title cover

title cover

Tuesday, August 14, 2012

Headline News 14.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  melemah  pada  sesi  Senin  setelah  rilis  data  ekonomi  Jepang  yang  lemah  menunjukkan  perlambatan  ekonomi  global,  sementara  euro  naik  seiring  berkurangnya  posisi  jual  para  investor.  Bursa  saham  Eropa  membukukan  pelemahan harian terburuk sejak lebih dari 1‐pekan terakhir dan bursa saham Amerika meredam penguatan dalam 6‐sesi  terakhir setelah rilis data GDP Jepang hanya berekspansi sebesar 0,3 persen pada kuartal kedua. 

Pertanda lain dari melambatnya potensi permintaan global, data dari Departemen Perpajakan Cina menunjukkan output  untuk  tembaga  turun  6,8  persen  pada  Juli  dibandingkan  produksi  yang  sempat  mencapai  rekor  tertinggi  pada  bulan  sebelumnya. Konsumsi tembaga Cina dianggap sebagai patokan pertumbuhan industri. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 38,52 poin atau 0,29 persen, ke 13,169.43. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 1,76 poin atau 0,13 persen ke 1,404.11. Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 1,66 poin atau 0,05  persen ke 3,022.52. 

Para investor masih mencari arah, dimana indeks S&P 500 bergerak tidak jauh dari level tertinggi dalam kurun lebih dari 4‐ tahun. Kinerja positif bursa ekuitas akhir‐akhir ini didorong oleh harapan akan pelonggaran lebih lanjut dari bank sentral di  tengah  sinyal  melemahnya  ekonomi  global.  Di  Eropa,  indeks  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  turun  0,4  persen  pada  1,094.74 – penurunan harian terbesar sejak 02 Agustus lalu. 

Euro  naik  terhadap  dolar  untuk  pertama  kalinya  dalam  4‐sesi  terakhir  menyusul  berkurangnya  posisi  jual  para  investor.  Namun keraguan tentang kemampuan ECB untuk mengendalikan krisis utang di kawasan tersebut diperkirakan masih akan  memberikan tekanan pada euro. Sementara itu, sterling melemah terhadap euro di tengah ekspektasi bahwa data ekonomi  Inggris  pekan  ini  akan  memperkuat  potensi  stimulus  moneter  lanjutan  dari  Bank  of  England  untuk  menopang  perekonomian yang lesu. 

Euro berakhir dibawah level tertinggi dalam kurun 1‐bulan terakhir yang sempat tercapai pada pekan lalu. Euro <EUR=>  berakhir naik 0,39 persen ke 1,2337 dan indeks dolar AS <. DXY> turun 0,18 persen ke 82,406.  

Para analis memperkirakan euro akan bergerak dalam kisaran relatif sempit hingga 12 September, saat dimana Mahkamah  Konstitusi Jerman dijadwalkan akan memberikan putusannya pada dana penyelamatan zona euro dan pakta fiskal untuk  disiplin anggaran. 

Harga minyak naik dalam sesi perdagangan yang cukup volatile dan mencapai level tertinggi dalam kurun 3‐bulan terakhir  di tengah kekhawatiran tentang berkurangnya pasokan dari kawasan North Sea dan ketegangan di kawasan Timur Tengah,  meskipun kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global menahan laju penguatan. Harga minyak mentah  Brent  <LCOc1>  ditutup  naik  65  sen  ke  113,60  USD  per  barel.  Sedangkan  harga  minyak  mentah  AS  untuk  pengiriman  September <CLc1> tercatat turun 14 sen ke 92,73 USD per barel. 

Obligasi  pemerintah  Amerika  berhasil  rebound  pada  akhir  sesi  perdagangan,  ditunjang  oleh  maraknya  aksi  beli  investor  pasca aksi sell‐off yang cukup dramatis pada awal bulan ini. Obligasi tenor 10‐tahun Amerika <US10YT=RR> harganya tuurn  1/32 dengan imbal hasil naik ke 1,6607 persen. 



GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  melemah  Senin  lalu  karena  terus  mengancamnya  ketidakpastian  mengenai  apakah  bank  sentral  akan  mengambil  langkah  untuk  mendorong  perekonomian  yang  mendorong  investor  melakukan  aksi  ambil  untung  setelah  kenaikan minggu lalu. 

Logam mulia mendapat dukungan dari hasil pelemahan dollar, dan spekulasi bahwa pelemahan pertumbuhan (ekonomi)  global akan mendorong kedepannya langkah stimulus dari para bank sentral.  

Minggu  lalu  lebih  dari  1  persen  kenaikan  pada  harga  emas  yang  tercapai  secara  meluas  didukung  harapan  ECB  akan  mengambil  langkah  kedepannya  seperti  pembelian  obligasi  untuk  mendukung  mata  uang  tunggal,  yang  mana  telah  tertekan tahun ini dari krisis utang zona euro.  

"Everybody seems to be waiting for this huge money printing that they think is going to happen which hasn't happened yet.  So  nobody  really  wants  to  bet  against  it,  but  at  the same  time  they  don't  want  to  go  long,"  kata  Doug  Roberts,  kepala  investment strategist pada Channel Capital Research.  


OIL & COMMODITIES
Harga  Brent  crude  naik  Senin  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy,  mencapai  level  puncak  dalam  tiga  bulannya  dari  permasalahan mengenai pasokan North Sea dan tensi Timur Tengah, sementara itu kekhawatiran mengenai perlambatan  ekonomi global makin bertambah.  

Crude  AS  secara  singkat  sempat  melemah  dan  ekuitas  Wall  Street  anjlok,  ditekan  turun  oleh  data  yang  menunjukkan  perekonomian Jepang mengalami ekspansi dalam kuatal keduanya pada setengah laju dari yang diharapkan.  

Laporan terpisah menunjukkan perekonomian Yunani menunjukkan kontraksi hingga 6.2 persen dalam basis kuartalan yang  juga berhembusnya keprihatinan mengenai pertumbuhan ekonomi.  

Brent melonjak lebih dari $2 dan crude AS lebih dari $1 pada awal harian yang didukung dari pengetatan pasokan North Sea  dan  tensi  di  Timur  Tengah,  termasuk  intensifnya  perdebatan  di  Israel  pada  apakah  menyerang  Iran  dari  persengketaan  program nuklir.  

"The  likelihood  of  some  sort  of  intervention  to  stimulate  economies  is  supporting  the  market,"  kata  Christopher  Bellew,  seorang oil broker pada Jefferies Bache in London. "Also the North Sea, Iran and the Middle East are still a factor."  


EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar untuk pertama kalinya dalam 4  sesi terakhir di hari Senin dipicu  aksi  short covering, namun euro  masih  rentan tekanan  menyusul krisis politik dan ekonomi yang masih berkepanjangan. Perdagangan masih tipis dan euro masih berada di bawah level tertinggi 1 bulan yang  dicapai pekan lalu. Investor masih berharap ECB akan melakukan langkah‐langkah untuk menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia yang sudah sangat  tinggi dalam beberapa pekan kedepan. 

Presiden  ECB  Mario  Draghi  telah  memicu  penguatan  euro  dalam  bulan  ini  setelah  berjanji  akan  melakukan  segala  upaya  untuk  mengamankan  euro,  namun  investor  masih  berhati‐hati  dalam  menanggapi  pernyataan  Draghi  tersebut  karena  masih  adanya  ketidakjelasan  mengenai  langkah‐langkah  kongkrit apa yang akan dilakukan ECB. 

Banyak  analis  pasar  memprediksi  euro  masih  akan  bergerak  terbatas  hingga  12  September,  ketika  mahkamah  konstitusi  Jerman  menyampaikan  keputusannya mengenai dana penyelamatan zona euro dan pakta fiskal untuk disiplin anggaran. 

Euro menguat sekitar 0.4% di $1.2340, sedangkan terhadap yen, euro menguat 0.5% di sekitar 96.65 yen. 


U.K.
Sterling kembali melemah terhadap euro pada sesi awal pekan ini, terdesak ekspektasi bahwa data‐data fundamental ekonomi Inggris pekan ini  akan meningkatkan dukungan bagi pelonggaran moneter oleh bank sentral untuk menopang ekonomi. Euro tercatat menguat ke session high  0.7874 terhadap sterling setelah pada sesi akhir pekan lalu sempat anjlok ke level terendah sejak kurun 1‐1/2 pekan terakhir.  

Namun demikian sterling justru berhasil mencapai level tertinggi sejak 2‐pekan terakhir terhadap dolar AS menyusul pelemahan dolar AS secara  luas terhadap mata uang utama dunia lainnya. Pelemahan dolar AS tersebut didasari oleh berkembangnya ekspektasi bahwa ECB dalam waktu  dekat  ini  akan  melakukan  langkah  guna  menekan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  untuk  menahan  penyebaran  krisis  eropa,  pandangan  tersebut menekan mata uang safe haven terutama dolar AS.  

Pada sesi Selasa pelaku pasar akan menantikan rilis data CPI Inggris yang pada basis antar tahun diperkirakan melemah menjadi 2,3 persen pada  periode  Juli.  Analis  memperkirakan  apabila  rilis  CPI  lebih  rendah  dari  perkiraan  maka  pelaku  pasar  diprediksi  akan  melihat  BoE  tidak  boleh  menunda lebih lama lagi untuk meluncurkan stimulus dan harus mengambil langkah cepat paling tidak sebelum November. Langkah pelonggaran  moneter  biasanya  berdampak  negative  pada  mata  uang  karena meningkatkan  money  supply  di  pasar  keuangan.  


JAPAN
Yen Jepang tidak banyak terpengaruh oleh rilis data PDB Jepang kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan. Namun melambatnya aktifitas  ekonomi meningkatkan ekspektasi bank sentral Jepang (BOJ) dan pemerintah telah siap untuk menambah stimulus, sebuah langkah yang akan  berdampak pada melemahnya yen dalam jangka pendek kedepan. 

Dolar menguat 0.1% di sekitar 78.30 yen, bertahan di atas level terendah 2 bulan di 77.90 yen yang dicapai awal Agustus ini, sementara euro  menguat 0.5% di 96.65 yen. 

Ekonomi  Jepang  mencatat  ekspansi  0.3%  di  periode  April‐Juni,  setengah  dari  ekspektasi  pasar,  meningkatkan  keraguan  mengenai  kuatnya  pemulihan  yang  ditopang  oleh  consumer  spending  yang  nampaknya  telah  kehilangan  momentumnya  dan  krisis  utang  Eropa  telah  menekan  permintaan  global.  Data  PDB  ini  memberikan  indikasi  baru  menegenai  perlambatan  ekonomi  global,  menyusul  melemahnya  pertumbuhan  ekonomi di AS, Eropa dan Cina, telah memperkuat ekspektasi bahwa dewan kebijakan moneter Jepang akan melakukan langkah‐langkah untuk  mendongkrak pemulihan ekonominya. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars berjuang untuk naik terhadap dollar AS Senin lalu karena investor berbalik hati‐hati mengenai perlambatan  pertumbuhan (ekonomi) global, tetapi mata uang masih mendekati level puncaknya terhadap euro.  

Australian dollar <AUD=D4> sedikit merosot ke level $1.0556, dari level $1.0572 pada awal perdagangan, dengan level puncaknya $1.0615 minggu  lalu, level tertingginya sejak akhir Maret.  

Hasrat  pada  risk  asset  terbatas  dengan  kebanyakan  bursa  Asia  berada  dalam  area  merahnya  dan  kedepannya  bukti  dari  perlambatan  pertumbuhan (ekonomi) global.   

Data  Senin  lalu  menunjukkan  perekonomian  Jepang  bertumbuh  0.3  persen  pada  bulan  April‐Juni,  dibawah  kenaikan  0.6  persen  perkiraannya,  karena pembelanjaan konsumen mulia untuk kehilangan momentum dan ekspor tertekan dari krisis utang Eropa.  

Harga Australian bond futures melemah tipis dalam volume perdagangan yang tipis karena investor menunggu dari pengumuman mendatang dari  bank sentral AS, Eropa dan Cina.  


SWISS
Swiss franc melemah tipis terhadap dollar Senin lalu, ditengah harapan bahwa European Central Bank akan segera mengambil tindakan untuk  menenangkan krisis utang zona euro.     

The franc melemah 0.2 persen terhadap dollar untuk diperdagangkan pada level 0.9784 pada pukul 0630 GMT dibandingkan pada penutupan  New York, dengan level terendahnya 0.9704.  

The franc mengalami unchanged terhadap euro.      

Swiss  National  Bank  tidak  mengizinkan  the  franc  untuk  menguat  diatas  1.20  per  euro  sejak  akhir  September,  terlihat  untuk  menjaga  batas  kenaikan  arus  safe‐haven  dari  investor  yang  menghindar  krisis  zona  euro,  yang  mana  telah  mengancam  negara  pada  akhirnya  kepada  deflationary spiral dan resesi.   

Monday, August 13, 2012

Headline News 13.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika membukukan penguatan beruntun dalam 6‐sesi terakhir pada sesi Jumat, sementara euro melemah  seiring rilis data ekonomi Cina yang dibawah perkiraan meredam ekspektasi stimulus keuangan. Penguatan bursa saham  akhir‐akhir ini terutama ditunjang oleh pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dua pekan lalu bahwa bank  sentral  siap  untuk  melakukan  tindakan  apapun  untuk  mempertahankan  euro,  meningkatkan  harapan  akan  pembelian  obligasi Spanyol dan Italia. 

Namun demikian rilis data ekspor Cina untuk periode Juli yang lebih rendah dari perkiraan, menurunkan mood pelaku pasar  dan  menekan  bursa  saham  Amerika  pada  sesi  Jumat.  Selain  itu,  data  juga  memperlihatkan  bahwa  pinjaman  baru  di  perbankan Cina mencapai level terendahnya sejak 10‐bulan terakhir, menunjukkan kebijakan yang pro pertumbuhan belum  cukup memadai dan nampaknya diperlukan tindakan lebih lanjut. Pelemahan ekspor Cina diantaranya termasuk penurunan  ekspor ke Eropa sebesar 16 persen dibanding periode tahun lalu. Beberapa ekonom mengatakan bank sentral Cina bisa saja  menempuh pelonggaran moneter pada pekan ini untuk menopang ekonomi. 

Euro  melemah  terhadap  dolar  karena  investor  cenderung  mengambil  sikap  hati‐hati.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  <EUR=> turun 0,1 persen ke 1,2290, setelah dalam sepekan terakhir sempat menguat hingga level 1,2443 pada awal pekan  lalu  dan  juga  sempat  turun  hingga  level  terendah  mingguan  di  1,2239.  Euro  mencatat  penurunan  mingguan  pertama  terhadap dolar dan yen dalam tiga pekan terakhir. 

Bursa saham Eropa ditutup melemah tetapi bursa Wall Street berhasil bangkit di akhir sesi dalam perdagangan tipis. Pasar  ekuitas  masih  relatif  stagnan  seiring  ketidakpastian  prospek  ekonomi  zona  euro.  Indeks  saham  Eropa  FTSEurofirst  300  <FTEU3.> berakhir turun 0,1 persen, sementara indeks ekuitas dunia MSCI <MIWD00000PUS.> turun 0,01  persen. 

Pekan  depan,  pelaku  pasar  akan  mengamati  rilis  data  PDB  triwulan  kedua  zona  euro  yang  diperkirakan  kontraksi  pada  ekonomi zona euro. Ekspektasi akan langkah tambahan dari ECB untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Spanyol dan  Italia. Namun sampai dengan belum adanya rincian dan kepastian mengenai hal tersebut, investor diperkirakan masih akan  berhati‐hati. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik 42,76 poin atau 0,32 persen, ke 13,207.95. Index Standard & Poor 500  <SPX.> naik 3,07 poin atau 0,22 persen, ke 1,405.87. Nasdaq Composite Index <. IXIC> menguat 2,22 poin atau 0,07 persen,  ke  3,020.86.  Di  bursa  New  York,  saham  klub  sepak  bola  Manchester  United  <MANU.N>  itu  berakhir  stagnan  pada  hari  pertama perdagangannya, berkutat di 14 USD per lembar. 

Harga obligasi Amerika menguat seiring maraknya pembelian aset safe haven oleh para investor, dimana obligasi tenor 10‐ tahun <US10YT=RR> harganya naik 11/32 dengan imbal hasil berada pada kisaran 1,657 persen. 

Harga minyak menurun setelah data memperlihatkan impor minyak mentah Cina turun pada bulan Juli dan juga tertekan  laporan dari International Energy Agency yang menunjukkan turunnya permintaan minyak global. Minyak mentah Brent  <LCOc1> turun 27 sen ke 112,95 USD per barel, sementara minyak mentah AS <CLc1> melemah 49 sen ke 92,87 USD per  barel. 


GOLD & COMMODITIES
Emas naik Jumat lalu, dan mencatatkan kenaikan dalam mingguannya, karena kekecewaan data perdagangan Cina dan data bank  lending  terbaru  yang  memperkirakan  pengambil  kebijakan  disana  kemungkinan  membutuhkan  tindakan  untuk  mendorong pertumbuhan (ekonomi) pada ekonomi terbesar kedua didunia tersebut. 

Logam  mulia  mencatatkan  kenaikan  mingguannya  1  persen  setelah  naik  Kamis  sebelumnya  dari  harapan  untuk  langkah  stimulus oleh data Cina yang menunjukkan aktivitas factory yang telah melambat tidak seperti ekspektasi.  

"Gold is up mainly because of the weak manufacturing numbers in China, suggesting that there is a pretty strong indication  we  are  going  to  see  more  quantitative  easing  there,"  kata  Jeffrey  Sica,  kepala  investment  officer  pada  SICA  Wealth  Management, yang mana telah lebih dari $1 milyar dalam aset‐asetnya.  

Departemen Pertanian AS Jumat lalu memangkas perkiraan dari produksi jagung di AS tahun ini karena kekeringan yang  memburuk dalam 56 tahun yang menghancurkan tanaman, yang mendorong harga naik ke level tertingginya. 

Emas mencatatkan penurunan pada awalnya bersamaan dengan saham‐saham Asia dan pasar keuangan lainnya setelah  data perdagangan Cina turun jauh dari ekspektasinya.  


OIL & COMMODITIES
Oil  melemah  Jumat  lalu  dari  data  yang  menunjukkan  impor  crude  oil  Cina  anjlok  dan  turunnya  dari  perkiraannya  permintaan dari International Energy Agency yang menambah permasalahan 

Data ditambah permasalahan mengenai permintaan untuk oil kedepannya dan mengimbangi harapan atau ekspektasi dari  langkah stimulus dari bank sentral yang bertujuan untuk mengangkat pertumbuhan (ekonomi) global.   

Brent dan crude AS mencatatkan kenaikan dalam rangkaian dua minggunya, dengan brent naik 3.68 persen dan crude AS  bertambah 1.6 persen.  

Data dari konsumen terbesar kedua dunia, Cina, menunjukkan ekspor bulan Juli naik hanya 1 persen dari tahun lalu, yang  memperkirakan  kebijakan  pro‐pertumbuhan  yang  telah  melambat  untuk  mendapatkan  traksi  dan  bahwa  banyaknya  tindakan penting yang mungkin dibutuhkan.  

Oil masih naik dalam dua minggunya, didukung oleh membaiknya data jobs pada pengguna terbesar didunia AS, mendapat  kekhawatiran dan optimisme mengenai prospek untuk langkah pelonggaran kebijakan moneter pada zona euro dan Cina.   


EURO ZONE
Ekonomi Jerman diprediksi akan tumbuh secara moderat di kuartal kedua namun beresiko menghadapi “resiko yang signifikan” terkait krisis zona euro, demikian  pernyataan kementrian ekonomi Jerman mengatakan. Setelah mencatat pertumbuhan yang kuat di kuartal pertama, momentum terlihat melemah akibat  melambatnya pertumbuhan ekonomi global. 

Hari Selasa besok, data produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua Jerman akan dirilis yang diprediksi akan mencatat pertumbuhan yang tipis sebesar 0.2%. Namun  bahaya resesi di semester kedua tahun ini tengah meningkat, disaat blok mata uang tunggal Eropa sangat membutuhkan adanya pertumbuhan yang solid dari  negara terbesar ekonominya di zona euro. 

Euro terkoreksi terhadap dolar dan juga yen akibat meningkatnya risk aversion setelah data ekonomi Cina dirilis buruk. Data perdagangan CIna, digabung dengan  data ekonomi Eropa dan AS yang belakangan ini dirilis buruk telah meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, sehingga mendorong pelaku  pasar untuk menjauhi mata uang berimbal hasil lebih tinggi, seperti euro, Aussie dan dolar Kanada. 

Euro melemah sekitar 0.1% di $1.2297, turun dari level tertinggi 1 bulan di $1.2443 yang dicapai Senin lalu dan terkoreksi ke level terendah 1 pekan di $1.2239.  Sedangkan terhadap yen, euro jatuh 0.6% di sekitar 96.11 yen. 

Euro melemah terhadap yen dan juga dolar setelah ECB pada hari Kamis menurunkan penilainnya atas prospek pertumbuhan ekonomi zona euro. Eksportir Jepang  juga menjual euro untuk yen menjelang sesi libur “Bon”. 

Euro diprediksi masih akan melemah pekan ini menjelang rilis data PDB‐Q2 zona euro pada hari Selasa besok. PDB‐Q2 diprediksi turun 0.2% q/q dan turun 0.4% y/y.  Yen berpeluang melanjutkan apresiasinya setelah berlalunya undang‐undang untuk melipatgandakan tarif pajak konsumsi, dan rilis berikutnya untuk PDB‐Q2 Jepang  pada hari Senin.


U.K.
Sterling menguat tajam pada akhir sesi perdagangan Amerika, setelah sempat mencapai level day high di 1.5701, tertinggi sejak akhir Juli. Hampir tidak  ada  penjelasan  mengenai  penguatan  tajam  tersebut,  kecuali  sebagai  aksi  spekulasi  para  pelaku  pasar.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling  tercatat  menguat  0,2  persen  ke  1.5670.  Sementara  itu  euro  melemah  terhadap  sterling  ke  0.7826,  yang  merupakan  level  terendah  sejak  lebih  dari  1‐pekan  terakhir.  

Data pekan lalu memperlihatkan bahwa inflasi di tataran produsen Inggris untuk periode Juli mencapai level terendahnya dalam kurun 3‐tahun terakhir,  data  tersebut  mendukung  proyeksi  inflasi  BoE  yang  memperkirakan  penurunan  tekanan  inflasi.  Data  lain  memperlihatkan  bahwa  construction  output  mengalami penurunan 3,9 persen pada triwulan kedua 2012.  

Dalam  sepekan  ini  pelaku  pasar  akan  disuguhi  beberapa  rilis  data  ekonomi,  diantaranya  data  inflasi  (CPI  dan  RPI)  untuk  periode  Juli  yang  diperkirakan mengalami pelemahan sebesar ‐0.1 persen pada periode Juli sementara CPI pada basis antar tahun diperkirakan turun 2,3 persen.  Selanjutnya akan rilis data sektor ketenagakerjaan (Rabu 15 Agustus) dimana unemployment untuk periode Juni diperkirakan masih stabil di 8,1  persen.  Minutes  sidang  BoE  untuk  periode  Agustus  akan  menjadi  salah  satu  fokus  pelaku  pasar,  untuk  menangkap  sinyal  lebih  lanjut  dari  kemungkinan langkah BoE kedepannya. Yang  terakhir adalah rilis data retail sales Inggris untuk  periode Juli yang diperkirakan unchanged 0,0  persen dan dalam basis antar tahun turun menjadi 1,5 persen dibanding periode sebelumnya 1,6 persen. 


JAPAN
Melambatnya ekonomi global kemungkinan menunda pemulihan pada sektor ekspor Jepang, menyusul tidak adanya indikasi jelas mengenai peningkatan  pada permintaan global, demikian pernyataan BOJ, merupakan penegasan terhadap meningkatnya resiko terhadap pemulihan ekonomi dalam negeri.  

Dewan kebijakan berharap ekspor akan meningkat sebelum berakhirnya dukungan dari sektor belanja untuk pembangunan kembali sarana dan prasarana  yang hancur akibat gempa tahun lalu, yang nampaknya akan mencapai puncaknya di akhir tahun. 

Dalam  laporan  bulanannya,  BOJ  mempertahankan  penilaiannya  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  global  akan  meningkat  secara  gradual  dan  mendorong  ekspor,  namun  mengingatkan  bahwa  ketidakpastian  soal  outlook  ekonomi  masih  tinggi.  Pernyataan  ini  terlihat  lebih  buruk  dari  sebelumnya,  ketika  mengatakan ekspor menunjukkan indikasi akan meningkat. 

Output pabrikan juga melemah dan nampaknya hanya akan mengalami kenaikan tipis untuk sementara waktu ini, demikian laporan Agustus, memberikan  peringatan bahwa perusahaan masih berhati‐hati untuk menaikkan produksinya karena permintaan global belum mengalami peningkatan. 

Dolar kembali melemah terhadap yen mendekati 78.00 pada perdagangan hari Jumat kemarin dipicu aksi jual eksporter Jepang menjelang libur musim  panas yang dimulai pekan ini. Dolar yang awalnya menguat terhadap yen berkat rilis optimis data ekonomi AS seperti jobless calims dan  trade balance,  namun kemudian kembali melemah mendekati 78.00 akibat tekanan jual eksporetr Jepang menjelang the "Bon" holiday season

Euro  melemah  terhadap  yen  dan  juga  dolar  setelah  ECB  pada  hari  Kamis  menurunkan  penilainnya  atas  prospek  pertumbuhan  ekonomi  zona  euro.  Eksportir Jepang juga menjual euro untuk yen menjelang sesi libur “Bon”. 

Euro diprediksi masih akan melemah pekan ini menjelang rilis data PDB‐Q2 zona euro pada hari Selasa besok. PDB‐Q2 diprediksi turun 0.2% q/q dan turun  0.4% y/y. Yen berpeluang melanjutkan apresiasinya setelah berlalunya undang‐undang untuk melipatgandakan tarif pajak konsumsi, dan rilis berikutnya  untuk PDB‐Q2 Jepang pada hari Senin. 

AUSTRALIA
Euro masih dibawah tekanan di Asia Jumat lalu dan Australian dollar tergelincir setelah melemah dari ekspektasinya data perdagangan Cina yang  meningkatkan kekhawatiran mengenai perlambatan (ekonomi).  

Pertumbuhan ekspor Cina bertumbuh hanya 1.0 persen pada Juli dari awal tahunnya, secara signifikan dibawah perkiraan pasar untuk naik 8.6  persen, sementara itu impor bertumbuh 4.7 persen, dibandingkan pada ekspektasi 7.2 persen.    

Australian  dollar  <AUD=D4>  melorot  0.5  persen  ke  level  $1.0518,  yang  menyentuh  level  terendah  dalam  mingguannya  hanya  sehari  setelah  mencapai level puncaknya $1.0615, level terkuatnya sejak 20 Maret.           

Kedepannya setelah data Cina, Aussie anjlok setelah rilis dari pernyataan kuartalan Reserve Bank of Australia pada kebijakan moneter, yang mana  mendorong  outlook  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2012  tetapi  memperingatkan  penguatan  mata  uang  dapat  membatasi  pertumbuhan  untuk  tingkat yang lebih besar dari masa lalu. 

Federal Treasurer Wayne Swan mengatakan bank sentral penilaian optimis terbaru dari perekonomian Australia mendorong masa ketidakpastian  global.  

Harga Australian bond naik dari pelemahan data ekspor Cina dan komentar bank sentral menunjukkan pertumbuhan yang menguat dalam jangka  pendek.


SWISS
Swiss franc membukukan kenaikan hariannya ke level tertinggi versus dollar 0.9809 dengan level low juga menguat. 

Swiss  franc  sempat  mencatatkan  pelemahan  bersamaan  dengan  euro  terhadap  dollar  Jumat  lalu  setelah  melemah  dari  ekspektasinya  data  perdagangan Cina yang menghapus harapan ekonomi terbesar kedua didunia tersebut yang dapat membantu mendorong recovery global, yang  menekan risk appetite.  

Investor mencari aman pada the greenback, yang membawa penguatan terhadap mata uang utama dan mengguncang ekuitas global dari berita  bahwa ekspor Cina bertumbuh sangat tipis 1.0 persen pada bulan Juli dari awal tahun, jauh dibawah ekspektasi analis untuk naik 8.6 persen.  

The franc sempat melemah 0.1 persen terhadap dollar dibandingkan pada penutupan New York, yang diperdagangkan pada level 0.9767 francs  per dollar pada pukul 0608 GMT, membayangi pelemahan euro dan memperluas penurunan pada overnight.  

Friday, August 10, 2012

Headline News 10.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  berhasil  bertahan  di  wilayah  positif  dalam  perdagangan  yang  relatif  sepi  dan  bursa  saham  Amerika  berkutat  di  level  tertinggi  dalam  4‐tahun  terakhir  setelah  data  ekonomi  China  kembali  mengidupkan  ekspektasi  bahwa  bank  sentral  akan  berbuat  lebih  banyak  untuk  mendorong  pertumbuhan.  Data  ekonomi  Amerika  yang  membaik  juga  memberikan dukungan setelah jobless claims mengalami penurunan pada pekan lalu, sementara defisit perdagangan pada  bulan Juni adalah yang terkecil dalam kurun 1‐1/2 tahun. 

Data dari China menunjukkan inflasi konsumen dalam basis antar tahun mencapai level terendah sejak 30‐bulan lalu dan  industrial  outputi  tumbuh  dengan  kecepatan  yang  paling  lambat  dalam  kurun  3‐tahun  terakhir.  Pasar  melihat  kondisi  tersebut  menguatkan  sinyal  bahwa  para  pemamgku  kebijakan  akan  berbuat  lebih  banyak  untuk  merangsang  ekonomi  terbesar kedua di dunia yang telah kehilangan momentum sejak awal tahun lalu. Harapan tersebut menutupi kekhawatiran  akan ketidakpastian stimulus keuangan dari ECB.  

Salah  satu  anggota  dewan  gubernur  ECB,  Christian  Noyer  mengatakan  pada  Kamis  bahwa  bank  sentral  bertekad  untuk  menurunkan biaya pinjaman dan harus siap untuk campur tangan di pasar obligasi dalam waktu dekat. 

Euro  melemah  karena  aksi  ambil  untung  pelaku  pasar  berkaitan  penguatan  akhir‐akhir  ini,  meskipun  penurunan  itu  diharapkan akan berlangsung sementara. Euro berakhir melemah 0,5 persen ke 1,2299 <EUR=>, menjauhi level tertinggi  dalam 1‐bulan terakhir di 1,2443 yang tercetak pada Senin. 

Membaiknya  data  ekonomi  Amerika  dan  kekhawatiran  tentang  kemungkinan  terhambatnya  pasokan  mendorong  harga  minyak  lebih  tinggi.  Minyak  Brent  naik  dalam  5‐sesi  terakhir,  ditutup  menguat  1,08  USD  ke  113,22  USD  per  barel,  sedangkan minyak mentah Amerika <CLc1> naik 1 sen ke 93,36 USD per barel. 

Indeks  saham  Eropa  FTSE  300  EUROFIRST  <.  FTEU3>  berakhir  naik  0,5  persen,  sedangkan  indeks  ekuitas  dunia  MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 0,2 persen. 

Bursa Wall Street relatif sepi, para investor enggan mengambil posisi secara agresif. Indeks Dow Jones Industrial Average  <DJI.> turun 10,45 poin atau 0,08 persen, ke 13,165.19. Index Standard & Poor 500 <SPX.> naik 0,58 poin, atau 0,04 persen,  ke 1,402.80. Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 7,39 poin atau 0,25 persen, ke 3,018.64. 

Harga  obligasi  Amerika  melemah,  namun  berhasil  bangkit  dari  session  low‐nya  pasca  lelang  obligasi  Amerika  tenor  30‐ tahun. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya berada pada kisaran 1,693 persen. 



GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  naik  dalam  volume  perdagangan  yang  sangat  tipis  Kamis  lalu,  karena  melambatnya  pertumbuhan  dalam  factory output Cina ditengah dorongan harapan investor untuk lebih besarnya stimulus moneter dari dari salah satu mesin  penggerak perekonomian dunia tersebut, yang mendukung permintaan pada logam mulia.  

Volume perdagangan dalam gold futures AS terlihat mencatatkan level terendah hariannya tahun 2012 berkenaan dengan  ketidakpastian mengenai banyaknya tindakan moneter dari the Fed dan ECB.  

"Without any news from central bankers this week, traders are not entering new positions, waiting for the next dose of  news from either the ECB or the Fed," ungkap Jeffrey Sherman, manajer commodities portfolio pada DoubleLine Capital LP.  

Penurunan  pada  consumer  inflation  Cina  ke  level  terendahnya  dalam  30‐bulan  pada  Juli  memperkirakan  bank  sentral  negara  dapat  mengikuti  kenaikan  tingkat  suku  bunga  pada  bulan  Juni  dan  Juli  untuk  mendorong  perekonomiannya.  Spekulasi telah bertumbuh dalam minggu‐minggu ini berkenaan dengan prospek pada easing di AS dan zona euro.  

Ketidakpastian  berkenaan  dengan  waktu  dan  cakupan  dari  banyaknya  tindakan  yang  akan  diambil  oleh  the  Fed  dan  European  Central  Bank  untuk  melonggarkan  kebijakan  moneter  telah  menjaga  emas  dalam  kisaran  $16  minggu  ini,  sementara itu menjaga tekanan pada euro dan logam‐logam industri. 


OIL & COMMODITIES
Oil futures naik Kamis lalu, dengan Brent naik dalam rangkaian lima harinya, didorong oleh membaik dari perkiraannya data  perekonomian dari AS, kekhawatiran mengenai potensi dari gangguan pasokan di Teluk Meksiko berkenaan dengan badai  tropis Ernesto dan turunnya outlook untuk produksi Brent dari North Sea.  

Harapan  pada  stimulus  dari  bank  sentral  utama  untuk  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  berlanjut  untuk  mendukung  harga oil, analis mengatakannya.  

Kenaikan  diikuti  pada  terjadinya  mixed  Rabu  sebelumnya,  ketika  aksi  ambil  untung  menekan  kenaikan  yang  dipicu  oleh  lebih besar dari ekspektasinya penurunan dalam cadangan crude AS. Brent naik dalam hariannya, sementara itu crude AS  melorot pada penutupannya.  

"The general mood is bullish ‐ any dip is still being used as a buying opportunity," ungkap Carsten Fritsch, seorang analis  energi pada Commerzbank di Frankfurt.   

"Given the supply risk, with falling North Sea output and the closure of three oil ports in Mexico, all this should lend support  to prices," tambahnya.  


EURO ZONE
Euro terkoreksi terhadap dolar dan juga yen dalam 2 sesi berturut‐turut, dengan investor melakukan konsolidasi setelah penguatan euro belakangan ini,  meskipun pelemahan mata uang tunggal ini nampaknya hanya sementara seiring pelaku pasar menunggu aksi ECB berikutnya. 

Investor  masih  berharap  ECB  akan  melakukan  pembelian  obligasi  setelah  anggota  ECB  Christian  Noyer  mengatakan  bank  harus  siap  untuk  melakukan  intervensi dengan  jelas di pasar  obligasi  sesegera  mungkin untuk mengurangi  biaya pinjaman di  sejumlah negara zona euro yang terlilit  utang.  Ia juga  menegaskan keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro tidaklah diharapkan. 

Euro tercatat melemah 0.8% di sekitar $1.2272, jauh di bawah level tertinggi 1 bulan di $1.2243 yang dicapai hari Senin. Euro mencatat level terendah 1  pekan di $1.2266, melanjutkan koreksinya setelah berhsil memecahkan areal support di $1.2290. 

Euro telah mengalami tekanan akibat rilis buruk data ekonomi zona euro belakangan ini. Pada hari Rabu, data industrial output Jerman turun sedikit lebih  rendah dari ekspektasi di bulan Juni. Jerman juga melaporkan impor mengalami penurunan di bulan Juni, penurunan kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir,  dan ekspor juga turun. 

Dalam rilis buletin bulanan ECB hari Kamis, bank sentral menyebutkan prospek melemahnya 
ekonomi kawasan. ECB melihat adanya resiko melemah pada  prospek ekonomi dengan adanya tekanan pada pasar keuangan dan dampak potensial pada ekonomi riil menjadi perhatian utama. 

Nasib ekonomi zona euro yang paling suram telah terjadi sejak bulan Juni, menurut jajak pendapat Reuters  yang menunjukkan Spanyol akan mengajukan  permohonan  bailout  Uni  Eropa  dalam  beberapa  bulan.  Para  analis  memangkas  prospek  ekonomi  2013  untuk  Yunani,  Portugal  dan  Spanyol,  dan  mengatakan mereka semua akan gagal mencapai target defisit anggaran yang disepakati dengan Komisi Eropa. Di antara negara zona ekonomi, hanya  Irlandia yang terlihat memiliki peluang untuk mencapai kembali pertumbuhan moderat dalam waktu dekat. 


U.K.
Euro  kembali  melemah  terhadap  sterling,  mendekati  level  terendah  dalam  sepekan  terakhir  setelah  turun  hingga  session  low  di  0.7861.  Pelemahan euro terhadap sterling ini dipengaruhi mulai turunnya ekspektasi akan langkah ECB untuk melakukan pembelian obligasi Spanyol dan  Italia. Pekan ini, euro sempat rebound terhadap sterling setelah berhasil mencapai level tertinggi sejak awal Juli silam di 0.7963 yang tercetak  pada Senin awal pekan ini.  

Namun demikian sterling juga melemah terhadap dolar AS seiring maraknya aksi jual para spekulan dengan ekspektasi bahwa BoE dalam waktu  dekat akan meneruskan program pelonggaran kuantitatif untuk membantu menstimulasi ekonomi Inggris. Hingga akhir sesi New York, sterling  tercatat melemah 0.12 persen terhadap dolar AS dan ditutup pada kisaran level 1.5635. 

Berdasarkan laporan dari Office for National Statistics, defisit perdagangan internasional Inggris untuk periode Juni  semakin melebar menjadi  4,308  miliar  pound,  level terbesarnya  sejak  1997 silam,  jauh  mengungguli  data  periode  sebelumnya  sebesar  2,718  miliar  pound.  Melebarnya  defisit  perdagangan  ini  disebabkan  turunnya  ekspor  barang  asal  Inggris,  terutama  dipengaruhi  krisis  hutang  Uni  Eropa  yang  belum  jelas  penanganannya.  Data  ini  akan  memberikan  tekanan  lanjutan  bagi  pemerintah  dan  BoE  yang  terus  mengharapkan  bahwa  ekspor  akan  bisa  mendongkrak ekonomi Inggris keluar dari resesi. 


JAPAN
Order mesin Jepang tercatat naik 5.6% m/m di bulan Juni, namun hasil jajak pendapat sejumlah perusahaan memperkirakan order akan turun  dalam 2 kuartal berturut‐turut ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Cabinet Office memangkas penilaiannya mengenai minat belanja  modal perusahaan  untuk pertama kalinya sejak September, setelah order hanya mencatat kenaikan lebih tipis dari perkiraan pasca mencatat  turun  14.8%  di  bulan  Mei  sebelumnya,  dan  prospek  suram  untuk  kuartal  Juli‐September.  Cabinet  Office  menyatakan  bahwa  order  mesin  di  Jepang “naik‐turun”, dibanding pernyataan sebelumnya bahwa order berada pada “tren kenaikannya secara moderat”. 

Hasil sidang BOJ kemarin memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya namun memangkas penilaiannya untuk ekspor dan output  menyusul perusahaan‐perusahaan pesimis dengan kondisi ekonomi global, mengisyaratkan BOJ siap mengekspansi stimulusnya lagi jika resiko  terlihat memburuk.  Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengingatkan bahwa sementara pihaknya masih memprediksi ekspor bakal memulih, krisis utang Eropa kian  meluas dan kemungkinan menunda peningkatan pada pasar ekspor Jepang seperti AS dan Cina.  Namun, Shirakawa memberikan sedikit petunjuk mengenai kapan BOJ akan melonggarkan kebijkan moeneter berikutnya, dan mengesampingkan  ide seorang anggota dewan baru bahwa bank sentral harus membeli obligasi asing. 

Sesuai  perkiraan,  bank  sentral  menahan  diri  untuk  tidak  menaikkan  target  dana  talangan  70  triliun  yen  ($  890.000.000.000)  untuk  program  pembelian  aset  dan  pinjaman.  Tekanan  untuk  segera  melakukan  aksi  kebijakan  terlihat  mereda  menyusul  pergerakan  yen  yang  relatif  stabil  setelah rilis yang lebih baik dari perkiraan untuk data pekerjaan AS pekan lalu, serta keputusan oleh Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa  untuk mempertahankan kebijakan moneternya untuk saat ini.

AUSTRALIA
Euro mendapat kenaikan tipis terhadap mata uang mitra utamanya dan Australian dollar mencapai level puncaknya dalam 4‐1/2 bulan Kamis lalu  setelah data inflasi Cina memperkirakan batasan untuk menurun dan gambaran employment Australia meningkat.   

Data menunjukkan consumer inflation tahunan Cina melorot ke level terendahnya dalam 30‐bulan pada bulan Juli, memperkirakan bahwa bank  sentral negara dapat mengikuti kenaikan tingkat suku bunga pada bulan Juni dan Juli untuk menstimulasi perekonomiannya.  

Sebaliknya,  ekspektasi  pada  pemangkasan  tingkat  suku  bunga  memudar  di  Australia,  setelah  rilis  data  pada  saat  bersamaan  karena  Cina  menunjukkan  kenaikan  begitu  juga  dalam  employment  Australia  pada  Juli  melewati  ekspektasi  sementara  itu  tingkat  pengangguran  yang  mengejutkan dengan turun menjadi 5.2 persen.  

Harga Australian bond futures sedikit turun tipis setelah rilis dari gambaran employment untuk bulan Juli.  


SWISS
Swiss  franc  mencatatkan  kenaikan  terhadap  the  greenback/dollar  Kamis  lalu,  bersamaan  dengan  euro,  karena  pelaku  pasar  berharap  pada  European Central Bank yang pada akhirnya akan mengambil langkah untuk membuat turun borrowing costs di Italia dan Spanyol.  

The franc telah diperdagangkan bersamaan dengan euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 pada the safe‐haven unit akhir  September. Investor khawatir mengenai krisis utang zona euro dengan mencari tempat yang aman, mendorong the franc naik hampir 20 persen  dalam beberapa bulannya.  

Dengan  perekonomian  Eropa  Selatan  berada  dalam  resesi  dan  momentum  pada  Perancis  dan  Jerman  menunjukkan  tanda‐tanda  kehilangan  kecepatannya, investor telah menunggu tindakan ECB dalam membantu menurunkan krisis utang blok tersebut. 

Thursday, August 9, 2012

Headline News 09.08.12



US & GLOBAL
Bursa saham global ditutup relatif stagnan, kehilangan dukungan dari penguatan dalam sesi sebelumnya, sementara euro turun karena  kurangnya rincian yang menurunkan optimisme investor pada langkah bank sentral untuk mengatasi krisis utang zona euro. Aset‐aset  berisiko  mulai  menguat  pada  hari  Jumat  setelah  data  sektor  ketenagakerjaan  Amerika  meredam  kekhawatiran  tentang  pertumbuhan  global, walaupun pada saat sama masih mendukung pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh The Fed.  

Tapi keyakinan akan langkah bank sentral mulai menyusut pada Rabu setelah Bank of England tidak memberikan gambaran akan langkah  kedepan  meskipun  memangkas  proyeksi  pertumbuhan.  Para  investor  berharap  BoE  akan  memberikan  sinyal  pelonggaran  moneter  lanjutan  sebelum  akhir  tahun  sehubungan  suramnya  ekonomi  Inggris.  Dengan  belum  adanya  arah  yang  pasti  mengenai  kebijakan  moneter meningkatkan kekhawatiran investor, sehingga bursa saham Wall Street hanya menguat tipis karena investor cenderung hanya  membeli saham di sektor defensif.  

Harga  minyak  ditutup  beragam  setelah  minyak  mentah  Brent  mencapai  level  tertinggi  dalam  kurun  tiga  bulan  ditunjang  data  yang  menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah Amerika pekan lalu dan kekhawatiran mendalam atas prospek produksi minyak di  kawasan North Sea. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September <LCOc1> ditutup naik 14 sen ke 112,14 USD per barel setelah  sebelumnya menyentuh level di atas 113 USD per barel. Minyak mentah Crude Amerika <CLc1> merosot 32 sen ke 93,35 USD per barel. 

Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup naik 0,2 persen.  

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> naik tipis 7,04 poin atau 0,05 persen, ke 13,175.64. Index Standard & Poor 500 <SPX.> naik  0,87  poin,  atau  0,06  persen,  ke  1,402.22.  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  turun  4,61  poin  atau  0,15  persen,  ke  3,011.25.  Volume  perdagangan relatif tipis, dengan sekitar 5,72 miliar saham yang berpindah tangan di New York Stock Exchange, American Stock Exchange  dan Nasdaq, jauh di bawah rata‐rata perdagangan harian tahun lalu yang mencapai 7,84 miliar. 

Standard  Chartered  Bank  <STAN.L>,  berada  dibawah  tekanan  karena  adanya  tuduhan  melanggar  hukum  Amerika  dengan  menyembunyikan transaksi terkait dengan Iran senilai 250 miliar USD. Namun saham perusahaan tersebut berhasil menguat 7 persen  setelah anjlok tajam 16,4 persen pada sesi Selasa.  

Indeks ekuitas dunia MSCI <MIWD00000PUS.> relatif stagnan, dengan hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0,02 persen. 

Euro <EUR=> turun 0,3 persen ke kisaran 1,2360 setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 1‐bulan terakhir di 1,2443 pada sesi Senin.  Presiden  ECB  –  Mario  Draghi  mengatakan  bank  sentral  dapat  membeli  obligasi  jangka  pendek  dari  negara‐negara  yang  terancam  bangkrut  di  zona  euro,  tetapi  menegaskan  bahwa  tindakan  apapun  harus  berada  dalam  kerangka  dana  talangan  zona  euro  dan  diterapkan dengan syarat yang ketat. 

Di pasar utang, penjualan obligasi Jerman tenor 10‐tahun mencapai 3,4 miliar euro, berhasil menarik minat lebih besar dari lelang bulan  sebelumnya. Hal tersebut mengindikasikan minat investor pada aset safe‐haven tidak berkurang karena pernyataan Draghi. 

Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> sempat menyentuh level 7 persen. Sementara harga obligasi pemerintah  Amerika menurun, dimana imbal hasilnya mencapai level tertinggi dalam kurun 1‐bulan terakhir setelah lelang obligasi tenor 10‐tahun  senilai 24 miliar USD dengan permintaan yang tidak terlalu besar. Imbal hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun<US10YT=RR> berada pada  kisaran 1,651 persen.  



GOLD & COMMODITIES
Harga emas naik pada penutupan Rabu lalu, tetapi berada dalam kisaran yang sempit karena perdagangan dengan volume perdagangan  yang tipis berkenaan dengan investor tidak pasti mengenai apakah bank sentral akan bertindak untuk menstimulasi rapuhnya ekonomi. 

Komentar  dari  Gubernur  Bank  of  England  Mervyn  King  mengatakan  tidak  kebutuhan  yang  penting  untuk  mencetak  uang  yang  mengecewakan investor logam mulia yang mengharapkan tindakan stimulus dari bank sentral.   

"There appears to be little investor enthusiasm to push gold prices in any clear direction. A dearth of important economic releases this  week and thin summer turnover may leave gold trading in a near‐term no‐man's land," kata James Steel, kepala analis komoditas HSBC.  

Spekulasi bahwa the Fed kemungkinan memperkenalkan putaran berikutnya dari stimulus dan bahwa European Central Bank mengambil  tindakan terhadap krisis utang zona euro yang telah menjaga logam mulia bertahan diatas level $1,600 per ons minggu ini, meskipun  dollar menguat. 

Membaiknya  outlook  untuk  zona  euro  akan  mendukung  euro  dan  berakibat  pada  emas,  sementara  itu  putaran  berikutnya  pada  quantitative  easing  (QE)  untuk  mendorong  perekonomian  AS  kemungkinan  menekan  dollar  sementara  itu  meningkatkan  likuiditas,  menjaga tingkat suku bunga rendah dan memicu kekhawatiran inflasi.  


OIL & COMMODITIES
Oil futures berbalik untuk mixed pada penutupan perdagangan Rabu lalu setelah melonjak ke level tertingginya dalam tiga bulan pada  data pemerintah AS yang menunjukkan cadangan yang anjlok pada domestik dan karena kekhawatiran mengenai merosotnya produksi di  North Sea.  

Perdagangan yang choppy dan mengalami akselerasi pada akhir hariannya, dengan crude AS ditutup turun untuk pertama kalinya dalam  empat harinya. Setelah sempat berbalik negatif, brent crude mengalami recovery dan mencatatkan kenaikan tipis dalam hariannya.     

Cadangan  crude  oil  AS  melemah  3.73  juta  barrel  menjadi  369.86  juta  dalam  mingguan  hingga  3  Agustus,  Energy  Information  Administration (EIA) mengatakannya, membaik diatas ekspektasi yang tergambar 0.3 juta barrels.   

Data mengikuti gambaran industri yang dipublikasinya Selasa sebelumnya yang menunjukkan kenaikan yang lebih besar pada persediaan  crude dan memaksa pandangan pasar bahwa pasokan bahan bakar diperketat dalam negara dengan konsumsi terbesar di dunia.  

Berita anjloknya dari jadwal produksi oil North Sea crude oil pada bulan September juga membantu dukungan pada pasar, ungkap para  trader.  

"Despite  the  big  drawdown  in  crude  stocks,  U.S.  inventories  are  still  above  their  five‐year  average,"  kata  Gene  McGillian,  analis  pada  Tradition Energy di Stamford, Connecticut.   


EURO ZONE
Euro  melemah  terhadap  dolar  pada  hari  Rabu,  dipicu  rilis  data  ekonomi  Jerman  yang  mengecewakan  dan  adanya  aksi  profit‐taking  setelah  3  hari  mengalami rally, namun optimisme bahwa bank sentral Eropa (ECB) akan melakukan tindakan untuk menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia telah  membatasi koreksi euro.  Euro juga mengalami tekanan jual terhadap sterling setelah bank sentral Inggris (BoE) tidak memberikan indikasi akan memberikan stimulus lanjutan. 

Data ekonomi Jerman yang dirilis telah menghambat rally euro. Industrial output Jerman turun sedikit lebih rendah dari ekspektasi di bulan Juni. Jerman  juga melaporkan impor turun di bulan Juni untuk kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir, demikian pula dengan ekspor yang juga mengalami penurunan. 

Investor saat ini memprediksi ECB akan memulai pembelian obligasi Spanyol dan Italia untuk mencegah yield obligasi mereka terus naik. 

Euro tercatat turun 0.3% di sekitar $1.2367 setelah menembus level tertinggi 1 bulan di $1.2443 pada hari Senin. 

Meskipun euro berpeluang mengalami rebound, namun nampaknya masih rentan tekanan karena krisis utang yang melanda kawasan belum kunjung usai.  Italia  pada  hari  Selasa  kemarin  melaporkan  ekonominya kembali  terpuruk  kedalam resesi  di  kuartal  kedua,  sementara  Jerman  melaporkan  penurunan  pada order industri di bulan Juni yang lebih buruk dari perkiraan.


U.K.
Sterling  berhasil  menguat  terhadap  euro  terdorong  pernyataan  Gubernur  BoE  –  Mervyn  King  yang  menyatakan  kekhawatirannya  akan  dampak  dari  kemungkinan pemangkasan suku bunga. Pernyataan King tersebut cukup mengejutkan pelaku pasar, dan menepis ekspektasi pemangkasan suku bunga  Inggris. Dengan kemungkinan masih akan bertahannya level suku bunga Inggris, maka diperkirakan akan semakin meningkatkan minat investor terhadap  pound terutama dibandingkan euro yang prospeknya lebih suram. 

Terhadap  dolar  AS,  sterling  juga  berhasil  memangkas  pelemahan  di  awal  sesi,  dan  berhasil  ditutup  menguat  0.22  persen  pada  kisaran  1.5655.  Dalam  beberapa sesi sebelumnya para investor dilaporkan marak melakukan aksi jual terhadap sterling seiring pandangan bahwa BoE akan memangkas proyeksi  pertumbuhan ekonomi Inggris yang diprediksi akan meningkatkan kemungkinan peluncuran kembali program pelonggaran kuantitatif. 

Sementara itu BoE dalam quarterly inflation report memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris seiring berkembangnya krisis Uni Eropa. Namun  demikian,  BoE  menyatakan  tidak  akan  terburu‐buru  untuk  meluncurkan  kembali  program  pelonggaran  kuantitatif.  Penryataan  tersebut  mendongkrak  minat terhadap sterling karena dengan program QE, maka akan meningkatkan suplai poundsterling di pasar keuangan dan menekan kinerjanya terhadap  mata uang lain. 

Ekonomi Inggris oleh BoE diperkirakan akan berada mendekati kisaran nol persen pada tahun ini dan hanya bertumbuh sekitar 2 persen dalam 2‐tahun  mendatang,  jauh lebih rendah  dari proyeksi  pada QIR  kuartal sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,67 persen.  Sedangkan tingkat  inflasi Inggris diperkirakan tidak mengalami perubahan sebesar 1,7 persen pada periode dua tahun kedepan. 


JAPAN
Peluang  untuk  dilakukannya  intervensi  guna  mencegah  penguatan  yen  lebih  lanjut  terlihat  semakin  meningkat,  meskipun  baik  Bank  sentral  Jepang  maupun pemerintah Jepang tampaknya belum siap untuk mengambil langkah‐langkah guna meningkatkan pemulihan ekonomi yang masih sangat rapuh. 

Ada 2 alasan mengapa yen terus menguat. Yang pertama adalah meningkatnya minat pada mata uang safe‐haven sejak krisis keuangan global dimulai 5  tahun lalu, dimana krisis utang zona euro terus memburuk dan menyebar.  Sentimen global dan kepercayaan investor pada kemampuan politisi Eropa dan Bank Sentral Eropa untuk menyelesaikan masalah dan mengakhiri krisis  zona euro telah mengalami pasang‐surut selama beberapa bulan. Harapan terbesar belakangan ini bahwa ECB memiliki "big bazooka" untuk mengatsi  krisis juga telah pudar.  

Sedangkan alasan lainnya adalah yen telah menemukan support, khususnya terhadap dolar terkait masalah kebijakan moneter AS. Ditengah pemulihan  ekonomi  AS  yang  masih  rapuh,  ekspektasi  akan  dilanjutkannya  quantitative  easing  jilid  3  terus  berkembang,  mendorong  yield  dolar  melemah  dan  membuat yen lebih menarik dibanding dolar AS. 

Meskipun  Bank  of  Japan  sedang  menggelar  pertemuan  kebijakan  moneter  selama  dua  hari  dan  meskipun  negara  itu  tetap  menghadapi  risiko  deflasi  mengingat  bahwa  CPI  turun  0,1%  dibandingkan  tahun  lalu,  bank  sentral  diperkirakan  tidak  akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya  pada  tahap  ini  karena tetap berhati‐hati tentang risiko inflasi di masa depan. 


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollars  berjuang  untuk  membuat  kenaikan  Rabu  lalu,  tetapi  bertahan  dalam  jarak  yang  jauh  dari  kenaikan  level  tertingginya baru‐baru ini dari bertahannya harapan European Central Bank dan the Fed akan menambah lebih banyak stimulus segera.      

Aussie  dollar  melorot  ke  level  $1.0545  <AUD=D4>,  dari  level  $1.0576  pada  penutupan  lokal  waktu  setempat  Selasa  sebelumnya,  yang  telah  mengalami aksi ambil untung mengikuti kenaikannya baru‐baru ini. Support terlihat kuat pada level  $1.0527, level terendah mingguannya, dengan  resistance pada level terkuat pertengahan Maret $1.0637.  

Mata  uang  dollar  lokal  mencapai puncaknya  $1.0604  overnight,  level  tertinggi  dalam  empat  bulannya  setelah Reserve  Bank  of Australia (RBA)  terlihat tidak terburu‐buru untuk memangkas borrowing costs.  

RBA  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  bertahan  di  level  3.5  persen  Selasa  lalu,  mengatakan  terlalu  dini  untuk  melihat  pengaruh  dari  pemangkasan masa lampau yang sementara itu mencatatkan tanda‐tanda awal stimulus telah bekerja.  

Harga Australian bond futures turun dengan kedepannya data tenaga kerja domestik dan Cina.  


SWISS
Swiss franc menguat terhadap dollar ke level tertingginya dalam tiga hari di level 0.9745.  

Dengan level terendahnya di level 0.9681. 

Dengan data sebelumnya consumer confidence Swiss melorot hingga ‐17 pada kuartal ke tiga.