai perayaan libur Natal. Namun sterling berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut akibat  kekhawatiran Bank Sentral Inggris (BoE) kemungkinan akan melanjutkan langkah stimulus dalam waktu dekat. 

• Rilis buruk sejumlah data ekonomi Inggris di pekan lalu juga telah memicu tekanan pada sterling.  Data retail sales Inggris yang dirilis lebih buruk  dari  perkiraan,  naiknya  pinjaman  public  (PSNB)  dan  penurunan  tajam  pada  consumer  confidence  periode  Desember  kesemuanya  telah  menumbuhkan spekulasi bahwa ekonomi Inggris akan memburuk dalam beberapa bulan kedepan. 

• Di sesi akhir perdagangan New York, sterling tercatat stabil terhadap dolar di sekitar $1.6125. 

• Perdagangan di pasar uang relatif sepi karena sebagian besar pusat keuangan global tutup untuk merayakan Natal. Seluruh pasar uang di negara  kelompok 10 (G10) kecuali Jepang, tutup pada hari Selasa, dan hanya Jepang dan AS yang buka pada hari Rabu kemarin. Pasar uang di Hong Kong  dan Australia juga masih libur pada hari Rabu. 


JAPAN
• Perdana  Menteri  Jepang  Shinzo  Abe  kemungkinan  memilih  seorang  individu  yang  berbagi  pandangannya  dalam  mengakhiri  deflasi  dan  menghentikan penguatan yen sebagai gubernur Bank of Japan berikutnya, juru bicara pemerintah mengatakannya Rabu lalu.  

• Ketua  Sektretaris  Kabinet  Yoshihide  Suga  berbicara  untuk  melaporkan  pada  reporter  setelah  Abe  terpilih  sebagai  perdana  menteri  terbaru  tersebut.  

• Beberapa  anggota  Bank  of  Japan  mengatakan  bank  sentral  harus  bertindak  tegas,  tanpa  menyampingkan  opsi  kebijakan,  jika  outlook  untuk  ekonomi dan harga memburuk kedepannya, minutes dari meeting kebijakan bank pada bulan November yang menunjukkannya.  

• Perdana Manteri Jepang berikutnya Shinzo Abe terus menyerukan untuk Bank of Japan secara drastis melonggarkan kebijakan moneter dengan  mengendalikan  target  inflasi  2  persen,  dan  mengulangi  bahwa  dia  menginginkan  untuk  menurunkan  penguatan  yen  untuk  membantu  hidup  kembalinya perekonomian. 



AUSTRALIA
• Lebih dari 100.000 pembelanja akan berduyun‐duyun untuk tawar‐menawar pada Boxing Day‐untuk pertama kalinya pada Adelaide CBD.  

• Telah diekspektasi sekitar 120.000 orang akan beramai‐ramai pada Rundle Mall Rabu lalu, secara bersama‐sama untuk berbelanja sekitar $10 juta  disepanjang kota, setelah melewati undang‐undang terbaru tahun ini.  

• Business South Australia CEO Nigel McBride mengatakan jam perdagangan terbaru telah booming untuk perdagangan disekitar kota dan jumlah  para pembelanja dapat membaik melewati harapan.  



SWISS
• Franc Swiss bergerak tipis dengan kecenderungan menguat terhadap dolar pada hari Rabu, usai perayaan libur Natal.  

• Perdagangan di pasar uang relatif sepi karena sebagian besar pusat keuangan global tutup untuk merayakan Natal. Seluruh pasar uang di  negara kelompok 10 (G10) kecuali Jepang, tutup pada hari Selasa, dan hanya Jepang dan AS yang buka pada hari Rabu kemarin. Pasar uang  di Hong Kong dan Australia juga masih libur pada hari Rabu. 

• Penguatan franc atas dolar dipicu kenaikan euro atas dolar, karena investor memposisikan diri menjelang libur akhir tahun. 

• Hingga akhir sesi New York tadi pagi, dolar terkoreksi 0.3% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9130 franc. Sedangkan euro bergerak stabil  terhadap franc Swiss di sekitar 1.2075 franc. 

Wednesday, December 26, 2012

Headline News 26.12.12


US & GLOBAL
• Yen anjlok pada hari  Senin  dalam  kondisi  perdagangan  yang  tipis  menyusul  buntunya  negosiasi  dalam  mengatasi  krisis keuangan  AS,  menambah  ketidakpastian  di  pasar  menjelang  perayaan  Natal.  Bursa  saham  AS  dan  pasar  obligasi  ditutup  lebih  awal,  sementara  sejumlah pasar global lainnya, seperti di Jerman dan Italia, kesemuanya ditutup. 

• Yen menjadi mata uang yang mengalami pergerakan paling mencolok, yang mana jatuh ke level terendah 20 bulan setelah masuknya  kembali perdana menteri Shinzo Abe yang kembali memberi tekanan selama akhir pekan pada Bank of Japan untuk mengadopsi target  inflasi 2 persen. Dolar menguat 0.7% terhadap yen. 

• FTSEurofirst300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.1% sementara MSCI index of global stocks <.MIWD00000PUS> turun tipis 0.2%.  

• Ekuitas  global  telah  tertekan  oleh  kekhawatiran  tidak  akan  tercapainya  kesepakatan  untuk  menghindari  “jurang  fiskal”,  sebuah  kombinasi dari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran, yang akan mulai berlaku awal tahun depan. Jika hal ini terjadi maka akan  berpotensi membawa kembali ekonomi AS ke jurang resesi. 

• Sejumlah  anggota  parlemen  AS  menyatakan  keprihatinan  pada  hari  Minggu  kemarin  bahwa  negara  itu  akan  menuju  ke  arah  "jurang  fiskal" dan beberapa anggota dari Partai Republik menuduh bahwa itu adalah tujuan sebenarnya dari Presiden Barack Obama. Negosiasi  terlihat terhenti menyusul Obama dan Ketua DPR John Boehner keluar dari Washington untuk merayakan liburan. Meskipun tidak ada  tanggal resmi untuk melakukan pembicaraan lanjutan, kedua belah pihak masih memiliki beberapa hari setelah Natal untuk menemukan  kompromi sebelum batas waktu 1 Januari ketika "jurang fiskal" mulai diberlakukan. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 51.76 poin atau 0.39% di 13,139.08. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  3.49 poin atau 0.24% di 1,426.66. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 8.41 poin atau 0.28% di 3,012.60.   

• Pasar  uang  bergerak  tipis.  Menyusul  ketidakpastian  soal  “jurang  fiskal”,  indeks  dolar  menguat  kurang  dari  0.1%  terhadap  sejumlah  rivalnya sementara euro bergerak flat. 

• Aktivitas di aset lainnya juga lesu, dengan emas merayap dari level terendah 4 bulan dan minyak berjangka kontrak Februari naik 0.2% di  $88.74 per barel. 

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 2/32, dengan yield di 1.7772%. 

• Dalam tahun ini, S&P 500 telah naik sekitar 13.5%. Dalam kondisi masalah anggaran AS yang belum jelas, banyak investor kemungkinan  memilih untuk mengunci keuntungannya tahun ini hingga tercapai resolusi yang pasti kedepannya. 

• Sebagian besar pasar pbligasi Eropa juga tutup untuk merayakan Natal. Salah satu pasar Eropa yang buka adalah Inggris, dengan yield  untuk obligasi tenor 10 tahun naik tipis. Investor terlihat sedang mengalami ketertarikan pada saham‐saham Eropa. Data EPFR Global  melaporkan bahwa aliran kedalam dana ekuitas telah meningkat dalam 19 pekan terakhir. 

• Hal lain yang akan menjadi sorotan investor adalah masalah krisis utang di zona euro yang masih terus mengancam. Pemilu di Italia dan  Jerman akan digelar di tahun depan, sementara pemerintah Spanyol, perusahaan dan perbankan masih membutuhkan dana besar untuk  mengatasi utangnya. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas hampir tidak berubah dalam sesi pra Natal Senin sebelumnya, dengan futures ditutup turun ditengah volume perdagangan yang  tipis dan ketidakpastian berkenaan dengan kondisi fiskal Amerika pada tahun mendatang.  

• Kebanyakan komoditas, termasuk oil dan tembaga, ditutup melemah karena Kongres AS tertahan tanpa solusi berkenaan dengan tahun  baru setelah rencana partai Republik untuk menghindari menekan kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan gagal untuk diangkat  minggu lalu.  

• "Given the condition of other markets and the relative strength of the dollar, gold is doing pretty fine," kata James Dailey, portfolio anager  pada TEAM Financial Asset Management di Pennsylvania. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  untuk  ketiga  kalinya  pada  hari  Senin,  mengancam  menghapus  keuntungan  tipisnya  tahun  ini  menyusul  buntunya  negosiasi  dalam  upaya  menghindari  terjadinya  “jurang  fiskal”  AS  yang  dapat  berakibat  berkurangnya  permintaan  minyak dari AS, sebagai konsumen minyak terbesar dunia. 

• Dengan  absennya  pembicaraan  mengenai  langkah  untuk  menyelesaikan  krisis  keuangan  AS,  maka  pergerakan  harga  minyak  mengikuti pasar ekuitas lainnya dan mengalami koreksi tipis. Pasar minyak tutup lebih awal di hari Senin, dan tutup sepenuhnya  pada hari Selasa berkenaan dengan perayaan Natal. 

• Namun di akhir sesi New York, harga minyak berhasil rebound dan ditutup menguat tipis. Harga minyak berjangka Brent naik 9 sen  di $109.06 per barel dan harga minyak mentah berjangka AS naik 17 sen di $88.83 per barel. 


EURO ZONE
• Yunani  didorong  untuk  menindak  para  pengemplang  pajak  seperti  para  dokter  dan  pengacara  untuk  ditangkap  dan  harus  bangkit  dari  kesuramannya,  sebuah laporan dari Uni Eropa dan International Monetary Fund mengatakannya Senin lalu.  

• Yunani  juga  telah  mengumpulkan  hanya  setengah  dari  utang  pajak  dan  kurang  dari  setengah  audit  yang  dibawah  target  yang  diberikan  para  lender,  menurut survei oleh international lenders yang disusun pada bulan bulan November.  

• Mitra  politik  junior  dari  Kanselir Jerman  Angela  Merkel  memperingatkan  hari  Minggu  lalu  dari  banyaknya usaha  untuk  menaikkan  pajak  setelah  pemilu  tahun depan karena negara Eropa pemenang dari disiplin bujet ini berjuang untuk menyeimbangkan neraca keuangannya.   

• Menteri Keuangan telah menolak laporan berita surat kabar Der Spiegel bahwa Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble menginginkan untuk menaikkan  pajak nilai tambah dengan menyamakan 19 persen, mengurangi diskonto 7 persen dari banyaknya materi yang dibawa dalam ekstra 23 milyar euro ($30  milyar) setiap tahun.   

• Otoritas pajak Perancis mengatakan mereka melaksanakan pemerinksaan "routine" dari keuangan pribadi pajabat pemerintah dan menolak laporan bahwa  Menteri Anggaran Jerome Cahuzac telah dipilih untuk penyelidikan khusus. 


U.K.
• Sterling terkoreksi ke level terendah 7‐1/2 bulan terhadap euro pada perdagangan hari Senin, menyusul kekhawatiran seputar prospek ekonomi Inggris  telah  memperkuat  kemungkinan  untuk  kelanjutan  pelonggaran  moneter  di  Tahun  Baru.  Sementara  euro  menguat  secara  umum  karena  meredanya  kekhawatiran terhadap krisis moneter di zona euro, sterling justru cenderung tertekan akibat kekhawatiran Bank Sentral Inggris (BoE) kemungkinan akan  melanjutkan langkah stimulus dalam waktu dekat. 

• Terhadap euro, sterling jatuh ke level terendah sejak awal Mei. Mata uang tunggal Eropa naik 0.2% ke sekitar 0.8175 pound, mendekati level resistance  jangka pendek di sekitar 0.8195 pound, level tertinggi 1 Mei. Minat bank‐bank  Jerman terhadap euro juga turut memberi dukungan terhadap menguatnya  euro dan menekan sterling. 

• Rilis  buruk  sejumlah  data  ekonomi  Inggris  di  pekan  lalu  juga  telah  memicu  tekanan  pada  sterling.    Data  retail  sales  Inggris  yang  dirilis  lebih  buruk  dari  perkiraan, naiknya pinjaman public (PSNB) dan penurunan tajam pada consumer confidence periode Desember kesemuanya telah menumbuhkan spekulasi  bahwa ekonomi Inggris akan memburuk dalam beberapa bulan kedepan. 

• Di sesi akhir perdagangan New York, sterling mencatat koreksi sebesar 0.3% terhadap dolar di sekitar $1.6125. 


JAPAN
• Perdana Menteri Jepang berikutnya, Shinzo Abe, memperbarui kembali tekanan pada bank sentral untuk mengadopsi target inflasi 2 persen, yang  mengatakan bahwa dia akan mencoba untuk merevisi hukum yang menjamin kebebasannya (bank sentral) jika permintaannya tidak terpenuhi.  

• Dia juga mengatakan akan memilih seseorang yang setuju dengan pandangannya dari kebutuhan untuk memantapkan monetary easing dengan  menggantikan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa ketika masa jabatannya berakhir April tahun depan.  

• Lembaga jasa keuangan Jepang akan mempertimbangkan kebutuhan bank‐bank utama disamping tiga megabank utama untuk menjaga tingginya  rasio modal karena pentingnya kesisteman, business daily Nikkei melaporkannya. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollars melemah ke level terendah mingguannya terhadap the greenback dalam sesi liburan yang pendek Senin sebelumnya,  yang telah tertekan dari aksi ambil untung karena pasar mengkhawatirkan mengenai prospek dari resesi AS. 

• Dengan partai Republik dan Demokrat mendekati kesepakatan, khawatir telah memucaknya AS untuk kepada apa yang disebut "fiscal cliff" dalam tahun  baru, yang memicu kuatnya pemangkasan pembelanjaan pemerintah dan kenaikan pajak.  

• Aussie  dollar  merosot  sekitar  0.2  persen  ke  level  $1.0367  <AUD=D4>,  level  terendah  sejak  23  Nov.,  berlanjut  pada  tekanan  level  puncak  tiga  bulannya  dilevel $1.0585 yang terjadi pada 12 Des. Perdagangan bertahan dengan berada pada kisaran antara $1.0367/0416.  

• Pasar obligasi Australia ditutup pada perdagangan yang pendek dari sesi pra Natal dan melemah pada perdagangan yang tipis.  


SWISS
• Franc Swiss bergerak tipis pada hari Senin menjelang libur Natal dan franc berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar jika dewan kebijakan moneter AS  gagal mencapai kesepakatan sebelum akhir tahun ini untuk menghindari krisis keuangan.  

• Gedung  Putih  pada  hari  Jumat  mencoba  menyelamatkan  perundingan  anggaran  AS  yang  sempat  terhenti  setelah  rencana  Partai  Republik  diajukan  di  Kongres, namun ada sedikit kemajuan menyusul anggota parlemen dan Presiden Barack Obama meninggalkan Washington untuk merayakan Natal. Dalam  sambutannya sebelum terbang ke Hawaii untuk beristirahat, Obama mengisyaratkan pencapaian kesepakatan jangka pendek pada pajak dan memperluas  asuransi pengangguran untuk menghindari dampak terburuk dari "jurang fiskal" pada warga Amerika berpenghasilan rendah pada awal Tahun Baru. Obama  mengatakan ia ingin menandatangani undang‐undang perluasan pemotongan pajak era‐Bush untuk 98% warga Amerika dalam beberapa hari mendatang. 

• Pekan lalu franc Swiss menembus level tertinggi terhadap dolar sejak awal Mei menyusul pengumuman pembelian aset lebih lanjut oleh The Fed. Namun  penguatan franc terganjal oleh kekhawatiran investor terhadap kemampuan dewan kebijakan moneter AS untuk mencapai kesepakatan guna menghindari  terjadinya “jurang fiskal” di awal 2013 mendatang. 

• Franc Swiss tercatat menguat 0.1% terhadap dolar di sekitar 0.9153 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap euro,  franc Swiss bergerak relatif stabil di sekitar 1.2072 franc. 

• Pasar forex tutup pada hari Selasa, 25 Desember 2012 berkenaan dengan perayaan Natal. 

Monday, December 24, 2012

Headline News 24.12.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  terkoreksi  pada  perdagangan  hari  Jumat,  dengan  euro  dan  harga  minyak  juga  melemah  menyusul  macetnya  negosiasi dewan kebijakan moneter AS untuk menghindari “jurang fiskal” dan juga buruknya rilis data ekonomi Eropa. 

• Sebuah  proposal  dari  Ketua  DPR  AS  John  Boehner  untuk  menghindari  "jurang  fiskal"  gagal  mendapatkan  dukungan  dari  anggotanya  sesama  Partai  Republik  pada  hari  Kamis,  sebuah  keraguan  baru  atas  negosiasi  untuk  menghentikan  kenaikan  pajak  dan  pemotongan  belanja otomatis pada bulan Januari yang bisa mendorong ekonomi AS kembali ke dalam resesi. 

• Wall  Street  mempertajam  pelemahannya  setelah  Boehner  mengatakan  para  pemimpin  Kongres  dan  Presiden  Barack  Obama  harus  mencoba untuk beralih dari kegagalan "rencana B," tetapi ia tidak menjelaskan jalan yang jelas ke depan. Indeks ekuitas global MSCI  jatuh 0.83% ke 339.74. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 120.88 poin atau 0.91% di 13,190.84. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  13.54 poin atau 0.94% di 1,430.15. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 29.38 poin atau 0.96% di 3,021.01.   Dalam sepekan, Dow telah naik 0.4%, S&P 500 naik 1.2% dan Nasdaq bertambah 1.7%.  

• Rilis  buruk  data  consumer  confidence  AS  kian  menambah  suramnya  perdagangan  Jumat  kemarin.  Data  final  untuk  indeks  sentimen  konsumen periode Desember dari Thomson Reuters/University of Michigan Surveys of Consumers turun ke 72.9 dari 74.5 pada laporan  awalnya. Data juga berada di bawah ekspektasi pasar sebelumnya di 74.7. 

• Rilis  lebih  rendah  dari  perkiraan  untuk  data  ekonomi  Eropa  juga  turut  menambah  lesunya  perdagangan  bursa  saham.  Indeks  kepercayaan  konsumen  Jerman  turun  ke  level  terendah  selama  lebih  dari  setahun  terakhir,  Inggris  merevisi  turun  data  PDB‐Q3  dan  Swedia memangkas proyeksi ekonominya. Gabungan dari kekhawatiran investor ini telah memicu tekanan jual pada indeks saham dunia  secara umum dan mendorong investor untuk beralih kepada aset aman resiko. 

• Indeks  FTSEurofirst  300  ditutup  melemah  0.32%  di  1,139.17,  sedikit  di  bawah  level  tertinggi  19  bulan  di  1,144.15  yang  dicapai  sebelumnya di pekan kemarin. Turunnya saham perbankan turut memberikan kontribusi pada melemahnya bursa Eropa. Indeks blue‐ chip zona euro, Euro STOXX 50, juga turun 0.3% ke 2,651.09 poin. 

• Euro jatuh 0.45% ke $1.3183. Sedangkan dolar, yen dan juga obligasi Jerman dan AS berhasil menguat menyusul turunnya pasar ekuitas  di London, Paris dan Frankfurt serta pasar Asia. German Bund futures <FGBLc1> naik 45 derajat ke 144.77, melanjutkan penguatannya  sejak Kamis. Sedangkan Treasury AS tenor 10 tahun naik 10/32 dengan yield di 1.7632%.  

• Para politisi AS masih memiliki waktu 10 hari untuk menyelesaikan perdebatan soal langkah‐langkah strategis untuk menghindari “jurang  fiskal”, meskipun sebagian besar pengamat pasar masih optimis kedua belah pihak terus berupaya untuk mengakhiri perbedaan diantara  mereka.  

• Harga minyak turun dengan Brent crude oil <LCOc1> turun $1.23 ke  $108.97 per barel dan U.S. oil futures <CLc1) berakhir melemah  $1.47 di $88.66. 

• Emas  bergerak  mendekati  level  terendah  4  bulan  meskipun  kemudian  berhasil rebound  di akhir  sesi  setelah investor  kecewa  dengan  melemahnya euro dan macetnya negosiasi dalam mengakhiri krisis keuangan di AS. Harga emas ditutup di sekitar $1,655.59, naik 0.5%  dibandingkan penutupan hari Kamis. Di awal sesi Jumat kemarin harga emas sempat anjlok ke $1,635.24, mendekati level terendah 4  bulan yang dicapai hari Kamis sebelumnya di $1,635.09. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  ditutup  sedikit  menguat  Jumat  lalu  setelah  rebound  dari  level  terendah  yangmendekati  empat  bulannya,  tetapi  logam  mulia  mencatatkan penurunan tertajam mingguannya sejak bulan Juni, karena ketidakpastian berkenaan dengan bujet AS yang menekan logam  mulia kebanyakan dalam minggu ini.   

• Pengambil kebijakan dari Partai Republik dalam Kongres bertahan mendukung pada proposal untuk menghindari apa yang disebut “fiscal  cliff” Jumat lalu, memaksa permasalahan bahwa kesepakatan bujet tidak tercapai sebelum akhir tahun untuk menahan $600 milyar pada  kenaikan pajak dan memangkas pembelanjaan. 

• "Given today's trade, there's one constituency in the market at least that seems to think bulls are getting ready to defend gold more  aggressively after the free fall earlier in the week," kata Adam Sarhan pada Sarhan Capital di New York.  

• "To me, a sustainable rally in gold can only take place when the market gets back above its 200‐day moving average. Barring that, we  could technically head to as low as $1,523."  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak jatuh lebih dari 1% pada hari Jumat, memangkas kenaikannya di awal pekan kemarin setelah anggota parlemen Republik di  Amerika Serikat menolak dukungan untuk usulan menghindari apa yang disebut dengan istilah "jurang fiskal". 

• Kekhawatiran bahwa kesepakatan anggaran tidak akan tercapai hingga akhir tahun ini ditambah dengan rilis  buruk data kepercayaan  konsumen  di  AS  dan  Jerman, telah  mendorong  investor untuk  melepas  aset‐aset  beresiko  seperti  saham  dan minyak.  Dolar  menguat  karena posisinya sebagai aset aman resiko, kian menambah tekanan pada harga minyak. 

• Sebuah  proposal  dari  Ketua  DPR  AS  John  Boehner  untuk  menghindari  "jurang  fiskal"  gagal  mendapatkan  dukungan  dari  anggotanya  sesama  Partai  Republik  pada  hari  Kamis,  sebuah  keraguan  baru  atas  negosiasi  untuk  menghentikan  kenaikan  pajak  dan  pemotongan  belanja otomatis pada bulan Januari yang bisa mendorong ekonomi AS kembali ke dalam resesi. 

• Harga minyak turun dengan Brent crude oil  <LCOc1> turun  $1.23 ke  $108.97  per barel dan U.S. oil futures <CLc1) berakhir  melemah  $1.47 di $88.66. 

• Kalangan  analis  cenderung  optimis  untuk  prospek  pasar  minyak  di  Tahun  Baru,  setelah  data  CIna  menunjukkan  meningkatnya  permintaan dan ekspektasi terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi global. Pertumbuhan permintaan minyak dunia diprediksi naik  di tahun 2013 menyusul memulihnya ekonomi AS. 

EURO ZONE
• Anggota dewan gubernur European Central Bank Jens Weidmann mengekspektasi sedikit kemajuan berkenaan dengan fiscal union Eropa karena terdapat  sedikit political will/kemauan politik untuk melepaskan kedaulatan nasional, dikutip pernyataannya dalam suatu wawancara. 

• Consumer  morale  Jerman  anjlok  ke  dalam  rangkaian  penurunan  ke  level  terendah  empat  bulannya  yang  lebih  dari  setahun  karena  para  pembelanja  bertambah kekhawatirannya dari pengaruh krisis utang zona euro yang dialami negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut. 

• Perancis bertujuan untuk membawa kesenjangan  bujet pada pembatasan Uni Eropa tahun depan, Presiden Francois Hollande mengatakannya, meskipun  bukti‐bukti terbaru perekonomian ditutup menuju stagnan. 


U.K.
• Sterling  jatuh  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  pembicaraan  untuk  menyelesaikan  krisis  anggaran  AS  terhenti  dan  buruknya  data  ekonomi  Inggris  kian  menambah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi negara tersebut. 

• Berkembangnya kekhawatiran seputar “jurang fiskal” AS, yang akan mengancam perekonomian jatuh kedalam resesi, telah membantu mendorong investor untuk  memburu dolar yang dipandang lebih liquid dan manjauhi sterling. Mata uang Inggris, yang kurang liquid dibanding dolar, cenderung tertekan disaat pertumbuhan  ekonomi global memburuk. 

• Sterling terkoreksi 0.7% terhadap dolar di sekitar $1.6160 dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Koreksi tersebut telah menjauhkannya dari level tertinggi 3  bulan  di  $1.6307  yang  dicapai  hari  Rabu  sebelumnya.  Sterling  diperkirakan  masih  rentan  tekanan  dalam  perdagangan  minggu  ini.  Jika  kesepakatan  gagal  dicapai  diantara dewan kebijakan moneter AS, maka sterling berpotensi melemah lebih lanjut terhadap dolar. 

• Adapun data ekonomi Inggris yang dirilis Jumat lalu menunjukkan PDB tumbuh 0.9% di kuartal ketiga, merupakan revisi turun dari data rilis awalnya yang mencatat  tumbuh  1%.  Data  lainnya  juga  menunjukkan  pertumbuhan  di  sektor  jasa  Inggris  hanya  sebesar  0.1%  di  periode  Oktober,  yang  nampaknya  hanya  cukup  untuk  menghindarkan ekonomi secara umum dari kontraksi di kuartal keempat 2012. Namun meningkatnya data pinjaman public (PSNB) telah menambah gambaran suram  perekonomian Inggris dan mengisyaratkan bahwa pemerintah akan kesulitan dalam mengendalikan defisit anggarannya. 

• Jika  ekonomi  Inggris terus  memburuk juga akan berdampak  pada  tertekannya sterling lebih  lanjut  karena  hal ini akan  membuka peluang  BoE untuk  melanjutkan  kebijakan moneter longgar.  


JAPAN
• Jepang harusnya mempertimbangkan bagaimana untuk menjaga dollar pada sekitar level 85‐90 yen, seorang anggota senior Liberal Democratic Party (LDP)  mengutip  apa  yang  dikatakannya  pada  Kyodo  news  agency  Jumat  lalu,  memperkirakan  bahwa  pemerintah  mendatang  kemungkinan  mencoba  untuk  menghindari pergerakan mata uang yang melebar. 

• Kabinet Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendatang kemungkinan terlihat untuk mengarah pada sekutu‐sekutu terdekatnya, dengan beberapa rival  partai menambahkan untuk menangkis kritik dari kroni, tetapi beberapa tanda terlihat bahwa susunan akan menghasilkan reformasi kebijakan kreatif.  

• Pemerintah Jepang mempertahankan pandangannya pada perekonomian yang unchanged pada bulan Desember, mencatatkan penurunan peringkat jangka  panjang dalam empat bulan yang merupakan terpanjang sejak krisis keuangan tahun 2008‐09, tetapi memperingatkan keseluruhan lingkungan ekonomi  masih suram. 


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollars tertekan untuk anjlok terhadap yen dan dollar AS Jumat lalu ditengah ketidakpastian bahwa kesepakatan dapat dilakukan  untuk menghindari "fiscal cliff" AS, yang membawanya mencatatkan penurunan tajam mingguan.   

• Aussie <AUD=D4> anjlok 0.3 persen dalam hariannya ke level  $1.0388, jauh dari level puncak tiga bulannya $1.0585 yang tercatat minggu lalu.  

• Harga  Australian  bond  futures  telah  rally  dari  kekhawatiran  yang  dipicu  pembicaraan  debt  AS  setelah  partai  Republik    membatalkan  rencana  yang  memungkinkan pajak untuk para orang‐orang kaya/millionaires.  

• Lembaga pemeringkat Moody's telah menurunkan peringkat dari outlook pada Western Australia's/Barat pada AAA credit rating menjadi negatif dari stabil  karena meningkatnya utang negara bagian tersebut.  


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  beriringan  dengan  euro  untuk  melemah  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  dewan  kebijakan  moneter  AS  gagal  mencapai  kesepakatan  untuk  menghindari  terjadinya  “jurang  fiskal”  yang  akan  menyebabkan  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan  anggaran  yang  akan  mendorong  perekonomian AS jatuh kedalam resesi. 

• Berkembangnya risk aversion (keengganan investor terhadap aset beresiko) telah mendorong penguatan dolar, dimana berhasil rebound dari level terendah  7‐1/2 bulan terhadap euro dan franc Swiss dan berhasil menembus level intraday high sebelumnya. 

• Dolar  menguat  0.5%  terhadap  franc  Swiss  di  sekitar  0.9165  franc  dibandingkan  dengan penutupan  New  York  hari  Kamis.  Sedangkan  euro  bergerak  flat  terhadap franc di sekitar 1.2073 franc per euro. 

• Investor masih terus memonitor perkembangan negosiasi diantara dewan kebijakan moneter AS untuk menghindari “jurang fiskal” dan juga perkembangan  krisis moneter yang tengah melanda zona euro. 

• Pergerakan  mata  uang  nampaknya  masih  akan  terbatas  menjelang  libur  Natal  dan  tahun  baru  karena  investor  cenderung  enggan  bertransaksi  secara  agresif.

Friday, December 21, 2012

Headline News 21.12.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global naik di hari Kamis kemarin menyusul anggota parlemen di Washington terus bekerja keras di dalam negosiasi mereka  atas "jurang fiskal" AS, sementara harga emas jatuh ke level terendahnya sejak Agustus ditengah aksi penjualan akhir tahun. 

• Wall Street rebound dari koreksi awalnya, setelah Kepala DPR AS dari Partai Republik John Boehner, mengatakan pihaknya akan terus  berupaya mencapai solusi untuk menghindari “jurang fiskal” sementara juga terus melakukan pendekatan mengenai kebijakan anggaran  dengan  Presiden  Obama.  DPR  AS  yang  dikuasai  Partai  Republik  berupaya  meloloskan  rencana  mereka  untuk  menaikkan  pajak  pada  sebagian orang kaya di Amerika. Langkah tersebut terancam akan mendapat veto dari Obama. 

• Meskipun  kedua  kubu  sepakat  untuk  terus  mencari  solusi  yang  tepat  untuk  menghindari  “jurang  fiskal”  namun  perkembangan  yang  lambat telah membuat investor bertindak hati‐hati dan cenderung menahan diri. Perdagangan mata uang berada dalam kisaran sempit  menjelang libur Natal dan euro bergerak bolak‐balik terhadap dolar. Di pasar komoditas, harga minyak berjangka AS menguat namun  harga Brent berjangka terkoreksi. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 59.75 poin atau 0.45% di 13,311.72. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 7.88 poin atau  0.55% di 1,443.69. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 6.02 poin atau 0.20% di 3,050.39.   

• NYSE Euronext <NYX.N> mencatat kenaikan harian terbesarnya, dengan naik 34.1% menjadi $32.25, setelah IntercontinentalExchange  Inc <ICE.N> mengatakan akan membeli operator New York Stock Exchange tersebut senilai $8.2 milyar. Saham ICE naik 1.4% ke $130.10. 

• Indeks ekuitas dunia MSCI naik 0.2% mendekati 343 poin. Indeks berada dekat dengan level tertinggi sejak Juli 2011. 

• Di  Eropa,  pergerakan  indeks  saham  terlihat  terhambat  setelah  secara  teknikal  berada  dalam  zona  overbought  (jenuh  beli)  dengan  FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup tetap di level 1142.80 poin. 

• Perkembangan mengenai negosiasi untuk menghindari “jurang fiskal” AS terus dimonitor pelaku pasar disamping juga perkembangan  data ekonominya. Euro menebus kerugian awal sesi untuk ditutup menguat 0.1% di $1.3226. DI hari Rabu sebelumnya, euro menembus  level  tertinggi  8‐1/2 bulan  terhadap  dolar  di  $1.3308.  Jika kesepakatan  berhasil  dicapai  pada saat yang  tepat, maka  euro  berpeluang  untuk terapresiasi ke $1.3500 di awal Januari 2013. 

• Harga emas jatuh di bawah $1650 per ons, turun lebih dari 1% akibat terjadinya likuidasi besar‐besaran oleh investor, dan juga sinyal  membaiknya perekonomian AS yang memicu aksi jual yang mendorong harga ke level terendahnya dalam 4 bulan. Harga emas jatuh di  bawah level MA‐200 akibat menurunnya permintaan pada aset aman resiko setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih pesat  dari perkiraan di 3.1% y/y di kuartal ketiga. Harga perak anjlok 4% dan platina turun sekitar 2%. Harga emas turun 3.1% di $1,645.10 per  ons setelah mencatat intraday low di $1,635.09, level terendahnya sejak 22 Agustus. 

• Harga  Treasury  AS  memangkas  keuntungan  awal  sesi  dipicu  naiknya  bursa  saham  Wall  Street  ke  level  intraday  high  setelah  meningkatnya optimisme akan tercapainya kesepakatan untuk menghindari “jurang fiskal” AS. Treasury tenor 10 tahun naik 1/32 dengan  yield di 1.8014%. 

• Sementara di pasar minyak, harga minyak mentah AS naik 0.17% di  $90.13 per barel, namun harga minyak mentah Brent turun tipis  sebesar 16 sen di $110.20 per barel. Kedua minyak berjangka tersebut mencatat kenaikan mingguannya.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas tertekan Kamis lalu dibawah level $1.650, anjlok lebihdari 1 persen dan ke level terendah sejak bulan Agustus karena besarnya  likuidasi oleh para hedge fund dan tanda‐tanda membaiknya perekonomian AS yang memicu aksi jual. 

• Konflik berkenaan terhambatnya pembicaraan "fiscal cliff" yang makin panas Rabu sebelumnya, dan mengancam untuk terjadi lagi Kamis  lalu, ketika langkah yang diekspektasi untuk berubah pertama kalinya pada peserta dari DPR AS.  

• "There  is  a  concern  among  the hedge  funds  that  they  will have  more  redemptions  because  of  the  fact  that they  underperformed the  markets this year as a whole," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management yang memiliki aset lebih dari $1  milyar.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka AS naik namun Brent  berjangka terkoreksi pada perdagangan hari Kamis menyusul Partai Republik berupaya  meloloskan proposal anggaran mereka namun juga menunjukkan upaya mereka untuk terus berupaya bekerja sama dengan kubu Obama  untuk mengatasi krisis keuangan. Harga minyak mentah AS naik 0.17% di $90.13 per barel, namun harga minyak mentah Brent turun tipis  sebesar 16 sen di $110.20 per barel. Kedua minyak berjangka tersebut mencatat kenaikan mingguannya.   

• Pada hari Kamis kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat AS membuka jalan untuk dilakukan debat dan pengambilan suara untuk proposal,  yang dijuluki "Rencana B," bahwa Partai Republik terus berupaya untuk menanggapi resiko pemotongan belanja otomatis dan pajak yang  lebih tinggi yang bisa memukul perekonomian AS di tahun depan, menyusul Kongres dan pemerintahan Obama gagal untuk menyepakati  bagaimana menghadapi defisit anggaran negara. 

• Ketua DPR AS John Boehner akan terus bekerja sama dengan Obama untuk menghindari terjadinya “jurang fiskal”, sementara berupaya  meloloskan  proposal  partainya  yang  akan  menaikkan  pajak  pada  warga  AS  yang  berpenghasilan  di  atas  $1  juta.  Sementara  Obama  menghendaki untuk dilakukan kenaikan pajak pada warga AS berpenghasilan di atas $400 ribu. 

• Rilis optimis data ekonomi AS telah mendorong minat beli pada minyak, setelah data final untuk PDB‐Q3 AS mencatat tumbuh 3.1%,  dibandingkan eksepektasi 2.7%. Namun rilis data klaim pengangguran mingguan AS telah mengurangi optimisme pelaku pasar setelah  data dirilis naik tipis di pekan lalu. 

EURO ZONE

• Uni Eropa Kamis lalu menyetujui injeksi cash senilai 1.87 milyar euro ($2.48 milyar) ke dalam empat bekas bank tabungan Spanyol, langkah kedua dari perbaikan sektor perbankan  negara.  

• Dengan mendapatkan  dana,  empat lenders,  yang  masuk  ke dalam permasalahan ketika  booming  properti  jangka panjang pecah  lima  tahun  yang  lalu, dengan  penguarangan  balance sheets mereka hingga 40 persen hingga tahun 2017.  

• Rencana  Jerman  untuk  menerbitkan  obligasi  bersama pertama  tahun  depan  setelah  beberapa  negara  menyatakan  minatnya  ,  kata lembaga  obligasi  menyatakan,  berpotensi  memangkas borrowing costs keseluruhan negara.  

• "First talks on a working level have shown fundamental interest among a series of states," Debt Agency chief Carl Heinz Daube mengatakan pada Reuters. 

• Perancis  akan  memangkas  penerbitan  obligasi  jangka  menengah  dan  jangka  panjang  tahun  depan  senilai  169  milyar  euro,  dari  178  milyar  euro  tahun  2012,  dibantu  pada  anjloknya defisit bujet dan pembelian kembali obligasi, lembaga debt management mengatakannya Kamis lalu.  


U.K.
• Sterling bergerak di sekitar level terendah 7‐1/2 bulan terhadap dolar pada hari Kamis setelah data penjualan ritel Inggris dirilis di bawah ekspektasi pasar dan membuka peluang  kembali bagi BoE untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan terakhir. 

• Euro bergerak stabil terhadap sterling di sekitar 0.8135 pound menyusul pembelian oleh perbankan Jerman, dan tidak jauh dari level tertinggi 7‐1/2 bulan di 0.8168 pound yang  dicapai pada hari Rabu sebelumnya pasca rilis data Ifo Jerman yang lebih baik dari perkiraan. 

• Penjualan ritel Inggris dirilis flat untuk basis bulanan di periode November sedangkan dalam basis tahunan hanya mencatat naik 0.9%, di bawah ekspektasi pasar. 

• Sterling menguat terhadap dolar menyusul adanya pembelian dari investor Asia. Sterling terakhir tercatat di sekitar $1.6280, tidak jauh dari level tertinggi 3 bulan di $1.6307 yang  dicapai pada hari Rabu sebelumnya. Jika sterling berhasil terapresiasi di atas level tertinggi September di $1.6310, maka akan membuka peluang untuk sterling menuju level  tertinggi sejak Agustus 2011. 

• Namun demikian, penguatan sterling, utamanya terhadap dolar, masih terlihat rapuh karena masih adanya peluang untuk BoE melonggarkan kebijakan moneternya di awal tahun  2013. 


JAPAN
• Jepang akan membutuhkan bujet ekstra yang memberikan pembelanjaan terbaru yang signifikan untuk membantu perekonomian, policy chief untuk perdana menteri  berikutnya mengatakannya.  

• Akira Amari, kepala kebijakan saat ini pada Liberal Democratic Party (LDP), mengatakan pada reporter bahwa keputusan akan dibuat pada paket ekonomi darurat  pada 15 Januari.  

• Bank  of  Japan  telah  siap  untuk  menunjukkan  kesiapannya  untuk  menjaga  kebijakan  moneter  yang  longgar  tetapi  menekankan  penyelesaian  untuk  memudahkan  "unlimitedly" yang akan membuat perbedaan, seorang anggota senior Liberal Democratic Party (LDP) mengatakannya Kamis lalu. 


AUSTRALIA
• Australia  dan  New  Zealand  dollar  anjlok  terhadap  yen  Kamis  lalu  setelah  Bank  of  Japan  (BOJ)  melonggarkan  kebijakan  (moneter)  tetapi  gagal  untuk  mengambil  tindakan yang tegas pada pasar yang memperkirakan mendorong ekonomi yang melemah. 

• Obligasi Australia telah ditutup menguat setelah bertahan pada kenaikannya dalam sesi overnight selama hari perdagangan lokal.  

• Pemerintah pertama kali berbicara mengenai membawa bujet kembali untuk surplus tahun 2012/13 in 2010.  

• "So through this whole period we have kept making responsible savings to fill what has been an emerging and growing revenue hole," katanya (Swan‐Treasurer).  


SWISS
• Franc Swiss bergerak relatif stabil terhadap dolar pada hari Kamis setelah terkoreksi dari level tertinggi selama lebih dari 7 bulan di sesi sebelumnya dipicu kekhawatiran kembali  muncul seputar krisis fiskal AS yang mana telah menekan minat pada aset beresiko dan mengangkat aset aman resiko seperti dolar. 

• Presiden AS Barack Obama dan petinggi dari Partai Republik yang menguasai Kongres kembali  terlibat perdebatan yang a lot mengenai langkah untuk menghindari apa yang  disebut dengan “jurang fiskal” yang akan memicu pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak, dimana dapat mengancam perekonomian AS untuk jatuh kembali kedalam resesi. 

• Franc bergerak  ketat  dengan  euro sejak SNB menerapkan nilai  tukar  minimum EUR/CHF  di 1.20 franc per  euro sejak September 2011 untuk mencegah  terjadinya  resesi dan  deflasi.  Kedua  pasangan  mata  uang  tersebut  telah  bergerak  menguat  terhadap  dolar  dalam  beberapa  sesi  terakhir  menyusul  para  pemimpin  Eropa  membuat  kesepakatan  pengawasan perbankan dan pembelian kembali utang Yunani yang didukung dengan baik. 

• Dolar melemah 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9115 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro bergerak stabil terhadap franc di sekitar  1.2075 franc. 

• Sementara itu data Kamis kemarin menunjukkan ekspor Swiss tumbuh secara kuat pada bulan November karena penjualan yang kuat ke Amerika Serikat dan sebagian Asia yang  membantu mengimbangi pertumbuhan yang lemah dalam mitra dagang terbesar Eropa, mengindikasikan perusahaan telah berhasil menangkal efek dari penguatan franc Swiss.  Ekspor tercatat naik 4% y/y di bulan November menjadi 18.776 milyar franc  dan mengantarkan surplus perdagangan Swiss mencapai 2.9 milyar franc. Kenaikan ekspor dipimpin  oleh sektor kimia dan farmasi. Sedangkan sektor mesin dan listrik juga berhasil ke zona positif.