title cover

title cover

Thursday, April 19, 2012

Headline News 19.04.12


US & GLOBAL
Bursa saham anjlok Rabu lalu, dengan bursa Wall Street anjlok dari kenaikan terbesarnya dalam bulanan karena investor berbalik untuk  mengarah pada safe‐haven dari kekhawatiran bahwa Spanyol kemungkinan memicu kembali dari krisis utang zona euro.    

Risk appetite buram karena permasalahan mengenai tingkat kesehatan (ekonomi) Spanyol – negara dengan ekonomi terbesar keempat  di Eropa – yang menaikkan permintaan pada obligasi AS dan obligasi pemerintah zona euro yang paling stabil yaitu Jerman.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> dtutup turun 82.79 poin, atau 0.63 persen, ke level 13,032.75. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> merosot 5.64 poin, atau 0.41 persen, ke level 1,385.14. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 11.37 poin, atau 0.37 persen,  ke  level  3,031.45.  Saham‐saham  teknologi  seperti  IBM  <IBM.N>  dan  Intel  <INTC.O>  menekan  indeks  Dow  <.DJI>  setelah  earning  kuartalan  yang  mengesankan  beberapa  investor,  tidak  seperti  membaiknya  hasil  dari  Goldman  Sachs  <GS.N>,  Coca  Cola  <KO.N>  dan  Johnson & Johnson <JNJ.N>.   

Saham‐saham  Eropa  sedikit  merosot  juga,  dengan  indeks  utama  Eropa  <.FTEU3>  melemah  0.7  persen.  Indeks  world  equities  <.MIWD00000PUS> turun 0.2 persen.   

Obligasi  pemerintah  AS  naik  karena  prospek  dari  lelang  obligasi  Spanyol  yang  membuat  safe‐haven  U.S.  Treasuries  sebagai  pilihan  menarik pada investasi. Obligasi bertenor 10‐tahun U.S. Treasury mencatatkan kenaikan 5/32, dengan yield 1.977 persen. 

Euro anjlok terhadap dollar setelah rebound singkat yang mengisyaratkan beberapa tekanan pada mata uang beresiko. Tetapi kenaikan  terbesar  pada  forex  adalah  kenaikan  sterling  ke  level  tertingginya  dalam  19‐bulan  dari  tanda‐tanda  bahwa  terdapat  kemungkinan  beberapa tekanan untuk monetary easing di Inggris. Euro melemah 0.1 persen terhadap dollar ke level $1.3114. Dengan minggu lalu  secara singkat berada pada level terendahnya dalam dua bulan dibawah level $1.3000.   

Harga emas <XAU=> juga melemah, turun pada rangkaian empat harinya untuk berada dibawah level $1,640 per ons karena investor  melihat lagi penguatan logam mulia sebagai safe‐haven dan menunjukkan sebagai sesuatu yang melemah dari kenaikan dollar.  

Harga minyak mentah turun, dengan London's benchmark Brent crude <LCOc1> ditutup anjlok 81 sen yang berada dilevel $118 per barrel  karena naiknya cadangan crude AS yang mencatatkan pelemahan permintaan untuk bahan bakar kedepannya dari puncak musim panas  yang terjadi di AS.

GOLD & COMMODITIES
Emas terkoreksi dalam 4 sesi terakhir, merupakan koreksi beruntun terpanjangnya tahun ini, dipicu menurunnya permintaan dari Asia  dan melemahnya harga minyak. Logam mulia, yang bergerak mengikuti ekuitas dan aset beresiko, kembali mengalami tekanan setelah  ekuitas AS melemah akibat laporan laba yang mengecewakan di sejumlah perusahaan AS. 

Emas telah terkoreksi lebih dari 2% selama 4 sesi penurunannya yang dipicu kekhawatiran seputar krisis utang Eropa. Harga emas spot  turun 0.6% di $1,639.81 per ounce. Sedangkan untuk kontrak emas berjangka pengiriman Juni turun $11.50 di $1,639.60 per ounce. 

Pasar memprediksi emas akan meraih momentumnya kembali setelah berakhirnya aksi mogok 22 hari di India, sebagai konsumen emas  terbesar dunia. 

Emas naik pada tahun 2011 di saat risk aversion tinggi, sejak itu emas kembali ke perdagangan yang sejalan dengan komoditas lainnya  dan terhadap dolar AS, yang sekarang menjadi pilihan yang aman. Harga minyak jatuh pasca dirilisnya stok minyak AS yang lebih tinggi  dari perkiraan, yang mencatat kenaikan empat minggu terbesar selama lebih dari tiga tahun. 

Pasar saat ini memusatkan perhatian pada sidang The Fed pekan depan, untuk melihat apakah ada indikasi akan digulirkannya putaran  ketiga dari program quantitative easing (QE). Jika The Fed memutuskan untuk menjalankan program tersebut, maka bank sentral harus  mencetak dolar lebih banyak lagi guna merangsang pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dimana hal ini akan memicu penguatan emas.

Wednesday, April 18, 2012

Headline News 18.04.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS mencatatkan kenaikan terbesarnya dalam sebulan dan riskier currencies juga rally Selasa lalu karena didorong  oleh earning korporasi di AS dan membaiknya confidence obligasi Spanyol dan Eropa yang mendorong investor untuk mengambil  lebih banyak resiko.    

Saham‐saham  pada  bursa  Wall  Street  menekan  rangkaian  penurunan  dua  harinya,  bersama‐sama  mendorong  pasar  saham  diseantero dunia, setelah hasil earning yang melampaui perkiraan oleh beberapa perusahaan besar AS.   

Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  meningkat  194.13  poin,  atau  1.50  persen,  ke  level  13,115.54  pada  penutupannya.  Indeks S&P 500 <.SPX> menguat 21.21 poin, atau 1.55 persen, ke level 1,390.78. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  54.42 poin, atau 1.82 persen, ke level 3,042.82.   

Di Eropa indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 2 persen. Indeks MSCI world equity  <.MIWD00000PUS> bertambah 1.4 persen.   

Dollar  AS  dan  yen  goyah  Selasa  lalu,  ditekan  turun  yang  dilatarbelakangi  membaiknya  perekonomian  global  yang  mendorong  investor untuk mencari return yang lebih tinggi dari mata uang beresiko.    

Pada  sore  harinya  di  New  York  euro  <EUR=>  melemah  0.1  persen  ke  level  $1.3131  setelah  pada  awalnya  dikejutkan  dengan  mencapai level tertinggi Senin lalu $1.3172. Level terendah harian menyentuh level $1.3088.      

Obligasi pemerintah AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury mencatatkan penurunan 4/32, dengan yield 1.9964 persen.    

Emas diperdagangkan flat Selasa lalu, menghentikan penurunan dua harinya yang ditimbulkan oleh obligasi zona euro, karena  bursa Wall Street rally  yang mendorong logam mulia menghentikan penurunan pada  awal hariannya. Spot emas <XAU=> naik  hanya 0.1 persen ke level $1,650.75 per ons pada pukul 2:37 p.m. EST (1837 GMT), recovery dari penurunan pada awalnya di level  $1,634.44.   

U.S. crude oil futures mempertahankan kenaikan terbesarnya Selasa lalu meskipun data industri menunjukkan bahwa cadangan  crude domestik melonjak 3.4 juta barrels minggu lalu, terhadap perkiraan dari polling Reuters yang hanya naik 1.4 juta barrels.  Pada pukul 4:34 p.m. EDT (2034 GMT), NYMEX May crude <CLK2> diperdagangkan naik $1.08, atau 1.03 persen, ke level $104.26  per  barrel,  level  yang  di  settled  pada  awalnya.  Sebelum  rilis  data  dari  American  Petroleum  Institute,  telah  diperdangkan  naik  $1.30, atau 1.26 persen, ke level $104.23.   

GOLD & COMMODITIES
Emas  berakhir  hampir  flat  pada  hari  Selasa  setelah  rally  Wall  Street  mampu  mengangkat  emas  dari  level  day  low,  menahan  kejatuhan emas yang sebelumnya dipicu oleh keprihatinan soal krisis utang Eropa. 

Logam mulia, yang belakangan ini mengikuti pergerakan ekuitas, naik hampir $20 dari level low sesi pagi setelah hasil laporan  positif laba dari perusahaan AS, dipimpin oleh Goldman Sachs Group Inc's <GS.N> ysng mendorong melonjaknya Dow hingga 200  poin. 

Emas  telah  terkoreksi  2%  dalam  2  hari  terakhir  setelah  pasar  dikhawatirkan  oleh  kondisi  ekonomi  Spanyol,  salah  satu  negara  dengan perekonomian terbesar di zona euro, yang kemungkinan akan segera membayar kembali kewajiban utangnya. 

Harga emas spot turun 0.1% di $1,650.75 per ounce, rebound dari low sesi pagi di $1,634.44.  Sedangkan emas berjangka untuk  pengiriman Juni naik $1.40 di $1,651.10 per ounce. 

Sementara itu, permintaan fisik emas melemah dari levelnya tahun lalu. Penjualan koin emas Eagle dari U.S. Mint turun 30% di  kuartal pertama, dan permintaan dari India terlihat tipis. 

Bank sentral India memangkas suku bunga pada hari Selasa untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir pada level yang cukup  fantastis sebesar 50 basis poin. Jika langkah ini berhasil merangsang pertumbuhan ekonomi dalam negeri, maka akan berdampak  positif bagi emas. 

Tuesday, April 17, 2012

Headline News 17.04.12


US & GLOBAL
Bursa saham global berada dalam kebimbangan Senin lalu meskipun menguat dari ekspektasinya penjualan ritel AS, sementara itu harga  obligasi pemerintah naik karena kekhawatiran mengenai permasalahan fiskal Spanyol dan membangkitkan kembali krisis zona euro yang  menekan sentimen investor .   

Dollar anjlok terhadap euro dan harga emas melemah setelah Spanyol diakui pada akhirnya mengarah pada resesi keduanya sejak tahun  2009.  

Yields obligasi pemerintah Spanyol bertenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> memecahkan melewati 6 persen yang ditandai untuk pertama  kalinya sejak bulan Desember, memicu rally pada obligasi Jerman.   

Pada  Wall  Street,  penguatan  penjualan  ritel  AS  Maret  membantu  mendorong  beberapa  kenaikan,  meskipun  saham  pemimpin  pasar  Apple anjlok lebih dari 4 persen. Penjualan ritel AS naik 0.8 persen setelah penguatan 1.0 persen pada Februari, Commerce Department  mengatakannya, karena orang‐orang Amerika mengabaikan naiknya harga bahan bakar. 

Indeks Nasdaq turun tajam, ditekan turun oleh 4.1 persen anjloknya Apple Inc <AAPL.O>, tetapi indeks Dow masih menguat pada area  positif dan indeks S&P 500 ditutup sedikit merosot. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 71.82 poin, atau 0.56 persen,  ke  level  12,921.41.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  berkurang  0.69  poin,  atau  0.05  persen,  ke  level  1,369.57.  Indeks  Nasdaq  Composite <.IXIC> melemah 22.93 poin, atau 0.76 persen, ke level 2,988.40.    

Saham‐saham Eropa tenang kembali setelah data penjualan ritel AS memberikan investor untuk kembali lagi pada oversold asset class,  sebagai  bagian  keprihatinan  pada  obligasi  Spanyol.  Indeks  pan‐European  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup  naik  0.5  persen  ke  level  1,032.43.   

Kinerja  yang  beragam  pada  pasar  saham  juga  pada  awalnya  mendukung  harga  obligasi  pemeritnah  AS.  Tetapi  benchmark  obligasi  bertenor  10‐tahun  U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  membagi  kenaikannya  untuk  ditutup  unchanged  dalam  harga  hariannya  dengan  yield 1.99 persen.   

Euro  <EUR=>  terakhir  diperdagangakan  naik  0.5  persen  terhadap  dollar  ke  level  $1.3137.  Pada  awalnya  telah  anjlok  melalui  level  terendah dua bulannya $1.2993 dan dibawah options barriers pada $1.30.    

U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled turun $10.50 per ons ke level $1,649.70.    Harga minyak mentah anjlok lebih dari 2 persen dari berita pembalikan besar pada oil flow melalui jalur pipa yang direncanakan untuk  mengurangi  besarnya  U.S.  bottleneck  yang  kemungkinan  dimulai  dua  minggu  kedepan  dari  jadwalnya.  Brent  <LCOc1>  hingga  U.S.  oil  futures  <CLc1>  anjlok  lebih  dari  $2.50  per  barrel  untuk  mencapai  level  terendah  sejak  Februari  setelah  pengajuan  oleh  Enterprise  Product  Partners  <EPD.N>  dan  Enbridge  <ENB.TO>  yang  menunjukkan  rencana  untuk  membalikkan  Seaway  pipeline  pada  17  Mei.  Kebanjiran  crude  dari  Midwest  pada  naiknya  produksi  Canadian  and  North  Dakota  oil  telah  menaikkan  cadangan  pada  Cushing,  Oklahoma dan menekan U.S. oil futures yang juga berhubungan dengan Brent untuk lebih dari satu tahun. Di London, Brent crude untuk  pengiriman Juni <LCOc1> turun $2.53 untuk di settle ke level $118.68 per barrel. U.S. crude untuk pengiriman Mei <CLc1>, yang expires  Jumat, diperdagangkan naik, di settled naik 34 sen ke level $103.18 per barrel.   
GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  turun  dalam  sesi  perdagangan  yang  tipis  hari  Senin,  menyusul  turunnya  harga  minyak,  seiring  kekhawatiran  mengenai  kesanggupan Spanyol membayar kembali utangnya dan meningkatnya keprihatinan pada krisis utang kawasan Eropa. 

Logam mulia mengalami tekanan setelah yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun menembus 6% untuk pertama kalinya sejak Desember,  menghapus optimisme pasar pasca rilis data retail sales AS. 

Emas telah turun sekitar 8% dari sekitar $1,800 per ounce pada akhir Februari, setelah serangkaian rilis positif data ekonomi mengurangi  ekspektasi  pasar  mengenai  kemungkinan  kelanjutan  putaran  ketiga  pembelian  aset  oleh  The  Fed  yang  dikenal  sebagai  quantitative  easing (QE) untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.  

Harga  emas  spot  turun  0.4%  di  level  $1,651.60  per  ounce,  sedangkan  untuk  emas  berjangka  AS  pengiriman  Juni  <GCM2>  melemah  $10.50 per ounce. 

Logam mulia jatuh dipicu naiknya harga Treasury AS akibat kekhawatiran seputar prospek obligasi Spanyol. Turunnya harga minyak Brent  akibat berkurangnya kekhawatiran soal pasokan juga turut menekan emas. 

Monday, April 16, 2012

Headline News 16.04.12


US & GLOBAL

Bursa saham AS ditutup pada minggu terburuknya tahun ini, dan euro anjlok Jumat lalu setelah data pertumbuhan (ekonomi) Cina yang  mengecewakan yang memicu kekhawatiran mengenai penguatan ekonomi global dan kenaikan borrowing costs Spanyol menghidupkan  kembali kekhawatiran mengenai beban utang zona euro.   
Kekhawatiran yang cepat mengenai penyebaran krisis utang dari zona euro membawa penurunan tajam pada saham‐saham perbankan  dalam keduanya di Eropa dan AS, sebagaimana menekan turun euro terhadap dollar untuk pertama kalinya dalam tiga harinya.   

Cina melaporkan pertumbuhan (ekonomi) kuartal pertamanya yang bertumbuh 8.1 persen, terendah yang hampir dalam tiga tahun dan  dibawah  ekspektasi  pasar  8.3  persen.  Pembicaraan  pasar  Kamis  lalu  bahwa  pertumbuhan  dapat  mencapai  9  persen  yang  telah  mendorong rally pada aset‐aset beresiko  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 136.99 poin, atau 1.05 persen, ke level 12,849.59. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> dtutup melemah 17.30 poin, atau 1.25 persen, ke level 1,370.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup berkurang 44.22 poin,  atau 1.45 persen, ke level 3,011.33. S&P merosot hampir 2 persen dalam mingguannya, penurunan terbesar mingguannya dalam tahun  ini, sementara itu Nasdaq melemah 2.2 persen dalam mingguan untuk pertamanya kembali sejak penurunan bulan November. Indeks  Dow turun 1.4 persen dalam mingguan, memangkas kenaikan tahunannya menjadi 5.4 persen.   

Data AS Jumat lalu menunjukkan penurunan tipis sentimen konsumen pada awal April. 

Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 16.46 poin, atau 1.6 persen, ke level 1,027.73. Indeks  telah melemah 2.3 persen dalam mingguan dari rangkaian penurunan empat minggunya.     

Indeks MSCI world stock <.MIWD00000PUS> berkurang 1.1 persen ke level 322.92 setelah menyentuh level terendahnya yang lebih dari  dua bulan. Telah merosot 1.6 persen dalam mingguannya.    

Euro  <EUR=>  melemah  0.8  persen  terhadap  dollar  ke  level  $1.3073,  mencapai  penurunan  0.2  persen  terhadap  the  greenback  untuk  mingguannya. Dollar naik versus mata uang utama lainnya. Dollar index <.DXY> naik 0.8 persen ke level 79.900, membawa kenaikan 0.1  persen dalam mingguan. 

Di pasar obligasi, benchmark obligasi AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury notes <US10YT=RR> terakhir diperdagangkan naik 18/32pada  harganya dengan yield 1.99 persen, melemah 6 basis poin dari Kamis sebelumnya.  

German Bund futures <FGBLc1> naik 56 basis poin ke level 140.36.   

Dalam  perdagangan  komoditas,  spot  emas  <XAU=>  turun  1.2  persen  ke  level  $1,654.86  per  ons  dengan  penurunan  dibatasi  dari  ekspektasi kedepan monetary easing dari Cina setelah melemah untuk pertama kalinya pertumbuhan data (ekonomi). 

 May Brent crude futures di London <LCOc1> ditutup naik  12 sen atau 0.10 persen ke level $121.83 per barrel, menghapus penurunan  awalnya. Tetapi Brent telah mencatatkan rangkaian pelemahan empat minggunya, menyamai rangkaian penurunan dari akhir September  lalu. U.S. oil <CLc1> di settled melemah 81 sen atau 0.78 persen, ke level $102.83 per barrel, merosot 0.4 persen dalam mingguan dari  kekhawatiran mengenai permintaan energi global.
GOLD & COMMODITIES
Emas  jatuh  hampir  1.5%  pada  hari  Jumat  dipicu  menguatnya  dolar  telah  mendorong  gelombang  aksi  jual  di  akhir  pekan  ditengah  keprihatinan  terhadap  krisis  utang  Eropa  dan  setelah  Cina  merilis  data  produk  domestik  bruto  (PDB)  yang  mengecewakan.  Dalam  sepekan emas tercatat ditutup menguat hampir 1%, merupakan kenaikan mingguan terbesarnya sejak akhir Februari. 

Di akhir sore, emas dengan cepat terkoreksi sebesar $10 akibat semakin dalamnya kekhawatiran mengenai krisis utang zona euro yang  mana telah memnuhi likuidasi akhir pekan. Pelaku pasar memperkirakan perbankan berupaya mengurangi resiko dan menaikkan arus  modal. 

Harga emas spot turun 1.22% di $1,654.54 per ounce, mencatat koreksi harian terbesarnya sejak 4 April. Sedangkan emas berjangka AS  pengiriman Juni berakhir melemah 1.21% di level $1,660.   

Emas mengalami tekanan jual setelah dolar rebound akibat kekhawatiran mengenai perbankan Spanyol dan setelah data PDB Cina dirilis  mengecewakan. 

Cina melaporkan ekonominya di kuartal pertama tumbuh pada level terlemahnya selama hampir 3 tahun di level 8.1% y/y dari 8.9% y/y  di kuartal sebelumnya. 

Hasil  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan  pasar  terlihat  khawatir  terhadap  prospek  emas  kedepannya.  Sementara  kalangan  analis  memprediksi emas masih akan melanjutkan rally‐nya di tahun ini dan hingga tahun 2013, dimana hanya 1 dari 33 analis yang disurvey  memprediksi harga akan melejit hingga di atas $2,000 per ounce tahun ini, dibandingkan 5 orang dari 45 responden yang disurvey pada  Januari lalu. 

Aksi beli emas fisik di Asia terlihat mengendur setelah harga emas yang relatif mahal membuat mereka bersikap menahan diri. Namun  aksi beli emas di India berkenaan dengan perayaan festival Akshaya Tritiya, yang tahun ini jatuh pada hari Selasa, 24 April 2012. 

Friday, April 13, 2012

Headline News 13.04.12




US & GLOBAL
Bursa saham  global  meningkat  dan  euro  naik  Kamis  lalu  setelah  menguat  dari  ekspektasinya  lelang  obligasi  Italia  yang  menenangkan  kekhawatiran  mengenai  krisis  utang  zona  euro  dan  pembicaraan  mengenai  pertumbuhan  ekonomi  Cina  yang  kemungkinan  dapat  melebihi perkiraannya yang memicu pada aset‐aset beresiko.   

Indeks‐indeks utama saham keduanya di AS dan Eropa naik lebih dari 1 persen. Trader mencatatkan pembicaraan bahwa Cina Jumat ini  kemungkinan  melaporkan  data  GDP  yang  akan  melebihi  perkiraan  8.3  persen.  Seorang  trader  mengatakan  bahwa  dikatakan  pertumbuhan dapat menjadi 9 persen.   

Euro menguat ke level tertingginya satu minggu terhadap dollar karena yield obligasi Italia dan Spanyol turun. Obligasi Italia dan Spanyol  menjadi pusat perhatian dari pemasalahan krisis utang zona euro yang masih belum terbendung.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 181.19 poin, atau 1.41 persen, ke level 12,986.58. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> meningkat 18.86 poin, atau 1.38 persen, ke level 1,387.57. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 39.09 poin, atau 1.30  persen, ke level 3,055.55.    

Di Eropa, saham‐saham pertambangan memimpin kenaikan dari spekulasi mengenai Cina, sementara itu saham‐saham di New York yang  berbasis material memimpin kinerja terbaiknya karena euro naik terhadap dollar dan harga komoditas menguat.   

Pasar mengabaikan data AS yang pertama kali klaim dari jobless aid naik tidak seperti ekspektasi pada minggu lalu. Beberapa ekonom  menyalahkan libur Paskah dari kenaikan klaim dan diekspektasi aplikasinya untuk melemah trennya dalam minggu depan.     

Data  lainnya  menunjukkan  bahwa  defisit  perdagangann  AS  turun  12.4  persen  ke  tingkat  $46  milyar  pada  Februari,  penurunan  terbesarnya sejak Mei 2009, Commerce Department mengatakannya karena ekspor mencatatkan level tertingginya.   

Harga obligasi AS melemah Kamis lalu karena pasar saham menguat yang menekan terhadap safe‐haven dari obligasi pemerintah AS.    

Euro  naik  ke  level  tertinggi  satu  minggunya  $1.3186  <EUR=>  dan  terakhir  diperdagangkan  ke  level  $1.3188,  naik  0.6  persen  dalam  hariannya. Euro mencapai level tertingginya 106.80 <EURJPY=> dan terakhir diperdagangkan pada level 106.66, meningkat 0.6 persen  dalam hariannya, menurut data Reuters.      

Harga spot emas naik lebih dari 1 persen Kamis lalu, dengan terjadinya technical buying, menguatnya euro dan harapan untuk stimulus  the  Fed  terhadap  perekonomian  AS  karena  dapat  mendorong  recovery  pada  logam  mulia,  yang  mana  telah  anjlok  pada  awal  perdagangannya. Spot emas <XAU=> bertambah 1.07 persen ke level $1,675.14 per oz pada pukul 5:00 p.m. EDT (2100 GMT), menuju  kenaikan mingguan terbesarnya dalam enam minggu. Gold futures untuk pengiriman Juni <GCv1> pada Comex di settled naik 1.2 persen  ke level $1,680.60, yang ditutup pada level intraday high $1,681.3.   

Harga minyak mentah naik untuk rangkaian dua harinya dari spekulasi Cina dan karena pelemahan dollar yang memicu aksi beli dari aset‐ aset beresiko. ICE Brent crude oil futures kontrak untuk pengiriman Mei <LCOc1>, yang expires Jumat ini, di settled naik $1.53 ke level  $121.71. U.S. May crude <CLc1> di settled meningkat 94 sen ke level $103.64. 

GOLD & COMMODITIES
Harga emas spot melonjak lebih dari 1% pada hari Kamis, dipicu technical buying seiring menguatnya euro dan indikasi bahwa The Fed  akan meluncurkan stimulus lanjutan untuk memacu percepatan pemulihan ekonominya. 

Seiring rebound euro terhadap dolar, emas juga rebound dari level intraday low di sekitar $1,650 per ounce. Rilis mengecewakan data  jobless claims AS semalam telah memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan melanjutkan program pembelian aset putaran ketiga, atau  yang dikenal dengan istilah quantitative easing (QE). Jika QE3 dijalankan, maka akan memberi tekanan pada dolar karena The Fed dipaksa  untuk mencetak dolar lebih banyak lagi yang akan berakibat turunnya nilai mata uangnya. 

Harga  emas  spot  naik  1.05%  di  $1,674.86  per  ounce,  mencatat  kenaikan  mingguan  terbesarnya  dalam  6  pekan  terakhir.  Keyakinan  mengenai pemulihan ekonomi zona euro mengalami pukulan minggu ini di tengah kekhawatiran yang meningkat tentang Spanyol dan  Italia.  Harga  emas  berjangka  untuk  pengiriman  Juni  (GCv1)  pada  divisi  COMEX  tercatat  naik  $20  per  ounce  di  level  $1,680.30.    Emas  berpotensi melanjutkan rally‐nya menuju resistance di sekitar $1,685 per ounce. 

Rilis mengecewakan data jobless claims AS semalam yang menembus level tertinggi sejak Januari, kian menambah keprihatinan bahwa  pasar tenaga kerja AS masih suram. Sementara yield obligasi Spanyol melonjak hampir 6%, sebuah level yang dipandang unsustainable.  

Pasar  hari  ini  tengah  menantikan  data  GDP‐Q1  Cina  dan  CPI  Amerika  Serikat  untuk  melihat  perkembangan  prospek  ekonomi  global  kedepannya. Inflasi inti AS, diluar harga makanan dan energi, diprediksi naik 2.2% di periode Maret. Sedangkan GDP‐Q1 Cina diprediksi  menunjukkan pertumbuhan 8.3%, dibandingkan 8.9% pertumbuhannya di kuartal sebelumya. 

Thursday, April 12, 2012

Headline News 12.04.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  dan  Eropa  rebound  Rabu  lalu  setelah  rangkaian  penurunannya  yang  telah  menghidupkan  kembali  kekhawatiran  berkenaan dengan pelemahan ekonomi global, sementara itu prospek pada European Central Bank yang membeli lebih banyak obligasi  mendorong kenaikan euro.   

Harga minyak mentah naik dari berita penurunan yang lebih besar dari ekspektasi cadangan minyak AS, membalikkan penurunan yang  ditekan oleh kekhawatiran perlambatan permintaan energi.   

Dalam  pasar  ekuitas,  bursa  Wall  Street  memantul  kembali  setelah  penurunan  tajam  dalam  lima  harinya,  dibantu  oleh  dorongan  dimulainya  musim  corporate  earnings.  Sektor  yang  berhubungan  dengan  pertumbuhan  ekonomi  memimpin  kenaikan.  Indeks  sektor  keuangan S&P <.GSPF> naik 1.6 persen. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup meningkat 89.46 poin, atau 0.70 persen, ke  level  12,805.39.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  ditutup  naik  10.12  poin,  atau  0.74  persen,  ke  level  1,368.71.  Indeks  Nasdaq  Composite <.IXIC> ditutup bertambah 25.24 poin, atau 0.84 persen, ke level 3,016.46.   

Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup menguat 0.75 persen ke level 1,033.80 setelah penurunan 5.4  persen dalam empat harinya.     

Recovery dari saham‐saham AS dan Eropa mendorong indeks MSCI global stock <.MIWD00000PUS>, menghentikan rangkaian penurunan  enam harinya. Telah naik 0.5 persen setelah penurunan 1.5 persen Selasa sebelumnya.   

The Fed merilis "Beige Book" pada kondisi perekonomian AS Rabu lalu dari kedepannya policy meeting dua hari minggu depan. Laporan  berupa anekdot dari pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang moderat dalam bagian akhir dari musim dingin tetapi  kekhawatiran bertahan dari kenaikan harga bahan bakar yang dapat menekan pertumbuhan (ekonomi).  

Benchmark obligasi bertenor 10‐tahun AS/Treasury notes <US10YT=RR> terakhir diperdagangkan turun 13/32 dalam harga dengan yield  2.03 persen. Yield obligasi bertenor 10‐tahun Selasa lalu berada dibawah level chart utama 2.00 persen untuk pertama kalinya dalam  empat minggu.  

Dalam pasar currency, euro <EUR=> meningkat 0.2 persen versus dollar ke level $1.3107 setelah menyentuh level terendah bulanannya  $1.3033  Senin  sebelumnya.  Terhadap  yen  <EURJPY=>,  telah  naik  0.45  persen  ke  level  106.04  yen  setelah  menyentuh  105.42,  level  terendahnya yang hampir dalam tujuh minggu.  Spot emas <XAU=> menghentikan kenaikan empat harinya. Telah anjlok 0.14 persen ke  level $1,657.34 ons.  

Dalam perdagangan oil, Brent crude <LCOc1> bergerak kembali diatas level $120 per barrel setelah data pemerintah AS menunjukkan  cadangan  bahan bakar  domestik  merosot  lebih  besar  dari  ekspektasi  minggu  lalu,  sementara  itu  penurunan  dalam  impor  membatasi  kenaikan dalam cadangan crude. Brent futures untuk pengiriman Mei <LCOc1> di settled naik 30 sen ke level $120.18 per barrel setelah  menyentuh level terendah dua bulannya $119.05. U.S. oil futures <CLc1> ditutup naik $1.63 ke level $102.55.  

GOLD & COMMODITIES
Harga emas turun pada perdagangan Rabu kemarin, menyusul meredanya aksi beli setelah mengalami kenaikan dalam 4 sesi terakhir.  Namun menguatnya euro dan prospek bullish logam mulia dari konsultan logam mulia GFMS memberikan support. GFMS mengatakan  emas harus menarik lebih banyak dukungan dari investor yang memprediksi bahwa Federal Reserve akan menahan diri dari mencoba  untuk merangsang ekonomi AS dengan putaran ketiga pembelian obligasi pemerintah, atau pelonggaran kuantitatif, yang dikenal sebagai  QE3. 

Euro menguat terhadap dolar dan yen, menyusul prospek dilanjutkannya pembelian obligasi ECB telah meredakan kekhawatiran seputar  masalah utang Italia dan Spanyol. 

Harga emas spot turun 0.2% di $1,657.16 per ounce, sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Juni ditutup melemah 40 sen di  $1,660.30 per ounce. 

Korelasi antara emas dan euro/dollar terlihat menguat pada hari Rabu ke level paling positifnya sejak awal Januari, di atas 65%. Hal ini  berarti bahwa emas cenderung bergerak searah dengan mata uang tunggal Eropa dibandingkan kondisinya 6 pekan lalu. 

Sementara disisi permintaan, ekspor emas Hing Kong Ke Cina naik 20% di bulan Februari, menyusul minat pada logam mulia masih tetap  kuat. 

Wednesday, April 11, 2012

Headline News 11.03.12


US & GLOBAL
Bursa Wall Street mengalami aksi jual yang cepat Selasa lalu, dengan benchmark S&P mencatatkan kinerja terburuk hariannya  dalam  empat  bulan,  ditekan  kekhawatiran  oleh  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi,  dan  harga  oil  tertekan  pada  penurunan  persentase terbesar dalam tahun ini dari kekhawatiran mengenai melemahnya permintaan dari Cina.   

Tanda‐tanda dari melemahnya recovery AS setelah rilis data yang mengecewakan Jumat lalu dari lapangan kerja bulan Maret dan  beban krisis utang zona euro yang menekan gambaran dari pertumbuhan (ekonomi) global, meningkatkan kembali aksi beli untuk  gold sebagaimana obligasi pemerintah AS dan Jerman.   

Tiga indeks utama bursa anjlok dibawah level support utama, dan 80 persen dari saham‐saham yang tercatat pada bursa New  York Stock Exchange dan Nasdaq Stock Market ditutup melemah. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 213.66  poin, atau 1.65 persen, ke level 12,715.93 pada penutupannya. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 23.61 poin, atau 1.71 persen, ke level 1,358.59. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 55.86 poin, atau 1.83 persen, ke level 2,991.22.      

Saham  Apple  <AAPL.O>  yang  pada  awalnya  membawa  penurunan  tren  harian  tetapi  kemudian  berbalik.  Sahamnya  mencapai  level tertinggi $644, yang mendorong kapitalisasi pasar untuk mencapai $600 milyar, sebelum berbalik melemah untuk ditutup  turun 1.2 persen ke level $628.44. Setelah bursa ditutup, Dow component Alcoa Inc. <AA.N>, melaporkan profit untuk kuartal  pertama yang melewati ekspektasi dari penurunan kuartalannya.  

Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup merosot 2.48 persen ke level 1.026.15 poin. Indeks ini  telah anjlok  lebih  dari  7  persen  sejak  mencapai  level  tertinggi delapan bulannya  pada  pertengahan  Maret  dan  naik  hanya  2.7  persen tahun ini. Meluasnya pelemahan ekuitas menekan indeks MSCI global stock <.MIWD00000PUS> melorot dalam rangkaian  enam harinya. Telah anjlok 1.5 persen dan melemah ke level terendahnya sejak awal Februari.    

Pada  pasar  currency,  euro  <EUR=>  turun  0.2  persen  versus  dollar  ke  level  $1.3082,  mendekati  level  terendah  satu  bulannya  $1.3033 yang terjadi Senin lalu. Terhadap yen, euro <EURJPY=> berkurang 1.2 persen ke level 105.55 yen setelah pada awalnya  mencapai level terendahnya 105.46 yen – level terendah terhadap yen sejak 22 Feb.  

Benchmark obligasi bertenor 10‐tahun/Treasury notes <US10YT=RR> terakhir diperdagangkan naik 18/32 dalam harganya dengan  yield 1.982 persen, level terendahnya dalam empat minggu.  

Spot emas <XAU=> mengarahkan kenaikan dalam choppy trading. Telah naik 1.1 persen ke level $1,658.19 per ons.  Dalam perdagangan minyak mentah, Brent crude <LCOc1> di settled turun 2.27 persen ke level $119.88. U.S. oil <CLc1> melorot  $1.23 atau 1.21 persen ke level $100.92 per barrel. 

GOLD & COMMODITIES
Emas  menguat  1%  pada  hari  Selasa,  menyusul  turunnya  ekuitas  telah  memicu  aksi  beli  logam  mulia.  Emas  telah  mencatat  kenaikan  selama  4  hari  berturut‐turut,  merupakan  kenaikan  harian  terlamanya  dalam  2  bulan.  Sejumlah  investor  juga  memanfaatkan  harga  rendah  untuk  kembali  masuk  pasar  dengan  membeli  emas.  Emas  telah  berbalik  menguat  dengan  cepat  pasca  kajatuhannya  selama  rilis  optimis  data  ekonomi  AS  yang  sempat  mengurangi  ekspektasi  akan  berlanjutnya  kebijakan  moneter longgar oleh The Fed. 

Logam mulia, bersamaan dengan harga obligasi pemerintah AS (Treasury), tertopang oleh meningkatnya aksi beli setelah indeks  S&P 500 terkoreksi di bawah level support kunci sebelum dimulainya musim laporan earnings kuartal pertama. 

Harga emas spot naik 1.2% di $1,660.20 per ounce, kenaikan 1 hari terbesarnya selama lebih dari 2 pekan, setelah rebound dari  level intraday low di $1,631.70.  Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni berakhir naik $16.80 di $1,660.70.   

Emas masih tercatat  7%  di bawah  level  tertinggi  mendekati  $1,800  per ounce  di akhir  Februari. Tren  pergerakan  emas secara  umum seiring dengan pergerakan pasar ekuitas di tahun ini, namun rilis pesimis data pekerjaan AS Jumat lalu nampaknya telah  mengubah tren tersebut. 

Tuesday, April 10, 2012

Headline News 10.04.12


US & GLOBAL
Bursa saham global dan crude oil anjlok Senin lalu karena investor bereaksi terhadap pelemahan tajam dari pertumbuhan jobs AS  yang  dilaporkan  minggu  lalu,  yang  mengangkat  permasalahan  mengenai  tingkat  penguatan  ekonomi  negara  terbesar  didunia  tersebut.   

Saham‐saham pada bursa Wall Street dan harga crude oil futures melemah sekitar 1 persen dalam perdagangan sehari setelah  Labor Department AS melaporkan data jobs bulan Maret. Pasar ekuitas ditutup Jumat lalu untuk liburan the Good Friday/Paskah.   

Pemerintah  melaporkan  hanya  sekitar  120.000  jobs  yang  bertambah  pada  bulan  Maret,  jauh  dibawah  ekspektasi  pasar  yang  besarnya 203.000 lapangan kerja baru dan merupakan kenaikan terkecil sejak Oktober lalu.   

Perdagangan yang terjadi tipis, karena pasar utama di Eropa sebagaimana juga pasar Asia, termasuk Australia dan Hong Kong,  yang  ditutup  Senin  lalu.  Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  turun  130.55  poin,  atau  1.00  persen,  ke  level  12,929.59.  Indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  melemah  15.88  poin,  atau  1.14  persen,  ke  level  1,382.20.  Indeks  Nasdaq  Composite <.IXIC> berkurang 33.42 poin, atau 1.08 persen, ke level 3,047.08.    

MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS> merosot 0.7 persen untuk 
diperdagangkan mendekati level terendahnya  yang terlihat bulan lalu.   

Cina  Senin  lalu  melaporkan  peningkatan  dalam  inflasi  tahunan  pada  Maret  yang  melampau  harapan,  naik  menjadi  3.6  persen  karena harga makanan yang masih tidak stabil. Tetapi ekonom mempercayai tekanan harga akan moderat selama sisa tahun ini,  memberikan Cina fleksibilitas untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan (ekonomi).  

Harga  obligasi  pemerintah  AS/Treasury  debt  naik,  yang  menggambarkan  ekspektasi  bahwa  laporan  payrolls  AS  meningkatkan  peluang dari putaran ketiga dari langkah monetary easing oleh the Fed. Tetapi pada akhir sesi memangkas kenaikannya.   

Euro <EUR=> diperdagangkan ke level tertingginya $1.3031 yang sempat naik 0.1 persen ke level $1.3111. Mata uang tunggal juga  naik 0.1 persen ke level 106.94 yen <EURJPY=>, membalikkan penurunan sebelumnya.   

Harga emas memisahkan diri dari komoditas dan ekuitas lainnya untuk meningkat setelah data jobs AS menghidupkan kembali  spekulasi bahwa the Fed kemungkinan mencoba untuk menstimulasi perekonomiannya. Spot gold prices <XAU=> naik $3.10, atau  0.19 persen, ke level  $1641.00. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled naik $13.80 per ons, atau 0.85 persen,  ke level $1,643.90.  
Harga minyak mentah membagi penurunannya karena hidupnya kembali pembicaraan dari program nuklir Iran yang mengurangi  kekhawatiran mengenai gangguan pasokan. Negosiasi antara Iran dan kekuatan dunia berkenaan dengan perselisihan program  nuklirnya akan digelar Sabtu ini di Istanbul. Dimulainya kembali pembicaraan yang gagal lebih setahun lalu menekan kekhawatiran  mengenai pemangkasan pasokan atau terjadinya konflik. Brent crude <LCOc1> di settled melemah 76 sen ke level $122.67 per barrel. U.S. oil <CLc1> anjlok 85 sen untuk di settle ke level $102.15 per barrel.    

GOLD & COMMODITIES
Harga emas menguat sekitar 1% ditengah tipisnya perdagangan hari Senin, setelah data pekerjaan AS yang dirilis mengecewakan  Jumat lalu kembali memperkuat pandangan terhadap kemungkinan The Fed akan melakukan langkah‐langkah untuk merangsang  pertumbuhan ekonominya. 

Logam mulia, yang terkoreksi lebih dari 2% pekan lalu, juga berhasil menguat hari Senin kemarin setelah mendapat support dari  physical buying dari India menyusul berakhirnya aksi mogok para pedagang emas di negara tersebut, dan juga laporan inflasi di  Cina yang memberikan ruang bagi Beijing untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya. 

Emas tercatat telah terkoreksi 8% sejak akhir Februari lalu pasca rilis positif sejumlah data ekonomi AS yang sempat menimbulkan  spekulasi  bahwa  The  Fed  kemungkinan  tidak  akan  menggulirkan  putaran  lain  dari  kebijakan  moneter  longgar  (pemberian  stimulus). Namun setelah rilis data pekerjaan AS yang mengecewakan pada Jumat lalu, pasar melihat kembali kemungkinan The  Fed akan meluncurkan program stimulus guna mendorong pemulihan ekonominya. 

Harga  emas  spot  naik  0.9%  di  $1,645.40  per  ounce,  sedangkan  harga  emas  berjangka  AS  untuk  pengiriman  Juni  tercatat  naik  $13.80 per ounce atau 0.85% di level $1,643.90. 

Perdagangan masih relatif tipis, karena sebagian besar pasar Eropa tutup pada hari Senin guna merayakan Hari paskah. 

Meningkatnya permintaan fisik emas dari India dan Cina turut mendongkrak naiknya harga emas. Para pedagang emas di India  kembali mengisi stok emasnya setelah melakukan mogok selama 3 pekan, dan juga menjelang perayaan festival Akshaya Tritiya,  yang tahun ini jatuh pada hari Selasa, 24 April 2012. 

Monday, April 9, 2012

Headline News 09.04.12


US & GLOBAL
Bursa saham dunia terlihat untuk anjlok pada awal minggu depan dan safe‐haven harga obligasi pemerintah rally setelah  gambaran employment  AS turun dibawah ekspektasi Jumat lalu.   

Indeks MSCI All‐County World <.MIWD00000PUS> melemah 2.9 persen setelah mencapai level tertinggi delapan bulannya pada 27 Maret lalu.  

Permasalahan mengenai melambatnya pertumbuhan (ekonomi) AS dan Cina, bersamaan dengan berkembangnya kekhawatiran mengenai krisis  utang zona euro, telah mengurangi hasrat terhadap saham.   

Fokus minggu depan kemungkinan pada beberapa poin penting rilis ekonomi dari Cina dan dimulainya musim earnings (perusahaan‐perusahaan)  di AS.    

Stock futures AS anjlok lebih dari 1 persen dan harga Treasuries/obligasi pemerintah rally setelah payrolls AS tumbuh 120.000 bulan Maret, jauh  dibawah ekspektasi yang (diperkirakan) naik 203.000 jobs

Indeks  S&P  500  anjlok  dalam  minguannya  0.7  persen  yang  merupakan  penurunan  mingguan  terbesarnya  dalam  setahun  karena  yields  pada  obligasi Spanyol mencatatkan kenaikan dan pasar ekuitasnya diduga merosot yang tidak terlihat lagi ke level tertingginya dari krisis utang zona  euro tahun lalu.    

S&P  500  futures  <SPc1>  melemah  16.2  poin,  atau  1.2  persen,  ke  level  1374,  diperkirakan  melemah  pada  pembukaan  Senin  ini.  Nasdaq  100  futures <NDc1> turun 1.1 persen, atau 31.25 poin, ke level 2722.50 pada perdagangan yang tipis. Dow futures <DJc1> anjlok 137 poin, atau 1.1  persen, ke level 12,841.   

Krisis utang zona euro berkurang dari gambaran setelah dosis tinggi stimulus dari European Central Bank akhir tahun 2011.   

Dollar  AS  anjlok  secara  meluas  Jumat  lalu  pada  perdagangan  yang  tipis  dari  liburan  setelah  mengecewakannya  laporan  pasar  jobs  AS  yang  mempertahankan prospek dari besaran (pembelian obligasi) pada kebijakan moneter the Fed yang mendukung perekonomiannya. Dollar anjlok  terhadap euro untuk pertama kalinya dalam lima hari setelah data menunjukkan payrolls AS naik sedikit jauh dari ekspektasi bulan Maret. Euro  mencapai level tertingginya $1.3112 <EUR=> setelah laporan tersebut, rebound dari level terendah tiga minggunya $1.3033 yang dicapai Kamis  lalu. Terakhir diperdagangkan pada level $1.3094, naik 0.2 persen.    

Emas  <XAU=>  tercatat  menguat  ke  level  $1,637.99  per  ons  pada  perdagangan  yang  tipis  Jumat  lalu  tetapi  ditutup  turun  1.8  persen  dalam  seminggu. Logam mulia mencapai level terendah tiga bulannya $1,611.80 pada minggu ini. 

• Harga  minyak  mentah  naik  Kamis  lalu  setelah  rangkaian  penurunan  dua  harinya  dari  menguatnya  data  AS  dan  kekhawatiran  dari  Iran‐yang  berhubungan dengan gangguan pasokan. Brent crude futures <LCOc1> naik 0.89 persen untuk di settle ke level $123.43 per barrel, dan U.S. crude  <CLc1> bertambah 1.81 persen untuk di settle ke level $103.31. 

GOLD & COMMODITIES
Emas menguat tipis pada hari Jumat setelah data non‐farm payrolls AS dirilis mengecewakan dan meningkatkan spekulasi akan dilanjutkannya  langkah stimulus moneter oleh The Fed, namun kenaikan tersebut masih sangat kecil untuk menutup kerugian mingguan pertamanya dalam 3  pekan terakhir. 

Emas hanya bergerak terbatas menyusul libur pasar AS dan Eropa berkenaan dengan perayaan Jumat Agung (Paskah), dengan harga emas spot  bergerak di sekitar $1,637.99 per ounce, atau naik 0.5% dan sekitar $7 lebih tinggi dibanding levelnya sebelum rilis data non‐farm payrolls AS.  Dalam sepekan, emas telah tercatat melemah 1.8%. 

Dengan tutup pasar pada hari Jumat berkenaan dengan perayaan Jumat Agung (Paskah), maka hari Senin akan menjadi kesempatan pertama  bagi investor untuk melakukan transaksi setelah rilis laporan data pekerjaan AS. Namun pasar juga akan mencermati musim laporan earnings  kuartal pertama di pekan ini. Alcoa <AA.N> akan mulai melaporkan laba bersih perusahaan pada hari Selasa. Adapun sejumlah perusahaan yang  juga akan merilis earnings pekan ini diantaranya JPMorgan <JPM.N>, Wells Fargo <WFC.N> dan Google <GOOG.O>. 

Meskipun hasil rilis data non‐farm payrolls untuk periode Maret dirilis lebih rendah dari perkiraan yaitu hanya mencatat 120.000, lebih rendah  dari perkiraan 203.000, namun terdapat revisi naik untuk data periode Februari menjadi 240.000 dari laporan awalnya 227.000. Sedangkan untuk  tingkat pengangguran juga mengalami penurunan menjadi 8,2%, level terendah 3 tahun. 

Jika  laporan  earnings  menunjukkan  peningkatan  laba  perusahaan  yang  menggembirakan,  maka  berpotensi  meningkatkan  kembali  optimisme  pasar terhadap prospek ekonomi AS, karena pasar tampak semakin yakin The Federal Reserve dapat menuju pengetatan moneter sebelum Bank  Sentral Eropa. 

Kenaikan harga energi akan meningkatkan tekanan inflasi di bulan Maret. Producer Price Index (PPI), yang akan dirilis hari Kamis, diprediksi naik  0.3% setelah mencatat kenaikan 0.4% di bulan sebelumnya, namun untuk PPI inti, diluar harga energi dan makanan, diprediksi hanya naik 0.2%.  Sedangkan data Consumer Price Index (CPI) yang akan dirilis hari Jumat diprediksi naik 0.3% dengan CPI inti naik 0.2%. 

The Fed belakangan ini terlihat tidak merisaukan kondisi inflasi, dimana dalam minutes yang dirilis pekan lalu menyebutkan bahwa naiknya inflasi  akibat dampak dari kenaikan energi hanya bersifat sementara. 

Fed's  Beige  Book,  sebuah  survey  tentang  kondisi  ekonomi  AS  yang  akan  dirilis  hari  Rabu,  akan  memberikan  gambaran  apakah  pebisnis  dan  konsumen akan memangkas kembali belanja mereka untuk mengurangi biaya yang banyak keluar akibat naiknya harga energi. 

Friday, April 6, 2012

Headline News 06.04.12


U.S. & GLOBAL 
• Bursa saham AS dengan indeks kebanyakan melemah Kamis lalu, tetapi indeks S&P 500 ditutup pada mingguan terburuknya tahun ini karena bertumbuhnya tekanan dari pasar obligasi Eropa yang menghidupkan kembali permasalahan mengenai stabilitas keuangan regional.   


• Permasalahan mengenai zona euro, khususnya Spanyol, membayangi apa yang diekspektasi dari membaiknya laporan jobs AS hari Jumat ini.    


• Indeks Dow dan S&P 500 anjlok, merosot dalam rangkaian tiga harinya. Tetapi indeks Nasdaq menguat tipis, didorong oleh saham peritel Bed Bath & Beyond <BBBY.O>. Sahamnya naik mendekati 10 persen ke level harian tertingginya setelah perusahaan menghasilkan laporan kuartalan
yang melebihi ekpektasi.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 14.61 poin, atau 0.11 persen, ke level 13,060.14 pada penutupannya. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 0.88 poin, atau 0.06 persen, ke level 1,398.08. Tetapi indeks Nasdaq Composite <.IXIC> meningkat 12.41 poin, atau 0.40
persen, ke level 3,080.50.       


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> terakhir merosot 0.2 persen.  


• Kekhawatiran mengenai tingginya utang Spanyol menekan euro Kamis lalu ke level terendah mingguannya terhadap dollar dan yen dan mendorong Swiss National Bank untuk mengambil tindakan mengekang penguatan the franc terhadap mata uang tunggal euro.   


• Terhadap dollar, euro <EUR=> terakhir anjlok 0.6 persen ke level $1.3064, yang telah mencapai level terendahnya tiga minggu $1.3033. Juga mencapai level terendah empat minggunya terhadap yen <EURJPY=> ke level 106.86 yen sebelum recover untuk diperdagangkan pada level
107.58 yen, masih turun 0.7 persen.    


• Harga emas naik Kamis lalu, karena investor menutup posisi jualnya setelah penurunan tajam dua harinya, dan crude oil rally juga menekan logam mulia yang anjlok pada awal minggu ini dari kekecewaan mengenai monetary easing AS. Spot emas <XAU=> naik 0.6 persen ke level
$1,628.31 per ons pada pukul 2:36 p.m. EDT (1836 GMT).    


• Harga minyak mentah naik Kamis lalu setelah rangkaian dua hari pelemahannya, karena turunnya jobless claims AS yang mendekati level terendah empat tahunnya dan kekhawatiran mengenai Iran‐yang berhubungan dengan gangguan pasokan yang mendorong rebound dari level
terendah hariannya. Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Mei <LCOc1> di settled ke level $123.43 per barrel, naik $1.09, menguat kembali dari harian terendahnya ke level $121.82. Dalam mingguannya, kontrak tersebut naik 55 sen, setelah rangkaian pelemahan tiga minggunya. U.S. May crude <CLc1> di settled ke level $103.31 per barrel, menguat $1.84, setelah naik ke level tertinggi hariannya $103.40. Dalam mingguannya, kontrak naik 29 sen, ditutup dalam rangkaian penurunan tiga minggunya.


U.K. 
• Factory output Inggris tertekan kedalam penurunan terbesar bulanannya yang hampir setahun pada Februari, menekan optimisme survei sektor jasa dan membuat keraguan pada tingkat kesehatan dari perbaikan perekonomian negara tersebut.  


• Perekonomin Inggris anjlok pada akhir 2011, memastikan Bank of England mendorong quantitative easing pada pembelian obligasi/gilt bulan Februari, keputusan yang telah diatur ketika disimpulkan dari policy meeting April Kamis lalu.  


• Berita ekonomi sejak awal tahun telah membaik, dan purchasing managers' indices (PMIs) mencatatkan pertumbuhan kuartal pertamanya hingga 0.5 persen.      


• Bank of England menahan diri dari rapuhnya recovery (ekonomi) Inggris yang mendorong pemulihan Kamis lalu, karena perekonomian terlihat menghindari kejatuhannya kembali ke dalam resesi meskipun guncangan yang menekan pada manufacturing output dalam bulan pertama 2012.   


• The National Institute of Economic and Social Research (NIESR), satu dari economic think‐tanks terkemuka Inggris, memperkirakan bahwa perekonomian berada pada batas terkecil tidak terjadinya resesi, yang bertumbuh hanya 0.1 persen pada kuartal pertama.