title cover

title cover

Wednesday, September 21, 2011

Headline News 21.09.11


US & GLOBAL
  • Ekspektasi bahwa the Fed akan bertindak untuk mendorong perekonomian AS mendongkrak harga minyak mentah Selasa lalu, tetapi ekuitas anjlok dari kehati‐hatian pada apakah the Fed akan benar‐benar mengumumkan pada policy meeting‐nya hari Rabu. 


  • Bursa saham AS ditutup sedikit berubah Selasa lalu karena investor menunggu untuk melihat jika the Fed AS akan menawarkan pada stimulus ekonomi (QE3) dan jika Yunani mencapai kemajuan pada pembicaraan untuk menghindari default utangnya.   


  • Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  menguat  7.65  poin,  atau  0.07  persen,  ke  level  11,408.66.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX> berkurang 2.00 poin, atau 0.17 persen, ke level 1,202.09. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 22.59 poin, atau 0.86 persen, ke level 2,590.24. 


  • Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.4 persen. 


  • Harga Tresuri AS <US10YT=RR> menghapus penurunan tipisnya dan berbalik flat Selasa lalu karena saham‐saham memangkas kenaikannya dan investor bertahan pada safe‐haven obligasi pemerintah AS.   


  • Dollar AS anjlok ke level terendah hariannya terhadap yen Selasa lalu dari teknikal yang mendorong pasar, karena trader stop dibawah level 76.40. Pada penutupan perdagangan New York, dollar merosot ke level harian terendahnya 76.351 yen, menurut EBS <JPY=EBS> dan terakhir diperdagangkan pada level 76.400, atau anjlok 0.3 persen dalam hariannya.    


  • Harga emas melonjak mencapai kenaikan terbesar dalam delapan harinya Selasa lalu, berbalik kembali dari penurunan tajam sehari sebelumnya karena mengantisipasi kedepannya stimulus AS yang menyatu dengan kekhawatiran terkini berkenaan dengan pertumbuhan (ekonomi) global. Pada pukul 2:30 p.m. EDT (1830 GMT), harga spot emas <XAU=>, berada diatas level $1,802per ons, setelah sempat rally ke level diatas $1,810. Sempat diperdagangkan terakhir pada level Senin lalu $1,777.64.   


  • Harga minyak mentah menguat Selasa lalu setelah penurunan tajam sehari sebelumnya, karena pasar finansial mendapatkan dorongan dari harapan pada kebijakan the Fed yang dapat mendorong perekonomian. U.S. crude contract untuk bulan Oktober <CLc1>, yang expired pada penutupannya, di settled naik $1.19 ke level $86.89 per barrel. Dengan kontrak bulan November yang naik $1.11 untuk di settle ke level $86.92 per barrel.



GOLD & COMMODITIES
  • Emas dan komoditas lainnya seperti minyak bumi dan perak ditutup menguat menyusul tingginya ekspektasi bahwa The Fed akan meluncurkan stimulus lanjutan  guna  mendukung  pemulihan  ekonomi  Amerika.  Pandangan  tersebut  berkombinasi  dengan  pemangkasan  peringkat  kredit  Italia  oleh  lembaga pemeringkat S&P pada sesi Selasa 20 September lalu turun menopang minat investor pada aset safe haven. 


  • Hingga akhir sesi New York, emas tercatat menguat 1,4% ke 1803.25 USD per troy ounce, sedangkan perak naik tipis 0,3% ke 39.56 USD per troy ounce.  


  • Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir oleh Bloomberg terhadap peserta konferensi tahunan LBMA di Montreal, Kanada, emas diperkirakan akan  mencapai  level  2019  USD  per  troy  ounce  sebelum  akhir  tahun.  Untuk  2012  emas  diperkirakan  akan  dapat  mencapai  level  2200  USD  per  troy ounce. Sementara itu perak diperkirakan akan mencapai level 47 USD per troy ounce pada 2012 mendatang. 


  • Sepanjang 2011 emas telah menguat 25% setelah sempat mencapai level tertingginya di 1920.30 USD per troy ounce pada awal September ini.  


  • Pada sesi ini pelaku pasar diperkirakan akan cenderung lebih berhati‐hati sebagai antisipasi berbagai kemungkinan langkah yang akan diambil oleh The Fed  dalam  pertemuan  September.  Meskipun  saat  ini  luas  diperkirakan  The  Fed  akan  kembali  meluncurkan  stimulus  keuangan  guna  menanggulangi perlambatan ekonomi Amerika. 


  • Namun demikian perlu diwaspadai jika ternyata langkah yang diambil The Fed tidak sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar saat ini, atau bahkan mengulur waktu sembari membiarkan ekonomi Amerika pulih berangsung‐angsur dengan sendirinya. Kondisi tersebut, jika terjadi maka justru potensial menekan kinerja emas.

Tuesday, September 20, 2011

Headline News 20.09.11




US & GLOBAL
Bursa saham dunia menekan rally empat harinya Senin lalu, sementara itu euro dan harga oil anjlok berkenaan dengan Yunani kemungkinan default pada utangnya dan memicu ekonomi akan anjlok di seluruh wilayah zona euro dan kemungkinan meluas. 

Bursa saham AS ditutup anjlok Senin lalu tetapi sedikit berubah pada akhir perdagangan setelah kemungkinan kekhawatiran Yunani default pada utangnya menekan pada berita kemungkinan deal pada bailout funds.   

Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  anjlok  108.08  poin,  atau  0.94  persen,  ke  level  11,401.01.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX> melemah  11.92  poin,  atau  0.98  persen,  ke  level  1,204.09.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  merosot  9.48  poin,  atau  0.36  persen,  ke  level  2,612.83.
saham‐saham sektor energi dan finansial diantara yang berkinerja terburuk pada hariannya. Indeks PHLX oil service sector <.OSX> anjlok 1.7 persen, dan indeks bank KBW <.BKX> berkurang 2.8 persen mengikuti penurunan tajam pada perbankan Eropa.

Bursa  saham  dunia  yang  diukur  pada  indeks  MSCI  world  equity  <.MIWD00000PUS>  melemah  1.7  persen  setelah  mencatatkan  kenaikan  mingguan terbesarnya sejak Juli pada minggu lalu.

Euro  memangkas  penurunannya  terhadap  dollar  Senin  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy,  karena  Yunani  mengatakan  telah  mendekati  deal  dengan International Monetary Fund, Uni Eropa dan European Central Bank. Mata uang euro pada awalnya memperluas pelemahannya setelah conference call diakhiri dengan tidak adanya langkah‐langkah yang signifikan.   

Euro memangkas penurunannya untuk diperdagangkan pada level $1.36820 <EUR=EBS> dari sekitar level $1.36630. Telah sempat diperdagangkan ke level $1.36876, anjlok 0.8 persen dalam hariannya.

Yen juga diuntungkan sebagai safety bid, dengan euro anjlok 1.1 persen <EURJPY=>. Dollar AS merosot 0.3 persen ke level 76.55 yen <JPY=>. 

Harga Tresuri AS  menguat Senin  lalu karena kekhawatiran berkenaan dengan  krisis  utang  zona  euro yang  mendorong safe‐haven buying  dan  investor melihat pada intervensi the Fed pada pasar obligasi untuk melemahkan long‐term interest rates.   

Harga  emas  anjlok  dari  ketertarikan  sebagai  safe  haven  Senin  lalu,  melemah  hingga  2  persen  karena  kekhawatiran  pada  default  utang  Yunani  dan membesarnya permasalahan zona euro yang mendorong investor pada bonds dan dollar AS. Pada pukul 1:15 p.m. EDT (1715 GMT), spot emas <XAU=>, berada  pada level $1,770  per ons, anjlok terhadap penutupan perdagangan Jumat lalu yang dipedagangkan pada level $1,810.84 di New York.  Secara singkat sempat mencapai level dibawah $1,770 dalam hariannya.   

Harga minyak mentah merosot berkenaan dengan krisis utang Eropa yang akan menekan permintaan. Brent crude <LCOc1> di settled ke level $109.14 per barrel, melemah $3.08. U.S. crude <CLc1> anjlok $2.26 untuk ditutup ke level $85.70.


GOLD & COMMODITIES
Emas anjlok 1,8% terhadap dollar AS ke 1777.64 USD per troy ounce seiring kalah pamornya sebagai safe haven dibanding obligasi dan dollar AS ditengah semakin  berkembangnya  kekhawatiran  pada  krisis  Uni‐Eropa.  Investor  dilaporkan  cenderung  mengalirkan  investasinya  pada  aset  yang  lebih  likuid dibanding aset alternatif seperti emas. 

Pelemahan bursa saham global juga tak kunjung memberikan dukungan penguatan emas secara signifikan. Hal tersebut ditengarai karena maraknya aksi  ambil untung terhadap emas untuk menutupi kerugian investor pada instrumen investasi lain seperti saham dan mata uang. 

Hingga akhir sesi New York, perak tercatat melemah 2,5% ke 39.56 USD per troy ounce. 

Setelah penutupan bursa Wall Street, lembaga pemeringkat S&P memangkas peringkat kredit Italia menjadi A/A‐1 dari A+/A‐1+ dengan outlook negatif. Sebuah kondisi yang menurunkan minat investor pada aset beresiko, euro dan Aussie dollar tercatat turun setelah rilis tersebut menjelang dibukannya sesi Australia dan Asia pagi ini. 

Analis juga memperkirakan kemungkinan sikap wait and see para pelaku pasar emas menjelang rilis hasil sidang FOMC Kamis dini hari 22 September 01.15 WIB. Saat ini pelaku pasar memperkirakan The Fed akan kembali melakukan upaya pelonggaran moneter meskipun disisi lain akan mempertahankan nilai tukar dollar yang kuat. 

Sementara itu berdasarkan studi terakhir dari lembaga hedge fund Duet Commodities Fund Ltd, emas, platinum dan minyak mentah diperkirakan masih akan memimpin penguatan harga komoditas ditunjang upaya investor mengamankan asetnya dari berbagai kondisi ketidakpastian. 

Emas diperkirakan akan naik 21% mencapai level 2200 USD per troy ounce hingga akhir 2011, platinum naik 10% dan minyak mentah akan menguat 26% menjadi 140 USD per barrel dalam 6‐bulan kedepan.

Sunday, September 18, 2011

Headline News 19.09.11



US & GLOBAL
Bursa saham global menguat dalam rangkaian empat harinya Jumat lalu, tetapi euro anjlok dari harapan Eropa akhirnya mendapat jalan dari krisis utang regional yang mengimbangi ketakutan dari Yunani yang masih beresiko pada default (utangnya). 

Indeks Nasdaq mencatatkan kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juli 2009, dan meningkatnya bursa saham global yang diperkirakan risk aversion telah merosot. 

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup meningkat 75.91 poin, atau 0.66 persen, ke level 11,509.09. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 6.90 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,216.01. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 15.24 poin, atau 0.58 persen, ke level 2,622.31. 

Investor mengekspektasi the Fed untuk mengambil langkah dalam menyesuaikan tingkat interest rates jangka panjang ketika para pengambil kebijakan bertemu pada Selasa dan Rabu untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi AS yang terus melemah. 

Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.7 persen, sementara itu indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 0.6 persen ke level 937.85. 

Euro <EUR=> mengalami kinerja terbaik mingguannya terhadap dollar AS, meskipun anjlok 0.7 persen ke level $1.3785 Jumat lalu. Pengumuman Kamis lalu  bahwa  bank  sentral  utama  dunia  akan  mendorong  pendanaan  dollar  jangka  pendek  terhadap  perbankan  Eropa  membawa  aksi  jual  dollar  yang mendorong euro. 

Tresuri AS sedikit meningkat harganya. Obligasi 10‐tahun Tresuri AS <US10YT=RR> menguat 6/32 pada harga dengan yield sebesar 2.06 persen. 

Harga  emas  rally  karena  suramnya  sentimen  konsumen  AS  yang  menghidupkan  kembali  aksi  beli  pada  safe‐haven  assets.  U.S.  gold  futures  untuk pengiriman Desember <GCZ1> di settled naik $33.30 ke level $1,814.70 per ons. 

U.S.  crude  futures  anjlok  leboh  dari  1  persen  Jumat  lalu  karena  ketidakpastian  yang  melingkupi  krisis  utang  zona  euro  dan  memburuknya  outlook konsumen di AS yang mendorong pre‐weekend selling. U.S. crude oil <CLc1> ditutup anjlok 1.6 persen, atau $1.44, ke level $87.96 per barrel. Brent crude di London <LCOc1> berkurang 25 sen untuk di settle hanya disekitar level $112.

GOLD & COMMODITIES
Emas membukukan penguatan 1% pada sesi Jumat 16 September dalam sesi perdagangan dengan volatilitas tinggi seiring kembalinya minat investor pada aset safe haven tersebut ditengah rilis survei yang memperlihatkan muramnya pandangan konsumen Amerika mengenai kondisi ekonomi. Sebelumnya emas sempat anjlok ke level terendah sejak 3‐pekan terakhir ke 1761.94 USD per troy ounce ditekan membaiknya sentimen pelaku pasar pada krisis Eropa setelah adanya komitmen dari bank sentral dan petinggi Jerman serta Perancis. 

Sementara  itu  dalam  sepekan  terakhir  emas  tercatat  melemah  2,6%  ke  1809.19  USD  per  troy  ounce,  pelemahan  mingguan  beruntun  dalm  2‐pekan terakhir dan merupakan performa mingguan terburuk sejak awal Mei silam. Sementara itu perak turun 2% dalam sepekan terakhir ke 40.60 USD per troy ounce. 

Pekan ini pelaku pasar akan menantikan hasil sidang FOMC dimana investor akan mengamati sinyal pemberlakuan program quantitative easing lanjutan untuk  menstimulasi  ekonomi  Amerika.  Jika  The  Fed  menempuh  langkah  tersebut  maka  diperkirakan  akan  memberikan  tekanan  pada  dollar  AS  dan  kembali mendukung performa emas. Sebagaimana serupa yang terjadi sejak program QE2 diluncurkan akhir 2010 lalu dimana emas menguat lebih dari 40% hingga program tersebut berakhir Juni 2011. 

Pekan ini volume perdagangan emas diprediksi akan lebih tipis dari biasanya karena sebanyak 500 trader dan investor institusi akan menghadiri seminar yang di adakan oleh the London Bullion Marketing Association di Montreal, Kanada. 

Mayoritas  analis  mempertahankan  proyeksi  bullish  pada  emas  dalam  jangka  menengah‐panjang  kedepan,  meskipun  emas  dipercaya  belum  akan menembus level 2000 dalam beberapa pekan kedepan.

Friday, September 16, 2011

Headline News 16.09.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  menguat  dalam  rangkaian  tiga  harinya  dan  euro  meningkat  tajam  Kamis  lalu  setelah  bank  sentral  utama  dunia  melangkah  pada kemudahan pendanaan untuk perbankan Eropa dalam upaya terkoordinasi untuk mengatasi krisis utang Eropa. 


  • Bursa saham AS naik ke dalam rangkaian empat harinya Kamis lalu karena tindakan terkoordinasi bank sentral untuk menenangkan kekhawatiran bahwa sektor finansial Eropa menghadapi pembekuan kredit berkenaan dengan krisis regional sovereign debt.   


  • Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> menguat 186.45 poin, atau 1.66 persen, ke level 11,433.18. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 20.43 poin, atau 1.72 persen, ke level 1,209.11. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 34.52 poin, atau 1.34 persen, ke level 2,607.07. 


  • Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  indeks  utama  saham‐saham  Eropa  bertambah  2.1  persen,  dan  saat  ini  telah  naik  6.2  persen  sejak  menyentuh  level terendah dua tahunnya Selasa lalu. Indeks perbankan zona Euro <.SX7E> naik 6.3 persen, dengan BNP Paribas <BNPP.PA>, meningkat 13.4 persen. 


  • Euro naik terhadap dollar AS Kamis lalu setelah bank sentral utama bergerak untuk mengurangi pembatasan pendanaan pada perbankan Eropa, meskipun beberapa investor mengekspektasi rally pada akhirnya.   


  • European Central Bank mengatakan akan bekerjasama dengan the Fed AS, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank untuk menyediakan pinjaman dollar pada bank‐bank komersial dalam usaha untuk mencegah pasar uang dari pembekuan dana. 


  • Euro terakhir diperdagangkan naik 0.9 persen ke level $1.38795 <EUR=EBS>, kenaikan persentase terbesar satu harinya sejak 15 Agustus. Pada awalnya sempat mencapai level tertingginya $1.39370 pada trading platform EBS, menghentikan level terendahnya dibawah $1.35 yang terjadi Senin lalu.   


  • Harga obligasi pemerintah AS melemah Kamis lalu karena rencana bank sentral untuk memberikan pinjaman (tiga bulanan) dollar AS pada sektor finansial Eropa yang mendorong investor untuk beralih pada riskier assets seperti saham‐saham.   


  • Harga  emas  merosot  2  persen  ke  level  terendah  tiga  minggunya  Kamis  lalu,  karena  usaha  dari  bank  sentral  global  dan  penguasa  utama  Eropa  untuk mengakhiri krisis utang regional yang mendorong investor untuk melepas safe havens. Spot emas <XAU=> anjlok 2.1 persen ke level $1,781.90 per ons pada siang waktu setempat EDT (1600 GMT), yang telah merosot ke level terendahnya $1,772.04.


  • U.S. crude futures menguat Kamis lalu karena bank sentral utama bertindak untuk mendorong pendanaan pada perbankan Eropa dan para pemimpin utama  menyuarakan  untuk  mendukung  Yunani,  menenangkan  kekhawatiran  mengenai  utang  zona  euro.  New  York  yang  memperdagangkan  crude  oil <CLc1> meningkat tipis 49 sen ke level $89.40 per barrel, memperlebar premi antar brent dan oil AS yang mendekati $26 setelah kontraksi tajam pada awal minggu ini.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas anjlok 1,6% ke 1788.64 USD per troy ounce setelah sempat mencapai level terendah sepanjang 3‐pekan terakhir di 1772.04 USD per troy ounce akibat aksi gabungan bank sentral untuk menjamin likuiditas di pasar keuangan dan komitmen Jerman‐Perancis untuk mempertahankan Yunani dalam kerangka Uni‐Eropa. 


  • Kombinasi hal tersebut kemudian meredakan kekhawatiran investor akan krisis finansial zona eropa yang selama ini dominan dan mengangkat minat pada aset  beresiko,  sebaliknya  menekan  minat  pada  aset  safe  haven  terutama  emas.  Pasar  saham  global  menyambut  positif  langkah  bank  sentral  negara‐negara maju yang menyatakan akan melakukan upaya gabungan guna menjamin pinjaman jangka pendek 3‐bulan dalam denominasi dollar AS kepada bank‐bank komersial untuk menghindari menyusutnya likuiditas. 


  • Dengan demikian, emas tercatat anjlok 7% sejak berhasil membukukan level tertinggi sepanjang sejarah 1920.30 USD per troy ounce. Sementara itu harga perak juga anjlok 1,9% ke 39.83 USD per troy ounce.Volatilitas perdagangan emas dalam 5‐sesi perdagangan terakhir sangat tinggi, tercatat kisarannya berada diantara; bahkan sering melebihi 50 USD per sesinya. 


  • Mayoritas analis berpendapat bahwa secara umum trend emas masih sangat bullish, dan berbaliknya kepercayaan investor ini hanya bersifat temporer saja. Meskipun saat ini mulai dipertanyakan kekuatan untuk menembus level 2000 USD per troy ounce dalam waktu dekat. 


  • Namun  demikian,  berdasarkan  laporan  dari  konsultan  logam  mulia  –  GFMS,  harga  emas  diperkirakan  akan  dapat  menembus  level  2000  USD  per  troy ounce hingga akhir tahun seiirng tingginya minat beli investor pada emas batangan, koin dan perhiasan serta maraknya pembelian oleh institusi negara dan bank sentral.

Thursday, September 15, 2011

Headline News 15.09.11



US & GLOBAL
  • Bursa saham global mengalami rally dan euro meningkat Rabu lalu karena optimisme mengenai langkah‐langkah sementara untuk menyelesaikan kembali krisis utang Eropa dalam mengatasi kekhawatiran bahwa Yunani pada akhirnya akan default pada utangnya. 



  • Saham‐saham pada bursa Wall Street menguat hingga hampir 2 persen setelah para pejabat utama Eropa mengatakan rencana pada obligasi zona zona euro, yang kelihatan sebagai kunci utama untuk menenangkan memburuknya krisis utang mereka, yang segera akan dilakukan.



  • Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup meningkat 140.88 poin, atau 1.27 persen, ke level 11,246.73. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 15.81 poin, atau 1.35 persen, ke level 1,188.68. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 40.40 poin, atau 1.60 persen, ke level 2,572.55 



  • Indeks MSCI's all‐country world <.MIWD00000PUS> melejit 0.8 persen. 



  • Saham‐saham  dan  euro  mengalami  rally  setelah  para  pemimpin  Perancis  dan  Jerman  mengatakan  masa  depan  Yunani  dalam  zona  euro,  menekan kekhawatiran  pada  penyimpangan  yang  dapat  memicu  kehancuran  secara  sistemik.  Pemimpin  Perancis  dan  Jerman  juga  mengatakan  pada  Perdana  Menteri Yunani George Papandreou adalah penting untuk melaksanakan reformasi dan memenuhi tujuan fiskal yang telah ditetapkan pada 21 Juli pada bailout plan. 

  • Dollar anjlok ke level terendahnya terhadap yen sejak 2 September sementara itu euro menguat dalam rangkaian level puncak tiga harinya terhadap dollar Rabu lalu dari optimisme bahwa Yunani akan tetap menjadi bagian dari zona euro dan akan memenuhi semua kewajibannya.  



  • Euro terakhir  meningkat 0.6 persen  ke level  $1.37514 <EUR=EBS> pada electronic trading platform EBS setelah  mencapai level tertingginya  $1.37720. Dollar  AS  anjlok  ke  level  terendahnya  76.64  yen  pada  EBS  <EUR=EBS>  dan  terakhir  diperdagangkan  ke  level  76.662,  telah  merosot  0.3  persen.  Euro terakhir melejit 0.2 persen terhadap yen <EURJPY=EBS>.   



  • Kebanyakan harga Tresuri AS melorot Rabu lalu karena langkah‐langkah untuk menyelesaikan kembali krisis utang Eropa yang mendorong investor pada  aset‐aset beresiko (riskier assets) seperti saham – yang menekan pada safe‐haven obligasi pemerintah AS.    



  • Emas anjlok Rabu lalu karena pengambil kebijakan tertinggi Eropa menawarkan rencana yang meredakan krisis utang regional, dan harga yang bergejolak menekan ketertarikan pada logam mulia. Spot emas terakhir merosot 0.7 persen ke level $1,821.10 per ons pada pukul 2.49 p.m. EDT (1849 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Desember melemah $3.60 ke level $1,826.50 per ons.  



  • Harga  brent  crude  naik  Rabu  lalu  dari  harapan  krisis  utang  zona  euro  dapat  melemah,  sementara  itu  U.S.  oil  futures  anjlok  mengikuti  data  yang mengejutkan pada kenaikan cadangan AS. U.S. October crude <CLc1> di settled ke level $88.91 per barrel, turun $1.30, setelah sempat naik diatas level $90 Selasa lalu.



GOLD & COMMODITIES
  • Harga emas ditutup melemah 0,7% ke 1819.20 USD per troy ounce menyusul beberapa upaya dari petinggi Uni‐Eropa untuk menangani krisis keuangan sedikit mengangkat kepercayaan pelaku pasar dan mendukung minat pada aset beresiko. Sementara itu perak turun 1% ke 40.63 USD per troy ounce. 



  • Meningkatnya volatilitas dalam perdagangan emas dalam beberapa bulan terakhir saat ini dilaporkan meredam minat beberapa investor pada aset safe haven tersebut, meskipun outlook emas masih sangat bullish seiring pelemahan ekonomi Amerika dan kemungkinan pemberlakuan stimulus keuangan yang akan merontokkan nilai tukar dollar AS. 



  • “Beberapa investor mungkin menarik diri dari emas karena tingginya volatilitas, hal tersebut sedikit mulai menurunkan status emas sebagai safe haven”, demikian  menurut  James  Steel  dari  HSBC.  Namun  demikian,  dengan  masih  bergulirnya  krisis  ekonomi  kawasan  Uni‐Eropa  dan  pelemahan  ekonomi Amerika tetap akan menjadikan emas sebagai pilihan investor ditengah kondisi ketidakpastian global. 



  • Saat  ini  investor  pasar  emas  akan  menantikan  sidang  The  Fed  yang  akan  berlangsung  20  September  mendatang  untuk  menangkap  sinyal  kebijakan moneter Amerika selanjutnya. Sebelumnya, program quantitative easing The Fed senilai 600 miliar USD telah mendorong penguatan emas sebanyak 40% sejak dimulainya akhir tahun lalu hingga berakhirnya program tersebut Juni silam.