title cover

title cover

Wednesday, May 16, 2012

Headline News 16.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS merosot dalam delapan hari pada 10 sebelumnya Selasa lalu karena ketidakpastian berasal dari kebuntuan politik di  Yunani yang memberikan investor alasan lainnya untuk berhati‐hati dan aksi jual terjadi secara besar‐besaran pada akhir hariannya.   


• Gejolak politik di Yunani tetap membuat tekanan pada pasar. Investor telah mengkhawatirkan berkepanjangannya permasalahan di zona  euro dan kemungkinan resesi akan menekan pertumbuhan (ekonomi) global.    

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 63.35 poin, atau 0.50 persen, ke level 12,632.00 pada penutupannya. Indeks Standard  & Poor's 500 <.SPX> berkurang 7.69 poin, atau 0.57 persen, ke level 1,330.66. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melorot 8.82 poin, atau  0.30 persen, ke level 2,893.76. Bursa Wall Street melemah dalam rangkaian tiga harinya yang diguncang oleh situasi di Yunani.   

• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> turun 0.8 persen, sementara itu indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama  Eropa anjlok 0.7 persen.       

• Euro melemah ke level terendah empat bulannya terhadap dollar AS Selasa lalu setelah Yunani gagal untuk membentuk pemerintahan  dan  mengatakan  akan  mengadakan  pemilu  baru,  menaikkan  resiko  yang  dapat  membuatnya  keluar  dari  euro.  Euro  <EUR=>  terakhir  diperdagangkan anjlok 0.7 persen ke level $1.2732, dengan sempat mencapai level terendahnya $1.2720, terendah sejak 18 Jan.   

• Harga  Treasuries  AS  melemah  karena  para  trader  melakukan  aksi  ambil  untung  dari  kenaikan  delapan  minggu  pada  kekhawatiran  mengenai  hasil  dari  krisis  utang  Eropa.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  turun  1/32, dengan yield  1.7705  persen.    

• Emas turun dibawah level $1,560 per ons Selasa lalu setelah kegagalan politisi Yunani untuk membentuk pemerintah yang membawa  mata uang tunggal Eropa ke level terendah empat bulannya dan mengejutkan investor mengenai profitabilitas dari memegang aset‐aset  yang di denominasi dengan euro. Spot emas <XAU=> anjlok 0.1 persen ke level $1,555.69 per ons pada pukul 1350 GMT, sementara itu  U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman bulan Juni melemah $8.70 per ons ke level $1,552.10.    

• Brent oil sedikit naik Selasa lalu, menekan penurunan tiga harinya dan mendorong premium U.S. crude kembali diatas $18 per barrel,  karena dukungan pertumbuhan ekonomi Jerman yang membantu menekan gejolak politik di Yunani. Brent June crude <LCOc1> naik 67  sen untuk di settle ke level $112.24 per barrel, recovery dari level terendah $110.93 dan sempat naik ke $112.67. U.S. June crude <CLc1>  anjlok dalam rangkaian tiga harinya, melorot 80 sen untuk di settle ke level $93.98 per barrel. Telah sempat merosot ke level terendah  $93.02 pada perdagangan post‐settlement, harga terendah sejak 16 Des.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas terkoreksi di bawah $1.560 per ons setelah kegagalan politisi Yunani untuk membentuk pemerintahan koalisi, sehingga mendorong  euro melemah ke level terendah 4 bulan terhadap dolar dan memicu keraguan investor mengenai profitabilitas dalam mengoleksi aset‐ aset berdenominasi euro. 

• Setelah harga emas turun ke level terendah sejak akhir Desember, konsumen di India terus mengamati perkembangan harga di pasar,  dimana hal ini berpotensi mencegah kejatuhan harga emas lebih lanjut. 

• Namun demikian, emas masih rentan tekanan, khususnya akibat masih suramnya kondisi ekonomi dan politik di Eropa yang membuat  euro terus mengalami tekanan. 

• Di akhir sesi New York, emas melanjutkan koreksinya dan mencatat level terendah 4‐1/2 bulan yang baru dipicu berlanjutnya koreksi  euro atas dolar. Emas spot turun 0.88% di  $1,542.60 per ons dan telah terkoreksi hampir 7% di bulan Mei, dan berpotensi mencatat  kinerja  bulanan  terburuknya  sejak  Desember  dan  mencatat  kerugian  bulanan  keempat  kalinya,  dipicu  meluasnya  spekulasi  mengenai  kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona euro. 

• Sementara perhatian terhadap krisis utang Eropa telah mendorong investor membeli emas sebagai aset aman di tahun 2011 lalu, maka  pada tahun 2012 ini emas cenderung bergerak mengikuti pergerakan komoditas dan tertekan akibat menguatnya dolar. 



OIL & COMMODITIES
• Minyak jenis Brent menguat pada hari Selasa menyusul ekonomi zona euro sedikit terhindar dari resesi dan data GDP‐Q1 Jerman yang  dirilis lebih baik dari perkiraan telah menambah harapan bahwa Jerman akan mampu melewati badai krisis utang Eropa. 

• Ekonomi zona euro stagnan dengan mencatat pertumbuhan 0%, masih lebih baik dari ekspektasi pasar terjadi resesi. Data tersebut telah  mendorong naiknya aset‐aset beresiko dan mengimbangi tekanan akibat buruknya situasi di Yunani dan menguatnya dolar. 

• Brent  crude  naik  67  sen  ke  $112.24  per  barel  dan  mengurangi  kerugian  sesi  sebelumnya,  ketika  harga  terkoreksi  ke  $110.04,  level  intraday terendahnya sejak 25 Januari.  Sedangkan harga minyak mentah AS (US crude) turun 80 sen ke $93.98 per barel, mencatat penurunan ketiga kalinya secara berturut‐ turut. Harga mencatat intraday low di $93.02, yang merupakan level terendahnya sejak 16 Desember. 

• Berlanjutnya  koreksi  pada  harga  minyak  mentah  AS  terjadi  setelah  data  dari  American  Petroleum  Institute  (API)  menunjukkan  stok  minyak mentah naik 6.6 juta barel di pekan per 11 Mei, jauh melampaui ekspektasi terjadi kenaikan 1.7 juta barel. 

• Kekhawatiran pasar terbesar adalah ketika Yunani mengumumkan kegagalannya membentuk pemerintah koalisi, sembilan hari setelah  pemungutan suara yang kurang meyakinkan. Pemilu yang baru kemungkinan akan dilakukan pertengahan Juni mendatang. Partai sayap  kiri, SYRIZA, yang berencana menolak rencana bailout Uni Eropa, diprediksi menang di putaran berikutnya. 

• Prospek permintaan minyak masih lemah dan menekan harga minyak. Stok minyak mentah AS diprediksi naik untuk ke‐8 kalinya secara  berturut‐turut di pekan lalu, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan. 
EURO ZONE
• Euro  melemah  ke  level  terendah  sejak  4‐bulan  terakhirterhadap  dolar  AS  ditekan  pernyataan  dari  juru  bicara  kepresidenan  Yunani  yang  menyatakan  bahwa  negara  tersebut  akan  menggelar  pemilu  baru  setelah  para  politisi  gagal  menemukan  kesepakatan  untuk  membentuk  koalisi.  Pemilu  tersebut  diperkirakan  akan  dilangsungkan  pada  pertengahan  Juni  mendatang.  Turut  menekan  kinerja  euro  adalah  data  ekonomi  yang  memperlihatkan  bahwa  Yunani semakin dalam terpuruk dalam kondisi resesi. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia untuk tenor 10‐tahun kembali naik ke level 6 persen, ditopang oleh berita kebuntuan politik di Yunani. Sebaliknya,  investor mengalihkan investasinya pada dolar AS yang memiliki prospek ekonomi lebih baik daripada kawasan Uni‐Eropa. 

• Meskipun  demikian,  terdapat  beberapa  berita  positif  diantaranya  GDP  Jerman  yang  bertumbuh  0,5%  pada  triwulan  1‐2012.  Pertumbuhan  ekonomi  Jerman tersebut kemudian berperan besar dalam menahan Uni‐Eropa ke jurang resesi, setelah data pertumbuhan ekonoim Uni‐Eropa untuk triwulan 1‐ 2012 dirilis stagnan, masih lebih baik dari perkiraan para analis yang memprediksi akan terkontraksi ‐0.2%. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,69 persen terhadap dolar AS ke 1.2733, sementara itu euro juga turun 0,31 persen terhadap yen ke  102.07, euro juga melemah 0,09 persen terhadap sterling ke 0.7959 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2008.

U.K.
• Perekonomian Inggris tertekan turun oleh perdagangan pada kuartal pertama tahun 2012 meskipun penjualan rebound pada negara non‐Uni Eropa bulan Maret,  data menunjukkannya Selasa lalu.   

• Sementara itu kenaikan pada permintaan dari negara seperti AS dan Cina menjaga harapan bahwa pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih kuat kedepannya,  bertahannya krisis utang zona euro membuang bayangan gelap berkenaan dengan peluang perbaikan ekspor pada Inggris.   

• Negara  tidaklah  benar‐benar  pulih  dari  anjloknya  (ekonomi)  tahun  2008‐2009  dan  kembali  merosot  pada  resesi  yang  dimulai  tahun  ini.  Pemerintah  telah  menghadapkan bahwa ekspor akan mengimbangi tekanan pertumbuhan dari rencana austerity‐nya, yang bertujuan untuk menghapus besarnya defisit bujet.   

• Perekonomian Inggris akan kembali berbalik untuk bertumbuh secara moderat pada kuartal baru‐baru ini dan mendapat dorongan dari kemeriahan Olympic Games  tetapi recovery tidaklah akan secara cepat karena Bank of England menahan lebih lanjut pada stimulus kedepannya, sebuah polling Reuters menunjukkannya Selasa  lalu. 

• Polling sekitar 50 ekonom, yang diambil minggu lalu, memprediksi pertumbuhan 0.1 persen pada kuartal saat ini, untuk melompat 0.5 persen berikutnya tetapi  hanya 0.3 persen ekspansi pada tiga bulan terakhir dalam tahunan. 

• "The ticket sales from the Olympics will be included in the third quarter numbers and that adds around 0.3 (percentage point). There is a slight underlying recovery  coming through but still a fairly sub‐trend one," ungkap Adam Chester, kepala ekonom UK pada Lloyds Banking Group. 



JAPAN
• Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi menegaskan bahwa pemimpin politik Yunani harus segera mengambil langkah yang diperlukan guna meyakinkan  dunia  internasional  bahwa  mereka  akan  berusaha  semaksimal  mungkin  guna  menghindari  berlanjutnya  gonjang‐ganjing  yang  meningkatkan  tensi  Uni‐ Eropa.  Azumi  menyatakan  bahwa  Jepang  memiliki  kepentingan  besar  pada  terciptanya  stabilitas  di  kawasan  Uni‐Eropa,  dan  untuk  itu  pihaknya  menghendaki pemerintah Yunani akan tetap berada pada komunitas Uni‐Eropa dan menjunjung tinggi kesepakatan guna menunjang penguatan fiskal. 

• Sementara itu berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters memperlihatkan bahwa mayoritas analis percaya Jepang akan dapat mencapai  pemulihan ekonomi yang moderat. Meskipun demikian kondisi demikian belum akan menyurutkan langkah BOJ guna menggelontorkan stimulus keuangan  pada musim panas ini dengan salah satu pemicunya adalah penguatan kurs yen akhir‐akhir ini. Berdasarkan konsensus yang dicapai diantara para analis,  ekonomi Jepang diperkirakan akan bertumbuh hingga 2 persen pada tahun fiskal 2012/2013 ini. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,36 persen terhadap yen di 80.15, sementara itu euro turun 0,31 persen terhadap yen ke 102.07.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,13  persen  terhadap  yen  79.63  dan  sterling  turun  0,21  persen  terhadap  yen  ke  128.22.




AUSTRALIA
• RBA telah memangkas suku bunga tertajamnya dalam 3 tahun untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, menangkal tingginya biaya hipotek  dan menaikkan kepercayaan konsumen, demikian minutes dari sidang RBA 1 Mei menunjukkan. 

• Pertumbuhan di luar sektor pertambangan diprediksi akan berada di bawah trennya dalam jangka pendek kedepan, terpengaruh oleh tingginya nilai tukar,  melemahnya belanja pemerintah dan memburuknya kondisi di pasar perumahan dan industri konstruksi bangunan. Dengan kondisi pasar keuangan yang  masih belum stabil, maka resiko yang berasal dari Eropa masih akan terus menyuramkan prospek pertumbuhan ekonom global. 

• Gubernur RBA Glenn Stevens telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke level terendah 2 tahun menjadi 3.75%, dengan inflasi inti melemah ke  level terendah 13 tahun, ekspor dan harga rumah juga turun, dan kepercayaan konsumen menurun. Sebagian besar ekonom sebelumnya memprediksi  terjadi pemangkasan 25 bps. Pelaku pasar saat ini memprediksi 84% peluang RBA untuk kembali memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada sidangnya 5  Juni mendatang. 

• Aussie terkoreksi ke level  terendahnya tahun ini  di $0.9943 usai rilis minutes  RBA  sebelum  akhirnya rebound dan bergerak di sekitar $0.9964. Namun  hingga akhir sesi New York semalam, Aussie melanjutkan koreksinya hingga mencatat level intraday low di $0.9918 menyusul menguatnya dolar setelah  investor menjauhi aset beresiko. 




SWISS
• Swiss franc masih bergerak stabil di sekitar level kritisnya 1.20 franc per euro yang diberlakukan oleh Bank Nasional Swiss September lalu untuk  mencegah  ekonomi  tergelincir  ke  dalam  resesi.  Pada  hari  Senin,  kepala  SNB  Thomas  Jordan  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  tetap  membatasi penguatan franc dan akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah penguatan franc lebih lanjut, jika memang diperlukan. 

• Masih belum menentunya kondisi politik dan ekonomi di Yunani telah mendorong investor untuk memburu dolar yang dianggap sebagai mata  uang yang lebih aman. Euro merosot ke level terendah 4 bulan yang baru terhadap dolar setelah juru bicara presiden Yunani mengatakan negara  tersebut akan mengadakan pemilu baru setelah para pemimpin politik gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintah koalisi. 

• Dolar menguat ke level intraday high di 0.9416 franc dan terakhir bergerak di sekitar 0.9407 franc. Sementara euro bergerak stabil di sekitar  1.2010 franc 

Tuesday, May 15, 2012

Headline News 15.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global anjlok Senin lalu dari kekhawatiran Yunani dapat keluar dari zona euro, sementara itu harga oil melemah setelah  pergerakan  lokomotif  ekonomi  Cina  untuk  mendorong  lending  menyulut  ketakutan  pada  perekonomiannya  yang  melemah  daripada  yang diperkirakan.   

• Data  mencatatkan  makin  dalamnya  resesi  Eropa,  seiring  meningkatnya  kegelisahan  berkenaan  dengan  krisis  utang  Yunani,  menekan  saham  anjlok  mendekati  2  persen  ke  level  penutupan terendah  4‐1/2‐bulan  di Eropa,  sementara  itu  euro  tertekan  ke  level  terendah  empat bulannya terhadap dollar.   

• Mata uang safe‐haven, seperti  dollar dan yen  meningkat. Ekspektasi pada euro untuk berlanjut anjlok, didorong spekulasi berkenaan  dengan kemungkinan Yunani keluar dari zona euro.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 125.25 poin, atau 0.98 persen, ke level 12,695.35. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> berkurang 15.04 poin, atau 1.11 persen, ke level 1,338.35. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 31.24 poin, atau 1.06  persen, kelevel 2,902.58.    

• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup anjlok 1.8 persen ke level 1,004.20, level terendah sejak 30  Dec.  Indeks  MSCI's  measure  of  world  stock  markets  <.MIWDOOOOOPUS>  turun  1.6  persen  ke  level  310.10,  sementara  itu  indeks  emerging markets <.MSCIEF> merosot 2.1 persen ke level 950.25.   

• Euro melemah ke level terendah yang mendekati empat bulan terhadap dollar Senin lalu dari ketakutan Yunani dapat keluar dari euro  dan kekhawatiran blok tersebut yang mengarah resesi didasarkan pelemahan data industri. Euro <EUR=> anjlok ke level terendahnya  $1.2823, terendah sejak 18 Januari. Terakhir berada pada level $1.2848, turun 0.5 persen. Telah anjlok 3 persen pada bulan ini setelah  melorot 0.8 persen pada April.    

• Harga Treasury AS naik Senin lalu, mendorong yields turun ke level terendah sejak awal Oktober, karena gejolak politik di Yunani, anti‐ austerity vote di Jerman dan permasalahan mengenai perlambatan pertumbuhan (ekonomi) di Cina yang mendorong aksi beli pada zona  aman.   

• Harga  emas  melorot  karena  deadlock  politik  di  Yunani  yang  mendorong  risk  aversion  dan  membuat  tekanan  pada  euro.  Spot  emas  <XAU=> turun $21.84 untuk diperdagangkan pada level $1,557.60 per ons, setelah pada awalnya mencapai level terendah $1,556.61 per  ons, terendah sejak 30 Des.    

• Oil  merosot  tajam  untuk  memperluas  beratnya  tekanan  baru‐baru  ini  dari  meningkatnya  ketidakpastian  politik  Yunani  dan  prospek  melambatnya pertumbuhan (ekonomi) Cina, negara terbesar kedua dalam konsumsi energi, yang menekan outlook permintaan. Brent  crude <LCOc1> turun 69 sen untuk di settle ke level $111.57 per barrel. U.S. crude <CLc1> anjlok $1.35 untuk di settle ke level $94.78 per  barrel.  Harga  untuk  Brent  crude  telah  berkurang  6.2  persen  dan  untuk  crude  AS  8.4  persen  dalam  dua  minggu  yang  berakhir  Jumat  sebelumnya. 

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas jatuh ke level terendah 4‐1/2 bulan pada hari Senin, dipicu menguatnya dolar dan investor melikuidasi aset‐aset beresiko  setelah terjadi kebuntuan politik di Yunani yang semakin menambah kekhawatiran kemungkinan negara tersebut keluar dari zona euro,  yang akan berpotensi memperburuk krisis utang kawasan. 

• Harga  emas  spot  menembus  level  intraday  low  di  $1,556.50  per  ons,  level  terendahnya  sejak  30  Desember  2011.  Harga  kemudian  rebound tipis dan bergerak di sekitar $1,557.35 per ons, atau turun 1.3% dari posisi $1,578.30 pada hari Jumat. 

• Emas telah bergerak searah dengan aset beresiko tahun ini menyusul kekacauan politik dan ekonomi di Eropa telah memukul nilai tukar  euro dan investor beralih kedalam dolar. 

• Euro terkoreksi ke level terendah hampir 4 bulan terhadap dolar dipicu kekhawatiran Yunani akan keluar dari zona euro, dan menambah  spekulasi  mengenai  kemungkinan  terjadinya  resesi  di  Eropa.  Industrial  production  zona  euro  diluar  dugaan  turun  di  bulan  Maret,  memperkuat pandangan bahwa zna euro berpotensi menghadapi resesi. 

• Prospek  untuk  meningkatnya  permintaan  fisik  emas  juga  kian  pudar  setelah  Cina  pada  Sabtu  kemarin  melonggarkan  kebijakan  moneternya, sehingga menyisakan pertanyaan apakah bank sentral akan terus membeli emas untuk menambah cadangan modalnya. 
OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  jatuh  di  hari  Senin  dipicu  kegagalan  Yunani  membentuk  pemerintahan  yang  baru  dan  kekhawatiran  mengenai  melambatnya ekonomi Cina telah memicu keresahanan akan turunnya minat terhadap minyak. 

• Harga minyak berjangka melanjutkan koreksinya dalam 2 pekan yang berakhir per Jumat kemarin, dengan Brent crude turun 6.2% dan US  crude turun 8.4%. 

• Pertarungan politik Yunani membantu menekan euro ke level terendah empat bulan terhadap dolar, dimana memperkuat indeks dolar,  menekan  pasar  saham  dan  membantu  menekan  tembaga  sebagai  bahan  baku  utama  industri  ke  level  terendah  dalam  empat  bulan.  Menguatnya  dolar  akan  menekan  komoditas  dan  minyak  yang  didenominasikan  kedalam  dolar,  karena  harga  produk  tersebut  akan  menjadi semakin mahal bagi pemegang non dolar. 

• Bank sentral Cina pada Sabtu lalu telah menurunkan batasan untuk jumlah cadangan modal bank yang harus dimiliki perbankan, guna  menghindari terjadinya perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Keputusan ini dibuat setelah harga minyak dan saham  global ditutup melemah minggu kemarin akibat tertekan oleh data yang menunjukkan produksi industri Cina di bulan April tumbuh pada  level terlemahnya selama hampir 3 tahun terakhir. 

• Harga minyak berjangka jenis Brent turun ke level terendah dalam 3‐1/2 bulan. Brent untuk pengiriman Juni  berakhir di  $111.57 per  barel,  turun  69  sen  atau  0.61%,  level  terendahnya  sejak  1  Februari, ketika harga  ditutup  di  $111.56.  Harga mencatat  intraday  low di  $110.04, level intraday terlemahnya sejak 25 Januari ketika harga menembus $108.91.  Sementara itu, harga minyak berjangka AS turun ke level terendah 5 bulan. U.S. crude <CLc1> turun $1.35 di $94.78, setelah terkoreksi ke  level intraday low di $93.65, level terendah 2012 dan level intraday low terendahnya sejak 19 Desember, setelah ditutup di bawah MA‐ 200 pada hari Jumat. 
EURO ZONE
• Euro anjlok ke level terendah sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS seiring kuatnya gonjang‐ganjing politik di Yunani yang meningkatkan kemungkinan keluarnya  Yunani  dari  keanggotaan  Uni‐Eropa. Pembicaraan  pembentukan  koalisi  pemerintahan  Yunani  menemui  jalan  buntu,  diperkirakan  negara  tersebut  akan  terpaksa  menjalani  pemilu  ulang,.  Sementara  itu  kubu  konservatif  Angela  Merkel  mengalami  kekalahan  dalam  pemilu  di  daerah  yang  paling  padat  penduduknya,  meningkatkan  ancaman  naiknya  bargaining  position  dari  pihak  oposisi.  Turut  menekan  minat  investor  terhadap  aset  beresiko  adalah  data  ekonomi  Cina  yang  menunjuk pada perlambatan pertumbuhan ekonomi negeri Tirai Bambu tersebut, Cina merupakan salah satu target tujuan ekspor produk asal Uni‐Eropa.  

• Sementara  itu  data  industrial  production  Uni‐Eropa  untuk  periode  April  dirilis  melemah  lebih  dari  perkiraan,  meningkatkan  kemungkinan  terpuruknya  kawasan  tersebut  pada  kondisi  resesi.  Sementara  itu  borrowing  cost  Spanyol  meningkat  dan  imbal  hasil  obligasi  tenor  10‐tahunnya  naik  cukup  pesat  mendekati  level  7  persen.  

• Saat  ini  mulai  berkembang  proyeksi  dari  beberapa  kalangan  analis  bahwa  ECB  pada  akhirnya  nanti  akan  kembali  menerapkan  program  pelonggaran  kuantitatif  lanjutan guna menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Uni‐Eropa. Kondisi ini justru akan semakin berpotensi melemahkan nilai tukar euro terutama terhadap  dolar AS dimana pertumbuhan ekonomi Amerika lebih menjanjikan dan kebijakan The Fed yang masih akan mempertahankan level suku bunganya saat ini.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 076 persen terhadap dolar AS ke 1.2821, sementara itu euro juga turun 0,83 persen terhadap yen ke 102.39,  euro juga melemah 0,9% terhadap sterling ke 0.7966 dan turun tipis 0,02 terhadap Swiss franc di 1.2013. 
U.K.
• Terisolasi di Eropa, Inggris memilik sedikit pilihan tetapi untuk kembali dalam menuntut perubahan rancangan EU banking tersebut telah disebut  sesuatu yang konyol.   

• Meeting menteri keuangan Uni Eropa Selasa lalu akan terlihat menyetujui peraturan pada modal bank‐bank didalam 27‐blok anggota yang harus  menaikkan (modalnya) dalam rangka menutup resiko, langkah yang didesain untuk menghindari krisis keuangan berikutnya.   

• Inggris  menginginkan  kebebasan untuk  memperketat  standar  yang  tinggi  pada  bank  dan  kekhawatiran  atas  sektor keuangan  yang  kehilangan  kontrol. Negara lainnya seperti Perancis telah beragumentasi untuk satu standar disepanjang Eropa.   

• Suatu perubahan besar pada Bank of England telah membuat suatu perlombaan dalam mengganti Gubernur Mervyn King, yang mengarah pada  satu kritikan bahwa tidak ada satu orangpun tetapi seorang "superhuman" pun butuh untuk digantikan.   
JAPAN
• Awal pekan ini dolar AS menguat terhadap yen menyusul pernyataan Perdana Menteri Yoshihiko Noda kepada The Wall Street Journal bahwa pihaknya  telah menyiapkan semua langkah yang diperlukan guna menanggulangi berlanjutnya penguatan kurs yen. Namun demikian pada saat yang sama Noda  tidak terburu‐buru menyatakan bahwa kurs yen saat ini sudah overvalued.  

• Menurut Noda, krisis Uni‐Eropa merupakan salah satu faktor utama yang mendongkrak kinerja yen terhadap mata uang utama dunia lainnya. Untuk itu  Noda menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi BOJ saat ini bukan hanya menanggulangi deflasi namun juga menahan laju penguatan yen.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,06 persen terhadap yen di 79.86, sementara itu euro turun 0,83 persen terhadap yen ke 102.39.  Sedangkan Aussie dolar tercatat anjlok 0,71 persen terhadap yen 79.53 dan sterling menguat 0,04% terhadap yen ke 128.49.
AUSTRALIA
• Seorang  pejabat  bank  sentral  Australia,  Philip  Lowe,  optimis  kalau  nilai  tukar  Aussie  masih  akan  tetap  tinggi  untuk  tahun‐tahun  mendatang.  Pernyataannya tersebut muncul setelah Aussie anjlok di bawah nilai paritasnya terhadap dolar untuk pertama kalinya selama hampir 5 bulan terakhir.  Aussie anjlok ke level intraday low di $0.9958 sebelum akhirnya rebound dan bergerak di sekitar $0.9966. Tekanan jual pada Aussie meningkat setelah  pasar semakin khawatir terhadap kekacauan politik di Yunani. 

• Pemerintah negara bagian Australia akan perlu untuk mengatur pengeluaran (anggaran belanja) untuk memastikan peringkat kredit mereka tetap utuh,  demikian pernyataan seorang eksekutif Moody's Investors Service pada Senin kemarin.  Pernyataan yang dilontarkan oleh Debra Roane, seorang petugas kredit senior di Moody`s, adalah peringatan tegas kepada pemerintah Australia bahwa  mereka perlu untuk mengambil langkah‐langkah guna meningkatkan pendapatan atau memangkas pengeluaran agar terhindar dari ancaman penurunan  peringkat kreditnya.  Moody's menggunakan baseline credit assessment (dasar penilaian kredit), atau BCA, sebagai bagian dari analisis kredit mereka sebagai ukuran kekuatan  keuangan mandiri peminjam. 
SWISS
• Harga impor dan produsen Swiss turun lebih tajam dari perkiraan di bulan April, menegaskan perhatian bank sentral terhadap kemungkinan terjadi deflasi  dan mendorongnya untuk terus berupaya menjaga nilai tukar mata uangnya. Kuatnya nilai tukar Swiss franc telah menekan harga impor turun 3.4% dari  setahun lalu akibat turun tajamnya harga bahan mentah yang lebih mendominasi dibanding pengaruh kenaikan harga energi.  Sementara itu harga produsen turun 1.8% akibat jatuhnya harga produk pertanian dan kehutanan menyusul perusahaan lokal memotong margin mereka. 

• Untuk menjaga ekonomi Swiss agar tidak terjatuh kedalam fase deflasi maka SNB mematok nilai tukarnya di level 1.20 franc per euro pada September  tahun lalu. Meskipun pada 5 April lalu nilai tukar Euro/Swiss  franc sempat menembus di bawah 1.20, namun intervensi yang dilakukan SNB kemudian  mampu  membatasi  kejatuhan  euro  dan  Euro  Swiss  franc  bisa  kembali  bertengger  di  atas  level  kritisnya  1.20  franc  per  euro.  SNB  menegaskan  siap  mengambil tindakan lebih lanjut jika resiko deflasi semakin meningkat. 

• Meningkatnya  minat  terhadap  dolar  AS  telah  memicu  menguatnya  dolar  atas  Swiss  fanc  mendekati  level  tertinggi  4  bulan.  Indikasi  atas  kemungkinan  keluarnya Yunani dari zona euro kian menambah resah pelaku pasar dan mendorong mereka untuk menjauhi aset beresiko dan memburu dolar AS yang  dipandang  sebagai  mata  uang  yang  lebih  aman  resiko.  Setelah  bertahan  di  atas  0.9300  franc,  dolar  kemudian  melanjutkan  rally‐nya  hingga  mencatat  intraday high di 0.9367 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9364 franc.  

Monday, May 14, 2012

Headline News 14.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global melemah Jumat lalu karena ketidakpastian mengenai suramnya krisis utang Eropa yang dapat diatasi pada awalnya  dengan  membaik  dari  ekspektasinya  consumer  sentiment  AS,  sementara  itu  harga  oil  anjlok  setelah  pelemahan  data  dari  Cina  yang  mengurangi ekspektasi permintaan.     

• Obligasi  safe‐haven  pemerintah  naik,  dengan  yield  pada  obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  mencatatkan  penurunan  dalam  rangkaian  delapan  minggunya.  Apakah  Yunani  bisa  tetap  bertahan  dalam  zona  euro  dan  permasalahan  mengenai  tingkat  kesehatan  perbankan Spanyol mendorong aksi beli.   

• Data menunjukkan consumer sentiment AS naik ke level tertinggi yang lebih dari empat tahun pada awal Mei yang mendorong saham‐ saham pada awal hariannya, tetapi permasalahan mengenai Eropa dan JPMorgan Chase & Co's <JPM.N> dari kerugian perdagangan $2  milyar membawa pasar saham untuk melemah. Saham JPMorgan's turun 9.3 persen ke level $36.96, penekan terbesar pada indeks S&P  500. Penekan terbesar lainnya adalah Citibank <C.N>, anjlok 4.2 persen ke level $29.35.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 34.44 poin, atau 0.27 persen, untuk ditutup ke level 12,820.60. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> berkurang 4.60 poin,atau 0.34 persen, ke level 1,353.39. Tetapi indeks Nasdaq Composite <.IXIC> hanya naik 0.18 poin,  atau 0.01 persen, untuk ditutup ke level 2,933.82.   

• Indeks FTSEurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa naik 0.3 persen untuk ditutup dilevel 1,022.52. Indeks MSCI world equity  <.MIWD00000PUS> berbalik melemah, turun 0.3 persen ke level 314.99.   

• Euro anjlok ke level terendah 3‐1/2‐bulan pada perdagangan yang volatile. Euro telah merosot terhadap dollar sekitar delapan dari 10  harinya dengan secara kumulatif turun 2.4 persen, dipangkas oleh gejolak Yunani. Euro <EUR=> berkurang 0.12 persen ke level $1.2919,  sementara itu dollar index AS <.DXY> meningkat 0.21 persen ke level 80.283. Terhadap Japanese yen, dollar <JPY=> melemah 0.03 persen  ke level 79.90.   

• Obligasi AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 9/32 pada harganya dengan yield 1.84 persen.   

• Emas merosot hampir 1 persen  Jumat lalu karena kekhawatiran memburuknya krisis utang Eropa dan penurunan tajam pada ekuitas  serta komoditas membawa logam mulia mencapai penurunan terbesar mingguannya tahun ini. Spot emas <XAU=> turun 0.8 persen ke  level $1,5780.25 per ons pada pukul 2:37 p.m. EDT (1837 GMT), yang pada awalnya mencapai level terendahnya $1,574.29, terendah  sejak 3 Jan.   

• Industrial output Cina mengalami ekspansi pada bulan April ke fase terlambat tahunannya yang mendekati tiga tahun. Ketika ditambah  dengan kurangnya gambaran perdagangan dari Kamis sebelumnya, data memperkirakan perekonomian Cina berlanjut melambat setelah  pelemahan kinerja kuartal pertamanya.   

• Brent crude futures untuk pengiriman bulan Juni <LCOc1> melemah 47 sen untuk di settle ke level $112.26 per barrel. U.S. June light  sweet crude contract <CLc1> anjlok 95 sen untuk di settle ke level $96.13 per barrel. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot 1% pada sesi Jumat dipicu kekhawatiran memburuknya krisis utang Eropa dan koreksi tajam pada ekuitas dan komoditas  telah menyebabkan emas mengalami penurunan mingguan terbesarnya tahun ini. 

• Emas mengalami tekanan terberatnya setelah pengumuman kerugian perdagangan dari JPMorgan Chase & Co <JPM.N>, sebagai trader  utama  emas,  yang  membuat  sentimen  negatif  di  kalangan  investor.  Penurunan  tajam  pada  harga  minyak  dan  tembaga  juga  telah  mengimbangi rilis positif data kepercayaan konsumen AS. 

• Ketidakpastian politik di Yunani dan pergantian kepemimpinan di Perancis pekan kemarin telah memicu keraguan dikalangan investor  mengenai  apakah  Eropa  akan  benar‐benar  keluar  dari  krisis  setelah  diberi  bailout  milyaran  euro.  Kekhawatiran  terhadap  kondisi  perbankan Spanyol juga turut memberi tekanan. 

• Emas spot turun 0.8% ke $1,5780.25 per ounce, setelah sempat tersungkur ke level intraday low $1,574.29, level terendahnya sejak 3  Januari.  Dalam  sepekan  terakhir,  emas  mencatat  kerugian  3.7%,  kinerja  terburuknya  sejak  pekan  per  18  Desember  tahun  lalu  ketika  terkoreksi hampir 7%. Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Juni turun $11.50 di $1,584 per ounce. 

• Meskipun  tahun  lalu  emas  cenderung  diuntungkan  oleh  kekhawatiran  terhadap  performa  ekonomi  Eropa,  namun  tahun  ini  emas  cenderung bergerak searah dengan aset beresiko, setelah dolar dan obligasi pemerintah AS dianggap sebagai pilihan yang lebih aman. 

• Aksi beli fisik emas dari India juga terlihat lemah dalam beberapa pekan terakhir, akibat melemahnya rupee, dan menambah pesimisme  pada emas. 

• Sedangkan sejumlah aksi beli emas terlihat di AS, dimana penjualan koin emas American Eagle menembus 31500 ounce dalam bulan ini,  naik sekitar 50% dibandingkan penjualan bulan April secara keseluruhan. 
OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  di  hari  Jumat  dan  mencatat  penurunan  mingguan  keduanya  secara  berturut‐turut,  tertekan  oleh  lemahnya  pertumbuhan industri di Cina yang meng‐counter laporan positif data kepercayaan konsumen AS yang menembus level tertinggi 4 tahun. 

• Penurunan minyak mentah jenis Brent sebesar 6.2% dalam 2 pekan terakhir adalah merupakan prosentase kerugian 2 pekan terbesarnya  sejak 16 Desember. Sedangkan minyak mentah AS turun 8.4% dalam 2 pekan terakhir, mencatat koreksi terbesarnya sejak 30 September. 

• Minyak mentah telah mengalami tekanan sejak sesi awal ketika data menunjukkan produksi industri Cina di bulan April tumbuh pada  level  terlemahnya  selama  hampir  3  tahun  terakhir.  Laporan  tersebut  menambah  gambaran  buruk  pada  ekonomi  Cina  pasca  rilis  mengecewakan data perdagangan di hari sebelumnya. Cina, sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua setelah AS, melaporkan  ekspor dan impor di bulan April tumbuh pada tingkat yang lebih rendah dari perkiraan. Kinerja perdagangan di bulan tersebut juga secara  mengejutkan  melemah,  sehingga  pemerintah  nampaknya  perlu  untuk  melonggarkan  kembali  kebijakan  moneternya  untuk  memacu  ekspansi ekonomi tahunannya. 

• Minyak  kemudian  memangkas  kerugiannya  setelah  dirilisnya  data  kepercayaan  konsumen  AS  yang  naik  di  bulan  ini  ke  level  tertinggi  selama  lebih  dari  4  tahun,  berdasarkan  laporan  data  awal  Mei  dari  Thomson  Reuters/University  of  Michigan.  Data  tersebut  telah  memberi  dukungan  positif  pada  ekuitas  AS,  sebelum  akhirnya  berakhir  melemah.  Bursa  saham  juga  sempat  menguat  bahkan  disaat  muncul laporan kerugian dari JPMorgan Chase & Co's sekitar $2 milyar dan telah membantu mengurangi kerugian pada minyak. 

• Minyak juga telah mendapat tekanan dari laporan kenaikan produksi minyak OPEC yang membantu mendorong naiknya stok minyak AS  dan juga ketidakpastian kondisi ekonomi dan politik di Eropa akibat krisis utang. 

• Brent June crude <LCOc1> turun 47 sen di $112.26 per barel, setelah jatuh ke $111.40, dan mencatat kerugiannya dalam pekan kemarin  mencapai 0.81%.   

• Sedangkan U.S. June crude <CLc1> jatuh 95 sen di $96.13, di bawah MA‐200 di $96.27, dan mencatat penurunan 2.4% sepekan kemarin. 

• Berdasarkan  laporan  dari  International  Energy  Agency  (IEA)  bahwa  permintaan  minyak  global  tahun  ini  masih  relatif  tetap,  hanya  mencatat naik 20.000 barel per hari dari laporan sebelumnya 790.000 barel per hari. EIA memprediksi harga minyak masih akan tinggi  akibat tekanan masalah program nuklir Iran bahkan disaat meniingkatnya suplai minyak dunia dan naiknya stok minyak. 

EURO ZONE
• Pada sesi Jumat akhir pekan lalu euro sempat menguat terhadap dolar AS, rebound tipis setelah sempat anjlok ke level terendah sejak 3‐1/2 bulan terakhir  menyusul  ketidakpastian  politik  Yunani  dan  Perancis  serta  kondisi  perbankan  Spanyol  yang  meningkatkan  kekhawatiran  pelaku  pasar.  Turut  menekan  minat  investor  terhadap  aset  beresiko  adalah  pernyataan  institusi  keuangan  terkemuka  JP  Morgan  Chase  yang  merugi  hingga  2  miliar  USD  dalam  perdagangan beberapa mata uang asingnya.  

• Pimpinan Partai Sosialis – Evangelos Venizelos pesimis bahwa masih terdapatnya harapan bahwa pemerintahan baru akan bisa terbentuk, menyusul tidak  ada pihak yang meraih suara mayoritas. Pemimpin Demokrat Kiri menegaskan bahwa Yunani kemungkinan besar akan terpaksa menjalani pemilu ulang  untuk dapat menentukan pihak mana yang bisa membentuk pemerintahan baru.  

• Awal  pekan  ini  para  menteri  keuangan  Uni‐Eropa  akan  bertemu  di  Brussels  –  Belgia  untuk  membicarakan  agenda  perkembangan  ekonomi  global  dan  diperkirakan akan berfokus pada krisis di Yunanidan problem anggaran di Spanyol. Pertemuan tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan  menteri‐menteri keuangan dari ke 27‐anggota Uni‐Eropa. Dan yang akan menjadi perhatian adalah pertemuan pertama kalinya antara Presiden Francois  Hollande dengan Kanselir Angela Merkel untuk melihat pendekatan apa yang akan digunakan kedua pemimpin tersebut dalam menyelaraskan langkah  penanganan krisis Uni‐Eropa. 

• Dalam sepekan  terakhir  euro tercatat  pelemahan  tajam  1,25  persen  terhadap  dolar  AS ke  1.2920,  sementara  itu  euro  juga  mencatat  pelemahan  1,15  persen terhadap yen ke 103.25, dan euro juga mencatat pelemahan 0,78 persen terhadap sterling ke 0.8038 dan melemah tipis 0,02 persen terhadap  Swiss franc di 1.2010. 

U.K.
• Consumer  morale  di  Inggris  memburuk  pada  bulan  April  karena  orang  menjadi  khawatir  mengenai  ketersediaan  jobs  dan  menjauhi  untuk  membeli barang‐barang mahal seperti kendaraan/mobil, sebuah survei dari lender Nationwide menunjukkannya Jumat lalu. 

• Gambaran  terpadu  dengan  survei  yang  dirilis  Rabu  sebelumnya  yang  menunjukkan  penjualan  ritel  Inggris  anjlok  menuju  penurunan  terbesar  tahunannya yang lebih dari satu tahun pada bulan April sementara itu jumlah orang yang bekerja tetap menjadi melambat pertumbuhannya. 

• Inggris berbalik suram pada bulan lalu karena anjloknya sektor konstruksi yang manandai makin dalamnya resesi dan para produser menaikkan  harga, menyoroti panjang dan sulitnya untuk kembali pada sehatnya perekonomian.  

AUSTRALIA
• Aussie terkoreksi ke level terendah selama hampir 5 bulan pada hari Jumat setelah sentimen terhadap aset beresiko kembali mendapat tekanan pasca  serangkaian data Cina yang mengecewakan serta JPMorgan Chase & Co's yang melaporkan kerugian perdagangan senilai $2 milyar. 

• Aussie terkoreksi ke level intraday low di $1.0018, level terendahnya sejak akhir Desember. Aussie berhasil rebound dan bergerak di sekitar $1.0065 di sesi  New York setelah rilis data ekonomi AS memberikan peluang untuk The Fed melonggarkan kebijakan moneternya. Namun koreksi kembali terjadi di akhir  sesi dan terakhir bergerak di sekitar $1.0025. 

• PPI AS diluar dugaan turun di bulan April menyusul biaya energi turun ke level tertajamnya dalam 6 bulan terakhir, sinyal bahwa inflasi melemah, dan  memberikan tambahan peluang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

• Sebelumnya,  Aussie  mengalami  tekanan  setelah  data  industrial  production  Cina  turun  tajam  di  bulan  April  menyusul  investasi  melemah  ke  level  terendahnya selama hampir 1 dekade terakhir, dan dirilis jauh di bawah ekspektasi pasar. Aussie sangat rentan tekanan oleh berita buruk dari Cina, karena  negara tersebut adalah pasar ekspor terbesar Australia. Jika ekonomi Cina memburuk, maka dipastikan nilai ekspor Australia akan turun dan berpotensi  membebani ekonomi Australia, sehingga nilai tukar Aussie pun cenderung melemah. 

• Kondisi politik di zona euro masih akan menjadi sorotan pasar, khususnya di Yunani, setelah hasil pemilu yang kurang meyakinkan pekan lalu berpotensi  membawa  negara  tersebut  mengalami  kekacauan  politik  sehingga  menaikkan resiko  Yunani  akan  terdepak  dari  zona  euro. Selama  sentimen  terhadap  kondisi zona euro masih negatif, maka akan berpeluang menekan aset‐aset beresiko, termasuk mata uang berimbal hasil lebih tinggi, seperti Aussie. 

JAPAN
• Pada  sesi  Jumat  akhir  pekan  lalu  rilis  data  kepercayaan  konsumen  Amerika  –  University  of  Michigan  surveys  untuk  periode  Mei  memperlihatkan  peningkatkan ke level tertinggi sejak 4‐tahun terakhir. Kondisi mana kemudian meningkatkan minat terhadap aset beresiko dan menaikkan performa dolar  AS terhadap yen Jepang.  

• Bank of Japan menyatakan bahwa pihaknya akan terus berfokus untuk mempertahankan aset investasi asingnya dalam bentuk instrument yang likuid dan  aman  ditengah  volatilitas  pada  pasar  keuangan  global.  Hal  ini  dilakukan  untuk  memastikan  dukungan  bagi  perbankan  domestik  dalam  kemungkinan  kesulitan perbankan domestik mendapatkan dana tunai di luar negeri. BOJ diperkirakan me‐manage sekitar 4,35 triliun yen (54 miliar USD) dalam bentuk  aset asing. 

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat 0,11 persen terhadap yen ke 79.91, sementara itu euro melemah 1,15 persen terhadap yen ke 103.25.  Sedangkan Aussie dolar tercatat anjlok 1,38 persen terhadap yen 80.10 dan sterling turun 0,35 persen terhadap yen ke 128.45. 

SWISS
• Swiss franc sempat terkoreksi terhadap dolar setelah mencatat intraday low di 0.9306 franc per dolar akibat tekanan atas kebuntuan  politik di Yunani yang meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan negeri para dewa tersebut tersingkir dari zona euro. Namun di  sesi New York, Swiss franc berhasil memangkas kerugiannya dan bergerak relatif datar terhadap dolar di sekitar 0.9290 franc per dolar. 

• Kondisi politik di zona euro masih akan menjadi sorotan pasar, khususnya di Yunani, setelah hasil pemilu yang kurang meyakinkan pekan  lalu  berpotensi  membawa  negara  tersebut  mengalami  kekacauan  politik  sehingga  menaikkan  resiko  Yunani  akan  terdepak  dari  zona  euro. Selama sentimen terhadap kondisi zona euro masih negatif, maka akan berpeluang menekan aset‐aset beresiko, termasuk mata  uang berimbal hasil lebih tinggi dan akan menguntungkan dolar. 

• Data import and producer price index Swiss diprediksi turun 2% dalam basis tahunan di periode April, sedangkan dalam basis bulanan  indeks diprediksi naik 0.2%. data akan dirilis pada hari Senin pukul 14.15 wib.   

Friday, May 11, 2012

Headline News 11.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global meningkat untuk pertama kali dalam tujuh harinya Kamis lalu yang secara relatif didorong oleh data  jobs AS dan membaiknya sentimen investor mengenai krisis utang Eropa.      

• Pasar saham AS dan Eropa naik setelah data menunjukkan klaim AS untuk unemployment benefits sedikit turun minggu  lalu, ditandai perbaikan setelah pelemahan pertumbuhan employment bulan April yang menunjukkan memburuknya pasar  tenaga kerja AS. 

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 19.98 poin, atau 0.16 persen, ke level 12,855.04. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> meningkat 3.41 poin, atau 0.25 persen, ke level 1,357.99. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang  1.07 poin, atau 0.04 persen, ke level 2,933.64.    

• Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 0.45 persen ke level 1,019.05. Indeks  MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 0.3 persen ke level 315.97, kenaikan pertama kali dalam  rangkaian penurunan enam harinya. Indeks emerging market <.MSCIEF> bertambah 0.3 persen ke level 980.69.   

• Euro  menguat  terhadap  dollar  Kamis  lalu,  menekan  rangkaian  penurunan  delapan  harinya  dan  memantul  dari  level  terendah 3‐1/2‐bulannya baru‐baru ini karena tekanan pasar obligasi Spanyol mulai tenang dan penjaminan dana Yunani  untuk  membayar  kembali  bondholders‐nya.  Euro  <EUR=>  terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.2958,  naik  0.2  persen  setelah tertekan ke level terendah sejak akhir Januari Rabu lalu ke level $1.2910.     

• Terhadap Japanese yen, dollar <JPY=> naik 0.46 persen ke level 80.00 yen. U.S. dollar index <.DXY> meningkat 0.08 persen  ke level 80.143.   

• Harga  Treasury  AS  anjlok  Kamis  lalu  karena  membaiknya  jobless  claims  AS  dan  terhenti  dari  bertahannya  berita  kekhawatiran Eropa yang mendorong hasrat pada safe‐haven obligasi pemerintah.   

• Emas naik Kamis lalu, mengakhiri rangkaian penurunan tiga harinya, karena aksi bargain hunters dalam pasar setelah turun  tajamnya harga minggu ini dari kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Eropa. Spot emas <XAU=> meningkat  0.3 persen ke level $1,594.90 per ons pada pukul 1902 GMT, rebound dari pelemahan level terendah empat bulannya Rabu  lalu. U.S. gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni di settled naik $1.30 per ons ke level $1,595.50, dengan besarnya  volume perdagangan yang bersamaan dengan rata‐rata 30‐harinya, sejalan dengan penguatan trennya baru‐baru ini.     

• Harga minyak mentah ditutup beragam dalam perdagangan yang choppy Kamis lalu karena pelemahan dari ekspektasinya  data perdagangan Cina, naiknya produksi OPEC dan pembuktian penguatan data pasar tenaga kerja AS yang memperkeruh  outlook  permintaan  minyak  mentah.  Brent  crude  <LCOc1>  melemah  untuk  di  settle  turun  47  sen  ke  level  $112.73.  U.S.  crude <CLc1> bertambah 27 sen untuk di settle ke level $97.08 per barrel.


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  pada  hari  Kamis  seiring  berkembangnya  bargain  hunter  setelah  harga  turun  tajam  minggu  ini  di  tengah  kekhawatiran tentang memburuknya krisis utang Eropa. 

• Emas bergerak mengikuti kenaikan harga ekuitas AS, menyusul tekanan pada pasar obligasi Spanyol sedikit mereda, dan  setelah Yunani mengamankan dananya untuk membayar para pemegang obligasinya. 

• Setelah mengalami koreksi dalam 3 hari, emas masih mencatat kerugian lebih dari 3% dalam pekan ini. 

• Meredanya harapan terhadap berlanjutnya pelonggaran moneter oleh The Fed setelah serangkaian rilis data ekonomi AS  yang  positif,  telah  mendorong  investor  untuk  menjauhi  emas.  Sedangkan  data  AS  semalam  menunjukkan  klaim  pengangguran  mingguan  AS  turun  di pekan lalu,  sebuah indikasi membaiknya  pasar  tenaga  kerja setelah  data non‐fram  payrolls AS pekan lalu dirilis mengecewakan. 

• Masih rendahnya minat beli emas dari negara konsumen emas India dan Cina juga gagal untuk mendorong penguatan emas  lebih lanjut. 

• Harga  emas  spot  naik  0.3%  di  $1,594.90  per  ounce,  rebound  dari  level  terendah  4  bulan  di  hari  Rabu  sebelumnya.  Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga naik $1.30 per ounce ke level $1,595.50.   

• Sementara  investor  membeli  emas  sebagai  aset  aman  dari  resiko  selama  krisis  utang  tahun  lalu,  maka  saat  ini  emas  bergerak searah dengan pergerakan komoditas, dimana pergerakannya berlawanan arah dengan pergerakan dolar. 
OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  bergerak  fluktuatif  pada  perdagangan  Kamis  kemarin  menyusul  data  perdagangan  Cina  yang  dirilis  lebih  lemah  dari  perkiraan,  naiknya  produksi  minyak  OPEC  dan  membaiknya  gambaran  kondisi  pasar  tenaga  kerja  AS,  sehingga  menyulitkan  untuk  membuat gambaran mengenai prospek permintaan minyak kedepannya. 

• Cina, sebaga negara konsumen minyak terbesar kedua setelah AS, melaporkan ekspor dan impor di bulan April tumbuh pada tingkat yang  lebih rendah dari perkiraan. Kinerja perdagangan di bulan tersebut juga secara mengejutkan melemah, sehingga pemerintah nampaknya  perlu untuk melonggarkan kembali kebijakan moneternya untuk memacu ekspansi ekonomi tahunannya. 

• Sementara itu, Organisasi Negara‐negara Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan pihaknya telah memproduksi 1.62 juta barel minyak  per hari, menjadi 31.62 juta bpd bulan lalu menyusul Irak menggenjot produksinya dan industri minyak Libya pulih. 

• Sedangkan data  AS  semalam  menunjukkan  klaim  pengangguran  mingguan AS turun  di  pekan  lalu,  sebuah  indikasi  membaiknya pasar  tenaga kerja setelah data non‐fram payrolls AS pekan lalu dirilis mengecewakan. 

• Bursa saham AS menguat semalam setelah mencatat serangkaian koreksinya, mendorong investor untuk memburu komoditas seperti  minyak  dan  tembaga,  meskipun  buruknya  data  ekonomi  Cina  dan  tingginya  produksi  minyak  OPEC  masih  menyebabkan  terbatasnya  kenaikan harga minyak mentah AS. 

• Meredanya  kekhawatiran  terhadap  krisis  utang  Eropa  juga  telah  membantu  menaikkan  harga  minyak  mentah  AS  dan  membatasi  kerugian pada minyak jenis Brent. European Financial Stability Facility pada akhir perdagangan Rabu kemarin telah menyetujui untuk  merilis jadwal pembayaran bailout untuk Yunani, sehingga berpeluang menghindarkan negara tersebut dari gagal bayar. 
• Di bursa London, ICE Brent crude for June <LCOc1> berakhir turun 47 sen di $112.73 per barel, kembali melemah setelah rebound hari  Rabu yang juga mengakhiri nkoreksinya selama 5 hari terakhir. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 27 sen di level $97.08.
EURO ZONE
• Euro menguat terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak 9‐sesi terakhir, berhasil bangkit dari pelemahan ke level terendah sejak 3‐1/2 blan terakhir  akibat mencuatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi Spanyol dan prospek penyelesaian krisis hutang Uni‐Eropa. Turut mendukung performa  euro  adalah  penurunan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  keberhasilan  Yunani  mendapatkan  dana  yang  diperlukan  guna  pembayaran  kembali  obligasi.  Dewan European Financial Stability Facility menyetujui pembayaran yang memungkinkan Yunani memenuhi pembayaran kembali obligasi jangka pendek.  

• Langkah pemerintah Spanyol yang melakukan pengambil alihan terhadap bank terbesar negeri tersebut yaitu Bankia juga mendukung sentimen positif  pelaku pasar. Kondisi tersebut kemudian melemahkan imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun, karena pelaku pasar percaya langkah pengambil alihan  tersebut akan mengembalikan kepercayaan terhadap kondisi perbankan Spanyol. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat yipis 0,03 persen terhadap dolar AS ke 1.2934, sementara itu euro juga naik 0,32 persen terhadap yen  ke 103.33, euro masih turun tipis 0,02 persen terhadap sterling ke 0.8014 dan menguat tipis 0,02 persen terhadap Swiss franc di 1.2010. 
U.K.
• Voting Bank of England Kamis lalu tidak memberikan perjuangan ekonomi Inggris injeksi pada cash berikutnya karena permasalahan tingginya  tingkat inflasi yang menekan resiko lamanya resesi dan mengemukanya kembali bahaya dari krisis utang zona euro.   

• Penghentian pada quantitative easing asset purchases atau QE, kemungkinan membuat lebih banyak kesulitan terhadap Konservatif Inggris yang  memimpin koalisi, yang mana babak belur dari pemilu lokal minggu lalu dan bergantung pada pelonggaran kebijakan moneter untuk mengurangi  derita langkah austerity yang bertujuan memangkas besarnya pinjaman publik.   

• Para bank papan atas mengatakan Kamis lalu mereka masih harus mengajukan hingga Juni "living wills" mengatakan bagaimana mereka akan  diselamatkan  atau  terluka  dalam  krisis  tanpa  tergantung  pada  taxpayer  bailout,  enam  bulan  kedepan  dari  saingannya  dimanapun  diseluruh  dunia.

JAPAN
• Anggota  BOJ  –  Sayuri  Shirai  menyatakan  bahwa  keputusan  BOJ  pada  sidang  akhir  April  lalu  untuk  meningkatkan  besaran  dana  dalam  pembelian  aset  mberlandaskan  resiko  yang  mungkin  terjadi  akibat  krisis  hutang  Uni‐Eropa.  Dengan  pernyataan  tersebut  Sayuri  seolah  ingin  menegaskan  bahwa  bank  sentral untuk sementara cenderung akan mempertahankan kebijakan dan mengamati dampak dari kebijakan terakhir yang ditempuh. Namun demikian  Sayuri juga menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan langkah pelonggaran moneter lanjutan jika memang diperlukan dan kondisi  mendukung. 

• Lebih  lanjut  Sayuri  menyatakan  pihaknya  akan  terus  mengamati  perkembangan  nilai  tukar  yen  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  Kurs  yen  merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi Jepang sehubungan dengan tingginya ketergantungan ekonomi  Jepang terhadap ekspor produknya ke luar negeri. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0.26 persen terhadap yen di 79.87, sementara itu euro naik 0,32 persen terhadap yen ke 103.33.  Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,46 persen terhadap yen 80.29 dan sterling juga naik 0,34 persen terhadap yen ke 128.90. 

AUSTRALIA
• Tingkat pengangguran d Australia diluar dugaan turun di bulan April, mendorong menguatnya Aussie seiring meredanya spekulasi terhadap kelanjutan  pemangkasan suku bunga oleh RBA secara agresif.    

• Tingkat  pengangguran  turun  ke  4.9%  dari  5.2%  di  bulan  sebelumnya,  menyusul  penambahan  pekerjaan  lebih  besar  dari  perkiraan  sebanyak  15500  pekerjaan di bulan April, demikian dilaporkan Australian Bureau of  Statistics atau ABS.  

• Jumlah  pencari  kerja  di  Australia  bagian  Barat  turun  3.8%  dari  total  angkatan  kerja,  dari  4.1%  di  bulan  Maret  sebelumnya.  Ini  merupakan  level  terendahnya sejak awall 2009. 

• Laporan tersebut memberikan kontribusi positif bagi pemerintah yang saat ini memprediksi tingkat pengangguran akan naik rata‐rata sekitar 5.5% dalam 2  tahun kedepan. 

• Penurunan pengangguran akan menambah masalah yang dihadapi Reserve Bank of Australia, atau RBA, karena belum lama ini telah memangkas suku  bunganya  setelah melihat  adanya  tanda‐tanda  melambatnya  ekonomi. Pemangkasan sebesar  50 basis poin menjadi  3,75% pekan lalu  sebagian  karena  kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi di Australia melambat. Namun dengan membaiknya data pengangguran, maka akan menjadi hambatan atau  kendala untuk pembenaran pemangkasan suku bunga berikutnya. 

• Aussie menguat di atas $1.0100 pasca rilis data dari $1.0050 sebelum laporan pengangguran dirilis. 

SWISS
• Langkah bank sentral Swiss (SNB) yang membatasi penguatan nilai tukar mata uangnya telah sesuai dengan resiko terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi  dan deflasi. Namun otoritas moneter sebaiknya membiarkan nilai tukar franc berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi relatif  stabil, demikian anjuran yang diutarakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) kemarin. 

• IMF juga mengatakan bahwa pemilihan waktu yang tepat untuk mengakhiri pembatasan penguatan nilai tukar mata uang lokal akan menjadi hal yang penuh resiko.  IMF mendesak agar otoritas moneter melakukan hal tersebut dengan sangat hati‐hati. 

• Meskipun fundamental ekonomi dan kebijakan moneter Swiss terbilang kuat, namun negara tersebut menghadapi resiko dari memburuknya krisis utang zona euro  serta kerentanan pada sektor finansial domestiknya.  

• Secara internal, kebijakan moneter yang longgar dapat memicu kredit hipotek dan gelembung real estate, IMF memperingatkan. Gelembung tersebut menempatkan  bank dalam negeri dan asuransi kedalam sebuah resiko. Penempatan langkah‐langkah regulasi, bukannya pengetatan kebijakan moneter, akan menjadi cara terbaik  untuk mengatasi kekhawatiran terhadap terjadinya gelembung atau bubble real‐estate. 

• SNB telah membatasi penguatan franc atas euro di level 1.20 sejak September lalu, untuk melindungi sektor ekspor dalam negerinya agar tetap dapat bersaing di  pasar global. 

• Kecemasan tentang kebuntuan politik di Yunani awalnya telah menekan euro dan mendorong penguatan franc atas dolar. Euro bergerak mendekati level terendah  3,5 bulan terhadap dolar, menyusul peluang untuk terlaksananya pemilu parlemen yang baru di Yunani semakin besar. 

• Namun  dolar  kemudian  melemah  seiring  meningkatnya  minat  investor  pada  aset‐aset  beresiko,  setelah  data  pekerjaan  AS  menunjukkan  perbaikan.  Klaim  pengangguran mingguan AS turun di pekan lalu, sebuah indikasi membaiknya pasar tenaga kerja setelah data non‐fram payrolls AS pekan lalu dirilis mengecewakan. 

• Setelah  terkoreksi  ke  level  terendah  sejak  15  Maret  terhadap  dolar  pada  Rabu  sebelumnya,  Swiss  franc  kemudian  berhasil  rebound  di  hari  Kamis,  menyusul  melemahnya dolar. Franc menguat 0.1% terhadap dolar di level 0.9274 dibandingkan penutupan New York Rabu. Sementara terhadap euro, franc bergerak datar di  level 1.2010.