title cover

title cover

Tuesday, June 12, 2012

Headline News 12.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  anjlok  dan  euro  merosot  terhadap  dollar  AS  Senin  lalu,  sementara  itu  yield  obligasi  Spanyol  naik  karena  investor mengkhawatirkan mengenai rincian perjanjian $125 milyar untuk menopang perbankan Spanyol.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melemah 141.91 poin, atau 1.13 persen, ke level 12,412.29. Indeks S&P 500  <.SPX> anjlok 16.66 poin, atau 1.26 persen, ke level 1,309.00. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 48.69 poin, atau  1.70 persen, ke level 2,809.73.     

Indeks Euro STOXX 50 <.STOXX50E>, dari saham‐saham blue‐chip Eropa, merosot 0.3 persen dan Spain's IBEX 35 <.IBEX>  ditutup melemah 0.5 persen. Indeks saham global yang dinilai pada MSCI <.MIWD00000PUS> berkurang 0.3 persen.   

Para menteri keuangan zona euro mencapai kesepakatan pada akhir pekan untuk meminjamkan Spanyol diatas 100 milyar  euro ($125 milyar) untuk mem‐bail out perbankannya. Keraguan mengenai kemampuan  perjanjian untuk menghentikan  menyebarnya krisis utang di Eropa membuktikan pada hasrat terkini untuk safe‐haven U.S. Treasuries

Menyoroti  ketidakpastian  berkenaan  kesepakatan  transaksi,  Uni  Eropa  dan  pejabat  Jerman  mengatakan  Spanyol  akan  menghadapi pengawasan oleh international lenders, berlawanan dengan komentar dari Perdana menteri Spanyol Mariano  Rajoy.  

Setelah eforia awal pada bailout Spanyol memudar, euro <EUR=> tertekan terhadap dollar AS. Terakhir diperdagangkan  pada level disekitar $1.2481 setelah sempat mencapai level tertingginya tiga minggu 1.2668.  

Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> naik 11/32, dengan yield 1.5945 persen.   

Harga emas mendekati flat Senin lalu setelah logam mulia menekan pada kenaikan awalnya mengikuti pelemahan ekuitas  AS  berkenaan  dengan  memudarnya  antusiasme  berkenaan  bailout  Eropa  untuk  beban  utang  perbankan  Spanyol.  Spot  emas <XAU=> turun 0.1 persen ke level $1,592.16 per ons pada pukul 12:19 p.m. EDT (1619 GMT), sekitar $15 dari level  tertinggi $1,607.95 yang terjadi pada awal hariannya.   

Harga  oil  merosot  dalam  rangkaian  tiga  harinya  dan  memperluas  pelemahan  pasca  settlement  Senin  lalu,  membalikkan  kenaikan  awalnya  dari  gambaran  rally  paket  penyelamatan  untuk  perbankan  Spanyol,  karena  investor  khawatir  bahwa  negara zona euro lainnya akan membutuhkan bantuan. Brent July crude <LCOc1> melorot $1.47 untuk di settle ke level $98  per  barrel,  setelah  mencapai  level  $102.21.  Harga  dibawah  level  $97  per  barrel  pada  pasca‐settlement.  U.S.  July  crude  <CLc1>  anjlok  $1.40  untuk  di  settle  ke  level  $82.70  per  barrel,  setelah  melemah  dari  level  $86.64  pada  level  puncak  intraday. 




GOLD & COMMODITIES
Harga emas bergerak hampir flat pada hari Senin setelah emas menyerahkan keuntungan yang didapat di awal sesi  seiring  anjloknya euro dan ekuitas AS karena meredanya euforia seputar kesepakatan pemberian bailout senilai $125 milyar pada  perbankan Spanyol. 

Harga emas spot turun 0.1% di sekitar $1,592.16 per ounce sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus  turun $2 per ounce di level $1,593.40.   

Emas terus berupaya untuk kembali bertengger di atas $1,600 per ounce sejak berhasil menembus level tersebut sepekan  lalu setelah rilis buruk data ketenagakerjaan AS memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan digulirkannya kebijakan  quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed, yang saat itu sempat memicu kenaikan 1 hari terbesarnya selama lebih  dari 3 tahun terakhir. Namun rally emas kemudian terhenti setelah Bernanke tidak memberikan indikasi akan kelanjutan  stimulus. 

Tekanan jual pada emas berlanjut setelah meredanya euforia seputar bantuan terhadap perbankan Spanyol tersebut dan  telah memukul kembali mata uang ber‐yield lebih tinggi dan juga aset beresiko.  

Euro  awalnya  menguat  mendekati  level  tertinggi  3  pekan  tetapi  kemudian  mengalami  koreksi  terhadap  dolar  menyusul  berkembangnya keraguan mengenai apakah bailout bank Spanyol bisa memecahkan masalah utang negara, dengan pasar  waspada terhadap pengambilan risiko menjelang pemilihan umum Yunani akhir pekan depan. 




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  anjlok  3%,  dengan  harga  minyak  mentah  AS  mencatat  level  terendahnya  tahun  ini  karena  kekhawatiran  bahwa  krisis  utang  zona  euro  akan  melanda  lebih  banyak  negara  dan  mengancam  permintaan  minyak  bumi.  Kondisi  tersebut  telah  membalik  rally  yang  terjadi  di  awal  sesi  terkait  kesepakatan  pemberian  bailout  pada  perbankan  Spanyol,  menyusul investor mempertanyakan apakah bantuan tersebut akan cukup dan juga karena kekhawatiran terus berlanjut  terhadap kondisi utang di negara zona euro lainnya. 

Sentimen  bearish  pada  pasar  minyak  juga  disebabkan  oleh  produsen  utama  minyak  Arab  Saudi  yang  nampaknya  akan  meminta kenaikan target produksi minyaknya pada OPEC pada sidangnya hari Kamis mendatang di Wina, meskipun harga  minyak mentah belakangan ini tengah mengalami penurunan. 

July Brent crude <LCON2> turun $1.47 dan bergerak di sekitar $98, setelah mencatat high di $102.21. Brent mempertajam  koreksinya di bawah $97 per barel setelah mencatat intraday low di $96.50. 

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Juli, NYMEX July crude <CLN2> , turun $1.40 dan bergerak  di sekitar $82.70 per barel, setelah sempat mencatat intraday low di $81.11, menembus level low sebelumnya di $81.21  yang dicapai pada 4 Juni lalu. 




EURO ZONE
Euro melemah terhadap dolar AS dan yen setelah sempat dibuka dengan gap up dan menguat hingga level tertinggi sejak akhir Mei silam. Pelemahan euro  tersebut terdesak oleh pesimisme yang melanda pelaku pasar bahwa bail out terhadap Spanyol belum akan mengakhiri krisis hutang negara tersebut.  Turut menekan sentimen pelaku pasar lebih dalam adalah kekhawatiran terhadap hasil pemilu Yunani pekan depan.  

Uni‐Eropa  setuju  untuk  memberikan  pinjaman  senilai  100  miliar  euro  guna  mengatasi  masalah  di  sektor  perbankan  Spanyol.  Berita  tersebut  sempat  mengangkat performa euro hingga 1 persen pada sesi perdagangan Asia. Namun Uni Eropa dan pemerintah Jerman menginginkan adanya pengawasan  internasional terhadap Spanyol, sebuah langkah yang dihindari Perdana Menteri Mariano Rajoy yang menginginkan bail out tanpa syarat.  

Setelah Spanyol berhasil mendapatkan bantuan untuk perbankan senlai 100 mliar euro, maka kondisi in menempatkan Italia di garis depan krisis hutang  Eropa saat ini. Diperkirakan akan meningkatkan tekanan bagi Perdana Menteri Mario Monti untuk bisa menghindarkan dari keterpurukan ekonomi lebih  lanjut.  Italia  memiliki  hutang  hingga  mencapai  2  triliun  euro,  dengan  demikian  Kementrian  Keuangan  harus  bisa  menjual  sekitar  35  miliar  obligasi  perbulannya.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,35 persen terhadap dolar AS ke 1.2472, euro juga anjlok 0,43 persen terhadap yen ke 99.03 yen, dan  turun 0,40 persen terhadap sterling ke 0.8057. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,01 ke level 1.2009.
U.K.
Hari ini rilis data penting Inggris adalah industrial production dan manufacturing production untuk basis bulanan dan tahunan bulan April. 

Pemerintah  Irlandia  Senin  lalu  bergegas  untuk  merespon  klaim  Spanyol  yang  telah  aman  oleh  bailout  yang  lebih  baik  dari  Eropa,  yang  mengatakan dalam kesepakatannya sendiri dalam beberapa cara yang lebih menarik dan bersikeras para pemberi pinjaman akan cocok dengan  konsesi yang ditawarkan ke Spanyol.   

Keputusan para pemimpin zona euro untuk mengabulkan kepada Spanyol hingga diatas 100 milyar euro ($125 milyar) pada pendanaan untuk  perbankannya tanpa memasukkan penyelamatan skala penuh, telah menaikkan tensi dari oposisi Irlandia, yang mengatakan pemerintah telah  outmanoeuvred.   

Selagi  Spanyol akan join dengan Yunani, Irlandia dan Portugal dalam menerima paket bantuan keuangan Eropa, bantuan akan di fokuskan hanya  pada sektor perbankan dan tidak berlaku dalam melakukan langkah‐langkah tambahan untuk austerity atau reformasi struktural.   

"They got the exact same deal that we got," Deputi menteri keuangan Brian Hayes mengatakannya jika Spanyol mendapatkan kesepakatan yang  lebih baik.   




JAPAN
Para pebisnis manufaktur kelas berat Jepang cenderung lebih pesimis dalam memproyeksikan kondisi bisnis untuk periode April hingga Juni, demikian  berdasarkan jajak pendapat dari Kementrian Keuangan dan the Economic and Social Research Institute. Data memperlihatkan penurunan sentimen pelaku  bisnis  manufaktur  besar  menjadi  ‐5.7,  meskipun  masih  lebih  baik  dibanding  data  Januari  –  Maret  yang  mencapai  ‐7.3.  Data  tersebut  memberikan  dorongan bagi BOJ untuk lebih memperhatikan rilis data survey sentimen tankan yang akan rilis 02 Jli mendatang.  

Bank  sentral  nampaknya  masih  akan  mendapat  tekanan  untuk  melakukan  pelonggaran  moneter  dalam  beberapa  bulan  kedepan  menyusul  berkembangnya krisis hutang kawasan eropa yang ditingkahi dengan penguatan kurs yen yang memberatkan para eksportir.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah tipis 0,09 persen terhadap yen di 79.39, sementara itu euro juga anjlok 0,43 persen terhadap yen  ke  99.03 yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat melemah 0,56 persen  terhadap yen di 78.29  dan sterling juga turun tipis 0,02 persen  terhadap  yen ke  122.87. 




AUSTRALIA
Di  awal  sesi,  Aussie  sempat  rally  ke  level  tertinggi  4  pekan  terhadap  dolar  setelah  para  meneteri  Eropa  menyetujui  untuk  memberi  bantuan pada perbankan Spanyol senilai $125 milyar. 

Namun dengan berakhirnya euforia seputar bantuan terhadap perbankan Spanyol tersebut telah memukul kembali mata uang ber‐yield  lebih tinggi dan juga aset beresiko. 

Aussie awalnya melonjak hingga ke level $1.0010, mencatat rally hampir 1 sen dolar ke level tertiggi sejak medio Mei dan mendorong  naiknya  saham  di  bursa  Asia.  Namun  seiring  meredanya  euforia  seputar  bantuan  pada  perbankan  Spanyol  membuat  Aussie  kembali  tersungkur hingga mencatat intraday low di $0.9858 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $0.9862. 

Sementara itu pasar Ausie tutup pada hari Senin berkenaan dengan libur nasionalnya, Queen’s Birthday

Kondisi politik dan ekonomi yang belum menentu di Eropa masih memberikan resiko terhadap nasib Aussie. Jika partai yang anti‐bailout  berhasil  memetik  kemenangan  pada  pemilu  Yunani  17  Juni  mendatang,  maka  negara  Para  Dewa  tersebut  terancam  bakal  keluar  dari  keanggotaan zona euro, dan hal ini akan memicu aksi jual pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi dan juga aset‐aset beresiko. 

Adapun  data  ekonomi  Australia  yang  akan  dirilis  pekan  ini  meliputi  data  kepercayaan  bisnis  dan  kepercayaan  konsumen,  sementara  Gubernur RBA Glenn Stevens akan berbicara pada sebuah forum ekonomi di hari Rabu besok. 




SWISS
Di  awal  sesi,  Swiss  franc  sempat  rally  ke  level  tertinggi  sejak  23  Mei  terhadap  dolar  setelah  para  meneteri  Eropa  menyetujui  untuk  memberi bantuan pada perbankan Spanyol senilai $125 milyar. 

Namun dengan berakhirnya euforia seputar bantuan terhadap perbankan Spanyol tersebut telah memukul kembali mata uang ber‐yield  lebih tinggi dan juga aset beresiko. 

Swiss franc awalnya sempat melonjak hingga ke level $0.9477, mencatat rally lebh dari 1% terhadap penutupan New York hari Jumat dan  mendorong naiknya saham di bursa Asia. Namun seiring meredanya euforia seputar bantuan pada perbankan Spanyol membuat Swiss  franc kembali tersungkur hingga mencatat intraday low di 0.9628 franc per dolar sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9623 franc. 

Pasar  saat  ini  akan  menyoroti  sidang  SNB  hari  Kamis  pekan  ini  sekitar  pukul  14.30  wib.  Hasil  survey  Reuters  menunjukkan  SNB  kemungkinan akan mempertahankan suku bunga mendekati level 0% dan mempertahankan nilai patokan Swiss franc terhadap euro. 

Menurut jajak pendapat, bank sentral siap mempertahankan kebijakan moneternya termasuk patokan nilai tukar franc, bahkan jika zona  euro terpecah sekalipun, meskipun kalangan minoritas meyakini bahwa kontrol modal mungkin diperlukan.

Monday, June 11, 2012

Headline News 11.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  ditutup  menguat  Jumat  lalu,  dengan  indeks  S&P  500  mencatatkan  kinerja  mingguan  terbaik  tahunan  karena investor berbalik kepada saham dari ekspektasi Spanyol mendekati  untuk mendapat bantuan dari permasalahan  perbankan.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 93.24 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,554.20. Indeks Standard &  Poor's 500 <.SPX> melejit 10.67 poin, atau 0.81 persen,  ke level 1,325.66. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah  27.40 poin, atau 0.97 persen, ke level 2,858.42.    

Saham‐saham hampir dimanapun ditutup merosot. Dengan indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.25  persen ke level 300.42. Indeks masih naik 3 persen dalam mingguannya, kinerja terbaik sejak bulan Januari. Saham‐saham  utama Eropa <.FTEU3> ditutup melemah 0.2 persen. Indeks MSCI Emerging Equity <.MSCIEF> anjlok 0.9 persen.   

Euro  melemah  terhadap  dollar,  tertekan  oleh  penurunan  peringkat  pada  kredit  Spanyol  dan  ditandai  pelemahan  perekonomian pada Italia dan Jerman, meskipun mencatatkan kenaikan minggu pertamanya dalam enam minggu.   

Pejabat senior Uni Eropa dan Jerman mengatakan pada Reuters bahwa deputi menteri keuangan dari 17‐negara mata uang  tunggal  akan  mengadakan  conference  call  Sabtu  pagi  untuk  mendiskusikan  permintaan  Spanyol  pada  paket  bantuan  terhadap perbankannya, meskipun tidak adanya angka yang ditetapkan. 

Euro <EUR=> merosot 0.5 persen ke level $1.2501, anjlok dari level tertingginya dua minggu di level $1.2625 yang tercapai  Kamis sebelumnya. Dollar anjlok 0.3 persen ke level 79.40 yen <JPY=>.   

Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note naik 3/32, dengan yield 1.6336 persen <US10YT=RR>.   

Emas  menguat  Jumat  lalu,  membalikkan  penurunan  tajam  awalnya  karena  ketidakpastian  berkenaan  rencana  penyelamatan  berikutnya  untuk  permasalahan  perbankan  Spanyol  yang  mendorong  beberapa  aksi  beli  safe‐haven  dan  mendorong investor untuk meng‐cover perkiraan bearish menjelang akhir pekan ini. Spot emas <XAU=> bertambah $1,594  per  ons  dari  level  $1,589.15  pada  penutupan  di  New  York  Kamis  sebelumnya,  membalikkan  besarnya  tekanan  karena  ketidakpastian berkenaan perbankan Spanyol yang mendorong safe‐haven buying.   

Harga  oil  anjlok  karena  turunnya  harapan  untuk  stimulus  berikutnya  dari  bank  sentral  yang  menekan  mengenai  permintaan.  Brent  crude  untuk  bulan  Juli  <LCOc1>  merosot  46  sen  untuk  di  settle  ke  level  99.47  per  barrel,  setelah  mencapai level terendahnya $97.19. Harga U.S. crude <CLc1> melorot 72 sen untuk di settle ke level $84.10 per barrel, yang  telah menyentuh level terendahnya $82.00. Kedua kontrak tersebut telah turun dalam rangkaian dua harinya.   




GOLD & COMMODITIES
Emas rebound pada hari Jumat, membalik kerugian awal sesi menyusul ketidakpastian mengenai rencana penyelamatan  pada perbankan Spanyol telah mendorong investor untuk memburu aset‐aset aman. 

Logam  mulia  rebound  $30  dari  level  low  awal  sesi  setelah  Reuters  melaporkan  Spanyol  kemungkinan  akan  meminta  bantuan Eropa untuk mengatsi permasalahan di sektor perbankan. Jumat adalah hari ketiga secara berturut‐turut untuk  emas bergerak di kisaran $30 atau lebih lebar. 

Emas  mencatat  penurunan  mingguan  sebesar  2%  setelah  investor  kecewa  dengan  testimoni  Bernanke  yang  mengikis  harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

Emas spot naik 30 sen di level $1592,26 per ounce, rebound tajam dari level intraday low $1561,44 yang merupakan level  terendah dalam sepekan. Sedangkan untuk emas berjangka AS pengiriman Agustus naik $3,20 di level $1591,20 per ounce.  




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  turun pada hari  Jumat,  mencatat kerugian  mingguan  keenam secara  berturut‐turut  menyusul  krisis  utang  zona  euro  dan  berkurangnya  harapan  untuk  stimulus  moneter  oleh  The  Fed  memperkuat  kekhawatiran  tentang  menurunnya permintaan minyak bumi. 

Putaran lain dari pembicaraan antara Badan Energi Atom Internasional PBB dan Iran yang tidak menghasilkan kemajuan  berarti menuju tercapainya kesepakatan yang mengijinkan pengawas menyelidiki fasilitas nuklir, telah membantu minyak  untuk memangkas sejumlah kerugiannya. 

Testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Kamis telah mengikis harapan akan dilanjutkannya program pembelian  aset putaran ketiga oleh The Fed atau yang lebih dikenal dengan istilah quantitative easing

Presiden AS Barack Obama pada hari Jumat mengatakan bahwa para pemimpin Eropa menghadapi "kebutuhan mendesak  untuk bertindak" guna menyelesaikan krisis keuangan kawasan menyusul ancaman resesi akan membahayakan ekonomi AS  yang masih rapuh. 

Brent July crude <LCOc1> turun $1,59 ke $98,34 per barel, rebound dari level day low f $97,19.  
Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> turun $1,60 di level $83,22, setelah tersungkur ke level day low $82.   




EURO ZONE
Euro melemah pada sesi Jumat akhir pekan lalu terdesak dampak dari pemangkasan peringkat kredit Spanyol oleh lembaga pemeringkat Fitch menjadi  peringkat  BBB  dengan  outlook  negatif.  Turut  mendesak  kinerja  euro  adalah  tanda‐tanda  dari  fundamental  ekonomi  Jerman  dan  Italia  yang  memperlihatkan perlambatan ekonomi. Namun demikian euro tercatat berhasil membukukan penguatan mingguan terbaik sejak April silam.  

Sementara itu berdasarkan sumber dari Uni Eropa dan Jerman terhadap Reuters menyatakan bahwa Spanyol kemungkinan akan melakukan permintaan  resmi  untuk  bantuan  keuangan  pada  akhir  pekan  ini  (9  ‐10  Juni)  guna  menopang  kebangkrutan  sektor  perbankannya.  Lembaga  Pemeringkat  Moody’s  menyatakan bahwa perkembangan di sektor perbankan Spanyol dan meningkatnya resiko keluarnya Yunani akan berujung pada pemangkasan peringkat  kredit beberapa negara di kawasan Uni Eropa.  

Mayoritas  analis  percaya  bahwa  euro  masih  akan  berpeluang  melanjutkan  tekanannya  pekan  ini  seiring  berfokusnya  kembali  para  investor  terhadap  gonjang‐ganjing politik Yunani menjelang pemilu 17 Juni mendatang. Jika partai yang anti bailout menang maka akan meningkatkan kemungkinan Yunani  meninggalkan mata uang tunggal euro. 

Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami penguatan 0,68 persen terhadap dolar AS ke 1.2516, sementara itu euro juga mencatat penguatan 2,54  persen terhadap yen ke 99.46, sebaliknya euro mencatat pelemahan 0,05 persen terhadap sterling ke 0.8089 dan turun tipis 0,03 persen terhadap Swiss  franc di 1.2008.




U.K.
Warga  Inggris  mengekspektasi harga‐harga  untuk  naik ke fase tercepatnya  dalam tahun‐tahun  mendatang  daripada  tiga  bulan  yang lalu, survei Bank of England menunjukkannya Jumat lalu, meningkatkan kekhawatiran bahwa publik kemungkinan digunakan  untuk inflasi yang tinggi.  

Survei BoE's May inflation menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi publik pada 3.7 persen hingga 12 bulan mendatang, naik dari  ekspektasi 3.5 persen pada Februari, dan merupakan yang tertinggi sejak bulan November.  

Naiknya  pada  ekspektasi  terjadi  meskipun  melambatnya  tekanan  harga  baru‐baru  ini,  yang  mana  mendorong  consumer  price  inflation turun ke level terendahnya dalam 2‐tahun pada 3.0 persen di bulan April.   

Factory  gate  inflation  Inggris  melambat  ke  level  terendahnya  dalam  dua  setengah  tahun  pada  bulan  Mei,  karena  biaya  oil  merosot, menaikkan peluang bahwa turunnya consumer price inflation akan mendukung konsumsi tahun ini.   




JAPAN
Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  nampaknya  telah  menerapkan  bentuk  baru  dari  intervensi  guna  menahan  penguatan  yen,  yaitu  dengan  melakukan  aksi  diam. Para analis memprediksi bahwa saat ini pemerintah Tokyo telah memahami bahwa dengan peringatan verbal saja tidak akan berarti pada aktifitas  spekulan  yang  terus  menguatkan  kurs  yen.  Saat  yen  menguat  mendekati  level  tertingginya,  Azumi  dan  para  deputinya  berkeras  tidak  memberikan  komentar. 

Namun  demikian  berdasarkan  sumber  yang  cukup  dekat  dengan  kebijakan  mata  uang  asing  Jepang  menyatakan  bahwa  masih  terdapat  kemungkinan  ditempuhnya  langkah  intervensi  pemerintah.  Mayoritas  analis  memprediksi  otoritas  Jepang  baru  akan  mulai  mempertimbangkan  intervensi  jika  dolar  mencapai level 76 yen. 

Pekan  ini  pelaku  pasar  akan  mengamati  sejumlah  rilis  data  diantaranya  CGPI  untuk  periode  Mei  yang  diprediksi  masih  akan  melanjutkan  tren  penurunannya hingga ‐0,4 dalam basis antar tahun. Selanjutnya akan rilis data machinery orders untuk periode April yang diperkirakan membaik menjadi  2.1%. Dan selanjutnya BOJ akan menggelar sidang dua hari yang akan diakhiri pada tanggal 15 Juni untuk menentukan langkah apa yang diperlukan guna  menopang pemulihan ekonomi Jepang saat ini.  

Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat 1,88 persen terhadap yen ke 79.46, sementara itu euro juga melonjak 2,61 persen terhadap yen ke  99.46.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  tajam  4,10  persen  terhadap  yen  78.73  dan  sterling  juga  naik  2,61  persen  terhadap  yen  ke  122.90.


AUSTRALIA
Tekanan jual pada Aussie masih berlanjut setelah testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke yang mengecewakan pasar dimana telah mengikis harapan akan  dilanjutkannya upaya lanjutan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. 

Aussie gagal untuk kembali menembus paritasnya terhadap dolar setelah hanya mencatat intraday high di $0.9917 sebelum akhirnya bergerak di sekitar  $0.9915. 

Di hari Kamis sebelumnya, Aussie berhasil menembus paritasnya di $1.0003 setelah Cina secara mengejutkan memangkas suku bunganya untuk pertama  kalinya selama hampir 4 tahun terakhir untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. Namun Aussie kemudian kembali terkoreksi tajam setelah muncul  testimoni Bernanke yang mengikis harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

Turunnya harga komoditas selama sesi Asia nampaknya turut mendorong melemahnya Aussie di sesi Eropa dan AS di akhir pekan kemarin. 

Kepala bank sentral Australia (RBA) Glenn Stevens percaya bahwa pesimisme warga Australia telah berlebihan dan sudah saatnya untuk mengubahnya,  khususnya setelah rilis menggembirakan data sepekan terakhir untuk kondisi ekonomi. Stevens menyebutkan sejumlah indikasi positif ekonomi diantaranya  pertumbuhan ekonomi di atas 4% selama tahun lalu, tingkat pengangguran sekitar 5% dan underlying inflation (indeks harga yang relevan dengan kebijakan  moneter) yang sedikit di atas 2%. 

Ekspor  Australia  rebound  di  bulan  April,  memperkecil  defisit  perdagangannya  dan  memberikan  indikasi  positif  untuk  awal  kuartal  kedua,  namun  pasar  masih khawatir terhadap dampak negatif dalam beberapa bulan kedepan akibat menurunnya permintaan komoditas Cina dan dampak global dari krisis  utang Eropa. 

Ekspor  naik  3%  dan  impor  turun  1%  dan  memperkecil  defisit  perdagangan  untuk  kembali  ke  level  A$203  juta,  lebih  baik  dari  ekspektasi  terjadi  defisit  sebesar A$900 juta. Sedangkan di bulan Maret sebelumnya defisit mencatat level tertingginya di level A$1,28 milyar. 




SWISS
Swiss  franc  bergerak  melemah  seiring  melemahnya  euro  terhadap  dolar,  setelah  setelah  muncul  testimoni  Bernanke  yang  mengikis  harapan akan berlanjutnya program quantitative easing putaran ketiga oleh The Fed. 

Swiss franc terkoreksi 0,4% terhadap dolar di sekitar 0,9594 franc dibandingkan dengan penutupan New York Kamis.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc masih bergerak stabil di sekitar 1,2011 franc. 

Bank  sentral  Swiss  nampaknya  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  meskipun  zona  euro  hancur,  namun  sejumlah  ekonom  yakin bahwa kontrol modal mungkin diperlukan, demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan. 

Sebanyak 35 ekonom yang disurvey optimis bahwa SNB dalam sidangnya 14 Juni mendatang akan tetap mempertahankan target kisaran  untuk Swiss franc LIBOR di level 0 – 0,25 persen dan akan tetap mempertahankan levelnya di kisaran 0% hingga akhir 2013. 

SNB juga diprediksi akan menaikkan prosyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 1,3% untuk tahun 2012, naik dari 1% prediksinya yang  dibuat di bulan Maret.

Friday, June 8, 2012

Headline News 08.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham global dan AS naik Kamis lalu setelah Cina tidak seperti ekspektasi memangkas tingkat suku bunganya untuk menopang  pertumbuhan  (ekonominya),  tetapi  optimisme  tertekan  oleh  ketua  the  Fed  Ben  Bernanke,  yang  mengecewakan  investor  yang  mengharapakan stimulus kedepannya (QE3) untuk perekonomian AS.   

Bernanke dalam testimoninya pada Kongress, mengatakan the Fed siap untuk melindungi perekonomian AS jika permasalahan finansial  memuncak, tetapi menawarkan beberapa petunjuk lebih lanjut bahwa stimulus moneter segera terjadi. Katanya bank sentral mengawasi  dengan ketat "significant risks" terhadap recovery (ekonomi) AS dari krisis utang dan perbankan Eropa, tetapi membuat pernyataan yang  berbeda yang menyatakan mendukung kebijakan moneter Rabu sebelumnya.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 79.24 poin, atau 0.64 persen, ke level 12,494.03. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  turun 0.14 poin, atau 0.01 persen, ke level 1,314.99. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 3.09 poin, atau 0.11 persen, ke level  2,841.63.   

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.7 persen ke level 301.16 poin, setelah mencapai level tertinggi yang lebih dari  seminggu.  Bursa  saham  Eropa  ditutup  naik,  tetapi  menghentikan  kenaikan  pada  level  puncaknya.  Indeks  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  ditutup meningkat 1.1 persen ke level 984.62, penutupan tertingginya sejak 29 Mei.   

Harga  Treasuries  AS  menghapus  penurunannya  setelah  komentar  Bernanke.  Obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR> naik 4/32, dengan yield 1.6473 persen.   

Dollar melemah terhadap euro untuk rangkaian dua harinya Kamis lalu setelah ketua the Fed Ben Bernanke tetap menyimpan langkah  stimulus kedepannya dan karena bank sentral Cina mangambil tindakan untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi), yang mendorong  investor untuk mengkoleksi aset‐aset beresiko. Euro <EUR=> berada pada level $1.2596, naik 0.2 persen dalam hariannya. Euro mencapai  level puncak pada awalnya $1.2625, menurut data Reuters, tertinggi sejak 23 Mei. Terhadap yen, dollar naik 0.4 persen ke level 79.56  <JPY=>.   

Emas anjlok mendekati 2 persen Kamis lalu setelah ketua the Fed menawarkan beberapa langkah kedepannya untuk stimulus moneter,  mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung setelah turunnya laporan payrolls AS minggu lalu. Spot emas <XAU=> turun 1.7  persen ke level $1,589.30 per ons pada pukul 2:38 p.m. EDT ( 1838 GMT), menghentikan kenaikan pada awalnya ke level $1,628.80 per  ons.   

Berita  pada  awalnya  mendorong  harga  oil  dari  ekspektasi  bahwa  pertumbuhan  yang  cepat  pada  negara  dengan  konsumsi  terbesar didunia yang mendorong permintaan. Tetapi kenaikan memudar setelah komentar Bernanke yang menyurutkan harapan pada stimulus  AS. Brent crude <LCOc1> merosot 71 sen untuk di settle ke level $99.93 per barrel, setelah naik ke level tertingginya $102.45 per barrel.  U.S. crude <CLc1> melemah 20 sen untuk di settle ke level $84.82, setelah mencapai level $87.03.   



GOLD & COMMODITIES
Emas anjlok 2% pada hari Kamis setelah Kepala The Fed Ben Bernanke menawarkan beberapa indikasi akan kelanjutan stimulus moneter,  mendorong investor untuk melepas pandangan bullish mereka yang sebelumnya dipicu oleh laporan buruk data non‐farm payrolls AS  pekan lalu yang meningkatkan spekulasi akan berlanjutnya kebijakan moneter longgar. 

Logam mulia terlihat mendapat pukulan paling keras dibandingkan ekuitas dan komoditas lainnya, karena logam mulia digunakan oleh  investor untuk melindungi investasinya dari ketidakpastian kondisi ekonomi yang disebabkan oleh pelonggaran moneter. Emas saat ini  kehilangan lebih dari separuh keuntungan yang diperoleh pada Jumat lalu saat data non‐farm payrolls dirilis. 

Emas  spot  terkoreksi  1.8%  di  $1587,89  per  ounce,  turun  dari  level  intraday  high  di  $1628,80  per  ounce.  Sedangkan  emas  berjangka  COMEX untuk pengiriman Agustus turun $44,50 per ounce menjadi $1589,70. 

Emas  terkoreksi  $40  dari  level  intraday  high  setelah  kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  menegaskan  bank  sentral  AS  telah  siap  untuk  melindungi  perekonomian jika  krisis  keuangan  meningkat  namun  menawarkan  beberapa  indikasi  bahwa  kelanjutan  stimulus  moneter  nampaknya akan segera terjadi. 

Emas awalnya sempat menguat setelah secara mengejutkan Cina memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sejak krisis finansial  2008 lalu.




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  turun  setelah  pernyataan  kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengecilkan  harapan  akan  adanya  tambahan  stimulus  dan  mengimbangi dukungan yang sebelumnya didapat dari langkah pemangkasan suku bunga oleh Cina. 

Di  awal  sesi,  harga  minyak  sempat  menguat  menyusul  ekspektasi  langkah  pemangkasan  suku  bunga  Cina  akan  menaikkan  minat  beli  minyak  dari  Negeri  Tirai  Bambu  tersebut.  Harga  minyak  kemudian  merosot  setelah  pernyataan  Bernanke  hanya  memberikan  sedikit  harapan untuk The Fed melanjutkan putaran ketiga quantitative easing

Terakhir  kali  langkah  stimulus  telah  mendorong  investor  untuk  memburu  aset‐aset  beresiko  seperti  komoditas  dan  memicu  naiknya  harga. Pasar terus menyoroti berbagai indikasi untuk langkah kebijakan terbaru untuk memacu pemulihan ekonomi. Harga emas turun  2% sementara ekuitas memangkas keuntungannya. 

Brent crude <LCOc1> turun 71 sen ke $99,93 per barel, setelah menembus level atas $102,45 per barel.   Sedangkan U.S. crude <CLc1>  turun 20 sen atau 0.24% ke $84,82 per barel, turun dari level atasnya $87,03.  

Setelah serangkaian gangguan pasokan dan kekhawatiran tentang hilangnya minyak Iran karena sanksi Barat mendorong Brent ke level  tertinggi 2012 di atas $128 per barel pada awal Maret, maka kekhawatiran tentang ekonomi global dan krisis zona euro telah mengirim  harga minyak kembali jatuh. 

Sementara laporan Kamis kemarin menunjukkan lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat kredit Spanyol sebanyak  3 derajat  dan menambah keprihatinan terhadap krisis utang kawasan dan berpotensi berdampak pada turunnya permintaan minyak. 

Brent turun di bawah $100 per barel pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Oktober 2011, dan relative strength index 14 hari (RSI‐14)  kedua kontrak telah telah berada di bawah 30 yang mengindikasikan komoditas telah berada pada zona oversold
EURO ZONE
Euro  yang  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  23  Mei  silam,  kemudian  beringsut  melemah  setelah  Ketua  The  Fed  dalam  pernyataan  resminya  di  hadapan Konggres Amerika tidak mengisyaratkan bahwa bank sentral akan menempuh langkah pelonggaran moneter kuantitatif dalam waktu dekat. Sikap  Bernanke  tersebut  kemudian  direspon  negatif  oleh  para  pelaku  pasar yang  kemudian  mengalihkan  pandangan  pada  aset  berstatus  safe  haven  seperti  dolar AS dan yen.  

Sementara  itu  pemerintah  Spanyol  berhasil  menjualobligasi  tenor  10‐tahun  senilai  2,1  miliar  euro  dengan  imbal  hasil  diatas  6  persen.  Hal  ini  sedikit  meredam  kekhawatiran  pelaku  pasar  setelah  pernyataan  Menteri  Keuangan  Cristobal  Montoro  yang  khawatir  bahwa  Spanyol  akan  sulit  untuk mendapatkan pendanaan dari pasar keuangan global.  

Namun  demikian, pemeringkat Fitch  memangkas peringkat kredit  Spanyol  sebanyak 3 derajat  menjadi BBB dengan  outlook  negatif.  Dalam pernyataan  resminya  Fitch  menyatakan  bahwa  Spanyol  sangat  rentan  terhadap  memburuknya  krisis  hutang  Eropa  menyusul  tingginya  rasio  hutang  terhadap  PDB  negara tersebut . 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS ke 1.2560, namun euro kembali menguat 0,45 persen terhadap  yen ke 100.03 yen, dan tuurn 0,31 persen terhadap sterling ke 0.8089. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,02 ke  level 1.2010.




U.K.
Inggris akan meminta safeguards untuk melindungi sektor finansial jika zona euro membentuk banking union, Menteri keuangannya mengatakan  Kamis lalu, membuat penghalang kedepannya pada usaha European Central Bank untuk memperbaiki makin dalamnya krisis utang.   

Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Menteri keuangan Inggris George Osborne juga mendesak blok mata uang tunggal untuk menggunakan dana bailout dalam merekapitalisasi permasalahan utang perbankan Spanyol.   

Bank of England memilih tidak untuk menginjeksi stimulus dalam membantu memperjuangkan perekonomian Inggris Kamis lalu, karena tanda‐tanda dari mempertahankan hidupnya harapan recovery sementara itu zona euro berusaha untuk memperbaiki memburuknya krisis utang.   

Banyak ekonom telah  melihat  kemungkinan  penguatan  bahwa  bank  sentral  akan  membalikkan  keputusannya  bulan  lalu  untuk  menghentikan  pembelian  gilt/obligasi  setelah  anjloknya  aktivitas  factory  Inggris  dan  panggilan  dari  International  Monetary  Fund  untuk  mempertimbangkan  pelonggaran kebijakan (moneter)‐nya.   

Tetapi  peluangnya  makin  jauh  Kamis  lalu  setelah  survei  pada  purchasing  managers  untuk  sektor  jasa  –  yang  mewakili  jauh  lebih  besar  pada  perekonomian Inggris daripada manufaktur – tidak seperti ekspektasi bertahan menguat.




JEPANG
Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters, memperlihatkan bahwa mayoritas analis percaya yen masih akan menguat terhadap dolar AS  dan  euro.  Menurut  para  analis  langkah  intervensi  yang  kemungkinan  akan  dilakukan  pemerintah  Jepang  tidak  akan  cukup  untuk  mengarahkan  minat  investor terhadap yen ditengah ketidakpastian kondisi keuangan global. 

Para analis juga memperkirakan otoritas Jepang baru akan mulai melakukan intervensi jika dolar mencapai level 76 terhadap yen. Atau mendekati level  terendah sejak 2011 di 75.31 yen per dolar. Penguatan kurs yen begitu signifikan dampaknya terhadap para eksportir Jepang. Ekspor Jepang menyumbang  15 persen dari total GDP negara tersebut. Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar diperkirakan akan menurunkan keuntungan Nissan Motor sebesar 2,4  persen 3,3 persen bagi Toyota dan 2,9 persen terhadap Honda Motor, demikian berdasarkan estimasi analis dari Goldman Sachs Group. 

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,48 persen terhadap yen di 79.61, sementara itu euro juga naik 0,45 persen terhadap yen ke  100.03  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,29  persen  terhadap  yen  di  78.79  dan  sterling  juga  naik  0,77  persen  terhadap  yen  ke  123.64. 




AUSTRALIA
Jumlah pekerjaan yang tersedia di Australia meningkat 38.900 di bulan Mei, melampaui seluruh ekspektasi, sebuah sinyal lanjutan bahwa ekonomi tengah  memulih dan mendorong naiknya Aussie secara tajam dan mengikis ekspektasi mengenai kemungkinan terjadi pemangkasan suku bunga secara agresif oleh  RBA. 

Data juga menunjukkan tingkat pengangguran naik sesuai ekspektasi menjadi 5.1% dari level revisi 5% di bulan April sebelumnya. Adapun data bulan April  sebelumnya tercatat 4.9%. 

Aussie  menguat  ke  $0.9967,  level  tertinggi  sejak  pertengahan  Mei  usai  rilis  data  pekerjaan  tersebut.  Apresiasi  Aussie  kemudian  berlanjut  setelah  bank  sentral Cina memangkas suku bunganya untuk memacu pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Aussie terapresiasi hingga menembus di atas paritasnya  terhadap dolar setelah mencatat intraday high di $1.0002, level tertinggi sejak 15 Mei. 

Namun  di  sesi  New  York,  rally  Aussie  terhambat  dan  terjadi  koreksi  ke  sekitar  $0.9898  setelah  muncul  testimoni  The  Fed  yang  secara  umum  akan  menerapkan kebijakan moneter yang pro pertumbuhan ekonomi. Kepala The Fed Ben Bernanke menegaskan bank sentral AS telah siap untuk melindungi  perekonomian jika krisis keuangan meningkat namun menawarkan beberapa indikasi bahwa kelanjutan stimulus moneter nampaknya akan segera terjadi. 

Pasar akan mencermati data ekspor‐impor untuk periode April yang akan dirilis hari Jumat ini untuk melihat apakah terjadi peningkatan defisit perdagangan  di Australia. Jika ternyata defisit membengkak, maka berpotensi menekan kembali Aussie. 




SWISS
Peningkatan tajam dalam cadangan devisa Swiss di bulan Mei menyusul bank sentral melakukan intervensi besar‐besaran untuk mempertahankan level  patokan untuk franc akan meningkatkan tekanan pada bank untuk meninjau kembali kebijakan moneternya, meskipun data indeks harga konsumen yang  dirilis lemah mengisyaratkan bahwa langkah untuk mempertahankan nilai patokan tersebut dapat dibenarkan. 

Cadangan devisa bank sentral Swiss (SNB) melonjak 28% di bulan Mei menyusul bank sentral menjual franc untuk mencegah investor menghindari krisis  zona euro dengan memburu mata uang Swiss tersebut. Hal ini dilakukan agar nilai tukar franc tetap terjaga dan mencegahnya untuk mengalami apresiasi  tajam. 

Cadangan  devisa  meningkat  menjadi  303,77  milyar  franc  di  akhir  Mei  dari  237,59  milyar  di  bulan  sebelumnya,  kenaikan  terbesarnya  sejak  SNB  menetapkan batas maksimum Swiss franc terhadap euro di level 1.20 franc per euro pada 6 September. 

Namun dengan eskalasi krisis zona euro dalam beberapa bulan terakhir, seiring data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss yang lebih baik dari  perkiraan, telah mendorong spekulator untuk menguji kemampuan SNB, dimana franc sempat menembus level 1.20 di bulan April. 

Data inflasi Swiss untuk periode Mei turun 1% dari tahun sebelumnya dan mencatat penurunan ketiga kalinya secara berturut‐turut. Sedangkan dalam  basis bulanan inflasi dirilis tetap atau 0% setelah mencatat naik 0.1% di bulan April sebelumnya. 

SNB  diperkirakan  akan  memperkuat  tekad  untuk  mempertahankan  nilai  patokan  (batas  maksimum)  mata  uangnya  pada  penilaian  kebijakan  moneter  kuartalan pada 14 Juni, yang akan dicermati secara ketat oleh pasar untuk melihat rincian tentang tindakan ekstra yang mungkin dilakukan serta revisi  perkiraan pertumbuhan dan inflasi. 

Harapan  bahwa  dewan  kebijakan  Eropa  akan  berupaya  keras  untuk  mengatasi  permasalahan  pada  sektor  perbankan  Spanyol  telah  menaikkan  minat  terhadap aset beresiko dan memicu Swiss franc untuk melemah tipis terhadap dolar dan juga euro.  

Para  pejabat  Jerman  dan  Uni  Eropa  melihat  kondisi  yang  sangat  mendesak  untuk  mencari  cara  menyelamatkan  perbankan  Spanyol  yang  dililit  utang  meskipun Madrid belum meminta bantuan dan menolak ditempatkan di bawah pengawasan internasional, demikian sumber‐sumber Eropa mengatakan. 

Franc melemah 0.1% terhadap dolar dan bergerak di sekitar 0.9561 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan terhadap euro, Swiss  franc masih bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

Thursday, June 7, 2012

Headline News 07.06.12

US & GLOBAL
Bursa saham dunia naik lebih dari 2 persen, recovery dari penurunannya baru‐baru ini, dan euro rally Rabu lalu dari harapan bahwa bank  sentral utama kemungkinan bertindak untuk mendorong perlambatan perekonomian global.   

Pejabat  the  Fed  menyuarakan  lebih  cenderung  untuk  mempertimbangkan  membantu  kedepannya  perekonomian  AS,  sementara  itu  European Central Bank membuat keputusan pada tingkat suku bunga unchanged dan Presidennya Mario Draghi, menyarankan tindakan  jangka  pendek  adalah  tidak  mungkin.  Tetapi  beberapa  investor  menginterpretasikan  komentarnya  bahwa  resiko  ekonomi  telah  bertumbuh karena tanda‐tanda kemungkinan tindakan kedepanya dari ECB.   

Kepala  the  Fed  Ben  Bernanke  memberikan  testimoni  sebelum  U.S.  congressional  Joint  Economic  Committee  Kamis  ini  dan  dapat  memberikan petunjuk kedepannya dari monetary easing (QE3). Group of 20 dijadwalkan untuk bertemu akhir bulan ini.   

Bursa  saham  AS  melonjak  Rabu  lalu,  memberikan  indeks  S&P  500  pada  kinerja  harian  terbaiknya  sejak  bulan  Desember,  karena  pembicaraan  pada  penyelamatan  perbankan  Spanyol  dan  harapan  untuk  besarnya  stimulus  moneter  memicu  rebound  dari  aksi  jual  sebelumnya.     

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 286.84 poin, atau 2.37 persen, ke level 12,414.79. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> menguat 29.63 poin, atau 2.30 persen, ke level 1,315.13. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 66.61 poin, atau 2.40 persen,  ke level 2,844.72.             

Indeks MSCI World Equity <.MIWD00000PUS> melonjak 2.3 persen yang merupakan kenaikan terbesar hariannya sejak bulan Desember.  Indeks  MSCI  Emerging  Equity  <.MSCIEF>  menguat  2  persen,  rebound  dari  level  terendahnya  dalam  enam  bulan  yang  terjadi  Senin  sebelumnya.   

Harga Treasuries AS turun ke dalam rangkaian tiga harinya setelah yield obligasi bertenor 10‐tahun menembus level terendah historisnya  minggu lalu. Obligasi bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=RR> turun 26/32, dengan yield 1.6609 persen.   

Euro <EUR=> naik 0.9 persen ke level $1.2570, yang mendekati level terendah dua tahunnya $1.2286 Jumat sebelumnya, karena rally  yang meluas pada aset‐aset beresiko yang membawa investor melakukan aksi beli terhadap mata uang tersebut.   

Emas naik 1 persen Rabu lalu ke level tertingginya dalam satu bulan dari bertumbuhnya harapan dari rencana penyelamatan Eropa untuk  beban utang perbankan Spanyol, dan karena tanda–tanda perlambatan ekonomi AS yang mendorong spekulasi  dari monetary easing  kedepannya  (QE3).  Spot  emas  <XAU=>  naik  1.2  persen  ke  level  $1,636.75  per  ons  pada  pukul  11:29  a.m.  EDT  (1529  GMT),  setelah  mencapai level tertingginya $1,640.50 per ons, yang mana menandai penguatan harga sejak 7 Mei.     

Brent crude <LCOc1> menguat dalam dalam level tertinggi intra‐day $101.39 per barrel sebelum turun untuk di settle ke level $100.64,  naik $1.80. U.S. crude <CLc1> melonjak 73 sen untuk ditutup ke level $85.02.   



GOLD & COMMODITIES
Emas  berhasil  ditutup  menguat  setelah  bergerak  cukup  fluktuatif  di  sesi  Rabu,  menyusul  pandangan  positif  mengenai  kondisi  perekonomian AS oleh Federal Reserve (The Fed) telah memicu retracement dari posisi puncak 1 bulan yang dicapai di awal sesi yang  dipicu spekulasi dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh bank sentral. 

Emas terkoreksi lebih dari $20 per ounce atau 1% dari posisi tertinggi bulan ini yang dicapai di awal sesi, setelah The Fed dalam “Beige  Book”  mengatakan  ekonomi  mencatat  pertumbuhan  dalam  2  bulan  terakhir  dan  aktifitas  perekrutan  tenaa  kerja  meningkat,  sebuah  indikasi yang menunjukkan adanya peningkatan ekonomi. 

Perak  berhasil  mencatat  performa  lebih  baik  dari  emas  setelah  ditutup  naik  3%  seiring  rally  pada  ekuitas  dan  komoditas  industri  AS  berkat sentimen ekonomi yang membaik ditengah tumbuhnya harapan adanya bailout untuk menolong perbankan Spanyol. 

Investor  nampaknya  memandang  emas  secara  bullish  setelah  mencatat  rally  4.3%  di  hari  Jumat  usai  rilis  data  payrolls  yang  mengecewakan  yang  sempat  memicu  spekulasi  akan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed.  Emas  berpotensi  melanjutkan penguatannya jika bank sentral terindikasi akan melakukan stimulus lanjutan. 

Emas  spot  naik  0.1%  di  level  $1,618.40  per  ounce  setelah  mencatat  intraday  high  di  $1,640.50  per  ounce  yang  merupakan  level  terkuatnya sejak 7 Mei.  Sedangkan untuk emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus berakhir naik $17.30 per ounce di level $1,634.20. 

Logam mulia juga di bawah tekanan karena para investor mencerna berita bahwa Bank Sentral Eropa menempatkan tanggung jawab  dengan kuat pada pemerintah zona euro untuk memecahkan krisis utang blok, memupus harapan akan dilakukan tindakan dalam waktu  dekat. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka mengalami rally pada hari Rabu, dengan Brent kembali berada di atas $100 per barel menyusul harapan akan  adanya langkah penyelamatan pada perbankan Spanyol yang tengah dililit masalah untuk mengurangi krisis utang zona euro, dan juga  adanya indikasi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

Minyak  mencatat  penguatan  seiring  naiknya  komoditas,  yang  secara  keseluruhan mencatat  kenaikan  harian terbesarnya  selama lebih  dari 3 bulan dipicu berita mengenai Eropa dan AS mendorong investor untuk kembali memburu aset beresiko. 

Kenaikan  minyak  terganjal  oleh  laporan  stok  minyak  mingguan  AS  yang  turun  lebih  tipis  dari  perkiraan  setelah  10  pekan  mengalami  kenaikan. Stok minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 11 pekan, sementara stok untuk produk minyak meningkat seiring  meningkatnya  proses  pengilangan  ke  level  tertinggi  selama  hampir  2  tahun  terakhir,  demikian  data  dari  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  menunjukkan.  Stok  minyak  mentah  domestik,  diluar  Cadangan  Minyak  Strategis,  turun  111,000  barel  menjadi  384.63 juta barel di pekan per 1 Juni. Sedangkan ekonom sebelumnya memprediksi terjadi penurunan 500,000 barel.  

Di bursa London, Brent crude  untuk pengiriman Juli berakhir di level $100.64 per barel, naik $1.80 setelah mencatat intraday high di  $101.39. Ini merupakan kenaikan Brent untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir. Pada hari Jumat, Brent turun di bawah $100 untuk  pertama kalinya sejak Oktober, yang menandai 25% penurunannya dari level puncak 2012 di $128.40 yang dicapai di bulan Maret lalu. 

Sementara  untuk  U.S.  July  crude  naik  untuk  ketiga  kalinya  dan  ditutup  di  $85.02,  menguat  73  sen  setelah  mencatat  intraday  high  di  $86.27. Harga tercatat telah naik dari $81.21 pada hari Senin, level intraday terendah sejak 6 Oktober. Harga minyak mentah AS sekitar  24% di bawah level puncak 2012 di $110.55 yang juga dicapai pada bulan Maret. 

Setelah ECB kembali mempertahankan suku bunganya dalam sidangnya kemarin, investor saat ini tengah menantikan sinyal ECB akan  melanjutkan stimulus moneternya untuk memacu pertumbuhan ekonominya dan memperkuat kepercayaan pada perekonomian zona  euro. 

Investor juga akan mencermati testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di depan U.S. congressional Joint Economic Committee pada hari  kamis ini dan pasar tengah menantikan apakah Bernanke akan menggulirkan  indikasi kemungkinan dilanjutkannya kebijakan moneter  longgar. 

Pasar juga menantikan perundingan lanjutan antara Iran dan pihak barat di Moskow pada 18 Juni terkait masalah program nuklir Iran. 



EURO ZONE
Euro menguat tajam terhadap dolar AS maupun yen ditunjang langkah bank sentral eropa – ECB yang mempertahankan suku bunga pada level 1 persen  dan  mempertahankan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi.  Presiden  ECB  –  Mario  Draghi  menampik  ekspektasi  para  pelaku  pasar  sebelumnya  yang  mengharapkan  bank  sentral  akan  melakukan  pelonggaran  moneter,  diantaranya  dengan  meningkatkan  operasi  penggantian  struktur  keuangan  untuk  meningkatkan likuiditas di pasar keuangan Eropa.  

Namun demikian para ekonom tetap mengingatkan bahwa penguatan euro belum menyurutkan minat jual para investor , dimana pada pasar opsi euro  para  investor  memperkirakan  euro  akan  anjlok  hingga  level  1.1750  sebelum  expire  pada  06  Juli  mendatang.  Diantara  pertimbangan  pada  pandangan  tersebut adalah problem sektor perbankan Spanyol yang semakin meruncing dan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat tajam 0,93 persen terhadap dolar AS ke 1.2569, euro juga kembali menguat 1,55 persen terhadap yen  ke 99.58 yen, dan naik 0,23 persen terhadap sterling ke 0.8114. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level  1.2007.




U.K.
Sektor jasa Irlandia melemah untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada bulan Mei karena berkurangnya confidence disebabkan new orders  turun dan perusahaan‐perusahaan menggunakan jaminan simpanannya, survei menunjukkan Rabu lalu.  

The NCB Purchasing Managers' Index (PMI), yang menilai aktivitas sektor jasa merosot menjadi 48.9 pada bulan Mei dari 52.2 di bulan April,  anjlok dibawah level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dan dari kontraksi.  

Bahwa ini masih diatas services PMI zona euro yang berada pada level 46.7, level terendahnya sejak akhir Oktober.  

Pertumbuhan  sektor  manufaktur  Irlandia  mengalami  akselerasi  pada  bulan  Mei  setelah  anjlok  pada  April,  survei  terpisah  menampilkannya  minggu lalu.  

"Irish economic activity continues to fluctuate between expansion and contraction as the open nature of the Irish economy leaves it exposed to  the economic climate abroad, which has once again weakened," ungkap Brian Devine ekonom pada NCB Stockbrokers. 




JAPAN
Menteri Keuangan Jun Azumi kembali menegaskan bahwa negara‐negara Eropa harus bisa mengelola krisis hutang yang terjadi sekarang dengan lebih  “bertanggungjawab”,  guna  meredam  ketidakpastian  yang  melanda  pasar  keuangan  global.  Azumi  menandaskan  bahwa  otoritas  eropa  seharusnya  melakukan tindakan lebih agresif guna mengatasi eskalasi krisis hutang yang menyebabkan resesi. 

Sementara itu menanggapi mencuatnya spekulasi kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang, kepala riset mata uang asing di HSBC untuk kawasan Asia‐ Pasifik – Paul Mackel menyatakan bahwa sangat sulit bagi otoritas Jepang untuk bisa mengalihkan pandangan para investor mengenai posisi safe haven  yen ditengah krisis hutang kawasan Uni Eropa. Jikapun pemerintah melakukan intervensi maka dampaknya hanya bersifat periodis dan temporer.  

Hal  tersebut  disebabkan minimnya dukungan pihak asing seperti Amerika dan  eropa, sebagaimana nampak  dalam intervensi unilateral yang dilakukan  tahun  2011  lalu  yang  kurang  efektif.  Sepanjang  2011  otoritas  Jepang  melakukan  penjualan  yen  senilai  14.3  triliun  yen,  sebagai  upaya  sistematis  guna  menahan laju penguatan yen terhadap dolar AS dan euro. Namun upaya tersebut tak berarti banyak, yen terus menguat. 

Penguatan kurs yen begitu signifikan dampaknya terhadap para eksportir Jepang. Ekspor Jepang menyumbang 15 persen dari total GDP negara tersebut.  Setiap kenaikan satu yen terhadap dolar diperkirakan akan menurunkan keuntungan Nissan Motor sebesar 2,4 persen  3,3 persen bagi Toyota dan 2,9  persen terhadap Honda Motor, demikian berdasarkan estimasi analis dari Goldman Sachs Group. 

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,61 persen terhadap yen di 79.23, sementara itu euro juga naik 1,55 persen terhadap yen ke 99.58  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat tajam 2,45 persen terhadap yen di 78.56 dan sterling juga naik 1,32 persen terhadap yen ke 122.70. 




AUSTRALIA
Ekonomi  Australia  dirilis  melampaui  ekspektasi  di  kuartal  pertama  menyusul  meningkatnya  aktifitas  belanja  dari  konsumen  rumah  tangga  dan  pebisnis, mendorong naiknya Aussie dan mengurangi urgensi untuk pemotongan agresif suku bunga lebih lanjut. 

Produk Domestik Bruto (PDB) Australia naik 1.3% di kuartal pertama, lebih dari 2 kali lipat perkiraan pasar sebesar 0.5%. Sedangkan dalam basis  tahunan tercatat mengalami ekspansi 4.3%, level terpesatnya selama lebih dari 4 tahun terakhir. 

Namun  demikian,  kekhawatiran  seputar  prospek  pertumbuhan  ekonomi  global  khususnya  di  Cina,  berpotensi  terus  menghantui  prospek  pemulihan ekonomi Australia, namun data PDB Q1 cukup memberikan kegembiraan bahwa ekonomi mencapai momentum yang lebih baik dari  perkiraan. 

PDB tahunan Australia tercatat 4.3% dibandingkan dengan 1.7% di AS, 0% di Uni Eropa dan ‐0.1% di Inggris. 

Aussie,  yang  telah  terkoreksi  lebih  dari  6%  terhadap  dolar  di  bulan  lalu,  berhasil  menguat  di  atas  0.9900  setelah  data  menunjukkan  PDB  Q1  Australia dirilis lebih dari ekspektasi pasar. Aussie terakhir bergerak di sekitar $0.9923, naik 1.8% dari posisi penutupan New York hari Selasa di  $0.9740. 

Hari Kamis ini pasar akan mencermati data ketenagakerjaan Australia, dimana tingkat pengangguran diprediksi naik menjadi 5.1% di bulan Mei  dari 4.9% di bulan April sebelumnya, setelah terjadi pemangkasan pekerjaan yang diprediksi sebanyak 5000 pekerjaan. 




SWISS
Lembaga ekonomi KOF merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Swiss menjadi 1% di tahun 2012, ditopang oleh besarnya investasi pada peralatan  dan  konstruksi  bangunan.  Di  bulan  Maret  lalu,  KOF  memprediksi  ekonomi  akan  tumbuh  0.4%  tahun  ini.  Untuk  tahun  mendatang,  ekonomi  diprediksi  tumbuh 1.5%. 

Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama telah mengejutkan banyak  pihak setelah tumbuh di atas  perkiraan berkat  kuatnya konsumsi domestik yang  berhasil mengatasi tekanan akibat lemahnya permintaan ekspor asing yang disebabkan kuatnya nilai tukar Swiss franc. 

Namun demikian, dengan meningkatnya keprihatinan terhadap krisis utang zona euro, maka turut menambah kekhawatiran mengenai kesanggupan bank  sentral Swiss (SNB) dalam mempertahankan nilai batas penguatan Swiss franc di 1.20 franc per euro, seiring meningkatnya arus masuk safe‐haven yang  akan memicu penguatan Swiss franc lebih lanjut. 
Swiss  National  Bank  dijadwalkan  akan  me‐review  kebijakan  moneternya  pada  14  Juni  mendatang,  dan  juga  akan  memberikan  proyeksi  pertumbuhan  ekonominya yang saat ini  diprediksi akan tumbuh sebesar 1% dalam tahun ini. 

Swiss franc menguat terhadap dolar pada hari Rabu, menyusul penguatan euro oleh harapan bahwa pembuat kebijakan zona euro bisa menyulap langkah  stimulus moneter segar untuk membendung berkembangnya krisis di Spanyol. 

Seiring akses Spanyol untuk pasar kredit tumbuh semakin ketat, menteri keuangan Spanyol Cristobal Montoro meminta mitra Eropa untuk membantu  membangkitkan kondisi perbankan Spanyol yang lesu, dimana memacu harapan untuk dilakukan tindakan yang kuat dari mitra Eropa. 

Hal ini membantu euro untuk mempertahankan uptrend‐nya selama 5 hari terakhir terhadap dolar setelah mata uang tunggal Eropa tersebut anjlok di  bulan Mei. 

Menguatnya euro telah memicu penguatan Swiss franc terhadap dolar. Mata uang AS tersungkur ke level intraday low 0.9542 franc sebelum akhirnya  bergerak di sekitar 0.9555 franc, atau turun 0.9% dari penutupan New York hari Selasa di 0.9641 franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2008 franc.