title cover

title cover

Tuesday, April 10, 2012

Headline News 10.04.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan crude oil anjlok Senin lalu karena investor bereaksi terhadap pelemahan tajam dari pertumbuhan jobs AS  yang  dilaporkan  minggu  lalu,  yang  mengangkat  permasalahan  mengenai  tingkat  penguatan  ekonomi  negara  terbesar  didunia  tersebut.   

• Saham‐saham pada bursa Wall Street dan harga crude oil futures melemah sekitar 1 persen dalam perdagangan sehari setelah  Labor Department AS melaporkan data jobs bulan Maret. Pasar ekuitas ditutup Jumat lalu untuk liburan the Good Friday/Paskah.   

• Pemerintah  melaporkan  hanya  sekitar  120.000  jobs  yang  bertambah  pada  bulan  Maret,  jauh  dibawah  ekspektasi  pasar  yang  besarnya 203.000 lapangan kerja baru dan merupakan kenaikan terkecil sejak Oktober lalu.   

• Perdagangan yang terjadi tipis, karena pasar utama di Eropa sebagaimana juga pasar Asia, termasuk Australia dan Hong Kong,  yang  ditutup  Senin  lalu.  Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  turun  130.55  poin,  atau  1.00  persen,  ke  level  12,929.59.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  melemah  15.88  poin,  atau  1.14  persen,  ke  level  1,382.20.  Indeks  Nasdaq  Composite <.IXIC> berkurang 33.42 poin, atau 1.08 persen, ke level 3,047.08.    

• MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> merosot 0.7 persen untuk 
diperdagangkan mendekati level terendahnya  yang terlihat bulan lalu.   

• Cina  Senin  lalu  melaporkan  peningkatan  dalam  inflasi  tahunan  pada  Maret  yang  melampau  harapan,  naik  menjadi  3.6  persen  karena harga makanan yang masih tidak stabil. Tetapi ekonom mempercayai tekanan harga akan moderat selama sisa tahun ini,  memberikan Cina fleksibilitas untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan (ekonomi).  

• Harga  obligasi  pemerintah  AS/Treasury  debt  naik,  yang  menggambarkan  ekspektasi  bahwa  laporan  payrolls  AS  meningkatkan  peluang dari putaran ketiga dari langkah monetary easing oleh the Fed. Tetapi pada akhir sesi memangkas kenaikannya.   

• Euro <EUR=> diperdagangkan ke level tertingginya $1.3031 yang sempat naik 0.1 persen ke level $1.3111. Mata uang tunggal juga  naik 0.1 persen ke level 106.94 yen <EURJPY=>, membalikkan penurunan sebelumnya.   

• Harga emas memisahkan diri dari komoditas dan ekuitas lainnya untuk meningkat setelah data jobs AS menghidupkan kembali  spekulasi bahwa the Fed kemungkinan mencoba untuk menstimulasi perekonomiannya. Spot gold prices <XAU=> naik $3.10, atau  0.19 persen, ke level  $1641.00. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled naik $13.80 per ons, atau 0.85 persen,  ke level $1,643.90.  
Harga minyak mentah membagi penurunannya karena hidupnya kembali pembicaraan dari program nuklir Iran yang mengurangi  kekhawatiran mengenai gangguan pasokan. Negosiasi antara Iran dan kekuatan dunia berkenaan dengan perselisihan program  nuklirnya akan digelar Sabtu ini di Istanbul. Dimulainya kembali pembicaraan yang gagal lebih setahun lalu menekan kekhawatiran  mengenai pemangkasan pasokan atau terjadinya konflik. Brent crude <LCOc1> di settled melemah 76 sen ke level $122.67 per barrel. U.S. oil <CLc1> anjlok 85 sen untuk di settle ke level $102.15 per barrel.    

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas menguat sekitar 1% ditengah tipisnya perdagangan hari Senin, setelah data pekerjaan AS yang dirilis mengecewakan  Jumat lalu kembali memperkuat pandangan terhadap kemungkinan The Fed akan melakukan langkah‐langkah untuk merangsang  pertumbuhan ekonominya. 

• Logam mulia, yang terkoreksi lebih dari 2% pekan lalu, juga berhasil menguat hari Senin kemarin setelah mendapat support dari  physical buying dari India menyusul berakhirnya aksi mogok para pedagang emas di negara tersebut, dan juga laporan inflasi di  Cina yang memberikan ruang bagi Beijing untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya. 

• Emas tercatat telah terkoreksi 8% sejak akhir Februari lalu pasca rilis positif sejumlah data ekonomi AS yang sempat menimbulkan  spekulasi  bahwa  The  Fed  kemungkinan  tidak  akan  menggulirkan  putaran  lain  dari  kebijakan  moneter  longgar  (pemberian  stimulus). Namun setelah rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan pada Jumat lalu, pasar melihat kembali kemungkinan The  Fed akan meluncurkan program stimulus guna mendorong pemulihan ekonominya. 

• Harga  emas  spot  naik  0.9%  di  $1,645.40  per  ounce,  sedangkan  harga  emas  berjangka  AS  untuk  pengiriman  Juni  tercatat  naik  $13.80 per ounce atau 0.85% di level $1,643.90. 

• Perdagangan masih relatif tipis, karena sebagian besar pasar Eropa tutup pada hari Senin guna merayakan Hari paskah. 

• Meningkatnya permintaan fisik emas dari India dan Cina turut mendongkrak naiknya harga emas. Para pedagang emas di India  kembali mengisi stok emasnya setelah melakukan mogok selama 3 pekan, dan juga menjelang perayaan festival Akshaya Tritiya,  yang tahun ini jatuh pada hari Selasa, 24 April 2012. 

Monday, April 9, 2012

Headline News 09.04.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia terlihat untuk anjlok pada awal minggu depan dan safe‐haven harga obligasi pemerintah rally setelah  gambaran employment  AS turun dibawah ekspektasi Jumat lalu.   

• Indeks MSCI All‐County World <.MIWD00000PUS> melemah 2.9 persen setelah mencapai level tertinggi delapan bulannya pada 27 Maret lalu.  

• Permasalahan mengenai melambatnya pertumbuhan (ekonomi) AS dan Cina, bersamaan dengan berkembangnya kekhawatiran mengenai krisis  utang zona euro, telah mengurangi hasrat terhadap saham.   

• Fokus minggu depan kemungkinan pada beberapa poin penting rilis ekonomi dari Cina dan dimulainya musim earnings (perusahaan‐perusahaan)  di AS.    

• Stock futures AS anjlok lebih dari 1 persen dan harga Treasuries/obligasi pemerintah rally setelah payrolls AS tumbuh 120.000 bulan Maret, jauh  dibawah ekspektasi yang (diperkirakan) naik 203.000 jobs. 

• Indeks  S&P  500  anjlok  dalam  minguannya  0.7  persen  yang  merupakan  penurunan  mingguan  terbesarnya  dalam  setahun  karena  yields  pada  obligasi Spanyol mencatatkan kenaikan dan pasar ekuitasnya diduga merosot yang tidak terlihat lagi ke level tertingginya dari krisis utang zona  euro tahun lalu.    

• S&P  500  futures  <SPc1>  melemah  16.2  poin,  atau  1.2  persen,  ke  level  1374,  diperkirakan  melemah  pada  pembukaan  Senin  ini.  Nasdaq  100  futures <NDc1> turun 1.1 persen, atau 31.25 poin, ke level 2722.50 pada perdagangan yang tipis. Dow futures <DJc1> anjlok 137 poin, atau 1.1  persen, ke level 12,841.   

• Krisis utang zona euro berkurang dari gambaran setelah dosis tinggi stimulus dari European Central Bank akhir tahun 2011.   

• Dollar  AS  anjlok  secara  meluas  Jumat  lalu  pada  perdagangan  yang  tipis  dari  liburan  setelah  mengecewakannya  laporan  pasar  jobs  AS  yang  mempertahankan prospek dari besaran (pembelian obligasi) pada kebijakan moneter the Fed yang mendukung perekonomiannya. Dollar anjlok  terhadap euro untuk pertama kalinya dalam lima hari setelah data menunjukkan payrolls AS naik sedikit jauh dari ekspektasi bulan Maret. Euro  mencapai level tertingginya $1.3112 <EUR=> setelah laporan tersebut, rebound dari level terendah tiga minggunya $1.3033 yang dicapai Kamis  lalu. Terakhir diperdagangkan pada level $1.3094, naik 0.2 persen.    

• Emas  <XAU=>  tercatat  menguat  ke  level  $1,637.99  per  ons  pada  perdagangan  yang  tipis  Jumat  lalu  tetapi  ditutup  turun  1.8  persen  dalam  seminggu. Logam mulia mencapai level terendah tiga bulannya $1,611.80 pada minggu ini. 

• Harga  minyak  mentah  naik  Kamis  lalu  setelah  rangkaian  penurunan  dua  harinya  dari  menguatnya  data  AS  dan  kekhawatiran  dari  Iran‐yang  berhubungan dengan gangguan pasokan. Brent crude futures <LCOc1> naik 0.89 persen untuk di settle ke level $123.43 per barrel, dan U.S. crude  <CLc1> bertambah 1.81 persen untuk di settle ke level $103.31. 

GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat tipis pada hari Jumat setelah data non‐farm payrolls AS dirilis mengecewakan dan meningkatkan spekulasi akan dilanjutkannya  langkah stimulus moneter oleh The Fed, namun kenaikan tersebut masih sangat kecil untuk menutup kerugian mingguan pertamanya dalam 3  pekan terakhir. 

• Emas hanya bergerak terbatas menyusul libur pasar AS dan Eropa berkenaan dengan perayaan Jumat Agung (Paskah), dengan harga emas spot  bergerak di sekitar $1,637.99 per ounce, atau naik 0.5% dan sekitar $7 lebih tinggi dibanding levelnya sebelum rilis data non‐farm payrolls AS.  Dalam sepekan, emas telah tercatat melemah 1.8%. 

• Dengan tutup pasar pada hari Jumat berkenaan dengan perayaan Jumat Agung (Paskah), maka hari Senin akan menjadi kesempatan pertama  bagi investor untuk melakukan transaksi setelah rilis laporan data pekerjaan AS. Namun pasar juga akan mencermati musim laporan earnings  kuartal pertama di pekan ini. Alcoa <AA.N> akan mulai melaporkan laba bersih perusahaan pada hari Selasa. Adapun sejumlah perusahaan yang  juga akan merilis earnings pekan ini diantaranya JPMorgan <JPM.N>, Wells Fargo <WFC.N> dan Google <GOOG.O>. 

• Meskipun hasil rilis data non‐farm payrolls untuk periode Maret dirilis lebih rendah dari perkiraan yaitu hanya mencatat 120.000, lebih rendah  dari perkiraan 203.000, namun terdapat revisi naik untuk data periode Februari menjadi 240.000 dari laporan awalnya 227.000. Sedangkan untuk  tingkat pengangguran juga mengalami penurunan menjadi 8,2%, level terendah 3 tahun. 

• Jika  laporan  earnings  menunjukkan  peningkatan  laba  perusahaan  yang  menggembirakan,  maka  berpotensi  meningkatkan  kembali  optimisme  pasar terhadap prospek ekonomi AS, karena pasar tampak semakin yakin The Federal Reserve dapat menuju pengetatan moneter sebelum Bank  Sentral Eropa. 

• Kenaikan harga energi akan meningkatkan tekanan inflasi di bulan Maret. Producer Price Index (PPI), yang akan dirilis hari Kamis, diprediksi naik  0.3% setelah mencatat kenaikan 0.4% di bulan sebelumnya, namun untuk PPI inti, diluar harga energi dan makanan, diprediksi hanya naik 0.2%.  Sedangkan data Consumer Price Index (CPI) yang akan dirilis hari Jumat diprediksi naik 0.3% dengan CPI inti naik 0.2%. 

• The Fed belakangan ini terlihat tidak merisaukan kondisi inflasi, dimana dalam minutes yang dirilis pekan lalu menyebutkan bahwa naiknya inflasi  akibat dampak dari kenaikan energi hanya bersifat sementara. 

• Fed's  Beige  Book,  sebuah  survey  tentang  kondisi  ekonomi  AS  yang  akan  dirilis  hari  Rabu,  akan  memberikan  gambaran  apakah  pebisnis  dan  konsumen akan memangkas kembali belanja mereka untuk mengurangi biaya yang banyak keluar akibat naiknya harga energi. 

Friday, April 6, 2012

Headline News 06.04.12


U.S. & GLOBAL 
• Bursa saham AS dengan indeks kebanyakan melemah Kamis lalu, tetapi indeks S&P 500 ditutup pada mingguan terburuknya tahun ini karena bertumbuhnya tekanan dari pasar obligasi Eropa yang menghidupkan kembali permasalahan mengenai stabilitas keuangan regional.   


• Permasalahan mengenai zona euro, khususnya Spanyol, membayangi apa yang diekspektasi dari membaiknya laporan jobs AS hari Jumat ini.    


• Indeks Dow dan S&P 500 anjlok, merosot dalam rangkaian tiga harinya. Tetapi indeks Nasdaq menguat tipis, didorong oleh saham peritel Bed Bath & Beyond <BBBY.O>. Sahamnya naik mendekati 10 persen ke level harian tertingginya setelah perusahaan menghasilkan laporan kuartalan
yang melebihi ekpektasi.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 14.61 poin, atau 0.11 persen, ke level 13,060.14 pada penutupannya. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 0.88 poin, atau 0.06 persen, ke level 1,398.08. Tetapi indeks Nasdaq Composite <.IXIC> meningkat 12.41 poin, atau 0.40
persen, ke level 3,080.50.       


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> terakhir merosot 0.2 persen.  


• Kekhawatiran mengenai tingginya utang Spanyol menekan euro Kamis lalu ke level terendah mingguannya terhadap dollar dan yen dan mendorong Swiss National Bank untuk mengambil tindakan mengekang penguatan the franc terhadap mata uang tunggal euro.   


• Terhadap dollar, euro <EUR=> terakhir anjlok 0.6 persen ke level $1.3064, yang telah mencapai level terendahnya tiga minggu $1.3033. Juga mencapai level terendah empat minggunya terhadap yen <EURJPY=> ke level 106.86 yen sebelum recover untuk diperdagangkan pada level
107.58 yen, masih turun 0.7 persen.    


• Harga emas naik Kamis lalu, karena investor menutup posisi jualnya setelah penurunan tajam dua harinya, dan crude oil rally juga menekan logam mulia yang anjlok pada awal minggu ini dari kekecewaan mengenai monetary easing AS. Spot emas <XAU=> naik 0.6 persen ke level
$1,628.31 per ons pada pukul 2:36 p.m. EDT (1836 GMT).    


• Harga minyak mentah naik Kamis lalu setelah rangkaian dua hari pelemahannya, karena turunnya jobless claims AS yang mendekati level terendah empat tahunnya dan kekhawatiran mengenai Iran‐yang berhubungan dengan gangguan pasokan yang mendorong rebound dari level
terendah hariannya. Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Mei <LCOc1> di settled ke level $123.43 per barrel, naik $1.09, menguat kembali dari harian terendahnya ke level $121.82. Dalam mingguannya, kontrak tersebut naik 55 sen, setelah rangkaian pelemahan tiga minggunya. U.S. May crude <CLc1> di settled ke level $103.31 per barrel, menguat $1.84, setelah naik ke level tertinggi hariannya $103.40. Dalam mingguannya, kontrak naik 29 sen, ditutup dalam rangkaian penurunan tiga minggunya.


U.K. 
• Factory output Inggris tertekan kedalam penurunan terbesar bulanannya yang hampir setahun pada Februari, menekan optimisme survei sektor jasa dan membuat keraguan pada tingkat kesehatan dari perbaikan perekonomian negara tersebut.  


• Perekonomin Inggris anjlok pada akhir 2011, memastikan Bank of England mendorong quantitative easing pada pembelian obligasi/gilt bulan Februari, keputusan yang telah diatur ketika disimpulkan dari policy meeting April Kamis lalu.  


• Berita ekonomi sejak awal tahun telah membaik, dan purchasing managers' indices (PMIs) mencatatkan pertumbuhan kuartal pertamanya hingga 0.5 persen.      


• Bank of England menahan diri dari rapuhnya recovery (ekonomi) Inggris yang mendorong pemulihan Kamis lalu, karena perekonomian terlihat menghindari kejatuhannya kembali ke dalam resesi meskipun guncangan yang menekan pada manufacturing output dalam bulan pertama 2012.   


• The National Institute of Economic and Social Research (NIESR), satu dari economic think‐tanks terkemuka Inggris, memperkirakan bahwa perekonomian berada pada batas terkecil tidak terjadinya resesi, yang bertumbuh hanya 0.1 persen pada kuartal pertama.

Thursday, April 5, 2012

Headline News 05.04.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia melemah dan harga  emas anjlok  2 persen Selasa lalu karena minutes dari  meeting bank sentral AS menunjukkan  pembuat kebijakan kemungkinan tidak bersedia untuk meluncurkan paket stimulus ekonomi berikutnya.   

• Dollar naik 1 persen terhadap yen, sementara itu safe‐haven bonds anjlok.   

• Pembuat  kebijakan  the  Fed,  dalam  meeting  minutes  bulan  Maret,  mencatatkan  tanda‐tanda  terkini  dari  tipisnya  penguatan  pertumbuhan (ekonomi) tetapi masih menyisakan kehati‐hatian dari peningkatan aktivitas ekonomi AS. Minutes memperkirakan hasrat  untuk stimulus (ekonomi) via quantitative easing yang disebut QE3 telah berkurang. 

• Indeks  MSCI  world  equity  <.MIWD00000PUS>  anjlok  0.4  persen,  sementara  itu  benchmark  S&P  500  mengalami  kinerja  harian  terburuknya dalam mingguan.   

• Didukung kebijakan bank sentral, berkenaan dengan membaiknya data perekonomian membantu indeks S&P 500 naik 30 persen sejak  Oktober.  Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  merosot  64.94  poin,  atau  0.49  persen,  untuk  ditutup  dilevel  13,199.55.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  anjlok 5.66  poin,  atau  0.40  persen,  ke  level  1,413.38,  yang anjlok  dari  level  tertinggi  empat  tahunnya.  Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 6.13 poin, atau 0.20 persen, ke level 3,113.57.   

• Spot emas <XAU=> merosot 2.1 persen ke level $1,642.06 per ons. Emas saat ini anjlok dibawah level akhir Januari lalu, ketika the Fed  mengatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol hingga sekurang‐kurangnya akhir 2014 dan investor mempercayai  itu menjadi lebih menenangkan.   

• Stimulus  the  Fed  akan  sama  saja  dengan  mencetak  uang  (dengan  the  Fed  melakukan  pembelian  lebih  banyak  lagi  obligasi),  dan  berkurangnya ekspektasi dari QE3 yang mendorong kenaikan dollar terhadap yen.   

• Dollar terakhir diperdagangkan pada level 82.94, yang naik 1.1 persen, terhadap yen, recover dari level terendahnya 81.54 yen.    

• Dalam pasar obligasi AS, benchmark untuk obligasi yang bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> terakhir anjlok 29/32 dalam harganya dengan  yield 2.28 persen, yang naik dari sekitar 2.18 persen sebelum rilis minutes.     

• Dalam pasar minyak mentah, Brent dan U.S. crude futures juga anjlok dari berita the Fed, dengan Brent May crude <LCOK2> turun 57 sen,  atau 0.45 persen, untuk di settle ke level $124.86 per barrel. U.S. crude <CLc1> merosot $1.00 ke level $104.04 per barrel. 

GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi 2% dan mencatat koreksi harian terbesarnya dalam sebulan terakhir, setelah The Fed merilis minutes dari sidang bulan  Maret, yang mengindikasikan dewan kebijakan tidak terburu‐buru untuk melanjutkan program stimulus moneter. 

• Logam  mulia  telah  melemah  sebelum  The  Fed  merilis  minutes  dari  sidang  terakhirnya,  dimana  minutes  menerangkan  bahwa  bank  sentral AS belum siap untuk menggulirkan putaran ketiga program pembelian obligasi pemerintah atau quantitative easing (QE) yang  saat ini disebut dengan QE3. 

• Emas saat ini telah terkoreksi di bawah level‐levelnya akhir Januari ketika The Fed mengumumkan akan mempertahankan suku bunga di  sekitar 0% hingga paling tidak 2014 dan investor meyakini akan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar. 

• Harga emas turun 2% ke sekitar $1,643.60 per ounce setelah menguat 2% dalam 2 sesi terakhirnya. 

• Investor  juga  terlihat  kurang  berminat  untuk  mengoleksi  emas  setelah  data  order  barang  tahan  lama  AS  dan  penjualan  otomotif  menunjukkan peningkatan. 

• Dalam  minutes  dari  sidang  The  Fed  bulan  Maret  disebutkan  bahwa  dewan  kebijakan  mencatat  adanya  indikasi  peningkatan  pertumbuhan ekonomi meskipun masih belum yakin terhadap peningkatan aktifitas ekonomi secara umum di AS, mengingat tingkat  pengangguran masih relatif tinggi. 

• Harga  emas  telah  terkoreksi  sekitar  8%  sejak  ekspektasi  atas  kelanjutan  program  pembelian  aset  oleh  The  Fed  telah  mendorong  penguatan emas ke level $1,790 di akhir Februari, level tertingginya sejak November. 

• Permintaan emas dari India, sebagai negara konsumen emas terbesar di dunia, juga masih lemah dipicu pemogokan berkepanjangan  oleh para produsen perhiasan untuk memprotes pajak cukai yang terus berlanjut di minggu ketiga. Kondisi ini turut memberi tekanan  pada emas. 

Wednesday, April 4, 2012

Headline News 04.04.12


US & GLOBAL
• Bursa saham dunia melemah dan harga  emas anjlok  2 persen Selasa lalu karena minutes dari  meeting bank sentral AS menunjukkan  pembuat kebijakan kemungkinan tidak bersedia untuk meluncurkan paket stimulus ekonomi berikutnya.   


• Dollar naik 1 persen terhadap yen, sementara itu safe‐haven bonds anjlok.   


• Pembuat  kebijakan  the  Fed,  dalam  meeting  minutes  bulan  Maret,  mencatatkan  tanda‐tanda  terkini  dari  tipisnya  penguatan  pertumbuhan (ekonomi) tetapi masih menyisakan kehati‐hatian dari peningkatan aktivitas ekonomi AS. Minutes memperkirakan hasrat  untuk stimulus (ekonomi) via quantitative easing yang disebut QE3 telah berkurang. 


• Indeks  MSCI  world  equity  <.MIWD00000PUS>  anjlok  0.4  persen,  sementara  itu  benchmark  S&P  500  mengalami  kinerja  harian  terburuknya dalam mingguan.   


• Didukung kebijakan bank sentral, berkenaan dengan membaiknya data perekonomian membantu indeks S&P 500 naik 30 persen sejak  Oktober.  Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  merosot  64.94  poin,  atau  0.49  persen,  untuk  ditutup  dilevel  13,199.55.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  anjlok 5.66  poin,  atau  0.40  persen,  ke  level  1,413.38,  yang anjlok  dari  level  tertinggi  empat  tahunnya.  Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 6.13 poin, atau 0.20 persen, ke level 3,113.57.   


• Spot emas <XAU=> merosot 2.1 persen ke level $1,642.06 per ons. Emas saat ini anjlok dibawah level akhir Januari lalu, ketika the Fed  mengatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol hingga sekurang‐kurangnya akhir 2014 dan investor mempercayai  itu menjadi lebih menenangkan.   


• Stimulus  the  Fed  akan  sama  saja  dengan  mencetak  uang  (dengan  the  Fed  melakukan  pembelian  lebih  banyak  lagi  obligasi),  dan  berkurangnya ekspektasi dari QE3 yang mendorong kenaikan dollar terhadap yen.   


• Dollar terakhir diperdagangkan pada level 82.94, yang naik 1.1 persen, terhadap yen, recover dari level terendahnya 81.54 yen.    


• Dalam pasar obligasi AS, benchmark untuk obligasi yang bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> terakhir anjlok 29/32 dalam harganya dengan  yield 2.28 persen, yang naik dari sekitar 2.18 persen sebelum rilis minutes.     


• Dalam pasar minyak mentah, Brent dan U.S. crude futures juga anjlok dari berita the Fed, dengan Brent May crude <LCOK2> turun 57 sen,  atau 0.45 persen, untuk di settle ke level $124.86 per barrel. U.S. crude <CLc1> merosot $1.00 ke level $104.04 per barrel. 

GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi 2% dan mencatat koreksi harian terbesarnya dalam sebulan terakhir, setelah The Fed merilis minutes dari sidang bulan  Maret, yang mengindikasikan dewan kebijakan tidak terburu‐buru untuk melanjutkan program stimulus moneter. 


• Logam  mulia  telah  melemah  sebelum  The  Fed  merilis  minutes  dari  sidang  terakhirnya,  dimana  minutes  menerangkan  bahwa  bank  sentral AS belum siap untuk menggulirkan putaran ketiga program pembelian obligasi pemerintah atau quantitative easing (QE) yang  saat ini disebut dengan QE3. 


• Emas saat ini telah terkoreksi di bawah level‐levelnya akhir Januari ketika The Fed mengumumkan akan mempertahankan suku bunga di  sekitar 0% hingga paling tidak 2014 dan investor meyakini akan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar. 


• Harga emas turun 2% ke sekitar $1,643.60 per ounce setelah menguat 2% dalam 2 sesi terakhirnya. 


• Investor  juga  terlihat  kurang  berminat  untuk  mengoleksi  emas  setelah  data  order  barang  tahan  lama  AS  dan  penjualan  otomotif  menunjukkan peningkatan. 


• Dalam  minutes  dari  sidang  The  Fed  bulan  Maret  disebutkan  bahwa  dewan  kebijakan  mencatat  adanya  indikasi  peningkatan  pertumbuhan ekonomi meskipun masih belum yakin terhadap peningkatan aktifitas ekonomi secara umum di AS, mengingat tingkat  pengangguran masih relatif tinggi. 


• Harga  emas  telah  terkoreksi  sekitar  8%  sejak  ekspektasi  atas  kelanjutan  program  pembelian  aset  oleh  The  Fed  telah  mendorong  penguatan emas ke level $1,790 di akhir Februari, level tertingginya sejak November. 


• Permintaan emas dari India, sebagai negara konsumen emas terbesar di dunia, juga masih lemah dipicu pemogokan berkepanjangan  oleh para produsen perhiasan untuk memprotes pajak cukai yang terus berlanjut di minggu ketiga. Kondisi ini turut memberi tekanan  pada emas. 

Tuesday, April 3, 2012

Headline News 03.04.12


US & GLOBAL
• Pasar saham global mengalami rally, dengan saham‐saham AS mendorong kenaikan ke level tertinggi dalam empat tahunnya, dan harga  crude oil mengalami rebound Senin lalu setelah membaik dari ekspektasinya data manufaktur AS yang mendorong sentimen investor   

• Saham‐saham berbasis energi dan material memimpin rally yang mendorong indeks S&P 500 menuju level tertinggi intraday yang terlihat  terakhir Mei 2008, sementara itu indeks Dow menyentuh level tertingginya sejak Desember 2007.   

• Sentimen telah sedikit memburuk dari pelemahan data factory Eropa. Bursa Wall Street dibuka sedikit melemah tetapi tiga indeks saham  utama  AS  menguat  setelah  Institute  for  Supply  Management  melaporkan  pertumbuhan  pada  sektor  manufaktur  AS  yang  naik  pada  Maret. 

• Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  bertambah  52.45  poin,  atau  0.40  persen,  ke  level  13,264.49  pada  penutupannya.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  meningkat  10.57 poin,  atau  0.75  persen,  ke level  1,419.04.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  menguat  28.13 poin, atau 0.91 persen, ke level 3,119.70.   

• Indeks FTSEurofirst 300  <.FTEU3> dari saham‐saham utama regional menguat 1.5 persen ke level 1,085.04.   

• Indeks MSCI all‐country world equity <.MIWD00000PUS> bertambah hampir 1 persen.   

• Obligasi bertenor 10‐tahun Treasury note AS <US10YT=RR> meningkat 5/32 pada harga dengan yield 2.20 persen.   

• Euro  dibuka  ke  level  terendah  dalam  kuartal  kedua  2012  terhadap  dollar  dan  yen  karena  pelemahan  data  manufaktur  Eropa  yang  menyoroti pertumbuhan antara outlook ekonomi AS dan zona euro. Euro <EUR=> merosot 0.2 persen terhadap dollar ke level $1.3326,  setelah tertekan ke level terendahnya $1.3281. Euro <EURJPY=> anjlok 1.4 persen ke level 109.28 yen.   

• Harga emas meningkat secara moderat. Spot emas <XAU=> bertambah 0.6 persen ke level $1,677.46 per ons, sementara itu U.S. gold  futures <GCv1> untuk pengiriman bulan Juni naik $7.20 per ons ke level $1,679.10.

  • Harga  minyak  mentah  menghapus  penurunan  awalnya  untuk  berbalik menguat  dari  laporan  ISM  AS. Minyak mentah  diperdagangkan  melemah  pada  awalnya  dalam  harian  karena  aktivitas  factory  Eropa  mengalami  kontraksi  yang  menekan  membaiknya  outlook  manufaktur dari Cina, Korsel dan Taiwan, tiga pemimpin eksportir di Asia.   Brent crude untuk pengiriman Mei <LCOc1> di settled naik $2.55 ke level $125.43 per barrel. U.S. May crude <CLc1> meningkat $2.11  untuk di settle ke level $105.04 per barrel.


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  naik  secara  wajar  pada  hari  Senin,  dimana  awalnya  mengalami  kenaikan  akibat  faktor  teknikal  (technical  buying)  dan  kemudian menembus level tertinggi 3 hari setelah kenaikan emas mengikuti naiknya harga minyak dan ekuitas setelah data menunjukkan  adanya peningkatan sektor manufaktur di AS dan Cina. 

• Emas  juga  mendapat  dukungan  setelah  euro  berhasil  memangkas  kerugiannya  atas  dolar,  dimana  mata  uang  tunggal  Eropa  sempat  terkoreksi ke level terendah 1 bulan atas dolar akibat buruknya data ekonomi Eropa. 

• Harga emas spot naik 0.6% di $1,677.46 per ounce, sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik $7.20 per ounce di  $1,679.10.   

• Harga  minyak  naik  untuk  kedua  kalinya  pada  hari  Senin,  mencatat  naik  2  persen  dipicu  penundaan  pemuatan  untuk  kargo  minyak  mentah Laut Utara dimana telah menambah kekhawatiran tentang gangguan pasokan global dan rilis positif data manufaktur AS telah  mengimbangi angka ekonomi yang mengecewakan dari Eropa. 

• Sementara data manufaktur di AS dan Cina mengalami ekspansi di bulan Maret, sedangkan di zona euro mengalami kontraksi untuk ke‐8  kalinya secara berturut‐turut. 

• Harga emas naik 6.6% di kuartal pertama, setelah komentar The Fed memastikan bahwa suku bunga masih akan dipertahankan di level  rendah untuk periode yang lebih panjang. 

• Tanda‐tanda perbaikan dalam perekonomian AS telah memberi gambaran suram untuk emas, menyusul memulihnya kondisi ekonomi AS  berpotensi mengurangi kemungkinan bahwa The Fed akan memulai program stimulus dengan membeli obligasi pemerintah lebih lanjut,  atau pelonggaran kuantitatif. 

Monday, April 2, 2012

Headline News 02.04.12


US & GLOBAL 
• Bursa ekuitas global menguat pada sesi Jumat akhir pekan lalu terdorong rilis data ekonomi Amerika diantaranya consumer sentiment yang membaik, meningkatkan harapan akan pemulihan ekonomi Amerika. Data consumer confidence Amerika meningkat ke level tertinggi sejak 1‐tahun terakhir pada
periode maret, sementara consumer spending untuk periode Februari mengalami peningkatan terpesatnya sejak 7‐bulan terakhir.  


• Namun pada saat yang sama, data tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset safe‐haven seperti obligasi pemerintah, sementara instrumen ekuitas dan mata uang bergerak dalam kisaran terbatas karena gagal mendapatkan dukungan lebih kuat untuk menembus level teknis khusus.  


• Pemerintah Spanyol menyatakan akan melakukan pemangkasan anggaran yang dapat menghemat dana senilai 27 miliar euro pada 2012, sementara menteri‐menteri keuangan Uni‐Eropa menyetujui peningkatan dana yang digunakan untuk penyelamatan krisis hutang kawasan.  


• Berita tersebut menyokong performa bursa saham eropa, dimana indekx The FTSEurofirst 300 ditutup menguat 0,9% ke 1069.03, mencatat penguatan 6,8% dalam kuartal pertama 2012 yang merupakan performa kuartalan terbaik sejak 6‐tahun terakhir. Sementara itu indeks bursa saham global yang terangkum dalam MSCI ditutpu menguat 0,6%, mencatat penguatan 11% pada kuartal pertama 2012, menjadi performa kuartalan terbaik sejak 2010 lalu.  


• Sementara itu indeks Dow Jones menguat 66.22 atau 0,55% ke 13212.04, sedangkan S&P500 ditutup menguat 5.19 poin atau 0,37% ke 1408.47 dan Nasdaq melemah 3.79 poin atau 0,12% ke 3091.57.  


• Euro menguat terhadap dolar AS dan yen menyusul berita pemangaksan anggaran Spanyol yang meningkatkan ekspektasi bahwa pemerintah negara tersebut akan dapat memenuhi penghematan yang diperlukan guna menghindari dari krisis lebih lanjut. Euro membukukan performa kuartalan terbaik
sejak 1‐tahun terakhir, mendapat sokongan dari program pinjaman murah ECB yang digelontorkan sejak akhir tahun lalu.  


• Emas tercatat mengalami penguatan sebesar 6,6% pada kuartal pertama 2012, mengungguli performa indeks dollar AS yang hanya naik sebesar 1,7% pada kuartal yang berakhir akhir Maret lalu tersebut. Sementara itu logam mulia lainnya, seperti platinum menguat 17% dan perak tercatat menguat 16% pada kuartal pertama 2012.  


• Harga minyak mencatat performa kuartalan terbaik sejak 2011 silam, menyusul ancaman dari berkurangnya pasokan minyak dunia sehubungan sanksi barat terhadap Iran. Turut menopang kinerja minyak pada sesi akhir pekan lalu adalah pernyataan pemerintah Obama yang meyakinkan public bahwa pasokan minyak dunia masih mencukupi permintaan meskipun sanksi terhadap Iran diberlakukan. 


EURO ZONE 
• Para menteri keuangan zona euro menyetujui untuk menaikkan firewall keuangan mereka untuk mencegah kambuhnya kembali krisis utang Eropa, tetapi masih belum jelas jika pasar dan mitra G20 Eropa akan memberikan dukungan yang cukup.   


• Dengan 17 negara zona tersebut menyetujui untuk mengkombinasikan dua dana penyelamatan yang memberi 500 milyar euro dari ketersediaan pendanaan terbaru dalam kasus darurat hingga pertengahan tahun 2013, dari besaran 200 milyar euro yang siap untuk mem‐bailout Yunani, Irlandia dan
Portugal.   


• Penjualan ritel Jerman melemah tidak seperti yang di ekspektasi pada Februari, turun 1.1 persen pada basis bulanan, data sebelumnya menunjukkan Jumat lalu, menekan harapan bahwa konsumsi swasta akan mendukung perekonomian terbesar di Eropa dalam kuartal pertama.   


• Spanyol mengumumkan pemangkasan yang mendalam pada bujet pemerintah pusat Jumat lalu karena perjuangan untuk meyakinkan mitra Eropa dan pasar obligasi yang dapat mengekang defisit anggarannya.   


• Perancis memangkas target defisit bujet tahun 2012 Jumat lalu dan gambaran yang menunjukkan konsumen menjaga perekonomian bergerak, mendorong Presiden Nicolas Sarkozy untuk mengklaim kebijakannya berjalan untuk negara.   


• Pemerintah mengatakan akan menyimpan sebesar 27 milyar euro ($36 milyar) untuk sisa tahun 2012 dari bujet pemerintah   pusat, sama dengan sekitar 2.5 persen pada gross domestic product. Gambaran termasuk kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan sekitar 15 milyar euro yan diumumkan
pada akhir Desember.  

Thursday, March 29, 2012

Headline News 29.03.12


US & GLOBAL 
• Harga minyak jatuh pada hari Rabu menyusul AS dan Eropa mulai merilis cadangan minyak strategisnya, sementara saham‐saham komoditas telah menekan ekuitas global.


• Bursa AS ditutup melemah, meskipun jauh di atas level intraday low, dipicu buruknya data ekonomi yang dirilis di bawah ekspektasi.


• Perancis, AS dan Inggris sedang terlibat pembicaraan mengenai kemungkinan merilis cadangan minyak strategis mereka untuk membantu menurunkan harga minyak saat ini, demikian pernyataan sejumlah menteri Perancis, hanya beberapa pekan menjelang pemilu presiden di negara tersebut. Tekanan lainnya juga datang dari AS, setelah cadangan minyak mentah negara tersebut mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juli 2010 berdasarkan data dari U.S. Energy Information Administration. Brent crude <LCOc1>, naik lebih dari 15% di kuartal saat ini, dan ditutup melemah 1.1% di $124.16 per barel pada perdagangan kemarin, sementara U.S. crude futures <CLc1> berakhir melemah 1.8% di $105.41. Harga minyak mentah AS tercatat naik sekitar 6% dalam tahun ini.


• Indeks S&P 500 merosot dari level tertinggi 4 tahun yang sempat tercatat sebelumnya di pekan ini namun berhasil bertahan di sekitar level 1400. Adapun nilai ekuitas AS dan Eropa masih berpotensi mencatat kuartal pertama terbaik mereka dalam 14 tahun terakhir. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 71.52 poin atau 0.54% ke level 13,126.21. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 6.98 poin atau 0.49% di 1,405.54. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 15.39 poin atau 0.49% di 3,104.96.    


• MSCI's main global stock index <.MIWD00000PUS> turun 0.7%, terkoreksi dari level tertinggi 8 bulan yang dicapai Selasa kemarin. Sedangkan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index ditutup turun 1%.


• Yen menguat 0.4% terhaap dolar, terangkat oleh aksi beli para eksportir Jepang menjelang berakhirnya tahun fiskal mereka. Namun penguatan yen ini nampaknya hanya sementara menyusul Bank of Japan bertekad untuk menjaga kebijakan moneter ultra longgar.


• Treasury AS bergerak relatif flat, dengan Treasury tenor 10 tahun turun 5/32 dengan yield 2.205%.


• Sementara itu, data semalam menunjukkan order untuk barang tahan lama AS (durable goods orders) mencatat kenaikan lebih rendah dari perkiraan di bulan Februari dan indikator untuk investasi bisnis juga dirilis di bawah ekspektasi, mengisyaratkan lemahnya dukungan sektor manufaktur untuk mempercepat pemulihan ekonomi AS. 


EURO ZONE 
• European Central Bank dan Bank of England kemungkinan telah mencapai akhir dari kampanye perdana mereka untuk sistem perbankan dengan ratusan milyar euro dan pound, sebuah polling Reuters menunjukkannya Rabu lalu.   


• Pelonggaran kebijakan moneter kedepannya oleh dua bank sentral kelihatan sesuatu yang tidak mungkin setelah beberapa tahun berada dalam krisis. Kebanyakan ekonom mengatakan mereka akan memahami bagaimana biaya ekonomi mereka selama beberapa tahun ke depan sebelum bertindak lagi.  


• 100 ekonom atau lebih polling Reuters sejak Senin yang tanpa nama dipercaya bahwa bank sentral tidak akan mengubah kebijakan suku bunganya minggu depan, dan bahwa tidak akan ada pengumuman besar pada berbagai langkah kebijakan lainnya.   


• Inflasi Jerman melemah pada Maret, bertahannya pengaruh dari kenaikan harga bahan bakar saat berkembang kritik terhadap kebijakan ultra longgar (moneter) European Central Bank dalam ekonomi terbesar di Eropa tersebut.   


• Pemerintahan Belanda mengatakan Rabu lalu negosiasi berkenaan dengan pemangkasan bujet kedepannya telah mencapai suatu "difficult phase" (fase yang sulit), berpotensi mengancam gabungan koalisi minoritas dengan mitra utama dan membahayakan usaha pertemuan aturan anggaran Uni Eropa.  

Wednesday, March 28, 2012

Headline News 28.03.12


US & GLOBAL 
• Bursa saham dunia bergerak tipis pasca mencatat level tertinggi 8 bulan pada hari Selasa, sementara dolar menguat dari kerugian sesi sebelumnya, sehari setelah The Fed memberikan sinyal akan melanjutkan kebijakan moneter longgar.


• Bursa saham AS ditutup mendekati level intraday low setelah mencatat rally lebih dari 1% yang telah mengangkat S&P 500 ke level tertinggi 4 tahun pada hari Senin.


• Dolar menguat terhadap euro dan juga yen setelah komentar yang dovish dari Kepala The Fed Ben Bernanke menjungkalkan dolar ke level terendah multi mingguan di sesi sebelumnya.



• Dalam pernyataannya di hari Senin sebelumnya, Bernanke mengatakan kebijakan moneter yang akomodatif akan terus dijalankan untuk mendukung permintaan dan menurunkan angka pengangguran jangka panjang. Sedangkan dalam wawancaranya dengan ABC news kemarin, ketika ditanya soal kemungkinan kelanjutan putaran lain pelonggaran moneter, Bernanke mengatakan belum mau mengambil pilihan apapun dan perlu mempersiapkan diri untuk merespon ekonomi AS yang tengah berkembang.


• S&P 500 nampaknya bakal mencapai kuartal tebaiknya sejak 2009 dan mencatat penguatan 4 bulan secara berturut‐turut. MSCI's main global stock index <.MIWD00000PUS> naik kurang dari 0.1% setelah menembus level tertinggi sejak 1 Agustus.


• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 43.90 poin atau 0.33% di 13,197.73. Sedangkan S&P 500 Index <.INX> kehilangan 3.99 poin atau 0.28% ke posisi 1,412.52. Sementara Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup turun 2.22 poin atau 0.07% ke level 3,120.35.   


• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.5% menyusul perusahaan Perancis, Total <TOTF.PA>, jatuh 6% setelah mengatakan terjadi kebocoran gas besar dalam kilang Laut Utara yang biasanya membutuhkan waktu enam bulan untuk menghentikannya.


• Data AS semalam menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun di bulan Maret namun hampir sesuai dengan ekspektasi pasar, sementara ekspektasi inflasi menunjukkan kenaikan ke level tertinggi dalam 10 bulan.


• Harga Treasury AS naik dengan yield Treasury tenor 10 tahun kembali berada di bawah level MA200 dan berada pada level terendahnya dalam 2 pekan terakhir. Treasury tenor 10 tahun naik 20/32 dengan yield sebesar 2.1818%.


• Harga minyak mentah AS bergerak zigzag dan hampir mencapai titik impas, dengan U.S. crude <CLc1> naik 0.28% ke level $107.33 per barel dan minyak Brent <LCOc1> turun 0.09% di $125.54.    Sementara harga emas tidak banyak berubah dan berada di sekitar level tertinggi 2 pekan.


EURO ZONE 
• Zona euro seharusnya meningkatkan ukuran dari perlindungan firewalls, Presiden dari Eurogroup mengatakan Selasa lalu.   


• "There is no doubt we have to increase the firewalls," Jean‐Claude Juncker mengatakan pada seminar European Parliament, yang mengomentari kemungkinan dari penguatan daya juang dari dana bailout European Stability Mechanism dan European Financial Stability Facility.   


• Para menteri keuangan zona euro butuh untuk mengesankan pasar uang dengan ukuran dari dana penyelamatan untuk negara‐negara yang berhutang ketika mereka bertemu pada pekan ini, kepala dari OECD mengatakan Selasa lalu, yang mendukung "the mother of all firewalls".   


• Consumer morale Jerman tidak seperti ekspektasi melemah menuju bulan April, sebuah survei menunjukkannya, membalikkan tren kenaikan dalam enam bulannya tetapi masih tetap dekat dengan level tertingginya satu tahun pada bulan lalu.   


• Consumer morale Perancis naik lebih kuat dari pada ekspektasi pada Maret dengan tanda‐tanda pemilih kemungkinan merasa lebih yakin terhadap perkonomian karena mendekati pemilu presiden, meskipun bertahannya permasalahan mengenai tingkat pengangguran dan inflasi.

Tuesday, March 27, 2012

Headline News 27.03.12


US & GLOBAL
• Bursa global rally pada hari Senin sementara dolar terseret mundur setelah Kepala The Fed Ben Bernanke mengatakan untuk mengurangi pengangguran  maka kebijakan moneter longgar sebaiknya tetap dilanjutkan. Indeks S&P 500 ditutup di level tertinggi sejak Mei 2008. 
• Dalam  pernyataannya  di  sebuah  National  Association  for  Business  Economics,  kebijakan  moneter  yang  akomodatif  akan  mendorong  permintaan  dan  menurunkan angka pengangguran. Komentarnya tersebut telah memicu pandangan bahwa kebijakan moneter longgar akan terus diterapkan sementara  ini dan  menambah spekulasi untuk dilanjutkannya  program pembelian  aset oleh  The Fed.  Putaran quantitative  easing sebelumnya telah melemahkan  dolar dan mendongkrak bursa AS dan global. 
• Naiknya  ekuitas  AS  telah  mendorong  naiknya  S&P  500  lebih  dari  12%  sepanjang  tahun  ini  dan  ditaksir  bakal  mencatat  quartal  
terbaiknya  sejak  2009. Kenaikannya tersebut banyak dipengaruhi oleh membaiknya rilis data ekonomi AS menyusul fokus investor beralih dari masalah krisis utang di Eropa. 
• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 160.90 poin atau 1.23% dan berakhir di 13,241.63. Sementara Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 19.40  poin  atau  1.39%  di  1,416.51.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  naik  54.65  poin  atau  1.78%  di  3,122.57.      S&P  500  berkesempatan  untuk  mencatat kenaikan bulanan keempatnya secara berturut‐turut. 
• Ekuitas  global  yang  terangkum  kedalam  MSCI  <.MIWD00000PUS>  naik  1%,  lompatan  terbesarnya  pada  indeks  dalam  2  pekan  terakhir.  Sedangkan  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir naik 0.89% dan indeks Nikkei berdenominasi dolar, Nikkei futures <NKc1>, bertambah 1.1%. 
• Jerman juga nampaknya akan menyetujui untuk menggabungkan dana talangan sementara dan permanen Eropa, yakni Dana Stabilitas Finansial Eropa  (EFSF) dengan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM). Total dana yang tercipta mencapai 1 triliun Dolar yang ditujukan untuk memperkuat fasilitas keuangan  Eropa dalam mengatasi beban krisis utang, sebuah langkah yang membantu mendorong minat investor pada aset‐aset yang berorientasi pertumbuhan. 
• Harga  obligasi  pemerintah  AS  mengakhiri  rally  selama  4  hari  terakhir  seiring  meredanya  kekhawatiran  pada  kondisi  ekonomi  Eropa  sehingga  memicu  berkurangnya minat pada Treasury AS. Untuk Treasury bertenor 10 tahun turun 5/32 dengan yield 2.2515%. 
• Euro menembus level tertinggi terhadap dolar selama lebih dari 3 pekan. Sedangkan dolar terkoreksi ke level terendah lebih dari 3 pekan terhadap Swiss  franc. Euro menguat ke level intraday high di $1.3367, level tertingginya sejak 29 Februari. Sedangkan terhadap Swiss franc, dolar terkoreksi ke level low  0.9018, level terendahnya sejak 1 Maret. 

• Harga emas berjangka naik 1.8% dipicu melemahnya dolar akibat komentar Bernanke dan pernyataan dovish‐nya memunculkan kembali kekhawatiran  akan meningkatnya tekanan inflasi. 

• Rilis data sentimen bisnis Jerman  yang mencatat kenaikan diluar dugaan juga turut mendorong meningkatnya minat pada aset‐aset beresiko, dimana  menggambarkan ekonomi Jerman akan tumbuh lebih pesat dibandingkan rekan‐rekannya di zona euro lainnya.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat lebih dari 1,5% pada sesi awal pekan ini menyusul lemahnya rilis data ekonomi Amerika serta pernyataan Ketua The Fed Ben Bernanke  yang meningkatkan spekulasi akan dicanangkannya kembali stimulus keuangan Amerika. Ben Bernanke yang dalam pernyataannya mengingatkan bahwa  perekonomian  Amerika  harus  bertumbuh  lebih  pesat  lagi  untuk  dapat  menurunkan  tingkat  pengangguran  Amerika,  kemudian  direspon  pelaku  pasar  sebagai  sinyal  pemberlakuan  program  quantitative  easing  lanjutan,  sebuah  langkah  yang  menekan  kinerja  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  
• Dengan perkembangan ini pelaku pasar menilai The Fed mungkin akan menerapkan quantitative easing lanjutan pada April mendatang. Dengan adanya  program quantitative easing, akan memperbanyak jumlah uang yang beredar di pasar, dan memungkinkan terjadinya peningkatan tekanan inflasi, yang  biasanya direspon pelaku pasar dengan meningkatkan kepemilikan terhadap logam mulia, yang tahan terhadap deflasi maupun inflasi. 
• Pada  sisi  lain,  data  yang  dilansir  Commodity  Futures  trading  Commission  Amerika  pada  akhir  pekan  lalu  memperlihatkan  bahwa  mayoritas  manajer  keuangan memangkas posisi beli terhadap emas baik pada instrument berjangka maupun opsi ke level terendah sejak 2‐bulan terakhir. Sementara itu  volume perdagangan emas di bursa Shanghai Gold Exchange mengalami pelemahan, memberikan gambaran penurunan permintaan dari Cina.  
• Hingga akhir sesi New York, emas tercatat menguat 1,66% ke 1689.37 USD per troy ounce. Sedangkan harga perak tercatat menguat 1,96% ke 32.81 USD per ounce. 

Monday, March 26, 2012

Headline News 26.03.12

US & GLOBAL 
• Euro menguat dan bursa saham dunia rebound pada hari Jumat, terangkat oleh saham‐saham energi dan material dasar, menyusul kekhawatiran tentang pertumbuhan global dikesampingkan oleh investor yang melihat keuntungan lebih lanjut dalam rally tahun ini. Harga komoditas menguat dipicu meredanya tekanan jual yang terjadi sejak Kamis setelah data manufaktur Cina dan zona euro yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Harga tembaga rebound dari level terendah 2 pekan di sesi sebelumnya, tertolong oleh melemahnya dolar, berkurangnya jumlah stok dan prospek meningkatnya tingkat konsumsi di atas level historisnya dari Codelco Chile, sebagai produsen utama dunia. Saham Eropa memangkas kerugiannya dan Wall Street menguat dipicu rebound pada saham energi dan material. Naiknya harga minyak mentah turut mengangkat saham sektor energi.


• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 34.59 poin atau 0.27% di 13,080.73. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 4.33 poin atau 0.31% di 1,397.11. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 4.60 poin atau 0.15% di 3,067.92.


• Sejumlah investor tengah mencari dukungan pekan ini dari aksi "window‐dressing” akhir kuartal, yaitu penyajian laporan keuangan yang lebih baik daripada keadaaan sesungguhnya.


• S&P index of energy shares <.GSPE> naik 1.0% sementara S&P materials index <.GSPM> juga bertambah 1.0%.  Caterpillar Inc. <CAT.N> naik 1.3% ke level $107.83, memberikan dukungan terbesar bagi naiknya indeks Dow.   


• Awalnya, bursa saham jatuh setelah Departemen Perdagangan melaporkan penjualan rumah baru di AS turun 1.6% di bulan Februari ke level tahunan 313.000 unit. Sedangkan data Januari direvisi turun menjadi 318.000 unit dari laporan awalnya 321.000 unit.


• Harga obligasi pemerintah AS naik untuk keempat kalinya secara berturut‐turut, membalik kerugian pekan sebelumnya, menyusul kekhawatiran tentang gambaran ekonomi di Cina dan Eropa diredam oleh perhatian investor pada peningkatan pasar tenaga kerja AS. Obligasi untuk tenor 10 tahun naik 13/32 dengan yield 2.24%.


• MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0.3%, sementara FTSEurofirst 300 <.FTEU3> memangkas kerugiannya untuk ditutup melemah 0.01% di level 1,079.42.   


• Dolar mendapat dukungan dari meningkatnya gambaran ekonomi AS yang kontras dengan kondisi ekonomi zona euro yang sebagian besar anggotanya tengah dilanda krisis keuangan yang parah dan terancam jatuh kedalam resesi. Namun euro berhasil naik 0.5% di $1.3267 dan indeks dolar turun 0.5% di 79.317 setelah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Eropa mereda, meskipun euro masih berpotensi menghadapi tekanan dalam pekan ini menjelang lelang obligasi Spanyol dan Italia.


• Harga minyak Brent ditutup naik $1.99 di $125.13 per barel, ditopang oleh kekhawatiran konflik militer dengan Iran akan menghambat suplai minyak mentah yang dapat memicu melonjaknya harga. Harga minyak mentah AS jenis light sweet crude oil <CLc1> naik $1.52 di $106.87 per barel.


• Harga emas naik lebih dari 1% dan mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam sebulan terakhir, dipicu naiknya harga minyak dan melemahnya dolar.
Harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup naik $19.90 di $1,662.40 per ounce. Sedangkan Reuters/Jefferies CRB Index <.CRB> of leading commodity prices naik 0.7% di 314.47.


• Data inflasi zona euro, indeks Ifo Jerman dan data kepercayaan konsumen di AS dan zona euro akan memperlihatkan perkembangan yang terjadi dan juga sentimen pasar dalam pekan ini. Spanyol ‐ yang tengah menghadapi pemogokan umum ‐ akan mengumumkan anggaran 2012, sementara pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa akhir pekan akan mempertimbangkan seberapa besar upaya untuk membuat dana penyelamatan ESM yang baru. Jika sikap perlawanan Jerman dalam meningkatkan ukuran dana penyelamatan tidak melunak, maka pasar dapat mencium kelemahan dalam memutuskan untuk melindungi debitur zona euro yang lebih besar. 


EURO ZONE 
• Para menteri keuangan zona euro bergerak mendekati persetujuan gabungan dana penyelamatan sekitar 700 milyar euro ($924 milyar) di Copenhagen minggu depan dan sesuatu yang lebih besar mungkin akan menjadi terlalu ambisius, diplomat zona euro mengatakannya Jumat lalu.   


• Pejabat ekonom tertinggi, Olli Rehn mendorong untuk dana yang lebih besar yang mampu mem‐bail out utang negara‐negara zona euro seperti Italia dan Spanyol, seharusnya mereka dipangkas oleh pasar, meskipun bertahannya Jerman, blok yang merupakan juru bayarnya.   


• Jerman‐yang memimpin grup dari pengambil kebijakan ECB yang mendorong untuk mempersiapkan keluar kurang dari sebulan setelah bank menyelesaikan kedua dari dua operasi pendanaan  ‐ atau LTROs – yang bersama‐sama memompa sekitar 1 trilyun euro dari likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan krisis zona euro sekurang‐kurangnya untuk sementara.   


• Menteri perekonomian Spanyol Luis de Guindos mengatakan negaranya benar‐benar berkomitmen utnuk memenuhi target defisitnya dan bahwa setiap perbandingan dengan Yunani adalah "total nonsense."   


• De Guindos juga mengatakan pada reporter di Singapura bawah reformasi pasar tenaga kerja adalah kunci untuk membantu perekonomian dan membuat lapangan kerja tetapi pemerintah Spanyol telah melonggarkan pemangkasan defisit dari pemerintah daerah.