title cover

title cover

Tuesday, August 28, 2012

Headline News 28.08.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  ditutup  melemah  dan  harga  obligasi  Amerika  meningkat  seiring  ekspektasi  pengumuman  stimulus  keuangan  dari  bank sentral, sedangkan harga minyak berakhir melemah dalam perdagangan yang cukup volatile sehubungan kekhawatiran atas badai  tropis  di  Teluk  Meksiko.  Indeks  S&P  500  ditutup  relatif  stagnan  namum  Nasdaq  Composite  naik  tipis,  dipimpin  oleh  kenaikan  saham  Apple <AAPL.O>, yang mencapai rekor penutupan tertinggi di 675,68 USD per lembar setelah memenangkan tuntutan pada pengadilan  paten Samsung Electronics <005930.KS>. Saham Samsung anjlok 7,45 persen selama sesi perdagangan bursa Seoul. 

Investor menantikan hasil dari pertemuan para pejabat bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, pada hari Jumat untuk kejelasan  tentang kemungkinan pengumuman QE3 oleh The Federal Reserve dan bagaimana ECB akan mengatasi krisis kredit di kawasan tersebut.  Volume  perdagangan  harian  merupakan  yang  terendah  sepanjang  2012  ini  dan  libur  nasional  Inggris  –  Summer  Bank  Holiday  juga  menurunkan volume perdagangan di bursa Eropa. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> turun 33,30 poin, atau 0,25 persen, ke 13,124.67. The S & P 500 Index <SPX.> turun 0,69 poin,  atau 0,05 persen, ke 1,410.44. The Nasdaq Composite <IXIC.> naik tipis 3,40 poin, atau 0,11 persen, ke 3,073.19. Indeks pan‐Eropa FTSE  300 <FTEU3.> ditutup naik 0,5 persen.  

Minyak mentah AS <CLc1> melemah 0,7 persen ke 95,47 USD per barel, sementara Brent <LCOc1> turun 1,2 persen ke 112,26. Badai  tropis Isaac mendekati Teluk Meksiko dan para investor telah memperkirakan penutupan perusahaan kilang minyak Amerika 

Euro merosot terhadap dolar AS pada akhir perdagangan New York terdesak rilis data sentimen bisnis Jerman, meskipun survey tersebut  meningkatkan harapan bahwa ekonomi tersebut Eropa tersebut akan melakukan langkah tambahan guna menopang pemulihan ekonomi  Uni Eropa. Euro <EUR=>turun 0,1 persen ke 1,2496, menjauhi level tertinggi sepanjang 7‐pekan terakhir yang tercetak pada Kamis pekan  lalu di 1,2589. 

Pandangan tersebut mendapat sokongan dari sikap Presiden The Fed Chicago ‐ Charles Evans, yang mengatakan dalam sebuah pidato di  Hong Kong bahwa The Fed harus segera memulai babak baru dari stimulus moneter, dengan membeli obligasi yang dibutuhkan untuk  menghasilkan penurunan tingkat pengangguran. 

Kemungkinan program QE3 dari Fed mengangkat harga obligasi Amerika. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik  10/32, dengan imbal hasil pada 1,6506 persen. 

Kepala ECB ‐ Eropa Mario Draghi pada awal Agustus mengisyaratkan bahwa bank sentral akan mulai membeli utang pemerintah untuk  mengurangi biaya pinjaman Spanyol dan Italia, komentar yang terus memicu bangkitnya sentimen di pasar global. Namun, selama akhir  pekan  Kepala  Bundesbank  ‐  Jens  Weidmann    menyebut  rencana  pembelian  obligasi  ECB  sebagai  obat  yang  berbahaya,  menunjukkan  meningkatknya kegelisahan atas kebijakan tersebut. 

Harga emas <XAU=> mencapai level tertinggi sejak pertengahan April seiring ekspektasi QE3 The Fed, namun kemudian ditutup melemah seiring  aksi  jaga‐jaga  para  investor  menjelang  pertemuan  Jackson  Hole.  Emas  terakhir  diperdagangkan  di  sekitar  1.664  USD  per  troy  ounce.


GOLD & COMMODITIES
Harga  emas  sempat  mencapai  level  tertingginya  sejak  pertengahan  April  silam  pada  sesi  awal  pekan  ini,  setelah  sempat  naik  hingga  1676.45  USD  per  troy  ounce.  Penguatan  in  ditunjang  spekulasi  yang  berkembang  bahwa  The  Fed  akan  menerapkan  pelonggaran  kuantitatif  untuk  menopang  pemulihan  ekonomi,  meningkatkan  resiko  inflasi  yang  membuat  investor  akan  mengalihkan  investasinya  pada instrument seperti emas yang tidak beresiko terpapar tekanan inflasi.  

Namun  demikian,  emas  kemudian  tercatat  ditutup  melemah  0,37  persen  pada  level  1663.60  USD  per  troy  ounce.  Hal  tersebut  dipengaruhi  oleh  bertahannya  kekhawatiran  investor  menjelang  pertemuan  para  petinggi  bank  sentral  akhir  pekan  ini.  Para  investor  menantikan hasil dari pertemuan para petinggi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, dimana pada pertemuan sebelumnya digunakan  sebagai momen oleh The Fed untuk mengumumkan rencana QE2.  

Sementara itu  berdasarkan  jajak  pendapat  terakhir yang  dilansir  oleh  Bloomberg,  memperlihatkan  bahwa  mayoritas  ekonom  percaya  harga emas akan melonjak mencapai diatas level 1800 USD per troy ounce hingga akhir tahun 2012 ini. Penguatan tersebut dipengaruhi  oleh  stimulus  ekonomi  tambahan  oleh  pemerintah  Amerika  dan  pemerintah  Cina  yang  meningkatkan  minat  investor  terhadap  emas  sebagai mekanisme lindung nilai terhadap inflasi. 


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  berjangka Brent  berbalik  melemah  pada  sesi awal pekan  ini,  setelah  diturun  di  bawah  level  112  USD  per  barel  setelah  sempat menguat ditunjang kekhawatiran bahwa badai tropis akan berpotensi menutup sebagian kilang Amerika. Sementar itu tekanan  pada  harga  minyak  dipengaruhi  oleh  kemungkinan  dirilisnya  cadangan  minyak  strategis  negara  barat  untuk  menekan  kenaikan  harga  minyak dunia akhir‐akhi rini.  

Harga minyak Brent crude ditutup melemah 1,33  USD ke 112.26 USD, sedangkan minyak US crude turun 68 sen ke 95.47 USD per barel.  Volume perdagangan tipis, sehubungan libur nasional Inggris – Summer Bank Holiday. 

Badai  Tropis  Isaac  tengah  menuju  teluk  Meksiko  dan  mendekati  jaringan  kilang  Lousiana,  menyebabkan  penutupan  beberapa  kilang  minyak  milik  perusahaan  asal  Amerika  dan  meningkatkan  prospek  lonjakan  harga  minyak.  Faktor  lainnya  yang  berpotensi  akan  mendongkrak kembali harga minyak dunia adalah berita terbakarnya kilang minyak terbesar Benezuela yang meningkatkan kekhawatiran  akan kembali beroperasinya kilang tersebut.  

Harga minyak dunia tercatat mengalami penguatan hingga 30 persen sejak Juni pasca sanksi internasional yang memukul ekspor minyak  Iran  diiringi  oleh  perawatan  beberapa  kilang  minyak  di  kawasan  North  Sea  yang  menghambat  suplai  minyak  dunia. 


EURO ZONE
Euro melemah terhadap dolar dalam pergerakannya yang tipis Senin kemarin,setelah penurunan yang lebih tajam dari perkiraan untuk sentimen bisnis  Jerman telah meningkatkan harapan bahwa Jerman akan berbuat lebih banyak lagi untuk memacu pertumbuhan di zona euro. Sentimen terhadap euro  masih  belum  menentu  karena  pasar  masih  menantikan  serangkaian  even  penting  di  bulan  depan  seperti  sidang  ECB  pada  6  September  diikuti  oleh  putusan Mahkamah Konstitusi Jerman mengenai dana bailout permanen zona euro pada 12 September. 

Sentimen bisnis Jerman turun dalam 4 bulan berturut‐turut di periode Agustus dan mencatat level terendahnya sejak Maret 2010, dimana iklim bisnis  terpukul oleh kekhawatiran mengenai prospek ekspor zona euro, demikian dilaporkan lembaga survey Ifo Jerman. 

Euro  mencatat  intraday  high  di  $1.2535  usai  rilis  data  Ifo,  dan  terakhir  bergerak  melemah  tipis  di  sekitar  $1.2500.  Euro  masih  berada  di  bawah  level  puncaknya di $1.2589 yang dicapai hari Kamis, level tertinggi sejak 4 Juli. 

Euro berpotensi menguat lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada hari Jumat  ditengah  ekspektasi  akan  digulirkannya  paket  stimulus  The  Fed  jilid  3  guna  menstimulasi  pertumbuhan  ekonominya.  Harapan  akan  digulirkannya  quantitative  easing  jilid  3  tersebut  diperkuat  oleh  pernyataan  Presiden  Fed  Chicago  Charles  Evans  yang  mengatakan  bank  sentral  sebaiknya  segera  meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran. 

Euro menguat 1.4% di pekan lalu dipicu optimisme ECB akan segera membeli obligasi Spanyol dan Italia untuk menekan biaya pinjaman di kedua negara  tersebut. 


U.K.
Sterling ditutup melemah terhadap dolar AS, volume perdagangan sangat tipis berkaitan dengan libur Nasional Summer Bank Holiday. Hingga akhir sesi  New York, sterling tercatat melemah 0,23 persen ke level 1.5786. 

Berdasarkan data dari Hometrack, harga rumah di Inggris pada periode Agustus kembali melemah dalam dua bulan terakhir secara berturut‐turut seiring  penurunan  permintaan  rumah  ditengah  pasar  perumahan  yang masih “rentan”. Harga  rumah dilaporkan turun 0,1 persen dibandingkan Juli, demikian  berdasarkan  perusahaan  riset  properti  asal  London  tersebut.  Harga  rumah  di  London  sendiri  mengalami  stagnansi,  merupakan  untuk  pertama  kalinya  sepanjang 2012 dimana harga rumah di ibu kota gagal meningkat.  

Pasar properti Inggris masih berada dalam tekanan seiring gagalnya ekonomi Inggris bangkit dari kondisi resesi ditambah memburuknya krisis Uni Eropa,  menurunkan  kepercayaan  dan  meningkatkan  biaya  peminjaman.  Ofisial  Bank  of  England  memberikan  penilaian  dari  dampak  rencana  mereka  untuk  meningkatkan  kredit  seiring  tengah  dipertimbangkannya  langkah  ekspansi  stimulus  untuk  ekonomi  melalui  program  pelonggaran  kuantitatif.


JAPAN
Sekitar satu dari lima perusahaan besar Jepang ingin melihat porsi pasokan listrik tenaga nuklir dikurangi menjadi nol pada tahun 2030, sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan,  di  tengah  keributan  anti‐nuklir  yang  tumbuh  setelah  bencana  atom  Fukushima  tahun  lalu.  Namun  menggarisbawahi kekhawatiran tentang kenaikan biaya energi tanpa listrik atom, sisa responden mendukung peran lanjutan untuk energi nuklir,  dengan  kelompok  terbesar  memilih  untuk  porsi  15  persen.  Jajak  pendapat  itu  datang  setelah  Perdana  Menteri  Yoshihiko  Noda  mempertimbangkan  pilihan  untuk  rencana  energi  jangka  menengah  sambil  bersumpah  untuk  mengurangi  ketergantungan  pada  energi  atom  tanpa mengatakan berapa banyak atau kapan. 

Rilis  data  Ifo  Jerman  telah  memicu  penguatan  euro,  meskipun  kemudian  bergerak  relatif  flat  terhadap  yen  di  sekitar  98.52  yen.  Dolar  juga  bergerak flat terhadap yen Jepang di sekitar 78.68 yen. 

Dolar berpotensi melemah lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada  hari Jumat ditengah ekspektasi akan digulirkannya paket stimulus The Fed jilid 3 guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya. Harapan akan  digulirkannya quantitative easing jilid 3 tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bank sentral  sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran. 


AUSTRALIA
Dolar Australia (Aussie) tergelincir ke satu bulan terendah di $1.0368 dan tampaknya rentan terhadap tekanan lebih lanjut di tengah kekhawatiran  baru  tentang  ekonomi  China.  Aussie  sering  digunakan  untuk  mengekspresikan  pandangan  tentang  kondisi  ekonomi  terbesar  kedua  di  dunia  tersebut. 

Pada hari Senin kemarin, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mendesak untuk dilakukan langkah tambahan untuk mendorong kenaikan ekspor dan  membantu mencapai target ekonomi setelah data terbaru menunjukkan keuntungan perusahaan industri turun 5.4% dalam 12 bulan hingga Juli  lalu. 

Sementara itu, dolar juga berpotensi melemah lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson  Hole,  Wyoming  pada  hari  Jumat  ditengah  ekspektasi  akan  digulirkannya  paket  stimulus  The  Fed  jilid  3  guna  menstimulasi  pertumbuhan  ekonominya. Harapan akan digulirkannya quantitative easing jilid 3 tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang  mengatakan bank sentral sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran.  


SWISS
Pembatasan pada harga Swiss franc yang ditetapkan tahun lalu oleh Bank Nasional Swiss adalah langkah ekstrim yang diambil dalam keadaan  ekstrim dan tetap menjadi kebijakan yang tepat untuk tantangan ekonomi saat ini, demikian Kepala SNB Thomas Jordan mengatakan.  SNB menetapkan batasan untuk franc pada 1.20 per euro pada tanggal 6 September, untuk mengurangi risiko Swiss tergelincir ke dalam resesi.  Dalam menanggapi pertanyaan oleh SF televisi Swiss apakah SNB memiliki skenario untuk mengakhiri kebijakan moneternya tersebut, Jordan  mengatakan: "pembatasan nilai tukar adalah sebuah langkah yang ekstrim untuk situasi yang ekstrim meskipun hal ini tidak untuk selamanya.  Tapi  sekarang  ini  bukan  saatnya  untuk  mengajukan  pertanyaan  tersebut.  Kebijakan  moneter  yang  diterapkan  saat  ini  masih  tepat  untuk  menjawab tantangan yang kita hadapi saat ini." 

Dolar berpotensi melemah lebih lanjut menjelang testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole, Wyoming pada  hari Jumat ditengah ekspektasi akan digulirkannya paket stimulus The Fed jilid 3 guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya. Harapan akan  digulirkannya quantitative easing jilid 3 tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bank sentral  sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran. 

Monday, August 27, 2012

Headline News 27.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika dan Eropa menguat dan euro berhasil menjauhi level terendah hariannya terhadap dolar pada sesi  Jumat terdorong berita yang menyatakan ECB sedang mempertimbangkan penetapan target di pasar obligasi dalam upaya  untuk  mengendalikan  biaya  pinjaman  beberapa  negara  zona  euro.  Bursa  saham  sebelumnya  berada  dibawah  tekanan  menyusul  kekhawatiran  tentang  Yunani  dan  ketidakpastian  atas  bagaimana  Eropa  akan  mengatasi  krisis  utang  Spanyol.  Telah berkembang spekulasi dalam beberapa pekan terakhir bahwa ECB akan segera memulai pembelian obligasi Spanyol  dan Italia.Namun keputusan itu tidak akan dilakukan sebelum sidang ECB tanggal 6 September dan belum jelas seberapa  lebar target yang akan ditetapkan ECB atau bagaimana caranya ECB melakukan intervensi di pasar obligasi. 

Turut menopang sentimen investor, adalah pernyataan Ketua The Federal Reserve Ben Bernanke yang mengatakan The Fed  memiliki  ruang  untuk  memberlakukan  stimulus  moneter  tambahan  untuk  menopang  ekonomi  Amerika.  Pernyataan  Bernanke tersebut disampaikan dalam sebuah surat kepada panel pengawasan Kongres Amerika. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> berakhir naik 100.51 poin, atau 0,77 persen, ke 13,157.97. Indeks Standard & Poor  500 <SPX.> ditutup naik 9,04 poin, atau 0,64 persen, ke 1,411.12. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> ditutup naik 16.39  poin,  atau  0,54  persen,  ke  3,069.79.  The  FTSEurofirst  300  <FTSE.>  naik  0,11  persen  ke  1,090.38  poin.  The  MSCI  saham  global index <. MIWD00000PUS> turun 0,1 persen ke 324,34. 

Rilis  data  Amerika  yang  beragam,  menambah  ketidakpastian  mengenai  apakah  The  Fed  akan  segera  bertindak  untuk  memberlakukan stimulus. Durable Goods Orders untuk periode Juli melonjak, tetapi non‐defense capital goods ex‐aircraft  yang  merupakan  tolak  ukur  business  spending  menurun  dalam  2‐bulan  terakhir  secara  berturut‐turut,  menunjuk  ke  perlambatan pertumbuhan di bidang manufaktur. 

Ben Bernanke dan para pemimpin bank sentral akan bertemu di Jackson Hole, Wyoming, pekan depan pertemuan tahunan  yang diharapkan akan memberikan kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter. Bernanke menggunakan acara ini dua  tahun sebelumnya untuk menetapkan pemberlakuan pelonggaran moneter lanjutan The Fed

Sentimen investor masih rapuh dan kekhawatiran tentang Yunani mendukung permintaan akan obligasi Jerman <FGBLc1>,  yang mencatat penguatan mingguan terpesat sejak awal Juli. Jerman dan Perancis menegaskan keinginannya agar Yunani  tetap berada di zona euro, namun Athena harus memenuhi komitmennya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan hal  tersebut setelah bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras. 

Euro  <EUR=>  turun  0,4  persen  ke  setelah  sempat  mencapai  session  low  di  1,2511.  Euro  sempat  turun  ke  level  1.2511  setelah Market News International melaporkan bahwa Kementerian Keuangan Jerman tengah mempertimbangkan secara  serius rencana kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Terhadap yen, dolar AS naik 0,3 persen ke 78,69 yen <JPY=>. 

Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya turun 2/32, dengan imbal hasil berada pada 1,6814 persen. 

Minyak  mentah  berjangka  Brent  turun  1  persen  terdesak  sebuah  laporan  jurnal  perdagangan  bahwa  Badan  Energi  Internasional dapat memanfaatkan cadangan minyak strategis pada awal September. Di London, Brent crude pengiriman  Oktober <LCOc1> turun 1,42 USD ke 113,59 USD per barel. Minyak mentah AS <CLc1> turun 12 sen ke 96,15 USD per barel. 

Harga  emas  mencatat  kenaikan  terbesar  mingguan  mereka  sejak  Januari,  menyusul  penguatan  beruntun  dalam  7‐sesi  terakhir  mencapai level  tertinggi dalam 4‐1/2  bulan  terakhirditunjang  ekspektasi stimulus moneter  Amerika. Harga spot  emas <XAU=> berakhir menguat di 1.670 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
Harga emas ditutup flat Jumat lalu karena pasar mengambil nafas dulu setelah rally dalam rangkaian tujuh harinya ke level  tertinggi dalam 4‐1/2 bulan Kamis sebelumnya dari harapan terkini dari putaran berikutnya dari stimulus moneter AS/QE3 . 

Platinum juga mencatatkan penguatan dalam kenaikan dua minggunya, naik 5 persen dan mendekati 9 persen bulan ini,  setelah pecahnya kekerasan pada tambang platinum di Afrika Selatan, dengan sumber sekitar 80 persen dalam pasokan  platinum, yang menewaskan sekitar 44 orang.  

Spot emas telah naik lebih dari 3.4 persen minggu, kenaikan terbesar mingguannya sejak minggu terakhir bulan Januari,  didorong setelah minutes the Fed untuk policy meeting Agustus dengan bank kemungkinan untuk mengarah pada stimulus  moneter "fairly soon" kecuali jika perekonomian AS membaik secara signifikan.  

Putaran  terbaru  dari  QE3/quantitative easing  – cetak  uang  untuk membeli obligasi  pemerintah  dengan menjaga tingkat  suku bunga rendah dalam jangka panjang‐mendorong kekhawatiran inflasi kedepannya. Putaran pertama kedua dari QE AS  telah mendorong harga emas naik dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. 


OIL & COMMODITIES
Harga  oil  merosot  Jumat  lalu  setelah  laporan  bahwa  International  Energy  Agency  kemungkinan  merilis  persediaan  oil  secepatnya pada bulan September, setelah anjlok dari hambatan rencana yang dipimpin AS. 

Crude AS turun terbatas karena ancaman produksi Teluk Meksiko dari Badai tropis Isaac dan potensi gangguan pasokan  yang mendorong aksi jual Brent crude oil futures dan aksi beli pada crude AS, kata broker

"Oil prices declined on word of a change of heart at the IEA on a coordinated release of global SPR barrels. The market has  been very sensitive to speculation over a release, which, if it were to occur, would work to lower prices for a time," kata John  Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York.     

Badai tropis Isaac mengarahkan tujuan pada daerah rawan banjir di Haiti Jumat lalu dan diekspektasi untuk menjadi badai  besar/topan ketika bergolak ke dalam Teluk Meksiko awal minggu depan, pada jalur yang dapat dilihat dari New Orleans  hingga mengarah ke Florida. 


EURO ZONE
Akhir pekan lalu euro melemah terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan yang cukup volatile setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 7‐pekan terakhir pada  sesi Kamis. Investor cenderung masih bimbang akan kemungkinan prospek euro dan langkah apa yang akan diambil oleh para pemangku kebijakan untuk menangani  krisis hutang Uni Eropa. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat melemah 0,52 persen terhadap dolar AS ke 1.2510. 

Tekanan terhadap euro antara lain berasal dari adanya laporan bahwa Kementrian Keuangan Jerman tengah mempertimbangkan rancangan apabila Yunani pada  akhirnya harus terpaksa meninggalkan Uni Eropa. Sementara itu meskipun menegaskan bahwa pemerintahannya masih mendukung Yunani tetap berada dalam Uni  Eropa,  namun Kanselir  Jerman Angela  Merkel  menekankan  masih perlunya  penilaian  dari “troika” pada  September  mendatang  mengenai kondisi  perekonomian  Yunani sebelum memberikan bantuan keuangan lebih lanjut.  

Dalam pertemuannya dengan Kanselir Merkel, Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan tambahan dana bantuan,  namun meminta tambahan waktu pemangkasan anggaran agar bisa memenuhi target perbaikan fiskalnya. Sementara itu Deputi Perdana Menteri Spanyol – Soraya  Saenz de Santamaria menampik anggapan yang beredar bahwa pemerintahannya tengah melakukan pembicaraan dengan pemangku kebijakan Uni Eropa mengenai  kemungkinan bantuan keuangan yang akan ditujukan untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Spanyol. 

Pekan  ini pelaku pasar akan mengamati  sejumlah  rilis  data diantaranya  survey  IFO  Jerman untuk periode Agustus  yang diperkirakan  turun menjadi 102.6  (lebih  rendah dari periode sebelumnya103.3), disusul data Consumer Confidence Jerman untuk periode September. Kemudian pada sesi Rabu akan rilis data CPI Jerman  untuk periode Agustus yang diperkirakan turun. Sesi Kamis akan rilis data Unemployment Jerman untuk Agustus dan sentiment  di Uni Eropa secara keseluruhan  untuk periode Agustus yang diperkirakan memburuk. Pada sesi Jumat akan rilis data CPI dan Unemployment Uni Eropa untuk periode Juli yang diperkirakan naik  menjadi 11,3 persen. 

U.K.
Akhir pekan lalu sterling melemah terhadap dolar AS setelah revisi terbaru GDP Inggris untuk triwulan keduan 2012 merujuk pada kontraksi yang masih  dalam, yaitu sebesar ‐0,5 persen. Walaupun lebih baik dari perkiraan analis, yang memprediksi kontraksi sebesar ‐0,7 persen, namun analis menyatakan  laporan tersebut secara umum memberikan gambaran bahwa ekspor masih lemah, investasi turun dan tingkat belanja masyarakat terus merosot.  

Kondisi  tersebut  akan  meningkatkan  ekspektasi  pemberlakuan  quantitative  easing  lanjutan  dari  BoE.  Dimana  dengan  pelonggaran  kuantitatif  akan  cenderung  menekan  kinerja  sterling  karena  meningkatnya  suplai  mata  uang  tersebut  di  pasar  finansial.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  sterling  tercatat  melemah  0,51  persen  terhadap  dolar  AS  ke  1.5806.  Meski  demikian,  sterling  tetap  mencatat  kinerja  mingguan  terbaik  sejak  pertengahan  Juni  silam,  ditunjang oleh ekspektasi QE3 pasca minutes sidang The Fed periode Agustus.   

Anggota BoE – Martin Weale menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk memangkas suku bunga acuan daripada meningkatkan jumlah dana dalam  program quantitative  easing. Meski demikian Weale juga  menegaskan bahwa memangkas suku bunga  acuan  menjadi 0 persen atau 0,25  persen akan  menimbulkan  dampak  buruk,  diantaranya  melemahkan  posisi  keuangan  beberapa  bank  di  Inggris  karena  menurunkan  tingkat  bunga  dalam  deposit  mereka.  

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya data perkembangan harga rumah periode Agustus berdasarkan Nationwide . Pada  sesi Kamis akan rilis data Consumer Credit  dan Mortgage Approvals untuk periode Juli. Sesi Jumat akan rilis data Consumer Confidence untuk  periode  Agustus.


JAPAN
Yen menguat terhadap 16‐mata uang utama dunia lainnya (naik 6,5 persen) seiring pelemahan bursa saham Asia dan lemahnya rilis data ekonomi global  yang mengangkat minat investor pada aset safe haven, pada khususnya yen. Yen mencatat penguatan 5‐harian terpesatnya terhadap dolar AS dalam 12‐ pekan terakhir menyusul buruknya rilis jobless claims Amerika dan redupnya aktifitas manufaktur di Eropa dan Cina. 

Ketua BOJ ‐ Masaaki Shirakawa akhir pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral telah menempuh pelonggaran moneter skala besar namun penguatan  yen akhir‐akhir ini meningkatkan tekanan pada ekonomi Jepang. Shirakawa menekankan pentingnya pergerakan yen sesuai dengan kondisi fundamental  ekonomi Jepang. Perkembangan di Eropa masih menjadi perhatian utama untuk Jepang, sementara CPI diperkirakan akan bertahan di level 1 persen untuk  jangka waktu lama. Lebih lanjut, Shirakawa memerkirakan perlambatan permintaan global masih akan berlanjut.  

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya retail sales untuk periode Juli. Pada sesi Selasa akan rilis Cabinet Office Monthly  Economic Report yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Jepang berdasarkan pandangan pemerintah. Sedangkan pada akhir pekan  akan rilis data PMI manufaktur untuk periode Agustus, data sektor ketenagakerjaan dan CPI untuk periode Juli. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar mencatatkan pelemahan mendekati level terendahnya dalam enam minggu terhadap euro Jumat lalu karena  investor  berlanjut  untuk  melanjutkan  posisi  beli  pada  euro,  yang  membawa  kedua  mata  uang  tersebut  mencatatkan  untuk  ditutup  dalam  penurunan mingguannya.  

Euro melejit naik ke level A$1.2047 <EURAUD=R> dan NZ$1.5470 <EURNZD=R>, level tertingginya sejak 12 Juli, yang secara luas terjadi aksi jual.  Investor telah mengabaikan posisi bearish pada euro, meskipun tidak terdapat perkembangan yang nyata pada rencana utang Eropa.  

"Given how oversold it was and with everyone positioned short, it was only natural that you'd see a savage correction to the upside," kata David  Scutt, seorang trader pada Arab Bank Australia.  


SWISS
Swiss  franc  Jumat  lalu  diperdagangkan  hanya  dibawah  level  tertinggi  sebelumnya  dalam  7‐minggu  terhadap  the  greenback,  yang  mana  telah  mendapat dorongan berkenaan dengan ekspektasi dari policy easing/QE3 di AS.   

Berita  mengenai  krisis  utang  zona  euro  atau  lesunya  perekonomian  AS  telah  menjadi  kunci  untuk  menentukan  pergerakan  pada  Swiss  franc  meskipun sejak Swiss National Bank membatasi kenaikan pada level 1.20 per euro pada the safe‐haven franc 6 Sept. lalu.    

Euro  telah  mencapai  level  tertinggi  dalam  7‐minggunya  terhadap  dollar  minggu  ini  dari  ekspektasi  the  Fed  AS  kemungkinan  untuk  memilih  stimulus moneter "fairly soon".  Juga terdorong dari kedepannya setelah suatu sumber mengatakan Spanyol menegosiasikan dengan zona euro  berhubungan dengan kondisi untuk memberikan bantuan. 

Friday, August 24, 2012

Headline News 24.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham global melemah pada sesi Kamis karena mulai meredupnya ekspektasiuntuk stimulus baru dari The Federal Reserve disusul  rilis  data  yang    menunjukkan  perlambatan  ekonomi  di  Eropa  dan  China.  Sementara  euro  naik  setelah  beberapa  sumber  mengatakan  Spanyol tengah dalam pembicaraan mengenai persyaratan bantuan untuk mengurangi tingginya biaya pinjaman negara tersebut. Tiga  sumber  terpercaya  menyatakan  pada  Reuters  mengenai  ekspektasi  bahwa  untuk  menekan  imbal  hasil  obligasi  Spanyol,  salah  satu  pilihannya adalah dengan pembelian obligasi Spanyol pada lelang perdana oleh EFSF, sementara ECB akan melakukan intervensi pada  pasar sekunder untuk menekan imbal hasil. Namun demikian Spanyol belum membuat keputusan akhir untuk meminta bailout, dan tidak  ada angka khusus yang dibahas untuk bantuan tersebut. 

Euro <EUR=> menguat ke level tertinggi dalam 7‐pekan terakhir terhadap dolar AS, tercatat naik 0,3 persen ke 1,2563, sementara indeks  dolar AS <DXY.> turun 0,2 persen ke 81,366. 

Keprihatinan atas prospek perekonomian global melemahkan sentimen investor, sebagaimana komentar dari Presiden The Fed St. Louis  James Bullard. Minutes dari pertemuan The Fed mengindikasikan bank sentral Amerika telah siap untuk meluncurkan stimulus moneter,  atau pelonggaran kuantitatif. Namun Bullard, yang bukan termasuk anggota voting FOMC, mengatakan pada televisi CNBC bahwa data  Amerika telah membaik sejak sidang 31 Juli – 01 Agustus, dan Bullard menegaskan bahwa minutes tersebut terkesan "agak basi." 

The Dow Jones industrial average <DJI.> ditutup turun 115.30 poin, atau 0,88 persen, ke 13,057.46. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> merosot 11.41 poin, atau 0,81 persen, ke 1,402.08. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> turun 20,27 poin, atau 0,66 persen, ke  3,053.40. 

Di Eropa, FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup turun 0,6 persen ke 1,089.13. 

Data aktifitas sektor bisnis menunjukkan penurunan yang menyebar lebih lanjut ke seluruh zona euro, dengan pelemahan yang dimulai di  antara negara‐negara yang lebih kecil di daerah selatan yang semakin mengakar ke negara inti seperti Jerman. Indeks survei PMI dari  Markit  menunjukkan  bahwa  zona  euro  diperkirakan  akan    kembali  terpuruk  ke  jurang  resesi,  menyusul  kontraksi  PMI  dalam  7‐bulan  berturut‐turut. Selain itu, data PMI untuk sektor manufaktur Cina jatuh ke level terendah sejak November karena ekspor yang merosot  dan naiknya stok barang yang tidak terjual. 

Data  ekonomi  Amerika  sendiri  dirilis  beragam.  Pertumbuhan  di  sektor  manufaktur  Amerika  sedikit  membaik  pada  periode  Agustus,  sebagai  pertanda  bahwa  eknomi  negara  tersebut  berhasil  bertahan  dari  pelemahan  ekonomi  global,  meskipun  pada  sisi  lain  jobless  claims pekan lalu naik merujuk pada lemahnya perbaikan sektor ketenagakerjaan. 

Harga obligasi pemerintah Amerika naik seiring ekspektasi stimulus The Federal Reserve. Lemahnya data ekonomi CIna dan kekhawatiran  tentang  keuangan  Yunani  dan  Spanyol  juga  mendorong  naiknya  minat  terhadap  aset  safe‐haven.  Obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  <US10YT=RR> harganya naik 7/32 dengan imbal hasil berada pada 1,6711 persen. 

Harga  minyak  mentah  berjangka  Amerika  turun  dan  minyak  Brent  memangkas  penguatannya  seiring  mulai  redupnya  harapan  akan  stimulus keuangan  dan  keraguan  tentang kemampuan  Eropa  untuk  mengatasi  krisis  utang.  Minyak  mentah  Brent  berjangka  <LCOc1>  ditutup naik 10 sen ke 115,01 USD per barel. US light crude oil <CLc1> turun 99 sen ke 96,27 USD per barel.  


GOLD & COMMODITIES
Emas naik 1 persen dalam rangkaian tujuh harinya Kamis lalu setelah minutes dari the Fed AS pada policy meeting yang memberikan  harapan  bahwa  bank  sentral  kemungkinan  mengambil  langkah  (QE3)  untuk  mendorong  perekonomiannya  dan  berita  bahwa  Spanyol  menegosiasikan kondisi untuk kemungkinan paket bantuan.  

Silver  melejit  2  persen  dan  platinum  naik  berkenaan  dengan  permasalahan  pasokan  dari  kerusuhan  buruh  pada  beberapa  tambang  produsen utama Afrika Selatan, yang telah menewaskan 44 orang dalam bentrokan antara demo pekerja dengan polisi.  

"This is the first insight we've gotten in the marketplace to think that the Fed is committed to this new stimulus program, and that's the  catalyst you need to break out of the range," kata Jeffrey Sherman, commodities portfolio manager pada DoubleLine Capital LP, yang  telah memiliki lebih $40 milyar pada assets under management.  

Emas memiliki nilai dua kali lipat sejak the Fed untuk pertama kalinya memilih membeli Treasuries untuk menurunkan tingkat suku bunga  dan  mendorong  pertumbuhan  dari  akhir  tahun  2008.  Tahun  ini  telah  berjuang  untuk  berada  dalam  area  positif  dari  tidak  adanya  komitmen yang jelas dari bank sentral AS untuk berlanjut pada prakteknya.  

Minutes dari meeting the Federal Open Market Committee's pada akhir Juli menunjukkan bank sentral kemungkinan untuk melakukan  putaran berikutnya pada stimulus "fairly soon", dengan setiap keputusan didasari tergantung pada data ekonomi.  


OIL & COMMODITIES
Brent crude futures membagi kenaikannya Kamis lalu karena kembali hidupnya harapan untuk stimulus berikutnya dari the  Fed AS yang kemudian meredup  dan keraguan mengenai kemampuan  Eropa untuk  mengatasi krisis utang yang kembali  menjadi fokus perhatian. 

Harga brent berbalik melemah sebelum di settled menguat 10 sen, dan ditutup pasca settlement dalam area merah. Crude  AS  melemah  lebih  dari  1  persen  dan  di  settled  dibawah  200‐day  moving  average  setelah  sempat  melonjak  ke  level  tertingginya sejak bulan Mei.  

Oil  membagi  kenaikan  pada  awalnya  dari  data  yang  menunjukkan  naiknya  jobless  claims  AS  minggu  lalu,  terhadap  ekspektasi untuk turun tipis, tetapi analis dan para trader mencatatkan bahwa pengangguran akan membeli lebih sedikit  pada bahan bakar, tekanan pelemahan data mendorong bank sentral untuk bertindak. 

EURO ZONE
Euro  menguat  ke  level  tertinggi  sepanjang  7‐pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  pada  sesi  Kamis  setelah  sebuah  sumber  menyatakan  bahwa  Spanyol  tengah  melakukan  negosiasi  dengan  Uni  Eropa  mengenai  syarat  bagi  pemberian  bantuan  internasional.  Meskipun  demikian,  Spanyol  belum  secara  resmi  mengajukan  permintaan untuk bailout. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat 0,3 persen menguat terhadap dolar AS ke 1.2564. Euro juga menguat terhadap sterling ke level  tertinggi sejak 2‐pekan terakhir di level 0.7924. 

Sementara itu, saat ini juga berkembang ekspektasi bahwa untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol, salah satu pilihannya adalah dengan pembelian EFSF bisa  melakukan pembelian  obligasi Spanyol pada  lelang perdana,  sementara ECB  akan  melakukan intervensi  pada pasar sekunder  untuk menekan imbal  hasil.  Berita  tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko, yang sebelumnya telah mendapat sokongan dari hasil minutes The Fed yang membuka peluang QE3,  melemahkan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.  

Angela  Merkel  dan  Francois  Hollande  menunjukkan  kesepakatannya  mengenai  posisi  Yunani,  keduanya  menyatakan  seharusnya  tidak  ada  kelonggaran  pada  kesepakatan  bailout  kecuali  Yunani  dapat  memenuhi  target  reformasi  fiskalnya.  Kedua  pemimpin  Uni  Eropa  tersebut  mengadakan  pertemuan  di  Berlin  untuk  menyatukan  pandangan  mereka  pada  Perdana  Menteri  Yunani  –  Antonis  Samaras  yang  mengajukan  pelonggaran  untuk  pemangkasan  anggaran  di  negaranya.Antonis  Samaras  sendiri  menyatakan  bahwa  dengan  pemangkasan  anggaran  ini  standar  hidup  masyarakat  Yunani  telah  turun  hingga  35  persen,  dan  diperkirakan apabila keluar dari Uni Eropa maka standar hidup rakyatnya akan anjlok hingga lebih dari 70 persen, sesuatu yang tidak diharapkan. 


U.K.
Sterling sempat mencapai level tertinggi dalam kurun 3‐bulan terakhir terhadap dolar AS mengikuti penguatan mata uang beresiko lain masih terinspirasi  oleh hasil minutes The Fed. Analis memperkirakan poundsterling masih akan memperoleh dukungan bagi penguatannya seiring masih berkembangnya  spekulasi  bahwa  ECB  akan  melakukan  langkah  untuk  menangani  krisis  hutang  Uni  Eropa  yang  akan  kembali  meningkatkan  minat  investor  pada  aset  beresiko. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah 0,13 persen terhadap dolar AS ke 1.5859. 

Pelaku pasar akan mengamati dengan seksama rilis GDP triwulan kedua 2012 Inggris yang diperkirakan akan menunjukkan kontraksi ‐0,5 persen, atau  lebih baik dari estimasi awal ‐0,7 persen. Apabil rilis sesuai dengan perkiraan, maka diperkirakan akan kembali mendukung kinerja sterling terhadap mata  uang lainnya, terutama dolar AS.  

Anggota BoE – Martin Weale menyatakan bahwa dirinya merasa saat ini belum diperlukan penambahan pembelian aset. “Pada tingkatan ini, berdasarkan  pandangan pribadi saya, belum diperlukan peningkatan jumlah dana dalam program pembelian aset. Pemangkasan suku bunga juga akan memberikan  dampak  yang  tidak  diinginkan,  salah  satunya  adalah melemahnya  posisi  finansial  dari  beebrapa  perbankan”,  demikian  tandas  Weale.    


JAPAN
Dolar  AS  kembali  melemah  terhadap  yen  mendekati  level  terendahnya  sejak  2‐bulan  terakhir  pada  sesi  Rabu  lalu,  pasca  hasil  minutes  The  Fed  yang  membuka peluang pemberlakuan QE3. Dolar AS kembali melemah terhadap yen setelah laporan terbaru menunjukkan new home sales Amerika untuk Juli  mengalami kenaikan, meskipun harganya turun, memberikan sinyal yang beragam mengenai perbaikan pasa perumahan Amerika.  

Laporan tersebut meningkatkan ekspektasi para pelaku pasar bahwa The Fed akan menerapkan stimulasi keuangan untuk menopang ekonomi dengan  melakukan pembelian surat utang. Kondisi tersebut akan melemahkan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Hingga akhir sesi New York,  dolar AS tercatat melemah terhadap yen ke. HIngga akhir sesi New York, dolar AS tercatat melemah 0,1 persen terhadap yen ke 78.48. 


AUSTRALIA
Australian dollar bertahan menguat terhadap  dollar AS dalam perdagangan yang volatile Kamis lalu setelah minutes the Fed menaikkan harapan pasar pada  stimulus moneter.  

Aussie <AUD=D4>  sedikit naik 0.1 persen  ke level  $1.0516, yang telah menyentuh level  puncak  10‐harinya  $1.0546 pada overnight dari spekulasi  untuk  quantitative easing berikutnya di AS.   

Minutes dari the Fed pada policy meeting terakhir mengejutkan beberapa trader yang memperkirakan terjadinya stimulus moneter "fairly soon".  

Pergerakan the Fed mendorong aset‐aset beresiko dari ekuitas hingga komoditas, euro dan high‐beta currencies.   

Juga membantu menaikkan Aussie dari pelemahannya yang dipicu dari HSBC Flash China purchasing managers index (PMI), yang menunjukkan aktivitas  manufaktur telah melambat ke level terendahnya dalam sembilan bulan.   


SWISS
Ekspor Swiss naik pada bulan Juli, dengan penjualan dari barang‐barang untuk zona euro yang menunjukkan penguatan meskipun mitra dagang  utama Swiss tersebut merosot berkenaan dengan resesi, sebagian dibantu oleh pembatasan bank sentral yang dkenakan pada tingginya the franc  setahun yang lalu.  

Ekspor naik 0.8 persen menjadi 17.41 milyar Swiss francs ($17.89 milyar) dari bulan Juli 2011, the Federal Customs Office mengungkapkannya  Kamis lalu. Surplus perdagangan naik menjadi 2.9 milyar – gambaran level tertinggi dua bulannya yang tercatat – dari 2.2 milyar pada bulan Juni.  

Perekonomian zona euro turun 0.2 persen dalam tiga bulannya hingga Juni dan terlihat menuju resesi keduanya dalam tiga tahun, survei bisnis  yang menunjukkannya Kamis lalu.

Wednesday, August 22, 2012

Headline News 22.08.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika melemah pada sesi Selasa karena aksi ambil untung pelaku pasar setelah sebelumnya sempat mendorong indeks  S&P 500 menuju level tertinggi dalam kurun 4‐tahun terakhir, namun euro menguat terhadap dolar di tengah harapan ECB akan segera  mulai membeli obligasi Spanyol dan Italia untuk mengatasi krisis utang. Biaya pinjaman Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun  10 basis poin menjadi 6,24 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Portugis merosot ke level terendah sejak April 2010. 

Persepsi investor mengenai menurunnya ancaman krisis Uni Eropa menjadi katalis penguatan bursa saham akhir‐akhir ini. Pada awal sesi,  indeks S&P500  <.  SPX> naik  ke  level  intraday  terkuat  sejak  Mei  2008,  sebelum  pada  akhirnya  memangkas  keuntungan  sebelum  level  resistance teknisnya. 

Tingginya ketidakpastian dan kekhawatiran investor mengenai persyaratan ECB untuk negara‐negara bermasalah yang meminta bantuan  dari dana penyelamatan zona euro sebelum beralih ke bank sentral, berarti bahwa krisis di Spanyol bisa lebih buruk dari sebelumnya.  Namun,  optimisme  atas  kemungkinan  tindakan  ECB  akhirnya  mendukung  sentimen  pelaku  pasar.  Surat  kabar  asal  Inggris,  The  Daily  Telegraph, mendukung laporan selama akhir pekan dari sebuah majalah Jerman bahwa ECB berencana akan menetapkan acuan pada  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia.  Meskipun  hal  tersebut  dibantah  oleh  salah  seorang  juru  bicara  ECB,  yang  menyatakan  bahwa  belum ada keputusan yang diambil. 

Bursa  saham  Amerika  ditutup  melemah,  The  Dow  Jones  industrial  average  <DJI.>  berakhir  turun  68.06  poin,  atau  0,51  persen,  ke  13,203.58. The S & P 500 Index <SPX.> ditutup turun 4,96 poin, atau 0,35 persen, ke 1,413.17 dan The Nasdaq Composite Index <. IXIC>  turun 8,95 poin, atau 0,29 persen, ke 3,067.26. 

Indeks  saham  global  MSCI  <.  MIWD00000PUS>  justru  naik  0,3  persen  ke  326,34  setelah  mencapai  level  tertinggi  sejak  awal  Mei  di   328,21. Indeks The FTSEurofirst 300 <FTEU3.> juga naik 0,4 persen ke 1,109.55.  

Penguatan pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir ditunjang ekspektasi bahwa ECB akan membantu mengakhiri krisis hutang  Uni Eropa yang telah berlangsung sepanjang 2‐1/2‐tahun terakhir. 

Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras akan bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Francois Hollande dan Kepala  Eurogroup Jean‐Claude Juncker dalam beberapa hari kedepan untuk mencoba untuk mengamankan bantuan tambahan dari Uni Eropa,  IMF dan ECB, meskipun Yunani gagal memenuhi pemangkasan hutangnya. Samaras diharapkan akan melakukan lobi untuk perpanjangan  pemangkasan anggaran dalam 2‐tahun untuk mengurangi dampaknya. 

Euro <EUR=> tercatat naik 1 persen ke 1,2462 terhadap dolar AS, sementara dolar tergelincir 0,2 persen ke 79,24 yen <JPY=>. 

Harga  obligasi  Amerika  menghapus  kerugiannya  pada  awal  sesi,  bersamaan  dengan  bursa  saham  Amerika  yang  menghapus  kenaikan  pada awal sesi perdagangan. Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32 dengan imbal hasil pada 1,8036 persen. 

Harga minyak mentah Brent <LCOc1> naik 94 sen ke 114,64 USD per barel. Minyak menguat diatas 90 USD per barel pada akhir Juni lalu,  ditunjang oleh perawatan mesin produksi di kawasan North Sea dan meningkatnya kemungkinan konflik militer natara Iran dan Israel.  Minyak US crude <CLc1> naik 71 sen ke 96,68 USD per barel. 

Harga emas <XAU=> naik ke level tertinggi sejak 3‐1/2 bulan terakhir seiring pelemahan dolar AS, sementara platinum <XPT=> mendekati  level tertinggi sepanjang 2‐bulan terakhir yang sempat tercapai pada sesi awal pekan ini karena kekhawatiran atas hambatan pasokan  dari produsen terbesar yairu Afrika Selatan. Harga spot emas <XAU=> mencapai level tertinggi di 1,641.20 USD per troy ounce.   


GOLD & COMMODITIES
Emas naik ke level tertingginya sejak bulan Mei Selasa lalu, naik 1.2 persen, dari spekulasi European Central Bank akan bertindak untuk  membantu Spanyol dan Italia, sementara itu platinum juga naik ke level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan karena kekerasan pada tambang  di Afrika Selatan menaikkan permasalahan mengenai pasokan.  

Logam mulia mencatatkan kenaikan terbesar dalam hariannya yang hampir dalam waktu sebulan, memperluas rally‐nya dalam rangkaian  lima harinya pada laporan ECB bergerak untuk menekan harga borrowing costs Spanyol dan Italia.  
Technical support membantu emas naik diatas 100‐day moving average, tetapi analis mengatakan 200 DMA dapat membentuk resistance  berikutnya. Aksi beli dari logam mulia juga terdorong oleh kenaikan ke level tertinggi empat tahunnya pada bursa Wall Street pada awal  harian dan naik tajamnya komoditas lainnya yang dipimpin oleh crude oil dan gandum.   

"There is still an overriding fear that the equities markets have appreciated beyond the point of sustainability so there is a level of fear  and desire for diversification into gold," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management.   


OIL & COMMODITIES
Oil naik Selasa lalu dari harapan bahwa European Central Bank akan bertindak untuk mengatasi krisis utang regional yang mendorong crude futures dan membawa ekuitas AS ke level tertinggi empat tahunnya dan euro ke level puncak tujuh minggunya versus dollar.  

Optimisme  investor  bahwa  ECB  akan  mengambil  tindakan  untuk  menurunkan  borrowing  costs  Spanyol  dan  Italia,  meskipun  Senin  sebelumnya  bank  sentral  berusaha  untuk  meredam  spekulasi  yang  terkandung  dalam  laporan  yang  menyarankan  untuk  pembelian  obligasi pada negara zona euro jika borrowing costs mencapai level tertentu.  

U.S. front‐month September crude futures mencapai level tertinggi tiga bulannya diatas level $97 per barrel, dengan kontrak expire pada  akhir hariannya.  

Suatu perawatan yang berhubungan dengan produksi oil North Sea yang turun dan tingginya tensi di Timur Tengah karena kekerasan di  Suriah dan gejolak Iran dengan Barat berkenaan dengan program nuklir yang menambah dorongan pada harga oil.  

Persediaan crude AS melemah 6 juta barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute (API) mengatakan dalam laporan  mingguannya Selasa lalu, jauh lebih besar dari ekpektasi.  


EURO ZONE
Euro ditutup menguat terhadpa dolar AS setelah sempat mencapai level tertinggi sepanjang 7‐pekan terakhir, ditunjang oleh maraknya ekspektasi akan tindakan dari  ECB  untuk  menekan  tingginya  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia.  Majalah  asal  Jerman  –  Der  Spiegel  melaporkan  pada  akhir  pekan  lalu  bahwa  ECB  akan  menetapkan target  spesifik  level  imbal  hasil dalam  program  pembelian  obligasi  yang  nantinya  akan  mereka tempuh.  Namun demikian  ketidakpastian  mengenai  efektifitas langkah ECB tersebut diperkirakan masih akan membatasi penguatan euro kedepannya.  

Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro  tercatat  menguat  1  persen  terhadap  dolar  AS  ke  level  1.2462  setelah  sempat  naik  hingga  level  1.2488.  Euro  juga  mencatat  penguatan terhadap yen hingga mencapai level 99.18 yang merupakan level tertinggi sejak awal Juli silam. Terhadap sterling, euro juga tercatat menguat ke level  harian tertinggi 0.7907, yang merupakan level tertingginya sejak 2‐pekan terakhir. 

Harian The Daily Telegraph asal Inggris juga meluncurkan laporan senada yang mendukung kemungkinan rencana ECB untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol  dan Italia. Meski demikian, juru bicara ECB menegaskan laporan tersebut belum sepenuhnya benar, karena tidak ada keputusan yang telah diambil ECB.  

Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun turun 11 basis poin ke 6,22 persen. Penurunan imbal hasil obligasi Spanyol tersebut juga diiringi penurunan imbal hasil  obligasi Italia dan Portugis. Imbal hasil obligasi Portugis untuk tenor 10‐tahun bahkan turun 21 poin ke level 9,48 persen, yang merupakan level terendahnya sejak  April 2010. 


U.K.
Sterling menguat terhadap dolar AS ke  level tertinggi  sejak akhir Mei silam,  setelah sempat mencapai level  harian tertinggi  di 1.5803,  berhasil menembus  level  resistance penting 1.5777, yang hampir setara dengan 50 persen retracement dari downward move antara 1.6301 – 1.5265. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,7 persen terhadap dolar AS ke 1.5780. Namun demikian sterling tercatat melemah 0,46 persen terhadap euro ke level terendahnya sejak 2‐pekan terakhir.  

Penguatan sterling disokong kinerja positif euro terhadap mata uang utama dunia lainnya, ditunjang oleh ekspektasi bahwa ECB akan segera meluncurkan program  pembelian obligasi untuk menekan tingginya imbal hasil obligasi Italia dan Spanyol. Harian The Daily Telegraph melaporkan bahwa terdapat kemungkinan ECB akan  menetapkan target spesifik level imbal hasil dalam program pembelian obligasi yang nantinya akan mereka tempuh. Ekspektasi tersebut mendongkrak sentimen  positif investor terhadap aset beresiko, yang turut menopang kinerja sterling. 

Sementara  itu  dari  sisi  fundamental  ekonomi,  kondisi  keuangan  publik  Inggris  untuk  periode  Juli  memburuk  setelah  adanya  penurunan  pendapatan  pajak  dari  korporasi,  hal  mana  memberikan  keraguan  bahwa  pemerintah  akan  bisa  menepati  target  pemangkasan  defisit  keuangan.  Kondisi  tersebut  juga  meningkatkan  prospek pemangkasan anggaran lebih lanjut melebihi yang sebelumnya direncanakan.


JAPAN
Dolar AS melemah dalam dua sesi beruntun terhadap yen setelah gagal menembus level resistance penting 79.66 (previous high 20 Agustus).  Pelemahan dolar AS terhadap yen ini ditunjang oleh meningkatnya minat investor terhadap aset beresiko setelah naiknya ekspektasi bahwa ECB  akan melakukan tindakan untuk menekan imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia. Euro menguat terhadap yen ke level tertingginya sejak awal Juli  silam di 99.18.  

Sementara  itu  deputi  Gubernur  BOJ  –  Kiyohiko  Nishimura  menyatakan  bahwa  BOJ  mengkhawatirkan  kondisi  ekonomi  Cina  yang  disebutnya  memasuki  “zona  berbahaya”.  Pandangan  Nishimura  berlandaskan  pada  kemungkinan  gelembung  pada  harga  properti  Cina,  perubahan  demografik dan meningkatnya pinjaman di negara tersebut, yang memperbesar kemungkinan krisis keuangan yang akan melanda Cina. Penilaian  tersebut merupakan salah satu peringatan untuk ekonomi Jepang sendiri, karena Cina merupakan salah satu partner dagang terbesar Jepang,  sehingga kondisi ekonomi Cina akan berdampak pada permintaan produk asal Jepang. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar mendapat sedikit dorongan Selasa lalu setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menyatakan isi dari kebijakan mereka, sementara  itu pembicaraan dari langkah stimulus pada wilayah Cina mendukung pada risk sentiment.  

Aussie <AUD=D4> naik dalam hariannya ke level tertinggi $1.0520, mendapat kenaikan setelah penurunannya yang mencapai level terendah tiga minggunya minggu  lalu.    

Bank sentral Australia tetap mempertahankan tingkat suku bunganya unchanged bulan ini karena pengaruh utama dari pemangkasan sebelumnya belum dirasakan  dan terdapat tanda‐tanda membaiknya aktivitas sebagai bagian dari perekonomian yang tidak menguntungkan dari booming pertambangan.  

Dalam minutes pada meeting kebijakan bulan Agustus yang dirilis Selasa lalu, Reserve Bank of Australia (RBA) tidak memberikan petunjuk apakah mungkin untuk  mempertimbangkan melonggarkan kebijakan moneternya kembali, meskipun tidak menutup pintu dalam pilihannya.  

"With inflation expected to be consistent with the target and growth close to trend, but with a more 
subdued international outlook than was the case a few months  ago, the Board judged that the stance of monetary policy remained appropriate," minutes mengungkapkannya.  


SWISS
Swiss  franc  anjlok  versus  dollar  Selasa  lalu,  dengan  investor  bertanya‐tanya  apakah  pengambil  kebijakan  zona  euro  akan  memutuskan  untuk  mengambil tindakan dalam memutuskan membawa turun borrowing costs dibeberapa anggota blok tersebut yang dilanda utang.  

The franc secara luas bergerak bersamaan dengan euro terhadap dollar untuk tahun lalu, berkenaan dengan pembatasan 1.20 per euro yang  dilakukan oleh Swiss National Bank pada the safe‐haven franc akhir 6. Sept. untuk menangkal deflasi dan resesi.  

Euro sempat meningkat 0.2 persen terhadap the greenback Selasal lalu, menghentikan level puncaknya 6 Agust., tetapi kenaikan terlihat rapuh  untuk terjadi kebalikannya, yang memberikan keraguan mengenai rencana pembelian obligasi European Central Bank senilai milyaran euro untuk  pemerintah Spanyol dan Italia dalam mengurangi kenaikan borrowing costs.