title cover

title cover

Monday, September 10, 2012

Headline News 10.09.12


US & GLOBAL
• Akhir pekan lalu dolar AS melemah tajam terhadap mata uang utama dunia dan harga emas melonjak ke level tertinggi  sejak 6‐bulan terakhir menyusul buruknya rilis data non‐farm payrolls Amerika yang meningkatkan ekspektasi dikalangan  investor  bahwa  The Federal  Reserve  akan  segera  mengumumkan  QE3  setidaknya  pada  sidang  pekan  depan.  Imbal  hasil  obligasi  Amerika  merosot  setelah  rilis  data  non‐farm  payrolls  Amerika  untuk  periode  Agustus  dirilis  dibawah  perkiraan,  sementara  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  memperpanjang  penurunannya  ECB  pada  sesi  Kamis  06  September  mengumumkan rencana untuk memerangi krisis utang kawasan tersebut dengan membeli obligasi pemerintah. 

• Prospek untuk tindakan lebih lanjut dari ECB mendukung kinerja euro pada awal sesi, dan euro melanjutkan penguatannya  setelah  Departemen  Tenaga  Kerja  Amerika  melaporkan  nonfarm  payrolls  meningkat  hanya  sebesar  96.000  pada  bulan  Agustus, jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 125.000. The Federal Reserve akan memulai pertemuan dua hari  kebijakan pada hari Rabu 12 September, dan pasar tajam akan menunggu pernyataan bank sentral Amerika tersebut pada  sesi Kamis 13 September. 

• Dolar AS turun 1,0 persen menjadi ke 80,194 terhadap mata uang utama dunia <DXY.>. Sedangkan euro <EUR=> mencapai  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  di  1,2814  sebelum  akhirnya  ditutup  pada  kisaran  1,2810.  Harga  emas berjangka Amerika melonjak hingga 1,740.80USD per troy ounce <GCcv1>, level tertinggi sejak akhir Februari 2012. 

• Bursa  saham  Amerika  bergerak  dalam  kisaran  tipis  karena  investor  masih  menimbang  peluang  untuk  pelonggaran  kuantitatif The Fed, yang akan menggelontorkan  uang ke dalam perekonomian untuk meningkatkan pertumbuhan. The  Dow Jones industrial average <DJI.> naik 14.64 poin, atau 0,11 persen, ke 13,306.64. Indeks The Standard & Poor 500 <.  SPX> ditutup naik 5,80 poin, atau 0,40 persen, ke 1,437.92. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 0,61 poin, atau 0,02  persen, ke 3,136.42. Untuk minggu ini, S & P menguat 2,2 persen sementara Dow naik 1,6 persen dan Nasdaq naik 2,3  persen. Merupakan performa mingguan terbaik untuk S & P dan Nasdaq sejak Juni, dan performa terbaik bagi Dow sejak  Juli. 

• Saham‐saham  energi  dan  keuangan  mencatat  kinerja  terbaiknya,  penguatan  saham‐saham  sektor  tersebut  ditunjang  maraknya pembelian investor seiring prospek pertumbuhan ekonomi. Saham ConocoPhillips  naik  1,5 persen, sementara  Noble Energy naik 2,4 persen. Saham Bank of America melonjak 5,4 persen. Sementara itu Intel Corp memangkas perkiraan  earning  triwulan  ketiga‐2012,  sembari  menyatakan  bahwa  terjadi  penurunan  permintaan  untuk  produksi  chip  seiring  berkurangnya  konsumsi  komputer  personal. Saham produsen  chip terbesar dunia tersebut  turun  3,6  persen,  sementara  indeks semikonduktor PHLX <SOX.> tuurn 0,8 persen. 

• Imball hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32, dengan imbal hasil berkisar pada 1,6695  persen. 

• Indeks  The  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  naik  ke  1.106,72,  atau  sebesar  0,18  persen.  Imbal  hasil  obligasi  Spanyol  tenor10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun ke 5,646 persen, level terendahnya  sejak awal April. Indeks ekuitas dunia The MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 1,2 persen menjadi ke 330,24.  

• Harga  minyak  naik  dalam  sesi  perdagangan  yang  volatile  seiring  tingginya  harapan  akan  stimulus  The  Fed,  meskipun  buruknya rilis data ketenagakerjaan meredam prospek permintaan minyak. Minyak mentah AS <CLc1> ditutup naik 0,93  persen persen ke 96,42 USD per barel. Minyak Brent kontrak Oktober <LCOc1> naik 76 sen, atau 0,67 persen ke 114,25 USD  per barel.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  2  persen  ke  level  tertingginya  dalam  enam  bulan  Jumat  lalu,  melewati  level  $1,730  per  ons,  setelah  pertumbuhan  jobs  AS  melambat  lebih  dari  ekspektasi  pada  bulan  Agustus,  kemungkinan  berpengaruh  dari  arah  pengumuman the Fed yang menambah stimulus untuk ekonomi yang suram.  

• Emas menguat melanjutkan ofensifnya setelah jumlah yang menunjukkan nonfarm payrolls naik hanya 96.000 bulan lalu,  dibawah ekspektasi kenaikan 125.000.  

• Laporan  tenor  pelemahan  menggarisbawahi  dengan  revisi  data  bulan  Juni  dan  Juli  untuk  menunjukkan  41.000  lebih  sedikitnya pekerja yang dibuat daripada laporan sebelumnya.   

• "Gold is going through the roof because this negative data makes QE3 more likely now," kata Daniel Briesemann, analis  komoditas pada Commerzbank di Frankfurt. 


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik Jumat lalu dalam perdagangan yang volatile setelah laporan jobs AS yang mengecewakan dengan menekan  dollar dan mendorong ekspektasi untuk stimulus dari the Fed AS, meskipun didorong outlook dari permintaan petroleum.  

• Brent dan crude futures AS dekat dengan pelemahan tipis mingguannya, setelah rangkaian kenaikan dalam lima minggunya  dan menguat lebih dari 9 persen pada bulan Agustus.  

• Dengan  hanya  naiknya  96.000  nonfarm  payrolls  AS  bulan  lalu,  Labor  Department  mengatakan  Jumat  lalu,  dibawah  perkiraan yang naik 125.000. Sementara itu  tingkat pengangguran turun menjadi 8.1 persen dari 8.3 persen pada bulan  Juli, yang meluas berkenaan dengan orang Amerika yang naik untuk mencari pekerjaan.  

• Perdagangan  yang  choppy  Jumat  lalu  yang  disebabkan  ekspektasi  bahwa  kenaikan  data  jobs  kemungkinan  bahwa  policy  meeting the Fed AS dua hari minggu depan akan menghasilkan putaran ketiga dari stimulus moneter, yang dikenal dengan  quantitative easing atau QE3.  

• "It was a decidedly negative report due to the meager number of jobs created in August and the downward revision for the  two prior months," kata John Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York. 


EURO ZONE
• Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

• Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

• Euro mencatat intraday high di $1.2806 terhadap dolar, level terkuatnya sejak akhir Mei. Harga terakhir bergerak menguat 1.3% di ssekitar $1.2795.  Dalam sepekan, euro telah naik 1.8%, kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juni. Euro nampaknya masih berpeluang melanjutkan rally‐nya, dan berpotensi menuju  target level psikologi di $1.30. 

• Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

• Euro  sendiri  telah  menguat  sebelum  rilis  data  payrolls  setelah  investor  menyambut  gembira  pengumuman  rencana  ECB  Kamis  lalu  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman untuk Spanyol dan Italia. Presiden ECB Mario Draghi kembali menegaskan sikapnya untuk menyelamatkan kelangsungan euro dan memberikan peluang  untuk melakukan pembelian obligasi tak terbatas guna menurunkan biaya pinjaman negara‐negara kawasan yang dilanda krisis. Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun  berhasil turun di bawah 6% untuk yang pertama kalinya sejak Mei, sementara untuk yield Italia juga turun sehingga berimbas pada terangkatnya nilai tukar euro  secara umum. Euro menguat terhadap yen ke level tertinggi 2 bulan, dan di sesi sore euro tercatat naik 0.5% di sekitar 100.06 yen.  

U.K.
• Sterling mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS pada sesi akhir pekan lalu setelah data sektor ketenagakerjaan Amerika dirilis  dibawah perkiraan, dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menerapkan pelonggaran moneter lanjutan (QE3). Sterling sempat mencapai level  1.6033 terhadap dolar AS, dan ditutup menguat 0,47 persen terhadap dolar AS ke 1.6005.  

• Namun  demikian  sterling  tercatat  melemah  terhadap  euro  ke  level  terendahnya  sejak  4‐bulan  terakhir  menyusul  naiknya  kepercayaan  pelaku  pasar  terhadap euro pasca langkah ECB yang memutuskan untuk menekan tingginya ongkos penerbitan utang beberapa negara di kawasan Uni Eropa. Uni Eropa  merupakan partner dagang terbesar Inggris, dan adanya perkembangan dari penanganan krisis hutang Uni Eropa akan berdampak positif bagi sterling,  terutama terhadap dolar AS.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati rilis data trade balance Inggris untuk periode Juli dimana deficit perdagangan diperkirakan akan membaik dari  periode sebelumnya, selanjutnya akan rilis data sektor ketenagakerjaan yang diperkirakan membaik dari periode sebelumnya. Selain itu perhatian pelaku  pasar  yang  terutama  akan  berfokus  pada  hasil  sidang  The  Fed  pada  12‐13  September  yang  diharapkan  akan  menetapkan  quantitative  easing  jilid  3. 


JAPAN
• Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

• Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

• Rilis data non‐farm payrolls AS telah mendorong penguatan yen terhadap dolar. Dolar terkoreksi 0.8% ke 78.24 yen, dan mencatat level intraday low di 78.00 yen.  Menjelang rilis data pyrolls, yen tercatat telah melemah terhadap dolar dalam pekan kemarin setelah rilis data pertumbuhan tenaga kerja sektor Swasta AS yang  lebih baik dari perkiraan yang mendorong naiknya yield Treasury. Dalam sepekan, dolar telah melemah 0.2% terhadap yen, pelemahan mingguan ketiganya secara  berturut‐turut. 

• Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

• Sementara itu data index of coincident economic indicators turun 1.3 poin di bulan Juli dari bulan Juni sebelumnya, demikian dilaporkan Cabinet Office, mencatat  penurunan keempat kalinya berturut‐turut dipicu pelambatan pertumbuhan ekonomi global.  Sedangkan  untuk  index  of  leading  economic  indicators,  yang  menggunakan  gabungan  data  seperti  jumlah  penawaran  pekerjaan  dan  sentimen  konsumen  dan  sebagai barometer untuk menaksir kondisi ekonomi Jepang dalam beberapa bulan kedepan, turun 1.4 poin di bulan Juli. 

• Pekan ini data machinery orders Jepang untuk periode Juli akan menjadi fokus pasar, disampin sidang reguler The Fed. Jika data dirilis buruk, maka akan memicu  tekanan jual untuk yen.


AUSTRALIA
• Australia  dan  New  Zealand  dollar  menguat  Jumat  lalu,  karena  pasar  menyukai  rencana  European  Central  Bank  untuk  menangani  krisis  utang  dan  banyaknya isyarat dari stimulus Cina.     

• Aussie dollar <AUD=D4> naik ke level $1.0321, level terkuatnya dalam mingguan dan naik dari level terendahnya dalam dua bulan $1.0165. Resistance  terdapat di level $1.0335, 38.2 persen dari penurunan bulan Agust‐Sept.  

• Dorongan  awal  berasal  dari  Kamis  sebelumnya  setelah  ECB  merilis  suatu  potensi  program  pembelian  obligasi  yang  tidak  terbatas  untuk  membantu  menurunkan borrowing costs dalam areanya.  

• Terpaan berikutnya setelah media yang dimiliki negara melaporkan regulator Cina telah menyetujui 30 proyek infrastruktur dalam suatu gerakan untuk  mendorong pelemahan ekonomi.   

• Janji investasi diikuti pengumuman dari hampir lusinan pemerintah lokal Cina dalam dua bulan yang lalu untuk membelanjakan sekitar 7 trilyun yuan.  

• Semua  pembelanjaan  ini  membantu  menghadapi  ketakukan  dari  hard  landing  untuk  ekonomi  terbesar  di  Asia  dan  dapat  mendorong  permintaan  dari  ekspor resource Australia. Suatu pelemahan dalam harga bijih besi, ekspor terbesar Australia, satu alasan negara melaporkan suatu defisit perdagangan  yang melebar pada bulan Juli dan telah menekan Aussie dalam minggu‐minggu ini. 

• Menteri Perdagangan Craig Emerson mempercayai Australia memiliki diversifikasi yang cukup untuk mengatasi pelemahan ekonomi  global.  

• Harga Australian bond futures turun mengikuti rencana dari European Central Bank (ECB) untuk mendukung pelemahan ekonomi regional.  


SWISS
• Swiss franc melemah terhadap euro Jumat lalu, terpukul ke level terendah dalam 3 ½ bulan yang terjadi sehari sebelumnya karena mata uang  tunggal menunjukkan penguatan dari rencana pembelian obligasi dari European Central Bank yang bertujuan menghentikan krisis zona euro.   

• The franc melorot ke level terendahnya sejak 24 Mei setelah ECB mengatakan akan meluncurkan program pembelian terbaru dan potensial yang  tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs.  

• The franc secara meluas diperdagangkan bersamaan dengan euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per euro tahun lalu untuk  meredam deflasi dan resesi setelah investor mengkhawatirkan krisis zona euro yang membawa the franc ke level tertingginya.  

• "To some extent the reassurance by Mario Draghi that the euro will stay in place is a good message to those who are panicking about the euro  and putting money into the Swiss franc," kata ekonom Sarasin Jan Poser.  

Friday, September 7, 2012

Headline News 07.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS ditutup ke level tertinggi bulanannya Kamis lalu, dengan indeks S&P 500 ditutup ke level tertingginya sejak sebelum ambruknya Lehman  Brothers karena investor menyambut baik program pembelian terkini obligasi Eropa yang bertujuan untuk meredam krisis utang regional. Bursa saham di  Eropa menguat dan euro naik Kamis lalu setelah European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasinya.   

• Presiden ECB Mario Draghi mengkonfirmasi ekspektasi pasar untuk potensi pembelian yang tidak terbatas pada obligasi jangka pendek dari negara‐negara  yang  mengimplementasikan  persetujuan  program  austerity  fiskal  dan  juga  mengatakan  bank  sentral  akan  secara  legal  berperingkat  sama  dengan  pembelian private investor pada obligasi yang sama.  

• Indek Dow Jones industrial average <.DJI> naik 244.52 poin, atau 1.87 persen, ke level 13,292.00. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 28.68  poin, atau 2.04 persen, ke level 1,432.12—level tertingginya sejak bulan Mei 2008. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 65.12 poin, atau 2.12  persen, ke level 3,134.39.   

• Sentimen juga didorong oleh menguat dari ekspektasinya data pada sektor jasa AS dan pasar tenaga kerja, yang mana pentingnya kedepan laporan non‐ farm Agustus Jumat malam ini.  

• Rally  meluas, dengan lebih  dari tiga perempat  saham‐saham yamg tercatat di New York  Stock  Exchange dan Nasdaq ditutup menguat. Grup  material,  finansial dan industri – yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi – memimpin kenaikan yang lebih dari 2 persen, yang memberikan indeks Dow kenakan  harian terbesarnya dalam dua bulan dan membantu Nasdaq kedepannya untuk menuju ke level tertinggi sejak tahun 2000.  

• Saham‐saham  teknologi  membantu  mendorong  indeks  Nasdaq  menuju  kinerja  terbaik  sejak  27  Juli.  SanDisk  Corp  <SNDK.O>  naik  8.4  persen  ke  level  $44.01 dan Micron Technology Inc <MU.O> bertambah 7.8 persen ke level $6.68. Indeks Dow didorong oleh Walt Disney Co <DIS.N>, yang naik 2.1 persen  kelevel tertinggi penutupannya yang pernah ada di level $51.86.      

• Euro  mencapai  level  puncaknya  terhadap  dollar  pada  perdagangan  yang  choppy  Kamis  lalu  setelah  European  Central  Bank  mengungkapkan  program  pembelian terbaru dan potensi yang tidak terbatas untuk mendorong dari krisis utang zona euro.  

• Yields Treasuries AS naik Kamis lalu karena para trader optimistik bahwa tingginya antisipasi Jumat ini pada laporan employment yang akan berada diatas  ekspektasi para ekonom dan setelah European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasinya.   

• Emas naik ke level tertinggi enam bulannya setelah European Central Bank menawarkan cukup rinci dari tujuan pembelian obligasinya untuk melindungi  euro dari aksi jual secara tajam. Spot emas <XAU=> naik 0.5 persen ke level $1,701.04 per ons pada pukul1350 GMT, yang telah naik ke level puncak  hariannya $1,713.79, tertinggi sejak bulan Maret.  

• Harga oil di settled menguat tetapi menghentikan level puncak Kamis lalu, didukung oleh penurunan persediaan crude oil AS, menguatnya data jobs dan  European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasi. Brent October crude <LCOc1> naik 40 sen untuk di settle ke level $113.49 per barrel,  setelah mencapai level $115.15. U.S. October crude naik 17 sen untuk di settle ke level $95.53 per barrel. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertingginya dalam enam bulan Kamis lalu setelah European Central Bank menawarkan cukup rinci dari  maksud program pembelian obligasi untuk melindungi euro dari aksi jual yang mendalam.  

• Presiden  ECB  Mario  Draghi  mengatakan  bank  menyetujui  untuk  meluncurkan  program  pembelian  terbaru  dan  potensial  yang tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs dari negara‐negara zona euro dan menggambarkan batasan krisis  utang.  

• Emas cenderung untuk menguntungkan dari lingkungan/situasi tingkat suku bunga rendah  dan menghasilkan banyaknya  penguatan  dalam  euro  terhadap  dollar  AS  yang  dapat  kedepannya  mendorong  rally,  meskipun  kenaikan  kemungkinan  terbatas dari antisipasi kedepannya pergerakan penting dari employment AS Jumat malam ini.      


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik lebih dari 1 persen Kamis lalu yang didorong oleh penurunan tajam dari persediaan crude oil AS, dukungan  data jobs dan pengumuman  dari European Central  Bank  pada  program pembelian obligasi untuk membantu menangani  krisis utang zona euro.  

• Cadangan  crude  AS  melemah  7.43  juta  barrel  minggu  lalu,  Energy  Information  Administration  mengatakannya  dalam  laporan mingguannya.  

• Penurunan tidaklah mengejutkan, dengan impor dan produksi Teluk Meksiko yang terganggu oleh badai topan Isaac, tetapi  penurunan lebih dari 5.3‐juta barrel dalam perkiraannya.  


EURO ZONE
• Euro bergerak menguat terhadap dolar pada hari Kamis setelah ECB memberikan indikasi akan melakukan pembelian obligasi dalam jumlah tak terbatas  untuk mengatasi krisis utang zona euro. Investor sebelumnya telah mengantisipasi kemungkinan hal ini dalam beberapa pekan terakhir, dan penjelasan  rinci dari Presiden ECB Mario Draghi pada konferensi pers secara umum sesuai dengan perkiraan mereka. 

• Penjelasan Draghi awalnya mengecewakan investor karena tidak banyak memberikan rincian baru mengenai langkah kebijakan ECB dan memicu tekanan  jual  euro,  namun  mata  uang  tunggal  Eropa  tersebut  kemudian  rebound  setelah  pasar  melihat  pernyataan  Draghi  adalah  tindaklanjut  dari  janji  yang  diucapkannya pada Juli lalu yang akan melakukan segala upaya untuk melindungi kelangsungan euro. 

• Euro terakhir bergerak menguat 0.2% di sekitar $1.2635, menjauhi level intraday low di $1.2559. Euro mencatat intraday high di $1.2650, level tertinggi  sejak awal Juli setelah ECB mempertahankan suku bunga di level 0.75%. Sementara sejumlah pelaku pasar memprediksi ECB akan menurunkan suku bunga  untuk mendongkrak perekonomiannya yang masih lesu. 

• Euro masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, namun investor nampaknya akan tetap berhati‐hati sebelum mendapat kejelasan dari putusan  Mahkamah Konstitusi Jerman mengenai dana bailout zona euro yang dijadwalkan akan diumumkan pada 12 September mendatang. 

• Menteri Ekonomi Jerman Philipp Roesler mengatakan bahwa pembelian surat utang oleh Bank Sentral Eropa bukan merupakan solusi permanen untuk  mengatasi masalah di kawasan dan menekankan bahwa prioritas utama yang harus dilakukan adalah melakukan reformasi struktural. 


U.K.
• Sterling  menguat  terhadap  euro  Kamis  lalu  setelah  investor  mendapatkan  sedikit  dari  yang  tidak  mereka  ekspektasi  dari  Presiden  ECB  Mario  Draghi mengenai rencana pembelian obligasi untuk menangani krisis utang zona euro.  

• Draghi mengatakan European Central Bank akan melakukan tanpa batas, pembelian obligasi jangka pendek dibawah kondisi yang ketat untuk  menenangkan  tekanan  pendanaan  dari  pemerintah  yang  mencari  bantuan.  Dia  menambahkan  bahwa  ECB  tidak  akan  mengekspektasi  membaiknya pemulihan daripada kreditor lainnya dalam hal terjadinya default/gagal bayar.  

• Komentarnya yang berhubungan dengan ekspektasi pasar setelah banyaknya rincian yang terungkap sebelumnya, yang berarti banyaknya berita  positif yang mengarah pada mata uang tunggal tersebut.  

• Bank of England terperangkap pada kebijakannya saat ini dari pembelian obligasi Kamis lalu, karena Inggris yang merayap keluar dari resesi dan  harapan berlanjut dari tingginya pergerakan yang dilakukan European Central Bank untuk menenangkan krisis zona euro.  


JAPAN
• Gubernur  Bank  of  Japan  Masaaki  Shirakawa  pada  hari  Kamis  memperingatkan  adanya  hambatan  untuk  proses  pemulihan  ekonomi  negara  seperti  pelambatan ekonomi China dan yen yang terus menguat yang menekan sektor ekspor dan sentimen korporasi.  Tapi dia menawarkan sedikit petunjuk mengenai kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut akan segera digulirkan dan memperingatkan agar tidak  mengharapkan  terlalu  banyak  dari  bank  sentral,  dengan  mengatakan  bahwa  kebijakan  ultra‐longgar  hanya  bisa  mengulur  waktu  dan  tidak  akan  menyelesaikan masalah mendasar yang menghambat pertumbuhan. 

• Shirakawa mempertahankan pandangan  bahwa ekonomi  Jepang  sedang menuju  pemulihan  moderat tapi memperingatkan bahwa kunci  utama  adalah  apakah  pertumbuhan  di  luar  negeri  akan  membaik,  sementara  permintaan  domestik  tetap  kuat,  menunjukkan  memudarnya  keyakinan  terhadap  kemajuan pemulihan ekonomi. 

• BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun  kemungkinan  belum  akan  mengubah  kebijakannya  hingga  30  Oktober,  ketika  me‐review  proyeksi  harga  dan  ekonomi  jangka  panjang  dalam  laporan  semesterannya. Dolar bergerak stabil terhadap yen di 78.40 yen pada Rabu kemarin.   

• Dolar terakhir tercatat menguat 0.7% terhadap yen di level 78.94 yen, setelah mencatat intraday high di 79.02 yen, pasca rilis data payrolls sektor swasta  AS dan laporan mengenai pertumbuhan di sektor jasa AS.     

• Sektor swasta AS dilaporkan menambah 201.000 pekerjaan di bulan Agustus, jauh melampaui ekspektasi pasar. Laporan ini dirilis sehari menjelang rilis  data non‐farm payrolls AS periode Agustus yang diprediksi akan mencatat penambahan pekerjaan sebanyak 125.000. 

• Dolar berhasil menembus di atas level 79 yen ke level tertinggi 2 pekan setelah laporan menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa AS meningkat di bulan  Agustus dipicu rebound pada sektor tenaga kerja dan ekspor. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mendapatkan kembali kenaikannya Kamis lalu, mengikuti penurunan tajamnya baru‐baru ini, dibantu oleh aksi  beli yang terjadi diikuti penurunan yang mengejutkan pada tingkat pengangguran Australia.  

• Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0227, dari level $1.0195 pada awal perdagangannya dan dari level terendah dua bulannya  $1.0165. Telah  anjlok lebih dari 4 persen pada bulanan dari anjloknya harga komoditas dan kekhawatiran mengenai perlambatan (ekonomi) Cina.  

• Mata uang lokal mendapatkan perangsang setelah data yang menunjukkan jobless rate/tingkat pengangguran turun menjadi 5.1 persen pada  bulan Agustus, terhadap perkiraan yang naik menjadi 5.3 persen, meskipun gambaran lainnya yang mencatatkan turunnya pasar tenaga kerja.   

• Employment  melemah  8.800  jobs  versus  ekspektasi  yang  naik  5.000,  sementara  itu  participating  rate  turun  menjadi  65.0,  level  terendahnya  dalam lima tahun. 

• Harga Australian bond futures telah anjlok, setelah data resmi menunjukkan penurunan pada tingkat pengangguran. 


SWISS
• Swiss franc merosot ke level terendahnya dalam bulanan terhadap euro Kamis lalu, dengan mata uang  tunggal didukung oleh harapan dari usaha  terkini European Central Bank untuk menangani krisis utang zona euro.   

• The franc merosot ke level terendahnya 1.20591 pada trading platform EBS Kamis lalu, level terendahnya sejak 6 Agustus.  

• Mata uang tunggal menguat dari laporan European Central Bank dapat dengan segera untuk memperkenalkan suatu yang tidak terbatas, dari  program steriliasi dari pembelian obligasi. Meeting kebijakan ECB pada Kamis lalu memberikan rincian dari program pembelian obligasi terbaru.  

• The franc telah diperdagangkan secara meluas dalam kisaran yang tipis terhadap euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per  euro tahun lalu untuk mengantisipasi deflasi dan resesi.  

Thursday, September 6, 2012

Headline News 06.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS ditutup keluar dari rangkaian volume perdagangan tipisnya Rabu lalu, dengan investor bertahan kedepannya dari meeting penting dari  European Central Bank, yang mana dapat mengumumkan langkah kebijakan terkini untuk membantu menyelesaikan krisis utang zona euro.   

• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 11.54 poin, atau 0.09 persen, ke level 13,047.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 1.51 poin,  atau 0.11 persen, ke level 1,403.43. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 5.79 poin, atau 0.19 persen, ke level 3,069.27. 

• Laporan  yang  cukup  untuk  menekan  pasar  saham  Eropa  dan  AS.,  yang  mana  telah  ditekan  oleh  meningkatnya  kekhawatiran  mengenai  perekonomian  global  setelah  bursa  saham  Hong  Kong  tertekan  ke  level  terendahnya  dalam  enam  minggu  dan  FedEx  <FDX.N>,  perusahaan  jasa  pengiriman  terbesar  kedua dunia, yang memangkas perkiraan profit berkenaan dengan outlook ekonomi yang melemah.  

• Bursa saham dibuka merosot, terpukul FedEx Corp <FDX.N>, yang mana Selasa sebelumnya memangkas outlook profit kuartalan pada pelemahan ekonomi  global. FedEx dipertimbangkan pada economic bellwether karena perannya sebagai perusahaan shipping No. 2 didunia. Sahamnya melorot 2 persen ke  level $85.80, United Parcel Service <UPS.N> anjlok 2.4 persen ke level $71.94 dan indeks Dow Jones Transportation <.DJT> berkurang 1.1 persen.  

• Euro  naik  Rabu  lalu  setelah  media  melaporkan  bahwa  European  Central  Bank  kemungkinan  membeli  dalam  jumlah  yang  tidak  terbatas  pada  obligasi  pemerintah jangka pendek untuk menenangkan krisis keuangan regional.  

• Pasar  telah mengekspektasi Presiden  ECB  Mario  Draghi  untuk menungkapkan rencana  penting pada  policy meeting perbankan Kamis  ini. Laporan dari  Bloomberg Rabu lalu bahwa perkiraan pembelian obligasi dari beberapa negara zona euro dapat tidak terbatas terhalau dari beberapa keraguan mengenai  besaran program tersebut.  

• Yield  Treasuries  AS  naik  Rabu  lalu  karena  investor  menunggu  tingginya  antisipasi  meeting  European  Central  Bank  Kamis  ini,  ketika  bank  sentral  di  ekspektasi untuk mengambil langkah agresif untuk mencoba meredam krisis utang zona euro dan menjaga keutuhan mata uang bersama.   

• Harga emas turun dari level tertinggi dalam enam bulannya Rabu lalu, dan volume perdagangan yang tipis karena investor menunggu pada hasil meeting  European Central Bank. Spot emas <XAU=> sedikit merosot 0.14 persen ke level $1,691.85 per ons pada pukul 3.23 p.m. EDT (1923 GMT).  

• Harga Brent crude anjlok Rabu lalu, sementara itu crude AS sedikit naik dalam perdagangan yang naik turun dari kedepannya meeting European Central  Bank dan laporan U.S. August payrolls karena investor menunggu tindakan bank sentral dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Brent  October  crude <LCOc1> turun $1.09  untuk  di settle ke level  $113.09 per barrel  Rabu,  setelah  anjlok ke level  terendahnya $112.73. U.S. October  crude  <CLc1> sedikit naik 6 sen untuk di settle ke level $95.36 per barrel, yang sempat anjlok ke level $94.26 dan kemudian mencapai level $96.03 pada pasca  settlement trading.  



GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot Rabu lalu karena investor masih mengkhawatirkan kedepannya meeting European Central Bank dan the Fed  AS, meskipun tidak tidak berada jauh dari level tertinggi yang mendekati enam bulannya yang terjadi sehari sebelumnya.   

• Pelemahan  dalam  emas  terjadi  meskipun  rally  pada  euro,  dari  laporan  media  bahwa  ECB  akan  mengungkapkan  secara  terbatas program sterilisasi dari pembelian obligasi pada meeting Kamis ini. 

• Investor emas  telah  mengekspektasi  bahwa ECB akan  mengumumkan  rincian  Kamis ini dari  program pembelian  obligasi  untuk menekan borrowing cost Spanyol dan Italia kedepannya dari laporan yang yang bocor, tetapi terguncang dari rincian  yang terungkap. 


OIL & COMMODITIES
• Harga Brent crude tertekan Rabu lalu, sementara itu crude AS naik turun dalam perdagangan yang volatile dari kedepannya  meeting European Central Bank, dengan investor tidak pasti mengenai apa tindakan pejabat perbankan yang dapat diambil  untuk mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi.  

• Crude futures membagi penurunannya dan saham‐saham Eropa mencapai level tertingginya dari laporan bahwa ECB siap  untuk menurunkan preferensi status kreditor pada obligasi pemerintah yang dibeli. Meeting Kamis ini di ekspektasi untuk  diikuti oleh Presiden ECB Mario Draghi yang mengungkapkan rincian selanjutnya pada rencana pembelian obligasi.  


EURO ZONE
• Euro berhasil menguat pada hari Rabu dipicu laporan bahwa ECB akan membeli lebih banyak obligasi pemerintah dari negara‐negara zona euro yang terlilit utang  untuk mencegah krisis perbankan di kawasan.  Presiden ECB  Mario  Draghi  diperkirakan akan  memberikan keterangan  rinci  mengenai  program  pembelian  obligasi  bank  sentral  setelah  sidang  reguler  ECB  hari  Kamis ini. Berdasarkan laporan Bloomberg pada hari rabu kemarin, ECB diprediksi akan membeli dalam jumlah tak terbatas untuk obligasi sejumlah negara seperti  Spanyol dan Italia. Laporan tersebut telah memicu aksi beli euro terhadap dolar dan juga mata uang komoditi seperti Aussie dan dolar Kanada.  Namun ECB kemungkinan akan berhati‐hati dalam memutuskan program pembelian obligasinya terkait masalah penolakan bank sentral Jerman. 

• Selanjutnya yang juga turut menambah rally pada euro adalah laporan dari Reuters yang mengatakan bahwa ECB siap untuk melepaskan status senioritas obligasi  pemerintah yang dibeli melalui program baru, yang berarti investor swasta tidak akan berada pada level yang lebih rendah dalam restrukturisasi utang zona euro. 

• Euro berhasil rebound dan bergerak menguat 0.3% di sekitar $1.2602 mendekati level tertinggi 2 bulan di $1.2636 yang dicapai hari Jumat, setelah sempat terkoreksi  ke level intraday low $1.2500. 

• Namun sebagian pelaku pasar juga ragu mengenai kemungkinan ECB akan memberikan sikap yang tegas usai sidangnya hari Kamis ini. 

• Sementara  itu,  data  hari  Rabu  kemarin  menunjukkan  sektor  jasa  Perancis  dan  Jerman  mengalami  kontraksi  di  bulan  Agustus,  menunjukkan  krisis  ekonomi  kian  meluas di zona euro dan menambah peluang bagi ECB untuk memangkas suku bunganya dalam beberapa bulan kedepan. Credit Agricole memprediksi akan terjadi  pemangkasn suku bunga sebesar 25 basis poin pada sidang ECB Kamis ini dan akan berpotensi memicu tekanan jual euro. 

• Disamping sidang ECB, pasar juga tengah menantikan rilis data non‐farm payrolls AS pada hari Jumat besok. Jika data dirilis lebih buruk dari perkiraan, maka akan  menambah spekulasi dilanjutkannya program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed yang bisa jadi akan terjadi dalam bulan ini. 


U.K.
• Sterling naik ke level tertinggi dalam 3‐1/2 bulan terhadap dollar, bergerak dalam keseimbangan dengan euro, dari pembicaraan bahwa  European Central Bank yang menempatkan di tempat yang terbatas program pembelian obligasi yang bertujuan menurunkan borrowing  costs untuk Spanyol dan Italia.  

• Mitra dagang terbesar zona euro adalah Inggris dan meredanya krisis utang suatu yang positif untuk sterling, terutama terhadap dollar.  Pertemuan ECB Kamis ini dan meluasnya ekspektasi untuk mengumumkan program pembelian obligasi. 

• Laporan  Bloomberg  mengatakan  rencana  Presiden  ECB  Mario  Draghi  termasuk  pembelian  yang  tidak  terbatas  sejumlah  obligasi  pemerintah, tetapi pembelian akan disterilisasi.  


JAPAN
• Ekonomi global membuat proses pemulihan ekonomi Jepang memakan waktu lebih lama dan Bank of Japan harus bertindak tegas bila perlu,  demikian  pernyataan  anggota  dewan  Bank  sentral  pada  Rabu  kemarin,  sinyal kesiapan  untuk  menawarkan  stimulus  moneter  lebih  lanjut  jika  prospek  pemulihan  di  negara  itu  terancam.  Ryuzo  Miyao,  yang  dianggap  sebagai  salah  satu  anggota  dewan  yang  paling  pesimis  tentang  pemulihan ekonomi Jepang, memperingatkan bahwa risiko untuk negara ekonomi terbesar ketiga di dunia itu meningkat karena yen yang terus  menguat dan perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan.  Kondisi tersebut dapat berarti bahwa ekspor dan output tidak dapat melakukan pemulihan dalam jangka pendek.  Namun,  ia  tidak  benyak  memberikan  petunjuk  mengenai  kapan  BOJ  selanjutnya  akan  bertindak,  hanya  mengatakan  bahwa  ia  akan  hati‐hati  dalam  menilai  apakah  tumbuh  tanda‐tanda  mengkhawatirkan  bagi  perekonomian  Jepang,  seperti  menumpuknya  stok  (inventory)  dan  melemahnya outlook untuk belanja modal, hanya bersifat sementara. 

• Ekonomi Jepang diprediksi akan tumbuh lebih baik dibanding negara industri maju lainnya, dengan perkiraan ekspansi 2.2% di tahun ini hingga  Maret  2013,  menyusul  dukungan  dari  stimulus  pemerintah  dan  belanja  untuk  pembangunan  kembali  sarana  yang  rusak  akibat  gempa  dan  tsunami  tahun  lalu.  Namun  sebagian  pelaku  pasar  melihat  bahwa  dampak  dari  rekonstruksi  tersebut  akan  memudar  di  akhir  tahun  sehingga  ekonomi Jepang lebih rentan tekanan dari kondisi eksternal. 

• BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun kemungkinan belum akan mengubah kebijakannya hingga 30 Oktober, ketika me‐review proyeksi harga dan ekonomi jangka panjang  dalam laporan semesterannya. Dolar bergerak stabil terhadap yen di 78.40 yen pada Rabu kemarin.  


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar berada mendekati level terendah dalam enam minggu Rabu lalu, ditekan oleh anjloknya harga komoditas dan  melambatnya (pertumbuhan ekonomi) Cina meskipun data menunjukkan perekonomian Australia bertumbuh pada fase terbaiknya pada kuartal  terakhir.  

• Aussie  <AUD=D4>  turun  ke  level  terendahnya  $1.0162,  level  terendahnya  sejak  25  Juli,  dari  level  $1.0285  pada  perdagangan  lokal  Selasa  sebelumnya. Telah diperdagangkan pada level $1.0200 dengan chart mengarahkan pada penurunan lanjutan. 

• Australia  telah  menorehkan  sesuatu  yang  belum  terjadi  sebelumnya  dalam  21  tahun  dari  berlanjutnya ekspansi  ekonomi,  tetapi  bank  sentral  kemungkinan telah memiliki tujuan sebelum akhir tahun jika pengambangan berlanjut.  


SWISS
• Seorang jurubicara dari Swiss National Bank Rabu lalu menolak komentar pada pembicaraan pasar pada pembelian euro untuk membatasi level  1.20 francs per euro.  

• "We aren't commenting," jurubicara Walter Meier mengatakannya.   

• Euro naik Rabu lalu menjadi 1.2015 francs <EURCHF=R> pada trading platform EBS, level terkuatnya sejak 8 Agustus.   

• Consumer prices Swiss turun ke fase terlemahnya pada bulan Agustus daripada bulan sebelumnya, data menunjukkannya Rabu lalu, berlanjutnya  dukungan kebijakan bank sentral pada pembatasan penguatan the franc untuk melindungi deflationary spiral. 

• Pasar real estate Swiss yang booming menunjukkan naiknya resiko pada stabilitas tingkat kesehatan negara, wakil ketua bank sentral mengatakan  Rabu lalu.  

• "Switzerland is facing an increasing risk, both of defaults in the mortgage market and a sizable correction in property prices, either of which might  impair financial stability in the medium term," Jean‐Pierre Danthine mengatakannya dalam konferensi di Zurich.   

Wednesday, September 5, 2012

Headline News 05.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham Amerika ditutup beragam, sedangkan euro merosot menyusul kekhawatiran investor yang menunggu kejelasan tentang rencana ECB untuk  menopang negara‐negara yang dililit utang, namun penguatan akhir sesi oleh Apple Inc <AAPL.O> membantu mendorong bursa saham dari posisi day low‐ nya.  Apple,  yang  merupakan  perusahaan  terbesar  di  Amerika  memiliki  pengaruh  kuat  pada  indeks,  setelah  sahamnya  naik  1,5  persen  dan  membantu  mengikis kerugian yang lebih luas. Apple diperkirakan akan merilis iPhone 5 pada sebuah acara di San Francisco 12 September mendatang. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> anjlok 54.90 poin, atau 0,42 persen, ke 13,035.94. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> turun 1,64 poin, atau  0,12 persen, ke 1,404.94. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 8,09 poin, atau 0,26 persen, ke 3,075.06. 

• Namun,  sentimen  tersebut  gagal  untuk  menopang  kinerja  sejumlah  aset  lain,  seiring  berlanjutnya  fokus  investor  global  yang  mengamati  tanda‐tanda  bahwa ECB akan melanjutkan pembelian obligasi untuk menopang ekonomi kawasan. Turut menambahkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi  global adalah rilis data manufaktur AS yang terkontraksi paling dalam sejak lebih dari 3‐tahun terakhir. 

• Data yang mengecewakan tersebut menambah kesuraman seiring proyeksi rilis data nonfarm payrolls pada sesi Jumat, yang diperkirakan juga mengalami  penurunan  sektor  ketenagakerjaan  Amerika.  Kumpulan  data‐data  tersebut  meningkatkan  ekspektasi  bahwa  The  Fed  tetap  membuka  kemungkinan  pemberlakuan QE3, dengan menyatakan bahwa stagnasi dalam pasar tenaga kerja Amerika adalah "keprihatinan serius". 

• Euro <EUR=>merosot terhadap dolar, jatuh ke 1,2564, setelah sempat naik hingga level 1,2627 pada awal sesi. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 2‐tahun <ES2YT=TWEB> turun menjadi 3,038 persen, terendah sejak awal April, di tengah harapan adanya tindakan dari  ECB, sementara imbal hasi obligasi Italia tenor 2‐tahun <IT2YT=TWEB> turun menjadi 2,43 persen, terendah sejak akhir Maret. Obligasi Amerika tenor 10‐ tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya berada pada kisaran 1,5756 persen. 

• ECB  diperkirakan  akan  mengungkap  rencana  pembelian  utang  baru  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan  pada  sidangnya  Kamis  06  September,  ECB  diperkirakan juga bisa memangkas suku bunga acuan karena kondisi ekonomi kawasan Uni Eropa yang menuju resesi.  

• Lemahnya rilis data ekonomi Amerika juga turut membebani kinerja bursa saham Eropa, menambah ketidakpastian di pasar keuangan . The FTSEurofirst  300 <FTEU3.> berakhir turun 1,1 persen ke 1,079.12, meskipun dalam volume perdagangan tipis hanya 62 persen dari rata‐rata perdagangan harian dalam  90‐hari terakhiri. Indeks ekuitas dunia The MSCI <MIWD00000PUS.> turun 0,5 persen ke 321,13. 

• Harga minyak turun karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi. Brent crude Oktober <LCOc1> turun 1,60 USD, atau 1,38 persen ke  114,18 USD per barel. US crude Oktober <CLc1> turun 1,17 USD, atau 1,21 persen ke 95,30 USD per barel. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat pada level tertinggi dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu, karena melemah dari ekspektasinya data ekonomi AS  yang  mengharapkan  the  Fed  akan  mengambil  langkah  terkini  untuk  menstimulasi  negara  dengan  ekonomi  terbesar  didunia  tersebut. 

• Emas rally ke level  $  1.698 per  ons,  level  yang tidak terlihat  hampir enam bulan, setelah data  yang  menunjukkan manufaktur  melambat pada bulan Agustus. Tetapi metal kembali turun setelah mencapai level teknikal resistance yang mendekati $ 1.700 dan  karena euro melorot terhadap dollar. 

• Ketua the Fed Ben Bernanke dalam pidatonya minggu lalu memperkirakan bank sentral kemungkinan menggunakan langkah yang  tidak  biasanya  untuk  menjaga  tingkat  suku  bunga  rendah,  yang  mana  menekan  aset‐aset  yang  tergantung  pada  pertumbuhan  seperti komoditas dan saham.  

• Investor  memegang  lebih  banyak  emas  melalui  exchange‐traded  funds  daripada  masa  sebelumnya,  setelah  aliran  (dana)  yang  besar pada metal terhadap produk‐produknya dalam bulan Agustus.  

• Kemungkinan European Central Bank memperkenalkan rencananya Kamis ini untuk sepenuhnya membalikkan krisis utang yang  menekan zona euro ke dalam resesi yang memberikan mata uang tunggal Eropa suatu dorongan, yang mendorong harga emas  dalam euro ke level tertingginya tahun ini.  

• Dollar kedepannya memangkas kenaikan terhadap dollar setelah survei menunjukkan manufaktur AS melorot kefase terdalamnya  yang lebih dalam tiga tahun pada bulan Agustus, rangkaian kontraksi dalam tiga bulannya, dan perusahaan‐perusahaan sektor  tersebut mengangkat karyawan lebih sedikit sejak akhir tahun 2009. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  melemah  Selasa  lalu  karena  permasalahan  mengenai  perlambatan  pertumbuhan  ekonomi  dan  tertahannya  permintaan dari petroleum yang terhambat harapan untuk stimulus moneter dari bank sentral di AS dan Eropa.  

• Pelemahan  data  manufaktur  AS  untuk  bulan  Agustus  dan  laporan  penurunan  pada  construction  spending  bulan  Juli  menekan pada oil dan ekuitas di Wall Street. 

• "You need to see demand coming through," kata Michael Hewson, seorang analis pasar pada CMC Markets di London. "And  the only way you are going to get demand growth is if oil prices fall. Any upside in oil is going to be limited." 

• Crude futures terdorong menguat sebelum sinyal‐sinyal yang berseberangan dari bankir Eropa berkenaan dengan potensi  langkah stimulus yang membantu mendorong dollar terhadap euro. Penguatan dollar tidak biasanya bearish pada oil yang  berdenominasi dollar.  

• Terbatasnya penurunan harga oil, dengan industri oil AS memulai kembali operasi yang terhenti oleh badai Topan Isaac.  Hingga  Senin  sebelumnya  yang  mendekati  60  persen  dari  produksi  oil  lepas  pantai  dari  Teluk  Meksiko  masih  terhenti,  menurut laporan pemerintah AS.  


EURO ZONE
• Euro  melemah  terhadap  dolar  AS  menyusul  berkembangnya  kekhawatiran  investor  akan potensi  kurangnya  detil  rencana  ECB  dalam  menangani  krisis  hutang  Uni  Eropa.  Namun  demikian  euro  masih  bergerak  dalam  kisaran  relatif  sempit,  investor  nampaknya  cenderung  mengambil  sikap  berhati‐hati  menjelang sidang ECB Kamis 06 September. Hingga akhir sesi New York euro tercatat melemah 0,27 persen terhadap dolar AS ke 1.2565. 

• Perhatian  pelaku  pasar  masih  akan  tertuju  pada  sidang  ECB  pekan  ini,  dimana  rumor  mengenai  perkembangan  progress  rencana  ECB  terus  bergulir,  meningkatkan harapan investor bahwa ECB akan mengumumkan langkah terbaru guna meredam tingginya imbal hasil obligasi beberapa negara kawasan  Uni  Eropa.  Meskipun  demikian,  sebagian  analis  mewaspadai  kemungkinan  jika  hasil  sidang  ECB  nantinya  akan  mengecewakan  para  investor,  yang  potensial memberikan tekanan bagi euro.  

• Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan bahwa KTT Uni Eropa 18‐19 Oktober akan memberikan solusi final bagi penanganan krisis Uni Eropa,  bukan hanya ditujukan untuk Yunani tapi juga untuk Spanyol. Pemerintah Spanyol hingga kini masih berkeras belum secara resmi meminta bailout dari Uni  Eropa. Sementara itu Perdana Menteri Italia Mario Monti menyatakan bahwa Uni Eropa harus mengambil langkah bersama guna menekan tingginya imbal  hasil obligasi beberapa negara di kawasan tersebut.  


U.K.
• Sterling akhirnya ditutup melemah terhadap dolar AS setelah sempat menguat baik terhadap dolar dan euro pada sesi Selasa ditunjang rilis data aktifitas  sektor jasa yang mengungguli ekspektasi, mendukung spekulasi bahwa ekonomi Inggris akan dapat bangkit dari resesi. Sterling mencapai level tertinggi  sepanjang 2‐pekan terakhir terhadap dolar AS di 1.5909 sebelum akhirnya tercratat melemah 0,12 persen ke 1.5870 hingga akhir sesi New York. 

• Data aktifitas sektor jasa Inggris yang dilansir oleh Markit/CIPS menunjukkan kenaikan pada periode Agustus menjadi 53.7, jauh mengungguli perkiraan  sebesar 51.1. Data tersebut menguatkan ekspektasi bahwa ekonomi Inggris pada akhirnya akan bisa bangkit dari resesi, mengingat sektor jasa mencakup  lebih dari 70 persen dari total ekonomi Inggris. Data tersebut seharusnya dijadwalkan rilis sesi Rabu 05 September, namun Markit/CIPS menyatakan  merilisnya sesi Selasa pasca ketidaksengajaan rilis data tersebut oleh pihak Reuters.  

• Aktifitas  sektor  konstruksi  mengalami  kontraksi  pada  periode  Agustus  sehubungan  penurunan  order  terpesat  sejak  2009  silam.  Kontraksi  ini  semakin  meningkatkan kegamangan investor akan potensi pemulihan ekonomi, walaupun sektor kontruksi hanya mencakup 10 persen dari total ekonomi Inggris.  Pemerintah  Inggris  sebenarnya  sudah  meluncurkan  berbagai  langkah  untuk  mempertahankan  pertumbuhan  sektor  konstruksi,  diantaranya  dengan  memberikan komitmen bantuan senilai 50 miliar poundsterling dalam bentuk infrastruktur dan investasi bangunan perumahan dengan jaminan tertentu. 


JAPAN
• Dolar AS menguat terhadap yen pada sesi Selasa, ditunjang oleh maraknya aksi beli para investor Jepang pasca penurunan tajamnya sejak high 79.66.  Meskipun demikian, dolar/yen masih bergerak dalam kisaran terbatas, gagal menembus level support penting dibawah level 78.00. Hingga akhir sesi New  York, dolar AS tercatat menguat 0,1 persen terhadap yen ke level 78.41. 

• Bank of America Merril Lynch, Credit Suiise Group AG dan BNP Paribas SA memperkirakan GDP Jepang akan kembali terkontraksi pada triwulan ketiga‐ 2012 ini. Jika terjadi, maka akan merupakan kontraksi pertama sejak awal 2012 dimana saat itu Jepang dilanda tsunami dan gempa bumi.  

• Kebuntuan  politik  di  Jepang  berkaitan  kubu  oposisi  yang  menghalangi  persetujuan  majelis  rendah  Jepang  terhadap  perundang‐undangan  yang  memungkinan penerbitan obligasi senilai 490 miliar USD (38,3 triliun yen, kemudian berpotensi memaksa Perdana Menteri Yoshihiko Noda mengadakan  pemilu  lebih  awal.  Berdasarkan  pemerintah,  jika  undang‐undang  tersebut  tidak  segera  ditetapkan,  batas  hutang  Jepang  akan  segera  terlampaui  pada  periode  Oktober  mendatang.  Selain  itu  juga  terdapat  ancaman  ketidakmampuan  pemerintah  untuk  menggelontorkan  stimulus  fiskal  guna  menunjang  pemulihan ekonomi negara tersebut.Hutang Jepang saat ini melebihi 200 persen dari total GDP negeri matahari terbit tersebut.


AUSTRALIA
• Bank sentral Australia mempertahankan tingkat suku bunga pada level 3.5 persen dalam rangkaian tiga bulannya Selasa lalu yang mengatakan  pemangkasan  sebelumnya  belum  benar‐benar  terasa  pengaruhnya,  meskipun  penambang  lokal  lainnya  menyalahkan  export  prices  yang  memangkas rencana ambisi untuk ekspansi.  

• Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  menutup  policy  meeting  bulan  Septembernya  dengan  menyuarakan  kehati‐hatian  pada  optimistik  ekonomi  domestik, suatu gambaran yang seharusnya didukung oleh gambaran pertumbuhan kuartal keduanya yang dirilis Rabu ini.  

• Namun terdapat juga pengakuan yang meragukan Cina, suatu perubahan untuk bank sentral yang telah teguh dengan optimistik pada ekonomi  negara terbesar di Asia tersebut dan pasar ekspor Australia yang paling berharga.  

• Harga  Australian  bond  futures  melorot  setelah  bank  sentral  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  pada  level  3.5  persen  dan  mengatakan  keyakinannya bahwa permasalahan ekonomi Eropa akan diselesaikan.  


SWISS
• Swiss  franc  diperdagangkan  sedikit  menguat  terhadap  dollar  Selasa  lalu,  yang  mencatatkan  penguatan  euro  dan  secara  luas  mengabaikan  pelemahan dari ekspektasinya data pertumbuhan ekonomi kuartal keduanya.  

• Gross domestic product (GDP) turun 0.1 persen dalam kuartal keduanya dibandingkan dengan kuartal pertama, dari gambaran revisi 0.5 persen  untuk pertama kalinya dalam tiga bulan dan dibawah rata‐rata perkiraan analis untuk pertumbuhan 0.2 persen.  

• Perekonomian Swiss tidak diekspektasi merosot dalam kuartal kedua karena krisis zona euro terkena pada negara yang telah kelihatan secara  relatif kebal terhadap mitranya, yang memberikan kedepannya pembenaran terhadap bank sentral untuk membatasi kenaikan the franc.  

• Kontraksi yang mengejutkan 0.1 persen yang menggambarkan perkembangan di Swiss, permasalahan pada blok euro mulai menekan mitranya  yang sebelumnya terlihat kuat.