title cover

title cover

Friday, May 25, 2012

Headline News 25.05.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  naik  Kamis  lalu  sementara  itu  euro  melemah  karena  data  memperkirakan  gejolak  utang  Eropa  menyebar dan memburuk pada perlambatan perekonomian global, ditambah investor mempermasalahkan kemungkinan  Yunani keluar dari zona euro.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> menguat 33.60 poin, atau 0.27 persen, ke level 12,529.75. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> ditutup naik 1.82 poin, atau 0.14 persen, ke level 1,320.68. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup  merosot 10.74 poin, atau 0.38 persen, ke level 2,839.38.    

Pada lonjakan terakhir bursa saham AS mendorong indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> 
kembali diatas level 300  poin.  Telah  naik  0.3  persen  mengikuti  penurunan  Rabu  sebelumnya  1.2  persen.  Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  dari  saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 1.1 persen ke level 982.61 setelah anjlok 2.2 persen pada perdagangan yang  choppy Rabu sebelumnya.  

Pada perdagangan yang volatile, investor membeli pada awalnya ekuitas, oil dan emas, yang mana telah tertekan melemah  minggu in karena ketakutan keluarnya Yunani yang akan memperdalam krisis utang zona euro.    

Harga Treasuri AS tertekan melemah Kamis lalu setelah membaiknya lelang obligasi bertenor tujuh tahun dan karena para  trader bersiap untuk liburan panjang kedepannya.     

Euro <EUR=> berada dekat level terendahnya dalam dua tahun pada reaksi terhadap pelemahan data factory dan sentimen  bisnis di Jerman, negara dengan perekonomian terkuat di zona euro. Euro terakhir diperdagangkan turun 0.4 persen ke  level $1.2534 setelah anjlok ke level $1.2514, dekat level terendah dua tahunnya. Telah anjlok mendekati 3.2 persen dalam  tahunannya versus dollar.   

Emas menguat 1 persen Kamis lalu, membalikkan pelemahan tiga harinya unutuk naik diatas level $1,580 per ons, karena  dollar  kembali  pada  area  negatif  versus  euro  setelah  melambat  dari  ekspektasinya  laporan  manufaktur  AS.  Spot  emas  <XAU=> menguat ke level tertingginya $1,577.50 per ons dan naik 0.8 persen ke level $1,573.11 per ons pada pukul 1350  GMT, sementara itu U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman bulan Juni meningkat $24.60 per ons ke level $1,573.00.   

Pada  pasar  oil,  harga  recovered  dari  penurunan  hariannya  karena  pembicaraan  antara  kekuatan  dunia  dan  Iran  pada  program  nuklirnya  terhambat,  membuat  ketakutan  pada  gangguan  pasokan  dan  terjadinya  konflik  terkini  Mideast July  Brent  futures  <LCOc1>  di  settled  naik  99  sen,  atau  0.94  persen,  ke  level  $106.55  per  barrel,  sehari  setelah  merosot  mendekati level terendah dalam lima bulan. U.S. oil futures <CLc1> di settled naik 76 sen, atau 0.85 persen, ke level $90.66  per barrel setelah tertekan ke level terendahnya sejak 1 Nov. Rabu sebelumnya. 



GOLD & COMMODITIES
Harga emas ditutup menguat pada hari Kamis untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir, namun harga terkoreksi dari  level intraday high, dipicu melemahnya euro terhadap dolar akibat meningkatnya kekhawatiran apakah Yunani masih akan  dipertahankan dalam keanggotaan zona euro. 

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup menguat sekitar 0.5% di $1,557.50 per ounce, namun turun dari  level intraday high $1,577.70.    Sementara untuk harga emas spot menguat tipis di $1,558.25 per ounce, jauh di bawah level intraday high di $1,577.50.    

Investor juga terlihat berlaku hati‐hati menjelang libur panjang akhir pekan di pasar AS, dimana libur pada hari Senin (28  Mei 2012) berkenaan dengan hari libur nasionalnya, Memorial Day.  

Kepercayaan pada euro terlihat masih rapuh setelah harga hanya berada sedikit di atas level terendah 2 tahun terhadap  dolar. Euro awalnya menguat terhadap dolar setelah data manufaktur AS menunjukkan pertumbuhan yang lemah di bulan  Mei,  tertekan  akibat  resesi  di  sejumlah  negara  Eropa.  Namun  euro  kemudian  terkoreksi  setelah  data  iklim  bisnis  dan  manufaktur Jerman mengindikasikan bahwa negara terbesar zona euro tersebut ternyata tidak kebal dari ancaman krisis  yang sedang melanda kawasan Eropa. 

Sementara  itu,  emas  sempat  terangkat  oleh  laporan  Dana  Moneter  Internasional  yang  menunjukkan  adanya  kenaikan  dalam  kepemilikan  emas  pada  bank  sentral  di  bulan  April,  setelah  pembelian  terbesar  oleh  Filipina  selama  lebih  dari  4  tahun terakhir. 

Emas  masih  bergerak  fluktuatif  sejak  menembus  level  terendah  4,5  bulan  di  pekan  lalu,  dipicu  kekhawatiran  atas  kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro dan juga kondisi Spanyol yang sedang mengalami tekanan. 




OIL & COMMODITIES
Minyak mentah berjangka rebound pada hari Kamis dari kemerosotan sesi sebelumnya menyusul pembicaraan antara pihak Barat dan  Iran atas program nuklirnya mengalami hambatan dan membangkitkan kembali kekhawatiran terjadinya gangguan pasokan minyak dan  konflik Timur Tengah yang baru. 

Suramnya data ekonomi dari Cina, Eropa dan AS telah membuat pelaku pasar berhati‐hati dalam melakukan transaksi minyak ditengah  kondisi ekonomi global yang masih rapuh. 

Iran menuduh kekuatan dunia sengaja menciptakan "suasana yang sulit" yang menghambat perundingan tentang program energi atom,  menyusul dihentikannya kerjasama diplomatik untuk meredakan kekhawatiran akan upaya Iran untuk mengembangkan bom nuklir. 

Sementara kegiatan industri di Cina menurun di bulan Mei, menyusul order ekspor turun ke level terendah 2 bulan, mengindikasikan  melemahnya kegiatan ekonomi di semester pertama tahun ini dan meredupkan prospek untuk permintaan minyak dari negara tersebut. 

Kondisi zona euro juga terlihat suram menyusul menurunnya order baru pabrikan (new factory orders) bulan ini. Juga mengkhawatirkan  para dewan kebijakan, krisis yang dimulai pada anggota yang lebih kecil telah menyebar ke Jerman dan Prancis. 

Permintaan  untuk  produk  manufaktur  AS  mencatat  kenaikan  lebih  kecil  dari  perkiraan  di  bulan  April  sementara  klaim  pengangguran  mingguan turun tipis, menambah kekhawatiran akan kondisi ekonomi negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

Di  bursa  London,  Brent  July  futures  <LCOc1>  ditutup  di  $106.55  per  barel,  mencatat  naik  99  sen,  setelah  mencatat  intraday  high  di  $107.25.  Harga  menguat  di  awal  sesi  sebelum  buruknya  data  ekonomi  Cina  dan  Eropa  mendorong  tekanan  jual.  Kontrak  terkoreksi  hingga ke level intraday loow $105.03, level terendahnya sejak 20 Desember ‐‐‐ mencatat koreksi 17% dari level tertinggi 2012 di $128.40  yang dicapai pada 1 Maret lalu. 

Sementara untuk U.S. crude for July <CLc1> ditutup naik 76 sen di $90.66 per barel, setelah menguat di awal sesi ke $91.52. Pada hari  Rabu, harga kontrak ditutup di $89.90, merupakan level penutupan terendahnya sejak 21 Oktober. US crude tercatat turun sekitar 18%  dari level tertinggi 2012 di $110.55, yang juga dicapai pada 1 Maret lalu. 
EURO ZONE
Euro  berakhir  di  kisaran  harga  terendah    dalam  2‐tahun  terakhir  terhadap  dolar  AS  dalam  sesi  perdangangan  yang  cukup  volatile,  menyusul  aksi  konsolidasi para investor terhadap posisi jual terhadap euro menjelang libur nasional Amerika pada sesi Senin 28 Mei sehubungan memorial day. 

Sementara  itu  data  manufaktur  Jerman  untuk  periode  Mei  yang  dirilis  lebih  rendah  dari  perkiraan  menunjukkan  bahwa  tidak  ada  negara  yang  kebal  menghadapi  krisis  hutang  kawasan  tersebut.Kondisi  ini  meningkatkan  kewaspadaan  para  investor  yang  juga  menyimpan  kekhawatiran  akan  potensi  keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa yang diprediksi dapat menyeret negara lain seperti Spanyol mengikuti langkah serupa.  

Menurut  Paul  Dietrich  dari  Foxhall  Capital,  kemungkinan  keluarnya  Yunani  telah  terdiskonto  dalam  pergerakan  euro  akhir‐akhir  ini.  Namun  Dietrich  menambahkan bahwa yang akan menyedot perhatian adalah kemungkinan keluarnya Spanyol dari Uni Eropa, dimana kondisi tersebut akan berdampak  serius pada perbankan eropa karena perbankan eropa tercatat memiliki surat utang Spanyol dalam jumlah sangat besar.  

Berdasarkan data dari ECB, sebanyak 35.4 miliar euro dari jenis portofolio investasi langsung para investor ditarik keluar dari zona eropa sepanjang Maret.  Perkembangan ini mengindikasikan bahwa para investor mulai melakukan reduksi terhadap aset yang berhubungan dengan zona eropa. 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,38 persen terhadap dolar AS ke 1.2538, euro juga kembali anjlok 0,23 persen terhadap yen ke 99.78,  dan turun 0,26 persen terhadap sterling ke 0.7999. 
U.K.
Inggris  jatuh  lebih  dalam  pada  resesi  daripada  yang  diperkirakan  semula  pada  kuartal  pertama  tahun  2012  berkenaan  dengan  anjloknya  construction  output,  meningkatkan  kemungkinan  bahwa  Bank  of  England  akan  memilih  untuk  menginjeksi  lebih  banyak  stimulus  untuk  melindungi perekonomian dari krisis utang zona euro.   

Inggris berada pada resesi keduanya sejak krisis finansial 2007‐2008 dan prospek untuk recovery suram karena para pemimpin zona euro, mitra  dagang terbesar Inggris, masih jauh dari penyelesaian kembali pada gejolak utang.   

The BoE's Monetary Policy Committee (MPC) telah mengindikasikan untuk siap memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian, yang telah  terhenti pada program quantitative easing sebesar 325 milyar pound bulan ini, ditengah tumbuhnya kekhawatiran mengenai pecahnya blok mata  uang tersebut.   

Mencoba membawa turun inflasi terlalu cepat dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang perekonomian Inggris oleh lamanya penurunan  dan  menyebabkan  perusahaan‐perusahaan  memotong  secara  permanen  kapasitas  yang  tidak  terpakai,  pengambil  kebijakan  Bank  of  England  David Miles mengatakannya.   

"The price of bringing above‐target inflation back down quickly is high, while the cost of more expansionary policy... has fallen. As a result, the  optimal path of monetary policy is likely to entail a slower return to the inflation target," katanya dalam pidato pada Britain's Society of Business  Economists.




JAPAN
Gubernur BOJ – Masaki Shirakawa menegaskan bahwa pihaknya memang masih akan mempertahankan kebijakan moneter ultra‐longgar untuk sementara  waktu, namun kebijakan tersebut tidak akan menjadi satu‐satunya sebab dari pelemahan sistematis nilai tukar yen. Shirakawa menambahkan bahwa tidak  ada  bukti  sejarah  yang  menyatakan bahwa  ekspansi  dari  kebijakan  moneter  longgar  BOJ  akan  berdampak  langsung  pada  pelemahan  kurs  yen.  Hal  ini  menampik pandangan yang beredar bahwa bank sentral dapat menahan laju penguatan yen dengan menggelontorkan dana tunai ke pasar financial. 

Sementara  itu  Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  menyatakan  bahwa  ekonomi  Jepang  masih  menghadapi  tantangan  dari  masalah  kelangkaan  suplai  listrik,  kondisi ekonomi Amerika yang masih belum meyakinkan dan krisis hutang Eropa yang berkelanjutan. Di hadapan Parlemen Jepang Azumi menekankan  meskipun terdapat beberapa halangan dalam pemulihan ekonomi pasca tsunami, namun pihaknya masih menyimpan optimisme.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat tipis 0,18 persen terhadap yen di 79.58, sementara itu euro anjlok 0,23 persen terhadap yen ke  99.78.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  tipis  0,18  persen  terhadap  yen  77.71  dan  sterling  relatif  stagnan  dengan  kenaikan  tipis  0,06  persen  terhadap yen ke 124.71.




AUSTRALIA
Sentimen  negatif  seputar  pertemuan  puncak  para  pemimpin  Eropa  telah  memicu  koreksi  Aussie  ke  level  terendah  6  bulan.  Di  sesi  overnight Rabu kemarin, Aussie terkoreksi ke level intraday low $9693, yang merupakan level terendahnya sejak November lalu. 

Namun di sesi Kamis, Aussie berhasil rebound dan bertahan di atas areal $0.9700, dan terakhir bergerak di sekitar $0.9758, relatif flat  dari level penutupan New York Rabu di sekitar $0.9756. 

Dalam sidangnya Rabu kemarin di Brussels, para pemimpin Eropa tidak mencapai kesepakatan yang jelas mengenai bagaimana untuk  mengatasi krisis utang yang melanda kawasan. 

Perkembangan ekonomi dan politik Eropa masih akan menjadi fokus pasar saat ini, dimana pergerakan mata uang, khususnya mata uang  komoditas seperti Aussie, sangat terpengaruh oleh kondisi yang terjadi di Eropa, Cina dan juga Amerika Serikat. 

Data GfK indeks Jerman dan consumer confidence Perancis serta data sentimen investor AS dari University of Michigan akan dirilis hari  Jumat ini. Jika data menunjukkan pelemahan maka investor cenderung memburu dolar AS yang dianggap sebagai aset yang lebih aman. 




SWISS
Ekspor  Swiss  turun  dalam  2  bulan  berturut‐turut  di  periode  April  akibat  kuatnya  nilai  tukar  Swiss  franc  dan  lemahnya  permintaan  dari  Eropa,  bahkan  penjualan produk arloji yang menjadi andalan juga mengalami penurunan. Ekspor turun 3.9% menjadi 15.23 milyar franc, sementara surplus perdagangan  menipis menjadi 1.334 milyar franc. 

Ekspor arloji melemah ke 9%, menjadi 1.69 milyar franc, dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor rata‐ratanya yang mencapai 16.1% dalam 4 bulan  terakhir  ini.  Permintaan  Asia  yang  kuat  untuk  jam  tangan  mewah  telah  membantu  perusahaan  seperti  Swatch  dan  Richemont  untuk  tetap  bertahan  ditengah gejolak ekonomi. 

Untuk  mencegah  terjadinya resesi  ekonomi,  bank  sentral  Swiss  (SNB)  telah  membatasi  penguatan  Swiss  franc  di  level  1.20  franc  per  euro  pada  bulan  September tahun lalu, namun mata uang Swiss masih menguat sekitar 30% dibandingkan sebelum terjadinya krisis keuangan pada tahun 2008 lalu. 

Dalam  sidangnya Rabu  kemarin  di Brussels, para pemimpin  Eropa tidak  mencapai  kesepakatan yang jelas mengenai bagaimana untuk  mengatasi  krisis  utang yang melanda kawasan. Kondisi ini telah memicu menguatnya dolar terhadap sejumlah rivalnya termasuk Swiss franc. 

Dolar  melanjutkan  penguatannya  terhadap  Swiss  franc  pada  hari  Kamis  dan  semakin  mendekati  level  0.9600  franc  setelah  mencatat  intraday  high  di  0.9595 franc. 

Perkembangan ekonomi dan politik Eropa masih akan menjadi fokus pasar saat ini, dimana pergerakan mata uang masih sangat terpengaruh oleh kondisi  yang terjadi di Eropa, Cina dan juga Amerika Serikat. 

Data GfK indeks Jerman dan consumer confidence Perancis serta data sentimen investor AS dari University of Michigan akan dirilis hari Jumat ini. Jika data  menunjukkan pelemahan maka investor cenderung memburu dolar AS yang dianggap sebagai aset yang lebih aman. 

Sedangkan dari dalam negeri akan dirilis data non‐farm payrolls Swiss untuk kuartal pertama yang diprediksi naik tipis menjadi 4.047 juta dari 4.044 juta di  kuartal keempat tahun lalu. 

Thursday, May 24, 2012

Headline News 24.05.12



US & GLOBAL
Bursa Wall Street mengalami recovery pada akhir hariannya dan euro mencapai level terendah dua tahunnya Rabu lalu karena  investor masih mengkhawatirkan mengenai kemungkinan Yunani keluar dari zona euro, yang mana ditakutkan makin dalamnya  krisis  utang  regional  dan  menekan  rapuhnya  recovery  (ekonomi)  global.  Saham‐saham  AS  berbalik  pada  Rabu  lalu,  rally  pada  penutupannya karena kenaikan tajam pada saham‐saham material yang mendorong kenaikan indeks S&P 500 dan naiknya saham  Apple <AAPL.O> membantu menaikkan Nasdaq.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melorot 6.66 poin, atau 0.05 persen, ke level 12,496.15. Indeks S&P 500 <.SPX> sedikit  naik 2.23 poin, atau 0.17 persen, ke level 1,318.86. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 11.04 poin, atau 0.39 persen, ke  level 2,850.12.      

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 1.2 persen ke level 299.75. Telah memangkas penurunan awalnya yang  sempat menyentuh level terendah dalam lima bulannya. Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup  turun 2.18 persen ke level 971.99 setelah menyentuh level terkini tahunannya 970.98.  

Harga  Treasuri  AS  naik  Rabu  lalu  karena  permasalahan  berkenaan  dampak  keluarnya  Yunani  dari  zona  euro  menaikkan  permintaan pada obligasi AS sebagai safe haven.   

Setiap negara zona euro akan mempersiapkan rencana kontingensi dari kemungkinan Yunani meninggalkan blok tersebut, tiga  sumber dari zona euro mengatakan pada Reuters, mencatatkan persetujuan telah dicapai oleh para anggota. 

Euro merosot ke level terendahnya terhadap dollar yang mendekati dua tahunnya Rabu lalu dari keraguan mengenai meeting dari  para pemimpin Eropa akan menenangkan kekhawatiran mengenai kekacauan pada keluarnya Yunani dari zona euro. Euro <EUR=>  melorot ke level $1.2544 pada data Reuters, terendah sejak bulan Juli 2010 karena option barrier ke level $1.26 telah tembus  dengan investor, korporat dan macro funds melakukan aksi jual euro. Terakhir berada pada level $1.2594, anjlok 0.7 persen.   

Emas  berusaha  untuk  recover  dari  kebanyakan  penurunan  aksi  jual  pada  awalnya  meskipun  sentimen  dan  euro  masih  suram  karena para pemimpin Eropa bertemu dengan membuat makin dalamnya krisis utang zona euro. Spot emas <XAU=> anjlok ke  level terendahnya $1,534.25 per ons, anjlok hingga 2 persen, karena euro merosot ke level terendahnya terhadap dollar yang  mendekati dua tahunnya. Pada pukul 4:14 p.m. EDT (2014 GMT), penurunan mendekati 0.41 persen ke level $1,561.50 per ons.     

Brent  crude  futures  anjlok  lebih  dari  2  persen  Rabu  lalu  karena  pembicaraan  antara  Iran  dan  kekuatan  dunia  mengenai  kemungkinan  perjanjian  perselisihan  nuklir  menekan  kekhawatiran  mengenai  gangguan  pasokan  dan  karena  permasalahan  ekonomi menaikkan ketakutan mengenai permintaan terhadap oil. Di London, ICE Brent untuk pengiriman Juli <LCOc1> melorot  $2.85 untuk di settle ke level $105.56 per barrel setelah sempat menyentuh level terendahnya $105.39 per barrel, terendah pada  front‐month Brent intraday sejak 20 Des. U.S. July crude <CLc1> di settled ke level $89.90 per barrel, anjlok $1.95, penutupan  terendah untuk front‐month U.S. crude sejak 21 Okt.  



GOLD & COMMODITIES
Emas turun lebih dari 2% menyusul besarnya tekanan jual setelah data penjualan rumah AS dirilis lebih baik dari perkiraan. Harga  emas  spot  turun  ke  level  intraday  low  $1,534.25  per  ounce,  turun  2.15%.  Pasar  saat  ini  ingin  melihat  apakah  emas  sanggup  bertahan di atas level support kunci di $1,525 per ounce.  Sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Juni merosot 2.44% di  $1,5381.   

Emas  berpotensi  mencatat  koreksi  harian  terbesarnya  dalam  2  pekan  setelah  investor  menarik  investasinya  dari  euro  dan  komoditas  dan  mengalihkannya  kedalam  aset‐aset  aman  seperti  dolar  dan  obligasi  menyusul  kemungkinan  Yunani  keluar  dari  keanggotaan zona euro. 

Hingga  berita  ini  ditulis,  pasar  masih  menantikan  hasil  dari  sidang  Uni  Eropa  di  Brussles  dimana  Presiden  Perancis  yang  baru  Francois Hollande diprediksi akan mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro, sebuah langkah yang didukung oleh  Italia,  Spanyol  dan  Komisi  Eropa.  Namun  demikian,  pasar  nampaknya  harus  menunggu  hingga  sidang  para  pemimpin  Eropa  di  bulan Juni mendatang untuk melihat langkah kongkrit yang mungkin akan dilakukan. 

Sementara itu, di India, sebagai konsumen emas terbesar dunia, minat terhadap emas  masih tersendat  setelah harga  di pasar  lokal naik menyusul melemahnya rupee ke level terendahnya, dimana telah menaikkan biaya impor emas. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak turun pada hari Rabu menyusul indikasi akan tercapainya kesepakatan antara Iran dan pengawas nuklir PBB dimana  telah  mengurangi  kekhawatiran  akan  gangguan  pasokan,  sementara  krisis  utang  zona  euro  dan  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi Cina telah menambah kekhawatiran seputar menurunnya minat pada minyak. 

Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat melaporkan stok minyak mingguan, diluar Cadangan Minyak Strategis,  mencatat kenaikan terbesar 9 minggu, dan hal ini turut menekan harga minyak. 

Badan Energi Atom Internasional PBB mengharapkan untuk segera menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk membuka  blokir investigasi dari program nuklirnya, yang dikatakan Teheran untuk tujuan damai. 

Brent  crude  <LCOc1>  turun  lebih  dari  $3  di  $105.41  per  barel.  Brent  terakhir  tercatat  turun  $2.90  di  $105.51.  Harga  minyak  berjangka AS turun $2 di bawah $90 untuk pertama kalinya sejak 1 November. Harga minyak berjangka untuk pengiriman Juli  turun $1.78 di level $90.07 per barel, setelah turun sebanyak $2.01 ke $89.84 pasca mencatat intraday high di $91.72 per barel 

Keprihatinan  terhadap  kondisi  ekonomi  global  juga  turut  menekan  harga  minyak  menyusul  Bank  Dunia  memangkas  proyeksi  pertumbuhan ekonomi Cina, sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia. 

Sementara itu, EIA melaporkan stok minyak mentah AS naik 883.000 barel di pekan per 18 Mei, masih di bawah ekspektasi terjadi  kenaikan 1 juta barel. Sedangkan stok bensin turun 3,3 juta barel, jauh di atas ekspektasi terjadi penurunan 500.000 barel.




EURO ZONE
Euro  anjlok  ke  level  terendah  sejak  2‐tahun  terakhir  terhadap  dolar  AS  dan  melemah  ke  level  terendah  sejak  awal  Februari  silam  menyusul  berkembangnya kekhawatiran pelaku pasar akan kemungkinan hengkangnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa. Para pejabat ofisial zona eropa telah  mengeluarkan himbauan kepada para anggotanya  untuk mempersiapkan rencana penanganan darurat jika Yunani memutuskan keluar dari Uni Eropa.  Sementara itu pejabat bank sentral Jerman mengatakan keluarnya Yunani memang akan memberikan dampak, namun diperkirakan masih masuk criteria  “manageable”. 

Beberapa negara anggota Uni Eropa dikabarkan terus berupaya mendorong penerbitan obligasi bersama zona eropa. Meskipun para investor menganggap  ide tersebut pasti akan dimentahkan oleh Jerman yang terus menerus menentang langkah tersebut.  

Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  melemah  0,66  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.2586,  euro  juga  kembali  anjlok  1,33  persen  terhadap  yen  ke  100.01, dan turun 0,27 persen terhadap sterling ke 0.8020.




U.K.
Penjualan ritel Inggris melemah ke fase bulanan tercepatnya yang lebih dari dua tahun pada bulan April, setelah mencatatkan pelemahan pada  penjualan bahan bakar dan cuaca yang berhubungan dengan anjloknya penjualan pakaian, data resmi Rabu lalu.  

Penurunan dimulai pada kuartal kedua menyoroti berlanjutnya tekanan pada perekonomian dan kemungkinan menaikkan spekulasi mengenai  injeksi cash berikutnya dari Bank of England.   

The Office for National Statistics mengatakan volume penjualan ritel merosot 2.3 persen dalam bulanan – penurunan terbesar sejak Januari 2010  dan lebih dari dua kali lipat pada perkiraan. Penurunan lebih dari pembalikan revisi kenaikan 2 persen ada bulan Maret.  

Dalam tahunan penjualan menurun 1.1 persen – menekan perkiraan para ekonom dengan kenaikan tahunan 1.0 persen.  

Bank of England akan memompa lebih banyak uang pada goyahnya perekonomian Inggris jika krisis euro menyebabkan kekacauan lagi, minutes  dari meeting bank terakhir yang ditunjukkan Rabu lalu, karena data mengungkapkan penurunan tajam pada pembelanjaan konsumen.   

The International Monetary Fund mendesak bank sentral Selasa lalu untuk membeli lebih banyak aset – kemungkinan termasuk obligasi sektor  swasta – atau bahkan memangkas tingkat suku bunga kedepannya.  
JAPAN
Dengan berkembangnya kekhawatiran investor akan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa, investor mengalihkan investasinya pada  aset yang masuk dalam kategori safe haven, termasuk yen dan dolar AS. Kinerja yen dan dolar AS diprediksi masih akan memperoleh keuntungan dari  berlanjutnya pesimisme pasar terhadap perkembangan krisis hutang Uni Eropa. 

Dalam sidang regulernya untuk periode Mei, BOJ mempertahankan kebijakan moneternya dan tetap memperingatkan bahwa berlanjutnya krisis eropa  menyimpan resiko bagi prospek pemulihan ekonomi Jepang. Beberapa pengamat memandang bahwa pernyataan tersebut merupakan sinyalemen bahwa  BOJ masih menyimpan sejumlah amunisi untuk menghadapi kemungkinan jika krisis eropa semakin memburuk, guna membentengi perekonomian Jepang. 

Sementara itu Menteri Keuangan – Jun Azumi menyampaikan harapannya bahwa bank sentral akan melakukan upaya pelonggaran moneter lanjutan guna  menjamin kenaikan harga barang mencapai target level inflasi BOJ sebesar 1 persen. Lebih lanjut, Azumi menekankan BOJ untuk mengambil langkah yang  diperlukan secara tepat waktu dengan mengamati pelbagai perkembangan ekonomi. 

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,68 persen terhadap yen di 79.44, sementara itu euro anjlok 1,33 persen terhadap yen ke 100.01.  Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 0,88 persen terhadap yen 77.57 dan sterling melemah 1,05 persen terhadap yen ke 124.64.



AUSTRALIA
Sebuah  indeks  utama  untuk  ekonomi  Australia  yang  dirilis  Rabu  keemarin  menunjukkan  pertumbuhan  tahunan  di  2.2%  di  bulan  Maret,  dibandingkan  dengan  pertumbuhannya 1.9% di bulan Februari. Indeks tersebut merupakan indeks bulanan yang dirilis oleh Westpac Banking Corp. and Melbourne University's Institute of  Applied Economic and Social Research untuk melihat prospek ekonomi dalam 3‐9 bulan kedepan. 

Kepala ekonom Westpac Bill Evans menjelaskan ini adalah kali ke‐7 secara berturut‐turut dimana indeks tumbuh di bawah trennya. Meskipun indeks telah naik dari  level terendah November tahun lalu, namun level kenaikan bulan Maret belum mengindikasikan indeks akan segera tumbuh di atas trennya. 

Sedangkan untuk coincident index, sebagai indikator untuk melihat aktifitas ekonomi saat ini, mencatat pertumbuhan tahunan 3.1% di bulan Maret, dibandingkan  dengan 2.6% di bulan Februari. Level tersebut sesuai dengan proyeksi Westpac untuk pertumbuhan ekonomi Australia di tahun 2012 di level 3%yang berarti bahwa  Australia telah tumbuh di bawah tren untuk 5 tahun berturut‐turut.  

Kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan harus keluar dari keanggotaan zona euro telah memicu koreksi Aussie lebih dari 1 sen dolar ke level terendahnya sejak  November. Aset beresiko seperti Aussie terkoreksi tajam setelah mantan perdana menteri Yunani Lucas Papademos mengatakan negara yang sarat utang tersebut  tengah mempertimbangkan untuk keluar dari zona euro. Papademos kemarin mengatakan persiapan sedang dilakukan dalam kasus Yunani meninggalkan serikat  moneter, meskipun ia bersikeras langkah tersebut akan merusak perekonomian negara. 

Aussie terkoreksi ke level intraday low $0.9690 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9756, dibandingkan penutupan Selasa sebelumnya di $0.9815. 

Hingga berita  ini ditulis,  pasar  masih  menantikan  hasil  dari  sidang Uni Eropa  di  Brussles  dimana Presiden  Perancis  yang  baru  Francois  Hollande  diprediksi akan  mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro, sebuah langkah yang didukung oleh Italia, Spanyol dan Komisi Eropa. Namun demikian, pasar nampaknya  harus menunggu hingga sidang para pemimpin Eropa di bulan Juni mendatang untuk melihat langkah kongkrit yang mungkin akan dilakukan.




SWISS
Dolar/ Swiss franc kembali naik di atas 0.9500 franc setelah meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona  euro. 

Minat terhadap aset beresiko telah mulai melemah pada Selasa kemarin setelah kantor berita Dow Jones mengutip pernyataan mantan Perdana Menteri  Yunani Lucas Papademos yang mengatakan beberapa negara Eropa dan institusi sedang mempertimbangkan rencana darurat untuk kemungkinan apapun,  termasuk keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro. 

Namun Papademos melalui CNBC kemudian mengatakan bahwa tidak terlihat adanya persiapan di Yunani untuk kemungkinan negara tersebut keluar dari  blok zona euro, dimana hal ini sedikit meredakan kekhawatiran pasar dan mendorong rebound mata uang Asia dan juga euro. 

Hingga berita ini ditulis, pasar masih menantikan hasil dari sidang Uni Eropa di Brussles dimana Presiden Perancis yang baru Francois Hollande diprediksi  akan mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro, sebuah langkah yang didukung oleh Italia, Spanyol dan Komisi Eropa. Namun demikian,  pasar  nampaknya  harus  menunggu  hingga  sidang  para  pemimpin  Eropa  di  bulan  Juni  mendatang  untuk  melihat  langkah  kongkrit  yang  mungkin  akan  dilakukan. 

Dolar/Swiss franc naik ke level intraday high 0.9565 franc, level tertingginya sejak medio Januari sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9540 franc atau  naik 0.7%, dibandingkan dengan penutupan New York hari Selasa di 0.9470 franc. 

Wednesday, May 23, 2012

Headline News 23.05.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  ditutup  kebanyakan  flat  Selasa  lalu  setelah  volatilitas  pada  akhir  hariannya,  dengan  pelemahan  pada  saham‐saham material dan energi mengimbangi penguatan saham‐saham finansial.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 1.67 poin, atau 0.01 persen, ke level 12,502.81 pada penutupannya. Tetapi  indeks  Standard  &  Poor's  500  <.SPX>  naik  0.64  poin,  atau  0.05  persen,  ke  level  1,316.63.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  merosot 8.13 poin, atau 0.29 persen, ke level penutupan 2,839.08.     

Indeks  FTSE  Eurofirst  <.FTEU3>  dari  saham‐saham  utama  Eropa  naik  1.9  persen  untuk  ditutup  ke  level  993.67,  memperluas  recovery  dari  level  terendah  dalam  lima  bulannya  yang  tercapai  Senin  lalu.  Indeks  MSCI's  all‐country  global  equity  <.MIWD00000PUS> menguat 0.8 persen ke level 303.65.   

Informal summit dari pemimpin Uni Eropa pada Rabu ini diperkirakan untuk mendiskusikan ide dari penggabungan underwritten  obligasi regional oleh seluruh anggota zona euro.  

Euro memperluas penurunannya terhadap dollar AS untuk diperdagangkan merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa  lalu. Para trader mengatakan pergerakan dipicu oleh berita yang mengutip pernyataan Perdana menteri Yunani Lucas Papademos  karena mengatakan persiapan negaranya untuk keluar dari zona euro sedang dipertimbangkan dan resiko itu nyata. Euro <EUR=>  melemah ke level terendah $1.2665 pada data Reuters setelah laporan dan stop disekitar level $1.27. Terakhir berada pada level  $1.2669, turun 1.1 persen dalam hariannya.   

Harga Treasuri AS melemah karena investor melakukan aksi ambil untung dari kenaikan baru‐baru ini, sementara itu berlanjutnya  ketidakpastian di Eropa menjaga kebanyakan fund manager membatasi posisinya.   

Emas diperdagangkan mendekati level terendah intraday Selasa lalu dengan akselerasi aksi jual pada volume perdagangan yang  rendah karena euro anjlok kedepannya dari banyaknya antisipasi pada European summit. Spot emas <XAU=> merosot 1.44 persen  ke level $1,569.26 per ons pada pukul 3:30 p.m. EDT (1930 GMT). U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman bulan Juni di settled  turun 0.76 persen ke level $1,576.6, menghentikan level terendah intraday $1,568 per oz.   

Harga oil melemah Selasa lalu setelah tanda‐tanda perjanjian antara pengawas nuklir PBB dan Iran pada program nuklir Teheran  menekan  kekhawatiran  dari  gangguan  pasokan  oil,  sementara  itu  krisis  utang  zona  euro  berlanjut  mengancam  pertumbuhan  ekonomi. Brent July crude <LCOc1> anjlok 40 sen untuk di settle ke level $108.41 per barrel, setelah mencapai level $109.36. U.S.  June crude <CLM2> (expire contract) menekan 91 sen untuk di settle ke level $91.66, setelah diperdagangkan dari level $91.39  hingga $93.01. U.S. July crude <CLN2> turun $1.01 untuk di settle ke level $91.85 per barrel. 



GOLD & COMMODITIES
Emas jatuh pada hari Selasa dibawah tekanan melemahnya euro, menyusul investor masih pesimis dengan upaya pemimpin Eropa untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan  dalam  sidang  Uni  Eropa  pekan  ini,  sementara  platinum  mengabaikan  berita  mengenai  terhentinya produksi di Afrika Selaatan. 

Euro masih mengalami tekanan dan berada di teritorial negatif terhadap dolar akibat kekhawatiran terhadap kondisi politik dan  ekonomi di Yunani dan masalah perbankan di Spanyol. 

Emas bergerak di sekitar level intraday low di bawah $1,570 per ounce namun berpotensi untuk mengalami rebound jika hasil  sidang  Uni  Eropa  hari  Rabu  ini  menyepakati  diluncurkannya  obligasi  bersama  zona  euro  untuk  menaikkan  jumlah  dana  yang  dibutuhkan untuk membantu memperbaiki sistem perbankan Yunani. 

Emas terkoreksi 1.44% di $1,569.26 per ounce, sementara emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 0.76% di level $1,576.60,  setelah mencatat intraday low di $1,568 per ounce. 

Presiden Perancis yang baru Francois Hollande diprediksi akan mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro pada  sidang Uni Eropa di Brussles, sebuah langkah yang didukung oleh Italia, Spanyol dan Komisi Eropa. 

Investor nampaknya masih akan berlaku hati‐hati menjelang libur panjang akhir pekan ini berkenaan dengan hari libur nasional  Amerika Serikat  Memorial Day.




OIL & COMMODITIES
Harga minyak jatuh pada hari Selasa menyusul indikasi tercapainya kesepakatan antara pengamat nuklir PBB dan Iran mengenai program  nuklir Teheran, dimana telah mengurangi kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dari negara tersebut, sementara krisis utang  zona euro masih berlanjut mengancam pertumbuhan ekonomi global. 

Direktur  Umum  International  Atomic  Energy  Agency  (IAEA)  Yukiya  Amano  mengatakan  ia memperkirakan  akan  segera  menandatangi  kesepakatan dengan Iran untuk bekerjasama dengan tim investigasi nuklir PBB terkait aktivitas nuklir Iran. 

Sementara dilaporkan Jerman menolak desakan Perancis untuk menerbitkan obligasi umum zona euro, meredupkan kembali harapan  sehari sebelum pertemuan puncak Uni Eropa bahwa pertemuan itu akan menghasilkan langkah‐langkah baru untuk mengatasi masalah  utang  di  kawasan  itu.  Melemahnya  optimisme  terhadap  sidang  Uni  Eropa  tersebut  telah  memicu  tertekannya  euro  atas  dolar  dan  mendorong penguatan indeks dolar. 

Harga minyak juga tertekan oleh pernyataan Economic Co‐operation and Development (OECD) bahwa kegagalan mengatasi krisis utang  Eropa akan berpotensi menggagalkan pertumbuhan global yang masih rapuh yang dipimpin oleh Jepang dan AS. 

Brent July crude <LCOc1> turun 40 sen di $108.41 per barel, setelah mencapai $109.36. 

Sedangkan  harga  minyak  mentah  berjangka  AS  bergerak  relatif  stabil  setelah  data  menunjukkan  stok  minyak  mentah  domestik  meningkat di  pekan  lalu  sebesar  1.5  juta  barel,  sedikit  di  atas ekspektasi  Reuters  1.0  juta  barel.  Harga  minyak mentah NYMEX  untuk  pengiriman Juli turun $1.26 atau 1.36% di $91.60 per barel. Sebelum American Petroleum Institute (API) merilis data stok minyak, minyak  bergerak melemah $1.24 atau 1.34% di $91.62.    

Sementara  nanti  malam  akan  dirilis  stok  minyak  mingguan  oleh  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA),  dimana  stok  minyak  diprediksi kembali naik. Stok minyak mentah AS berada di atas 380 juta barel di pekan per 11 Mei, menjadikan stok minyak pada level  tertingginya sejak 1990.
EURO ZONE
Euro kembali melemah terhadap dolar AS pada sesi Selasa menyusul pesimisme para pelaku pasar bahwa European Summit pertengahan pekan ini akan  menghasilkan progres berarti bagi penanganan krisis hutang kawasan Uni Eropa. Presiden Perancis Francois Hollande diperkirakan akan meningkatkan  tekanan untuk dirilisnya obligasi bersama zona eropa, langkah mana akan didukung oleh pemerintah Spanyol, Italia dan Komisi Eropa.  

Sementara itu disisi lain, ekonomi terbesar eropa, Jerman, sejauh ini terus menentang ide obligasi bersama tersebut dan lebih menekankan pentingnya  pemangkasan  anggaran.  Pejabat  ofisial Jerman  menyatakan  bahwa  obligasi  bersama  zona  eropa  tidak  akan  memberikan  solusi  bagi  penanganan  krisis  hutang kawasan tersebut.  

Fokus investor masih tertuju pada kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa pasca pemilu lanjutan 17 Juni mendatang. Sementara itu  sektor perbankan Spanyol yang bermasalah juga diperkirakan masih akan memberikan tekanan pada euro. Berdasarkan hitung‐hitungan dari The Institute  of International Finance, perbankan Spanyol setidaknya akan membutuhkan dana sekitar 76 miliar euro untuk menutupi kerugian mereka. 

Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  melemah  1,11  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.2670,  euro  juga  kembali  anjlok  0,24  persen  terhadap  yen  ke  101.36, dan turun 0,67 persen terhadap sterling ke 0.8042 dan melemah tipis 0,02 persen Swiss franc di 1.2007. 



U.K.
Inflasi Inggris melemah ke level terendahnya yang lebih dari dua tahun pada bulan April, menaikkan prospek bahwa Bank of England akan dapat  menginjeksi lebih banyak stimulus berikutnya tahun ini untuk mendukung perekonomian.  

The Office for National Statistics mengatakan consumer price inflation turun menjadi 3.0 persen pada April dari level 3.5 persen pada Maret,  membebaskan Gubernur BoE Mervyn King dari kewajiban untuk menulis suatu penjelasan pada Menteri keuangan George Osborne.  

Selanjutnya  ONS  mengatakan  sektor  publik  Inggris  mencatatkan  surplus  pada  April,  sementara  itu  government  borrowing  pada  tahun  fiskal  2011/12 mengalami revisi turun 124.399 milyar pound, sama dengan menjadi 8.2 persen dari GDP.  

Ekonom  telah  mengekspektasi  kejatuhan  yang  cukup  besar  pada  inflasi  berkenaan  dengan  lonjakan  harga  pada  April  tahun  lalu  yang  tidak  berulang tahun ini.




JAPAN
Yen  melemah  terhadap  dolar  AS  setelah  langkah  pemeringkat  Fitch  yang  memangkas  peringkat  hutang  Jepang  menjadi  A  plus  dari  AA  minus  dengan  mempertahankan outlook yang negatif. Landasan Fitch dalam pemangkasan tersebut adalah tingginya rasio tingkat hutang Jepang terhadap produk bruto  dan kurang tanggapnya penerapan rencana konsolidasi fiskal.  

Menteri Keuangan Jun Azumi tidak memberikan komentarnya berkaitan pemangkasan peringkat hutang oleh pemeringkat Fitch tersebut. Namun Azumi  menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan segala upaya untuk melakukan reformasi keuangan jepang.  

Sementara itu lembaga OECD juga mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat dan Jepang memang memimpin perbaikan ekonomi global, walaupun  masih cukup rentan. Namun demikian terdapat kemungkinan perubahan arah jika zona eropa gagal menanggulangi krisis hutangnya. 

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,86 persen terhadap yen di 79.98, sementara itu euro anjlok 0,24 persen terhadap yen ke 101.36.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  melemah  0,39  persen  terhadap  yen  78.26  dan  sterling  justru  menguat  0,37  persen  terhadap  yen  ke  125.96.  




AUSTRALIA
Tingkat  pertumbuhan  ekonomi  Australia  tahun  ini  diprediksi  naik  dan  akan  melanjutkan  kenaikannya  di  tahun  2013,  ditopang  oleh  peningkatan  pada  sektor pertambangan, namun tingginya nilai tukar Aussie dan rencana pemerintah yang akan memangkas anggaran belanja akan berpotensi menghambat  laju pertumbuhan ekonomi, demikian OECD melaporkan. 

Dalam laporan semesterannya, Organisation for Economic Co‐operation and Development (OECD) juga memprediksi ekonomi Selandia Baru akan naik,  sebagian berkat rendahnya suku bunga domestik dan pertumbuhan yang relatif kuat di negara mitra utama perdagangan, seperti Australia dan Cina. 

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Australia diprediksi mengalami akselerasi menjadi sekitar 3.7% di tahun 2013 dari 3.1% di tahun 2012 dan  2.2% tahun lalu. OECD juga memprediksi inflasi sebesar 2.8% di tahun 2013 dibandingkan 1.8% tahun ini. 

Meskipun proyeksi OECD untuk tahun ini sedikit kurang optimis dibandingkan dengan estimasi awalnya di 4.0%, namun pertumbuhan ekonomi tahun ini  masih akan jauh lebih baik dibandingkan AS, Jepang dan zona euro. 

RBA sebelumnya di  bulan ini  telah menurunkan proyeksi untuk  pertumbuhan ekonomi menjadi 3% untuk tahun 2012  dan  2.5‐3.5  persen untuk  tahun  2013. RBA melihat inflasi masih akan sesuai dengan target 2‐3 persen dalam 2 tahun kedepan. RBA juga telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis  poin menjadi 3.75%, level terendahnya sejak Desember 2009. 

OECD mengatakan kebijakan moneter Australia saat ini akomodiatif dan berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Aussie  terkoreksi  lebih  dari  1  sen  dolarsetelah  harga  komoditas  turun  di  sesi  overnight.  Hingga  pukul  04.30  wib  pagi  tadi,  Aussie  terkoreksi  ke  level  intraday low $0.9784 dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $0.9786, turun dari posisi $0.9910 pada sesi Senin sebelumnya. 




SWISS
Ekonomi Swiss diprediksi melanjutkan pertumbuhannya di semester kedua tahun ini dan bank sentral kemungkinan harus menaikkan suku bunga di tahun  2013, demikian OECD mengatakan. Dalam laporan outlook ekonominya, Organisation for Economic Co‐operation and Development (OECD) mengatakan  tantangan terbesar adalah masalah memburuknya kondisi ekonomi zona euro dan fluktuasi nilai tukar. 

Untuk menangkal resiko deflasi dan resesi, Swiss National Bank (SNB) pada 6 September membatasi penguatan Swiss franc pada level 1.20 franc per euro.  SNB telah menurunkan target suku bunga menjadi nol dan mendorong likuiditas di pasar uang. 

Ekonomi Swiss telah terhindar dari kontraksi dan OECD memproyeksikan pertumbuhan 0.9% di tahun 2012, dan akan terakselerasi menjadi 1.9% di tahun  2013. Pertumbuhan akan meningkat dari semester kedua 2012 menyusul permintaan dari mitra dagang utama menguat, sebagian berhubungan dengan  memulihnya kondisi ekonomi zona euro. 

Penguatan Swiss franc terhadap dolar terhambat karena investor menahan diri menjelang sidang Uni Eropa di Brussels pekan ini. 

Ketidakpastian  mengenai  masa  depan  Yunani  di  zona  euro  telah  mencemaskan  investor,  dan  membuat  mata  uang  euro  tertekan,  meskipun  prospek  bahwa Eropa akan setuju untuk melakukan langkah baru untuk mengatasi krisis telah mengangkat euro dari level terendah 4 bulan. 

Presiden  Perancis  yang  baru  Francois  Hollande  diprediksi  akan  mendesak  untuk  diberlakukan  obligasi  bersama  zona  euro  pada  sidang  Uni  Eropa  di  Brussles, sebuah langkah yang didukung oleh Italia, Spanyol dan Komisi Eropa. 

Swiss franc secara umum bergerak searah dengan euro sejak SNB membatasi penguatan franc atas euro di level 1.20 franc per euro pada 6 September  lalu. 

Sementara data yang dirilis Senin lalu menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen Swiss melanjutkan peningkatannya di kuartal kedua, dan membantu  memperkuat  indikasi  akan  membaiknya  kondisi  ekonomi  negara  tersebut,  sementara  negara  Eropa  lainnya  sedang  berjuang  dengan  kebijakan  penghematan. 

Dolar berhasil menguat di atas 0.9400 franc dan mencatat intraday high di 0.9488 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9468 franc.  Sementara franc terlihat stabil terhadap euro di sekitar 1.2009 franc. 

Tuesday, May 22, 2012

Headline News 22.05.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global rebound Senin  lalu  dari  level terendahnya  dalam setahun  dan  harga  oil naik  untuk pertama  kalinya  dalam empat harinya karena para pemimpin dunia menekankan dukungan untuk pertumbuhan pada zona euro, dan Cina  mengatakan prioritas seharusnya diberikan untuk menjaga ekspansi ekonominya.   

Resiko  bahwa  Yunani  kemungkinan  meninggalkan  zona  euro  menahan  recovery  euro,  yang  mana  stabil  diatas  level  terendahnya dalam empat bulan.   

Indek Dow Jones  industrial  average <.DJI>  naik  135.10 poin,  atau 1.09 persen,  untuk ditutup  ke  level  12,504.48.  Indeks  Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah  20.77 poin, atau 1.60 persen, untuk ditutup ke level 1,315.99. Indeks Nasdaq  Composite <.IXIC> menguat 68.42 poin, atau 2.46 persen, ke level 2,847.21.   

Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik 0.5 persen ke level 975.04 setelah anjlok 5.1  persen minggu lalu untuk mencapai level terendah tahunannya. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat  1.1 persen ke level 301.33. 

Euro naik 0.25 persen pada perdagangan yang choppy ke level $1.2814, diatas level terendah empat bulannya Jumat lalu  $1.2642 <EUR>, yang mana tidak jauh dari level terendah tahun 2012. 

Obligasi  pemerintah  AS  dengan  yields  menyentuh  level  historis  terendahnya  dan  Bund  futures  mencapai  level  contract  tertingginya minggu lalu pada aksi dari kekhawatiran investor.   

Harga  emas  melemah  Senin  lalu  karena  penurunan  euro  menahan  rebound  dari  level  terendah  tahun  2012,  dengan  investor masih mengkhawatirkan berkenaan dengan logam mulia sebagaimana mereka menunggu tanda‐tanda yang jelas  pada hubungannya dengan resiko zona euro. Spot emas <XAU=> turun 0.3 persen ke level $1,587.66 per ons pada pukul  1401 GMT, sementara itu U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman Juni merosot $4.00 per ons ke level $1,587.90.   

Brent  crude  recover  dari  level  terendah  tahun  2012,  dari  harapan  pengumuman  utama  Cina  dapat  berarti  penguatan  permintaan  fuel  oleh  negara  dengan  pemakai  bahan  bakar  terbesar  kedua,  meskipun  permasalahan  berkenaan  dengan  krisis zona euro membatasi kenaikan. Brent <LCOc1> menguat untuk pertama kalinya dalam empat harinya, naik $1.67,  atau 1.56 persen, untuk di settle ke level $108.81 per barrel. Di New York, U.S. June oil futures <CLc1> bertambah $1.09,  atau 1.19 persen, untuk ditutup ke level $92.57 per barrel.  



GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  terkoreksi  pada  hari  Senin  setelah  aksi  beli  di  awal  sesi  gagal  mengangkat  harga  di  atas  $1,600  per  ounce,  dengan  investor  masih  berhati‐hati  mengenai  prospek  emas  kedepannya,  menyusul  mereka  masih  menunggu  kejelasan  mengenai kondisi zona euro. 

Pekan lalu emas merosot ke level terendah sejak Desember, kemudian rally 4.5% di akhir pekan.  

Harga  emas  spot  turun  0.08%  di  $1,590.80  per  ounce,  sementara  harga  emas  berjangka  pengiriman  Juni  berakhir  di  $1,588.70 per ounce, turun 0.2%. 

Emas nampaknya masih akan bergerak terbatas dan cenderung sangat terpengaruh oleh pergerakan dolar. Kondisi zona  euro yang masih belum stabil dan lemahnya minat beli emas fisik dari India menjadi faktor yang menghambat emas untuk  menguat di atas $1,600 per ounce.




OIL & COMMODITIES
Harga minyak naik pada hari Senin setelah perdana menteri Cina mendesak untuk meningkatkan upaya dalam merangsang  pertumbuhan ekonomi dan investor tengah menunggu hasil sidang putaran kedua antara Iran dan pihak Barat mengenai  program nuklir Iran. 

Perdana  Menteri  Cina  Wen  Jiabao  telah  mendesak  agar  agar  diberikan  prioritas  lebih  untuk  mempertahankan  pertumbuhan  ekonomi,  sebuah sinyal bahwa  Beijing akan  mengambil langkah‐langkah untuk  memperbaiki sektor‐sektor  ekonomi yang belakangan ini melemah. 

Harapan akan adanya stimulus Cina dan sidang G8 yang menekankan pada upaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi telah mendorong naiknya harga minyak dan ekuitas AS dan Eropa. 

Brent  July  crude  <LCOc1>  naik  $1.67  dan  ditutup  di  $108.81  per  barel,  dan  mencatat  level  intraday  high  di  $109.26.  Kenaikan tersebut telah mengakhiri penutupan melemahnya selama 3 sesi berturut‐turut. 

Setelah ditutup melemah dalam 6 sesi berturut‐turut, U.S. June crude <CLc1> naik $1.09 di $92.57. 





EURO ZONE

Negara  Uni  Eropa  setuju  Senin  lalu  untuk  menekan  pada  pengawasan  terkini  untuk  lembaga  pemeringkat  kredit,  dengan  menentang kekuasaan hukum atas pemeringkat utang yang mana menurunkan peringkat dari negara‐negara yang membuat para  politisi marah karena mereka berjuang pada krisis ekonomi.   

Rancangan peraturan yang mana akan berubah menjadi hukum Uni Eropa setelah penyelesaian negosiasi dengan parlemen Eropa,  yang dapat membuat mudah untuk menuntut jika mereka terlihat melakukan kesalahan dengan peringkat dari nilai kredit utang.   

Presiden Perancis Francois Hollande akan mendorong proposal untuk saling membantu European debt pada informal summit para  pemimpin  Uni  Eropa  di  Brussels  minggu  ini,  meningkatkan  tekanan  pada  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  untuk  menekan  penentangannya terhadap ide tersebut.   




U.K.
Keuangan rumah tangga Inggris memburuk kefase tercepatnya dalam empat bulan pada bulan Mei karena beberapa mortgage  holders  begulat  dengan  tingginya  repayments,  sementara  itu  kekhawatiarn  mengenai  jobs  dan  naiknya  biaya  hidup,  survei  menunjukkannya Senin lalu.   

Headline dari indeks keuangan rumah tangga melemah menjadi 36.6 pada bulan Mei dari 37.0 pada April, jauh dibawah level 50  yang akan menandai tidak berubahnya pada keuangan, menunjukkan pelemahan tajam pada keuangan rumah tangga pada sejak  Januari.   

"May's survey shows another intensification of the household finance downturn, with the trend moving into full‐scale reverse after  some encouraging signs earlier in the year," ungkap Tim Moore, seorang ekonom senior pada survei yang disusun oleh Markit. 

Perbankan  Inggris  bersiap  untuk  menghadapi  efek  penyebaran  dari  berlangsungnya  krisis  zona  euro,  Michael  Cohrs,  anggota  regulasi pada Bank of England mengatakannya. 




JAPAN
Harga  obligasi  pemerintah  Jepang  merosot  Senin  lalu,  karena  investor  melakukan  aksi  ambil  untung  mengikuti  anjloknya  yield  minggu lalu ke level terendah yang mendekati sembilan tahunnya.   

Ketertarikan  investor  pada  obligasi  berkurang  setelah  para  pemimpin  negara‐negara  G8  tetap  mendukung  Yunani  dalam  zona  euro  pada  weekend  meeting,  dan  berjani  untuk  mengambil  langkah‐langkah  yang  dibutuhkan  untuk  mengempur  gejolak  keuangan dan merevitalisasi kenaikan ekonomi global yang diancam oleh krisis utang Eropa.         

The 10‐year bond yield <JP10YTN=JBTC> naik 3.0 basis poin ke level 0.855 persen, setelah anjlok ke level terendah 0.815 persen  Jumat lalu. Terendah sejak Juli 2003.       




AUSTRALIA
Aussie rebound dan ditutup di atas $0.9800 setelah belakangan ini mengalami koreksi tajam ke level terendah 6 bulan. Aussie bahkan  berhasil di tutup di atas $0.9900 dibandingkan penutupan New York hari Jumat lalu di sekitar $0.9830. Di akhir pekan kemarin, Aussie  terkoreksi ke level $0.9795, yang merupakan level terendahnya sejak 29 November terhadap dolar. 

Aussie mencatat rebound berkat berita bahwa yield obligasi Spanyol telah meningkat namun perlu laporan kongkrit lainnya dari zona  euro sebelum kenaikannya mengalami konsolidasi. Laporan positif dari pertemuan G8 akhir pekan kemarin juga turut memberi dukungan  pada penguatan Aussie. 

Para  pemimpin  G8  melakukan  pertemuan  di  Camp  David,  Amerika  Serikat,  dengan  fokus  pembahasan  pada  prospek  pertumbuhan  ekonomi global dan juga masalah krisis utang zona euro. 

Aussie di pekan lalu terkoreksi di bawah paritasnya akibat kekhawatiran terhadap ketidakstabilan kondisi politik dan ekonomi di Yunani  dan adanya penarikan besar‐besaran dari bank Bankia Spanyol. 

Aussie diprediksi masih akan bergerak volatile hingga ada kejelasan mengenai nasib pemerintahan Yunani, dengan pemilu yang baru akan  digelar pada 17 Juni mendatang. 




SWISS
Consumer  confidence  atau  tingkat  kepercayaan  konsumen  di  Swiss  meningkat  menjadi  ‐8  di  kuartal  kedua    dari  ‐19  di  kuartal pertama tahun ini.  Secara umum, kepercayaan konsumen akan meningkat jika tingkat pengangguran menurun dan  PDB  (produk  domestik  bruto)  mengalami  kenaikan.  Indeks  kepercayaan  ini  dapat  digunakan  sebagai  indikator  untuk  melihat seberapa besar minat konsumen untuk berbelanja.  

PDB Swiss diprediksi tumbuh 0.8% dan tingkat pengangguran 3.4% untuk tahun ini, proyeksinya meningkat masing‐masing  naik 1.8% dan 3.7% untuk tahun 2013 mendatang.