title cover

title cover

Monday, February 4, 2013

Headline News 04.02.13


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  menguat  ke  level  tertinggi  selama  hampir  2  tahun  pada  hari  Jumat,  dipicu  rilis  optimis  data  manufaktur  dan  ketenagakerjaan yang mengindikasikan berlanjutnya proses pemulihan ekonomi global. 

• Euro  menguat  ke  level  tertinggi  terhadap  dolar  sejak  medio  November  2011  setelah  data  menunjukkan  sektor  manufaktur  zona  euro  mencatat kinerja bulanan terbaiknya di periode Januari selama hampir setahun terakhir. Yen terkoreksi ke level terendah 2‐1/2 tahun  terhadap dolar dan 33 bulan terendah terhadap euro, melanjutkan koreksinya belakangan ini seiring spekulasi bahwa bank sentral Jepang  (BOJ) akan melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

• MSCI  world  equity  index  <.MIWD00000PUS>  naik  0.7%,  ditopang  oleh  sebuah  survey  yang  mengindikasikan  kegiatan  pabrikan  di  Cina  mengalami  peningkatan,  sementara  produksi  industri  Jerman  mencatat  kinerja  bulanan  terbaiknya  selama  hampir  setahun  terakhir,  meskipun kondisi zona euro secara umum masih suram. 

• Data ekonomi AS akhir pekan kemarin menunjukkan terjadi pertumbuhan pekerjaan di bulan Januari dan sektor manufaktur menembus  level tertinggi 9 bulan. Payrolls tercatat bertambah 157.000 di bulan Januari. Sedangkan selama periode November dan Desember, data  jumlah pekerjaan yang tersedia mengalami revisi naik sebesar 127.000 dibandingkan laporan awalnya. Data pekerjaan bulan Desember  direvisi  naik  menjadi  196.000  dari  155.000,  sedangkan  data  November  direvisi  naik  menjadi  247.000  dari  161.000  laporan  awalnya.  Sementara untuk tingkat pengangguran naik tipis menjadi 7.9% dari 7.8%. 

• Sedangkan  data  lain  menunjukkan  Institute  for  Supply  Management  melaporkan  indeks  manufaktur  naik  ke  53.1  bulan  lalu,  level  tertingginya  sejak  April  dari  50.2  di  bulan  Desember  sebelumnya.  Data  lain  pada  hari  Jumat  juga  mengindikasikan  bahwa  kontraksi  ekonomi AS di kuartal keempat 2012 lalu adalah bersifat sementara, dan bukan merupakan tren pelemahan. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 149.21 poin atau 1.08% di 14,009.79. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 15.06  poin atau 1.01% di 1,513.17. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> berakhir naik 36.97 poin atau 1.18% di 3,179.10.    Indeks Dow industrials naik di atas 14,000 untuk pertama kalinya sejak medio Oktober 2007 dan S&P menembus level tertinggi sejak  Desember 2007. Kenaikan ekuitas di awal tahun tersebut adalah yang terpesat dalam 16 tahun terakhir.  

• Bursa  saham  Eropa  berhasil  menguat  akibat  aksi  ambil  untung  investor  setelah  mengalami  koreksi  dalam  2  sesi  terakhir.  Kenaikan  ini  dipicu rilis optimis data manufaktur Cina, Eropa dan AS. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup naik 0.3% di 1,168.08. 

• Euro menguat 0.6% di $1.3657, setelah mencatat intraday high di $1.3711. euro juga menembus level tertinggi terhadap yen sejak April  2010, dipicu rilis optimis data manufaktur Eropa yang mengindikasikan masa terburuk zona euro kemungkinan telah berakhir. 

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 13/32 dengan yield di 2.0321%, setelah bergerak fluktuatif selama sesi Jumat. 

• Harga emas naik 0.3% di $1,667.39 per ons, meskipun memangkas keuntungannya usai rilis data payrolls AS. Perak naik 1.4% di $31.83 per  ons dan harga tembaga naik ke $8,310 per ton, level tertinggi sejak awal Oktober. 

• Di pasar minyak, meningkatnya optimisme pada ekonomi global dan tekanan seputar kondisi di wilayah Timur Tengah telah menempatkan  Brent crude <LCOc1> mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak medio November, sedangkan harga minyak mentah AS naik dalam 8  pekan  berturut‐turut.  Brent  oil  <LCOc1>  naik  0.9%  ke  $116.59  per  barel,  sementara  U.S.  crude  futures  <CLc1>  naik  15  sen  ke  $97.64. 

GOLD & COMMODITIES
• Emas rebound dari tekanannya Kamis sebelumnya, untuk kembali test areal 1680, dengan intraday high di 1681.70 Jumat akhir pekan  kemarin. Meskipun kembali terkoreksi ke bawah areal 1670, namun emas relatif masih menguat dari penutupan bulan sebelumnya di  areal 1663 dan penutupan pekan sebelumnya di sekitar 1658. Sebuah indikasi positif di pembukaan perdagangan bulan baru (Februari  2013)   

• Kenaikan harga emas Jumat kemarin terjadi setelah para pelakunya menyambut positif peningkatan data non‐farm payroll Januari AS.  

• Namun sebenarnya perbaikan ekonomi AS berkorelasi menghambat kelanjutan program stimulus the Fed – pemicu bagi kenaikan emas.  Hal ini terlihat saat terjadi tekanan jual emas dari penguatannya setelah komentar dari Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, yang  mengatakan  bahwa  perekonomian  AS  potensial  akan  mengalami  performansi  terbaiknya  tahun  ini  sehingga  dapat  membuat  the  Fed  menahan diri atau bahkan menghentikan program stimulusnya.    

• Penguatan emas di awal tahun ini masih cenderung terbatas – masih di bawah level psikologis 1700 – akibat indikasi perbaikan di Eropa  menyebabkan  para  investor  cenderung  kembali  ke  aset‐aset  yang  lebih  beresiko.  Sementara  prospek  pertumbuhan  ekonomi  AS  yang  masih beragam, menyusul kontraksi pertumbuhan ekonominya di kuartal ke‐4 yang merupakan pertama kalinya sejak masa resesi 2007‐ 2009. 

• Di tengah berkembangnya minat investor terhadap aset‐aset beresiko pasca stablitas di Eropa, dan masih berlanjutnya program stimulus  the Fed AS, penguatan emas yang terjadi awal Januari masih perlu diamati dengan seksama, apakah akan mampu menembus level $1700  per ons.


OIL & COMMODITIES
• Meningkatnya optimisme pada ekonomi global dan tekanan seputar kondisi di wilayah Timur Tengah telah menempatkan  Brent crude <LCOc1> mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak medio November, sedangkan harga minyak mentah AS  naik dalam 8 pekan berturut‐turut. Brent oil <LCOc1> naik 0.9% ke $116.59 per barel, sementara U.S. crude futures <CLc1>  naik 15 sen ke $97.64. 

• Aksi bom bunuh diri telah menewaskan seorang penjaga keamanan Turki di kedutaan besar AS di Ankara pada hari Jumat.  Serangan itu meningkatkan ketegangan lebih lanjut di wilayah tersebut setelah Israel membom sasaran di Suriah awal pekan  ini.


EURO ZONE
• Euro berlanjut naik ke level tertinggi terbarunya selama 14 bulan atas dolar AS Jumat kemarin setelah meningkatnya tingkat pengangguran AS Januari memperkuat ekspektasi  bahwa  the Fed masih akan mempertahakan program stimulusnya. Berlanjutnya penguatan euro juga sudah terlihat saat rilis positif data manufaktur Eropa ke level terbaiknya  selama hampir setahun. 

• Membaiknya rilis sektor manufaktur periode Januari dari Eropa dan potensi bertahannya program stimulus The Fed AS tersebut memberikan dukungan minat terhadap aset‐aset  beresiko  lebih  lanjut,  dan  mendorong  kenaikan  EURUSD  lebih  lanjut  ke  level  intraday  high  1.3711,  semakin  mendekati  level  tertinggi  yang  dicapai  14  November  2011  lalu,  di  1.3811. 

• Euro  juga  melanjutkan  kenaikannya  ke  level  tertinggi  terbarunya  atas  sterling  sejak  Desember  2011  di  0.8716,  menyusul  optimisme  rilis  data  manufaktur  zona  euro  semakin  memperkuat  indikasi  bahwa  hal‐hal  terburuk  di  zona  euro  sudah  lewat,  sementara  rilis  data  manufaktur  Januari  Inggris  yang  lebih  lemah  semakin  memperkuat  kekhawatiran  terhadap perekonomian Inggris.  

• Kelanjutan kenaikan euro diproyeksikan masih akan berlanjut menyusul ekspektasi positif lelang obligasi Spanyol pada Kamis mendatang, serta sidang moneter ECB (yang juga hari  Kamis) yang diproyeksikan masih akan mempertahankan suku bunga dan kebijakan moneternya. Selama belum ada indikasi dari ECB untuk pelonggaran moneter lebih lanjut dan  keberatan  dari  pejabat  tinggi  bank  sentral  Eropa  tersebut  terhadap  penguatan  tajam  euro  belakangan  ini,  maka  masih  akan  ada  potensi  kelanjutan  kenaikan  euro  pekan  ini.  Khususnya di saat sejumlah bank sentral global (The Fed AS, BoJ Jepang, BoE Inggris, PBoC Cina dan bahkan RBA Australia) yang diproyeksikan masih akan melakuan pelonggaran  moneter (baik berupa penurunan suku bunga atau kelanjutan program stimulus masing‐masing). 

U.K.
• Sterling jatuh ke level terendah 15 bulan terhadap euro pada hari Jumat setelah rilis yang lebih baik untuk data manufaktur zona euro membantu mata uang tunggal untuk  terapresiasi secara umum. Euro melonjak 1.7% ke level intraday high 0.8716 pound, level tertingginya sejak akhir Oktober 2011, setelah data manufaktur menunjukkan ekonomi  zona euro kemungkinan telah melewati masa terburuknya. 

• Sementara untuk data manufaktur Inggris menunjukkan ekspansi yang wajar di bulan Januari, meskipun telah mengurangi ancaman untuk ekonomi kembali tersungkur kedalam  resesi, namun rilis yang lebih rendah dari perkiraan telah memicu tekanan jual pada sterling. 

• Kekehawatiran mengenai kemungkinan Inggris kehilangan peringkat kredit tertingginya triple‐A akibat lemahnya kondisi ekonomi juga turut memberi tekanan pada sterling. 

• Sterling juga terkoreksi terhadap dolar, dan terakhir tercatat melemah 0.9% di sekitar $1.5705, semakin mendekati level terendah 5 bulan di $1.5674 yang dicapai hari Senin  sebelumnya. 

• Sterling  telah  tertekan  belakangan  ini  akibat  lemahnya  perekonomian  Inggris  dan  resiko  untuk  kembali  mengalami  resesi  setelah  data  pekan  lalu  menunjukkan  ekonomi  mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012. 

• Sebagian besar analis pasar memprediksi tren pelemahan sterling masih akan berlanjut dalam beberapa pekan kedepan. Namun setelah terkoreksi lebih dari 5% terhadap euro  selama bulan Januari, sterling berpotensi untuk mengalami rebound. 

• Data  Purchasing  Managers'  Index  (PMI)  sektor  manufaktur  Inggris  dirilis  di  50.8  di  bulan  Januari,  di  bawah  ekspektasi  pasar  51.0  namun  masih  berada  di  atas  50  yang  mengindikasikan  sektor  mengalami  ekspansi.  Pasar  saat  ini  akan  mencermati  data  PMI  sektor  konstruksi  Inggris  yang  akan  dirilis  hari  Senin  ini.  Jika  data  dirilis  buruk  maka  berpotensi menekan sterling lebih lanjut. 


JAPAN
• Mata uang dollar dan euro kembali menambah keunggulannya atas yen hingga akhir pekan kemarin, dipengaruhi oleh rilis positif data manufaktur periode Januari AS  ke level terbaiknya selama 9 bulan serta Eropa ke level terbaiknya selama hampir setahun. 

• Menguatnya  anggapan  bahwa  the  Fed  masih  akan  mempertahankan  program  stimulus  setelah  naiknya  tingkat  pengangguran  AS  periode  Januari,  tidak  banyak  memberikan  tekanan  pada  USDJPY  –  yang  belakangan  ini  mengalami  penguatan  tajam  akibat  sikap  pemerintahan  baru  Jepang  di  bawah  PM  Shinzo  Abe  yang  menginginkan BoJ untuk mengambil langkah stimulus agresif untuk mencapai target inflasi, yang dinaikkan 2 kali lipat menjadi 2%. 

• USDJPY  kembali  melanjutkan  kenaikan  ke  level  tertinggi  terbarunya  selama  2,5  tahun  Jumat  lalu,  ke  level  92.64.  EURJPY,  di  saat  yang  hampir  bersamaan,  juga  berlanjut naik ke level tertinggi terbarunya selama 33 bulan di 126.96. 

• USDJPY potensial memasuki fase retracement terhadap major downtrend‐nya dari 124.16 (Juni 2007) ke 75.35 (Oktober 2011), yang berada di 94.00 (38,2%) dan  99.76 (50,0%). Sementara EURJPY sudah menembus 38,2% retracement terhadap major downtrend‐nya dari 169.98 (Juli 2008) ke 94.09 (Juli 2012) yang berada di  123.08, sementara level retracement 50%‐nya berada di 132.04.   


AUSTRALIA
• Aussie dollar bergerak bolak‐balik di areal negatif dan positif Jumat kemarin setelah data manufaktur resmi Cina (NBS) periode Januari dirilis lebih lemah serta kontraksi data  manufaktur  Australia di periode yang sama. Sementara data manufaktur Cina dari HSBC di periode Januari justru direvisi positif dari rilis awalnya beberapa waktu lalu. 

• AUDUSD tertekan terlebih dahulu ke level 1.0358 di sesi Eropa Jumat sebelum kemudian di sesi AS bergerak stabil di atas areal 1.0400an. 

• Data manufaktur PMI yang dirilis oleh The Australian Industry Group untuk periode Januari menunjukkan kontraksi berkelanjutan selama 11 bulan beruntun ke level 40.2 akibat lambannya  gerak perekonomian dan nilai tukar Aussie yang dipandang masih kuat oleh para produsen di Australia.  

• Sementara sebuah hasil polling dari Reuters menunjukkan bahwa sidang moneter bank sentral Australia (RBA) pada 5 Februari pekan ini masih akan mempertahankan suku bunga di level  3,00%  karena  kondisi  perekonomian  Australia  secara  keseluruhan  lebih  baik  dari  beberapa  bulan  lalu,  serta  mulai  bangkitnya  harga  bijih  besi  dari  tekanannya.  Di  bulan  Januari  ini,  harga  komoditas ekspor terbesar Australia tersebut naik drastis ke level tertingginya selama 15 bulan – yang mencerahkan prospek ekonominya kembali. 

• Terakhir RBA memangkas suku bunganya adalah pada Desember 2012 lalu – dimana sepanjang tahun tersebut tercatat telah melakukan pemangkasan suku bunga hingga 125 bps (atau 1,25%)  akibat inflasi yang cenderung turun, lemahnya pasar tenaga kerja dan merosotnya harga bijih besi dan harga sejumlah komoditas ekspor utama Australia. 

• Namun hasil polling tersebut juga mengindikasikan peluang pemangkasan suku bunga Australia masih akan terbuka tahun ini, dengan memproyeksikan pemangkasan 25 bps (0,25%) ke level  2,75% pada paruh kedua tahun 2013. Bahkan ekonom dari ANZ Bank bersama dengan Macquarie memproyeksikan pemangkasan suku bunga Australia hingga 100 bps (1,00%) sepanjang tahun  2013 ini ke level 2,00%. 

• Dipertahankannya suku bunga Australia pada pertemuannya pekan ini nampaknya paling tidak dapat menghambat langkah penurunan AUDUSD yang belakangan terus mencoba menembus ke  bawah level 1.0400.. 

SWISS
• Dolar jatuh ke level terendah 14 bulan terhadap euro setelah data pekerjaan AS menegaskan kembali bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter longgarnya.  Penguatan euro juga berkembang setelah rilis data manufaktur zona euro yang mencatat kinerja bulan terbaiknya, selama hampir setahun terakhir. 

• Melemahnya dolar atas euro juga telah memicu melemahnya dolar atas franc Swiss, menembus level terendah 9 bulan di 0.9023 franc. 

• Sektor  manufaktur  Swiss  mencatat  pertumbuhan  untuk  pertama  kalinya  dalam  17  bulan  terakhir  di  periode  Januari,  mengindikasikan  perusahaan‐perusahaan  memperoleh  keuntungan dari melemahnya franc Swiss dan juga adanya peningkatan permintaan dari zona euro. 

• Swiss purchasing managers' index naik ke 52.5 di bulan Januari dari level revisinya 49.2 di bulan Desember sebelumnya, berhasil melampaui  ekspektasi 50.5. Ini adalah kali  pertama sejak Agustus 2011, untuk indeks menembus di atas angka 50 yang menunjukkan sektor manufaktur mengalami ekspansi. 

• Eksportir  Swiss,  yang  terpukul  oleh penguatan  franc  Swiss  sejak  awal  krisis  keuangan,  telah  berangsur  membaik  seiring  melemahnya  franc  Swiss  ke  level  terendah  22 bulan  terhadap euro di pekan lalu menyusul meningkatnya kepercayaan pada pemulihan ekonomi di zona euro. 

• Data hari Jumat menunjukkan manufaktur zona euro mencatat bulan terbaiknya selama hampir setahun terakhir selama periode Januari, menambah indikasi bahwa masa tersulit  telah dilewati oleh zona euro.

Friday, February 1, 2013

Headline News 01.02.13


US & GLOBAL
• Euro  menguat  pada  hari  Kamis  untuk  ketiga  kalinya  secara  berturut‐turut  terhadap  dolar  dan  mencatat  performa  bulanan  terbaiknya  selama lebih dari setahun terakhir, sementara bursa saham AS turun menyusul investor menunggu rilis data ketenagakerjaan AS pada hari  Jumat ini. Data ekonomi AS memberikan gambaran beragam. Data untuk barometer aktifitas bisnis di wilayah U.S. Midwest naik di bulan  Januari ke level terkuatnya sejak April, namun data sebelumnya menunjukkan adanya kenaikan pada jobless claims di pekan lalu. 

• Turunnya data penjualan ritel Jerman awalnya sempat menekan euro, namun tren bullish euro kembali berlanjut selama perdagangan  New  York.  Mata  uang  tunggal  Eropa  mencatat  performa  bulan  terbaiknya  selama  15  bulan  terakhir  terhadap  dolar,  sebuah  indikasi  meningkatnya  pemulihan  ekonomi  di  zona  euro  dan  sektor  perbankan  membantu  penguatan  euro.  Euro  menembus  level  puncak  di  $1.3593  pada  hari  Kamis  sebelum  memangkas  keuntungannya.  Janji  The  Fed  untuk  men‐support  ekonomi  terus  menekan  dolar.  Euro  terakhir tercatat di $1.3570, atau naik 2.9% bulan ini terhadap dolar, kinerja bulan terbaiknya sejak Oktober 2011. Sementara itu, dolar  mencatat level tertinggi 2‐1/2 tahun yang baru terhadap yen. 

• Kenaikan belakangan ini pada aset beresiko seperti ekuitas, komoditas dan obligasi telah mereda setelah mencatat kenaikan tajamnya  dalam 6 bulan terakhir. Pertumbuhan di negara berkembang seperti China telah meningkat dan kekhawatiran akan runtuhnya euro telah  ditenangkan oleh Bank Sentral Eropa. 

• Data  hari  Rabu  lalu  menunjukkan  PDB  AS  turun  0.1%,  kontras  dengan  ekspektasi  terjadi  kenaikan,  meskipun  Federal  Reserve  mengindikasikan  kontraksi  tersebut  cenderung  singkat  dan  mengulangi  janjinya  untuk  terus  mendukung  perekonomian.  Namun  fokus  investor  saat  ini  tertuju  pada  data  non‐farm  payrolls  yang  akan  dirilis  nanti  malam  yang  diprediksi  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak 160.000 di bulan Januari setelah mencatat kenaikan 155.000 di bulan Desember sebelumnya. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 49.84 poin atau 0.36% di 13,860.58. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> turun 3.85 poin atau  0.26% di 1,498.11. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> turun 0.18 poin aatau 0.01% di 3,142.13.   

• Indeks S&P 500 naik 5.1% di bulan Januari, mencatat bulan terbaiknya sejak Oktober 2011 dan sebagai Januari terbaiknya sejak 1997. 

• Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0.6% dengan MSCI world index <.MIWD00000PUS> turun 0.2%. Laporan perolehan  laba yang mengecewakan dari AstraZeneca dan Royal Dutch Shell jugab turut memberi sentimen negatif di pasar.  Turunnya penjualan  ritel Jerman, kondisi stagnan pada belanja konsumen Perancis, dan kerugian kuartalan yang besar pada Deutsche Bank telah meredupkan  harapan akan bangkitnya bursa saham Eropa, yang telah mencatat penurunan harian terbesarnya tahun ini di hari Rabu lalu. Indeks saham  tersebut masih tercatat naik 3.7% di bulan Januari. 

• Harga emas dilaporkan turun ke $1,660.40 per ons setelah menembus level tertinggi 1 pekan pada hari Rabu. 

• Sementara untuk obligasi berjangka Jerman (Bund futures) memangkas keuntungannya pada hari Kamis. Bund futures <FGBLc1> terakhir  tercatat naik 40 poin di 141.83, setelah mencatat intraday high di 142.17. Sedangkan Treasury AS bergerak fluktuatif sehari setelah The  Fed  mengatakan  akan  melanjutkan  program  pembelian  obligasi  seiring  dengan  pemulihan  ekonomi  yang  sementara  ini  terhambat.Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield di 1.9831%. 

• Harga minyak berjangka Brent naik ke level tertinggi 3 bulan, melebarkan preminya atas minyak mentah AS, disebabkan kekhawatiran  terhadap  naiknya  stok  minyak  mentah  di  wilayah  U.S.  Midwest.  Spread  Brent  terhadap  minyak  mentah  AS  melonjak  ke  $18  per  barel  untuk pertama kalinya sejak awal Januari. Pelaku pasar mengutip kekhawatiran mengenai stok minyak di Cushing, Oklahoma yang telah  mendorong ke rekor tertinggi. Brent naik 65 sen di $115.55 per barel, level penutupan tertingginya sejak medio Oktober, menembus level  intraday high di $115.76. Selama bulan Januari, Brent telah naik $4.44 atau 0.4%. Spread antara Brent dan minyak mentah AS sebesar  $18.06 menyusul harga minyak mentah AS turun 45 sen ke $97.49 per barel, setelah menembus level tertinggi selama lebih dari 4 bulan.  Selama bulan Januari, minyak mentah telah naik $5.67, atau 6.17%.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas tertekan hampir 1% Kamis kemarin akibat technical selling pasca kenaikan hari Rabu sebelumnya. Selain itu tekanan jual tersebut  juga  terjadi  seiring  dengan  semakin  dekatnya  rilis  data  tenaga  kerja  AS  Jumat  malam  nanti,  yang  dapat  menjadi  indikasi  lebih  lanjut  mengenai sikap the Fed ke depan terhadap kebijakan moneternya – apakah akan membatasi QE atau terus melanjutkannya..?   

• Rabu sebelumnya, emas rally hingga ke level tertingginya selama 2 pekan di atas $1680 per ons setelah data pertumbuhan ekonomi AS  kuartal ke‐4 mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak masa resesi 2007‐2009 lalu.  Bahkan emas juga masih mempertahankan  kenaikannya setelah sidang moneter the Fed Kamis dini hari (WIB) memutuskan mempertahankan program pembelian obligasi senilai $85  milyar/bulan.  Namun  di  hari  Kamis  tekanan  jual  berkembang  di  sesi  NY  semalam  sehingga  menekannya  kembali  ke  areal  1657.54.  Menurut sejumlah kalangan tekanan jual ini juga dipicu oleh rilis optimis data personal income dan Chicago PMI AS, yang membuat pelaku  pasar menjauh kembali dari aset safe‐haven emas. 

• Emas masih potensial mengalami kenaikan namun masih perlu diamati apakah mampu menembus ke atas level psikologis $1700, yang  belakangan ini gagal dicoba saat terjadi kenaikan. 

• Di pasar fisik, pembelian emas juga merosot pekan ini karena stockpiling di Cina dan pasar Asia lainnya seiring dengan mendekatnya hari  raya Imlek, serta para buyer di India masih sideline (enggan melakukan transaksi), karena inventory mereka yang masih besar. Ini menjadi  salah satu faktor yang menghambat kenaikan emas dalam jangka pendek – kecuali terjadi pembalikan sentimen dari saat ini.   


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka Brent naik ke level tertinggi 3 bulan, melebarkan preminya atas minyak mentah AS, disebabkan kekhawatiran terhadap  naiknya stok minyak mentah di wilayah U.S. Midwest. Spread Brent terhadap minyak mentah AS melonjak ke $18 per barel untuk pertama kalinya  sejak awal Januari. Pelaku pasar mengutip kekhawatiran mengenai stok minyak di Cushing, Oklahoma yang telah mendorong ke rekor tertinggi.  

• Brent naik 65 sen di $115.55 per barel, level penutupan tertingginya sejak medio Oktober, menembus level intraday high di $115.76. Selama bulan  Januari, Brent telah naik $4.44 atau 0.4%. Spread antara Brent dan minyak mentah AS sebesar $18.06 menyusul harga minyak mentah AS turun 45  sen ke $97.49 per barel, setelah menembus level tertinggi selama lebih dari 4 bulan. Selama bulan Januari, minyak mentah telah naik $5.67, atau  6.17%.   

• Investor  akan  mencermati  perkambangan  data  ekonomi  di  sejumlah  negara  konsumen  minyak  untuk  melihat  prospek  permintaan  minyak  kedepannya. 

• Kekhawatiran terhadap masalah pasokan minyak akibat ketegangan di Timur Tengah terus memicu naiknya harga Brent, barometer utama untuk  harga  minyak  global.  Suriah  memperingatkan  pada  hari  Kamis  kemungkinan  akan  memberikan  respon  "kejutan"  atas  serangan  Israel  di  wilayahnya, dan Rusia mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional yang tak beralasan. 

• Ketegangan atas rencana pengayaan uranium Iran terus meningkat setelah rencana untuk meng‐upgrade peralatan penyulingan disampaikan ke  badan nuklir PBB. Langkah tersebut bisa memungkinkan Iran untuk memperkaya uranium lebih cepat daripada  yang dilakukannya saat ini dan  meningkatkan kekhawatiran di negara‐negara Barat dan Israel mengenai tujuan program nuklir Teheran, yang mereka khawatirkan memiliki tujuan  militer. Iran mengatakan program nuklirnya bertujuan damai. 


EURO ZONE
• Kamis kemarin pasar dihadapkan oleh rilis pesimis data retail sales Jerman yang sempat menghambat kenaikan euro, namun hanya bersifat sementara dan dapat dianggap koreksi wajar dari kenaikannya yang  begitu tajam sebelumnya. 

• Selama ECB tidak mengungkapkan keberatannya terhadap penguatan euro, maka sulit untuk melihat tren euro saat ini untuk berubah. 
Data  retail  sales Desember  Jerman mengalami penurunan terbesarnya selama  3 tahun,  namun  pesimisme  data  tersebut  kemudian  mampu diredam  oleh optimisme  rilis  data  tenaga  kerja Jerman  periode  Januari. 

• Penguatan mata uang tunggal euro secara global terjadi belakangan ini menyusul redanya kekhawatiran terhadap kerisis hutang Eropa yang mendorong investor kembali menanamkan dananya setelah tahun  lalu menariknya karena kekhawatiran resiko pecahnya Uni Eropa. 

• Richard Falkenhall, analis mata uang dari SEB Stockholm, mengatakan: "The euro could rise a few more percent from here. People are not buying euros on growth prospects, the (recent) rise is more because of  investors increasing the weighting of euros in their portfolios which they had cut last year."   

• Falkenhall juga memproyeksikan EURUSD akan naik ke 1.3800 di semester pertama 2013 ini namun menurutnya selama masih ada masalah di wilayah pinggiran Eropa maka sulit bagi pasangan mata uang  tersebut untuk mencapai level 1.4000. 

• Di pertengahan sesi AS semalam, EURUSD mencoba mendekati areal 1.3600, dengan intraday high di 1.3593. Sementara EURJPY melanjutkan kenaikannya ke areal 124.14, level tertinggi terbarunya sejak  pertengahan Mei 2010. 


U.K.
• Sterling rebound dari level terendah multi bulanannya belakangan ini terhadap dolar dan euro pada hari Kamis, namun masih diprediksi akan kembali melanjutkan koreksinya  seiring meningkatnya kekhawatiran pada ekonomi Inggris. 

• Data harga rumah Inggris yang dirilis naik melampaui perkiraan di bulan Januari awalnya sempat mendorong aksi beli sterling di awal sesi London, namun penguatannya masih  dibatasi oleh kekhawatiran yang lebih luas mengenai prospek ekonomi Inggris. 

• Sterling tercatat naik 0.3% terhadap dolar di sekitar $1.5860, setelah menembus level tertinggi 1 pekan di $1.5875, setelah investor melakukan aksi ambil untung pasca koreksi  sterling belakangan ini. 

• Sedangkan  fokus  pekan  ini  tertuju  pada  data  PMI  manufaktur  Inggris  untuk  periode  Januari  yang  akan  dirilis  pada  hari  Jumat.  Data  ini  akan  memberikan  indikasi  mengenai  performa  ekonomi  Inggris  di  awal  tahun  2013  ini.  Jika  data  dirilis  buruk  maka  berpotensi  menekan  sterling.  Juga  yang  berpotensi  menekan  sterling  berikutnya  adalah  kemungkinan downgrade peringkat kredit triple‐A Inggris menyusul target utang Inggris belum kunjung tercapai. 


JAPAN
• Janji  the  Fed,  seperti  telah  diperkirakan,  untuk  melanjutkan  dukungan  terhadap  kebijakan  moneter  yang  ultra‐longgar,  serta  kontraksi  GDP  Q4  AS  telah  menyebabkan  tertahannya kenaikan dollar AS terhadap yen Kamis kemarin. 

• Sementara komentar dari wakil gubernur BoJ, Hirohide Yamaguchi, yang kembali memperkuat prospek langkah pelonggaran moneter agresif untuk mencapai target inflasi 2%, di  sisi lain membatasi koreksi dollar/yen, sehingga pasangan mata uang tersebut bergerak dalam kisaran yang relative sempit kemarin. 

• USDJPY telah mencapai kenaikan ke level tertingginya selama 2,5 tahun di 91.40 pada Rabu lalu, dan pada hari Kamis kenaikan pasangan mata uang tersebut tertahan di areal  91.36, setelah terkoreksi ke areal 90.76 sebelumnya. 


AUSTRALIA
• Aussie  dollar  ke  level  terlemahnya  selama  13  bulan  terhadap  euro  di  1.3069  Kamis  kemarin  dipicu  oleh  penguatan  euro  secara  global  menyusul  indikasi  stabilitas  system  keuangan  dan  ekonomi zona euro.  

• Penguatan euro kembali berkembang setelah rilis positif data tenaga kerja Jerman – yang meredam rilis pesimis data retail sales sebelumnya pada Kamis kemarin. Dukungan buat euro juga  diperoleh dari hasil sidang moneter The Fed AS Rabu lalu yang belum akan mengakhiri program stimulusnya untuk menunjang pemulihan ekonomi AS – yang merupakan sentimen negatif  untuk dolar AS. 

• Fokus para pelaku pasar Aussie dollar kali ini akan tertuju pada rilis data PPI, PMI dan house price Australia, meskipun fokus terbesar akan tertuju pada data manufaktur Cina dan tenaga kerja  AS pada Jumat ini. Rilis optimis di atas perkiraan akan mendukung meningkatnya demand Aussie dollar, karena higher‐yield‐nya.    

• Aussie dollar tercatat telah bergerak mendekati level terkuatnya sejak Agustus 2008 terhadap yen, di sekitar 95.40. Sementara AUDUSD bergerak datar setelah mencoba menembus ke bawah  1.0400 Kamis kemarin – yakni di level terendah 1 bulan di 1.0382. 

• Dari  basis  technical  perlu  diwaspadai  support  1.0342,  yang  apabila  efektif  masih  akan  mendukung  upaya  kenaikan  kembali  ke  atas  1.0500.  Sebaliknya,  jika  1.0342  tembus  maka  potensial  penurunan lebih besar bisa saja terjadi.


SWISS
• Franc Swiss menguat terhadap euro dan mencetak level tertinggi yang baru untuk tahun ini terhadap dolar setelah The Fed mempertahankan rencana stimulus pembelian obligasi  pada sidangnya yang berakhir Kamis dini hari kemarin. Franc secara umum bertalian erat dengan pergerakan euro sejak bank sentral Swiss (SNB) mematok nilai tukar minimum  EUR/CHF di 1.20 per euro pada bulan September 2011. Namun franc melemah ke level terendah 22 bulan di pekan lalu seiring meningkatnya optimisme pada perekonomian  Eropa.  Euro  menguat  mendekati  level  tertinggi  14  bulan  terhadap  dolar  Kamis  kemarin,  didukung  oleh  ekspektasi  bahwa  bank  sentral  AS  akan  mempertahankan  langkah  pelonggaran moneter agresifnya. 

• Rilis data yang menunjukkan meningkatnya sentimen di zona euro untuk 3 bulan berturut‐turut juga menggugurkan ekspektasi terjadinya pemangkasan suku bunga oleh ECB di  pekan depan, dan hal ini memberikan dukungan lebih lanjut bagi penguatan euro. 

• Investor akan mencermati data PMI Swiss hari Jumat ini untuk melihat apakah optimisme atas perekonomian zona euro akan mendukung sektor ekspor Swiss. Data diprediksi  naik ke 50.5 di bulan Januari dari 49.5 di bulan sebelumnya.  Franc menguat 0.1% terhadap dolar di sekitar 0.9097 franc dibanidngkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan  terhadap euro, franc Swiss bergerak stabil di sekitar 1.2355 franc. 

Thursday, January 31, 2013

Headline News 31.01.13


US & GLOBAL
• Euro menguat ke level tertinggi 14 bulan dan emas rally pada hari Rabu setelah The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan rencana  stimulus  pembelian  obligasi  senilai  $85  milyar.  Bursa  saham  AS  terkoreksi  kembali  usai  keputusan  The  Fed  tersebut  namun  investor  melihat penurunan ini sebagai reaksi (aksi profit‐taking) atas penguatan saham dalam beberapa bulan terakhir. Standard & Poor's 500  Index berpotensi mencatat kinerja bulanan terbaiknya sejak Oktober 2011 dan kinerja bulan Januari terbaiknya sejak 1997. 

• The  Fed  mengatakan  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  masih  tersendat,  namun  pelambatan  ini  nampaknya  ahanya  bersifat  sementara,  seiring  kondisi  pasar  tenaga  kerja  yang  terus  mengalami  peningkatan.  The  Fed  juga  kembali  menjanjikan  untuk  terus  melakukan  pembelian aset sekuritas hingga sektor tenaga kerja meningkat secara substansial. 

• Adapun laporan sebelumnya menunjukkan ekonomi AS mengalami kontraksi di kuartal keempat yang mendorong ekspektasi bahwa The  Fed  akan  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar.  Data  PDB  menunjukkan  ekonomi  AS  di  kuartal  keempat  diluar  dugaan  mengalami  kontraksi pertamanya sejak resesi 2007‐09. Produk domestik bruto turun 0.1% dalam basis tahunan setelah tumbuh 3.1% di kuartal ketiga  sebelumnya. 

• Euro terakhir tercatat di $1.3563, setelah naik di atas $1.35 untuk pertama kalinya sejak Desember. Harga emas juga naik $12.01 atau  0.72% ke $1675.40. 

• Kebijakan moneter longgar yang diadopsi The Fed telah menambah minat investor pada euro ketimbang dolar. Dalam beberapa tahun  terakhir investor telah membeli dolar sebagai mata uang yang dipandang lebih aman resiko ditengah kondisi ekonomi global yang suram,  namun pada sesi Rabu kemarin, paling tidak investor melihat euro lebih menarik. 

• Emas menguat usai rilis data PDB‐Q4 AS, seiring melemahnya dolar, karena investor pemegang mata uang non dolar lebih tertarik untuk  membeli emas karena harganya yang relatif lebih murah. 

• Data  PDB  AS  tersebut  juga  telah  mengimbangi  kenaikan  3  kali  berturutan  untuk  kepercayaan  ekonomi  Eropa,  sebuah  kenaikan  dalam  pembayaran kembali pinjaman krisis ECB dan penjualan yang solid untuk obligasi Italia tenor 5 tahun dan 10 tahun, yang menyediakan  optimisme  baru  mengenai  pemulihan  ekonomi  kawasan  akahir‐akhir  ini.  Treasury  AS  tenor  10  tahun  bergerak  stabil,  dengan  yield  di  1.9992%. sedangkan Bund futures jatuh ke level intraday low dengan investor memandang bahwa kontraksi pada ekonomi AS tidak akan  berdampak signifikan pada perubahan kebijakan The Fed. Bund futures <FGBLc1> turun ke level intraday low 141.36, turun 46 poin. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 44.00 poin atau 0.32% di 13,910.42. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 5.88  poin atau 0.39% di 1,501.96. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 11.35 poin atau 0.36% di 3,142.31.   

• Bursa  saham  Eropa  mengalami  koreksi  harian  terbesarnya  bulan  ini,  dengan  indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  turun  0.6%,  meskipun  terjadi kenaikan pada bursa Asia sebelumnya yang membuat indeks ekuitas global MSCI mendekati level tertinggi sejak Mei 2011. 

• Proyeksi pertumbuhan ekonomi Cina yang menjanjikan di tahun 2013 telah menambah ekspektasi untuk meningkatnya permintaan pada  bahan bakar komoditi industri, sehingga menopang naiknya harga minyak. Brent crude oil mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan  setelah menembus $115 per barel. Harga terakhir tercatat di $115.06. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 44 sen atau 0.45% ke  $98.01 per barel.  



GOLD & COMMODITIES
• Emas  rally  ke  level  intraday  high  $1683.39  per  ons  pada  hari  Rabu  kemarin,  menegaskan  kembali  perannya  sebagai  aset  safe‐haven  setelah data pertumbuhan ekonomi AS dirilis di bawah perkiraan dan meredam minat terhadap aset beresiko. 

• ekonomi AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal keempat, penurunan pertamanya sejak resesi 2007‐2009 akibat sektor  bisnis yang tertahan karena sedang restocking serta turunnya spending pemerintah. 

• Sikap the Fed yang masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ultra‐longgar sampai tingkat penganggurannya merosot hingga  6,5% merupakan dukungan untuk kenaikan emas ke depannya. 

• Namun prospek kenaikan emas, dari sejumlah kalangan, masih akan menemukan hambatan di areal $1700, mengingat kelanjutan QE the  Fed sudah diantisipasi sehingga tidak akan cukup tenaga untuk memicu kenaikan emas secara tajam. 

• Robin Bahr, analis dari Societe Generale, mengatakan: “Theoritically, monetary easing would be very bullish for gold but the Fed’s money is  not leaving the balance sheet and it’s not going out into the real wider world, creating inflationary pressures.”.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent menembus level tertinggi  3 bulan pada hari Rabu setelah rilis data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan di luar  Eropa mendorong optimisme mengenai prospek ekonomi global sebelum akhirnya minyak memangkas keuntungannya setelah rilis data  PDB‐Q4 AS yang memburuk diluar dugaan. 

• Proyeksi pertumbuhan ekonomi Cina yang menjanjikan di tahun 2013 telah menambah ekspektasi untuk meningkatnya permintaan pada  bahan bakar komoditi industri, sehingga menopang naiknya harga minyak. Brent crude oil mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan  setelah menembus $115 per barel. Harga terakhir tercatat di $115.06. Sedangkan harga minyak mentah AS naik 44 sen atau 0.45% ke  $98.01 per barel. 

• Stok minyak mentah AS melonjak 5.95 juta barel di pekan per 25 Januari, demikian data pemerintah AS menunjukkan. Kenaikan tersebut  melampaui ekspektasi pasar untuk kenaikan 2.6 juta barel. 

• Aktifitas pabrikan di Cina diprediksi mengalami ekspansi terpesatnya dalam 9 bulan di periode Januari, menambah indikasi meningkatnya  momentum menyusul menguatnya permintaan dalam negeri. 

• Resiko  terhadap  terkendalanya  suplai  minyak  Timur  Tengah  juga  turut  mendorong  naiknya  harga  minyak.    Pasukan  Israel  menyerang  konvoi yang diduga menyertakan sebuah truk yang membawa senjata di perbatasan Suriah‐Lebanon pada hari Rabu, demikian sebuah  sumber mengatakan kepada Reuters. 

EURO ZONE
• Mata uang euro melonjak ke level tertingginya selama 14 bulan terhadap dolar dan ke level tertinggi 33 bulan terhadap yen Rabu kemarin karena membaiknya prospek di Eropa, potensial  mendorong investor untuk memicu berlanjutnya kenaikan euro dalam jangka pendek ini. 

• Data sentimen ekonomi Eropa periode Januari yang dirilis kemarin menunjukkan peningkatan dalam 3 bulan beruntun, sementara komentar dari anggota dewan kebijakan ECB, Ewald Nowotny,  mengenai pemulihan yang mulai memberi dampak pada sektor riil, membuat analis memproyeksikan bahwa tren kenaikan euro masih akan bertahan. 

• Rilis optimis data ekonomi Jerman belakangan ini menunjukkan bahwa negara terbesar di zona euro tersebut kemungkinan sudah berada dalam jalur pemulihan yang stabil, sementara indikasi  bangkitnya sektor perbankan Eropa, setelah melakukan pembayaran pertama pinjaman dari bank sentral, telah mendorong optimisme bahwa bagian terburuk dari krisis sudah lewat. 

• Sementara kontraksi data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal ke‐4 semalam memperkuat sikap the Fed terhadap kebijakan moneter yang ultra‐longgar – turut men‐support penguatan euro  terhadap dolar AS. 

• Tren penguatan euro juga bersifat global, terlihat dari kenaikannya terhadap mata uang lainnya, terutama terhadap yen. Para investor, utamanya dari Jepang, yang memiliki minat yang besar  untuk mengucurkan dana mereka ke dalam aset‐aset Eropa, mendukung kenaikan euro. Analis mengatakan bahwa kenaikan euro juga terjadi karena bank‐bank sentral dunia, termasuk BoJ dan  The Fed, terus memompa stimulus, sementara ECB masih belum bereaksi melihat kenaikan euro. 

• "The ECB is doing nothing to talk down the currency and everything necessary to send it higher," analis dari Societe Generale memberikan catatannya. 

• EURUSD  ke  level  tertinggi  14  bulan  di  1.3579,  menembus  option  barrier  di  1.3500,  karena  terus  meningkatnya  permintaan  dari  pengelola  dana.  Euro  juga  naik  ke  level  tertinggi  33  bulan  terhadap yen, di 123.85, menembus option barrier 123.00 didorong oleh terus berkembangnya ekspektasi bahwa BoJ akan melanjutkan stimulus moneternya.  

• "Right now the euro is certainly going to make some gains against most of the G10 currencies on reasonably positive to stable economic data and a central bank that seems to continue to back  the move in the euro without complaining about it," demikian dikatakan Peter Frank, analis forex FX dari BBVA. 


U.K.
• Sterling  menembus  level  terendah  lebih  dari  setahun  terhadap  euro  pada  perdagangan  hari  Rabu,  merefleksikan  meningkatnya  kekhawatiran  terhadap  perekonomian Inggris pada saat ini ketika prospek ekonomi zona euro terlihat mulai cerah. 

• Sterling juga terkoreksi ke level terendah 11 bulan terhadap sejumlah rivalnya, dan nampaknya akan terus mengalami tekanan akibat spekulasi bahwa BoE  kemungkinan akan melanjutkan kebijakan moneter longgar untuk memacu pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan kedepan. 

• Euro  mencatata  intraday high di  0.8606 pound,  level  tertingginya sejak 7  Desember 2011, dan  terakhir tercatat bergerak di sekitar 0.8582 pound, atau  menguat 0.3% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

• Sterling  telah  tertekan  sejak  rilis  data  pekan  lalu  yang  menunjukkan  ekonomi  Inggris  terkontraksi  melebihi  perkiraan  di  kuartal  keempat,  dimana  telah  meningkatkan  kekhawatiran  kemungkinan  Inggris  kehilangan  peringkat  kredit  teratasnya  dan  juga  prospek  untuk  ditingkatkannya  kebijakan  moneter  longgar. 

• Terhadap dolar, sterling menguat 0.3% ke sekitar $1.5803 dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Sterling masih bertahan di atas $1.5674 level  intraday low hari Senin lalu, yang merupakan level terendahnya sejak akhir Agustus, berkat menguatnya euro atas dolar. 

• Sedangkan fokus pekan ini tertuju pada data PMI manufaktur Inggris untuk periode Januari yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini akan memberikan  indikasi  mengenai  performa  ekonomi Inggris  di  awal  tahun  2013  ini.  Juga  yang  berpotensi  menekan  sterling  adalah  kemungkinan  downgrade  peringkat  kredit triple‐A Inggris menyusul target utang Inggris belum kunjung tercapai. 


JAPAN
• Dolar  AS  menguat  ke  level  tertinggi  terbaru  selama  2,5  tahun  atas  yen  pada  Rabu  kemarin,  didorong  oleh  melebarnya  spread  antara  yield  obligasi  pemerintah AS (T‐Bond) dan Jepang (JGB) di tengah ekspektasi pelonggaran moneter yang lebih agresif oleh BoJ dalam beberapa bulan ke depan. 

• Dolar menguat ke level 91.40 yen, sementara euro juga melanjutkan penguatannya atas yen ke 123.85, melampaui level 123.33, level tertinggi pada April  2011. 

• Namun  kemudian  dolar  AS  terkoreksi  dari  penguatannya  terhadap  yen,  setelah  data  pertumbuhan  ekonomi  AS  di  kuartal  ke‐4  menunjukkan  kontraksi  pertamanya sejak masa resesi 2007‐2009. 


AUSTRALIA
• Aussie  dollar  terus  naik  terhadap  yen  hingga  ke  level  95.45,  sebuah  level  tertingginya  sejak  Agustus  2008.  Jika  mampu  terus  bertahan  di  atas  level  retracement  utamanya  di  95.40,  maka  AUDJPY  dapat  membuka  peluang  bagi  berlanjutnya  kenaikan  menuju  98.40,  bahkan  hingga  104.50,  demikian  diproyeksikan oleh sejumlah analis pasar. 

• Sejak  November,  AUDJPY  telah  mencatat  kenaikan  lebih  dari  17  persen  karena  keyakinan  bahwa  perubahan  kebijakan  moneter  drastis  di  Jepang  dari  pemerintahan barunya akan memicu pelemahan yen lebih jauh. 

• Sementara Aussie dollar kembali mencoba areal 1.0400 setelah rebound tertahan di 1.0476 kemarin, menyusul data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal  ke‐4 menunjukkan kontraksi. 


SWISS
• Dolar terkoreksi ke level terendah hampir sebulan terakhir terhadap franc Swiss setelah data menunjukkan ekonomi AS di kuartal keempat tahun lalu diluar  dugaan  mengalami  kontraksi,  mencatat  penurunan  pertamanya  sejak  resesi  2007‐09  setelah  perusahaan  meningkatkan  kembali  stok  produknya  dan  belanja pemerintah merosot. 

• Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat turun 0.1% dalam basis tahunan setelah tumbuh 3.1% di kuartal ketiga sebelumnya, demikian dilaporkan  Departemen Perdagangan AS. Ini merupakan kinerja terburuknya sejak kuartal kedua 2009, ketika resesi berakhir, dan menunjukkan ekonomi AS memasuki  tahun baru tanpa momentum. 

• Dolar mencatat intraday low di 0.9091 franc, level terendahnya sejak 2 Januari 2013. 

• Sementara  itu,  momentum  ekonomi  Swiss  melemah  lebih  rendah  dari  ekspektasi  pasar  di  bulan  Januari,  turun  ke  level  terendahnya  dalam  8  bulan  menyusul masih rapuhnya perekonomian zona euro terus melemahkan kepercayaan. KOF indicator, sebuah barometer untuk melihat performa ekonomi  dalam  6  bulan  kedepan,  menunjukkan  turun  untuk  ke‐4  kalinya  berturut‐turut  ke  1.05  poin  di  bulan  Januari  dari  level  revisinya  1.29  poin  di  bulan  Desember, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi turun ke 1.16. 

Wednesday, January 30, 2013

Headline News 30.01.13


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  menguat  dan  dolar  jatuh  ke  level  terendah  14  bulan  terhadap  euro  pada  perdagangan  hari  Selasa  menyusul meningkatnya minat pada aset beresiko seiring dimulainya sidang reguler The Fed yang akan berlangsung selama  2  hari  yang  diprediksi  akan  mempertahankan  kebijakan  moneter  longgar.  Laporan  mengenai  naiknya  harga  rumah  di  AS  (single‐family home prices) di bulan November turut mendorong naiknya saham dalam beberapa pekan terakhir. 

• Pasar awalnya sempat tertekan setelah rilis data consumer confidence AS yang turun di bulan Januari ke level terendahnya  selama  lebih  dari  setahun  terakhir.  Namun  data  tersebut  tetap  mempertahankan  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar untuk sementara waktu ini. 

• Euro  melanjutkan  penguatannya  atas  dolar,  menembus  di  atas  level  resistance  ke  level  tertinggi  14  bulan.  Euro  terakhir  bergerak di sekitar $1.3491. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 72.49 poin atau 0.52% di 13,954.42. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 7.66  poin atau 0.51% di 1,507.84. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 0.64 poin atau 0.02% di 3,153.66.   

• Penguatan  saham  belakangan  ini  umumnya  dipicu  oleh  laporan  laba  yang  memuaskan,  dan  tren  penguatan  ini  berlanjut  pada perdagangan Selasa kemarin menyusul laporan positif dari Valero <VLO.N> dan Pfizer Inc <PFE.N>.  

• Bursa saham Eropa mencatat level tertinggi 2 tahun, didukung oleh  menguatnya saham sektor  pertambangan, menyusul  optimisme  mengenai  pemulihan  ekonomi  yang  berkelanjutan  setelah  rilis  positif  data  harga  rumah  AS  dan  komentar  mengenai  pertumbuhan  ekonomi  di  negara  konsumen  logam,  Cina.  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  naik  0.4%.  indeks  tercatat telah naik 24% dari level terendah Juni. 

• Bursa  Asia  terapresiasi  dipicu  oleh  penguatan  yang  signifikan  pada  bursa  saham  Australia,  dan  membantu  mengangkat  indeks ekuitas global MSCI 0.6% ke level tertinggi 20 bulan. 

• Harga  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  9/32  dengan  yield  di  1.9955%.  Harga  obligasi  awalnya  sempat  menggerus  kerugiannya dan berbalik menguat setelah data consumer confidence AS dirilis mengecewakan. 

• Pasar saat ini menantikan hasil sidang The Fed yang akan berakhir hari Rabu atau Kamis dini hari. Meskipun hasil sidang  diprediksi  tidak  akan  membuat  perubahan  kebijakan,  namun  pasar  akan  mencermati  pergantian  posisi  anggota  dewan  kehormatan The Fed untuk melihat berbagai kemungkinan adanya perubahan kebijakan di tahun 2013 ini. 

• Emas  mengakhir  pelemahannya  selama  4  hari  terakhir  dan  berhasil  ditutup  menguat  0.5%  di  sekitar  $1,662.60  per  ons,  namun  jika  terindikasi  The  Fed  tengah  mempertimbangkan  untuk  mengakhiri  kebijakan  moneter  longgar,  maka  akan  memicu pelemahan harga emas. 

• Harga minyak mentah Brent dan minyak mentah AS naik setelah rilis data peruamahan AS. Brent crude <LCOc1> naik 72 ke  $114.20 per barel dan U.S. crude <CLc1> naik $1.01 ke $97.45 per barel.   



GOLD & COMMODITIES
• Emas  menguat  Selasa  lalu,  membalikkan  rangkaian  penurunan  empat  harinya,  didorong  oleh  aksi  beli  dan  berlanjutnya  pelonggaran kebijakan moneter AS. 

• Platinum  dan  palladium  juga  rebound  setelah  penurunannya  karena  kekhawatiran  pasokan  dan  harapan  untuk  recovery  permintaan memicu penguatannya. 

• "What's going to come out of the Fed is more of the same, so we can just anticipate that (quantitative easing) is here at least  for a little while longer," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth, yang mengelola lebih dari $1 milyar  dalam client assets.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah AS naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Selasa, menembus kenaikan pada harga Brent, setelah  rilsi  optimis  pasar  perumahan  AS  menambah  kepercayaan  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  dan  permintaan  minyak  akan  mengalami kenaikan. 

• Pasar  keuangan  mengalami  rally  setelah  rilis  data  indeks  komposit  S&P/Case  Shiller  pada  20  wilayah  metropolitan  menunjukkan  single‐family  home prices  naik  di  bulan  November  untuk  ke‐10  kalinya  secara  berturut‐turut  dan  mencatat  kenaikan basis tahunan terbesarnya sejak Agustus 2006. 

• Pelaku pasar minyak terus memonitor perkembangan data ekonomi untuk melihat indikasi peningkatan pada permintaan  minyak. 

• Pasar akan menantikan hasil sidang The Fed disamping juga data rilis awal untuk PDB‐Q4 AS pada hari Rabu ini. 

• Brent crude <LCOc1> naik 72 sen ke $114.20 per barel dan U.S. crude <CLc1> naik $1.01 ke $97.45 per barel. 

• Sementara itu, laporan American Petroleum Institute (API)  menunjukkan stok minyak mentah AS naik 4.2 juta barel di pekan  lalu, melampaui ekspektasi pasar untuk kenaikan 2.6 juta barel berdasarkan jajak pendapat Reuters sebelum rilis data API  dan  Energy  Information  Administration  (EIA).  Sedangkan  stok  bensin  diprediksi  turun  100.000  barel  dan  stok  distillate  diprediksi turun 1.1 juta barel. EIA akan merilis data stok minyak mingguannya pada malam nanti sekitar pukul 22.30 wib. 


EURO ZONE
• Consumer morale Jerman naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan menuju bulan Februari karena ketenangan dalam badai zona euro  yang mendorong optimisme, market research group GfK mengatakannya Selasa lalu.  

• Indikator sentimen konsumen yang melihat kedepan, berdasarkan survei sekitar 2.000 orang Jerman, naik hingga 5.8 pada bulan Februari  dari revisi kenaikan 5.7 pada bulan Januari, didorong tingginya ekspektasi pendapatan dan besarnya keinginan untuk melakukan pembelian. 

• Consumer  confidence  Perancis  bertahan  pada  bulan  Januari  karena  kekhawatiran  dari  kehilangan  pekerjaan  yang  berkurang,  meskipun  kekhawatiran mengenai inflasi yang berlanjut menekan, mendorong permasalahan pada keuangan masa depan, data menunjukkannya.  

• Spanyol mengatakan telah mencapai target pendapatan untuk tahun 2012 karena kenaikan pajak mengimbangi pelemahan ekonomi, dan  mengulangi  komitmen  untuk  memangkas  pembelanjaan  meskipun  Eropa  mengatakan  kemungkinan  untuk  memberikan  negara  lebih  banyak waktu untuk memangkas defisit berkenaan dengan resesi.  

U.K.
• Aksi ambil untung investor telah mendorong rebound sterling setelah mengalami tekana jual belakangan ini. Namun keprihatinan terhadap kondisi  ekonomi  Inggris  yang  masih  suram  dan  prospek  untuk  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  BoE  serta  kemungkinan  diturunkannya  peringkat kredit triple‐A Inggris telah membuat sterling rentan terhadap tekanan. 

• Sterling  menguat  0.4%  terhadap  dolar  ke  $1.5758,  rebound  dari  $1.5674  levelnya  hari  Senin,  level  terendahnya  sejak  akhir  Agustus.  Dolar  melanjutkan koreksinya setelah rilis buruk data consumer confidence AS untuk periode Januari. 

• Sterling juga menguat terhadap euro untuk pertama kalinya dalam 4 sesi terakhir. Euro turun 0.2% ke sekitar 0.8550 pound akibat tekanan jual  oleh investor asing, pasca terapresiasi ke 0.8586 pada hari Senin, level tertingginya sejak awal Desember 2011. 

• Adapun folus perhatian investor pekan ini akan tertuju pada data PMI manufaktur Inggris yang akan dirilis pada hari Jumat, dimana diprediksi akan  menunjukkan ekspansi di kuartal pertama tahun ini.


JAPAN
• Pemerintah Jepang menyetujui rancangan bujet $1.02 trilyun untuk tahun depan fiskal yang bertujuan untuk mendorong pendapatan pajak diatas  penjualan  obligasi baru untuk pertama kali dalam empat tahunnya, tetapi masih  tergantung pada pinjaman untuk menutupi 46.3 persen pada  pembelanjaan.  

• Rancangan bujet tahun pertama disusun dibawah Perdana Menteri Shinzo Abe, yang memimpin Liberal Democratic Party yang berkuasa bulan lalu  dengan janji‐janji menghidupkan kembali perekonomian, ditandai membaik secara simbolik setelah bertahun‐tahun mengalami kemerosotan.  

• Dengan  92.6  trilyun  yen  ($1.02  trilyun)  pada  pembelanjaan,  pemerintah  secara  efektif  memangkas  ukuran  dari  rancangan  bujet  dari  tahun  sebelumnya untuk pertama kali dalam tujuh tahun, yang mengambil rekening dana pemerintah untuk membayar pensiun.  

• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan dia berharap pelemahan yen baru‐baru ini membantu memperbaiki sentimen bisnis.  

• "When business and consumer sentiment is cooling, money doesn't flow out (to the economy). Capital spending and private consumption won't  increase," Aso mengatakan pada konferensi berita, yang menekankan kebutuhnan untuk mengambil langkah politis dalam mencerahkan business  sentiment. 


AUSTRALIA
• Aussie dan kiwi dollar menguat mendekati level terkuat dalam empat tahunnya versus yen Selasa lalu, sementara itu didorong karena penguatan  dalam business confidence di Australia dan surplus perdagangan yang mengejutkan yang mendorong kedua mata uang tersebut.  

• Aussie  <AUD=D4>  meningkat  ke  level  $1.0470,  dari  level  $1.0412  pada  awalnya,  yang  telah  menyentuh  level  terendah  satu  bulannya  $1.0384  Senin sebelumnya. Telah naik momentum pada euro terhadap Aussie 0.2 persen dalam harian ke level A$1.2892 <EURAUD=R>, setelah merosot ke  level terendahnya sejak bulan Mei ke level A$1.2958.  

• Telah membuat kenaikan besar terhadap yen dan terakhir terlihat dekati level puncak terbaru empat tahun di level 95.08 yen <AUDJPY=R> yang  terjadi minggu lalu. Terakhr telah berubah ke level 94.86.  

• Aussie  telah  naik  15  persen  terhadap  yen  sejak  bulan  November  dengan  beberapa  analis  mengekspektasi  kenaikan  yang  berlanjut  diberikan  pemerintah Jepang tekad untuk melawan deflasi dan mata uang yang lebih rendah.  

• Para  konsumen  terlihat  untuk  lebih  nyaman  mengenai  meminjam  uang  tetapi  masih  enggan  untuk  mengambil  pinjaman  rumah,  data  terbaru  melaporkannya. 


SWISS
• Franc Swiss menguat terhadap euro dan juga dolar pada perdagangan hari Selasa setelah investor melakukan aksi ambil untung usai mata uang  tunggal Eropa mengalami rally dalam beberapa hari terakhir. 

• Franc berpotensi mendapat dukungan positif dari rilis data indeks PMI Swiss yang akan dirilis hari Jumat yang diprediksi akan naik ke 50.5 di bulan  Januari dari 49.5 di bulan Desember sebelumnya. 

• Sementara data KOF indicator akan dirilis hari Rabu ini yang diprediksi turun ke 1.16 di bulan Januari dari 1.28 di bulan Desember. Sedangkan UBS  consumption indicator untuk periode Desember akan dirilis pada hari yang sama. 

• Euro terkoreksi 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 1.2430 franc. Sedangkan dolar turun 0.4% terhadap franc Swiss ke 0.9218 franc dibandingkan  penutupan New York hari Senin. 

• Investor  akan  mencermati  reaksi  SNB  atas  pelemahan  franc  Swiss  belakangan  ini.  Kepala  SNB  Thomas  Jordan  pada  pekan  lalu  menegaskan  pihaknya akan melakuakn segala daya upaya untuk mengendalikan penguatan franc. Sedangkan wakil SNB Jean‐Pierre Danthine menggugurkan  spekulasi mengenai kemungkinan SNB akan menurunkan nilai patokan franc terhadap euro.