title cover

title cover

Monday, October 3, 2011

Headline News 03.10.11







US & GLOBAL
  • Bursa saham global ditutup ke level terburuknya dalam kuartalan yang mendekati tiga tahunnya Jumat lalu dari permasalahan mengenai ekonomi dunia dan kurangnya solusi yang dapat dipercaya pada krisis utang Eropa. 



  • Euro dan kebanyakan harga komoditas juga anjlok karena investor mencari safety yang mendorong naik obligasi pemerintah dan dollar AS. 



  • Ditambah rangkaian dari data global yang telah menekan asetaset yang berhubungan dengan pertumbuhan dalam tiga bulan lalu, sektor manufaktur Cina mengalami kontraksi dalam rangkaian tiga bulannya pada September sementara itu penjualan ritel Jerman anjlok setelah penurunan tajamnya yang lebih dari empat tahun. 



  • Tidak seperti ekspektasi kenaikan pada inflasi zona euro bulan September juga moderatnya pembicaraan bahwa European Central Bank akan memangkas tingkat suku bunga. Dengan euro masih melemah tajam untuk ditutup pada kuartalan terburuknya terhadap dollar AS sejak pertengahan 2010.



  • Bursa saham AS anjlok, ditutup dalam kuartalan terburuknya sejak ambruknya Lehman Brothers pada akhir 2008 dengan penurunan tajamnya. 



  • Jumat lalu indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 240.60 poin, atau 2.16 persen, untuk ditutup ke level 10,913.38. Indeks S&P 500 <.SPX> melemah 28.98 poin, atau 2.50 persen, untuk ditutup 1,131.42. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 65.36 poin, atau 2.63 persen, ke level 2,415.40. 



  • Indeks MSCI All Country World <.MIWD00000PUS> melemah 18 persen dalam kuartalannya, dengan anjlok 2.3 persen Jumat lalu. Telah melemah sekitar $5.29 trilyun pada kapitalisasi pasar dalam kuartalan, menurut Thomson Reuters Datastream. 



  • Tresuri AS bertahan tetap stabil pada menguatnya level harga setelah the New York Fed mengumumkan jadwal awal dari program obligasi senilai $400 milyar, yang dikenal sebagai Operation Twist



  • Mata  uang  tunggal  anjlok  ke  level  terendahnya  $1.3384  <EUR=EBS>  dan  terakhir  ke  level  $1.3392,  turun  1.5  persen  dalam  hariannya.  Dalam  bulan September, euro melemah 6.6 persen, kinerja terburuknya sejak November 2010. 



  • Sebaliknya, pengukuran dollar AS terhadap major currencies <.DXY> naik 0.9 persen. 



  • Harga emas meningkat Jumat lalu dari melemahnya kekhawatiran pada ekonomi global, dan harga emas mencatatkan kenaikan terbesar kuartalannya tahun ini setelah penurunan tajamnya yang tercapai bulan ini. Spot emas <XAU=> meningkat 0.4 persen ke level $1,620.60 per ons pada pukul 2:55 PM EDT (1855 GMT). 



  • Harga minyak mentah melorot Jumat lalu dari kekhawatiran terkini pada ekonomi global, menekan kembali Brent lebih dari 10 persen pada bulan ini yang merupakan  penurunan  kuartalan  terbesarnya  dalam  lima  kuartalan.  Dalam  kuartalan,  Brent  crude  merosot  $9.72,  atau  8.64  persen,  persentase pelemahan terbesarnya sejak kuartal kedua tahun 2010. Dalam sebulan, frontmonth Brent turun $12.09, atau 10.53 persen, pelemahan terbesarnya sejak Mei 2010. <LCOc1> U.S. November crude <CLc1> di settled ke level $79.20 per barrel, melemah $2.94, setelah penurunan ke level intraday low $78.77. 



GOLD & COMMODITIES
·
  • Selama September emas tercatat mengalami pelemahan sebesar 11% ke 1624.07 USD per troy ounce yang merupakan penurunan bulanan paling tajam dalam kurun 3tahun terakhir. Sementara pada kuartal ketiga tercatat menguat sebesar 8,3% yang merupakan penguatan kuartalan terbesar sepanjang 2011. 



  • Namun demikian dengan serangkaian faktor fundamental ekonomi yang masih mendukung proyeksi kenaikan emas kedepannya, analis memperkirakan emas akan terkoreksi lebih lanjut sebelum kembali mendekati atau bahkan menembus level all time highnya. Masih belum jelasnya penanganan secara menyeluruh pada krisis hutang UniEropa dan ancaman resesi yang dapat menimpa Amerika telah menekan tajam performa bursa saham dunia dan aset beresiko lainnya, hal tersebut berpotensi mengalihkan minat investor pada emas sebagai aset yang aman dari gejolak ekonomi dan inflasi maupun deflasi. 



  • Koreksi tajam yang terjadi sepanjang September didominasi oleh aksi ambil untung investor sebagai kombinasi untuk menutupi kerugian pada instrumen investasi lainnya seiring mencuatnya kekhawatiran pada kemungkinan resesi UniEropa dan Amerika. 



  • Data dari IMF memperlihatkan bahwa bank sentral terus menambah kepemilikan emasnya sepanjang Agustus, dimana  bank sentral Thailand mencatat pembelian sebanyak 9,3 ton, Rusia menaikkan cadangan sebanyak 5,6 ton dan Bolivia sebesar 7 ton. 



  • Permintaan  emas  dalam  bentuk  fisik  juga  diperkirakan  masih  akan  terus  meningkat  seiring  musim  festival  tradisional  di  India  yang  akan  mengangkat konsumsi emas pada negara konsumen emas terbesar dunia tersebut. 



  • Volatilitas  sangat  ekstrem  berkembang  selama  September  dimana  harga  bergerak  dalam  kisaran  sangat  lebar  yaitu  sebesar  400  USD  setelah  sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di 1920.30 USD per troy ounce pada 06 September silam. 



  • Meskipun  kemudian  koreksi  tajam  tersebut  memikat  para  pembeli  emas  dalam  bentuk  fisik  karena  harga  yang  relatif  lebih  murah  dibanding  awal September lalu, namun fluktuasi tajam yang terjadi dalam sebulan terakhir membuat pembeli cenderung berhatihati dalam mengambil keputusan.



  • Sementara itu perak tercatat melemah 27,8% sepanjang September ke 29.91 USD per troy ounce dan mengalami penurunan 13% pada kuartal ketiga ini.  

Wednesday, September 28, 2011

Headline News 28.09.11


U.S. & GLOBAL

• Bursa saham AS naik ke dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu dan harga minyak mentah meningkat dari harapan para pemimpin Eropa akan menaikkan dana penyelamatan pada zona euro dan mengatasi krisis utang regional.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup menguat 146.83 poin, atau 1.33 persen, ke level 11,190.69. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> naik 12.43 poin, atau 1.07 persen, ke level 1,175.38. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup menguat 30.14 poin, atau 1.20 persen, ke level 2,546.83  


• Indeks MSCI all‐country world stock <.MIWD00000PUS> di settled naik 2.85 persen, level penguatan harian tertingginya yang mendekati tujuh minggu. Telah mencatatkan kenaikan tertingginya pada awalnya sejak Mei 2010.  


• Euro menguat dalam tiga harinya terhadap dollar AS Selasa lalu, didorong oleh harapan pengambil kebijakan di Eropa merencanakan menaikkan bailout fund, meskipun kenaikan dapat memberikan ketidakpastian bagi investor. Pada sore hari perdagangan New York, euro naik 0.7 persen terhadap dollar <EUR=EBS> ke level $1.36230, naik diatas level terendah delapan bulannya $1.33600 yang tercapai Senin lalu. Pada level puncaknya $1.3669 yang tercapai Selasa lalu, telah merupakan kenaikan ke level tertingginya sejak 21 Sept.     


• Fokus perhatian pada Eropa masih akan ada karena krisis utang regional mengancam pada pelemahan (saham) perbankan pada zona euro dan membawa ekonomi regional untuk terhenti.  


• Harga Tresuri AS melorot karena permintaan pada safe havens menyurut, yang membawa pada yiled obligasi bertenor 10‐tahun naik kembali yang mendekati 2 persen.


• Harga emas menguat 2 persen Selasa lalu dari dari anjloknya dollar dan menekan risk appetite pada investor yang membantu recovery pada logam mulia dari penurunan terburuk dalam tiga harinya yang mendekati tiga dekade sehari sebelumnya. Spot emas <XAU=> naik 2 persen ke level $1,658.84 per ons pada pukul 12:20 p.m. EDT (1620 GMT).


• Harga minyak mentah menguat lebih dari 3 persen Selasa lalu, menghentikan rangkaian pelemahan empat harinya dari usaha peningkatan dana penyelamatan zona euro dan permasalahan mengenai pasokan fuel AS. Brent futures <LCOc1> melejit $3.20 untuk di settle ke level $107.14 per barrel, setelah sempat menyentuh level tertingginya $107.54. Telah mencatatkan kenaikan persentase terbesarnya pada Brent sejak 10 Agust.
U.S. crude <CLc1> menunjukkan kenaikan terbesarnya, menguat $4.21 untuk di settle ke level $84.45 per barrel yang merupakan kenaikan persentase harian tertingginya sejak 9 Mei.

Tuesday, September 27, 2011

Headline News 27.09.11


US & GLOBAL
  • Bursa saham global menguat dan harga obligasi anjlok Senin lau dari harapan para pemimpin Eropa melakukan langkahlangkah berani untuk membantu menyelesaikan beban utang zona euro yang menghidupkan kembali risk appetite dan mengurangi permintaan pada asetaset safehaven.  


  • Indeks Dow Jones Industrial Average dan Standard & Poor's rally lebih dari 2 persen pada akhir penutupan dari laporan pada rencana untuk leverage European Financial Stability Facility yang berada dalam langkah maju. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup menguat 272.38 poin, atau 2.53 persen, ke level 11,043.86. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 26.52 poin, atau 2.33 persen, ke level 1,162.95. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 33.46 poin, atau 1.35 persen, ke level 2,516.69. 


  • Indeks  MSCI's  allcountry  world  equity  <.MIWD00000PUS>  meningkat  1.2  persen  setelah  hampir  anjlok  dalam  hariannya.  Indeks  FTSEurofirst  300 <.FTEU3> dari sahamsaham utama Eropa ditutup menguat 1.75 persen.  


  • Anggota dewan Eropa mempertimbangkan untuk menyediakan dana untuk tujuan khusus yang akan mengeluarkan obligasi dan membeli sovereign debt Eropa dalam usaha untuk membantu menyelesaikan krisis utang zona euro, CNBC television melaporkannya. Dana (aset) penyelamatan sekitar 440 milyar euro dapat digunakan sebagai jaminan untuk meminjam dari European Central Bank, yang membuat ketersediaan dana untuk menghentikan penyebaran krisis, anggota dewan eksekutif ECB Lorenzo Bini Smaghi mengungkapkannya di New York. 


  • Euro merosot dalam hampir keseluruhan sesinya terhadap dollar AS dan yen karena keraguan bertahannya usaha dari pembuat kebijakan di Eropa untuk menyelesaikan krisis utang yang membuat kehatihatian pada investor. Pada akhir perdagangan, euro <EUR=> hanya naik ke level $1.3508. 


  • Harga emas merosot karena investor beralih pada cash dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran berkenaan pengaruh potensi dari default Yunani. 


  • Harga emas telah anjlok 11 persen dalam empat hari aksi jualnya, yang merupakan penurunan terburuk empat harinya sejak Februari 1983. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Desember <GCZ1> di settled melemah $45 ke level $1,594.80 per ons pada volume perdagangan yang meningkat. 


  • Harga  minyak  mentah  beragam  dalam  perdagangan  yang  volatil  dari  gambaran  Eropa  akan  menyelesaikan  kembali  krisis  uangnya.  Brent  crude  untuk pengiriman bulan November <LCOc1> melorot 3 sen untuk di settle ke level $103.94 per barrel, sementara itu U.S. November crude <CLc1> naik 39 sen untuk di settle ke level $80.24 per barrel, yang sempat naik ke level $77.11 pada awal hariannya.


GOLD & COMMODITIES

  • Emas anjlok 1,7% ke 1626.85 USD per troy ounce dalam sesi perdagangan dengan volatilitas sangat tinggi ditengah maraknya likuidasi posisi oleh hedge fund komoditas global. Dalam 4sesi terakhir, emas tercatat melemah 11%, merupakan performa 4harian terburuk sejak Februari 1983. 


  • Para  investor  institusi  dan  hedge  fund  melakukan  aksi  jual  emas  secara  besarbesaran  untuk  menutupi  kerugian  pada  instrumen  investasi  lain  seperti saham dan mata uang. Tandatanda deflasi yang terefleksi dari turunnya imbal hasil dari Treasury InflationProtected Securities (TIPS) ber tenor 1tahun juga turut memberikan tekanan pada emas. 


  • Sementara itu perak tercatat melemah 4,8% ke level 29.59 USD per troy ounce. Perak mencatat penurunan 16% dalam 3sesi terakhir.

Monday, September 26, 2011

Headline News 26.09.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS ditutup menguat setelah naik turun antara penguatan dan pelemahannya, menghentikan penurunannya setelah gejolak empat hari dari aksi jual yang diwarnai kecemasan.  


• Perdagangan yang volatil, membatasi gejolak dalam satu minggunya yang mencatatkan kekhawatiran dari pasar dunia mengenai default (utang) Yunani dan suramnya ramalan the Fed mengenai perekonomian AS yang dibayangi aksi jual pada saham‐saham dan komoditas serta mendorong investor kepada safe‐haven dollar dan Tresuri AS.  


• Komentar dari anggota dewan Gubernur European Central Bank Ewald Nowotny, yang mengatakan kemungkinan sebaiknya bank sentral menambahkan lebih banyak likuiditas pada perbankan Eropa membantu mendorong sentimen.  


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 37.65 poin, atau 0.35 persen, ke level 10,771.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  meningkat 6.87 poin, atau 0.61 persen, ke level 1,136.43. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 27.56 poin, atau 1.12 persen, ke level 2,483.23.  


• Bursa saham global yang diukur pada indeks MSCI All‐Country <.MIWD00000PUS> menguat 0.2 persen, setelah terpangkas ke level terendahnya sejak Juli 2010 ke level 274.20.  


• Euro meningkat 0.4 persen <EUR=EBS> ke level $1.3515, rebound dari level terendahnya delapan bulan. Dollar AS naik 0.5 persen ke level 76.66 yen <JPY=EBS> dan mencatatkan kinerja terbaik bulanannya sejak Mei 2010 terhadap a basket of currencies.  


• Harga Tresuri AS anjlok setelah rally tajamnya pada minggu ini.  


• Harga emas anjlok lebih dari 6 persen dalam hariannya – penurunan terbesarnya sejak krisis finansial tahun 2008 – yang mencapai level terendahnya pada awal Agustus karena berbalik anjlok kepada free‐fall, dengan volatilitas mingguan dan pembicaraan hedge fund mengenai likuidasi yang menekan status safe‐haven‐nya. Spot emas <XAU=> terakhir diperdagangkan pada level $1,649 per ons, setelah anjlok ke level terendah hariannya $1,628. Sebesar $127 per ons, dalam pergerakan intraday yang tercatat dalam dollar AS.  


• Harga minyak mentah merosot ke level terendahnya dalam enam minggu Jumat lalu, karena permasalahan terkini mengenai zona euro yang ditambah suramnya ekonomi yang menekan sekitar 9 persen pada harga minggu ini. Crude AS <CLc1> anjlok 66 sen untuk di settle ke level
$79.85 per barrel. London Brent crude <LCOc1> melemah $1.52 untuk di settle ke level $103.97. 


• Sterling menguat terhadap dollar AS Jumat lalu karena investor mencatatkan keuntungan dari rally mata uang AS sehari sebelumnya, tetapi kenaikan terbatas berkenaan dengan permasalahan outlook ekonomi global yang memburuk, yang mana menjaga pound mendekati level terendahnya dalam satu tahun.   


• Terhadap euro, sterling mencapai level tertingginya karena mata uang tunggal tersebut mengalami aksi jual dari eskalasi spekulasi bahwa Yunani kemungkinan tidak dapat menjamin pada dana bailout Eropa, meningkatkan kemungkinan bahwa kemungkinan default pada utangnya.   


• Pound <GBP=D4> diperdagangkan meningkat 0.7 persen dalam hariannya ke level $1.5440, yang telah naik hingga ke level tertingginya $1.5482. Kemudian menaikkan lagi penurunannya setelah anjlok ke level $1.5326 Kamis lalu, level terendahnya sejak September 2010.

Friday, September 23, 2011

Headline News 23.09.11



US & GLOBAL
  • Bursa saham dunia anjlok ke level terendahnya dalam 13bulan dan komoditas merosot Kamis lalu karena pelemahan data dari Cina yang menambah kekhawatiran investor pada resesi global setelah outlook ekonomi yang suram dari the Fed



  • Indeks MSCI World equity <.MIWD00000PUS> merosot 4.5 persen, yang membawanya anjlok 16 persen dalam basis tahunannya. 



  • Bursa saham AS melemah tajam ke dalam rangkaian penurunan empat harinya. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 391.01 poin, atau  3.51  persen,  ke  level  10,733.83.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  berkurang  37.20  poin,  atau  3.19  persen,  ke  level  1,129.56.  Indeks  Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 82.52 poin, atau 3.25 persen, ke level 2,455.67. 



  • Dollar  AS  memantul  secara  meluas Kamis  lau  sementara  itu  euro  anjlok  ke level  terendah  dalam  delapan bulan  karena    memuncaknya  permasalahan mengenai ekonomi global yang mendorong investor untuk mencari safety dan liquidity.  



  • Euro melemah melalui 50 persen level retracement yang terjadi pada level terendah Juni 2010 hingga level puncak Mei 2011, yang telah mencapai level terendahnya $1.3384, level terendahnya sejak 20 Januari. Pada awalnya di perdagangan New York, euro diperdangkan anjlok 1 persen ke level $1.3432 <EUR=EBS> pada electronic platform EBS.  



  • Obligasi jangka panjang pemerintah AS mengalami rally Kamis lalu karena investor melepas riskier assets, yang memperluas kenaikan hari sebelumnya dari rencana the Fed untuk berinvestasi senilai $400 milyar pada Tresuri jangka panjang.   



  • Harga  emas  anjlok  lagi  Kamis  lalu,  meningkatnya  pertanyaan  terkini  mengenai  keabsahannya  sebagai  safe  haven,  dengan  dollar  yang  rally  dan kekhawatiran resesi yang memicu risk aversion dipasar. Pada pergerakan harga emas, harga spot <XAU=> berkurang ke level $1,741 pada pukul 2:20 p.m. EDT (1820 GMT), terhadap perdagangan terakhir Rabu lalu di level $1,781.29.   



  • Harga  minyak  mentah  merosot  lebih  dari  4  persen  ke  level  terendahnya  enam  minggu  Kamis  lalu  karena  the  Fed  menekan  outlook  ekonomi  untuk melemah  dan  kekecewaan  data  Cina  yang  menggerakkan  kekhawatiran  pada  resesi  global  dan  ikut  mengguncang  pasar.  Brent  crude  <LCOc1> diperdagangkan  melemah  $4.86  ke  level  $105.50  per  barrel  pada  pukul  2:39  p.m.  EDT  (1839  GMT),  setelah  anjlok  ke  level  $105.02  per  barrel  pada awalnya, level terendahnya sejak 11 Agust. U.S. crude <CLc1> tertekan kembali, di settling melemah $5.41 ke level $80.51. Telah mencapai pelemahan terbesar hariannya sejak 8 Agust. dengan harga sempat mencapai level $79.66 per barrel selama intraday activity.




GOLD & COMMODITIES

  • Emas anjlok tajam hampir 3% ke terhadap dollar AS, merupakan penurunan bulanan terburuk sejak Januari silam, terdampak dari langkah The Fed untuk mendukung  pertumbuhan  ekonomi  Amerika  yang  kemudian  menguatkan  kinerja  dollar  AS.  Turut  mendorong  penurunan  komoditas  adalah  rilis  data manufaktur Cina yang mengalami kontraksi beruntun dalam 3bulan terakhir yang kemudian menekan harga paladium ke level terendah dalam kurun 10bulan terakhir. 



  • Emas turun tajam dalam performa harian terburuk sejak sebulan terakhir, tertekan oleh terpuruknya minat investor pada aset beresiko yang kemudian mulai menerbitkan pertanyaan dikalangan pelaku pasar pada posisi emas sebagai safe haven dan keberlangsungan dari rally panjangnya selama ini. 



  • Hingga akhir sesi New York, emas tercatat melemah 2,5% ke 1735.33 USD per troy ounce, sementara itu perak tumbang 9,6% ke 35.76 USD per troy ounce – ini merupakan performa harian terburuk sejak Mei silam, sedangkan tembaga turun 8% dan minyak bumi anjlok 5%.  



  • Indeks dollar AS sendiri terhadap mata uang utama dunia lainnya menguat ke level tertinggi sepanjang 7bulan terakhir pasca sidang FOMC tersebut yang meningkatkan minat investor pada obligasi jangka pendek Amerika dan dollar AS. 



  • Sepanjang September emas tercatat mengalami penurunan hingga 4,8% dalam sesi perdagangan yang diwarnai volatilitas tinggi yang kemudian ditingkahi dengan penguatan dollar AS secara tajam.



  • Secara umum komoditas dunia terpukul cukup dalam pasca hasil sidang The Fed tempo hari tersebutdimana indeks komoditas The ReutersJefferies CRB mencapai penurunan harian terbesar sejak awal Mei silam.



  • Namun  demikian,  dilaporkan  minat  beli  investor  terhadap  emas  masih  cukup  tinggi  dimana  ETF  yang  berbasiskan  emas  secara  global  berdasarkan pengamatan reuters mengalami kenaikan sebesar 300.000 ounce sepanjang September. 



  • Saat ini  investor aan fokusnya pada pembicaraan  antara pemimpin  G20 yang diperkirakan akan didominasi tekanan pada  Eropa untuk menanggulangi krisis hutangnya.

Thursday, September 22, 2011

Headline News 22.09.11


US & GLOBAL
  • The Fed memperingatkan bahwa AS menghadapi outlook ekonomi yang suram yang menyentak para investor Rabu lalu, menekan anjlok sahamsaham AS lebih dari 2 persen, sementara itu benchmark yields Tresuri terpangkas ke level terendahnya dalam 60tahun dari pengumuman the Fed pada program pembelian obligasi senilai $400 milyar.


  • Pada bursa Wall Street, tiga indeks utamanya ditutup merosot lebih dari 2 persen. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 283.82 poin, atau 2.49 persen, ke level 11,124.84. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 35.33 poin, atau 2.94 persen, ke level 1,166.76. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 52.05 poin, atau 2.01 persen, ke level 2,538.19. 


  • Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 2.3 persen. Indeks FTSEurofirst 300 dari sahamsaham utama Eropa <.FTEU3> ditutup anjlok 1.7 persen, sementara itu indeks dari emerging stocks <.MSCIEF> berkurang 1.6 persen. 


  • Dollar menguat terhadap euro dan yen Rabu lalu didorong oleh ketertarikan pada higher shortterm rates, setelah the Fed memperluas ekspektasi yang mengatakan akan mengubah portfolionya untuk mendukung pada obligasi jangka panjang.   


  • The Fed meluncurkan suatu program, yang dijuluki "Operation Twist" oleh pelaku pasar, untuk menekan pada interest rates jangka panjang dari waktu ke waktu dan membantu mendukung sektor perumahan. 


  • Dollar AS melonjak terhadap Aussie dan sterling setelah pengumuman the Fed. Aussie dollar terakhir melemah 2.2 persen ke level $1.0038 <AUD=D4>, sementara itu sterling merosot 1.5 persen ke level $1.5510 <GBP=D4>.


  • Harga  Tresuri  AS  jangka  panjang  meningkat  harganya  dan  benchmark  obligasi  10tahun  anjlok  yieldsnya  ke  level  terendah  dalam  60  tahun  Rabu  lalu setelah the Fed mengatakan akan meluncurkan program pembelian obligasi terkini senilai $400 milyar.   


  • Harga emas melemah 1 persen Rabu lalu setelah the Fed memilih untuk membuat kebijakan moneternya dalam mendorong pertumbuhan (ekonomi), yang mengecewakan investor yang berharap pada stimulus yang lebih kuat. Perdagangan tipis terjadi, dengan volume perdagangan pada gold futures sekitar  30  persen  dibawah  ratarata  30harinya.  Pada  pukul  3:35  p.m.  EDT  (1935  GMT),  spot  emas  <XAU=>,  yang  mencatatkan  pergerakan  ke  level $1,780.10 per ons terhadap penutupan Selasa lalu yang diperdagangkan sekitar $1,803.25. Telah anjlok pada awal perdagangan menuju level terendahnya $1,778.30.   


  • Harga minyak mentah merosot Rabu lalu setelah the Fed mengatakan outlook ekonomi masih suram, yang dibayangi pada penurunan tajam pada pasokan crude di negara konsumen terbesar didunia tersebut. Brent untuk pengiriman November <LCOc1> turun 18 sen per barrel untuk di settle ke level $110.36, setelah sempat mencapai level $112 pada awalnya. Crude AS <CLc1> di settled berkurang $1.00 ke level $85.92 per barrel setelah sempat meningkat ke level $87.99.



GOLD & COMMODITIES
  • Emas melemah 1,3% ke 1779.29 USD per troy ounce setelah langkah The Fed mengecewakan pelaku pasar yang mengharapkan bank sentral tersebut akan menerapkan paket stimulus keuangan yang lebih kuat lagi. Penurunan emas juga dipengaruhi oleh naiknya dollar AS terhadap mata uang utama dunia lain.


  • Sementara itu perak ditutup melemah tipis 0,3% ke 39.56 USD per troy ounce. 


  • Sidang  The  Federal  Open  Market  Committee  (FOMC  ),  mempertahankan  suku  bunga  dilevel  terendahnya  antara  0%  hingga  0,25%  dan  menyatakan pertumbuhan ekonomi masih “sangat lambat”. The Fed menempuh langkah yang sebelumnya pernah dilakukan pada 1961 silam yang disebut dengan pembelian obgliasi “operation twist”, dimana bank sentral akan menjual  obligasi  bertenor lebih pendek untuk membeli obligasi dengan tenor panjang (antara 6 hingga 10 tahun) senilai 400 miliar USD pada Juni 2012. 


  • Direktur dari GFT Forex – Kathy Lien menyebut langkah ini merupakan langkah yang paling mudah dan murah, namun diragukan signifikansi dampaknya pada ekonomi karena pada kenyataannya nanti tidak akan terlalu banyak tambahan dana yang disuntikkan pada ekonomi Amerika. 


  • Korelasi terbalik antara emas dan dollar AS kembali mengemuka akhirakhir ini setelah sempat melemah dalam beberapa bulan sebelumnya. Hal inilah yang antara lain berpengaruh  pada perdagangan intraday dengan pergerakan sangat tinggi – kurang lebih  50 USD  per harinya dalam  beberapa pekan terakhir. 


  • Setelah fokus pada langkah The Fed berakhir, selanjutnya pelaku pasar akan kembali mengamati dengan seksama perkembangan krisis hutang UniEropa dan kemungkinan gagal bayar. Kondisi tersebut potensial kembali mendukung penguatan emas.