title cover

title cover

Friday, February 1, 2013

Headline News 01.02.13


US & GLOBAL
Euro  menguat  pada  hari  Kamis  untuk  ketiga  kalinya  secara  berturut‐turut  terhadap  dolar  dan  mencatat  performa  bulanan  terbaiknya  selama lebih dari setahun terakhir, sementara bursa saham AS turun menyusul investor menunggu rilis data ketenagakerjaan AS pada hari  Jumat ini. Data ekonomi AS memberikan gambaran beragam. Data untuk barometer aktifitas bisnis di wilayah U.S. Midwest naik di bulan  Januari ke level terkuatnya sejak April, namun data sebelumnya menunjukkan adanya kenaikan pada jobless claims di pekan lalu. 

Turunnya data penjualan ritel Jerman awalnya sempat menekan euro, namun tren bullish euro kembali berlanjut selama perdagangan  New  York.  Mata  uang  tunggal  Eropa  mencatat  performa  bulan  terbaiknya  selama  15  bulan  terakhir  terhadap  dolar,  sebuah  indikasi  meningkatnya  pemulihan  ekonomi  di  zona  euro  dan  sektor  perbankan  membantu  penguatan  euro.  Euro  menembus  level  puncak  di  $1.3593  pada  hari  Kamis  sebelum  memangkas  keuntungannya.  Janji  The  Fed  untuk  men‐support  ekonomi  terus  menekan  dolar.  Euro  terakhir tercatat di $1.3570, atau naik 2.9% bulan ini terhadap dolar, kinerja bulan terbaiknya sejak Oktober 2011. Sementara itu, dolar  mencatat level tertinggi 2‐1/2 tahun yang baru terhadap yen. 

Kenaikan belakangan ini pada aset beresiko seperti ekuitas, komoditas dan obligasi telah mereda setelah mencatat kenaikan tajamnya  dalam 6 bulan terakhir. Pertumbuhan di negara berkembang seperti China telah meningkat dan kekhawatiran akan runtuhnya euro telah  ditenangkan oleh Bank Sentral Eropa. 

Data  hari  Rabu  lalu  menunjukkan  PDB  AS  turun  0.1%,  kontras  dengan  ekspektasi  terjadi  kenaikan,  meskipun  Federal  Reserve  mengindikasikan  kontraksi  tersebut  cenderung  singkat  dan  mengulangi  janjinya  untuk  terus  mendukung  perekonomian.  Namun  fokus  investor  saat  ini  tertuju  pada  data  non‐farm  payrolls  yang  akan  dirilis  nanti  malam  yang  diprediksi  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak 160.000 di bulan Januari setelah mencatat kenaikan 155.000 di bulan Desember sebelumnya. 

Dow Jones industrial average <.DJI> turun 49.84 poin atau 0.36% di 13,860.58. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 3.85 poin atau  0.26% di 1,498.11. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> turun 0.18 poin aatau 0.01% di 3,142.13.   

Indeks S&P 500 naik 5.1% di bulan Januari, mencatat bulan terbaiknya sejak Oktober 2011 dan sebagai Januari terbaiknya sejak 1997. 

Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0.6% dengan MSCI world index <.MIWD00000PUS> turun 0.2%. Laporan perolehan  laba yang mengecewakan dari AstraZeneca dan Royal Dutch Shell jugab turut memberi sentimen negatif di pasar.  Turunnya penjualan  ritel Jerman, kondisi stagnan pada belanja konsumen Perancis, dan kerugian kuartalan yang besar pada Deutsche Bank telah meredupkan  harapan akan bangkitnya bursa saham Eropa, yang telah mencatat penurunan harian terbesarnya tahun ini di hari Rabu lalu. Indeks saham  tersebut masih tercatat naik 3.7% di bulan Januari. 

Harga emas dilaporkan turun ke $1,660.40 per ons setelah menembus level tertinggi 1 pekan pada hari Rabu. 

Sementara untuk obligasi berjangka Jerman (Bund futures) memangkas keuntungannya pada hari Kamis. Bund futures <FGBLc1> terakhir  tercatat naik 40 poin di 141.83, setelah mencatat intraday high di 142.17. Sedangkan Treasury AS bergerak fluktuatif sehari setelah The  Fed  mengatakan  akan  melanjutkan  program  pembelian  obligasi  seiring  dengan  pemulihan  ekonomi  yang  sementara  ini  terhambat.Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield di 1.9831%. 

Harga minyak berjangka Brent naik ke level tertinggi 3 bulan, melebarkan preminya atas minyak mentah AS, disebabkan kekhawatiran  terhadap  naiknya  stok  minyak  mentah  di  wilayah  U.S.  Midwest.  Spread  Brent  terhadap  minyak  mentah  AS  melonjak  ke  $18  per  barel  untuk pertama kalinya sejak awal Januari. Pelaku pasar mengutip kekhawatiran mengenai stok minyak di Cushing, Oklahoma yang telah  mendorong ke rekor tertinggi. Brent naik 65 sen di $115.55 per barel, level penutupan tertingginya sejak medio Oktober, menembus level  intraday high di $115.76. Selama bulan Januari, Brent telah naik $4.44 atau 0.4%. Spread antara Brent dan minyak mentah AS sebesar  $18.06 menyusul harga minyak mentah AS turun 45 sen ke $97.49 per barel, setelah menembus level tertinggi selama lebih dari 4 bulan.  Selama bulan Januari, minyak mentah telah naik $5.67, atau 6.17%.   


GOLD & COMMODITIES
Emas tertekan hampir 1% Kamis kemarin akibat technical selling pasca kenaikan hari Rabu sebelumnya. Selain itu tekanan jual tersebut  juga  terjadi  seiring  dengan  semakin  dekatnya  rilis  data  tenaga  kerja  AS  Jumat  malam  nanti,  yang  dapat  menjadi  indikasi  lebih  lanjut  mengenai sikap the Fed ke depan terhadap kebijakan moneternya – apakah akan membatasi QE atau terus melanjutkannya..?   

Rabu sebelumnya, emas rally hingga ke level tertingginya selama 2 pekan di atas $1680 per ons setelah data pertumbuhan ekonomi AS  kuartal ke‐4 mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak masa resesi 2007‐2009 lalu.  Bahkan emas juga masih mempertahankan  kenaikannya setelah sidang moneter the Fed Kamis dini hari (WIB) memutuskan mempertahankan program pembelian obligasi senilai $85  milyar/bulan.  Namun  di  hari  Kamis  tekanan  jual  berkembang  di  sesi  NY  semalam  sehingga  menekannya  kembali  ke  areal  1657.54.  Menurut sejumlah kalangan tekanan jual ini juga dipicu oleh rilis optimis data personal income dan Chicago PMI AS, yang membuat pelaku  pasar menjauh kembali dari aset safe‐haven emas. 

Emas masih potensial mengalami kenaikan namun masih perlu diamati apakah mampu menembus ke atas level psikologis $1700, yang  belakangan ini gagal dicoba saat terjadi kenaikan. 

Di pasar fisik, pembelian emas juga merosot pekan ini karena stockpiling di Cina dan pasar Asia lainnya seiring dengan mendekatnya hari  raya Imlek, serta para buyer di India masih sideline (enggan melakukan transaksi), karena inventory mereka yang masih besar. Ini menjadi  salah satu faktor yang menghambat kenaikan emas dalam jangka pendek – kecuali terjadi pembalikan sentimen dari saat ini.   


OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka Brent naik ke level tertinggi 3 bulan, melebarkan preminya atas minyak mentah AS, disebabkan kekhawatiran terhadap  naiknya stok minyak mentah di wilayah U.S. Midwest. Spread Brent terhadap minyak mentah AS melonjak ke $18 per barel untuk pertama kalinya  sejak awal Januari. Pelaku pasar mengutip kekhawatiran mengenai stok minyak di Cushing, Oklahoma yang telah mendorong ke rekor tertinggi.  

Brent naik 65 sen di $115.55 per barel, level penutupan tertingginya sejak medio Oktober, menembus level intraday high di $115.76. Selama bulan  Januari, Brent telah naik $4.44 atau 0.4%. Spread antara Brent dan minyak mentah AS sebesar $18.06 menyusul harga minyak mentah AS turun 45  sen ke $97.49 per barel, setelah menembus level tertinggi selama lebih dari 4 bulan. Selama bulan Januari, minyak mentah telah naik $5.67, atau  6.17%.   

Investor  akan  mencermati  perkambangan  data  ekonomi  di  sejumlah  negara  konsumen  minyak  untuk  melihat  prospek  permintaan  minyak  kedepannya. 

Kekhawatiran terhadap masalah pasokan minyak akibat ketegangan di Timur Tengah terus memicu naiknya harga Brent, barometer utama untuk  harga  minyak  global.  Suriah  memperingatkan  pada  hari  Kamis  kemungkinan  akan  memberikan  respon  "kejutan"  atas  serangan  Israel  di  wilayahnya, dan Rusia mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional yang tak beralasan. 

Ketegangan atas rencana pengayaan uranium Iran terus meningkat setelah rencana untuk meng‐upgrade peralatan penyulingan disampaikan ke  badan nuklir PBB. Langkah tersebut bisa memungkinkan Iran untuk memperkaya uranium lebih cepat daripada  yang dilakukannya saat ini dan  meningkatkan kekhawatiran di negara‐negara Barat dan Israel mengenai tujuan program nuklir Teheran, yang mereka khawatirkan memiliki tujuan  militer. Iran mengatakan program nuklirnya bertujuan damai. 


EURO ZONE
Kamis kemarin pasar dihadapkan oleh rilis pesimis data retail sales Jerman yang sempat menghambat kenaikan euro, namun hanya bersifat sementara dan dapat dianggap koreksi wajar dari kenaikannya yang  begitu tajam sebelumnya. 

Selama ECB tidak mengungkapkan keberatannya terhadap penguatan euro, maka sulit untuk melihat tren euro saat ini untuk berubah. 
Data  retail  sales Desember  Jerman mengalami penurunan terbesarnya selama  3 tahun,  namun  pesimisme  data  tersebut  kemudian  mampu diredam  oleh optimisme  rilis  data  tenaga  kerja Jerman  periode  Januari. 

Penguatan mata uang tunggal euro secara global terjadi belakangan ini menyusul redanya kekhawatiran terhadap kerisis hutang Eropa yang mendorong investor kembali menanamkan dananya setelah tahun  lalu menariknya karena kekhawatiran resiko pecahnya Uni Eropa. 

Richard Falkenhall, analis mata uang dari SEB Stockholm, mengatakan: "The euro could rise a few more percent from here. People are not buying euros on growth prospects, the (recent) rise is more because of  investors increasing the weighting of euros in their portfolios which they had cut last year."   

Falkenhall juga memproyeksikan EURUSD akan naik ke 1.3800 di semester pertama 2013 ini namun menurutnya selama masih ada masalah di wilayah pinggiran Eropa maka sulit bagi pasangan mata uang  tersebut untuk mencapai level 1.4000. 

Di pertengahan sesi AS semalam, EURUSD mencoba mendekati areal 1.3600, dengan intraday high di 1.3593. Sementara EURJPY melanjutkan kenaikannya ke areal 124.14, level tertinggi terbarunya sejak  pertengahan Mei 2010. 


U.K.
Sterling rebound dari level terendah multi bulanannya belakangan ini terhadap dolar dan euro pada hari Kamis, namun masih diprediksi akan kembali melanjutkan koreksinya  seiring meningkatnya kekhawatiran pada ekonomi Inggris. 

Data harga rumah Inggris yang dirilis naik melampaui perkiraan di bulan Januari awalnya sempat mendorong aksi beli sterling di awal sesi London, namun penguatannya masih  dibatasi oleh kekhawatiran yang lebih luas mengenai prospek ekonomi Inggris. 

Sterling tercatat naik 0.3% terhadap dolar di sekitar $1.5860, setelah menembus level tertinggi 1 pekan di $1.5875, setelah investor melakukan aksi ambil untung pasca koreksi  sterling belakangan ini. 

Sedangkan  fokus  pekan  ini  tertuju  pada  data  PMI  manufaktur  Inggris  untuk  periode  Januari  yang  akan  dirilis  pada  hari  Jumat.  Data  ini  akan  memberikan  indikasi  mengenai  performa  ekonomi  Inggris  di  awal  tahun  2013  ini.  Jika  data  dirilis  buruk  maka  berpotensi  menekan  sterling.  Juga  yang  berpotensi  menekan  sterling  berikutnya  adalah  kemungkinan downgrade peringkat kredit triple‐A Inggris menyusul target utang Inggris belum kunjung tercapai. 


JAPAN
Janji  the  Fed,  seperti  telah  diperkirakan,  untuk  melanjutkan  dukungan  terhadap  kebijakan  moneter  yang  ultra‐longgar,  serta  kontraksi  GDP  Q4  AS  telah  menyebabkan  tertahannya kenaikan dollar AS terhadap yen Kamis kemarin. 

Sementara komentar dari wakil gubernur BoJ, Hirohide Yamaguchi, yang kembali memperkuat prospek langkah pelonggaran moneter agresif untuk mencapai target inflasi 2%, di  sisi lain membatasi koreksi dollar/yen, sehingga pasangan mata uang tersebut bergerak dalam kisaran yang relative sempit kemarin. 

USDJPY telah mencapai kenaikan ke level tertingginya selama 2,5 tahun di 91.40 pada Rabu lalu, dan pada hari Kamis kenaikan pasangan mata uang tersebut tertahan di areal  91.36, setelah terkoreksi ke areal 90.76 sebelumnya. 


AUSTRALIA
Aussie  dollar  ke  level  terlemahnya  selama  13  bulan  terhadap  euro  di  1.3069  Kamis  kemarin  dipicu  oleh  penguatan  euro  secara  global  menyusul  indikasi  stabilitas  system  keuangan  dan  ekonomi zona euro.  

Penguatan euro kembali berkembang setelah rilis positif data tenaga kerja Jerman – yang meredam rilis pesimis data retail sales sebelumnya pada Kamis kemarin. Dukungan buat euro juga  diperoleh dari hasil sidang moneter The Fed AS Rabu lalu yang belum akan mengakhiri program stimulusnya untuk menunjang pemulihan ekonomi AS – yang merupakan sentimen negatif  untuk dolar AS. 

Fokus para pelaku pasar Aussie dollar kali ini akan tertuju pada rilis data PPI, PMI dan house price Australia, meskipun fokus terbesar akan tertuju pada data manufaktur Cina dan tenaga kerja  AS pada Jumat ini. Rilis optimis di atas perkiraan akan mendukung meningkatnya demand Aussie dollar, karena higher‐yield‐nya.    

Aussie dollar tercatat telah bergerak mendekati level terkuatnya sejak Agustus 2008 terhadap yen, di sekitar 95.40. Sementara AUDUSD bergerak datar setelah mencoba menembus ke bawah  1.0400 Kamis kemarin – yakni di level terendah 1 bulan di 1.0382. 

Dari  basis  technical  perlu  diwaspadai  support  1.0342,  yang  apabila  efektif  masih  akan  mendukung  upaya  kenaikan  kembali  ke  atas  1.0500.  Sebaliknya,  jika  1.0342  tembus  maka  potensial  penurunan lebih besar bisa saja terjadi.


SWISS
Franc Swiss menguat terhadap euro dan mencetak level tertinggi yang baru untuk tahun ini terhadap dolar setelah The Fed mempertahankan rencana stimulus pembelian obligasi  pada sidangnya yang berakhir Kamis dini hari kemarin. Franc secara umum bertalian erat dengan pergerakan euro sejak bank sentral Swiss (SNB) mematok nilai tukar minimum  EUR/CHF di 1.20 per euro pada bulan September 2011. Namun franc melemah ke level terendah 22 bulan di pekan lalu seiring meningkatnya optimisme pada perekonomian  Eropa.  Euro  menguat  mendekati  level  tertinggi  14  bulan  terhadap  dolar  Kamis  kemarin,  didukung  oleh  ekspektasi  bahwa  bank  sentral  AS  akan  mempertahankan  langkah  pelonggaran moneter agresifnya. 

Rilis data yang menunjukkan meningkatnya sentimen di zona euro untuk 3 bulan berturut‐turut juga menggugurkan ekspektasi terjadinya pemangkasan suku bunga oleh ECB di  pekan depan, dan hal ini memberikan dukungan lebih lanjut bagi penguatan euro. 

Investor akan mencermati data PMI Swiss hari Jumat ini untuk melihat apakah optimisme atas perekonomian zona euro akan mendukung sektor ekspor Swiss. Data diprediksi  naik ke 50.5 di bulan Januari dari 49.5 di bulan sebelumnya.  Franc menguat 0.1% terhadap dolar di sekitar 0.9097 franc dibanidngkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan  terhadap euro, franc Swiss bergerak stabil di sekitar 1.2355 franc. 

Thursday, January 31, 2013

Headline News 31.01.13


US & GLOBAL
Euro menguat ke level tertinggi 14 bulan dan emas rally pada hari Rabu setelah The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan rencana  stimulus  pembelian  obligasi  senilai  $85  milyar.  Bursa  saham  AS  terkoreksi  kembali  usai  keputusan  The  Fed  tersebut  namun  investor  melihat penurunan ini sebagai reaksi (aksi profit‐taking) atas penguatan saham dalam beberapa bulan terakhir. Standard & Poor's 500  Index berpotensi mencatat kinerja bulanan terbaiknya sejak Oktober 2011 dan kinerja bulan Januari terbaiknya sejak 1997. 

The  Fed  mengatakan  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  masih  tersendat,  namun  pelambatan  ini  nampaknya  ahanya  bersifat  sementara,  seiring  kondisi  pasar  tenaga  kerja  yang  terus  mengalami  peningkatan.  The  Fed  juga  kembali  menjanjikan  untuk  terus  melakukan  pembelian aset sekuritas hingga sektor tenaga kerja meningkat secara substansial. 

Adapun laporan sebelumnya menunjukkan ekonomi AS mengalami kontraksi di kuartal keempat yang mendorong ekspektasi bahwa The  Fed  akan  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar.  Data  PDB  menunjukkan  ekonomi  AS  di  kuartal  keempat  diluar  dugaan  mengalami  kontraksi pertamanya sejak resesi 2007‐09. Produk domestik bruto turun 0.1% dalam basis tahunan setelah tumbuh 3.1% di kuartal ketiga  sebelumnya. 

Euro terakhir tercatat di $1.3563, setelah naik di atas $1.35 untuk pertama kalinya sejak Desember. Harga emas juga naik $12.01 atau  0.72% ke $1675.40. 

Kebijakan moneter longgar yang diadopsi The Fed telah menambah minat investor pada euro ketimbang dolar. Dalam beberapa tahun  terakhir investor telah membeli dolar sebagai mata uang yang dipandang lebih aman resiko ditengah kondisi ekonomi global yang suram,  namun pada sesi Rabu kemarin, paling tidak investor melihat euro lebih menarik. 

Emas menguat usai rilis data PDB‐Q4 AS, seiring melemahnya dolar, karena investor pemegang mata uang non dolar lebih tertarik untuk  membeli emas karena harganya yang relatif lebih murah. 

Data  PDB  AS  tersebut  juga  telah  mengimbangi  kenaikan  3  kali  berturutan  untuk  kepercayaan  ekonomi  Eropa,  sebuah  kenaikan  dalam  pembayaran kembali pinjaman krisis ECB dan penjualan yang solid untuk obligasi Italia tenor 5 tahun dan 10 tahun, yang menyediakan  optimisme  baru  mengenai  pemulihan  ekonomi  kawasan  akahir‐akhir  ini.  Treasury  AS  tenor  10  tahun  bergerak  stabil,  dengan  yield  di  1.9992%. sedangkan Bund futures jatuh ke level intraday low dengan investor memandang bahwa kontraksi pada ekonomi AS tidak akan  berdampak signifikan pada perubahan kebijakan The Fed. Bund futures <FGBLc1> turun ke level intraday low 141.36, turun 46 poin. 

Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 44.00 poin atau 0.32% di 13,910.42. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 5.88  poin atau 0.39% di 1,501.96. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 11.35 poin atau 0.36% di 3,142.31.   

Bursa  saham  Eropa  mengalami  koreksi  harian  terbesarnya  bulan  ini,  dengan  indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  turun  0.6%,  meskipun  terjadi kenaikan pada bursa Asia sebelumnya yang membuat indeks ekuitas global MSCI mendekati level tertinggi sejak Mei 2011. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Cina yang menjanjikan di tahun 2013 telah menambah ekspektasi untuk meningkatnya permintaan pada  bahan bakar komoditi industri, sehingga menopang naiknya harga minyak. Brent crude oil mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan  setelah menembus $115 per barel. Harga terakhir tercatat di $115.06. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 44 sen atau 0.45% ke  $98.01 per barel.  



GOLD & COMMODITIES
Emas  rally  ke  level  intraday  high  $1683.39  per  ons  pada  hari  Rabu  kemarin,  menegaskan  kembali  perannya  sebagai  aset  safe‐haven  setelah data pertumbuhan ekonomi AS dirilis di bawah perkiraan dan meredam minat terhadap aset beresiko. 

ekonomi AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal keempat, penurunan pertamanya sejak resesi 2007‐2009 akibat sektor  bisnis yang tertahan karena sedang restocking serta turunnya spending pemerintah. 

Sikap the Fed yang masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ultra‐longgar sampai tingkat penganggurannya merosot hingga  6,5% merupakan dukungan untuk kenaikan emas ke depannya. 

Namun prospek kenaikan emas, dari sejumlah kalangan, masih akan menemukan hambatan di areal $1700, mengingat kelanjutan QE the  Fed sudah diantisipasi sehingga tidak akan cukup tenaga untuk memicu kenaikan emas secara tajam. 

Robin Bahr, analis dari Societe Generale, mengatakan: “Theoritically, monetary easing would be very bullish for gold but the Fed’s money is  not leaving the balance sheet and it’s not going out into the real wider world, creating inflationary pressures.”.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak Brent menembus level tertinggi  3 bulan pada hari Rabu setelah rilis data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan di luar  Eropa mendorong optimisme mengenai prospek ekonomi global sebelum akhirnya minyak memangkas keuntungannya setelah rilis data  PDB‐Q4 AS yang memburuk diluar dugaan. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Cina yang menjanjikan di tahun 2013 telah menambah ekspektasi untuk meningkatnya permintaan pada  bahan bakar komoditi industri, sehingga menopang naiknya harga minyak. Brent crude oil mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan  setelah menembus $115 per barel. Harga terakhir tercatat di $115.06. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 44 sen atau 0.45% ke  $98.01 per barel. 

Stok minyak mentah AS melonjak 5.95 juta barel di pekan per 25 Januari, demikian data pemerintah AS menunjukkan. Kenaikan tersebut  melampaui ekspektasi pasar untuk kenaikan 2.6 juta barel. 

Aktifitas pabrikan di Cina diprediksi mengalami ekspansi terpesatnya dalam 9 bulan di periode Januari, menambah indikasi meningkatnya  momentum menyusul menguatnya permintaan dalam negeri. 

Resiko  terhadap  terkendalanya  suplai  minyak  Timur  Tengah  juga  turut  mendorong  naiknya  harga  minyak.    Pasukan  Israel  menyerang  konvoi yang diduga menyertakan sebuah truk yang membawa senjata di perbatasan Suriah‐Lebanon pada hari Rabu, demikian sebuah  sumber mengatakan kepada Reuters. 

EURO ZONE
Mata uang euro melonjak ke level tertingginya selama 14 bulan terhadap dolar dan ke level tertinggi 33 bulan terhadap yen Rabu kemarin karena membaiknya prospek di Eropa, potensial  mendorong investor untuk memicu berlanjutnya kenaikan euro dalam jangka pendek ini. 

Data sentimen ekonomi Eropa periode Januari yang dirilis kemarin menunjukkan peningkatan dalam 3 bulan beruntun, sementara komentar dari anggota dewan kebijakan ECB, Ewald Nowotny,  mengenai pemulihan yang mulai memberi dampak pada sektor riil, membuat analis memproyeksikan bahwa tren kenaikan euro masih akan bertahan. 

Rilis optimis data ekonomi Jerman belakangan ini menunjukkan bahwa negara terbesar di zona euro tersebut kemungkinan sudah berada dalam jalur pemulihan yang stabil, sementara indikasi  bangkitnya sektor perbankan Eropa, setelah melakukan pembayaran pertama pinjaman dari bank sentral, telah mendorong optimisme bahwa bagian terburuk dari krisis sudah lewat. 

Sementara kontraksi data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal ke‐4 semalam memperkuat sikap the Fed terhadap kebijakan moneter yang ultra‐longgar – turut men‐support penguatan euro  terhadap dolar AS. 

Tren penguatan euro juga bersifat global, terlihat dari kenaikannya terhadap mata uang lainnya, terutama terhadap yen. Para investor, utamanya dari Jepang, yang memiliki minat yang besar  untuk mengucurkan dana mereka ke dalam aset‐aset Eropa, mendukung kenaikan euro. Analis mengatakan bahwa kenaikan euro juga terjadi karena bank‐bank sentral dunia, termasuk BoJ dan  The Fed, terus memompa stimulus, sementara ECB masih belum bereaksi melihat kenaikan euro. 

"The ECB is doing nothing to talk down the currency and everything necessary to send it higher," analis dari Societe Generale memberikan catatannya. 

EURUSD  ke  level  tertinggi  14  bulan  di  1.3579,  menembus  option  barrier  di  1.3500,  karena  terus  meningkatnya  permintaan  dari  pengelola  dana.  Euro  juga  naik  ke  level  tertinggi  33  bulan  terhadap yen, di 123.85, menembus option barrier 123.00 didorong oleh terus berkembangnya ekspektasi bahwa BoJ akan melanjutkan stimulus moneternya.  

"Right now the euro is certainly going to make some gains against most of the G10 currencies on reasonably positive to stable economic data and a central bank that seems to continue to back  the move in the euro without complaining about it," demikian dikatakan Peter Frank, analis forex FX dari BBVA. 


U.K.
Sterling  menembus  level  terendah  lebih  dari  setahun  terhadap  euro  pada  perdagangan  hari  Rabu,  merefleksikan  meningkatnya  kekhawatiran  terhadap  perekonomian Inggris pada saat ini ketika prospek ekonomi zona euro terlihat mulai cerah. 

Sterling juga terkoreksi ke level terendah 11 bulan terhadap sejumlah rivalnya, dan nampaknya akan terus mengalami tekanan akibat spekulasi bahwa BoE  kemungkinan akan melanjutkan kebijakan moneter longgar untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan kedepan. 

Euro  mencatata  intraday high di  0.8606 pound,  level  tertingginya sejak 7  Desember 2011, dan  terakhir tercatat bergerak di sekitar 0.8582 pound, atau  menguat 0.3% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

Sterling  telah  tertekan  sejak  rilis  data  pekan  lalu  yang  menunjukkan  ekonomi  Inggris  terkontraksi  melebihi  perkiraan  di  kuartal  keempat,  dimana  telah  meningkatkan  kekhawatiran  kemungkinan  Inggris  kehilangan  peringkat  kredit  teratasnya  dan  juga  prospek  untuk  ditingkatkannya  kebijakan  moneter  longgar. 

Terhadap dolar, sterling menguat 0.3% ke sekitar $1.5803 dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Sterling masih bertahan di atas $1.5674 level  intraday low hari Senin lalu, yang merupakan level terendahnya sejak akhir Agustus, berkat menguatnya euro atas dolar. 

Sedangkan fokus pekan ini tertuju pada data PMI manufaktur Inggris untuk periode Januari yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini akan memberikan  indikasi  mengenai  performa  ekonomi Inggris  di  awal  tahun  2013  ini.  Juga  yang  berpotensi  menekan  sterling  adalah  kemungkinan  downgrade  peringkat  kredit triple‐A Inggris menyusul target utang Inggris belum kunjung tercapai. 


JAPAN
Dolar  AS  menguat  ke  level  tertinggi  terbaru  selama  2,5  tahun  atas  yen  pada  Rabu  kemarin,  didorong  oleh  melebarnya  spread  antara  yield  obligasi  pemerintah AS (T‐Bond) dan Jepang (JGB) di tengah ekspektasi pelonggaran moneter yang lebih agresif oleh BoJ dalam beberapa bulan ke depan. 

Dolar menguat ke level 91.40 yen, sementara euro juga melanjutkan penguatannya atas yen ke 123.85, melampaui level 123.33, level tertinggi pada April  2011. 

Namun  kemudian  dolar  AS  terkoreksi  dari  penguatannya  terhadap  yen,  setelah  data  pertumbuhan  ekonomi  AS  di  kuartal  ke‐4  menunjukkan  kontraksi  pertamanya sejak masa resesi 2007‐2009. 


AUSTRALIA
Aussie  dollar  terus  naik  terhadap  yen  hingga  ke  level  95.45,  sebuah  level  tertingginya  sejak  Agustus  2008.  Jika  mampu  terus  bertahan  di  atas  level  retracement  utamanya  di  95.40,  maka  AUDJPY  dapat  membuka  peluang  bagi  berlanjutnya  kenaikan  menuju  98.40,  bahkan  hingga  104.50,  demikian  diproyeksikan oleh sejumlah analis pasar. 

Sejak  November,  AUDJPY  telah  mencatat  kenaikan  lebih  dari  17  persen  karena  keyakinan  bahwa  perubahan  kebijakan  moneter  drastis  di  Jepang  dari  pemerintahan barunya akan memicu pelemahan yen lebih jauh. 

Sementara Aussie dollar kembali mencoba areal 1.0400 setelah rebound tertahan di 1.0476 kemarin, menyusul data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal  ke‐4 menunjukkan kontraksi. 


SWISS
Dolar terkoreksi ke level terendah hampir sebulan terakhir terhadap franc Swiss setelah data menunjukkan ekonomi AS di kuartal keempat tahun lalu diluar  dugaan  mengalami  kontraksi,  mencatat  penurunan  pertamanya  sejak  resesi  2007‐09  setelah  perusahaan  meningkatkan  kembali  stok  produknya  dan  belanja pemerintah merosot. 

Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat turun 0.1% dalam basis tahunan setelah tumbuh 3.1% di kuartal ketiga sebelumnya, demikian dilaporkan  Departemen Perdagangan AS. Ini merupakan kinerja terburuknya sejak kuartal kedua 2009, ketika resesi berakhir, dan menunjukkan ekonomi AS memasuki  tahun baru tanpa momentum. 

Dolar mencatat intraday low di 0.9091 franc, level terendahnya sejak 2 Januari 2013. 

Sementara  itu,  momentum  ekonomi  Swiss  melemah  lebih  rendah  dari  ekspektasi  pasar  di  bulan  Januari,  turun  ke  level  terendahnya  dalam  8  bulan  menyusul masih rapuhnya perekonomian zona euro terus melemahkan kepercayaan. KOF indicator, sebuah barometer untuk melihat performa ekonomi  dalam  6  bulan  kedepan,  menunjukkan  turun  untuk  ke‐4  kalinya  berturut‐turut  ke  1.05  poin  di  bulan  Januari  dari  level  revisinya  1.29  poin  di  bulan  Desember, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi turun ke 1.16. 

Wednesday, January 30, 2013

Headline News 30.01.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  menguat  dan  dolar  jatuh  ke  level  terendah  14  bulan  terhadap  euro  pada  perdagangan  hari  Selasa  menyusul meningkatnya minat pada aset beresiko seiring dimulainya sidang reguler The Fed yang akan berlangsung selama  2  hari  yang  diprediksi  akan  mempertahankan  kebijakan  moneter  longgar.  Laporan  mengenai  naiknya  harga  rumah  di  AS  (single‐family home prices) di bulan November turut mendorong naiknya saham dalam beberapa pekan terakhir. 

Pasar awalnya sempat tertekan setelah rilis data consumer confidence AS yang turun di bulan Januari ke level terendahnya  selama  lebih  dari  setahun  terakhir.  Namun  data  tersebut  tetap  mempertahankan  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar untuk sementara waktu ini. 

Euro  melanjutkan  penguatannya  atas  dolar,  menembus  di  atas  level  resistance  ke  level  tertinggi  14  bulan.  Euro  terakhir  bergerak di sekitar $1.3491. 

Dow Jones industrial average <.DJI> naik 72.49 poin atau 0.52% di 13,954.42. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 7.66  poin atau 0.51% di 1,507.84. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 0.64 poin atau 0.02% di 3,153.66.   

Penguatan  saham  belakangan  ini  umumnya  dipicu  oleh  laporan  laba  yang  memuaskan,  dan  tren  penguatan  ini  berlanjut  pada perdagangan Selasa kemarin menyusul laporan positif dari Valero <VLO.N> dan Pfizer Inc <PFE.N>.  

Bursa saham Eropa mencatat level tertinggi 2 tahun, didukung oleh  menguatnya saham sektor  pertambangan, menyusul  optimisme  mengenai  pemulihan  ekonomi  yang  berkelanjutan  setelah  rilis  positif  data  harga  rumah  AS  dan  komentar  mengenai  pertumbuhan  ekonomi  di  negara  konsumen  logam,  Cina.  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  naik  0.4%.  indeks  tercatat telah naik 24% dari level terendah Juni. 

Bursa  Asia  terapresiasi  dipicu  oleh  penguatan  yang  signifikan  pada  bursa  saham  Australia,  dan  membantu  mengangkat  indeks ekuitas global MSCI 0.6% ke level tertinggi 20 bulan. 

Harga  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  9/32  dengan  yield  di  1.9955%.  Harga  obligasi  awalnya  sempat  menggerus  kerugiannya dan berbalik menguat setelah data consumer confidence AS dirilis mengecewakan. 

Pasar saat ini menantikan hasil sidang The Fed yang akan berakhir hari Rabu atau Kamis dini hari. Meskipun hasil sidang  diprediksi  tidak  akan  membuat  perubahan  kebijakan,  namun  pasar  akan  mencermati  pergantian  posisi  anggota  dewan  kehormatan The Fed untuk melihat berbagai kemungkinan adanya perubahan kebijakan di tahun 2013 ini. 

Emas  mengakhir  pelemahannya  selama  4  hari  terakhir  dan  berhasil  ditutup  menguat  0.5%  di  sekitar  $1,662.60  per  ons,  namun  jika  terindikasi  The  Fed  tengah  mempertimbangkan  untuk  mengakhiri  kebijakan  moneter  longgar,  maka  akan  memicu pelemahan harga emas. 

Harga minyak mentah Brent dan minyak mentah AS naik setelah rilis data peruamahan AS. Brent crude <LCOc1> naik 72 ke  $114.20 per barel dan U.S. crude <CLc1> naik $1.01 ke $97.45 per barel.   



GOLD & COMMODITIES
Emas  menguat  Selasa  lalu,  membalikkan  rangkaian  penurunan  empat  harinya,  didorong  oleh  aksi  beli  dan  berlanjutnya  pelonggaran kebijakan moneter AS. 

Platinum  dan  palladium  juga  rebound  setelah  penurunannya  karena  kekhawatiran  pasokan  dan  harapan  untuk  recovery  permintaan memicu penguatannya. 

"What's going to come out of the Fed is more of the same, so we can just anticipate that (quantitative easing) is here at least  for a little while longer," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth, yang mengelola lebih dari $1 milyar  dalam client assets.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah AS naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Selasa, menembus kenaikan pada harga Brent, setelah  rilsi  optimis  pasar  perumahan  AS  menambah  kepercayaan  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  dan  permintaan  minyak  akan  mengalami kenaikan. 

Pasar  keuangan  mengalami  rally  setelah  rilis  data  indeks  komposit  S&P/Case  Shiller  pada  20  wilayah  metropolitan  menunjukkan  single‐family  home prices  naik  di  bulan  November  untuk  ke‐10  kalinya  secara  berturut‐turut  dan  mencatat  kenaikan basis tahunan terbesarnya sejak Agustus 2006. 

Pelaku pasar minyak terus memonitor perkembangan data ekonomi untuk melihat indikasi peningkatan pada permintaan  minyak. 

Pasar akan menantikan hasil sidang The Fed disamping juga data rilis awal untuk PDB‐Q4 AS pada hari Rabu ini. 

Brent crude <LCOc1> naik 72 sen ke $114.20 per barel dan U.S. crude <CLc1> naik $1.01 ke $97.45 per barel. 

Sementara itu, laporan American Petroleum Institute (API)  menunjukkan stok minyak mentah AS naik 4.2 juta barel di pekan  lalu, melampaui ekspektasi pasar untuk kenaikan 2.6 juta barel berdasarkan jajak pendapat Reuters sebelum rilis data API  dan  Energy  Information  Administration  (EIA).  Sedangkan  stok  bensin  diprediksi  turun  100.000  barel  dan  stok  distillate  diprediksi turun 1.1 juta barel. EIA akan merilis data stok minyak mingguannya pada malam nanti sekitar pukul 22.30 wib. 


EURO ZONE
Consumer morale Jerman naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan menuju bulan Februari karena ketenangan dalam badai zona euro  yang mendorong optimisme, market research group GfK mengatakannya Selasa lalu.  

Indikator sentimen konsumen yang melihat kedepan, berdasarkan survei sekitar 2.000 orang Jerman, naik hingga 5.8 pada bulan Februari  dari revisi kenaikan 5.7 pada bulan Januari, didorong tingginya ekspektasi pendapatan dan besarnya keinginan untuk melakukan pembelian. 

Consumer  confidence  Perancis  bertahan  pada  bulan  Januari  karena  kekhawatiran  dari  kehilangan  pekerjaan  yang  berkurang,  meskipun  kekhawatiran mengenai inflasi yang berlanjut menekan, mendorong permasalahan pada keuangan masa depan, data menunjukkannya.  

Spanyol mengatakan telah mencapai target pendapatan untuk tahun 2012 karena kenaikan pajak mengimbangi pelemahan ekonomi, dan  mengulangi  komitmen  untuk  memangkas  pembelanjaan  meskipun  Eropa  mengatakan  kemungkinan  untuk  memberikan  negara  lebih  banyak waktu untuk memangkas defisit berkenaan dengan resesi.  

U.K.
Aksi ambil untung investor telah mendorong rebound sterling setelah mengalami tekana jual belakangan ini. Namun keprihatinan terhadap kondisi  ekonomi  Inggris  yang  masih  suram  dan  prospek  untuk  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  BoE  serta  kemungkinan  diturunkannya  peringkat kredit triple‐A Inggris telah membuat sterling rentan terhadap tekanan. 

Sterling  menguat  0.4%  terhadap  dolar  ke  $1.5758,  rebound  dari  $1.5674  levelnya  hari  Senin,  level  terendahnya  sejak  akhir  Agustus.  Dolar  melanjutkan koreksinya setelah rilis buruk data consumer confidence AS untuk periode Januari. 

Sterling juga menguat terhadap euro untuk pertama kalinya dalam 4 sesi terakhir. Euro turun 0.2% ke sekitar 0.8550 pound akibat tekanan jual  oleh investor asing, pasca terapresiasi ke 0.8586 pada hari Senin, level tertingginya sejak awal Desember 2011. 

Adapun folus perhatian investor pekan ini akan tertuju pada data PMI manufaktur Inggris yang akan dirilis pada hari Jumat, dimana diprediksi akan  menunjukkan ekspansi di kuartal pertama tahun ini.


JAPAN
Pemerintah Jepang menyetujui rancangan bujet $1.02 trilyun untuk tahun depan fiskal yang bertujuan untuk mendorong pendapatan pajak diatas  penjualan  obligasi baru untuk pertama kali dalam empat tahunnya, tetapi masih  tergantung pada pinjaman untuk menutupi 46.3 persen pada  pembelanjaan.  

Rancangan bujet tahun pertama disusun dibawah Perdana Menteri Shinzo Abe, yang memimpin Liberal Democratic Party yang berkuasa bulan lalu  dengan janji‐janji menghidupkan kembali perekonomian, ditandai membaik secara simbolik setelah bertahun‐tahun mengalami kemerosotan.  

Dengan  92.6  trilyun  yen  ($1.02  trilyun)  pada  pembelanjaan,  pemerintah  secara  efektif  memangkas  ukuran  dari  rancangan  bujet  dari  tahun  sebelumnya untuk pertama kali dalam tujuh tahun, yang mengambil rekening dana pemerintah untuk membayar pensiun.  

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan dia berharap pelemahan yen baru‐baru ini membantu memperbaiki sentimen bisnis.  

"When business and consumer sentiment is cooling, money doesn't flow out (to the economy). Capital spending and private consumption won't  increase," Aso mengatakan pada konferensi berita, yang menekankan kebutuhnan untuk mengambil langkah politis dalam mencerahkan business  sentiment. 


AUSTRALIA
Aussie dan kiwi dollar menguat mendekati level terkuat dalam empat tahunnya versus yen Selasa lalu, sementara itu didorong karena penguatan  dalam business confidence di Australia dan surplus perdagangan yang mengejutkan yang mendorong kedua mata uang tersebut.  

Aussie  <AUD=D4>  meningkat  ke  level  $1.0470,  dari  level  $1.0412  pada  awalnya,  yang  telah  menyentuh  level  terendah  satu  bulannya  $1.0384  Senin sebelumnya. Telah naik momentum pada euro terhadap Aussie 0.2 persen dalam harian ke level A$1.2892 <EURAUD=R>, setelah merosot ke  level terendahnya sejak bulan Mei ke level A$1.2958.  

Telah membuat kenaikan besar terhadap yen dan terakhir terlihat dekati level puncak terbaru empat tahun di level 95.08 yen <AUDJPY=R> yang  terjadi minggu lalu. Terakhr telah berubah ke level 94.86.  

Aussie  telah  naik  15  persen  terhadap  yen  sejak  bulan  November  dengan  beberapa  analis  mengekspektasi  kenaikan  yang  berlanjut  diberikan  pemerintah Jepang tekad untuk melawan deflasi dan mata uang yang lebih rendah.  

Para  konsumen  terlihat  untuk  lebih  nyaman  mengenai  meminjam  uang  tetapi  masih  enggan  untuk  mengambil  pinjaman  rumah,  data  terbaru  melaporkannya. 


SWISS
Franc Swiss menguat terhadap euro dan juga dolar pada perdagangan hari Selasa setelah investor melakukan aksi ambil untung usai mata uang  tunggal Eropa mengalami rally dalam beberapa hari terakhir. 

Franc berpotensi mendapat dukungan positif dari rilis data indeks PMI Swiss yang akan dirilis hari Jumat yang diprediksi akan naik ke 50.5 di bulan  Januari dari 49.5 di bulan Desember sebelumnya. 

Sementara data KOF indicator akan dirilis hari Rabu ini yang diprediksi turun ke 1.16 di bulan Januari dari 1.28 di bulan Desember. Sedangkan UBS  consumption indicator untuk periode Desember akan dirilis pada hari yang sama. 

Euro terkoreksi 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 1.2430 franc. Sedangkan dolar turun 0.4% terhadap franc Swiss ke 0.9218 franc dibandingkan  penutupan New York hari Senin. 

Investor  akan  mencermati  reaksi  SNB  atas  pelemahan  franc  Swiss  belakangan  ini.  Kepala  SNB  Thomas  Jordan  pada  pekan  lalu  menegaskan  pihaknya akan melakuakn segala daya upaya untuk mengendalikan penguatan franc. Sedangkan wakil SNB Jean‐Pierre Danthine menggugurkan  spekulasi mengenai kemungkinan SNB akan menurunkan nilai patokan franc terhadap euro.  

Tuesday, January 29, 2013

Headline News 29.01.13


US & GLOBAL
Harga Treasury AS turun dan harga minyak naik pada perdagangan hari Senin setelah data untuk barometer rencana belanja  bisnis  AS  naik  di  bulan  Desember,  memperkuat  optimisme  akan  membaiknya  pemulihan  ekonomi  di  negara  dengan  perekonomian terbesar di dunia tersebut. Namun perlu diperhatikan data ekonomi utama AS pekan ini dan juga sidang The Fed yang  berpotensi membatasi rally Wall Street,  meskipun  saham  Caterpillar  <CAT.N>  mencatat  kenaikan  yang  memuaskan. 

Optimisme  investor  kian  menguat  setelah  berkurangnya  resiko  kemungkinan  AS  kehilangan  peringkat  AAA  oleh  lembaga  pemeringkat  Fitch,  setelah  lembaga  tersebut  mengatakan  kesepakatan  yang  dicapai  oleh  pemerintah  AS  belakangan  ini  telah menghapus kemungkinan negara mengalami downgrade dalam waktu dekat. Sementara kenaikan diluar dugaan pada  data  non‐defense  capital  goods  orders  excluding  aircraft,  barometer  untuk  melihat  prospek  belanja  bisnis  AS,  turut  menambah  pandangan  positif  pada  kondisi  ekonomi  AS,  dimana  sebelumnya  pasar  memprediksi  data  mengalami  penurunan.  Data  durable  goods  AS  telah  membantu  mengangkat  saham  blue  chips  Eropa  ke  level  puncak  18  bulan.  Pemerintah AS akan merilis data estimasi awal untuk PDB‐Q4 pada hari Rabu. 

Treasury AS tenor 10 tahun turun 6/32, dengan yield di 1.9703%. Investor cenderung menjual aset‐aset aman resiko seperti  obligasi disaat prospek ekonomi AS meningkat. Obligasi AS diperdagangkan melemah seiring lelang obligasi tenor 2 tahun yang hanya mencapai $35 milyar. 

Di  bursa  Wall  Street,  S&P  500  mencatat  melemah  pada  hari  Senin,  setelah  mengalami  kenaikan  selama  8  hari  terakhir  (kenaikan terlamanya dalam 8 tahun). 

Disamping sidang The Fed dan data PDB‐Q4, pasar juga akan menantikan data non‐farm payrolls pada hari Jumat. 

Sementara itu, Nasdaq berhasil menguat menyusul naiknya saham Apple akibat bargain hunting setelah terkoreksi 14.4%  dalam 2 sesi terakhir. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 14.05 poin atau 0.10% di 13,881.93. Standard & Poor's 500  Index <.SPX> turun 2.78 poin atau 0.18% di 1,500.18. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 4.59 poin atau 0.15%  di 3,154.30.   

Sementara itu perlu diwaspadai terjadinya pemangkasan belanja pemerintah secara otomatis sebesar $1.2 trilyun yang akan  mulai  berlaku  pada  1  Maret,  dimana  bisa  mengurangi  kepercayaan  pada  ekonomi  AS.  Fitch  mengatakan  downgrade  kemungkinan  akan  terjadi  jika  Washington  gagal  untuk  memanfaatkan  waktu  untuk  menerapkan  rencana  pengurangan  utang yang kredibel. 

Indeks saham dunia MSCI turun 0.2% setelah naik hampir 4.5% bulan ini, menyusul indikasi memulihnya ekonomi AS, kondisi  stabil di zona euro dan percepatan pertumbuhan ekonomi di Cina. 

Bursa saham Eropa turun 0.2%, dengan FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> bergerak sedikit di bawah level tertinggi 2 tahun.  Perbankan menjadi sektor terbaik di zona euro, setelah mencatat naik 0.6%. 

Euro turun 0.1% terhadap dolar, setelah menembus level tertinggi 11 bulan pada hari Jumat.  

Brent oil prices <LCOc1> stabil mendekati level tertinggi 3 bulan sedikit di atas $113 per barel sebelum sidang The Fed dan  rilis data ketenagakerjaan AS, yang diprediksi akan menunjukkan pemulihan ekonomi di negara konsumen terbesar minyak  dunia tersebut. U.S. light sweet crude oil <CLc1> naik 61 sen atau 0.64% ke $96.49 per barel.  


GOLD & COMMODITIES
Platinum  mencatatkan  penurunan  harian  terbesarnya  yang  lebih  dari  sebulan  Senin  lalu,  karena  berita  dari  produsen  platinum  terbesar  Anglo  American  Platinum  menyetujui  untuk  menunda  pemangkasan  pekerjaan  besar‐besaran  yang  mengkhawatirkan mengenai pasokan  

Emas  juga  sedikit  melemah  dari  aksi  jual  dari  option  expiration  dan  investor  menunggu  kedepannya  the  Fed  meeting  berikutnya dan semua data penting dari nonfarm payrolls AS akhir minggu ini. 

"Since  we've  failed  so  many  times  above  $1,700,  there  are  quite  a  number  of  eager  sellers  at  this  level.  Any  type  of  fundamental support such as the Amplats news could easily put more fuel into the fire," kata Sean McGillivray, kepala dari asset allocation pada Great Pacific Wealth Management.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka Brent bergerak fluktuatif, sementara harga minyak mentah berjangka AS mendapat dukungan dari kenaikan tajam  harga bensin setelah sebuah berita melaporkan bahwa Hess Corp berencana menutup kilangnya di New Jersey. 

Harga  bensin  berjangka  naik  2%  setelah  Hess  berencana  menutup  kilang  minyaknya  yang  menghasilkan  70.000  barel  per  hari  di  Port  reading, New Jersey di akhir Februari. 

Harga minyak mentah juga mendapat dukungan dari rilis data durable goods AS yang menunjukkan kenaikan 0.2% untuk data non defense  ex‐aircraft (sebagai barometer untuk melihat prospek investasi) di bulan Desember. 

Kerusuhan di Afrika dan Timur Tengah, dan juga berita mengenai serangan pada pipa minyak di Aljazair yang diduga dilakukan oleh militan  Islam, turut mendukung kenaikan harga minyak dunia. 

Harga minyak berjangka  Brent  kontrak Maret stabil mendekati level tertinggi 3 bulan sedikit  di atas  $113 per barel, sedangkan harga  minyak AS kontrak Maret naik 61 sen atau 0.64% ke $96.49 per barel. 

Pasar tengah menantikan sidang reguler The Fed (Selasa‐Rabu) dan data non‐farm payrolls AS (Jumat) pekan ini. The Fed diprediksi akan  mempertahankan suku bunga rendah untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi. Sedangkan data ketenagakerjaan AS diprediksi  akan menunjukkan tingkat pengangguran tetap di bulan Januari dan jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Januari mencapai 155.000. 

EURO ZONE
Pinjaman  untuk  perusahaan  dan  rumah  tangga  dalam  zona  euro  mengalami  kontraksi  untuk  delapan  bulannya  pada  bulan  Desember,  menunjukkan  rendahnya borrowing costs yang memiliki sedikit keberhasilan dalam menghidupkan kembali investasi dan pembelanjaan.  

European Central Bank telah memangkas tingkat suku bunga ke level terendahnya dan memompa lebih dari 1 trilyun euro ke dalam sektor perbankan, yang  mana beberapa bank memulai untuk membayar kembali diawal tanda bahwa kondisi pendanaan membaik. Tetapi sektor pinjaman masih melemah.  

Pinjaman untuk sektor swasta melemah 0.7 persen dari bulan yang sama pada tahun lalu, data ECB menunjukkannya, berhubungan dengan perkiraan dari  polling Reuters dari ekonom.   

Portugal  membutuhkan  untuk  mereformasi  model  pembelanjaan  publik  sehingga  lebih  berkelanjutan  dan  memungkinkan  tingkat  perpajakan  "a  socially  acceptable", Gubernur Bank of Portugal Carlos Costa mengatakannya Senin lalu.  

Pemerintah Perancis harus mlanjutkan program dari pengurangan defisit dan tidak harus memudahkan upaya penghematan, Menteri Perburuhan Perancis Michel Sapin mengatakannya.   


U.K.
Kekhawatiran  mengenai  lemahnya  kondisi  ekonomi  Inggris  dan  prospek  pelonggaran  kebijakan  moneter  lebih  lanjut  telah  memicu  koreksi  pada  sterling  ke  level terendahnya lebih dari setahun terhadap euro dan ke level terendah 5 bulan terhadap dolar pada perdagangan hari Senin. 

Euro menguat 0.7% terhadap sterling ke sekitar 0.8570 pound. Sedangkan terhadap dolar, sterling anjlok 0.7% ke sekitar $1.5670 dibandingkan penutupan New York  hari Jumat. 

Koreksi sterling berlanjut setelah data ekonomi Inggris pada hari Jumat menunjukkan Inggris beresiko mengalami "triple‐dip recession" dan spekulasi bahwa Gubernur BoE yang akan datang Mark Carney, yang akan mulai menduduki jabatan di pertengahan tahun ini, kemungkinan akan  mengambil langkah yang lebih agresif untuk  mendorong pemulihan ekonomi. Carney, yang saat ini memimpin Bank of Canada, mengatakan kebijakan moneter tidak "maxed out" dalam ekonomi makro, dan  memperkuat prospek bahwa inflasi akan dibiarkan jatuh kembali ke level targetnya (2.0%) ketika pertumbuhan lemah. Inflasi tahunan Inggris saat ini tercatat 2.7% di  periode Desember 2012 lalu. 

Bank  Sentral  Inggris  akan  bersidang  pekan  depan  dan  setelah  data  PDB‐Q4    yang  buruk,  maka  BoE  diprediksi  akan  mempertimbangkan  untuk  malanjutkan  pelonggaran moneter atau melakukan pembelian aset, yang akan berakibat tertekannya sterling. 

Sedangkan  fokus pekan ini tertuju pada data PMI  manufaktur Inggris untuk periode Januari yang akan  dirilis  pada hari Jumat. Data  ini akan memberikan indikasi mengenai performa ekonomi Inggris di awal tahun 2013 ini. Juga yang berpotensi menekan sterling adalah kemungkinan downgrade peringkat kredit triple‐A Inggris  menyusul target utang Inggris belum kunjung tercapai. 

Pasar tengah menantikan sidang reguler The Fed (Selasa‐Rabu) dan data non‐farm payrolls AS (Jumat) pekan ini. The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga rendah untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi. Sedangkan data ketenagakerjaan AS diprediksi akan menunjukkan tingkat pengangguran tetap di bulan  Januari dan jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Januari mencapai 155.000. 


JAPAN
Perekonomian Jepang kemungkinan  untuk  bertumbuh  2.5  persen  dalam  tahun  fiskal  yang  dimulai  bulan  April,  pemerintah  mengatakannya  Senin  lalu,  karena ambisi kebijakan fiskal dan moneter Perdana Menteri Shinzo Abe yang mendorong permintaan domestik dan rebound perekonomian luar negeri  yang membantu pada ekspor.  

Perkiraan ekonomi Cabinet Office, yang dirilis secara tahunan dan di revisi setiap musim panas, akan berfungsi sebagai dasar untuk kompilasi dari bujet  pemerintah, rancangan yang mungkin untuk disetujui oleh kabinet minggu ini.  

Perdana Menteri Jepang  Shinzo Abe, berjanji untuk mengatasi apa yang disebut krisis ekonomi yang dihadapi negara, memaksa Bank of Japan (BOJ) untuk  mencapai  target  inflasinya  segera  secepat  mungkin,  menjaga  tekanan  pada  bank  sentral  untuk  memenuhi  janjinya  dari  tindakan  yang  lebih  berani  mengatasi deflasi.   


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar membuntuti euro Senin lalu dari optimisme zona euro kemungkinan beralih dari krisis utang, tetapi berada dekat level  tertinggi tahunannya terhadap yen karena investor mengekspektasi pada pelonggaran kebijakan moneter di Jepang. 

Euro naik ke level tertinggi dalam delapan bulan terhadap Australia dollar Senin lalu, didorong oleh inflows dari para investor yang bertumbuh naik secara  optimistis mengenai recovery zona euro.  

Bisnis berjuang untuk melewati tingginya biaya tambahan terhadap pajak karbon dan manufaktur makanan yang terpukul, grup industri mengatakannya.  

Australian  Industry  Group  (Ai  group)  Selasa  lalu mengatakan 485 bisnis telah memperkirakan  kenaikan  pajak  karbon  yang  menambah  biaya  energinya  hingga 14.5 persen dalam rata‐rata.  


SWISS
Meningkatnya optimisme terhadap membaiknya perekonomian zona euro telah mengurangi minat investor pada mata uang aman resiko. Kondisi tersebut  telah membuat franc Swiss mencatat koreksi lebih dari 3% terhadap euro sejak awal tahun ini. Data pada hari Jumat lalu menunjukkan perbankan Eropa  membayar  kembali  pinjaman  darurat  yang  mereka  peroleh  dari  ECB  dengan  jumlah  yang  lebih  besar  dari  yang  diperkirakan  pasar  serta  meningkatnya  kepercayaan bisnis di Jerman telah memperkuat optimisme mengenai membaiknya perekonomian zona euro. 

Kepala  SNB  Thomas  Jordan  memprediksi  franc Swiss akan melanjutkan tren  pelemahannya,  namun bank sentral masih  memiliki seluruh  alat  kebijakan  moneter agar pergerakan franc Swiss tetap terkendali. 

Setelah sempat menguat ke level intraday high di 1.2514 franc, euro kemudian kembali terkoreksi dan akhirnya bergerak relatif flat terhadap franc Swiss di  sekitar 1.2465 franc. Sedangkan dolar menguat 0.1% terhadap franc Swiss ke sekitar 0.9270 franc dibandingkan posisi New York hari Jumat. 

Pasar tengah menantikan sidang reguler The Fed (Selasa‐Rabu) dan data non‐farm payrolls AS (Jumat) pekan ini. The Fed diprediksi akan mempertahankan  suku  bunga  rendah  untuk  membantu mendorong pemulihan ekonomi.  Sedangkan  data  ketenagakerjaan  AS  diprediksi  akan  menunjukkan  tingkat  pengangguran tetap di bulan Januari dan jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Januari mencapai 155.000.