title cover

title cover

Wednesday, June 27, 2012

Headline News 27.06.12


US & GLOBAL
• Bursa saham Wall Street menguat dan euro merosot ke level terendahnya versus dollar AS dalam dua minggu Selasa lalu,  karena mengimbangi aksi technical buying terhadap biaya obligasi Spanyol yang mendekati tiga kali lipatnya dari keraguan  pada European summit yang dapat menenangkan krisis utang regional.  

• Di  AS,  data  mencatatkan  penguatan  yang  mengejutkan  pada  naiknya  home  prices  bulan  April,  yang  mendorong  saham‐ saham  AS.  Gambaran  pada  angka‐angka  yang  mendorong  pada  perumahan  ditekan  oleh  tanda‐tanda  dari  penurunan  consumer confidence, yang mana memicu mengenai perlambatan pertumbuhan (ekonomi) AS.  

• Pada  penutupannya,  indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  sedikit  naik  32.47  poin,  atau  0.26  persen,  ke  level  12,535.13.  Indeks  S&P  500  <.SPX>  menguat  6.32  poin,  atau  0.48  persen,  ke  level  1,320.04.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC> bertambah 17.90 poin, atau 0.63 persen, ke level 2,854.06.  

• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik 0.02 persen ke level 986.63 poin, menekan  kenaikan pada awalnya 0.4 persen. Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.33 persen ke level 1,192.32,  membalikkan rangkaian penurunan dalam tiga harinya.  

• Para  menteri  keuangan  dari  empat  negara  dengan  ekonomi  terbesar  pada  zona  euro  menyelenggarakan  pembicaraan  terakhirnya di Paris Selasa lalu untuk mencoba mempersempit perbedaan pada bagaimana untuk menangani krisis. Summit  mendiskusikan rencana untuk membuat obligasi zona euro yang mana dapat menerbitkan obligasi regional yang didukung  sebagaimana langkah terakhir pada fiscal union tetapi dengan pengenalan ini kemungkinan membutuhkan waktu tahunan  untuk diimplementasikan.  

• Pada  pasar  currency,  euro  <EUR=>  melemah  ke  level  $1.2440,  level  terendahnya  yang  lebih  dari  dua  minggu  terhadap  dollar, sebelum menekan penurunannya untuk ditutup turun 0.09 persen ke level $1.2491.  

• Dollar sempat menguat terhadap mata uang utama lainnya karena pelemahan euro. Dollar index <.DXY> turun 0.16 persen  ke level 82.361, yang menghapus kenaikannya.  

• Harga Treasuries AS turun Selasa lalu karena investor mendorong harga pada konsesi dalam lelang obligasi terbaru minggu  ini, meskipun arus safe‐haven terbatas pada penurunan hariannya.  

• Emas  melemah  dalam  perdagangan  yang  terbatas  Selasa  lalu  setelah  kenaikan  hari  sebelumnya,  ditekan  turun  oleh  kekhawatiran mengenai deflasi ditengah kekecewaan data consumer confidence AS dan tanda‐tanda memburuknya krisis  utang Eropa. Spot emas XAU= merosot 0.7 persen ke level $1,573.20 per ons pada pukul 2:30 p.m. (1830 GMT).  

• Brent crude oil untuk pengiriman Agustus <LCOQ2> di settled naik $2.01 atau 2.21 persen ke level $93.02 per barrel. U.S. oil  futures <CLc1> di settled menguat 15 sen atau 0.19 persen ke level $78.36 per barrel.   




GOLD & COMMODITIES
• Emas  jatuh  pada  hari  Selasa  ditengah  kekhawatiran  deflasi  disebabkan  oleh  data  kepercayaan  konsumen  AS  yang  mengecewakan dan berlanjutnya krisis utang Eropa. Naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol juga turut memberi  tekanan pada emas. Hal ini terjadi sehari setelah Spanyol menjadi negara ke‐5 zona euro yang meminta bantuan bailout  dari Uni Eropa. 

• Melemahnya data kepercayaan konsumen AS ke level terendah 5 bulan merupakan sinyal melemahnya kondisi ekonomi. 

• Tekanan  jual  emas  terakselerasi  setelah  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  mengatakan  kepada  salah  satu  partai  dalam  koalisinya bahwa dia tidak berpikir Eropa akan berbagi kewajiban untuk mengatasi total utang dalam hidupnya. Komentar  Merkel  datang  menjelang  KTT  Uni  Eropa  selama  2  hari  yang  dimulai  pada  hari  Kamis  di  Brussel  dengan  tujuan  untuk  mengatasi krisis utang kawasan yang telah berlangsung selama 2‐1/2 tahun. 

• Harga emas spot turun 0.7% di $1,572.50 per ounce, seangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun $15.20  per ounce di $1,573.20.   

• Permintaan  fisik  emas  dari  India  masih  rendah  setelah  harga  emas  menguat  lebih  dari  5%  sejak  Maret  menyusul  melemahnya rupee ke level terendahnya pekan lalu, sehingga mendorong investor untuk enggan membeli emas. 




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka Brent kembali naik di atas $91 per barel pada hari Selasa, dipicu aksi mogok pekerja minyak telah  mengancam berkurangnya suplai minyak dari Laut Utara. 

• Perkiraan bahwa stok minyak AS turun 700.000 barel pekan lalu telah memberi dukungan positif pada minyak berjangka.  Namun kenaikan harga minyak terlihat terbatas menjelang KTT Uni Eropa yang diperkirakan tidak akan menemukan solusi  untuk mengatasi krisis utang kawasan. 

• Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 50 sen di $91.51 per barel setelah menguat ke level intraday high di  $92.44.   

• Sedangkan untuk harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 52 sen di $78.69 per barel. Harga minyak  sempat  naik  ke  level  intraday  high  di  $79.68  per  barel  di  awal  sesi  berkat  ekspektasi  akan  turunnya  stok  minyak,  dan  kemudian kembali melemah akibat kekhawatiran seputar krisis utang zona euro. 

• Pada awal perdagangan, meningkatnya ketegangan antara Suriah dan Turki membantu mengangkat harga minyak. Negara  anggota NATO mengecam Suriah atas aksi penembakan jet militer Turki pekan lalu dan Ankara memperingatkan Damaskus  terhadap setiap gerakan militer lebih lanjut. 

• Di  Norwegia,  eksportir  minyak  terbesar  ke‐8  dunia,  Statoil  <STL.OL>,  mengatakan  pihaknya  menutup  empat  platform  minyak  di  Laut  Utara  karena  aksi  mogok  yang  dimulai  pada  hari  Minggu.  Pemogokan  awalnya  menutup  Oseberg  Field  Centre  yang  terdiri  dari  fasilitas  pengolahan  dan  fasilitas  pengeboran.  Sejauh  ini,  aksi  mogok  tersebut  telah  memotong  produksi  minyak  Norwegia  sebesar  150.000  barel  per  hari  dan  produksi  gas  sebesar  4  persen.  Serikat  buruh  Norwegia  mengatakan mereka akan memutuskan pada hari Jumat apakah akan meningkatkan aksi mogok yang telah melibatkan 700  pekerja lepas pantai terkait masalah pensiun.  



EURO ZONE
• Euro melemah terhadap dolar AS ke level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir menyusul naiknya imbal hasil obligasi Spanyol dan meredupnya hawapan  akan progress dari European summit dalam penanganan krisis hutang kawasan. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya prospek penanganan krisis dengan  pembentukan  banking  union  atau  juga  dengan  penerbitan  obligasi  Uni  Eropa,  dimana  Kanselir  Angela  Merkel  menegaskan  bahwa  dengan  membagi  bersama tanggung jawab terhadap hutang kawasan merupakan sebuah langkah yang disebutnya “kontra produktif”. 

• Dalam  lelang  obligasi  Spanyol,  borrowing  cost  obligasi  jangka  pendek  meningkat  tiga  kali  lipat,  sehari  setelah  pemerintah  Spanyol  secara  resmi  mengajukan permintaan bantuan dari Uni Eropa. Pemerintah Italia juga melakukan pelelangan obligasi dengan imbal hasil yang mencapai level tertinggi  sejak Desember silam. 

• Krisis  hutang  Uni  Eropa  semakin  menyebar,  setelah  pemerintah  Siprus  menjadi  negara  ke‐5  dari  Uni  Eropa  yang  mengajukan  permintaan  bantuan  keuangan menyusul sektor perbankan negara tersebut yang terpukul akibat besarnya eksposur pada surat hutang Yunani.  

• Sementara  itu  consumer  morale  Jerman  secara  tak  terduga  mengalami  perbaikan  pada  periode  Juli,  berdasarkan  survey  dari  lembaga  Gfk,  meskipun  kekhawatiran akan kondisi krisis Uni Eropa diperkirakan akan meredam konsumsi dalam  beberapa bulan ke depan. Namun  demikian, konsumen  lebih  pesimis terhadap proyeksi ekonomi Jerman, dimana ekspektasi turun 16.6 poin ke 3.0 pada Juni, level terendahnya sejak Desember 2011. 

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,06 persen terhadap dolar AS ke 1.2491,  euro juga anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 99.27 yen, dan  melemah 0,51 persen terhadap sterling ke 0.7985. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat stagnan di 1.2008.




U.K.
• Outlook  ekonomi  Inggris  telah  memburuk  ditandai  hanya  dalam  enam  minggu  berkenaan  makin  mendalamnya  krisis  utang  zona  euro  dan  ditandai bahwa perlambatan (ekonomi) global berawal dari AS dan emerging markets, Bank of England mengatakannya Selasa lalu.  

• Gubernur  BoE  Mervyn  King  mengatakan  pada  anggota  parlemen  bahwa  dunia  belumlah  setengah  jalan  melalui  krisis  keuangan  yang  dimulai  tahun  2008,  dan  bahwa  Inggris  beresiko  penurunan  spiral  karena  berlanjutnya  bisnis  untuk  menunda  investasi  berkenaan  dengan  kekacauan  pada zona euro.  

• Pinjaman pemerintah Inggris lebih dari ekspektasi pada bulan Mei setelah penerimaan pajak pendapatan melorot dan naiknya pembelanjaan,  sebagai pertanda koalisi Conservative‐Liberal Democrat kemungkinan berjuang untuk menyesuaikan target austerity tahun ini karena krisis utang  zona euro yang bergejolak.  

• Perekomian Inggris melemah kedalam resesi keduanya dalam empat tahun yang dimulai tahun 2012, dan Menteri keuangan George Osborne  telah menerima rencana pengurangan defisitnya yang akan terjadi dalam dua tahun dari yang direncanakan karena pelemahan pada ekspektasi  perekonomian. 




JAPAN
• Resiko dari kekekcewaan investor akan proyeksi hasil europan summit pekan ini dan meningkatnya aksi risk aversion di kalangan investor turut menopang  kinerja yen yang kembali menjauh dari level terendahnya sejak 2‐bulan terhadap dolar AS. Yen menjadi salah satu primadona dikalangan pemburu safe  haven selain dolar AS ditengah mengerucutnya krisis hutang Uni Eropa dan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi Cina.  

• Namun  demikian analis mengingatkan kemungkinan pelemahan yen dari ketidakpastian politik yang saat ini melanda Jepang  berkaitan kenaikan  pajak  konsumsi. Majelis Rendah Jepang menyetujui kenaikan pajak penjualan hingga 2‐kali lipat untuk membantu mengatasi tingginya hutang negara tersebut,  meskipun dari dalam lingkup Partai Demokrat terjadi perpecahan antara kubu yang setuju dan yang tidak.  

• Apabila semakn banyak jumlah anggota Partai Demokrat yang tidak menyetujui kenaikan pajak, maka akan berdampak pada kemungkinan diajukannya  pemilu sehubungan turunnya dukungan parlemen terhadap Perdana Menteri Yoshihiko Noda.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,28 persen terhadap yen di 79.45, sementara itu euro anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 99.27  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,34 persen terhadap yen di 79.94 dan sterling juga menguat 0,19 persen terhadap yen ke 124.26. 




AUSTRALIA
• Aussie  masih  mampu  bertahan  di  atas  level  paritasnya  terhadap  dolar,  menjelang  KTT  Uni  Eropa  pekan  ini.  Aussie  terakhir  tercatat  bergerak di sekitar $1.0055, naik 0.5% dari level penutupan New York hari Senin. 

• Namun  demikian,  Aussie  masih  berpotensi  mengalami  tekanan  dan  kembali  terkoreksi  di  bawah  paritasnya  jika  hasil  KTT  Uni  Eropa  ternyata mengecewakan pasar, dan tidak adanya kemajuan yang didapat dalam upaya mengatasi krisis utang zona euro. 

• Kanselir Jerman Angela Merkel memupuskan harapan di pasar keuangan pada hari Senin setelah mengatakan bahwa upaya Eropa untuk  menerbitkan obligasi umum zona euro untuk membantu negara‐negara berhutang, disebut sebagai gagasan "ekonomi yang salah" dan  "kontra‐produktif." 




SWISS
• Dolar menembus level tertinggi 2 pekan terhadap Swiss franc di 0.9641 franc dan terakhir tercatat naik 0.3% di sekitar 0.9635 franc, setelah imbal hasil  obligasi Spanyol Selasa kemarin naik dan meredupnya harapan KTT Uni Eropa pekan ini akan memberikan kemajuan dalam upaya mengatasi krisis utang  kawasan. 

• Kanselir  Jerman Angela Merkel memupuskan harapan di pasar keuangan pada hari Senin  setelah  mengatakan bahwa upaya  Eropa untuk menerbitkan  obligasi umum zona euro untuk membantu negara‐negara berhutang, disebut sebagai gagasan "ekonomi yang salah" dan "kontra‐produktif." 

• Setelah investor menjauhkan diri dari krisis zona euro, mendorong franc dari satu rekor tertinggi ke rekor tertinggi yang lain di tahun lalu, Swiss National  Bank kemudian menetapkan batas di 1.20 franc per euro pada tanggal 6 September untuk mencoba dan mencegah Swiss dari ancaman resesi dan deflasi. 

• Data  ekonomi  belakangan  ini  menunjukkan  bahwa  ekonomi  Swiss  tidak  kebal  terhadap  pengaruh  rapuhnya  perekonomian  zona  euro.  Pada  indikasi  ekonomi  berikutnya  terlihat  ekonomi  Swiss  tengah  kehilangan  momentumnya,  dimana  UBS  Swiss  consumption  indicator  turun  di  bulan  Mei,  akibat  melemahnya aktifitas bisnis di sektor ritel. 

Tuesday, June 26, 2012

Headline News 26.06.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan euro melemah Senin lalu dari keraguan bahwa European summit minggu ini akan bergerak lebih  dekat untuk memecahkan gejolak krisis utang regional, outlook pesimitik memicu pembelian pada aset‐aset safe‐haven.  

• Euro merosot secara meluas dari keraguan investor bahwa meeting dari para pemimpin Uni Eropa Kamis dan Jumat ini  akan  menghasilkan  langkah  yang  penting  untuk  menangani  krisis  utang,  yang  telah  berlangsung  tiga  tahun  dan  juga  menghantam Spanyol, negara dengan ekonomi terbesar keempat pada zona euro.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> berkurang 138.12 poin, atau 1.09 persen, untuk ditutup pada level 12,502.66.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melorot 21.30 poin, atau 1.60 persen, untuk ditutup ke level 1,313.72. Indeks Nasdaq  Composite <.IXIC> melemah 56.26 poin, atau 1.95 persen, ke level 2,836.16. 

• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 1.6 persen untuk ditutup ke level 986.41 poin, penurunan harian terbesarnya yang  lebih dari tiga minggu dengan saham‐saham merosot dalam rangkaian tiga harinya. Indeks MSCI all‐country world equity  <.MIWD00000PUS> berkurang 1.4 persen, sementara itu indeks emerging market <.MSCIEF> juga anjlok 1.4 persen.    

• Euro  melorot  ke  level  terendahnya  yang  hampir  dalam  dua  minggu  terhadap  dollar  dan  tampak  untuk  memperluas  penurunannya. Euro <EUR=> anjlok ke level terendahnya $1.2469, terendah sejak 12 Juni, dan terakhir turun 0.4 persen ke  level $1.2503. Terhadap yen, euro merosot 1.4 persen ke level 99.58 yen <EURJPY=>.  

• Harga dari obligasi pemerintah AS bertenor 10‐tahun/U.S. Treasury note <US10YT=TWEB> naik 22/32 dengan yield 1.61  persen. Bertenor 30‐tahun/U.S. Treasury bond <US30YT=TWEB> naik 27/32 pada harga dengan yield 2.68 persen. 

• Harga emas naik Senin lalu, memecahkan peringkat dengan melemahnya ekuitas dan pasar crude oil, karena aksi beli safe‐ haven yang dibantu oleh bertumbuhnya ketidakpastian kedepannya dari European summit dan tanda‐tanda memburuknya  krisis utang Eropa. Spot emas <XAU=> meningkat 0.8 persen ke level $1,583.99 per ons pada pukul 2:31 p.m. EDT (1831  GMT). 

• Brent crude melorot dibawah leveh $90 pada hariannya, dengan permasalahan mengenai goyahnya pertumbuhan ekonomi  global  dan  krisis  utang  Eropa  menekan  investor  confidence.  Tetapi  global  benchmark  untuk  oil  ditutup  dalam  harian  tertingginya setelah volume perdagangan yang tipis dalam harian. The August contract for Brent crude <LCOc1> sedikit naik  3 sen untuk di settle ke level $91.01 per barrel. Sebaliknya, U.S. crude <CLc1> melorot 55 sen untuk di settle ke level $79.21 
per barrel. 
GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat pada hari Senin, seiring melemahnya ekuitas dan minyak ditengah tanda‐tanda memburuknya krisis utang  Eropa setelah Spanyol secara resmi meminta bantuan dana penyelamatan. 

• Investor  mencari  perlindungan  ke  dalam  emas  setelah  Jerman  meruntuhkan  harapan  bahwa  Eropa  akan  mengeluarkan  obligasi umum zona euro untuk mendukung mata uang tunggal setelah Spanyol secara resmi meminta dana bailout untuk  mengatasi  permasalahan  di  sektor  perbankannya.  Permintaan  Spanyol  untuk  memperoleh  dana  bailout  juga  telah  mendorong investor untuk memburu emas. 

• Kekhawatiran  terhadap  hasil  KTT  Uni  Eropa  dalam  pekan  ini  yang  kemungkinan  tidak  akan  menghasilkan  solusi  untuk  mengatasi krisis utang kawasan, telah menekan aset beresiko dan mendorong kenaikan harga emas. 

• Harapan  terhadap  KTT  Uni  Eropa  yang  akan  dilaksanakan  selama  dua  hari  (Kamis‐Jumat)  relatif  cukup  rendah  setelah  pertemuan  empat  ekonomi  terbesar  zona  euro  pada  hari  Jumat,  di  mana  Jerman  menolak  tekanan  untuk  diberlakukan  obligasi umum zona euro atau penggunaan yang lebih fleksibel untuk dana penyelamatan Eropa. 

• Spanyol secara resmi meminta pinjaman penyelamatan zona euro hingga 100 miliar euro ($ 125 milyar) untuk rekapitalisasi  utang sektor perbankannya, dan mengatakan jumlah akhir bantuan keuangan akan ditetapkan pada tahap berikutnya. 

• Harga  emas  spot  naik  0.7%  di  $1,582.89  per  ounce.  Pekan  lalu  emas  terkoreksi  3.5%  akibat  kekhawatiran  deflasi  dan  langkah The Fed yang kurang agresif dalam pemberian stimulus. Sedangkan emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik  $17 per ounce ke level $1,583.90. 




OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  mentah  Brent  jatuh  di  hari  Senin  setelah  investor  khawatior  mengenai  kondisi  ekonomi  global  dan  memudarnya harapan bahwa KTT Uni Eropa pekan ini (Kamis‐Jumat) akan menghasilkan solusi untuk mengatasi krisis utang  kawasan. 

• Kenaikan harga minyak di awal sesi telah menguap ketika Badai Tropis Debby, nama badai pertama selama musim badai  Atlantik 2012, ternyata tidak sesuai dengan perkiraan yang sebelumnya dikhawatirkan akan memukul produksi minyak di  daerah kaya minyak  di Teluk  Meksiko AS. Sebaliknya, Debby sedang berputar menuju  ke Florida,  menjauhi infrastruktur  energi lepas pantai. 

• Para pekerja yang tadinya dievakuasi setelah dihentikannya produksi minyak sebagai tindakan pencegahan terhadap badai,  sudah  mulai  mengembalikan  para  pekerjanya  dan  memulai  kembali  produksi  minyaknya  di  wilayah  Teluk,  yang  menyumbang sekitar 20% dari produksi minyak dan 6% produksi gas alam AS. 

• Masalah  krisis  utang  zona  euro  seiring  dengan  permasalahan  di  sektor  perbankan  di  sejumlah  negara  zona  euro,  berlimpahnya  suplai  minyak  dari  Organization  of  the  Petroleum  Exporting  Countries  (OPEC)  dan  melambatnya  pertumbuhan ekonomi di AS dan CIna merupakan sejumlah faktor yang telah menekan harga minyak karena menurunkan  prospek untuk permintaan minyak. 

• Di pekan lalu, Brent dan minyak mentah AS (U.S. crude) telah terkoreksi lebih dari 25% dari posisi tertinggi tahun ini yang  masing‐masing di level $128.40 dan $110.50 yang dicapai di bulan Maret setelah investor melepas posisi mereka pada aset  beresiko seperti minyak. 

• Di  London,  Brent  crude  untuk  pengiriman  Agustus  turun  34  sen  di  $90.64  per  barel  setelah  menguat  ke  $91.75  di  awal  sesi.Sedangkan U.S. crude merosot 66 sen ke $79.10 per barel setelah menembus level intraday high di $80.68 per barel.  



EURO ZONE
• Euro anjlok ke level terendah sejak lebih dari 2‐pekan terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut melemah seiring meningkatnya kekhawatiran investor  bahwa European Summit akhir pekan ini tidak akan menghasilkan solusi yang menyeluruh pada penanganan krisis hutang Uni Eropa. Investor mengalihkan  investasinya pada aset safe haven terutama dolar AS dan yen, dan menopang kenaikan kedua mata uang tersebut terhadap euro hingga hampir 2 perse.  

• Pihak  Jerman  masih  bersikukuh  untuk  mempertahankan  pendapatnya  menolak  penerbitan  obligasi  bersama  Uni  Eropa  atau  penggunaan  dana  penyelamatan Eropa dengan lebih longgar lagi. Dengan demikian, sejauh ini belum ada gambaran mengenai langkah yang efektif dan efisien penanganan  krisis hutang Uni Eropa.  

• Sementara itu pemerintah Spanyol secara resmi mengajukan pinjaman hingga diatas besaran 100 miliar euro (125 miliar dolar AS) yang akan digunakan  dalam  rangka  rekapitalisasi  hutang  sektor  perbankan.  Mayoritas  analis  percaya  bahwa  bantuan  itu  nantinya  hanya  semacam  “pembuka”  bagi  bailout  penuh untuk Spanyol, karena diprediksi besarannya melebihi 100 miliar euro tersebut.  

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah tajam 0,50 persen terhadap dolar AS ke 1.2499,  euro juga anjlok 1,43 persen terhadap yen ke 99.59  yen,  dan  melemah  0,47  persen  terhadap  sterling  ke  0.8026.  Sedangkan  terhadap  Swiss  franc,  euro  tercatat  mengalami  penguatan  tipis  0,03  ke  level  1.2008.




U.K.
• Jumlah  yang  "substantial"  pada  quantitative  easing  oleh  Bank  of  England  dibutuhkan  untuk  membuat  dorongan  pada  ekonomi  Inggris  yang  "stalled",  pengambil kebijakan BoE David Miles mengatakan dalam wawancara dengan Financial Times.  

• Miles, yang memilih mendukung putaran ketiga dari stimulus moneter pada policy meeting BoE pada bulan Juni, mengaskan dukungannya pada  cash injection sekurang‐kurangnya 50 milyar pound ($77.80 milyar).  

• "Do  we  need  a  more  expansionary  monetary  policy?  'Yes'.  Should  it  be  a  substantial  change  in  asset  purchases?  'Yes'.  Is  50  billion  pounds  a  substantial number? 'Yes it is'. Could one know in advance what is exactly the right amount to do? 'Absolutely not'," Miles dikutip pernyataannya  pada FT's website Senin lalu.  

• Ekspektasi orang Inggris untuk tingkat inflasi tahun mendatang merosot pada bulan ini menjadi 2.4 persen – level terendahnya sejak April 2010,  survei bulanan oleh polling perusahaan YouGov untuk bank Citi menunjukkannya Senin lalu.  

• Dengan ekspektasi inflasi untuk lima hingga 10 tahun mendatang anjlok menjadi 3.2 persen pada bulan Juni dari 3.4 persen pada bulan Mei.  Gambaran terakhir sesuai dengan level Januari, yang menunjukkan level terendahnya sejak Mei 2010.  

• Harga  perumahan  di  Irlandia mencatatkan kenaikan  pertama  kalinya  dalam  bulanan  sejak  2007  pada  bulan  Mei,  data  menunjukkannya,  yang  merupakan  tanda  terakhir  bahwa  pasar  (perumahan)  stabil  setelah  ledakan  dari  sebuah  gelembung  properti  yang  menghancurkan  perekonomian.  




JAPAN
• Yen dan dolar As menguat terhadap euro menyusul berlanjutnya kekhawatiran investor akan penanganan krisis hutang Uni Eropa. Investor cenderung  mengalihkan investasinya pada aset safe haven terutama dolar AS dan yen.  

• Analis  Morgan  Stanley  merekomendasikan  posisi  beli  dolar  AS  terhadap  yen  berdasarkan  kemungkinan  kenaikan  pajak  konsumsi  di  Jepang  yang  diperkirakan  akan  disetujui  pekan  ini.  Lebih  lanjut,  analis  Morgan  Stanley  tersebut  memperkirakan  BOJ  akan  melanjutkan  pelonggaran  moneternya  sebagai respon dari rendahnya permintaan barang akibat kenaikan pajak penjualan tersebut.  

• Popularitas  Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  meningkat  seiring  keberhasilan  Parta  Demorat  (partai  pengusungnya)  mendapatkan  kesepakatan  dengan  partai oposisi dalam  persetujuan rencana kenaikan pajak penjualan.Dukungan bagi cabinet  Noda meningkat 33 persen, naik  5 persen disbanding  jajak  pendapat Nikkei akhir bulan lalu.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,94 persen terhadap yen di 79.67, sementara itu euro anjlok 1,43 persen terhadap yen ke 99.59  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat melemah 1,62 persen terhadap yen di 79.67 dan sterling juga melemah 1,02 persen terhadap yen ke 124.02. 




AUSTRALIA
• Aussie terkoreksi hingga ke bawah paritasnya terhadap dolar ketika Spanyol secara formal meminta paket bailout dari zona euro. 

• Setelah mencatat intraday low di $0.9970, Aussie kemudian bergerak di ekitar $0.9991, atau turun sekitar 0.7% dari posisi penutupan New  York hari Jumat. 

• Kekhawatiran  terhadap  hasil  KTT  Uni  Eropa  dalam  pekan  ini  yang  kemungkinan  tidak  akan  menghasilkan  solusi  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan, telah  menekan  mata  uang  berimbal  hasil  lebih  tinggi  setelah investor  memburu  mata uang  yang dianggap lebih aman  seperti dolar dan yen. 

• Harapan terhadap KTT Uni Eropa yang akan dilaksanakan selama dua hari (Kamis‐Jumat) relatif cukup rendah setelah pertemuan empat  ekonomi  terbesar  zona  euro  pada  hari  Jumat,  di  mana  Jerman  menolak  tekanan  untuk  diberlakukan  obligasi  umum  zona  euro  atau  penggunaan yang lebih fleksibel untuk dana penyelamatan Eropa. 

• Spanyol secara resmi meminta pinjaman penyelamatan zona euro hingga 100 miliar euro ($ 125 milyar) untuk rekapitalisasi utang sektor  perbankannya, dan mengatakan jumlah akhir bantuan keuangan akan ditetapkan pada tahap berikutnya. 

• Selama pasar masih terus pesimis terhadap upaya mengatasi krisis utang zona euro, maka mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti  Aussie berpotensi mengalamin tekanan jual lebih lanjut. 




SWISS
• Swiss  franc  bergerak  melemah  seiring  melemahnya  euro  terhadap  dolar  menyusul  rapuhnya  pertumbuhan  ekonomi  global  dan  keprihatinan  terhadap krisis utang Eropa telah mendorong investor untuk memburu dolar dan melepas aset beresiko. 

• Swiss franc terus bergerak beriringan dengan euro setelah wakil kepala SNB Jean‐Pierre Danthine mengatakan level patokan untuk Swiss franc  terhadap  euro  yang  ditetapkan  di  bulan  September  lalu  di  1.20  franc  per  euro  tidak  mudah  untuk  diubah  dan  nampaknya  masih  akan  dipertahankan untuk sementara waktu ini. 

• Kekhawatiran  terhadap  hasil  KTT  Uni  Eropa  dalam  pekan  ini  yang  kemungkinan  tidak  akan  menghasilkan  solusi  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan, telah menekan mata uang berimbal hasil lebih tinggi setelah investor memburu mata uang yang dianggap lebih aman seperti dolar dan  yen. 

• Harapan terhadap KTT Uni Eropa yang akan dilaksanakan selama dua hari (Kamis‐Jumat) relatif cukup rendah setelah pertemuan empat ekonomi  terbesar zona euro pada hari Jumat, di mana Jerman menolak tekanan untuk diberlakukan obligasi umum zona euro atau penggunaan yang lebih  fleksibel untuk dana penyelamatan Eropa. 

• Spanyol  secara  resmi  meminta  pinjaman  penyelamatan  zona  euro  hingga  100  miliar  euro  ($  125  milyar)  untuk  rekapitalisasi  utang  sektor  perbankannya, dan mengatakan jumlah akhir bantuan keuangan akan ditetapkan pada tahap berikutnya. 

• Selama pasar masih terus pesimis terhadap upaya mengatasi krisis utang zona euro, maka dolar berpotensi menguat karena dianggap sebagai  mata uang yang lebih aman. 

• Swiss franc bergerak di sekitar 0.9608 franc terhadap dolar, atau melemah sekitar 0.5% dibanding penutupan New York hari Jumat.  

Monday, June 25, 2012

Headline News 25.06.12

US & GLOBAL
• Harga  oil  menguat  dari  level  terendahnya  dalam  18‐bulan  Jumat  lalu  karena  investor  mengubah  fokus  mereka  untuk  usaha  menyelesaikan kembali krisis utang Eropa, sementara itu bursa saham AS rebound dari kinerja terburuk keduanya dalam tahunan.  

• Euro menguat terhadap dollar setelah European Central Bank mengatakan akan menerima aset‐aset berkualitas rendah sebagai jaminan  dalam gerakan untuk membantu goyahnya perbankan regional mereka.  

• Investor  mengkhawatirkan  bahwa  krisis  utang  Eropa  bertambah  untuk  melambat  terhadap  pertumbuhan  perekonomian  global  khususnya setelah serentetan data Kamis sebelumnya yang menunjukkan penurunan pada sektor manufaktur global. Bursa saham Eropa  ditutup melemah dalam hariannya setelah data menunjukkan anjloknya sentimen bisnis Jerman.  

• Para  pemimpin  Jerman,  Perancis,  Italia  dan  Spanyol  menyetujui  Jumat  lalu  paket  sebesar  130  milyar  euro  ($156  milyar)  untuk  menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi di Eropa tetapi terbagi atas penerbitan obligasi bersama untuk menggempur krisis utang  zona euro. 

• Setelah  para  pemimpin  bertemu  di  Roma,  Perdana  menteri  Italia  Mario  Monti  mengatakan  Uni  Eropa  seharusnya  mengadopsi  suatu  rangkaian langkah pertumbuhan yang setara dengan 1 persen dalam gross domestic product (GDP) regional pada summit minggu depan.  

• Agenda minggu depan adalah 28‐29 Juni untuk summit Uni Eropa.  

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 67.21 poin, atau 0.53 persen, ke level 12,640.78. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> naik 9.51 points, atau 0.72 persen, ke level 1,335.02. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 33.33 poin, atau 1.17 persen, ke  level 2,892.42.   

• Bursa  saham  dunia  yang  diukur  pada  indeks  MSCI's  global  equity  <.MIWD00000PUS>,  merosot  0.3  persen  dan  saham‐saham  Eropa  <.FTEU3> ditutup anjlok 0.7 persen. 

• Euro  sedikit  meningkat  terhadap  dollar  Jumat  lalu  setelah  aksi  jual  terburuknya  yang  lebih  dari  enam  bulan,  yang  didorong  oleh  pergerakan  European  Central  Bank  untuk  membuat  pendanaan  yang  mudah  untuk  memperjuangkan  perbankan.  Euro  naik  ke  level  tertingginya  $1.2583  <EUR=>  dan  terakhir  diperdagangkan  pada  level  $1.2561,  meningkat  0.2  persen,  yang  mencatatkan  penurunan  mingguan sebesar 1.1 persen.  

• Harga obligasi pemerintah AS turun karena investor terpecah dalam kepemilikan obligasi sebelum suntikan senilai  $99 milyar  minggu  depan. Obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 13/32 pada harga menjadi 100‐24/32 dengan yield 1.67 persen, sekitar 5 basis  poin diatas penutupan Kamis sebelumnya.  

• Kenaikan pada euro membantu penguatan harga emas. Spot emas <XAU=> menguat 0.2 persen ke level $1,568.70 per ons, tetapi logam  mulia mencatatkan penurunan 3.5 persen dalam mingguan, rangkaian penurunan terburuk minggu keduanya dalam tahunan. 

• Brent oil futures rebound setelah mencapai level terendah dalam 18‐bulan Kamis sebelumnya. Brent crude <LCQ2> naik $1.75 untuk di  settle ke level $90.98 per barrel, meskipun anjlok 6.8 persen dalam mingguannya. NYMEX August crude <2CLc1> di settled ke level $79.76  per barrel, bertambah $1.56 dalam seminggu, front‐month U.S. crude turun 5.1 persen. Potensi badai mengancam produksi oil di Teluk  Meksiko yang membantu mendorong harga oil. 
GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat pada hari Jumat, sehari setelah mengalami koreksi tajam, namun logam mulia secara virtual flat tahun ini dan mencatat  koreksi mingguan 4% akibat meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global. 

• Pada awal perdagangan, emas sebenarnya bertengger di wilayah negatif untuk 2012. Pada hari Kamis, emas turun 2,5%, sehari setelah  The Federal Reserve AS hanya butuh langkah sederhana untuk merangsang ekonomi terbesar dunia tersebut. The Fed memilih untuk  memperpanjang program "Operation Twist" dengan menjual obligasi jangka pendek dan membeli obligasi jangka panjang. Sementara  banyak  investor  berharap  untuk  dilakukannya  putaran  ketiga  pelonggaran  kuantitatif  (QE3)  di  mana  The  Fed  melakukan  pembelian  langsung surat utang pemerintah AS. 

• Kekhawatiran terhadap inflasi telah membantu menopang penguatan emas, namun saat ini investor dicemaskan oleh masalah deflasi  setelah laporan belakangan ini menunjukkan memburuknya kondisi ekonomi global. 

• Harga  emas  spot  naik  0.1%  di  $1,566.40 per  ounce,  hanya  $3  di  atas  level  penutupan  tahun 2011.  Sedangkan  emas  berjangka  untuk  pengiriman Agustus naik $1.80 di $1,567.30. 

• Emas menarik minat investor sehari setelah Moody’s memangkas peringkat 15 terbesar bank dunia karena melihat prospek laba jangka  panjang serta turunnya pertumbuhan. Kekhawatiran terhadap krisis utang zona euro juga turut menopang penguatan emas.




OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka Brent naik di atas $91 per barel pada hari Jumat, rebound dari level terendah 18 bulan, namun masih mencatat  penurunan mingguan sekitar 7% menyusul investor mengkhawatirkan sinyal melambatnya ekonomi global. 

• Minyak berhasil rebound setelah jatuh sekitar 4% di hari Kamis karena kondisi oversold telah mendorong investor untuk kembali membeli  minyak. Namun dengan data ekonomi yang belakangan ini dirilis buruk dan berlimpahnya suplai telah memicu investor untuk menahan  diri untuk mendorong penguatan minyak lebih lanjut. 

• Keputusan bank sentral Eropa (ECB) yang akan menjamin aset‐aset dengan kualitas buruk untuk mengurangi tekanan di sektor perbankan  juga turut memberi dukungan pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti euro dan juga mendorong naiknya minyak berjangka. Namun euro kemudian melemah setelah investor ragu dengan efektifitas langkah ECB tersebut. 

• Di bursa London, Brent berjangka untuk pengiriman Agustus naik $1.81 di $91.04, setelah rebound dari level intraday low $88.49, level  terendahnya sejak Desember 2010. 

• Sedangkan  untuk  minyak  berjangka  AS  pengiriman  Agustus  naik  $1.48  ke  $79.25  setelah  mencatat  intraday  low  di  $77.56,  level  terendahnya sejak 5 Oktober 2011, setelah tersungkur 4% di hari Kamis. Kontrak minyak ini mencatat penurunan 6% dalam sepekan. 



EURO ZONE
• Euro  menguat  terhadap  yen  dan  dolar  AS  pada  sesi  Jumat  akhir  pekan  lalu  ditunjang  oleh  langkah  bank  sentral  –  ECB  yang  memberikan  keleluasaan  jaminan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan kawasan tersebut. Termasuk didalamnya adalah jaminan dengan kualitas rendah (hingga level  BBB) untuk menurunkan keteganan sektor keuangan kawasan.  

• Namun  demikian  para  analis  mengingatkan  bahwa  euro  masih  potensial  mengalami  tekanan  sehubungan  rilis  data  fundamental  ekonomi  yang  kian  melemah,  meningkatkan  tekanan  bagi  ECB  untuk  segera  melakukan  pemangkasan  suku  bunga  untuk  membantu  memulihkan  krisis  hutang  yang  kian  menyebar. Sebagai contohnya adalah data business sentiment Jerman untuk periode Juni yang mencatat pelemahan ke level terendahnya sejak 2‐tahun  terakhir.  

• Pihak Jerman tetap bertahan untuk terus menekan Yunani dalam rangka pemangkasan anggaran untuk mendapatkan bailout, dan menolak ide peluncuran  obligasi bersama Uni Eropa. Namun, pemimpin Italia, Spanyol, Jerman dan Perancis menyetujui paket dana senilai 130 miliar euro (156 miliar USD) yang  akan digunakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.  

• Dalam  sepekan  terakhir  euro  tercatat  mengalami  pelemahan  mingguan  sebesar  0,59  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.2562,  sementara  itu  euro  justru  tercatat menguat 1.57  persen terhadap  yen di  101.03, euro juga mencatat penguatan  0,20 persen terhadap sterling ke 0.8064 dan turun  0,03  persen  terhadap Swiss franc di 1.2004.




U.K.
• Aktivitas  Merger  dan  akuisisi  melorot  25  persen  diseluruh  dunia  dalam  semester  pertama  tahun  2012  karena  ketidakpastian  perekonomian  global mengekang rencana ekspansi perusahaan‐perusahaan ‐‐ dan para bankir tidak mengekspektasi besarnya perbaikan dalam waktu tahunan  yang tersisa.  

• Total pengumuman kesepakatan sedikit lebih dari $1 triliun secara global hingga 19 Juni, turun dari $1.33 triliun pada waktu yang sama tahun  lalu, menurut laporan data awal dari Thomson Reuters.  

• Penurunan  dalam  pembuatan  perjanjian  adalah  berita  buruk  untuk  perbankan  yang  siap  menantang  terhadap  krisis  keuangan  di  Eropa,  mengkhawatirkan mengenai pertumbuhan di Asia dan perekonomian AS yang telah berbalik memburuk pada bulan‐bulan ini.   

• Pengawas  resiko  dari  Bank  of  England  terlihat  mengatur  untuk  memungkinkan  kreditur  minggu  depan  membebaskan  milyaran  pound  dari  penyangga cash dan membantu mengangkat perekonomian keluar dari resesi.  

• The Financial Policy  Committee (FPC)  bertemu Jumat lalu dan mempublikasikan rekomendasi untuk tindakan regulasi pada 29 Juni. Beberapa  anggota telah menurunkan petunjuk utama pada apakah mengekspektasi bagian dari melebarnya usaha Inggris untuk mendapatkan kredit yang  lebih mengalir ke dalam perusahaan.  




JAPAN
• Pemerintah Jepang meningkatkan proyeksi ekonominya pada akhir pekan lalu, ditunjang oleh membaiknya consumer spending dan stabilnya permintaan  barang  pasca  rekonstruksi  beberapa  kawasan  yang  terkena  tsunami  tahun  2011  silam.  Namun  demikian  tetap  mengingatkan  akan  kemungkinan  penurunan aktifitas ekonomi sehubungan dengan penyebaran krisis hutang Uni Eropa dan perlambatan ekonomi Cina sebagai salah satu tujuan utama  ekspor produk asal Jepang. Kantor Kabinet Jepang untuk pertama kalinya dalam 3‐bulan terakhir meningkatkan proyeksi capital spending ditunjang oleh  membaiknya keuntungan korporasi dan dukungan permintaan barang dari upaya rekontruksi.  

• Penilaian ini juga menunjang dinaikkannya perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang oleh BOJ pertengahan pekan lalu. Sementara itu berdasarkan jajak  pendapat  yang  dilansir  Reuters,  memperlihatkan  bahwa  ekonomi  Jepang  diprediksi  akan  mengungguli  pertumbuhan  ekonomi  negara  maju  lainnya.  “Penjualan  otomotif  meningkat  ditunjang  oleh  subsidi  dari  pemerintah  sejak  Agustus  2011  lalu,  dan  aktifitas  konstruksi  perumahan  juga  naik  untuk  pertama kalinya sejak 2‐bulan terakhir”, demikian berdasarkan pernyataan resmi dari Kantor Kabinet Jepang.  

• Dalam sepekan terakhir dolar AS tercatat menguat tajam 2,21 persen terhadap yen ke 80.43, sementara itu euro juga emlonjak 1,57 persen terhadap yen  di 101.03. Sedangkan Aussie dolar tercatat melonjak 2,05 persen terhadap yen 80.98 dan sterling juga naik 1,33 persen terhadap yen ke 125.30. 




AUSTRALIA
• Aussie bergerak relatif stabil setelah berhasil bertahan di atas paritasnya terhadap dolar, usai mengalami tekanan akibat buruknya rilis  data ekonomi global di hari Kamis sebelumnya. Rilis pesimis data manufaktur dari AS, Eropa dan CIna hari Kamis lalu telah menekan Aussie  dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi lainnya. 

• Keputusan bank sentral Eropa (ECB) yang akan menjamin aset‐aset dengan kualitas buruk untuk mengurangi tekanan di sektor perbankan  juga turut memberi dukungan pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi termasuk Aussie. 

• Aussie terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.0060, naik 0.1% dari posisi penutupan New York hari Kamis. 

• Pekan ini hanya data private sector credit dan housing credit periode Mei Australia yang akan dirilis pada hari Jumat. Adapun perhatian  pasar masih tertuju pada perkembangan ekonomi dan politik yang berlangsung di Eropa dan juga Amerika Serikat. 




SWISS
• Swiss franc melanjutkan koreksinya terhadap dolar pada hari Jumat, setelah mengalami tekanan di hari Kamis sebelumnya ketika data ekonomi global  dirilis buruk yang menyebabkan investor menjauhi aset beresiko, dan mendorong naiknya dolar AS. 

• Namun Swiss franc relatif stabil terhadap euro, bergerak di sekitar level patokannya 1.20 franc per euro yang ditetapkan pada 6 September tahun lalu  guna mencegah ekonomi Swiss terjatuh kedalam resesi ataupun deflasi. 

• Penurunan peringkat 15 bank dunia oleh lembaga pemeringkat Moody’s juga turut menjaga berlanjutnya risk aversion (keengganan untuk mengoleksi aset  beresiko). Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Services, kembali memangkas rating 15 bank‐bank besar, seperti Bank of America, JP  Morgan Chase, serta Goldman Sachs, karena melihat prospek laba jangka panjang serta turunnya pertumbuhan.  Moody’s  juga  mengatakan  sangat  prihatin  terhadap  bisnis  perbankan  karena  pasar  sangat  bergejolak.  Beberapa  bank  besar  Eropa  juga  diturunkan  peringkatnya, termasuk Barclays, Deutsche Bank, serta HSBC. 

• Swiss franc terlihat bergerak relatif stabil terhadap dolar dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 0.9560 franc. Swiss franc juga bergerak stabil terhadap  euro di sekitar 1.2005 franc. 

• Sementara itu, lembaga ekonomi KOF Swiss Jumat kemarin menaikkan proyeksi pertumbuhan untuki tahun 2012 menjadi 1.20% menyusul kuatnya tingkat  konsumsi telah mendorong pertumbuhan ekonomi Swiss di awal tahun ini, namun dikatannya bahwa dimasa mendatang ekonomi Swiss akan menghadapi  tantangan  akibat  krisis  utang  zona  euro.  KOF  juga  memprediksi  ekspansi  ekonomi  akan  meningkat  menjadi  1.7%  di  tahun  2013,  turun  dari  proyeksi  sebelumnya di 1.9%.

Friday, June 22, 2012

Headline News 22.06.12




US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  melorot  2.0  persen  dan  Brent  crude  oil  ditutup  ke  level  terendahnya  dalam  18  bulan  Kamis  lalu  karena  data  menunjukkan  aktivitas  manufaktur  Cina,  Eropa  dan  AS  telah  melambat  kedepannya  yang  menandai  kekhawatiran  mengenai  melambatnya pertumbuhan (ekonomi) global.  

• Data  yang  mengecewakan  berasal  sehari  setelah  the  Fed  memperluas  program  stimulus  moneter  yang  bertujuan  untuk  mendorong  perekonomian AS.  

• Aktivitas  bisnis  diseantero  zona  euro  merosot  kedalam  rangkaian  lima  bulannya  pada  bulan  Juni  dan  manufaktur  Cina  mengalami  kontraksi, sementara itu melemahnya permintaan luar negeri memperlambat pertumbuhan sektor factory AS, survei menunjukkannya.  

• Bursa saham AS mencatatkan kinerja harian terburuknya dalam tiga minggu, ditambah setelah Goldman Sachs menekan pada indeks S&P  500. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 250.82 poin, atau 1.96 persen, untuk ditutup ke level 12,573.57. Indeks Standard  & Poor's 500 <.SPX> merosot 30.18 poin, atau 2.23 persen, ke level 1,325.51. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melorot 71.36 poin, atau  2.44 persen, ke level 2,859.09.   

• Bursa saham dunia yang diukur oleh indeks MSCI's global equity <.MIWD00000PUS>, turun 1.8 persen dan bursa saham Eropa <.FTEU3>  ditutup anjlok 0.5 persen.  

• Harga Treasuries AS naik Kamis lalu karena data mencatatkan perlambatan pada perekonomian AS, sehari setelah the Fed mengatakan  bahwa siap untuk melakukan usaha yang lebih dalam membantu meningkatkan recovery yang rapuh.  

• Euro anjlok ke level terendahnya $1.2529 <EUR=> pada data Reuters, jauh dibawah level tertinggi Rabu sebelumnya $1.2743. Terakhir  berada pada level $1.2541, turun 1.3 persen, level harian terburuknya sejak pertengahan Desember.   

• Emas anjlok 2.5 persen Kamis lalu, diambang menghapus kenaikannya tahun ini karena mengemukanya kembali ketakutan perlambatan  ekonomi global dan kekecewaan berkenaan dengan kurang agresifnya stimulus the Fed yang menekan ketertarikan pada logam mulia  sebagai lindung nilai dibandingkan dengan inflasi. Spot emas <XAU=> merosot 2.5 persen ke level $1,566 per ons pada pukul 1905 GMT,  yang pada awalnya tertekan ke level terendahnya $1,563.88 per ons.   

• Pada  pasar  oil,  Brent  crude  <LCOc1>  anjlok  ke  dalam  rangkaian  empat  harinya  untuk  ditutup  ke  level  terendahnya  dalam  18  bulan.  August Brent crude <LCOQ2> ditutup ke level $89.23 per barrel, turun $3.46, atau 3.7 persen, dan mencatatkan settlement terendahnya  pada  front‐month  Brent  sejak  1  Des.,  2010.  NYMEX  crude  untuk  pengiriman  bulan  Agustus  <CLQ2>  ditutup  ke  level  $78.20,  melorot  $3.25, atau 4 persen, yang mencatatkan settlement terendahnya pada front‐month U.S. crude sejak 4 Okt., 2011. 

GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  2.5%  pada  hari  Kamis  dipicu  tumbuhnya  kekhawatiran  perlambatan  ekonomi  global  dan  kekcewaan  terhadap  langkah  stimulus The Fed yang kurang agresif sehingga menyurutkan minat pada emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. 

• Emas mencatat koreksi harian tertajamnya tahun ini. Emas telah mengalami tekanan jual sejak Rabu kemarin setelah The Fed mengakhiri  sidangnya  tanpa  menggulirkan  program  quantitative  easing  jilid  3  namun  menggantinya  dengan  memperpanjang  prgram  pembelian  obligasi jangka panjang untuk menurunkan suku bunga jangka panjang yang dikenal dengan istilah "Operation Twist."   

• Perak turun lebih dari 4%, menyusul Brent crude oil yang anjlok lebih dari 3% ke level terendah 18 bulan dan juga melemahnya bursa  Wall Street. Tekanan jual di hari Kamis pada aset global telah mengurangi minat beli emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. 

• Kekhawatiran terhadap deflasi telah menyuramkan prospek emassetelah beberapa laporan menunjukkan kondisi sektor manufaktur AS  yang  mengecewakan,  menurunnya  sektor  manufaktur  Cina  dan  melambatnya  aktifitas  bisnis  di  zona  euro.  Data  terasebut  telah  menambah  kekhawatiran bahwa  krisis  Eropa  dan  melemabtnya  pertumbuhan ekonomi AS  dan Asia berpotensi  memperburuk  kondisi  ekonomi global. 

• Emas spot turun 2.6% ke $1,564.40 per ounce, setelah mencatat intraday low di $1,563.88 per ounce. Sedangkan emas berjangka COMEX  pengiriman Agustus turun $50.20 per ounce di $1,565.60. Sementara perak turun 4.4% di $26.85 per ounce. 

• Lemahnya permintaan emas fisik dari India juga turut menekan harga emas. Anjloknya nilai tukar rupee ke level terendahnya terhadap  dolar telah membuat harga emas menjadi lebih mahal, sehingga mengurangi minat beli investor. 




OIL & COMMODITIES
• Brent crude oil turun hampir 4% ditengah perdagangan yang ramai di hari Kamis, turun di bawah $90 per barel untuk pertama kalinya  dalam 18 bulan dipicu buruknya data ekonomi Cina, AS dan Eropa, yang mengisyartakan prospek melemahnya permintaan.  Brent telah terkoreksi hampir $40 per barel sejak menemus $128.40 di awal Mei, menyusul naiknya kuota produksi minyak Arab Saudi  yang memicu naiknya stok minyak. 

• Adapun komoditas lainnya juga jatuh seiring suramnya kondisi ekonomi global telah menurunkan minat untuk bahan mentah. 

• Di bursa London, Brent untuk pengiriman Agustus berakhir melemah $3.46 di $89.23 per barel, level penutupan terendahnya untuk Brent  sejak Desember 2010. Brent mencatat intraday low $88.90, juga merupakan level intraday terendahnya sejak Desember 2010.  Sementara untuk U.S. August crude turun $3.25 ke $78.20 per barel, level penutupan terendahnya sejak 4 Oktober 2011. 

• Dolar secara umum menguat pada perdagangan hari Kamis menyusul rilis pesimis data ekonomi AS, Eropa dan Cina telah mendorong  investor untuk menjauhi mata uang berimbal hasil lebih tinggi dan beralih memburu dolar yang dianggap sebagai mata uang yang lebih  aman.  

• Jobless claims mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih tertekan, sementara melambatnya sektor manufaktur AS dan melemahnya  manufaktur global telah meningkatkan keengganan untuk mengoleksi aset beresiko.


EURO ZONE
• Euro melemah tehadap dolar AS dan mencetak performa harian terburuknya sejak lebih dari 3‐bulan terakhir, disebabkan buruknya rilis data ekonomi  global yang meningkatkan kekecewaan para pelaku pasar terhadap keputusan The Fed yang dinilai kurang signifikan. Kondisi ini kemudian menurunkan  minat investor terhadap aset beresiko dan sebaliknya mengalihkannya kepada aset berstatus safe haven terutama dolar AS. Yang menopang kinerja dolar  AS  adalah  diantaranya  rilis  data  jobless  claims  Amerika  yang  memburuk,  menguatkan  indikasi  bahwa  pasar  ketenagakerjaan  di  negara  tersebut masih  belum sepenuhnya bangkit, serta data sektor manufaktur yang juga melemah.  

• Turut menekan kinerja euro secara khusus, adalah buruknya data sektor jasa Jerman untuk periode Juni yang mengalami pelemahan dalam dua bulan  beruntun, diwarnai aktifitas sektor manufaktur ekonomi terbesar Eropa tersebut yang mencapai level terendahnya sejak 3‐bulan terakhir. Buruknya data  Uni Eropa tersebut meningkatkan spekulasi bahwa ECB pada akhirnya akan memangkas suku bunga acuan. 

• Pejabat ofisial pemerintah Spanyol menegaskan bahwa permintaan resmi untuk bantuan bagi sektor perbankan Spanyol akan diajukan dalam beberapa  hari kedepan, dan detail mengenai segala sesuatunya akan diselesaikan pada akhir Juli. 

•  Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah tajam 1,28 persen terhadap dolar AS ke 1.2541,  euro juga anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 100.63  yen,  dan  melemah  0,49  persen  terhadap  sterling  ke  0.8043.  Sedangkan  terhadap  Swiss  franc,  euro  tercatat  mengalami  penguatan  tipis  0,02  ke  level  1.2010.




U.K.
• Penjualan  ritel  Inggris  menguat  kembali  pada  bulan  Mei  setelah  anjlok  pada  April  karena  cuaca  panas  mendorong  para  pembelanja  untuk  membeli pakaian dan sepatu, menaikkan harapan bahwa negara kemungkinan belum menghindari kemerosotan jangka panjang.  

• Inggris  yang  anjlok  ke  dalam  resesi  keduanya  dalam  empat  tahun  antara  bulan  Oktober  dan  Maret,  sangat  membutuhkan  dorongan,  dan  pengambil kebijakan  memberikan harapan pada consumer spending karena  ekspor dan business morale telah tertekan oleh krisis utang zona  euro.  

• Pemerintah  telah  mengumumkan  sejumlah  skema  yang  bertujuan  untuk  mendukung  lending  dan  infrastruktur  pembelanjaan,  sementara  itu  bank sentral telah mengindikasikan bahwa injeksi cash lainnya untuk mendukung perekonomian berada pada jalurnya.  

• Anjloknya  kinerja  oleh  peritel  dan  menguatnya  manufaktur  pada  barang‐barang  konsumen  yang  diungkapkan  oleh  survei  industri,  dimana  menunjukkan  perbaikan  yang  tidak  diekspektasi  pada  factory  orders  Inggris  bulan  Juni,  yang  memberikan  beberapa  berita  baik  pada  perekonomian.  

• Inggris  hanya  satu  kuartal  mencapai  rencananya  untuk  mengurangi  defisit  bujet  dan  memangkas  pembelanjaan  yang  kemungkinan  berlanjut  hingga 2020, pejabat setempat mengatakannya pada media lokal Kamis lalu.  




JAPAN
• Dolar AS mencapai level tertingginya dalam kurun 5‐pekan terakhir terhadap yen, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi di berbagai negara maju dan  kekecewaan pelaku pasar akan insignifikansi langkah The Fed dalam sidangnya tempo hari. Salah satu faktor yang turut mendukung pelemahan yen adalah  disetujuinya pengangkatan dua nominasi anggota dewan BOJ yang mendukung kebijakan pelonggaran moneter. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa  BOJ akan melakukan ekspansi dalam program pembelian aset setidaknya pada sidangnya 12 Juli mendatang.  

• Tingkat  mood  korporasi  Jepang  untuk  periode  Juni  menjadi  lebih  pesimis  untuk  pertama  kalinya  dalam  4‐bulan  terakhir,  demikian  berdasarkan  jajak  pendapat  yang  dilansir  Reuters.  Turunnya  kepercayaan  diri  dan  proyeksi  bisnis  tersebut  antara  lain  dipengaruhi  oleh  memburuknya  kondisi  Eropa,  penguatan  yen  dan  kemungkinan  perlambatan  ekonomi  Cina  sebagai  salah  satu  konsumen  utama  produk  asal  Jepang.  Survey  bulanan  yang  dilansir  Reuters ini memiliki korelasi cukup tinggi dengan survey Tankan. 

• BOJ  diperkirakan  tengah  menyiapkan  langkah  tambahan  guna  mendukung  pemulihan  ekonomi  Jepang  terutama  jika  kondisi  menghendaki,  demikian  berdasarkan pemaparan salah satu anggota BOJ – Koji Ishida. Ishida memang menyatakan bahwa ekonomi Jepang nampaknya akan memenuhi target dan  proyeksi BOJ sebelumnya dengan pemulihan yang moderat, namun hal tersebut masih mungkin berbalik jika kondisi keuangan global memburuk. Untuk  itu Ishida menambahkan bahwa BOJ akan menerapkan langkah tambahan untuk menopang pemulihan ekonomi Jepang.  

• Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,96 persen terhadap yen di 80.21, sementara itu euro anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 100.63  yen.  Sedangkan  Aussie  dolar  tercatat  melemah  0,54  persen  terhadap  yen  di  80.51  dan  sterling  justru  menguat  0,18  persen  terhadap  yen  ke  125.05. 




AUSTRALIA
• Sektor  industri  Australia  nampaknya  akan  menghadapi  kendala  di  kuartal  saat  ini  akibat  tingginya  nilai  tukar  dan  semakin  suramnya  prospek  ekonomi  global, demikian sebuah survey menunjukkan. 

• Sebuah survey kuartalan dari Westpac and the Australian Chamber of Commerce and Industry (ACCI) menemukan aktifitas secara umum masih mengalami  kontraksi di kuartal kedua. 

• Survey untuk Actual Composite index of conditions tercatat 47.9 di kuartal kedua, level kontraksi selama 5 kali berturut‐turut. Sedangkan untuk Expected  Composite index untuk melihat kondisi mendatang terlihat lebih baik di 51.7 dari 51.5, sesuai dengan ekspektasi terjadi pertumbuhan yang moderat dalam  3 bulan kedepan. 

• Dolar  secara  umum  menguat  pada  perdagangan  hari  Kamis  menyusul  rilis  pesimis  data  ekonomi  AS,  Eropa  dan  Cina  telah  mendorong  investor  untuk  menjauhi mata uang berimbal hasil lebih tinggi dan beralih memburu dolar yang dianggap sebagai mata uang yang lebih aman.  

• Jobless claims mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih tertekan, sementara melambatnya sektor manufaktur AS dan melemahnya manufaktur global  telah meningkatkan keengganan untuk mengoleksi aset beresiko. 

• Mata uang berimbal hasil lebih tinggi mengalami tekanan setelah investor mencerna keputusan The Fed dan juga data manufaktur Cina yang melemah. 

• Aussie turun 1.5% ke $1.0042, mundur dari level tertinggi 7 pekan di $1.0225 yang dicapai pada hari Rabu. Aussie mencatat intraday low setelah sebuah  survey menunjukkan sektor manufaktur Cina mengalami kontraksi dalam 8 bulan berturut‐turut di periode Juni, dengan order ekspor berada pada level  terlemahnya sejak awal 2009. 




SWISS
• Swiss franc terkoreksi terhadap dolar setelah investor mengabaikan kemungkinan The Fed menggulirkan quantitative easing (QE) jlid 3  dan data perdagangan Swiss menunjukkan masih rendahnya minat global yang menyebabkan tertekannya ekspor. 

• The Fed mengatakan pihaknya akan melanjutkan program Operation Twist dengan membeli $267 milyar obligasi jangka lebih panjang  hingga akhir 2012, dimana  langkah The Fed tersebut sebelumnya telah diantisipasi pasar. 

• Rendahnya minat global juga telah memukul sektor ekspor Swiss yang turun 3.7% di bulan Mei, dengan nilai penjualan ke Eropa dan Asia  turun masing‐masing 10% dan 4%. 

• Buruknya data telah menekan sentimen investor Swiss, dengan kalangan analis memprediksi perlambatan ekonomi global akan menekan  pertumbuhan ekonomi Swiss di semester kedua tahun ini, setelah menunjukkan pertumbuhan yang menakjubkan di kuartal pertama. 

• Di  sesi  New  York,  dolar  terus  menguat  dengan  mencatat  intraday  high  di  0.9583  franc  dan  kemudian  bergerak  di  sekitar  0.9569.  Sedangkan terhadap euro, Swiss franc bergerak stabil di sekitar 1.2009 franc.