title cover

title cover

Tuesday, September 13, 2011

Headline News 13.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS mengalami rally pada akhir hariannya dan euro menguat Senin lalu, mengalami rebound dari gejolak global, setelah berita bahwa Cina kemungkinan mendukung Italia dengan bantuan finansial yang menekan kekhawatiran pada debt default Yunani dan efek penyebarannya.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 68.99 poin, atau 0.63 persen, ke level 11,061.12. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 8.04 poin, atau 0.70 persen, ke level 1,162.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> meningkat 27.10 poin, atau 1.10 persen, ke level 2,495.09.  


• Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> merosot 1.2 persen, yang menekan penurunan sekitar 2.2 persen pada awalnya.  


• Melonjaknya kekhawatiran mengenai debt default Yunani dan permasalahan setelah kenaikan yields obligasi Italia pada awalnya mendorong para investor untuk melepas saham‐sahamnya di negara Eropa. Indeks pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama anjlok 2.7 persen untuk ditutup pada level 890.98, setelah pada awalnya merosot ke level 883.04, level terendahnya sejak Juli 2009. Indeks telah anjlok sekitar 20 persen pada tahun 2011.  


• Euro mengalami recovered dari pelemahannya terhadap dollar AS Senin lalu dan diperdagangkan pada wilayah positif karena Financial Times memberitakan bahwa Italia dalam pembicaraan dengan Chinese fund untuk membeli obligasi Italia. Euro terakhir diperdagangkan pada level $1.3678, meningkat 0.2 persen dalam hariannya, menghentikan level terendah hariannya $1.34949 <EUR=EBS>, level terendahnya sejak bulan Februari, pada trading platform EBS.  


• Harga Tresuri pemerintah AS melemah Senin lalu setelah U.S. Treasury melakukan aksi jual obligasi bertenor tiga tahun yang mencatatkan yield ke level terendahnya yang pernah ada.   


• Harga emas anjlok 2.5 persen Senin lalu karena meningkatnya ketakutan mengenai krisis utang Eropa yang mendorong bullion investors untuk melakukan aksi jual setelah mencapai level tertingginya minggu lalu dengan mengimbangi penurunan pada pasar ekuitas. Spot emas <XAU=> melemah 2.4 persen ke level $1,812.49 per ons pada pukul 1:41 p.m. EDT (1741 GMT). Telah anjlok lebih dari 1 persen minggu lalu, mencatatkan penurunan mingguan terburuknya sejak akhir bulan Juni.    


• U.S. crude ditutup meningkat karena investor melakukan aksi ambil untung dari perbedaan pencatatan kinerja harga minggu lalu antara Brent dan harga oil AS. US crude <CLc1> di settled ke level 88.85, naik 1.61 poin, atau 1.9% dalam hariannya.   


• Sterling merosot ke level terendahnya dalam 7‐1/2 bulan terhadap dollar AS Senin lalu dengan trader mencatatkan aksi jual dari European investment bank yang memicu pada stop loss orders.   


• Pound anjlok secara singkat ke level terendahnya $1.5774 <GBP=D4>, level terendah sejak akhir Januari, sebelum sedikit naik ke level $1.5816, yang telah turun 0.4 persen dalam hariannya.   


• Sterling telah mendapat tekanan dari dollar pada sesi Eropa karena pemasalahan mengenai efek penyebaran dari zona euro yang mendorong permintaan pada riskier currencies.       


• Perbankan Inggris menghadapi beberapa regulasi terberatnya dari reformasi yang terjadi Senin lalu bahwa mereka memerlukan untuk menjaga aktivitas pinjaman ritel mereka dan menyimpan milyaran dari extra capital. 

Monday, September 12, 2011

Headline News 12.09.11




U.S. & GLOBAL 


• Meningkatnya kekhawatiran mengenai kemampuan Eropa untuk menyelesaikan kembali krisis utangnya menekan euro dan pasar saham dunia Jumat lalu, sementara itu para menteri keuangan G7 bertemu untuk mendiskusikan langkah‐langkah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 303.68 poin, atau 2.69 persen, ke level 10,992.13. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 31.67 poin, atau 2.67 persen, ke level 1,154.23. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup turun 61.15 poin, atau 2.42 persen, ke level 2,467.99. Dalam seminggu, indeks Dow anjlok 2.2 persen; indeks S&P 500 berkurang 1.7 persen dan indeks Nasdaq turun 0.5 persen.  


• Indeks FTSEurofirst 300 dari saham‐saham utama Eropa <.FTEU3> berkurang 2.6 persen dalam hariannya dan indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 3.2 persen. Kedua indeks tersebut telah turun 3.7 persen dalam mingguannya, pelemahan terbesar ketiganya dalam 12 bulan.  


• Para menteri keuangan dan central bankers dari Group of Seven negara‐negara industri bertemu di Marseille, dimana tuan rumah Perancis menyerukan respon terkoordinasi dari anggota G7 untuk menghadapi krisis utang Eropa dan rapuhnya sektor perbankan. Setelah meeting, para anggota mengatakan telah menyepakati respon terkoordinasi dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan menyiapkan untuk memasok dana pada perbankan dan untuk mendukung pasar finansial.


• Euro <EUR=EBS> telah anjlok 1.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.3668 setelah sempat menyentuh level terendah 6‐1/2 bulan ke level $1.3627. Mata uang tunggal itu telah merosot 5 persen pada bulan September.  


• Kegelisahan mendorong pada aksi beli safe‐haven obligasi Jerman dan pemerintah AS. Obligasi 10‐tahun Bund yield mencapai level terendahnya, sementara itu obligasi 10‐tahun Treasuri AS yields‐nya menyentuh level terendahnya dalam 60‐tahun


• Harga emas merosot setelah melejit mencatatkan level tertingginya diatas $1,900 per ons pada awal minggu ini berkenaan ketertarikan pada safe haven dan lindung nilai dari inflasi. Pada pukul 4:30 p.m. EDT (2030 GMT), spot emas <XAU=> turun setengah persen disekitar level $1,858 per ons, menghentikan level terendah awalnya dibawah $1,825. Dalam seminggu, harga spot telah anjlok 1.4 persen – penurunan tertajam mingguannya sejak 26 Juni.  


• Harga minyak mentah anjlok Jumat lalu dengan euro dan ekuitas merosot dari meningkatnya kesuraman berkenaan dengan pertumbuhan ekonomi dan mengarahkan kekhawatiran mengenai permasalahan utang Eropa. U.S. October crude <CLc1> di settled turun $1.81, 2 persen, ke level $87.24 per barrel, yang  telah merosot ke level terendahnya $85.64. U.S. front‐month crude mencatatkan rangkaian kenaikan mingguannya, naik hanya 79 sen,yang hanya dibawah 1 persen.  


• Sterling melaju ke level tertingginya dalam tiga setengah bulan terhadap euro Jumat lalu, karena mata uang tunggal memperluas penurunannya setelah European Central Bank melepas kebijakannya untuk menaikkan tingkat suku bunga dan melaporkan salah satu tokoh utama ECB berhenti.   


• Euro <EURGBP=D4> merosot ke level 86.22 pence, turun 0.8 persen dalam hariannya, dan level terendahnya sejak 27 Mei. Telah melemah melewati stop dibawah level 86.40 pence dan telah mencapai dibawah 200‐day moving average yang mana berada pada level 86.939 pence, sehingga rentan untuk test level terendahnya 26 Mei pada level 86.11.


• Terhadap dollar, sterling anjlok 0.4 persen ke level $1.5893 <GBP=D4>, yang telah anjlok ke level terendahnya $1.5882, level terendahnya sejak 12 Juli.   


• Factory gate inflation Inggris terbukti melemah pada bulan Agustus, menahan kenaikan bulan Juli yang di revisi ke level 6.1 persen – level tertinggi tahunannya sejak Oktober 2008 – meskipun penurunan tajam pada input prices, data resmi Jumat lalu. Analis telah memperkirakan kenaikan ke level 5.9 persen.   


• Para kepala keuangan G7 bertemu Jumat lalu yang dibawah tekanan untuk mengambil tindakan dari kembali lesunya pertumbuhan ekonomi dan menenangkan krisis confidence terbesarnya pada pasar finansial sejak gejolak kredit global.   


• Irlandia kemungkinan membutuhkan menaikkan pendanaan hingga 15 milyar euro ($21 milyar) hingga akhir tahun 2013, kepala debt management agency mengatakannya Jumat lalu

Friday, September 9, 2011

Headline News 09.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa Wall Street merosot Kamis lalu dari kekecewaan bahwa pidato dari Ketua the Fed kurang merinci mengenai rencana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara itu euro merosot dari kekhawatiran memburuknya krisis utang zona euro dengan Yunani yang gagal untuk mencapai fiscal targets.  


• Setelah perdagangan yang choppy, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 119.05 poin, atau 1.04 persen, ke level 11,295.81.
Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> ditutup melemah 12.72 poin, atau 1.06 persen, ke level 1,185.90. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 19.80 poin, atau 0.78 persen, ke level 2,529.14.  


• Penurunan pada bursa Wall Street menekan indeks MSCI's world stock <.MIWD00000PUS> anjlok 0.6 persen dalam hariannya.


• Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bank sentral AS "will do all it can" untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran, tetapi dia tidak menyingkap perangkat moneter apa yang mungkin digunakan the Fed.


• Euro merosot ke level terendahnya dalam dua bulan terhadap dollar AS Kamis lalu setelah European Central Bank memberi tanda untuk menghentikan siklus pengetatan tingkat suku bunga yang dimulai lima bulan yang lalu. Euro anjlok ke level terendahnya $1.38750 <EUR=EBS>
pada trading platform EBS, level terendahnya sejak 12 Juli, dengan pelemahan berakselerasi setelah mencapai support mendekati level $1.3900 ‐‐  50 persen Fibonacci retracement dari level terendah hingga tertingginya tahun ini. Terakhir diperdagangkan pada level $1.3899, turun 1.4 persen dalam hariannya. Euro juga melemah 1.3 persen terhadap pound ke level 86.98 pence <EURGBP=D4>.    


• Harga Tresuri AS mengalami rally Kamis lalu dari kombinasi dorongan yang samar‐samar dari Ketua the Fed Ben Bernanke dan suramnya data pada pasar tenaga kerja yang menaikkan harapan berikutnya dari program pembelian bond oleh the Fed.    


• Harga emas memperluas kenaikannya Kamis lalu dari didepannya pidato Presiden AS Barack Obama, yang mengekspektasi dana rencana sekitar $300 milyar untuk mendorong pasar tenaga kerja. Pada pukul 3:20 p.m. EDT (1920 GMT), spot emas <XAU=> meningkat 2.9 persen ke level $1,870 per ons.    


• Crude oil futures melemah pada perdagangan yang choppy Kamis lalu, mengikuti pelemahan Wall Street setelah Ketua the Fed yang memberikan pidato yang kurang mendorong langkah terbaru pada pertumbuhan ekonomi, dan karena dollar AS meningkat tajam. U.S. October crude <CLc1> di settled ke level $89.05, anjlok 29 sen, merosot dari level tertingginya $90.23, yang mana dibawah level tertingginya Rabu lalu $90.48. Telah sempat anjlok ke level $88.59.   


• Sterling menguat terhadap euro Kamis lalu karena mata uang tunggal mendapat tekanan dari komentar yang kurang mendukung dari European Central Bank, sementara itu pound meningkat terhadap beberapa gambaran bahwa Bank of England menahan kembali dari adanya stimulus moneter berikutnya.   


• Sterling diperdagangkan dengan kenaikan sekitar 0.4 persen terhadap dollar AS ke level $1.6062 <GBP=D4>, membalikkan penurunan awalnya yang membawanya ke level terendahnya dalam 8‐minggu $1.5914 sebelum pengumuman suku bunga dari BoE.   


• Euro anjlok 1 persen dalam hariannya ke level terendahnya dalam dua minggu 87.13 pence pada perdagangan sore harinya <EURGBP=D4>.  


• Bank sentral Inggris menahan tingkat suku bunganya pada level rendah sebelumnya 0.5 persen dalam rangkaian 30 bulannya Kamis lalu, membiarkan kemungkinan terbukanya untuk dimulai kembali program quantitative easing dari pelemahan ekonomi kedepannya.   


• Rilis PPI pada sore harinya dapat dipantau untuk bulan Agustus.




Presiden Barrack Obama

  • Presiden Obama memaparkan proposal paket stimulus yang akan ditujukan pada penguatan sector ketenagakerjaan senilai 447 miliar USD. Obama menyakinkan Kongres AS untuk menyetujui undang-undang tersebut yang disebut sebagai “American Jobs Act”, dimana salah satu poinnya adalah dengan pemangkasan anggaran pemerintah dan pemotongan pajak besar-besaran pada pekerja dan pelaku bisnis Amerika.


  • Presiden Obama mengusulkan pemangkasan pajak dari 2% menjadi 3,1%. Langkah Obama ini sebagai salah satu dari reaksi setelah data non-farm payrolls untuk Juli memperlihatkan kosongnya rekruitmen tenaga kerja, meningkatkan kembali kekhawatiran bahwa ekonomi akan jatuh kepada resesi berikutnya.


  • Beberapa analis memperkirakan langkah Obama ini akan berdampak positif pada dollar AS karena jumlahnya paket stimulus tersebut melebihi ekspektasi sebelumnya, 300 miliar USD.


  • Namun demikian, usulan Obama tersebut akan mendapat tantangan keras dari kubu oposisi – Partai Republik.


Thursday, September 8, 2011

Headline News 08.09.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia dan euro rally Rabu lalu dan emas merosot dari level tertingginya dari keputusan yang mendukung usaha pemerintah Jerman untuk mem‐bail out krisis yang melanda zona euro. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 2.7 persen dalam hariannya setelah mencapai level terendahnya sejak 22 Agustus. Indeks masih melemah sekitar 9 persen dalam tahunannya.


• Bursa Wall Street menguat lebih dari 2 persen Rabu lalu, membalikkan penurunan tiga harinya setelah Germany's top court melancarkan jalan untuk partisipasi Jerman dalam bailouts yang dapat menenangkan krisis utang Eropa.  


• Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 33.38 poin, atau 2.86 persen, ke level 1,198.62. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup menguat 275.56 poin, atau 2.47 persen, ke level 11,414.86, dan indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melonjak 75.11 poin, atau 3.04 persen, ke level 2,548.94.


• Euro rally Rabu lalu karena kekhawatiran sovereign debt mereda sementara setelah German court mendukung peran negaranya dalam mem‐bailouts zona euro, meskipun kenaikan kemungkinan terbatas kedepannya dari adanya European Central Bank meeting. Pada akhir perdagangan, euro meningkat 0.7 persen dalam hariannya ke level $1.40990 <EUR=EBS> pada electronic trading platform EBS, menghentikan level tertingginya $1.41504 yang sempat terjadi setelah keputusan dari German Constitutional Court's. Euro walaupun demikian masih merosot 2.0 persen pada bulan ini.  


• Swiss franc, yang bersamaan dengan emas telah menjadi pilihan safe‐haven bagi investor, bertahan untuk ditutup ke level 1.20 per euro <EURCHF=R> pada target Selasa lalu dari Swiss central bank yang melemahkan the franc dan menghindari resesi.


• Harga Tresuri AS melemah Rabu lalu karena investor keluar dari pasar Tresuri, dengan tingginya harga saham dan laporan ringan dari perekonomian AS yang mengarah pada ultra‐safe, yang menghasilkan kekurang tertarikan pada low‐yielding securities.  


• Emas ditutup merosot 3 persen Rabu lalu karena investor melakukan aksi jual logam mulia dan membeli saham‐saham setelah German court menurunkan hambatan pada partisipasi Jerman dalam mem‐bailouts zona euro. Pada pukul 4.00 p.m. EDT (2000 GMT), spot emas berada disekitar level $1,815 per ons, anjlok $57 dari level yang terlihat pada penutupan New York Selasa lalu. Telah tertekan ke level teredahnya $1,793.19 Rabu kemarin.  


• Crude oil futures AS memperluas kenaikannya Rabu lalu setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa persediaan crude domestik merosot 3 juta barrel minggu lalu, jauh dari perkiraannya. Harga minyak mentah naik lebih dari $3 ke level tertingginya dalam lima minggu Rabu lalu, didorong oleh turunnya produksi pada Teluk Meksiko. U.S. crude <CLc1> melejit $3.32 untuk di settle ke level $89.34 per barrel dan juga meningkat pada perdagangan post‐settlement untuk mencatatkan level tertingginya dalam lima minggu $90.48.


• Sterling anjlok secara meluas terhadap penguatan euro Rabu lalu, dan berada dekat level terendahnya dalam tujuh minggu terhadap dollar AS dari spekulasi bahwa pelemahan data Inggris baru‐baru ini akhirnya mungkin menyebabkan Bank of England mengarah pada stimulus moneter berikutnya.  


• BoE di ekspektasi untuk menahan tingkat suku bunga pada level terendahnya 0.5 persen dan menahan diri dari program penambahan pembelian obligasi ketika berakhirnya policy meeting Kamis ini.  


• Sebuah polling Reuters menunjukkan ekspektasi para ekonom bahwa bank sentral Inggris akan menahan tingkat suku bunga hingga akhir tahun 2012, sementara itu 35 persen peluang BoE akan mengarah pada pembelian aset untuk mendukung kelesuan ekonominya.  


• Sterling <GBP=D4> flat ke level $1.5936 setelah pada awalnya naik ke level $1.6040 dengan kuatnya aksi jual yang mengarah pada level $1.6020,
dan menekan pound melalui level terendah tujuh minggunya $1.5921 yang tercapai Selasa lalu.  


• Euro <EURGBP=D4> naik ke 0.4 persen dalam hariannya ke level 88.28 pence sebelum merosot disekitar level 88.17 pence. Kenaikannya terbatas oleh technical resistance disekitar level 88.15‐20
pence, kisaran yang termasuk dalam 100‐ dan 55‐harian moving averages.  


• Perekonomian Inggris membuat pelemahan awalnya pada kuartal ketiga pada bulan Juli, dengan industrial production melemah tidak seperti yang diharapkan berkenaan dengan penurunan yang tajam pada ekstraksi minyak dan gas yang menekan kenaikan pada manufaktur.  


• Menteri keuangan Irlandia memperingatkan bahwa dana bailout zona euro terlalu kecil dan mendesak pemerintah Eropa untuk secepatnya mengimplementasikan semua kesepakatan yang dibuat pada summit bulan Juli lalu.

Wednesday, September 7, 2011

Headline News 07.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham global merosot Selasa lalu dari kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Eropa, sementara itu bank sentral Swiss membatasi gerak dari mata uangnya yang menyebabkan penurunan 10 persen pada the franc terhadap euro.  


• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI <.MIWO00000PUS> anjlok 1 persen.


• Bursa Wall Street, setelah penurunan lebih dari 2 persen pada awalnya, ditutup merosot kurang dari 1 persen setelah libur tiga harinya, dengan laporan jobs Jumat sebelumnya, yang menunjukkan pertumbuhan jobs pada titik terendahnya, yang juga memukul confidence investor.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 100.96 poin, atau 0.90 persen, ke level 11,139.30. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 8.73 poin, atau 0.74 persen, ke level 1,165.24. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 6.50 poin, atau 0.26 persen, ke level
2,473.83.  


• Swiss franc anjlok mendekati 10 persen terhadap euro Selasa lalu, menutup kenaikan empat harinya, setelah bank sentral Swiss mengguncang pasar dengan menetapkan batas berapa besar mata uang dapat menguat terhadap mata uang tunggal tersebut.   


• Euro terakhir naik 8.9 persen ke level 1.20700 francs.    


• Dollar AS menguat ke level 0.86250 franc <CHF=EBS> pada data EBS dan terakhir diperdagangkan naik 9.5 persen ke level 0.86180 franc, menghentak penurunan empat harinya terhadap the franc.   


• Harga Tresuri AS dengan tenor jangka panjang naik Selasa lalu karena kebanyakan investor memperkirakan bahwa the Fed akan segera melakukan pembelian obligasi bertenor 30‐tahun, sementara itu kekhawatiran terkini dari Eropa mendorong pada safety bid.   


• Harga emas melonjak ke level tertingginya Selasa lalu setelah Swiss mem‐pegged mata uangnya terhadap euro, sebelum ditutup melemah karena aksi ambil untung investor. Pada pukul 3:35 p.m. EDT (1935 GMT), emas <XAU=> melejit ke level $1,880 per ons, turun 1 persen dari perdagangan sore hari di New York. Juga telah menghentikan level tertinggi $1,920.30 yang terjadi pada awal Selasa lalu.    


• Brent crude naik Selasa lalu, setelah rangkaian penurunan tiga harinya, karena pengetatan pasokan North Sea, berlanjutnya ketidakpastian mengenai Libya's oil dan ancaman iklim topis yang mendorong kenaikan harga. U.S. oil ditutup merosot, tetapi naik dari level terendahnya,
karena National Hurricane Center memonitor dua sistem bertekanan rendah, satu di Teluk Meksiko dan lainnya di Atlantik, yang dapat berbalik pada siklon tropis. U.S. October crude <CLc1> melemah 43 sen untuk di settle ke level $86.02 per barrel, setelah diperdagangkan dari level $83.20
to $86.50. 


• Sterling merosot ke level terendahnya dalam 7‐minggu terhadap dollar AS Selasa lalu, dengan pound berada dibawah tekanan dari rangkaian pelemahan data Inggris dan karena dollar AS didorong dari memburuknya risk sentiment.   


• Sterling anjlok ke level $1.6036 <GBP=D4>, level terendahnya sejak 18 Juli, untuk diperdagangkan melemah sekitar 0.5 persen dalam hariannya.  


• Dollar AS diperdagangkan naik secara luas terhadap currency basket, meningkat 0.7 persen dalam hariannya. <.DXY>    


• Penjualan ritel Inggris melemah bulan lalu karena kekurangan uang tunai pada konsumen yang membeli barang‐barang tidak penting seperti barang‐barang rumah tangga atau furnitur, British Retail Consortium mengatakannya.


• Konsumen Irlandia masih optimis pada bulan Agustus meskipun gelombang pada gejolak global yang menekan sentimen konsumen di AS dan Eropa.    


• Hari ini data Inggris yang bisa dipantau adalah industrial production dan manufacturing production.

Tuesday, September 6, 2011

Headline News 06.09.11

U.S. & GLOBAL

• Bursa saham Eropa anjlok 4 persen Senin lalu, dengan saham‐saham perbankan turun ke level terendahnya yang lebih dalam dua tahun, karena kekhawatiran mengenai masa yang akan datang dari bubbled up zona euro yang dilatarbelakangi terhadap pelemahan pertumbuhan ekonomi dan ancaman pada sektor perbankan.   

• Indeks MSCI all country world equity <.MIWD00000PUS> melemah 2.0 persen dalam hariannya, bersamaan dengan indeks Nikkei Jepang <.N225> yang anjlok 1.9 persen berkenaan dengan data jobs AS Jumat lalu. Bursa saham Eropa <.FTEU3> ditutup merosot 4.06 persen, dengan sektor perbankan <.SX7P> anjlok mendekati 6 persen ke level terendahnya 29‐bulan.   

• Euro merosot secara meluas, dengan permasalahan utang zona euro dan ketidakpastian politik di Jerman yang mendorong kenaikan (keduanya) pada dollar AS dan safe‐haven Swiss franc. Mata uang tunggal tersebut anjlok ke level $1.4065 pada trading platform EBS, level terendahnya sejak 5 Agust. Trader mengatakan option‐related bids pada level $1.4100 telah memberikan arah dan stop yang akan memicu melalui level $1.4080 karena liburan publik di AS yang membuat volume perdagangan tipis.   

• Kekhawatiran mengenai defisit (utang) publik di Yunani dan Italia dan pemilu regional dari kekalahan partai berkuasa di Jerman membuat keraguan pada kemampuan zona euro untuk menangani krisis utangnya.   

• Bursa Wall Street ditutup dengan adanya liburan tetapi adalah tidak mungkin bahwa investor AS akan berada dalam mood positif dari data yang dirilis menjelang akhir pekan panjangnya yang menunjukkan bahwa pertumbuhan employment AS terhenti pada bulan Agustus. Ini mendorong bahwa permasalahan mengenai negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut akan kembali mengalami resesi.

• Harga emas meningkat Senin lalu, kembali memecahkan level diatas $1,900 per ons, karena bertumbuhnya spekulasi bahwa AS kemungkinan mengimplementasikan kedepannya putaran dari monetary easing (QE3) setelah melemahnya data payrolls Jumat lalu, dan permasalahan mengenai krisis utang zona euro yang mengemuka kembali. Spot emas <XAU=> melejit 0.9 persen ke level $1,900.10 per ons pada pukul 1540 GMT, yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,902.70. Ini merupakan komoditas dengan kinerja terbaiknya dalam tahun ini, naik sekitar sepertiganya pada tahun 2011 ini.   

• Brent crude oil merosot menuju level $110 per barrel Senin lalu karena kekhawatiran mengenai resesi AS yang berikutnya dan melambatnya pertumbuhan dimanapun yang menambah prospek merosotnya permintaan akan bahan bakar. U.S. crude futures <CLc1> merosot $2.40 ke level $84.05 per barrel. Volume perdagangan relatif tipis berkenaan dengan pasar AS yang mengalami liburan (Labor Day). 

• Sterling terpukul ke level terendahnya dalam 1‐1/2 bulan  terhadap dollar AS Senin lalu setelah data 
menunjukkan penurunan tajam pada sektor jasa di Inggris, mendorong spekulasi Bank of England kemungkinan berusaha untuk putaran pembelian aset berikutnya untuk mendorong perekonomiannya.   

• Pound juga melemah terhadap mata uang laninnya yang kemungkinan untuk mengarah pada resesi setelah pelemahan data AS dan meningkatnya permasalahan mengenai utang zona euro dan permasalahan sektor perbankan.   

• Pound melemah mendekati 1 persen dalam hariannya ke level $1.6061 <GBP=D4>, level terendahnya sejak 19 Juli. Penutupan dibawah 200‐day moving average ke level $1.6123 akan terlihat sebagai technically bearish dan dapat dilihat targetnya yang bergerak kearah level $1.6000. Terakhir diperdagangkan pada level $1.6098.   

• Aktivitas sektor jasa di Inggris secara dominan melambat dengan cepat yang lebih dari satu dekade bulan lalu, dan peningkatan dalam confidence pada future business mengalami pelemahan dalam level terendahnya satu tahun, menambah bukti pada melambatnya recovery
ekonomi.

Monday, September 5, 2011

Headline News 05.09.11


U.S. & GLOBAL

• Kemelut pada pasar tenaga kerja AS mengarahkan pada kekhawatiran pada terjadinya resesi Jumat lalu, menekan investor melepas saham‐sahamnya dan masuk pada safety dari obligasi, emas dan Swiss franc.  


• Saham‐saham pada bursa Wall Street dan bursa utama lainnya ditutup melemah lebih dari 2 persen setelah Labor Department AS mengatakan para majikan tidak menambah adanya pekerjaan baru bulan lalu secara total untuk bulan Juli mengalami revisi penurunan (tenaga kerja). Pasar ekuitas AS melemah ke dalam penurunan terbesarnya dalam dua minggu.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 253.31 poin, atau 2.20 persen, ke level 11,240.26. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 30.45 poin, atau 2.53 persen, ke level 1,173.97. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 66.71 poin, atau 2.58 persen, ke level 2,480.33.      


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> merosot 2.3 persen sementara itu bursa saham Eropa <.FTEU3> anjlok 2.5 persen. Emerging stocks <.MSCIEF> turun hingga 1.6 persen.  


• Pada perdagangan pasar mata uang, Swiss franc <CHF=> meningkat mendekati 1 persen ke level 0.7898 terhadap dollar AS setelah mencapai level tertingginya 0.7959.  


• Euro <EUR=> merosot mendekati level $1.419, yang telah mencapai level terendah tiga minggunya $1.418 pada awalnya dari konfirmasi bahwa Yunani akan meleset dari target defisit 2011 sebesar 7.6 persen dan ketidakpastian berkenaan dengan komitmen Italia pada austerity measures.


• Reaksi terbesar berasal dari pasar Tresuri AS, dengan yield dari obligasi bertenor 30‐tahun tertekan pada level terendahnya dalam dua setengah tahun dari meningkatnya perkiraan pada suramnya data akan memaksa the Fed untuk mengambil langkah‐langkah tambahan untuk mendorong perekonomiannya (QE3).  


• U.S. gold futures <GCZ1>di settled meningkat 2.6 persen, hanya berada pada level $1,877 per ons setelah level puncaknya $1,885 dalam harian.


• Harga minyak melemah Jumat lalu karena mandeknya pertumbuhan tingkat pekerjaan di AS pada bulan Agustus yang menyalakan kembali kekhawatiran untuk adanya resesi berikutnya, yang mana akan memperlambat permintaan minyak. Brent <LCOc1> anjlok hingga $1.96 per barrel untuk di settle ke level $112.33. U.S. crude <CLc1> telah merosot $2.90 ke level $86.03. U.S. crude <CLc1> anjlok $2.48 per barrel untuk di settle ke level $86.45 per barrel, pada volume perdagangan sekitar 37 persen dibawah rata‐rata 30‐harinya. 


• Sterling melepaskan keuntungan sebelumnya terhadap dollar AS Jumat lalu karena mata uang AS diuntungkan dari permintaan safe‐haven setelah pertumbuhan jobs AS yang masih diperhatikan untuk mengkonfirmasi pelemahan ekonomi dan meningkatkan kekhawatiran mengenai outlook ekonomi global.   


• Pound <GBP=D4> mencapai level terendahnya $1.6172, mengarah menuju level terendahnya dalam tiga minggu setelah data menunjukkan tidak adanya yang baru pada penciptaaan lapangan kerja AS bulan Agustus. Pound untuk ditutup ke level terendahnya dengan melemah 1 persen terhadap dollar AS.


• Euro <EURGBP=D4> turun 0.4 persen dalam level 87.76 pence, tertekan oleh pelemahan pada mata uang tunggal terhadap dollar AS yang mana naik ke level tertinggi hariannya terhadap currency basket pada akibat payrolls AS. 

Friday, September 2, 2011

Headline News 02.09.11


U.S. & GLOBAL

• Bursa Wall Street menghentikan rally empat harinya Kamis lalu karena investor kembali mewaspadai kedepannya laporan utama pasar tenaga kerja yang diekspektasi untuk mengarahkan kekhawatiran ekonomi yang dapat menuju resesi berikutnya.    


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 119.96 poin, atau 1.03 persen, ke level 11,493.57. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 14.47 poin, atau 1.19 persen, ke level 1,204.42. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 33.42 poin, atau 1.30 persen, ke level 2,546.04.


• Saham‐saham global yang diukur pada indeks MSCI all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, merosot 0.5 persen.


• Euro melemah terhadap major currencies Kamis lalu, ditekan oleh data yang menunjukkan kontraksi pada sektor manufaktur pada kebanyakan negara‐negara zona euro, sehari sebelum data laporan utama jobs AS yang dapat menambah kekhawatiran pasar mengenai resesi. Pada perdagangan sore harinya di New York, euro <EUR=EBS> berkurang 0.7 persen ke level $1.42697 pada electronic trading platform EBS.   


• The franc menalami rally dan euro anjlok secara meluas karena membaik dari ekspektasinya data manufaktur AS sedikit meredakan mengenai permasalahan mundurnya ekonomi global.


• Obligasi pemerintah AS rally karena data memicu ketakutan suramnya laporan payrolls Jumat ini dan diperkirakan the Fed akan memperkenalan stimulus berikutnya (QE3) untuk menghindari resesi lainnya. Harga obligasi bertenor 30‐tahun melonjak 2 poin pada pertengahan sore Kamis lalu, karena trader memperkirakan pada memburuknya laporan government payrolls Jumat malam ini.    


• Harga emas merosot Kamis lalu berkenaan menguatnya dollar AS dan membaik dari ekspektasinya data ekonomi AS yang menenangkan ketakutan pada resesi dan berkurangnya permintaan pada safe‐haven bullion. Spot emas <XAU=> melemah ke level $1,827.90 per ons pada pukul 1:35 p.m. EDT (1735 GMT), yang pada awalnya merosot ke level $1,815.15.   


• Harga minyak mentah di London melemah Kamis lalu berkenaan dengan permasalahan ekonomi Eropa, sementara itu crude AS naik tipis karena terjadinya badai pada Teluk Meksiko yang menghentikan sekitar 6 persen pasokan dari daerah penghasil utama. U.S. crude <CLc1> meningkat 12 sen untuk di settle ke level $88.93 per barrel, setelah pada awalnya sempat menyentuh level tertingginya dalam empat minggu $89.81 per barrel.  


• Sterling anjlok ke level terendahnya dalam tiga minggu terhadap dollar AS Kamis lalu setelah data aktivitas manufaktur menggambarkan rendahnya tingkat kesehatan ekonomi pada AS daripada Inggris, membuat rapuhnya pound pada pelemahan berikutnya.   


• Pound terakhir merosot 0.6 persen ke level $1.6153 <GBP=D4>, menghentikan level $1.6132, level terendahnya sejak 11 Agustus. Telah anjlok setelah gambaran ISM yang menunjukkan aktivitas factory AS tumbuh sedikit pada bulan Agustus.


• Sterling pada awalnya merosot pada survei manufaktur Inggris, dipicu oleh stop‐losses untuk break level $1.6200, ungkap trader. Support pada level terendah Agustus $1.6111 dan $1.6101, 61.8 persen retracement pada rally Juli‐Agustus.

Thursday, September 1, 2011

Headline News 01.09.11


US & GLOBAL

  • Bursa  saham diseluruh dunia naik  kedalam  rangkaian empat harinya berturut‐turut  Rabu  lalu, memangkas penurunan tajamnya bulan  Agustus  karena harapan pada bantuan yang lebih dari the Fed yang mendorong aksi beli dalam ekuitas, oil dan metals. 


  • Pasar membalikkan penurunan tajam beberapa hari sebelumnya, rebound dari penurunannya beberapa minggu yang kelihatan pada bursa Wall Street dan bursa global yang mencatatkan kinerja terburuknya dalam 15 bulan. 


  • Bursa saham global, yang diwakili oleh indeks MSCI All World <.MIWD00000PUS>, menunjukkan penurunan 7.6 persen. Telah turun tajam pada indeksnya ke level teredahnya sejak Mei 2010.


  • Pada penutupan, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 53.58 poin, atau 0.46 persen, ke level 11,613.53. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 5.97 poin, atau 0.49 persen, ke level 1,218.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 3.35 poin, atau 0.13 persen, ke level 2,579.46.


  • Swiss franc mencatatkan kenaikan tajamnya terhadap euro dan dollar AS Rabu lalu setelah anggota petinggi pemerintah Swiss mengatakan akan menjauhi penguatan dari mata uangnya dan Swiss National Bank (SNB) bertahan menjauh dari intervensi.  


  • Penilaian  kembali  pada  sepekulasi  mata  uang  menekan  euro  anjlok  2.1  persen  ke  level  1.15920  francs  pada  electronic  trading  platform  EBS <EURCHF=EBS>, sementar itu dollar AS merosot 1.7 persen ke level 0.80625 francs pada EBS <CHF=EBS>.  


  • Harga  obligasi  jangka  panjang  AS  diperdagangkan  melemah  Rabu  sore  lalu,  memperluas  penurunan  awalnya  karena  data  ekonomi  menenangkan beberapa kekhawatiran mengenai AS yang kedepannya dapat menghadapi resesi berikutnya.  


  • Harga emas turun tajam Rabu lalu karena pelemahan data private‐sector job dan aktivitas factory yang mendorong investor pada fokus dari harapan the Fed akan menggunakan tambahan stimulus (QE3) untuk mendorong perekonomiannya. Spot emas <XAU=> terakhir turun 0.7 persen ke level $1,823.79 per ons pada pukul 3.13 p.m. EDT (1913 GMT), yang secara singkat sempat menguat. Telah turun tajam ke level terendah hariannya $1,812.39 per ons. Selasa lalu emas naik 2.6 persen.  


  • U.S. October crude <CLc1> merosot 9 sen untuk di settle ke level $88.81. telah mencapai level tertinggi hariannya $89.54, tertinggi sejak 04 Agustus. Untuk bulan Agustus, U.S. front‐month crude anjlok 7.2 persen, penurunan tertingginya sejak harga anjlok 9.9 persen pada bulan Mei.


GOLD & COMMODITIES

  • Harga emas melemah tipis 0,6% ke 1823.30 USD per troy ounce seiring meningkatnya minat investor pada aset beresiko ditengah penguatan bursa saham global. 


  • Namun demikian Emas tercatat mengalami penguatan bulanan terbesar dalam 2‐tahun terakhir, dengan kenaikan sekitar 12%. Kinerja tersebut kontras dengan pelemahan indeks S&P500 yang turun sebesar 6,1% selama Agustus. 


  • Harga emas tercatat mengalami penguatan sekitar 50% sejak The Fed menginisiasi program quantitative easing jilid‐2 Agustus 2010 silam. 


  • Permintaan emas dari India, negara konsumen terbesar emas dunia, diperkirakan akan meningkat 25% pada musim festival tahun ini, meskipun pada saat yang sama harga emas diperkirakan akan mterus menguat, demikian berdasarkan laporan dari Rajesh Export Ltd.


  • Produsen perhiasan terbesar di India tersebut memperkirakan konsumsi emas berupa perhiasan, koin, medali dan juga emas batangan akan meningkat menjadi 250 metrik ton hingga 30 November mendatang, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 200 metrik ton. 


  • Musim pembelian emas di India dimulai dari Hari Raya Iedul fitri akhir Agustus ini hingga festival Diwali akhir Oktober mendatang. 


  • Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir Bloomberg pada 20 Agustus lalu, mayoritas ekonom memperkirakan harga emas akan mencapai 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun. Investor cenderung menunggu harga emas cukup stabil untuk kembali menyusun rencana pembelian emas mereka.


  • Perkiraan tersebut selaras dengan Deustche Bank yang memprediksi harga emas dunia akan mencapai level 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun seiring muramnya outlook pertumbuhan ekonomi global.