title cover

title cover

Wednesday, March 13, 2013

Headline News 13.03.13


US & GLOBAL
Indeks Dow kembali mencatat rekor tertinggi yang baru pada perdagangan hari Selasa namun pasar ekuitas global terkoreksi, sementara  yen naik dari level terendah 3‐1/2 tahun terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam sepekan. 

Indeks  S&P  500  mengakhiri  rally‐nya  yang  telah  terjadi  selama  7  sesi  terakhir  menyusul  melemahnya  saham  keuangan  dan  teknologi,  namun Dow Jones Industrial Average menguat untuk ke‐8 kalinya secara berturutan, berkat naiknya saham Merck & Co <MRK.N>. 

Bursa saham Eropa merosot dari kenaikan tipisnya di akhir sesi, sedikit di bawah level penutupan tertinggi 4‐1/2 tahun yang baru, dan S&P  500 jatuh setelah melonjak naik di awal sesi. Sementara indeks Dow mencatat level intraday high yang baru. 

Kepercayaan investor terhadap ekuitas tumbuh, menopang penguatan Dow lebih dari 10% dan S&P 500 untuk naik hampir 9% sepanjang  tahun ini. Peningkatan pada pemulihan ekonomi dan program pelonggaran kuantitatif The Fed juga turut mendorong penguatan bursa.  Namum minimnya rilis data ekonomi terbaru dan warning dari kepala Bundesbank bahwa krisis zona euro belum berakhir telah memberi  alasan bagi investor untuk menghentikan sementara aksi beli mereka. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 2,77 poin atau 0,02% di 14.450,06. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh  3,74 poin atau 0,24% di 1.552,48. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 10,55 poin atau 0,32% di 3.242,32.   

Merck naik  3,1% ke  $45,04  setelah  sebuah  independent monitoring board mengatakan percobaan besar obat kolesterol Vytorin dapat  dilanjutkan, menunjukkan tidak ada masalah keamanan yang signifikan yang terkandung dalam produk pil‐nya..  

Sedangkan  saham  teknologi  melemah  setelah  saham  Apple  <AAPL.O>  dan  Google  <GOOG.O>  anjlok.  Saham  finansial  juga  melemah  dengan S&P 500 financial index <.SPSY> turun 0,6%. 

Di bursa Eropa, European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> berakhir melemah 0,05% di 1.194,02. Sementara indeks ekuitas global MSCI turun  0,14%.  

Hedge funds dan long‐term investors melakukan ambil untung terhadap yen Jepang. Namun spekulasi mengenai kemungkinan BOJ akan  mengadopsi kebijakan stimulus moneter yang lebih agresif yang lebih cepat dari perkiraan berpotensi membatasi rebound yen. 

Harga emas naik hampir 1% dipicu komentar dari Kepala Bundesbank Jens Weidmann, yang juga sebagai anggota The Governing Council  of the European Central Bank. Harga emas naik $12,61 menjadi $1.593,00 per ons. 

Dolar  melemah  0,25%  di  96,03  yen.  Dolar  terapresiasi  ke  96,71  yen,  level  tertingginya  sejak  Agustus  2009  di  sesi  Asia.  Euro  juga  mengalami koreksi, turun 0,06% di $1,3034. 

Harga minyak turun setelah naik menembus $111 per abrel. Harga minyak tertekan di awal sesi oleh prospek menurunnya permintaan  dari Cina dan AS, sebagai negara konsumen terbesar. Brent crude <LCOc1> jatuh 57 sen dan ditutup di $109.65 per barel. Sedangkan U.S.  oil <CLc1> berakhir naik 48  sen di $92.54 per barel. Harga Treasury AS naik, dengan Treasury tenor 10 tahun naik 12/32 dengan yield  2,0191%.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  mendekati  1 persen  Selasa  lalu  setelah pejabat  tinggi  ECB  mengatakan  krisis zona  euro  belum  berakhir,  tetapi  logam  mulia  masih rapuh karena penembusan dalam emas yang didukung exchange trade funds yang berlanjut, kata analis.  

Ketua Bundesbank Jens Weidmann, juga anggota dari Dewan Gubernur ECB mengatakan bank sentral Jerman telah menyiapkan milayaran  dolar euro terhadap apa yang dianggap beresiko terhadap pergerakan ECB.   

"Prices appear to be building some mild upside momentum, but until liquidation in gold exchange‐traded funds (ETFs) ceases, we do not  expect too much on the upside for gold," kata James Steel, metals analyst pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
Harga Brent crude melemah untuk sesi perdagangan ketiga beruntun ditengah perdagangan yang cukup berfluktuatif pada  hari Selasa, sementara U.S. oil mencatatkan peningkatan dalam sesi keempat perdagangan.  

Brent's premium untuk U.S. crude melemah sebesar 16,84 dollar per barel, seiring kontrak U.S. crude mengalami rally yang  berada  pada area support di dua sesi perdagangan sebelumnya yang berada sedikit di atas level 90,80 dollar per barel, yang  berada dekat dengan level MA‐100 hari   

"The  narrowing  (Brent‐U.S.  crude)  spread  prompted  some  more  aggressive  selling  of  the  spread,"  ucap  Mark  Waggoner,  presiden di Excel Futures Inc, Portland. 

Kontrak  berjangka  Brent    crude  untuk  periode  April  melemah  57  sen  yang  ditutup  dengan  nilai  109,65  dollar  per  barel,  setelah menyentuh nilai kontrak 111,20 dollar, namun mengalami konsolidasi mendekati level MA‐100 hari di level 111,42.  Kontrak berjangka Brent periode April akan berakhir pada sesi perdagangan Kamis. 

EURO ZONE
Krisis zona euro belum berakhir, reformasi Perancis tergelincir dan Bundesbank telah menyisihkan milyaran dalam ketentuan‐ketentuan baru terhadap apa  yang dilihat pada resiko pergerakan European Central Bank, bank sentral Jerman mengatakannya Selasa lalu.  

Memperkenalkan hasil dari Bundesbank tahun 2012 yang menunjukkan tajamnya kenaikan pada ketentuan‐ketentuan resiko, ketua bank sentral Jerman,  Jens Weidmann, mendesak pemerintah untuk menangani akar permasalahan mereka dengan reformasi.  

Defisit publik Perancis kemungkinan akan berada pada tingkat 3.7 persen pada output ekonomi tahun ini, Presiden Francois Hollande mengatakannya Selasa  lalu indikasi resmi pertama kalinya dari seberapa jauh target awal sebesar 3 persen yang telah dihembuskan.  

Pemerintah Sosialis telah memaksa untuk mengakui melemahnya pertumbuhan dari ekspektasi yang akan menggagalkan usaha untuk pertemuan pagu atas  defisit Uni Eropa sebesar 3 persen dari gross domestic product tahun ini dan meminta tambahan 5 milyar euro ($6.51 milyar) dalam pemangkasan biaya  untuk membatasi overspill.  

Industrial output Yunani mencatatkan penurunan tajamnya dalam empat bulan Selasa lalu karena manufaktur dan produksi listrik melemah, menunjukkan  tidak membantu ekonomi negara yang sakit karena kekacauan melalui resesi dalam enam tahunnya.  


U.K.
Sterling mendekati level terendah 2‐1/2 tahun terhadap dolar pada hari Selasa setelah rilis buruk data ekonomi semakin mengarahkan ekonomi Inggris  untuk terjatuh kedalam resesi dan menambah peluang bagi BoE untuk melanjutkan pembelian obligasi. 

Sterling terkoreksi sekitar 0,05% terhadap dolar ke $1,4902. Sterling sempat anjlok ke $1,4832, level terendahnya sejak Juni 2010 setelah data manufaktur  Inggris melemah di bulan Januari pada level pesatnya sejak Juni lalu. Sementara euro bergerak stabil di akhir sesi New York terhadap sterling di sekitar  0,8745 pound. 

The  National  Institute  of  Economic  and  Social  Research  melaporkan  ekonomi  Inggris telah  mengalami  kontraksi  antara  Desember  dan  Februari,  indikasi  lainnya yang menunjukkan bahwa Inggris akan berupaya untuk menghindari resesi. 

Sementara  itu,  meningkatnya  spekulasi  bahwa  BoE  akan  mencetak  lebih  banyak  uang  lagi  melalui  langkah  pembelian  obligasi  untuk  mendongkrak  perekonomiannya  masih  berupa  gambaran  yang  kontras  dengan  kondisi  yang  terjadi  di  AS,  dimana  rilis  optimis  data  ekonomi  AS  telah  mendukung  pandangan bahwa The Fed akan menunda program pembelian aset di tahun ini. 

Investor nampaknya cenderung akan menjual sterling terhadap dolar ketimbang terhadap euro menyusul ekspektasi kondisi ekonomi AS yang lebih baik  dibandingkan zona euro.  

Sterling telah menjadi salah satu mata uang utama dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah jatuh 8,5% terhadap dolar dan 7% terhadap euro. 

Pasar akan tetap mencermati kinerja sterling menjelang laporan anggaran Inggris minggu depan. Muncul spekulasi bahwa Kanselir George Osborne akan  mengumumkan ulasan dari kebijakan Bank of England dan memberikan kelonggaran lebih lanjut mengenai penargetan inflasi. 


JAPAN
BoJ mengatakan pada hari Selasa bahwa data wholesale prices Jepang melemah 0,1 persen pada bulan Februari dari tahun sebelumnya untuk 11  bulan penurunan beruntun yang disebabkan oleh penurunan lanjutan terhadap harga baja dan informasi dan peralatan komunikasi. 

Menurut data resmi BoJ, meskipun besarnya penurunan yang terjadi, lebih kecil dibandingkan dengan penurunan sebesar 0,3 persen setelah revisi  pada bulan Januari, mencerminkan penguatan harga dari bahan sumber energi seperti minyak bumi dan batu bara serta  nonferrous metals disaat  yen sedang terdepresiasi. 

Indeks  consumer  confidence  Jepang  menyentuh  nilai  tertinggi  sejak  pertengahan  2007  pada  bulan  Februari  dengan  ekspektasi  akan  terjadi  kenaikan harga, dalam sinyal bahwa pemulihan ekonomi terjadi secara bertahap dan meluas. 

Survei yang dilakukan oleh kabinet tentang sentiment index yang meliputi pandangan terhadap pendapatan dan pekerjaan dengan nilai sebesar  44,3 pada Februari dari 43,3 pada Januari. 

Bank sentral mengatakan dalam sebuah laporan awal bahwa Indeks CGP tetap berada di level 101 dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar 100


AUSTRALIA
Kondisi  perlambatan  bisnis  mengarahkan  perekonomian  memperluas  langkah  pada  percepatan  awal  tahun  2013,  yang  mana  para  ekonom  mempercayai untuk membuka jalan pada pemangkasan tingkat suku bunga dalam tahunan.  

Survei  bisnis  bulanan  National  Australia  Bank's  (NAB)  menunjukkan  kondisi  keduanya  dan  confidence  melemah  pada  bulan  Februari  yang  menggambarkan penurunan yang tipis pada profitabilitas diantara perusahaan, dan permasalahan melemahnya dalam orders kedepannya.  

Pertumbuhan  penjualan  ritel  diekspektasi  menaikkan  momentum  hingga  dua  tahun  kedepannya,  dibantu  membaiknya  sektor  perumahan  dan  kondisi membaiknya perekonomian.  

Sementara  itu  penjualan  melambat  menjelang  akhir  tahun  2012,  sektor  ritel  diekspektasi  untuk  mencatatkan  kenaikan  2.2  persen  pada  pertumbuhan penjualan pada kahir tahun keuangan berjalan, survei Deloitte menunjukkannya.  

Harapan tenaga kerja untuk berjalan menuju media yang mengusulkan reformasi, termasuk tes ketertarikan publik dan regulasi penguatan industri  itu sendiri, dalam dua minggu kedepannya. 


SWISS
Aksi  profit‐taking  nampaknya  mewarnai  pergerakan  USD/CHF  pada  hari  Selasa  menjelang  sidang  bank  sentral  Swiss  (SNB)  hari  Kamis  besok. Dolar melanjutkan koreksinya meskipun masih terbatas terhadap franc Swiss setelah dalam beberapa hari terakhir mengalami rally

Menjelang akhir penutupan New York, dolar bergerak relatif stabil terhadap franc di sekitar  0,9470 franc, setelah di hari Jumat lalu dolar  mencatat level tertinggi 6 bulan. Sedangkan euro melemah sekitar 0,1% terhadap franc Swiss di sekitar 1,2346, setelah mencatat level  tertinggi 1 bulan pada hari Jumat lalu di 1,2390 franc, dimana euro tertekan oleh hasil pemilu mengecewakan di Italia yang diperkirakan  akan menunda reformasi fiskal. 

Pasar akan mencermati sidang reguler bank sentral Swiss hari Kamis besok yang diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneternya  dan menegaskan komitmennya mengenai penetapan nilai tukar minimum EUR/CHF. 

Tuesday, March 12, 2013

Headline News 12.03.13


US & GLOBAL
Bursa saham Wall Street menguat di sesi Senin kemarin, mendorong indeks  Dow untuk mencatat rekor tertingginya yang baru, dipicu  optimisme terhadap perekonomian AS, sementara harga minyak mentah AS rebound setelah data industri Cina awalnya sempat memicu  penurunan. 

Menguatnya  ekuitas  telah  membatasi  minat  pada  aset  aman  resiko  seperti  obligasi  pemerintah  AS,  sehingga  memicu  turunnya  harga  Treasury  AS.  Rally  pada  ekuitas, bersamaan  dengan  meningkatnya  optimisme  pada  prospek  ekonomi  AS  setelah  rilis  menggembirakan  data  ketenagakerjaan  AS  akhir  pekan  lalu  juga  telah  membatasi  minat  pada  aset  aman  resiko  seperti  emas,  meskipun  emas  masih  mencatat naik berkat rilis buruk data ekonomi Cina. 

Bursa saham Eropa melemah setelah terjadi pemangkasan pada peringkat utang Italia pada Jumat lalu oleh Fitch Ratings, yang mana telah  menggoyahkan kepercayaan investor terhadap kondisi keuangan negara tersebut dan memicu melemahnya saham perbankan. 

Dolar  masih  melanjutkan  penguatannya  berkat  rilis  menggembirakan  data  ketenagakerjaan  AS  hari  Jumat,  bergerak  mendekati  level  tertinggi 3‐1/2 tahun terhadap yen dan tertinggi 3 bulan terhadap euro. 

Indeks  saham  Standard  &  Poor's  500  melanjutkan  apresiasinya  untuk  ketujuh  kalinya  secara  berturut‐turut  dan  mencatat  intraday  tertingginya sejak 5 Oktober 2007. 

Data  ketenagakerjaan  AS  hari  Jumat  bersamaan  dengan  data  perumahan,  telah  memperkuat  minat  pada  saham  dan  penguatannya  berpotensi berlanjut seiring upaya stimulus dari The Fed. 

Barometer untuk melihat tingkat kekhawatiran pada Wall Street, CBOE Volatility Index, atau yang dikenal dengan VIX <.VIX>, turun ke  level terendah sejak Februari 2007, ditutup melemah 8,2% di 11,56. 

Menguatnya  Wall  Street  ditambah  dengan  kenaikan  0,53%  pada  indeks  saham  Nikkei  telah  mendorong  naiknya  ekuitas  global  MSCI  sebesar 0,39% ke 361,51, mendekati level tertinggi sejak medio 2008. 

Indeks Dow ditutup naik 50,22 poin atau 0,35% di 14.447,29. Indeks S&P 500 berakhir naik 5,04 poin atau 0,32% di 1.556,22. Sedangkan  indeks Nasdaq ditutup menguat 8,51 poin atau 0,26% di 3.252,87. Dow tercatat naik lebih dari 10% dalam tahun ini, sementara S&P 500  naik lebih dari 9%. 

Indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>,  ditutup  melemah  0,05%  di  1.194,64,  turun  dari  level  tertinggi  September  yang  dicapai pekan lalu. 

Di akhir pekan kemarin, Cina melaporkan data produksi industri tahunannya di periode Januari dan Februari naik 9,9%, level terendahnya  sejak Oktober 2012, sementara data CPI melonjak melampaui perkiraan di bulan Februari. 

Lembaga pemeringkat Fitch pada Jumat lalu memangkas peringkat utang Italia menjadi BBB‐plus dari A‐minus dan memberikan outlook  negatif, menambah resiko bahwa peringkat utang berpotensi untuk dipangkas kembali. Prospek suram tersebut telah memicu turunnya  harga obligasi pemerintah Italia dan menaikkan yield‐nya sebesar 7 basis poin menjadi 4,66%. 
Harga Treasury AS tenor 10 tahun berakhir melemah 2/32 dengan yield di 2,056%. Adapun yield‐nya mencatat level tertinggi 11 bulan di  2,087% pada Jumat lalu. 

Harga emas mencatat kenaikan tipis 0,2% di $1.581,40 per ons. Harga emas terlihat bergerak stabil di kisaran $1.560 ‐ $1.590. 

Downgrade peringkat utang Italia dan melemahnya data sektor industri Cina telah memicu turunnya harga minyak, tembaga dan bahan  mentah lainnya. U.S. oil futures <CLc1> naik 11 sen atau 0,12% di $92,06 per barel, menghapus kerugian awalnya lebih dari $1. Namun  Brent crude <LCOc1> ditutup melemah 63 sen atau 0,57% di $110,22 per barel. 

Dolar  melanjutkan  apresiasinya  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  data  ketenagakerjaan  yang  dirilis  optimis  akhir  pekan  lalu  memicu  spekulasi  bahwa  The  Federal  Reserve  akan  menunda    kebijakan  moneter  ultra‐longgar  lebih  cepat  daripada  yang  diantisipasi.  Kemungkinan bahwa The Fed dapat mengendalikan langkah stimulus setelah pemerintah pada hari Jumat melaporkan peningkatan pada  data pekerjaan yang kuat pada bulan Februari dan penurunan tingkat pengangguran ke level terendah empat tahun kemungkinan akan  menjaga dolar tetap menguat untuk saat ini. Indeks dolar turun 0,19% di 82,52, tidak jauh dari level tertinggi 7 bulan di 82,92 yang dicapai  pada hari Jumat. Euro berakhir flat di $1,3049, tidak jauh dari level terendah 3 bulan di $1,2955, sementara yen menguat 0,2% terhadap  dolar di 96,27 yen. 


GOLD & COMMODITIES
Emas sedikit naik dalam perdagangan yang sepi Senin lalu setelah campuran data ekonomi Cina, tetapi rally baru‐baru ini pada ekuitas AS  dan membaiknya outlook ekonominya yang menekan ketertarikan pada logam mulia.   

Harga  emas  didukung  oleh  data  resmi  yang  dirilis  akhir  pekan  yang  menunjukkan  factory  output  Cina  dan  pembelanjaan  konsumen  melemah dari perkiraan bulan Februari, yang membuat peluang untuk stimulus ekonomi. 

Dengan begitu tanda‐tanda naiknya inflasi dapat mendorong pengambil kebijakan Cina untuk memperketat kebijakan moneternya lebih  awal daripada perkiraan, kata para analis. 

"Despite gold's relatively decent performance last week, the pressure will be back on the complex this week, particularly if U.S. equities  resume their advance," kata Edward Meir, metals analyst pada futures brokerage INTL FCStone.      


OIL & COMMODITIES
Harga Brent crude oil melemah pada sesi perdagangan Senin, mendapat tekanan berdasarkan kekecewaan terhadap data China, sebagai negara  konsumsi  minyak  terbesar  kedua  dunia,  sementara  technical  support  dan  dollar  yang  mengalami  pelemahan  dan  telah  membantu  U.S.  crude  ditutup sedikit lebih tinggi. 

Biro Nasional Statistik Cina mengatakan pada hari Sabtu bahwa indeks harga konsumen naik 3,2 persen pada Februari dari tahun sebelumnya,  dibandingkan  ekspektasi  kenaikan  3,0  persen,  sementara  pertumbuhan  industrial  production  tahunan  pada  bulan  Januari  dan  Februari,  digabungkan sebesar 9,9 persen, pertumbuhan terendah sejak Oktober 2012. 

Suatu sumber dari industri ini mengatakan bahwa Saudi Arabia memproduksi crude oil pada bulan Februari lebih banyak dibandingkan pada bulan  sebelumnya, bahkan saat pengurangan jumlah supply untuk customers, dengan pemberitaan akan banyaknya produksi ini mendorong tertekannya  crude futures pada sesi perdagangan Senin. 

"The  crude  oil  market  tipped  back  to  the  downside  ...  as  China's  industrial  output  fell  short  of  expectations  and  Saudi  Arabia  was  reportedly  producing more in February than the month before," Tim Evans, energy futures specialist di Citi Futures dan OTC Clearing di New York. 

U.S. April crude menguat 11 sen dan ditutup dengan nilai 92,06 per barel, namun terus mengalami fluktuatif hingga transaksi ditutup.  U.S. crude  mengalami peningkatan setelah jatuh lebih dari 1 dollar dengan nilai 90,89 dollar – terus menuju level support sedikit di atas MA‐100 hari yang  ditutup dengan nilai 90,84 dollar. 


EURO ZONE
Outlook ekonomi dari industri utama ekonomi membaik dengan AS dan Jepang memimpin, OECD mengatakan Senin lalu, yang menambah aktivitas dalam zona euro yang juga naik.  

Gambaran berasal  setelah berita minggu lalu bahwa  jobless rate AS  telah  anjlok  ke  level terendah  empat tahunnya,  menawarkan sinyal terang  pada kesehatan perekonomian  terbesar didunia. 

Perekonomian Italia mengalami kontraksi 0.9 persen dalam kuartal keempat tahun lalu, bersamaan dengan perkiraan sebelumnya, dan gross domestic product turun dengan revisi  2.8 persen dalam basis tahunan/year‐on‐year, data menunjukkannya.   

International lenders Portugal akan memberikan bailed‐out tambahan satu tahun pada negara, hingga tahun 2015, untuk memangkas defisit bujet dibawah 3 persen pada gross  domestic product, kata sumber yang dekat dengan lender mengatakannya. 


U.K.
Sterling jatuh ke level terendah 2‐1/2 tahun terhadap dolar pada hari Senin menyusul maraknya aksi jual oleh investor, karena mereka melihat sterling masih lebih rentan tekanan  menyusul kondisi yang kontras antara ekononmi Inggris dan AS. 

Sementara rilis optimis data pekerjaan AS akhir pekan lalu telah mendukung spekulasi bahwa The Federal Reserve akan membatasi program pembelian aset pada akhir tahun ini,  Inggris diprediksi akan memasuki resesi ketiga dalam empat tahun. hal itu kemungkinan akan mendorong Bank of England untuk mencetak lebih banyak uang untuk mendukung  perekonomian. 

Kondisi tersebut telah mendorong berkembangnya spekulasi bahwa sterling berpotensi melanjutkan depresiasinya dalam beberapa hari kedepan menuju kisaran $1,47‐an. 

Sterling telah menjadi salah satu mata uang utama dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah jatuh 8,4% terhadap dolar dan 7,6% terhadap euro. 

Sterling  awalnya  sempat  tergelincir  ke  $1,4868,  level  terendahnya  sejak  medio  2010  sebelum  akhirnya  rebound  dan  terakhir  tercatat  bergerak  stabil  di  sekitar  $1,4912,  dibandingkan penutupan New York hari Jumat. Sterling jatuh di bawah $1,49 untuk pertama kalinya selama lebih dari 2‐1/2 tahun pada hari Jumat setelah data non‐farm payrolls 
AS mencatat naik 236.000 di bulan lalu, dan mendorong tingkat pengangguran untuk turun ke 7,7%, level terendahnya sejak Desember 2008. 

Sterling juga merosot terhadap euro. Euro terakhir tercatat naik 0,4% terhadap sterling di sekitar 0,8745 pound, meskipun penguatan euro nampaknya masih akan terhambat  oleh keprihatinan pada kondisi politik di Italia. 

Setelah rilis data sektor konstruksi yang mengecewakan pada hari Kamis lalu yang telah menambah prospek suram ekonomi Inggris, maka pasar saat ini akan mencermati data  sektor industri dan manufaktur Inggris pada hari Selasa ini. Jika data tersebut dirilis buruk, maka akan memicu berlanjutnya depresiasi sterling.    


JAPAN
Janji pemerintahan Jepang untuk menetapkan pemimpin dari bank sentral negara tersebut pada hari Senin dengan tujuan cepat melakukan implentasi yang baru  terhadap kebijakan stimulus moneter guna keluar dari keadaan perekonomian yang tengah berada dalam kesulitan, kasus ini ditegaskan oleh penurunan tajam yang  terjadi dalam pasar modal yang merupakan suatu tolak ukur.  

Namun, deklarasi Haruhiko Kuroda bahwa "kecepatan adalah penting" tampaknya mengalami perlawanan dari anggota dewan BoJ Koji Ishida, yang dalam komentar  terpisah menyuarakan hati‐hati terhadap pengambilan langkah ortodoks yang terlalu cepat. 

Yang  menjadi  hal  penting  dalam  perbedaan  opini  bahwa  ketika  anggota  dewan  sembilan  secara  umum  sependapat  akan  perlunya  lanjutan  dari  stimulus,  ada  perbedaan  pendangan  tentang  bagaimana  cara  terbaik  untuk  membangun  kembali  perekonomian  yang  telah  berada  dalam  kesulitan  demi  pertumbuhan  yang  konsisten setiap tahunnya. 

Pemerintah mengatakan pada hari  Senin bahwa data Japan's core private‐sector  machinery  orders melemah setelah  melakukan penyesuaian  sebesar 13,1 persen  pada bulan Januari dari bulan sebelumnya seiring perusahaan mesin elektrik enggan untuk mendukung invesasi. 

Kantor  kabinet  berpendapat  bahwa  machinery  orders,  dianggap  sebagai  indikator  utama  akan  belanja  peruasahaan,  menunjukkan  tanda‐tanda  mengalami  peningkatan moderat, namun secara signifikan menurun pada bulan Januari. 


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar tertekan melemah terhadap dollar AS Senin lalu yang ditekan oleh penguatan yang mengejutkan pada data tenaga kerja AS, tetapi  bertahan didekat level puncak tahun 2008 versus yen dari bertumbuhnya ekspektasi pada easing agresif di Jepang.   

Aussie <AUD=D4> berada pada level $1.0224, dari level $1.0239 di New York Jumat lalu, ditekan oleh dollar AS <.DXY> yang mana bertahan mendekati level tertinggi  tujuh bulannya terhadap mata uang utama lainnya.  

Tenaga  kerja  Federal  dapat  menghadapi  keributan  internal  minggu  ini,  setelah  mengusir  cabang  dari  Australia  Barat  untuk  pemeriksaan  lebih  lanjut  oleh  kepemimpinan perdana menteri.  

Pasar obligasi Australia telah ditutup melemah karena laporan AS tenaga kerja yang positif yang mendorong aksi jual pada fixed income securities.  


SWISS
Dolar  menguat  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  data ketenagakerjaan  yang  dirilis  optimis akhir  pekan  lalu  memicu  spekulasi  bahwa The  Federal  Reserve akan  menunda    kebijakan  moneter  ultra‐longgar  lebih  cepat  daripada  yang  diantisipasi.  Kemungkinan  bahwa  The  Fed  dapat  mengendalikan  langkah  stimulus  setelah  pemerintah pada hari Jumat melaporkan peningkatan pada data pekerjaan yang kuat pada bulan Februari dan penurunan tingkat pengangguran ke level terendah  empat tahun kemungkinan akan menjaga dolar tetap menguat untuk saat ini. 

Namun demikian, franc Swiss bergerak relatif stabil terhadap dolar karena berimbangnya sentimen yang berkembang di pasar, dimana data optimis AS diimbangi oleh  rilis buruk data retail sales Cina. Di sesi New York, dolar bergerak melemah 0,3% di sekitar 0,9485 dibandingkan level penutupan New York hari Jumat lalu. Meskipun  demikian, koreksi dolar masih cukup terbatas pasca mengalami rebound tajam. 

Data pada Jumat lalu menunjukkan tidak terjadi deflasi di Swiss meskipun kecenderungan untuk itu tetap ada di sejumlah komponen. 

SNB telah memberlakukan batasan untuk nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc sejak September 2011 untuk mencegah terjadinya deflasi dan resesi, setelah  investor mencari tempat yang aman dari krisis zona euro yang telah mendorong mata uang franc Swiss melonjak 25% hanya dalam beberapa bulan. Bank sentral  diperkirakan  akan  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  kebijakan  moneternya  tersebut  ketika  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneter  kuartalan  pada  pukul 15.30 wib hari Kamis, tanggal 14 Maret. 

Monday, March 11, 2013

Headline News 11.03.13


US & GLOBAL
Pasar ekuitas global mencatat rally dan dolar AS terapresiasi pada perdagangan hari Jumat kemarin setelah rilis mengagumkan untuk data  ketenagakerjaan AS di periode Februari yang memperkuat optimisme bahwa perekonomian AS tengah memulih. 

Indeks Dow Jones mencatat intraday high baru untuk keempat kalinya dan ditutup pada level tertingginyasementara bursa saham Eropa  dan barometer untuk ekuitas global naik ke level tertingginya selama lebih dari 4‐1/2 tahun. 

Ekuitas  AS  menutup  sesi  kemarin  dengan  menguat  dan  menempatkan  indeks  S&P  500  kurang  dari  1%  di  bawah  rekor  penutupan  tertingginya. Indeks Dow naik hampir 10% sepanjang tahun ini sementara S&P naik hampir 9%. 

Dolar menembus level tertinggi 3‐1/2 tahun terhadap yen dan level tertinggi 3 bulan terhadap euro, namun Treasury AS terkoreksi pasca  rilis data payrolls, yang menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah 4 tahun di 7,7% pada bulan lalu. 

Nonfarm  payrolls  menambah  236.000  pekerjaan  di  bulan  Februari,  demikian  dilaporkan  Departemen  Tenaga  Kerja,  jauh  melampaui  ekspektasi pasar 160.000. juga  turut menambah dukungan positif kedalam pasar adalah rilis data U.S. wholesale inventories  yang naik  1,2% di bulan Januari menjadi $504,4 milyar – pertumbuhan terpesatnya sejak Desember 2011. Data tersebut diikuti oleh revisi kenaikan  0,1% untuk data Desember 2012. 

JPMorgan Chase <JPM.N>, Bank of America <BAC.N> dan Goldman Sachs & Co <GS.N> membebani rally, karena bank telah menguat baru‐ baru  ini  menjelang  hasil  stress  test  Federal Reserve  yang  menunjukkan  mereka telah  cukup  modal  untuk  menahan  kemerosotan  yang  parah. 

Meskipun terjadi reaksi pasar yang kuat, namun laporan tenaga kerja bulan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja masih bergerak sideways  dengan  trend  yang  melemah.  Lamanya  waktu  orang  menganggur  kian  memburuk,  jumlah  pekerja  meningkat,  jumlah  tenaga  kerja  sukarela turun dan tingkat partisipasi angkatan kerja menurun, dimana semua item the Fed tersebut menjadi sorotan bagi anggota dewan  kebijakan bak sentral. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 67,58 poin atau 0,47% di 14.397,07. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 6,92 poin  atau 0,45% di 1.551,18. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 12,28 poin atau 0,38% di 3.244,37.  Dalam sepekan, Dow  dan S&P keduanya mencatat naik 2,2% sementara Nasdaq naik 2,4%.  

Rally pada bursa global telah mendorong investor untuk memburu indeks saham Eropa yang belakangan ini tertekan oleh kondisi politik di  kawasan tersebut. Indeks FTSE MIB Italia dan IBEX Spanyol mencatat kenaikan terbesarnya diantara indeks saham Eropa lainnya, dimana  masing‐masing  naik  1,6%  dan  2,9%.  Sementara  indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>,  ditutup  menguat  0,85%  di  1.195,20.  Sebelumnya, indeks ekuitas global MSCI naik ke level tertinggi sejak Juni 2008, dan indeks Nikkei Jepang menembus level tertinggi 4‐1/2  tahun di sesi Asia. Indeks MSCI terakhir tercatat naik 0,35% di 360,18. 

Rilis optimis data payrolls juga telah mengangkat yield Treasury AS. Harga Treasury AS tenor 10 tahun turun 18/32 dengan yield naik ke  2,0558 persen. 

Euro jatuh terhaap dolar, menghapus keuntungan yang diperolehnya di hari Kamis sebelumnya, ketika Presiden ECB Mario Draghi kurang  memberikan  sinyal  yang  mendukung  pasar.    Euro  terkoreksi  0,8%  ke  $1,2998,  melanjutkan  koreksinya  terhadap  dolar  setelah  Fitch  memangkas peringkat kredit Italia terkait hasil pemilu yang mengecewakan. Terhadap yen, dolar menguat ke level intraday high 96,54  yen,  level  tertingginya  sejak  Agustus  2009,  sebelum  akhirnya  tercatat  naik  1,34%  di  96,08  yen,  dalam  sebuah  penguatan  harian  terbesarnya sejak 11 Februari. 

Harga minyak berjangka Brent jatuh menyusul rilis data ketenagakerjaan AS mendorong naiknya dolar. Brent futures <LCOc1> turun 30  sen di $110,85 per barel sedangkan U.S. oil <CLc1> naik 39 sen di $91,95. 

Emas bergerak flat akhir pekan lalu, menutup pekan kemarin dengan menguat tipis, setelah data menunjukkan terjadinya pemulihan pada  perekonomian  AS  namun  tidak  cukup  mampu  untuk  mencegah  The  Fed  meluncurkan  stimulusnya.  Harga  emas  turun  tipis  46  sen  ke  $1.577,94  per  ons,  pasca  mengalami  rebound  tajam  dari  intraday  low  di  $1.560,80.  Dalam  sepekan,  emas  naik  0,2%,  mengakhiri  koreksinya selama 3 pekan terakhir.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  diperdagangkan  flat  Jumat  lalu,  mengakhiri  mingguannya  dengan  kenaikan  tipis,  setelah  data  menunjukkan  perbaikan  pada  perekonomian AS tetapi tidak cukup untuk the Fed dalam menghentikan stimulusnya, analis mengatakannya. 

Palladium naik lebih dari 3 persen ke level tertinggi dalam 19 bulannya karena kekhawatiran pasokan dan booming permintaan auto yang  memicu  aksi  beli.  Kenaikan  pengiriman  secara  fisik  pada  palladium  futures  AS  juga  mengarahkan  kenaikan  permintaan  dari  pengguna  akhir. 

Emas merosot 1 persen pada awal hariannya setelah data menunjukkan employers AS bertambah dengan mendorong kenaikan 236.000  pekerja pada payrolls bulan Februari dan tingkat pengangguran anjlok ke level terendah dalam empat tahunnya.  

"We did see light short‐covering and fresh hedge‐fund buying coming back in as the payrolls number was being reassessed as one that's  not enough to change the Fed's policy," kata James Steel, metals analyst pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
Kontrak berjangka Brent crude ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan Jumat seiring data pekerjaan AS menguat terhadap dollar, sementara   kontrak berjangka U.S. gasoline terus meningkat ke level penutupan tertinggi di 2013 karena tingginya kredit harga akan ethanol atau RINs, yang  menyebabkan peningkatan biaya penyulingan dan membuat impor akan bahan bakar menjadi terlalu mahal. 

Mata uang AS menyentuh level penutupan tertinggi 3,5 tahun terhadap yen dan level penutupan tertinggi terhadap euro, pemerintah melaporkan  nonfarm payrolls AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, menambahkan 236.000 pekerjaan dan dengan mudah mengalahkan  ekspektasi para ekonom  yang memperkirakan 160.000 pekerjaan . 

Kontrak  berjangka  Brent  crude  periode  April  tergelincir  sebesar  30  sen  ditutup  dengan  nilai  110,40  dollar  per  barel  setelah  melemah  sebesar  109,14 dollar per barel selama sesi perdagangan. Brent berhasil memperoleh peningkatan kecil sebesar 0,4 persen selama sepekan, keluar dari  level penutupan terendah selama tiga pekan. 

Kontrak berjangka U.S. crude periode April meningkat 39 sen ditutup dengan nilai 91,95 dollar per barel,  kembali pulih setelah tergelincir dengan  nilai 90,83 dollar per barel selama sesi perdagangan dan memperoleh kenaikan sebesar 1,4 persen untuk satu pekan. 

"The employment report showed solid gains," ucap John Kilduff, seorang patner di Again Capital,New York. "It appears good enough to further the  equity market rally and the dollar. Perversely, the strengthening dollar will limit gains in crude oil, due to the inverse correlation.".  

EURO ZONE
Zona euro kemungkinan membutuhkan inflasi yang lebih tinggi di negara‐negara seperti Jerman dan rendahnya tingkat suku bunga di blok tersebut untuk menjamin  pemulihan kondisi perekonomian yang berkelanjutan dan mendapatkan manfaat yang terasa, Ketua dari IMF mengatakannya.  

Berbicara  selama  kunjungan  untuk  bailed‐out  Irlandia,  Christine  Lagarde  mengatakan  sementara  Eropa  telah  datang  jauh  sejak  musim  panas  (pada  bailout)  dan  kekhawatiran keuangan telah berkurang kegelisahannya, lebih banyak yang dilakukan untuk sepakat dengan "depressingly familiar" pada isu‐isu yang mendasari.   

Industrial  output  Jerman  unchanged  pada  bulan  Januari,  menekan  ekspektasi  untuk  kenaikan  tipis  dan  menggabungkan  permasalahan  bahwa  negara  dengan  perekonomian terbesar di zona euro tidak akan rebound karena kuatnya kontraksi sebagaimana indikator sentimen telah diperkirakan.  

Perancis nyaris menghindari resesi dalam kuartal pertama dalam tahunan, dengan pelemahan ekonomi yang memukul usaha pemerintah untuk mengendalikan defisit  bujet, data menunjukkannya Jumat lalu.  


U.K.
Sterling  menembus  level  terendah  2‐1/2  tahun  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  rilis  optimis  data  ketenagakerjaan  AS  mendukung  indikasi  berlanjutnya  pemulihan ekonomi di negara tersebut, sehingga memicu apresiasi dolar. 

Sterling untuk sementara ini masih tertekan oleh keprihatinan bahwa Inggris kemungkinan memasuki fase resesi ketiganya dalam 4 tahun terakhir dan bahwa BoE  akan mencetak lebih banyak lagi uang untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. Sterling diprediksi masih akan melemah dalam beberapa hari kedepan. 

Sterling terkoreksi 0,6% terhadap dolar di sekitar $1,4915, setelah mencatat intraday low di $1,4886, level terendahnya sejak medio 2010. Sterling bergerak di sekitar  $1,5030 sebelum rilis data no‐farm payrolls AS. 

Sterling masih berpotensi melemah menyusul indikasi calon Gubernur BoE yang baru Mark Carney akan mengadopsi langkah‐langkah pelonggaran yang lebih radikal  ketika ia dilantik pada bulan Juli. Sterling menjadi salah satu mata uang utama dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah anjlok hampir 8% terhadap dolar.   

Setelah  rilis  data  sektor  konstruksi  yang  mengecewakan  pada  hari  Kamis  lalu  yang  telah  menambah  prospek  suram  ekonomi  Inggris,  maka  pasar  saat  ini  akan  mencermati data sektor industri dan manufaktur Inggris dalam pekan ini. Jika data tersebut dirilis buruk, maka akan memicu berlanjutnya depresiasi sterling.    


JAPAN
Pemerintah mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan tahunan perekonomian Jepang meningkat sebesar 0,2 persen dalam tiga bulan hingga bulan Desember setelah  disesuaikan dengan tingkat inflasi menandai pertumbuhan pertama dalam tiga kuartal, didorong oleh perbaikan setelah revisi terhadap belanja modal perusahaan. 

Angka terakhir, direvisi meningkat dari 0,4 persen kontraksi tahunan dirilis pada  laporan pendahuluan di 14 Februari, mengindikasikan bahwa perekonomian negara  secara bertahap keluar dari resesi ringan. 

Data pemerintahan dirilis pada hari Jumat mengatakan bahwa neraca transaksi berjalan Jepang tercatat defisit untuk bulan ketiga beruntun pada Januari. 

Departemen  keuangan  Jepang  mengatakan  dalam  laporan  pendahuluan  bahwa  defisit  yang  terjadi  pada  neraca  adalah  salah  satu  indikasi  yang  luas  terhadap  perdagangan internasional, yang tetap berada diangka 364,8 milyar yen. 

Sebuah lembaga penelitian kredit mengatakan pada hari Rabu bahwa jumlah kebangkrutan korporasi Jepang di bulan Februari turun sebesar 11,8 persen dari tahun  sebelumnya menjadi 916. 

Hutang yang ditinggakan oleh perusahaan yang bangkrut merosot sebesar 72,8 persen menjadi 171,97 milyar yen, juga mengalami penurunan ke level terendah 20  tahun tahun untuk penurunan bulanan pada Februari, menurut riset Tokyo Shoko dengan diliputi kegagaln bisnis dengan hutang sebesar 10 juta yen bahkan ada  kemungkinan lebih besar. 


AUSTRALIA
Australian dollar naik ke level tertinggi empat tahunnya terhadap pelemahan yen Jumat lalu tetapi gagal untuk membuat kemajuan apapun versus the greenback,  yang mana benar‐benar didukung karena pasar memposisikannya pada laporan lapangan kerja AS yang positif.  

Pada minggu ini pembelanjaan ritel menunjukkan gambaran pembeli telah pasti berjalan pada musim semi yang dimulai awal tahun, telah membelanjakan senilai  dengan $21.6 milyar pada bulan Januari.  

Ini kenaikan 0.9 persen dibandingkan bulan Desember, dan kenaikan bulanan terbesarnya sejak bulan Juni tahun lalu.  

Harga obligasi Australia telah melemah kedepannya dari rilis data utama employment AS.  



SWISS
Data inflasi Swiss tercatat naik dalam basis bulanan di periode Februari untuk pertama kalinya sejak Oktober namun untuk basis tahunan masih berada di zona negatif, sebuah  kondisi yang memberi dukungan untuk SNB mempertahankan batasan penguatan mata uang lokalnya. 

CPI y/y tercatat turun 0,3% namun naik 0,3% m/m. Kedua data dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Sedangkan inflasi inti, diluar harga makanan dan minuman, produk musiman  dan energi dan bahan bakar, turun 0,4% di bulan Febaruari. 

SNB  telah  memberlakukan  batasan  untuk  nilai  tukar  minimum  EUR/CHF  di  1,20  franc  sejak  September  2011  untuk  mencegah  terjadinya  deflasi  dan  resesi,  setelah  investor  mencari  tempat  yang  aman  dari  krisis  zona  euro  yang  telah  mendorong  mata  uang  franc  Swiss  melonjak  25%  hanya  dalam  beberapa  bulan.  Bank  sentral  diperkirakan  akan  menegaskan kembali komitmennya untuk kebijakan moneternya tersebut ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter kuartalan pada pukul 15.30 wib hari Kamis depan,  tanggal 14 Maret. 

Franc Swiss tergelincir ke level terendah 3‐1/2 minggu terhadap euro pada hari Jumat setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi terdengar optimis tentang prospek zona  euro meskipun hasil pemilihan yang tak meyakinkan di Italia. Draghi mengatakan ada tanda‐tanda bahwa kepercayaan pasar telah kembali ke zona euro, sementara ancaman  penularan  dari  akibat  kebuntuan  politik  di  Italia  berhasil  diredam.  Sedangkan  dolar  menguat  terhadap  franc  Swiss  setelah  data  ketenagakerjaan  AS  dirilis  optimis  yang menunjukkan adanya peningkatan pada penyediaan lapangan kerja yang membawa tingkat pengangguran ke level terendah 4 tahun. 

Euro terakhir tercatat menguat 0,1% terhadap franc Swiss di sekitar 1,2365 dibandingkan dengan penutupan New York hari Kamis. Sedangkan dolar naik 0,9% terhadap franc  Swiss di sekitar 0,9510 franc.

Friday, March 8, 2013

Headline News 08.03.13


US & GLOBAL
Pasar ekuitas global menguat pada hari Kamis setelah rilis data ketenagakerjaan AS mendukung indikasi terjadinya perbaikan pada sektor  ekonomi, sementara euro mengalami aoresiasi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunganya. 

Jumlah warga AS yang melaporkan klaim pengangguran diluar dugaan turun di pekan lalu, sebuah data lanjutan yang mengindikasikan  adanya peningkatan pada pasar tenaga kerja AS. 

Laporan  tersebut  telah  berhasil  mengangkat  bursa  saham  AS.  Namun  bursa  Eropa  memangkas  keuntungannya  setelah  Presiden  ECB  Mario Draghi tidak menyatakan pendapatnya, apaka pasar saham sudah cukup murah pada level yang tinggi saat ini. 

Euro  terapresiasi  lebih  dari  1%  menyusul  Draghi  tidak  mengisyaratkan  untuk  memangkas  suku  bunganya  lebih  lanjut  setelah  dalam  siangnya kemarin ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 0,75%. Sementara terdapat kelompok minoritas dari  jajak  pendapat  Reuaters  –  22  dari  76  responden  –  memprediksi  ECB  pada  akhirnya  akan  memangkas  suku  bunganya  ke  level  rekor  terendahnya 0,5%. 

Indeks Dow kembali mencatat level tertingginya dalam 3 sesi berturut‐turut, menguat ke intraday high di 14.354,69. Sementara indeks  S&P  500  masih  lebih  dari  1%  di  bawah  rekor  penutupannya  dan  intraday  high  sejak  Oktober  2007.  Indeks  saham  AS  lainnya  juga  menembus rekor intraday‐nya. 

Jumlah warga AS yang memberikan laporan awal untuk memperoleh dana kesejahteraan bagi kaum pengangguran diluar dugaan turun di  pekan lalu menjadi 340.000. Pasar saat ini menantikan data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis nanti malam yang diperkirakan terjadi  penambahan pekerjaan sebanyak 160.000 di bulan Februari. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 33,25 poin atau 0,23% di 14.329,49. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  2,80 poin atau 0,18% di 1.544,26. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 9,72 poin atau 0,30% di 3.232,09.   

Indeks  Dow  tercatat  telah  menguat  15%  dari  level  low  November,  sementara  FTSEurofirst  300  Index  <.FTEU3>  naik  11%.  Sedangkan  Russell 2000 Index <.TOY>, sebagai barometer untuk melihat kinerja perusahaan skala kecil AS, menembus intraday tertingginya pada hari  Kamis kemarin, dan untuk Russell 1000 <.RUI> serta the Russell 3000 <.RUA> keduanya juga naik ke level intraday tertingginya. 

Bursa saham Eropa tertekan oleh turunnya saham asuransi Inggris Aviva. FTSEurofirst 300 turun 0,07% untuk ditutup di 1.185,17 setelah  menembus intraday high 4‐1/2 tahun pada hari Rabu. Sementara indeks saham Inggris, Jerman, Perancis, Italia dan Spanyol juga berakhir  menguat. 

Indeks ekuita global MSCI terkonsolidasi dari posisi intraday high tahun ini di 359,47, dan mencatat naik 0,14%. 

Euro naik 1,1% di $1,3107 setelah menembus intraday high di $1,3116, level tertinggi 5 hari. Adapun ECB dan BoE keduanya memutuskan  untuk mempertahankan suku bunganya sesuai perkiraan. 

Harga Treasury AS merosot seiring rilis optimis data ketenagakerjaan AS yang mendorong minat pada aset beresiko. Treasury tenor 10  tahun turun 16/32 dengan yield di 1,9947%. 

Harga minyak bergerak pada titik impasnya di sekitar $111 per barel setelah ECB tidak memberikan sinyal untuk melonggarkan kebijakan  moneternya lebih lanjut di bulan‐bulan mendatang. Brent crude <LCOc1> naik 9 sen dan ditutup di $111,15 per barel sedangkan U.S. crude  futures <CLc1> naik $1,13 di $91,56. 

Hasil keputusan sidang ECB dan BoE serta rilis data ketenagakerjaan AS juga turut menekan harga emas kemarin. Penurunan harga emas  yang mencapai 0,5% mengakhiri rally‐nya selama 2 hari terakhir. Harga emas turun 0,5% di $1.575,44 per ons. 


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Kamis lalu setelah ECB dan BoE tidak memilik petunjuk pada stimulus ekonomi lanjutannya, dan karena didorong oleh data  jobless claims AS yang optimis mengenai laporan nonfarm payrolls malam ini.  

Logam  mulia  merosot  0.5  persen  setelah  rangkaian  kenaikan  dua  harinya  yang  mencatatkan  penurunan  terbesar  hariannya  dalam  mingguan. Emas anjlok setelah ECB tidak memberikan petunjuk yang jelas kedepannya dari monetary easing dan BoE memutuskan belum  memulai lagi rencana pembelian gilt/obligasi. 

"Gold is under pressure as the overall numbers have started to pick up in the economy. If we see job growth on Friday, the metal may  continue to weaken," kata Frank McGhee, kepala precious metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC.   


OIL & COMMODITIES
U.S. crude menguat lebih dari 1 dollar per barel pada sesi perdagangan Kamis seiring rilisnya data unemployment benefits AS yang  melemah di luar ekspektasi dan melemahnya dollar. 

Brent oil menguat tipis, akan tetapi restart sistem saluran pipa North Sea membatasi penguatan untuk kontrak berjangka London  crude.  

Penurunan yang terjadi dengan data initial claims pekan lalu untuk tunjangan pengangguran AS memicu optimisme tentang laju  pemulihan di negara perekonomian terbesar dunia.  

Eropa menguat setelah Bank Sentral Eropa meninggalkan suku bunga acuan yang tidak berubah dan lelang surat utang Spanyol  yang sukses meredakan beberapa kekhawatiran investor tentang zona eropa. 

Brent menguat sebesar 9 sen per barel yang ditutup dengan nilai 111.,15 dollar. U.S. crude naik 1,13 dollar yang ditutup dengan  nilai 91,56 dollar per barel. 

"U.S. jobless claims data and the ECB's move are helping U.S. oil futures to rebound from a two‐month low earlier this week," ucap  Gene McGillian di Tradition Energy.


EURO ZONE
Industrial  orders  Jerman  tidak  seperti  ekspektasi  merosot  pada  bulan  Januari  karena  orders  dari  zona  euro  merosot  tajam,  data  Menteri  Perekonomian  menunjukkannya Kamis lalu, menekan harapan pada negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu kembali naik setelah penurunan pada akhir tahun 2012.  

Data  yang  berasal  dari  gambaran  Perancis  yang  menunjukkan  tingkat  pengangguran  naik  ke  level  tertinggi  sejak  dalam  kuartal  kedua  tahun  1999,  mencatatkan  bagaimana dua negara dengan perekonomian terbesar dalam zona euro tidak dapat diandalkan untuk mendorong pertumbuhan regionalnya. 

Tingkat  pengangguran  Perancis  mencapai  level  tertingginya  yang  lebih  dari  13  tahun  dalam  kuartal  terakhir  tahun  2012,  mencatatkan  tantangan  pemerintah  yang  menghadapi janjinya untuk membalikkan tren naiknya hingga akhir tahun.  

Tingkat  pengangguran  Yunani  merosot  pada  bulan  Desember  untuk  pertama  kalinya  sejak  dilumpuhkan  resesi  yang  dimulai  lima  tahun  yang  lalu,  dibantu  oleh  perjanjian bailout yang didukung oleh perusahaan yang bersedia untuk mengangkat tenaga kerja dalam jangka pendek.  

Tingkat pengangguran dalam negara yang  tertekan oleh utang itu anjlok 26.4 persen dari revisi, yang mencatatkan 26.6 persen pada awal bulannya, jasa/lembaga  statistik negara ELSTAT mengatakannya.   


U.K.
Sterling awalnya menguat terhadap dolar pada hari Kamis setelah Bank sentral Inggris memutuskan untuk tidak memulai kembali program pembelian asetnya, kontras  dengan  ekspektasi  investor  yang  sebelumnya  memprediksi  BoE  akan  melanjutkan  program  stimulus  moneternya.  Namun  demikian,  penguatan  sterling  diprediksi  hanya akan bersifat sementara saja. Keputusan bank sentral untuk menahan langkah stimulus moneter saat ini hanya akan memperkuat spekulasi bahwa lebih banyak  uang yang akan disuntikkan ke dalam perekonomian di bulan depan. Sterling sempat terapresiasi ke level intraday high $1,5080, rebound dari level intraday low di  $1,4965. Namun di akhir sesi New York, sterling memangkas keuntungannya dan bergerak melemah di sekitar $1,5010. 

Sementara  euro  terapresiasi  terhadap  sterling  setelah  ECB  mempertahankan  suku  bunganya  dan  Presiden  ECB  Mario  Draghi  tidak  memberikan  sinyal  untuk  melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan kedepan. 

Dalam sidangnya kemarin, BoE tetap mempertahankan program quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif senilai 375 milyar pound dan suku bunga di level  0,5%. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, meskipun banyak kalangan pelaku pasar memprediksi BoE akan melanjutkan pelonggaran moneternya. 

Sterling masih berpotensi melemah menyusul indikasi calon Gubernur BoE yang baru Mark Carney akan megadopsi langkah‐langkah pelonggaran yang lebih radikal  ketika ia dilantik pada bulan Juli. Sterling jatuh di awal sesi setelah laporan media mengatakan menteri keuangan George Osborne akan mengubah kewenangan inflasi  Carney, dan memberikan sinyal untuk kebijakan moneter yang lebih longgar dalam pernyataan anggaran bulan Maret. Sterling menjadi salah satu mata uang utama  dunia berkinerja terburuk di tahun 2013, setelah anjlok hampir 8% terhadap dolar.


JAPAN
Pemerintah berbicara pada hari Kamis bahwa indeks utama Jepang composite economic melemah pada bulan Januari. Indeks coincident indicators, seperti industrial  output,  retail  sales  dan  new  job  offers¸  kantor  kabinet  mengatakan  dalam  sebuah  laporan  pendahuluan  bahwa  indeks  turun  menjadi  92  dari  92,3  pada  bulan  Desember, bertentangan dengan apa yang terjadi di tahun 2005, indeks berada di level 100. 

Indeks  leading  indicators,  memprediksikan  perkembangan  dalam  beberapa  bulan  kedepan,  meningkat  sebesar  96,3  dari  93,2.  Indeks  ini,  mengukur  kinerja  perekonomian pada tahun lalu, yang telah meningkat sebesar 87,5 dari 86,8. 

Menteri keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pada hari Kamis bahwa Tokyo mencalonkan pejabat keuangannya Takehiko Nakao sebagai kandidat nasional untuk  kepala dari Asian Development Bank. 

Posisi dari kepala Asian Development Bank telah dibuka seiring dengan mundurnya Haruhiko Kuroda, seorang yang telah dicalonkan untuk mengambil kepemimpinan  BoJ. 

Dewan  BoJ  mempertahankan kebijakan yang tak akan berubah pada  hari Kamis dan tidak didukungnya usuluan  akan  peningkatan  stimulus  moneter, menyimpan  harapan kepada seseorang yang diharapkan mampu mengambil langkah yang tegas untuk mengakhiri deflasi yang terjadi selama dua dekade.  


AUSTRALIA
Defisit perdagangan Australia naik pada bulan Januari karena cuaca yang tidak bersahabat di Queensland yang memukul ekspor batu bara.  

Tetapi para ekonom mengatakan tingginya harga komoditas dan naiknya aktivitas pertambangan seharusnya membantu mendorong neraca perdagangan kembali  surplus dalam beberapa bulan kedepan.  

Gambaran yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics Kamis lalu menunjukkan satu persen penurunan pada ekspor dan kenaikan satu persen dalam impor yang  melihat defisit perdagangan hampir mengganda menjadi $1.057 milyar, seasonally adjusted, pada bulan Januari.  

Pemilik rumah menahan dari menjual propertinya hingga jauh kedepan, dalam harapan untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan, sebagaimana harga  perumahan mulai untuk naik kembali.  

Orang‐orang  bertahan  saat  ini  dari  investasi  terbesarnya  untuk  sekurang‐kurangnya  25  persen  lebih  lama  daripada  orang‐orang  dalam  satu  dekade  yang  lalu,  gambaran yang dirilis oleh konsultansi RP Data Kamis lalu menunjukkannya.  


SWISS
Bank Nasional Swiss atau SNB akan terus mempertahankan kebijakan untuk nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc paling tidak selama 2013 ini dan kemungkinan  hingga 2014 mendatang, demikian hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan. 

SNB telah memberlakukan batasan untuk nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc sejak September 2011 untuk mencegah terjadinya deflasi dan resesi, setelah  investor mencari tempat yang aman dari krisis zona euro yang telah mendorong mata uang franc Swiss melonjak 25% hanya dalam beberapa bulan. 

Bank  sentral  diperkirakan  akan  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  kebijakan  moneternya  tersebut  ketika  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneter  kuartalan pada pukul 15.30 wib hari Kamis depan, tanggal 14 Maret. 

Euro terapresiasi terhadap franc Swiss setelah ECB mempertahankan suku bunganya dan Presiden ECB Mario Draghi tidak memberikan sinyal untuk melonggarkan  kebijakan moneternya dalam beberapa bulan kedepan. 

Euro naik 0,4% ke 1,2350 franc sedangkan dolar terkoreksi ke 0,9425 atau melemah 0,6% dibandingkan penutupan New York hari Rabu.