title cover

title cover

Monday, July 2, 2012

Headline News 02.07.12


US & GLOBAL
Euro melonjak mendekati 2 persen, harga oil naik dan bursa saham dunia mengalami rally Jumat lalu setelah para pemimpin zona euro menyetujui langkah untuk memangkas tingginya borrowing costs di Italia dan Spanyol, ditambah untuk secara langsung merekapitalisasi  perbankan regional.  

Para  pemimpin  Uni  Eropa  juga  menyetujui  setelah  pembicaraan  yang  sengit  selama  14  jam  yang  membuat  badan  pengawas  tunggal  untuk perbankan zona euro, berada dibawah European Central Bank, akan mendiskusikan hingga akhir tahun‐ suatu langkah kedepannya  pada banking union dalam wilayah tersebut.  

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 277.83 poin, atau 2.20 persen, ke level 12,880.09. Indeks Standard & Poor's 500  <.SPX> menguat 33.12 poin, atau 2.49 persen, ke level 1,362.16. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> ditutup melejit 85.56 poin, atau 3.00  persen, ke level 2,935.05. 

Diantara  penekan  harian  terbesar  adalah  Research  in  Motion  <RIMM.O>,  yang  anjlok  19.1  persen  menjadi  $7.39  setelah  menunda  peluncuran generasi terkini dari BlackBerry phones.  

Di Eropa, indeks FTSE Eurofirst 300 <.FTEU3> ditutup menguat 2.6 persen, telah memangkas penurunan kuartalan menjadi 4.46 persen.   

Harga dari safe‐haven German bonds menghadapi pelemahan – secara singkat mendorong yields diatas (obligasi) AS yang setara untuk  pertama kalinya sejak awal Februari – sementara itu harga emas, oil dan tembaga menguat semuanya.  

Euro <EUR=> meningkat terhadap dollar AS, naik ke level tertingginya $1.2692. Terakhir telah naik ke level $1.2657, menguat 1.8 persen  dari Kamis sebelumnya, yang mana merupakan kenaikan terbesar persentase hariannya sejak Oktober 2011.  

Spot  harga  emas  <XAU=>  naik  3.0  persen  ke  level  $1,598.80  per  ons.  Dimana  telah  merosot  4.2  persen  dalam  kuartal  keduanya,  membagi kenaikannya dalam tahunan menjadi 2.2 persen. 

Brent crude untuk pengiriman bulan Agustus <LCOc1> di settled bertambah $6.44 atau 7.05 persen ke level $97.80 per barrel. U.S. crude  <CLc1>  di  settled  naik  $7.27  atau  9.36  persen  ke  level  $84.96  per  barrel,  meningkat  dari  level  terendahnya  delapan  bulannya  Kamis  sebelumnya. Dalam kuartalan, spot Brent dan U.S. oil futures melorot 20.4 persen dan 17.5 persen yang merupakan penurunan tertajam  kuartalannya sejak kuartal keempat tahun 2008, selama puncak krisis kredit global.  



GOLD & COMMODITIES
Emas naik 3.5% di atas $1,600 per ounce pada hari Jumat dan mengakhiri bulan Juni dengan mencatat kenaikan bulanan untuk pertama  kalinya dalam 5 bulan terakhir, menyusul kesepakatan Eropa untuk menyelamatkan bank‐bank dan memangkas biaya pinjaman untuk  Spanyol dan Italia telah mengangkat daya tarik investasi logam mulia dan komoditas lainnya. 

Pertemuan  para  pemimpin  zona  Euro  untuk  selama  dua  hari  di  Brussels  menghasilkan  kesepakatan  berupa  langkah‐langkah  untuk  memberikan  dukungan  langsung  kepada  bank‐bank  yang  tengah  bergulat  mengatasi  krisis  keuangan,  sehingga  mengurangi  beban  anggaran nasional.  Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro  ($A623.32 miliar) untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Kelompok logam  perak  dan  platinum  juga  terangkat  setelah  para  pemimpin Uni  Eropa  setuju  untuk  membiarkan dana penyelamatan  mereka digunakan untuk menyuntikkan bantuan langsung ke bank yang dilanda kesulitan mulai tahun depan dan melakukan intervensi di  pasar obligasi untuk mendukung negara‐negara anggota yang bermasalah. 

Logam mulia, yang bergerak searah dengan aset beresiko di tahun ini, juga menerima dukungan dari short‐covering setelah mengalmi  kerugian sebelumnya selama sepekan terakhir dan membawa eams berada dalam zona oversold

Melonjaknya  harga  minyak  yang  hampir  mencapai  5%,  kenaikan  tajam  pada  hasil  tanaman  biji‐bijian  dan  komoditas  lainnya,  dan  menguatnya  euro  dan  ekuitas  AS  ditengah  prospek  membaiknya  kondisi  ekonomi  pasca  kesepakatan  Uni  Eropa,  telah  berhasil  mendorong penguatan pada harga emas. 

Harga emas spot naik 3.3% di $1,602.90 per ounce, setelah menembus level tertinggi 1 pekan di $1,606 79 per ounce. Sedangkan untuk  emas berjangka pengiriman Agustus naik $45.50 per ounce di $1,595.90. Sementara untuk harga spot perak naik 4.3% ke $27.47 per  ounce. 

Emas  masih  tercatat  turun  4.5%  di  kuartal  yang  berakhir  Juni,  penurunan  kuartalan  terbesarnya  sejak  kuartal  ketiga  2008.  Setelah  mengalami rally 11 tahun, yang membawa emas mencapai level puncaknya di $1,920.30 per ounce pada September tahun lalu, saat ini  emas hanya tercatat naik 2% dalam tahun ini. 

Aksi  beli  emas  fisik  dari  India  tercatat  naik  tipis  di  hari  Jumat.  Lemahnya  minat  beli  dari  India  telah  menekan  harga  emas  tahun  ini,  dengan harga emas di India mendekati rekor tertinggi akibat melemahnya rupee. 

Pekan ini pasar akan menyoroti pertemuan otoritas monter di sejumlah negara seperti Eropa, Inggris, Australia dan Swedia, dan juga data  non‐farm  payrolls  pada  hari  Jumat  dan  sejumlah  laporan  dari  sektor  manufaktur  dan  jasa  yang  diperkirakan  akan  menggambarkan  melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan tersebut.




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka AS dan Brent melanjutkan penguatannya pada hari Jumat menyusul kesepakatan Eropa untuk menyelamatkan  bank‐bank  dan  memangkas  biaya  pinjaman  untuk  Spanyol  dan  Italia  telah  mengangkat  harga  minyak  dan  komoditas  lainnya,  setelah  mengalami koreksi tajam di hari Kamis sebelumnya. 

Pertemuan  para  pemimpin  zona  Euro  untuk  selama  dua  hari  di  Brussels  menghasilkan  kesepakatan  berupa  langkah‐langkah  untuk  memberikan  dukungan  langsung  kepada  bank‐bank  yang  tengah  bergulat  mengatasi  krisis  keuangan,  sehingga  mengurangi  beban  anggaran nasional.  Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro  ($A623.32 miliar) untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Harga  minyak  berjangka  NYMEX  untuk  pengiriman  Agustus  melonjak  ke  level  intraday  high  $84.52  per  barel,  naik  $6.06  atau  7.7%,  kenaikan harian terbesarnya sejak 22 Februari 2011. 

Di pasar London, Brent pengiriman Agustus melonjak ke intraday high $96.62, naik $5.26 atau 5.76%, kenaikan terbesarnya sejak 9 Mei  2011. 

Permintaan  minyak  global  diperkirakan  akan  tumbuh  pada  laju  paling  lambat  tahun  ini  sejak  krisis  keuangan  akibat  memburuknya  ekonomi,  demikian  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan,  dengan  melambatnya  pertumbuhan  konsumsi  di  China  diprediksi  nyaris  mengimbangi penurunan permintaan di negara maju. 

Sementara permintaan secara keseluruhan masih akan meningkat, dengan tingkat pertumbuhan untuk tahun ini dan berikutnya telah  diturunkan secara tajam sejak Januari, dan berdasarkan data ekonomi terbaru menunjukan perlambatan yang semakin dalam di sejumlah  negara maju dan sejumlah analis memprediksi akan terjadi revisi turun lebih lanjut. 

Jajak pendapat Reuters dari sebelas analis industri, instansi pemerintah dan bank investasi besar menunjukkan permintaan global masih  akan tumbuh sebesar 900.000 barel per hari (bph) tahun ini menjadi 89,8 juta barel per hari, meskipun perkiraan terbaru ini turun dari  perkiraan rata‐rata 1 juta barel per hari pada Januari. 

Adapun revisi terbesar adalah untuk permintaan pada tahun 2013, dengan perkiraan penurunan sebesar 800.000 barel per hari hanya  dalam waktu enam bulan. 

Pekan ini pasar akan menyoroti pertemuan otoritas monter di sejumlah negara seperti Eropa, Inggris, Australia dan Swedia, dan juga data  non‐farm  payrolls  pada  hari  Jumat  dan  sejumlah  laporan  dari  sektor  manufaktur  dan  jasa  yang  diperkirakan  akan  menggambarkan  melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan tersebut. 




EURO ZONE
Inflasi zona euro bertahan menguat pada level terendahnya dalam 16‐bulan dibulan Juni, terkendali oleh penurunan tajam  harga minyak dan didukung pada penguatan jangka pendek untuk pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central  Bank.  

Parlemen Jerman akhirnya akan menyetujui skema bailout permanen zona euro dan peraturan bujet terbaru Jumat lalu  yang  disusun  oleh  Angela  Merkel,  tetapi  hukum  tetap  merintangi  dan  persetujuan  terhadap  mitra  zona  euro  Italia  dan  Spanyol kemungkinan membuat mereka dapat mengatasinya. 
U.K.
Gubernur  Bank  of  England  Mervyn  King  meluncurkan  suatu  serangan  kegusarannya  pada  budaya  perbankan  Inggris  Jumat  lalu,  mengatakan  sesuatu  telah  berjalan  sangat  salah  dengan  industri  yang  mana  dia  tertawakan  untuk  beralih  pada  metode"deceitful"/tipu  daya  untuk  membuat/cetak uang.  

King mengatakan perbaikan fundamental dibutuhkan untuk suatu sektor yang terguncang dari rangkaian skandal keuangan.  

Industri perbankan adalah salah satu penggerak yang terbesar pada perekonomian Inggris dan telah berkembang selama dekade sebelumnya  dalam iklim pasar bebas 

Sektor  jasa  yang  dominan  di  Inggris  stagnan  pada  bulan  April  karena  anjloknya  penjualan  ritel  yang  disebabkan  oleh  tekanan  cuaca,  data  menunjukkannya Jumat lalu, yang memberikan sedikit harapan pada keseluruhan perekonomian untuk meninggalkan resesi pada kuartal kedua.




JAPAN
Jepang gagal untuk membelanjakan 40 persen dari dana yang dialokasikan untuk pertama kalinya dari rekonstruksi pada negara bagian Timur  laut, terpukul oeh gempa bumi dan tsunami besar‐besaran akhir Maret tahun lalu, pemerintah mengatakannya Jumat lalu.  

Penundaan  koordinasi  kebijakan  dengan  bencana  yang  menghantam  area  lokal  dan  lambatnya  pengambilan  keputusan  sebagai  bagian  untuk  menyalahkan pada kegagalan dalam membelanjakan sebagaimana yang direncanakan, Reconstruction Agency mengatakannya.  

Tingkat  pengangguran  Jepang  turun  pada  bulan  Mei  dan  ketersediaan  dari  membaiknya  sektor  pekerjaan,  yang  memperkirakan  recovery  ekonomi  secara  moderat  dan  membangun  kembali  pasca  gempa  bumi  yang  telah  mendorong  perusahaan‐perusahaan  untuk  menaikkan  perekrutannya.  




AUSTRALIA
Setelah  beberapa  kali  memangkas  suku  bunganya,  bank  sentral  Australia  diprediksi  akan  mempertahankan  suku  bunga  pada  sidangnya  bulan  Juli  ini,  khususnya setelah data menunjukkan terjadi pertumbuhan ekonomi pada level terpesatnya selama lebih dari 4 tahun di kuartal pertama. 

Dari 19 ekonom yang disurvey Reuters memprediksi Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga di level 3.5% pada sidangnya 3 Juli  besok. Perkiraan ini muncul setelah RBA memangkas suku bunganya di bulan Mei dan Juni dengan total pemangkasan 75 basis poin yang utamanya sebagai  respon atas ancaman krisis utang Eropa. 

Komentar petinggi RBA belakangan ini mengindikasikan bank sentral tidak dalam kondisi mendesak untuk memangkas suku bunganya kembali, kecuali jika  ekonomi global memburuk secara tiba‐tiba. 

Sebagian besar analis pasar memprediksi akan terjadi pemangkasan 1 hingga 2 kali lagi dalam beberapa bulan kedepan dimana RBA pada akhirnya akan  dipaksa untuk menurunkan suku bunganya akibat krisis Eropa yang telah menekan ekonomi global. 

Aussie  berhasil  menguat  ke  level  tertinggi  sejak  4  Mei  2012  setelah  mencatat  intraday  high  di  $1.0256  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  $1.0230,  mencatat  naik  1.9%  dari  posisi  penutupan  New  York  hari  Kamis.  Kenaikan  ini  terjadi  setelah  kesepakatan  Eropa  untuk  menyelamatkan  bank‐bank  dan  memangkas biaya pinjaman untuk Spanyol dan Italia. 

Pertemuan para pemimpin zona Euro untuk selama dua hari di Brussels menghasilkan kesepakatan berupa langkah‐langkah untuk memberikan dukungan  langsung kepada bank‐bank yang tengah bergulat mengatasi krisis keuangan, sehingga mengurangi beban anggaran nasional.  Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro ($A623.32 miliar)  untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Pekan ini pasar akan menyoroti pertemuan otoritas monter di sejumlah negara seperti Eropa, Inggris, Australia dan Swedia, dan juga data non‐farm payrolls  pada hari Jumat dan sejumlah laporan dari sektor manufaktur dan jasa yang diperkirakan akan menggambarkan melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan  tersebut.




SWISS
Indikator utama untuk ekonomi Swiss mencatat pertumbuhan untuk keempat kalinya secara berturut‐turut, mengindikasikan ekonomi Swiss cukup kuat  dalam menangkal dampak buruk krisis zona euro untuk saat ini. 

Indeks KOF untuk melihat prospek ekonomi dalam 6 bulan kedepan mencatat naik lebih tinggi dari ekspektasi di 1.16 di bulan Juni, dari level revisinya 0.80  di bulan sebelumnya. 

Kenaikan yang cukup kuat ini menunjukkan langkah SNB dalam membatasi penguatan nilai tukar Swiss franc terhadap euro di level 1.20 franc per euro  telah membantu melindungi perekonomian Swiss dari ancaman deflasi dan resesi. 

Hasil data KOF tersebut mengisyaratkan bahwa dalam 6 bulan kedepan ekspansi Produk Domestik Bruto (PDB) Swiss akan terakselerasi. 

Meskipun demikian, kalangan analis pasar mengingatkan bahwa data KOF tersebut bisa jadi memberikan gambaran yang terlampau bagus, sehingga perlu  bagi investor untuk tetap bertindak hati‐hati. 

Swiss  franc  terapresiasi  ke  level  tertinggi  6  hari  terhadap  dolar  setelah  kesepakatan  Eropa  untuk  menyelamatkan  bank‐bank  dan  memangkas  biaya  pinjaman untuk Spanyol dan Italia. 

Pertemuan para pemimpin zona Euro untuk selama dua hari di Brussels menghasilkan kesepakatan berupa langkah‐langkah untuk memberikan dukungan  langsung kepada bank‐bank yang tengah bergulat mengatasi krisis keuangan, sehingga mengurangi beban anggaran nasional. 

Kesepakatan itu, yang diumumkan pada hari Jumat, menyatakan akan menggunakan dana talangan zona euro sebesar 500‐miliar euro ($A623.32 miliar)  untuk rekapitalisasi bank‐bank yang sakit, terutama di Spanyol dan Italia, secara langsung. 

Dolar terkoreksi ke level intraday low 0.9459 franc, level terendahnya selama 6 hari, sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0.9485 franc, atau turun sekitar  1.7% dari posisi penutupan New York hari Kamis.  

Pekan  ini  pasar  akan  menyoroti  pertemuan  otoritas  monter  di  sejumlah  negara  seperti  Eropa,  Inggris,  Australia  dan  Swedia,  dan  juga  data  non‐farm  payrolls pada hari Jumat dan sejumlah laporan dari sektor manufaktur dan jasa yang diperkirakan akan menggambarkan melambatnya aktifitas ekonomi di  kawasan tersebut.

Friday, June 29, 2012

Headline News 29.06.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  merosot  Kamis  lalu  setelah  U.S.  Supreme  Court  memperkuat  administrasi  hukum  perbaikan  kesehatan  Obama, sementara itu euro tertekan ke level terendah tiga minggunya karena terpecahnya diantara para pemimpin Eropa  pada meeting di Brussels kedepannya dengan berkurangnya harapan dari langkah mendesak untuk menangani krisis utang  disana.  

Investor berbalik menjadi lebih berhati‐hati setelah data menunjukkan perekonomian AS kehilangan momentum, sementar  itu tingkat pengangguran Jerman naik pada bulan Juni, menunjukkan resiko pada pertumbuhan (ekonomi) global. 

Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 24.90 poin, atau 0.20 persen, ke level 12,602.11.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 2.84 poin, atau 0.21 persen, ke level 1,329.01. Indeks Nasdaq Composite  <.IXIC> melorot 25.83 poin, atau 0.90 persen, ke level 2,849.49.  

Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup turun 0.5 persen ke level 995.14. Indeks STOXX  European banking <.SX7P> ditutup merosot 2.36 persen. Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> turun 0.18 persen  ke level 303.05, yang membawa penurunan kuartalan untuk ditutup menjadi 9.1 persen.    

Euro <EUR=> berkurang 0.21 persen ke level $1.2444 setelah menyentuh level $1.2405, level terendahnya yang lebih dari  tiga minggu terhadap dollar. 

The dollar index <.DXY> naik 0.11 persen ke level 82.715 setelah menyentuh level tertinggi disekitar 1‐1/2 minggunya.  

Harga Treasuries AS naik Kamis lalu dengan aksi beli untuk safe haven terbukti menjadi andalan karena para pemimpin Uni  Eropa mulai terpecah pada summit berkenaan dengan bagaimana untuk menyelesaikan kembali krisis utang zona euro.   

Emas merosot lebih dari 1 persen Kamis lalu, tertekan oleh kekhawatiran dari perlambatan ekonomi setelah U.S. Supreme  Court berkuasa mengakkan hukum healthcare dan dengan merosotnya harapan bahwa European Union summit akan dapat  menyelesaikan krisis utang disana. Spot emas <XAU=> anjlok 1.4 persen ke level $1,553.10 per ons pada pukul 3:16 p.m.  EDT (1916 GMT), yang pada awalnya sempat tertekan ke level terendahnya dalam empat minggu di level $1,547.39.   

Brent crude futures di London <LCOQ2> di settled merosot $2.14, atau 2.29 persen ke level $91.36 per barrel, sementara  itu U.S. oil futures <CLc1> ditutup turun $2.52, atau 3.14 persen, ke level $77.69 per barrel. 




GOLD & COMMODITIES
Harga emas sempat anjlok  dalam level terendah empat minggunya Kamis lalu, tertekan  kemungkinan besar seperti dari  aset‐aset  beresiko  daripada  safe  haven  investment,  dan  terpengaruh  oleh  ekspektasi  pesimistik  untuk  European  Union  summit yang kemungkinan untuk menghasilkan langkah besar yang dibutuhkan untuk menghadang krisis utang.  

Pada summit Uni Eropa diekspektasi untuk menghasilkan roadmap yang luas untuk kebijakan fiskal, finansial dan politik  bersama dan kemungkinan menyetujui paket langkah untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi).  

Tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan dukungan pada proposal yang didukung oleh Perancis untuk negara‐negara zona euro yang seharusnya mengasumsikan joint liability untuk masing‐masing utang.  
OIL & COMMODITIES
Crude oil futures memperluas penurunannya untuk menjadi lebih dari 2 persen Kamis lalu, ditekan oleh ekuitas yang mana  turun kedepannya setelah keputusan U.S. Supreme Court menjunjung elemen‐elemen utama dari Presiden Barack Obama  dalam reformasi terhadap hukum healthcare.  

Pesimisme  bahwa  EU  summit  akan  menghasilkan  sedikit  usaha  untuk  menemukan  solusi  jangka  panjang  terhadap  krisis  utang zona euro yang memicu penurunan awalnya pada crude futures.  



EURO ZONE
Euro  melemah  terhadap  dolar  AS  dalam  4‐sesi  secara  beruntun  dan  mencapai  level  terendahnya  sejak  3‐pekan  terakhir  menyusul  naiknya  keraguan  dikalangan investor bahwa hasil European Summit akhir pekan ini belum akan menyajikan terobosan pada penanganan krisis hutang Uni Eropa. Namun  demikian para analis memperkirakan tekanan pada euro bisa saja berbalik apabila terdapat perkembangan positif dari penanganan krisis hutang. 

Menteri  Keuangan  Jerman  Wolfgang  Schaeuble  menampik  pemberitaan  yang  menyatakan  bahwa  Jerman  akan  menyetujui  pembagian  tanggungjawab  pada hutang Zona Euro dengan cara antara lain menerbitkan obligasi bersama Uni Eropa. Pernyataan ini menegaskan komitmen Kanselir Angela Merkel  yang menegaskan bahwa pihaknya menolak dengan tegas kemungkinan penerbitan obligasi bersama, atau bersama‐sama menanggung tanggungjawab  hutang Uni Eropa. 

Sementara itu imbal hasil obligasi Spanyol untuk tenor 10‐tahun mencapai diatas level 7 persen, yang merupakan level unsustainable. Kondisi tersebut  diperkirakan meningkatkan kekhawatiran para investor terhadap keuangan Spanyol dan prospek penyebarannya ke negara lain seperti Italia. Pada saat  yang sama Italia berhasil .




U.K.
Perekonomian Inggris tertekan kembali ke dalam resesi yang lebih cepat dari perkiraan dan kelihatan tidak mungkin untuk mengalami recover  untuk beberapa waktu, data  menunjukkannya Kamis sebelumnya, digemakan prediksi yang  suram oleh  bank sentral saat ini  tetapi  dipastikan  untuk hidup kembali dari progam stimulusnya minggu depan.  

Perekonomian melorot hingga 0.3 persen antara Januari dan Maret, Office for National Statistics mengatakannya. Ini mengkonfirmasi perkiraan  awalnya, tetapi revisi gambaran untuk kuartal terakhir tahun 2011 menunjukkan penurunan 0.4 persen, lebih dalam daripada laporan awalnya.  

Harga  perumahan  Inggris  kembali  melemah  pada  bulan  Juni  dengan  fase  tahunan  merosot  yang  mencapai  level  tertinggi  hampir  dalam  tiga  tahunnya karena perekonomian menyisakan pelemahan dengan sedikitnya tanda‐tanda untuk meningkat kembali, mortgage lender Nationwide  mengatakannya.  

House  prices  turun  0.6  persen  pada  bulan  Juni  setelah  kenaikan  0.2  persen  pada  bulan  Mei,  menjauhi  harga  turun  ke  level  terendahnya  1.5  persen daripada tahun lalu, level terendahnya untuk pertumbuhan tahunan sejak Agustus 2009.  




JAPAN
Penjualan ritel di Jepang pada periode Mei meningkat sebsar 3,6 persen, melebihi ekspektasi para analis yang memprediksi kenaikan sebesar 3 persen.  Namun demikian data periode Mei tersebut masih berada dibawah data periode April yang direvisi menjadi 5,7 persen, diperkirakan karena konsumsi  privat pasca bencana tsunami pekan lalu mulai kehilangan momentum. 

Sementara itu dukungan pada pemerintah Perdana Menteri Yoshihiko Noda kembali stabil, atau bisa dikatakan stagnan, setelah Majelis Rendah Jepang  menyetujui  rencana  kenaikan  pajak  penjualan,  meskipun  terdapat  penolakan  dari  internal  Partai  Demokrat  yang  berkuasa  saat  ini.  Dengan  rencana  tersebut, pajak penjualan produk Jepang akan ditingkatkan menjadi 10 persen dalam kurun 3 tahun kedepan untuk membantu mengatasi tingginya biasa  jaminan social seiring tingginya hutang Jepang yang mencapai 200 persen dari total PDB‐nya. 




AUSTRALIA
Penjualan  rumah  baru  di  Australia  naik  sebesar  0,7  persen  pada  periode  Mei  ditunjang  oleh  meningkatnya  penjualan  paad  sektor  apartemen  hunian.  Pemangkasan  suku  bunga  perbankan  turut  menunjang  penjualan  properti,  demikian  berdasarkan  data  dari  The  Housing Industry Association (HIA). Bank sentral – RBA melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3,75 persen  pada sidang Mei silam, yang kemudian diikuti pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada periode Juni menjadi 3,5 persen.  

Sementara itu jumlah ketersediaan lapangan kerja di Australia menurun menjadi 5,3 persen enjadi 172.500 pada periode Mei, demikian  berdasarkan data dari the Australian Bureau of Statistics. Lapangan kerja di sektor jasa menurun menjadi 5,2 persen menjadi 156.700..




SWISS
Anggota  SNB  –  Jean‐Pierre  Danthine  menegaskan  bahwa  kebijakan  SNB  untuk  mematok  kurs  franc  pada  batas  1.2  terhadap  euro  merupakan  strategi  terbaik untuk menopang ekonomi. Danthine juga tidak menampik kemungkinan diberlakukannya kebijakan lanjutan termasuk kontrol permodalan apabila  krisis Uni Eropa terus menyebar.  

Lebih lanjut Danthine juga mengungkapkan bahwa SNB tengah menyiapkan diri untuk melakukan pembelian mata uang asing dalam jumlah besar pasca  kenaikan  cadangan  devisa  Swiss  pada  periode  Mei  setelah  bank  sentral  secara  intensif  melakukan  upaya  intervensi  untuk  menstabilkan  kurs  franc  terutama terhadap euro sebagai partner dagang utama Swiss. Para eksportir Swiss menurut Danthine akan dapat menyesuaikan dengan kurs franc saat ini  terutama apabila kondisi ekonomi dunia membaik, namun apabila krisis memburuk maka pihaknya akan mempertimbangkan pematokan pada batas 1.20  saat ini.

Thursday, June 28, 2012

Headline News 28.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham naik pada pasar saham utama dunia Rabu lalu setelah didorong data AS dan rally pada harga crude oil, tetapi  euro melorot dari kedepannya European summit terlihat tidak mungkin untuk menghasilkan solusi yang layak untuk krisis  utang disana.  

Bursa saham Wall Street membukukan kenaikan terbesar dalam mingguannya, dengan indeks S&P 500 naik mendekati 1.0  persen.  Rally  berasal  setelah  data  menunjukkan  permintaan  untuk  barang‐barang  manufaktur  AS  jangka  panjang  naik  tajam melebihi ekspektasi pada bulan Mei dan pending home sales AS mencapai level tertinggi dalam dua tahunnya. 

Pada penutupan, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 92.34 poin, atau 0.74 persen, ke level 12,627.01.  Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 11.86 poin, atau 0.90 persen, ke level 1,331.85. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC>  menguat 21.26 poin, atau 0.74 persen, ke level 2,875.32.   

Saham‐saham Eropa <.FTEU3> juga mengalami rally dari penguatan data AS, ditutup meningkat 1.4 persen pada kenaikan  terbesarnya sejak 19 Juni. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> bertambah 0.9 persen, meskipun melorot dalam  mingguannya. 

Para pemimpin Uni Eropa tidak biasanya masih terpecah dari dua hari summit yang dimulai Kamis ini berkenaan bagaimana  untuk membendung menyebarnya krisis utang, yang saat ini telah terjadi dalam tiga tahunnya. 

Euro <EUR=> sedikit melemah, turun terhadap dollar AS dalam rangkaian tiga harinya karena diperdagangkan turun 0.2  persen ke level $1.2467.  

Harga Treasuries AS diperdagangkan dalam kisaran sempit, mendekati unchanged, Rabu lalu karena pelemahan berkenaan  dengan  permintaan  yang  moderat  pada  lelang  obligasi  bertenor  lima  tahun  yang  diimbangi  oleh  aksi  beli  safe‐haven  didasarkan permasalahan mengenai hasil akhir pada krisis utang Eropa.   

Emas sedikit naik dalam perdagangan yang tipis Rabu lalu, karena banyaknya investor logam mulia bertahan disela‐sela  menunggu berita dari summit Uni Eropa untuk mengatasi krisis utang regional. Spot emas <XAU=> meningkat 0.2 persen ke  level $1,575.16 per ons pada pukul 3:10 p.m. EDT (1910 GMT).   

Harga  crude  oil  futures  naik  Rabu  lalu  karena  pengetatan  pasokan  Laut  Utara  dan  menguatnya  data  ekonomi  AS  yang  membawa  dukungan  bahwa  European  summit  akan  melakukan  sedikit  usaha  untuk  menyelesaikan  krisis  utangnya.  Di  London,  August  Brent  crude  <LCOc1>  di  settled  naik  48  sen  ke  level  $93.50  per  barrel,  yang  sempat  mencapai  level  tertingginya $93.95 setelah rilis data dari EIA. U.S. August crude <CLc1> di settled meningkat 85 sen ke level $80.21 per  barrel, level tertingginya dalam mingguan, setelah sempat menguat ke level tertingginya $80.92. 





GOLD & COMMODITIES
Emas bergerak relatif flat di hari Rabu setelah investor menahan diri untuk mengantisipasi kemungkinan hasil dari KTT Uni  Eropa ditengah badai krisis yang tengah melanda zona euro. 

Investor logam mulia bertindak hati‐hati menjelang KTT Uni Eropa selama dua hari yang dimulai pada hari Kamis ini karena  para  pemimpin  Uni  Eropa  tampak  lebih  terbuka  dibanding  sebelumnya  sejak  krisis  meletus  tahun  2010  setelah  Yunani  mengungkapkan defisit dan utang yang lebih tinggi dari perkiraan. 

Investor emas yang mengharap adanya tambahan stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi zona euro nampaknya  akan kecewa setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menolak permintaan dari Spanyol dan Italia untuk melakukan tindakan  darurat guna memotong biaya pinjaman mereka yang terus melonjak. 

Pasar emas terlihat kehilangan arah yang jelas di pekan ini. Setelah naik 1% di hari Senin akibat meningkatnya permintaan  akan aset‐aset aman resiko menyusul meningkatnya tekanan jual pada ekuitas dan minyak, maka di hari berikutnya emas  menyerahkan keuntungan yang didapat sebelumnya akibat kekhawatiran pada kondisi ekonomi global. 

Emas spot naik 0.1% di $1,573.90 per ounce. Sedangkan emas berjangka pengiriman Agustus turun 10 sen di $1,574.80 per  ounce. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka naik di hari Rabu menyusul ketatnya suplai minyak Laut Utara dan rilis optimis data ekonomi AS  telah mengimbangi kekhawatiran terhadap hasil KTT Uni Eropa yang nampaknya tidak akan menghasilkan keputusan yang  kongkrit dalam mengatasi krisis utang kawasan. 

Turunnya  stok  minyak  mentah  dan  minyak  suling  di  pekan  lalu  telah  memicu  naiknya  harga  minyak.  Namun  kenaikan  tersebut tertahan setelah terjadi aksi ambil untung oleh investor menjelang berakhirnya kuartal kedua. 

Aksi mogok yang berlangsung di Norwegia tetap mendukung kenaikan Brent, hingga mendekati $94 per barel. Aksi mogok  tersebut  saat  ini  telah  memangkas  produksi  sebesar  240.000  barel  minyak  setiap  harinya,  lebih  besar  dari  estimasi  sebelumnya.  Pemerintah  Norwegia  tidak  berencana  melakukan  intervensi  untuk  menghentikan  pemogokan  namun  sikap  pemerintah  kemungkinan dapat berubah jika aksi mogok terus meningkat, demikian dikatakan Menteri Tenaga Kerja Hanne Bjurstroem.

Sementara  itu  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  melaporkan  stok  minyak  mentah  telah  turun  di  pekan  lalu  sebesar 133.000 barel sementara stok di wilayah Pantai Teluk meningkat ke level tertinggi sejak Mei 2009. 

Data ekonomi AS semalam menunjukkan permintaan untuk produk manufaktur mengalami rebound melampaui perkiraan  di bulan Mei dan barometer untuk business spending meningkat. 

Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 50 sen di $93.52 per barel setelah mencatat intraday high di $93.95  pasca rilis data EIA. Di hari Selasa sebelumnya, Brent mencatat kenaikan harian terbesarnya sejak 1 Maret untuk ditutup di  atas $93.  Sedangkan untuk harga minyak mentah AS pengiriman Agustus naik 82 sen di level $80.18 per barel, setelah naik ke level  intraday high di $80.92. 
EURO ZONE
Euro kembali melemah terhadap dolar AS dalam 3‐sesi berturut‐turut menjelang European Summit dimana para investor memprediksi tidak akan ada terobosan  baru yang digunakan untuk meredam krisis hutang Uni Eropa. Penerbitan obligasi bersama Eropa juga ditentang dengan keras oleh Kanselir Jerman Angela Merkel  yang menyatakan bahwa Eropa tidak akan membagi keseluruhan kewajiban hutang “sepanjang saya masih hidup”. 

Namun  demikian,  setidaknya  masih  terdapat  ekspektasi  akan  pembentukan  banking  union  atau  kemungkinan  aktifasi  dana  pengamanan  Zona  Euro  yang  dapat  digunakan  untuk  mulai  melakukan  pembelian  obligasi  Italia  dan  Spanyol  yang  bisa  menurunkan  tingkat  borrowing  cost  kedua  negara  tersebut.  Jika  berhasil  diupayakan, maka langkah ini diperkirakan akan berdampak positif pada euro yang mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.  

Sementara  itu  inflasi  basis  antar  tahun  Jerman  untuk  periode  Juni  mengalami  penurunan  ke  level  terendahnya  sejak  18  bulan  terakhir,  kondisi  mana  semakin  memberikan keleluasaan pada ECB untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Inflasi di tataran konsumen di Jerman untuk peiode Juni mencapai 1,7 persen  dibanding pada periode Mei sebesar 1,9 persen. Indikator ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Jerman mulai kehilangan staminanya, dimana diantaranya aktifitas  sektor jasa turun secara beruntun dalam 2‐bulan terakhir, sedangkan business sentiment anjlok ke level terendah dalam kurun 2‐tahun terakhir.  

Berdasarkan jajak pendapat terakhir yang dilansir Reuters memperlihatkan mayoritas ekonom percaya ECB akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada  sidangnya pekan depan. Para analis juga memprediksi ECB akan mengambil langkah darturat lain dalam waktu dengan untuk menenangkan pasar keuangan global.  Mayoritas ekonom percaya ECB akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,75 persen. 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,18 persen terhadap dolar AS ke 1.2469, namun euro menguat tipis 0,10 persen terhadap yen ke 99.37 yen, dan  naik 0,29 persen terhadap sterling ke 0.8008. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat turun tipis 0,02 persen di 1.2008.




U.K.
Penjualan ritel Inggris naik ke fase tercepatnya dalam 1‐1/2 tahun pada bulan Juni karena orang‐orang Inggris ikut bersemarak dalam perayaan  the Queen's Diamond Jubilee, survei dari Confederation of British Industry menunjukkannya Rabu lalu. 

Suvei  CBI  distributive  trades  pada  sales  balance  naik  menjadi  +42  versus  +21  pada  bulan  Mei,  level  tertingginya  sejak  Desember  2010,  yang  meragukan ekspektasi dari penurunan tajam menjadi +10. 

"The Jubilee provided a much needed boost to our high streets with many families and communities making the most of the bank holiday," kata  Judith McKenna, kepala dari panel survei.  

Penjualan  bahan  pangan  mencatatkan  pertumbuhan  terkuatnya  sejak  Februari  2010.  Sepatu  dan  peritel  kulit  melaporkan  pertumbuhan  penjualan tertingginya yang pernah tercatat, CBI mengatakannya. 

Irlandia mengharapkan arah yang relatif lebih tenang dalam krisis utang  zona  euro dalam minggu‐minggu mendatang untuk membuat return  pada pasar obligasi bertenor jangka pendek pada waktunya.




JAPAN
Yen melemah terhadap dolar AS dan euro, dimana para pelaku pasar masih belum memastikan dampak seperti apa yang akan terjadi pada yen berkaitan  dengan ketidakpastian politik di Jepang. Perdana Menteri Yoshihiko Noda menghadapi resiko perpecahan di internal partainya sendiri berkaitan dengan  kenaikan pajak penjualan. Dengan perpecahan tersebut diperkirakan akan memaksa terjadinya pemilu dadakan. 

Kenaikan pajak penjualan tersebut ditujukan untuk meredam tingginya tingkat hutang Jepang yang melebihi 200 persen dari total PDB negara tersebut.  Analis dari Morgan Stanley mengatakan bahwa kenaikan pajak tersebut akan memberikan keleluasaan bagi Bank of Japan untuk melakukan pelonggaran  moneter berikutnya, dan mana langkah tersebut berpotensi memberikan tekanan pada yen terhadap mata uang utama dunia lainnya.  

Menteri Keuangan Jun Azumi  menyatakan bahwa kenaiakn pajak penjualan tersebut merupakan sebuah kemajuan yang membantu Jepang memenuhi  janjinya secara internasional pada anggota G20 lainnya mengenai pemangkasan fiskal. Pajak penjualan naik menjadi 10 persen dalam dua tahap hingga  Oktober 2015.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat menguat 0,30 persen terhadap yen di 79.69, sementara itu euro juga naik 0,10 persen terhadap yen ke 99.37  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,45 persen terhadap yen di 80.30 dan sterling justru turun 0,19 persen terhadap yen ke 124.02. 




AUSTRALIA
Aussie menguat dipicu optimisme seputar hasil positif dari KTT Uni Eropa yang akan diselenggarakan pada hari Kamis hingga Jumat. Aussie tercatat  bergerak di sekitar $1.0075, naik 0.1% dari posisi penutupan New York hari Selasa. 

Para  pemimpin  Uni  Eropa  akan  bertemu  di  Brussels  pada  hari  Kamis  dan  Jumat  untuk  mencari  solusi  dalam  mengatasi  masalah  krisis  utang  kawasan. 

Namun Aussie berpotensi kembali tersungkur jika pertemuan tersebut ternyata tidak memberikan hasil yang kongkrit. 

John  Edwards , salah seorang anggota RBA mengatakan booming di sektor sumber daya kemungkinan akan memberikan kontribusi pada GDP  Australia hampir 2 kali lipat dari yang ada sekarang ini dalam 5 tahun kedepan. Industri pertambangan diprediksi akan memberikan kontribusi  sekitar 12% dari GDP di tahun 2017, naik dari 7% kontribusinya saat ini. 

Ia juga memprediksi ekspor sektor pertambangan akan mencapai puncaknya di tahun 2019 atau 2020 setelah investasi di sektor ini menembus  level tertingginya selama sekitar 3 tahun.




SWISS
Swiss franc masih bergerak terbatas terhadap dolar menjelang KTT Uni Eropa yang akan dimulai hari Kamis ini dan berakhir pada hari Jumat besok. Para  pemimpin  Uni  Eropa  akan  bertemu  di  Brussels  pada  hari  Kamis  dan  Jumat  untuk  mencari  solusi  dalam  mengatasi  masalah  krisis  utang  kawasan.  Jika  pertemuan tersebut ternyata tidak memberikan hasil yang kongkrit, maka investor cenderung akan memburu aset‐aset aman resiko seperti dolar 

Pada review kebijakan awal bulan ini, SNB menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan nilai patokan di 1.20 franc per euro. SNB terancam  untuk melakukan langkah‐langkah tambahan untuk mempertahankan nilai patokan Swiss franc jika kondisi memburuk dan kepala bank sentral Thomas  Jordan bahkan mengancam akan melakukan kontrol modal untuk apa yang dia katakan adalah skenario yang tidak mungkin dalam kasus Yunani keluar dari  zona euro. 

Sementara  itu,  data  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  Swiss  yang  menakjubkan  di  kuartal  pertama  tahun  ini,  namun  SNB  mengingatkan  bahwa  momentum berpotensi melemah secara signifikan dalam beberapa bulan kedepan. 

Barometer utama ekonomi Swiss, KOF, akan dirilis hari Jumat, dimana akan memberikan gambaran apkah rapuhnya kondisi ekonomi zona euro akan mulai  menekan pertumbuhan ekonomi Swiss. 

Dolar  menguat  ke  level  intraday  high  0.9651  franc  sebelum  akhirnya  bergerak  di  sekitar  0.9632,  atau  naik  0.2%  dari  posisi  penutupan  New  York  hari  Selasa. Sedangkan euro bergerak stabil terhadap Swiss franc di sekitar 1.2011 franc. 

Wednesday, June 27, 2012

Headline News 27.06.12


US & GLOBAL
Bursa saham Wall Street menguat dan euro merosot ke level terendahnya versus dollar AS dalam dua minggu Selasa lalu,  karena mengimbangi aksi technical buying terhadap biaya obligasi Spanyol yang mendekati tiga kali lipatnya dari keraguan  pada European summit yang dapat menenangkan krisis utang regional.  

Di  AS,  data  mencatatkan  penguatan  yang  mengejutkan  pada  naiknya  home  prices  bulan  April,  yang  mendorong  saham‐ saham  AS.  Gambaran  pada  angka‐angka  yang  mendorong  pada  perumahan  ditekan  oleh  tanda‐tanda  dari  penurunan  consumer confidence, yang mana memicu mengenai perlambatan pertumbuhan (ekonomi) AS.  

Pada  penutupannya,  indeks  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  sedikit  naik  32.47  poin,  atau  0.26  persen,  ke  level  12,535.13.  Indeks  S&P  500  <.SPX>  menguat  6.32  poin,  atau  0.48  persen,  ke  level  1,320.04.  Indeks  Nasdaq  Composite  <.IXIC> bertambah 17.90 poin, atau 0.63 persen, ke level 2,854.06.  

Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup naik 0.02 persen ke level 986.63 poin, menekan  kenaikan pada awalnya 0.4 persen. Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> menguat 0.33 persen ke level 1,192.32,  membalikkan rangkaian penurunan dalam tiga harinya.  

Para  menteri  keuangan  dari  empat  negara  dengan  ekonomi  terbesar  pada  zona  euro  menyelenggarakan  pembicaraan  terakhirnya di Paris Selasa lalu untuk mencoba mempersempit perbedaan pada bagaimana untuk menangani krisis. Summit  mendiskusikan rencana untuk membuat obligasi zona euro yang mana dapat menerbitkan obligasi regional yang didukung  sebagaimana langkah terakhir pada fiscal union tetapi dengan pengenalan ini kemungkinan membutuhkan waktu tahunan  untuk diimplementasikan.  

Pada  pasar  currency,  euro  <EUR=>  melemah  ke  level  $1.2440,  level  terendahnya  yang  lebih  dari  dua  minggu  terhadap  dollar, sebelum menekan penurunannya untuk ditutup turun 0.09 persen ke level $1.2491.  

Dollar sempat menguat terhadap mata uang utama lainnya karena pelemahan euro. Dollar index <.DXY> turun 0.16 persen  ke level 82.361, yang menghapus kenaikannya.  

Harga Treasuries AS turun Selasa lalu karena investor mendorong harga pada konsesi dalam lelang obligasi terbaru minggu  ini, meskipun arus safe‐haven terbatas pada penurunan hariannya.  

Emas  melemah  dalam  perdagangan  yang  terbatas  Selasa  lalu  setelah  kenaikan  hari  sebelumnya,  ditekan  turun  oleh  kekhawatiran mengenai deflasi ditengah kekecewaan data consumer confidence AS dan tanda‐tanda memburuknya krisis  utang Eropa. Spot emas XAU= merosot 0.7 persen ke level $1,573.20 per ons pada pukul 2:30 p.m. (1830 GMT).  

Brent crude oil untuk pengiriman Agustus <LCOQ2> di settled naik $2.01 atau 2.21 persen ke level $93.02 per barrel. U.S. oil  futures <CLc1> di settled menguat 15 sen atau 0.19 persen ke level $78.36 per barrel.   




GOLD & COMMODITIES
Emas  jatuh  pada  hari  Selasa  ditengah  kekhawatiran  deflasi  disebabkan  oleh  data  kepercayaan  konsumen  AS  yang  mengecewakan dan berlanjutnya krisis utang Eropa. Naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol juga turut memberi  tekanan pada emas. Hal ini terjadi sehari setelah Spanyol menjadi negara ke‐5 zona euro yang meminta bantuan bailout  dari Uni Eropa. 

Melemahnya data kepercayaan konsumen AS ke level terendah 5 bulan merupakan sinyal melemahnya kondisi ekonomi. 

Tekanan  jual  emas  terakselerasi  setelah  Kanselir  Jerman  Angela  Merkel  mengatakan  kepada  salah  satu  partai  dalam  koalisinya bahwa dia tidak berpikir Eropa akan berbagi kewajiban untuk mengatasi total utang dalam hidupnya. Komentar  Merkel  datang  menjelang  KTT  Uni  Eropa  selama  2  hari  yang  dimulai  pada  hari  Kamis  di  Brussel  dengan  tujuan  untuk  mengatasi krisis utang kawasan yang telah berlangsung selama 2‐1/2 tahun. 

Harga emas spot turun 0.7% di $1,572.50 per ounce, seangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun $15.20  per ounce di $1,573.20.   

Permintaan  fisik  emas  dari  India  masih  rendah  setelah  harga  emas  menguat  lebih  dari  5%  sejak  Maret  menyusul  melemahnya rupee ke level terendahnya pekan lalu, sehingga mendorong investor untuk enggan membeli emas. 




OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka Brent kembali naik di atas $91 per barel pada hari Selasa, dipicu aksi mogok pekerja minyak telah  mengancam berkurangnya suplai minyak dari Laut Utara. 

Perkiraan bahwa stok minyak AS turun 700.000 barel pekan lalu telah memberi dukungan positif pada minyak berjangka.  Namun kenaikan harga minyak terlihat terbatas menjelang KTT Uni Eropa yang diperkirakan tidak akan menemukan solusi  untuk mengatasi krisis utang kawasan. 

Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 50 sen di $91.51 per barel setelah menguat ke level intraday high di  $92.44.   

Sedangkan untuk harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 52 sen di $78.69 per barel. Harga minyak  sempat  naik  ke  level  intraday  high  di  $79.68  per  barel  di  awal  sesi  berkat  ekspektasi  akan  turunnya  stok  minyak,  dan  kemudian kembali melemah akibat kekhawatiran seputar krisis utang zona euro. 

Pada awal perdagangan, meningkatnya ketegangan antara Suriah dan Turki membantu mengangkat harga minyak. Negara  anggota NATO mengecam Suriah atas aksi penembakan jet militer Turki pekan lalu dan Ankara memperingatkan Damaskus  terhadap setiap gerakan militer lebih lanjut. 

Di  Norwegia,  eksportir  minyak  terbesar  ke‐8  dunia,  Statoil  <STL.OL>,  mengatakan  pihaknya  menutup  empat  platform  minyak  di  Laut  Utara  karena  aksi  mogok  yang  dimulai  pada  hari  Minggu.  Pemogokan  awalnya  menutup  Oseberg  Field  Centre  yang  terdiri  dari  fasilitas  pengolahan  dan  fasilitas  pengeboran.  Sejauh  ini,  aksi  mogok  tersebut  telah  memotong  produksi  minyak  Norwegia  sebesar  150.000  barel  per  hari  dan  produksi  gas  sebesar  4  persen.  Serikat  buruh  Norwegia  mengatakan mereka akan memutuskan pada hari Jumat apakah akan meningkatkan aksi mogok yang telah melibatkan 700  pekerja lepas pantai terkait masalah pensiun.  



EURO ZONE
Euro melemah terhadap dolar AS ke level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir menyusul naiknya imbal hasil obligasi Spanyol dan meredupnya hawapan  akan progress dari European summit dalam penanganan krisis hutang kawasan. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya prospek penanganan krisis dengan  pembentukan  banking  union  atau  juga  dengan  penerbitan  obligasi  Uni  Eropa,  dimana  Kanselir  Angela  Merkel  menegaskan  bahwa  dengan  membagi  bersama tanggung jawab terhadap hutang kawasan merupakan sebuah langkah yang disebutnya “kontra produktif”. 

Dalam  lelang  obligasi  Spanyol,  borrowing  cost  obligasi  jangka  pendek  meningkat  tiga  kali  lipat,  sehari  setelah  pemerintah  Spanyol  secara  resmi  mengajukan permintaan bantuan dari Uni Eropa. Pemerintah Italia juga melakukan pelelangan obligasi dengan imbal hasil yang mencapai level tertinggi  sejak Desember silam. 

Krisis  hutang  Uni  Eropa  semakin  menyebar,  setelah  pemerintah  Siprus  menjadi  negara  ke‐5  dari  Uni  Eropa  yang  mengajukan  permintaan  bantuan  keuangan menyusul sektor perbankan negara tersebut yang terpukul akibat besarnya eksposur pada surat hutang Yunani.  

Sementara  itu  consumer  morale  Jerman  secara  tak  terduga  mengalami  perbaikan  pada  periode  Juli,  berdasarkan  survey  dari  lembaga  Gfk,  meskipun  kekhawatiran akan kondisi krisis Uni Eropa diperkirakan akan meredam konsumsi dalam  beberapa bulan ke depan. Namun  demikian, konsumen  lebih  pesimis terhadap proyeksi ekonomi Jerman, dimana ekspektasi turun 16.6 poin ke 3.0 pada Juni, level terendahnya sejak Desember 2011. 

Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,06 persen terhadap dolar AS ke 1.2491,  euro juga anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 99.27 yen, dan  melemah 0,51 persen terhadap sterling ke 0.7985. Sedangkan terhadap Swiss franc, euro tercatat stagnan di 1.2008.




U.K.
Outlook  ekonomi  Inggris  telah  memburuk  ditandai  hanya  dalam  enam  minggu  berkenaan  makin  mendalamnya  krisis  utang  zona  euro  dan  ditandai bahwa perlambatan (ekonomi) global berawal dari AS dan emerging markets, Bank of England mengatakannya Selasa lalu.  

Gubernur  BoE  Mervyn  King  mengatakan  pada  anggota  parlemen  bahwa  dunia  belumlah  setengah  jalan  melalui  krisis  keuangan  yang  dimulai  tahun  2008,  dan  bahwa  Inggris  beresiko  penurunan  spiral  karena  berlanjutnya  bisnis  untuk  menunda  investasi  berkenaan  dengan  kekacauan  pada zona euro.  

Pinjaman pemerintah Inggris lebih dari ekspektasi pada bulan Mei setelah penerimaan pajak pendapatan melorot dan naiknya pembelanjaan,  sebagai pertanda koalisi Conservative‐Liberal Democrat kemungkinan berjuang untuk menyesuaikan target austerity tahun ini karena krisis utang  zona euro yang bergejolak.  

Perekomian Inggris melemah kedalam resesi keduanya dalam empat tahun yang dimulai tahun 2012, dan Menteri keuangan George Osborne  telah menerima rencana pengurangan defisitnya yang akan terjadi dalam dua tahun dari yang direncanakan karena pelemahan pada ekspektasi  perekonomian. 




JAPAN
Resiko dari kekekcewaan investor akan proyeksi hasil europan summit pekan ini dan meningkatnya aksi risk aversion di kalangan investor turut menopang  kinerja yen yang kembali menjauh dari level terendahnya sejak 2‐bulan terhadap dolar AS. Yen menjadi salah satu primadona dikalangan pemburu safe  haven selain dolar AS ditengah mengerucutnya krisis hutang Uni Eropa dan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi Cina.  

Namun  demikian analis mengingatkan kemungkinan pelemahan yen dari ketidakpastian politik yang saat ini melanda Jepang  berkaitan kenaikan  pajak  konsumsi. Majelis Rendah Jepang menyetujui kenaikan pajak penjualan hingga 2‐kali lipat untuk membantu mengatasi tingginya hutang negara tersebut,  meskipun dari dalam lingkup Partai Demokrat terjadi perpecahan antara kubu yang setuju dan yang tidak.  

Apabila semakn banyak jumlah anggota Partai Demokrat yang tidak menyetujui kenaikan pajak, maka akan berdampak pada kemungkinan diajukannya  pemilu sehubungan turunnya dukungan parlemen terhadap Perdana Menteri Yoshihiko Noda.  

Hingga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,28 persen terhadap yen di 79.45, sementara itu euro anjlok 0,32 persen terhadap yen ke 99.27  yen. Sedangkan Aussie dolar tercatat menguat 0,34 persen terhadap yen di 79.94 dan sterling juga menguat 0,19 persen terhadap yen ke 124.26. 




AUSTRALIA
Aussie  masih  mampu  bertahan  di  atas  level  paritasnya  terhadap  dolar,  menjelang  KTT  Uni  Eropa  pekan  ini.  Aussie  terakhir  tercatat  bergerak di sekitar $1.0055, naik 0.5% dari level penutupan New York hari Senin. 

Namun  demikian,  Aussie  masih  berpotensi  mengalami  tekanan  dan  kembali  terkoreksi  di  bawah  paritasnya  jika  hasil  KTT  Uni  Eropa  ternyata mengecewakan pasar, dan tidak adanya kemajuan yang didapat dalam upaya mengatasi krisis utang zona euro. 

Kanselir Jerman Angela Merkel memupuskan harapan di pasar keuangan pada hari Senin setelah mengatakan bahwa upaya Eropa untuk  menerbitkan obligasi umum zona euro untuk membantu negara‐negara berhutang, disebut sebagai gagasan "ekonomi yang salah" dan  "kontra‐produktif." 




SWISS
Dolar menembus level tertinggi 2 pekan terhadap Swiss franc di 0.9641 franc dan terakhir tercatat naik 0.3% di sekitar 0.9635 franc, setelah imbal hasil  obligasi Spanyol Selasa kemarin naik dan meredupnya harapan KTT Uni Eropa pekan ini akan memberikan kemajuan dalam upaya mengatasi krisis utang  kawasan. 

Kanselir  Jerman Angela Merkel memupuskan harapan di pasar keuangan pada hari Senin  setelah  mengatakan bahwa upaya  Eropa untuk menerbitkan  obligasi umum zona euro untuk membantu negara‐negara berhutang, disebut sebagai gagasan "ekonomi yang salah" dan "kontra‐produktif." 

Setelah investor menjauhkan diri dari krisis zona euro, mendorong franc dari satu rekor tertinggi ke rekor tertinggi yang lain di tahun lalu, Swiss National  Bank kemudian menetapkan batas di 1.20 franc per euro pada tanggal 6 September untuk mencoba dan mencegah Swiss dari ancaman resesi dan deflasi. 

Data  ekonomi  belakangan  ini  menunjukkan  bahwa  ekonomi  Swiss  tidak  kebal  terhadap  pengaruh  rapuhnya  perekonomian  zona  euro.  Pada  indikasi  ekonomi  berikutnya  terlihat  ekonomi  Swiss  tengah  kehilangan  momentumnya,  dimana  UBS  Swiss  consumption  indicator  turun  di  bulan  Mei,  akibat  melemahnya aktifitas bisnis di sektor ritel.