title cover

title cover

Wednesday, June 20, 2012

Headline News 20.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  naik  dan  euro  menguat  Selasa  lalu  ditengah  optimisme  bank  sentral  utama  dunia  yang  akan  memberikan  lebih  banyak stimulus ekonomi karena memburuknya krisis utang zona euro.   

The Fed Selasa lalu memulai meeting dua harinya, dengan investor memfokuskan pada apakah akan memperkenalkan lagi stimulus untuk  mendorong lemahnya recovery (ekonomi).   

Para analis mengekspektasi the Fed untuk memperluas pembelian obligasi jangka panjang melalui "Operation Twist" hingga beberapa  bulan yang direncanakan hingga akhir Juni. Ekspektasi dari stimulus berikutnya dari the Fed menekan dollar AS.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 95.66 poin, atau 0.75 persen, ke level 12,837.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX>  melejit 13.22 poin, atau 0.98 persen, ke level 1,358.00. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 34.43 poin, atau 1.19 persen, ke  level 2,929.76.    

Indeks  MSCI's  all‐country  world  equity  <.MIWD00000PUS>  melonjak  1.3  persen.  Indeks  pan‐European  FTSEurofirst  300  <.FTEU3>  menguat 1.6 persen sementara itu Spain's IBEX <.IBEX> naik 2.7 persen.  

Euro <EUR=> meningkat 0.9 persen ke level $1.2683 setelah mencapai level tertinggi hariannya $1.2730 pada data Reuters, sebagian  dibantu oleh permintaan dari Timur Tengah.  

Harga  Treasury  AS  turun  Selasa  lalu  karena  naiknya  pasar  saham  yang  meredam  aksi  beli  pada  safe‐haven  obligasi  sehari  sebelum  pernyataan the Fed yang kemungkinan memperkenalkan langkah terkini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.   

Harga emas melorot Selasa lalu untuk pertama kalinya dalam delapan hari karena aksi beli tertahan dari kedepannya policy meeting the  Fed yang akan menandai stimulus moneter terkini, suatu pergerakan yang kemungkinan akan memperkuat rally‐nya baru‐baru ini. Spot emas <XAU=> turun 0.5 persen ke level $1,620.31 per ons pada pukul 3:04 p.m. EDT (1904 GMT). Sebelum hari Selasa, logam mulia telah naik sekitar 3 persen selama rangkaian kenaikan tujuh harinya.  

Brent crude sedikit melorot Selasa lalu dari  gambaran negosiasi meredanya perselisihan program nuklir Iran yang membawa rencana  untuk pembicaraan teknis pada bulan Juli, sementara itu harapan untuk stimulus moneter dari the Fed membuat tekanan pada crude AS.  Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Agustus <LCOQ2> ditutup merosot 29 sen, atau 0.30 persen, ke level $95.76 per barrel,  level terendah settlement untuk front‐month Brent sejak 25 Jan., 2011. U.S. crude futures rebound pada optimisme mengenai stimulus  the Fed berikutnya. NYMEX crude untuk pengiriman Juli <CLN2> di settled ke level $84.03 per barrel, naik 76 sen.  





GOLD & COMMODITIES
Emas bergerak bergerak melemah untuk pertama kalinya dalam 7 sesi terakhir pada hari Selasa menyusil investor menunggu hasil sidang  The Fed yang diprediksi akan memberikan sinyal stimulus moneter yang baru, sebuah langkah yang berpotensi mendorong rally emas  lebih lanjut. 

Logam mulia telah mengalami rally selama 7 hari setelah investor mencari tempat yang aman untuk berlindung dari memburuknya krisis  utang zona euro.  

Spanyol pada Selasa kemarin telah menjual obligasi tenor 12 dan 18 bulan dengan imbal hasil (yield) diatas 5%, dibandingkan dengan  level yield yang sedikit di bawah 3% pada lelang sebelumnya di bulan Mei. Spanyol akan menjual obligasi antara 1 milyar dan 2 milyar  euro pada hari Kamis. 

The  Fed  akan  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneternya  pada  hari  Rabu  malam  nanti  dan  sejumlah  pelaku  pasar  berspekulasi  bank  sentral  akan  menggulirkan  kebijakan  moneter  longgar  putaran  ketiga  atau  dikenal  dengan  istilah  quantitative  easing  jilid  3,  menyusul krisis finansial di Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh  buruk pada nilai tukar dolar dan akan mendorong menguatnya emas lebih lanjut. 

Emas spot melemah 0.6% di sekitar $1,617.60 per ounce dibandingkan dengan penutupan New York hari Senin. Sedangkan untuk emas  berjangka untuk pengiriman Agustus turun $3.80 per ounce di sekitar $1,623.20. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah berjangka AS rebound pada hari Selasa setelah investor berspekulasi bahwa The Fed, yang mengadakan sidang 2  harinya sejak Selasa‐Rabu, kemungkinan akan menyetujui untuk memberikan stimulus lanjutan untuk memacu pertumbuhan ekonomi  dan data stok minyak akan menunjukkan kondisi yang stabil. 

Harapan bahwa Yunani akan segera membentuk pemerintahan koalisi dan akan segera dilakukan negosiasi ulang untuk pemberian paket  bailout akan memberikan sentimen positif di pasar. 

Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Juli tercatat di level $84.03 per barel, naik 76 sen atau 0.91%. Sedangkan harga minyak  jenis Brent turun dipicu oleh berlimpahnya suplai minyak Eropa dan masih adanya konflik seputar dana penyelamatan Eropa. 

Sementara  dengan  beredarnya  berita  bahwa  Iran  berharap  untuk  diadakan  putaran  baru  pembicaraan  dengan  kekuatan  dunia  atas  program nuklirnya setelah negosiasi terbaru menemui jalan buntu, juga membantu menarik harga lebih rendah. 

ICE Brent crude untuk pengiriman Agustus ditutup turun 29 sen atau 0.30% di level $95.76 per barel, level penutupan terendahnya sejak  25 Januari 2011.




EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar dan yen pada sesi Selasa ditunjang berita positif bahwa para partai pemenang pemilu tengah mendiskusikan kemungkinan  koalisi. MInat terhadap euro juga ditunjang penguatan bursa saham Amerika yang turut mendukung meningkatnya kinerja aset beresiko.  

Para negosiator dari 3‐partai politik di Yunani masih melakukan pembicaraan untuk pembentukan koalisi pemerintahan baru Yunani guna menghindarkan  negara tersebut dari kebangkrutan. Partai konservatif Demokrasi Baru yang memenangkan pemilu pada Minggu lalu tengah mendiskusikan kemungkinan  pembentukan pemerintah dengan partai PASOK dan partai Demokratik Kiri.  

Sementara itu media Inggris melaporkan bahwa Kanslir Jerman Angela Merkel memberikan sinyal akan menyetujui penggunaan dual system bailout yang  biasa disebut dengan EFSF dan ESM, dalam pembelian obligasi pemerintah Italia dan Spanyol.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,86 persen terhadap dolar AS ke 1.2686,  euro juga naik 0,61 persen terhadap yen ke 100.12 yen, dan  menguat 0,51 persen terhadap sterling ke 0.8067. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level 1.2009.
U.K.
Inflasi Inggris melemah tidak seperti ekspektasi pada bulan Mei ke level terendahnya dalam dua setengah tahun berkenaan dengan melambatnya  kenaikan  harga  untuk  makanan  dan  bahan  bakar,  memperkuat  peluang  dari  membesarnya  stimulus  Bank  of  England  karena  perekonomian  semakin merasakan panasnya krisis utang zona euro.  

Inggris memasuki resesi keduanya sejak 2007‐2009 krisis keuangan disekitar pergantian tahun, dan tanda‐tanda bahwa krisis utang zona euro  makin  mendalam  yang  mendorong  pengambil  kebijakan  minggu  lalu  untuk  mengumumkan  rencana  membanjiri  sistem  keuangan  dengan  milyaran pound untuk membuat bergeraknya recovery.  

Ditambahkannya    Gubernur    BoE  Mervyn  King  mengisyaratkan  bahwa  quantitative  easing  kemungkinan  terjadi,  dan  peluang  bahwa  program  tersebut akan dimulai bulan depan yang telah didorong oleh gambaran laporan resmi inflasi Selasa lalu.  

Target  defisit  Irlandia  2012  berada  dibawah  target  bailout  IMF/Uni  Eropa  yang  "easily  achievable,"  Menteri  Keuangan  Michael  Noonan  mengatakannya Selasa lalu.   

Irlandia mencapai defisit target 2011 hingga satu poin persentase dan berada pada target defisit 2012 di level 8.6 persen pada GDP, Noonan  mengatakannya dalam konferensi di Dublin. 




JAPAN
Ekonomi Jepang diperkirakan akan mengungguli negara industry maju lainnya pada tahun 2012 ini. Pembangunan pasca gempa dan tsunami tahun lalu  dan membaiknya consumer spending akan menopang ekonomi Jepang lebih lanjut, demikian berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir reuters  terhadap  para  analis.  Berdasarkan  polling  tersebut  ekonomi  Jepang  diperkirakan  akan  bertumbuh  sebesar  2,3  persen,  mengungguli  ekspektasi  sebelumnya sebesar 2,0 persen.  

Jajak  pendapat  tersebut  memperlihatkan  ekonomi  Jepang  diprediksi  akan  tumbuh  0,4  persen  pada  triwulan  2‐2012,  namun  masih  terdapat  ancaman  resesi dengan kemungkinan 30 persen, jika perlambatan ekonomi Cina berlanjut dan krisis hutang Uni Eropa terus menyebar. Dari jajak pendapat tersebut  para analis memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga hingga setidaknya periode Januri‐Maret 2014.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,21 persen terhadap yen di 78.93, sementara itu euro naik 0,61 persen terhadap yen ke 100.12  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,41  persen terhadap yen di 80.40 dan  sterling juga  naik  0,12 persen terhadap yen ke  124.15. 




AUSTRALIA
Bank sentral Australia mengatakan Selasa kemarin bahwa keputusan untuk menurunkan suku bunga pada awal Juni adalah "sangat seimbang,"  dimana hal ini diperlukan karena latar belakang ekonomi global telah memburuk secara signifikan dalam beberapa pekan sebelumnya. 

Reserve Bank of Australia (RBA) mengatakan bahwa sementara berita ekonomi domestik cukup beragam, terdapat "bukti jelas yang menunjukkan  perlambatan pada kondisi ekonomi global, dan meningkatnya ketidakpastian tentang masa depan Eropa. 

Berita  acara  (minutes)  pertemuan  dewan  bank  sentral  pada  tanggal  5  Juni  tidak  banyak  memberikan  komentar  berarti,  tetapi  RBA  memang  mengatakan bahwa mereka memprediksi pengaruh dari penurunan suku bunga akan mengalir kedalam ekonomi domestik pada bulan mendatang.  Komentarnya tersebut mengisyaratkan RBA akan menahan diri dari aksi pemangkasan suku buga lebih lanjut, setelah memangkas sebesar 75 basis  poin dari bulan Mei dan Juni. 

Hasil minutes tersebut telah mendorong menguatnya Aussie terhadap dolar dan hal ini berlanjut hingga sesi New York didukung oleh kekhawatiran  akan dilanjutkannya program quantitative easing jilid 3 oleh The Fed. 

The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari Rabu malam nanti dan sejumlah pelaku pasar berspekulasi bank sentral  akan menggulirkan kebijakan moneter longgar putaran ketiga atau dikenal dengan istilah quantitative easing jilid 3, menyusul krisis finansial di  Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh buruk pada nilai tukar dolar dan akan  mendorong naiknya nilai tukar mata uang lainnya seperti Aussie. 

Aussie  terapresiasi  hingga  mencatat  intraday  high  di  $1.0201  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  1.0185  atau  menguat  0.6%  dari  posisi  penutupan New York hari Senin di sekitar $1.0120.




SWISS
Swiss franc menguat terhadap dolar pada hari Selasa mendekati level tertinggi 1 bulan, menyusul investor khawatir dengan resiko setelah yield  obligasi Spanyol naik tajam. 

Euro sempat rally pada hari Senin terhadap dolar, setelah pemungutan suara di Yunani menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan  bailout  internasional.  Tapi  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  mulai  meningkat,  merongrong  kemampuan  Madrid  untuk  mendanai  pemerintahannya  sendiri,  kurang  dari  dua  minggu  setelah  meminta  bantuan  asing  untuk  meringankan  kesulitan  yang  dihadapi  sektor  perbankannya.  Kondisi  tersebut telah memicu koreksi euro hingga akhirnya ditutup melemah. 

Namun  pada  perdagangan  Selasa,  euro  berhasil  rebound  meskipun  belum  berhasil  menembus  level  tertinggi  hari  sebelumnya.  Hal  ini  juga  mendorong Swiss  franc  untuk  menguat  terhadap  dolar  setelah  bergerak  searah  dengan  euro  sejak SNB mematok  nilai  penguatan  maksimum  Swiss franc pada 1.20 franc per euro untuk melindungi ekonomi dari resiko deflasi dan resesi. 

Sementara itu, data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Swiss yang menakjubkan di kuartal pertama tahun ini, namun SNB mengingatkan pada  review kebijakan Kamis lalu bahwa momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

Indeks sentimen investor ZEW untuk bulan Juni akan dirilis pada pukul 16.00 wib hari Rabu ini, sementara data perdagangan untuk periode Mei  akan dirilis pukul 13.00 hari Kamis besok. 

Swiss  franc  menguat  0.9%  terhadap  dolar  ke  sekitar  0.9464  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Senin  di  sekitar  0.9547  franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc masih bergerak relatif stabil di sekitar 1.2006 franc. 

Sementara  itu  The  Fed  akan  mengumumkan  keputusan  kebijakan  moneternya  pada  hari  Rabu  malam  nanti  dan  sejumlah  pelaku  pasar  berspekulasi bank sentral akan menggulirkan kebijakan moneter longgar putaran ketiga atau dikenal dengan istilah quantitative easing jilid 3,  menyusul krisis finansial di Eropa beresiko memperburuk kondisi ekonomi Amerika Serikat. Jika hal ini terjadi, maka akan berpengaruh buruk  pada nilai tukar dolar dan akan mendorong naiknya nilai tukar mata uang lainnya seperti Swiss franc. 

Tuesday, June 19, 2012

Headline News 19.06.12


US & GLOBAL
Euro merosot dan bursa saham global ditutup beragam Senin lalu setelah antusiasme awal berkenaan pada akhir pekan kemenangan  untuk  partai pro‐bailout  pemilu  Yunani  yang  memberikan  arah  tentang  kekhawatiran  mengenai  krisis  utang  yang  masih  mengganggu  pada zona euro.  

Reaksi  pasar  choppy  karena  para  pemilih  memberikan  dukungan  pada  bail‐out  perkonomian  Yunani  hari  Minggu  lalu,  menurunkan  kekhawatiran naiknya tensi zona euro dan membantu aset‐aset beresiko untuk rally, sekurang‐kurangnya pada awal hariannya.  

Obligasi  safe‐haven  pemerintah  naik  pada  volume  perdagangan  yang  tipis  karena  investor  mengabaikan  hasil  pemilu  Yunani  dan  menunggu meeting dua hari dari pengambil kebijakan the Fed yang dimulai Selasa ini dari tanda‐tanda potensial pada langkah stimulus  terbaru (QE3).  

Investor juga menunggu berita dari Meksiko, dimana para pemimpin dunia pada G20 summit bersiap untuk memberikan tekanan pada  zona euro untuk merancang strategi dalam menyelamatkan blok mata uang tunggal tersebut. 

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 25.35 poin, atau 0.20 persen, ke level 12,741.82. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX>  bertambah  1.94  poin,  atau  0.14  persen,  ke  level  1,344.78.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC>  menguat  22.53  poin,  atau  0.78  persen, ke level 2,895.33. 

Indeks  saham‐saham  blue  chip  zona  euro  pada  Euro  STOXX  50  <.STOXX50E>  ditutup  melemah  1.2  persen  ke  level  2,155.64  poin,  sementara itu indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik 0.04 persen ke level 993.67 poin.     

Euro <EUR=> merosot dari level tertingginya dalam satu bulan $1.2747 yang tercapai di Asia karena berada dalam tekanan dari laporan  aksi jual oleh Asian sovereign investors. Telah merosot 0.5 persen ke level $1.2576. 

Harga  obligasi  AS  bertenor  10‐tahun  <US10YT=RR>  naik  2/32  dengan  yield  1.58  persen,  membagi  kenaikan  pada  awalnya.  Obligasi  bertenor 30‐tahun/U.S. Treasury bond <US30YT=RR> naik 18/32 pada harga dengan yield 2.67 persen. 

Emas mengalami kenaikan tipis Senin lalu karena bertahannya ketidakpastian mengenai krisis utang zona euro diikuti pemilu Yunani dan  policy  meeting  oleh  the  Fed  yang  mendorong  logam  mulia  dari  penurunan  pada  awalnya.  Spot  emas  <XAU=>  naik  30  sen  ke  level  $1,628.09 per ons pada pukul 1811 GMT, recovery dari penurunan awalnya di level $1,606.49. Sebelum hari Senin, logam mulia telah  menguat ke level tertingginya dalam enam hari.  

Harga  oil  merosot.  Brent  August  crude  <LCOc1>  anjlok  $1.56  untuk  di  settle  ke  level  $96.05  per  barrel.  Brent's  settlement  dan  level  intraday mencapai level terendahnya sejak Januari 2011. U.S. July crude <CLc1> melorot 76 sen untuk di settle ke level $83.27 per barrel.  Kontrak U.S. July crude expires hari Rabu. 




GOLD & COMMODITIES
Emas mengalami rebound menjelang akhir sesi New York hari Senin ditengah ketidakpastian penyelesaian krisis utang zona euro setelah  pemilu Yunani berakhir dan menjelang sidang reguler The Fed. 

Minat  beli  pada  aset  aman  meningkat  setelah  sidang  G20  menekan  Eropa  untuk  mengambil  langkah‐langkah  yang  lebih  tegas  dalam  mengatasi  krisis  utang  kawasan  pasca  kemenangan  partai  pro‐bailout  dalam  pemilu  Yunani  akhir  pekan  kemarin  yang  mengurangi  kekhawatiran akan terpecahnya zona euro meskipun masih gagal memberikan ketenangan di pasar finansial. 

Investor  masih  cenderung  menahan  diri  menjelang  sidang  reguler  The  Fed.  Jika  ada  indikasi  bahwa  quantitative  easing  jilid  3  akan  digulirkan, maka dolar potensial kembali terkoreksi dan akan berimbas pada menguatnya harga emas. 

Harga emas spot naik 30 sen di $1,628.09 per ounce, rebound dari level intraday low di $1,606.49. Sedangkan untuk emas berjangka AS  pengiriman Agustus turun $1.10 di $1,627. 

Sementara itu permintaan fisik emas dari India masih lemah dan kondisi ini nampaknya akan berlanjut dalam beberapa bulan kedepan  akibat absennya berbagai peristiwa perayaan di negara tersebut baik acara pernikahan maupun festival selama musim hujan. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak turun pada hari Senin ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif, tertekan oleh krisis utang yang meluas di zona  euro dan meredupnya ekspektasi mengenai langkah bersama bank sentral, setelah awalnya mengalami dukungan positif dari hasil pemilu  Yunani yang dimenangkan oleh partai yang pro‐bailout

Naiknya  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  ke  level  tertinggi  selama  era  euro  membrikan  indikasi  bahwa  meskipun  masalah  Yunani  mulai  menemukan titik terang, namun permasalahan krisis di zona euro belumlah terselesaikan. 

Berlimpahnya  suplai  minyak  global  setelah  Arab  saudi  meningkatkan  jumlah  produksi  minyaknya  juga  turut  memberikan  sentimen  negatif kedalam pasar. 

Namun negosiasi alot antara Iran dan kekuatan dunia, pada saat mereka bertemu di Moskow untuk mengatasi program nuklir Teheran,  tetap mendukung untuk naiknya harga minyak, dan membatasi kerugian pada hari Senin. 

Brent August crude <LCOc1> turun $1.48 ke $96.13 per barel, setelah mencatat level tertinggi 1 pekan di $99.50 sebelum melemah ke  $95.38, level terendahnya sejak 26 Januari 2011.  

Sedangkan U.S. July crude <CLc1> turun 63 sen di $83.40, setelah terkoreksi ke level intraday low di $82.04 pasca mencatat intraday high  di $85.60. Kontrak Juli akan berakhir pada hari Rabu. 

Enam  kekuatan  dunia  dan  Iran  membuat  sedikit  kemajuan  pada  pertemuan  yang  pertama  dari  dua  hari  pembicaraan  mengenai  bagaimana mengakhiri sengketa selama satu dekade atas program nuklir Teheran dan mencegah perang lain di kawasan kaya minyak. 

Setelah pertemuan OPEC di Wina pekan lalu, pasar akan menantikan perkembangan dari pengurangan produksi dan ekspor minyak untuk  kembali mencapai target kuotanya.   

OPEC  akan  mengurangi  produksi  minyaknya  untuk  mematuhi  batas  atas  produksi  sampai  30  juta  barel  per  hari  (bph)  dan  efeknya  nampaknya baru akan terlihat pada bulan Juli, demikian Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al‐Badri mengatakan pada konferensi pers,  Jumat. 




EURO ZONE
Euro  berakhir  melemah  setelah  sebelumnya  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  1‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS.  Hasil  survey  terakhir  terhadap  pemilu  Yunani  yang  diperkirakan  akan  menurunkan  kemungkinan  penolakan  bailout  oleh  pemerintahan  yang  baru,  belum  berhasil  menyingkirkan  kekhawatiran para investor akan masalah hutang Spanyol pasca lonjakan imbal hasil obligasinya mencapai level yang unsustainable (diatas level 7 persen).  

Antonis Samaras, pemimpin Partai Demokrasi Baru Yunani, yang diperkirakan akan keluar sebagai pemenang dalam pemilu akhir pekan lalu menegaskan  bahwa negara tersebut membutuhkan pemerintahan koalsi seluas mungkin. Pihak Partai Syriza menolak untuk bergabung dalam koaliasi, untuk itu Partai  Demokrat Baru harus menggandeng partai Pasok untuk bisa membentuk pemerintahan baru.  

Berbicara di forum KTT G‐20, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa pemerintahan baru Yunani harus mempertahankan komitmennya kepada  para kreditu internasional, diantaranya dengan penerapan penghematan dan pemangkasan anggaran.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,46 persen terhadap dolar AS ke 1.2578, namun euro justru naik tipis 0,01 persen terhadap yen ke  99.48 yen, dan melemah 0,27 persen terhadap sterling ke 0.8026. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,01 ke level  1.2007. 




U.K.
Perdana  menteri  Inggris  David  Cameron  akan  mendesak  para  bank  sentral  Senin  lalu  untuk  bertindak  melindungi  perekonomian  global  dari  kerusakan  oleh  krisis  utang  zona  euro,  dan  permintaan  bahwa  perekonomian  terbesar  pada  mata  uang  tunggal  bekerja  keras  untuk  menyelesaikan pemasalahan tersebut.  

Cameron berkenaan dengan pembicaraan para pemimpin (bisnis) di dunia pada G20 summit dari ekonomi maju dan berkembang di Meksiko,  akan  memperingatkan  bahwa  zona  euro  menghadapi  "perpetual  stagnation"  (stagnasi  yang  terus‐menerus)  kecuali  jika  memperbaiki  permasalahannya.      

"We cannot afford for central banks around the world to stand on the sidelines if we are to deliver the growth we need," kata Cameron, menurut  pidatonya.  

"It is becoming increasingly clear in the euro zone that the core, including the ECB (European Central Bank), must do more to support demand and  share the burden of adjustment," katanya, dalam petunjuk kuat untuk Jerman – blok ekonomi terbesar dan para pengambil kebijakan moneter  zona euro.




JAPAN
Bank  of  Japan  meningkatkan  penilaiannya  terhadap  ekspor  dan  produksi  industrial  Jepang,  namun  tetap  mengingatkan  akan  adanya  resiko  terhadap  ekonomi  yang  berasal  dari  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  Cina  dan  krisis  hutang  Eropa.  Ekspor  diprediksi  akan  meningkat  seiring  solidnya  permintaan dari sektor otomotif Amerika. Ekonomi Jepang bahkan diperkirakan akan mengungguli hampir keseluruhan dari negara‐negara G7 lainnya.  Pertumbuhan ekonomi Jepang diperkirakan akan mencapai 2 persen dalam basis antar tahun.  

Berbicara  di  hadapan  KTT  20,  Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  menyambut  baik  hasil  pemilu  Yunani,  dan  menyebutnya  langkah  para  warga  Yunani  merupakan  pilihan  yang tepat.  Noda  kembali  menekankan  bahwa  Uni  Eropa  perlu  untuk  memperkuat  upaya  guna  menanggulangi  menyebarnya  krisis  hutang ke kawasan lain di dunia.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,52 persen terhadap yen di 79.10, sementara itu euro naik tipis 0,01 persen terhadap yen ke 99.48  yen. Sedangkan Aussie  dolar tercatat menguat  0,87  persen terhadap yen di 80.04 dan  sterling juga  naik  0,21 persen terhadap yen ke  123.92. 




AUSTRALIA
Aussie awalnya mengalami apresiasi hingga mencatat intraday high di $1.0134 setelah hasil pemilu Yunani dimenangkan oleh partai yang  pro‐bailout dimana membuka peluang untuk negara tersebut tetap menjadii bagian dari zona euro. 

Namun di sesi New York semalam, Aussie kembali terkoreksi setelah pasar kembali dicemaskan oleh kondisi Spanyol dan masalah pada  sektor perbankannya setelah imbal hasil obligasinya naik ke level yang dianggap tidak stabil. Pasar masih dicemaskan dengan kesanggupan  zona euro untuk mengatasi resiko penularan krisis ke Spanyol dan Italia. 

Imbal  hasil  obligasi  pemerintah  Spanyol  tenor  10  tahun,  yang  tengah  dilanda  kekhawatiran  terus‐menerus  tentang  masalah  fiskal  dan  perbankan,  naik  di  atas  7%  yang  dipandang  sebegai  level  yang  tdak  stabil  (tidak  mampu  menopang  kelanjutan  dan  kesanggupan  pemerintah untuk membeli kembali obligasinya) dalam jangka panjang dan pada tingkat yang memaksa negara zona euro untuk mencari  dana talangan (bailout). 

Setelah menguat ke level intraday high di $1.0134, Aussie kembali terkoreksi ke intraday low $1.0053. Namun menjelang akhir sesi New  York semalam, Aussie berhasil mencatat intraday high yang baru di $1.0142 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0120, atau tercatat  naik 0.4% dari posisi penutupan New York di sekitar $1.0080. 

Pasar masih akan menantikan hasil sidang The Fed Rabu besok. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka  dolar potensial kembali terkoreksi.




SWISS
Swiss franc melemah terhadap setelah hasil pemilu Yunani yang dimenangkan partai pro‐bailout tidak mampu meredam kekhawatiran  seputar kondisi Spanyol dan masalah pada sektor perbankannya setelah imbal hasil obligasinya naik ke level yang dianggap tidak stabil.  Pasar masih dicemaskan dengan kesanggupan zona euro untuk mengatasi resiko penularan krisis ke Spanyol dan Italia. 

Imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol tenor 10 tahun, yang tengah dilanda kekhawatiran terus‐menerus tentang masalah fiskal dan  perbankan,  naik  di  atas  7%  yang  dipandang  sebegai  level  yang  tdak  stabil  (tidak  mampu  menopang  kelanjutan  dan  kesanggupan  pemerintah untuk membeli kembali obligasinya) dalam jangka panjang dan pada tingkat yang memaksa negara zona euro untuk mencari  dana talangan (bailout). 

SNB terancam untuk melakukan langkah‐langkah tambahan untuk mempertahankan nilai patokan Swiss franc jika kondisi memburuk dan  kepala bank sentral Thomas Jordan bahkan mengancam akan melakukan kontrol modal untuk apa yang dia katakan adalah skenario yang  tidak mungkin dalam kasus Yunani keluar dari zona euro. 

Namun Yunani dan zona euro masih harus menyelesaikan kondisi kritis pada anggaran mereka, yang berarti bahwa nilai patokan SNB  pada franc masih akan melalui sejumlah tes berat oleh investor. 

Swiss  franc  melemah  0.6%  atas  dolar  ke  sekitar  0.9545  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Jumat  di  sekitar  0.9491  franc.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2010 franc. 

Pasar masih akan menantikan hasil sidang The Fed Rabu besok. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka  dolar potensial kembali terkoreksi.

Monday, June 18, 2012

Headline News 18.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham dunia menguat Jumat lalu karena ketakutan investor mengenai gejolak zona euro mengikuti pemilu Yunani akhir pekan ini  diimbangi  oleh  pembicaraan  bank  sentral  utama  dunia  yang  siap  untuk  membuat  koordinasi  dalam  merespon  untuk  menenangkan  besarnya tekanan pasar. 

Euro rebound dan bursa saham AS mengabaikan pelemahan data factory‐nya, sementara itu consumer sentiment AS merosot pada awal  bulan Juni ke level terendahnya dalam enam bulan, menurut suatu survei. 

Tetapi kekhawatiran bahwa gejolak Yunani untuk gagal dalam membentuk pemerintahan setelah pemilu hari Minggu membawa investor  meningkatkan kepemilikan safe‐haven bond, yang mendorong naik harga obligasi pemerintah AS.   

Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 115.26 poin, atau 0.91 persen, ke level 12,767.17. Indeks  Standard & Poor's 500 <.SPX> melejit 13.74 poin, atau 1.03 persen, ke level 1,342.84. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 36.47  poin, atau 1.29 persen, ke level 2,872.80.    

Di Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik hampir 1.0 persen, dengan European bank  stocks <.SX7P> meningkat 1.8 persen. Indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 1.2 persen ke level 305.94,  dan emerging markets <.MSCIEF> meningkat 1.4 persen.   

Kekecewaan pada data yang menunjukkan memburuknya perekonomian AS, yang mana meningkatkan peluang the Fed mengumumkan  perluasan  dari  Operation  Twist  program  pembelian  obligasinya,  atau  meluncurkan  program  quantitative  easing  terkini  (QE3)  ketika  terjadi pertemuan minggu depan.   

Yields  dari  obligasi  bertenor  10‐tahun/U.S.  Treasury  note  <US10YT=RR>  turun  menjadi  1.564  persen,  terendah  dalam  10  harinya.  Kemudian mencatatkan yield 1.5807 persen, dengan harga naik 18/32.  

Euro  mencapai  level  terendahnya  $1.2590  <EUR=>  terhadap  dollar  AS,  tetapi  kemudian  rebound  dan  meningkat  0.1  persen  ke  level  $1.2663. Indeks U.S. dollar <.DXY> turun 0.6 persen ke level 81.488.   

Emas  naik  dalam  rangkaian  enam  harinya  karena  investor  memperkirakan  stimulus  tambahan  oleh  bank  sentral  dan  lindung  nilai  terhadap ketidakpastian kedepannya dari pemilu Yunani. U.S. COMEX gold futures untuk pengiriman bulan Agustus <GCQ2> di settled  naik $8.50 ke level $1,628.10 per ons.   

Brent crude sedikit menguat pada perdagangan yang tipis, sementara itu U.S. crude bergerak naik turun mendekati flat dalam dominasi  hariannya. Pelemahan dollar, bersamaan dengan kenaikan pada bursa Wall Street, membawa beberapa dukungan pada oil. Brent crude  <LCOc1> di settled naik 44 sen ke level $97.61 per barrel. U.S. crude <CLc1> bertambah 12 sen untuk di settle ke level $84.03 per barrel.   
GOLD & COMMODITIES
Emas  menguat  pada  hari  Jumat  untuk  keenam  kalinya  secara  berturut‐turut  menyusul  maraknya  spekulasi  mengenai  kemungkinan  dilanjutkannya program stimulus oleh bank sentral dan juga langkah antisipasi oleh investor menjelang pemilu di Yunani. 

Emas  mencatat  kenaikan  2%  dalam  sepekan,  ditopang  oleh  harapan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed  seiring  indikasi  ekonomi  AS  terlihat  melambat.data  manufaktur  dan  sentimen  konsumen  AS  yang  dirilis  hari  Jumat  memperkuat  dugaan  tersebut. 

Adapun  data  ekonomi  AS  yang  dirilis  hari  Jumat  menunjukkan  manufacturing  output  mengalami  kontraksi  di  bulan  Mei  untuk  kedua  kalinya dalam 3 bulan terakhir dan barometer untuk melihat kegiatan pabrikan di New York menunjukkan penurunan tajam bulan ini,  memberikan kekhawatiran ekonomi AS tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6  bulan di awal Juni. 

Pasar tengah menantikan hasil sidang The Fed pekan ini. The Fed akan mengumumkan hasil sidang regulernya pada hari Rabu. Jika ada  indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya dan akan memicu berlanjutnya  rally emas. 

Investor memburu emas setelah bank‐bank sentral di sejumlah negara maju bertekad untuk menstabilkan pasar jika kondisi terburuk  terjadi di Yunani, dengan menyediakan likuiditas. Dalam laporan hari Kamis malam waktu setempat, bank‐bank sentral dari negara G20  telah bersiap untuk memastikan mengalirnya dana tunai melalui sistem keuangan jika pasar mengalami tekanan yang berat di hari Senin. 

Harga emas spot naik 0.3% di $1,626.61 per ounce. Sedangkan emas berjangka COMEX untuk pengiriman Agustus naik $8.50 di level  $1,628.10 per ounce, dengan volume transaksi sekitar 60% di bawah level rata‐rata 30 hari. 

Namun demikian, volatilitas pada harga emas berpotensi meningkat, tergantung pada hasil pemilu Yunani dan komitmen negara‐negara  zona euro dalam mengatasi krisis utang yang tengah melanda kawasan tersebut. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak menguat di hari Jumat, ditengah tipisnya perdagangan dan kondisi yang masih rentan tekanan, dipicu oleh harapan hasil  pemilu Yunani kemungkinan tidak akan membawa negara tersebut keluar dari zona euro, sementara rilis buruk data ekonomi AS telah  membatasi penguatan pada harga minyak. Baik Brent maupun minyak mentah AS mencatat kerugian mingguan, meskipun penurunan  pada harga minyak mentah AS hanya sebesar 7 sen. 

Keuntungan yang dicapai pada hari Jumat dibatasi oleh laporan terpisah yang menunjukkan output manufaktur AS mengalami kontraksi  pada bulan Mei, sementara aktivitas pabrik melambat di negara bagian New York pada bulan Juni dan sentimen konsumen AS jatuh.  Serangkain  data  ekonomi  AS  yang  dirilis  buruk  tersebut  kian  menambah  spekulasi  terhadap  kemungkinan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter longgar oleh The Fed dalam sidangnya hari Selasa‐Rabu dalam pekan ini. 

Melemahnya dolar, setelah euro rebound terhadap dolar, juga memberikan dukungan pada naiknya harga minyak, bersamaan dengan  menguatnya bursa Wall Street. 

Indeks saham AS dan minyak juga mendapat dukungan dari berita pada hari Kamis bahwa pejabat dari negara‐negara G20, yang para  pemimpinnya  akan  bertemu  di  Meksiko  pekan  depan,  mengatakan  bahwa  bank  sentral  siap  untuk  mengambil  langkah  untuk  menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas jika diperlukan setelah pemilu Yunani. 

Brent August crude <LCOc1> naik 44 ke level $97.61 per barel, sedangkan untuk  U.S. July crude <CLc1> naik 12 sen di level $84.03 per  barel, ditutup melemah 7 sen. 

Sementara itu anggota OPEC akan mengurangi produksi minyaknya untuk mematuhi batas atas produksi sampai 30 juta barel per hari  (bph) dan efeknya nampaknya baru akan terlihat pada bulan Juli, demikian Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al‐Badri mengatakan pada  konferensi pers, Jumat. 

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setuju pada pertemuan di Wina hari Kamis untuk mempertahankan plafon produksi 30 juta  barel per hari. Badri mengatakan bahwa akan memerlukan pembatasan persediaan aktual dengan 1,6 juta barel per hari. 



EURO ZONE
Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada hasil pemilu Yunani dimana jika partai Syriza memenangkan pemilu  maka Yunani diperkirakan akan menolak  program bailout yang diperlukan negara tersebut untuk menghindar dari kebangkrutan. Kondisi tersebut selanjutnya akan meningkatkan kemungkinan  keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.  

KTT G‐20 di Mexico yang diadakan 18‐19 Juni diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada negara‐negara Eropa agar dapat bisa menyelesaikan problem  keuangan  mereka. Ofisial  G20  mengatakan  pada  Reuters  bahwa  bank  sentral  dari  negara‐negara  maju  telah  menyiapkan  beberapa  langkah  guna  menstabilkan pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas dan menghindarkan ketatnya kondisi kredit jika Yunani pada akhirnya berpisah dari euro.  

Pasca pemilu Yunani, pelaku pasar akan mengalihkan perhatian pada KTT G20 pada tanggal 18‐19 Juni dan selanjutnya akan mengamati hasil sidang The  Fed pada  20 Juni.  Berikutnya menteri‐menteri keuangan Zona  Eropa akan mengadakan pertemuan  pada sesi Kamis  21 Juni  dan  akan  digelar KTT‐mini  antara jerman, Perancis, Italia dan Spanyol pada 22 Juni di Roma Italia.  

Dalam sepekan terakhir euro tercatat mengalami penguatan 0,96 persen terhadap dolar AS ke 1.2636, sementara itu euro juga tercatat stagnan terhadap  yen di 99.46, sebaliknya euro mencatat pelemahan 0,51 persen terhadap sterling ke 0.8048 dan stagnan terhadap Swiss franc di 1.2008.. 




U.K.
Bank of England akan memulai menawarkan pinjaman cash murah terhadap perbankan minggu depan sebagai bagian dari paket langkah untuk  menenangkan  arus  kredit  terhadap  perekonomian,  dan  yang  mana  analis  mengatakan  seharusnya  membantu  mengurangi  krisis  euro  dari  tekanan pendanaan.   

Bank‐bank  akan  dapat  untuk  men‐swap  aset‐aset  yang  tidak  dibeli,  seperti  paket  pinjaman,  credit  card  debt,  dan  pinjaman  commercial  real  estate, yang dapat balik dalam 6‐bulan cash loan dibawah operasi central bank's first Extended Collateral Term Repo Facility pada 20 Juni.   

Keputusan  untuk  mengaktifkan  fasilitas  berawal  karena  perbankan  Inggris  telah  menghadapi  biaya  pendanaan  yang  tinggi  secara  signifikan  daripada mitra zona euronya, dan analis mengatakan skema seharusnya membantu untuk melepas beberapa tekanan. 

Defisit  perdagangan  barang  Inggris  tidak  seperti  ekspektasi  meluas  pada  bulan  April  karena  anjloknya  ekspor,  meningkatkan  ancaman  dari  kontraksi  ekonomi  kuartal  ketiga  dan  menambah  pentingnya  langkah  terkini  untuk  mendorong  pertumbuhan  sebagai  mitra  dagang  dalam  pelemahan zona euro.  




JAPAN
Pada  sidangnya  akhir  pekan  lalu,  BOJ  memutuskan  tidak  melakukan  penambahan  dana  yang  digunakan  dalam  pembelian  asetnya  (40  triliun  yen).  Menanggapi langkah BOJ tersebut para praktisi memperkirakan BOJ akan mempertimbangkan untuk melakukan pelonggaran lanjutan jika kondisi Eropa  memburuk dan Yunani keluar dari keanggotaan Euro.  

Berbicara pasca sidang tersebut, Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa menegaskan bahwa bank sentral tetap mempertahankan pandangan bahwa stabilitas  finansial merupakan hal yang sangat penting. Pada kesempatan lain, Perdana Menteri Yoshihiko Noda menegaskan bahwa penguatan kurs yen terhadap  dolar AS dan euro akhir‐akhir ini tidak merefleksikan kondisi fundamental ekonomi Jepang dan pihaknya akan menjelaskan hal tersebut pada KTT G20 di  Meksiko.  

Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat melemah 0,97 persen terhadap yen ke 78.69, sementara itu euro stagnan terhadap yen di 99.47. Sedangkan  Aussie dolar tercatat menguat 0,79 persen terhadap yen 79.35 dan sterling juga naik 0,62 persen terhadap yen ke 123.66.




AUSTRALIA
Dolar Australia telah memposisikan diri di atas paritas dengan mitra AS dan bisa bergerak lebih tinggi setelah pemilu Yunani akhir pekan ini. Hingga sesi New  York hari Jumat, Aussie mencatat intraday high di $1.0089 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.0080, atau naik 0.6% dari penutupan New York hari  Kamis di sekitar 1.0021. 

Aussie melanjutkan rally‐nya setelah bank‐bank sentral terbesar dunia terindikasi akan berupaya untuk menstabilkan pasar jika kondisi terburuk terjadi di  Yunani, dengan menyediakan likuiditas. 

Dalam  laporan  hari  Kamis  malam  waktu  setempat,  bank‐bank  sentral  dari  negara  G20  telah  bersiap  untuk memastikan  mengalirnya  dana  tunai  melalui  sistem keuangan jika pasar mengalami tekanan yang berat di hari Senin. 

Hingga berita ini ditulis, pasar masih menantikan hasil pemilu Yunani yang digelar pada hari Minggu (17 Juni). 

Pasar juga tengah menantikan hasil sidang The Fed pekan ini. The Fed akan mengumumkan hasil sidang regulernya pada hari Rabu. Jika ada indikasi bahwa  quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya. 

Adapun data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat menunjukkan manufacturing output mengalami kontraksi di bulan Mei untuk kedua kalinya dalam 3 bulan  terakhir  dan barometer  untuk melihat kegiatan pabrikan di New York  menunjukkan penurunan tajam bulan ini, memberikan  kekhawatiran ekonomi AS  tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6 bulan di awal Juni.  Serangkain data ekonomi AS yang dirilis buruk tersebut kian menambah spekulasi terhadap kemungkinan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar oleh  The Fed. 




SWISS
Swiss  franc  bergerak  stabil  pada  hari  Jumat  namun  masih  cenderung  menguat  terhadap  dolar  setelah  serangkain  data  ekonomi  AS  dirilis  buruk  yang  menambah  spekulasi  terhadap  kemungkinan  dilanjutkannya  kebijakan  moneter  longgar  oleh  The  Fed.  The  Fed  akan  mengumumkan  hasil  sidang  regulernya pada hari Rabu. Jika ada indikasi bahwa quantitative easing jilid 3 akan digulirkan, maka dolar potensial melanjutkan koreksinya. 

Adapun data ekonomi AS yang dirilis hari Jumat menunjukkan manufacturing output mengalami kontraksi di bulan Mei untuk kedua kalinya dalam 3 bulan  terakhir dan barometer untuk melihat kegiatan pabrikan di New York menunjukkan penurunan tajam bulan ini, memberikan kekhawatiran ekonomi AS  tengah melambat. Data lainnya menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah 6 bulan di awal Juni. 

Hasil  pertemuan  G20  menunjukkan  bahwa  bank‐bank  sentral  siap  untuk  melakukan  langkah  langkah  untuk  menstabilkan  pasar  finansial  dengan  menyediakan likuiditas dan mencegah tekanan kredit jika hasil pemilu Yunani memperburuk kondisi pasar. Sebuah langkah bersama yang terkoordinasi  mungkin akan dilakukan dan berpeluang mendorong meningkatnya minat pada aset beresiko dan menekan dolar lebih lanjut, meskipun nampaknya masih  akan terbatas menyusul naiknya imbal hasil obligasi Spanyol dan resiko akan menular ke Italia, sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga zona  euro.  

Swiss franc bergerak menguat 0.2% di sekitar 0.9491 franc dibandingkan penutupan New York hari Kamis di sekitar 0.9508 franc. 

Friday, June 15, 2012

Headline News 15.06.12






US & GLOBAL
Bursa  saham  Wall Street  menguat dan  euro meningkat terhadap  dollar  AS  Kamis  lalu  setelah  Reuters  melaporkan bank  sentral utama siap pada pergerakan berkoordinasi untuk menjaga lancarnya operasi pasar dengan menyediakan likuiditas  dari permasalahan gejolak yang mengikuti pemilu hari Minggu ini di Yunani.   

Indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  bertambah  155.38  poin,  atau  1.24  persen,  untuk  ditutup  dilevel  12,651.76.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 14.22 poin, atau 1.08 persen, ke level 1,329.10. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC>  meningkat 17.72 poin, atau 0.63 persen, ke level 2,836.33.     

Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.35 persen.   

Pasar begitu bergejolak minggu ini karena investor berada pada pandangan kemungkinan hasil dari pemilu penting yang  menentukan apakah Yunani bertahan dalam zona euro.   

Para pemimpin bank sentral siap untuk bertindak dalam melindungi gejolak utang jika berkembangnya ketegangan pasar  setelah pertemuan yang tidak biasa dalam tiga pemilu minggu ini, dengan pentingnya polling pada Perancis dan Mesir. 

Euro  memperluas  kenaikan  terhadap  dollar  Kamis  lalu  untuk  melonjak  ke  level  tertingginya  setelah  sumber  G20  mengatakan  bank  sentral  bersiap  untuk  tindakan  berkoordinasi  dalam  menyediakan  likuiditas  jika  dibutuhkan  setelah  pemilu Yunani hari Minggu ini. Euro naik ke level tertingginya $1.2634 dan terakhir diperdagangkan pada level $1.2622,  menguat 0.5 persen dari penutupan sebelumnya <EUR=>.   

Treasuries  AS  merosot  Kamis  lalu  setelah  kenaikan  saham‐saham  dan  euro  menekan  hasrat  pada  safe  haven,  tetapi  dibayangi  kekhawatiran  berkenaan pemilu hari  Minggu ini  di Yunani yang dapat membawa harga kembali naik  sebelum  akhir pekan.     

Emas menguat  dalam  pergerakan  harian  yang  naik  turun Kamis  lalu, memperluas  kenaikannya  ke  dalam  rangkaian  lima  harinya karena pelemahan data ekonomi AS dan pemilu penting Yunani yang mendorong investor logam mulia berhati‐hati  pada  perkiraan  bullish.  Spot  emas  <XAU=>  naik  0.5  persen  ke  level  $1,624.79  per  ons  pada  pukul  3:40  p.m.  EDT  (1940  GMT).     

Perdagangan  yang  lebih  aktif  pada  Brent  August  crude  <LCOQ2>  ditutup  meningkat  45  sen  ke  level  $97.17  per  barrel.  Pasca‐settlement, kontrak melonjak ke level tertingginya $97.79, naik $1.07. U.S. oil futures <CLc1> bertambah 2 persen,  memperluas rally pada akhirnya dari laporan mengenai kesiapan bank sentral. U.S. July crude <CLc1> di settled ke level  $83.91 per barrel, menguat $1.29, setelah mencapai level tertingginya $83.93. Oil naik pada awalnya setelah Organization  of the Petroleum Exporting Countries menyetujui untuk menjaga produksi untuk unchanged. 





GOLD & COMMODITIES
Emas masih berhasil menguat ditengah kondisi pasar yang cukup fluktuatif pada hari Kamis, menyusul rilis pesimis data  ekonomi AS dan menjelang pemilu Yunani di akhir pekan telah mendorong investor untuk bertindak hati‐hati. 

Sejumlah  investor  mencari  perlindungan  dengan  berinvestasi  di  emas  seiring  kondisi  di  Spanyol  dan  Italia,  dua  negara  dengan  perekonomian  besar  di  zona  euro,  tengah  terganggu  oleh  masalah  utang,  dimana  di  hari  Kamis  menjanjikan  langkah‐langkah baru untuk memperbaiki keuangan publik mereka menyusul melonjaknya biaya pinjaman (yield obligasi)  yang telah meningkatkan kekhawatiran baru. 

Emas mendapat dukungan setelah data jobless claims AS naik dan CPI turun di bulan Mei. Data tersebut terlihat menambah  peluang  bagi  The  Fed  pada  sidangnya  pekan  depan  untuk  melakukan  upaya‐upaya  lanjutan  guna  menopang  perekonomiannya yang terlihat melambat. 

Emas  spot  naik  0.2%  di  $1,619.60  per  ounce.  Sedangkan  untuk  emas  berjangka  COMEX  untuk  pengiriman  Agustus  naik  $1.20 ke level $1,620.60. 




OIL & COMMODITIES
Brent  crude  futures  dan  U.S  crude  melanjutkan  kenaikannya  pada  hari  Kamis  setelah  laporan  mengatakan  bahwa  OPEC  telah setuju untuk mempertahankan target produksi minyak untuk semester kedua tahun ini di level 30 juta barel per hari.  

Harga  minyak  awalnya  sempat  bergerak  fluktuatif,  menunggu  hasil  sidang  OPEC  dan  investor  juga  berlaku  hati‐hati  menjelang pemilu Yunani yang kedua di hari Minggu. 

Pada  sidangnya  di  Wina,  Austria,  OPEC  mendesak  Arab  Saudi  untuk  memangkas  produksi  minyaknya  guna  mendorong  harga minyak dunia tetap berada di atas $100 per barel. 

Brent  crude  <LCOc1>  untuk  pengiriman  Juli,  yang  hampir  habis  masa  kontraknya,  naik  2  sen  di  level  $97.15. Sedangkan  untuk pengiriman Agustus naik 47 sen di level $97.19. 

Sedangkan untuk U.S. July crude <CLc1> naik $1.17 di level $83.79. Harga mencatat intraday high di $84.42, setelah ditutup  di sesi sebelumnya pada level terendahnya sejak 6 Oktober. 

Harga minyak mentah AS awalnya menguat seiring naiknya Wall Street, meskipun data menunjukkan adanya kenaikan pada  jumlah klaim pengangguran mingguan (jobless claims) untuk kelima kalinya dalam 6 pekan terakhir. Data tersebut terlihat  menambah peluang bagi The Fed pada sidangnya  pekan depan untuk melakukan upaya‐upaya lanjutan guna menopang  perekonomiannya yang terlihat melambat.



EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar AS ditopang oleh langkah investor yang kembali memangkas posisi jual terhadap euro menjelang pemilu Yunani akhir pekan  ini.  Namun  demikian  tingkat  borrowing  cost  obligasi  Italia  dan  Spanyol  masih  berada  di  level  yang  tinggi,  sebuah  kondisi  yang  potensial  memberikan  tekanan bagi euro kedepannya.  

Sementara itu tingkat pengangguran di Yunani mencapai level tertingginya pada triwulan pertama 2012, dimana sebanyak 22,6 persen dari total angkatan  kerja yang menganggur. Kondisi tersebut merefleksikan semakin dalamnya krisis yang mengguncang negara tersebut dan diperkirakan akan meningkatkan  penolakan terhadap paket pemangkasan anggaran yang menjadi syarat bailout keuangan dari Uni Eropa. 

Kanselir Jerman – Angela Merkel menolak dengan tegas apa yang disebutnya dengan “solusi ajaib” penanganan krisis hutang Uni Eropa, yaitu diantaranya  dengan pembentukan obligasi bersama eropa dan pembentukan skema garansi deposit. Kedua langkah tersebut didukung oleh Presiden Perancis Francois  Hollande, Perdana Menter Italia Mario Monti dan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy.  

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,57 persen terhadap dolar AS ke 1.2632, euro juga naik 0,49 persen terhadap yen ke 100.25 yen, dan  melonjak 0,25 persen terhadap sterling ke 0.8119. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat mengalami penurunan tipis 0,02 ke level 1.2006. 




U.K.
Inggris  mengatakan  pada  perbankan  untuk  memisahkan  operasi  ritel  domestik  mereka  dan  memberikan  penabung  prioritas  tinggi  apabila  peminjam  dana  terbentur  masalah  dibawah  reformasi yang  bertujuan  untuk  melindungi  pembayar  pajak,  pada  potensi  biaya  sekitar 7  milyar  pound ($11 milyar) setiap tahun.   

Dalam  publikasi  'white  paper'  Kamis  lalu,  Inggris  juga  mengkonfirmasi  bahwa  perbankan  akan  membutuhkan  untuk  menjaga  cadangan  permodalan, atau utamanya menyerap kerugian modal, setara sekurang‐kurangnya 17 persen pada aset‐aset yang tertimbang dengan resiko.    

Pengawas pembelanjaan publik Inggris telah mengkritisi otoritas pajak dalam serangkaian settlements yang mungkin mengizinkan perusahaan  termasuk investment bank Goldman Sachs dan operator mobile phone Vodafone untuk menghindari membayar jutaan pound pada pajak.   




JAPAN
Pihak  bank sentral dan  ofisial pemerintah Jepang  saat ini tengah menggodok  rancangan untuk menangkis  perbagai kemungkinan terburuk yang dapat  menimpa  Jepang  jika  hasil  pemilu  Yunani  akhir  pekan  ini  akan  meningkatkan  krisis  hutang  Uni  Eropa.  Salah  satu  yang  menjadi  perhatian  adalah  kemungkinan masuknya dana pengalihan investasi dari Uni Eropa ke Jepang yang dipandang memiliki status lebih aman (safe haven). 

Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama pemerintah Jepang adalah kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa dan memuncaknya krisis hutang  Italia dan Spanyol. Kondisi‐kondisi tersebut diperkirakan akan memicu aksi jual di pasar saham global dan mengetatkan kondisi kredit perbankan.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,05 persen terhadap yen di 79.37, sementara itu euro naik 0,49 persen terhadap yen ke 100.25  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  menguat  0,84  persen  terhadap  yen  di  79.56  dan  sterling  juga  naik  0,24  persen  terhadap  yen  ke  123.43.  




AUSTRALIA
Aussie awalnya bergerak relatif stabil menyusul pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang pemilu Yunani akhir pekan ini. Aussie bergerak di  kisaran  sempit  selama  sesi  Kamis  karena  pasar  masih  menantikan  perkembangan  lebih  lanjut  di  Eropa.  Namun  di  akhir  sesi  New  York,  Aussie  melejit di atas paritasnya terhadap dolar. 

Setelah koreksi tertahan di sekitar areal support di $0.9920‐an, rebound kemudian berkembang ke level intraday high $1.0033 sebelum akhirnya  bergerak di sekitar $1.0016 atau naik 0.8% dari posisi penutupan New York hari Rabu. 

Pemilu  Yunani  pada  hari Minggu bersamaan  dengan  sidang  G20  akhir  pekan  ini  berpotensi  memicu  pergerakan Aussie  secara tajam pada  hari  Senin  depan.  Sidang  G20  kemungkinan  akan  membahas  masalah  kemungkinan  untuk  membantu  Spanyol,  yang  tengah  menghadapi  masalah  tingginya yield obligasi pemerintahannya dan masalah pada sistem perbankannya. Jika hasil pemilu Yunani dan G20 memberikan indikasi positif,  maka  akan  berpeluang  mendorong  naiknya  Aussie  hingga  ke  kisaran  $1.0100.  Sedangkan  jika  hasilnya  negatif,  maka  akan  mendorong  korkesi  Aussie kembali di bawah $0.9800.




SWISS
Swiss franc menguat terhadap euro pada hari Kamis setelah bank sentral Swiss (SNB) kembali menegaskan akan mempertahankan patokan nilai tukar  franc  pada  1.20  franc  per  euro  dan  mengatakan  telah  siap  untuk  membeli  mata  uang  asing  dalam  jumlah  tak  terbatas  untuk  mempertahankan  nilai  patokan tersebut. 

SNB  telah  membeli  euro  secara  besar‐besaran  dalam  beberapa  pekan  terakhir  untuk  mempertahankan  nilai  patokan  tersebut,  untuk  mencegah  Swiss  franc  menguat  lebih  lanjut.  Namun,  dengan  terus  memburuknya  kondisi  ekonomi  Eropa  kemungkinan  akan  memaksa  SNB  untuk  menurunkan  nilai  patokannya dan membiarkan Swiss franc untuk menguat lebih lanjut. 

Dalam  sidangnya  Kamis  kemarin,  SNB  mempertahankan  suku  bunga  di  kisaran  0.00‐0.25%.  Kebijakan  SNB  tersebut  telah  membantu  menstabilkan  perekonomian, dan mendorong SNB untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 1,5%, dari mendekati 1%. Tapi SNB mengatakan  bahwa hal ini hanya karena kinerja yang tak terduga yang kuat selama musim dingin dan masih memprediksi adanya penurunan yang signifikan untuk sisa  waktu di tahun ini. 

SNB memangkas target inflasi untuk 2012 menjadi minus 0,5% dari minus 0,6%, tapi tetap mempertahankan perkiraan untuk 2013 dan 2014 pada level  0,3% dan 0,6%. 

Euro terkoreksi ke 1.2010 franc per euro dari sekitar 1.2019 franc sebelum muncul hasil sidang SNB, dimana mencatat intraday high di 1.2022. Dolar juga  melemah terhadap Swiss franc, dimana di sesi New York mencatat intraday low di 0.9499 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9505.