title cover

title cover

Tuesday, May 29, 2012

Headline News 29.05.12


US & GLOBAL
• Bursa saham Eropa berbalik melemah dan euro kembali anjlok ke level terendahnya dalam dua tahun Senin lalu karena rencana Spanyol  yang  menggunakan  public  debt  untuk  membangkitkan  kembali  salah  satu  permasalahan  bank  yang  menaikkan  permintaan  premium  investor untuk menahan obligasi pemerintah Spanyol.   

• Kenaikan yield obligasi pemerintah Spanyol, yang terlihat pada obligasi bertenor 10‐tahun yang menyentuh level tertinggi 6.5 persen,  menggarisbawahi kenaikan pada aset‐aset beresiko lainnya yang berhubungan pada polling akhir pekan yang memberikan partai pro‐ bailout Yunani untuk memimpin perampingan kedepannya pada pemilu 17 Juni.  

• Bursa saham global, komoditas dan euro telah mengalami recovery dari penurunan tajam pekan lalu. Penurunan berasal dari investor  yang mengoleksi dollar AS dari meningkatnya permasalahan mengenai Yunani kedepannya dan sektor perbankan Spanyol, dan setelah  kekecewaan pada data ekonomi dari Cina dan Eropa.   

• Pada pasar yang volume perdagangan tipis dari liburan publik disepanjang Eropa dan AS, melemahkan spekulasi pada zona euro yang  membantu menaikkan indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> 0.2 persen ke level 300.85, meskipun hanya diatas 1.4 persen pada  level terendah dalam tahunan, yang terjadi pekan lalu. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa sedikit berubah  pada pertengahan sore harinya Senin lalu ke level 984.64 poin, yang telah membalikkan level tertingginya 993.21. Masih melemah pada  level penurunan terbesar bulannya sejak aksi jual Agustus tahun lalu.   

• Euro sedikit turun 0.3 persen ke level $1.2525 <EUR=>, membawanya mendekati level terendah Jumat lalu $1.2495, terendah sejak Juli  2010. Setelah penurunan tajam minggu lalu, mata uang tunggal mencatatkan kinerja bulanan terburuknya sejak bulan September.   

• Investor  juga  memantau  kedepannya  data  ekonomi  utama  yang  dirilis  minggu  ini  di  AS  yang  termasuk  consumer  confidence,  gross  domestic  product  dan,  Jumat  ini  laporan  non‐farm  payrolls  bulan  April/Mei,  yang  mana  dapat  memberikan  petunjuk  apakah  perekonomian telah melemah atau terjadi sedikit kenaikan.   

• Emas membagi kenaikannya Senin lalu karena euro kembali anjlok kearea negatif versus dollar pada perdagangan tipis liburan publik AS,  tetapi logam mulia bertahan diatas level $1,575 per ons karena investor memperkirakan penurunan harga minggu lalu telah usai. Spot  emas <XAU=> berada pada level $1,575.90 per ons pada pukul 1542 GMT, naik 0.2 persen tetapi sempat naik ke level tertinggi $1,583.50  pada  awalnya.  Logam  mulia  telah  merosot  1.1  persen  minggu  lalu.  Spot  emas  <XAU=>  naik  0.3  persen  ke  level  $1,577.76  per  ons,  kenaikan tertinggi yang mendekat satu minggunya. 

• Brent crude oil naik dalam rangkaikan tiga harinya ke level $107.60 per barrel <LCOc1>. Harga juga dipengaruhi oleh pasokan minyak  Timur Tengah karena kebimbangan mengenai pembicaraan mengenai nuklir Iran. U.S. crude oil futures <CLc1> juga naik  lebih dari $1 ke  level tertingginya $91.92.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas memangkas keuntungannya pada hari Senin setelah euro kembali tersungkur ke teritorial negatif terhadap dolar ditengah tipisnya  perdagangan akibat libur pasar AS. Namun emas berhasil bertahan di atas $1,570 per ounce, setelah investor berkesimpulan kejatuhan  harga pekan lalu telah usai. 

• Emas  tercatat  turun  lebih  dari  5%  di  bulan  Mei  ini  dan  rentan  tekanan  akibat  melemahnya  euro.  Keprihatinan  seputar  suramnya  pertumbuhan di zona euro dan kesehatan pada perbankan Spanyol memberikan indikasi emas bakal melemah 5% dalam bulan ini. 

• Emas tercatat bergerak di $1,574.90 per ounce, naik 0.13% namun jauh di bawah level intraday high di $1,583.50. Emas tercatat turun  1.1% pekan lalu. 

• Emas  masih  terpengaruh  kuat  oleh  pergerakan  mata  uang,  dan  berhasil  menguat  di  awal  sesi  akibat  sentimen  positif  terkait  pemilu  Yunani. 

• Meningkatnya sentimen di Yunani telah mendorong naiknya euro. Jajak pendapat terbaru dari Yunani menunjukkan bahwa kedua partai  yang pro‐penghematan akan memiliki cukup suara untuk membentuk pemerintah koalisi di antara mereka, sehingga hal ini memberikan  sedikit dukungan positif ke pasar, menyusul Yunani kemungkinan masih akan dipertahankan sebagai anggota zona euro. 

• Sementara harga emas di India terlihat menguat, permintaan fisik di negara konsumen emas terbesar dunia tersebut masih tertekan oleh  lemahnya rupee dan faktor musiman. 




OIL & COMMODITIES
• Minyak  naik  diatas  $107  per  barel  pada  hari  Senin  karena  kekhawatiran  pecahnya  zona  euro  telah  surut  tetapi  kekhawatiran  akan  terhambatnya pasokan minyak Timur Tengah muncul kembali setelah pembicaraan mengenai program nuklir Iran hanya membuahkan  kemajuan yang tidak berarti. 

• Jajak  pendapat  terbaru  dari  Yunani  menunjukkan  bahwa  kedua  partai  yang  pro‐penghematan  akan  memiliki  cukup  suara  untuk  membentuk  pemerintah  koalisi  di  antara  mereka,  sehingga  hal  ini  memberikan  sedikit  dukungan  positif  ke  pasar,  menyusul  Yunani  kemungkinan masih akan dipertahankan sebagai anggota zona euro. 

• Kekhawatiran akan terjadinya perang di wilayah Teluk akan mengancam terhambatnya suplai minyak setelah pihak Barat gagal menekan  Iran untuk menghentikan kegiatan program nuklirnya. 

• Ketegangan antara Iran dan barat kian meningkat menjelang pertemuan lanjutan di Moskow  bulan depan untuk mencoba mengakhiri kebuntuan. 

• Ditengah tipisnya perdagangan akibat libur nasional di wilayah Eropa dan Memorial Day di AS, Brent menguat untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut, didukung oleh melemahnya dolar. 

• Harga minyak berjangka Brent untuk pengiriman Juli menembus intraday high di of $108.04, naik $1.24, sebelum melemah kembali dan bergerak di sekitar $107.62. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS juga naik lebih dari $1 ke level intraday high $91.99. 




EURO ZONE
• Euro  berhasil  bangkit  dari  pelemahan  ke  level  terendah  sejak  2‐tahun  terakhirt  erhadap  dolar  AS  terdorong  hasil  jajak  pendapat  di  Yunani  yang  menunjukkan berkembangnya dukungan bagi partai yang berkomitmen menjaga kesepakatan bailout tdengan kreditur international. Hal ini menopang  aksi ambil untung pelaku pasar yang selama ini terus melakukan aksi jual terhadap mata uang tunggal Uni Eropa tersebut.  

• Partai  Demokrat  Baru  (New  Democrat  Party)  diperkirakan  akan  memperoleh  kemenangan  pada  pemilu  17  Juni  mendatang.  Jika  ini  terjadi  maka  akan meningkatkan kemungkinan bahwa pemerintahan baru Yunani akan patuh terhadap kesepakatan dengan Uni Eropa dan IMF, serta memperkecil peluang keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

• Namun  demikian  rebound  ini  dinilai  para  analis  masih  tergolong  rentan.  Sehubungan  masih  tingginya  kekhawatiran  investor  mengenai  prospek  pertumbuhan  eropa,  tingkat  kesehatan  perbankan  Spanyol  dan  meningkatnya  borrowing  cost  di  sejumlah  negara  zona  eropa.  Pemerintah  Spanyol  menyatakan bahwa kemungkinan akan menggunakan hutang pemerintah untuk merekapitalisasi perbankan etrbesar keempat negeri tersebut – Bankia,  yang pekan lalu mengumumkan permintaan bailout senilai 19 miliar euro untuk menutupi kerugian.  

• Hingga akhir sesi eropa, euro tercatat menguat tipis 0,14 persen terhadap dolar AS ke 1.2532, namun euro kembali melemah 0,12 persen terhadap yen ke  99.60 yen, dan menguat tipis 0,04 persen terhadap sterling ke 0.7990 dan naik tipis 0,02 persen Swiss franc di 1.2015. 
U.K.
• Perdana  menteri  David  Cameron  dan  Menteri  keuangan  George  Osborne  akan  bertemu  dengan  Gubernur  Bank  of  England  Mervyn  King  dan  Britain's  top  bank  regulator  Adair  Turner  pada  hari  Senin  untuk  mendiskusikan  mengenai  zona  euro,  seorang  jurubicara  pemerintah pengatakannya.   

• Pertemuan dilakukan ditengah tumbuhnya kekhawatiran mengenai stabilitas mata uang tunggal, dan setelah Spanyol mengatakan rencana untuk  merekapitalisasi empat bank besarnya dengan menggunakan obligasi pemerintah Spanyol.   

• Jurubicara mengatakan Deputi Perdana menteri Nick Clegg juga akan menghadiri rapat dan bahwa ini tidaklah biasa untuk pejabat tinggi bertemu  dengan gubernur BoE.   

• "I would have thought they'd be focusing on broader economy questions, what the IMF had to say and prospects for the euro zone," seorang  jurubicara mengatakannya.   




JAPAN
• Pada sesi Senin awal pekan ini dolar AS turun terhadap yen, ditunjang oleh maraknya aksi jual para eksportir Jepang yang diperkirakan marak melakukan  aksi jual tatkala usd/jpy mencapai kisaran 80.00. Pelemahan dolar AS terhadap yen juga ditunjang oleh hasil minutes dari BOJ yang memperlihatkan bahwa  bank sentral kemungkinan akan menunda langkah pelonggaran moneter lanjutan.  

• Berdasarkan hasil dari minutes sidang BOJ terakhir, mayoritas pengambil kebijakan di BOJ setuju untuk melakukan pelonggaran moneter pada 27 April  untuk  memastikan  pertumbuhan  ekonomi  terus  berjalan.  Namun  demikian  para  anggota  BOJ  tersebut  juga  menguatkan  sinyal  untuk  menghentikan  sementara pemberlakuan stimulus, sebaliknya akan terus melakukan penilaian terhadap perkembangan ekonomi sehingga langkah yang diambil sesuai  dengan kebutuhan. 

• Hingga akhir sesi eropa, dolar AS tercatat melemah 0,26 persen terhadap yen di 79.44, sementara itu euro juga turun 0,12 persen terhadap yen ke 99.60 yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,64 persen terhadap yen 78.23 dan sterling justru melemah 0,12 persen terhadap yen ke 124.56.




AUSTRALIA
• Meningkatnya sentimen di Yunani telah mendorong naiknya Aussie lebih dari 1 sen dolar pada hari Senin setelah mencatat intraday high  di $0.9887. Aussie tercatat menguat 0.8% di sekitar $0.9850 dari penutupan Jumat di sekitar $0.9765. 

• Aussie tercatat terkoreksi ke level terendah 6 bulan terhadap dolar di $0.9693 pada hari Kamis. 

• Jajak  pendapat  terbaru  dari  Yunani  menunjukkan  bahwa  kedua  partai  yang  pro‐penghematan  akan  memiliki  cukup  suara  untuk  membentuk pemerintah koalisi di antara mereka, sehingga hal ini memberikan sedikit dukungan positif ke pasar. 

• Disamping masalah perkembangan Yunani, Aussie kedepannya juga akan terpengaruh oleh data ekonomi dari Cina dan AS termasuk data  PMI. Jika data PMI Cina menunjukkan ekspansi, dan juga adanya perkembangan positif di Eropa, maka Aussie berpotensi untuk menguat. 

• Pasar Amerika Serikat libur pada hari Senin, berkenaan dengan hari libur nasionalnya, Memorial Day. 




SWISS
• Swiss  tengah  menyusun  rencana  untuk  menerapkan  langkah  darurat  termasuk  kontrol  modal  dalam  kasus  euro  runtuh  meskipun  pemerintah tidak mengharap hal ini akan terjadi dan sementara ini masih akan tetap mempertahankan nilai patokannya terhadap euro,  demikian dikatakan kepala SNB Thomas Jordan. 

• Dalam upaya untuk mencegah terjadinya resesi dan deflasi di dalam negeri akibat menguatnya franc, SNB telah mematok nilai tertinggi  franc  terhadap  euro  di  level  1.20  franc  per  euro  pada  6  September  lalu,  namun  franc  hingga  saat  ini  masih  tercatat  menguat  30%  dibandingkan levelnya sebelum krisis, dimana telah menekan sektor ekspor dan industri pariwisata. 

• Jordan sepakat dengan proyeksi SNB bahwa ekonomi Swiss akan tumbuh 1% tahun ini dan menegaskan bahwa ia tidak melihat adanya  resiko deflasi maupun inflasi. 

• Euro ter‐support terhadap Swiss franc di 1.2020 setelah pernyataan Jordan tersebut. Sedangkan dolar juga terapresiasi ke level intraday  high 0.9595 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9590 franc.    

• Pasar Amerika Serikat libur pada hari Senin, berkenaan dengan hari libur nasionalnya, Memorial Day. 

Monday, May 28, 2012

Headline News 28.05.12

US & GLOBAL
• Bursa saham AS dan euro merosot Jumat lalu karena memburuknya keuangan Spanyol dan kemungkinan Yunani keluar dari  euro membayangi laporan membaiknya laporan consumer confidence AS.   

• Saham‐saham Eropa naik untuk rangkaian dua harinya, tetapi kenaikan didorong oleh defensive plays seperti saham‐saham  utilitas dan pembuat obat. Prospek outlook ekonomi yang sulit di Eropa menekan hasrat investor pada aset‐aset beresiko.  

• Setelah mencatatkan beberapa kenaikan pada awal hariannya, ekuitas AS merosot karena kemajuan kedepannya dari libur  tiga hari dengan adanya Memorial Day, karena ketidakpastian berlanjutnya diseputar permasalahan Eropa.    

• Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  melemah  74.92  poin,  atau  0.60  persen,  ke  level  12,454.83.  Indeks  Standard & Poor's 500 <.SPX> melorot 2.86 poin, atau 0.22 persen, ke level 1,317.82. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC>  berkurang 1.85 poin, atau 0.07 persen, ke level 2,837.53.    

• Di Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0.2 persen untuk ditutup ke level 984.97. Indeks MSCI's all‐country world  equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.2 persen ke level 300.23.  

• Euro mencapai level terendah dalam 22‐bulan terhadap dollar AS setelah Presiden dari Catalonia, daerah otonomi terkaya  di  Spanyol,  mengatakan  tidak  ada  pilihan  untuk  pendanaan  kembali  yang  lebih  dari  13  milyar  euro  pada  debt  yang  dijadwalkan  tahun  ini.  Euro  secara  singkat  berada  dibawah  level  $1.25  <EUR=EBS>  pada  trading  platform  EBS  tetapi  membagi penurunannya untuk diperdagangkan melorot 0.2 persen ke level $1.2510.  

• The U.S. Dollar Index <.DXY> naik 0.09 persen ke level 82.420.   

• Obligasi  pemerintah  AS  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  naik  10/32  pada  harga  dengan  yield  1.75  persen.   

• Harga emas sedikit naik Jumat lalu setelah perdagangan yang choppy tetapi logam mulia masih ditutup melemah dalam  mingguan setelah meluasnya aksi jual komoditas pada awalnya minggu ini berkenaan dengan penguatan dollar. Pada hari  Jumat, COMEX's gold futures contract, untuk Juni <GCM2>, di settled ke level $1,568.90, naik 0.7 persen dalam harian. Pada  basis mingguan June gold anjlok 1.2 persen berkenaan dengan penurunan dalam tiga hari dari awal minggunya, khususnya  Rabu sebelumnya yang hampir semua komoditas anjlok. Spot emas <XAU=> berada di sekitar level $1,572 per ons, naik 1  persen dalam harian dan turun 1.3 persen dalam mingguan.   

• Brent crude <LCOc1> menguat 28 sen untuk di settle ke level $106.83 per barrel. U.S. July crude <CLc1> sedikit naik 20 sen  untuk  di  settle  ke  level  $90.86,  tetapi  walau  begitu  harga  oil  menguat  dalam  harian  dari  kurangnya  kemajuan  yang  berhubungan  dengan  Iran  dan  membaiknya  consumer  sentiment  AS,  crude  futures  sedang  menuju  ke  dalam  rangkaian  empat minggunya karena permasalahan ekonomi Eropa mengancam pada pengurangan permintaan.   




GOLD & COMMODITIES
• Harga emas ditutup menguat di akhir pekan kemarin namun logam mulia masih ditutup mlemah pekan kemarin setelah  komoditas global mengalami tekanan jual sebelumnya di pekan kemarin akibat menguatnya dolar. 

• Harga emas spot dan berjangka AS menguat sekitar 1% setelah investor memangkas posisi bearish emas menjelang libur  panjang akhir pekan berkenaan dengan libur pasar AS Memroial Day pada hari Senin. 

• Emas  awalnya  mendapat  tekanan  setelah  adanya  permohonan  bantuan  dari  wilayah  Catalonia,  Spanyol.  Permohonan  tersebut telah memicu tertekannya euro, yang belum lama ini mendapat tekanan akibat masalah krisis utang Yunani hingga  ke level terendah 22 bulan terhadap dolar. Namun, emas kemudian berhasil rebound seiring membaiknya kondisi pasar. 

• Harga emas COMEX pengiriman Juni naik 0.7% di $1,568.90 per ounce. Sedangkan emas spot bergerak sedikit di bawah  $1,572 per ounce, atau naik 1%, namun mencatat turun 1.3% dalam sepekan. 

• Sedangkan minat beli dari India masih tipis sehingga kurang mendukung penguatan emas lebih lanjut. 

• Perkembangan  yang  terjadi  di  Eropa,  terkait  kemungkinan  Yunani  akan  keluar  dari  keanggotaan  zona  euro  nampaknya  masih akan mendominasi pasar dalam pekan ini.




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak menguat pada hari Jumat dipicu minimnya perkembangan negosiasi antara Iran dan pihak barat seputar kegiatan nuklir  Iran dan meningkatnya data sentimen konsumen AS. Namun demikian, minyak mencatat koreksi mingguan untuk keempat kalinya secara  berturut‐turut akibat masalah krisis Eropa yang nampaknya masih akan melemahkan permintaan untuk bahan bakar. 

• Ketidakpastian  politik  dan  ekonomi  Eropa  telah  menekan  euro  terhadap  dolar,  dan  bersamaan  dengan  indikasi  melambatnya  perekonomian Cina dan meningkatnya stok minyak mentah AS, telah membatasi kenaikan minyak berjangka Brent dan minyak mentah  AS. 

• Hasil pertemuan terkait pembahasan program nuklir Iran di pekan kemarin tidak membuahkan kemajuan yang berarti, dan kedua kubu  sepakat untuk melanjutkan pertemuan di bulan Juni, menyalakan kembali kemungkinan berlanjutnya konflik dan hambatan pada suplai. 

• Sementara data sentimen konsumen AS mencatat naik ke level tertinggi selama lebih dari 4 tahun di bulan Mei. Data yang dirilis lebih  tinggi dari perkiraan telah memabntu mengangkat harga minyak. 

• Brent July crude <LCOc1> naik 30 sen ke $106.85 per barel, setelah bergerak dari $106.02 ke $107.24. Jika harga ditutup di atas $107.14  maka akan terhindar dari kerugian mingguannya.  Sedangkan U.S. July crude <CLc1> naik 32 sen di $90.98, setelah ditranskasikan dari $90.20 ke $91.32, dengan mencatat intraday high di  bawah level hari sebelumnya.   

• Perkembangan  yang  terjadi  di  Eropa,  terkait  kemungkinan  Yunani  akan  keluar  dari  keanggotaan  zona  euro  nampaknya  masih  akan  mendominasi pasar dalam pekan ini. 



EURO ZONE
• Akhir pekan lalu  euro anjlok ke  level terendah  sejak  2‐tahun  terakhir terhadap  dolar AS, terdesak  kekhawatiran para investor mengenai kemungkinan  hengkangnya Yunani dari keanggotaan zona eropa yang ditakutkan akan menyeret sejumlah negara lain pada kemungkinan serupa. Turut menekan kinerja  euro adalah permintaan dari daerah otonomi paling makmur Spanyol, Catalonia, yang meminta bantuan keuangan dari pemerintah pusat. Permintaan dari  Catalonia  ini  menegaskan  berkembangnya  krisis  di  Spanyol,  setelah  salah  satu  perbankan  terbesar  negeri  tersebut,  Bankia,  meminta  bail  out  dari  pemerintah Spanyol senilai 15 miliar euro. 

• Eskalasi krisis hutang kawasan Uni Eropa masih akan menjadi bahan pertimbangan utama para investor dalam mengelola portofolio investasinya dalam  sepekan ke depan. Kondisi eropa berdampak langsung pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika dan Cina yang selama ini menjadi motor utama  penggerak ekonomi dunia. Para analis mata uang terkemuka memprediksi aksi jual terhadap euro masih akan berlanjut dalam sepekan kedepan, terutama  jika belum adanya langkah dan sikap yang jelas mengenai penanganan krisis hutang Yunani dan kemungkinan menjalarnya masalah serupa ke Spanyol,  Irlandia bahkan Italia.  

• Dalam  sepekan  terakhir  euro tercatat  pelemahan  tajam  2,09  persen  terhadap  dolar  AS ke  1.2515,  sementara  itu  euro  juga  mencatat  pelemahan  1,24  persen  terhadap  yen  ke  99.72,    euro  juga  mencatat  pelemahan  1,13  persen  terhadap  sterling  ke  0.7987  dan  stagnan  terhadap  Swiss  franc  di  1.2012.




U.K.
• Pelemahan  data  gross  domestic  product  Inggris  minggu  ini  meningkatkan  untuk  stimulus  berikutnya  dari  Bank  of  England,  tetapi  ini  harus  dipertimbangkan terhadap inflasi diatas target, pengambil kebijakan BoE Martin Weale mengatakannya.   

• Revisi  data  resmi  minggu  ini  menunjukkan  bahwa  perekonomian  Inggris  mengalami  kontraksi  0.3  persen  pada  kuartal  pertama,  penurunan  terbesar daripada perkiraan awalnya ‐0.2 persen.   

• Setelah perkiraan pertama dirilis, Weale mengatakan menguatkan BoE pada pembelian aset.   

• Ditanyakan  pada  wawancara BBC  mengenai reaksinya  terhadap  data  revisi terakhir, Weale mengatakan  telah  mengkonfirmasi  pernyataannya  bahwa perekonomian Inggris telah flat atau turun tipis untuk sementara waktu.   

• "I said when those (preliminary Q1 GDP) figures appeared that I thought they strengthened the case for further support for the economy, for  further asset purchases," ungkapnya.   

• "At the same time, of course, we have to remember that although we had recent good (inflation) news ... nevertheless the inflation rate is 3  percent rather than 2 percent and it's been above target for quite a long time," kata Weale.   

• Keluarnya  Yunani  dari  zona  euro  zone  akan  membuat  suatu  "chain  reaction  of  uncertainty"  yang  akan  sangat  terasa  pada  sektor  perbankan  Inggris, Deputi perdana menteri Inggris Nick Clegg mengatakannya.   

• Dia memperingatkan bahwa kemungkinan Yunani keluar tidak akan menyelesaikan permasalahan saat ini pada zona euro tetapi malahan akan  meperbesar ketidakstabilan di antero Eropa dan meluas keperekonomian global.




JAPAN
• Meningkatnya harga energi dunia mengangkat inflasi di tataran konsumen Jepang pada periode April sebesar 0,4 persen. Namun demikian inflasi masih  jauh dari target BOJ sebesar 1 persen. Data tersebut dipandang masih akan memberikan tekanan pada BOJ untuk terus melanjutkan upaya pelonggaran  moneternya guna menanggulangi deflasi dan membentengi ekonomi dari dampak penguatan kurs yen.  

• Menteri Keuangan Jun Azumi mengharapkan Yunani akan tetap berada pada keanggotaan zona eropa. Azumi menegaskan bahwa Yunani seharusnya tetap  memikul tanggung jawabnya terhadap Uni Eropa dengan mengimplementasikan reformasi fiskal meskipun menghadapi tentangan dari rakyatnya sendiri.  Kemungkinan keluarnya Yunani dari zona eropa berdampak pada pasar saham Jepang yang anjlok tajam, dan para eksportir yang terus terbebani oleh  penguatan kurs yen.  

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat 0,81 persen terhadap yen ke 79.65, sementara itu euro melemah 1,24 persen terhadap yen ke 99.72.  Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah tipis 0,05 persen terhadap yen 77.73 dan sterling turun 0,18 persen terhadap yen ke 124.73.  




AUSTRALIA
• Kondisi  yang  masih  belum  menentu  di  Eropa  terkait  masalah  krisis  utang,  membuat  investor  berlaku  hati‐hati,  dan  membuat  Aussie  bergerak relatif stabil terhadap dolar di akhir pekan. Aussie tercatat bergerak di sekitar $0.9776, naik 0.1% dari posisi penutupan New  York hariKamis di sekitar $0.9765. 

• Pada hari Rabu sebelumnya, Aussie terkoreksi ke level terendah 6 bulan di sekitar $0.9693. Namun aussie kemudian rebound menyusul  berbagai komentar yang mengindikasikan Yunani belum akan keluar dari keanggotaan zona euro. 

• Sementara harga obligasi berjangka Australia sedikit melemah karena investor menunggu perkembangan lebih lanjut dari krisis utang  Eropa. 

• Perkembangan  yang  terjadi  di  Eropa,  terkait  kemungkinan  Yunani  akan  keluar  dari  kenaggotaan  zona  euro  nampaknya  masih  akan  mendominasi pasar dalam pekan ini. 

• Pandangan  pasar  juga  akan  terfokus  pada  sidang  reguler  bank  sentral  Australia  (RBA)  pada  5  Juni  mendatang,  dimana  lengkah  pemangkasan suku bunga lebih lanjut nampaknya masih terbuka. 

• Pekan  ini,  data  penjualan  ritel  dan  perumahan  Australia  akan  dicermati  pasar  dimana  kedua  data  nampaknya  akan  dirilis  turun,  berdasarkan jajak pendapat Reuters.




SWISS
• Swiss franc berhasil rebound dari level terendah 15 bulan terhadap dolar setelah menembus level 0.96 per dolar untuk pertama kalinya sejak  Februari 2011, dipicu aksi ambil untung pelaku pasar. 

• Dalam beberapa sesi terakhir, franc terkoreksi seiring melemahnya euro atas dolar, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan Yunani keluar dari  keanggotaan zona euro dan krisis yang terjadi pada perbankan Spanyol. 

• Setelah sempat menguat ke 0.9539 franc per dolar, Swiss franc kemudian bergerak di sekitar 0.9590 franc, melemah sekitar 0.1% dibandingkan  penutupan New York hari Kamis di sekitar 0.9578 franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

• Adapun data ekonomi Swiss yang berhasil dirilis pada hari Jumat adalah data non‐farm payrolls untuk kuartal pertama yang tercatat naik 1.3% y/y  menjadi 4.049 juta. 

• Barometer  untuk  indikator  utama  ekonomi  Swiss,  KOF,  diprediksi  meningkat  ke  0.52  di  bulan  Mei  dari  0.40  di  bulan  April,  berdasarkan  jajak  pendapat dari para ekonom yang dikumpulkan oleh Dow  Jones Newswires.  Barometer tersebut diperkirakan akan terus meningkat meskipun  terlihat  kondisi  bisnis  yang  mengecewakan  dari  Eropa,  dan  data  KOF  mengindikasikan  ekonomi  Swiss  akan  tumbuh  secara  perlahan  dalam  6  bulan kedepan. Data KOF akan dirilis pada 30 Mei sekitar pukul 14.00 wib. 

• Perkembangan yang terjadi di Eropa, terkait kemungkinan Yunani akan keluar dari kenaggotaan zona euro nampaknya masih akan mendominasi  pasar dalam pekan ini. 

Friday, May 25, 2012

Headline News 25.05.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  naik  Kamis  lalu  sementara  itu  euro  melemah  karena  data  memperkirakan  gejolak  utang  Eropa  menyebar dan memburuk pada perlambatan perekonomian global, ditambah investor mempermasalahkan kemungkinan  Yunani keluar dari zona euro.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> menguat 33.60 poin, atau 0.27 persen, ke level 12,529.75. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> ditutup naik 1.82 poin, atau 0.14 persen, ke level 1,320.68. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup  merosot 10.74 poin, atau 0.38 persen, ke level 2,839.38.    

• Pada lonjakan terakhir bursa saham AS mendorong indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> 
kembali diatas level 300  poin.  Telah  naik  0.3  persen  mengikuti  penurunan  Rabu  sebelumnya  1.2  persen.  Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  dari  saham‐saham utama Eropa ditutup meningkat 1.1 persen ke level 982.61 setelah anjlok 2.2 persen pada perdagangan yang  choppy Rabu sebelumnya.  

• Pada perdagangan yang volatile, investor membeli pada awalnya ekuitas, oil dan emas, yang mana telah tertekan melemah  minggu in karena ketakutan keluarnya Yunani yang akan memperdalam krisis utang zona euro.    

• Harga Treasuri AS tertekan melemah Kamis lalu setelah membaiknya lelang obligasi bertenor tujuh tahun dan karena para  trader bersiap untuk liburan panjang kedepannya.     

• Euro <EUR=> berada dekat level terendahnya dalam dua tahun pada reaksi terhadap pelemahan data factory dan sentimen  bisnis di Jerman, negara dengan perekonomian terkuat di zona euro. Euro terakhir diperdagangkan turun 0.4 persen ke  level $1.2534 setelah anjlok ke level $1.2514, dekat level terendah dua tahunnya. Telah anjlok mendekati 3.2 persen dalam  tahunannya versus dollar.   

• Emas menguat 1 persen Kamis lalu, membalikkan pelemahan tiga harinya unutuk naik diatas level $1,580 per ons, karena  dollar  kembali  pada  area  negatif  versus  euro  setelah  melambat  dari  ekspektasinya  laporan  manufaktur  AS.  Spot  emas  <XAU=> menguat ke level tertingginya $1,577.50 per ons dan naik 0.8 persen ke level $1,573.11 per ons pada pukul 1350  GMT, sementara itu U.S. gold futures <GCv1> untuk pengiriman bulan Juni meningkat $24.60 per ons ke level $1,573.00.   

• Pada  pasar  oil,  harga  recovered  dari  penurunan  hariannya  karena  pembicaraan  antara  kekuatan  dunia  dan  Iran  pada  program  nuklirnya  terhambat,  membuat  ketakutan  pada  gangguan  pasokan  dan  terjadinya  konflik  terkini  Mideast.  July  Brent  futures  <LCOc1>  di  settled  naik  99  sen,  atau  0.94  persen,  ke  level  $106.55  per  barrel,  sehari  setelah  merosot  mendekati level terendah dalam lima bulan. U.S. oil futures <CLc1> di settled naik 76 sen, atau 0.85 persen, ke level $90.66  per barrel setelah tertekan ke level terendahnya sejak 1 Nov. Rabu sebelumnya. 



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas ditutup menguat pada hari Kamis untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir, namun harga terkoreksi dari  level intraday high, dipicu melemahnya euro terhadap dolar akibat meningkatnya kekhawatiran apakah Yunani masih akan  dipertahankan dalam keanggotaan zona euro. 

• Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup menguat sekitar 0.5% di $1,557.50 per ounce, namun turun dari  level intraday high $1,577.70.    Sementara untuk harga emas spot menguat tipis di $1,558.25 per ounce, jauh di bawah level intraday high di $1,577.50.    

• Investor juga terlihat berlaku hati‐hati menjelang libur panjang akhir pekan di pasar AS, dimana libur pada hari Senin (28  Mei 2012) berkenaan dengan hari libur nasionalnya, Memorial Day.  

• Kepercayaan pada euro terlihat masih rapuh setelah harga hanya berada sedikit di atas level terendah 2 tahun terhadap  dolar. Euro awalnya menguat terhadap dolar setelah data manufaktur AS menunjukkan pertumbuhan yang lemah di bulan  Mei,  tertekan  akibat  resesi  di  sejumlah  negara  Eropa.  Namun  euro  kemudian  terkoreksi  setelah  data  iklim  bisnis  dan  manufaktur Jerman mengindikasikan bahwa negara terbesar zona euro tersebut ternyata tidak kebal dari ancaman krisis  yang sedang melanda kawasan Eropa. 

• Sementara  itu,  emas  sempat  terangkat  oleh  laporan  Dana  Moneter  Internasional  yang  menunjukkan  adanya  kenaikan  dalam  kepemilikan  emas  pada  bank  sentral  di  bulan  April,  setelah  pembelian  terbesar  oleh  Filipina  selama  lebih  dari  4  tahun terakhir. 

• Emas  masih  bergerak  fluktuatif  sejak  menembus  level  terendah  4,5  bulan  di  pekan  lalu,  dipicu  kekhawatiran  atas  kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro dan juga kondisi Spanyol yang sedang mengalami tekanan. 




OIL & COMMODITIES
• Minyak mentah berjangka rebound pada hari Kamis dari kemerosotan sesi sebelumnya menyusul pembicaraan antara pihak Barat dan  Iran atas program nuklirnya mengalami hambatan dan membangkitkan kembali kekhawatiran terjadinya gangguan pasokan minyak dan  konflik Timur Tengah yang baru. 

• Suramnya data ekonomi dari Cina, Eropa dan AS telah membuat pelaku pasar berhati‐hati dalam melakukan transaksi minyak ditengah  kondisi ekonomi global yang masih rapuh. 

• Iran menuduh kekuatan dunia sengaja menciptakan "suasana yang sulit" yang menghambat perundingan tentang program energi atom,  menyusul dihentikannya kerjasama diplomatik untuk meredakan kekhawatiran akan upaya Iran untuk mengembangkan bom nuklir. 

• Sementara kegiatan industri di Cina menurun di bulan Mei, menyusul order ekspor turun ke level terendah 2 bulan, mengindikasikan  melemahnya kegiatan ekonomi di semester pertama tahun ini dan meredupkan prospek untuk permintaan minyak dari negara tersebut. 

• Kondisi zona euro juga terlihat suram menyusul menurunnya order baru pabrikan (new factory orders) bulan ini. Juga mengkhawatirkan  para dewan kebijakan, krisis yang dimulai pada anggota yang lebih kecil telah menyebar ke Jerman dan Prancis. 

• Permintaan  untuk  produk  manufaktur  AS  mencatat  kenaikan  lebih  kecil  dari  perkiraan  di  bulan  April  sementara  klaim  pengangguran  mingguan turun tipis, menambah kekhawatiran akan kondisi ekonomi negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

• Di  bursa  London,  Brent  July  futures  <LCOc1>  ditutup  di  $106.55  per  barel,  mencatat  naik  99  sen,  setelah  mencatat  intraday  high  di  $107.25.  Harga  menguat  di  awal  sesi  sebelum  buruknya  data  ekonomi  Cina  dan  Eropa  mendorong  tekanan  jual.  Kontrak  terkoreksi  hingga ke level intraday loow $105.03, level terendahnya sejak 20 Desember ‐‐‐ mencatat koreksi 17% dari level tertinggi 2012 di $128.40  yang dicapai pada 1 Maret lalu. 

• Sementara untuk U.S. crude for July <CLc1> ditutup naik 76 sen di $90.66 per barel, setelah menguat di awal sesi ke $91.52. Pada hari  Rabu, harga kontrak ditutup di $89.90, merupakan level penutupan terendahnya sejak 21 Oktober. US crude tercatat turun sekitar 18%  dari level tertinggi 2012 di $110.55, yang juga dicapai pada 1 Maret lalu. 
EURO ZONE
• Euro  berakhir  di  kisaran  harga  terendah    dalam  2‐tahun  terakhir  terhadap  dolar  AS  dalam  sesi  perdangangan  yang  cukup  volatile,  menyusul  aksi  konsolidasi para investor terhadap posisi jual terhadap euro menjelang libur nasional Amerika pada sesi Senin 28 Mei sehubungan memorial day. 

• Sementara  itu  data  manufaktur  Jerman  untuk  periode  Mei  yang  dirilis  lebih  rendah  dari  perkiraan  menunjukkan  bahwa  tidak  ada  negara  yang  kebal  menghadapi  krisis  hutang  kawasan  tersebut.Kondisi  ini  meningkatkan  kewaspadaan  para  investor  yang  juga  menyimpan  kekhawatiran  akan  potensi  keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa yang diprediksi dapat menyeret negara lain seperti Spanyol mengikuti langkah serupa.  

• Menurut  Paul  Dietrich  dari  Foxhall  Capital,  kemungkinan  keluarnya  Yunani  telah  terdiskonto  dalam  pergerakan  euro  akhir‐akhir  ini.  Namun  Dietrich  menambahkan bahwa yang akan menyedot perhatian adalah kemungkinan keluarnya Spanyol dari Uni Eropa, dimana kondisi tersebut akan berdampak  serius pada perbankan eropa karena perbankan eropa tercatat memiliki surat utang Spanyol dalam jumlah sangat besar.  

• Berdasarkan data dari ECB, sebanyak 35.4 miliar euro dari jenis portofolio investasi langsung para investor ditarik keluar dari zona eropa sepanjang Maret.  Perkembangan ini mengindikasikan bahwa para investor mulai melakukan reduksi terhadap aset yang berhubungan dengan zona eropa. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,38 persen terhadap dolar AS ke 1.2538, euro juga kembali anjlok 0,23 persen terhadap yen ke 99.78,  dan turun 0,26 persen terhadap sterling ke 0.7999. 
U.K.
• Inggris  jatuh  lebih  dalam  pada  resesi  daripada  yang  diperkirakan  semula  pada  kuartal  pertama  tahun  2012  berkenaan  dengan  anjloknya  construction  output,  meningkatkan  kemungkinan  bahwa  Bank  of  England  akan  memilih  untuk  menginjeksi  lebih  banyak  stimulus  untuk  melindungi perekonomian dari krisis utang zona euro.   

• Inggris berada pada resesi keduanya sejak krisis finansial 2007‐2008 dan prospek untuk recovery suram karena para pemimpin zona euro, mitra  dagang terbesar Inggris, masih jauh dari penyelesaian kembali pada gejolak utang.   

• The BoE's Monetary Policy Committee (MPC) telah mengindikasikan untuk siap memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian, yang telah  terhenti pada program quantitative easing sebesar 325 milyar pound bulan ini, ditengah tumbuhnya kekhawatiran mengenai pecahnya blok mata  uang tersebut.   

• Mencoba membawa turun inflasi terlalu cepat dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang perekonomian Inggris oleh lamanya penurunan  dan  menyebabkan  perusahaan‐perusahaan  memotong  secara  permanen  kapasitas  yang  tidak  terpakai,  pengambil  kebijakan  Bank  of  England  David Miles mengatakannya.   

• "The price of bringing above‐target inflation back down quickly is high, while the cost of more expansionary policy... has fallen. As a result, the  optimal path of monetary policy is likely to entail a slower return to the inflation target," katanya dalam pidato pada Britain's Society of Business  Economists.




JAPAN
• Gubernur BOJ – Masaki Shirakawa menegaskan bahwa pihaknya memang masih akan mempertahankan kebijakan moneter ultra‐longgar untuk sementara  waktu, namun kebijakan tersebut tidak akan menjadi satu‐satunya sebab dari pelemahan sistematis nilai tukar yen. Shirakawa menambahkan bahwa tidak  ada  bukti  sejarah  yang  menyatakan bahwa  ekspansi  dari  kebijakan  moneter  longgar  BOJ  akan  berdampak  langsung  pada  pelemahan  kurs  yen.  Hal  ini  menampik pandangan yang beredar bahwa bank sentral dapat menahan laju penguatan yen dengan menggelontorkan dana tunai ke pasar financial. 

• Sementara  itu  Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  menyatakan  bahwa  ekonomi  Jepang  masih  menghadapi  tantangan  dari  masalah  kelangkaan  suplai  listrik,  kondisi ekonomi Amerika yang masih belum meyakinkan dan krisis hutang Eropa yang berkelanjutan. Di hadapan Parlemen Jepang Azumi menekankan  meskipun terdapat beberapa halangan dalam pemulihan ekonomi pasca tsunami, namun pihaknya masih menyimpan optimisme.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat tipis 0,18 persen terhadap yen di 79.58, sementara itu euro anjlok 0,23 persen terhadap yen ke  99.78.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  tipis  0,18  persen  terhadap  yen  77.71  dan  sterling  relatif  stagnan  dengan  kenaikan  tipis  0,06  persen  terhadap yen ke 124.71.




AUSTRALIA
• Sentimen  negatif  seputar  pertemuan  puncak  para  pemimpin  Eropa  telah  memicu  koreksi  Aussie  ke  level  terendah  6  bulan.  Di  sesi  overnight Rabu kemarin, Aussie terkoreksi ke level intraday low $9693, yang merupakan level terendahnya sejak November lalu. 

• Namun di sesi Kamis, Aussie berhasil rebound dan bertahan di atas areal $0.9700, dan terakhir bergerak di sekitar $0.9758, relatif flat  dari level penutupan New York Rabu di sekitar $0.9756. 

• Dalam sidangnya Rabu kemarin di Brussels, para pemimpin Eropa tidak mencapai kesepakatan yang jelas mengenai bagaimana untuk  mengatasi krisis utang yang melanda kawasan. 

• Perkembangan ekonomi dan politik Eropa masih akan menjadi fokus pasar saat ini, dimana pergerakan mata uang, khususnya mata uang  komoditas seperti Aussie, sangat terpengaruh oleh kondisi yang terjadi di Eropa, Cina dan juga Amerika Serikat. 

• Data GfK indeks Jerman dan consumer confidence Perancis serta data sentimen investor AS dari University of Michigan akan dirilis hari  Jumat ini. Jika data menunjukkan pelemahan maka investor cenderung memburu dolar AS yang dianggap sebagai aset yang lebih aman. 




SWISS
• Ekspor  Swiss  turun  dalam  2  bulan  berturut‐turut  di  periode  April  akibat  kuatnya  nilai  tukar  Swiss  franc  dan  lemahnya  permintaan  dari  Eropa,  bahkan  penjualan produk arloji yang menjadi andalan juga mengalami penurunan. Ekspor turun 3.9% menjadi 15.23 milyar franc, sementara surplus perdagangan  menipis menjadi 1.334 milyar franc. 

• Ekspor arloji melemah ke 9%, menjadi 1.69 milyar franc, dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor rata‐ratanya yang mencapai 16.1% dalam 4 bulan  terakhir  ini.  Permintaan  Asia  yang  kuat  untuk  jam  tangan  mewah  telah  membantu  perusahaan  seperti  Swatch  dan  Richemont  untuk  tetap  bertahan  ditengah gejolak ekonomi. 

• Untuk  mencegah  terjadinya resesi  ekonomi,  bank  sentral  Swiss  (SNB)  telah  membatasi  penguatan  Swiss  franc  di  level  1.20  franc  per  euro  pada  bulan  September tahun lalu, namun mata uang Swiss masih menguat sekitar 30% dibandingkan sebelum terjadinya krisis keuangan pada tahun 2008 lalu. 

• Dalam  sidangnya Rabu  kemarin  di Brussels, para pemimpin  Eropa tidak  mencapai  kesepakatan yang jelas mengenai bagaimana untuk  mengatasi  krisis  utang yang melanda kawasan. Kondisi ini telah memicu menguatnya dolar terhadap sejumlah rivalnya termasuk Swiss franc. 

• Dolar  melanjutkan  penguatannya  terhadap  Swiss  franc  pada  hari  Kamis  dan  semakin  mendekati  level  0.9600  franc  setelah  mencatat  intraday  high  di  0.9595 franc. 

• Perkembangan ekonomi dan politik Eropa masih akan menjadi fokus pasar saat ini, dimana pergerakan mata uang masih sangat terpengaruh oleh kondisi  yang terjadi di Eropa, Cina dan juga Amerika Serikat. 

• Data GfK indeks Jerman dan consumer confidence Perancis serta data sentimen investor AS dari University of Michigan akan dirilis hari Jumat ini. Jika data  menunjukkan pelemahan maka investor cenderung memburu dolar AS yang dianggap sebagai aset yang lebih aman. 

• Sedangkan dari dalam negeri akan dirilis data non‐farm payrolls Swiss untuk kuartal pertama yang diprediksi naik tipis menjadi 4.047 juta dari 4.044 juta di  kuartal keempat tahun lalu. 

Thursday, May 24, 2012

Headline News 24.05.12



US & GLOBAL
• Bursa Wall Street mengalami recovery pada akhir hariannya dan euro mencapai level terendah dua tahunnya Rabu lalu karena  investor masih mengkhawatirkan mengenai kemungkinan Yunani keluar dari zona euro, yang mana ditakutkan makin dalamnya  krisis  utang  regional  dan  menekan  rapuhnya  recovery  (ekonomi)  global.  Saham‐saham  AS  berbalik  pada  Rabu  lalu,  rally  pada  penutupannya karena kenaikan tajam pada saham‐saham material yang mendorong kenaikan indeks S&P 500 dan naiknya saham  Apple <AAPL.O> membantu menaikkan Nasdaq.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melorot 6.66 poin, atau 0.05 persen, ke level 12,496.15. Indeks S&P 500 <.SPX> sedikit  naik 2.23 poin, atau 0.17 persen, ke level 1,318.86. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 11.04 poin, atau 0.39 persen, ke  level 2,850.12.      

• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 1.2 persen ke level 299.75. Telah memangkas penurunan awalnya yang  sempat menyentuh level terendah dalam lima bulannya. Indeks FTSE Eurofirst <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup  turun 2.18 persen ke level 971.99 setelah menyentuh level terkini tahunannya 970.98.  

• Harga  Treasuri  AS  naik  Rabu  lalu  karena  permasalahan  berkenaan  dampak  keluarnya  Yunani  dari  zona  euro  menaikkan  permintaan pada obligasi AS sebagai safe haven.   

• Setiap negara zona euro akan mempersiapkan rencana kontingensi dari kemungkinan Yunani meninggalkan blok tersebut, tiga  sumber dari zona euro mengatakan pada Reuters, mencatatkan persetujuan telah dicapai oleh para anggota. 

• Euro merosot ke level terendahnya terhadap dollar yang mendekati dua tahunnya Rabu lalu dari keraguan mengenai meeting dari  para pemimpin Eropa akan menenangkan kekhawatiran mengenai kekacauan pada keluarnya Yunani dari zona euro. Euro <EUR=>  melorot ke level $1.2544 pada data Reuters, terendah sejak bulan Juli 2010 karena option barrier ke level $1.26 telah tembus  dengan investor, korporat dan macro funds melakukan aksi jual euro. Terakhir berada pada level $1.2594, anjlok 0.7 persen.   

• Emas  berusaha  untuk  recover  dari  kebanyakan  penurunan  aksi  jual  pada  awalnya  meskipun  sentimen  dan  euro  masih  suram  karena para pemimpin Eropa bertemu dengan membuat makin dalamnya krisis utang zona euro. Spot emas <XAU=> anjlok ke  level terendahnya $1,534.25 per ons, anjlok hingga 2 persen, karena euro merosot ke level terendahnya terhadap dollar yang  mendekati dua tahunnya. Pada pukul 4:14 p.m. EDT (2014 GMT), penurunan mendekati 0.41 persen ke level $1,561.50 per ons.     

• Brent  crude  futures  anjlok  lebih  dari  2  persen  Rabu  lalu  karena  pembicaraan  antara  Iran  dan  kekuatan  dunia  mengenai  kemungkinan  perjanjian  perselisihan  nuklir  menekan  kekhawatiran  mengenai  gangguan  pasokan  dan  karena  permasalahan  ekonomi menaikkan ketakutan mengenai permintaan terhadap oil. Di London, ICE Brent untuk pengiriman Juli <LCOc1> melorot  $2.85 untuk di settle ke level $105.56 per barrel setelah sempat menyentuh level terendahnya $105.39 per barrel, terendah pada  front‐month Brent intraday sejak 20 Des. U.S. July crude <CLc1> di settled ke level $89.90 per barrel, anjlok $1.95, penutupan  terendah untuk front‐month U.S. crude sejak 21 Okt.  



GOLD & COMMODITIES
• Emas turun lebih dari 2% menyusul besarnya tekanan jual setelah data penjualan rumah AS dirilis lebih baik dari perkiraan. Harga  emas  spot  turun  ke  level  intraday  low  $1,534.25  per  ounce,  turun  2.15%.  Pasar  saat  ini  ingin  melihat  apakah  emas  sanggup  bertahan di atas level support kunci di $1,525 per ounce.  Sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Juni merosot 2.44% di  $1,5381.   

• Emas  berpotensi  mencatat  koreksi  harian  terbesarnya  dalam  2  pekan  setelah  investor  menarik  investasinya  dari  euro  dan  komoditas  dan  mengalihkannya  kedalam  aset‐aset  aman  seperti  dolar  dan  obligasi  menyusul  kemungkinan  Yunani  keluar  dari  keanggotaan zona euro. 

• Hingga  berita  ini  ditulis,  pasar  masih  menantikan  hasil  dari  sidang  Uni  Eropa  di  Brussles  dimana  Presiden  Perancis  yang  baru  Francois Hollande diprediksi akan mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro, sebuah langkah yang didukung oleh  Italia,  Spanyol  dan  Komisi  Eropa.  Namun  demikian,  pasar  nampaknya  harus  menunggu  hingga  sidang  para  pemimpin  Eropa  di  bulan Juni mendatang untuk melihat langkah kongkrit yang mungkin akan dilakukan. 

• Sementara itu, di India, sebagai konsumen emas terbesar dunia, minat terhadap emas  masih tersendat  setelah harga  di pasar  lokal naik menyusul melemahnya rupee ke level terendahnya, dimana telah menaikkan biaya impor emas. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak turun pada hari Rabu menyusul indikasi akan tercapainya kesepakatan antara Iran dan pengawas nuklir PBB dimana  telah  mengurangi  kekhawatiran  akan  gangguan  pasokan,  sementara  krisis  utang  zona  euro  dan  melambatnya  pertumbuhan  ekonomi Cina telah menambah kekhawatiran seputar menurunnya minat pada minyak. 

• Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat melaporkan stok minyak mingguan, diluar Cadangan Minyak Strategis,  mencatat kenaikan terbesar 9 minggu, dan hal ini turut menekan harga minyak. 

• Badan Energi Atom Internasional PBB mengharapkan untuk segera menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk membuka  blokir investigasi dari program nuklirnya, yang dikatakan Teheran untuk tujuan damai. 

• Brent  crude  <LCOc1>  turun  lebih  dari  $3  di  $105.41  per  barel.  Brent  terakhir  tercatat  turun  $2.90  di  $105.51.  Harga  minyak  berjangka AS turun $2 di bawah $90 untuk pertama kalinya sejak 1 November. Harga minyak berjangka untuk pengiriman Juli  turun $1.78 di level $90.07 per barel, setelah turun sebanyak $2.01 ke $89.84 pasca mencatat intraday high di $91.72 per barel 

• Keprihatinan  terhadap  kondisi  ekonomi  global  juga  turut  menekan  harga  minyak  menyusul  Bank  Dunia  memangkas  proyeksi  pertumbuhan ekonomi Cina, sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia. 

• Sementara itu, EIA melaporkan stok minyak mentah AS naik 883.000 barel di pekan per 18 Mei, masih di bawah ekspektasi terjadi  kenaikan 1 juta barel. Sedangkan stok bensin turun 3,3 juta barel, jauh di atas ekspektasi terjadi penurunan 500.000 barel.




EURO ZONE
• Euro  anjlok  ke  level  terendah  sejak  2‐tahun  terakhir  terhadap  dolar  AS  dan  melemah  ke  level  terendah  sejak  awal  Februari  silam  menyusul  berkembangnya kekhawatiran pelaku pasar akan kemungkinan hengkangnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa. Para pejabat ofisial zona eropa telah  mengeluarkan himbauan kepada para anggotanya  untuk mempersiapkan rencana penanganan darurat jika Yunani memutuskan keluar dari Uni Eropa.  Sementara itu pejabat bank sentral Jerman mengatakan keluarnya Yunani memang akan memberikan dampak, namun diperkirakan masih masuk criteria  “manageable”. 

• Beberapa negara anggota Uni Eropa dikabarkan terus berupaya mendorong penerbitan obligasi bersama zona eropa. Meskipun para investor menganggap  ide tersebut pasti akan dimentahkan oleh Jerman yang terus menerus menentang langkah tersebut.  

• Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  melemah  0,66  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.2586,  euro  juga  kembali  anjlok  1,33  persen  terhadap  yen  ke  100.01, dan turun 0,27 persen terhadap sterling ke 0.8020.




U.K.
• Penjualan ritel Inggris melemah ke fase bulanan tercepatnya yang lebih dari dua tahun pada bulan April, setelah mencatatkan pelemahan pada  penjualan bahan bakar dan cuaca yang berhubungan dengan anjloknya penjualan pakaian, data resmi Rabu lalu.  

• Penurunan dimulai pada kuartal kedua menyoroti berlanjutnya tekanan pada perekonomian dan kemungkinan menaikkan spekulasi mengenai  injeksi cash berikutnya dari Bank of England.   

• The Office for National Statistics mengatakan volume penjualan ritel merosot 2.3 persen dalam bulanan – penurunan terbesar sejak Januari 2010  dan lebih dari dua kali lipat pada perkiraan. Penurunan lebih dari pembalikan revisi kenaikan 2 persen ada bulan Maret.  

• Dalam tahunan penjualan menurun 1.1 persen – menekan perkiraan para ekonom dengan kenaikan tahunan 1.0 persen.  

• Bank of England akan memompa lebih banyak uang pada goyahnya perekonomian Inggris jika krisis euro menyebabkan kekacauan lagi, minutes  dari meeting bank terakhir yang ditunjukkan Rabu lalu, karena data mengungkapkan penurunan tajam pada pembelanjaan konsumen.   

• The International Monetary Fund mendesak bank sentral Selasa lalu untuk membeli lebih banyak aset – kemungkinan termasuk obligasi sektor  swasta – atau bahkan memangkas tingkat suku bunga kedepannya.  
JAPAN
• Dengan berkembangnya kekhawatiran investor akan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa, investor mengalihkan investasinya pada  aset yang masuk dalam kategori safe haven, termasuk yen dan dolar AS. Kinerja yen dan dolar AS diprediksi masih akan memperoleh keuntungan dari  berlanjutnya pesimisme pasar terhadap perkembangan krisis hutang Uni Eropa. 

• Dalam sidang regulernya untuk periode Mei, BOJ mempertahankan kebijakan moneternya dan tetap memperingatkan bahwa berlanjutnya krisis eropa  menyimpan resiko bagi prospek pemulihan ekonomi Jepang. Beberapa pengamat memandang bahwa pernyataan tersebut merupakan sinyalemen bahwa  BOJ masih menyimpan sejumlah amunisi untuk menghadapi kemungkinan jika krisis eropa semakin memburuk, guna membentengi perekonomian Jepang. 

• Sementara itu Menteri Keuangan – Jun Azumi menyampaikan harapannya bahwa bank sentral akan melakukan upaya pelonggaran moneter lanjutan guna  menjamin kenaikan harga barang mencapai target level inflasi BOJ sebesar 1 persen. Lebih lanjut, Azumi menekankan BOJ untuk mengambil langkah yang  diperlukan secara tepat waktu dengan mengamati pelbagai perkembangan ekonomi. 

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,68 persen terhadap yen di 79.44, sementara itu euro anjlok 1,33 persen terhadap yen ke 100.01.  Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 0,88 persen terhadap yen 77.57 dan sterling melemah 1,05 persen terhadap yen ke 124.64.



AUSTRALIA
• Sebuah  indeks  utama  untuk  ekonomi  Australia  yang  dirilis  Rabu  keemarin  menunjukkan  pertumbuhan  tahunan  di  2.2%  di  bulan  Maret,  dibandingkan  dengan  pertumbuhannya 1.9% di bulan Februari. Indeks tersebut merupakan indeks bulanan yang dirilis oleh Westpac Banking Corp. and Melbourne University's Institute of  Applied Economic and Social Research untuk melihat prospek ekonomi dalam 3‐9 bulan kedepan. 

• Kepala ekonom Westpac Bill Evans menjelaskan ini adalah kali ke‐7 secara berturut‐turut dimana indeks tumbuh di bawah trennya. Meskipun indeks telah naik dari  level terendah November tahun lalu, namun level kenaikan bulan Maret belum mengindikasikan indeks akan segera tumbuh di atas trennya. 

• Sedangkan untuk coincident index, sebagai indikator untuk melihat aktifitas ekonomi saat ini, mencatat pertumbuhan tahunan 3.1% di bulan Maret, dibandingkan  dengan 2.6% di bulan Februari. Level tersebut sesuai dengan proyeksi Westpac untuk pertumbuhan ekonomi Australia di tahun 2012 di level 3%yang berarti bahwa  Australia telah tumbuh di bawah tren untuk 5 tahun berturut‐turut.  

• Kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan harus keluar dari keanggotaan zona euro telah memicu koreksi Aussie lebih dari 1 sen dolar ke level terendahnya sejak  November. Aset beresiko seperti Aussie terkoreksi tajam setelah mantan perdana menteri Yunani Lucas Papademos mengatakan negara yang sarat utang tersebut  tengah mempertimbangkan untuk keluar dari zona euro. Papademos kemarin mengatakan persiapan sedang dilakukan dalam kasus Yunani meninggalkan serikat  moneter, meskipun ia bersikeras langkah tersebut akan merusak perekonomian negara. 

• Aussie terkoreksi ke level intraday low $0.9690 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9756, dibandingkan penutupan Selasa sebelumnya di $0.9815. 

• Hingga berita  ini ditulis,  pasar  masih  menantikan  hasil  dari  sidang Uni Eropa  di  Brussles  dimana Presiden  Perancis  yang  baru  Francois  Hollande  diprediksi akan  mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro, sebuah langkah yang didukung oleh Italia, Spanyol dan Komisi Eropa. Namun demikian, pasar nampaknya  harus menunggu hingga sidang para pemimpin Eropa di bulan Juni mendatang untuk melihat langkah kongkrit yang mungkin akan dilakukan.




SWISS
• Dolar/ Swiss franc kembali naik di atas 0.9500 franc setelah meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan Yunani keluar dari keanggotaan zona  euro. 

• Minat terhadap aset beresiko telah mulai melemah pada Selasa kemarin setelah kantor berita Dow Jones mengutip pernyataan mantan Perdana Menteri  Yunani Lucas Papademos yang mengatakan beberapa negara Eropa dan institusi sedang mempertimbangkan rencana darurat untuk kemungkinan apapun,  termasuk keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro. 

• Namun Papademos melalui CNBC kemudian mengatakan bahwa tidak terlihat adanya persiapan di Yunani untuk kemungkinan negara tersebut keluar dari  blok zona euro, dimana hal ini sedikit meredakan kekhawatiran pasar dan mendorong rebound mata uang Asia dan juga euro. 

• Hingga berita ini ditulis, pasar masih menantikan hasil dari sidang Uni Eropa di Brussles dimana Presiden Perancis yang baru Francois Hollande diprediksi  akan mendesak untuk diberlakukan obligasi bersama zona euro, sebuah langkah yang didukung oleh Italia, Spanyol dan Komisi Eropa. Namun demikian,  pasar  nampaknya  harus  menunggu  hingga  sidang  para  pemimpin  Eropa  di  bulan  Juni  mendatang  untuk  melihat  langkah  kongkrit  yang  mungkin  akan  dilakukan. 

• Dolar/Swiss franc naik ke level intraday high 0.9565 franc, level tertingginya sejak medio Januari sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9540 franc atau  naik 0.7%, dibandingkan dengan penutupan New York hari Selasa di 0.9470 franc.