title cover

title cover

Friday, January 4, 2013

Headline News 04.01.13


US & GLOBAL
Harga Treasury AS turun dan harga saham juga berbalik melemah pada hari Kamis setelah minutes dari sidang terakhir The  Fed menunjukkan meningkatnya concern mengenai kebijakan pembelian obligasi The Fed untuk merangsang pertumbuhan  ekonomi.  FOMC  minutes  semalam  juga  mendorong  rally  dolar,  yang  sebelumnya  mendapat  dukungan  dari  terus  berlanjutnya pembicaraan mengenai anggaran di Washington. Minutes dari sidang The Fed bulan Desember menunjukkan  beberapa pejabat bank sentral lebih condong ke arah memperlambat atau menghentikan pembelian obligasi sebelum akhir  tahun  2013.  Program  ini  telah  memberi  dukungan  utama  untuk  sebuah  rally  indeks  S  &  P  500  hingga  mendekati  level  tertinggi 5 tahun. 

Ekuitas  global  terkoreksi  sementara  dolar  AS  melambung  mendekati  level  tertinggi  4  pekan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya usai berita The Fed tersebut. MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0.3% setelah menembus level  tertinggi 18 bulan pada hari Rabu. 

Dow Jones industrial average <.DJI> turun 21.19 poin atau 0.16% ke 13,391.36. Indeks S&P 500 <.SPX> turun 3.05 poin atau  0.21% ke 1,459.37. Sedangkan Nasdaq Composite <.IXIC> kehilangan 11.70 poin atau 0.38% ke 3,100.57. 

Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> berakhir naik 0.45% setelah menembus level tertingginya sejak Maret 2011,  didorong  oleh  reaksi  lambat  pada  bursa  saham  Swiss  karena  masa  liburan.  Nikkei  berjangka  berdenominasi  dolar  turun  0.9%. 

Euro anjlok ke level terendah 3 pekan terhadap dolar setelah Fed minutes. Mata uang tunggal terakhir tercatat turun 1% di  $1.3051, mencatat penurunan 2 hari berturut‐turut.  

Sementara  The  Fed  mengatakan  akan  mempertahankan  program  stimulus  untuk  meningkatkan  perekonomian  selama  beberapa bulan mendatang, minutes dari pertemuan Desember menggarisbawahi suatu keengganan untuk meningkatkan  lebih lanjut neraca keuangan bank sentral sekitar $2.9 trilyun. 

Harga obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 dan 30 tahun turun tajam setelah rilis minutes The Fed. Harga obligasi AS tenor  10 tahunturun 21/32 dengan yield sebesar 1.9095%, naik dari 1.84% pada Rabu kemarin dan merupakan level tertinggi sejak  Mei. Sedangkan obligasi Jerman (Bund futures) kontrak Maret turun 0.6% ke level terendahnya selama hampir sebulan.  

Sementara data mengisyaratkan adanya peningkatan pada ekonomi AS menyusul berakhirnya tahun menunjukkan sektor  swasta  meningkatkan  perekrutan  tenaga  kerja  di  bulan  Desember,  memangkas  kerugian  saham  dan  melanjutkan  dukungannya untuk penguatan dolar. 

Data  menunjukkan  adanya  peningkatan  pada  aktifitas  sektor  jasa  di  Cina  dan  pabrikan  AS  mengalami  ekspansi  di  bulan  Desember dimana telah mencerahkan prospek ekonomi global, sehingga mampu meredam kerugian pada aset beresiko. 

Sementara yang memperburuk sentimen adalah Presiden AS Barack Obama dan Kongres Partai Republik menghadapi dua  bulan lagi pembicaraan yang sulit mengenai pemotongan belanja dan peningkatan batas utang negara sebagai upaya keras  untuk  mencapai  kesepakatan  guna  menghindari  "jurang  fiskal"  dari  kenaikan  pajak  otomatis  dan  pemotongan  belanja  hingga 1 Maret. 


GOLD & COMMODITIES
Emas melorot lebih dari 1 persen pada Kamis lalu dari tanda‐tanda bahwa the Fed menambah dari pembelian aset‐aset the  Fed pada pasar keuangan, mengurangi ketertarikan pada logam mulia sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

Minutes dari meeting kebijakan the Fed bulan Desember menunjukkan pertumbuhan mengenai kedepannya kenaikan dalam  balance sheet bank sentral, yang mana mengalami ekspansi tajam dalam merespon krisis keuangan dan resesi tahun 2007‐ 2009. 

"With the news that some policymakers suggested that the Fed could withdraw QE before the end of year, that put a dent on  one of the underpinnings on gold, which is expansionary monetary policy," kata Mark Luschini, chief investment strategist  pada Janney Montgomery Scott, seorang broker‐dealer yang mengelola $54 milyar dalam aset‐asetnya.   


OIL & COMMODITIES
Brent  and  minyak  berjangka  AS  memangkas  kerugiannya  pada  perdagangan  hari  Kamis  setelah  data  industry  minyak  dari  American  Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah turun 12 juta barel di pekan lalu, lebih besar dari ekspektasi analis menurut  jajak pendapat Reuters. 

Brent crude <LCOc1> turun 51 sen di $111.96 per barel, setelah terkoreksi 64 sen menjelang rilis data API.  

Sedangkan U.S. crude <CLc1> turun 26 sen di $92.86 per barel, setelah terkoreksi 46 sen menjelang rilis data API.  

EURO ZONE
Pinjaman  untuk  perusahaan  dalam  zona  euro  memperluas  penurunannya  pada  bulan  November,  menandai  pelemahan  blok  ekonomi  tersebut  dan  menambah tekanan pada European Central Bank untuk memangkas tingkat suku bunga kedepannya.  

Dalam  tahunannya,  pinjaman  untuk  sektor  swasta  melorot  0.8  persen  pada  bulan  November  –  penurunan  yang  sama  yang  terlihat  pada  awal  bulan.  Gambaran yang turun dirilis oleh ECB Kamis lalu menunjukkan penurunan pada consumer credit dan pinjaman untuk bisnis.  

Jumlah  orang  Jerman  yang  keluar  dari  pekerjaannya  meningkat  untuk  sembilan  bulan  berjalan  pada  bulan  Desember  tetapi  tertahan  mendekati  level  terendah setelah reunifikasi/penyatuan kembali Jerman, menambah tanda‐tanda negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut masih relatif tertekan  oleh krisis regionalnya.  

Data kantor Tenaga Kerja menunjukkan gambaran pengangguran naik 3.000 dalam seasonally‐adjusted menjadi 2.942 juta, kebanyakan lebih rendah dari  perkiraan konsensus pada polling Reuters dari 23 ekonom untuk naik 10.000. 


U.K.
Sterling kembali terkoreksi dari level tertinggi 16 bulan terhadap dolar pada hari Kamis setelah data konstruksi Inggris dirilis mengecewakan dan perdebatan  terbaru mengenai anggaran di Washington mendorong mata uang AS lebih likuid. 

Indeks  PMI sektor konstruksi dirilis di bawah  perkiraan, turun  ke  level  terendah  dalam 6  bulan.  Hal ini telah meredupkan rilis optimis  data manufaktur  Inggris pada hari Rabu sebelumnya, namun investor masih menunggu data yang lebih penting yaitu data PMI sektor jasa yang akan dirilis hari Jumat ini. 

Di  akhir  sesi  New  York  semalam,  sterling  anjlok  0.9%  terhadap  dolar  dan  bergerak  di  sekitar  $1.6110.  Sterling  sebelumnya  bergerak  di  sekitar  $1.6230  sebelum rilis data PMI sektor konstruksi.  

Sedangkan  euro  tercatat  turun  0.1%  terhadap  sterling  di  sekitar  0.8105  pound,  setelah  mencatat  level  terendah  3  pekan  di  0.8086  pound  di  awal  sesi.  Koreksi ini telah menjauhkan euro dari level tertinggi 8 bulan yang dicapai pekan lalu di 0.8225 pound. 

Pasar masih yakin bahwa ekonomi zona euro masih lebih buruk dibanding ekonomi Inggris dalam beberapa bulan kedepan menyusul langkah penghematan  yang ketat dan tingginya tingkat pengangguran di sebagian besar negara zona euro. Hal ini dapat menambah tekanan pada ECB untuk memangkas suku  bunga deposito kedalam teritorial negatif ketika melakukan pertemuannya Kamis pekan depan, sebuah langkah yang akan berpotensi menekan euro. 

Sementara BoE juga akan melakukan sidangnya hari Kamis depan, namun diprediksi akan mempertahankan suku bunganya dan program pembelian asetnya  paling tidak hingga Maret tahun ini.  



JAPAN
Dollar diperdagangkan pada level tertinggi 87.36 yen <JPY=> setelah data (jobless AS), dibandingkan dengan 86.95 pada awalnya. Terakhir  telah anjlok 0.3 persen ke level 87.20 yen.       

Dollar memperluas kenaikannya versus euro dan memangkas  penurunan terhadap yen Kamis setelah data menunjukkan private‐sector  employers AS menambah 215.000 jobs pada bulan Desember, berada diatas ekspektasi para ekonom. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars bertahan dekat level puncak empat tahunnya terhadap (tekanan) yen dan level tertinggi dua minggu versus dollar Kamis  lalu, karena saat‐saat terakhir fiscal deal AS dan menguatnya harga bijih besi yang mendorong pertumbuhan yang berhubungan dengan mata uang.  

Aussie <AUD=D4> mengalami kenaikan ke level $1.0527, dari level  $1.0496 pada awalnya dan bertahan dalam jangkauan puncak pada overnight pada level  $1.0524, level tertingginya sejak 19 Des.   

Telah  naik  1  persen  Rabu  lalu  setelah  pembuat  undang‐undang  AS  menghindari  besarnya  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan  pembelanjaan  dengan  kesepakatan yang mendorong rally besar‐besaran pada aset‐aset beresiko.      

Harga  obligasi  Australia/  bond  futures  meningkat,  setelah  mengalami  recovery  penurunannya  dari  aksi  jual  pada  aset‐aset  safe‐haven  yang  mengikuti  kesepakatan bujet AS. 

SWISS
Franc Swiss jatuh ke level terendah 3 pekan terhadap dolar pada perdagangan Kamis kemarin menyusul meredanya efek dari kesepakatan “jurang fiskal”  setelah dewan kebijakan moneter AS melanjutkan pembicaraan untuk melakukan pemangkasan belanja dan batasan plafon utang pemerintah. 

Minat terhadap aset beresiko terlihat menurun setelah investor kembali memburu dolar dan menjual euro serta franc Swiss. 

Franc Swiss tercatat melemah 0.4% terhadap dolar ke sekitar 0.9215 franc. Sedangkan franc Swiss terlihat stabil terhadap euro setelah bergerak di sekitar  1.2100 franc. 

Aktifitas di sektor  manufaktur Swiss stabil di  bulan Desember, menunjukkan penurunan pada output  industri kemungkinan telah mencapai  batasannya,  meskipun lemahnya kepercayaan bisnis untuk enam bulan ke depan menunjukkan ekonomi masih rentan tekanan. 

Barometer ekonomi KOF, untuk melihat kinerja ekonomi dalam 6 bulan kedepan, turun untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut ke 1.28 poin di bulan  Desember dari 1.50 poin di bulan November. Data dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar 1.35 poin. 

Sedangkan aktifitas dalam sektor manufaktur terlihat stabil bulan lalu setelah mengalami kontraksi sejak Maret. Indeks PMI sektor manufaktur Swiss naik ke  49.5 poin, yang secara virtual berada dalam level psikologi 50, yang mengindikasikan sektor mencatat kondisi stabil. Ini adalah level tertingginya sejak Maret  dan sekaligus melampaui ekspektasi pasar di 48.5 poin. 

Thursday, January 3, 2013

Headline News 03.01.13


US & GLOBAL
Bursa global melonjak 2% atau lebih dan komoditas rally pada hari Rabu setelah legislatif AS mencapai kesepakatan untuk menghindari  pengetatan fiskal secara otomatis yang dapat mengancam perekonomian AS jatuh kedalam resesi. Kesepakatan yang dicapai pada hari  Selasa  kemarin  untuk  menghindari  "jurang  fiskal"  telah  menunda  kekhawatiran  mengenai  kenaikan  pajak  penghasilan  untuk  hampir  semua  warga  AS  tetapi  hal  ini  belum  sepenuhnya  menyelesaikan  kebuntuan  politik  lainnya  dalam  hal  anggaran,  termasuk  mengenai  plafon utang. 

Harga  minyak  memangkas  sebagian  keuntungannya  namun  Wall  Street  berhasil  terapresiasi,  dengan  indeks  S&P  500  mencatat  perdagangan terbaiknya selama lebih dari setahun terakhir. CBOE Volatility Index, atau VIX <.VIX>, barometer untuk mengukur tingkat  kekhawatiran investor, turun 18.5% ke 14.68. VIX tercatat telah turun 35.4% dalam 2 sesi terakhir. 

The markets' reaction to the U.S. budget deal was a "sigh of relief that a recession in the world's largest economy has been averted," said  Marc Chandler, global head of currency strategy at Brown Brothers Harriman in New York.   

Harga tembaga naik ke level tertinggi selama lebih dari 2 bulan, sementara perak dan platina juga naik tajam. S&P 500 mencatat kenaikan  harian terbaiknya sejak 20 Desember 2011, mendorong indeks tersebut ke penutupan tertingginya sejak 14 September. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 308.41 poin atau 2.35% di 13,412.55. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 36.23  poin, atau 2.54% di 1,462.42. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 92.75 poin atau 3.07% di 3,112.26.   

Namun  demikian,  rally  yang  terjadi  kemungkinan  hanya  bersifat  sementara.  Kesepakatan  tersebut  telah  menghindari  pemangkasan  anggaran sekitar $109 milyar pada program domestik dan militer setidaknya dalam 2 bulan. 

"There was the fiscal cliff euphoria, but the markets are a little overdone and people realize you still have the debt ceiling battle, social  security taxes going up and dealing with spending sequestration and budget cuts," said Mark Waggoner, president at Excel Futures Inc.  

Kesepakatan tersebut telah mendorong minat investor pada aset beresiko dan menekan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia  lainnya. Harga minyak Brent menembus level tertinggi 11 pekan mendekati $113 per barel dan harga emas naik hampir 1%.  Brent <LCOc1> February crude <LCOc1> naik $1.36 ke $112.47 per barel, setelah mencatat intraday high di $112.90. Sedangkan harga  minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik $1.30 ke $93.12 per barel.  

Pemungutan suara di Kongres telah menghapus ketidakpastian di atas pasar, namun beberapa analis memperingatkan bahwa optimisme  bisa memudar jika data ekonomi AS akhir pekan ini, termasuk laporan payrolls bulan Desember, mengecewakan. 

Sektor manufaktur AS mengalami ekspansi tipis di bulan Desember, rebound dari kontraksinya di bulan sebelumnya. 

Sementara indeks ekuitas dunia MSCI naik 2.05% sedangkan indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup naik 2.1% di 1157.40. 

Euro terkoreksi setelah mencatat level tertinggi 2 pekan untuk kemudian diperdagangkan melemah 0.15% di 1.3183. Sedangkan dolar naik  0.06% terhadap sejumlah rivalnya. 

Harga obligasi pemerintah turun. Germany's Bund future <FGBLc1> mencatat penurunan harian terbesarnya sejak awal September, turun  1.57%  di  144.07.  Sedangkan  yield  Treasury  AS  untuk  tenor  10  tahun  menembus  level  tertinggi  lebih  dari  3  bulan,  dengan  harga  turun  24/32 dan yield di 1.8406%. 


GOLD & COMMODITIES
Emas naik mendekati 1 persen Rabu lalu, karena optimisme ekonomi mendorong kenaikan tajam pada bursa Wall Street setelah penentu  undang‐undang  AS  meraih  kesepakatan  pada  saat‐saat  terakhir  untuk  menghindari  kenaikan  pajak  yang  mengancam  untuk  membawa  ekonomi kembali dalam resesi.  

Grup perak dan platinum juga naik tajam setelah Kongres melewati undang‐undang untuk menghindari langkah austerity segera, karena  menaikkan pajak pada orang‐orang kaya dan keluarga sejahtera lainnya.  

"I think the reaction is way overdone, and I wouldn't be surprised to see a fairly substantial sell‐off that could erase a lot ‐ if not all ‐ of  these gains," kata Frank McGhee, kepala precious metals trader pada Integrated Brokerage Services.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak naik mendekati level tertinggi 11 pekan pada hari Rabu, dipicu rally yang terjadi di pasar setelah Kongres AS menyetujui sebuah kesepakatan  untuk  menghindari  kenaikan  pajak  tinggi  dan  pemangkasan  anggaran  belanja  yang  dikenal  dengan  istilah  “jurang  fiskal”  yang  dapat  mengancam  perekonomian negara tersebut ke jurang resesi.  

Kesepakatan tersebut telah mendorong rally pasar global, meningkatkan minat investor pada aset beresiko dan menekan dolar serta obligasi pemerintah. 

Harga  minyak  Brent  (LCOc1)  naik  ke  level  intraday  high  di  $112.90  per  barel,  level  tertingginya  sejak  19  Oktober,  sebelum  akhirnya  diperdagangkan  di  sekitar $112.40 per barel, atau naik sekitar $1.29.  Sedangkan harga minyak mentah AS untuk kontrak Februari (CLc1) naik $1.14 ke $92.96 per barel setelah mencatat intraday high di $93.87 per barel. 

Dukungan lebih lanjut untuk minyak berasal dari data ekonomi yang dirilis positif dari Amerika Serikat dan China, dua negara konsumen terbesar minyak.  Manufaktur AS mengakhiri tahun 2012 dengan mencatat kenaikan, dengan pabrikan kembali ke mengalami pertumbuhan pada bulan Desember setelah  mengalami kontraksi di bulan sebelumnya, demikian Institute for Supply Management mengatakan. 

Indeks PMI manufaktur China tetap stabil pada bulan Desember di 50,6, menambah bukti terjadinya peningkatan ekonomi di kuartal keempat tahun 2012  setelah pertumbuhan produk domestik bruto melambat selama tujuh kuartal berturut‐turut. 

Pelaku pasar terus menyoroti ketegangan di Timur Tengah untuk melihat kemungkinan adanya tanda‐tanda ancaman terhadap produksi di daerah kaya  minyak. Iran melakukan latihan angkatan laut di Selat Hormuz, rute pengiriman yang memasok 40% ekspor minyak dunia. 

Iran telah mengancam untuk memblokir Hormuz jika negaranya mendapat serangan militer atas sengketa program nuklirnya. Amerika Serikat mengatakan  pihaknya tidak akan mentolerir setiap hambatan lalu lintas komersial melalui selat. 

Konflik  sipil  di  Suriah,  perselisihan  sektarian  di  negara  anggota  OPEC  Irak,  dan  ketegangan  yang  sedang  berlangsung  antara  Israel  dan  tetangganya  berpotensi memberi ancaman terhadap pasokan minyak di kawasan kaya minyak tersebut. 

EURO ZONE
Factories zona euro merosot tajam kedalam resesi pada bulan Desember karena anjloknya new orders, survei bisnis menunjukkannya Rabu lalu, berlawanan  sekali dari berlanjutnya tanda‐tanda kembali bangkitnya Cina.  

Tingkat inflasi Jerman naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada bulan Desember dari kenaikan harga makanan dan paket liburan, melewati target  European Central Bank untuk zona euro yang lebih dari dua persen. Dibandingkan periode tahun sebelumnya, harga naik 2.1 persen pada bulan terakhir  tahun  2012,  data  sebelumnya  dari  the  Federal  Statistics  Office  menunjukkannya.  Dalam  bulanan,  consumer  prices  naik  0.9  persen.  Survei  ekonom  oleh  Reuters telah mengekspektasi kenaikan yang lebih moderat pada 1.9 persen dalam basis tahunan dan 0.7 persen dalam basis bulanan.  

Merombak kekakuan peraturan tenaga kerja Italia seharusnya menjadi reformasi andalan dari Mario Monti. Hal ini perlu dibereskan, yang seringkali dipanasi  oleh tawar‐menawar dengan serikat pekerja, majikan dan partai politik.  


U.K.
Sterling awalnya menguat terhadap dolar setelah dewan kebijakan AS berhasil menghindari terjadinya kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja,  atau  yang  lebih  dikenal  dengan  istilah  “jurang  fiskal”.  Namun  kekhawatiran  pasar  terhadap  prospek  ekonomi  Inggris  telah  menyebabkan  sterling  turun  kembali dari level tertinggi 16 bulan yang dicapai di sesi Asia sebelumnya. 

Setelah mencatat intraday high di $1.6380, level tertingginya sejak akhir Agustus 2011, sterling terkonsolidasi hingga mencatat intraday low di $1.6224  sebelum akhirnya ditutup di sekitar $1.6250, atau turun 0.2%, dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

Sterling gagal  melanjutkan  penguatannya meskipun data aktifitas manufaktur  Inggris  berada  pada level tertinggi 15  bulan. Data indeks  PMI manufaktur  Inggris mencatat naik ke 51.4 di bulan Desember dari 49.2 di bulan November sebelumnya. Sektor manufaktur Inggris berhasil mencatat ekspansinya. 

Meskipun data manufaktur dirilis membaik, namun investor masih ragu terhadap prospek kelanjutan ekspansi di sektor tersebut, utamanya karena kondisi  ekonomi zona euro juga masih buruk. Hal ini telah memicu retracement pada sterling setelah di awal sesi sempat mengalami rally

Data ekonomi Inggris belakangan ini dirilis buruk yang mengisyaratkan ekonomi negara tersebut masih dirundung masalah, seperti data penjualan ritel dan  pinjaman publik (PSNB). Adapun data PMI sektor konstruksi dan sektor jasa untuk periode Desember akan dirilis masing‐masing pada hari Kamis dan Jumat. 


JAPAN
Perdana  Menteri  Jepang  baru  telah  berjanji  "take  back""  untuk  negaranya  terhadap  kejayaan  masa  lalu.  Deklarasi  Shinzo  Abe  telah  mendeklarasikan  yang  membangkitkan  suasana  retro  –  khususnya  bagian  dari  dunia  bisnis,  dimana  dia  telah  memiliki  hubungan  yang  dekat  dengan para pemimpin perusahaan dalam industri/pabrik.   

Kebanyakan  dari  eksekutif  terkemuka  telah  menerima  partai  Demokratik  Liberal  kembali  berkuasa  setelah  tiga  tahun  dikuasai  oleh  partai  Demokratik Jepang, yang dikenal dekat dengan ikatan tenaga kerja. "We are very happy with the LDP's campaign pledges," AkioToyoda, presiden  dari Toyota Motor Corp. dan kepala dari asosiasi pembuat otomotif Jepang, yang dikatakannya minggu lalu. "We have high hopes."  


AUSTRALIA
Pertumbuhan Australian dollar naik ke level tertinggi dalam dua minggunya terhadap dollar AS Rabu lalu, dengan sentimen berkenaan dengan  aset‐aset beresiko yang didorong kesepakatan untuk menghindari "fiscal cliff" AS.   

Aussie <AUD=D4> naik lebih 1 persen dalam harian yang mencapai level tertinggi dua minggunya $1.0525 dengan menunjukkan telah break option  barriers pada level $1.0500 yang terlihat rapuh.  

Aussie juga mencapai level tertinggi yang lebih dari empat tahun terhadap Japanese yen <AUDJPY=R>, yang telah naik ke level 91.54 yen.  

Tresuri Australia Wayne Swan mengatakan pada bagian terakhir dari Kongres AS dari kesepakaatan untuk menghindari "fiscal cliff" dari kenaikan  pajak dan besarnya pemangkasan pembelanjaan akan diterima, tetapi tidak akan bergerak terlalu jauh.  


SWISS
Dolar awalnya sempat terkoreksi terhadap franc Swiss ke level intraday low di 0.9080 franc setelah dewan kebijakan moneter AS menyetujui kesepakatan  untuk menghindari terjadinya “jurang fiskal”. Namun di akhir sesi New York semalam, dolar berhasil rebound dipicu aksi ambil‐untung investor dan terakhir  tercatat bergerak menguat 0.4% di sekitar 0.9185 franc, dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

Pasar saat ini akan mencermati rilis data ekonomi AS untuk melihat perkembangan kesehatan ekonomi negara tersebut. Jika data kembali dirilis memburuk,  maka akan menyurutkan minat beli investor pada aset beresiko dan mendorong dolar untuk kembali menguat. 

Adapun data ekonomi Swiss yang akan menjadi perhatian investor hari Kamis ini adalah data KOF Indicator dan PMI Manufacturing untuk bulan Desember.  Data KOF diprediksi turun ke 1.35 dari 1.5 di bulan November sebelumnya. Sementara data PMI Manufacturing diprediksi stabil di level 48.5, dimana sektor  manufaktur masih mencatat kontraksinya.

Wednesday, January 2, 2013

Headline News 02.01.13


US & GLOBAL
Selamat Tahun Baru 2013 
Wall Street rally pada perdagangan terakhir 2012 di hari Senin kemarin, dan ekuitas global menutup tahun terbaiknya dalam 3 tahun  terakhir  menyusul  dewan  kebijakan  moneter  AS  telah  mendekati  pencapaian  kesepakatan  untuk  menghindari  krisis  keuangan  yang  selama ini dikhawatirkan akan menyebabkan resesi ekonomi AS di tahun 2013. 

Presiden AS Barack Obama mengatakan Kongres mendekati kesepakatan yang akan mulai memangkas defisit tanpa menaikkan pajak  kelas menengah. Pemimpin Senat Partai Republik Mitch McConnell juga mengatakan kesepakatan itu "sangat, sangat dekat," meskipun  tidak jelas apakah pemungutan suara akan terjadi pada hari Senin atau akan dilakukan di awal 2013. 

Bursa saham AS menguat dan menjadikan MSCI all‐world index <.MIWD00000PUS> mengakhiri perdagangan tahun 2012 dengan naik  lebih dari 13%. S&P 500 menutup 2012 dengan mencatat naik 13.4% setelah kinerja hampir flat di tahun sebelumnya. Dow naik 7.3% dan  Nasdaq naik hampir 16%. 

Harga minyak naik seiring optimisme akan tercapainya kesepakatan anggaran, sementara harga obligasi pemerintah AS turun. 

Meskipun kesepakatan anggaran tidak dimaksudkan untuk menyediakan peta jalan jangka panjang untuk mengurangi defisit anggaran  AS, yang telah di atas $ 1 triliun untuk empat tahun berturut‐turut, namun tanpa kesepakatan tersebut maka pemotongan belanja dan  kenaikan pajak secara otomatis sebesar $ 600 miliar akan mulai berlaku 1 Januari, sebuah ledakan penghematan yang ekonom takutkan  akan mendorong ekonomi Amerika Serikat ke dalam resesi dan melemahkan pertumbuhan ekonomi dunia. 

Dow Jones industrial average <.DJI> naik 150.93 poin atau 1.17% di 13,089.04. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 21.80 poin atau  1.55% di 1,424.23. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 59.94 poin atau 2.02% di 3,020.25.  

Bursa  saham  Eropa  juga  naik  setelah  bergerak  tipis  di  sesi  Asia.  Dengan  sejumlah  bank  sentral  dunia  terindikasi  akan  melanjutkan  stimulus kedalam perekonomiannya, maka ekuitas diprediksi akan naik di tahun 2013. 

Treasury AS tenor 10 tahun turun 16/32 dengan yield di 1.76% seiring tertundanya kesepakatan anggaran AS. Yield obligasi AS menutup  tahun 2012 sedikit di atas level permulaan perdagangannya, berkat maraknya safe‐haven buying dan program pembelian aset oleh The  Fed untuk menjaga suku bunga jangka panjang tetap rendah. 

Namun resiko masih menghadang di tahun 2013. Ekonomi Eropa masih berpotensi memburuk jika pertumbuhan tetap lambat di Spanyol  dan Italia. Sedangkan di AS, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengurangan defisit juga menjadi tantangan.  

European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik hampir 13% tahun 2012 kemarin terutama karena janji Bank Sentral Eropa untuk mengatasi  krisis utang kawasan, dan rebound dari koreksinya di sesi Senin dan ditutup di tahun kemarin di level 1,131.64. 

Euro  terkoreksi  0.2%  di  $1.3191,  namun  naik  2%  dalam  setahun.  Kesepakatan  mengenai  anggaran  AS  juga  berpotensi  memberikan  dukungan  positif  bagi  euro  karena  hal  tersebut  akan  mendorong  peningkatan  pertumbuhan  ekonomi  global.  Terhadap  yen,  dolar  menembus  86.64  yen,  mencatat  kinerja  terbaiknya  sejak  medio  2010,  dan  mengakhiri  2012  dengan  menguat  terhadap  mata  uang  Jepang,  kenaikan  terbaiknya  sejak  2005.  Di  bawah  kepemimpinan  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  yang  akan  mengadopsi  kebijakan  moneter longgar dan belanja fiskal secara agresif untuk mengatasi deflasi, maka yen diprediksi masih akan mengalami tekanan di tahun  2013. 

Komoditas juga menguat setelah mendapat dukungan dari rilis optimis data ekonomi di sejumlah negara maju seperti Cina. Harga emas  tercatat di $1,675.60 per ons, naik lebih dari 6% dalam setahun dan mencatat kenaikan tahunan sebanyak 12 kali. Sedangkan U.S. crude  futures <CLc1> mengakhiri perdagangan tahun 2012 dengan mencatat kerugian tahunan $7.01 atau 7.1%, mengakhiri kenaikan tahunan  selama 3 kali berturut‐turut menyusul meningkatnya produksi minyak domestik dan minimnya permintaan. U.S. February crude <CLG3>  naik $1.02 atau 1.12% di $91.82 per barel. Brent crude menutup perdagangan 2012 dengan mencatat kenaikan tahunan 4 kali berturut‐ turut setelah ancaman geopolitik telah mengimbangi menurunnya permintaan. Harga rata‐rata minyak mentah Brent lebih dari $111 per  barel di tahun 2012, mencatat level tertingginya. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  Senin  lalu  pada  perdagangan  terakhir  tahun  2012  dan  mencatatkan  kenaikan  sekitar  6  persen  dalam  tahunan,  yang  mencatatkan kenaikan dalam rangkaian 12 tahunnya, dari berita kemungkinan fiscal deal AS, yang mana mendorong pasar yang telah  rally pada awal tahunan dari tingkat suku bunga yang rendah, kekhawatiran zona euro dan permintaan bank sentral pada logam mulia. 

"If anything, gold's rally today with the removal of the US fiscal cliff proves that it's become a risk asset more than a safe haven," kata  Adam Sarhan pada Sarhan Capital di New York.  


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  pada  hari  Senin  naik  seiring  optimisme  akan  tercapainya  kesepakatan  anggaran.  Namun  U.S.  crude  futures  <CLc1>  mengakhiri perdagangan tahun 2012 dengan mencatat kerugian tahunan $7.01 atau 7.1%, mengakhiri kenaikan tahunan selama 3 kali  berturut‐turut  menyusul  meningkatnya  produksi  minyak  domestik  dan  minimnya  permintaan.  U.S.  February  crude  <CLG3>  naik  $1.02  atau 1.12% di $91.82 per barel. 

Brent  crude  menutup  perdagangan  2012  dengan  mencatat  kenaikan  tahunan  4  kali  berturut‐turut  setelah  ancaman  geopolitik  telah  mengimbangi menurunnya permintaan. Harga rata‐rata minyak mentah Brent lebih dari $111 per barel di tahun 2012, mencatat level  tertingginya.  

Harga minyak telah tertekan oleh ketidakpastian mengenai kesepakatan anggaran AS untuk mencegah pemotongan belanja dan kenaikan  pajak yang investor khawatirkan kondisi tersebut akan menyebabkan ekonomi AS kembali mengalami resesi dan mengurangi permintaan  untuk minyak. 

Untuk kuartal keempat, harga minyak mentah AS mencatat koreksi tipis, berakhir melemah 37 sen atau 0.4%, setelah mencatat kenaikan  8.2% di kuartal sebelumnya. 

EURO ZONE
Krisis utang zona euro masih jauh dari selesai meskipun langkah‐langkah reformasi dirancang untuk memperbaiki akar dari masalah yang dimulai untuk menghasilkan buah/solusi,  Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakannya dalam menyambut Tahun Baru.  

Dalam  wawancara  yang  disiarkan  Senin  pagi,  Merkel  mendesak  orang‐orang  Jerman  untuk  lebih  sabar  meskipun  krisis  zona  euro  telah  terjadi  dalam  tiga  tahun.  Dia  menggambarkan garis yang menghubungkan kemakmuran Jerman terhadap kesejahteraan Uni Eropa.  

"For our prosperity and our solidarity we need to strike the right balance," kata Merkel. "The European sovereign debt crisis shows how important this balance is.  

"The reforms that we've introduced are beginning to have an impact," ungkapnya. "Nevertheless we need to have further continued patience. The crisis is far from over."  

Penjualan  ritel  Yunani  melorot  18.1  persen  dalam  basis  tahunan  pada  bulan  Oktober,  mencatatkan  penurunan  tertajam  yang  hampir  dua  tahun,  karena  dalamnya  resesi  dan  mencatatkan tingginya tingkat pengangguran yang menghambat consumer spending.  


U.K.
Sterling menutup tahun 2012 dengan mencatat penguatan tahunan terhadap dolar dan juga euro, meskipun kemungkinan akan mengalami tekanan di tahun 2013  menyusul  peluang  untuk  pemulihan  ekonomi  Inggris  terlihat  meredup.  Penguatan  sterling  juga  nampaknya  akan  terhambat  oleh  langkah  BoE  yang  berpotensi  melonggarkan kebijakan moneter di awal tahun 2013. 

Euro terakhir bergerak  di  sekitar 0.8120  pound,  melemah  0.6%  dibandingkan posisi  penutupan New York  hari Jumat.  Sedangkan terhadap  dolar,  sterling  tercatat  bergerak menguat 0.4% di sekitar $1.6240. Euro telah terkoreksi lebih dari 2% terhadap sterling di tahun 2012 dan mencatat koreksi tahunan keempat kalinya secara  berturut‐turut setelah investor lebih memburu sterling ketimbang euro akibat krisis utang yang melanda zona euro. Namun tekanan jual euro terlihat mereda dalam  beberapa bulan terakhir seiring meningkatnya sentimen positif terhadap ekonomi zona euro, dipicu janji ECB yang akan membeli obligasi negara zona euro untuk  membantu mengatasi beban utang negara di kawasan tersebut. 

Dengan kondisi yang masih tidak menentu soal kesepakatan antara Demokrat dan Republik untuk menghindari terjadinya “jurang fiskal”, maka penguatan sterling  masih rentan tekanan. Jika kesepakatan tercapai, maka sterling berpotensi kembali mengalami tekanan terhadap dolar. 


JAPAN
Rencana pemerintah Jepang untuk membelanjakan sekitar 1 trilyun yen ($11.6 milyar) untuk membeli mesin dan pabrik dari manufaktur domestik dalam  memperkuat daya saing industri dengan memberikan dana untuk investasi perusahaan baru, Nikkei business daily mengatakannya Senin lalu.  

Program yang terlihat berlangsung lebih dari lima tahun, yang disebut untuk membuat perusahaan dengan tujuan khusus, didanai oleh pemerintah dan  perusahaan leasing sektor swasta, untuk membeli aset‐aset dan kemudian menyewa mereka kembali kepada penjual, surat kabar melaporkannya. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar naik dalam sesi harian yang pendek Senin lalu dari kedepannya libur Tahun Baru, untuk menempatkan mereka mencatatkan level  tertinggi terhadap mitra AS‐nya.  

Aussie <AUD=D4> naik 0.3 persen dalam hariannya ke level $1.0401, dari level $1.0375 pada akhir perdagangan di New York Jumat lalu. Telah mengalami recovery  dari level terendah satu bulannya di level $1.0345 minggu lalu dan terlihat untuk mencapai level tertinggi 1.8 persen tahun ini.  

Pasar obligasi Australia telah dibuka secara singkat untuk menghadapi Tahun Baru dengan mengalami penguatan. 


SWISS
Sight deposit Bank Sentral Swiss tercatat sebesar 288.53 milyar franc Swiss di pekan per 28 Desember dibandingkan dengan 292.81 di pekan sebelumnya. Penurunan  tersebut mengindikasikan upaya SNB untuk tetap mempertahankan batasan minimum EUR/CHF di 1.20 franc yang telah ditetapkan pada 6 September 2011 lalu. 

Dolar  masih  bergerak  belum  stabil  dan  cenderung  menguat  terhadap  franc  Swiss  ditengah  ketidakpastian  mengenai  pencapaian  kesepakatan  diantara  dewan  kebijakan  moneter  AS  untuk  menghindari  terjadinya  “jurang  fiskal”.  Dalam  pernyataannya  semalam,  Presiden  AS  Barack  Obama  mengisyaratkan  optimismenya  mengenai akan tercapainya kesepakatan, meskipun ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum sepenuhnya tercapai. 

Dolar tercatat menguat 0.2% di sekitar 0.9150 franc dibandingkan penutupan New York hari Jumat. Sedangkan euro terlihat bergerak stabil di sekitar 1.2070 franc. 

Monday, December 31, 2012

Headline News 31.12.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  relatif  turun  dan  dolar  AS  naik  di  akhir  pekan  kemarin  –  bursa  saham  AS  tercatat  melanjutkan  penurunan  dalam  5  sei  perdagangan beruntun di tengah semakin dekatnya deadline "fiscal cliff”. Di saat yang sama, ekspektasi bahwa Jepang akan menyuntik stimulus  ekonomi mengantar yen terus menembus ke level terendah selama 2 tahun dalam 3 hari perdagangan terakhir. 

BREAKING NEWS: President Barack Obama dalam konferensi pers usai penutupan pasar akhir pekan kemarin kembali member harapan pada  pasar  bahwa  kesepakatan  untuk  menghindar  dari fiscal cliff  akan  tercapai  sebelum awal  tahun. Obama  juga  menyatakan  jika  belum tercapai  kesepakatan  juga  maka  akan  diambil  langkah  voting  untuk  langkah  minimum  –  yakni  melanjutkan  tingkat  pajak  untuk  masyarakat  AS  selain  orang‐orang  kaya  dan  melanjutkan  jaminan  pengangguran.  Obama  mengingatkan  bahwa  kebuntuan  anggaran  2011  lalu  telah  merugikan  perekonomian.  Obama  dijadwalkan  juga  akan  hadir  dalam  program  stasiun  CNBC  ‘Meet  The  Press’  pada  hari  Minggu  (30  Desember)  untuk  menjelaskan  negosiasi  akhir  fiscal  cliff  tersebut.  Batas  akhir  untuk  menghasilkan  kesepakatan  anggaran  semakin  dekat  –  dalam  upaya  menghindar dari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran besar‐besaran yang beresiko menekan kembali perekonomian AS ke dalam jurang  resesi. Dua partai yang berkuasa di AS, Demokrat dan Republik, tengah berusaha untuk menemukan perbedaan terhadap kenaikan pajak bagi  orang‐orang kaya AS dan pemangkasan anggaran untuk program sosial yang sensitif di ranah politik, yakni Medicare dan Mediaid (kesehatan).   Namun masih banyak pelaku pasar yang skeptis bahwa kesepakatan ini akan dicapai sebelum deadline.  

Membiarkan  kenaikan  pajak  dan  pemotongan  anggaran  AS  senilai  $600  miliar  per  1  Januari  2013  akan  membuat  hutang  gagal  untuk  turun  menembus  batas  $16,4  trilyun  seperti  yang  telah  disepakati.  Sementara  para  analis  khawatir  langkah‐langkah  tersebut  akan  membuat  AS  kehilangan 4 persen tingkat pertumbuhannya. 

Indeks saham dunia dari MSCI turun 0,3 persen di akhir pekan, sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,6 persen. Di  bursa  AS,  indeks  saham  Standard  &  Poor's  500  turun  8,95  poin  atau  0,63  persen  ke  1409,15,  dan  melanjutkan  penurunannya  dalam  5  hari  perdagangan  beruntun  –  yang  merupakan  periode penurunan  terpanjang  dalam  3  bulan  terakhir. Indeks  Dow Jones  industrial  average  turun  93,15 poin atau 0,71 persen ke 13003,16, sementara indeks Nasdaq Composite Index turun 12,21 poin atau 0,41 persen ke 2973,69. Saham‐ saham energi memimpin tekanan bursa AS ditandai penurunan saham Exxon Mobil sebesar 1,5 persen.  

Dolar AS naik ke level tertinggi 2 pekan terhadap mata uang utama dunia di tengah penantian investor apakah politisi AS akan menghasilkan  kesepakatan di detik‐detik akhir tenggat waktu. Menurut analis pasar, suatu kesepakatan untuk fiscal cliff AS akan dianggap positif oleh para  peminat aset‐aset beresiko seperti mata uang euro dan Aussie dollar, sebaliknya jika masih buntu maka akan dianggap positif oleh para peminat  aset‐aset safe‐haven dan dolar AS. 

Indeks  dolar  AS  naik  ke  level  tertinggi  selama  2  pekan  terhadap  mata  uang  utama  dunia,  dengan  mencoba  mendekati  level  psikologisnya  di  80.00. 

Pelemahan yen yang berlanjut sejak Shinzo Abe dilantik sebagai PM Jepang Rabu pekan lalu ke level terendah selama 2 tahun terhadap dolar AS.  Abe  berjanji  untuk  memberikan  desakan  untuk  melakukan  stimulus  moneter  yang  agresif  untuk  mengatasi  persoalan  deflasi.  USDJPY  hingga  penutupan  perdagangan  pekan  kemarin  masih  bertahan  di  atas  areal  86,  setelah  mencapai  intraday  high  86.63  –  level  terlemah  yen  sejak  Agustus 2010 terhadap dolar AS.   

Di pasar obligasi AS, yield T‐Bond bertenor 10 tahun turun ke level terendah selama 2 pekan, ke 1,71%, karena concern karena ekonomi AS akan  terancam  oleh  fiscal  cliff  serta  turunnya  consumer  confidence  di  sisi  lain  mendorong  demand  untuk  obligasi  sebagai  aset  safe‐haven.  Di  pertengahan Desember yield obligasi 10 tahun AS tersebut mencapai level tertinggi 2 bulan, yakni 1,85%. 

Harga minyak mentah di pasar berjangka AS untuk tipe kontrak Februari <CLc1> merosot tipis sekitar 0,10 persen ke areal 90.60an. Aktifitas  perdagangan  rendah  karena  para  investor  masih  menanti  kesepakatan  fiscal  cliff  AS,  namun  di  sisi  lain  ada  tekanan  dari  naik  tajamnya  persediaan bahan bakar AS.   

Di  bursa  komoditas  lainnya,  harga  emas  masih  turun  karena  perannya  sebagai  safe‐haven  belakangan  ini  semakin  minim,  dan  lebih  sering  mengikuti pergerakan aset‐aset beresiko, seperti bursa saham, namun terkadang juga mengikuti dolar AS.   

Secara  garis  besar,  meskipun  ada  ketegangan  dari  proses  kesepakatan  fiscal  cliff  AS,  sentimen  pasar  finansial  di  beberapa  pekan  terakhir  terbilang membaik. Data‐data dari negara berkembang menunjukkan perbaikan, sementara mulai banyak analis yang berharap bahwa kondisi  Eropa akan bangkit.  

Sebuah  polling  Reuters  menunjukkan  bahwa  aktifitas  manufaktur/pabrik  di  Cina,  ekonomi  terbesar  kedua  dunia  saat  ini,  akan  mengalami  ekspansi tercepat selama 8 bulan untuk periode Desember.  
  


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Jumat lalu, menghapus apa yang telah dibuatnya dalam kenaikan minggu pertamanya sejak bulan November, karena para trader  menilai tekanan pasar sementara itu menunggu hasil dari saat terakhir pembicaraan bujet AS kedepannya dengan deadline akhir tahun.  

Palladium terlihat bergerak tajam dalam hariannya. Setelah mencapai level tertinggi barunya sejak awal bulan Maret, telah mendapatkan kembali  dua‐pertiga kenaikannya Kamis lalu karena aksi funds untuk ambil untung.  

Platinum melorot ke level terendah dalam empat bulannya.  

"It strikes me that the gold market really doesn't quite know where to go at this moment," kata Adrian Day pada Adrian Day Asset Management di  Annapolis, Maryland.  

"Light trading in the holidays obviously has a distorting effect on prices but if anything, the moves should be exaggerated, not muted like this."  


OIL & COMMODITIES
Upswing harga minyak </CLc1> dari level low $85.21 di pertengahan Desember ternyata dapat berlanjut meskipun tipis saja ke $91.47 (level  tertinggi sekitar 2  bulan)  di  akhir  pekan  kemarin,  namun  kemudian  tertekan  cukup  tajam  ke  areal 90.62  per  barel karena  peningkatan  besar  persediaan bahan bakar AS dan relatif minim penurunan persediaan minyak mentahnya. Hal tersebut meredam harapan investor terhadap upaya  AS untuk menghindar dari fiscal cliff berupa pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 milyar. 

Pelaku pasar mengatakan masih sulit melihat arah pergerakan harga minyak ke depannya di tengah volume perdagangan yang rendah di akhir  tahun bertepatan dengan ketidakpastian terhadap isu fiskal AS. 

Sementara kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan di Timur Tengah masih mendukung kenaikan harga minyak dan sempat mengemuka  di pekan kemarin setelah pasukan keamanan Uni Emirat Arab menangkap sejumlah orang yang merupakan warga UEA dan Arab Saudi, yang  dikatakan berencana melakukan serangan terror di UEA, Arab Saudi dan sejumlah negara lain di Timur Tengah. 

Dukungan kenaikan harga minyak lainnya datang dari ekpektasi persediaan minyak mentah AS yang cenderung turun karena para perusahaan  refinery masih menggunakan persediaan yang ada demi menekan pajak akhir tahun. 

EURO ZONE
Langkah yang diambil tahun ini oleh pengambil kebijakan untuk mengatasi krisis ekonomi dalam zona euro membawa kehati‐hatian mengenai optimisme mengenai  tahun 2013, European Central Bank ratesetter Ewald Nowotny mengatakannya Jumat lalu.  

Nowotny menyambut peluncuran sebuah dana penyelamatan permanen untuk memperjuangkan negara‐negara zona euro, suatu kerangka kerja untuk pengawasan  bank umum oleh ECB, dan kesepakatan berlanjutnya pasokan bantuan terhadap Yunani.      

Perancis memangkas pertumbuhan kuartal ketiganya menjadi 0.1 persen dari 0.2 persen sebelumnya, namun ragu‐ragu untuk kembali ke area positif yang memberikan  ketenangan karena perjuangan negara untuk menghidupkan kembali ekspor dan menjaga penurunan lapangan kerja. 

Ketika  10  negara‐negara  kaya  pertama  kali  meminta  ketentuan  hukum  yang  membuatnya  lebih  mudah  untuk  merestrukturisasi  obligasi  pemerintah  dalam  krisis,  mereka tidak pernah berpikir untuk utang mereka sendiri.  

Satu dekade lalu Group of 10 telah menempatkan seperti Argentina atau Meksiko dalam perhatian, dan namun mulai pekan depan obligasi pemerintah terbaru akan  mencakup ini "collective action clauses" (CACs).  


U.K.
Sterling rebound dari level terendah selama 8 bulan atas euro dipengaruhi oleh aksi profit‐taking euro dari sejumlah lembaga dana besar menjelang tutup tahun. Namun para  pelaku pasar masih pesimis bahwa rebound sterling akan berjalan langgeng di tengah kondisi ekonomi Inggris yang sedang terseok dan kemungkinan diambilnya langkah stimulus  lanjutan dari bank sentral Inggris di tahun 2013 mendatang. 

EURGBP pekan lalu melonjak ke level tertinggi 8 bulan di sekitar 0.8233 (level terendah sterling atas euro selama 8 bulan) akibat kekhawatiran ekonomi Inggris – sementara euro  memperoleh keuntungan dari redanya kekhawatiran krisis hutang Eropa dan demand euro akhir tahun. D akhir pekan, EURGBP terkonsolidasi kembali hingga 0.8163.  

Rilis buruk sejumlah data ekonomi Inggris di pekan lalu telah memicu tekanan pada sterling.  Data retail sales Inggris yang dirilis lebih buruk dari perkiraan, naiknya pinjaman  public (PSNB) dan penurunan tajam pada consumer confidence periode Desember kesemuanya telah menumbuhkan spekulasi bahwa ekonomi Inggris akan memburuk dalam  beberapa bulan ke depan. 

Lemahnya data ekonomi Inggris, oleh analis, dikatakan akan memicu arus safe‐haven kembali sterling relatif terhadap euro. Sementara di kalangan trader, memburuknya defisit  anggaran Inggris baru‐baru ini dikhawatirkan akan menyebabkan turunkan peringkat utangnya dari level top‐notch‐nya saat ini – yang melahirkan proyeksi bahwa sterling akan  melemah di awal tahun 2013 mendatang.  

Rebound sterling atas euro mendorong GBPUSD untuk bertahan di atas areal 1.6100an. Dari isu fiscal cliff AS, para analis juga melihat bahwa jika AS gagal menghindari diri dari  pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 milyar sebelum 1 Januari 2013, maka resesi lanjutan berpeluang besar terjadi sehingga akan membuka arus safe‐haven  lebih besar pada mata uang dolar AS yang lebih likuid dalam jangka pendek.  Royal Bank of Scotland memiliki prospek pesimis terhadap sterling pada tahun 2013 karena lemahnya  ekonomi dan tingginya defisit anggaran Inggris. Lembaga keuangan tersebut memproyeksikan target sterling 2013 ke level 1.5050 per dolar AS. 


JAPAN
Jepang mengawasi dengan ketat semua tanda‐tanda dari penguatan terbaru yen, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakannya Jumat lalu.   

"It is certain that the excessive yen gains that had been seen until recently have been correcting, but there is a full possibility that this might change, so we are closely watching,"  Aso juga melaporkan dia telah mengatakan pada conference call dengan Treasury Secretary AS Timothy Geithner.  

Lemahnya data manufaktur Jepang Jumat lalu memberikan Perdana Menteri baru Shinzo Abe lebih banyak amunisi untuk mendorong pembelanjaan yang besar dan mudahnya  menyelamatkan (uang belanja) perekonomian dari negara terbesar ketiga tersebut dari selama satu dekade deflasi dan resesi keempatnya sejak tahun 2000. 


AUSTRALIA
Australian dollar naik ke level tertingginya terhadap yen dalam 20 bulannya pada Jumat lalu karena pelemahan data ekonomi Jepang hanya memaksa spekulasi bank  sentral negara yang harus berani mengambil langkah‐langkah untuk menaikkan perekonomian yang tengah sakit.  

Masih bertumbuhnya yang berhubungan dengan mata uang Antipodean yang melebihi dollar AS dan euro karena para investor menjaga posisi sebelum akhir tahun.  

Australian dollar <AUDJPY=R> melonjak ke level 89.83 yen, level terkuatnya sejak April 2011, menunjukkan kenaikan 2.2 persen untuk mingguannya.   

Pasar  obligasi  Australia  telah  ditutup  menguat,  dengan  investor  ditarik  pada  fixed‐income  assets  karena  prospek  dari  resolusi  pada  fiscal  cliff  AS  yang  terlihat  memudar.  


SWISS
USDCHF  masih  bertahan  di  atas  areal  0.9100an  setelah  terkoreksi  ke  level  terlemahnya  selama  lebih  dari  7  bulan  di  0.9080  pada  20  Desember  2012.  Meskipun  USDCHF relatif diperdagangkan flat di antara 0.9100 dan 0.9200 karena menurut sejumlah dealer volume perdagangan juga kecil. 

Isu fiscal cliff – yang apabila AS gagal menghindari diri dari pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak senilai $600 milyar sebelum 1 Januari 2013 – dapat memicu  rebound USDCHF ke depannya. 

Penurunan USDCHF pada 20 Desember lalu dipengaruhi oleh langkah The Fed AS melanjutkan quantitative easing, sementara sempitnya kisaran perdagangan di areal  bottom‐nya  tersebut  tak  lepas  dari  pengaruh  pergerakan  EURCHF  yang  masih  bergerak  tipis  di  sekitar  1.2000  karena  kebijakan  SNB  (Bank  Sentral  Swiss)  untuk  menahan  tekanan  di  atas  level  tersebut  sejak  September  2011  lalu.  Seorang  mantan  ekonom  terkemuka  di  pemerintahan  Swiss  mengatakan  Sabtu  lalu  bahwa  kebijakan tersebut harus diakhiri dalam 2 atau 3 tahun mendatang. 

Kebijakan SNB mempertahankan EURCHF di atas zona 1.2000 dapat memberikan hambatan bagi USDCHF dalam tekanannya, atau bisa memberikan dorongan dalam  rebound‐nya.