title cover

title cover

Monday, August 6, 2012

Headline News 06.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  menguat  hingga  2  persen,  harga  minyak  melonjak  hampir  5  persen  dan  euro  naik  pada  sesi  Jumat  ditunjang data non‐farm payrolls Amerika untuk periode Juli yang naik paling tajam dalam kurun 5‐bulan terakhir. Lonjakan  kinerja  aset  beresiko  juga  ditunjang  kembalinya  optimisme  bahwa  pembuat  kebijakan  di  Eropa  akan  segera  bertindak  untuk  menangani  krisis  utang.  Investor  menggarisbawahi  pernyataan  Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  Kamis  pekan lalu dan menyimpulkan bahwa bantuan dari bank sentral tengah disiapkan, meskipun mungkin masih memerlukan  waktu lebih lama untuk menunggu saat itu tiba. 

Laporan sektor ketenagakerjaan Amerika menunjukkan kenaikan non‐farm payrolls periode Juli meskipun pada saat sama  tingkat pengangguran juga naik menjadi 8,3 persen, yang terus menghidupkan harapan stimulus keuangan dari The Federal  Reserve.  Data  sektor  ketenagakerjaan  Amerika  tersebut  mengakhiri  perdagangan  yang  sangat  volatile  dalam  sepekan  terakhir,  diwarnai  sidang  ECB  dan  The  Fed  yang  keduanya  mengecewakan  pelaku  pasar  yang  berharap  akan  adanya  stimulus lanjutan guna menopang ekonomi Amerika dan menahan penyebaran krisis hutang eropa. 

Euro <EUR=> naik hingga 1,2392 terhadap dolar AS dan berakhir menguat 1,7 persen ke 1,2385, mengukir performa harian  terbaik sejak akhir  Juni  silam. Dolar AS  menguat 0,5  persen  terhadap  yen, ke 78,58 yen <JPY=>,  setelah  mencapai level  tertinggi  dalam  dua  minggu  di  78,77.  ECB  pada  Kamis  lalu  mengindikasikan  kemungkinan  akan  mulai  membeli  obligasi  pemerintah  untuk  mengurangi  tingginya  biaya  pinjaman  yang  melumpuhkan  Spanyol  dan  Italia,  tetapi  Draghi  mengisyaratkan  bahwa  intervensi  apapun  belum  akan  terjadi  hingga  September.  Pemerintah  Spanyol  mendekati  kemungkinan untuk meminta bailout skala penuh, meskipun Perdana Menteri Mariano Rajoy mengatakan pihaknya masih  perlu mempelajari kondisinya dan bentuk penyelamatan apa yang perlu diambil oleh Uni Eropa. 

Indeks bursa global MSCI <. MIWD00000PUS> berakhir naik 2,0 persen, sementara indeks saham Eropa <FTEU3.> berakhir  naik 2,5 persen.  

Di bursa Wall Street, indeks S&P 500 naik ke level tertinggi sejak awal Mei. Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik  217,29  poin  atau  1,69  persen,  ke  13,096.17.  Indeks  Standard  &  Poor  500  <.  SPX>  naik  25,99  poin  atau  1,90  persen,  ke  1,390.99. Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 58,13 poin atau 2,00 persen, ke 2,967.90. 

The  Federal  Reserve  pada  Rabu  lalu  mengirim  sinyal  lebih  kuat  bahwa  babak  baru  dari  stimulus  keuangan  akan  segera  diterapkan jika pemulihan ekonomi Amerika belum menampakkan peningkatan. 

Di  pasar  minyak,  minyak  mentah  NYMEX  untuk  kontrak  September  <CLU2>  naik  4,9  persen  ke  91,40  USD  per  barel,  peningkatan harian terbesar sejak 29 Juni. Pertumbuhan sektor ketenagakerjaan Amerik a yang mengungguli ekspektasi  pada periode Juli memicu sentimen optimis pada prospek permintaan minyak. Minyak mentah Brent naik 3,04 USD, atau  2,87 persen, ke 108,94 USD per barel. 

Emas juga naik, dimana harga spot emas <XAU=> naik 0,9 persen ke 1,604.10 USD per troy ounce.  

Harga  obligasi  Amerika  melemah  terdesak  laporan  ketenagakerjaan  tersebut.  Obligasi  tenor  10‐tahun  Amerika  <US10YT=RR>  harganya turun 30/32, dengan imbal hasil berada pada kisaran 1,58 persen.  




GOLD & COMMODITIES
Emas naik kembali diatas 1 persen Jumat lalu karena dollar anjlok dan ekuitas rally pada data AS yang menambahkan lebih  banyak  pekerjaan  daripada  ekspektasi  bulan  lalu  yang  mendorong  hasrat  pada  aset‐aset  beresiko,  meskipun  naiknya  tingkat pengangguran yang membawa harapan investor untuk stimulus moneter dari the Fed. 

Meskipun naik dalam hariannya, emas mencatatkan penurunan mingguan terbesarnya dalam enam minggu. 

Logam mulia pada awalnya anjlok setelah, yang mana mengindikasikan bahwa U.S. employers mengangkat 163,000 pekeja  pada bulan Juli, terbanyak dalam lima bulannya, dibatasi ekspektasi bahwa the Fed akan meluncurkan kedepannya stimulus  moneter untuk mendorong perekonomian.  

"Even though the nonfarm payrolls beat the estimates, the unemployment rate also rose, so the odds for a QE are all the  same," kata Nicolas Berge, seorang hedge fund trader pada Geneva‐based Absolute Capital Group yang menginvestasikan  pada logam mulia, commodities futures dan mata uang.  

"The  increasing  expectation  of  central‐bank  actions  is  likely  to  help  gold  break  above  its  recent  trading  range,"  ungkap  Berge.




OIL & COMMODITIES
Harga oil naik tajam Jumat lalu, dengan Brent mencapai level tertinggi 10‐minggunya, yang didorong dari laporan nonfarm  payrolls AS yang menunjukkan bahwa para majikan menambah lebih banyak jobs daripada ekspektasi pada bulan Juli.  

Keduanya Brent dan crude AS pada fase yang mencatatkan kenaikan tipis mingguannya karena membaik dari ekspektasinya  kenaikan  pada  tambahan  jobs,  meskipun  dengan  kenaikan  tipis  pada  tingkat  pengangguran  menjadi  8.3  persen,  yang  memicu rally pada pasar ekuitas dan mendorong euro naik versus dollar.  

Pelemahan pada mata uang AS dapat mendukung oil yang berdenominasi dollar dan komoditas lainnya.   
EURO ZONE
Dolar jatuh pada hari Jumat dipicu data pekerjaan AS periode Juli yang dirilis lebih baik dari perkiraan dan harapan bahwa otoritas Eropa Otoritas Eropa  bisa menahan krisis utang di kawasan itu telah memberi semangat pada investor, menyebabkan keuntungan terbesar satu hari dalam sebulan untuk euro. 

Mata uang tunggal zona euro telah bergerak menguat sebelum drilisinya data payrolls AS karena pandangan investor lebih optimis terhadap sidang ECB  hari Kamis sebelumnya yang memberikan sinyal untuk terus mendukung memerangi krisis utang Spanyol dan Italia. 

Jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Juli mencatat peningkatan terbesarnya dalam 5 bulan namun kenaikan tingkat pengangguran menjadi 8.3% tetap  mempertahankan prospek untuk kelanjutan stimulus moneter dari The Fed, sebuah indikasi negatif bagi dolar. 

Di pekan kemarin, The Fed mengirimkan sinyal kuat bahwa pihaknya akan melanjutkan putaran baru QE jika upaya pemulihan ekonomi tidak mengalami  kemajuan. Meskipun terjadi peningkatan pada perekrutan tenaga kerja di bulan lalu, namun mayoritas ekonom Wall Street memprediksi The Fed akan  meluncurkan putaran baru stimulus moneter tahun ini, paling cepat akan dilakukan pada bulan September. 

Euro naik ke level intraday day high $1.2392 dan terakhir tercatat naik 1.6% di level $1.2378, kenaikan 1 hari terbaiknya sejak akhir Juni. Minat pada aset  beresiko juga mendorong menguatnya euro atas yen. Mata uang tunggal naik 2.1% ke 97.24 yen. Sementara dolar tercatat naik 0.4% terhadap yen ke level  78.54 yen. 

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy semakin dekat pada hari Jumat untuk meminta sebuah bailout Uni Eropa untuk negaranya tetapi mengatakan ia 
pertama perlu tahu kondisi seperti apa yang berhak menerima paket bantuan dan apa bentuk penyelamatan yang akan diterima. 

Pekan ini mata investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi dari Cina dan juga lelang obligasi AS dan obligasi tenor 10 tahun dari pemerintah  Jerman.  Mereka  juga  akan  mencermati  langkah  ECB  terkait  pembelian  obligasi  dan  akan  meluncurkan  quantitative  easing  di  Eropa  sesuai  dengan  AS,  Inggria dan Jepang. 




U.K.
Akhir pekan lalu euro menguat terhadap sterling ke level tertinggi sejak 3‐pekan terakhir di 0.7923, berhasil rebound dari pelemahan tajamnya  sejak  mencapai  level  terendah  dalam  kurun  3‐1/2  tahun  terakhir  di  0.7753.  Optimisme  pelaku  pasar  mulai  berkembang  pada  kemungkinan  pembelian obligasi Spanyol dan Italia oleh ECB. Meskipun demikian, para analis mengingatkan kemungkinan berlanjutnya pelemahan euro seiring  prospek penangan krisis yang belum tegas dan jelas.  

Sterling sendiri berakhir menguat pada sesi Jumat akhir pekan lalu, terdorong penguatan euro dan bursa saham global setelah rilis data sektor  ketenagakerjaan Amerika mengungguli ekspektasi para ekonom. Kinerja sterling tidak terlalu terpengaruh rilis data aktifitas sektor jasa Inggris  untuk periode Juli yang melambat lebih dari perkiraan sebelumnya.  

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati rilis data industrial output untuk periode Juni yang diperkirakan memburuk menjadi ‐3,4 persen dari 1  persen (rilis 07 Agustus). Selanjutnya akan rilis data PPI untuk periode Juli yang diperkirakan naik dalam basis antar bulan menjadi 1,5 persen dari  ‐2.2  persen.  Namun  yang  akan  menjadi  fokus  utama  pelaku  pasar  adalah  rilis  Inflation  report  dari  Bank  of  England  pada  08  Agustus  untuk  mengamati penilaian bank sentral pada perkembangan harga dan ekonomi. 




JAPAN
Bank  sentral  Jepang  diprediksi  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  dalam  sidangnya  pekan  ini  namun  kemungkinan  akan  meningkatkan  peringatannya mengenai melemahnya permintaan global dan penguatan yen belakangan ini, sinyal kesiapan BOJ untuk melonggarkan kembali kebijakan  moneternya  jika  pemulihan  ekonomi  terancam  tersendat.  Namun  setelah  dolar  melemah  di  akhir  pekan  kemarin,  nampaknya  tekanan  pada  BOJ  agak  mereda. 

Sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  Jepang  nempaknya  akan  melambat  menjadi  0.6%  di  kuartal  kedua,  menyusul  rebound pada consumer spending mulai kehilangan momentumnya dan krisis utang Eropa telah menekan permintaan ekspor. 

Ekspansi  pada  produk  domestik  bruto  (PDB)  akan  sebesar  separuh  dari  PDB  kuartal  pertama  dan  mencatat  2.5%  dalam  basis  tahunan,  yang  masih  mencatat lebih pesat dari 1.5% kenaikan tahunannya yang terjadi di AS di kuartal kedua. 

Ekonomi Jepang diperkirakan akan terus tumbuh dan akan mencatat kinerja ekonomi yang lebih baik dibandingkan negara maju lainnya di tahun ini berkat  belanja pemerintah untuk kegiatan rekonstruksi pada kawasan yang terkena bencana gempa bumi tahun lalu di pantai timur laut Jepang. 

Namun, analis telah memangkas perkiraan untuk output pabrik menyusul perlambatan ekonomi Cina dan keraguan baru tentang prospek ekonomi AS  yang terlihat semakin jelas.  

Pekan ini mata investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi dari Cina dan juga lelang obligasi AS dan obligasi tenor 10 tahun dari pemerintah  Jerman.  Mereka  juga  akan  mencermati  langkah  ECB  terkait  pembelian  obligasi  dan  akan  meluncurkan  quantitative  easing  di  Eropa  sesuai  dengan  AS,  Inggria dan Jepang. 




AUSTRALIA
Australian dollar terakhir diperdagangkan pada level $1.0555 <AUD=D4>, kembali dimana sempat berada dalam 24 jam lalu mengikuti sesi yang  bertahan yang terlihat turun satu sen setengah.   

Australian dan New Zealand dollar bertahan mendekati level puncaknya yang pernah ada terhadap euro Jumat lalu setelah European Central Bank  cukup  mengecewakan  dengan  tidak  diluncurkannya  pembelian  obligasi  secara  langsung,  sementara  itu  permintaan  diluar  negeri  bertahan  terhadap dollar AS.  

Harga Australian bond futures naik tipis, mengikuti kekecewaan dari meeting European Central Bank (ECB)  




SWISS
• Euro rally terhadap dollar Jumat lalu, naik lebih dari 1 persen, setelah data jobs AS mendorong investor pada hasrat untuk (aset‐aset) resiko.

• Euro <EUR=> mencapai level tertingginya $1.2318 pada data Reuters dan sempat diperdagangkan pada level $1.2315, naik 1.1 persen.

• Telah naik 1.7 persen ke level 96.82 yen <EURJPY=>.

• Dollar merosot secara meluas karena kenaikan pada risk appetite. Telah anjlok 1.1 persen ke level 0.9710 Swiss franc <CHF=> dan melorot 0.9
persen terhadap kenaikan mata uang utama lainnya <.DXY>.

• Harga properti Swiss turun untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada kuartal kedua, indeks UBS's real estate menunjukkannya Jumat lalu,
mendapat tekanan pada pasar perumahan yang dapat distabilkan setelah persyaratan lending untuk mortgages dperketat.

Friday, August 3, 2012

Headline News 03.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  dan  euro  anjlok  pada  sesi  Kamis  menyusul  kekecewaan  investor  terhadap  langkah  ECB,  yang  sebelumnya diharapkan akan menempuh tindakan drastis untuk menanggulangi krisis utang zona euro. Sebelumnya, ECB  mengisyaratkan  rencana  untuk  menekan  biaya  pinjaman  untuk  negara‐negara  zona  euro  melalui  pembelian  obligasi  lanjutan, demikian ditegaskan Presiden ECB pada 26 Juli lalu. Sebaliknya, ECB mengatakan akan menunggu dan mengamati  apakah ekonomi zona euro melambat lebih lanjut sebelum melakukan pemangkasan suku bunga. 

The Federal Reserve juga mengambil pendekatan wait and see dan belum mengumumkan langkah‐langkah stimulus baru  untuk membantu pemulihan ekonomi Amerika. Data sektor ketenagakerjaan Amerika Jumat akhir pekan ini diprediksi akan  memperlihatkan penambahan 100.000 pekerjaan pada periode Juli, jumlah yang belum cukup untuk menurunkan tingkat  pengangguran di 8,2 persen. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 92,18 poin atau 0,71 persen, ke 12,878.88. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 10,14 poin atau 0,74 persen, ke 1,365.00. Nasdaq Composite Index <. IXIC> turun 10,44 poin atau  0,36 persen, ke 2,909.77. Indeks FTSEurofirst 300 <. FTEU3> ditutup turun 1,2 persen dan indeks MSCI <MIWD00000PUS.>  turun 1,0 persen. Indeks Spanyol <IBEX.> dan Italia <. FTMIB> masing‐masing melemah sekitar 5 persen. 

Euro  <EUR>,  yang  sempat  menguat  di  atas  level  1.24,  kemudian  anjlok  cepat  ke  1,2132,  mencetak  pergerakan  harian  terbesar dalam kurun 1‐tahun terakhir. Euro kemudian berakhir turun 0,4 persen ke kisaran 1,2178.  

Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 12/32 dengan imbal hasil 1,48 persen, sedangkan imbal hasil  obligasi Spanyol dan Italia kembali menguat ditengah pelemahan bursa saham Eropa. Ekonomi AS kehilangan momentum  di triwulan kedua 2012 seiring lambatnya pertumbuhan lapangan kerja dan melemahnya tingkat kepercayaan konsumen.  

Minyak  mentah Brent  turun  6 sen  ke  105,90 USD  per  barel, sementara  minyak mentah  AS  jatuh  bersama‐sama dengan  saham dan aset‐aset yang sensitif dengan pertumbuhan ekonomi untuk kemudian turun 1,78 USD ke 87.13 USD per barel.  Harga spot emas <XAU=> turun 10,25 USD ke 1,588.30 USD per troy ounce. 

Sejak pernyataan Draghi yang mengejutkan pasar pekan lalu dengan janji untuk menyelamatkan euro, bursa saham Eropa  menguat sebanyak 5 persen, dan euro telah meningkat sekitar satu  persen terhadap dolar sedangkan imbal hasil utang  Italia  dan  Spanyol  merosot  tajam.  Namun  demikian  beberapa  analis,  tetap  yakin  bahwa  dengan  pernyataan  Draghi  menegaskan bahwa para pembuat kebijakan ECB serius tentang keinginan membantu negara‐negara seperti Spanyol dan  Italia dan menghentikan penyebaran krisis.   




GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  melorot  dalam  rangkaian  empat  harinya  (sempat  ke  level  terendahnya  satu  minggunya)  Kamis  lalu  karena  investor melanjutkan membalikkan bullish berkenaan dengan kurang agresifnya tindakan dari European Central Bank dan  the Fed AS untuk mendorong pertumbuhan (ekonomi). 

Mario Draghi mengecewakan harapan investor untuk merancang tindakan yang lebih berani dalam mengatasi krisis utang  zona  euro  dalam  pernyataan  pentingnya.  Dia  mengatakan  pembeliaan  obligasi  pemerintah  tidak  akan  terjadi  sebelum  bulan  September‐dan  hanya  jika  pemerintah  mengaktifkan  dana  bailout  zona  euro untuk  bergabung  dengan  ECB  dalam  pembelian obligasi.  

Draghi  mendorong  harapan  untuk  tindakan  dalam  membantu  euro  minggu  lalu  ketika  dia  mengatakan  akan  melakukan  apapun yang penting untuk melindungi mata uang tunggal, yang membantu emas rally ke level $1,629.10 per ons, level  terkuatnya sejak pertengahan Juni.  

Kemudian  anjlok  dibawah  level  $1,590  per  ons,  setelah  Draghi  mengumumkan  langkah‐langkah  yang  tidak  segera  membendung krisis utang zona euro Kamis lalu. Euro menekan kenaikannya, saham‐saham Eropa anjlok dan yield obligasi  pemerintah Spanyol dan Italia naik. 




OIL & COMMODITIES
Brent crude futures merosot Kamis lalu karena kekecewaan pada European Central Bank yang tidak menawarkan langkah  yang  nyata  untuk  mendorong  pertumbuhan  ekonomi,  meskipun  langkanya  pasokan  North  Sea  dan  ketidakpastian  geopolitik yang membatasi penurunannya.  

Laporan menunjukkan jobless claims AS naik pada minggu lalu, meskipun tidak sebanyak yang diperkirakan, dan penurunan  yang tidak diekspektasi pada factory orders AS bulan Juni, memberikan tekanan pada crude futures AS.  

Perdagangan yang bergejolak dan Brent futures mendapat dorongan dari permasalahan produksi di North Sea dan potensi  ancaman  untuk  pasokan  minyak  dari  gejolak  di  Suriah  dan  perselisihan  Iran  dengan  Barat  berkenaan  dengan  program  nuklirnya.  

"Draghi has disappointed, after the Fed, and the market had gone up on hopes for more action and the inflation that might  be attached to stimulus," kata Rick Scott, kepala investment officer pada L&S Advisors Inc di Los Angeles. 


EURO ZONE
Euro jatuh ke level terendah 1 pekan terhadap dolar menyusul aksi jual euro oleh investor setelah Presiden ECB Mario Draghi memberikan komentar yang  membuat kecewa investor yang sebelumnya berharap adanya aksi cepat dari ECB untuk menanggulangi krisis utang kawasan. 

Tekanan jual berlanjut setelah euro menembus level intraday low dan seiring dengan naiknya imbal hasil (yield) obligasi Spanyol dan Italia pasca komentar  Draghi. 

Euro terkoreksi ke level intraday low di $1.2136, level terendahnya sejak 26 Juli. Euro terakhir bergerak di sekitar $1.2140. atau turun 0.7%. 

Harapan terhadap langkah cepat ECB sempat meningkat setelah komentar Draghi pekan lalu telah memicu spekulasi akan dilakukannya pembelian obligasi  Italia dan Spanyol lebih lanjut ketika ia mengtakan ECB akan melakukan "apa pun untuk melestarikan euro." 

Namun Draghi kemudian tidak memberikan sinyal akan segera melakukan aksinya dalam jangka pendek kedepan pada sidangnya semalam. Sebaliknya, ia  malah  mengatakan  ECB  akan  menyusun  rencana  dalam  beberapa  minggu  mendatang  untuk  melakukan  pembelian  langsung  guna  menstabilkan  biaya  pinjaman zona euro. 

Draghi memberikan pernyataan persnya setelah sidang ECB semalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap di level 0.75%. 

Sementara  itu  lembaga  pemeringkat  Standard  &  Poor's  menegaskan  peringkat  kredit  AAA  Jerman  dan  mengatakan  prospek  tetap  stabil  berkat  kemampuan ekonomi terbesar Eropa tersebut untuk menahan guncangan keuangan dan ekonomi. 




U.K.
Sterling melemah terhadap dolar AS pasca rilis sidang ECB yang mengecewakan pelaku pasar, sterling melemah mengikuti turunnya euro dan bursa saham  serta aset beresiko lain. Euro juga melemah terhadap sterling, setelah sebelumnya, sempat menguat hingga level tertinggi dalam kurun 3‐pekan terakhir di  0.7911 euro per sterling.  

Bank of England dalam sidangnya pekan ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level 0,5 persen dan belum melakukan penambahan  jumlah dana yang digunakan dalam pembelian obligasi pemerintah. Bank sentral menilai bahwa kebijakan bulan sebelumnya telah menyediakan cukup  stimulan  untuk  ekonomi  meskipun  resesi  tak  terhindarkan.  Mayoritas  ekonom  percaya  bahwa  BoE  baru  akan  mempertimbangkan  untuk  menaikkan  jumlah dana stimulus setidaknya pada akhir tahun, ataupun bisa melonggarkan moneter dengan memangkas suku bunga. 

Pada sesi akhir pekan ini pelaku pasar akan menantikan rilis data aktifitas sektor jasa Inggris untuk periode Juli yang diperkirakan naik tipis menjadi 51.5  dibanding  periode  sebelumnya  51.3.  Data  ini  akan  memberikan  gambaran  sejauh  mana  kemungkinan  berlanjutnya  resesi  Inggris,  setelah  sebelumnya  aktifitas sektor manufaktur melambat, namun sektor konstruksi berhasil mengalami ekspensi. Selain itu, fokus utama para pelaku pasar akan tertuju pada  rilis data sektor ketenagakerjaan Amerika. 




JAPAN
Krisis  utang  Eropa  dapat  menunda  peningkatan  pada  permintaan  eksternal  yang  sangat  penting  untuk  pemulihan  ekonomi  Jepang,  demikian pernyataan Bank of Japan, menegaskan kekhawatiran bank sentral terhadap perlambatan global yang terus berlanjut.  Anggota  Dewan  BOJ  Yoshihisa  Morimoto  mengutip  pandangan  bank  sentral  bahwa  ekonomi  Jepang  sedang  menuju  pemulihan  yang  didorong oleh belanja untuk membangun kembali kawasan yang dilanda gempa tahun lalu. 

Namun dia memperingatkan bahwa ketidakpastian masih kuat seputar kekuatan pemulihan dengan permintaan global yang lemah dan  tidak adanya kejelasan akan berakhirnya krisis utang Eropa. 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BOJ siap untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika risiko global meningkat cukup  kuat untuk mengancam prospek pemulihan Jepang.  




AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar menguat dari data optimis dalam domestik Kamis lalu, meskipun pasar sangat berhati‐hati kedepannya dari  meeting penting European Central Bank yang dapat mengacaukan harga‐harga aset dalam harian.  

Aussie <AUD=D4> memangkas penurunannya dan sedikit naik dalam harian ke level $1.0578 overnight, dengan setelah penjualan ritel naik untuk  menguat 1 persen pada bulan Juni, melampaui ekspektasi untuk rangkaian dua bulannya.   

Penjualan  untuk  keseluruhan  kuartalan  juga  melonjak  1.4  persen,  dengan  mudah  melewati  perkiraan  kenaikan  0.8  persen  dan  memberikan  dorongan yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi.  

Laporan yang optimis mendorong pasar untuk melewati ekspektasi skalanya dan mempercepat pemangkasan tingkat suku bunga kedepannya.   

Harga Australian bond futures menurun, setelah bank sentral AS tidak memberikan harapan stimulus untuk negara dengan perekonomian terbesar  didunia tersebut.  




SWISS
Euro naik ke level tertingginya dalam satu bulan terhadap Swiss  franc Kamis lalu karena posisi investor untuk kemungkinan bahwa  European  Central Bank akan mengumumkan kuatnya tindakan untuk menghadapi krisis utang zona euro.  

Euro <EURCHF=> naik ke level 1.20299 francs pada EBS trading platform, level tertingginya sejak awal bulan Juli. Telah terdorong menjauh dari  batas  terhadap  euro  pada  level  1.20  francs yang  diberlakukan  oleh  Swiss  National Bank  sebagai  bagian  kebijakan  untuk  membatasi kenaikan  mata uangnya.  

Sektor manufatur Swiss kurang begitu bergairah dalam empat bulannya pada bulan Juli, karena eksportir mengekang ambisinya dalam merespon  terhadap jatuhnya permintaan dari mitra datang utamanya Jerman, Italia dan Perancis. 

Thursday, August 2, 2012

Headline News 02.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham global ditutup melemah dan dolar AS menguat akibat langkah The Federal Reserve yang belum memutuskan  untuk  menggelontorkan  stimulus  moneter  baru  meskipun  mereka  manyatakan  bahwa  pemulihan  ekonomi  Amerika  kehilangan momentumnya tahun ini.  

Bursa ekuitas dan euro sebelumnya sempat menguat ditunjang ekspektasi langkah bank sentral Amerika dan Eropa yang  diharapkan akan menempuh langkah agresif untuk menstimulasi ekonomi dan menahan penyebaran krisis hutang di Eropa.  Pasca sidang The Fed, saat ini pelaku pasar menantikan hasil sidang ECB, dimana sebelumnya, Presiden ECB Mario Draghi  memberikan  pernyataan  yang  meningkatkan  spekulasi  akan  melakukan  pembelian  obligasi  Italia  dan  Spanyol  untuk  menekan tingginya imbal hasil obligasi kedua negara tersebut. 

Langkah The Fed mengecewakan pelaku pasar, yang sebelumnya mengharapkan adanya pemberlakuan stimulus keuangan  baru ataupun kepastian ditahannya suku bunga rendah untuk jangka waktu lebih lama. Ofisial The Fed menegaskan bahwa  ekonomi  tengah  menghadapi  “perlambatan”,  mengubah  penilaian  pada  Juni  yang  menyatakan  bahwa  ekonomi  “berekspansi secara moderat”. 

Indeks bursa saham global yang terangkum dalam MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0,2 persen ke 315.46.  Sementara itu burs saham eropa <.FTEU3> ditutup menguat 0,5 persen.  

Di bursa Wall  Street, Dow Jones  industrial  average <. DJI> turun  32,55 poin atau  0,25  persen,  ke  12,976.13.  500, Index  Standard & Poor <SPX.> turun 3,99 poin atau 0,29 persen, ke 1,375.33. Nasdaq Composite Index <. IXIC> turun 19,31 poin  atau 0,66 persen, ke 2,920.21. 

Sebelumnya  pada  awal  bursa  Wall  Street,  kesalahan  komputer  pada  Kinight  Capital  <KCG.N>  menyebabkan  lonjakan  volume  di  sekitar  150  saham  yang  terdaftar  di  bursa  saham.  Knight  menyatakan  bahwa  pihaknya  menyarankan  para  pedagang  untuk  melakukan  perdagangan  mereka  di  tempat  lain.  Saham  Kinght  jatuh  31,3  persen  menjadi  7.10  USD,  mencapai level terendah sejak 7‐tahun terakhir. 

Investor  tidak  terlalu  menanggapi  rilis  data  ADP  Employment  Amerika  untuk  periode  Juli  yang  mencatat  pertambahan  163.000 lapangan kerja, mengungguli ekspektasi para analis sebesar 120.000. Data juga memperlihatkan bahwa aktifitas  pabrik di kawasan zona eropa dan Amerika mengalami pelemahan pada periode Juli sedangkan aktifitas manufaktur Cina  turun  ke  level  terendah  sejak  8‐bulan  terakhir,  menguatkan  pandangan  bahwa  ekonomi  terbesar  kedua  dunia  tersebut  terus melambat.  

Dolar AS menguat terhadap mata uang utama dunia pasca hasil sidang The Fed, euro turun 0,6 persen terhadap dolar AS ke  1.2225 dan dolar AS menguat 0,4 persen terhadap yen ke 78.45 yen. Sedangkan indeks dolar terhadap mata uang utama  dunia lainnya <.DXY> menguat 0,5 persen ke kisaran 83.114.  

Namun  demikian  analis  mengingatkan  bahwa  penguatan  dolar  AS  bisa  terbatas  jika  ECB  pada  sidangnya  Kamis  ini  bisa  menelurkan  kebijakan  yang  drastis,  setidaknya  yang  tidak  mengecewakan  ekspektasi  pelaku  pasar.  Meskipun  demikian  terdapat kemungkinan bahwa hasil sidang ECB akan mengecewakan, yang mana akan berimbas pada naiknya imbal hasil  obligasi Spanyol dan Italia dan pelemahan euro. Salah satu penentang terbesar pembelian obligasi oleh ECB adalah dari  Presiden Bundesbank – Jens Weidmann yang menegaskan adanya kesalahan estimasi dari pihak yang berwenang mengenai  kapasitas dari bank sentral terlalu berharap banyak pada langkah bank sentral.  

Obligasi tenor 10‐tahun Amerika <US10YT=RR> harganya turun 14/32, dengan imbal hasil di kisaran 1,52 persen. 

Harga minyak mentah Brent <CLOc1> naik 1,04 USD ke 105,96 USD per barel. Sedangkan minyak mentah Amerika <CLc1>  naik  85  sen  ke  88,91  USD  per  barel.  Kinerja  minyak  mendapat  sokongan  dari  penurunan  stok  minyak  mentah  Amerika  pekan lalu. Sedangkan harga spot emas <XAU=> turun 12,80 USD ke 1,600.40 USD per troy ounce. 



GOLD & COMMODITIES
Emas merosot Rabu lalu pada perdagangan yang choppy setelah pernyataan kebijakan the Fed yang menghapus harapan  investor untuk stimulus moneter terkini, meskipun mengakui bahwa perekonomian AS telah kehilangan momentumnya.  

Perak  dan  platinum,  yang  mana  sangat  digunakan  dalam  industri,  anjlok  terutama  tekanan  laporan  yang  menunjukkan  bahwa factory purchasing managers' index (PMI) Cina turun ke level terendah dalam delapan bulannya dan ISM survei dari  sektor manufaktur AS melorot pada bulan Juli.     

"You can say that immediate QE is off the table. I will probably not be surprised to see them not do anything in September,"  ungkap Frank McGhee, kepala precious metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC. 




OIL & COMMODITIES
Oil futures ditutup naik tapi menghentikan level tertingginya pada perdagangan yang choppy Rabu lalu setelah the Fed AS  mengatakan perekonomian telah kehilangan beberapa momentumnya tetapi menawarkan tidak adanya stimulus terbaru  yang dapat menaikkan pertumbuhan (ekonomi) dan kemudian mengartikan permintaan pada bahan bakar yang tinggi.  

Harga sempat memperluas kenaikannya setelah Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan penurunan 6.52  juta barrel pada cadangan crude oil domestik minggu lalu, jauh melebihi 700,000 dari perkiraan pada polling Reuters.   

"Crude oil prices are adjusting as the Fed did not announce any new stimulus," kata Dominick Chirichella, senior partner  pada Energy Management Institute di New York. "Now investors will wait for the ECB meeting tomorrow and see what its  president, Mario Draghi, will say," tambahnya.

EURO ZONE
Sektor  manufaktur  zona  euro  memburuk  bulan  lalu  dipicu  melemahnya  output,  memperparah  krisis  ekonomi  yang  tengah  berlangsung  juga  menekan  order ekspor akibat melemahnya sektor manufaktur di Cina dan India.  

Survey terhadap ribuan pabrikan di seluruh dunia menunjukkan aktifitas manufaktur di 17 negara zona euro mengalami kontraksi dalam 8 bulan berturut‐ turut di periode Juli. 

Manufaktur terlihat memburuk di Italia, Spanyol dan Yunani, juga di 2 negara terbesar perekonomiannya di zona euro yaitu Perancis dan Jerman, demikian  purchasing managers indexes (PMIs) menunjukkan. PMI di Inggris juga turun ke level terendah lebih dari 3 tahun. 

Sementara  di  negara  terbesar  perekonomiannya  se‐Asia,  yaitu  China  dan  India,  yang  selama  ini  mampu  bertahan  dari  pengaruh  buruk  krisis  ekonomi  Eropa dan memburuknya ekonomi AS, order ekspor di kedua negara tersebut terlihat melemah dan output terhambat. 

Dolar menguat terhadap euro usai sidang The Fed yang mengatakan bahwa pemulihan ekonomi telah kehilangan momentumnya tahun ini. The Fed juga  terlihat tidak lagi menawarkan stimulus moneter baru meskipun memberikan sinyal adanya kemungkinan pembelian obligasi lebih lanjut.  Euro terkoreksi hingga ke level intraday low $1.2235 dan terakhir bergerak di sekitar $1.2240. 




U.K.
Sterling melemah tajam pada sesi Rabu, tertekan penguatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya pasca hasil sidang The Fed yang belum memutuskan  adanya perubahan pada  kebijakan  moneter  Amerika.  Sebelumnya,  sterling  lebih  dahulu tertekan  rilis  data aktifitas  manufaktur  untuk  periode  Juli  yang  kembali  terkontraksi dan meredam harapan bahwa ekonomi Inggris akan segera bangkit dari kondisi resesi.  

Buruknya  perkembangan  pada  sektor  manufaktur  tersebut  justru  meningkatkan  ekspektasi  bahwa  BoE  dalam  waktu  dekat  akan  menambah  stimulus  keuangan  untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Inggris. Aktifitas sektor manufaktur tersebut terkontraksi ke level terendahnya sejak Mei 2009 antara lain terdampak dari  krisis Uni Eropa yang merupakan partner dagang terbesar Inggris. Survey PMI tersebut memperlihatkan penurunan ekspor ke level terparahnya sejak Februari 2009. 

Sementara itu data lain menunjukkan bahwa harga rumah di Inggris mengalami penurunan 0,7 persen pada periode Juli, dan dalam basis antar tahun tercatat 2,6  persen lebih rendah dari tahun sebelumnya, merupakan penurunan tahunan terbesar sejak Agustus 2009. Data yang dilansir Nationwide tersebut memperlihatkan  penurunan 13 persen dari puncak harga rumah pada 2007, hampir setara dengan penurunan harga rumah di Amerika yang mencapai 15 persen. 




JAPAN
Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi mengatakan ia tidak akan mengabaikan setiap langkah yang mungkin dilakukan untuk meredam pergerakan tajam  yen. Bank sentral tidak perlu membeli aset asing untuk tujuan mempengaruhi mata uang. 

Komentarnya tersebut terlihat kontras dengan beberapa anggota parlemen yang berpendapat bahwa BOJ harus membeli aset asing untuk melemahkan  yen dan dengan demikian mendukung sektor ekspor.  

Komentar Azumi tersebut telah mendorong dolar untuk terkoreksi terhadap yen ke level terendah sejak 1 Juni di 77.90 yen. 

Rilis  data  manufaktur  Cina  yang  mengecewakan  juga  turut  menekan  dolar  setelah  menggugurkan  harapan  ditingkatkannya  dukungan  kebijakan  kemungkinan membantu mengerem perlambatan ekonomi negara tersebut. Indeks PMI manufaktur Cina turun ke level terendah 8 bulan di 50.1 di bulan  Juli dari 50.2 di bulan Juni sebelumnya, mengisyaratkan sektor hampir tidak mengalami pertumbuhan. 

Namun  di  sesi  New  York,  dolar  berhasil  rebound  dan  mencatat  menguat  terhadap  yen  usai  sidang  The  Fed  yang  mengatakan  bahwa  pemulihan  ekonomi  telah  kehilangan  momentumnya  tahun  ini.  The  Fed  juga  terlihat  tidak  lagi  menawarkan  stimulus  moneter  baru  meskipun  memberikan  sinyal  adanya  kemungkinan  pembelian obligasi lebih lanjut. Dolar melonjak ke level intraday high 78.50 yen dan terakhir bergerak di sekitar 78.45 yen. 




AUSTRALIA
Australian  dollar  naik  ke  level  tertinggi  bulanannya  Rabu  lalu  setelah  tumbuhnya  keraguan  pada  the  Fed  yang  akan  cukup  melakukan  dorongan  terhadap  perekonomian AS pada minggu ini.  

Aussie <AUD=D4> berada disekitar level $1.0500, yang belakangan ini mengikuti kenaikannya ke level tertinggi $1.0541 pada overnight, level tertingginya sejak akhir  Maret. Aussie telah meningkat lebih dari tiga sen dari minggu lalu.  

Harga Australian bond futures turun karena investor menunggu hasil dari meeting utama bank sentral di Eropa dan AS. 

Dua laporan terpisah dirilis Rabu lalu yang mengkonfirmasi harga perumahan yang menghadapi sideways.  

Menurut indeks pada pembangunan harga rumah dikota besar yang disusun oleh Australian Bureau of Statistics (ABS), harga‐harga dalam tiga bulan yang ditutup  bulan Juni naik 0.5 persen daripada tiga bulan sebelumnya, tetapi turun 2.1 persen dari tahun sebelumnya.  

Indeks RP Data‐Rismark menunjukkan  rata‐rata nilai rumah  dikota besar naik hingga  0.6  persen pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni, tetapi anjlok hingga  2.4  persen dari Juli tahun lalu.




SWISS
Rabu lalu Swiss mengalami libur nasional pada tanggal 01 Agustus lalu, “National Holiday”. 

Dengan Swiss franc menunjukkan pergerakan yang masih terbatas dalam hariannya. Level tertinggi hariannya berada dilevel 0.9837. 

Wednesday, August 1, 2012

Headline News 01.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS jatuh pada sesi Selasa, sementara bursa saham Eropa mengakhiri penguatan tajam dalam 3‐sesi berturut  dan  harga  minyak  tergelincir  seiring  kecemasan    bahwa  bank  sentral  mungkin  belum  akan  memberikan  stimulus  yang  cukup untuk memadamkan kekhawatiran tentang perlambatan global. Ekuitas dan minyak telah menguat sejak Presiden  ECB  Mario  Draghi  mengatakan  bahwa  pihaknya  akan  melakukan  segenap  upaya  untuk  menyelamatkan  euro.  Pasar  bertaruh  bahwa  ECB  akan  mengumumkan  pembelian  obligasi  dalam  sidangnya  sesii  Kamis  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman Spanyol dan Italia. 

Lesunya  pertumbuhan  di  Amerika  Serikat  juga  telah  menimbulkan  harapan  bahwa  The  Federal  Reserve,  yang  memulai  pertemuan  dua  hari  pada  hari  Selasa,  akan  meningkatkan  pembelian  obligasi,  meskipun  sebagian  besar  ekonom  memprediksi The Fed masih akan menahan kebijakan tersebut hingga September. Para analis memprediksi bahwa dengan  kenaikan harga rumah di Amerika yang naik selama empat bulan berturut‐turut dan membaiknya consumer confidence juga  akan membuat The Fed menahan diri. 

Euro  <EUR=>  tercatat  naik  0,3  persen  ke  1,2302.  Sementara  itu  obligasi  pemerintah  AS  bergerak  dalam  kisaran  relatif  sempit  dalam  sebagian  besar  sesi,  berakhir  sedikit  lebih  tinggi  pada  sesi  Selasa.  Obligasi  tenor  10‐tahun  pemerintah  Amerika  <US10YT=RR>  harganya  naik  7/32  dengan  imbal  hasil  berada  pada  1,48  persen.  Namun  beberapa  analis  mengatakan kebijakan ECB mungkin belum dapat memenuhi harapan, terutama jika berita dari zona euro terus memburuk.  Arus  keluarnya  aliran  dana  dari  Spanyol  semakin  meningkat  pada  Mei  sementara  defisit  pemerintah  negara  tersebut  semakin membumbung, menimbulkan kekhawatiran bahwa Spanyol pada akhirnya akan membutuhkan bailout dalam skala  penuh. 

Terjadinya perdebatan internal dalam ECB bisa berarti bahwa tindakan yang drastis belum akan ditempuh. Pasar obligasi  Jerman  mencerminkan  kekhawatiran  tersebut  seiring  melebarnya  premi  antara  permintaan  investor  untuk  memegang  obligasi Spanyol tenori 10‐tahun terhadap obligasi Jerman. 

Bursa saham Eropa, yang mencatat kinerja bulanan terbaik sejak Oktober dengan kenaikan lebih dari 5 persen dalam tiga  sesi  terakhir,  berakhir  melemah.  FTSE  300  EUROFIRST  index  <FTEU3.>  turun  0,9  persen.  Investor  terpengaruh  oleh  lemahnya perkiraan pendapatan dari Deutsche Bank dan bank‐bank besar lainnya. Krisis utang zona euro telah merugikan  pendapatan. 

Di pasar AS, Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 64,33 poin atau 0,49 persen, ke 13,008.68. Indeks Standard & Poor  500  <.  SPX>  turun  5,98  poin  atau  0,43  persen,  ke  1,379.32.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  turun  6,32  poin  atau  0,21  persen, ke 2,939.52. Sebanyak 321 dari perusahaan‐perusahaan pendukung S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan, dan  sebanyak 67,3 persen berhasil mengungguli ekspektasi analis.  

Kinerja  komoditas  mendapat  dukungan  dari  laporan  kantor  berita  resmi  Xinhua  mengutip  Perdana  Menteri  China  Wen  Jiabao yang mengatakan bahwa Cina akan meningkatkan dukungan kebijakan fiskal dan moneter terhadap perekonomian  pada  semester  kedua  tahun  ini.  Minyak  mentah  Brent,  yang  mencatat  kenaikan  terbesar  bulanan  pada  bulan  Juli  sejak  Februari, turun 2,06 USD ke 104,14 USD per barel, sementara minyak mentah AS <CLc1> turun 2,40 USD ke 87,38 USD per  barel. Minyak mentah Brent mencatat kenaikan 7 persen selama Juli, sementara minyak mentah AS membukukan kenaikan  bulanan 3,65 persen. Harga spot emas  <XAU=> turun 7,43 USD menjadi 1,613.00 USD per troy ounce menjelang sidang  ECB. 



GOLD & COMMODITIES
Emas  merosot  Selasa  lalu  karena  aksi  ambil  untung  investor  setelah  kenaikannya  minggu  lalu,  karena  pasar  mempertimbangkan dari prospek tambahan stimulus moneter dari AS dan ECB minggu ini.  

Logam mulai sempat naik melewati level $1,625 per ons untuk pertama kalinya sejak pertengahan –Juni Jumat lalu dan  euro  mencapai  level  tertingginya  dalam  tiga  minggu  terhadap  dollar  setelah  Presiden  ECB  Mario  Draghi  berjanji  untuk  melakukan apapun yang penting untuk melindungi mata uang tunggal dari kejatuhannya.  

Tetapi  kenaikan  telah  kehilangan  momentum  karena  investor  mempertimbangkan  prospek  Draghi  yang  mengecewakan  pasar.  Sementara  itu  ECB  telah  menaikkan  ekspektasi  dari  semacam  pengumuman  pada  berkembangnya  krisis  utang,  tindakan nyata yang masih mungkin untuk minggu ini.  

"Uncertainty is growing regarding the outcome of the ECB meeting on Thursday. In this context, the gold market may trade  largely sideways ahead of the meeting," kata Anne‐Laure Tremblay, analis pada BNP Paribas.




OIL & COMMODITIES
Harga  oil  melorot  dalam  rangkaian  dua  harinya  Selasa  lalu  dari  ekspektasi  bahwa  potensi  stimulus  bank  sentral  tidak  mungkin cukup untuk menghidupkan kembali adanya pertumbuhan ekonomi dan karena harapan yang meredup dari the  Fed AS yang akan bertindak minggu ini untuk mendorong pertumbuhan.  

Data yang mendukung dari AS, termasuk tingginya harga perumahan, meningkatnya consumer confidence dan dorongan  aktivitas bisnis di Midwest, dianggap sebagai menurunkan kesempatan stimulus dari the Fed ketika meeting dua hari yang  berakhir hari Rabu.  

Persediaan crude AS merosot hingga 11.6 juta barrel dalam mingguannya sampai 27 Juli, API melaporkannya, penurunan  tajam yang lebih dari 700.000 barrel pada perkiraan dari polling Reuters oleh analis. 

"Oil prices are lower on the paradox of slightly better economic data in the form of the Chicago PMI and the consumer  confidence reading," kata John Kilduff, seorang mitra pada Again Capital LLC di New York.  




EURO ZONE
Euro bergerak menguat terhadap dolar dan yen pada hari Selasa dipicu ekspektasi ECB kemungkinan akan melanjutkan aksinya untuk membantu mengatasi krisis  utang kawasan dalam pekan ini. 

Spekulai berkembang bahwa ECB akan melanjutkan program pembelian obligasi guna membantu menurunkan biaya pinjaman yang tinggi yang dialami Spanyol dan  Italia, setelah Presiden ECB Mario Draghi, pekan lalu menegaskan akan melakukan segala upaya untuk menyelamatkan zona euro dari keruntuhan. 

ECB akan menggelar sidangnya pada hari Kamis, sehari setelah The Fed mengakhiri sidang regulernya yang digelar selama 2 hari. 

Euro menguat ke level intraday high $1.2329, masih di bawah level tertinggi 3 pekan di $1.2389 yang dicapai pekan lalu. Euro terakhir tercatat bergerak di sekitar  $1.2316, naik 0.5%. Euro juga menguat 0.4% terhadap yen di 96.16 yenSementara itu, dolar turun 0.1% terhadap yen ke 78.09 yen. 

Investor juga tengah menantikan hasil sidang The Fed yang akan berakhir hari Rabu waktu GMT atau Kamis dini hari WIB. Sementara The Fed kemungkinan akan  menunda program pembelian obligasi untuk saat ini, sejumalh analis memperkirakan The Fed kemungkinan akan mengadopsi stimulus moneter dalam beberapa  bulan kedepan.




U.K.
Sterling melemah terhadap dolar AS dan mata uang utama dunia lainnya, tertekan pernyataan pemeringkat Moody’s yang menetapkan outlook  negatif bagi peringkat kredit Inggris. Juga dilaporkan maraknya pembelian akhir bulan pada cross currency antara euro terhadap poundsterling,  hal mana kemudian turut menekan kinerja sterling terhadap dolar AS. 

Para analis memperkirakan mayoritas mata uang utama dunia akan bergerak dalam kisaran relative sempit, menjelang sidang ECB yang menjadi  pusat perhatian pekan ini. Dimana apabila ECB menerapkan kebijakan yang cukup kredibel maka akan meningkatkan minat investor terhadap  aset beresiko, dan mendukung kinerja sterling terhadap dolar AS. Namun sebaliknya jika ternyata keputusan ECB mengecewakan pelaku pasar  maka akan menekan kinerja euro dan mata uang berimbal hasil tinggi lainnya. 

Ekonomi Inggris diperkirakan masih akan mengalami pelemahan pada 2012 setelah kontraksi mengejutkan pada triwulan kedua 2012 terdesak  krisis Uni Eropa dan lemahnya pemrintaan domestic, demikian berdasarkan perkiraan ekonom OECD. Lebih lanjut OECD memperkirakan ekonomi  Inggris  akan  hanya  akan mencapai  0,5  persen  dalam  basis  antar  tahun,  dibawah  pekrirakan  pemerintah  sebesar  0,8  persen. 




JAPAN
Aktifitas di sektor manufaktur Jepang turun di bulan Juli di level terpesatnya sejak gempa bumi tahun lalu menyusul melambatnya pertumbuhan ekonomi  di Eropa dan Cina telah mengurangi permintaan terhadap komoditi ekspor Jepang.  Markit/JMMA  Japan  Manufacturing  Purchasing  Managers  Index  (PMI)  turun  ke  47.9  di  bulan  Juli  dari  49.9  di  bulan  Juni.  Level  di  bawah  50  mengindikasikan sektor manufaktur masih mengalami kontraksi, dimana hal ini adalah untuk kedua kalinya secara berturut‐turut sekaligus menunjukkan  kontraksi tertajamnya sejak April 2011, sebulan setelah bencana gempa bumi dan tsunami memporakporandakan wilayah Jepang di bagian pantai Timur  Laut. 

Data  lain  menunjukkan  tingkat  pengangguran  turun  di  bulan  Juni,  dan  ketersediaan  pekerjaan  meningkat,  mengindikasikan  belanja  rekonstruksi  membantu mendukung peningkatan pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran turun ke 4.3% di bulan Juni dari 4.4% di bulan Mei. 




AUSTRALIA
Euro melemah 0.2 persen terhadap Australian dollar ke level A$1.1656 <EURAUD=R>, setelah mencapai level terendahnya disekitar level A$1.1646  sehari sebelumnya.        

Aussie dan high‐beta currencies lainnya, yang mana secara relatif volatil dan cenderung menguntungkan ketika investor optimis mengenai outlook  dari ekonomi global yang naik, telah berada diantara kinerja terbaiknya baru‐baru ini.   

Beberapa mata uang telah mendapat dorongan dari ekspektasi pasar dari keduanya ECB dan the Fed yang mendekati untuk memberikan lebih  banyak bantuan untuk perekonomian mereka masing‐masing.   

Aussie naik 0.3 persen ke level $1.0526 <AUD=D4>, yang telah mencapai level tertinggi empat bulannya di level $1.0538 pada awal Selasa lalu.   

Harga Australian  bond futures  sebenarnya unchanged,  karena  investor  masih  berhati‐hati  kedepannya  dari  meeting penting  bank  sentral  akhir  minggu ini. 




SWISS
Euro naik ke level tertingginya dalam satu bulan terhadap Swiss franc Selasa lalu, dengan para trader mencatatkan permintaan akhir bulan untuk  mata uang tunggal yang dibantu lebih lanjut menjauh dari level dasar 1.20 franc yang diberlakukan oleh Swiss National Bank.  

Euro <EURCHF=> naik ke level 1.20209 francs pada trading platform EBS, level tertingginya sejak awal Juli dari aksi beli oleh real money investors,  ungkap para trader. Stops loss orders dilaporkan diatas level 1.2040 francs.  

"It  looks  nothing  more  than  month‐end  related  ‐  it's  traded  higher  the  past  two  month‐ends,"  ungkap  seseorang  dari  London‐berbasiskan  FX  trader.  

Swiss National Bank <SNBN.S> membukukan 6.5 milyar francs dalam semester pertamanya tahun 2012 termasuk lebih dari lima milyar dalam  keuntungan  pada  posisi  foreign  currency‐nya,  kemungkinan  menghapus  kritik  dari  kebijakan  untuk  mengintervensi  pasar  keuangan  untuk  membatasi the franc