title cover

title cover

Thursday, February 21, 2013

Headline News 21.02.13


US & GLOBAL
Pasar  ekuitas  global  jatuh  pada  hari  Rabu  setelah  dewan  kebijakan  The  Fed  dalam  sidangnya  bulan  lalu  mengatakan  bank  sentral  kemungkinan akan memperlambat atau menghentikan program pembelian aset sebelum terlihat adanya peningkatan pada penyerapan  tenaga kerja, sementara harga minyak turun menyusul prospek peningkatan pada suplai minyak Arab Saudi. 

Emas jatuh hampir 3% ke level terendah 7 bulan , mencatat koreksi harian terbesarnya selama hampir setahun terakhir, dan harga obligasi  pemerintah AS memangkas keuntungan sebelumnya pasca rilis minutes dari sidang The Fed tanggal 29‐30 Januari lalu. 

Dolar  terapresiasi  ke  level  intraday  high  terhadap  euro  dan  yen  menyusul  sejumlah  anggota  dewan  kebijakan  The  Fed  mengatakan  program pembelian obligasi seniali $85 milyar per bulan yang dikenal dengan istilah "quantitative easing," atau QE, kemungkinan akan  berakhir sebelum terjadi peningkatan pada perekrutan tenaga kerja. 

Pasar ekuitas global awalnya jatuh menyusul rilis beragam pada data perumahan AS yang sempat menahan rally saham tahun ini. Indeks  saham dunia menembus level tertinggi 4‐1/2 tahun sebelum akhirnya mengalami koreksi. Pasar ekuitas telah menguat selama 7 bulan  terakhir setelah bank‐bank sentral berulangkali menggelontorkan dukungan moneter untuk memulihkan perekonomian. Indeks ekuitas  global  MSCI  naik  ke  359,37  poin,  level  tertingginya  sejak  Juni  2008,  sebelum  akhirnya  mengalami  retracement  dan  diperdagangkan  melemah 0,7% di 355,45. 

Sebelum rilis FOMC minutes, FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0,26% ke 1.168,72. 

Data perumahan AS dirilis optimis. Meskipun data housing starts mengalami penurunan bulan lalu, namun penurunan tersebut banyak  disebabkan oleh volatilitas pada komponen multi‐family. Sementara untuk kategori single‐family naik ke level tertinggi sejak Juli 2008.  Building permits juga meningkat ke level terpesatnya sejak Juni 2008. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 108,13 poin atau 0,77% di 13.927,54. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  18,99 poin atau 1,24% di 1.511,95. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 49,19 poin atau 1,53% di 3.164,41.   

Saham  Boeing  Co  <BA.N>  naik  0,2%  ke  $74,78.  Boeing  telah  menemukan  cara  untuk  memperbaiki  masalah  baterai  pada  pada  787  Dreamliner jet‐nya, demikian sebuah laporan mengatakan. 

Sementara laporan mengenai merger menyebutkan, Office Depot Inc <ODP.N> akan mengakuisis rivalnya OfficeMax Inc <OMX.N> dengan  nilai kesepakatan sebesar $1,2 milyar. Saham Office Depot jatuh hampir 17% ke $4,18 dan saham OfficeMax merosot 7%. 

Saham‐saham Eropa berguguran menyusul pemangkasan dividen yang mengejutkan oleh perusahaan asuransi Inggris RSA <RSA.L> dan  Lufthansa <LHAG.DE> dan laporan buruk dari Accor, pengusaha hotel terbesar Eropa, dan perusahaan penambangan BHP Billiton yang  menekan  sentimen  pasar.  Saham  RSA  mengalami  koreksi  tertajamnya  setelah  mencatat  penurunan  14,9%.  Sedangkan  Lufthansa,  perusahaan maskapai terbesar Eropa, merosot 6,2%. 

Harga minyak turun tajam bersamaan dengan tekanan jual pada emas dan juga tembaga, menyusul spekulasi hedge fund akan melikuidasi  posisi  substansialnya  pada  komoditas.  Ekspektasi  pada  peningkatan  suplai  minyak Arab  Saudi  juga  turut memberi  tekanan  pada  harga  minyak. April Brent crude futures <LCOc1> turun $1,92 di $115,60 per barel sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $2,20 di $94,46. 

Treasury AS tenor 10 tahun naik 5/32 dengan yield di 2,0104%. 

Dolar membalik keuntungannya terhadap yen di akhir sesi Rabu kemarin dan bergerak relatif stabil di sekitar 93,54 yen. Euro jatuh 0,8%  ke $1,3278, pasca anjlok ke level intraday low di $1,3273, level terendahnya sejak 23 Januari. Euro juga melemah 0,7% ke 124,41 yen. 


GOLD & COMMODITIES
Emas anjlok 2.5 persen Rabu lalu ke level terendah sejak bulan Juli lalu setelah minutes dari meeting the Fed bulan lalu menunjukkan bank  sentral AS telah melambat atau menghentikan untuk membeli aset‐aset sebelum naiknya pasar tenaga kerja. 

Perak dan platinum juga merosot tajam. 

Sebelum rilis minutes the Fed, emas telah turun tajam karena isu bahwa hedge fund besar dalam komoditas telah melikuidasi holding‐nya,  yang memicu aksi jual pada komoditas industri yang mempengaruhi harga crude oil

"It's clear the funds are not coming in to support the market, and I don't see any physical interest either. There has been a clear rotation  out of gold and other commodities into equities," kata Bill O'Neill, partner pada perusahaan commodities investment LOGIC Advisors.  


OIL & COMMODITIES
Crude oil futures turun tajam pada hari Rabu, mengikuti trend aksi jual yang terjadi pada  logam mulia dan tembaga, seiring aksi jual yang  mengalami  akselerasi  di  tengah  pembicaraan  pasar  bahwa  hedge  fund  terpaksa  untuk  melikuidasi  posisi  substansial  dalam  bursa  komoditas. 

Minyak  memasuki  penurunan  tajam  sebelum  jam  24.00  WIB,  mengalami  penurunan  tajam  lebih  dari  $  2  per  barel  selama  20  menit  dengan volume penjualan yang cukup tinggi . Beberapa pedagang mengutip rumor bahwa hedge fund terpaksa menjual kontraknya di  beberapa komoditas. 

Kontrak berjangka brent crude oil periode April turun $ 1,92 ditutup dengan nilai $ 115,60 per barel, setelah turun terendah dengan nilai $  115,05 setelah mencapai nilai $ 117,66 per barel. 

Setelah  Arab  Saudi  memangkas  produksi  sekitar  700.000  barel  per  hari  (bph)  dalam  dua  bulan  terakhir  pada  tahun  2012,  pengetatan  pasokan dan mendukung peningkatan terhadap harga minyak, sebuah sumber yang berasal dari industri minyak mengatakan pengekspor  minyak mentah dunia diharapkan dapat mengangkat output produksi, meskipun jumlah produksi meningkatkan dengan jumlah yang tidak  dapat ditentukan. 

Pasokan  minyak  juga  meningkat  di  Amerika  Serikat,  di  mana  laporan  persediaan  mingguan  minyak  dari  industri  dan  pemerintah  diharapkan dapat menunjukkan peningkatan pada stok minyak mentah. Persediaan produk olahan diperkirakan telah menurun. 


EURO ZONE
Puluhan ribu orang Yunani memenuhi jalanan di Athena Rabu lalu sebagai bagian dari pemogokan nasional terhadap austerity yang membatasi penyeberangan feri di pelabuhan, meliburkan  sekolah dan meninggalkan rumah sakit dengan hanya staf darurat yang tersisa.  

Memukul drum, menipu peluit dan meneriakkan "Robbers, robbers!"/perampok, perampok! yang lebih dari 60.000 orang marah terhadap pemangkasan gaji dan kenaikan pajak dengan berjalan  kaki ke parlemen dalam protes terbesar dalam bulanannya terhadap kebijakan austerity yang dibutuhkan oleh international lenders.   

Portugal  akan membutuhkan  satu tahun  lebih  untuk  mencapai  target bujet  yang  disetujui  bailout  dibawah  78 milyar  euro ($104  milyar)  karena  outlook  ekonomi  telah  memburuk, Menteri  Keuangan Vitor Gaspar menunjukannya Rabu lalu.  

Beberapa negara Uni Eropa termasuk Perancis diekspektasi melewatkan target yang ditentukan oleh Komisi Eropa pada defisit nasional, meskipun pejabat telah mengindikasikan negara‐negara  kemungkinan diberikan peluang sepanjang mereka menunjukkan kemajuan dengan konsolidasi fiskal.  

U.K.
Sterling  terkoreksi  secara  tajam  pada  hari  Rabu  dan  diprediksi  akan  melanjutkan  pelemahannya  setelah  Bank  of  England  terlihat  semakin  mendekati  langkah  pelonggaran  kebijakan moneternya dan belum akan meredam kenaikan inflasi. 

Indeks sterling, barometer untuk nilai tukar sterling terhadap sejumlah rival utamanya, turun ke level terendah 17 bulan setelah minutes dari sidang terkini BoE menunjukkan  Gubernur Mervyn King dan 2 anggota BoE, David Miles dan Paul Fisher, memilih untuk melanjutkan pembelian aset senilai 50 milyar pound. Sebelumnya, pasar memprediksi  bahwa  hanya  David  Miles  yang  akan  memilih  kelanjutan  pembelian  aset  tersebut,  namun  ternyata  King  dan  Fisher  mendukung  ide  tersebut.  Dewan  kebijakan  juga  mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah pembelian aset ‐‐‐ yang akan berdampak negatif pada sterling karena akan lebih banyak uang yang dicetak ‐‐‐ dan pemangkasan  suku bunga. Adapun dalam minutes tersebut seluruh anggota BoE sementara ini tetap memilih untuk mempertahankan suku bunganya. 

Sterling terkoreksi lebih dari 1% terhadap dolar dan euro, menembus level terendah lebih dari 2,5 tahun di $1,5191, sementara euro melonjak ke 0,8764, level tertingginya sejak  akhir Oktober 2011. 

Hasil FOMC minutes juga mendukung penguatan dolar setelah mengisyaratkan dewan kebijakan nampaknya akan memperlambat atau bahkan menghentikan program pembelian  aset sebelum terlihat adanya peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. 


JAPAN
Defisit perdagangan Jepang membuat rekor baru pada bulan Januari seiring impor energi melonjak, melihat dampak resiko terhadap upaya untuk menghidupkan kembali mesin  ekspor negara melalui kebijakan yang bisa melemahkan yen tanpa harus mengejar reformasi ekonomi yang lebih luas. 

Seorang anggota dewan bank sentral mengatakan jatuhnya yen telah membantu sektor ekspor ‐ mereka merilis kenaikan tahunan pertama pada bulan Januari dalam delapan  bulan ‐ dan mengatakan BoJ akan mendukung dengan kebijakan yang mereka keluarkan, tetapi analis memperkirakan defisit perdagangan belum akan bertahan selama beberapa  waktu. 

Yen menguat  terhadap dolar  pada hari Rabu setelah  Perdana  Menteri  Jepang Shinzo Abe mengatakan perlunya sektor pembiayaan publik‐swasta yang  telah establish untuk  membeli obligasi asing yang telah menurun. 

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Rabu, Japan's direct investment di China mencapai $ 640 juta pada Januari, turun 20,0 persen pada tahun ini 

Penurunan ini disebabkan oleh perusahaan‐perusahaan Jepang menahan investasi di Cina karena adanya serangan balik dari konsumen anti‐Jepang atas sengketa teritorial di  Laut China Timur, dan berakibat mendinginnya hubungan ekonomi antara kedua negara. 


AUSTRALIA
Aussie mengalami kenaikan ke level $1.0367 <AUD=D4>, dari level $1.0325 pada perdagangan lokal Selasa lalu dan bertahan menguat  dari level terendahnya $1.0227 yang terjadi  minggu lalu.   

Industri perbankan telah bergabung pada tumbuhnya paduan institusi yang ketakutan oleh spekulasi kedepannya perubahan sistem pensiun pada bujet federal tahun ini.  

Tenaga kerja pemerintah telah anjlok dengan merespon pada spekulasi, meksipun telah menghadapi tantangan bujet dari pendanaan pada skema disability insurance nasional  dan extra monies untuk pendidikan.  

Obligasi Australia ditutup pada waktu lokal dengan unchanged, kembali dari pelemahannya dalam menanggapi peningkatan kepercayaan ekonomi Jerman.  


SWISS
Dolar  berhasil  rebound  terhadap  franc  Swiss  setelah  data  perumahan  AS  dirilis  optimis.  Meskipun  data  housing  starts  mengalami  penurunan  bulan  lalu,  namun  penurunan  tersebut banyak disebabkan oleh volatilitas pada komponen multi‐family. Sementara untuk kategori single‐family naik ke level tertinggi sejak Juli 2008. Building permits juga  meningkat ke level terpesatnya sejak Juni 2008. 

Sementara  dolar  juga  menguat  terhadap  euro  dipicu  rilis  optimis  data  perumahan  AS dan mendorong  menguatnya  franc  Swiss  terhadap  mata  uang  tunggal  Eropa  tersebut.  Namun demikian, penguatan franc terhadap euro nampaknya masih akan terbatas seiring dengan pernyataan Kepala SNB Thomas Jordan bahwa batasan minimum untuk nilai  tukar EUR/CHF di 1.20 franc per euro yang ditetapkan sejak September 2011 tidak akan diubah untuk sementara waktu ini. 

Hasil FOMC minutes juga mendukung penguatan dolar setelah mengisyaratkan dewan kebijakan nampaknya akan memperlambat atau bahkan menghentikan program pembelian  aset sebelum terlihat adanya peningkatan pada penyerapan tenaga kerja. 

Dolar menguat 0.4% dan ditutup di sekitar 0,9265 franc, sedangkan euro melemah 1,5% dan ditutup di sekitar 1,2310 franc. 

Wednesday, February 20, 2013

Headline News 20.02.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  menguat  pada  hari  Selasa  kemarin  seiring  naiknya  bursa  saham  AS  berkat  laporan  kemungkinan  adanya  merger  lainnya  yang  mengisyaratkan  adanya  peluang  untuk  berlanjutnya  penguatan  saham,  sementara  meningkatnya  sentimen  ekonomi  di  Jerman telah mendukung naiknya indeks saham Eropa. Indeks S&P 500, yang bergerak mendekati level tertinggi 5 tahun, melanjutkan  penguatan berturut‐turut dalam 7 pekan. Indeks tercatat telah naik lebih dari 7% tahun ini. 

Office Depot Inc <ODP.N>, peritel terbesar kedua AS, dan rivalnya OfficeMax Inc <OMX.N> tengah merundingkan kemungkinan melakukan  merger.  Jika  tercapai  kesepakatan  maka  akan  menjadi  yang  terakhir  untuk  jumlah  kesepakatan  senilai  $158  milyar  yang  diumumkan  sepanjang  tahun  2013  ini.  Pekan  lalu,  Berkshire  Hathaway  <BRKa.N>  dan  sebuah  rekanannya  setuju  untuk  mengakuisisi  H.J.  Heinz  Co  <HNZ.N>, dan General Electric <GE.N> menjual saham yang tersisa di NBCUniversal kepada Comcast Corp <CMCSA.O>.  

Bursa  saham  Eropa  rebound  dari  koreksinya  selama  3  hari  terakhir,  menyusul  rilis  optimis  data  sentimen  ekonomi  Jerman  yang  mendorong investor kembali memburu saham sektor teknologi dan otomotif. Optimisme bahwa Eropa telah melewati fase krisis utang  terburuknya telah mendorong naiknya sentimen analis dan investor Jerman ke level tertinggi selama hampir 3 tahun di bulan ini. 

Sementara itu, yen menguat setelah mengalami koreksi selama 2 hari terakhir. Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pihaknya  tidak mempertimbangkan untuk melakukan pembelian obligasi asing. 

Dukungan berikutnya pada bursa AS adalah saham Google yang berhasil menembus level all‐time high di $807,00. Saham ditutup naik  1,8% di $806,85. Saham Office Depot naik 9,4% ke $5,02 dan OfficeMax melonjak 21% ke $13,00. Sedangkan saham rivalnya Staples Inc  <SPLS.O> melejit 13% ke $14,65.  

Indeks  ekuitas  global  MSCI  naik  0,8%,  meskipun  pasar  mengalami  tekanan  dalam  2  pekan  terakhir  sejak  kenaikan  tajamnya  di  bulan  Januari. 

Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 53,91 poin atau 0,39% di 14.035,67. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX>  naik 11,15 poin atau 0,73% di 1.530,94. Sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> bertambah 21,56 poin atau 0,68% di 3.213,59.   

FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 1,1% di 1.171,73 – rebound dari koreksinyas elama 3 sesi terakhir. 

Yen  menguat  terhadap  dolar  dan  juga  euro  menyusul  ketidaksepakatan  antara  petinggi  pemerintah  Jepang  kian  menambah  keraguan  mengenai  seberapa  besar  langkah  agresif  yang  akan  dilakukan  otoritas  moneter  untuk  melonggarkan  kebijakan  moneternya.  Menteri  Keuangan  Jepang Taro  Aso  mengatakan  pihaknya  tidak  mempertimbangkan untuk  melakukan  pembelian  obligasi  asing  sebagai  bagian  dari  upaya  untuk  melonggarkan  kebijakan  moneter,  sehari  setelah  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  mengatakan  langkah  tersebut  bisa  menjadi pilihan. 

Ekspektasi  bahwa  Jepang  akan  mengambil  langkah  stimulus  lanjutan  untuk  menangkal  deflasi  telah  mendorong  penguatan  dolar  8%  terhadap yen dalam tahun ini. Namun pelemahan yen terlihat berkurang menyusul investor bersikap menunggu untuk melihat langkah  kongkrit otoritas moneter Jepang selanjutnya. Dolar terkoreksi 0,4% ke 93,53 yen, jauh di bawah level puncaknya 94,22 yen yang dicapai  hari Senin setelah Jepang terhindar dari kritik langsung negara G20 atas langkah kebijakan moneternya dalam sidangnya akhir pekan lalu. 

Euro  melemah  0,1%  di  125,27  yen.  Terhadap  dolar,  euro  naik  0,3%  ke  $1,3391.  Sedangkan  terhadap  sterling,  euro  menguat  0,6%  ke  0,8678 pound seiring tumbuhnya ekspektasi bahwa Inggris akan kehilangan peringkat kredit triple‐A.  

Harga obligasi pemerintah AS turun seiring naiknya bursa saham, meskipun adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan pemangkasan  belanja federal dan hasil pemilu Italia yang kurang menjanjikan telah membatasi kerugian. Treasury tenor 10 tahun melemah 7/32 dengan  yield di 2,03%, naik 2,5 basis poin dari posisi hari Jumat. Yield Treasury tenor 10 tahun telah rebound dalam kisaran 20 basis poin dalam 3  pekan terakhir. 

Harga minyak naik menyusul naiknya bursa saham AS, meskipun terjadi U.S. pipeline bottlenecks dan concern terhadap ekonomi Eropa  yang terus menekan pasar minyak. Harga minyak Brent untuk kontrak April naik 14 sen ke $117,52 per barel, sedangkan harga mminyak  mentah AS untuk kontrak Maret naik 80 sen ke $96,66 per barel. Adapun kontrak Maret akan berakhir pada hari Rabu ini. 

Harga emas jatuh mendekati level terendah 6 bulan, sedikit di atas $1.600 per ons, menyusul rally pada ekuitas dan indikasi membaiknya  ekonomi  global.  Harga  emas  turun  0,3%  ke  $1.604,46  per  ons,  setelah  menembus  level  intraday  low  di  $1.600,34,  mendekati  level  terendah 6 bulan di $1.598,04 yang dicapai hari Jumat lalu.  


GOLD & COMMODITIES
Emas bergerak melemah Selasa lalu dekati level terendah enam bulan bertahan diatas level $1.600, sebagaimana rally pasar ekuitas dan  tanda‐tanda membaiknya outlook ekonomi global yang menekan ketertarikan pada logam mulia. 

Logam mulia merosot 0.5 persen karena investor memperhatikan terhadap aset‐aset beresiko. 

Pelemahan secara teknikal membawa logam mulia merosot. Perak melemah sekitar 2 persen ke level terendah enam bulannya. 

"You are seeing gold become an asset that investors no longer need to jump in on because the fact that these currencies are not going any  time soon. So, the currency hedge is reduced markedly," kata Adam Sarhan, chief executive pada Sarhan Capital.   


OIL & COMMODITIES
Harga minyak naik pada hari Selasa seiring transaksi perdagangan bullish di tengah rally di pasar saham AS, meskipun seiring adanya hambatan  akan pasokan minyak AS dan kekhawatiran ekonomi Eropa mengancam akan membebani pasar minyak 

U.S.  crude  untuk  kontrak  berjangka  periode  Maret  naik  80  sen  ditutup  pada  $  96,66  per  barel.  Kontrak  berjangka  U.S.  crude  periode  Maret  berakhir pada hari Rabu. 

"Oil  traders  see  the  rise  in equities  and  decide  to buy  oil too,"  ucap  Tim  Evans,  analis  di  Citi  Futures,  New  York.  "Some might  expect  more  oil  demand driven by the equities rally. But it's likely a correlated trade flow that isn't based on oil market analysis."  

Kontrak  berjangka  untuk  Brent  oil  periode  April  naik  14  sen  menjadi  $  117,52  per  barel,  terlihat  pada  bursa  berjangka  AS  yang  mengalami  peningkatan lebih tinggi dalam perdagangan sore, setelah sebelumnya jatuh lebih dari 80 sen per barel di tengah kekhawatiran ekonomi Eropa. 

"The concerns about Europe's economy have weighed on crude oil," ucap Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group, Chicago.  

Investor tetap tidak memperdulikan perundingan nuklir yang ditetapkan antara negara‐negara besar dan Iran pada pekan depan. 

Menurut perkiraan dari International Energy Agency (IEA), sanksi terhadap Iran sebagai anggota OPEC untuk mengurangi ekspor minyaknya dan  bisa saja produksinya menurun di bawah 1 juta barel per hari pada Januari. 


EURO ZONE
Optimisme dari memburuknya krisis utang zona euro adalah telah membantu sentimen investor dan analis Jerman meningkat ke level tertingginya yang mendekati tiga tahun pada bulan ini.  

Dalam  tanda‐tanda  terakhir  bahwa  negara  dengan  ekonomi  terbesar  di  Eropa  meningkat  kembali  setelah  akhir  yang  suram  pada  tahun  2012,  Mannheim‐berbasiskan  ZEW  think  tank  mengatakannya pada polling bulanan pada sentimen ekonomi yang naik 48.2 poin pada bulan Februari dari 31.5 pada Januari.  

Menteri urusan luar negeri Perancis Laurent Fabius mengatakan pertumbuhan untuk tahun 2013, di ekspektasi untuk melemah dari perkiraan pemerintah, dapat menjadi "around" 0.2 hingga  0.3 persen.  

Pemerintah telah mengakui akan menurunkan perkiraan pertumbuhan (ekonomi) tahun 2013 menjadi 0.8 persen dari negara dengan ekonomi terbesar kedua dalam zona euro, tetapi belum 
menunjukkan gambaran yang tepat. 

Defisit current account Yunani telah turun tahun lalu ke level terendahnya sejak negara tergabung dalam euro, menambah bukti bahwa perekonomian merespon melambat terhadap beratnya  langkah austerity.  

U.K.
Sterling jatuh ke level terendah 7 bulan terhadap dolar pada hari Selasa menyusul tumbuhnya spekulasi bahwa Inggris akan kehilangan peringkat kredit triple‐A .  

Sterling jatuh ke $1,5417, level terendahnya sejak medio Juli, setelah mencatat intraday high di $1,5505, sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1,5430. Sedangkan euro menguat  ke  0,8675  pound,  rebound  dari  level  intraday  low  di  0,8595  pound.  Data  yang  menunjukkan  indeks  ZEW  Jerman  naik  ke  level  tertinggi  sejak  April  2010  telah  membantu  mendorong penguatan mata uang tunggal Eropa. 

Selain kemungkinan terjadi downgrade peringkat kredit setelah penutupan pasar Eropa, fokus pasar akan tertuju pada BoE Monetary Policy Committee minutes yang akan dirilis  hari Rabu ini, dimana pasar akan mencermati indikasi apakah dewan kebijakan akan terus mentolerir inflasi yang berada di atas target, dan kemungkinan adanya referensi lainnya  untuk pelemahan sterling belakangan ini.  

Sterling telah mengalami tekanan jual sejak awal tahun ini menyusul keprihatinan mengenai resesi ekonomi di Inggris, prospek pelonggaran moneter lebih lanjut ditengah kondisi  inflasi yang tetap tinggi dan resiko terjadinya downgrade oleh lembaga pemeringkat kredit atas peringkat utang Inggris. 

Sementara  itu,  sterling  berpotensi  melanjutkan  tekanannya  terhadap  dolar  jika  minutes  dari  The  Federal  Reserve  AS,  yang  akan  dirilis  Rabu  malam  nanti,  mengisyaratkan  membaiknya kondisi ekonomi AS dan kecenderungan untuk memperketat kebijakan moneternya. 


JAPAN
Perdana  Menteri  Jepang  Shinzo  Abe  mengatakan  kepada  parlemen,  sebuah  kegagalan  untuk  mencapai  target  inflasi  yang  baru  ditetapkan  nya  sebesar  2%  akan  menjadi kondisi untuk mengubah undang‐undang yang mengatur BoJ. 

"It would be necessary to proceed with revising the BOJ law if the central bank cannot produce results under its own mandate," ucap Abe saat terjadi perdebatan pada  hari Senin. 

Dia tidak merinci substansi revisi apapun, namun mengindikasikan ia mencari cara untuk tetap memaksa bank bertanggung jawab untuk memenuhi target inflasi. 

Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah akan memutuskan calon gubernur baru Bank of Japan dan wakil gubernur  setelah Perdana Menteri Shinzo Abe kembali dari kunjungan ke US pada tanggal 21‐24 Februari. 

Dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada hari Selasa bahwa itu tidak layak bagi dirinya untuk mengomentari pergerakan mata uang, ketika ditanya  seberapa jauh ia berpikir yen akan jatuh. 


AUSTRALIA
Minutes dari meeting anggota dewan Reserve Bank of Australia's baru‐baru ini positif mengenai perekonomian tetapi terlihat untuk tergesa‐gesa memangkas tingkat suku bunga  berikutnya.  

Minutes dari meeting anggota dewan pada 5 Februari, dipublikasikan Selasa lalu, mengindikasikan RBA menunggu untuk melihat bagaimana rangkaian pemangkasan tingkat suku  bunga  ‐ pada bulan Oktober dan Desember ‐ akan mengalir melalui perekonomian sebelum memutuskan jika kedepannya pemangkasan dibutuhkan.  

Para  konsumen  menambah  pembelanjaannya  pada  bulan  Januari,  setelah  kekecewaan  para  peritel  oleh  pemangkasan  tingkat  suku  bunga  yang  memangkas  kembali  pembelanjaan pada bulan Desember.  

Pembelanjaan  consumer  naik  1.9  persen,  seasonally  adjusted,  pada  bulan  Januari,  menurut  Commonwealth  Bank's  Business  Sales  Indicator  (BSI),  yang  mana  mencatatkan  transaksi debt dan credit card pada CBA's point‐of‐sale terminals.  


SWISS
Franc  Swiss  tertekan  tipis  terhadap  euro  dan  bergerak  relatif  stabil  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Selasa,  seiring  dibukanya  kembali  pasar  AS  dan  rilis  data  indeks  sentimen investor Jerman, ZEW index, yang dirilis naik. Indeks ZEW Jerman naik ke level tertinggi sejak April 2010, melampaui proyeksi pasar. 

Mata uang utama terimbas oleh kondisi yen, dengan franc, euro dan dolar semua terkoreksi sekitar 0,3% terhadap mata uang Jepang setelah menteri Jepang mengesampingkan  pembicaraan tentang pembelian obligasi asing oleh bank sentral negara itu.  

Sehari setelah Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kebijakan seperti itu bisa menjadi salah satu pilihan bagi pelonggaran moneter, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan  ia tidak mempertimbangkan obligasi asing untuk tujuan ini, sementara Menteri Ekonomi Akira Amari mengatakan komentar Abe hanya merujuk pada pilihan kebijakan negara‐ negara secara umum. 

Euro menguat 0,1% terhadap franc Swiss di sekitar 1.2345 franc, sedangkan dolar bergerak relatif stabil di sekitar 0,9230 franc. 

Tuesday, February 19, 2013

Headline News 19.02.13


US & GLOBAL
Yen kembali jatuh pada hari Senin setelah Jepang mengisyaratkan akan mendorong pemulihan ekonomi dengan memperluas kebijakan moneter  setelah sidang G20 akhir pekan kemarin terlihattidak memberikan tekanan pada Jepang soal kebijakannya tersebut. Industri logam juga melemah  dan saham Eropa terkoreksi ditengah keprohatinan pada prospek ekonomi kawasan. Sedangkan risiko atas hasil yang tidak meyakinkan dalam  pemilu  Italia  mendatang  menambah  kekhawatiran  investor.  Namun,  aktivitas  itu  dibatasi  oleh  penutupan  pasar  di  Amerika  Serikat  untuk  merayakan hari libur President's Day

Yen, yang telah terkoreksi 20% terhadap dolar sejak medio November, melemah lebih lanjut setelah para pemimpin dari G20 berjanji untuk tidak  mendevaluasi mata uang mereka untuk meningkatkan ekspor dan menghindari kritik langsung kepada Jepang. Dolar menguat 0,5% ke 93,95 yen,  mendekati  level  tertinggi  33  bulan  di  94,47  yen  yang  dicapai  pekan  lalu,  sedangkan  euro  naik  0,3%  ke  125,40  yen.  Yen  berpeluang  untuk  melanjutkan koreksinya dalam pekan ini, meskipun pelemahannya ini nampaknya tidak akan terlalu tajam hingga terjadi pergantian pimpinan BOJ  pada 19 Maret, untuk melihat langkah strategis apa yang akan diambil untuk mendongkrak perekonomian negara tersebut. 

Perdana  Menteri  Jepang  Shinzo  Abe  siap  untuk  mencalonkan  gubernur  baru  dalam  beberapa  hari  ke  depan.  Sementara  sejumlah  sumber  mengatakan kepada Reuters bahwa mantan birokrat keuangan Toshiro Muto, yang dianggap cenderung kurang radikal dibandingkan  kandidat  lainnya, terlihat mengungguli lawan‐lawannya. 

Sementara itu, euro melemah tipis terhadap dolar ketika Presiden ECB Mario Draghi mengatakan penguatan euro belakangan ini belum memicu  kenaikan  inflasi  yang  tajam  dan  menambahkan  bahwa  ia  belum  melihat  adanya  perbaikan  ekonomi  zona  euro.  Komentarnya  tersebut  telah  memicu koreksi euro 0,2% ke $1,3334. 

Sementara itu, sterling menembus level terendah 7 bulan terhadap dolar, tertekan oleh saran salah seorang dewan kebijakan bahwa mata uang  lokal perlu untuk mengalami pelemahan, dan juga oleh rilis data ekonomi belakangan ini yang buruk yang memperkuat dugaan terjadinya resesi di  Inggris. Karena Bank Sentral Inggris (BoE) terlihat nyaman dengan pelemahan sterling, maka mata uang tersebut berpotensi untuk terdepresiasi  lebih lanjut. Sterling terkoreksi ke $1,5438, level terendahnya sejak 13 Juli, sebelum  akhirnya memangkas kerugiannya dan bergerak melemah  0,3% di sekitar $1,5472.   

Buruknya data ekonomi negara‐negara maju telah menekan aset beresiko menyusul kontraksi ekonomi kuartal keempat di zona euro dan Jepang,  bersamaan dengan rilis buruk data manufaktur AS pada hari Jumat lalu. 

Di pasar Eropa, perhatian pasar akan tertuju pada data PMI sektor jasa dan manufaktur untuk periode Februari serta data sentimen Jerman pada  hari  Jumat  yang  berpeluang  memberikan  harapan  pada  pemulihan  ekonomi  tahun  ini.  Data  indeks  PMI  Eropa  yang  akan  dirilis  hari  Kamis,  diprediksi membrikan indikasi stabil di sejumlah negara Eropa yang tengah dilanda resesi, dimana akan memberikan harapan  pada  pemulihan  ekonomi di semester kedua 2013 ini. 

Kekhawatiran terhadap hasil pemilu Italia yang kurang meyakinkan telah menambah suram prospek pemulihan ekonomi. Kondisi tersebut telah  memicu investor untuk kembali memburu aset‐aset aman resiko seperti obligasi pemerintah Jerman pada hari Senin dengan yield untuk Bund  tenor 10 tahun turun 3,5 basis poin ke sekitar 1,63%. Sedangkan yield obligasi pemerintah Italia naik 4 basis poin menjadi 4,41%. 

Pasar ekuitas Eropa mengalami tekanan menyusul laporan laba yang merefleksikan rapuhnya kondisi ekonomi kawasan. Perusahaan bir Denmrk,  Carlsberg, yang menghasilkan lebih dari 60 persen dari penjualan di Eropa Barat, menjadi perusahaan terakhir yang melaporkan hasil perolehan  labanya, mengirimkan sahamnya ke level terendahnya selama hampir sebulan terakhir. Koreksi saham sekitar 5,8% pada perusahaan bir terbesar  ke‐4  dunia  tersebut  telah memicu  tekanan  pada  FTSEurofirst  300 index  <.FTEU3> untuk  melemah 0,2%. Sedangkan  Germany's  DAX <.GDAXI>,  France's CAC‐40 <.FCHI> dan Britain's FTSE‐100 <.FTSE> bergerak dikisaran antara naik 0,4% dan turun 0,15%. 

Sebelumnya,  pernyataan  G20  dan  komentar  berikutnya  dari  Perdana  Menteri  Abe  menunjukkan  adanya  dukungan  baru  untuk  merangsang  perekonomian Jepang dan berhasil mengangkat indeks saham Nikkei <N225.> sebesar 2,1 persen, mendekati ke level tertinggi sejak September  2008. 

Indeks ekuitas dunia MSCI bergerak flat menyusul berlanjutnya fase konsolidasi. Namun permintaan pada pasar ekuitas masih tetap kuat, dengan  investor menggelontorkan dana hingga $1,81 milyar kedalam saham keuangan. 

Sementara  itu,  di  pasar  komoditas  investor  nampaknya  masih  enggan  bertransaksi  usai  libur  panjang  di  pasar  Cina  pekan  lalu,  dengan  kekhawatiran pada prospek ekonomi masih menyelimuti pasar. Tembaga, dimana Cina sebagai konsumen terbesar dunia, turun mendekati level  terendah 3 pekan di $8.125,25 per ton di pasar London. Sedangkan untuk timah dan nikel juga menembus level terendah 3 pekan. Namun harga  emas berhasil rebound dari level terendah 6 bulan menyusul kembali aktifnya investor Cina usai merayakan libur Imlek. Namun dengan minimnya  permintaan dari pasar AS telah membuat emas untuk kembali terkoreksi tipis 0,1% ke $1.607,04 per ons. 

Pasar  minyak  secara  umum  stabil  pasca  rilis  buruk  data  produksi  industri  AS  hari  Jumat  lalu,  sementara  tekanan  dari  Timur  Tengah  masih  membsrikan  support.  Harga  minyak  Brent  turun  20  sen  ke  $117,46  per  barel  setelah  mencatat  koreksi  mingguan  pertamanya  sejak  semester  pertama Januari, sedangkan harga minyak mentah AS turun 24 sen ke $95,62.  



GOLD & COMMODITIES
Emas  bergerak melemah Senin lalu,  dengan  volume  perdagangan  yang turun  karena  pasar  AS yang  libur  untuk  Presidents’  Day,  sementara itu  penurunan euro dan saham‐saham Eropa yang flat juga menekan ketertarikan investor. 

Pembelian fisik dari Asia,dengan partisipasi Cina membalikkan pasar dari liburan satu minggunya, membantu harga recovery dari level terendah  enam bulannya Jumat lalu. 

"There is no much happening this afternoon because of the holiday in the United States, but it looks like gold wants to test more downside than  upside on lack of investor buying in the near term, even as we saw a bounce back above $1,600," Deutsche Bank precious metal trader Michael  Blumenroth mengungkapkannya.   


OIL & COMMODITIES
Brent  crude  oil  ditutup  di  bawah  $  118  per  barel  pada  Hari  Senin,  didukung  oleh  ekspektasi  peningkatan  pertumbuhan  global  dan  ketegangan  yang  berlanjut di Timur Tengah. 

Para analis berpendapat bahwa volume perdagangan telah dibatasi oleh tutupnya pasar AS karena libur the Presidents' Day 'dan seiring dimulainya pekan  International Petroleum (IP) , sebuah pertemuan profesional industri di London. 

"With the U.S. holiday and the start of the IP Week, a lot of people will be away from their desks," ucap Olivier Jakob, seorang analis pada Switzerland‐based  Petromatrix.  

Di  Timur  Tengah,  ketegangan  atas  program  nuklir  Iran  terus  memicu  kekhawatiran  akan  berkurangnya  jumlah  pasokan  minyak  yang  berada  di  wilayah  penghasil minyak utama tersebut. 

Pembicaraan antara Iran dan kekuatan utama dunia tetap menemui jalan buntu seiring para investor melihat ke depan bahwa ada pertemuan lain pada  tanggal 26 Februari guna setiap tanda‐tanda kemajuan akan hasil pertemuan.  

Jacob berpendapat bahwa "At the end of this week you might start seeing positions being reviewed in view of next week's talks,".  

Pengurangan yang signifikan pada hasil produksi crude Saudi Arabia dan ekspor juga telah mendukung Brent.



EURO ZONE
Nilai  tukar  euro  tidak  seharusnya  didramatisasi  dengan  pembicaraan  mengenai  currency  wars,  pengambil  kebijakan  European  Central  Bank  Ewald  Nowotny  mengatakannya, yang mencatatkan mata uang bergerak dalam kisarannya.  

Euro mencapai level tertingginya dalam 15‐bulan terhadap dollar pada awal bulan ini, rumitnya pengambil kebijakan ECB yang tugasnya mendorong pada pertumbuhan  yang melebihi ekspektasi bahwa kemungkinan mengambil langkah kebijakan terkini meskipun beberapa anggota dewan ECB menentangnya.  

Bank‐bank Jerman yang menggunakan dana krisis European Central Bank anjlok hingga sepertiga pada bulan Januari dari bulan sebelumnya, tanda‐tanda kedepannya  bahwa bank‐bank dipusat zona euro kembali ke pasar uang setelah tekanan kredit tahun lalu.  

Perekonomian  Jerman  harusnya  bertumbuh  dalam  kuartal  pertama  dan  melangkah  naik  tahun  ini  tetapi  kenaikan  yang  optimis  pada  pasar  keuangan  tidak  harus  menyembunyikan kebutuhan untuk reformasi dimanapun dalam zona euro, Bundesbank mengatakannya.  

U.K.
Sterling menembus level terendah 7 bulan terhadap dolar pada hari Senin, tertekan oleh saran salah seorang dewan kebijakan bahwa mata uang lokal perlu untuk mengalami  pelemahan, dan juga oleh rilis data ekonomi belakangan ini yang buruk yang memperkuat dugaan terjadinya resesi di Inggris. Karena Bank Sentral Inggris (BoE) terlihat nyaman  dengan pelemahan sterling, maka mata uang tersebut berpotensi untuk terdepresiasi lebih lanjut. 

Sterling terkoreksi ke $1,5438, level terendahnya sejak 13 Juli, sebelum akhirnya memangkas kerugiannya dan bergerak melemah 0,3% di sekitar $1,5472. Adapun level support  berikutnya menuju level low 13 Juli 2012 di $1,5414, dan jika level tersebut berhasil dipecahkan, maka akan menuju ke level low 1 Juni di $1,5269.  Sedangkan euro naik 0,3% di sekitar 0,8632 pound, mendekati level tertinggi 15 bulan di 0,8717 yang dicapai 1 Februari lalu. 

Sterling mengalami tekanan setelah dewan kebijakan senior BoE Martin Weale pada hari Sabtu lalu mengatakan mata uang perlu melemah lebih lanjut untuk menyeimbangkan  ekonomi Inggris. 

Pekan lalu, sterling mengalami koreksi mingguan terbesarnya sejak awal Juni 2012 setelah rilis data retail sales periode Januari yang buruk yang menambah pandangan suram  terhadap prospek ekonomi Inggris.  Sterling juga tertekan oleh laporan inflasi kuartalan BoE pada hari Rabu, yang memproyeksikan naiknya inflasi dan melambatnya ekonomi. Gubernur Mervyn King mengatakan  BoE siap untuk mentolerir naiknya inflasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. 

Adapun fokus pasar berikutnya akan tertuju pada BoE Monetary Policy Committee minutes yang akan dirilis hari Rabu besok, dimana pasar akan mencermati indikasi apakah  dewan kebijakan akan terus mentolerir inflasi yang berada di atas target, dan kemungkinan adanya referensi lainnya untuk pelemahan sterling belakangan ini.  


JAPAN
Lembaga  pemeringkat  Standard  &  Poor  tetap  berhati‐hati  tentang  kebijakan  Perdana  Menteri  Jepang  Shinzo  Abe  untuk  menstimulasi  pertumbuhan perekonomian dan mengakhiri deflasi, dan mempertahankan outlook negatif pada utang Jepang. 

Lembaga  pemeringkat  mengatakan  bahwa  tindakan  yang  pada  akhirnya  bisa  mengarah  pada  reflation  dalam  perekonomian  Jepang,  namun  keuangan  publik  kemungkinan  besar  tetap  lemah  bahkan  jika  pemerintah  tetap  melanjutkan  rencananya  untuk  menaikkan  5  persen pajak penjualan. 

Lembaga pemeringkat mengatakan dalam sebuah pernyataan, "We believe the measures adopted by the new Abe administration at the  beginning of its term will be critical if it is to arrest what we see as a prolonged decline in Japan's sovereign credit standing,". 

"Even with full control of parliament, it will take time to see whether the Abe administration's policies are effective."


AUSTRALIA
New Zealand dan Australian dollar naik mendekati level puncak empat tahunnya terhadap meluasnya pelemahan yen Senin lalu setelah Jepang luput dari kritikal  langsung dari mitra G20 mengenai rencana reflationary agresif yang telah menekan mata uangnya.  

Sebagai hasilnya, investor melanjutkan aksi jual mata uang Jepang, yang membawa Aussie ke level tertinggi 96.87 yen <AUDJPY=R> dari level terendah 96.13 Jumat  lalu. Telah berada pada level 96.78, penutupan ke level puncak empat tahunnya 97.42 yang terjadi awal bulan ini.  

Usah kecil di Australia menghadapi kondisi dan menyelesaikan tahun 2012 dengan pesimistik meskipun rangkaian dari pemangkasan tingkat suku bunga.  

Survei pada National Australia Bank's quarterly Small and Medium Enterprise (SME's) menunjukkan keduanya kondisi confidence dan perdagangan melemah dalam  tiga bulan terakhir tahun 2012.  


SWISS
Franc  Swiss  bergerak  di  level  terendah  selama  hampir  3  pekan  terhadap  dolar  di  sesi  Senin  kemarin,  menyusul tertekannya  euro akibat  masih  suramnya  kondisi  ekonomi kawasan. Komentar dari Presiden ECB Mario Draghi semalam yang mengatakan bahwa penguatan euro beresiko untuk menekan inflasi dan juga prospek  pertumbuhan ekonomi, kian menambah tekanan jual pada mata uang tunggal Eropa tersebut. 

Sebuah  janji  dari  negara  G20  untuk  menghindari perang  mata uang telah  menghindarkan  kritik  langsung  kepada  Jepang,  yang  saat  ini  memberlakukan kebijakan  moneter dan fiskal secara agresif untuk mengembalikan kondisi ekonomi seperti sedia kala, dan telah membantu pelemahan yen sekitar 20 persen tahun ini. Para  analis mengatakan posisi G20 juga bisa menguntungkan zona euro. 

Franc turun 0,3% terhadap dolar ke sekitar 0,9235 franc. Sedangkan terhadap euro, franc melemah 0,1% di sekitar 1,2322 franc per euro. 

Monday, February 18, 2013

Headline News 18.02.13


US & GLOBAL
Yen  jatuh  terhadap  euro  dan  dolar  pada  hari  Jumat  ditengah  ekspektasi  bahwa  para  pemimpin  G20  di  akhir  pekan  akan  menghindari  desakan  mereka  kepada  Jepang  seputar  kebijakan  moneter  yang  diterapkan  negara  tersebut  yang  telah  memicu  pelemahan  yen,  sementara harga minyak turun seiring mlemahnya aktifitas ekonomi. 

Wall Street ditutup flat, tertekan oleh saham Apple Inc dan Wal‐Mart Stores Inc, namun kekuatan dari rally saham yang telah mendorong  indeks S&P 500 untuk naik 6,6% sepanjang tahun ini, telah menghindarkan pasar dari kejatuhan. 

Data  yang  dirilis  akhir  pekan  kemarin  masih  menunjukkan  terkendalanya  pemulihan  ekonomi.  New  York  Federal  Reserve  melaporkan  sektor manufaktur di wilayah New York mengalami ekspansi sementara sebuah survey menunjukkan kenaikan tajam yang diluar dugaan  untuk sentimen konsumen AS di periode Februari. Sedangkan U.S. industrial production diluar dugaan turun di bulan Januari, menambah  kekhawatiran terhadap melemahnya aktifitas ekonomi. 

Harga minyak turun, dengan Brent futures mencatat kerugian mingguan pertamanya sejak medio Januari. 

Yen jatuh menyusul rancangan komunike yang disiapkan untuk para pemimpin keuangan G20 pada pertemuan mereka yang dimulai pada  hari Jumat lalu di Moskow. Draft menghilangkan bagian dari pernyataan G7 pekan kemarin yang menyatakan kebijakan fiskal dan moneter  hanya dapat digunakan untuk tujuan ekonomi domestik, demikian kata seorang delegasi G20. 

Sementara  Amerika  Serikat  bertindak  sejalan  dengan  posisi  negara‐negara  G7  dengan  menggunakan  alat  kebijakan  domestik  untuk  mendorong pertumbuhan dan mengurangi pengangguran, Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan. 

Euro  terakhir  tercatat  naik  0,77%  di  125,04  yen,  setelah  di  awal  sesi  jatuh  ke  122,87  yen,  level  terendahnya  sejak  30  Januari.  Euro  menembus  level  tertinggi  34  bulan  di  sekitar  127,71  di  pekan  sebelumnya.  Yen  awalnya  mengalami  rally  di  pekan  kemarin  ditengah  ekspektasi para pemimpin G20 akan mengungkapkan ketidaksetujuan atas kebijakan Jepang. 

Di Wall Street, bursa saham tertekan oleh turunnya saham Wal‐Mart di akhir sesi setelah muncul berita dari Bloomberg bahwa peritel  terbesar  dunia  tersebut  mencatat  penjualan  terburuk  dalam  7  tahun  di  periode  Februari.  Wal‐Mart  ditutup  melemah  2,1%  di  69,30,  sementara saham Apple turun 1,38% ke 460,17, dua saham yang memberi tekanan terberat bagi S&P 500. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 8,37 poin atau 0,06% di 13.981,76. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 1,59 poin,  atau 0,10% di 1.519,79. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 6,63 poin atau 0,21% di 3.192,03.  Dalam sepekan, S&P 500 naik  0,1% sementara Dow dan Nasdaq masing‐masing jatuh 0,1%. 

Kenaikan  sentimen  konsumen,  berdasarkan  The  Thomson  Reuters/University  of  Michigan  index,  awalnya  mendorong  penguatan  pada  saham AS dan Eropa, sebelum akhirnya mengalami retracement. Data awal menunjukkan indeks sentimen konsumen secara keseluruhan  naik ke 76,3 dari 73,8 di bulan Januari, melampaui ekspektasi ekonom di 74,8.  

Indeks ekuitas global dalam MSCI turun 0,26% di 355,40. Di Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0,2% di 1.161,39,  level terendah sejak awal Januari. 

Peningkatan aktifitas merger and acquisition, dengan lebih dari $158 milyar kesepakatan yang dicapai dalam 45 hari pertama tahun ini,  telah  memberi  dukungan  pada pasar  ekuitas.  Sedangkan  di  pasar  komoditas,  Brent  berjangka  untuk  pengiriman  April  turun  34  sen  ke  $117,66 per barel. Sednagkan harga minyak mentah berjangka AS turun $1,45 ke $95,86 per barel.  

Industrial production turun 0,1% setelah mencatat revisi 0,4% untuk bulan Desember, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan tipis di  bulan Januari. Treasury AS tenor 10 tahun jatuh  4/32 dengan yield 2,0104%.  

Harga emas ditutup melemah hampir 1,8% dipicu menguatnya dolar menjelang sidang G20. Kurangnya minat investor Cina terhadap emas  dan menguatnya dolar telah memicu tertekannya emas lebih dari 3,7% sepekan kemarin, penurunan mingguan terbesarnya sejak Mei.  Harga  emas  memangkas  kerugiannya  untuk  ditutup  stabil  di  sekitar  $1.605,75  per  ons,  setelah  terkoreksi  ke  level  intraday  low  di  $1.598,04 per ons, level terendahnya sejak 19 Agustus.  


GOLD & COMMODITIES
Harga emas ditutup mendekati pelemahan 1.8 persen Jumat lalu, memperluas tren penurunan mingguan ketika beberapa faktor bearish,  termasuk kenaikan dollar kedepannya dari meeting G20, berkonspirasi menekan harga dibawah level support utama untuk anjlok ke level  terendah yang terlihat bulan Agustus.   

Turunnya hasrat investor terhadap logam mulia, anjloknya permintaan fisik dari Cina berkenaan dengan perayaan Lunar New Year dan  kenaikan dollar yang menekan logam mulia anjlok lebih dari 3.7 persen minggu ini, penurunan terbesar sejak bulan Mei. 

"This is basically technical selling pressure. We're going into a long weekend and you've got people squaring up positions in what is most  likely thin holiday trading," kata Sean McGillivray, head of asset allocation untuk Great Pacific Wealth Management di Oregon.  


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  merosot  pada  hari  Jumat  dan  Brent  futures  berakhir  pada  minggu  pertama  level  penutupan  negatif  mereka  sejak  pertengahan  Januari  setelah  mengalami  penurunan    tak  terduga  dalam  Industrial  production  AS  memacu  kekhawatiran  tentang  tertinggalnya  kegiatan perekonomian. 

Industrial  production  turun  0,1  persen  pada  bulan  lalu  setelah  naik  0,4  persen  setelah  mengalami  revisi  pada  bulan  Desember.  Para  ekonom telah memperkirakan peningkatan dalam industrial output pada bulan Januari. 

"We gave (U.S.) oil many chances to get above $98 and test $100 a barrel. And it becomes a situation where we can't rally, so we sell it,"  ucap Richard Ilczyszyn, chief market strategist di iitrader.com LLC, Chicago. 

Untuk minggu ini, U.S. crude mengalami penurunan signifikan sebesar 1.45 dollar yang berakhir dengan nilai  95,86 dollar per barel. U.S.  crude mengalami peningkatan tipis sebesar 14 sen per barel. 

"All commodities are selling off hard," ucap Carsten Fritsch, senior oil and commodities analyst di Commerzbank, Frankfurt. "This data is  worse than most economists had been expecting."  

Pembicaraan  antara  Iran  dan  PBB  tampaknya  telah  gagal  seiring  pengawas  telah  kembali  dari  pembicaraan  di  Teheran  dengan  tidak  adanya kesepakatan dalam investigasi pengaktifan nuklir dan tidak adanya tanggal untuk pertemuan yang baru. 

EURO ZONE
Zona euro mencatatkan kenaikan pada surplus perdagangan pada bulan Desember, meskipun melemah daripada ekspektasi, karena makin dalamnya penurunan impor  daripada ekspor, tunjuk data Jumat lalu.  

European  Union's  statistics  office Eurostat  mengatakan  surplus  perdagangan  unadjusted  dari 17  negara‐negara  yang    berada  dalam  euro  sebesar  11.7  milyar euro  ($15.6 milyar) pada bulan Desember.  

Ini melebihi dari 8.0 milyar euro pada tahun sebelumnya tetapi dibawah 13.1 milyar euro pada polling para ekonom pada perkiraan Reuters.  

Inflasi Yunani turun pada bulan Januari ke level terendahnya sejak data dimulai tahun 1996, national statistics service (ELSTAT) mengatakannya setelah lima tahun pada  austerity‐yang mengarahkan pada resesi yang menekan consumer price dan menurunkan nilai dari properti.  

Perdana menteri Portugal membuka pintu untuk menurunkan perkiraan ekonomi pemerintah tahun 2013 Jumat lalu, pergerakan yang dapat merusak upaya Portugal  untuk mencapai tujuan bujet dibawah bailout EU/IMF.  


U.K.
Sterling mencatat kerugian mingguan terbesarnya dalam sebulan pada hari Jumat, diperdagangkan mendekati level terendah 6‐1/2 bulan terhadap dolar yang dicapai di awal sesi  setelah data retail sales Inggris dirilis lebih buruk dari perkiran. 

Investor cenderung menahan diri menjelang akhir pekan, dan sterling berpotensi melanjutkan koreksinya di pekan ini menyusul minimnya data ekonomi Inggris yang akan dirilis,  yang menambah kekhawatiran ekonomi akan tergelincir kedalam resesi. 

Data  retail  sales  kian  menambah  prospek  suram  ekonomi  Inggris  dan  juga  sterling,  yang  telah  mengalami  tekanan  sejak  hari  Rabu,  ketika  laporan  inflasi  kuartalan  BoE  memproyeksikan inflasi akan mengalami kenaikan namun pertumbuhan ekonomi melemah. 

Sterling menguat 0,1% di sekitar $1,5515, masih tidak jauh dari level intraday low di $1,5462 ketika rilis data retail sales Inggris, dimana merupakan level terendahnya sejak 26  Juli. 

Retail sales Inggris dirilis turun 0,6% dari bulan sebelumnya, kontras dengan ekspektasi pasar sebelumnya yang menunjukkan kenaikan 0,4%. 

Sterling  saat  ini  telah  melemah  lebih  dari  4,5%  terhadap  dolar  sepanjang  tahun  ini.  Pasar  memprediksi  sterling  akan  turun  di  bawah  $1,50  di  bulan‐bulan  mendatang,  level  terendah sejak Juli 2010. 

Pasar  akan  mencermati  data pekerjaan  Inggris  dan  BoE  Monetary  Policy  Committee  minutes  untuk  melihat  apakah  ada perbedaan  pandangan  diantara  anggota  BoE  tentang  toleransi bank  sentral terhadap  kenaikan inflasi  di  atas  target.  Jika  MPC secara  jelas  mendukung  inflasi  yang  tinggi  untuk periode  yang lebih  lama  guna mendorong prospek  pertumbuhan ekonomi yang masih lemah saat ini, maka akan berpotensi menopang penguatan sterling dari koreksinya belakangan ini. 

Tekanan  jual  sterling  juga  nampaknya  akan  berkurang  setelah  investor  menjual  sterling  secara  tajam  pasca  dewan  kebijakan  BoE  pada  hari  Rabu  lalu  mengisyaratkan  akan  melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut meskipun inflasi meningkat.


JAPAN
Harga saham terbaru dan pergerakan nilai tukar menunjukkan bahwa kebijakan moneter dapat memiliki efek nyata pada perekonomian, penasihat ekonomi Perdana  Menteri Shinzo Abe mengatakan hari Jumat dalam pidatonya di Washington. 

"The argument that monetary policy doesn't work was disproved by the present surge of stock price, as well as the weakening of the yen," Koichi Hamada, penasihat  khusus ekonomi Shinzo Abe, mengatakan dalam sebuah pidato di Peterson Institute for International Economics, Washington. 

Produksi industri Jepang naik 2,4 persen pada Desember, revisi data pemerintah dirilis pada hari Jumat, terbantu oleh meningkatnya sektor peralatan transportasi  dan mesin umum. 

Angka tersebut dibandingkan dengan pengumuman awal mengalami peningkatan sebesar 2,5 persen, dan diikuti penurunan 1,4 persen pada November. 

Data menunjukkan bahwa indeks capacity utilisation naik 2,9 persen pada Desember dari bulan sebelumnya mendekati angka 84,6.


AUSTRALIA
Inflasi Australia adalah "pretty well contained"/terkendali cukup baik dan consumer sentiment telah membaik berkat sebagian dari penurunan tingkat suku bunga,  seorang central banker mengatakannya.  

Asisten Gubernur RBA Christopher Kent membuat pernyataannya pada Q&A session setelah memberikan pidato pada Committee untuk Economic Development of  Australia di Perth.  

Treasuri Wayne Swan mengatakan Australia akan melanjutkan mengejar agenda pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja ketika dia mengambil alih kursi ketua dari  negara‐negara Group of 20 tahun depan.  

Mr Swan menghadiri meeting Menteri Keuangan G20 di Russia akhir pekan ini dimana dia akan juga mendorong pada keterbukaan dari celah‐celah yang digunakan  oleh perusahaan‐perusahaan multinasional dalam mengurangi pajak.


SWISS
Franc Swiss diperdagangkan melemah terhadap euro pada hari Jumat, memangkas keuntungan dari sesi sebelumnya ketika data ekonomi Eropa menunjukkan terjadi resesi yang  lebih dalam di tahun lalu yang memicu tertekannya euro. 

Buruknya prospek pemulihan ekonomi kawasan telah memperkuat dugaan bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan memangkas suku bunganya, mendorong mata uang tunggal  mendekati level terendah 3 pekan terhadap dolar. 

Meskipun  begitu,  langkah  pemerintah  Swiss  pada  pertengahan  pekan  kemarin  untuk  meredam  booming  pada  sektor  perumahan  dengan  membuat  bank  menahan  modal  tambahan terhadap hipotik, sebuah langkah yang bisa mencegah arus masuk modal spekulatif, telah bertindak sebagai “rem” bagi penguatan franc. 

Franc terkoreksi 0,1% dibandingkan penutupan New York hari Kamis, bergerak di sekitar 1,2315 franc per euro. Sedangkan terhadap dolar, franc bergerak stabil di sekitar 0,9210  franc per dolar. 

Hingga berita ini ditulis, pasar masih menantikan hasil sidang G20 di Moskow untuk melihat langkah apa yang akan dilakukan untuk meredam perang mata uang. 

Sementara  data  ekonomi  Swiss  yang  akan  dirilis  pekan  ini  diantaranya  data  ZEW  Investor  Sentiment  yang  akan  dirilis  hari  Rabu  yang  nampaknya  masih  akan  menunjukkan  pesimisme dan data Trade Balance yang diprediksi akan menunjukkan kenaikan surplus perdagangan Swiss. Jika data dirilis lebih baik dari perkiraan, maka berpeluang mendorong  kenaikan franc Swiss.