title cover

title cover

Thursday, September 6, 2012

Headline News 06.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS ditutup keluar dari rangkaian volume perdagangan tipisnya Rabu lalu, dengan investor bertahan kedepannya dari meeting penting dari  European Central Bank, yang mana dapat mengumumkan langkah kebijakan terkini untuk membantu menyelesaikan krisis utang zona euro.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 11.54 poin, atau 0.09 persen, ke level 13,047.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 1.51 poin,  atau 0.11 persen, ke level 1,403.43. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 5.79 poin, atau 0.19 persen, ke level 3,069.27. 

Laporan  yang  cukup  untuk  menekan  pasar  saham  Eropa  dan  AS.,  yang  mana  telah  ditekan  oleh  meningkatnya  kekhawatiran  mengenai  perekonomian  global  setelah  bursa  saham  Hong  Kong  tertekan  ke  level  terendahnya  dalam  enam  minggu  dan  FedEx  <FDX.N>,  perusahaan  jasa  pengiriman  terbesar  kedua dunia, yang memangkas perkiraan profit berkenaan dengan outlook ekonomi yang melemah.  

Bursa saham dibuka merosot, terpukul FedEx Corp <FDX.N>, yang mana Selasa sebelumnya memangkas outlook profit kuartalan pada pelemahan ekonomi  global. FedEx dipertimbangkan pada economic bellwether karena perannya sebagai perusahaan shipping No. 2 didunia. Sahamnya melorot 2 persen ke  level $85.80, United Parcel Service <UPS.N> anjlok 2.4 persen ke level $71.94 dan indeks Dow Jones Transportation <.DJT> berkurang 1.1 persen.  

Euro  naik  Rabu  lalu  setelah  media  melaporkan  bahwa  European  Central  Bank  kemungkinan  membeli  dalam  jumlah  yang  tidak  terbatas  pada  obligasi  pemerintah jangka pendek untuk menenangkan krisis keuangan regional.  

Pasar  telah mengekspektasi Presiden  ECB  Mario  Draghi  untuk menungkapkan rencana  penting pada  policy meeting perbankan Kamis  ini. Laporan dari  Bloomberg Rabu lalu bahwa perkiraan pembelian obligasi dari beberapa negara zona euro dapat tidak terbatas terhalau dari beberapa keraguan mengenai  besaran program tersebut.  

Yield  Treasuries  AS  naik  Rabu  lalu  karena  investor  menunggu  tingginya  antisipasi  meeting  European  Central  Bank  Kamis  ini,  ketika  bank  sentral  di  ekspektasi untuk mengambil langkah agresif untuk mencoba meredam krisis utang zona euro dan menjaga keutuhan mata uang bersama.   

Harga emas turun dari level tertinggi dalam enam bulannya Rabu lalu, dan volume perdagangan yang tipis karena investor menunggu pada hasil meeting  European Central Bank. Spot emas <XAU=> sedikit merosot 0.14 persen ke level $1,691.85 per ons pada pukul 3.23 p.m. EDT (1923 GMT).  

Harga Brent crude anjlok Rabu lalu, sementara itu crude AS sedikit naik dalam perdagangan yang naik turun dari kedepannya meeting European Central  Bank dan laporan U.S. August payrolls karena investor menunggu tindakan bank sentral dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Brent  October  crude <LCOc1> turun $1.09  untuk  di settle ke level  $113.09 per barrel  Rabu,  setelah  anjlok ke level  terendahnya $112.73. U.S. October  crude  <CLc1> sedikit naik 6 sen untuk di settle ke level $95.36 per barrel, yang sempat anjlok ke level $94.26 dan kemudian mencapai level $96.03 pada pasca  settlement trading.  



GOLD & COMMODITIES
Emas merosot Rabu lalu karena investor masih mengkhawatirkan kedepannya meeting European Central Bank dan the Fed  AS, meskipun tidak tidak berada jauh dari level tertinggi yang mendekati enam bulannya yang terjadi sehari sebelumnya.   

Pelemahan  dalam  emas  terjadi  meskipun  rally  pada  euro,  dari  laporan  media  bahwa  ECB  akan  mengungkapkan  secara  terbatas program sterilisasi dari pembelian obligasi pada meeting Kamis ini. 

Investor emas  telah  mengekspektasi  bahwa ECB akan  mengumumkan  rincian  Kamis ini dari  program pembelian  obligasi  untuk menekan borrowing cost Spanyol dan Italia kedepannya dari laporan yang yang bocor, tetapi terguncang dari rincian  yang terungkap. 


OIL & COMMODITIES
Harga Brent crude tertekan Rabu lalu, sementara itu crude AS naik turun dalam perdagangan yang volatile dari kedepannya  meeting European Central Bank, dengan investor tidak pasti mengenai apa tindakan pejabat perbankan yang dapat diambil  untuk mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi.  

Crude futures membagi penurunannya dan saham‐saham Eropa mencapai level tertingginya dari laporan bahwa ECB siap  untuk menurunkan preferensi status kreditor pada obligasi pemerintah yang dibeli. Meeting Kamis ini di ekspektasi untuk  diikuti oleh Presiden ECB Mario Draghi yang mengungkapkan rincian selanjutnya pada rencana pembelian obligasi.  


EURO ZONE
Euro berhasil menguat pada hari Rabu dipicu laporan bahwa ECB akan membeli lebih banyak obligasi pemerintah dari negara‐negara zona euro yang terlilit utang  untuk mencegah krisis perbankan di kawasan.  Presiden ECB  Mario  Draghi  diperkirakan akan  memberikan keterangan  rinci  mengenai  program  pembelian  obligasi  bank  sentral  setelah  sidang  reguler  ECB  hari  Kamis ini. Berdasarkan laporan Bloomberg pada hari rabu kemarin, ECB diprediksi akan membeli dalam jumlah tak terbatas untuk obligasi sejumlah negara seperti  Spanyol dan Italia. Laporan tersebut telah memicu aksi beli euro terhadap dolar dan juga mata uang komoditi seperti Aussie dan dolar Kanada.  Namun ECB kemungkinan akan berhati‐hati dalam memutuskan program pembelian obligasinya terkait masalah penolakan bank sentral Jerman. 

Selanjutnya yang juga turut menambah rally pada euro adalah laporan dari Reuters yang mengatakan bahwa ECB siap untuk melepaskan status senioritas obligasi  pemerintah yang dibeli melalui program baru, yang berarti investor swasta tidak akan berada pada level yang lebih rendah dalam restrukturisasi utang zona euro. 

Euro berhasil rebound dan bergerak menguat 0.3% di sekitar $1.2602 mendekati level tertinggi 2 bulan di $1.2636 yang dicapai hari Jumat, setelah sempat terkoreksi  ke level intraday low $1.2500. 

Namun sebagian pelaku pasar juga ragu mengenai kemungkinan ECB akan memberikan sikap yang tegas usai sidangnya hari Kamis ini. 

Sementara  itu,  data  hari  Rabu  kemarin  menunjukkan  sektor  jasa  Perancis  dan  Jerman  mengalami  kontraksi  di  bulan  Agustus,  menunjukkan  krisis  ekonomi  kian  meluas di zona euro dan menambah peluang bagi ECB untuk memangkas suku bunganya dalam beberapa bulan kedepan. Credit Agricole memprediksi akan terjadi  pemangkasn suku bunga sebesar 25 basis poin pada sidang ECB Kamis ini dan akan berpotensi memicu tekanan jual euro. 

Disamping sidang ECB, pasar juga tengah menantikan rilis data non‐farm payrolls AS pada hari Jumat besok. Jika data dirilis lebih buruk dari perkiraan, maka akan  menambah spekulasi dilanjutkannya program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed yang bisa jadi akan terjadi dalam bulan ini. 


U.K.
Sterling naik ke level tertinggi dalam 3‐1/2 bulan terhadap dollar, bergerak dalam keseimbangan dengan euro, dari pembicaraan bahwa  European Central Bank yang menempatkan di tempat yang terbatas program pembelian obligasi yang bertujuan menurunkan borrowing  costs untuk Spanyol dan Italia.  

Mitra dagang terbesar zona euro adalah Inggris dan meredanya krisis utang suatu yang positif untuk sterling, terutama terhadap dollar.  Pertemuan ECB Kamis ini dan meluasnya ekspektasi untuk mengumumkan program pembelian obligasi. 

Laporan  Bloomberg  mengatakan  rencana  Presiden  ECB  Mario  Draghi  termasuk  pembelian  yang  tidak  terbatas  sejumlah  obligasi  pemerintah, tetapi pembelian akan disterilisasi.  


JAPAN
Ekonomi global membuat proses pemulihan ekonomi Jepang memakan waktu lebih lama dan Bank of Japan harus bertindak tegas bila perlu,  demikian  pernyataan  anggota  dewan  Bank  sentral  pada  Rabu  kemarin,  sinyal kesiapan  untuk  menawarkan  stimulus  moneter  lebih  lanjut  jika  prospek  pemulihan  di  negara  itu  terancam.  Ryuzo  Miyao,  yang  dianggap  sebagai  salah  satu  anggota  dewan  yang  paling  pesimis  tentang  pemulihan ekonomi Jepang, memperingatkan bahwa risiko untuk negara ekonomi terbesar ketiga di dunia itu meningkat karena yen yang terus  menguat dan perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan.  Kondisi tersebut dapat berarti bahwa ekspor dan output tidak dapat melakukan pemulihan dalam jangka pendek.  Namun,  ia  tidak  benyak  memberikan  petunjuk  mengenai  kapan  BOJ  selanjutnya  akan  bertindak,  hanya  mengatakan  bahwa  ia  akan  hati‐hati  dalam  menilai  apakah  tumbuh  tanda‐tanda  mengkhawatirkan  bagi  perekonomian  Jepang,  seperti  menumpuknya  stok  (inventory)  dan  melemahnya outlook untuk belanja modal, hanya bersifat sementara. 

Ekonomi Jepang diprediksi akan tumbuh lebih baik dibanding negara industri maju lainnya, dengan perkiraan ekspansi 2.2% di tahun ini hingga  Maret  2013,  menyusul  dukungan  dari  stimulus  pemerintah  dan  belanja  untuk  pembangunan  kembali  sarana  yang  rusak  akibat  gempa  dan  tsunami  tahun  lalu.  Namun  sebagian  pelaku  pasar  melihat  bahwa  dampak  dari  rekonstruksi  tersebut  akan  memudar  di  akhir  tahun  sehingga  ekonomi Jepang lebih rentan tekanan dari kondisi eksternal. 

BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun kemungkinan belum akan mengubah kebijakannya hingga 30 Oktober, ketika me‐review proyeksi harga dan ekonomi jangka panjang  dalam laporan semesterannya. Dolar bergerak stabil terhadap yen di 78.40 yen pada Rabu kemarin.  


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar berada mendekati level terendah dalam enam minggu Rabu lalu, ditekan oleh anjloknya harga komoditas dan  melambatnya (pertumbuhan ekonomi) Cina meskipun data menunjukkan perekonomian Australia bertumbuh pada fase terbaiknya pada kuartal  terakhir.  

Aussie  <AUD=D4>  turun  ke  level  terendahnya  $1.0162,  level  terendahnya  sejak  25  Juli,  dari  level  $1.0285  pada  perdagangan  lokal  Selasa  sebelumnya. Telah diperdagangkan pada level $1.0200 dengan chart mengarahkan pada penurunan lanjutan. 

Australia  telah  menorehkan  sesuatu  yang  belum  terjadi  sebelumnya  dalam  21  tahun  dari  berlanjutnya ekspansi  ekonomi,  tetapi  bank  sentral  kemungkinan telah memiliki tujuan sebelum akhir tahun jika pengambangan berlanjut.  


SWISS
Seorang jurubicara dari Swiss National Bank Rabu lalu menolak komentar pada pembicaraan pasar pada pembelian euro untuk membatasi level  1.20 francs per euro.  

"We aren't commenting," jurubicara Walter Meier mengatakannya.   

Euro naik Rabu lalu menjadi 1.2015 francs <EURCHF=R> pada trading platform EBS, level terkuatnya sejak 8 Agustus.   

Consumer prices Swiss turun ke fase terlemahnya pada bulan Agustus daripada bulan sebelumnya, data menunjukkannya Rabu lalu, berlanjutnya  dukungan kebijakan bank sentral pada pembatasan penguatan the franc untuk melindungi deflationary spiral

Pasar real estate Swiss yang booming menunjukkan naiknya resiko pada stabilitas tingkat kesehatan negara, wakil ketua bank sentral mengatakan  Rabu lalu.  

"Switzerland is facing an increasing risk, both of defaults in the mortgage market and a sizable correction in property prices, either of which might  impair financial stability in the medium term," Jean‐Pierre Danthine mengatakannya dalam konferensi di Zurich.   

Wednesday, September 5, 2012

Headline News 05.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika ditutup beragam, sedangkan euro merosot menyusul kekhawatiran investor yang menunggu kejelasan tentang rencana ECB untuk  menopang negara‐negara yang dililit utang, namun penguatan akhir sesi oleh Apple Inc <AAPL.O> membantu mendorong bursa saham dari posisi day low‐ nya.  Apple,  yang  merupakan  perusahaan  terbesar  di  Amerika  memiliki  pengaruh  kuat  pada  indeks,  setelah  sahamnya  naik  1,5  persen  dan  membantu  mengikis kerugian yang lebih luas. Apple diperkirakan akan merilis iPhone 5 pada sebuah acara di San Francisco 12 September mendatang. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> anjlok 54.90 poin, atau 0,42 persen, ke 13,035.94. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> turun 1,64 poin, atau  0,12 persen, ke 1,404.94. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 8,09 poin, atau 0,26 persen, ke 3,075.06. 

Namun,  sentimen  tersebut  gagal  untuk  menopang  kinerja  sejumlah  aset  lain,  seiring  berlanjutnya  fokus  investor  global  yang  mengamati  tanda‐tanda  bahwa ECB akan melanjutkan pembelian obligasi untuk menopang ekonomi kawasan. Turut menambahkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi  global adalah rilis data manufaktur AS yang terkontraksi paling dalam sejak lebih dari 3‐tahun terakhir. 

Data yang mengecewakan tersebut menambah kesuraman seiring proyeksi rilis data nonfarm payrolls pada sesi Jumat, yang diperkirakan juga mengalami  penurunan  sektor  ketenagakerjaan  Amerika.  Kumpulan  data‐data  tersebut  meningkatkan  ekspektasi  bahwa  The  Fed  tetap  membuka  kemungkinan  pemberlakuan QE3, dengan menyatakan bahwa stagnasi dalam pasar tenaga kerja Amerika adalah "keprihatinan serius". 

Euro <EUR=>merosot terhadap dolar, jatuh ke 1,2564, setelah sempat naik hingga level 1,2627 pada awal sesi. 

Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 2‐tahun <ES2YT=TWEB> turun menjadi 3,038 persen, terendah sejak awal April, di tengah harapan adanya tindakan dari  ECB, sementara imbal hasi obligasi Italia tenor 2‐tahun <IT2YT=TWEB> turun menjadi 2,43 persen, terendah sejak akhir Maret. Obligasi Amerika tenor 10‐ tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya berada pada kisaran 1,5756 persen. 

ECB  diperkirakan  akan  mengungkap  rencana  pembelian  utang  baru  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan  pada  sidangnya  Kamis  06  September,  ECB  diperkirakan juga bisa memangkas suku bunga acuan karena kondisi ekonomi kawasan Uni Eropa yang menuju resesi.  

Lemahnya rilis data ekonomi Amerika juga turut membebani kinerja bursa saham Eropa, menambah ketidakpastian di pasar keuangan . The FTSEurofirst  300 <FTEU3.> berakhir turun 1,1 persen ke 1,079.12, meskipun dalam volume perdagangan tipis hanya 62 persen dari rata‐rata perdagangan harian dalam  90‐hari terakhiri. Indeks ekuitas dunia The MSCI <MIWD00000PUS.> turun 0,5 persen ke 321,13. 

Harga minyak turun karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi. Brent crude Oktober <LCOc1> turun 1,60 USD, atau 1,38 persen ke  114,18 USD per barel. US crude Oktober <CLc1> turun 1,17 USD, atau 1,21 persen ke 95,30 USD per barel. 



GOLD & COMMODITIES
Emas menguat pada level tertinggi dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu, karena melemah dari ekspektasinya data ekonomi AS  yang  mengharapkan  the  Fed  akan  mengambil  langkah  terkini  untuk  menstimulasi  negara  dengan  ekonomi  terbesar  didunia  tersebut. 

Emas rally ke level  $  1.698 per  ons,  level  yang tidak terlihat  hampir enam bulan, setelah data  yang  menunjukkan manufaktur  melambat pada bulan Agustus. Tetapi metal kembali turun setelah mencapai level teknikal resistance yang mendekati $ 1.700 dan  karena euro melorot terhadap dollar. 

Ketua the Fed Ben Bernanke dalam pidatonya minggu lalu memperkirakan bank sentral kemungkinan menggunakan langkah yang  tidak  biasanya  untuk  menjaga  tingkat  suku  bunga  rendah,  yang  mana  menekan  aset‐aset  yang  tergantung  pada  pertumbuhan  seperti komoditas dan saham.  

Investor  memegang  lebih  banyak  emas  melalui  exchange‐traded  funds  daripada  masa  sebelumnya,  setelah  aliran  (dana)  yang  besar pada metal terhadap produk‐produknya dalam bulan Agustus.  

Kemungkinan European Central Bank memperkenalkan rencananya Kamis ini untuk sepenuhnya membalikkan krisis utang yang  menekan zona euro ke dalam resesi yang memberikan mata uang tunggal Eropa suatu dorongan, yang mendorong harga emas  dalam euro ke level tertingginya tahun ini.  

Dollar kedepannya memangkas kenaikan terhadap dollar setelah survei menunjukkan manufaktur AS melorot kefase terdalamnya  yang lebih dalam tiga tahun pada bulan Agustus, rangkaian kontraksi dalam tiga bulannya, dan perusahaan‐perusahaan sektor  tersebut mengangkat karyawan lebih sedikit sejak akhir tahun 2009. 


OIL & COMMODITIES
Harga  oil  melemah  Selasa  lalu  karena  permasalahan  mengenai  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  dan  tertahannya  permintaan dari petroleum yang terhambat harapan untuk stimulus moneter dari bank sentral di AS dan Eropa.  

Pelemahan  data  manufaktur  AS  untuk  bulan  Agustus  dan  laporan  penurunan  pada  construction  spending  bulan  Juli  menekan pada oil dan ekuitas di Wall Street. 

"You need to see demand coming through," kata Michael Hewson, seorang analis pasar pada CMC Markets di London. "And  the only way you are going to get demand growth is if oil prices fall. Any upside in oil is going to be limited." 

Crude futures terdorong menguat sebelum sinyal‐sinyal yang berseberangan dari bankir Eropa berkenaan dengan potensi  langkah stimulus yang membantu mendorong dollar terhadap euro. Penguatan dollar tidak biasanya bearish pada oil yang  berdenominasi dollar.  

Terbatasnya penurunan harga oil, dengan industri oil AS memulai kembali operasi yang terhenti oleh badai Topan Isaac.  Hingga  Senin  sebelumnya  yang  mendekati  60  persen  dari  produksi  oil  lepas  pantai  dari  Teluk  Meksiko  masih  terhenti,  menurut laporan pemerintah AS.  


EURO ZONE
Euro  melemah  terhadap  dolar  AS  menyusul  berkembangnya  kekhawatiran  investor  akan potensi  kurangnya  detil  rencana  ECB  dalam  menangani  krisis  hutang  Uni  Eropa.  Namun  demikian  euro  masih  bergerak  dalam  kisaran  relatif  sempit,  investor  nampaknya  cenderung  mengambil  sikap  berhati‐hati  menjelang sidang ECB Kamis 06 September. Hingga akhir sesi New York euro tercatat melemah 0,27 persen terhadap dolar AS ke 1.2565. 

Perhatian  pelaku  pasar  masih  akan  tertuju  pada  sidang  ECB  pekan  ini,  dimana  rumor  mengenai  perkembangan  progress  rencana  ECB  terus  bergulir,  meningkatkan harapan investor bahwa ECB akan mengumumkan langkah terbaru guna meredam tingginya imbal hasil obligasi beberapa negara kawasan  Uni  Eropa.  Meskipun  demikian,  sebagian  analis  mewaspadai  kemungkinan  jika  hasil  sidang  ECB  nantinya  akan  mengecewakan  para  investor,  yang  potensial memberikan tekanan bagi euro.  

Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan bahwa KTT Uni Eropa 18‐19 Oktober akan memberikan solusi final bagi penanganan krisis Uni Eropa,  bukan hanya ditujukan untuk Yunani tapi juga untuk Spanyol. Pemerintah Spanyol hingga kini masih berkeras belum secara resmi meminta bailout dari Uni  Eropa. Sementara itu Perdana Menteri Italia Mario Monti menyatakan bahwa Uni Eropa harus mengambil langkah bersama guna menekan tingginya imbal  hasil obligasi beberapa negara di kawasan tersebut.  


U.K.
Sterling akhirnya ditutup melemah terhadap dolar AS setelah sempat menguat baik terhadap dolar dan euro pada sesi Selasa ditunjang rilis data aktifitas  sektor jasa yang mengungguli ekspektasi, mendukung spekulasi bahwa ekonomi Inggris akan dapat bangkit dari resesi. Sterling mencapai level tertinggi  sepanjang 2‐pekan terakhir terhadap dolar AS di 1.5909 sebelum akhirnya tercratat melemah 0,12 persen ke 1.5870 hingga akhir sesi New York. 

Data aktifitas sektor jasa Inggris yang dilansir oleh Markit/CIPS menunjukkan kenaikan pada periode Agustus menjadi 53.7, jauh mengungguli perkiraan  sebesar 51.1. Data tersebut menguatkan ekspektasi bahwa ekonomi Inggris pada akhirnya akan bisa bangkit dari resesi, mengingat sektor jasa mencakup  lebih dari 70 persen dari total ekonomi Inggris. Data tersebut seharusnya dijadwalkan rilis sesi Rabu 05 September, namun Markit/CIPS menyatakan  merilisnya sesi Selasa pasca ketidaksengajaan rilis data tersebut oleh pihak Reuters.  

Aktifitas  sektor  konstruksi  mengalami  kontraksi  pada  periode  Agustus  sehubungan  penurunan  order  terpesat  sejak  2009  silam.  Kontraksi  ini  semakin  meningkatkan kegamangan investor akan potensi pemulihan ekonomi, walaupun sektor kontruksi hanya mencakup 10 persen dari total ekonomi Inggris.  Pemerintah  Inggris  sebenarnya  sudah  meluncurkan  berbagai  langkah  untuk  mempertahankan  pertumbuhan  sektor  konstruksi,  diantaranya  dengan  memberikan komitmen bantuan senilai 50 miliar poundsterling dalam bentuk infrastruktur dan investasi bangunan perumahan dengan jaminan tertentu. 


JAPAN
Dolar AS menguat terhadap yen pada sesi Selasa, ditunjang oleh maraknya aksi beli para investor Jepang pasca penurunan tajamnya sejak high 79.66.  Meskipun demikian, dolar/yen masih bergerak dalam kisaran terbatas, gagal menembus level support penting dibawah level 78.00. Hingga akhir sesi New  York, dolar AS tercatat menguat 0,1 persen terhadap yen ke level 78.41. 

Bank of America Merril Lynch, Credit Suiise Group AG dan BNP Paribas SA memperkirakan GDP Jepang akan kembali terkontraksi pada triwulan ketiga‐ 2012 ini. Jika terjadi, maka akan merupakan kontraksi pertama sejak awal 2012 dimana saat itu Jepang dilanda tsunami dan gempa bumi.  

Kebuntuan  politik  di  Jepang  berkaitan  kubu  oposisi  yang  menghalangi  persetujuan  majelis  rendah  Jepang  terhadap  perundang‐undangan  yang  memungkinan penerbitan obligasi senilai 490 miliar USD (38,3 triliun yen, kemudian berpotensi memaksa Perdana Menteri Yoshihiko Noda mengadakan  pemilu  lebih  awal.  Berdasarkan  pemerintah,  jika  undang‐undang  tersebut  tidak  segera  ditetapkan,  batas  hutang  Jepang  akan  segera  terlampaui  pada  periode  Oktober  mendatang.  Selain  itu  juga  terdapat  ancaman  ketidakmampuan  pemerintah  untuk  menggelontorkan  stimulus  fiskal  guna  menunjang  pemulihan ekonomi negara tersebut.Hutang Jepang saat ini melebihi 200 persen dari total GDP negeri matahari terbit tersebut.


AUSTRALIA
Bank sentral Australia mempertahankan tingkat suku bunga pada level 3.5 persen dalam rangkaian tiga bulannya Selasa lalu yang mengatakan  pemangkasan  sebelumnya  belum  benar‐benar  terasa  pengaruhnya,  meskipun  penambang  lokal  lainnya  menyalahkan  export  prices  yang  memangkas rencana ambisi untuk ekspansi.  

Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  menutup  policy  meeting  bulan  Septembernya  dengan  menyuarakan  kehati‐hatian  pada  optimistik  ekonomi  domestik, suatu gambaran yang seharusnya didukung oleh gambaran pertumbuhan kuartal keduanya yang dirilis Rabu ini.  

Namun terdapat juga pengakuan yang meragukan Cina, suatu perubahan untuk bank sentral yang telah teguh dengan optimistik pada ekonomi  negara terbesar di Asia tersebut dan pasar ekspor Australia yang paling berharga.  

Harga  Australian  bond  futures  melorot  setelah  bank  sentral  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  pada  level  3.5  persen  dan  mengatakan  keyakinannya bahwa permasalahan ekonomi Eropa akan diselesaikan.  


SWISS
Swiss  franc  diperdagangkan  sedikit  menguat  terhadap  dollar  Selasa  lalu,  yang  mencatatkan  penguatan  euro  dan  secara  luas  mengabaikan  pelemahan dari ekspektasinya data pertumbuhan ekonomi kuartal keduanya.  

Gross domestic product (GDP) turun 0.1 persen dalam kuartal keduanya dibandingkan dengan kuartal pertama, dari gambaran revisi 0.5 persen  untuk pertama kalinya dalam tiga bulan dan dibawah rata‐rata perkiraan analis untuk pertumbuhan 0.2 persen.  

Perekonomian Swiss tidak diekspektasi merosot dalam kuartal kedua karena krisis zona euro terkena pada negara yang telah kelihatan secara  relatif kebal terhadap mitranya, yang memberikan kedepannya pembenaran terhadap bank sentral untuk membatasi kenaikan the franc.  

Kontraksi yang mengejutkan 0.1 persen yang menggambarkan perkembangan di Swiss, permasalahan pada blok euro mulai menekan mitranya  yang sebelumnya terlihat kuat.   

Tuesday, September 4, 2012

Headline News 04.09.12

US & GLOBAL
Bursa  saham  Eropa  menguat  pada  sesi  Senin  setelah  lemahnya  rilis  data  aktifitas  manufaktur  kawasan  Uni  Eropa  menyoroti  buruknya  prospek  pertumbuhan  ekonomi global, mempertahankan ekspektasi akan stimulus keuangan dari bank sentral. Namun demikian, pasar keuangan berada dalam  kisaran yang sempit, seiring libur nasional Amerika Labour Day

Harapan investor bahwa bank sentral akan segera mengambil langkah‐langkah untuk mendorong pertumbuhan, semakin meningkat setelah sebuah survei  terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur di Cina dan Eropa untuk periode Agustus mengalami perlambatan lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.  Ekspektasi  tersebut  membantu  mengangkat  indeks  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  yang  naik  0,5  persen  ke  1,088.80  poin.  Indeks  ekuitas  dunia  The  MSCI  <MIWD00000PUS.> hampir tidak berubah pada kisaran 322,40 poin. 

Pasca pernyataan Ketua The Fed  Ben Bernanke di Jackson Hole, Wyoming, euro telah mencapai level tertinggi dalam 8‐pekan terakhir di 1,2638. Euro  relatif stabil di kisaran 1.2590 <EUR=> pada sesi Senin. The Fed diperikan baru akan menetapkan langkahnya pada sidang 12‐13  September, dan akan  sangat tergantung pada hasil laporan non‐farm payrolls Agustus pada sesi Jumat. 

Sementara itu, fokus utama pasar pekan ini adalah pada sidang ECB Kamis ini, di mana ekspektasi meningkat bahwa abnk sentral potensial menurunkan  suku bunga  utamanya.  Kemungkinan penurunan suku  bunga menguat setelah data PMI sektor manufaktur menunjukkan kontraksi aktivitas di seluruh  wilayah kawasan. Indeks untuk kawasan euro jatuh ke 45,1 lebih rendah dari perkiraan 45,3.  

ECB akan merilis proyeksi terbaru ekonomi zona euro pada sidangnya hari Kamis, pada hari yang sama badan statistik Eurostat kemungkinan juga akan  mengumumkan kontraksi sebesar 0,2 persen pada triwulan kedua‐2012 untuk zona euro. Pelaku pasar juga mengharapkan ECB akan merilis rincian baru  rencana  pembelian  obligasi  untuk  mengatasi  krisis  utang  di  kawasan  itu.  Mayoritas  bank  sentral  dunia  mengatakan  bahwa  krisis  zona  euro  adalah  penyebab utama dari perlambatan ekonomi global. 

Prospek pembelian obligasi ECB membantu imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> jatuh 1,5 basis poin ke 6,9 persen, sementara  tenor 2‐tahun <ES2YT=TWEB> imbal hasilnya turun 21 basis poin menjadi 52 persen. 

Di pasar minyak, survei terbaru tentang aktivitas pabrik, khususnya pelemahan aktifitas manufaktur di China, yang merupakan konsumen minyak No.2  dunia, sempat menekan harga pada sesi awal, namun kemudian ekspektasi stimulus keuangan mengangkat kinerja minyak. Harga minyak Brent berjangka  Oktober <LCOc1> naik 40 sen menjadi 114,97 USD per barel. Minyak mentah AS berjangka <CLc1> relatif stagnan di 96,48 USD per barel. 

Emas bertahan di kisaran level tertinggi dalam 5‐bulan terakhir di 1,690.00 USD per troy ounce <XAU=> seiring ekspektasi pelonggaran moneter oleh bank  sentral yang meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut sebagai mekanismelindung nilai terhadap potensi inflasi. Spekulasi bahwa the  Fed mungkin akan melakukan pelonggaran moneter mengangkat harga emas sebesar 4,8 persen pada Agustus. 



GOLD & COMMODITIES
Emas bertahan disekitar level tertingginya dalam lima bulan Senin lalu, menggambarkan penguatan dari indikasi minggu  lalu oleh kepala the Fed AS bahwa bank sentral dapat bertindak untuk menaikkan pertumbuhan (ekonomi) dan dari bukti  penguatan pada permintaan investor.  

Harga emas naik untuk rangkaian tiga bulannya pada Agustus, dengan naik 4.8 persen, kenaikan terbesar satu bulannya  sejak  bulan  Januari,  yang  didorong  oleh  besarnya  ekspektasi  untuk  the  Fed  dalam  menandai  bahwa  dapat  dmulainya  program multi‐trilliunan dari pembelian obligasi untuk menjaga tingkat suku bunga rendah.  

Kepemilikan  dalam  emas  pada  exchange‐traded  funds  mencapai  level  tertingginya  Jumat  lalu,  sementara  itu  data  U.S.  exchange  menunjukkan  kepemilikan  spekulatif  dari  gold  futures  menyaksikan  kenaikan  terbesar  mingguannya  sejak  dimulainya awal tahun.  

Ketua the Fed Ben Bernanke, berbicara pada konferensi tahunan bank sentral di resort pegunungan Jackson Hole minggu  lalu, membiarkan terbukanya pintu intuk kedepannya kebijakan monetary easing tetapi memberikan beberapa petunjuk  dari beberapa tindakan yang segera terjadi.  

"Gold has really got to have full‐blown (quantitative easing) to really trigger a rally ... that would be the start of the big push  through $1,700 ... but where it goes from there is a bit more difficult," analis Societe Generale Robin Bhar mengatakannya.  


OIL & COMMODITIES
Harga oil naik Senin lalu, meskipun data Cina menunjukkan perlambatan yang mendalam pada negara konsumen terbesar  didunia  tersebut  karena  investor  memfokuskan  pada  kemungkinan  langkah  stimulus  berikutnya  dan  pergerakan  lainnya  untuk mencoba bertahannya pertumbuhan ekonomi.  

Factories/aktivitas  pabrik  di  Cina  telah  terpukul  dengan  melambatnya  permintaan,  dua  survei  utama  Senin  lalu  menunjukkannya, memperkirakan perlambatan dari negara pengguna terbesar kedua didunia yang dapat memburuk.  

Gambaran  yang  mendorong  putaran  berikutnya  dari  spekulasi  bahwa  pemerintah  akan  bertindak  segera  daripada  terlambat untuk menaikkan likuiditas uang dalam pasar uang untuk mendorong bank lending, suatu pergerakan yang akan  hampir pasti meningkatkan harga komoditas dan oil.  

Volume perdagangan yang terbatas, dengan pasar keuangan AS ditutup dari liburan Labor Day

"The Chinese data is very gloomy and suggests that the world economy is slowing," ungkap Carsten Fritsch, seorang analis  oil pada Commerzbank di Frankfurt.  

"But  the  market  impact  is  rather  limited  as  it  raises  hopes  of  more  economic  stimulus  measures,"  katanya.  "Hopeful  of  central bank measures, speculative financial investors are increasingly betting on rising prices."  


EURO ZONE
Euro menguat terhadap dolar AS pada awal pekan ini ditunjang ekpektasi bahwa ECB akan membahas rencana detil mengenai penanganan krisis hutang  Uni  Eropa,  namun  demikian  kondisi  tersebut  potensial  berbalik  jika  pada  akhirnya  langkah  ECB  tidak  sesuai  dengan  harapan  para  pelaku  pasar.  Euro  menguat tipis terhadap dolar AS ditengah sesi perdagangan Amerika yang tutup berkaitan dengan libur nasional Labour Day. Penguatan euro sejak akhir  pekan  lalu  ditunjang  potensi  QE3  oleh  The  Fed  yang  kemudian  melemahkan  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya,  disamping  itu  juga  terdongkrak  kemungkinan  langkah  taktis  ECB  untuk  melakukan  pembelian  obligasi  Spanyol  dan  Italia  untuk  membantu  menekan  tingginya  imbal  hasil  obligasi kedua negara tersebut.  

ECB  dalam  sidangnya  pekan  ini  diperkirakan  akan  memangkas  perkiraan  pertumbuhan  ekonomi,  sebuah  langkah  yang  diharapkan  akan  memuluskan  rencana  pemangkasan  suku  bunga  kedepannya.  Disamping  itu,  perhatian  pelaku  pasar  akan  tertuju  pada  kemungkinan  diumumkannya  program  pembelian obligasi oleh ECB dengan tujuan untuk meningkatkan ongkos surat utang Italia dan Spanyol.  

Sementara  itu  data  awal  pekan  ini  dari  Jerman  dan  Perancis  memperlihatkan  kontraksi  aktifitas  sektor  manufaktur  pada  periode  Agustus.  Kontraksi  tersebut merupakan penurunan berturut‐turut sepanjang 6‐bulan terakhir. Sementara kontraksi aktifitas sektor manufaktur di Spanyol telah berlangsung  sejak Mei 2011 silam dan belum berakhir hingga kini. 

U.K.
Sterling  menguat  ke  level  tertinggi  sejak  hampir  2‐pekan  terakhir  terhadap  dolar  AS  pada  awal  pekan  ini  ditunjang  oleh  rilis  data  aktifitas  sektor  manufaktur  Inggris  yang  membaik.  Data  tersebut  meningkatkan  harapan  bahwa  Inggris  akan  dapat  keluar  dari  kondisi  resesi  yang  tengah  melanda,  meskipun para pelaku pasar akan menantikan rilis aktifitas sektor jasa yang yang akan dirilis pada sesi Rabu, mengingat sektor jasa mencakup 70 persen  dari total ekonomi Inggris. Hingga akhir sesi Eropa, sterling tercatat menguat 0.17 persen terhadap dolar AS ke 1.5892.  

Penurunan aktifitas sektor manufaktur di Inggris sedikit berkurang, dimana pada periode Agustus PMI manufaktur dirilis 49.5 (masih berada dibawah level  ekspansi)  dibanding  data  periode  Juli  yang  direvisi  turun  menjadi  45.2,  level  terendah  sejak  Mei  2009.  Perbaikan  aktifitas  tersebut  meningkatkan  ekspektasi bahwa BoE tidak akan meningkatkan jumlah dana dalam program stimulusnya pada sidang Kamis ini, dan baru akan meningkatkan sekitar 50  miliar poundsterling pada sidangnya November mendatang. 


JAPAN
Yen berlanjut menguat terhadap mata uang dengan imbal hasil tinggi lainnya seperti New Zealand dolar dan Aussie dolar seiring menguatnya ekspektasi  perlambatan ekonomi global yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven terutama dalam hal ini adalah yen Jepang. Yen menguat ke level  tertinggi sepanjang 5‐pekan terakhir terhadap Aussie dolar dan Kiwi Dolar setelah rilis data aktifitas sektor manufaktur di eropa dan Cina untuk periode  Agustus  yang  mengalami  kontraksi.  Sementara  itu  terhadap  dolar  AS,  yen  masih  melanjutkan  penguatannya,  seiring  pelemahan  dolar  AS  secara  luas  terhadap mata uang utama dunia lainnya berkaitan kemungkinan QE3 oleh The Fed dalam waktu dekat.  

Perusahaan‐perusahaan di Jepang meningkatkan capital spening pada periode April – Juni dibanding setahun sebelumnya, data business capex naik 7,7  persen  dibandingkan  periode  Januari  –  Maret  yang  hanya  3,3  persen.  Namun  demikian  capital  expenditure  turun  0,5  persen  dibandingkan  kuartal  sebelumnya, akibat anjloknya permintaan ekspor produk asal Jepang yang diperkirakan akan merevisi turun GDP triwulan kedua Jepang saat rilis data  tersebut 10 September mendatang. 


AUSTRALIA
Australian dollar melemah ke level terendahnya dalam enam minggu Senin lalu setelah kekecewaan pada data  penjualan ritel domestik yang  menambah kekhawatiran mengenai perlambatan perekonomian Cina dan mempersempit peluang dari pemangkasan tingkat suku bunga lainnya.  

Aussie  anjlok  0.5  persen  dalam  hariannya  ke  level  $1.0268  <AUD=D4>,  yang  secara  singkat  menyentuh  level  terendahnya  $1.0239,  level  terendahnya sejak akhir Juli, setelah serangkaian data yang mengecewakan.  

Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  bertahan  pada  policy  meeting  September  pada  hari  Selasa  dan  ekonom  masih  mengekspektasi  untuk  masih  bertahan pada tingkat 3.5 persen utuk rangkaian tiga bulannya. Pejabat bank telah menyuarakan isi untuk menunggu pemangkasan yang dibuat  pada bulan Mei  dan Juni untuk dirasakan pengaruh sepenuhnya.  

Harga Australian  bond futures telah  naik  ke  level tertinggi  satu  bulannya,  ditengah naiknya tanda‐tanda  bahwa  outlook  perekonomian  global  terlihat suram.


SWISS
Sektor manufaktur Swiss mengalami kontraksi lebih tajam pada bulan Agustus karena tekanan pada zona euro, data menunjukkannya Senin lalu,  berlawanan dengan lebih optmisinya outlook dari indikator KOF minggu lalu.  

Bank  sentral  Swiss  menentukan  untuk  membatasi  kenaikan  mata  uangnya  dalam  the  franc  yang  akan  menimbulkan  ancaman  besar  pada  perekonomian,  kepala  bank  tersebut  mengatakannya  Senin  lalu,  karena  data  menunjukkan  sektor  manufaktur  negara  tersebut  mengalami  kontraksi lebih tajam pada Agustus.  

Bank  membatasi  pada  level 1.20  per  euro  pada the  franc  yang  hampir  setahun  yang  lalu, menandai resiko  deflasi dan  resesi karena  investor  melihat berlindung dari krisis utang zona euro yang dapat mendorong mata uang Swiss naik tajam.  

"In the current situation, a further appreciation of the Swiss franc would constitute a very substantial threat to the Swiss economy, and would  carry with it the risk of deflationary developments," Kepala Swiss National Bank Thomas Jordan mengatakan dalam pidatonya.  

"With this in mind, we will continue to enforce the minimum exchange rate with the utmost determination, in line with our mandate."

Monday, September 3, 2012

Headline News 03.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dan  euro  naik  pada  sesi  Jumat  setelah  Ketua  The  Federal  Reserve  Ben  Bernanke  membuka  pintu  untuk  pelonggaran  moneter  selanjutnya,  meskipun  ia  tidak  memberikan  sinyal  yang  jelas  akan  tindakan  segera  sebagaimana  harapan  pelaku  pasar.  Euro  dan  saham‐saham  Eropa  naik  didorong  munculnya  tanda‐tanda  dari  kemajuan  kesepakatan  untuk mengatasi krisis utang zona euro. 

Dolar jatuh ke level terendah dalam 8‐pekan terakhir terhadap euro dan mencapai level terendah dalam 2‐pekan terakhir  terhadap  yen  setelah  Bernanke  mengatakan  tingginya  pengangguran  Amerika  merupakan  "keprihatinan  serius,"  pernyataan yang memperkuat harapan untuk stimulus lebih lanjut guna menghidupkan kembali pertumbuhan. 

Bernanke mengatakan kepada para pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, bahwa kemajuan dalam menurunkan  pengangguran  terlalu  lambat  dan  bahwa  bank  sentral  akan  bertindak  jika  diperlukan  untuk  memperkuat  pemulihan  ekonomi.  Bernanke  juga  mengatakan  The  Fed  harus  mempertimbangkan  biaya  dan  manfaat  dari  stimulus  lebih  lanjut.  Menurut Bernanke pembelian aset oleh The Fed, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif, sudah cukup efektif untuk  meningkatkan pertumbuhan dan mendorong penciptaan lapangan kerja. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> ditutup naik 90.13 poin, atau 0,69 persen, di 13,090.84. 500 Indeks The Standard &  Poor <. SPX> naik 7,10 poin, atau 0,51 persen, ke 1,406.58. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 18,25 poin, atau 0,60  persen, ke 3,066.96. 

Dalam sepekan terakhir, ketiga indeks Amerika tersebut tercatat menurun, namun sepanjang Agustus Dow naik 0,6 persen,  S&P 2 persen dan Nasdaq 4,3 persen. 

Indeks  FTSEurofirst  <FTEU3.>  ditutup  naik  0,5  persen  ke  1,082.93  dalam  perdagangan  tipis,  menghapus  kerugian  sesi  sebelumnya. Indeks ekuitas dunia MSCI <. MIWD00000PUS> naik 0,5 persen ke 322.10. 

Bernanke mengatakan The Fed akan menyediakan akomodasi kebijakan tambahan yang diperlukan, ucapan tersebut dilihat  sebagai  petunjuk  yang  tidak  terlalu  kuat  mengenai  kemungkinan  QE3  dibanding  dengan  minutes  sidang  The  Fed  untuk  Agustus lalu. Rilis data non‐farm payrolls untuk periode Agustus akan rilis Jumat akhir pekan nanti, sebelum sidang FOMC  pada 12‐13 September mendatang. Mayoritas analis  mengatakan kemungkinan kuat The Fed akan mengumumkan QE3  pada pertemuan tersebut. 

Euro <EUR=> naik 0,6 persen ke 1,2581, sementara indeks dolar AS <DXY.> turun 0,6 persen di 81,207. 

Investor  mengharapkan  bahwa  pelonggaran  moneter  akan  mendongkrak  kembali  pertumbuhan  ekonomi  dan  meningkatkan  permintaan  minyak.  Harga  minyak  Brent  crude  <LCOc1>  ditutup  naik  1,92  USD  ke  114,57  USD  per  barel,  sementara minyak mentah AS <CLc1> naik 1,85 USD ke 96,47 USD per barel. 

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika jatuh ke tingkat terendah dalam 3‐minggu terakhir karena pernyataan Bernanke  tentang ekonomi meningkatkan harapan di kalangan investor obligasi untuk adanya stimulus lebih lanjut. Obligasi tenor 10‐ tahun Amerika <US10YT=RR> harganya naik 23/32 dengan imbal hasil berada pada 1,5501 persen. 

Emas melonjak ke level tertinggi dalam 5‐bulan terakhir setelah pidato Bernanke. Harga spot emas <XAU=> naik 1,8 persen  ke 1,685.89 USD per troy ounce membukukan kenaikan harian terbesar dalam 2‐bulan terakhir. 



GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  2  persen  ke  level  tertingginya  sejak  bulan  April/lima  bulan  dalam  perdagangan  yang  volatile  dan  volume  perdagangan  yang  besar  Jumat  lalu  dari  spekulasi  pada  stimulus  terbaru  AS  setelah  kepala  the  Fed  Ben  Bernanke  mengatakan dalam pidato pentingnya menaikkan harapan dari putaran terbatu dari stimulus moneter dari perekonomian  AS. 

Setelah  perdagangan  dalam  kisaran  empat  bulannya,  emas  berada  dekat  level  $  1700  per  ons  pada  level  yang  terakhir  terlihat sejak bulan Maret lalu. Terlihat  siap untuk mencoba level tertinggi tahunannya dari perbaikan sentimen investor  dan aksi beli secara teknikal. 

Emas mencatatkan kenaikan harian terbesarnya dalam dua bulan, naik tajam mengungguli ekuitas AS yang mana naik pada  akhir  perdagangannya.  Metal  mencatatkan  kenaikan  4.5  persen  dalam  bulan  Agustus,  kenaikan  dalam  rangkaian  tiga  bulannya dan kenaikan terbesarnya sejak bulan Januari. 

"The main catalyst for the reversal in gold has been that Bernanke used the words 'grave concern' and the interpretation is  that there's going to be more QE if he's using such a dire projection for the economy," kata Jeffrey Sica, chief investment  officer pada SICA Wealth Management, yang mana memiliki aset sekitar $1 milyar. 


OIL & COMMODITIES
Harga oil naik diatas level $114 per barrel dalam perdagangan yang volatile Jumat lalu, telah naik pada bulan Agustus diatas  9 persen, setelah ketua the Fed menghentikan sinyal jangka pendek dalam monetary easing tambahan yang segera terjadi  tetapi tetap membuka pintu untuk terjadinya hal tersebut. 

Crude  pada  awalnya  terdorong  naik  setelah  pidato  Bernanke  pada  simposium  bank  sentral  di  Jackson  Hole,  Wyoming.  Karena  para  trader  menguraikan  detilnya,  harga  secara  cepat  bergerak  naik,  didukung  dari  didorong  penguatan  dari  ekspektasinya data ekonomi AS.  

"There was no announcement about if more stimulus was coming immediately, but he (Bernanke) said the Fed was ready to  act if necessary so that was supportive," kata Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.   

"Along with the factory orders and consumer sentiment data,  the (market) longs are in control."  


EURO ZONE
Dolar  jatuh  ke  level  terendah  3  bulan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  pada  hari  Jumat  setelah  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengatakan  tingginya  tingkat  pengangguran menjadi perhatian utama, memperkuat ekspektasiakan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi. 

Dalam pembicaraannya dalam sebuah simposium tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke mengatakan ekonomi AS menghadapi tantangan  yang “menakutkan” dan bank sentral akan melakukan segala upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Namun Bernanke tidak secara eksplisit memberikan  sinyal akan segera menggulirkan quantitative easing jilid 3 (QE3). 

Dolar awalnya sempat memangkas kerugiannya usai testimoni Bernanke yang telah mengecewakan investor yang berharap adanya sinyal akan segera diberlakukan  QE3, sebelum akhirnya kembali melemah dan melanjutkan koreksinya menembus level intraday low

Dengan tingkat pengangguran menjadi perhatian utama The Fed, maka data non‐farm payrolls AS pekan ini akan menjadi agenda penting, sebelum sidang Federal  Open Market Committee berikutnya pada 12‐13 September. Sebagian besar analis pasar memprediksi adanya kemungkinan besar The Fed akan mengumumkan  putaran baru pembelian obligasi di bulan September. 

Indeks dolar, sebagai barometer untuk melihat nilai dolar terhadap sejumlah rival utamanya, turun 0.6% ke 81.247, setelah menembus 80.964, level terendahnya  sejak 22 Mei. Euro menguat ke level intraday high $1.2636, level terkuatnya sejak awal Juli dan terakhir bergerak menguat 0.6% di sekitar $1.2574. Penguatan euro  juga didukung oleh Middle East buying, dan ekspektasi ECB akan mengumumkan langkah‐langkah yang jelas dalam mengatasi krisis utang zona euro pada sidangnya  pekan  ini.  ECB  akan  bersidang  Kamis  mendatang  dan  harapan  akan  dilakukannya  pembelian  obligasi  semakin  besar,  meskipun  investor  cenderung  akan  menungguapakah ECB memberikan penjelasan rinci sebelum melakukan pembelian euro secara agresif, menyusul ancaman dari kepala bank sentral Jerman Jens  Weidmann yang akan mengundurkan diri terkait penolakannya pada upaya pembelian obligasi baru. 

Dalam sepekan euro telah menguat 0.5% terhadap dolar, penguatan dalam 3 pekan berturut‐turut. 


U.K.
Akhir  pekan  lalu  sterling  tercatat  menguat  terhadap  dolar  AS  dalam  sesi  perdagangan  yang  cukup  volatile  didukung  sikap  investor  yang  memandang  pernataan Ketua The Fed Ben Bernanke relatif cukup dovish (secara umum biasanya mendukung kebijakan moneter longgar), meskipun Bernanke belum  memberikan sinyal eksplisit mengenai QE3. Dengan kemungkinan QE3 oleh The Fed, maka bertendensi akan melemahkan kinerja dolar AS terhadap mata  uang utama dunia lainnya karena meningkatnya suplai dolar AS di pasar keuangan global. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,6 persen  terhadap dolar AS ke 1.5880.   

Sementara  itu  euro  menguat  terhadap  sterling  ke  level  tertinggi  sejak  3‐pekan  terakhir  di  level  0.7956.  Permintaan  terhadap  euro  meningkat  dalam  beberapa  pekan  terakhir  setelah  investor  meningkatkan  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  segera  mengumumkan  langkah  pembelian  obligasi  guna  menanggulangi krisis hutang Uni Eropa. ECB sendiri akan menggelar sidangnya pada 06 September mendatang dan apabila ECB mengumumkan langkah  tersebut, maka akan menunjang kinerja euro terhadap sterling lebih lanjut.  

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis data diantaranya Markit/CIPS Manufacturing, Service dan Construction PMI untuk periode Agustus  yang  diperkirakan  membaik  dari  periode  sebelumnya.  BoE  juga  akan  menggelar  sidangnya  pada  sesi  Kamis  meskipun  diperkirakan  belum  aka  nada  perubahan  kebijakan  ataupun  penambahan  dana  yang  dipergunakan  dalam  pembelian  surat  utang.  Selanjutnya  akan  rilis  data  industrial  dan  manufacturing output untuk periode Juli yang diperkirakan membaik secara signifikan dari periode sebelumnya. 


JAPAN
Dolar  jatuh  ke  level  terendah  3  bulan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  pada  hari  Jumat  setelah  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  mengatakan  tingginya  tingkat  pengangguran menjadi perhatian utama, memperkuat ekspektasiakan dilanjutkannya kebijakan moneter longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi. 

Dalam pembicaraannya dalam sebuah simposium tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke mengatakan ekonomi AS menghadapi tantangan  yang “menakutkan” dan bank sentral akan melakukan segala upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi. Namun Bernanke tidak secara eksplisit memberikan  sinyal akan segera menggulirkan quantitative easing jilid 3 (QE3). 

Dolar awalnya sempat memangkas kerugiannya usai testimoni Bernanke yang telah mengecewakan investor yang berharap adanya sinyal akan segera diberlakukan  QE3, sebelum akhirnya kembali melemah dan melanjutkan koreksinya menembus level intraday low

Dengan tingkat pengangguran menjadi perhatian utama The Fed, maka data non‐farm payrolls AS pekan ini akan menjadi agenda penting, sebelum sidang Federal  Open Market Committee berikutnya pada 12‐13 September. Sebagian besar analis pasar memprediksi adanya kemungkinan besar The Fed akan mengumumkan  putaran baru pembelian obligasi di bulan September. 

Indeks dolar, sebagai barometer untuk melihat nilai dolar terhadap sejumlah rival utamanya, turun 0.6% ke 81.247, setelah menembus 80.964, level terendahnya  sejak 22 Mei. Dolar terkoreksi ke level intraday low 78.18 yen, level terendahnya selama lebih dari 2 pekan. Dolar terakhir tercatat bergerak di sekitar 78.29 yen,  atau turun 0.4%. Dalam sepekan, dolar terkoreksi sekitar 0.5% terhadap yen, penurunan dalam 2 pekan. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar sempat berada disekitar level terendahnya dalam satu bulan Jumat lalu karena komoditas masih dibawah tekanan dan  investor  mengkhawatirkan  mengenai  peluang  kedepannya  dari  stimulus  AS,  yang  membawa  mata  uang  tersebut  sempat  mencatatkan  pelemahannya  pada akhir bulan.       

Harga obligasi bertenor 10 tahun Australia naik ke level tertingginya dalam satu bulan, karena investor berlanjut untuk berspekulasi mengenai tingkat  kesehatan industri pertambangan Australia.  

Sektor pertambangan telah kehilangan beberapa kegemilangannya, tetapi perekonomian Australia masih mencoba naik dari perkembangannya di dunia.  

Para ekonom mengekspektasi data national accounts yang dirilis minggu depan untuk menunjukkan tiga bulan lainnya dari pertumbuhan ekonomi yang  kuat pada kuartalan bulan Juni.


SWISS
Euro mencapai level tertingginya dalam delapan minggu Jumat lalu dan Bund futures/obligasi memperluas penurunannya setelah komentar dari  anggota dewan eksekutif dari ECB Benoit Coeure yang menambah untuk ekspektasi bank sentral akan membeli peripheral debt untuk menangani  krisis utang zona euro. 

Swiss franc sempat bertahan terhadap euro dan dollar Jumat lalu, karena pelaku pasar memantau apakah ketua the Fed AS akan mengindikasikan  kemungkinan segera terjadinya stimulus moneter pada akhir hariannya.       

Berita  mengenai  AS  dan  zona  euro  telah  menjadi  kunci  utama  dalam  perdagangan  Swiss  franc  dari  tahun  lalu  sejak  Swiss  National  Bank  membatasi  kenaikan  1.20  per  euro  pada  6  Sept.,  setelah  investor  safe‐haven  mendorong  kenaikan  tajam  (mata  uangnya)  dalam  beberapa  bulannya, menaikkan resiko pada resesi.