title cover

title cover

Tuesday, September 11, 2012

Headline News 11.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  Amerika  melemah  pada  sesi  Senin  diikuti  pelemahan  euro  menjelang  potensi  pemberlakuan  stimulus  keuangan  terbaru dari The Fed dan ECB. Pasar masih menantikan keputusan The Fed dalam pertemuan dwi‐hariannya, pelaku pasar juga  akan  menantikan  hasil  keputusan  dari  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  mengenai  apakah  Jerman  akan  berkontribusi  pada  dana  penyelamatan zona euro. Putusan tersebut sangat penting untuk rencana ECB dalam mengendalikan biaya pinjaman Spanyol dan  Italia. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> turun 52.35 poin, atau 0,39 persen, ke 13,254.29. Indeks The Standard & Poor 500 <. 
SPX> turun 8,84 poin, atau 0,61 persen, ke 1,429.08. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 32.40 poin, atau 1,03 persen,  ke 3,104.02. 

Saham American International Group Inc <AIG.N> turun 0,02 persen setelah Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan  menjual  sebagian  besar  sahamnya  di  perusahaan  asuransi  tersebut,  hal  tersebut  akan  membuat  pemerintah  menjadi  investor  minoritas untuk pertama kalinya sejak perusahaan tersebut diselamatkan dari jurang krisis keuangan empat tahun lalu.  

Sementara  itu  Cina  melaporkan  impornya  turun  2,6  persen  pada  Agustus  dibanding  tahun  sebelumnya,  berlawanan    dengan  ekspektasi  ekonom  yang  memperkirakan  kenaikan  3,5  persen.  Investor  menjual  saham‐saham  teknologi  skala  besar  yang  performanya cukup bagus  sepanjang tahun ini. Data impor Cina yang memburuk turut menambah aksi jual investor pada sektor  teknologi. 

Indeks saham global MSCI <. MIWD00000PUS> turun 0,43 persen. Bursa saham di London <FTSE.>, Paris <. FCHI> dan Frankfurt <. GDAXI> juga mengalami penurunan. 

Pemilihan  umum  di  Belanda  pada  sesi  Rabu  juga  dapat  mempengaruhi  outlook  investor  jika  pemilih  di  Belanda  memilih  pemerintah yang kurang berkomitmen pada kesatuan euro. 

Bursa  saham  global  sempat  naik  ke  level  tertinggi  sejak  4‐tahun  terakhir  pada  pekan  lalu  setelah  ECB  mengatakan  siap  untuk  membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas. Berita mengenai ECB tersebut mendongkrak bursa saham Eropa ke level tertinggi  sejak 13‐bulan dan euro naik mencapai level tertinggi dalam 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS. 

Euro <EUR=> melemah terhadap dolar AS pada sesi awal pekan ini, merupakan pelemahan pertama kalinya dalam 4‐sesi terakhir,  turun 0,37 persen ke 1,2759, setelah pada sesi Jumat sempat naik hingga 1,2817. Namun demikian proyeksi QE3 oleh The Fed  diperkirakan akan membatasi penurunan. 

Obligasi  Amerika  relatif  stagnan,  didukung  oleh  potensi  pembelian  besar‐besaran  oleh  The  Fed.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  obligasi pemerintah AS tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,66 persen dibanding 1,58 persen pada sesi  penutupan Jumat. 

Emas bertahan di level tertinggi dalam 6‐bulan terakhir didukung oleh ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan oleh The Fed.  Harga  spot  emas  <XAU=>  ditutup  pada  kisaran  1,725.20  USD  per  ounce,  setelah  pekan  lalu  naik  sebesar  2,7  persen,  yang  merupakan kinerja positif mingguan dalam 3‐pekan berturut‐turut. 

Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober <LCOc1> naik 56 sen atau 0,49 persen ke 114,81 USD per barel.  Minyak mentah AS <CLc1> naik 12 sen atau 0,12 persen ke 96,54 USD per barel. Para analis berpendapat bahwa ekspektasi akan  stimulus  keuangan  dari  the  Fed  untuk  merangsang  pertumbuhan  ekonomi  dimentahkan  oleh  tekanan  dari  data  ekonomi  Cina  yang lemah, mengangkat kekhawatiran tentang permintaan minyak.  


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Senin lalu karena aksi ambil untung, tetapi bertahan mendekati level tertinggi enam bulannya setelah anjloknya  laporan dari pasar tenaga kerja AS/data payrolls yang mendorong harapan bahwa the Fed dapat melakukan stimulus terkini untuk  Kamis  ini.  Dengan  tingginya  ekspektasi  untuk  pengambil  kebijakan  AS  dalam  memberi  sinyal  sedini  mungkin  karena  Kamis  ini  mereka kemungkinan mengambil langkah untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya.  

Laporan bulanan employment AS Jumat lalu menunjukkan lebih sedikitnya lapangan kerja yang dibuat daripada ekspektasinya,  yang mendorong harga emas naik lebih dari 2 persen, kenaikan terkuat satu hari dalam bulan ini.   

Emas telah naik dilatarbelakangi meningkatnya ekspektasi untuk mendukung perekonomian AS oleh the Fed, kemungkinan awal  Kamis ini ketika bank sentral merilis Federal Open Market Committee (FOMC) untuk keputusan pada tingkat suku bunga.  

Investasi pada emas yang didukung produk exchange‐traded mencapai level tertingginya minggu lalu, sementara itu kepemilikan  pada U.S. gold futures oleh spekulator naik ke level tertingginya tahun ini. 

"We could see a pullback in gold at anytime as prices are fairly overbought on a daily basis, and once we hit the $1,800 an ounce  level, we think there could be a multi‐week congestion," ungkap Mark Arbeter, kepala technical strategist pada S&P Capital IQ.  


OIL & COMMODITIES
Oil  naik  Senin  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy  Senin  lalu  karena  didukung  ekspektasi  the  Fed  AS  akan  bertindak  untuk  menstimulasi pelemahan ekonomi dibalas oleh pelemahan data Cina yang menaikkan permasalahan mengenai permintaan untuk  oil.  

Beberapa  investor  mempercayai  bahwa  tumbuhnya  tanda‐tanda  perlambatan  ekonomi  di  Cina  dan  di  AS  telah  menaikkan  kemungkinan  bahwa  the  Fed  AS  policy  meeting  dua  harinya  yang  berakhir  hari  Kamis  akan  menghasilkan  putaran  ketiga  dari  stimulus moneter, yang dikenal sebagai quantitative easing atau QE3.  

Tambahan stimulus di ekspektasi untuk melemahkan dollar, yang mana dapat mendorong harga komoditas yang berdenominasi  dollar seperti oil. Euro melorot terhadap dollar untuk pertama kalinya dalam empat hari ini Senin lalu. 

"The market is clearly betting on a third round of quantitative easing from the United States," ungkap Tamas Varga, analis pada  PVM Oil Associates di London.  

"The Chinese data were pretty bearish as were U.S. jobs figures last week. But it is a twisted logic: bad news can be good news if it  leads to a positive policy response."  

EURO ZONE
Euro  jatuh  terhadap  dolar  mnejelang  sidang  The  Fed  pekan  ini,  dengan  ekspektasi  semakin  meningkat  mengenai  kemungkinan  bank  sentral  AS  mengumumkan  putaran  lain  stimulus.  Meskipun  mengalami  koreksi,  namun  euro  masih  bergerak  di  mendekati  level  tertinggi  4  bulan  yang  dicapai  hari  Jumat  lalu  ketika  data  ketenagakerjaan AS dirilis mengecewakan yang menambah spekulasi The Fed akan menggulirkan quantitative easing (QE)  jilid 3. Hasil jajak pendapat usai rilis data  payrolls  akhir  pekan  kemarin  menunjukkan  peluang  60%  bagi  The  Fed  untuk  menjalankan  program  QE3,  dibandingkan  45%  peluangnya  berdasarkan  hasil  jajak  pendapat akhir Agustus lalu. 

Di bawah program QE, The Fed akan mencetak lebih banyak uang untuk membeli obligasi, yang akan menekan yield Treasury, mendorong investor mencari investasi  lain  yang  memberikan  keuntungan  lebih  tinggi.  Meningkatnya  suplai  uang  akan  berakibat  menurunnya  nilai  tukar  dolar.  Adapun  The  Fed  akan  mengumumkan  keputusannya pada hari Kamis. 

Euro tercatat melemah 0.1% di sekitar $1.2795, masih mendekati level tertinggi Jumat di $1.2817, yang merupakan level terkuatnya sejak Mei. 

Sementara itu, sentimen di kawasan euro meningkat setelah bank sentral Eropa (ECB) pekan lalu mengumumkan rencana untuk memangkas biaya pinjaman untuk  negara‐negara yang paling menderita krisis utang. 

Namun, dengan akan diadakannya pemilu Belanda dan putusan mahkamah konstitusi Jerman mengenai dana bailout permanen dalam pekan ini, nampaknya akan  membuat investor berhati‐hati dalam bertransaksi di pasar forex. 

Resiko mengenai kemungkinan ditundanya keputusan mahkamah konstitusi Jerman mengenai kelanjutan pemberian dana bailout terlihat terlalu dibesar‐besarkan.  Jerman kemungkinan akan mendukung pemberian bailout meskipun jumlahnya nampaknya akan dibatasi. Sedangkan resiko pemilu Belanda terlihat mereda setelah  jajak pendapat terkini menunjukkan kemenangan nampaknya akan berpihak pada partai yang pro‐Eropa. Kondisi tersebut berpotensi mendorong euro menuju ke  atas areal $1.30. 

Meski begitu, mata uang tetap rentan terhadap perkembangan di Spanyol, yang mungkin harus meminta bailout, dan Yunani, yang tengah mengelami kesulitan  keuangan  setelah  kreditur  asing  menolak  bagian  dari  paket  penghematan  yang  disiapkan  oleh  pemerintah.  Yunani  mengakui  pada  hari  Senin  kemarin  tengah  mengalami kesulitan untuk membujuk kreditur asing untuk menerima rencana menyimpan hampir 12 miliar euro selama dua tahun, yang sangat penting untuk  menghindarkan negara dari kebangkrutan.


U.K.
Sterling gagal menembus level tertinggi daalm kurun 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS, namun demikian ekspektasi pelonggaran moneter The Fed dan  masih  akan  bertahannya  kebijakan  moneter  BoE  masih  memperkuat  level  support  sterling.  Pekan  lalu,  poundsterling  membukukan  performa  terbaik  terhadap dolar AS sejak akhir Juni silam seiring naiknya kepercayaan investor terhadap mata uang tersebut pasca diumumkannya pembelian obligasi oleh  ECB yang ditujukan untuk menurunkan imbal hasil obligasi beberapa negara di kawasan Uni‐Eropa. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah  0,09 persen terhadap dolar AS ke 1.5985.  

Kinerja sterling juga terbantu oleh komentar dari petinggi BoE – Spencer Dale yang menyatakan bahwa bank sentral harus mempertahankan ekonomi dari  meningkatnya  resiko  inflasi  dalam  kondisi  ekonomi  yang  stagnan.  Pernyataan  tersebut  dipandang  masih  mendukung  dipertahankannya  kebijakan  BoE  setidaknya hingga akhir tahun 2012 ini. Data‐data ekonomi Inggris akhir‐akhir ini juga dirilis lebih baik dari perkiraan, dengan demikian tidak mendukung  proyeksi pelonggaran moneter berikutnya. 

Optimisme dikalangan pelaku bisnis Inggris mengalami penurunan ke level terendahnya sejak 20‐tahun terakhir, berdasarkan jajak pendapat yang dilansir  oleh grup akuntan BDO pada awal pekan ini. BDO optimisme index yang mengukur ekspektasi performa bisnis dalam dua triwulan kedepan mengalami  penurunan  menjadi  89.1  pada  periode  Agustus  dibandingkan  93.1  pada  Juli  lalu.  Ini  merupakan  penurunan  dalam  6‐bulan  beruntun.  Apabila  berhasil  mengungguli 95 maka figure tersebut mengindikasikan kembalinya kepada pertumbuhan ekonomi. 


JAPAN
Dolar  masih  bergerak  terbatas  dan  cenderung  melemah  di  sekitar  78  yen  menyusul  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mengimplementasikan  langkah  pelonggaran moneter lebih lanjut dalam jangka pendek kedepan. Dengan masih buruknya data ketenagakerjaan AS maka dolar cenderung masih akan  melemah terhadap yen dan juga mata uang utama dunia lainnya. 

Sementara itu revisi turun untuk data GDP‐Q2 tidak banyak berpengaruh pada pergerakan niali tukar dolar/yen. Dolar terakhir bergerak di sekitar 78.25  yen, relatif stabil dibandingkan dengan level penutupan New York hari Jumat lalu. 

Hasil data revisi GDP‐Q2 Jepang menunjukkan ekonomi tumbuh 0.2% dari kuartal sebelumnya, lebih kecil dari ekspektasi 0.3% dan laporan awalnya 0.3%.  Pelemahan ini disebabkan perusahaan‐perusahaan memangkas belanja modal akibat memburuknya krisis utang zona euro dan pelambatan pertumbuhan  ekonomi  Cina  yang  membuat  menurunnya  permintaan  global.  Data  tersebut  juga  menunjukkan  permintaan  domestik  dari  belanja  untuk  pebangunan  kembali daerah yang rusak akibat gempa dan tsunami kian mereda dan dewan kebijakan moneter kemungkinan perlu untuk melakukan langkah‐langkah  guna mendorong pertumbuhan ekonomi dalam bulan‐bulan mendatang. 

BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun  kemungkinan  belum  akan  mengubah  kebijakannya  hingga  30  Oktober,  ketika  me‐review  proyeksi  harga  dan  ekonomi  jangka  panjang  dalam  laporan  semesterannya.


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar bertahan kebanyakan dari kenaikan dalam dua hari sebelumnya pada Senin lalu, karena data ekonomi Cina dan  AS yang melabat yang mendorong harapan pada stimulus berikutnya.   

Aksi ambil untung memangkas Aussie <AUD=D4> ke level $1.0334, dari level $1.0378 pada awal perdagangan. Tetapi masih  naik mendekati dua  sen sejak terpangkas ke level terendah dua bulannya $1.0165 pada minggu lalu, yang telah naik ke level tertinggi Jumat lalu di level $1.0401.  

Mata  uang  tertekan  kadang‐kadang  dengan  data  perdagangan  Cina  yang  melambat,  meksipun  ini  diimbangi  oleh  ekspektasi  dari  banyaknya  pembelanjaan oleh Beijing/Cina dalam infrastruktur.  

Impor  Cina  dari  Australia  sebenarnya  naik  10  persen  pada  bulan  Agustus,  dari  bulan  sebelumnya,  kejutan  yang  diberikan  dari  pembicaraan  dengan anjloknya pengapalan dari bijih besi.  

Perumbuhan impor tahunan dari Australia telah melambat kedepannya menjadi 2.9 persen, terhadap rata‐rata antara bulan Januari dan Mei  disekitar 21 persen, ungkap Adarsh Sinha, seorang strategist pada Bank of America Merrill Lynch di Hong Kong. 

Harga obligasi Australia telah bergerak naik ditengah pelemahan data domestik dan harapan dari paket stimulus terbaru di AS.  


SWISS
Swiss franc melemah terhadap euro Senin lalu, meskipun membaik dari level terendahnya dalam delapan bulan yang naik hari Jumat sebelumnya  setelah data menunjukkan Swiss National Bank membelanjakan lebih sedikit pada bulan Agustus untuk melindungi kenaikan franc.  

Data SNB dikombinasikan dengan harapan dari usaha terkini European Central Bank untuk menghadapi pergolakan krisis uang zona euro yang  ditambah beberapa volatilitas terhadap perdagangan the franc‐euro dan mendorong the franc melalui level 1.21 per euro yang ditandai pertama  kalinya sejak bulan Januari.  

Bertumbuhnya  ekspektasi  pada  tindakan  ECB  telah  mendorong  mata  uang  tunggal  terhadap  mata  uang  utama  minggu  lalu  dari  kedepannya  keputusan penting dari Constitutional Court Jerman, yang mana diekpektasi untuk memungkinkan bailout fund Uni Eropa dan paket bujet ketika  diputuskan Rabu ini.  

Monday, September 10, 2012

Headline News 10.09.12


US & GLOBAL
Akhir pekan lalu dolar AS melemah tajam terhadap mata uang utama dunia dan harga emas melonjak ke level tertinggi  sejak 6‐bulan terakhir menyusul buruknya rilis data non‐farm payrolls Amerika yang meningkatkan ekspektasi dikalangan  investor  bahwa  The Federal  Reserve  akan  segera  mengumumkan  QE3  setidaknya  pada  sidang  pekan  depan.  Imbal  hasil  obligasi  Amerika  merosot  setelah  rilis  data  non‐farm  payrolls  Amerika  untuk  periode  Agustus  dirilis  dibawah  perkiraan,  sementara  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  memperpanjang  penurunannya  ECB  pada  sesi  Kamis  06  September  mengumumkan rencana untuk memerangi krisis utang kawasan tersebut dengan membeli obligasi pemerintah. 

Prospek untuk tindakan lebih lanjut dari ECB mendukung kinerja euro pada awal sesi, dan euro melanjutkan penguatannya  setelah  Departemen  Tenaga  Kerja  Amerika  melaporkan  nonfarm  payrolls  meningkat  hanya  sebesar  96.000  pada  bulan  Agustus, jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 125.000. The Federal Reserve akan memulai pertemuan dua hari  kebijakan pada hari Rabu 12 September, dan pasar tajam akan menunggu pernyataan bank sentral Amerika tersebut pada  sesi Kamis 13 September. 

Dolar AS turun 1,0 persen menjadi ke 80,194 terhadap mata uang utama dunia <DXY.>. Sedangkan euro <EUR=> mencapai  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  di  1,2814  sebelum  akhirnya  ditutup  pada  kisaran  1,2810.  Harga  emas berjangka Amerika melonjak hingga 1,740.80USD per troy ounce <GCcv1>, level tertinggi sejak akhir Februari 2012. 

Bursa  saham  Amerika  bergerak  dalam  kisaran  tipis  karena  investor  masih  menimbang  peluang  untuk  pelonggaran  kuantitatif The Fed, yang akan menggelontorkan  uang ke dalam perekonomian untuk meningkatkan pertumbuhan. The  Dow Jones industrial average <DJI.> naik 14.64 poin, atau 0,11 persen, ke 13,306.64. Indeks The Standard & Poor 500 <.  SPX> ditutup naik 5,80 poin, atau 0,40 persen, ke 1,437.92. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 0,61 poin, atau 0,02  persen, ke 3,136.42. Untuk minggu ini, S & P menguat 2,2 persen sementara Dow naik 1,6 persen dan Nasdaq naik 2,3  persen. Merupakan performa mingguan terbaik untuk S & P dan Nasdaq sejak Juni, dan performa terbaik bagi Dow sejak  Juli. 

Saham‐saham  energi  dan  keuangan  mencatat  kinerja  terbaiknya,  penguatan  saham‐saham  sektor  tersebut  ditunjang  maraknya pembelian investor seiring prospek pertumbuhan ekonomi. Saham ConocoPhillips  naik  1,5 persen, sementara  Noble Energy naik 2,4 persen. Saham Bank of America melonjak 5,4 persen. Sementara itu Intel Corp memangkas perkiraan  earning  triwulan  ketiga‐2012,  sembari  menyatakan  bahwa  terjadi  penurunan  permintaan  untuk  produksi  chip  seiring  berkurangnya  konsumsi  komputer  personal. Saham produsen  chip terbesar dunia tersebut  turun  3,6  persen,  sementara  indeks semikonduktor PHLX <SOX.> tuurn 0,8 persen. 

Imball hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32, dengan imbal hasil berkisar pada 1,6695  persen. 

Indeks  The  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  naik  ke  1.106,72,  atau  sebesar  0,18  persen.  Imbal  hasil  obligasi  Spanyol  tenor10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun ke 5,646 persen, level terendahnya  sejak awal April. Indeks ekuitas dunia The MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 1,2 persen menjadi ke 330,24.  

Harga  minyak  naik  dalam  sesi  perdagangan  yang  volatile  seiring  tingginya  harapan  akan  stimulus  The  Fed,  meskipun  buruknya rilis data ketenagakerjaan meredam prospek permintaan minyak. Minyak mentah AS <CLc1> ditutup naik 0,93  persen persen ke 96,42 USD per barel. Minyak Brent kontrak Oktober <LCOc1> naik 76 sen, atau 0,67 persen ke 114,25 USD  per barel.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  2  persen  ke  level  tertingginya  dalam  enam  bulan  Jumat  lalu,  melewati  level  $1,730  per  ons,  setelah  pertumbuhan  jobs  AS  melambat  lebih  dari  ekspektasi  pada  bulan  Agustus,  kemungkinan  berpengaruh  dari  arah  pengumuman the Fed yang menambah stimulus untuk ekonomi yang suram.  

Emas menguat melanjutkan ofensifnya setelah jumlah yang menunjukkan nonfarm payrolls naik hanya 96.000 bulan lalu,  dibawah ekspektasi kenaikan 125.000.  

Laporan  tenor  pelemahan  menggarisbawahi  dengan  revisi  data  bulan  Juni  dan  Juli  untuk  menunjukkan  41.000  lebih  sedikitnya pekerja yang dibuat daripada laporan sebelumnya.   

"Gold is going through the roof because this negative data makes QE3 more likely now," kata Daniel Briesemann, analis  komoditas pada Commerzbank di Frankfurt. 


OIL & COMMODITIES
Harga oil naik Jumat lalu dalam perdagangan yang volatile setelah laporan jobs AS yang mengecewakan dengan menekan  dollar dan mendorong ekspektasi untuk stimulus dari the Fed AS, meskipun didorong outlook dari permintaan petroleum.  

Brent dan crude futures AS dekat dengan pelemahan tipis mingguannya, setelah rangkaian kenaikan dalam lima minggunya  dan menguat lebih dari 9 persen pada bulan Agustus.  

Dengan  hanya  naiknya  96.000  nonfarm  payrolls  AS  bulan  lalu,  Labor  Department  mengatakan  Jumat  lalu,  dibawah  perkiraan yang naik 125.000. Sementara itu  tingkat pengangguran turun menjadi 8.1 persen dari 8.3 persen pada bulan  Juli, yang meluas berkenaan dengan orang Amerika yang naik untuk mencari pekerjaan.  

Perdagangan  yang  choppy  Jumat  lalu  yang  disebabkan  ekspektasi  bahwa  kenaikan  data  jobs  kemungkinan  bahwa  policy  meeting the Fed AS dua hari minggu depan akan menghasilkan putaran ketiga dari stimulus moneter, yang dikenal dengan  quantitative easing atau QE3.  

"It was a decidedly negative report due to the meager number of jobs created in August and the downward revision for the  two prior months," kata John Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York. 


EURO ZONE
Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

Euro mencatat intraday high di $1.2806 terhadap dolar, level terkuatnya sejak akhir Mei. Harga terakhir bergerak menguat 1.3% di ssekitar $1.2795.  Dalam sepekan, euro telah naik 1.8%, kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juni. Euro nampaknya masih berpeluang melanjutkan rally‐nya, dan berpotensi menuju  target level psikologi di $1.30. 

Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

Euro  sendiri  telah  menguat  sebelum  rilis  data  payrolls  setelah  investor  menyambut  gembira  pengumuman  rencana  ECB  Kamis  lalu  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman untuk Spanyol dan Italia. Presiden ECB Mario Draghi kembali menegaskan sikapnya untuk menyelamatkan kelangsungan euro dan memberikan peluang  untuk melakukan pembelian obligasi tak terbatas guna menurunkan biaya pinjaman negara‐negara kawasan yang dilanda krisis. Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun  berhasil turun di bawah 6% untuk yang pertama kalinya sejak Mei, sementara untuk yield Italia juga turun sehingga berimbas pada terangkatnya nilai tukar euro  secara umum. Euro menguat terhadap yen ke level tertinggi 2 bulan, dan di sesi sore euro tercatat naik 0.5% di sekitar 100.06 yen.  

U.K.
Sterling mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS pada sesi akhir pekan lalu setelah data sektor ketenagakerjaan Amerika dirilis  dibawah perkiraan, dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menerapkan pelonggaran moneter lanjutan (QE3). Sterling sempat mencapai level  1.6033 terhadap dolar AS, dan ditutup menguat 0,47 persen terhadap dolar AS ke 1.6005.  

Namun  demikian  sterling  tercatat  melemah  terhadap  euro  ke  level  terendahnya  sejak  4‐bulan  terakhir  menyusul  naiknya  kepercayaan  pelaku  pasar  terhadap euro pasca langkah ECB yang memutuskan untuk menekan tingginya ongkos penerbitan utang beberapa negara di kawasan Uni Eropa. Uni Eropa  merupakan partner dagang terbesar Inggris, dan adanya perkembangan dari penanganan krisis hutang Uni Eropa akan berdampak positif bagi sterling,  terutama terhadap dolar AS.  

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati rilis data trade balance Inggris untuk periode Juli dimana deficit perdagangan diperkirakan akan membaik dari  periode sebelumnya, selanjutnya akan rilis data sektor ketenagakerjaan yang diperkirakan membaik dari periode sebelumnya. Selain itu perhatian pelaku  pasar  yang  terutama  akan  berfokus  pada  hasil  sidang  The  Fed  pada  12‐13  September  yang  diharapkan  akan  menetapkan  quantitative  easing  jilid  3. 


JAPAN
Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

Rilis data non‐farm payrolls AS telah mendorong penguatan yen terhadap dolar. Dolar terkoreksi 0.8% ke 78.24 yen, dan mencatat level intraday low di 78.00 yen.  Menjelang rilis data pyrolls, yen tercatat telah melemah terhadap dolar dalam pekan kemarin setelah rilis data pertumbuhan tenaga kerja sektor Swasta AS yang  lebih baik dari perkiraan yang mendorong naiknya yield Treasury. Dalam sepekan, dolar telah melemah 0.2% terhadap yen, pelemahan mingguan ketiganya secara  berturut‐turut. 

Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

Sementara itu data index of coincident economic indicators turun 1.3 poin di bulan Juli dari bulan Juni sebelumnya, demikian dilaporkan Cabinet Office, mencatat  penurunan keempat kalinya berturut‐turut dipicu pelambatan pertumbuhan ekonomi global.  Sedangkan  untuk  index  of  leading  economic  indicators,  yang  menggunakan  gabungan  data  seperti  jumlah  penawaran  pekerjaan  dan  sentimen  konsumen  dan  sebagai barometer untuk menaksir kondisi ekonomi Jepang dalam beberapa bulan kedepan, turun 1.4 poin di bulan Juli. 

Pekan ini data machinery orders Jepang untuk periode Juli akan menjadi fokus pasar, disampin sidang reguler The Fed. Jika data dirilis buruk, maka akan memicu  tekanan jual untuk yen.


AUSTRALIA
Australia  dan  New  Zealand  dollar  menguat  Jumat  lalu,  karena  pasar  menyukai  rencana  European  Central  Bank  untuk  menangani  krisis  utang  dan  banyaknya isyarat dari stimulus Cina.     

Aussie dollar <AUD=D4> naik ke level $1.0321, level terkuatnya dalam mingguan dan naik dari level terendahnya dalam dua bulan $1.0165. Resistance  terdapat di level $1.0335, 38.2 persen dari penurunan bulan Agust‐Sept.  

Dorongan  awal  berasal  dari  Kamis  sebelumnya  setelah  ECB  merilis  suatu  potensi  program  pembelian  obligasi  yang  tidak  terbatas  untuk  membantu  menurunkan borrowing costs dalam areanya.  

Terpaan berikutnya setelah media yang dimiliki negara melaporkan regulator Cina telah menyetujui 30 proyek infrastruktur dalam suatu gerakan untuk  mendorong pelemahan ekonomi.   

Janji investasi diikuti pengumuman dari hampir lusinan pemerintah lokal Cina dalam dua bulan yang lalu untuk membelanjakan sekitar 7 trilyun yuan.  

Semua  pembelanjaan  ini  membantu  menghadapi  ketakukan  dari  hard  landing  untuk  ekonomi  terbesar  di  Asia  dan  dapat  mendorong  permintaan  dari  ekspor resource Australia. Suatu pelemahan dalam harga bijih besi, ekspor terbesar Australia, satu alasan negara melaporkan suatu defisit perdagangan  yang melebar pada bulan Juli dan telah menekan Aussie dalam minggu‐minggu ini. 

Menteri Perdagangan Craig Emerson mempercayai Australia memiliki diversifikasi yang cukup untuk mengatasi pelemahan ekonomi  global.  

Harga Australian bond futures turun mengikuti rencana dari European Central Bank (ECB) untuk mendukung pelemahan ekonomi regional.  


SWISS
Swiss franc melemah terhadap euro Jumat lalu, terpukul ke level terendah dalam 3 ½ bulan yang terjadi sehari sebelumnya karena mata uang  tunggal menunjukkan penguatan dari rencana pembelian obligasi dari European Central Bank yang bertujuan menghentikan krisis zona euro.   

The franc melorot ke level terendahnya sejak 24 Mei setelah ECB mengatakan akan meluncurkan program pembelian terbaru dan potensial yang  tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs.  

The franc secara meluas diperdagangkan bersamaan dengan euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per euro tahun lalu untuk  meredam deflasi dan resesi setelah investor mengkhawatirkan krisis zona euro yang membawa the franc ke level tertingginya.  

"To some extent the reassurance by Mario Draghi that the euro will stay in place is a good message to those who are panicking about the euro  and putting money into the Swiss franc," kata ekonom Sarasin Jan Poser.  

Friday, September 7, 2012

Headline News 07.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS ditutup ke level tertinggi bulanannya Kamis lalu, dengan indeks S&P 500 ditutup ke level tertingginya sejak sebelum ambruknya Lehman  Brothers karena investor menyambut baik program pembelian terkini obligasi Eropa yang bertujuan untuk meredam krisis utang regional. Bursa saham di  Eropa menguat dan euro naik Kamis lalu setelah European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasinya.   

Presiden ECB Mario Draghi mengkonfirmasi ekspektasi pasar untuk potensi pembelian yang tidak terbatas pada obligasi jangka pendek dari negara‐negara  yang  mengimplementasikan  persetujuan  program  austerity  fiskal  dan  juga  mengatakan  bank  sentral  akan  secara  legal  berperingkat  sama  dengan  pembelian private investor pada obligasi yang sama.  

Indek Dow Jones industrial average <.DJI> naik 244.52 poin, atau 1.87 persen, ke level 13,292.00. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 28.68  poin, atau 2.04 persen, ke level 1,432.12—level tertingginya sejak bulan Mei 2008. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 65.12 poin, atau 2.12  persen, ke level 3,134.39.   

Sentimen juga didorong oleh menguat dari ekspektasinya data pada sektor jasa AS dan pasar tenaga kerja, yang mana pentingnya kedepan laporan non‐ farm Agustus Jumat malam ini.  

Rally  meluas, dengan lebih  dari tiga perempat  saham‐saham yamg tercatat di New York  Stock  Exchange dan Nasdaq ditutup menguat. Grup  material,  finansial dan industri – yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi – memimpin kenaikan yang lebih dari 2 persen, yang memberikan indeks Dow kenakan  harian terbesarnya dalam dua bulan dan membantu Nasdaq kedepannya untuk menuju ke level tertinggi sejak tahun 2000.  

Saham‐saham  teknologi  membantu  mendorong  indeks  Nasdaq  menuju  kinerja  terbaik  sejak  27  Juli.  SanDisk  Corp  <SNDK.O>  naik  8.4  persen  ke  level  $44.01 dan Micron Technology Inc <MU.O> bertambah 7.8 persen ke level $6.68. Indeks Dow didorong oleh Walt Disney Co <DIS.N>, yang naik 2.1 persen  kelevel tertinggi penutupannya yang pernah ada di level $51.86.      

Euro  mencapai  level  puncaknya  terhadap  dollar  pada  perdagangan  yang  choppy  Kamis  lalu  setelah  European  Central  Bank  mengungkapkan  program  pembelian terbaru dan potensi yang tidak terbatas untuk mendorong dari krisis utang zona euro.  

Yields Treasuries AS naik Kamis lalu karena para trader optimistik bahwa tingginya antisipasi Jumat ini pada laporan employment yang akan berada diatas  ekspektasi para ekonom dan setelah European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasinya.   

Emas naik ke level tertinggi enam bulannya setelah European Central Bank menawarkan cukup rinci dari tujuan pembelian obligasinya untuk melindungi  euro dari aksi jual secara tajam. Spot emas <XAU=> naik 0.5 persen ke level $1,701.04 per ons pada pukul1350 GMT, yang telah naik ke level puncak  hariannya $1,713.79, tertinggi sejak bulan Maret.  

Harga oil di settled menguat tetapi menghentikan level puncak Kamis lalu, didukung oleh penurunan persediaan crude oil AS, menguatnya data jobs dan  European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasi. Brent October crude <LCOc1> naik 40 sen untuk di settle ke level $113.49 per barrel,  setelah mencapai level $115.15. U.S. October crude naik 17 sen untuk di settle ke level $95.53 per barrel. 


GOLD & COMMODITIES
Emas naik ke level tertingginya dalam enam bulan Kamis lalu setelah European Central Bank menawarkan cukup rinci dari  maksud program pembelian obligasi untuk melindungi euro dari aksi jual yang mendalam.  

Presiden  ECB  Mario  Draghi  mengatakan  bank  menyetujui  untuk  meluncurkan  program  pembelian  terbaru  dan  potensial  yang tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs dari negara‐negara zona euro dan menggambarkan batasan krisis  utang.  

Emas cenderung untuk menguntungkan dari lingkungan/situasi tingkat suku bunga rendah  dan menghasilkan banyaknya  penguatan  dalam  euro  terhadap  dollar  AS  yang  dapat  kedepannya  mendorong  rally,  meskipun  kenaikan  kemungkinan  terbatas dari antisipasi kedepannya pergerakan penting dari employment AS Jumat malam ini.      


OIL & COMMODITIES
Harga oil naik lebih dari 1 persen Kamis lalu yang didorong oleh penurunan tajam dari persediaan crude oil AS, dukungan  data jobs dan pengumuman  dari European Central  Bank  pada  program pembelian obligasi untuk membantu menangani  krisis utang zona euro.  

Cadangan  crude  AS  melemah  7.43  juta  barrel  minggu  lalu,  Energy  Information  Administration  mengatakannya  dalam  laporan mingguannya.  

Penurunan tidaklah mengejutkan, dengan impor dan produksi Teluk Meksiko yang terganggu oleh badai topan Isaac, tetapi  penurunan lebih dari 5.3‐juta barrel dalam perkiraannya.  


EURO ZONE
Euro bergerak menguat terhadap dolar pada hari Kamis setelah ECB memberikan indikasi akan melakukan pembelian obligasi dalam jumlah tak terbatas  untuk mengatasi krisis utang zona euro. Investor sebelumnya telah mengantisipasi kemungkinan hal ini dalam beberapa pekan terakhir, dan penjelasan  rinci dari Presiden ECB Mario Draghi pada konferensi pers secara umum sesuai dengan perkiraan mereka. 

Penjelasan Draghi awalnya mengecewakan investor karena tidak banyak memberikan rincian baru mengenai langkah kebijakan ECB dan memicu tekanan  jual  euro,  namun  mata  uang  tunggal  Eropa  tersebut  kemudian  rebound  setelah  pasar  melihat  pernyataan  Draghi  adalah  tindaklanjut  dari  janji  yang  diucapkannya pada Juli lalu yang akan melakukan segala upaya untuk melindungi kelangsungan euro. 

Euro terakhir bergerak menguat 0.2% di sekitar $1.2635, menjauhi level intraday low di $1.2559. Euro mencatat intraday high di $1.2650, level tertinggi  sejak awal Juli setelah ECB mempertahankan suku bunga di level 0.75%. Sementara sejumlah pelaku pasar memprediksi ECB akan menurunkan suku bunga  untuk mendongkrak perekonomiannya yang masih lesu. 

Euro masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, namun investor nampaknya akan tetap berhati‐hati sebelum mendapat kejelasan dari putusan  Mahkamah Konstitusi Jerman mengenai dana bailout zona euro yang dijadwalkan akan diumumkan pada 12 September mendatang. 

Menteri Ekonomi Jerman Philipp Roesler mengatakan bahwa pembelian surat utang oleh Bank Sentral Eropa bukan merupakan solusi permanen untuk  mengatasi masalah di kawasan dan menekankan bahwa prioritas utama yang harus dilakukan adalah melakukan reformasi struktural. 


U.K.
Sterling  menguat  terhadap  euro  Kamis  lalu  setelah  investor  mendapatkan  sedikit  dari  yang  tidak  mereka  ekspektasi  dari  Presiden  ECB  Mario  Draghi mengenai rencana pembelian obligasi untuk menangani krisis utang zona euro.  

Draghi mengatakan European Central Bank akan melakukan tanpa batas, pembelian obligasi jangka pendek dibawah kondisi yang ketat untuk  menenangkan  tekanan  pendanaan  dari  pemerintah  yang  mencari  bantuan.  Dia  menambahkan  bahwa  ECB  tidak  akan  mengekspektasi  membaiknya pemulihan daripada kreditor lainnya dalam hal terjadinya default/gagal bayar.  

Komentarnya yang berhubungan dengan ekspektasi pasar setelah banyaknya rincian yang terungkap sebelumnya, yang berarti banyaknya berita  positif yang mengarah pada mata uang tunggal tersebut.  

Bank of England terperangkap pada kebijakannya saat ini dari pembelian obligasi Kamis lalu, karena Inggris yang merayap keluar dari resesi dan  harapan berlanjut dari tingginya pergerakan yang dilakukan European Central Bank untuk menenangkan krisis zona euro.  


JAPAN
Gubernur  Bank  of  Japan  Masaaki  Shirakawa  pada  hari  Kamis  memperingatkan  adanya  hambatan  untuk  proses  pemulihan  ekonomi  negara  seperti  pelambatan ekonomi China dan yen yang terus menguat yang menekan sektor ekspor dan sentimen korporasi.  Tapi dia menawarkan sedikit petunjuk mengenai kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut akan segera digulirkan dan memperingatkan agar tidak  mengharapkan  terlalu  banyak  dari  bank  sentral,  dengan  mengatakan  bahwa  kebijakan  ultra‐longgar  hanya  bisa  mengulur  waktu  dan  tidak  akan  menyelesaikan masalah mendasar yang menghambat pertumbuhan. 

Shirakawa mempertahankan pandangan  bahwa ekonomi  Jepang  sedang menuju  pemulihan  moderat tapi memperingatkan bahwa kunci  utama  adalah  apakah  pertumbuhan  di  luar  negeri  akan  membaik,  sementara  permintaan  domestik  tetap  kuat,  menunjukkan  memudarnya  keyakinan  terhadap  kemajuan pemulihan ekonomi. 

BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun  kemungkinan  belum  akan  mengubah  kebijakannya  hingga  30  Oktober,  ketika  me‐review  proyeksi  harga  dan  ekonomi  jangka  panjang  dalam  laporan  semesterannya. Dolar bergerak stabil terhadap yen di 78.40 yen pada Rabu kemarin.   

Dolar terakhir tercatat menguat 0.7% terhadap yen di level 78.94 yen, setelah mencatat intraday high di 79.02 yen, pasca rilis data payrolls sektor swasta  AS dan laporan mengenai pertumbuhan di sektor jasa AS.     

Sektor swasta AS dilaporkan menambah 201.000 pekerjaan di bulan Agustus, jauh melampaui ekspektasi pasar. Laporan ini dirilis sehari menjelang rilis  data non‐farm payrolls AS periode Agustus yang diprediksi akan mencatat penambahan pekerjaan sebanyak 125.000. 

Dolar berhasil menembus di atas level 79 yen ke level tertinggi 2 pekan setelah laporan menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa AS meningkat di bulan  Agustus dipicu rebound pada sektor tenaga kerja dan ekspor. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar mendapatkan kembali kenaikannya Kamis lalu, mengikuti penurunan tajamnya baru‐baru ini, dibantu oleh aksi  beli yang terjadi diikuti penurunan yang mengejutkan pada tingkat pengangguran Australia.  

Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0227, dari level $1.0195 pada awal perdagangannya dan dari level terendah dua bulannya  $1.0165. Telah  anjlok lebih dari 4 persen pada bulanan dari anjloknya harga komoditas dan kekhawatiran mengenai perlambatan (ekonomi) Cina.  

Mata uang lokal mendapatkan perangsang setelah data yang menunjukkan jobless rate/tingkat pengangguran turun menjadi 5.1 persen pada  bulan Agustus, terhadap perkiraan yang naik menjadi 5.3 persen, meskipun gambaran lainnya yang mencatatkan turunnya pasar tenaga kerja.   

Employment  melemah  8.800  jobs  versus  ekspektasi  yang  naik  5.000,  sementara  itu  participating  rate  turun  menjadi  65.0,  level  terendahnya  dalam lima tahun. 

Harga Australian bond futures telah anjlok, setelah data resmi menunjukkan penurunan pada tingkat pengangguran. 


SWISS
Swiss franc merosot ke level terendahnya dalam bulanan terhadap euro Kamis lalu, dengan mata uang  tunggal didukung oleh harapan dari usaha  terkini European Central Bank untuk menangani krisis utang zona euro.   

The franc merosot ke level terendahnya 1.20591 pada trading platform EBS Kamis lalu, level terendahnya sejak 6 Agustus.  

Mata uang tunggal menguat dari laporan European Central Bank dapat dengan segera untuk memperkenalkan suatu yang tidak terbatas, dari  program steriliasi dari pembelian obligasi. Meeting kebijakan ECB pada Kamis lalu memberikan rincian dari program pembelian obligasi terbaru.  

The franc telah diperdagangkan secara meluas dalam kisaran yang tipis terhadap euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per  euro tahun lalu untuk mengantisipasi deflasi dan resesi.  

Thursday, September 6, 2012

Headline News 06.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS ditutup keluar dari rangkaian volume perdagangan tipisnya Rabu lalu, dengan investor bertahan kedepannya dari meeting penting dari  European Central Bank, yang mana dapat mengumumkan langkah kebijakan terkini untuk membantu menyelesaikan krisis utang zona euro.   

Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 11.54 poin, atau 0.09 persen, ke level 13,047.48. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 1.51 poin,  atau 0.11 persen, ke level 1,403.43. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 5.79 poin, atau 0.19 persen, ke level 3,069.27. 

Laporan  yang  cukup  untuk  menekan  pasar  saham  Eropa  dan  AS.,  yang  mana  telah  ditekan  oleh  meningkatnya  kekhawatiran  mengenai  perekonomian  global  setelah  bursa  saham  Hong  Kong  tertekan  ke  level  terendahnya  dalam  enam  minggu  dan  FedEx  <FDX.N>,  perusahaan  jasa  pengiriman  terbesar  kedua dunia, yang memangkas perkiraan profit berkenaan dengan outlook ekonomi yang melemah.  

Bursa saham dibuka merosot, terpukul FedEx Corp <FDX.N>, yang mana Selasa sebelumnya memangkas outlook profit kuartalan pada pelemahan ekonomi  global. FedEx dipertimbangkan pada economic bellwether karena perannya sebagai perusahaan shipping No. 2 didunia. Sahamnya melorot 2 persen ke  level $85.80, United Parcel Service <UPS.N> anjlok 2.4 persen ke level $71.94 dan indeks Dow Jones Transportation <.DJT> berkurang 1.1 persen.  

Euro  naik  Rabu  lalu  setelah  media  melaporkan  bahwa  European  Central  Bank  kemungkinan  membeli  dalam  jumlah  yang  tidak  terbatas  pada  obligasi  pemerintah jangka pendek untuk menenangkan krisis keuangan regional.  

Pasar  telah mengekspektasi Presiden  ECB  Mario  Draghi  untuk menungkapkan rencana  penting pada  policy meeting perbankan Kamis  ini. Laporan dari  Bloomberg Rabu lalu bahwa perkiraan pembelian obligasi dari beberapa negara zona euro dapat tidak terbatas terhalau dari beberapa keraguan mengenai  besaran program tersebut.  

Yield  Treasuries  AS  naik  Rabu  lalu  karena  investor  menunggu  tingginya  antisipasi  meeting  European  Central  Bank  Kamis  ini,  ketika  bank  sentral  di  ekspektasi untuk mengambil langkah agresif untuk mencoba meredam krisis utang zona euro dan menjaga keutuhan mata uang bersama.   

Harga emas turun dari level tertinggi dalam enam bulannya Rabu lalu, dan volume perdagangan yang tipis karena investor menunggu pada hasil meeting  European Central Bank. Spot emas <XAU=> sedikit merosot 0.14 persen ke level $1,691.85 per ons pada pukul 3.23 p.m. EDT (1923 GMT).  

Harga Brent crude anjlok Rabu lalu, sementara itu crude AS sedikit naik dalam perdagangan yang naik turun dari kedepannya meeting European Central  Bank dan laporan U.S. August payrolls karena investor menunggu tindakan bank sentral dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Brent  October  crude <LCOc1> turun $1.09  untuk  di settle ke level  $113.09 per barrel  Rabu,  setelah  anjlok ke level  terendahnya $112.73. U.S. October  crude  <CLc1> sedikit naik 6 sen untuk di settle ke level $95.36 per barrel, yang sempat anjlok ke level $94.26 dan kemudian mencapai level $96.03 pada pasca  settlement trading.  



GOLD & COMMODITIES
Emas merosot Rabu lalu karena investor masih mengkhawatirkan kedepannya meeting European Central Bank dan the Fed  AS, meskipun tidak tidak berada jauh dari level tertinggi yang mendekati enam bulannya yang terjadi sehari sebelumnya.   

Pelemahan  dalam  emas  terjadi  meskipun  rally  pada  euro,  dari  laporan  media  bahwa  ECB  akan  mengungkapkan  secara  terbatas program sterilisasi dari pembelian obligasi pada meeting Kamis ini. 

Investor emas  telah  mengekspektasi  bahwa ECB akan  mengumumkan  rincian  Kamis ini dari  program pembelian  obligasi  untuk menekan borrowing cost Spanyol dan Italia kedepannya dari laporan yang yang bocor, tetapi terguncang dari rincian  yang terungkap. 


OIL & COMMODITIES
Harga Brent crude tertekan Rabu lalu, sementara itu crude AS naik turun dalam perdagangan yang volatile dari kedepannya  meeting European Central Bank, dengan investor tidak pasti mengenai apa tindakan pejabat perbankan yang dapat diambil  untuk mendorong perlambatan pertumbuhan ekonomi.  

Crude futures membagi penurunannya dan saham‐saham Eropa mencapai level tertingginya dari laporan bahwa ECB siap  untuk menurunkan preferensi status kreditor pada obligasi pemerintah yang dibeli. Meeting Kamis ini di ekspektasi untuk  diikuti oleh Presiden ECB Mario Draghi yang mengungkapkan rincian selanjutnya pada rencana pembelian obligasi.  


EURO ZONE
Euro berhasil menguat pada hari Rabu dipicu laporan bahwa ECB akan membeli lebih banyak obligasi pemerintah dari negara‐negara zona euro yang terlilit utang  untuk mencegah krisis perbankan di kawasan.  Presiden ECB  Mario  Draghi  diperkirakan akan  memberikan keterangan  rinci  mengenai  program  pembelian  obligasi  bank  sentral  setelah  sidang  reguler  ECB  hari  Kamis ini. Berdasarkan laporan Bloomberg pada hari rabu kemarin, ECB diprediksi akan membeli dalam jumlah tak terbatas untuk obligasi sejumlah negara seperti  Spanyol dan Italia. Laporan tersebut telah memicu aksi beli euro terhadap dolar dan juga mata uang komoditi seperti Aussie dan dolar Kanada.  Namun ECB kemungkinan akan berhati‐hati dalam memutuskan program pembelian obligasinya terkait masalah penolakan bank sentral Jerman. 

Selanjutnya yang juga turut menambah rally pada euro adalah laporan dari Reuters yang mengatakan bahwa ECB siap untuk melepaskan status senioritas obligasi  pemerintah yang dibeli melalui program baru, yang berarti investor swasta tidak akan berada pada level yang lebih rendah dalam restrukturisasi utang zona euro. 

Euro berhasil rebound dan bergerak menguat 0.3% di sekitar $1.2602 mendekati level tertinggi 2 bulan di $1.2636 yang dicapai hari Jumat, setelah sempat terkoreksi  ke level intraday low $1.2500. 

Namun sebagian pelaku pasar juga ragu mengenai kemungkinan ECB akan memberikan sikap yang tegas usai sidangnya hari Kamis ini. 

Sementara  itu,  data  hari  Rabu  kemarin  menunjukkan  sektor  jasa  Perancis  dan  Jerman  mengalami  kontraksi  di  bulan  Agustus,  menunjukkan  krisis  ekonomi  kian  meluas di zona euro dan menambah peluang bagi ECB untuk memangkas suku bunganya dalam beberapa bulan kedepan. Credit Agricole memprediksi akan terjadi  pemangkasn suku bunga sebesar 25 basis poin pada sidang ECB Kamis ini dan akan berpotensi memicu tekanan jual euro. 

Disamping sidang ECB, pasar juga tengah menantikan rilis data non‐farm payrolls AS pada hari Jumat besok. Jika data dirilis lebih buruk dari perkiraan, maka akan  menambah spekulasi dilanjutkannya program quantitative easing (QE) jilid 3 oleh The Fed yang bisa jadi akan terjadi dalam bulan ini. 


U.K.
Sterling naik ke level tertinggi dalam 3‐1/2 bulan terhadap dollar, bergerak dalam keseimbangan dengan euro, dari pembicaraan bahwa  European Central Bank yang menempatkan di tempat yang terbatas program pembelian obligasi yang bertujuan menurunkan borrowing  costs untuk Spanyol dan Italia.  

Mitra dagang terbesar zona euro adalah Inggris dan meredanya krisis utang suatu yang positif untuk sterling, terutama terhadap dollar.  Pertemuan ECB Kamis ini dan meluasnya ekspektasi untuk mengumumkan program pembelian obligasi. 

Laporan  Bloomberg  mengatakan  rencana  Presiden  ECB  Mario  Draghi  termasuk  pembelian  yang  tidak  terbatas  sejumlah  obligasi  pemerintah, tetapi pembelian akan disterilisasi.  


JAPAN
Ekonomi global membuat proses pemulihan ekonomi Jepang memakan waktu lebih lama dan Bank of Japan harus bertindak tegas bila perlu,  demikian  pernyataan  anggota  dewan  Bank  sentral  pada  Rabu  kemarin,  sinyal kesiapan  untuk  menawarkan  stimulus  moneter  lebih  lanjut  jika  prospek  pemulihan  di  negara  itu  terancam.  Ryuzo  Miyao,  yang  dianggap  sebagai  salah  satu  anggota  dewan  yang  paling  pesimis  tentang  pemulihan ekonomi Jepang, memperingatkan bahwa risiko untuk negara ekonomi terbesar ketiga di dunia itu meningkat karena yen yang terus  menguat dan perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan.  Kondisi tersebut dapat berarti bahwa ekspor dan output tidak dapat melakukan pemulihan dalam jangka pendek.  Namun,  ia  tidak  benyak  memberikan  petunjuk  mengenai  kapan  BOJ  selanjutnya  akan  bertindak,  hanya  mengatakan  bahwa  ia  akan  hati‐hati  dalam  menilai  apakah  tumbuh  tanda‐tanda  mengkhawatirkan  bagi  perekonomian  Jepang,  seperti  menumpuknya  stok  (inventory)  dan  melemahnya outlook untuk belanja modal, hanya bersifat sementara. 

Ekonomi Jepang diprediksi akan tumbuh lebih baik dibanding negara industri maju lainnya, dengan perkiraan ekspansi 2.2% di tahun ini hingga  Maret  2013,  menyusul  dukungan  dari  stimulus  pemerintah  dan  belanja  untuk  pembangunan  kembali  sarana  yang  rusak  akibat  gempa  dan  tsunami  tahun  lalu.  Namun  sebagian  pelaku  pasar  melihat  bahwa  dampak  dari  rekonstruksi  tersebut  akan  memudar  di  akhir  tahun  sehingga  ekonomi Jepang lebih rentan tekanan dari kondisi eksternal. 

BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun kemungkinan belum akan mengubah kebijakannya hingga 30 Oktober, ketika me‐review proyeksi harga dan ekonomi jangka panjang  dalam laporan semesterannya. Dolar bergerak stabil terhadap yen di 78.40 yen pada Rabu kemarin.  


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar berada mendekati level terendah dalam enam minggu Rabu lalu, ditekan oleh anjloknya harga komoditas dan  melambatnya (pertumbuhan ekonomi) Cina meskipun data menunjukkan perekonomian Australia bertumbuh pada fase terbaiknya pada kuartal  terakhir.  

Aussie  <AUD=D4>  turun  ke  level  terendahnya  $1.0162,  level  terendahnya  sejak  25  Juli,  dari  level  $1.0285  pada  perdagangan  lokal  Selasa  sebelumnya. Telah diperdagangkan pada level $1.0200 dengan chart mengarahkan pada penurunan lanjutan. 

Australia  telah  menorehkan  sesuatu  yang  belum  terjadi  sebelumnya  dalam  21  tahun  dari  berlanjutnya ekspansi  ekonomi,  tetapi  bank  sentral  kemungkinan telah memiliki tujuan sebelum akhir tahun jika pengambangan berlanjut.  


SWISS
Seorang jurubicara dari Swiss National Bank Rabu lalu menolak komentar pada pembicaraan pasar pada pembelian euro untuk membatasi level  1.20 francs per euro.  

"We aren't commenting," jurubicara Walter Meier mengatakannya.   

Euro naik Rabu lalu menjadi 1.2015 francs <EURCHF=R> pada trading platform EBS, level terkuatnya sejak 8 Agustus.   

Consumer prices Swiss turun ke fase terlemahnya pada bulan Agustus daripada bulan sebelumnya, data menunjukkannya Rabu lalu, berlanjutnya  dukungan kebijakan bank sentral pada pembatasan penguatan the franc untuk melindungi deflationary spiral

Pasar real estate Swiss yang booming menunjukkan naiknya resiko pada stabilitas tingkat kesehatan negara, wakil ketua bank sentral mengatakan  Rabu lalu.  

"Switzerland is facing an increasing risk, both of defaults in the mortgage market and a sizable correction in property prices, either of which might  impair financial stability in the medium term," Jean‐Pierre Danthine mengatakannya dalam konferensi di Zurich.