title cover

title cover

Friday, June 1, 2012

Headline News 01.06.12



US & GLOBAL
Bursa saham ditutup dalam penutupan terbesarnya delapan bulan pada bulan Mei dan komoditas juga mendapat tekanan setelah  serentetan  kekhawatiran  mengenai  data  ekonomi  AS  Kamis  lalu  yang  menekan  pasar  dari  permasalahan  utang  Eropa.  Bursa  saham AS merosot Kamis lalu karena indeks S&P 500 ditutup pada kinerja terburuk bulanannya sejak bulan September, ditandai  oleh ketakutan berkenaan memuncaknya permasalahan utang Eropa.     

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 26.41 poin, atau 0.21 persen, ke level 12,393.45. Indeks Standard & Poor's  500 <.SPX> turun 3.00 poin, atau 0.23 persen, ke level 1,310.32. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 10.02 poin, atau  0.35 persen, ke level 2,827.34.     

Yield obligasi AS melorot ke level terendahnya karena ketakutan mengenai permasalahan perbankan Spanyol dan kemungkinan  Yunani keluar dari zona euro yang memacu perkembangan global pada aset‐aset yang lebih aman/safe assets.   

Kebanyakan investor mengaitkan putaran dari risk aversion Jumat ini dengan laporan payrolls bulanan dari pemerintah AS yang  berisi turunnya jumlah dari rilis data jobs sebelumnya Kamis lalu.   

Bursa saham Eropa <.FTEU3> merosot 7 persen untuk bulan Mei dan indeks saham global <.MIWD00000PUS> turun 10 persen –  yang juga mencatatkan kinerja terburuknya sejak September.   

Euro merosot Kamis lalu terhadap dollar AS pada perdagangan yang volatile ditandai oleh keprihatinan sektor perbankan Spanyol  dan  kekecewaan  data  ekonomi  AS  yang  merupakan  tekanan  yang  membawa  mata  uang  tunggal  ke  level  terendah  dalam  23‐ bulan. Euro juga tertekan ke level terendah 11‐1/2‐tahun terhadap rally Japanese yen.     

Emas ditutup kedalam rangkaian penurunan empat bulannya pada bulan Mei, tetapi penutupan perdagangan Kamis lalu dengan  kenaikan tipis harian karena makin dalamnya krisis zona euro yang mendorong investor untuk berbalik pada emas ditengah aksi  melepas aset‐aset beresiko. Spot emas <XAU=> sedikit naik 0.2 persen ke level $1,564.30 per ons pada pukul 3:30 p.m. EDT (1930  GMT). Penurunan logam mulia 6 persen dalam bulanan ditandai penurunan besar sejak aksi jual akhir Desember yang membawa  kegoyahan menuju bear market.   

Crude oil futures anjlok Kamis lalu lebih dari 1 persen, menutup bulan Mei dengan penurunan terbesar bulanan yang lebih dari  tiga tahun karena membengkaknya cadangan AS dan pelemahan data ekonomi yang menambah kekhawatiran mengenai krisis  utang  zona  euro,  yang  semuanya  menekan  prospek  permintaan  pada  oil.  Front‐month  Brent  melorot  14.7  persen  dalam bulanannya,  penurunan  terbesar  bulanannya  sejak  Desember  2008,  setelah  anjlok  3  persen  Rabu  sebelumnya.  Brent  telah  melorot  lebih  dari  21  persen  dari  level  tertinggi  tahun  2012  ke  level  $128.40  yang  tercapai  Maret  lalu.  U.S.  crude  untuk  pengiriman bulan Juli <CLc1> di settled ke level $86.53, anjlok $1.29, dan menandai level terendah U.S. front‐month sejak 20 Okt.  




GOLD & COMMODITIES
Emas  menutup  bulan  Mei  dengan  mencatat  koreksi  bulanan  keempat  kalinya  secara  berturut‐turut,  merupakan  koreksi  terbesarnya dalam 12 tahun terakhir, meskipun pada hari Kamis ditutup menguat tipis menyusul memburuknya kondisi krisis zona  euro telah mendorong sejumlah investor untuk kembali memburu emas dan melepas aset beresiko mereka. 

Pada hari Rabu sebelumnya, emas naik $30 per ounce dalam sebuah rally yang dramatis setelah rebound dari level support‐nya di  $1,530. Meskipun mengalami rebound, namun emas masih mencatat koreksi bulanan sebesar 6% di bulan Mei. 

Pelaku pasar melihat performa emas masih lebih baik dibandingkan aset‐aset lainnya seperti ekuitas dan  minyak mentah, dan  nampaknya  saat  ini  emas  akan  kembali  dipandang  sebagai  aset  aman  ditengah  kondisi  Eropa  yang  semakin  buruk  dan  kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Harga emas spot naik 0.2% di sekitar $1,564.30 per ounce. 

Kekhawatiran terhadap krisis Eropa telah memberikan penawaran positif bagi emas, setelah Dow Jones melaporkan bahwa Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  tengah  mempertimbangkan  sebuah  pinjaman  penyelamatan  untuk  Spanyol  jika  negara  tersebut  gagal memberikan bailout pada bank besarnya. Namun jurubicara IMF mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan pertemuan  dengan Spanyol perihal laporan finansial tersebut, meskipun IMF akan pergi ke Madrid pekan depan untuk melakukan konsultasi  ekonomi. 

Emas telah menguat 15% sebelumnya di tahun ini setelah The Federal Reserve mengatakan akan mempertahankan suku bunga  mendekati  0%  hingga  2014  mendatang  dan  berpeluang  untuk  melanjutkan  program  pembelian  aset  yang  dikenal  dengan  quantitative easing (QE) untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. 

Pasar akan mencermati data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat, yang diperkirakan terjadi penambahan pekerjaan  baru sebanyak 150.000 di bulan Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar. 




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  mentah  berjangka  turun  lebih  dari  1%  pada  hari  Kamis,  mengakhiri  bulan  Mei  dengan  mencatat  koreksi  bulanan  terbesarnya selama lebih dari 3 tahun terakhir, menyusul meningkatnya stok minyak AS dan buruknya data ekonomi ditambah dengan  kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa, kesemuanya telah melemahkan prospek permintaan minyak. 

Minyak memangkas koreksi tajamnya lebih dari 2% di sesi sore setelah Dow Jones melaporkan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF)  tengah mempertimbangkan sebuah pinjaman penyelamatan untuk Spanyol jika negara tersebut gagal memberikan bailout pada bank  besarnya. Namun jurubicara IMF mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan pertemuan dengan Spanyol perihal laporan finansial  tersebut, meskipun IMF akan pergi ke Madrid pekan depan untuk melakukan konsultasi ekonomi. 

Harga  minyak  mentah  berjangka  sempat  anjlok  ke  level  terendah  7  bulan  setelah  data  menunjukkan  jumlah  stok  minyak  mentah  AS  meningkat  di  pekan  lalu,  menembus  level  tertingginya  mendekati  22  tahun.  Data  dari  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  menunjukkan jumlah stok minyak mentah naik melampaui perkiraan dan menembus level tertingginya sejak Juli 1990 sekaligus mencatat  kenaikan  ke  10  kalinya  secara  berturut‐turut.  Stok  minyak  domestik  diluar  Strategic  Petroleum  Reserve  (SPR)  atau  cadangan  minyak  strategis, naik 2.2 juta barel menjadi 384.74 juta barel di pekan per 25 Mei dibandingkan dengan data pekan sebelumnya. Data dirilis  melampaui ekspektasi terjadi penambahan 600.000 barel. Selama 10 pekan terakhir, stok minyak mentah AS telah meningkat lebih dari  38 juta barel. 

Euro  melemah  terhadap  dolar  ditengah  kondisi  perdagangan  yang fluktuatif,  menyentuh  level  terendah  23  tahun dipicu keprihatinan  pada  masalah  perbankan  Spanyol  dan  buruknya  data  ekonomi  AS.  kondisi  btersebut  telah  mendorong  investor  untuk  melepas  kepemilikan mereka pada aset komoditas dan ekuitas yang beresiko. 

Di  bursa  London,  harga  minyak  berjangka  jenis  Brent  untuk  pengiriman  Juli  berakhir  di  $101.87,  turun  $1.60,  level  penutupan  terendahnya sejak 4 Oktober. Dalam sebulan, Brent tercatat telah turun 14.7%, koreksi bulanan terbesarnya sejak Desember 2008.  Sementara  untuk  harga  minyak  mentah  berjangka  AS  untuk  pengiriman  Juli  berakhir  di  $86.53,  turun  $1.29  dan  mencatat  level  penutupan terendahnya sejak 20 Oktober. Di bulan Mei, harga minyak telah turun 17.5%, koreksi bulanan terbesarnya sejak Desember  2008. 

Pasar akan mencermati data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat, yang diperkirakan terjadi penambahan pekerjaan baru  sebanyak 150.000 di bulan Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar. 




EURO ZONE
Euro melemah mendekati level terendahnya sejak 2‐tahun terakhir terhadap dolar AS di 1.2335, dan anjlok ke level terendah sejak lebih dari 1‐dekade terakhir  terhadap yen menyusul berlanjutnya kekhawatiran investor akan kondisi Spanyol dan rilis data ekonomi Amerika yang lebih buruk dari perkiraan. Imbal hasil obligasi  Spanyol masih berkutat di level tertingginya seiring ekspektasi bahwa pada akhirnya pemerintah Spanyol akan mengajukan permintaan bail out.  

Ofisial Komisi Eropa – Oli Rehn mengingatkan bahwa euro bisa mengalami disintegrasi jika tidak ada mekanisme penanganan krisis yang kuat dan ketertiban fiskal  yang  mantap.  Komentar  serupa  diserukan  oleh  Presiden  ECB  –  Mario  Draghi  yang  menegaskan  bahwa  diperlukan  visi  dan  aksi  bersama  untuk  memastikan  kelangsungan Uni Eropa. 

Namun euro berhasil beranjak dari level terendahnya tersebut ditunjang oleh ekspektasi bahwa jajak pendapat di Irlandia pada akhirnya akan menyetujui pakta  fiskal Uni Eropa. Euro tercatat melemah 6,6 persen sepanjang Mei, performa bulanan terburuk sejak September 2011. 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,04 persen terhadap dolar AS ke 1.2362, euro juga kembali melemah 0,98 persen terhadap yen ke 96.85 yen,  namun naik 0,41 persen terhadap sterling ke 0.8024 dan naik tipis 0,02 persen Swiss franc di 1.2009.




U.K.
Deputi gubernur Bank of England Charlie Bean Kamis lalu memberikan tanda‐tanda yang paling eksplisit mengenai putaran stimulus berikutnya  untuk perekonomian yang dapat terjadi, tetapi komentar baru‐baru  ini dari pengambil  kebijakan lainnya memperkirakan bank masih menjadi  topik pada permasalahan tersebut.   

Tingkat  consumer  confidence  untuk  bulan  Mei  Kamis  lalu  juga  sedikit  membaik  dari  ekspektasi  tetapi  masih  menunjukkan  perekonomian  terperosok pada perlambatan yang mengarahkannya pada resesi kedua dalam dua tahun.   




JAPAN
Yen menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya, setelah mencapai level tertinggi terhadap euro dalam kurun lebih dari 1‐dekade terakhir dan naik ke level  tertinggi sejak Februari terhadap dolar AS. Penguatan yen ini ditunjang oleh maraknya aksi beli investor terhadap aset safe haven berkaitan ketidakpastian kondisi  Uni Eropa dan rilis data ekonomi Amerika yang di bawah perkiraan para analis.  

Menanggapi penguatan yen akhir‐akhir ini Menteri Keuangan Jun Azumi menegaskan bahwa pihaknya terus mengamati dengan seksama pergerakan yen, sebuah  indikasi yang meningkatkan ekspektasi intervensi untuk menahan penguatan yen. Azumi mengingatkan para speculator bahwa penguatan yen akhir‐akhir ini tidak  merupakan  refleksi  dari  kondisi  fundamental  ekonomi  Jepang.  Demikian  juga  Gubernur  BOJ  –  Masaaki  Shirakawa  yang  menyatakan  pihaknya  terus  mengamati  perkembangan yen karena mempengaruhi sentiment pelaku bisnis dan memiliki dampak negative terhadap ekonomi Jepang pada umumnya. 

Hingga  akhir  sesi  New  York,  dolar  AS  tercatat  melemah  0,95  persen  terhadap  yen  di  78.34,  sementara  itu  euro  turun  0,98  persen  terhadap  yen  ke  96.85  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  anjlok  0,72  persen  terhadap  yen  di  76.18  dan  sterling  juga  melemah  1,41  persen  terhadap  yen  ke  120.63.    




AUSTRALIA
Aussie berhasil rebound dari level terendahnya 6 bulan pada hari Kamis setelah rilis data domestic capital expenditure yang lebih baik dari perkiraan. Setelah sempat  terkoreksi ke level intraday low di $0.9668, Aussie kemudian rebound dan mencatat intraday high di $0.9770 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9730, atau  naik sekitar 0.2% dari posisi penutupan New York hari Rabu di sekitar $0.9708. 

Rebound terjadi setelah Biro Statistis Australia merilis data yang menunjukkan kenaikan 6.1% pada new private capital expenditure atau belanja modal swasta yang  baru di kuartal pertama tahun ini. Data dirilis jauh melampaui ekspektasi terjadi kenaikan 4%. Namun kekhawatiran seputar masih suramnya kondisi ekonomi global,  khususnya yang tengah terjadi di Spanyol, telah membatasi penguatan Aussie lebih lanjut. 

Di  sesi  overnight  Komisi  Eropa  mengusulkan  penggunaan  dana  bailout  Eropa  untuk  mengatasi  masalah  dalam  sistem  perbankan  Spanyol,  yang  diyakini  tengah  membutuhkan bantuan milyaran dolar dari pemerintah. 

Pasar akan mencermati data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat, yang diperkirakan terjadi penambahan pekerjaan baru sebanyak 150.000 di bulan  Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar. 




SWISS
Swiss mencatat pertumbuhan PDB yang mengagumkan di permulaan tahun ini, menyusul langkah bank sentral yang membatasi penguatan franc telah melindungi ekonomi dari  resiko resesi akibat memburuknya kondisi ekonomi di zona euro. Untuk melindungi ekonomi dari resiko deflasi dan resesi, maka pada September lalu bank sentral Swiss (SNB)  mematok batasan penguatan untuk mata uang lokalnya terhadap euro karena krisis utang yang tengah melanda kawasan Eropa berpotensi mendorong anjloknya euro dan  mengangkat Swiss franc. 

Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, PDB Swiss tercatat naik 0.7% di kuartal pertama, melampaui ekspektasi 0.0%. Sedangkan dalam basis tahunan, PDB naik 2%, juga  jauh melampaui ekspektasi 0.9%. Wakil Ketua SNB Jean‐Pierre Danthine menegaskan dalam pidatonya pada hari Kamis, bahwa batas atas 1.20 telah berhasil mengurangi risiko  deflasi dan resesi tetapi tekanan bisa muncul lagi jika franc, yang masih diperdagangkan di sekitar 1.20, melanjutkan penguatannya. 

Swiss franc terkoreksi ke level terendahnya lebih dari setahun terhadap dolar pada hari Kamis, dipicu meningkatnya keprihatinan terhadap kondisi perbankan Spanyol yang  buruk dan naiknya biaya pinjaman. Swiss franc juga bergerak di sekitar level kritisnya (1.20 franc) terhadap euro karena masalah krisis utang Eropa yang masih terus menghantui  investor.  

Euro terkoreksi ke level terendah sejak medio 2010 terhadap dolar dipicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Spanyol, negara yang memiliki perekonomian lebih besar  dibandingkan  dengan  penggabungan  antara  Yunani,  Portugal  dan  Irlandia,  dimana  Spanyol  kemungkinan  akan  membutuhkan  bantuan  luar  untuk  mengatasi  rapuhnya  perekonomian dan memperbaiki sektor perbankan yang membuatnya akan sulit untuk memangkas defisitnya. 

Swiss franc juga terkoreksi ke 0.9735 franc terhadap dolar, level terendahnya sejak 16 Februari 2011, sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9710 franc. Sedangkan terhadap  euro, Swiss franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

Pasar akan mencermati data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat, yang diperkirakan terjadi penambahan pekerjaan baru sebanyak 150.000 di bulan Mei. Jika data  dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar.

Thursday, May 31, 2012

Headline News 31.05.12



US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  anjlok  Rabu  lalu  karena  naiknya  yields  obligasi  Spanyol  dan  Italia  yang  menambah  tensi  pada  pasar  keuangan mengenai kemampuan Eropa dalam menyelesaikan krisis utang yang bertumbuh.   

Indeks  S&P  500  telah  merosot  mendekati  6  persen  pada  bulan  Mei,  menghadapi  kinerja  terburuknya  sejak  bulan  September. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 160.83 poin, atau 1.28 persen, ke level 12,419.86. Indeks  S&P 500 <.SPX> berkurang 19.10 poin, atau 1.43 persen, ke level 1,313.32. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melorot 33.63  poin, atau 1.17 persen, ke level 2,837.36.   

Yield obligasi benchmark Treasury AS anjlok ke level terendah sekurang‐kurangnya dalam 60 tahun Rabu lalu, sementara itu  saham dan komoditas terjadi aksi jual karena ketakutan krisis utang zona euro yang menghantui investor.    

Bursa  saham  Eropa  yang  dicatatkan  oleh  indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>,  merosot  1.5  persen  untuk  ditutup  ke  level  975.74, setelah diperdagangkan 105 persen dari rata‐rata volume perdagangan 90‐harinya. Indeks MSCI's all‐country world  equity <.MIWD00000PUS> berkurang 1.66 persen.   

Di Yunani, hasil dari pemilu bulan depan yang kemungkinan memutuskan apakah masih berada dalam euro masih tidak  pasti karena polling menunjukkan pihak yang mendukung atau melawan terhadap bailout.    

Euro  melorot  1  persen  terhadap  dollar  AS  Rabu  lalu,  merosot  mendekati  level  terendah  dua  tahunnya  karena  permasalahan krisis sovereign debt Eropa dan sektor perbankan yang membawa investor untuk melakukan aksi jual pada  mata  uang  tunggal  tersebut.  Euro  turun  ke  level  terendahnya  $1.2360  EUR=,  terendah  sejak  1  Juli  2010.  Terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.2374,  merosot  0.98  persen  dalam  hariannya.  Support  saat  ini  disekitar  level  $1.2150,  terendah yang terjadi akhir Juni 2010, dan kemudian terendah tahun 2010 pada level $1.1875.   

Emas melakukan pemulihan yang dramatis pada pertengahan hariannya pada volume perdagangan yang besar Rabu lalu,  rebound  lebih  dari  $30  per  ons  setelah  anjlok  pada  awalnya  bersamaan  dengan  aset‐aset  beresiko,  kemudian  melonjak  sebagaimana aksi beli safe‐haven yang berbalik setelah technical bounce diatas support utama di level $1,530 per ons. Spot  emas <XAU=> naik 0.7 persen ke level $1,565.30 per ons pada pukul 1828 GMT, yang telah melorot ke level terendah dua  minggunya $1,531.49.     

Harga oil anjlok lebih dari 3 persen Rabu lalu ke level terendah yang mendekati enam bulannya karena ketakutan mengenai  krisis utang zona euro memicu penurunan pada risk appetite. Harga untuk Brent dan U.S. West Texas Intermediate futures  mengalami  penurunan  terbesar  bulanannya  sejak  krisis  keuangan  tahun  2008,  dengan  U.S.  oil  mencapai  level  utama  dibawah teknikal karena investor beralih kepada safer havens. Brent July crude <LCOc1> melorot $3.21 ke level $103.47 per  barrel,  settlement  terendah  sejak  16  Des.  Harga  Brent  merosot  lebih  dari  $15  per  barrel  pada  bulan  Mei,  menghadapi  penurunan bulanan terbesarnya sejak Oktober 2008, tepat setelah ambruknya Lehman  Brothers. U.S. July crude <CLc1>  merosot $2.94 ke level $87.82 per barrel, settlement terendah sejak 21 Okt. 2011.



GOLD & COMMODITIES
Emas  menguat  ditengah  kondisi  perdagangan  yang  fluktuatif  pada  hari  Rabu,  menyusul  koreksi  tajam  pada  ekuitas  dan  komoditas  lainnya  telah  mendorong  permintaan  terhadap  aset  aman,  sementara  technical  buying  juga  turut  memberi  dukungan. Emas mengalami rebound setelah mendekati areal support $1,530 per ounce. 

Emas  di  awal  sesi  terkoreksi  lebih  dari  1%  dipicu  meningkatnya  kekhawatiran  seputar  krisis  utang  Eropa  yang  telah  menyebabkan  tertekannya  euro,  ekuitas  dan  komoditas.  Sedangkan  aset  aman  lainnya  seperti  Treasury  AS  dan  Bunds  Jerman naik tajam. 

Harga  emas  sendiri  tercatat  telah  terkoreksi  sebesar  6%  di  bulan  Mei,  merupakan  performa  bulanan  terburuk  sejak  Desember, ketika mengalami penurunan 11%. 

Harga emas spot naik 0.6% di $1,563.70 per ounce, setelah menembus level terendah 2 pekan di $1,531.49.    Sedangkan U.S. COMEX gold futures <GCM2> untuk pengiriman Juni naik $14.70 per ounce di $1,563.40.   

Perhatian  pasar  saat  ini  tertuju  pada  data  non‐farm  payrolls  AS  yang  akan  dirilis  hari  Jumat,  yang  diperkirakan  terjadi  penambahan pekerjaan baru sebanyak 150.000 di bulan Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas  di pasar. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak turun lebih dari 3% pada hari Rabu ke level terendahnya selama hampir 6 bulan dipicu kekhawatiran terhadap krisis utang  Eropa yang mendorong investor menjauhi aset beresiko. 

Harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate crude futures AS menuju koreksi bulanan terbesarnya sejak krisis finansial 2008,  setelah harga minyak menembus di bawah level support‐nya secara teknikal. 

Kekhawatiran  terhadap memburuknya krisis finansial di Eropa semakin meningkat setelah yield obligasi Spanyol dan Italia mengalami  kenaikan  dan  hasil  jajak  pendapat  terbaru  menunjukkan  partai  sayap  kiri,  yang  anti  penghematan,  nampaknya  akan  mengalami  kemenangan menjelang pemilu yang baru di bulan depan. 

Krisis yang terjadi di Eropa telah memicu koreksi Brent hampir $100 per barel, jauh di bawah level puncak 2012 di atas $128 yang dicapai  awal Maret lalu. Ekuitas dan komoditas, termasuk logam industri platinum dan tembaga juga turut melemah. 

Brent July crude <LCOc1> turun $3.21 ke $103.47 per barel,level penutupan terendahnya sejak 16 Desember. Harga minyak Brent telah  turun lebih dari $15 per barel sepanjang bulan Mei ini, berpotensi mencatat koreksi bulanan terbesarnya sejak Oktober 2008, sebulan  pasca runtuhnya Lehman Brothers. 

Sedangkan U.S. July crude <CLc1> turun $2.94 ke $87.82 per barel, level penutupan terendahnya sejak 21 Oktober 2011. Harga minyak  berjangka AS tersebut berpotensi mencatat kerugian lebih dari 17% di bulan Mei, dan akan mencatat koreksi bulanan terbesarnya sejak  Oktober 2008. 

Sementara itu data menunjukkan stok minyak turun 353,000 barel di pekan lalu berdasarkan laporan dari American Petroleum Institute  (API), kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan. Sementara data serupa dari U.S. Energy Information Administration baru akan dirilis  nanti malam sekitar pukul 22.00 wib. 

Permintaan minyak di bulan Maret sebesar 194,000 barel per hari, lebih rendah dari estimasi sebelumnya, dan turun 1.228 juta bpd dari  tahun sebelumnya, demikian laporan dari Energy Information Administration (EIA) Rabu kemarin.  Permintaan minyak di bulan Maret telah direvisi turun 1.07% menjadi 18.020 juta bpd dari estimasi EIA sebelumnya 18.214 juta bpd.  Permintaan telah turun 6.38% dari 19.248 juta bpd yang tercatat di bulan tersebut tahun lalu. 

Perhatian  pasar  saat  ini  tertuju  pada  data  non‐farm  payrolls  AS  yang  akan  dirilis  hari  Jumat,  yang  diperkirakan  terjadi  penambahan  pekerjaan baru sebanyak 150.000 di bulan Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar. 



EURO ZONE
Euro  kembali  melemah  mendekati  level  terendah  sejak  2‐tahun  terakhir  terhadap  dolar  AS  terdesak  berlanjutnya  pesimisme  investor  setelah  naiknya  tingkat  borrowing  cost  Italia  dan  memuncaknya  kewaspadaan  terhadap  sektor  perbankan  Spanyol.  Biaya  pendanaan  di  Italia  meningkat  tajam  setelah  pada lelang obligasi tenor 10‐tahun, imbal hasilnya meningkat ke level 6 persen untuk pertama kalinya sejak Januari.  

Turut menekan performa euro adalah hasil jajak pendapat terbaru yang memperlihatkan kemungkinan naiknya dukungan bagi partai radikal sayap kiri  SYRIZA di Yunani yang meningkatkan kewaspadaan akan penolakan bail out dan pemangkasan anggaran oleh pemerintah baru Yunani.  

Sementara  itu  berdasarkan  sumber  terdekat  dari  pemerintah  Spanyol,  menyatakan  kemungkinan  pemerintah  akan  melakukan  rekapitalisasi  senilai  19  miliar euro dengan menerbitkan surat utang baru dan juga mengambil dana dari sumber dana restrukturisasi perbankan dan cadangan devisa tresuri.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 1,02 persen terhadap dolar AS ke 1.2367, euro juga kembali melemah 1,51 persen terhadap yen ke  97.81 yen, namun naik  tipis 0,04 persen terhadap sterling ke 0.7991 dan turun tipis 0,02 persen Swiss franc di 1.2006 .




U.K.
Bank of England kemungkinan tidak  menginjeksi lebih banyak uang ke dalam perekonomiannya ketika terjadi pertemuan minggu depan, tetapi  polling para ekonom pada Reuters Rabu lalu mengatakan bahkan akan memulai mencetak untuk menekan dimasa mendatang.   

Meskipun berita resesi yang sedikit mendalam sejak Monetary Policy Committee pada pertemuan lalu, hanya 2 dari 50 responden pada polling  mengatakan kemungkinan untuk menambah menjadi 325 milyar pound yang telah siap untuk dicetak ketika pertemuan 7 Juni.   

Perpecahan pada zona euro tidak dapat dihindari, pengambil kebijakan Bank of England Paul Fisher dikutip pernyataannya Rabu lalu, ditengah  tumbuhnya kegelisahan mengenai stabilitas pada mata uang tunggal.   

Dalam  wawancaranya,  Fisher  yang  menduduki  BoE's  Monetary  Policy  Committee  and  Financial  Policy  Committee  untuk  regulasi  dari  sistem  keuangan yang luas, dikutip perkataannya bahwa pengaruh dari perpecahan euro tergantung pada bagaimana otoritas Eropa menanganinya.   

"No one is trying to anticipate a euro break‐up, but you just can't rule it out," ungkapnya.   

Pasar properti Inggris menunjukkan tanda‐tanda dari kecilnya kenaikan kembali pada bulan April, dengan data Bank of England menunjukkan  mortgage  approvals  naik  ke  level  tertingginya  sejak  Januari,  tetapi  meluasnya  gambaran  lending  diperkirakan  keseluruh  perekonomian  yang  masih melemah. 




JAPAN
Anggota  BOJ  Hidrohide  Yamaguchi  menegaskan  bahwa  pihaknya  belum  mengesampingkan  kemungkinan  pelonggaran  moneter  lanjutan  terutama  jika  kondisi  krisis  eropa  semakin  mengerucut  dan  berdampak  negative  bagi  ekonomi  Jepang.  Dalam  wawancaranya  dengan  the  Nikkei  Business  Daily,  Yamaguchi menandaskan bahwa keputusan untuk melakukan pelonggaran moneter akan didasari oleh perkembangan ekonomi dan tingkat inflasi yang  dibawah target BOJ.  

Sementar itu Perdana Menteri Yoshihiko Noda menyatakan bahwa pemerintah akan menghidupkan kembali reactor nuklir yang tidak beroperasi pasca  tsunami tahun lalu untuk menangani kemungkinan berkurangnya suplai listrik selama musim panas. Tenaga listrik pembangkit nuklir mencakup 30 persen  dari seluruh suplai listrik di Jepang. Sebanyak 50 reaktor dihentikan operasionalnya pasca tsunami dan tragedy nuklir di Fukushima.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,52 persen terhadap yen di 79.09, sementara itu euro turun 1,51 persen terhadap yen ke 97.81  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat anjlok 1,92 persen terhadap yen di 76.73 dan sterling juga melemah 1,55 persen terhadap yen ke 122.36.  



AUSTRALIA
Buruknya  data  penjualan  ritel  Australia  telah  memicu  koreksi  Aussie  lebih  dari  1  sen  dolar.  Hingga  sesi  New  York  semalam,  Aussie  terkoreksi ke  level  intraday low $0.9721, level terendahnya sejak akhir November sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9710. Kekhawatiran bahwa Spanyol memerlukan  untuk melakukan bailout telah turut pula memicu tertekannya Aussie. 

Aussie tertekan secara tajam setelah data penjualan ritel dirilis turun 0.2% di bulan April, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 0.2%. 

Aussie telah mulai mengalami tekanan jual sejak hari Selasa sebelumnya setelah lembaga pemeringkat Egan‐Jones memangkas peringkat utang Spanyol  menjadi BB minus dari B. Pemerintah Spanyol juga sedang dalam sorotan, setelah juru bicara Kementerian Ekonomi mengatakan bahwa pemerintah akan  mendanai rekapitalisasi Bankia setelah lembaga keuangan tersebut meminta bantuan keuangan sebesar 19 miliar euro. 

Namun demikian, rilis optimis data konstruksi berpotensi memberikan dukungan positif bagi Aussie dalam perdagangan Kamis ini. Data  construction work  done untuk periode kuartal pertama dirilis naik 5.5%, utamanya didukung oleh peningkatan aktifitas di sektor pertambangan. 

Hari  kamis ini pasar  akan  menyoroti data perumahan  Australia. Jika data dirilis membaik,  maka berpotensi mendorong  berkembangnya rebound  pada  Aussie. 

Pasar  juga  akan  mencermati  data  non‐farm  payrolls  AS  yang  akan  dirilis  hari  Jumat,  yang  diperkirakan  terjadi  penambahan  pekerjaan  baru  sebanyak  150.000 di bulan Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar. 




SWISS
Swiss franc dan euro mengalami tekanan jual terhadap dolar setelah muncul laporan bahwa ECB menolak rencana Spanyol yang akan memberikan bailout pada  sejumlah bank lokalnya, dimana telah memicu koreksi euro ke level terendah 23 bulan yang baru. 

Euro dan Swiss franc sempat memperoleh keuntungan di akhir sesi Selasa sebelumnya menyusul hasil jajak pendapat menunjukkan meningkatnya dukungan pada  partai pro‐bailout. Namun kedua mata uang tersebut kemudian mengalami koreksi di hari Rabu. 

Swiss franc telah diperdagangkan sejalan dengan euro, setelah SNB membatasi penguatan mata uang lokalnya pada 1.20 franc per euro pada September 2011 lalu,  setelah aksi beli telah mendorong penguatan franc mendekati paritasnya, yang berpotensi mengancam terjadinya resesi ekonomi di Swiss. Meskipun terjadi tekanan  yang berat pada euro, namun SNB merasa belum perlu untuk melakukan intervensi ke pasar untuk mempertahankan nilai batasan 1.20 franc per euro tersebut.  Franc terkoreksi 1% terhadap dolar di sekitar 0.9708 franc, dibandingkan dengan penutupan New York hari Selasa di sekitar 0.9610 franc, setelah mencatat level  terendah 15 bulan yang baru di awal sesi. Sementara franc bergerak relatif stabil terhadap euro di sekitar 1.2012 franc. 

Sebuah indikator utama untuk pertumbuhan ekonomi Swiss dirlis naik untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut di bulan Mei, jauh melampaui ekspektasi pasar,  mengindikasikan ekonomi Swiss akan dapat mengatasi tekanan akibat krisis utang zona euro. Indeks yang dirilis oleh lembaga riset KOF, barometer untuk melihat  kondisi  ekonomi  dalam  kurun  waktu  6  bulan  kedepan,  melonjak  ke  0.81  di  bulan  Mei  dari  level  revisinya  0.43  di  bulan  April  sebelumnya.  Data  tersebut  mengindikasikan bahwa dalam 6 bulan kedepan dalam basis tahunan, produk domestik bruto (PDB) Swiss diperkirakan akan tumbuh secara nyata. 

Kepala SNB Thomas Jordan di akhir pekan lalu mengatakan bank sentral masih memprediksi ekonomi bakal tumbuh sebesar 1% tahun ini. Data PDB Swiss kuartal  pertama akan dirilis hari Kamis ini yang diprediksi akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dari kuartal sebelumnya.  Sementara Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pekan lalu mengatakan bahwa ekonomi Swiss berpotensi terpacu pertumbuhannya di  semester kedua tahun ini dan bank sentral nampaknya harus menaikkan suku bunga di tahun 2013 seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi. 

Perhatian pasar saat ini tertuju pada data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat, yang diperkirakan terjadi penambahan pekerjaan baru sebanyak 150.000  di bulan Mei. Jika data dirilis buruk maka berpotensi menambah volatilitas di pasar.

Wednesday, May 30, 2012

Headline News 30.05.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS naik Selasa lalu karena tanda‐tanda Yunani akan bertahan pada zona euro yang sudah cukup untuk memicu aksi beli  pada apa yang terjadi pada ekuitas dalam penurunan bulanannya, sementara itu saham Facebook anjlok ke level terendah terkininya  pada tingginya volume perdagangan.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 127.37 poin, atau 1.02 persen, ke level 12,582.20, menurut data terakhir. Indeks  Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 14.63 poin, atau 1.11 persen, ke level 1,332.45. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> meningkat 33.46  poin, atau 1.18 persen, ke level 2,870.99.   

Euro mendekati level terendah dua tahunnya Selasa lalu karena investor khawatir mengenai permasalahan sistem perbankan Spanyol,  tetapi saham global naik dari spekulasi Yunani akan bertahan pada zona euro dan berita bahwa Cina akan mengambil langkah terbaru  untuk mendorong perlambatan ekonominya.  

Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.9 persen ke level 303.71, sementara itu indeks FTSEurofirst 300  <.FTEU3> dari saham‐saham utama regional ditutup naik 0.7 persen ke level 990.99.   

Euro  merosot  Selasa  lalu  ke  level  terendahnya  versus  dollar  AS  sejak  Juli  2010  karena  meningkatnya  borrowing  costs  Spanyol  dan  ekspektasi  lebih  banyaknya  pembelanjaan  yang  diperlukan  untuk  mendukung  sektor  perbankan  yang  sakit  yang  mendorong  aksi  jual  pada  mata  uang  tunggal.  Euro  diperdagangkan  merosot  0.50  persen  ke  level  $1.2480  <EUR=>,  setelah  mencapai  level  terendahnya  $1.2461 pada data Reuters, terendah sejak 1 Juli, 2010.     

Harga obligasi pemerintah AS turun dengan benchmark yields mendekati level terendah dalam sekurang‐kurangnya 60 tahun pada Selasa  lalu karena ketakutan mengenai penyebaran dari kerusakan perbankan Spanyol yang mendorong permintaan pada obligasi dan investasi  yang beresiko rendah lainnya.     

Emas  merosot  karena  pelemahan  euro  dari  kekhawatiran  obligasi  Spanyol  yang  mendorong  investor  untuk  menjual  logam  mulia  disepanjang komoditas yang sensitif terhadap dolar. U.S. gold futures untuk pengiriman Juni <GCM2> di settled turun $20.20 ke level  $1,548.70.    

Harga oil merosot Selasa lalu pada perdangangan yang choppy, tertekan setelah penurunan peringkat kredit Spanyol yang membawa  euro mendekati level terendah dua tahunnya terhadap dollar. Brent oil futures <LCOc1> di settled merosot 43 sen ke level $106.68 per  barrel. U.S. light sweet crude oil <CLc1> anjlok 10 sen untuk di settle ke level $90.76 per barrel. 



GOLD & COMMODITIES
Emas  terkoreksi  1%  ditengah  maraknya  perdagangan  pada  hari  Selasa,  dipicu  anjloknya  euro  akibat  kekhawatiran  terhadap  utang  Spanyol yang mendorong investor untuk menjual logam mulia mereka, yang mencatat koreksi lebih tajam dari minyak dan komoditas  pertanian. 

Emas awalnya mencatat penguatan, namun kemudian mengalami retracement setelah euro anjlok di bawah $1.25 dan menembus level  terendahnya  hampir  2  tahun  terhadap  dolar  setelah  lembaga  pemeringkat  Egan‐Jones  memangkas  kembali  peringkat  kredit  Spanyol,  yang merupakan pemangkasan ketiga kalinya selama kurang dari 1 bulan menyusul kondisi perbankan negara tersebut terus memburuk  dan memberikan kekhawatiran pada investor. Lembaga pemeringkat Egan‐Jones memangkas peringkat kredit Spanyol menjadi B dari BB‐ minus. Ekuitas AS memangkas keuntungannya dan komoditas melemah. 

Emas  spot  turun  hingga  mencatat  intraday  low  di  $1551.50  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  $1553.29,  atau  turun  1.2%  dibandingkan penutupan New York Senin di sekitar $1572.83. Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Juni tercatat turun $16.20  di $1,552.70 per ounce. 

Emas  masih  berpeluang  untuk  rally  jika  Yunani  meninggalkan  zona  euro,  menyusul  mata  uang  aman  seperti  dolar  terganggu  dengan  masalah mereka sendiri. 

Perhatian  pasar  saat  ini  tertuju  pada  data  non‐farm  payrolls  AS  yang  akan  dirilis  hari  Jumat,  yang  diperkirakan  terjadi  penambahan  pekerjaan baru sebanyak 150.000 di bulan Mei. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak turun di hari Selasa, membalik kenaikan awalnya, dipicu anjloknya euro terhadap dolar ke level terendahnya  selama hampir 2 tahun setelah terjadi pemangkasan peringkat kredit Spanyol. 

Minyak, seperti halnya ekuitas lainnya, mencatat penguatan di awal sesi New York menyusul harapan Cina akan melakukan  langkah‐langkah  untuk  memacu  pertumbuhan  ekonominya.  Namun,  harga  minyak  kemudian  mengalami  koreksi  tajam  setelah  lembaga  pemeringkat  Egan‐Jones  memangkas  kembali  peringkat  kredit  Spanyol,  yang  merupakan  pemangkasan  ketiga kalinya selama kurang dari 1 bulan menyusul kondisi perbankan negara tersebut terus memburuk dan memberikan  kekhawatiran  pada  investor.  Lembaga  pemeringkat  Egan‐Jones  memangkas  peringkat  kredit  Spanyol  menjadi  B  dari  BB‐ minus. 

Pemangkasan  peringkat kredit Spanyol tersebut  telah  mendorong dolar untuk menguat  ke level  tertinggi terhadap euro  sejak Juli 2010 karena investor memburu aset‐aset aman untuk melindungi investasi mereka. Reuters/Jefferies CRB Index of  commodities <.CRB> diperdagangkan turun 0.34%. 

Krisis  zona euro  telah  menimbulkan kekhawatiran akan  menurunnya  permintaan  minyak dari  negara‐negara di  kawasan  tersebut, menyeret turunnya harga minyak dari posisi atasnya di $128 per barel di awal Maret ke bawah $107 pada hari  Selasa. 

Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Juli turun 69 sen ke level $106.42 per barel, turun dari intraday high di $107.95  per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS turun 24 sen dan bergerak di sekitar $90.62 per barel seiring kembalinya  pelaku pasar AS setelah merayakan libur nasionalnya, Memroial Day.



EURO ZONE
Euro anjlok ke level terendah sejak 2‐tahun terakhir terhadap dolar AS menyusul berkembangnya kekhawatiran investor akan krisis eropa setelah tingkat  borrowing costs Spanyol naik mendekati level 7 persen (unsustainable). Pemeringkat Egan‐Jones untuk ketiga kalinya dalam kurang dari 1‐bulan terakhir  melakukan pemangkasan peringkat kredit Spanyol. Kondisi perbankan Spanyol yang mengkhawatirkan mendasari pemangkasan peringkat kredit negeri  tersebut. Rentang antara imbal hasil obligasi Spanyol dan obligasi acuan eropa – Bunds Jerman, mencapai level tertinggi sejak 1999.  

Bank  terbesar  Spanyol,  Bankia  telah  mengajukan  permintaan  bailout  kepada  pemerintah  senilai  19  miliar  euro  sebagai  tambahan  dari  bantuan  sebelumnya senilai 4,5  miliar euro. Dana  tersebut  akan  digunakan  untuk menutupi kerugian berkaitan dengan kepemilikan aset properti dan  kerugian  dalam investrasi dan maraknya gagal bayar kredit.   

Perdana Menteri Mariano Rajoy menegaskan bahwa pihaknya tidak perlu untuk mencari bantuan keuangan dari luar negeri untuk menyelamatkan kondisi  perbankan negaranya. Namun demikian mayoritas ekonom tidak percaya bahwa Spanyol akan dapat mengatasi masalah keuangannya tanpa bantuan dari  luar.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,37 persen terhadap dolar AS ke 1.2494, euro juga kembali melemah 0,29 persen terhadap yen ke  99.31 yen, dan melemah tipis 0,10  persen  terhadap sterling ke  0.7988 dan turun tipis 0,09 persen Swiss franc di 1.2008. 




U.K.
Penjualan  ritel  Inggris  bertumbuh  kefase  tercepatnya  dalam  satu  tahun  pada  bulan  Mei  dan  kebanyakan  menguat  melebihi  ekspektasinya,  dibantu penguatan penjualan pada pakaian dan durable goods, survei oleh Confederation of British Industry menampilkannya Selasa lalu. 

Survei  CBI  monthly  distributive  trades  melaporkan  sales  balance  naik  menjadi  +21  dari  ‐6  pada  April,  dibandingkan  perkiraan  para  ekonom  dengan ‐7 dan +19 ekspektasi oleh para retailers

Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak April 2011, dan ekspektasi sales balance untuk Juni menjadi +25, tertinggi sejak Februari 2011. 

Tetapi walaupun begitu retailers menunjukkan dalam waktu tahunan pelemahannya, dan mengatakan bahwa saat ini masih sulit untuk sektor  tersebut. 

Tujuh  dari  10 orang  Inggris menginginkan  pemerintah  untuk menurunkan  pemangkasan  pembelanjaan  dan  melakukan  lebih  banyak  stimulasi  pertumbuhan  ekonomi,  menurut  opini  pada  polling  yang  dipublikasi  Selasa  lalu  yang  akan  membuat  ketidaknyamanan  pada  koalisi  yang  berkuasa.  




JAPAN
Lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 2 tahun dengan imbal hasil 0,1 persen berjalan mulus, dan bahkan mencatat permintaan tekruat sejak Juni 2005.  Penjualan sempat diwarnai masalah teknis sehingga ditunda selam 2 ½ jam. Kementrian Keuangan Jepang berhasil menjual obligasi senilai 2,5 triliun yen  (31 miliar USD). Ini menunjukkan masih tingginya minat investor untuk mengalihkan portofolionya pada aset yang lebih aman.  

Tingkat unemployment Jepang untuk periode April diluar perkiraan mengalami peningkatan menjadi 4,6 persen, merupakan kenaikan pertama sejak 3‐bulan terakhir. Sementara itu retail sales untuk periode yang sama juga mengalami penurunan 0,3 persen menjadi 5,8 persen. Data‐data ini merujuk pada  masih lemahnya dukungan bagi perbaikan ekonomi Jepang yang saat ini dibayang‐bayangi turunnya permintaan produk ekspor sehubungan krisis eropa  yang berlanjut. 

Sementara itu Menteri Keuangan Jun Azumi mengumumkan akan mulai diberlakukannya perdagangan langsung antara yen terhadap yuan mulai 01 Juni.  Azumi  menandaskan  dengan tidak lagi menggunakan dolar AS sebagai mata uang perantara maka  akan  menurunkan biaya transaksi dan  menurunkan resiko settlement pada institusi keuangan di kedua negara tersebut.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat tipis 0,08 persen terhadap yen di 79.50, sementara itu euro turun 0,29 persen terhadap yen ke 99.31 yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat stagnan terhadap yen di 78.23 dan sterling justru melemah 0,23 persen terhadap yen ke 124.29. 




AUSTRALIA
Aussie  awalnya  bergerak  stabil  di  sekitar  $0.9875  dibandingkan  $0.9874  levelnya  hari  Senin  meskipun  data  menunjukkan  penjualan  rumah membaik dan sentimen investor meningkat terhadap krisis utang Eropa. 

Namun di sesi New York, dolar kembali menguat karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi perbankan Spanyol setelah biaya pinjaman atau yield obligasi perbankannya meningkat. Kekhawatiran tersebut memuncak setelah lembaga pemeringkat Egan‐Jones memangkas kembali  peringkat kredit Spanyol, yang merupakan pemangkasan ketiga kalinya selama kurang dari 1 bulan menyusul kondisi perbankan negara tersebut  terus memburuk dan memberikan kekhawatiran pada investor. Lembaga pemeringkat Egan‐Jones memangkas peringkat kredit Spanyol menjadi  B dari BB‐minus. Kondisi tersebut telah mendorong penguatan dolar secara umum terhadap sejumlah rivalnya, termasuk terhadap logam mulia  (emas) karena investor menganggap dolar sebagai aset yang lebih aman. 

Aussie terakhir terlihat bergerak melemah ke sekitar $0.9840 setelah mencatat intraday low di $0.9802. 

Sebuah  survey  swasta  oleh  Housing  Industry  Association  (HIA)  cukup  membangkitkan  kepercayaan  setelah  data  menunjukkan  kenaikan  pada  penjualan rumah di bulan lalu. HIA malaporkan penjualan rumah baru naik 6.9% di bulan April setelah mencatat penurunan 9.4% di bulan Maret  sebelumnya. 

Harga  obligasi  berjangka  Australia  naik  ditengah  meningkatnya  kekhawatiran  mengenai  kondisi  perbankan  Spanyol.  Obligasi  domestik  naik  di  awal sesi Selasa karena salah satu bank terbesar Spanyol, Bankia, meminta bailout senilai 19 milyar euro. Sementara bank‐bank Spanyol lainnya  membutuhkan dana sebesar 30 milyar euro. Namun harga obligasi kemudian terkoreksi kembali seiring meningkatnya pasar saham Asia. 

Berbagai even di Eropa dan sidang RBA berikutnya masih akan menjadi penggerak pasar obligasi. 

RBA  akan  melakukan  sidang  tanggal  5  Juni  untuk  memutuskan  kebijakan  moneter  dan  diprediksi  akan  kembali  memangkas  suku  bunganya  sebesar 25 basis poin.




SWISS
Swiss  franc  melemah  tipis  terhadap  dolar,  bersamaan  dengan  euro,  karena  investor  masih  khawatir  dengan  krisis  utang  zona  euro,  dan  fokus  pasar  khususnya pada kondisi meningkatnya biaya pinjaman perbankan Spanyol. 

Aksi beli aset aman telah mendorong franc mendekati paritasnya dengan euro Agustus lalu, mengancam perekonomian Swiss untuk jatuh kedalam resesi.  Untuk menghindari terjadinya resesi, maka bank sentral Swiss (SNB) mematok nilai kritis pada 1.20 franc per euro. Dan belakangan ini nilai tukar pasangan  mata uang tersebut berada di sekitar level 1.20, karena krisis di zona euro dan Yunani yang terancam keluar dari kenaggotaan zona euro, yang membuat  mata uang tunggal Eropa mengalami tekanan. 

Namun euro kemudian menguat setelah Kepala SNB Thomas Jordan di akhir pekan berencana untuk menerapkan langkah darurat termasuk kontrol modal  dalam  kasus  euro  runtuh  meskipun  pemerintah  tidak  mengharap  hal  ini  akan  terjadi  dan  sementara  ini  masih  akan  tetap  mempertahankan  nilai  patokannya terhadap euro 

Franc turun tipis sebesar 0.07% terhadap dolar di sekitar $0.9588 dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. Sementara franc bergerak flat  terhadap  euro  di  sekitar  1.2014  franc.  Namun  di  sesi  New  York,  dolar  kembali  menguat  ke  level  tertinggi  15  bulan  terhadap  Swiss  franc  karena  meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi perbankan Spanyol setelah biaya pinjaman atau yield obligasi perbankannya meningkat. Dolar menguat ke  level intraday high 0.9639 franc, level terkuatnya sejak medio Februari 2011. Dolar terakhir bergerak naik 0.4% di sekitar 0.9615 franc. 

Euro anjlok di bawah $1.5 dan menembus level terendah selama hampir 2 tahun terhadap dolar setelah lembaga pemeringkat Egan‐Jones memangkas  kembali peringkat kredit Spanyol, yang merupakan pemangkasan ketiga kalinya selama kurang dari 1 bulan menyusul kondisi perbankan negara tersebut  terus memburuk dan memberikan kekhawatiran pada investor. Lembaga pemeringkat Egan‐Jones memangkas peringkat kredit Spanyol menjadi B dari BB‐ minus.  Kondisi  tersebut  telah  mendorong  penguatan  dolar  secara  umum  terhadap  sejumlah  rivalnya,  termasuk  terhadap  logam  mulia  (emas)  karena  investor menganggap dolar sebagai aset yang lebih aman. 

Meskipun ada kekhawatiran mengalami resesi, namun ekonomi Swiss telah lolos dari kontraksinya dan diperkirakan tumbuh mendekati 1% di tahun 2012  ini. 

Sementara itu, data UBS consumption indicator untuk bulan April naik ke 1.41 poin dari level revisinya 1.20 poin di bulan Maret sebelumnya. Kenaikan  tersebut dipicu oleh meningkatnya sentimen konsumen dan sektor ritel.