US
& GLOBAL
- Bursa
saham global dan
euro melemah pada
sesi Selasa pasca
pembatalan pertemuan menteri‐menteri keuangan yang
kemudian meningkatkan keraguan di kalangan pelaku pasar bahwa lanjutan
pertemuan European Summit pada Rabu 26 Oktober ini akan dapat menyepakati
rencana penanggulangan krisis hutang kawasan tersebut.
- Pertemuan European
Summit memang tetap
akan dilaksanakan sesuai
jadwalnya, namun pertemuan
dari para menteri‐menteri keuangan,
yang disebut dengan Ecofin,
dibatalkan karena detil
dari pertemuan tersebut
belum terfinalisasi dengan
baik, demikian menurut sumber
dari Reuters.
- Pejabat ofisial Uni‐Eropa
mengatakan bahwa para pemimpin kawasan tersebut diperkirakan belum akan
memberikan gambaran yang jelas mengenai
besaran dana yang akan digunakan untuk penanganan krisis hutang
selanjutnya. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh masih berjalannya
negosiasi mengenai berapa kerugian yang akan diterima oleh perbankan dan
institusi keuangan lainnya berkaitan dengan obligasi Yunani, dan kemungkinan
gagal bayar.
- Pemerintah Jerman secara resmi menolak salah
satu butir draf kesepakatan yang menyatakan ECB akan melanjutkan pembelian
obligasi di pasar sekunder.
Dalam 2‐bulan terakhir
ECB terus melakukan
pembelian obligasi Spanyol
dan Italia dalam
rangka untuk menekan kenaikan borrowing cost dan
meredam krisis hutang kawasan tersebut.
- Kekhawatiran
mengenai kondisi penanganan
hutang Uni‐Eropa mendongkrak
minat investor terhadap
aset‐aset safe
haven, kondisi mana kemudian
mengangkat harga produk tresuri Amerika dan mendorong penguatan yen ke level
tertinggi sepanjang sejarah terhadap dollar
AS. Turut menunjang
minat investor terhadap
aset yang aman
juga setelah rilis
data consumer confidence Amerika
yang menambah redup outlook ekonomi global kedepannya.
- Bursa saham Amerika ditutup melemah antara lain
turut tertekan redupnya outlook korporasi dalam laporan keuangannya.
Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup
melemah 207.00 poin atau 1.74% ke 11,706.62, indeks Standard & Poor's
500 <.SPX> melemah 25.14 poin atau 2.00% ke 1,229.05 dan Nasdaq
Composite Index <.IXIC> melemah 61.02 poin atau 2.26% ke 2,638.42.
- Sementara itu The FTSEurofirst 300 index of top
European shares <.FTEU3> berakhir melemah 0.7% setelah sempat menguat ke
level tertinggi sejak 11‐pekan
terakhir.
- Euro turun
0,2% ke 1.3907 setelah sempat mencapai session low 1.3847 tertekan menurunnya optimisme investor akan penanganan krisis hutang
Uni‐Eropa. Sedangkan
dollar AS kembali
mencetak level terendahnya
sepanjang sejarah terhadap
yen ke 75.73
yen, meningkatkan ekspektasi kemungkinan intervensi dari otoritas
keuangan Jepang guna menahan laju penguatan yen.
- Harga emas menguat tajam, mencetak penguatan
harian terbaik selama 2011 ini menyusul meningkatnya minat beli investor
terhadap aset berstatus safe haven seiring rilis data konsumen
Amerika yang mengecewakan dan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa
yang belum menampakkan kemajuan. Harga spot emas <XAU=> menguat 3% ke
1,703.35 USd per troy ounce.
GOLD & COMMODITIES
- Harga emas melonjak ke salah satu kenaikan
harian terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir, menyusul kekhawatiran
terhadap hasil KTT Eropa dan data kepercayaan konsumen AS yang mengecewakan
telah menghidupkan kembali minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai dan
kenaikan emas juga dipicu oleh technical buying.
- Setelah dalam beberapa bulan emas bergerak
searah dengan aset‐aset
beresiko, kali ini emas berhasil naik lebih dari 3% bahkan disaat harga saham
jatuh. Perak juga tercatat naik 4%.
- Emas spot naik 3,2% di level $1705.24 per ounce.
Sedangkan emas berjangka pengiriman Desember ditutup naik $48,10 di level
$1700.40 per ounce.
- Aksi beli dari sejumlah investor baru telah
turut serta mendorong melonjaknya harga emas apalagi setelah berhasil menembus
di atas level resistance $1660 per ounce.
- Lebih
dari 170.000 ounce
emas telah berpindah
tangan untuk kontrak
Desember dalam jangka
waktu 10 menit
setelah data menunjukkan
kepercayaan konsumen AS diluar dugaan turun untuk bulan ini ke level terendah
sejak Maret 2009.
- Emas diuntungkan dari statusnya sebagai lindung
nilai menyusul perselisihan antara Prancis dan Jerman sebelum KTT Eropa yang
akan mengadopsi sebuah rencana untuk mengurangi beban utang Yunani, memperkuat
bank‐bank
Eropa untuk menahan kerugian obligasi, dan menaikkan skala dana penyelamatan
zona euro untuk mencegah penularan krisis di pasar obligasi.
- Bursa
saham global menguat
ke level tertinggi
selama 7‐pekan terakhir
ditingkahi penguatan harga
komoditas dunia menyusul optimisme bahwa
pemimpin Uni‐Eropa akan
segera menyepakati penanganan
krisis hutang kawasan
tersebut. Laporan keuangan korporasi juga
turut mendukung minat
investor pada aset
beresiko, diantaranya Caterpillar
yang sahamnya menguat
5% setelah melaporkan kenaikan
keuntungan kuartalan hingga 44%.
- Namun
terdapat anggapan dari
beberapa investor yang
masih pesimis bahwa
kenaikan dana talangan
EFSF yang akan
disepakati pertengahan pekan ini,
nantinya akan cukup
untuk menangani krisis
hutang di beberapa
negara Uni‐Eropa. Kekhawatiran
tersebut kemudian terefleksikan kepada naiknya harga obligasi Jerman,
yang diikuti dengan melebarnya imbal hasil antara obligasi Italia dengan tenor
10‐tahun
dan obligasi Jerman.
- Italia saat ini tengah berada dalam tekanan dari
rekanan sesama anggota Uni‐Eropa guna terus merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan
kepercayaan pelaku pasar, jika tidak ingin kejadian seperti Yunani menimpa
mereka.
- Bursa saham global yang terangkum dalam MSCI's
all‐country
world stock index <.MIWD00000PUS> naik 1.8% setelah sempat mencapai level
tertinggi sejak awal September.
- Bursa saham Amerika juga menguat, indeks Dow
Jones <.DJI> naik 104.83 poin atau 0.89% ke 11,913.62, indeks Standard
& Poor's 500 <.SPX> naik 15.94 poin atau 1.29% ke 1,254.19 semantara
Nasdaq <.IXIC> naik 61.98 poin atau 2.35% ke 2,699.44.
- Sektor manufaktur Cina dilaporkan mengalami
ekspansi selama Oktober sebesar 51.1 yang kemudian menutupi kontraksi yang
terjadi dalam 3‐bulan
sebelumnya. Data Oktober tersebut merefleksikan ketahanan ekonomi Cina dan
masih stabilnya permintaan global yang meningkatkan ekspektasi akan permintaan
logam untuk industri.
- Harga emas menguat sekitar 1% mengikuti
penguatan aset‐aset
beresiko yang ditunjang oleh meningkatnya harapan bahwa pemimpin Uni‐Eropa
akan menyepakati penanganan krisis hutang kawasan serta didukung juga oleh
sinyal‐sinyal
penguatan ekonomi Cina. Harga spot emas <XAU=> naik 0.9% ke 1652.18 USD
per troy ounce.
- Harga
minyak jenis Brent
crude <LCOc1> ditutup
menguat 1.89 USD ke 111.45
USD per barrel,
sedangkan harga minyak
U.S. crude <CLc1> ditutup
menguat 3.87 USD ke 91.62 USD barrel. Euro
mencatat penguatan 0,2% terhadap dollar AS ke 1.3924, sementara itu dollar AS
anjlok 0,3% terhadap yen ke 76.04, belum berhasil menembus level terendah
sepanjang sejarah seiring kewaspadaan investor akan adanya kemungkinan
intervensi dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi awal pekan
ini menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah yang diperlukan jika
terjadi pergerakan tajam dan spekulatif.
GOLD
& COMMODITIES
- Emas menguat sekitar 1% pada hari Senin,
bergerak searah dengan aset‐aset beresiko dibandingkan statusnya sebagai safe haven
asset, didukung optimisme bahwa para pemimpin Eropa akan segera dapat mengatasi
krisis utang kawasan dan juga adanya sinyal perbaikan pada perekonomian Cina.
- Emas menguat untuk hari kedua menyusul optimisme
bahwa Uni Eropa akan segera mencapai kesepakatan mengenai rekapitalisasi bank dan
bagaimana upaya untuk menambah dana talangan guna menghentikan penularan krisis
pada pasar obligasi. Berita bahwa sektor manufaktur Cina
tumbuh di bulan Oktober
juga telah mengangkat
emas menyusul komoditas
dipimpin tembaga dan
minyak mentah mengalami rally.
- Emas telah naik
2% selama 2
sesi terakhir. Emas
juga terlihat kehilangan
statusnya sebagai safe
haven, dengan harga
secara umum bergerak searah
dengan ekuitas.
- Volatilitas harga pada emas berjangka telah
turun ke level terendahnya sejak medio Agustus, ketika logam mulia mendekati
level all‐time highs,
memberikan isyarat bahwa pelaku pasar tidak mengantisipasi adanya pergerakan
besar dalam jangka pendek.
- Emas spot naik 0,9% di level $1655.04 per ounce,
setelah turun 2% di pekan lalu. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman
Desember ditutup naik $16.20 di level $1652.30.
- Emas menguat seiring naiknya komoditas yang
dipimpin oleh tembaga yang naik 7%, setelah data menunjukkan sektor manufaktur
Cina mengalami peningkatan di
bulan Oktober, mengakhiri
fase kontraksinya selama
3 bulan terakhir
sekaligus menegaskan kuatnya permintaan domestik di negara dengan
perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
- Meskipun
terjadi perkembangan di
akhir pekan, namun
keputusan akhir baru
akan diumumkan pada
pertemuan puncak Eropa
yang kedua di hari
Rabu. Jika terjadi
penundaan dalam pelaksanaan
rencana penuntasan krisis
pada pertemuan Rabu
besok, maka akan berpotensi memicu
kejatuhan euro (begitu
juga dengan emas)
lebih lanjut. Namun
jika dihasilkan keputusan
yang positif, maka berpotensi memicu rebound euro
hingga ke atas $1.4.
- Sementara itu permintaan fisik dari India,
konsumen emas terbesar dunia, menjelang perayaan Hindu, Diawali ‐‐ ajang
pembelian emas besar‐besaran
– telah mendukung penguatan harga logam mulia. Kalangan dealer mengatakan
konsumen India terlihat memilih perak yang lebih murah menggantikan emas,
dengan harapan harga akan naik di masa mendatang. Perak naik 1,1% di level
$31.68 per ounce.
US
& GLOBAL
- Bursa
saham global dan
euro menguat pada
sesi akhir pekan
lalu seiring tingginya
harapan para investor
bahwa pemimpin Uni‐Eropa akan mencapai kemajuan dalam
penanganan krisis hutang
kawasan tersebut. Kekhawatiran
pada kemungkinan tidak
tercapainya kesepakatan mulai
mereda setelah pemerintah Jerman
menyatakan tidak ada perbedaan serius antara pemerintah Jerman and Perancis
menjelang European Summit Minggu 23 Oktober ini yang diadakan di
Brussels, Belgia.
- Bahkan apabila tidak tercapai kesepakatan pada European
Summit, maka pertemuan akan dilanjutkan selambatnya pada Rabu 26 Oktober
mendatang, sebuah berita yang kemudian menopang optimisme pelaku pasar.
- Bursa saham Amerika menguat ke level
tertingginya sejak Agustus silam. Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat
267.01 poin atau 2.31% ke 11,808.79, S&P500 <.SPX> naik 22.86 poin
atau 1.88% ke 1,238.25 dan Nasdaq Composite Index <.IXIC> menguat 38.84
poin atau 1.49% ke 2,637.46. Dalam sepekan terakhir, indeks Dow tercatat
menguat 1,3%, S&P naik 1.1% namun Nasdaq turun 1.1%.
- Sementara itu dollar AS anjlok ke level
terendahnya terhadap yen ke 75.83 yen dan melemah ke level terendah dalam
sebulan terakhir terhadap Swiss franc ke 0.8801. Maraknya aksi beli investor
terhadap dua mata uang yang berimbal hasil rendah tersebut dipengaruhi sikap
investor yang cenderung berhati‐hati, tidak ingin terperangkap dalam posisi yang salah
seiring hasil dari European Summit nantinya.
- Penguatan tajam yen terhadap dollar AS tersebut
kembali memunculkan kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang guna menahan
laju penguatan yen yang memangkas keuntungan eksportir.
- Pada saat yang sama dollar AS anjlok terhadap
euro, mencatat pelemahan 0,1% dalam sepekan terakhir ke 1.3894 seiring
meningkatnya optimisme pada penanganan
krisis hutang Uni‐Eropa dan kemungkinan
The Fed akan
melanjutkan program QE‐nya untuk menopang
ekonomi. Sedangkan sterling menguat ke
level tertinggi sepanjang
6‐pekan terakhir
terhadap dollar AS ke 1.5973
ditunjang oleh laporan
meningkatnya permintaan terhadap poundsterling dari bank‐bank
kliring asal Inggris.
- Harga emas menguat 1% pada sesi akhir pekan lalu
setelah anjlok beruntun dalam 4‐sesi sebelumnya, kinerja emas terdongkrak meningkatnya aset‐aset beresiko.
Harga spot emas <XAU=> ditutup menguat lebih dari 1% ke 1640.42 USD per
troy ounce. Dalam sepekan terakhir emas tercatat melemah 2,3%, merupakan
performa mingguan terburuk sejak 4‐pekan terakhir.
- Pasar
finansial dunia masih
akan memfokuskan diri
pada hasil dari European
Summit, meskipun banyak
pihak meragukan akan
adanya kesepakatan menyeluruh dan
detil mengenai penanganan krisis hutang terutama berkaitan dengan ekspansi EFSF
dan pemangkasan hutang Yunani.
- Rilis earning dari
beberapa perusahaan ternama
seperti Caterpillar, Exxon
dan Procter &
Gamble nampaknya tidak
akan terlalu menyedot
perhatian pelaku pasar yang cenderung masih akan lebih terfokus pada isu
berkaitan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa.
- Dari data Amerika pekan ini yang akan cukup
mendapat perhatian adalah GDP advance untuk kuartal ketiga yang
diperkirakan mengalami pertumbuhan 2,5%. Apabila dirilis sesuai bahkan melebihi
perkiraan tersebut, maka akan meredam proyeksi resesi pada negara ekonomi
terbesar dunia yang selama ini berkembang.
GOLD
& COMMODITIES
- Emas naik 1%
pada Jumat kemarin, mengakhiri koreksinya selama 4 seis terakhir, seiring gerak emas yang searah dengan aset‐aset beresiko ditengah optimisme para pemimpin Eropa akan
sanggup mengatasi krisis utang kawasan.
- Emas
mencatat kenaikan harian
terbesarnya dalam 2
pekan menyusul rally
pada Wall Street
dan komoditas setelah
Jerman dan Prancis
mengatakan pemimpin Eropa akan
mengadakan pertemuan sebanyak
2 kali –
pada hari Minggu
dan Rabu –
untuk mencegah meluasnya
krisis utang di 17 negara anggota zona euro.
- Emas
tercatat telah melemah
2,5% dalam sepekan,
merupakan pelemahan terbesarnya
dalam 4 pekan,
turun bersamaan dengan
aset‐aset beresiko seperti ekuitas dan industri logam.
- Emas spot di akhir pekan kemarin menguat 1,2% di
level $1637.39 per ounce. Sedangkan untuk emas berjangka pengiriman Desember
ditutup naik $23.20 di level $1636.10 per ounce.
- Korelasi positif yang tidak biasanya antara emas
denga indeks saham S&P telah
meningkat ke level terkuatnya dalam 4 bulan, dan hubungan positif emas dengan
tembaga mencapai level terketatnya selama hampir setahun.
- Emas sebelumnya mendapat dukungan positif
setelah sumber di pemerintahan Jerman mengatakan tidak ada perbedaan pandangan
yang serius antara Jerman dan Prancis mengenai upaya penuntasan krisis utang
kawasan.
- Jatuhnya dolar yang hampir sebesar 1% terhadap
sejumlah rival utamanya telah pula mendorong penguatan emas, menyusul investor
memburu aset‐aset beresiko
menjelang KTT Eropa.
- Dari grafik teknikal terlihat emas masih rentan
tekanan setelah terkoreksi di bawah MA100 pada hari Rabu. Emas berpotensi
terkoreksi tajam di bawah level $1600 per ounce.
US
& GLOBAL
- Bursa
saham Amerika dan
euro menguat pada
sesi Kamis 20
Oktober setelah pemerintah
Jerman dan Perancis
menyatakan akan melakukan upaya
penuh guna menanggulangi
krisis hutang kawasan
Uni‐Eropa, meskipun
masih ada kekhawatiran
bahwa detil mengenai penanganan
tersebut belum akan
disepakati pada European
Summit akhir pekan
ini. Perancis dan
Jerman memberikan konfirmasi
dalam pernyataan bersama bahwa pemimpin‐pemimpin Uni‐Eropa akan membicarakan solusi penanganan krisis pada Minggu
23 Oktober ini.
- Hal ini kemudian mengangkat optimisme pelaku
pasar setelah sebelumnya, surat kabar asal Jerman ‐ Die
Welt, menyampaikan berita bahwa Jerman akan menunda
- European Summit seiring
masih belum tercapainya
negosiasi antara Jerman dan
Perancis. Kekhawatiran akan
krisis hutang Uni‐Eropa yang
dapat mendorong resesi global selanjutnya telah menjadi fokus pelaku pasar
dalam beberapa bulan terakhir.
- Harga
obligasi pemerintah dan
juga emas sebagai
aset yang secara
tradisi merupakan safe haven,
melemah. Harga tresuri
Amerika melemah setelah adanya pernyataan dari Perancis dan Jerman
tersebut. Sebagai gambaran obligasi ber tenor 10‐tahun imbal hasilnya turun menjadi 2,18%.
- Harga emas anjlok 1% bergerak beriringan dengan
bursa saham global dan aset beresiko lainnya seiring masih tingginya
kekhawatiran akan kemajuan penanganan krisis Uni‐Eropa. Harga spot emas <XAU=> turun 1.2% ke 1,621.11
USD per troy ounce.
- Sedangkan euro berhasil membukukan penguatan
terhadap dollar AS dan yen seiring meningkatnya harapan pelaku pasr akan
kemajuan yang akan dicapai pada European Summit mendatang. Hingga akhir
sesi New York euro tercatat menguat 0,2 ke 1.3731 setelah sempat mencapai session
low di 1.3655. Terhadap yen, euro tercatat menguat tipis 0,2% ke 105.88
yen.
- Indeks saham Amerika berhasil menguat meskipun
indeks saham bursa global yang terangkum dalam MSCI <.MIWD00000PUS>
melemah 0.9%. Sementara itu indeks saham Eropa <.FTEU3> ditutup melemah
1.4%.
- Di bursa Amerika, indeks Dow Jones <.DJI>
ditutup menguat 37.16 poin atau 0.32% ke 11,541.78, indeks S&P500
<.SPX> ditutup menguat 5.51 poin atau 0.46% ke 1,215.39 sedangkan Nasdaq
Composite Index <.IXIC> turun 5.42 poin atau 0.21% ke 2,598.62.
- Perkembangan positif pada European Summit juga
turut mendongkrak harga minyak dunia yang ditutup menguat. Minyak jenis ICE
Brent crude untuk pengiriman Desember <LCOc1> naik 1.37 USd ke 109.76 USD
per barrel, sedangkan minyak jenis U.S. crude </CLc1> ditutup menguat
tipis 0,03% ke 86.07 USD per barrel.
GOLD
& COMMODITIES
- Emas
terkoreksi sekitar 1%
pada hari Kamis
kemarin, kehilangan daya
tariknya sebagai aset
lindung nilai, menyusul
kekhawatiran terhadap
kurangnya kemajuan untuk mendorong
peningkatan dana talangan
(bailout) dan diperbesar
oleh kekhawatiran lemahnya permintaan dan pertumbuhan ekonomi
global.
- Penurunan harian terbesarnya untuk logam mulia
dalam dua minggu seiring jatuhnya komoditas industri dipicu berita perpecahan
yang mendalam antara Prancis dan Jerman atas bagaimana untuk memperkuat dana
talangan EFSF, sedangkan Dana Moneter Internasional dan Uni Eropa juga
berselisih mengenai bagaimana cara untuk mengatasi utang Yunani menjelang KTT
Eropa pada hari Minggu.
- Emas telah terkoreksi 4% selama 4 hari berturut‐turut,
dan bergerak searah dengan aset‐aset beresiko seperti ekuitas. Emas spot turun 1,2% ke
level $1621.11 per
ounce. Sedangkan emas
berjangka AS untuk
pengiriman Desember ditutup
melemah $34.10 di
level $1612.90.
- Investor
emas saat ini
berharap adanya penjelasan
rinci mengenai rencana
untuk mengatasi krisis
utang Eropa yang
sudah melanda hampir 2 tahun pada
KTT Eropa hari Minggu ini.
- Pasar juga trlihat khawatir terhadap potensi
meluasnya kerusuhan di Yunani, menyusul bentrok antara polisi dengan demonstran
Yunani dan para pekerja mulai melakukan aksi mogok terbesar mereka dalam
beberapa tahun terakhir memprotes pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah
negara mereka.