title cover

title cover

Monday, June 18, 2012

Headline News 18.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham dunia menguat Jumat lalu karena ketakutan investor mengenai gejolak zona euro mengikuti pemilu Yunani akhir pekan ini  diimbangi  oleh  pembicaraan  bank  sentral  utama  dunia  yang  siap  untuk  membuat  koordinasi  dalam  merespon  untuk  menenangkan  besarnya tekanan pasar. 

Euro rebound dan bursa saham AS mengabaikan pelemahan data factory‐nya, sementara itu consumer sentiment AS merosot pada awal  bulan Juni ke level terendahnya dalam enam bulan, menurut suatu survei. 

Tetapi kekhawatiran bahwa gejolak Yunani untuk gagal dalam membentuk pemerintahan setelah pemilu hari Minggu membawa investor  meningkatkan kepemilikan safe‐haven bond, yang mendorong naik harga obligasi pemerintah AS.   

Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 115.26 poin, atau 0.91 persen, ke level 12,767.17. Indeks  Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 13.74 poin, atau 1.03 persen, ke level 1,342.84. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 36.47  poin, atau 1.29 persen, ke level 2,872.80.    

Di Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik hampir 1.0 persen, dengan European bank  stocks <.SX7P> meningkat 1.8 persen. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 1.2 persen ke level 305.94,  dan emerging markets <.MSCIEF> meningkat 1.4 persen.   

Kekecewaan pada data yang menunjukkan memburuknya perekonomian AS, yang mana meningkatkan peluang the Fed mengumumkan  perluasan  dari  Operation  Twist  program  pembelian  obligasinya,  atau  meluncurkan  program  quantitative  easing  terkini  (QE3)  ketika  terjadi pertemuan minggu depan.   

Yields  dari  obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  turun  menjadi  1.564  persen,  terendah  dalam  10  harinya.  Kemudian mencatatkan yield 1.5807 persen, dengan harga naik 18/32.  

Euro  mencapai  level  terendahnya  $1.2590  <EUR=>  terhadap  dollar  AS,  tetapi  kemudian  rebound  dan  meningkat  0.1  persen  ke  level  $1.2663. Indeks U.S. dollar <.DXY> turun 0.6 persen ke level 81.488.   

Emas  naik  dalam  rangkaian  enam  harinya  karena  investor  memperkirakan  stimulus  tambahan  oleh  bank  sentral  dan  lindung  nilai  terhadap ketidakpastian kedepannya dari pemilu Yunani. U.S. COMEX gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ2> di settled  naik $8.50 ke level $1,628.10 per ons.   

Brent crude sedikit menguat pada perdagangan yang tipis, sementara itu U.S. crude bergerak naik turun mendekati flat dalam dominasi  hariannya. Pelemahan dollar, bersamaan dengan kenaikan pada bursa Wall Street, membawa beberapa dukungan pada oil. Brent crude  <LCOc1> di settled naik 44 sen ke level $97.61 per barrel. U.S. crude <CLc1> bertambah 12 sen untuk di settle ke level $84.03 per barrel.   
GOLD & COMMODITIES
Emas  menguat  pada  hari  Jumat  untuk  keenam  kalinya  secara  berturut‐turut  menyusul  maraknya  spekulasi  mengenai  kemungkinan  dilanjutkannya program stimulus oleh bank sentral dan juga langkah antisipasi oleh investor menjelang pemilu di Yunani. 

Emas  mencatat  kenaikan  2%  dalam  sepekan,  ditopang  oleh  harapan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed  seiring  indikasi  ekonomi  AS  terlihat  melambat.data  manufaktur  dan  sentimen  konsumen  AS  yang  dirilis  hari  Jumat  memperkuat  dugaan  tersebut. 

Adapun  data  ekonomi  AS  yang  dirilis  hari  Jumat  menunjukkan  manufacturing  output  mengalami  kontraksi  di  bulan  Mei  untuk  kedua  kalinya dalam 3 bulan terakhir dan barometer untuk melihat kegiatan pabrikan di New York menunjukkan penurunan tajam bulan ini,  memberikan kekhawatiran ekonomi AS tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6  bulan di awal Juni. 

Pasar tengah menantikan hasil sidang The Fed pekan ini. The Fed akan mengumumkan hasil sidang regulernya pada hari Rabu. Jika ada  indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya dan akan memicu berlanjutnya  rally emas. 

Investor memburu emas setelah bank‐bank sentral di sejumlah negara maju bertekad untuk menstabilkan pasar jika kondisi terburuk  terjadi di Yunani, dengan menyediakan likuiditas. Dalam laporan hari Kamis malam waktu setempat, bank‐bank sentral dari negara G20  telah bersiap untuk memastikan mengalirnya dana tunai melalui sistem keuangan jika pasar mengalami tekanan yang berat di hari Senin. 

Harga emas spot naik 0.3% di $1,626.61 per ounce. Sedangkan emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus naik $8.50 di level  $1,628.10 per ounce, dengan volume transaksi sekitar 60% di bawah level rata‐rata 30 hari. 

Namun demikian, volatilitas pada harga emas berpotensi meningkat, tergantung pada hasil pemilu Yunani dan komitmen negara‐negara  zona euro dalam mengatasi krisis utang yang tengah melanda kawasan tersebut. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak menguat di hari Jumat, ditengah tipisnya perdagangan dan kondisi yang masih rentan tekanan, dipicu oleh harapan hasil  pemilu Yunani kemungkinan tidak akan membawa negara tersebut keluar dari zona euro, sementara rilis buruk data ekonomi AS telah  membatasi penguatan pada harga minyak. Baik Brent maupun minyak mentah AS mencatat kerugian mingguan, meskipun penurunan  pada harga minyak mentah AS hanya sebesar 7 sen. 

Keuntungan yang dicapai pada hari Jumat dibatasi oleh laporan terpisah yang menunjukkan output manufaktur AS mengalami kontraksi  pada bulan Mei, sementara aktivitas pabrik melambat di negara bagian New York pada bulan Juni dan sentimen konsumen AS jatuh.  Serangkain  data  ekonomi  AS  yang  dirilis  buruk  tersebut  kian  menambah  spekulasi  terhadap  kemungkinan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter longgar oleh The Fed dalam sidangnya hari Selasa‐Rabu dalam pekan ini. 

Melemahnya dolar, setelah euro rebound terhadap dolar, juga memberikan dukungan pada naiknya harga minyak, bersamaan dengan  menguatnya bursa Wall Street. 

Indeks saham AS dan minyak juga mendapat dukungan dari berita pada hari Kamis bahwa pejabat dari negara‐negara G20, yang para  pemimpinnya  akan  bertemu  di  Meksiko  pekan  depan,  mengatakan  bahwa  bank  sentral  siap  untuk  mengambil  langkah  untuk  menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas jika diperlukan setelah pemilu Yunani. 

Brent August crude <LCOc1> naik 44 ke level $97.61 per barel, sedangkan untuk  U.S. July crude <CLc1> naik 12 sen di level $84.03 per  barel, ditutup melemah 7 sen. 

Sementara itu anggota OPEC akan mengurangi produksi minyaknya untuk mematuhi batas atas produksi sampai 30 juta barel per hari  (bph) dan efeknya nampaknya baru akan terlihat pada bulan Juli, demikian Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al‐Badri mengatakan pada  konferensi pers, Jumat. 

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setuju pada pertemuan di Wina hari Kamis untuk mempertahankan plafon produksi 30 juta  barel per hari. Badri mengatakan bahwa akan memerlukan pembatasan persediaan aktual dengan 1,6 juta barel per hari. 



EURO ZONE
Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada hasil pemilu Yunani dimana jika partai Syriza memenangkan pemilu  maka Yunani diperkirakan akan menolak  program bailout yang diperlukan negara tersebut untuk menghindar dari kebangkrutan. Kondisi tersebut selanjutnya akan meningkatkan kemungkinan  keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

KTT G‐20 di Mexico yang diadakan 18‐19 Juni diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada negara‐negara Eropa agar dapat bisa menyelesaikan problem  keuangan  mereka. Ofisial  G20  mengatakan  pada  Reuters  bahwa  bank  sentral  dari  negara‐negara  maju  telah  menyiapkan  beberapa  langkah  guna  menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas dan menghindarkan ketatnya kondisi kredit jika Yunani pada akhirnya berpisah dari euro.  

Pasca pemilu Yunani, pelaku pasar akan mengalihkan perhatian pada KTT G20 pada tanggal 18‐19 Juni dan selanjutnya akan mengamati hasil sidang The  Fed pada  20 Juni.  Berikutnya menteri‐menteri keuangan Zona  Eropa akan mengadakan pertemuan  pada sesi Kamis  21 Juni  dan  akan  digelar KTT‐mini  antara jerman, Perancis, Italia dan Spanyol pada 22 Juni di Roma Italia.  

Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami penguatan 0,96 persen terhadap dolar AS ke 1.2636, sementara itu euro juga tercatat stagnan terhadap  yen di 99.46, sebaliknya euro mencatat pelemahan 0,51 persen terhadap sterling ke 0.8048 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2008.. 




U.K.
Bank of England akan memulai menawarkan pinjaman cash murah terhadap perbankan minggu depan sebagai bagian dari paket langkah untuk  menenangkan  arus  kredit  terhadap  perekonomian,  dan  yang  mana  analis  mengatakan  seharusnya  membantu  mengurangi  krisis  euro  dari  tekanan pendanaan.   

Bank‐bank  akan  dapat  untuk  men‐swap  aset‐aset  yang  tidak  dibeli,  seperti  paket  pinjaman,  credit  card  debt,  dan  pinjaman  commercial  real  estate, yang dapat balik dalam 6‐bulan cash loan dibawah operasi central bank's first Extended Collateral Term Repo Facility pada 20 Juni.   

Keputusan  untuk  mengaktifkan  fasilitas  berawal  karena  perbankan  Inggris  telah  menghadapi  biaya  pendanaan  yang  tinggi  secara  signifikan  daripada mitra zona euronya, dan analis mengatakan skema seharusnya membantu untuk melepas beberapa tekanan. 

Defisit  perdagangan  barang  Inggris  tidak  seperti  ekspektasi  meluas  pada  bulan  April  karena  anjloknya  ekspor,  meningkatkan  ancaman  dari  kontraksi  ekonomi  kuartal  ketiga  dan  menambah  pentingnya  langkah  terkini  untuk  mendorong  pertumbuhan  sebagai  mitra  dagang  dalam  pelemahan zona euro.  




JAPAN
Pada  sidangnya  akhir  pekan  lalu,  BOJ  memutuskan  tidak  melakukan  penambahan  dana  yang  digunakan  dalam  pembelian  asetnya  (40  triliun  yen).  Menanggapi langkah BOJ tersebut para praktisi memperkirakan BOJ akan mempertimbangkan untuk melakukan pelonggaran lanjutan jika kondisi Eropa  memburuk dan Yunani keluar dari keanggotaan Euro.  

Berbicara pasca sidang tersebut, Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa menegaskan bahwa bank sentral tetap mempertahankan pandangan bahwa stabilitas  finansial merupakan hal yang sangat penting. Pada kesempatan lain, Perdana Menteri Yoshihiko Noda menegaskan bahwa penguatan kurs yen terhadap  dolar AS dan euro akhir‐akhir ini tidak merefleksikan kondisi fundamental ekonomi Jepang dan pihaknya akan menjelaskan hal tersebut pada KTT G20 di  Meksiko.  

Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat melemah 0,97 persen terhadap yen ke 78.69, sementara itu euro stagnan terhadap yen di 99.47. Sedangkan  Aussie dolar tercatat menguat 0,79 persen terhadap yen 79.35 dan sterling juga naik 0,62 persen terhadap yen ke 123.66.




AUSTRALIA
Dolar Australia telah memposisikan diri di atas paritas dengan mitra AS dan bisa bergerak lebih tinggi setelah pemilu Yunani akhir pekan ini. Hingga sesi New  York hari Jumat, Aussie mencatat intraday high di $1.0089 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0080, atau naik 0.6% dari penutupan New York hari  Kamis di sekitar 1.0021. 

Aussie melanjutkan rally‐nya setelah bank‐bank sentral terbesar dunia terindikasi akan berupaya untuk menstabilkan pasar jika kondisi terburuk terjadi di  Yunani, dengan menyediakan likuiditas. 

Dalam  laporan  hari  Kamis  malam  waktu  setempat,  bank‐bank  sentral  dari  negara  G20  telah  bersiap  untuk memastikan  mengalirnya  dana  tunai  melalui  sistem keuangan jika pasar mengalami tekanan yang berat di hari Senin. 

Hingga berita ini ditulis, pasar masih menantikan hasil pemilu Yunani yang digelar pada hari Minggu (17 Juni). 

Pasar juga tengah menantikan hasil sidang The Fed pekan ini. The Fed akan mengumumkan hasil sidang regulernya pada hari Rabu. Jika ada indikasi bahwa  quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya. 

Adapun data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat menunjukkan manufacturing output mengalami kontraksi di bulan Mei untuk kedua kalinya dalam 3 bulan  terakhir  dan barometer  untuk melihat kegiatan pabrikan di New York  menunjukkan penurunan tajam bulan ini, memberikan  kekhawatiran ekonomi AS  tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6 bulan di awal Juni.  Serangkain data ekonomi AS yang dirilis buruk tersebut kian menambah spekulasi terhadap kemungkinan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh  The Fed. 




SWISS
Swiss  franc  bergerak  stabil  pada  hari  Jumat  namun  masih  cenderung  menguat  terhadap  dolar  setelah  serangkain  data  ekonomi  AS  dirilis  buruk  yang  menambah  spekulasi  terhadap  kemungkinan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed.  The  Fed  akan  mengumumkan  hasil  sidang  regulernya pada hari Rabu. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya. 

Adapun data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat menunjukkan manufacturing output mengalami kontraksi di bulan Mei untuk kedua kalinya dalam 3 bulan  terakhir dan barometer untuk melihat kegiatan pabrikan di New York menunjukkan penurunan tajam bulan ini, memberikan kekhawatiran ekonomi AS  tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6 bulan di awal Juni. 

Hasil  pertemuan  G20  menunjukkan  bahwa  bank‐bank  sentral  siap  untuk  melakukan  langkah  langkah  untuk  menstabilkan  pasar  finansial  dengan  menyediakan likuiditas dan mencegah tekanan kredit jika hasil pemilu Yunani memperburuk kondisi pasar. Sebuah langkah bersama yang terkoordinasi  mungkin akan dilakukan dan berpeluang mendorong meningkatnya minat pada aset beresiko dan menekan dolar lebih lanjut, meskipun nampaknya masih  akan terbatas menyusul naiknya imbal hasil obligasi Spanyol dan resiko akan menular ke Italia, sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga zona  euro.  

Swiss franc bergerak menguat 0.2% di sekitar 0.9491 franc dibandingkan penutupan New York hari Kamis di sekitar 0.9508 franc. 

Friday, June 15, 2012

Headline News 15.06.12






US & GLOBAL
Bursa  saham  Wall Street  menguat dan  euro meningkat terhadap  dollar  AS  Kamis  lalu  setelah  Reuters  melaporkan bank  sentral utama siap pada pergerakan berkoordinasi untuk menjaga lancarnya operasi pasar dengan menyediakan likuiditas  dari permasalahan gejolak yang mengikuti pemilu hari Minggu ini di Yunani.   

Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  bertambah  155.38  poin,  atau  1.24  persen,  untuk  ditutup  dilevel  12,651.76.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 14.22 poin, atau 1.08 persen, ke level 1,329.10. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC>  meningkat 17.72 poin, atau 0.63 persen, ke level 2,836.33.     

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.35 persen.   

Pasar begitu bergejolak minggu ini karena investor berada pada pandangan kemungkinan hasil dari pemilu penting yang  menentukan apakah Yunani bertahan dalam zona euro.   

Para pemimpin bank sentral siap untuk bertindak dalam melindungi gejolak utang jika berkembangnya ketegangan pasar  setelah pertemuan yang tidak biasa dalam tiga pemilu minggu ini, dengan pentingnya polling pada Perancis dan Mesir. 

Euro  memperluas  kenaikan  terhadap  dollar  Kamis  lalu  untuk  melonjak  ke  level  tertingginya  setelah  sumber  G20  mengatakan  bank  sentral  bersiap  untuk  tindakan  berkoordinasi  dalam  menyediakan  likuiditas  jika  dibutuhkan  setelah  pemilu Yunani hari Minggu ini. Euro naik ke level tertingginya $1.2634 dan terakhir diperdagangkan pada level $1.2622,  menguat 0.5 persen dari penutupan sebelumnya <EUR=>.   

Treasuries  AS  merosot  Kamis  lalu  setelah  kenaikan  saham‐saham  dan  euro  menekan  hasrat  pada  safe  haven,  tetapi  dibayangi  kekhawatiran  berkenaan pemilu hari  Minggu ini  di Yunani yang dapat membawa harga kembali naik  sebelum  akhir pekan.     

Emas menguat  dalam  pergerakan  harian  yang  naik  turun Kamis  lalu, memperluas  kenaikannya  ke  dalam  rangkaian  lima  harinya karena pelemahan data ekonomi AS dan pemilu penting Yunani yang mendorong investor logam mulia berhati‐hati  pada  perkiraan  bullish.  Spot  emas  <XAU=>  naik  0.5  persen  ke  level  $1,624.79  per  ons  pada  pukul  3:40  p.m.  EDT  (1940  GMT).     

Perdagangan  yang  lebih  aktif  pada  Brent  August  crude  <LCOQ2>  ditutup  meningkat  45  sen  ke  level  $97.17  per  barrel.  Pasca‐settlement, kontrak melonjak ke level tertingginya $97.79, naik $1.07. U.S. oil futures <CLc1> bertambah 2 persen,  memperluas rally pada akhirnya dari laporan mengenai kesiapan bank sentral. U.S. July crude <CLc1> di settled ke level  $83.91 per barrel, menguat $1.29, setelah mencapai level tertingginya $83.93. Oil naik pada awalnya setelah Organization  of the Petroleum Exporting Countries menyetujui untuk menjaga produksi untuk unchanged. 





GOLD & COMMODITIES
Emas masih berhasil menguat ditengah kondisi pasar yang cukup fluktuatif pada hari Kamis, menyusul rilis pesimis data  ekonomi AS dan menjelang pemilu Yunani di akhir pekan telah mendorong investor untuk bertindak hati‐hati. 

Sejumlah  investor  mencari  perlindungan  dengan  berinvestasi  di  emas  seiring  kondisi  di  Spanyol  dan  Italia,  dua  negara  dengan  perekonomian  besar  di  zona  euro,  tengah  terganggu  oleh  masalah  utang,  dimana  di  hari  Kamis  menjanjikan  langkah‐langkah baru untuk memperbaiki keuangan publik mereka menyusul melonjaknya biaya pinjaman (yield obligasi)  yang telah meningkatkan kekhawatiran baru. 

Emas mendapat dukungan setelah data jobless claims AS naik dan CPI turun di bulan Mei. Data tersebut terlihat menambah  peluang  bagi  The  Fed  pada  sidangnya  pekan  depan  untuk  melakukan  upaya‐upaya  lanjutan  guna  menopang  perekonomiannya yang terlihat melambat. 

Emas  spot  naik  0.2%  di  $1,619.60  per  ounce.  Sedangkan  untuk  emas  berjangka  COMEX  untuk  pengiriman  Agustus  naik  $1.20 ke level $1,620.60. 




OIL & COMMODITIES
Brent  crude  futures  dan  U.S  crude  melanjutkan  kenaikannya  pada  hari  Kamis  setelah  laporan  mengatakan  bahwa  OPEC  telah setuju untuk mempertahankan target produksi minyak untuk semester kedua tahun ini di level 30 juta barel per hari.  

Harga  minyak  awalnya  sempat  bergerak  fluktuatif,  menunggu  hasil  sidang  OPEC  dan  investor  juga  berlaku  hati‐hati  menjelang pemilu Yunani yang kedua di hari Minggu. 

Pada  sidangnya  di  Wina,  Austria,  OPEC  mendesak  Arab  Saudi  untuk  memangkas  produksi  minyaknya  guna  mendorong  harga minyak dunia tetap berada di atas $100 per barel. 

Brent  crude  <LCOc1>  untuk  pengiriman  Juli,  yang  hampir  habis  masa  kontraknya,  naik  2  sen  di  level  $97.15. Sedangkan  untuk pengiriman Agustus naik 47 sen di level $97.19. 

Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> naik $1.17 di level $83.79. Harga mencatat intraday high di $84.42, setelah ditutup  di sesi sebelumnya pada level terendahnya sejak 6 Oktober. 

Harga minyak mentah AS awalnya menguat seiring naiknya Wall Street, meskipun data menunjukkan adanya kenaikan pada  jumlah klaim pengangguran mingguan (jobless claims) untuk kelima kalinya dalam 6 pekan terakhir. Data tersebut terlihat  menambah peluang bagi The Fed pada sidangnya  pekan depan untuk melakukan upaya‐upaya lanjutan guna menopang  perekonomiannya yang terlihat melambat.



EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar AS ditopang oleh langkah investor yang kembali memangkas posisi jual terhadap euro menjelang pemilu Yunani akhir pekan  ini.  Namun  demikian  tingkat  borrowing  cost  obligasi  Italia  dan  Spanyol  masih  berada  di  level  yang  tinggi,  sebuah  kondisi  yang  potensial  memberikan  tekanan bagi euro kedepannya.  

Sementara itu tingkat pengangguran di Yunani mencapai level tertingginya pada triwulan pertama 2012, dimana sebanyak 22,6 persen dari total angkatan  kerja yang menganggur. Kondisi tersebut merefleksikan semakin dalamnya krisis yang mengguncang negara tersebut dan diperkirakan akan meningkatkan  penolakan terhadap paket pemangkasan anggaran yang menjadi syarat bailout keuangan dari Uni Eropa. 

Kanselir Jerman – Angela Merkel menolak dengan tegas apa yang disebutnya dengan “solusi ajaib” penanganan krisis hutang Uni Eropa, yaitu diantaranya  dengan pembentukan obligasi bersama eropa dan pembentukan skema garansi deposit. Kedua langkah tersebut didukung oleh Presiden Perancis Francois  Hollande, Perdana Menter Italia Mario Monti dan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,57 persen terhadap dolar AS ke 1.2632, euro juga naik 0,49 persen terhadap yen ke 100.25 yen, dan  melonjak 0,25 persen terhadap sterling ke 0.8119. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level 1.2006. 




U.K.
Inggris  mengatakan  pada  perbankan  untuk  memisahkan  operasi  ritel  domestik  mereka  dan  memberikan  penabung  prioritas  tinggi  apabila  peminjam  dana  terbentur  masalah  dibawah  reformasi yang  bertujuan  untuk  melindungi  pembayar  pajak,  pada  potensi  biaya  sekitar 7  milyar  pound ($11 milyar) setiap tahun.   

Dalam  publikasi  'white  paper'  Kamis  lalu,  Inggris  juga  mengkonfirmasi  bahwa  perbankan  akan  membutuhkan  untuk  menjaga  cadangan  permodalan, atau utamanya menyerap kerugian modal, setara sekurang‐kurangnya 17 persen pada aset‐aset yang tertimbang dengan resiko.    

Pengawas pembelanjaan publik Inggris telah mengkritisi otoritas pajak dalam serangkaian settlements yang mungkin mengizinkan perusahaan  termasuk investment bank Goldman Sachs dan operator mobile phone Vodafone untuk menghindari membayar jutaan pound pada pajak.   




JAPAN
Pihak  bank sentral dan  ofisial pemerintah Jepang  saat ini tengah menggodok  rancangan untuk menangkis  perbagai kemungkinan terburuk yang dapat  menimpa  Jepang  jika  hasil  pemilu  Yunani  akhir  pekan  ini  akan  meningkatkan  krisis  hutang  Uni  Eropa.  Salah  satu  yang  menjadi  perhatian  adalah  kemungkinan masuknya dana pengalihan investasi dari Uni Eropa ke Jepang yang dipandang memiliki status lebih aman (safe haven). 

Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama pemerintah Jepang adalah kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa dan memuncaknya krisis hutang  Italia dan Spanyol. Kondisi‐kondisi tersebut diperkirakan akan memicu aksi jual di pasar saham global dan mengetatkan kondisi kredit perbankan.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,05 persen terhadap yen di 79.37, sementara itu euro naik 0,49 persen terhadap yen ke 100.25  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,84  persen  terhadap  yen  di  79.56  dan  sterling  juga  naik  0,24  persen  terhadap  yen  ke  123.43.  




AUSTRALIA
Aussie awalnya bergerak relatif stabil menyusul pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang pemilu Yunani akhir pekan ini. Aussie bergerak di  kisaran  sempit  selama  sesi  Kamis  karena  pasar  masih  menantikan  perkembangan  lebih  lanjut  di  Eropa.  Namun  di  akhir  sesi  New  York,  Aussie  melejit di atas paritasnya terhadap dolar. 

Setelah koreksi tertahan di sekitar areal support di $0.9920‐an, rebound kemudian berkembang ke level intraday high $1.0033 sebelum akhirnya  bergerak di sekitar $1.0016 atau naik 0.8% dari posisi penutupan New York hari Rabu. 

Pemilu  Yunani  pada  hari Minggu bersamaan  dengan  sidang  G20  akhir  pekan  ini  berpotensi  memicu  pergerakan Aussie  secara tajam pada  hari  Senin  depan.  Sidang  G20  kemungkinan  akan  membahas  masalah  kemungkinan  untuk  membantu  Spanyol,  yang  tengah  menghadapi  masalah  tingginya yield obligasi pemerintahannya dan masalah pada sistem perbankannya. Jika hasil pemilu Yunani dan G20 memberikan indikasi positif,  maka  akan  berpeluang  mendorong  naiknya  Aussie  hingga  ke  kisaran  $1.0100.  Sedangkan  jika  hasilnya  negatif,  maka  akan  mendorong  korkesi  Aussie kembali di bawah $0.9800.




SWISS
Swiss franc menguat terhadap euro pada hari Kamis setelah bank sentral Swiss (SNB) kembali menegaskan akan mempertahankan patokan nilai tukar  franc  pada  1.20  franc  per  euro  dan  mengatakan  telah  siap  untuk  membeli  mata  uang  asing  dalam  jumlah  tak  terbatas  untuk  mempertahankan  nilai  patokan tersebut. 

SNB  telah  membeli  euro  secara  besar‐besaran  dalam  beberapa  pekan  terakhir  untuk  mempertahankan  nilai  patokan  tersebut,  untuk  mencegah  Swiss  franc  menguat  lebih  lanjut.  Namun,  dengan  terus  memburuknya  kondisi  ekonomi  Eropa  kemungkinan  akan  memaksa  SNB  untuk  menurunkan  nilai  patokannya dan membiarkan Swiss franc untuk menguat lebih lanjut. 

Dalam  sidangnya  Kamis  kemarin,  SNB  mempertahankan  suku  bunga  di  kisaran  0.00‐0.25%.  Kebijakan  SNB  tersebut  telah  membantu  menstabilkan  perekonomian, dan mendorong SNB untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 1,5%, dari mendekati 1%. Tapi SNB mengatakan  bahwa hal ini hanya karena kinerja yang tak terduga yang kuat selama musim dingin dan masih memprediksi adanya penurunan yang signifikan untuk sisa  waktu di tahun ini. 

SNB memangkas target inflasi untuk 2012 menjadi minus 0,5% dari minus 0,6%, tapi tetap mempertahankan perkiraan untuk 2013 dan 2014 pada level  0,3% dan 0,6%. 

Euro terkoreksi ke 1.2010 franc per euro dari sekitar 1.2019 franc sebelum muncul hasil sidang SNB, dimana mencatat intraday high di 1.2022. Dolar juga  melemah terhadap Swiss franc, dimana di sesi New York mencatat intraday low di 0.9499 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9505.  

Thursday, June 14, 2012

Headline News 14.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham global dan dollar merosot Rabu lalu karena pelemahan data ekonomi AS dan permasalahan mengenai lamanya krisis utang  Eropa yang menekan sentimen.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 77.42 poin, atau 0.62 persen, ke level 12,496.38. Indeks Standard & Poor's  500  <.SPX>  anjlok  9.30  poin,  atau  0.70  persen,  ke  level  1,314.88.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  berkurang  24.46  poin,  atau  0.86  persen, ke level 2,818.61.   

Saham  JPMorgan  <JPM.N>  naik  diatas  level  $35  pada  suatu  waktu,  kontributor  kenaikan  terbesar  pada  indeks  S&P  500  pada  awal  hariannya.  Saham  JPMorgan's  memangkas  kenaikannya  untuk  diperdagangkan  naik  1.6  persen  ke  level  $34.30,  karena  tidak  adanya  berita yang memberatkan keluar dari testimoni Chief Executive Jamie Dimon's sebelum pertemuan Kongres dari kerugian perdagangan  jutaan dolar perusahaan tersebut.    

Di Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama ditutup turun 0.3 persen ke level 990.18. Indeks MSCI's all‐country  world equity <.MIWD00000PUS> melorot 0.1 persen ke level 301.08.    

Investor mengekspektasi masih tertekannya kedepan dari pemilu Yunani hari Minggu ini dan ketakutan bahwa permasalahan keuangan  Spanyol  kemungkinan  menyebar  ke  Italia.  Pertanyaan  apakah  Yunani  masih  berada  dalam  zona  euro  setelah  pemilu  dan  potensi  pengaruh dari gejolak Eropa pada pertumbuhan (ekonomi) global ikut menekan sentimen. 

Harga Treasuries AS menghapus penurunan pada awalnya dan berbalik menguat karena pelemahan data yang menaikkan ekspektasi the  Fed  kemungkinan  memulai  pembelian  obligasi  yang  lebih  besar  untuk  mendukung  perekonomian,  pergerakan  yang  mendukung  permintaan swasta terhadap obligasi pemerintah.   

Euro  naik  terhadap  dollar  dan  yen  dalam  rangkaian  dua  harinya  Rabu  lalu  karena  investor  terbagi  dalam  bearish  positions  pada  optimisme mengenai pemilu Yunani, meskipun permasalahan mengenai yield obligasi Spanyol dan Italia dapat membatasi kenaikan. Pada  perdagangan  sore  harinya,  euro  <EUR=>  terakhir  diperdagangkan  naik  0.7  persen  ke  level  $1.2598,  kenaikan  tertingginya  dalam  mingguan. Berada diatas level terendahnya dalam dua tahun yang terjadi 1 Juni di level $1.2288, tetapi dibawah level tertingginya dalam  tiga minggu yang tercapai Senin sebelumnya di level $1.2671.   

Emas naik dalam rangkaian empat harinya Rabu lalu dari aksi safe‐haven bids berkenaan dengan ketidakpastian pada Eropa kedepannya  dari pemilu Yunani, tetapi logam mulia mengulangi kegagalannya untuk break diatas resistance utamanya yang dapat memicu technical  selling. Spot emas <XAU=> naik 0.5 persen ke level $1,617.70 per ons pada pukul 2:39 p.m. EDT (1839 GMT), yang sempat mencapai level  tertinggi pada awalnya $1,624.36.   

Brent crude oil futures ditutup mendekati flat dan U.S. crude merosot sekitar 1 persen pada perdagangan yang choppy Rabu lalu karena  pelemahan data ekonomi AS dan kekhawatiran mengenai keuangan zona euro melebihi penurunan cadangan minyak AS. Brent crude  <LCOc1> di settled turun 1 sen ke level $97.13 per barrel, dan U.S. crude <CLc1> di settled melemah 70 sen ke level $82.62 per barrel. 



GOLD & COMMODITIES
Emas menguat untuk keempat kalinya secara berturut‐turut di hari Rabu dipicu minat pada aset‐aset aman akibat ketidakpastian kondisi  ekonomi dan politik di Eropa menjelang digelarnya pemilu Yunani, namun kegagalan emas untuk menembus di atas resistance utama  berpotensi memicu technical selling

Emas awalnya melejit ke level $1,625 per ounce setelah rilis buruk data retail sales dan wholesale prices AS yang memperkuat ekspektasi  berlanjutnya kebijakan moneter longgar atau yang lebih dikenal dengan istilah quantitative easing oleh The Fed. 

Emas kembali gagal menembus level resistance $1,640 selama lebih dari sebulan terakhir meskipun beberapa kali mengalami rally

Harga emas spot naik 0.5% di $1,617.70 per ounce, setelah sebelumnya menembus level intraday high of $1,624.36. Sedangkan untuk  emas berjangka COMEX AS untuk pengiriman Agustus naik $5.60 ke level $1,619.40. 

Pasar  masih  menantikan  sidang  The  Fed  pekan  depan.  Jika  terindikasi  bank  sentral  AS  tersebut  akan  melanjutkan  QE‐3  maka  emas  berpotensi untuk melanjutkan rally‐nya.




OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  bergerak  cukup  fluktuatif  pada  perdagangan  hari  Rabu  menyusul  investor  mempertimbangkan  penarikan  stok  minyak  mentah AS terhadap data ekonomi yang lemah dan kekhawatiran tentang zona euro menjelang pertemuan kebijakan OPEC hari Kamis. 

Harga minyak sempat melejit di awal sesi setelah EIA melaporkan penurunan pada stok minyak di pekan lalu, penurunan kedua kalinya  secara berturut‐turut. 

ICE July Brent crude <LCOc1> naik 10 sen di $97.26 per barel, setelah terkoreksi ke $96.67. Harga mencatat intraday high di $98.38 usai  rilis data EIA. Brent telah terkoreksi tajam dari level tertinggi tahun ini di $128.40 yang dicapai pada bulan Maret lalu. 

Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> turun 73 sen ke $82.59 per barel, setelah naik ke level intraday high di $84.01 usai rilis data EIA.  U.S. crude telah terkoreksi dari level tertinggi tahun ini di $110.55 yang juga dicapai pada bulan Maret. 

Stok minyak mentah AS turun di pekan lalu, sebuah penurunan yang lebih kecil dibandingkan perkiraan pasar sebelumnya, sementara  stok  bensin  dan  minyak  suling  (destillate)  dirilis  turun,  kontras  dengan  ekspektasi  terjadi  kenaikan,  menyusul  tingkat  pengilangan  meningkat ke level tertinggi selama hampir 5 tahun terakhir, demikian data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan. 

Stok minyak mentah turun 191.000 barel di pekan per 8 Juni, lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan turun 1.4 juta barel. Sedangkan  stok bensin turun 1.72 juta barel, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 1.1 juta barel, sementara untuk stok destillate, termasuk di  dalamnya minyak panas dan minyak disel, turun 63.000 barel dibandingkan dengan perkiraan terjadi kenaikan 1.3 juta barel. 

Pemanfaatan  kilang  (refinery  utilization)  naik  1%  menjadi  92%  dari  kapasitas,  tingkat  tertinggi  sejak  Agustus  2007.  Kondisi  tersebut  kontras dengan ekspektasi analis akan terjadi penurunan utilisasi 0.1%. 

Investor  akan  mengamati  setiap  kemungkinan  perubahan  dalam  pertemuan  Organisasi  Negara‐Negara  Pengekspor  Minyak  (OPEC)  di  Wina pada hari Kamis, dimana Arab Saudi diminta untuk mengendalikan kelebihan produksi. 
EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar dan yen pada sesi rabu dimana investor mengurangi posisi jual ditunjang oleh meningkatnya optimisme pada hasil pemilu Yunani,  meskipun kekhawatiran akan tingkat imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia diperkirakan masih akan membatasi kenaikan. Para investor menyambut baik berita dari  The  Financial  Times  yang  menyebutkan  mulai  berkembangnya  kesadaran  diantara  pemimpin  Uni  Eropa  untuk  mengendurkan tekanan  pada  persyaratan  bailout  untuk Yunani, yang dipandang sebagai kemajuan untuk penanganan hutang Yunani.  

Turut  menopang  kinerja  euro  adalah  janji  dari  pemimpin  partai  Syriza  –  Alexis  Tsipras  yang  menegaskan  komitmennya  untuk  tetap  berada  dalam  Uni  Eropa  meskipun  akan  tetap  bernegosiasi  kembali  dengan  pemimpin  Eropa  mengenai  bailout  dan  pemangkasan  anggaran.  Sementara  itu  berdasarkan  jajak  pendapat  terakhir, Partai Demokrat Baru (New Democratic Party) diperkirakan akan mengimbangi partai Syriza dalam pemilu akhir pekan ini. 

Namun demikian para analis mengingatkan bahwa posisi euro masih rentan terhadap tekanan, terutama dari imbal hasil obligasi Spanyol yang sempat naik ke level  tertinggi  sejak  1999  silam.  Saat  ini  Italia  yang  menjadi  sorotan,  dimana  Menteri  Keuangan  Jerman  menyatakan  penduduk  Italia  harus  menerima  program  pemangkasan anggaran dari pemerintahan Perdana Menteri Mario Monti untuk menghindarkan negara tersebut dari keterpurukan krisis hutang.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,39 persen terhadap dolar AS ke 1.2560, euro juga naik 0,20 persen terhadap yen ke 99.76 yen, dan melonjak  0,85 persen terhadap sterling ke 0.8099. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,01 ke level 1.2008. 




U.K.
Eropa kemungkinan butuh untuk mengorbankan keanggotaan Yunani dari mata uang tunggal dalam meyakinkan Jerman untuk meletakkan lebih banyak  uang dalam menyelamatkan euro, Menteri keuangan Inggris George Osborne menyarankan dalam pernyataannya yang menimbulkan kemarahan pada  pemimpin zona euro.   

Sebagaimana negara dengan perekonomian terbesar Uni Eropa dan kontributor terbesar, Jerman memegang kunci bagaimana blok dapat diselamatkan  dari  permasalahannya,  melemahnya  perekonomian  dan  apakah  Eropa  dapat  menyetujui  banking  union  untuk  mengakhiri  gejolak  utang  dalam  2‐1/2  tahun.   

Inggris dan Uni Eropa telah bentrok berulang kali berkenaan dengan bagaimana untuk mengatasi krisis, dengan Inggris menolak secara terang‐terangan  mengambil bagian dalam euro zone banking union.   

"I ultimately don't know whether Greece needs to leave the euro in order for the euro zone to do the things necessary to make their currency survive,"  Osborne mengatakan dalam publikasi Rabu lalu pada The Times newspaper.   

"I just don't know whether the German government requires a Greek exit to explain to their public why they need to do certain things like a banking union,  euro bonds and things in common with that."   




JAPAN
Menteri  Keuangan  Jun  Azumi  menyatakan  terus  mengamati  pergerakan  kurs  yen  dan  akan  memberikan  respon  sewajarnya  untuk  menghindari  berlanjutnya  penguatan  yen  dengan  pergerakan  yang  spekulatif.  Azumi  juga  percaya  bahwa  Dana  Moneter  International  (IMF)  memiliki  kesepahaman  dengan pemerintah Jepang mengenai apresiasi yen belakangan ini dan penyikapannya.  

Sementara itu Gubernuyr BOJ – Masaaki Shirakawa menyatakan pihaknya akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak dari krisis hutang Uni  Eropa  dan  penguatan  yen  terhadap  ekonomi  Jepang  pada  sidang  BOJ  pekan  ini.  Penguatan  yen  menurunkan  sentimen  pelaku  bisnis  Jepang  dan  menurunkan pendapatan eksportir yang merupakan motor penggerak utama ekonomi Jepang. BOJ sendiri diperkirakan belum akan melakukan perubahan  kebijakan moneternya dalam sidang Juni.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,21 persen terhadap yen di 79.41, sementara itu euro naik 0,20 persen terhadap yen ke 99.76  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 0,44 persen terhadap yen di 78.90 dan sterling juga turun 0,62 persen terhadap yen ke 123.14. 




AUSTRALIA
Sebuah  barometer  kepercayaan  konsumen  Australia  hanya  meningkat  tipis  di  bulan  Juni  setelah  langkah  pemangkasan  suku  bunga  oleh  RBA  dan  meningkatnya  pertumbuhan  ekonomi  telah  gagal  untuk  menghilangkan  kekhawatiran  mengenai  prospek  ekonomi  di  masa  mendatang  seiring  masih  suramnya kondisi ekonomi global, demikian survey menunjukkan. 

Survey terhadap 1200 orang oleh Westpac Bank <WBC.AX> and the Melbourne Institute menunjukkan indeks sentimen konsumen naik 0.3% di bulan Juni ke  95.6, hanya mencatat kenaikan tipis dibandingkan bulan Mei pada saat mencatat kenaikan 0.8%. 

Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  pekan  lalu  memangkas  suku  bunga  sebesar  25  basis  poin  menjadi  3.5%,  pemangkasan  kedua  kalinya,  sebagian  untuk  meredam sentimen dari kekhawatiran tentang krisis utang Eropa dan pertumbuhan global. 

Sejumlah  data  dalam  negeri  juga  dirilis  optimis  dengan  angka  resmi  menunjukkan  ekonomi  secara  mengejutkan  tumbuh  1,3%  pada  kuartal  pertama  sementara jumlah pekerjaan yang tersedia melampaui semua ekspektasi di bulan Mei. Sementara itu, barometer untuk pandangan konsumen terhadap  prospek kondisi ekonomi dalam 12 bulan kedepan turun 0.2%, sementara untuk prospek 5 tahun kedepan turun 3.8%. 

Ditengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global dan prospek pemilu Yunani, Aussie pada perdagangan Rabu kemarin berhasil naik sedikit di  atas  paritasnya  terhadap  dolar  meskipun  kemudian  kembali  melemah  dan  bergerak  relatif  flat  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Selasa.  Aussie  mencatat intraday high di $1.0001 dan kemudian bergerak di sekitar $0.9935.




SWISS
Sebuah  data  ekonomi  Swiss  menunjukkan  harga  impor  dan  produsen  turun  di  bulan  Mei,  tertekan  oleh  kuatnya  nilai  tukar  franc  dan  menegaskan  perhatian bank sentral terhadap resiko deflasi, sehari sebelum sidang reguler SNB. 

Indeks kombinasi PPI tersebut tercatat turun 2.3% y/y di bulan Mei, sedikit di atas proyeksi pasar 2.2%. Sedangkan dalam basis bulanan, indeks turun  0.2%, demikian dilaporkan Federal Statistics Office. 

Sementara untuk harga produsen tercatat turun 1.2% y/y dan harga impor turun 4.5% 

Untuk  mencegah  resiko  deflasi  maka  SNB  mematok  nilai tukar  Swiss  franc  pada  level  maksimum  1.20  franc  per  euro  pada  6  September  2011  setelah  buruknya kondisi ekonomi Eropa telah mendorong naiknya Swiss franc sekitar 20% dalam beberapa bulan. 

SNB diprediksi akan menekankan komitmennya untuk strategi pembatasan penguatan nilai tukarnya tersebut pada sidang SNB hari Kamis ini. SNB juga  diprediksi akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan proyeksi inflasi yang secara umum stabil. 

Swiss franc bergerak relatif stabil baik terhadap dolar maupun euro pada hari Rabu menyusul investor cenderung menahan diri menjelang dilakukannya  penjualan obligasi Italia pada hari Kamis ini dan pemilu Yunani di akhir pekan yang dapat menentukan nasib mata uang tunggal. 

Euro tertekan di sesi sebelumnya akibat keprihatinan pada masalah yang tengah dihadapi perbankan Spanyol yang telah mendorong yield obligasi Spanyol  ke level tertinggi era euro. Jika penjualan obligasi tidak berjalan lancar, maka akan meningkatkan ketidakamanan pada euro lebih lanjut. 

Swiss franc naik 0.3% terhadap dolar  di sekitar 0.9560 franc dan bergerak stabil terhadap euro di sekitar 1.2008 franc.

Wednesday, June 13, 2012

Headline News 13.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  naik  Selasa  lalu  karena  saham‐saham  yang  anjlok  menarik  perhatian  para  trader  dan  euro  menguat  setelah  rangkaian  pelemahan  tiga  harinya,  tetapi  kenaikan  euro  dibatasi  tingginya  yield  dari  obligasi  Spanyol  dari  berlanjutnya kekhawatiran mengenai efektivitas bailout perbankan Spanyol dan bayangan pemilu Yunani.   

Pada penutupannya di bursa New York, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 162.57 poin, atau 1.31 persen, ke  level  12,573.80.  Indeks  S&P  500  <.SPX>  bertambah  15.25  poin,  atau  1.17  persen,  ke  level  1,324.18.  Indeks  Nasdaq  Composite <.IXIC> meningkat 33.34 poin, atau 1.19 persen, ke level 2,843.07.    

Indeks  MSCI's  world  equity  <.MIWD00000PUS>  menguat  0.7  persen  dan  indeks  saham‐saham  blue‐chip  Euro  STOXX  50  <.STOXX50E> ditutup meningkat 0.27 persen. 

Perhatian pada pemilu Yunani hari Minggu ini akan membawa partai berkuasa menentang pada rencana bailout‐nya sendiri  dan  kekuatan  yang  memaksa  keluar  dari  zona  euro  telah  dihidupkan  kembali  oleh  laporan  pejabat  Uni  Eropa  yang  mempertimbangkan cara‐cara untuk menangani dampak dari kejadian tersebut.   

Harga Treasuries AS melorot karena investor bersiap untuk penjualan baru dari obligasi bertenor jangka panjang pada Rabu  dan  Kamis  ini,  dengan  akselerasi  penurunan  setelah  lelang  obligasi  bertenor  tiga  tahun  menggambarkan  secara  relatif  pelemahan permintaan. 

Euro berada diatas level $1.25 <EUR=> untuk naik lebih dari 0.3 persen dalam hariannya versus the greenback. Penguatan  secara relatif pada mata uang tunggal terlihat karena Pemilu Yunani didepannya.    

Emas naik dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu karena aksi beli logam mulia dan akumulasi dari perkiraan bullish yang  berhubungan dengan ketidakpastian berkenaan dengan krisis utang zona euro yang membantu logam mulai recover dari  penurunan awalnya. Spot emas <XAU=> menguat 0.6 persen ke level $1,605.10 per ons pada pukul 2:32 p.m. EDT (1832  GMT), kenaikan terbesar hariannya sejak 1 Juni.  

Harga Brent crude melorot dan U.S. crude sedikit menguat Selasa lalu karena meluasnya perdagangan yang bereaksi pada  data  yang  menunjukkan  penurunan  pada  cadangan  AS  karena  bertahannya  krisis  utang  zona  euro  akan  menekan  permintaan oil. Brent crude <LCOc1> turun 86 sen untuk di settle ke level $97.15 per barrel, rangkaian pelemahan dalam  penutupannya empat hari dan settlement terendahnya sejak Januari 2011. U.S. crude <CLc1> naik 62 sen untuk di settle ke  level $83.32 per barrel, setelah anjlok ke level $81.07, harga intraday terendahnya sejak 6 Okt., tetapi hanya 4 sen dibawah  level terendah Senin sebelumnya.  


GOLD & COMMODITIES
Emas naik sekitar 1% pada hari Selasa, menyusul maraknya aksi beli dan akumulasi dari pandangan bullish terkait masalah  krisis  utang  Eropa.  Emas  yang  telah  menyimpang  jauh  dari  korelasi  positif  dengan  aset  berisiko  di  sesi  sebelumnya,  mencatat  penguatan  seiring  naiknya  ekuitas  AS  dan  euro  setelah  mereka  terkoreksi  di  hari  Senin  ketika  investor  memandang besaran bailout untuk perbankan Spanyol terlalu kecil. 

Emas  spot  tercatat  naik  1.1%  ke  $1,613.09  per  ounce,  mencatat  kenaikan  1  hari  terbesarnya  sejak  1  Juni  dan  sekaligus  kenaikan  dalam  3  hari  berturut‐turut.  Sedangkan  untuk  emas  berjangka  pengiriman  Agustus  naik  $17.80  per  ounce  di  $1,614.60. 

Kenaikan emas di hari Selasa telah mengangkatnya di atas areal SMA‐50 (pergerakan rata‐rata selama 50 hari) yang saat ini  berada di sekitar 1613 per ounce. Emas sebelumnya telah berada di bawah areal resistance SMA‐50 dalam 3 bulan terakhir. 




OIL & COMMODITIES
Minyak berjangka Brent jatuh di hari Selasa dipicu kekhawatiran meluasnya krisis utang Eropa akan menurunkan minat pada permintaan  minyak, sementara harga minyak mentah AS berhasil naik. 

Pergerakan minyak terlihat fluktuatif dimana minyak tertekan oleh ekspektasi bahwa Arab Saudi berniat untuk mempertahankan kuota  produksinya  meskipun  harga  minyak  belakangan  ini  menurun  dan  OPEC  meminta  untuk  menurunkan  produksi  minyaknya  menjelang  dilakukan pertemuan di Wina, Austria pada hari Kamis. 

Harga minyak mentah AS rebound setelah terjatuh ke level terendah 2012 yang baru, kemudia bergerak di aatas level support $81 per  barel untuk ketiga kalinya sejak 4 Juni. Kuatnya indeks saham berjangka dan bursa Wall Street yang dibuka menguat telah membantu  mengangkat harga minyak. Sedangkan minyak Brent juga berhasil bertahan di atas level low 2012 di $95.63 yang dicapai pada 4 Juni. 

Brent crude <LCOc1> merosot 86 sen atau 0.88%  ke $97.14 per barel, level penutupan terendahnya sejak 25 Januari 2011 ketika harga  ditutup di level $95.25.  Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 62 sen atau 0.75% ke  $83.32 per barel, setelah terkoreksi ke intraday low  $81.07, level terendahnya sejak 6 Oktober. 

Sementara itu, U.S. Energy Information Administration (EIA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2012 sebesar  150.000 menjadi 810.000 barel per hari (bpd), namun menaikkan proyeksi untuk produksi minyak dari negara‐negara di luar Organization  of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).  EIA menaikkan proyeksi pertumbuhan produksi minyak non‐OPEC di tahun 2012 sebesar 120.000 bpd menjadi 800.000 bpd, mencatat  total produksi minyak non‐OPEC menjadi 52.72 juta bpd. 

Stok  minyak  mentah AS  diprediksi  turun  di  pekan  lalu  untuk  kedua kalinya  secara  berturut‐turut  akibat  turunnya  impor.  Stok  minyak  diprediksi turun 1.4 juta barel untuk pekan per 8 Juni, demikian survey Reuters menunjukkan.  Di  pekan  sebelumnya,  stok  minyak turun  111.000  barel  menjadi  384.63  juta  barel,  demikisn  data  yang  dirilis  U.S.  Energy Information  Administration menunjukkan. Itu adalah penurunan pertama kalinya dalam 11 pekan terakhir. 




EURO ZONE
Euro ditutup menguat pada sesi Selasa mengikuti penguatan bursa saham dan komoditas. Namun tekanan pada euro diperkirakan masih akan bertahan,  terutama setelah imbal hasil obligasi Spanyol meningkat ke level tertingginya sejak 1999. Para investor semakin khawatir akan meningkatnya kesulitan  Spanyol untuk mengakses pasar kredit dengan biaya hutang yang tinggi.  

Menteri  Keuangan  Austria  –  Maria  Fekter  mengeluarkan  pernyataan  kontroversial,  setelah  menegaskan  bahwa  Italia  juga  diperkirakan  akan  membutuhkan  bailout  seiring  tingginya  borrowing  cost  negara  tersebut  dan  meningkatnya  deficit.  Perdana  Menteri  Italia  Mario  Monti,  menangkis  pernyataan Fekter tersebut dan menyatakan bahwa komentar Fekter sangat tidak pantas dan tidak membantu penanganan krisis.  

Pasar  saat  ini  diperkirakan  masih  akan  mengamati  perbagai  kemungkinan  dari  hasil  pemilu  Yunani  17  Juni  mendatang.  Ppartai  radikal  kiri  –  SYRIZA  diperkirakan akan bisa memenangkan pemilu, dan meningkatkan dugaan akan kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa karena sikap partai tersebut  yang menolak pemangkasan anggaran dan bailout senilai 130 miliar euro.  

Ofisial Uni Eropa  melakukan pembahasan mengenai  upaya untuk membatasi  dampak dari kemungkinan keluarnya  Yunani dari Uni Eropa.  Diantaranya  adalah  dengan  membatasi  penarikan  dana  tunai  dari  mesin  ATM,  melakukan  pengecekan  pada  perbatasan  negara,  membentuk  lembaga  pengontrol  modal dan yang paling ekstrim adalah menangguhkan pemberlakuan kesepakatan Schengen yang berarti membatasi visa perjalanan di 26‐negara eropa,  termasuk negara yang masuk dalam Uni Eropa.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,31 persen terhadap dolar AS ke 1.2511, euro juga naik 0,54 persen terhadap yen ke 99.56 yen, dan  turun 0,32 persen terhadap sterling ke 0.8031. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penguatan tipis 0,02 ke level 1.2009.



U.K.
Manufacturing  output  Inggris  mencatatkan  penurunan  yang  mengejutkan  pada  bulan  April,  data  resmi  menunjukkannya  Selasa  lalu,  meningkatkan resiko makin panjangnya resesi dan menumpuk tekanan pada pengambil kebijakan untuk mengambil tindakan dalam mendorong  pertumbuhan (ekonomi).  

Bank  of  England  menjauh  dari  menginjeksi  cash  pada  perekonomian  minggu  lalu,  tetapi  pada  hari  Senin  pejabat  bank  sentral  Adam  Posen  menyebutkan kedepannya pada pembelian aset‐aset, memfokuskan pada pinjaman perusahaan.    

The Office for National Statistics mengatkan bahwa manufacturing output anjlok 0.7 persen pada bulan April setelah kenaikan 0.9 persen pada  bulan Maret, perkiraan yang mengecewakan untuk unchanged.  

House prices Inggris melorot kefase terlemahnya pada bulan Mei, meskipun outlook memburuk karena intesifnya krisis zona euro dan penjualan  tertekan sementara yang terjadi dari expiry‐nya tax holiday, sebuah survei menunjukkannya Selasa lalu. 

The  Royal  Institution  of  Chartered  Surveyors'  (RICS)  seasonally  adjusted  house  price  naik  menjadi  ‐16  dari  ‐19  pada  bulan  April,  memangkas  perkiraan para ekonom pada tingkat ‐18. 

Pemberi  kerja  Inggris  mengekspektasi  untuk  mengambil  lebih  sedikit  pekerja  pada  bulan  kedepannya,  laporan  dari  perusahaan  perekrutan  Manpower Group menunjukannya Selasa lalu, bersamaan dengan survei lainnya yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan pada penempatan  pekerja tetap melambat pada bulan Mei.   

Sementara  itu  polling  yang  menyoroti  resiko  bahwa  penurunan  baru‐baru  ini  pada  tingkat  pengangguran  tidak  akan  bertahan,  mereka  juga  menunjukkan  beberapa  ketahanan  yang  tidak  terduga  pada  waktu  ketika  perekonomian  kembali  pada  resesi  dan  krisis  utang  zona  euro  menimbulkan bahaya yang baru.
JAPAN
Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  menyatakan  bahwa  kurs  yen  saat  ini  overvalued  dan  bank  sentral  ‐  BOJ  seharusnya  mempertimbangkan  untuk  menempuh  pelonggaran  moneter  lanjutan.  Termasuk  diantaranya  adalah  dengan  target  untuk  memasukkan  obligasi  yang  bertenor  lebih  lama  dan  sekuritas  swasta.  Berbicara  melalui  Deputy  Managing  Director  ‐  David  Lipton,  IMF  menegaskan  bahwa  apresiasi  yen  dalam  beberapa  tahun  terakhir  dipengaruhi oleh beralihnya investasi pada instrumen safe haven, dan para analis IMF memiliki pandangan bahwa kurs yen overvalued dalam perspektif  jangka menengah. 

Kekhawatiran  investor  akan  krisis  hutang  Eropa  telah  melambungkan  kurs  yen  yang  naik  5  persen  terhadap  dolar  AS  sejak  pertengahan  Maret  silam.  Dengan prospek semakin memburuknya kondisi di Eropa, maka minat investor terhadap yen sebagai aset safe haven diperkirakan masih akan meningkat.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,24 persen terhadap yen di 79.58, sementara itu euro juga naik 0,54 persen terhadap yen ke 99.56  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar tercatat  melonjak  1,23  persen  terhadap yen  di  79.25  dan  sterling  juga  naik  0,85  persen  terhadap  yen ke  123.91.  




AUSTRALIA
Australia  akan  mendorong  pertumbuhan  dan  penciptaan  lapangan  kerja  bersamaan  dengan  langkah‐langkah  penghematan  pada  pertemuan  ekonomi  terbesar di dunia pekan depan, G20, di Meksiko, demikian dikatakan Perdana Menteri Australia Julia Gillard. 

Para pemimpin dari negara G‐20 akan bertemu di Meksiko pada tanggal 18 Juni dengan ekonomi global berada dalam kondisi yang paling rapuh karena  buruknya  krisis  keuangan  tahun  2008.  Pertemuan  tersebut  dimulai  satu  hari  setelah  pemilihan  penting  di  Yunani,  menyusul  anggota  parlemen  Yunani  berupaya membentuk pemerintah baru untuk tetap dalam keanggotaan mata uang Eropa atau malah melakukan langkah‐langkah yang bisa menyebabkan  negara tersebut keluar dari keanggotaan zona euro. 

Ketidakpastian politik di Yunani, serta krisis perbankan di Spanyol, terancam meluas ke perlambatan global yang mempengaruhi tidak hanya Eropa tetapi  juga AS dan Cina, sebagai mitra perdagangan terbesar Australia. 

Gubernur  Bank  Sentral  Australia  Glenn  Stevens  akan  berbicara  pada  KTT  Brisbane  pada  hari  Rabu  ini  pukul  9.10  waktu  setempat.  Bank  sentral  telah  memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin menjadi 3,5% sejak November dalam upaya untuk meningkatkan aktivitas dan kepercayaan bisnis, menyusul  lemahnya sektor ekonomi di luar sektor pertambangan dalam beberapa waktu terakhir. 

Aussie terlihat mengalami rebound meskipun masih terbatas seiring masih tertekannya minat terhadap aset‐aset beresiko. Naiknya yield obligasi Spanyol  dan Italia, keprihatinan terhadap prospek bailout perbankan Spanyol, dan pemilu Yunani yang akan segera digelar, kesemuanya telah memicu tertekannya  sentimen pada aset beresiko. 

Setelah koreksi tertahan di sekitar $0.9850‐an, Aussie berhasil rebound dan bertengger di atas areal $0.9900. Namun jika kondisi ekonomi Eropa kembali  terguncang, maka Aussie berpotensi kembali melemah.  




SWISS
Pemerintah  Swiss  menaikkan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2012  menyusul  besarnya  permintaan  domestik  telah  membantu  mengatasi tertekannya ekspor akibat kuatnya nilai tukar Swiss franc, meskipun memburuknya krisis zona euro memiliki potensi untuk  menghambat momentum. 

Switzerland's State Secretariat for Economics (SECO) saat ini memprediksi ekonomi akan tumbuh 1.4% di tahun 2012, naik dari proyeksi  Maret di 0.8%. SECO juga memprediksi inflasi berada di level ‐0.4% tahun ini, sebuah proyeksi yang tidak berubah dari sebelumnya. 

Swiss  National  Bank  (SNB),  yang  akan  menggelar  sidang  regulernya  hari  Kamis  besok,  juga  diprediksi  akan  menaikkan  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  dari  “hampir  1%”  menyusul  suksesnya  langkah  pembatasan  pada  penguatan  nilai  tukar  mata  uangnya  yang  diberlakukan sejak September lalu guna melindungi ekonomi dalam negeri dari kemungkinan deflasi dan resesi. 

Menurut jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah ekonom, SNB kemungkinan akan merevisi pandangan pertumbuhan ekonomi untuk  2012 menjadi 1,3%. SNB juga diprediksi akan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan patokan maksimum franc pada  1.20 per euro yang dimaksudkan untuk menangkal resesi.