title cover

title cover

Tuesday, March 12, 2013

Headline News 12.03.13


US & GLOBAL
Bursa saham Wall Street menguat di sesi Senin kemarin, mendorong indeks  Dow untuk mencatat rekor tertingginya yang baru, dipicu  optimisme terhadap perekonomian AS, sementara harga minyak mentah AS rebound setelah data industri Cina awalnya sempat memicu  penurunan. 

Menguatnya  ekuitas  telah  membatasi  minat  pada  aset  aman  resiko  seperti  obligasi  pemerintah  AS,  sehingga  memicu  turunnya  harga  Treasury  AS.  Rally  pada  ekuitas, bersamaan  dengan  meningkatnya  optimisme  pada  prospek  ekonomi  AS  setelah  rilis  menggembirakan  data  ketenagakerjaan  AS  akhir  pekan  lalu  juga  telah  membatasi  minat  pada  aset  aman  resiko  seperti  emas,  meskipun  emas  masih  mencatat naik berkat rilis buruk data ekonomi Cina. 

Bursa saham Eropa melemah setelah terjadi pemangkasan pada peringkat utang Italia pada Jumat lalu oleh Fitch Ratings, yang mana telah  menggoyahkan kepercayaan investor terhadap kondisi keuangan negara tersebut dan memicu melemahnya saham perbankan. 

Dolar  masih  melanjutkan  penguatannya  berkat  rilis  menggembirakan  data  ketenagakerjaan  AS  hari  Jumat,  bergerak  mendekati  level  tertinggi 3‐1/2 tahun terhadap yen dan tertinggi 3 bulan terhadap euro. 

Indeks  saham  Standard  &  Poor's  500  melanjutkan  apresiasinya  untuk  ketujuh  kalinya  secara  berturut‐turut  dan  mencatat  intraday  tertingginya sejak 5 Oktober 2007. 

Data  ketenagakerjaan  AS  hari  Jumat  bersamaan  dengan  data  perumahan,  telah  memperkuat  minat  pada  saham  dan  penguatannya  berpotensi berlanjut seiring upaya stimulus dari The Fed. 

Barometer untuk melihat tingkat kekhawatiran pada Wall Street, CBOE Volatility Index, atau yang dikenal dengan VIX <.VIX>, turun ke  level terendah sejak Februari 2007, ditutup melemah 8,2% di 11,56. 

Menguatnya  Wall  Street  ditambah  dengan  kenaikan  0,53%  pada  indeks  saham  Nikkei  telah  mendorong  naiknya  ekuitas  global  MSCI  sebesar 0,39% ke 361,51, mendekati level tertinggi sejak medio 2008. 

Indeks Dow ditutup naik 50,22 poin atau 0,35% di 14.447,29. Indeks S&P 500 berakhir naik 5,04 poin atau 0,32% di 1.556,22. Sedangkan  indeks Nasdaq ditutup menguat 8,51 poin atau 0,26% di 3.252,87. Dow tercatat naik lebih dari 10% dalam tahun ini, sementara S&P 500  naik lebih dari 9%. 

Indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>,  ditutup  melemah  0,05%  di  1.194,64,  turun  dari  level  tertinggi  September  yang  dicapai pekan lalu. 

Di akhir pekan kemarin, Cina melaporkan data produksi industri tahunannya di periode Januari dan Februari naik 9,9%, level terendahnya  sejak Oktober 2012, sementara data CPI melonjak melampaui perkiraan di bulan Februari. 

Lembaga pemeringkat Fitch pada Jumat lalu memangkas peringkat utang Italia menjadi BBB‐plus dari A‐minus dan memberikan outlook  negatif, menambah resiko bahwa peringkat utang berpotensi untuk dipangkas kembali. Prospek suram tersebut telah memicu turunnya  harga obligasi pemerintah Italia dan menaikkan yield‐nya sebesar 7 basis poin menjadi 4,66%. 
Harga Treasury AS tenor 10 tahun berakhir melemah 2/32 dengan yield di 2,056%. Adapun yield‐nya mencatat level tertinggi 11 bulan di  2,087% pada Jumat lalu. 

Harga emas mencatat kenaikan tipis 0,2% di $1.581,40 per ons. Harga emas terlihat bergerak stabil di kisaran $1.560 ‐ $1.590. 

Downgrade peringkat utang Italia dan melemahnya data sektor industri Cina telah memicu turunnya harga minyak, tembaga dan bahan  mentah lainnya. U.S. oil futures <CLc1> naik 11 sen atau 0,12% di $92,06 per barel, menghapus kerugian awalnya lebih dari $1. Namun  Brent crude <LCOc1> ditutup melemah 63 sen atau 0,57% di $110,22 per barel. 

Dolar  melanjutkan  apresiasinya  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  data  ketenagakerjaan  yang  dirilis  optimis  akhir  pekan  lalu  memicu  spekulasi  bahwa  The  Federal  Reserve  akan  menunda    kebijakan  moneter  ultra‐longgar  lebih  cepat  daripada  yang  diantisipasi.  Kemungkinan bahwa The Fed dapat mengendalikan langkah stimulus setelah pemerintah pada hari Jumat melaporkan peningkatan pada  data pekerjaan yang kuat pada bulan Februari dan penurunan tingkat pengangguran ke level terendah empat tahun kemungkinan akan  menjaga dolar tetap menguat untuk saat ini. Indeks dolar turun 0,19% di 82,52, tidak jauh dari level tertinggi 7 bulan di 82,92 yang dicapai  pada hari Jumat. Euro berakhir flat di $1,3049, tidak jauh dari level terendah 3 bulan di $1,2955, sementara yen menguat 0,2% terhadap  dolar di 96,27 yen. 


GOLD & COMMODITIES
Emas sedikit naik dalam perdagangan yang sepi Senin lalu setelah campuran data ekonomi Cina, tetapi rally baru‐baru ini pada ekuitas AS  dan membaiknya outlook ekonominya yang menekan ketertarikan pada logam mulia.   

Harga  emas  didukung  oleh  data  resmi  yang  dirilis  akhir  pekan  yang  menunjukkan  factory  output  Cina  dan  pembelanjaan  konsumen  melemah dari perkiraan bulan Februari, yang membuat peluang untuk stimulus ekonomi. 

Dengan begitu tanda‐tanda naiknya inflasi dapat mendorong pengambil kebijakan Cina untuk memperketat kebijakan moneternya lebih  awal daripada perkiraan, kata para analis. 

"Despite gold's relatively decent performance last week, the pressure will be back on the complex this week, particularly if U.S. equities  resume their advance," kata Edward Meir, metals analyst pada futures brokerage INTL FCStone.      


OIL & COMMODITIES
Harga Brent crude oil melemah pada sesi perdagangan Senin, mendapat tekanan berdasarkan kekecewaan terhadap data China, sebagai negara  konsumsi  minyak  terbesar  kedua  dunia,  sementara  technical  support  dan  dollar  yang  mengalami  pelemahan  dan  telah  membantu  U.S.  crude  ditutup sedikit lebih tinggi. 

Biro Nasional Statistik Cina mengatakan pada hari Sabtu bahwa indeks harga konsumen naik 3,2 persen pada Februari dari tahun sebelumnya,  dibandingkan  ekspektasi  kenaikan  3,0  persen,  sementara  pertumbuhan  industrial  production  tahunan  pada  bulan  Januari  dan  Februari,  digabungkan sebesar 9,9 persen, pertumbuhan terendah sejak Oktober 2012. 

Suatu sumber dari industri ini mengatakan bahwa Saudi Arabia memproduksi crude oil pada bulan Februari lebih banyak dibandingkan pada bulan  sebelumnya, bahkan saat pengurangan jumlah supply untuk customers, dengan pemberitaan akan banyaknya produksi ini mendorong tertekannya  crude futures pada sesi perdagangan Senin. 

"The  crude  oil  market  tipped  back  to  the  downside  ...  as  China's  industrial  output  fell  short  of  expectations  and  Saudi  Arabia  was  reportedly  producing more in February than the month before," Tim Evans, energy futures specialist di Citi Futures dan OTC Clearing di New York. 

U.S. April crude menguat 11 sen dan ditutup dengan nilai 92,06 per barel, namun terus mengalami fluktuatif hingga transaksi ditutup.  U.S. crude  mengalami peningkatan setelah jatuh lebih dari 1 dollar dengan nilai 90,89 dollar – terus menuju level support sedikit di atas MA‐100 hari yang  ditutup dengan nilai 90,84 dollar. 


EURO ZONE
Outlook ekonomi dari industri utama ekonomi membaik dengan AS dan Jepang memimpin, OECD mengatakan Senin lalu, yang menambah aktivitas dalam zona euro yang juga naik.  

Gambaran berasal  setelah berita minggu lalu bahwa  jobless rate AS  telah  anjlok  ke  level terendah  empat tahunnya,  menawarkan sinyal terang  pada kesehatan perekonomian  terbesar didunia. 

Perekonomian Italia mengalami kontraksi 0.9 persen dalam kuartal keempat tahun lalu, bersamaan dengan perkiraan sebelumnya, dan gross domestic product turun dengan revisi  2.8 persen dalam basis tahunan/year‐on‐year, data menunjukkannya.   

International lenders Portugal akan memberikan bailed‐out tambahan satu tahun pada negara, hingga tahun 2015, untuk memangkas defisit bujet dibawah 3 persen pada gross  domestic product, kata sumber yang dekat dengan lender mengatakannya. 


U.K.
Sterling jatuh ke level terendah 2‐1/2 tahun terhadap dolar pada hari Senin menyusul maraknya aksi jual oleh investor, karena mereka melihat sterling masih lebih rentan tekanan  menyusul kondisi yang kontras antara ekononmi Inggris dan AS. 

Sementara rilis optimis data pekerjaan AS akhir pekan lalu telah mendukung spekulasi bahwa The Federal Reserve akan membatasi program pembelian aset pada akhir tahun ini,  Inggris diprediksi akan memasuki resesi ketiga dalam empat tahun. hal itu kemungkinan akan mendorong Bank of England untuk mencetak lebih banyak uang untuk mendukung  perekonomian. 

Kondisi tersebut telah mendorong berkembangnya spekulasi bahwa sterling berpotensi melanjutkan depresiasinya dalam beberapa hari kedepan menuju kisaran $1,47‐an. 

Sterling telah menjadi salah satu mata uang utama dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah jatuh 8,4% terhadap dolar dan 7,6% terhadap euro. 

Sterling  awalnya  sempat  tergelincir  ke  $1,4868,  level  terendahnya  sejak  medio  2010  sebelum  akhirnya  rebound  dan  terakhir  tercatat  bergerak  stabil  di  sekitar  $1,4912,  dibandingkan penutupan New York hari Jumat. Sterling jatuh di bawah $1,49 untuk pertama kalinya selama lebih dari 2‐1/2 tahun pada hari Jumat setelah data non‐farm payrolls 
AS mencatat naik 236.000 di bulan lalu, dan mendorong tingkat pengangguran untuk turun ke 7,7%, level terendahnya sejak Desember 2008. 

Sterling juga merosot terhadap euro. Euro terakhir tercatat naik 0,4% terhadap sterling di sekitar 0,8745 pound, meskipun penguatan euro nampaknya masih akan terhambat  oleh keprihatinan pada kondisi politik di Italia. 

Setelah rilis data sektor konstruksi yang mengecewakan pada hari Kamis lalu yang telah menambah prospek suram ekonomi Inggris, maka pasar saat ini akan mencermati data  sektor industri dan manufaktur Inggris pada hari Selasa ini. Jika data tersebut dirilis buruk, maka akan memicu berlanjutnya depresiasi sterling.    


JAPAN
Janji pemerintahan Jepang untuk menetapkan pemimpin dari bank sentral negara tersebut pada hari Senin dengan tujuan cepat melakukan implentasi yang baru  terhadap kebijakan stimulus moneter guna keluar dari keadaan perekonomian yang tengah berada dalam kesulitan, kasus ini ditegaskan oleh penurunan tajam yang  terjadi dalam pasar modal yang merupakan suatu tolak ukur.  

Namun, deklarasi Haruhiko Kuroda bahwa "kecepatan adalah penting" tampaknya mengalami perlawanan dari anggota dewan BoJ Koji Ishida, yang dalam komentar  terpisah menyuarakan hati‐hati terhadap pengambilan langkah ortodoks yang terlalu cepat. 

Yang  menjadi  hal  penting  dalam  perbedaan  opini  bahwa  ketika  anggota  dewan  sembilan  secara  umum  sependapat  akan  perlunya  lanjutan  dari  stimulus,  ada  perbedaan  pendangan  tentang  bagaimana  cara  terbaik  untuk  membangun  kembali  perekonomian  yang  telah  berada  dalam  kesulitan  demi  pertumbuhan  yang  konsisten setiap tahunnya. 

Pemerintah mengatakan pada hari  Senin bahwa data Japan's core private‐sector  machinery  orders melemah setelah  melakukan penyesuaian  sebesar 13,1 persen  pada bulan Januari dari bulan sebelumnya seiring perusahaan mesin elektrik enggan untuk mendukung invesasi. 

Kantor  kabinet  berpendapat  bahwa  machinery  orders,  dianggap  sebagai  indikator  utama  akan  belanja  peruasahaan,  menunjukkan  tanda‐tanda  mengalami  peningkatan moderat, namun secara signifikan menurun pada bulan Januari. 


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar tertekan melemah terhadap dollar AS Senin lalu yang ditekan oleh penguatan yang mengejutkan pada data tenaga kerja AS, tetapi  bertahan didekat level puncak tahun 2008 versus yen dari bertumbuhnya ekspektasi pada easing agresif di Jepang.   

Aussie <AUD=D4> berada pada level $1.0224, dari level $1.0239 di New York Jumat lalu, ditekan oleh dollar AS <.DXY> yang mana bertahan mendekati level tertinggi  tujuh bulannya terhadap mata uang utama lainnya.  

Tenaga  kerja  Federal  dapat  menghadapi  keributan  internal  minggu  ini,  setelah  mengusir  cabang  dari  Australia  Barat  untuk  pemeriksaan  lebih  lanjut  oleh  kepemimpinan perdana menteri.  

Pasar obligasi Australia telah ditutup melemah karena laporan AS tenaga kerja yang positif yang mendorong aksi jual pada fixed income securities.  


SWISS
Dolar  menguat  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  data ketenagakerjaan  yang  dirilis  optimis akhir  pekan  lalu  memicu  spekulasi  bahwa The  Federal  Reserve akan  menunda    kebijakan  moneter  ultra‐longgar  lebih  cepat  daripada  yang  diantisipasi.  Kemungkinan  bahwa  The  Fed  dapat  mengendalikan  langkah  stimulus  setelah  pemerintah pada hari Jumat melaporkan peningkatan pada data pekerjaan yang kuat pada bulan Februari dan penurunan tingkat pengangguran ke level terendah  empat tahun kemungkinan akan menjaga dolar tetap menguat untuk saat ini. 

Namun demikian, franc Swiss bergerak relatif stabil terhadap dolar karena berimbangnya sentimen yang berkembang di pasar, dimana data optimis AS diimbangi oleh  rilis buruk data retail sales Cina. Di sesi New York, dolar bergerak melemah 0,3% di sekitar 0,9485 dibandingkan level penutupan New York hari Jumat lalu. Meskipun  demikian, koreksi dolar masih cukup terbatas pasca mengalami rebound tajam. 

Data pada Jumat lalu menunjukkan tidak terjadi deflasi di Swiss meskipun kecenderungan untuk itu tetap ada di sejumlah komponen. 

SNB telah memberlakukan batasan untuk nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc sejak September 2011 untuk mencegah terjadinya deflasi dan resesi, setelah  investor mencari tempat yang aman dari krisis zona euro yang telah mendorong mata uang franc Swiss melonjak 25% hanya dalam beberapa bulan. Bank sentral  diperkirakan  akan  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  kebijakan  moneternya  tersebut  ketika  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneter  kuartalan  pada  pukul 15.30 wib hari Kamis, tanggal 14 Maret. 

Monday, March 11, 2013

Headline News 11.03.13


US & GLOBAL
Pasar ekuitas global mencatat rally dan dolar AS terapresiasi pada perdagangan hari Jumat kemarin setelah rilis mengagumkan untuk data  ketenagakerjaan AS di periode Februari yang memperkuat optimisme bahwa perekonomian AS tengah memulih. 

Indeks Dow Jones mencatat intraday high baru untuk keempat kalinya dan ditutup pada level tertingginyasementara bursa saham Eropa  dan barometer untuk ekuitas global naik ke level tertingginya selama lebih dari 4‐1/2 tahun. 

Ekuitas  AS  menutup  sesi  kemarin  dengan  menguat  dan  menempatkan  indeks  S&P  500  kurang  dari  1%  di  bawah  rekor  penutupan  tertingginya. Indeks Dow naik hampir 10% sepanjang tahun ini sementara S&P naik hampir 9%. 

Dolar menembus level tertinggi 3‐1/2 tahun terhadap yen dan level tertinggi 3 bulan terhadap euro, namun Treasury AS terkoreksi pasca  rilis data payrolls, yang menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah 4 tahun di 7,7% pada bulan lalu. 

Nonfarm  payrolls  menambah  236.000  pekerjaan  di  bulan  Februari,  demikian  dilaporkan  Departemen  Tenaga  Kerja,  jauh  melampaui  ekspektasi pasar 160.000. juga  turut menambah dukungan positif kedalam pasar adalah rilis data U.S. wholesale inventories  yang naik  1,2% di bulan Januari menjadi $504,4 milyar – pertumbuhan terpesatnya sejak Desember 2011. Data tersebut diikuti oleh revisi kenaikan  0,1% untuk data Desember 2012. 

JPMorgan Chase <JPM.N>, Bank of America <BAC.N> dan Goldman Sachs & Co <GS.N> membebani rally, karena bank telah menguat baru‐ baru  ini  menjelang  hasil  stress  test  Federal Reserve  yang  menunjukkan  mereka telah  cukup  modal  untuk  menahan  kemerosotan  yang  parah. 

Meskipun terjadi reaksi pasar yang kuat, namun laporan tenaga kerja bulan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja masih bergerak sideways  dengan  trend  yang  melemah.  Lamanya  waktu  orang  menganggur  kian  memburuk,  jumlah  pekerja  meningkat,  jumlah  tenaga  kerja  sukarela turun dan tingkat partisipasi angkatan kerja menurun, dimana semua item the Fed tersebut menjadi sorotan bagi anggota dewan  kebijakan bak sentral. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 67,58 poin atau 0,47% di 14.397,07. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 6,92 poin  atau 0,45% di 1.551,18. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 12,28 poin atau 0,38% di 3.244,37.  Dalam sepekan, Dow  dan S&P keduanya mencatat naik 2,2% sementara Nasdaq naik 2,4%.  

Rally pada bursa global telah mendorong investor untuk memburu indeks saham Eropa yang belakangan ini tertekan oleh kondisi politik di  kawasan tersebut. Indeks FTSE MIB Italia dan IBEX Spanyol mencatat kenaikan terbesarnya diantara indeks saham Eropa lainnya, dimana  masing‐masing  naik  1,6%  dan  2,9%.  Sementara  indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>,  ditutup  menguat  0,85%  di  1.195,20.  Sebelumnya, indeks ekuitas global MSCI naik ke level tertinggi sejak Juni 2008, dan indeks Nikkei Jepang menembus level tertinggi 4‐1/2  tahun di sesi Asia. Indeks MSCI terakhir tercatat naik 0,35% di 360,18. 

Rilis optimis data payrolls juga telah mengangkat yield Treasury AS. Harga Treasury AS tenor 10 tahun turun 18/32 dengan yield naik ke  2,0558 persen. 

Euro jatuh terhaap dolar, menghapus keuntungan yang diperolehnya di hari Kamis sebelumnya, ketika Presiden ECB Mario Draghi kurang  memberikan  sinyal  yang  mendukung  pasar.    Euro  terkoreksi  0,8%  ke  $1,2998,  melanjutkan  koreksinya  terhadap  dolar  setelah  Fitch  memangkas peringkat kredit Italia terkait hasil pemilu yang mengecewakan. Terhadap yen, dolar menguat ke level intraday high 96,54  yen,  level  tertingginya  sejak  Agustus  2009,  sebelum  akhirnya  tercatat  naik  1,34%  di  96,08  yen,  dalam  sebuah  penguatan  harian  terbesarnya sejak 11 Februari. 

Harga minyak berjangka Brent jatuh menyusul rilis data ketenagakerjaan AS mendorong naiknya dolar. Brent futures <LCOc1> turun 30  sen di $110,85 per barel sedangkan U.S. oil <CLc1> naik 39 sen di $91,95. 

Emas bergerak flat akhir pekan lalu, menutup pekan kemarin dengan menguat tipis, setelah data menunjukkan terjadinya pemulihan pada  perekonomian  AS  namun  tidak  cukup  mampu  untuk  mencegah  The  Fed  meluncurkan  stimulusnya.  Harga  emas  turun  tipis  46  sen  ke  $1.577,94  per  ons,  pasca  mengalami  rebound  tajam  dari  intraday  low  di  $1.560,80.  Dalam  sepekan,  emas  naik  0,2%,  mengakhiri  koreksinya selama 3 pekan terakhir.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  diperdagangkan  flat  Jumat  lalu,  mengakhiri  mingguannya  dengan  kenaikan  tipis,  setelah  data  menunjukkan  perbaikan  pada  perekonomian AS tetapi tidak cukup untuk the Fed dalam menghentikan stimulusnya, analis mengatakannya. 

Palladium naik lebih dari 3 persen ke level tertinggi dalam 19 bulannya karena kekhawatiran pasokan dan booming permintaan auto yang  memicu  aksi  beli.  Kenaikan  pengiriman  secara  fisik  pada  palladium  futures  AS  juga  mengarahkan  kenaikan  permintaan  dari  pengguna  akhir. 

Emas merosot 1 persen pada awal hariannya setelah data menunjukkan employers AS bertambah dengan mendorong kenaikan 236.000  pekerja pada payrolls bulan Februari dan tingkat pengangguran anjlok ke level terendah dalam empat tahunnya.  

"We did see light short‐covering and fresh hedge‐fund buying coming back in as the payrolls number was being reassessed as one that's  not enough to change the Fed's policy," kata James Steel, metals analyst pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
Kontrak berjangka Brent crude ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan Jumat seiring data pekerjaan AS menguat terhadap dollar, sementara   kontrak berjangka U.S. gasoline terus meningkat ke level penutupan tertinggi di 2013 karena tingginya kredit harga akan ethanol atau RINs, yang  menyebabkan peningkatan biaya penyulingan dan membuat impor akan bahan bakar menjadi terlalu mahal. 

Mata uang AS menyentuh level penutupan tertinggi 3,5 tahun terhadap yen dan level penutupan tertinggi terhadap euro, pemerintah melaporkan  nonfarm payrolls AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, menambahkan 236.000 pekerjaan dan dengan mudah mengalahkan  ekspektasi para ekonom  yang memperkirakan 160.000 pekerjaan . 

Kontrak  berjangka  Brent  crude  periode  April  tergelincir  sebesar  30  sen  ditutup  dengan  nilai  110,40  dollar  per  barel  setelah  melemah  sebesar  109,14 dollar per barel selama sesi perdagangan. Brent berhasil memperoleh peningkatan kecil sebesar 0,4 persen selama sepekan, keluar dari  level penutupan terendah selama tiga pekan. 

Kontrak berjangka U.S. crude periode April meningkat 39 sen ditutup dengan nilai 91,95 dollar per barel,  kembali pulih setelah tergelincir dengan  nilai 90,83 dollar per barel selama sesi perdagangan dan memperoleh kenaikan sebesar 1,4 persen untuk satu pekan. 

"The employment report showed solid gains," ucap John Kilduff, seorang patner di Again Capital,New York. "It appears good enough to further the  equity market rally and the dollar. Perversely, the strengthening dollar will limit gains in crude oil, due to the inverse correlation.".  

EURO ZONE
Zona euro kemungkinan membutuhkan inflasi yang lebih tinggi di negara‐negara seperti Jerman dan rendahnya tingkat suku bunga di blok tersebut untuk menjamin  pemulihan kondisi perekonomian yang berkelanjutan dan mendapatkan manfaat yang terasa, Ketua dari IMF mengatakannya.  

Berbicara  selama  kunjungan  untuk  bailed‐out  Irlandia,  Christine  Lagarde  mengatakan  sementara  Eropa  telah  datang  jauh  sejak  musim  panas  (pada  bailout)  dan  kekhawatiran keuangan telah berkurang kegelisahannya, lebih banyak yang dilakukan untuk sepakat dengan "depressingly familiar" pada isu‐isu yang mendasari.   

Industrial  output  Jerman  unchanged  pada  bulan  Januari,  menekan  ekspektasi  untuk  kenaikan  tipis  dan  menggabungkan  permasalahan  bahwa  negara  dengan  perekonomian terbesar di zona euro tidak akan rebound karena kuatnya kontraksi sebagaimana indikator sentimen telah diperkirakan.  

Perancis nyaris menghindari resesi dalam kuartal pertama dalam tahunan, dengan pelemahan ekonomi yang memukul usaha pemerintah untuk mengendalikan defisit  bujet, data menunjukkannya Jumat lalu.  


U.K.
Sterling  menembus  level  terendah  2‐1/2  tahun  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  rilis  optimis  data  ketenagakerjaan  AS  mendukung  indikasi  berlanjutnya  pemulihan ekonomi di negara tersebut, sehingga memicu apresiasi dolar. 

Sterling untuk sementara ini masih tertekan oleh keprihatinan bahwa Inggris kemungkinan memasuki fase resesi ketiganya dalam 4 tahun terakhir dan bahwa BoE  akan mencetak lebih banyak lagi uang untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. Sterling diprediksi masih akan melemah dalam beberapa hari kedepan. 

Sterling terkoreksi 0,6% terhadap dolar di sekitar $1,4915, setelah mencatat intraday low di $1,4886, level terendahnya sejak medio 2010. Sterling bergerak di sekitar  $1,5030 sebelum rilis data no‐farm payrolls AS. 

Sterling masih berpotensi melemah menyusul indikasi calon Gubernur BoE yang baru Mark Carney akan mengadopsi langkah‐langkah pelonggaran yang lebih radikal  ketika ia dilantik pada bulan Juli. Sterling menjadi salah satu mata uang utama dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah anjlok hampir 8% terhadap dolar.   

Setelah  rilis  data  sektor  konstruksi  yang  mengecewakan  pada  hari  Kamis  lalu  yang  telah  menambah  prospek  suram  ekonomi  Inggris,  maka  pasar  saat  ini  akan  mencermati data sektor industri dan manufaktur Inggris dalam pekan ini. Jika data tersebut dirilis buruk, maka akan memicu berlanjutnya depresiasi sterling.    


JAPAN
Pemerintah mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan tahunan perekonomian Jepang meningkat sebesar 0,2 persen dalam tiga bulan hingga bulan Desember setelah  disesuaikan dengan tingkat inflasi menandai pertumbuhan pertama dalam tiga kuartal, didorong oleh perbaikan setelah revisi terhadap belanja modal perusahaan. 

Angka terakhir, direvisi meningkat dari 0,4 persen kontraksi tahunan dirilis pada  laporan pendahuluan di 14 Februari, mengindikasikan bahwa perekonomian negara  secara bertahap keluar dari resesi ringan. 

Data pemerintahan dirilis pada hari Jumat mengatakan bahwa neraca transaksi berjalan Jepang tercatat defisit untuk bulan ketiga beruntun pada Januari. 

Departemen  keuangan  Jepang  mengatakan  dalam  laporan  pendahuluan  bahwa  defisit  yang  terjadi  pada  neraca  adalah  salah  satu  indikasi  yang  luas  terhadap  perdagangan internasional, yang tetap berada diangka 364,8 milyar yen. 

Sebuah lembaga penelitian kredit mengatakan pada hari Rabu bahwa jumlah kebangkrutan korporasi Jepang di bulan Februari turun sebesar 11,8 persen dari tahun  sebelumnya menjadi 916. 

Hutang yang ditinggakan oleh perusahaan yang bangkrut merosot sebesar 72,8 persen menjadi 171,97 milyar yen, juga mengalami penurunan ke level terendah 20  tahun tahun untuk penurunan bulanan pada Februari, menurut riset Tokyo Shoko dengan diliputi kegagaln bisnis dengan hutang sebesar 10 juta yen bahkan ada  kemungkinan lebih besar. 


AUSTRALIA
Australian dollar naik ke level tertinggi empat tahunnya terhadap pelemahan yen Jumat lalu tetapi gagal untuk membuat kemajuan apapun versus the greenback,  yang mana benar‐benar didukung karena pasar memposisikannya pada laporan lapangan kerja AS yang positif.  

Pada minggu ini pembelanjaan ritel menunjukkan gambaran pembeli telah pasti berjalan pada musim semi yang dimulai awal tahun, telah membelanjakan senilai  dengan $21.6 milyar pada bulan Januari.  

Ini kenaikan 0.9 persen dibandingkan bulan Desember, dan kenaikan bulanan terbesarnya sejak bulan Juni tahun lalu.  

Harga obligasi Australia telah melemah kedepannya dari rilis data utama employment AS.  



SWISS
Data inflasi Swiss tercatat naik dalam basis bulanan di periode Februari untuk pertama kalinya sejak Oktober namun untuk basis tahunan masih berada di zona negatif, sebuah  kondisi yang memberi dukungan untuk SNB mempertahankan batasan penguatan mata uang lokalnya. 

CPI y/y tercatat turun 0,3% namun naik 0,3% m/m. Kedua data dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Sedangkan inflasi inti, diluar harga makanan dan minuman, produk musiman  dan energi dan bahan bakar, turun 0,4% di bulan Febaruari. 

SNB  telah  memberlakukan  batasan  untuk  nilai  tukar  minimum  EUR/CHF  di  1,20  franc  sejak  September  2011  untuk  mencegah  terjadinya  deflasi  dan  resesi,  setelah  investor  mencari  tempat  yang  aman  dari  krisis  zona  euro  yang  telah  mendorong  mata  uang  franc  Swiss  melonjak  25%  hanya  dalam  beberapa  bulan.  Bank  sentral  diperkirakan  akan  menegaskan kembali komitmennya untuk kebijakan moneternya tersebut ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter kuartalan pada pukul 15.30 wib hari Kamis depan,  tanggal 14 Maret. 

Franc Swiss tergelincir ke level terendah 3‐1/2 minggu terhadap euro pada hari Jumat setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi terdengar optimis tentang prospek zona  euro meskipun hasil pemilihan yang tak meyakinkan di Italia. Draghi mengatakan ada tanda‐tanda bahwa kepercayaan pasar telah kembali ke zona euro, sementara ancaman  penularan  dari  akibat  kebuntuan  politik  di  Italia  berhasil  diredam.  Sedangkan  dolar  menguat  terhadap  franc  Swiss  setelah  data  ketenagakerjaan  AS  dirilis  optimis  yang menunjukkan adanya peningkatan pada penyediaan lapangan kerja yang membawa tingkat pengangguran ke level terendah 4 tahun. 

Euro terakhir tercatat menguat 0,1% terhadap franc Swiss di sekitar 1,2365 dibandingkan dengan penutupan New York hari Kamis. Sedangkan dolar naik 0,9% terhadap franc  Swiss di sekitar 0,9510 franc.

Friday, March 8, 2013

Headline News 08.03.13


US & GLOBAL
Pasar ekuitas global menguat pada hari Kamis setelah rilis data ketenagakerjaan AS mendukung indikasi terjadinya perbaikan pada sektor  ekonomi, sementara euro mengalami aoresiasi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunganya. 

Jumlah warga AS yang melaporkan klaim pengangguran diluar dugaan turun di pekan lalu, sebuah data lanjutan yang mengindikasikan  adanya peningkatan pada pasar tenaga kerja AS. 

Laporan  tersebut  telah  berhasil  mengangkat  bursa  saham  AS.  Namun  bursa  Eropa  memangkas  keuntungannya  setelah  Presiden  ECB  Mario Draghi tidak menyatakan pendapatnya, apaka pasar saham sudah cukup murah pada level yang tinggi saat ini. 

Euro  terapresiasi  lebih  dari  1%  menyusul  Draghi  tidak  mengisyaratkan  untuk  memangkas  suku  bunganya  lebih  lanjut  setelah  dalam  siangnya kemarin ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 0,75%. Sementara terdapat kelompok minoritas dari  jajak  pendapat  Reuaters  –  22  dari  76  responden  –  memprediksi  ECB  pada  akhirnya  akan  memangkas  suku  bunganya  ke  level  rekor  terendahnya 0,5%. 

Indeks Dow kembali mencatat level tertingginya dalam 3 sesi berturut‐turut, menguat ke intraday high di 14.354,69. Sementara indeks  S&P  500  masih  lebih  dari  1%  di  bawah  rekor  penutupannya  dan  intraday  high  sejak  Oktober  2007.  Indeks  saham  AS  lainnya  juga  menembus rekor intraday‐nya. 

Jumlah warga AS yang memberikan laporan awal untuk memperoleh dana kesejahteraan bagi kaum pengangguran diluar dugaan turun di  pekan lalu menjadi 340.000. Pasar saat ini menantikan data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis nanti malam yang diperkirakan terjadi  penambahan pekerjaan sebanyak 160.000 di bulan Februari. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 33,25 poin atau 0,23% di 14.329,49. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  2,80 poin atau 0,18% di 1.544,26. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 9,72 poin atau 0,30% di 3.232,09.   

Indeks  Dow  tercatat  telah  menguat  15%  dari  level  low  November,  sementara  FTSEurofirst  300  Index  <.FTEU3>  naik  11%.  Sedangkan  Russell 2000 Index <.TOY>, sebagai barometer untuk melihat kinerja perusahaan skala kecil AS, menembus intraday tertingginya pada hari  Kamis kemarin, dan untuk Russell 1000 <.RUI> serta the Russell 3000 <.RUA> keduanya juga naik ke level intraday tertingginya. 

Bursa saham Eropa tertekan oleh turunnya saham asuransi Inggris Aviva. FTSEurofirst 300 turun 0,07% untuk ditutup di 1.185,17 setelah  menembus intraday high 4‐1/2 tahun pada hari Rabu. Sementara indeks saham Inggris, Jerman, Perancis, Italia dan Spanyol juga berakhir  menguat. 

Indeks ekuita global MSCI terkonsolidasi dari posisi intraday high tahun ini di 359,47, dan mencatat naik 0,14%. 

Euro naik 1,1% di $1,3107 setelah menembus intraday high di $1,3116, level tertinggi 5 hari. Adapun ECB dan BoE keduanya memutuskan  untuk mempertahankan suku bunganya sesuai perkiraan. 

Harga Treasury AS merosot seiring rilis optimis data ketenagakerjaan AS yang mendorong minat pada aset beresiko. Treasury tenor 10  tahun turun 16/32 dengan yield di 1,9947%. 

Harga minyak bergerak pada titik impasnya di sekitar $111 per barel setelah ECB tidak memberikan sinyal untuk melonggarkan kebijakan  moneternya lebih lanjut di bulan‐bulan mendatang. Brent crude <LCOc1> naik 9 sen dan ditutup di $111,15 per barel sedangkan U.S. crude  futures <CLc1> naik $1,13 di $91,56. 

Hasil keputusan sidang ECB dan BoE serta rilis data ketenagakerjaan AS juga turut menekan harga emas kemarin. Penurunan harga emas  yang mencapai 0,5% mengakhiri rally‐nya selama 2 hari terakhir. Harga emas turun 0,5% di $1.575,44 per ons. 


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Kamis lalu setelah ECB dan BoE tidak memilik petunjuk pada stimulus ekonomi lanjutannya, dan karena didorong oleh data  jobless claims AS yang optimis mengenai laporan nonfarm payrolls malam ini.  

Logam  mulia  merosot  0.5  persen  setelah  rangkaian  kenaikan  dua  harinya  yang  mencatatkan  penurunan  terbesar  hariannya  dalam  mingguan. Emas anjlok setelah ECB tidak memberikan petunjuk yang jelas kedepannya dari monetary easing dan BoE memutuskan belum  memulai lagi rencana pembelian gilt/obligasi. 

"Gold is under pressure as the overall numbers have started to pick up in the economy. If we see job growth on Friday, the metal may  continue to weaken," kata Frank McGhee, kepala precious metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC.   


OIL & COMMODITIES
U.S. crude menguat lebih dari 1 dollar per barel pada sesi perdagangan Kamis seiring rilisnya data unemployment benefits AS yang  melemah di luar ekspektasi dan melemahnya dollar. 

Brent oil menguat tipis, akan tetapi restart sistem saluran pipa North Sea membatasi penguatan untuk kontrak berjangka London  crude.  

Penurunan yang terjadi dengan data initial claims pekan lalu untuk tunjangan pengangguran AS memicu optimisme tentang laju  pemulihan di negara perekonomian terbesar dunia.  

Eropa menguat setelah Bank Sentral Eropa meninggalkan suku bunga acuan yang tidak berubah dan lelang surat utang Spanyol  yang sukses meredakan beberapa kekhawatiran investor tentang zona eropa. 

Brent menguat sebesar 9 sen per barel yang ditutup dengan nilai 111.,15 dollar. U.S. crude naik 1,13 dollar yang ditutup dengan  nilai 91,56 dollar per barel. 

"U.S. jobless claims data and the ECB's move are helping U.S. oil futures to rebound from a two‐month low earlier this week," ucap  Gene McGillian di Tradition Energy.


EURO ZONE
Industrial  orders  Jerman  tidak  seperti  ekspektasi  merosot  pada  bulan  Januari  karena  orders  dari  zona  euro  merosot  tajam,  data  Menteri  Perekonomian  menunjukkannya Kamis lalu, menekan harapan pada negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu kembali naik setelah penurunan pada akhir tahun 2012.  

Data  yang  berasal  dari  gambaran  Perancis  yang  menunjukkan  tingkat  pengangguran  naik  ke  level  tertinggi  sejak  dalam  kuartal  kedua  tahun  1999,  mencatatkan  bagaimana dua negara dengan perekonomian terbesar dalam zona euro tidak dapat diandalkan untuk mendorong pertumbuhan regionalnya. 

Tingkat  pengangguran  Perancis  mencapai  level  tertingginya  yang  lebih  dari  13  tahun  dalam  kuartal  terakhir  tahun  2012,  mencatatkan  tantangan  pemerintah  yang  menghadapi janjinya untuk membalikkan tren naiknya hingga akhir tahun.  

Tingkat  pengangguran  Yunani  merosot  pada  bulan  Desember  untuk  pertama  kalinya  sejak  dilumpuhkan  resesi  yang  dimulai  lima  tahun  yang  lalu,  dibantu  oleh  perjanjian bailout yang didukung oleh perusahaan yang bersedia untuk mengangkat tenaga kerja dalam jangka pendek.  

Tingkat pengangguran dalam negara yang  tertekan oleh utang itu anjlok 26.4 persen dari revisi, yang mencatatkan 26.6 persen pada awal bulannya, jasa/lembaga  statistik negara ELSTAT mengatakannya.   


U.K.
Sterling awalnya menguat terhadap dolar pada hari Kamis setelah Bank sentral Inggris memutuskan untuk tidak memulai kembali program pembelian asetnya, kontras  dengan  ekspektasi  investor  yang  sebelumnya  memprediksi  BoE  akan  melanjutkan  program  stimulus  moneternya.  Namun  demikian,  penguatan  sterling  diprediksi  hanya akan bersifat sementara saja. Keputusan bank sentral untuk menahan langkah stimulus moneter saat ini hanya akan memperkuat spekulasi bahwa lebih banyak  uang yang akan disuntikkan ke dalam perekonomian di bulan depan. Sterling sempat terapresiasi ke level intraday high $1,5080, rebound dari level intraday low di  $1,4965. Namun di akhir sesi New York, sterling memangkas keuntungannya dan bergerak melemah di sekitar $1,5010. 

Sementara  euro  terapresiasi  terhadap  sterling  setelah  ECB  mempertahankan  suku  bunganya  dan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  tidak  memberikan  sinyal  untuk  melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan kedepan. 

Dalam sidangnya kemarin, BoE tetap mempertahankan program quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif senilai 375 milyar pound dan suku bunga di level  0,5%. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, meskipun banyak kalangan pelaku pasar memprediksi BoE akan melanjutkan pelonggaran moneternya. 

Sterling masih berpotensi melemah menyusul indikasi calon Gubernur BoE yang baru Mark Carney akan megadopsi langkah‐langkah pelonggaran yang lebih radikal  ketika ia dilantik pada bulan Juli. Sterling jatuh di awal sesi setelah laporan media mengatakan menteri keuangan George Osborne akan mengubah kewenangan inflasi  Carney, dan memberikan sinyal untuk kebijakan moneter yang lebih longgar dalam pernyataan anggaran bulan Maret. Sterling menjadi salah satu mata uang utama  dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah anjlok hampir 8% terhadap dolar.


JAPAN
Pemerintah berbicara pada hari Kamis bahwa indeks utama Jepang composite economic melemah pada bulan Januari. Indeks coincident indicators, seperti industrial  output,  retail  sales  dan  new  job  offers¸  kantor  kabinet  mengatakan  dalam  sebuah  laporan  pendahuluan  bahwa  indeks  turun  menjadi  92  dari  92,3  pada  bulan  Desember, bertentangan dengan apa yang terjadi di tahun 2005, indeks berada di level 100. 

Indeks  leading  indicators,  memprediksikan  perkembangan  dalam  beberapa  bulan  kedepan,  meningkat  sebesar  96,3  dari  93,2.  Indeks  ini,  mengukur  kinerja  perekonomian pada tahun lalu, yang telah meningkat sebesar 87,5 dari 86,8. 

Menteri keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pada hari Kamis bahwa Tokyo mencalonkan pejabat keuangannya Takehiko Nakao sebagai kandidat nasional untuk  kepala dari Asian Development Bank. 

Posisi dari kepala Asian Development Bank telah dibuka seiring dengan mundurnya Haruhiko Kuroda, seorang yang telah dicalonkan untuk mengambil kepemimpinan  BoJ. 

Dewan  BoJ  mempertahankan kebijakan yang tak akan berubah pada  hari Kamis dan tidak didukungnya usuluan  akan  peningkatan  stimulus  moneter, menyimpan  harapan kepada seseorang yang diharapkan mampu mengambil langkah yang tegas untuk mengakhiri deflasi yang terjadi selama dua dekade.  


AUSTRALIA
Defisit perdagangan Australia naik pada bulan Januari karena cuaca yang tidak bersahabat di Queensland yang memukul ekspor batu bara.  

Tetapi para ekonom mengatakan tingginya harga komoditas dan naiknya aktivitas pertambangan seharusnya membantu mendorong neraca perdagangan kembali  surplus dalam beberapa bulan kedepan.  

Gambaran yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics Kamis lalu menunjukkan satu persen penurunan pada ekspor dan kenaikan satu persen dalam impor yang  melihat defisit perdagangan hampir mengganda menjadi $1.057 milyar, seasonally adjusted, pada bulan Januari.  

Pemilik rumah menahan dari menjual propertinya hingga jauh kedepan, dalam harapan untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan, sebagaimana harga  perumahan mulai untuk naik kembali.  

Orang‐orang  bertahan  saat  ini  dari  investasi  terbesarnya  untuk  sekurang‐kurangnya  25  persen  lebih  lama  daripada  orang‐orang  dalam  satu  dekade  yang  lalu,  gambaran yang dirilis oleh konsultansi RP Data Kamis lalu menunjukkannya.  


SWISS
Bank Nasional Swiss atau SNB akan terus mempertahankan kebijakan untuk nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc paling tidak selama 2013 ini dan kemungkinan  hingga 2014 mendatang, demikian hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan. 

SNB telah memberlakukan batasan untuk nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc sejak September 2011 untuk mencegah terjadinya deflasi dan resesi, setelah  investor mencari tempat yang aman dari krisis zona euro yang telah mendorong mata uang franc Swiss melonjak 25% hanya dalam beberapa bulan. 

Bank  sentral  diperkirakan  akan  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  kebijakan  moneternya  tersebut  ketika  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneter  kuartalan pada pukul 15.30 wib hari Kamis depan, tanggal 14 Maret. 

Euro terapresiasi terhadap franc Swiss setelah ECB mempertahankan suku bunganya dan Presiden ECB Mario Draghi tidak memberikan sinyal untuk melonggarkan  kebijakan moneternya dalam beberapa bulan kedepan. 

Euro naik 0,4% ke 1,2350 franc sedangkan dolar terkoreksi ke 0,9425 atau melemah 0,6% dibandingkan penutupan New York hari Rabu. 

Thursday, March 7, 2013

Headline News 07.03.13


US & GLOBAL
Indeks blue‐chip Dow Jones menembus level rekor tertingginya pada hari Rabu dan bursa sagam global juga menguat, dipicu kenaikan  kuat pada bursa Asia, sementara euro merosot terhadap dolar sehari sebelum ECB menggelar sidang regulernya. 

Indikasi terhadap kemungkinan ECB dalam sidangnya nanti malam memberikan sinyal untuk dilakukannya pemangkasan suku bunga, telah  menekan euro sepanjang perdagangan kemarin. Bank sentral Jepang (BOJ) juga akan memulai sidang 2 harinya pada hari Kamis ini, namun  diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneternya. 

Data  ekonomi  AS  semalam  menunjukkan  berlanjutnya  peningkatan  pada  sektor  manufaktur  dan  perluasan  pada  penyediaan  lapangan  kerja di sektor swasta. 

Setelah  tutup  pasar  Wall  Street,  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  naik  42,47  poin  atau  0,3%  di  14.296,24,  sebuah  rekor  tertinggi.  Sedangkan S&P 500 <.SPX> bertambah 1,67 poin atau 0,11% ke 1.541,46 dan Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 1,77 poin atau 0,05% ke  3.222,36.  

Indeks ekuitas dunia MSCI naik 0,15%. Di sesi overnight Asia, Nikkei menembus level tertinggi 4‐1/2 tahun, dibantu oleh prospek kebijakan  reflationary (pemulihan) di Jepang untuk menghidupkan kembali pertumbuhan. 

Rilis lebih baik untuk data pekerjaan sektor swasta yang dilaporkan oleh ADP telah menekan harga obligasi AS. Data dirilis 2 hari sebelum  rilis data non‐farm payrolls

Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  13/32  dengan  yield  berada  pada  level  tertinggi  7  hari  di  1,9409%.  Kementrian  keuangan  AS  akan  menggelar lelang obligasi tenor 3 dan 10 tahun pekan depan, bersamaan dengan obligasi tenor 30 tahun. 

Sementara itu, euro jatuh terhadap dolar menjelang sidang ECB. Euro turun 0,5% terhadap dolar di $1,2988. Dolar juga menguat terhadap  yen Jepang, menembus level tertinggi 1 pekan di atas 94 yen. 

Pasar akan mencermati sidang BOJ tanggal 3‐4 April, sidang reguler bank sentral pertamanya di bawah kepemimpinan gubernur BOJ yang  baru Haruhiko Kuroda, yang menganjurkan untuk dilakukan pelonggaran moneter yang agresif. 

Harga tembaga jatuh setelah mengalami kenaikan dalam 2 hari terakhir, tertekan oleh ketidakpastian jumlah permintaan dari Cina, dan  pertumbuhan  ekonomi  di  Eropa.  Three‐month  copper  <CMCU3>  turun  0,85%  ke  $7.690  per  ton,  memangkas  kenaikan  awalnya  yang  sempat mencapai di atas $7.812. 

Brent  oil  <LCOc1>  memangkas  kerugian  dan  berakhir melemah  0,5%  di  $111,06  per  barel, sementara  U.S.  crude  <CLc1>  dengan  cepat  merosot di bawah $90 sebelum akhirnya mencatat melemah 0,4% di $90,43. Stok minyak mentah AS naik melampaui ekspektasi di pekan  lalu sementara stok distillates turun lebih tajam dari ekspektasi, demikian data dari Energy Information Administration menunjukkan.  

Harga emas naik ditengah ekspektasi bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter longgar, meskipun masih bergerak relatif  stabil. Harga emas naik 0,5% di $1.582,50 per ons.   


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  Rabu  lalu,  tetapi  analis  mengekspektasi  breakout  dari  saham‐saham  Wall  Street  ke  level  tertinggi  barunya  dan  data  menunjukkan perbaikan dari ekonomi AS untuk menekan ketertarikan emas sebagai safe haven.  

Berita dari pembelian lainnya dari bank sentral Korea Selatan bulan lalu dan harapan outflow dalam emas yang didukung pada exchange  traded funds akan segera mendukung emas. Emas saat ini telah naik dalam rangkaian dua harinya setelah rangkaian penurunan empat  harinya. 

"You are going to get less people interested in defensive plays like the precious metals. People are more into buying equities in a risk‐on  type environment," kata Phillip Streible, senior commodities broker pada futures brokerage RJ O'Brien.  


OIL & COMMODITIES
Kontrak  berjangka  Crude  oil  melemah  tipis  dengan  nilai  111  dollar  per  barel  pada  sesi  perdagangan  Rabu  setelah  data  pemerintahan  AS  menunjukkan  bahwa  persedian  domestic  akan  Crude  oil  meningkat  lebih  baik  dibandingkan  dengan  ekspektasinya. 

Energy  Information  Administration  berpendapat  dalam  laporan  mingguan  akan  persediaan  U.S.  crude  meningkat  sebesar  3,83 juta barel dalam satu pekan hingga tanggal 1 Maret. Para analis telah memprediksi akan ada persedian sebesar 500 ribu  barel. 

Persediaan  meningkat  seiring  refinery  utilization  melemah  selama  sesi  winter  plant  maintenance  dan  terlepas  dari  penurunan impor terhadap konsumen minyak terbesar dunia. 

"This is all definitely putting some pressure on (crude oil) in the short term. The refinery runs right now are down and the  build in inventories is rising," said Phil Flynn of Price Futures Group in Chicago. "The crude market hasn't bottomed yet."   

Kontrak  berjangka  Brent  crude  oil  melemah  sebesar  55  sen  yang  ditutup  dengan  nilai    111,06  dollar  per  barel  setelah   diperdagangkan antara 110,46 dollar dan 112.23 dollar. U.S. light crude oil  berakhir melemah sebesar 39 sen yang ditutup  dengan nilai 90.43 dollar dengan kisaran antara 89,55 dollar dan 91,17 dollar. 

Sejumlah  penurunan  yang  terjadi  terhadap  Crude    akibat  dampak  dari  indeks  Dow  yang  menyentuh  rekor  penutupan  tertinggi lainnya dengan tanda‐tanda peningkatan dalam data U.S. labor market. 

Data  Private  U.S.  employers  menambahkan  lebih  banyak  pekerjaan  dibandingkan  ekspektasi  pada  bulan  Februari  baru.    more jobs than expected in February.


EURO ZONE
Anjloknya investasi bisnis dan konsumen enggan untuk berbelanja meskipun pada perayaan Natal yang menekan perekonomian zona euro dalam  tiga bulan terakhir tahun lalu, yang mana pengambil kebijakan berharap tanda‐tanda pelemahan dalam resesi blok tersebut.  

Output  ekonomi  dari  17  negara  yang  tergabung  dalam  euro  anjlok  0.6  persen  dalam  kuaral  keempat  tahun  2012,  lembaga  statistik  Uni  Eropa  Eurostat mengatakannya Rabu lalu, mengkonfirmasi kejadian awalnya, penurunan terbesarnya dalam basis kuartalan pada kontraksi tahunannya.  

Siprus  bersikeras  Rabu  lalu  bahwa  orang yang memegang  uang  dalam  banknya –kebanyakan  dari mereka  orang Rusia  dan  Inggris  – tidak  harus  mengambil usaha dalam memperbaiki keuangan yang hancur.  

Usaha‐usaha  dari  Siprus  untuk  mengamankan  bantuan  telah  menjadi  rumit  dari  permasalahan  mengenai  bagaimana  negara  kepulauan  dapat  berusaha  untuk  membayarkan  kembali  beban  utang  yang  mana  dapat  mencapai  secara  potensi  17  milyar  euro ($22  milyar) –  hampir  seukuran  ekonominya, salah satu dari negara zona euro yang terkecil. 


U.K.
Sterling jatuh terhadap euro dan juga dolar pada perdagangan hari Rabu, akibat berkembangnya spekulasi mengenai kemungkinan BoE memulai program  pembelian obligasi guna mendongkrak pemulihan ekonomi Inggris. Sterling diprediksi masih akan melemah menjelang keputusan sidang BoE hari Kamis ini  dimana berpotensi tes kembali ke level $1,50‐an. 

Sterling terakhir tercatat melemah 0,7% di sekitar $1,5015, mendekati level terendah 2‐1/2 tahun di $1,4985 yang dicapai hari Jumat lalu, yang saat ini  berlaku sebagai areal support.  Sementara euro menguat 0,1% ke 0,8633 pound, masih jauh di bawah level tertinggi 16 bulan di 0,8815 pound yang dicapai pada 25 Februari. Adapun  terdapat areal resistance berikutnya di level tertinggi 1 Maret di 0,8685 pound. 

Rilis data sektor jasa yang lebih baik dari perkiraan pada hari Selasa, telah mendorong sejumlah analis di pasar untuk percaya bahwa pembuat kebijakan  kemungkinan akan menahan diri untuk memulai kembali program pembelian aset yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE) pada hari Kamis ini. 

Namun serangkaian data ekonomi Inggris yang dirilis mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir, downgrade peringkat utang Inggris dan komentar  sejumlah  dewan  kebijakan  BoE,  menggambarkan  bahwa  bank  sentral  telah  siap  untuk  mengambil  langkah  strategis  untuk  merangsang  pertumbuhan  ekonomi dan telah menyebabkan kalangan analis memangkas proyeksi sterling kedepannya.  UBS menurunkan proyeksi sterling/dollar menjadi $1,41 untuk akhir 2013 dari proyeksi sebelumnya di $1,56. Sedangkan Geoff Kendrick, analis Nomura  memprediksi sterling akan melemah sebelum Menteri Keuangan Inggris George Osborne memberikan testimoni kepada parlemen mengenai Budget 2013  pada 20 Maret mendatang.


JAPAN
Yen telah menyentuh level terbaiknya pada tahun ini, namun keunggulan strategis valuta asing yang disurvei oleh Reuters berpendapat  bahwa pelemahan  yen tidak akan berlanjut lebih jauh sampai BoJ benar‐benar menepati janjinya akan pelonggaran kebijakan. 

Untuk saat ini, rencana tersebut masih jauh dari yang diinginkan. Pasar sedang bersabar terhadap perdana menteri Shinzo abe yang baru terpilih, seorang  yang menjanjikan untuk melakukan segala cara agar negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut mampu keluar dari tekanan deflasi. 

Yen telah kehilangan lebih hampir seperlima dari nilainya hanya dalam lima bulan dengan harapan akan keputusan yang cukup radikal. Namun pengamant  mata uang berpendapat ‐ who have by and large have  forecasted a weaker yen for several years, even when the  currency was strengthening ‐ do not  expect a further sharp slide

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters dengan 63 analis mata uang, yang dilakukan pada pekan ini, menunjukkan bahwa dollar bergerak dikisaran 93  yen dalam satu bulan, 94 yen dalam tiga bulan dan 97 yen dalam satu tahun, dibandingkan 92, 92 dan 95 yen dalam jajak pendapat bulan lalu.  

Sebuah  perwakilan  industri  otomotif  mengatakan  bahwa  penjualan  impor  baru  kendaraan  Jepang,  termasuk  penjualan  di  luar  negeri  yang  dilakukan  produsen‐produsen automotif Jepang, meningkat 3,7 persen pada periode Februari pada tahun sebelumnya sebesar 25745 unit.  

Menurut  Asosiasi  Automobile  importir  Jepang,  dari  seluruh  jumlah  tersebut,  penjualan  kendaraan  produksi  Jepang  naik  1,0  persen  menjadi  6576  unit.


AUSTRALIA
Tresuri  Federal  Wayne  Swan  mengatakan  beberapa  orang  Australia  mengalami  kesulitan  mendapatkan  pekerjaan  karena  penghentian  457  sistem  visa  bisnis, tetapi kekhawatiran perdebatan industri yang menjelekkan perusahaan‐perusahaan dan seharusnya berkurang.  

Pemerintah federal menekan turun program visa pekerja asing sementara yang mengatakan hal itu untuk mengatasi pelanggaran dan memastikan orang  Australia mendapatkan pilihan pertama untuk lapangan kerja.  

Pembelanjaan pemerintah telah membantu pertumbuhan perekonomian, tetapi tidak sebanyak gambaran kuartalan bulan Desember yang diperkirakan.  

Satu  dari  tampilan  rekening  nasional,  yang  dirilis  Rabu  lalu,  adalah  kontribusi  terbesar  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  dari  investasi  sektor  publik,  khususnya perusahaan yang dimiliki baik oleh negara atau pemerintah daerah.  


SWISS
Rilis optimis data ekonomi AS telah mendorong apresiasi dolar terhadap franc Swiss dan juga euro pada perdagangan hari Rabu, menjelang sidang  ECB hari Kamis ini yang diperkirakan bank sentral Eropa tersebut akan memberikan sinyal untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut. 

Sementara euro berhasil menguat terhadap franc Swiss karena mendapat support dari meningkatnya minat terhadap aset beresiko setelah indeks  Dow Jones menembus rekor penutupan tertinggi di sesi overnight

Data  semalam  menunjukkan  perusahaan  swasta  AS  menambah  pekerjaan  sebanyak  198.000  di  bulan  Februari,  melampaui  ekspektasi  pasar  170.000.  Sedangkan  data  bulan  Januari  mengalami  revisi  naik  menjadi  215.000  dari  laporan  awalnya  192.000.  Data  tersebut  telah  menambah  harapan positif pada rilis data non‐farm payrolls Jumat besok, yang berpotensi menggambarkan membaiknya kondisi ekonomi AS. 

Dolar tercatat menguat 0,7% di sekitar 0,9473 franc, sedangkan euro naik 0,3% ke 1,2310 franc.