title cover

title cover

Wednesday, October 26, 2011

Headline News 26.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  dan  euro  melemah  pada  sesi  Selasa  pasca  pembatalan  pertemuan  menterimenteri  keuangan  yang  kemudian meningkatkan keraguan di kalangan pelaku pasar bahwa lanjutan pertemuan European Summit pada Rabu 26 Oktober ini akan dapat menyepakati rencana penanggulangan krisis hutang kawasan tersebut. 


  • Pertemuan  European  Summit  memang  tetap  akan  dilaksanakan  sesuai  jadwalnya,  namun  pertemuan  dari  para  menterimenteri keuangan,  yang  disebut  dengan  Ecofin,  dibatalkan  karena  detil  dari  pertemuan  tersebut  belum  terfinalisasi  dengan  baik,  demikian menurut sumber dari Reuters. 


  • Pejabat ofisial UniEropa mengatakan bahwa para pemimpin kawasan tersebut diperkirakan belum akan memberikan gambaran yang jelas mengenai  besaran dana yang akan digunakan untuk penanganan krisis hutang selanjutnya. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh masih berjalannya negosiasi mengenai berapa kerugian yang akan diterima oleh perbankan dan institusi keuangan lainnya berkaitan dengan obligasi Yunani, dan kemungkinan gagal bayar. 


  • Pemerintah Jerman secara resmi menolak salah satu butir draf kesepakatan yang menyatakan ECB akan melanjutkan pembelian obligasi di  pasar  sekunder.  Dalam  2bulan  terakhir  ECB  terus  melakukan  pembelian  obligasi  Spanyol  dan  Italia  dalam  rangka  untuk  menekan kenaikan borrowing cost dan meredam krisis hutang kawasan tersebut. 


  • Kekhawatiran  mengenai  kondisi  penanganan  hutang  UniEropa  mendongkrak  minat  investor  terhadap  asetaset  safe  haven,  kondisi mana kemudian mengangkat harga produk tresuri Amerika dan mendorong penguatan yen ke level tertinggi sepanjang sejarah terhadap dollar  AS.  Turut  menunjang  minat  investor  terhadap  aset  yang  aman  juga  setelah  rilis  data  consumer  confidence  Amerika  yang menambah redup outlook ekonomi global kedepannya. 


  • Bursa saham Amerika ditutup melemah antara lain turut tertekan redupnya outlook korporasi dalam laporan keuangannya. Indeks Dow Jones  <.DJI> ditutup melemah  207.00 poin atau 1.74%  ke 11,706.62, indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> melemah  25.14 poin atau 2.00% ke 1,229.05 dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 61.02 poin atau 2.26% ke 2,638.42. 


  • Sementara itu The FTSEurofirst 300 index of top European shares <.FTEU3> berakhir melemah 0.7% setelah sempat menguat ke level tertinggi sejak 11pekan terakhir. 


  • Euro turun  0,2% ke  1.3907  setelah sempat mencapai session low 1.3847  tertekan menurunnya optimisme  investor akan penanganan krisis  hutang  UniEropa.  Sedangkan  dollar  AS  kembali  mencetak  level  terendahnya  sepanjang  sejarah  terhadap  yen  ke  75.73  yen, meningkatkan ekspektasi kemungkinan intervensi dari otoritas keuangan Jepang guna menahan laju penguatan yen. 


  • Harga emas menguat tajam, mencetak penguatan harian terbaik selama 2011 ini menyusul meningkatnya minat beli investor terhadap aset berstatus safe haven seiring rilis data konsumen Amerika yang mengecewakan dan penanganan krisis hutang UniEropa yang belum menampakkan kemajuan. Harga spot emas <XAU=> menguat 3% ke 1,703.35 USd per troy ounce.


 GOLD & COMMODITIES
  • Harga emas melonjak ke salah satu kenaikan harian terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kekhawatiran terhadap hasil KTT Eropa dan data kepercayaan konsumen AS yang mengecewakan telah menghidupkan kembali minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai dan kenaikan emas juga dipicu oleh technical buying.


  • Setelah dalam beberapa bulan emas bergerak searah dengan asetaset beresiko, kali ini emas berhasil naik lebih dari 3% bahkan disaat harga saham jatuh. Perak juga tercatat naik 4%.


  • Emas spot naik 3,2% di level $1705.24 per ounce. Sedangkan emas berjangka pengiriman Desember ditutup naik $48,10 di level $1700.40 per ounce.


  • Aksi beli dari sejumlah investor baru telah turut serta mendorong melonjaknya harga emas apalagi setelah berhasil menembus di atas level resistance $1660 per ounce.


  • Lebih  dari  170.000  ounce  emas  telah  berpindah  tangan  untuk  kontrak  Desember  dalam  jangka  waktu  10  menit  setelah  data menunjukkan kepercayaan konsumen AS diluar dugaan turun untuk bulan ini ke level terendah sejak Maret 2009.


  • Emas diuntungkan dari statusnya sebagai lindung nilai menyusul perselisihan antara Prancis dan Jerman sebelum KTT Eropa yang akan mengadopsi sebuah rencana untuk mengurangi beban utang Yunani, memperkuat bankbank Eropa untuk menahan kerugian obligasi, dan menaikkan skala dana penyelamatan zona euro untuk mencegah penularan krisis di pasar obligasi.

Tuesday, October 25, 2011

Headline News 25.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  menguat  ke  level  tertinggi  selama  7pekan  terakhir  ditingkahi  penguatan  harga  komoditas  dunia  menyusul optimisme  bahwa  pemimpin  UniEropa  akan  segera  menyepakati  penanganan  krisis  hutang  kawasan  tersebut.  Laporan  keuangan korporasi  juga  turut  mendukung  minat  investor  pada  aset  beresiko,  diantaranya  Caterpillar  yang  sahamnya  menguat  5%  setelah melaporkan kenaikan keuntungan kuartalan hingga 44%. 


  • Namun  terdapat  anggapan  dari  beberapa  investor  yang  masih  pesimis  bahwa  kenaikan  dana  talangan  EFSF  yang  akan  disepakati pertengahan  pekan  ini,  nantinya  akan  cukup  untuk  menangani  krisis  hutang  di  beberapa  negara  UniEropa.  Kekhawatiran  tersebut kemudian terefleksikan kepada naiknya harga obligasi Jerman, yang diikuti dengan melebarnya imbal hasil antara obligasi Italia dengan tenor 10tahun dan obligasi Jerman. 


  • Italia saat ini tengah berada dalam tekanan dari rekanan sesama anggota UniEropa guna terus merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, jika tidak ingin kejadian seperti Yunani menimpa mereka. 


  • Bursa saham global yang terangkum dalam MSCI's allcountry world stock index <.MIWD00000PUS> naik 1.8% setelah sempat mencapai level tertinggi sejak awal September. 


  • Bursa saham Amerika juga menguat, indeks Dow Jones <.DJI> naik 104.83 poin atau 0.89% ke 11,913.62, indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 15.94 poin atau 1.29% ke 1,254.19 semantara Nasdaq <.IXIC> naik 61.98 poin atau 2.35% ke 2,699.44. 


  • Sektor manufaktur Cina dilaporkan mengalami ekspansi selama Oktober sebesar 51.1 yang kemudian menutupi kontraksi yang terjadi dalam 3bulan sebelumnya. Data Oktober tersebut merefleksikan ketahanan ekonomi Cina dan masih stabilnya permintaan global yang meningkatkan ekspektasi akan permintaan logam untuk industri. 


  • Harga emas menguat sekitar 1% mengikuti penguatan asetaset beresiko yang ditunjang oleh meningkatnya harapan bahwa pemimpin UniEropa akan menyepakati penanganan krisis hutang kawasan serta didukung juga oleh sinyalsinyal penguatan ekonomi Cina. Harga spot emas <XAU=> naik 0.9% ke 1652.18 USD per troy ounce.


  • Harga  minyak  jenis  Brent  crude  <LCOc1>  ditutup  menguat  1.89  USD  ke  111.45  USD  per  barrel,  sedangkan  harga    minyak  U.S.  crude <CLc1> ditutup menguat 3.87 USD ke 91.62 USD barrel.  Euro mencatat penguatan 0,2% terhadap dollar AS ke 1.3924, sementara itu dollar AS anjlok 0,3% terhadap yen ke 76.04, belum berhasil menembus level terendah sepanjang sejarah seiring kewaspadaan investor akan adanya kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi awal pekan ini menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah yang diperlukan jika terjadi pergerakan tajam dan spekulatif.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas menguat sekitar 1% pada hari Senin, bergerak searah dengan asetaset beresiko dibandingkan statusnya sebagai safe haven asset, didukung optimisme bahwa para pemimpin Eropa akan segera dapat mengatasi krisis utang kawasan dan juga adanya sinyal perbaikan pada perekonomian Cina.


  • Emas menguat untuk hari kedua menyusul optimisme bahwa Uni Eropa akan segera mencapai kesepakatan mengenai rekapitalisasi bank dan bagaimana upaya untuk menambah dana talangan guna menghentikan penularan krisis pada pasar obligasi. Berita bahwa sektor manufaktur  Cina  tumbuh di  bulan  Oktober  juga  telah  mengangkat  emas  menyusul  komoditas  dipimpin  tembaga  dan  minyak  mentah mengalami rally.


  • Emas  telah  naik  2%  selama  2  sesi  terakhir.  Emas  juga  terlihat  kehilangan  statusnya  sebagai  safe  haven,  dengan  harga  secara  umum bergerak searah dengan ekuitas.


  • Volatilitas harga pada emas berjangka telah turun ke level terendahnya sejak medio Agustus, ketika logam mulia mendekati level alltime highs, memberikan isyarat bahwa pelaku pasar tidak mengantisipasi adanya pergerakan besar dalam jangka pendek.


  • Emas spot naik 0,9% di level $1655.04 per ounce, setelah turun 2% di pekan lalu. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik $16.20 di level $1652.30.


  • Emas menguat seiring naiknya komoditas yang dipimpin oleh tembaga yang naik 7%, setelah data menunjukkan sektor manufaktur Cina mengalami  peningkatan  di  bulan  Oktober,  mengakhiri  fase  kontraksinya  selama  3  bulan  terakhir  sekaligus  menegaskan  kuatnya permintaan domestik di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.


  • Meskipun  terjadi  perkembangan  di  akhir  pekan,  namun  keputusan  akhir  baru  akan  diumumkan  pada  pertemuan  puncak  Eropa  yang kedua  di  hari  Rabu.  Jika  terjadi  penundaan  dalam  pelaksanaan  rencana  penuntasan  krisis  pada  pertemuan  Rabu  besok,  maka  akan berpotensi  memicu  kejatuhan  euro  (begitu  juga  dengan  emas)  lebih  lanjut.  Namun  jika  dihasilkan  keputusan  yang  positif,  maka berpotensi memicu rebound euro hingga ke atas $1.4.


  • Sementara itu permintaan fisik dari India, konsumen emas terbesar dunia, menjelang perayaan Hindu, Diawali ‐‐ ajang pembelian emas besarbesaran – telah mendukung penguatan harga logam mulia. Kalangan dealer mengatakan konsumen India terlihat memilih perak yang lebih murah menggantikan emas, dengan harapan harga akan naik di masa mendatang. Perak naik 1,1% di level $31.68 per ounce.


Monday, October 24, 2011

Headline News 24.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  global  dan  euro  menguat  pada  sesi  akhir  pekan  lalu  seiring  tingginya  harapan  para  investor  bahwa  pemimpin  UniEropa  akan  mencapai kemajuan  dalam  penanganan  krisis  hutang  kawasan  tersebut.  Kekhawatiran  pada  kemungkinan  tidak  tercapainya  kesepakatan  mulai  mereda  setelah pemerintah Jerman menyatakan tidak ada perbedaan serius antara pemerintah Jerman and Perancis menjelang European Summit Minggu 23 Oktober ini yang diadakan di Brussels, Belgia. 


  • Bahkan apabila tidak tercapai kesepakatan pada European Summit, maka pertemuan akan dilanjutkan selambatnya pada Rabu 26 Oktober mendatang, sebuah berita yang kemudian menopang optimisme pelaku pasar. 


  • Bursa saham Amerika menguat ke level tertingginya sejak Agustus silam. Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 267.01 poin atau 2.31% ke 11,808.79, S&P500 <.SPX> naik 22.86 poin atau 1.88% ke 1,238.25 dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> menguat 38.84 poin atau 1.49% ke 2,637.46. Dalam sepekan terakhir, indeks Dow tercatat menguat 1,3%, S&P naik 1.1% namun Nasdaq turun 1.1%.


  • Sementara itu dollar AS anjlok ke level terendahnya terhadap yen ke 75.83 yen dan melemah ke level terendah dalam sebulan terakhir terhadap Swiss franc ke 0.8801. Maraknya aksi beli investor terhadap dua mata uang yang berimbal hasil rendah tersebut dipengaruhi sikap investor yang cenderung berhatihati, tidak ingin terperangkap dalam posisi yang salah seiring hasil dari European Summit nantinya. 


  • Penguatan tajam yen terhadap dollar AS tersebut kembali memunculkan kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang guna menahan laju penguatan yen yang memangkas keuntungan eksportir.


  • Pada saat yang sama dollar AS anjlok terhadap euro, mencatat pelemahan 0,1% dalam sepekan terakhir ke 1.3894 seiring meningkatnya optimisme pada penanganan  krisis  hutang  UniEropa  dan  kemungkinan  The  Fed  akan  melanjutkan  program  QEnya  untuk  menopang  ekonomi.  Sedangkan  sterling menguat  ke  level  tertinggi  sepanjang  6pekan  terakhir  terhadap  dollar  AS  ke  1.5973  ditunjang  oleh  laporan  meningkatnya  permintaan  terhadap poundsterling dari bankbank kliring asal Inggris. 


  • Harga emas menguat 1% pada sesi akhir pekan lalu setelah anjlok beruntun dalam 4sesi sebelumnya, kinerja emas terdongkrak meningkatnya asetaset beresiko. Harga spot emas <XAU=> ditutup menguat lebih dari 1% ke 1640.42 USD per troy ounce. Dalam sepekan terakhir emas tercatat melemah 2,3%, merupakan performa mingguan terburuk sejak 4pekan terakhir. 


  • Pasar  finansial  dunia  masih  akan  memfokuskan  diri  pada  hasil  dari  European  Summit,  meskipun  banyak  pihak  meragukan  akan  adanya  kesepakatan menyeluruh dan detil mengenai penanganan krisis hutang terutama berkaitan dengan ekspansi EFSF dan pemangkasan hutang Yunani. 


  • Rilis  earning  dari  beberapa  perusahaan  ternama  seperti  Caterpillar,  Exxon  dan  Procter  &  Gamble  nampaknya  tidak  akan  terlalu  menyedot  perhatian pelaku pasar yang cenderung masih akan lebih terfokus pada isu berkaitan penanganan krisis hutang UniEropa. 


  • Dari data Amerika pekan ini yang akan cukup mendapat perhatian adalah GDP advance untuk kuartal ketiga yang diperkirakan mengalami pertumbuhan 2,5%. Apabila dirilis sesuai bahkan melebihi perkiraan tersebut, maka akan meredam proyeksi resesi pada negara ekonomi terbesar dunia yang selama ini berkembang.


GOLD & COMMODITIES
  • Emas naik 1%  pada Jumat kemarin, mengakhiri koreksinya selama  4 seis terakhir, seiring gerak  emas yang searah  dengan asetaset beresiko ditengah optimisme para pemimpin Eropa akan sanggup mengatasi krisis utang kawasan.


  • Emas  mencatat  kenaikan  harian  terbesarnya  dalam  2  pekan  menyusul  rally  pada  Wall  Street  dan  komoditas  setelah  Jerman  dan  Prancis  mengatakan pemimpin  Eropa  akan  mengadakan  pertemuan  sebanyak  2  kali    pada  hari  Minggu  dan  Rabu    untuk  mencegah  meluasnya  krisis  utang  di  17  negara anggota zona euro.


  • Emas  tercatat  telah  melemah  2,5%  dalam  sepekan,  merupakan  pelemahan  terbesarnya  dalam  4  pekan,  turun  bersamaan  dengan  asetaset  beresiko seperti ekuitas dan industri logam.


  • Emas spot di akhir pekan kemarin menguat 1,2% di level $1637.39 per ounce. Sedangkan untuk emas berjangka pengiriman Desember ditutup naik $23.20 di level $1636.10 per ounce.


  • Korelasi positif yang tidak biasanya antara emas denga indeks saham S&P  telah meningkat ke level terkuatnya dalam 4 bulan, dan hubungan positif emas dengan tembaga mencapai level terketatnya selama hampir setahun.


  • Emas sebelumnya mendapat dukungan positif setelah sumber di pemerintahan Jerman mengatakan tidak ada perbedaan pandangan yang serius antara Jerman dan Prancis mengenai upaya penuntasan krisis utang kawasan.


  • Jatuhnya dolar yang hampir sebesar 1% terhadap sejumlah rival utamanya telah pula mendorong penguatan emas, menyusul investor memburu asetaset beresiko menjelang KTT Eropa.


  • Dari grafik teknikal terlihat emas masih rentan tekanan setelah terkoreksi di bawah MA100 pada hari Rabu. Emas berpotensi terkoreksi tajam di bawah level $1600 per ounce.

Friday, October 21, 2011

Headline News 21.10.11


US & GLOBAL
  • Bursa  saham  Amerika  dan  euro  menguat  pada  sesi  Kamis  20  Oktober  setelah  pemerintah  Jerman  dan  Perancis  menyatakan  akan melakukan  upaya  penuh  guna  menanggulangi  krisis  hutang  kawasan  UniEropa,  meskipun  masih  ada  kekhawatiran  bahwa  detil mengenai  penanganan  tersebut  belum  akan  disepakati  pada  European  Summit  akhir  pekan  ini.  Perancis  dan  Jerman  memberikan konfirmasi dalam pernyataan bersama bahwa pemimpinpemimpin UniEropa akan membicarakan solusi penanganan krisis pada Minggu 23 Oktober ini. 


  • Hal ini kemudian mengangkat optimisme pelaku pasar setelah sebelumnya, surat kabar asal Jerman Die Welt, menyampaikan berita bahwa Jerman akan menunda  


  • European Summit  seiring  masih  belum  tercapainya  negosiasi  antara Jerman  dan  Perancis.  Kekhawatiran  akan  krisis hutang  UniEropa yang dapat mendorong resesi global selanjutnya telah menjadi fokus pelaku pasar dalam beberapa bulan terakhir. 


  • Harga  obligasi  pemerintah  dan  juga  emas  sebagai  aset  yang  secara  tradisi  merupakan  safe  haven,  melemah.  Harga  tresuri  Amerika melemah setelah adanya pernyataan dari Perancis dan Jerman tersebut. Sebagai gambaran obligasi ber tenor 10tahun imbal hasilnya turun menjadi 2,18%. 


  • Harga emas anjlok 1% bergerak beriringan dengan bursa saham global dan aset beresiko lainnya seiring masih tingginya kekhawatiran akan kemajuan penanganan krisis UniEropa. Harga spot emas <XAU=> turun 1.2% ke 1,621.11 USD per troy ounce.


  • Sedangkan euro berhasil membukukan penguatan terhadap dollar AS dan yen seiring meningkatnya harapan pelaku pasr akan kemajuan yang akan dicapai pada European Summit mendatang. Hingga akhir sesi New York euro tercatat menguat 0,2 ke 1.3731 setelah sempat mencapai session low di 1.3655. Terhadap yen, euro tercatat menguat tipis 0,2% ke 105.88 yen. 


  • Indeks saham Amerika berhasil menguat meskipun indeks saham bursa global yang terangkum dalam MSCI <.MIWD00000PUS> melemah 0.9%. Sementara itu indeks saham Eropa <.FTEU3> ditutup melemah 1.4%. 


  • Di bursa Amerika, indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 37.16 poin atau 0.32% ke 11,541.78, indeks S&P500 <.SPX> ditutup menguat 5.51 poin atau 0.46% ke 1,215.39 sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 5.42 poin atau 0.21% ke 2,598.62. 


  • Perkembangan positif pada European Summit juga turut mendongkrak harga minyak dunia yang ditutup menguat. Minyak jenis ICE Brent crude untuk pengiriman Desember <LCOc1> naik 1.37 USd ke 109.76 USD per barrel, sedangkan minyak jenis U.S. crude </CLc1> ditutup menguat tipis 0,03% ke 86.07 USD per barrel.



GOLD & COMMODITIES
  • Emas  terkoreksi  sekitar  1%  pada  hari  Kamis  kemarin,  kehilangan  daya  tariknya  sebagai  aset  lindung  nilai,  menyusul  kekhawatiran terhadap  kurangnya  kemajuan  untuk  mendorong  peningkatan  dana  talangan  (bailout)  dan  diperbesar  oleh  kekhawatiran  lemahnya permintaan dan pertumbuhan ekonomi global.


  • Penurunan harian terbesarnya untuk logam mulia dalam dua minggu seiring jatuhnya komoditas industri dipicu berita perpecahan yang mendalam antara Prancis dan Jerman atas bagaimana untuk memperkuat dana talangan EFSF, sedangkan Dana Moneter Internasional dan Uni Eropa juga berselisih mengenai bagaimana cara untuk mengatasi utang Yunani menjelang KTT Eropa pada hari Minggu.


  • Emas telah terkoreksi 4% selama 4 hari berturutturut, dan bergerak searah dengan asetaset beresiko seperti ekuitas.  Emas spot turun 1,2%  ke  level  $1621.11  per  ounce.  Sedangkan  emas  berjangka  AS  untuk  pengiriman  Desember  ditutup  melemah  $34.10  di  level $1612.90.


  • Investor  emas  saat  ini  berharap  adanya  penjelasan  rinci  mengenai  rencana  untuk  mengatasi  krisis  utang  Eropa  yang  sudah  melanda hampir 2 tahun pada KTT Eropa hari Minggu ini.


  • Pasar juga trlihat khawatir terhadap potensi meluasnya kerusuhan di Yunani, menyusul bentrok antara polisi dengan demonstran Yunani dan para pekerja mulai melakukan aksi mogok terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir memprotes pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah negara mereka.