title cover

title cover

Wednesday, September 12, 2012

Headline News 12.09.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  Amerika  dan  eropa  menguat,  sedangkan  obligasi  dan  dolar  AS  melemah  pada  sesi  Selasa  seiring  harapan  bahwa Mahkamah Konstitusi Jerman tidak akan mengintervensi rencana penyelamatan keuangan zona euro, serta turut  ditunjang  ekspektasi  pelonggaran  moneter  lanjutan  dari  The  Fed.  Namun  demikian  lembaga  pemeringkat  Moody  `s  mengatakan  mungkin  akan  memangkas  peringkat  hutang  triple‐A  nya  pemerintah  Amerika,  meskipun  lelang  obligasi  Amerika tenor 3‐tahun tercatat mendapatkan permintaan yang sangat agresif. 

• Prospek pelonggaran kuantitatif dari The Fed membebani kinerja dolar AS dan menekan obligasi Amerika namun sebaliknya  mendorong kinerja euro, emas, minyak dan bursa saham, aset‐aset yang akan cenderung akan lebih unggul dibanding aset  safe haven  jika perekonomian global kembali membaik.  

• Euro  <EUR=>  sempat  mencapai  1,2871  terhadap  dolar  AS,  mengungguli  level  moving  average  dalam  basis  200‐hari  di  sekitar 1,2834 dan tercatat menguat 0,8 persen. Euro telah menguat lebih dari 6,0 persen sejak mencapai level terendah  dalam dua tahun terakhir di 1,2042 pada akhir Juli silam. Investor mengharapkan The Fed akan mengumumkan langkah‐ langkah stimulus tambahan dalam sidangnya yang berakhir Kamis 13 September.      

• The Dow Jones industrial average <DJI.> naik 69.07poin, atau 0,52 persen, ke 13,323.36. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> ditutup naik 4,48 poin, atau 0,31 persen, ke 1,433.56. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 0,50 poin, atau 0,02  persen, ke 3,104.53. Saham‐saham sektor energi, industri dan keuangan memimpin penguatan bursa. Saham International  Business Machines Corp <IBM.N> naik 1,15 persen, kontributor utama sektor industrial indeks Dow Jones. Sementara itu  saham produsen peralatan berat Caterpillar <CAT.N> naik tajam 1,72 persen. 

• Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,70 persen dari 1,66 persen pada sesi Senin. 

• Indeks saham MSCI global <MIWD00000PUS.> naik 0,4 persen menjadi 330,39. 

• Minat investor terhadap aset beresiko telah menguat akhir‐akhir ini setelah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang  menegaskan bahwa ECB akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk mempertahankan kesatuan zona euro.  Kamis  pekan  lalu,  Draghi  berjanji  membeli  obligasi  untuk  mengendalikan  biaya  pinjaman  Spanyol  dan  Italia.  Perhatian  investor  akan  terfokus  pada  pemilihan  umum  Belanda  pada  sesi  Rabu  ini,  dimana  para  pemilih  terpecah  antara  yang  berpihak pada dana talangan untuk ekonomi zona euro dan terhadap langkah‐langkah penghematan lokal. Saham di bursa  Perancis <FCHI.>, Jerman <. GDAXI> masing‐masing  naik 0,8 persen dan 1,3 persen. 

• Harga  minyak  naik,  dimana  Brent  crude  futures  <LCOc1>  naik  0,43  persen  ke  115,24  USD  per  barel.  US  crude  untuk  pengiriman Oktober <CLc1> naik 63 sen ke 97,17 USD per barel. 
• Sedangkan harga emas <XAU=> terus menguat ditunjang oleh pelemahan dolar AS, emas ditutup menguat pada kisaran  1,731.46 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  hingga  ke  level  tertinggi  dalam  enam  bulannya  Selasa  lalu,  dibantu  oleh  pelemahan  dalam  dollar  setelah  peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s pada nilai utang AS dan setelah holding dari metal dalam exchange‐traded  products yang mencapai level tertingginya.  

• Metal  mendapat  dorongan  setelah  lembaga  pemeringkat  Moody’s  mengatakan  AS  kemungkinan  kehilangan  peringkat  “triple  A”  dari  peringkat  utangnya  jika  tahun  depan  negosiasi  bujet  tidak  menghasilkan  kebijakan  yang  mengurangi  utangnya. 

• Euro naik ke level tertinggi dalam empat bulannya terhadap dollar yang telah tertekan dari bagian tumbuhnya ekspektasi  the Fed AS akan menggandeng langkah terkini dalam menstimulasi perekonomian, yang mana berbalik untuk mendorong  permintaan investor terhadap emas, yang mana cenderung untuk menguntungkan dari pelemahan mata uang AS.  

• Emas sangat tergantung pada perubahan dollar dan kebijakan monter AS dengan arah dan fokus untuk pasar adalah tepat  pada meeting kebijakan the Fed yang berakhir pada Kamis ini.  

• "Every piece of bad news seems to be good for gold, only because it translates into something that the Fed has to do to get  this economy off the ground," kata Anthony Neglia, Presiden pada Tower Trading dan COMEX gold options floor trader.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  naik  dalam  perdagangan  yang  choppy  Selasa  lalu  karena  ekspektasi  bahwa  the  Fed  AS  akan  bertindak  untuk  mendorong  perekonomian  yang  memberikan  dukungan  dan  bahwa  mahkamah  Jerman  akan  menyetujui  rencana  penyelamatan zona euro yang membawa tekanan pada dollar dan mendorong crude futures.  

• Komite  kebijakan  bank  sentral  AS  yang  terjadi  dalam  dua  hari  pada  hari  Kamis  dan  beberapa  analis  dan  investor  mengekspektasi the Fed akan meluncurkan putaran ketiga pembelian obligasi karena pelemahan data ekonomi AS baru‐ baru ini. Tambahan stimulus akan mungkin melemahkan dollar dan mendorong harga oil yang berdenominasi dollar.  

• Euro kembali naik ke level tertinggi dalam puncak empat bulan terhadap dollar dari ekspektasi mahkamah Jerman akan  mendukung kembali zona euro dalam proses penyelamatan. Keputusan mahkamah Jerman diekspektasi pada hari Rabu ini. 

• Tingginya  produksi  dari  Organization  of  the  Petroleum  Exporting  Countries  (OPEC)  pada  bulan  Agustus  dan  recovery  produksi  AS  setelah  badai  topan  Isaac  yang  terjadi  minggu  lalu  melalui  Teluk  Meksiko  yang  membantu  untuk  mempertahankan harga.  

• Lembaga pemeringkat Moody's memperingatkan peringkat credit rating AS kemungkinan diturunkan jika negosiasi bujet  2012 tidak menghasilkan kebijakan yang mengurangi utang, ditambah tekanan terhadap dollar dan membantu mendukung  pada crude. 

• Persediaan crude AS naik 221.000 barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute (API) mengatakan Selasa  lalu, terhadap ekspektasi bahwa persediaan akan melemah. 


EURO ZONE
• Euro menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap dolar dipicu meningkatnya ekspektasi mahkamah Jerman akan mendukung pengucuran dana bailout  zona euro, sementara dolar terpuruk disebabkan spekulasi The Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut dalam pekan ini  guna mempercepat proses pemulihan ekonomi dalam negerinya. 

• Namun demikian, penguatan euro nampaknya masih akan terhambat oleh resiko diluar mahkamah konstitusi Jerman yang akan memberikan kejutan pada  investor dengan menolak European Stability Mechanism (ESM), sebuah dana bailout baru Eropa, dalam putusannya hari Rabu ini. Keputusan seperti itu  akan mengancam rencana Bank Sentral Eropa dalam menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia di bawah program tersebut yang telah diumumkan  akhir pekan lalu yang telah mendorong penguatan euro. 

• Euro mencatat intraday high di $1.2871, level tertinggi sejak 14 Mei, dan terakhir bergerak di sekitar $1.2860, atau naik 0.8% dibandingkan penutupan  New York hari Senin, setelah rally lebih dari 6% dari level terendah 2 tahun di $1.2042 yang tercatat pada akhir Juli. 

• Penguatan euro juga mendapat dukungan dari mahkamah Jerman yang menegaskan tidak akan menunda keputusan pada hari Rabu ini meskipun terdapat  tantangan baru dari dewan kebijakan yang skeptis. 

• Belanda akan mengadakan pemilu pada hari Rabu dan sidang reguler The Fed akan berakhir pada hari Kamis. Kedua peristiwa penting ini akan mendapat  sorotan  pasar.  Sentimen  terhadap  euro  secara  umum  positif,  namun  mata  uang  tunggal  Eropa  ini  masih  rentan  tekanan  terhadap  perkembangan  di  Spanyol yang diperkirakan akan meminta dana bailout dan juga Yunani setelah para kreditur asing menolak bagian dari paket penghematan pemerintah. 

• Dolar juga mendapat tekanan setelah Moody's Investors Service mengatakan AS terancam kehilangan peringkat kredit Triple‐A jika pembicaraan anggaran  tahun depan tidak mengurangi utang negara dari waktu ke waktu. 

U.K.
• Sterling  menguat  terhadap  dolar  AS  ke  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  ditunjang  oleh  ekspektasi  bahwa  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  akan  menyetujui  program  pendanaan  bailout  zona  euro.  Kinerja  sterling  juga  ditunjang  oleh  pelemahan  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya  akibat naiknya ekspektasi pemberlakuan program QE3 oleh The Fed. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,46 persen terhadap dolar AS  ke 1.6070 setelah sempat naik hingga 1.6083. Turut mendukung kinerja sterling yaitu rilis data defisit perdagangan Inggris untuk periode Juli yang semakin  menyempit. 

• Sementara itu anggota BoE – David Miles menyatakan dampak dari pelonggaran moneter BoE terhadap penguatan sterling sulit untuk diprediksi, namun  dampaknya diperkirakan cukup moderat. Lebih lanjut, Miles menegaskan bahwa langkah stimulus dari BoE untuk mendongkrak pemulihan ekonomi sudah  tepat dan pembelian obligasi pemerintah merupakan kebijakan yang efektif. Miles merupakan anggota yang mendukung stimulus tambahan sepanjang  sidang 2012 ini dan menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga acuan akan kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi.   

• Perhatian pelaku pasar  pada sesi ini akan tertuju pada  rilis  data  sektor ketenagakerjaan  Inggris untuk periode Juli serta pengumuman  hasil keputusan  Mahkamah Konstitusi Jerman berkaitan program bailout zona euro. Jika Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui bailout tersebut maka potensial akan  kembali mendongkrak kinerja sterling terhadap dolar, dengan kisaran level 1.6200 menjadi resistance yang cukup diperhitungkan. Dimana apabila berhasil  menembus level tersebut maka akan membuka peluang berlanjutnya penguatan menuju level tertinggi sejak akhir April silam di 1.6301. 


JAPAN
• Perusahaan  manufaktur  besar  Jepang  terlihat  optimis  dengan  kondisi  bisnis  untuk  pertama  kalinya  dalam  4  kuartal  terakhir  di  periode  Juli‐ September, demikian sebuah survey pemerintah menunjukkan, mengisyaratkan sentimen meningkat didukung oleh kegiatan rekonstruksi untuk  daerah  yang  terkena  gempa  dan  tsunami  tahun  lalu.  Namun  krisis  utang  zona  euro  dan  pelambatan  pertumbuhan  ekonomi  global  masih  berpotensi menekan sentimen korporasi di masa mendatang. 

• Indeks survey bisnis (BSI) sentimen pada perusahaan manufaktur besar Jepang tercatat +2.5 di periode Juli‐September, dibandingkan dengan ‐5.7  di periode April‐Juni, bedasarkan survey oleh The Ministry of Finance and the Economic and Social Research Institute. 

• Data survey ini muncul menjelang dirilisnya data BOJ tankan (survey sentimen bisnis) pada 1 Oktober mendatang. 

• Dolar jatuh ke level terendah lebih dari 3 bulan terhadap yen pada hari Selasa, dipicu ekspektasi The Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan  moneter  longgar  setelah  sejumlah  data  ekonominya  dirilis  melemah  belakangan  ini.  Dolar  jatuh  ke  level  intraday  low  di  77.74  yen,  level  terendahnya sejak 1 Juni. Dolar/yen terakhir bergerak di sekitar 77.75 yen, atau melemah 0.6% dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

• Otoritas moneter Jepang kemungkinan akan meningkatkan ancamannya untuk melakukan intervensi di pasar uang dan bank sentral Jepang (BOJ)  akan  melonggarkan  kebijakan  moneter  lebih  lanjut  ketika  mengadakan  sidangnya  pada  18  September  mendatang  untuk  menangkal  tekanan  akibat prospek pelonggaran moneter dari The Fed.


AUSTRALIA
• Australian  dollar  naik  mendekati  level  tertinggi  tiga  minggunya  versus  meluasnya  perjuangan  the  greenback/dollar  Selasa  lalu,  didorong  oleh  naiknya ekspektasi the Fed akan mengumumkan kedepannya langkah pada minggu ini untuk mendorong perekonomian AS.  

• Aussie dollar juga diperdagangkan pada level utama sebelumnya US$1.04 options barrier yang telah membatasi dalam beberapa minggu terakhir.  Telah  diperdagangkan  ke  level  tertingginya  US$1.0442  <AUD=>,  level  terkuatnya  sejak  24  Agust.,  dan  terakhir  diperdagangkan  pada  level  US$1.0440, telah naik 1 persen.  

• Harga Australian 10‐year bond futures sedikit menguat, karean pasar menunggu meeting penting dari the Fed AS.  

• JP  Morgan  interest  rate  strategist  Sally  Auld  mengatakan  trader  ragu‐ragu  untuk  mengambil  posisi  dari  kedepannya  Federal  Open  Market  Committee (FOMC) AS Kamis dan Jumat, dan expiry pada kontrak September bond futures pada minggu depannya.  


SWISS
• Swiss  franc  merosot  terhadap  euro  Selasa  lalu  dengan  investor  mewaspadai  reposisi  kedepannya  dari  kekuasaan  oleh  mahkamah  konstitusi  Jerman terhadap pendanaan bailout zona euro dan meeting the Fed.  

• Putusan penting oleh mahkamah konstitusi Jerman berkenaan apakah mengizinkan suatu bailout fund Uni Eropa dan perjanjian bujet yang telah  menghentikan rally dari euro, yang mana mencapai level tertinggi delapan bulan terhadap the franc Jumat sebelumnya, karena investor gembira  terhadap rencana pembelian obligasi dari European Central Bank.  

• Pasar juga menunggu untuk melihat apakah the Fed AS akan memilih untuk langkah monetary easing dalam membantu menaikkan rapuhnya  recovery dari AS, yang mana kedepannya dapat mendukung euro. 

Tuesday, September 11, 2012

Headline News 11.09.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  Amerika  melemah  pada  sesi  Senin  diikuti  pelemahan  euro  menjelang  potensi  pemberlakuan  stimulus  keuangan  terbaru dari The Fed dan ECB. Pasar masih menantikan keputusan The Fed dalam pertemuan dwi‐hariannya, pelaku pasar juga  akan  menantikan  hasil  keputusan  dari  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  mengenai  apakah  Jerman  akan  berkontribusi  pada  dana  penyelamatan zona euro. Putusan tersebut sangat penting untuk rencana ECB dalam mengendalikan biaya pinjaman Spanyol dan  Italia. 

• The Dow Jones industrial average <DJI.> turun 52.35 poin, atau 0,39 persen, ke 13,254.29. Indeks The Standard & Poor 500 <. 
SPX> turun 8,84 poin, atau 0,61 persen, ke 1,429.08. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 32.40 poin, atau 1,03 persen,  ke 3,104.02. 

• Saham American International Group Inc <AIG.N> turun 0,02 persen setelah Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan  menjual  sebagian  besar  sahamnya  di  perusahaan  asuransi  tersebut,  hal  tersebut  akan  membuat  pemerintah  menjadi  investor  minoritas untuk pertama kalinya sejak perusahaan tersebut diselamatkan dari jurang krisis keuangan empat tahun lalu.  

• Sementara  itu  Cina  melaporkan  impornya  turun  2,6  persen  pada  Agustus  dibanding  tahun  sebelumnya,  berlawanan    dengan  ekspektasi  ekonom  yang  memperkirakan  kenaikan  3,5  persen.  Investor  menjual  saham‐saham  teknologi  skala  besar  yang  performanya cukup bagus  sepanjang tahun ini. Data impor Cina yang memburuk turut menambah aksi jual investor pada sektor  teknologi. 

• Indeks saham global MSCI <. MIWD00000PUS> turun 0,43 persen. Bursa saham di London <FTSE.>, Paris <. FCHI> dan Frankfurt <. GDAXI> juga mengalami penurunan. 

• Pemilihan  umum  di  Belanda  pada  sesi  Rabu  juga  dapat  mempengaruhi  outlook  investor  jika  pemilih  di  Belanda  memilih  pemerintah yang kurang berkomitmen pada kesatuan euro. 

• Bursa  saham  global  sempat  naik  ke  level  tertinggi  sejak  4‐tahun  terakhir  pada  pekan  lalu  setelah  ECB  mengatakan  siap  untuk  membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas. Berita mengenai ECB tersebut mendongkrak bursa saham Eropa ke level tertinggi  sejak 13‐bulan dan euro naik mencapai level tertinggi dalam 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS. 

• Euro <EUR=> melemah terhadap dolar AS pada sesi awal pekan ini, merupakan pelemahan pertama kalinya dalam 4‐sesi terakhir,  turun 0,37 persen ke 1,2759, setelah pada sesi Jumat sempat naik hingga 1,2817. Namun demikian proyeksi QE3 oleh The Fed  diperkirakan akan membatasi penurunan. 

• Obligasi  Amerika  relatif  stagnan,  didukung  oleh  potensi  pembelian  besar‐besaran  oleh  The  Fed.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  obligasi pemerintah AS tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,66 persen dibanding 1,58 persen pada sesi  penutupan Jumat. 

• Emas bertahan di level tertinggi dalam 6‐bulan terakhir didukung oleh ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan oleh The Fed.  Harga  spot  emas  <XAU=>  ditutup  pada  kisaran  1,725.20  USD  per  ounce,  setelah  pekan  lalu  naik  sebesar  2,7  persen,  yang  merupakan kinerja positif mingguan dalam 3‐pekan berturut‐turut. 

• Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober <LCOc1> naik 56 sen atau 0,49 persen ke 114,81 USD per barel.  Minyak mentah AS <CLc1> naik 12 sen atau 0,12 persen ke 96,54 USD per barel. Para analis berpendapat bahwa ekspektasi akan  stimulus  keuangan  dari  the  Fed  untuk  merangsang  pertumbuhan  ekonomi  dimentahkan  oleh  tekanan  dari  data  ekonomi  Cina  yang lemah, mengangkat kekhawatiran tentang permintaan minyak.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah Senin lalu karena aksi ambil untung, tetapi bertahan mendekati level tertinggi enam bulannya setelah anjloknya  laporan dari pasar tenaga kerja AS/data payrolls yang mendorong harapan bahwa the Fed dapat melakukan stimulus terkini untuk  Kamis  ini.  Dengan  tingginya  ekspektasi  untuk  pengambil  kebijakan  AS  dalam  memberi  sinyal  sedini  mungkin  karena  Kamis  ini  mereka kemungkinan mengambil langkah untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya.  

• Laporan bulanan employment AS Jumat lalu menunjukkan lebih sedikitnya lapangan kerja yang dibuat daripada ekspektasinya,  yang mendorong harga emas naik lebih dari 2 persen, kenaikan terkuat satu hari dalam bulan ini.   

• Emas telah naik dilatarbelakangi meningkatnya ekspektasi untuk mendukung perekonomian AS oleh the Fed, kemungkinan awal  Kamis ini ketika bank sentral merilis Federal Open Market Committee (FOMC) untuk keputusan pada tingkat suku bunga.  

• Investasi pada emas yang didukung produk exchange‐traded mencapai level tertingginya minggu lalu, sementara itu kepemilikan  pada U.S. gold futures oleh spekulator naik ke level tertingginya tahun ini. 

• "We could see a pullback in gold at anytime as prices are fairly overbought on a daily basis, and once we hit the $1,800 an ounce  level, we think there could be a multi‐week congestion," ungkap Mark Arbeter, kepala technical strategist pada S&P Capital IQ.  


OIL & COMMODITIES
• Oil  naik  Senin  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy  Senin  lalu  karena  didukung  ekspektasi  the  Fed  AS  akan  bertindak  untuk  menstimulasi pelemahan ekonomi dibalas oleh pelemahan data Cina yang menaikkan permasalahan mengenai permintaan untuk  oil.  

• Beberapa  investor  mempercayai  bahwa  tumbuhnya  tanda‐tanda  perlambatan  ekonomi  di  Cina  dan  di  AS  telah  menaikkan  kemungkinan  bahwa  the  Fed  AS  policy  meeting  dua  harinya  yang  berakhir  hari  Kamis  akan  menghasilkan  putaran  ketiga  dari  stimulus moneter, yang dikenal sebagai quantitative easing atau QE3.  

• Tambahan stimulus di ekspektasi untuk melemahkan dollar, yang mana dapat mendorong harga komoditas yang berdenominasi  dollar seperti oil. Euro melorot terhadap dollar untuk pertama kalinya dalam empat hari ini Senin lalu. 

• "The market is clearly betting on a third round of quantitative easing from the United States," ungkap Tamas Varga, analis pada  PVM Oil Associates di London.  

• "The Chinese data were pretty bearish as were U.S. jobs figures last week. But it is a twisted logic: bad news can be good news if it  leads to a positive policy response."  

EURO ZONE
• Euro  jatuh  terhadap  dolar  mnejelang  sidang  The  Fed  pekan  ini,  dengan  ekspektasi  semakin  meningkat  mengenai  kemungkinan  bank  sentral  AS  mengumumkan  putaran  lain  stimulus.  Meskipun  mengalami  koreksi,  namun  euro  masih  bergerak  di  mendekati  level  tertinggi  4  bulan  yang  dicapai  hari  Jumat  lalu  ketika  data  ketenagakerjaan AS dirilis mengecewakan yang menambah spekulasi The Fed akan menggulirkan quantitative easing (QE)  jilid 3. Hasil jajak pendapat usai rilis data  payrolls  akhir  pekan  kemarin  menunjukkan  peluang  60%  bagi  The  Fed  untuk  menjalankan  program  QE3,  dibandingkan  45%  peluangnya  berdasarkan  hasil  jajak  pendapat akhir Agustus lalu. 

• Di bawah program QE, The Fed akan mencetak lebih banyak uang untuk membeli obligasi, yang akan menekan yield Treasury, mendorong investor mencari investasi  lain  yang  memberikan  keuntungan  lebih  tinggi.  Meningkatnya  suplai  uang  akan  berakibat  menurunnya  nilai  tukar  dolar.  Adapun  The  Fed  akan  mengumumkan  keputusannya pada hari Kamis. 

• Euro tercatat melemah 0.1% di sekitar $1.2795, masih mendekati level tertinggi Jumat di $1.2817, yang merupakan level terkuatnya sejak Mei. 

• Sementara itu, sentimen di kawasan euro meningkat setelah bank sentral Eropa (ECB) pekan lalu mengumumkan rencana untuk memangkas biaya pinjaman untuk  negara‐negara yang paling menderita krisis utang. 

• Namun, dengan akan diadakannya pemilu Belanda dan putusan mahkamah konstitusi Jerman mengenai dana bailout permanen dalam pekan ini, nampaknya akan  membuat investor berhati‐hati dalam bertransaksi di pasar forex. 

• Resiko mengenai kemungkinan ditundanya keputusan mahkamah konstitusi Jerman mengenai kelanjutan pemberian dana bailout terlihat terlalu dibesar‐besarkan.  Jerman kemungkinan akan mendukung pemberian bailout meskipun jumlahnya nampaknya akan dibatasi. Sedangkan resiko pemilu Belanda terlihat mereda setelah  jajak pendapat terkini menunjukkan kemenangan nampaknya akan berpihak pada partai yang pro‐Eropa. Kondisi tersebut berpotensi mendorong euro menuju ke  atas areal $1.30. 

• Meski begitu, mata uang tetap rentan terhadap perkembangan di Spanyol, yang mungkin harus meminta bailout, dan Yunani, yang tengah mengelami kesulitan  keuangan  setelah  kreditur  asing  menolak  bagian  dari  paket  penghematan  yang  disiapkan  oleh  pemerintah.  Yunani  mengakui  pada  hari  Senin  kemarin  tengah  mengalami kesulitan untuk membujuk kreditur asing untuk menerima rencana menyimpan hampir 12 miliar euro selama dua tahun, yang sangat penting untuk  menghindarkan negara dari kebangkrutan.


U.K.
• Sterling gagal menembus level tertinggi daalm kurun 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS, namun demikian ekspektasi pelonggaran moneter The Fed dan  masih  akan  bertahannya  kebijakan  moneter  BoE  masih  memperkuat  level  support  sterling.  Pekan  lalu,  poundsterling  membukukan  performa  terbaik  terhadap dolar AS sejak akhir Juni silam seiring naiknya kepercayaan investor terhadap mata uang tersebut pasca diumumkannya pembelian obligasi oleh  ECB yang ditujukan untuk menurunkan imbal hasil obligasi beberapa negara di kawasan Uni‐Eropa. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah  0,09 persen terhadap dolar AS ke 1.5985.  

• Kinerja sterling juga terbantu oleh komentar dari petinggi BoE – Spencer Dale yang menyatakan bahwa bank sentral harus mempertahankan ekonomi dari  meningkatnya  resiko  inflasi  dalam  kondisi  ekonomi  yang  stagnan.  Pernyataan  tersebut  dipandang  masih  mendukung  dipertahankannya  kebijakan  BoE  setidaknya hingga akhir tahun 2012 ini. Data‐data ekonomi Inggris akhir‐akhir ini juga dirilis lebih baik dari perkiraan, dengan demikian tidak mendukung  proyeksi pelonggaran moneter berikutnya. 

• Optimisme dikalangan pelaku bisnis Inggris mengalami penurunan ke level terendahnya sejak 20‐tahun terakhir, berdasarkan jajak pendapat yang dilansir  oleh grup akuntan BDO pada awal pekan ini. BDO optimisme index yang mengukur ekspektasi performa bisnis dalam dua triwulan kedepan mengalami  penurunan  menjadi  89.1  pada  periode  Agustus  dibandingkan  93.1  pada  Juli  lalu.  Ini  merupakan  penurunan  dalam  6‐bulan  beruntun.  Apabila  berhasil  mengungguli 95 maka figure tersebut mengindikasikan kembalinya kepada pertumbuhan ekonomi. 


JAPAN
• Dolar  masih  bergerak  terbatas  dan  cenderung  melemah  di  sekitar  78  yen  menyusul  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mengimplementasikan  langkah  pelonggaran moneter lebih lanjut dalam jangka pendek kedepan. Dengan masih buruknya data ketenagakerjaan AS maka dolar cenderung masih akan  melemah terhadap yen dan juga mata uang utama dunia lainnya. 

• Sementara itu revisi turun untuk data GDP‐Q2 tidak banyak berpengaruh pada pergerakan niali tukar dolar/yen. Dolar terakhir bergerak di sekitar 78.25  yen, relatif stabil dibandingkan dengan level penutupan New York hari Jumat lalu. 

• Hasil data revisi GDP‐Q2 Jepang menunjukkan ekonomi tumbuh 0.2% dari kuartal sebelumnya, lebih kecil dari ekspektasi 0.3% dan laporan awalnya 0.3%.  Pelemahan ini disebabkan perusahaan‐perusahaan memangkas belanja modal akibat memburuknya krisis utang zona euro dan pelambatan pertumbuhan  ekonomi  Cina  yang  membuat  menurunnya  permintaan  global.  Data  tersebut  juga  menunjukkan  permintaan  domestik  dari  belanja  untuk  pebangunan  kembali daerah yang rusak akibat gempa dan tsunami kian mereda dan dewan kebijakan moneter kemungkinan perlu untuk melakukan langkah‐langkah  guna mendorong pertumbuhan ekonomi dalam bulan‐bulan mendatang. 

• BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun  kemungkinan  belum  akan  mengubah  kebijakannya  hingga  30  Oktober,  ketika  me‐review  proyeksi  harga  dan  ekonomi  jangka  panjang  dalam  laporan  semesterannya.


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar bertahan kebanyakan dari kenaikan dalam dua hari sebelumnya pada Senin lalu, karena data ekonomi Cina dan  AS yang melabat yang mendorong harapan pada stimulus berikutnya.   

• Aksi ambil untung memangkas Aussie <AUD=D4> ke level $1.0334, dari level $1.0378 pada awal perdagangan. Tetapi masih  naik mendekati dua  sen sejak terpangkas ke level terendah dua bulannya $1.0165 pada minggu lalu, yang telah naik ke level tertinggi Jumat lalu di level $1.0401.  

• Mata  uang  tertekan  kadang‐kadang  dengan  data  perdagangan  Cina  yang  melambat,  meksipun  ini  diimbangi  oleh  ekspektasi  dari  banyaknya  pembelanjaan oleh Beijing/Cina dalam infrastruktur.  

• Impor  Cina  dari  Australia  sebenarnya  naik  10  persen  pada  bulan  Agustus,  dari  bulan  sebelumnya,  kejutan  yang  diberikan  dari  pembicaraan  dengan anjloknya pengapalan dari bijih besi.  

• Perumbuhan impor tahunan dari Australia telah melambat kedepannya menjadi 2.9 persen, terhadap rata‐rata antara bulan Januari dan Mei  disekitar 21 persen, ungkap Adarsh Sinha, seorang strategist pada Bank of America Merrill Lynch di Hong Kong. 

• Harga obligasi Australia telah bergerak naik ditengah pelemahan data domestik dan harapan dari paket stimulus terbaru di AS.  


SWISS
• Swiss franc melemah terhadap euro Senin lalu, meskipun membaik dari level terendahnya dalam delapan bulan yang naik hari Jumat sebelumnya  setelah data menunjukkan Swiss National Bank membelanjakan lebih sedikit pada bulan Agustus untuk melindungi kenaikan franc.  

• Data SNB dikombinasikan dengan harapan dari usaha terkini European Central Bank untuk menghadapi pergolakan krisis uang zona euro yang  ditambah beberapa volatilitas terhadap perdagangan the franc‐euro dan mendorong the franc melalui level 1.21 per euro yang ditandai pertama  kalinya sejak bulan Januari.  

• Bertumbuhnya  ekspektasi  pada  tindakan  ECB  telah  mendorong  mata  uang  tunggal  terhadap  mata  uang  utama  minggu  lalu  dari  kedepannya  keputusan penting dari Constitutional Court Jerman, yang mana diekpektasi untuk memungkinkan bailout fund Uni Eropa dan paket bujet ketika  diputuskan Rabu ini.  

Monday, September 10, 2012

Headline News 10.09.12


US & GLOBAL
• Akhir pekan lalu dolar AS melemah tajam terhadap mata uang utama dunia dan harga emas melonjak ke level tertinggi  sejak 6‐bulan terakhir menyusul buruknya rilis data non‐farm payrolls Amerika yang meningkatkan ekspektasi dikalangan  investor  bahwa  The Federal  Reserve  akan  segera  mengumumkan  QE3  setidaknya  pada  sidang  pekan  depan.  Imbal  hasil  obligasi  Amerika  merosot  setelah  rilis  data  non‐farm  payrolls  Amerika  untuk  periode  Agustus  dirilis  dibawah  perkiraan,  sementara  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  memperpanjang  penurunannya  ECB  pada  sesi  Kamis  06  September  mengumumkan rencana untuk memerangi krisis utang kawasan tersebut dengan membeli obligasi pemerintah. 

• Prospek untuk tindakan lebih lanjut dari ECB mendukung kinerja euro pada awal sesi, dan euro melanjutkan penguatannya  setelah  Departemen  Tenaga  Kerja  Amerika  melaporkan  nonfarm  payrolls  meningkat  hanya  sebesar  96.000  pada  bulan  Agustus, jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 125.000. The Federal Reserve akan memulai pertemuan dua hari  kebijakan pada hari Rabu 12 September, dan pasar tajam akan menunggu pernyataan bank sentral Amerika tersebut pada  sesi Kamis 13 September. 

• Dolar AS turun 1,0 persen menjadi ke 80,194 terhadap mata uang utama dunia <DXY.>. Sedangkan euro <EUR=> mencapai  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  di  1,2814  sebelum  akhirnya  ditutup  pada  kisaran  1,2810.  Harga  emas berjangka Amerika melonjak hingga 1,740.80USD per troy ounce <GCcv1>, level tertinggi sejak akhir Februari 2012. 

• Bursa  saham  Amerika  bergerak  dalam  kisaran  tipis  karena  investor  masih  menimbang  peluang  untuk  pelonggaran  kuantitatif The Fed, yang akan menggelontorkan  uang ke dalam perekonomian untuk meningkatkan pertumbuhan. The  Dow Jones industrial average <DJI.> naik 14.64 poin, atau 0,11 persen, ke 13,306.64. Indeks The Standard & Poor 500 <.  SPX> ditutup naik 5,80 poin, atau 0,40 persen, ke 1,437.92. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 0,61 poin, atau 0,02  persen, ke 3,136.42. Untuk minggu ini, S & P menguat 2,2 persen sementara Dow naik 1,6 persen dan Nasdaq naik 2,3  persen. Merupakan performa mingguan terbaik untuk S & P dan Nasdaq sejak Juni, dan performa terbaik bagi Dow sejak  Juli. 

• Saham‐saham  energi  dan  keuangan  mencatat  kinerja  terbaiknya,  penguatan  saham‐saham  sektor  tersebut  ditunjang  maraknya pembelian investor seiring prospek pertumbuhan ekonomi. Saham ConocoPhillips  naik  1,5 persen, sementara  Noble Energy naik 2,4 persen. Saham Bank of America melonjak 5,4 persen. Sementara itu Intel Corp memangkas perkiraan  earning  triwulan  ketiga‐2012,  sembari  menyatakan  bahwa  terjadi  penurunan  permintaan  untuk  produksi  chip  seiring  berkurangnya  konsumsi  komputer  personal. Saham produsen  chip terbesar dunia tersebut  turun  3,6  persen,  sementara  indeks semikonduktor PHLX <SOX.> tuurn 0,8 persen. 

• Imball hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32, dengan imbal hasil berkisar pada 1,6695  persen. 

• Indeks  The  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  naik  ke  1.106,72,  atau  sebesar  0,18  persen.  Imbal  hasil  obligasi  Spanyol  tenor10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun ke 5,646 persen, level terendahnya  sejak awal April. Indeks ekuitas dunia The MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 1,2 persen menjadi ke 330,24.  

• Harga  minyak  naik  dalam  sesi  perdagangan  yang  volatile  seiring  tingginya  harapan  akan  stimulus  The  Fed,  meskipun  buruknya rilis data ketenagakerjaan meredam prospek permintaan minyak. Minyak mentah AS <CLc1> ditutup naik 0,93  persen persen ke 96,42 USD per barel. Minyak Brent kontrak Oktober <LCOc1> naik 76 sen, atau 0,67 persen ke 114,25 USD  per barel.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  2  persen  ke  level  tertingginya  dalam  enam  bulan  Jumat  lalu,  melewati  level  $1,730  per  ons,  setelah  pertumbuhan  jobs  AS  melambat  lebih  dari  ekspektasi  pada  bulan  Agustus,  kemungkinan  berpengaruh  dari  arah  pengumuman the Fed yang menambah stimulus untuk ekonomi yang suram.  

• Emas menguat melanjutkan ofensifnya setelah jumlah yang menunjukkan nonfarm payrolls naik hanya 96.000 bulan lalu,  dibawah ekspektasi kenaikan 125.000.  

• Laporan  tenor  pelemahan  menggarisbawahi  dengan  revisi  data  bulan  Juni  dan  Juli  untuk  menunjukkan  41.000  lebih  sedikitnya pekerja yang dibuat daripada laporan sebelumnya.   

• "Gold is going through the roof because this negative data makes QE3 more likely now," kata Daniel Briesemann, analis  komoditas pada Commerzbank di Frankfurt. 


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik Jumat lalu dalam perdagangan yang volatile setelah laporan jobs AS yang mengecewakan dengan menekan  dollar dan mendorong ekspektasi untuk stimulus dari the Fed AS, meskipun didorong outlook dari permintaan petroleum.  

• Brent dan crude futures AS dekat dengan pelemahan tipis mingguannya, setelah rangkaian kenaikan dalam lima minggunya  dan menguat lebih dari 9 persen pada bulan Agustus.  

• Dengan  hanya  naiknya  96.000  nonfarm  payrolls  AS  bulan  lalu,  Labor  Department  mengatakan  Jumat  lalu,  dibawah  perkiraan yang naik 125.000. Sementara itu  tingkat pengangguran turun menjadi 8.1 persen dari 8.3 persen pada bulan  Juli, yang meluas berkenaan dengan orang Amerika yang naik untuk mencari pekerjaan.  

• Perdagangan  yang  choppy  Jumat  lalu  yang  disebabkan  ekspektasi  bahwa  kenaikan  data  jobs  kemungkinan  bahwa  policy  meeting the Fed AS dua hari minggu depan akan menghasilkan putaran ketiga dari stimulus moneter, yang dikenal dengan  quantitative easing atau QE3.  

• "It was a decidedly negative report due to the meager number of jobs created in August and the downward revision for the  two prior months," kata John Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York. 


EURO ZONE
• Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

• Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

• Euro mencatat intraday high di $1.2806 terhadap dolar, level terkuatnya sejak akhir Mei. Harga terakhir bergerak menguat 1.3% di ssekitar $1.2795.  Dalam sepekan, euro telah naik 1.8%, kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juni. Euro nampaknya masih berpeluang melanjutkan rally‐nya, dan berpotensi menuju  target level psikologi di $1.30. 

• Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

• Euro  sendiri  telah  menguat  sebelum  rilis  data  payrolls  setelah  investor  menyambut  gembira  pengumuman  rencana  ECB  Kamis  lalu  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman untuk Spanyol dan Italia. Presiden ECB Mario Draghi kembali menegaskan sikapnya untuk menyelamatkan kelangsungan euro dan memberikan peluang  untuk melakukan pembelian obligasi tak terbatas guna menurunkan biaya pinjaman negara‐negara kawasan yang dilanda krisis. Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun  berhasil turun di bawah 6% untuk yang pertama kalinya sejak Mei, sementara untuk yield Italia juga turun sehingga berimbas pada terangkatnya nilai tukar euro  secara umum. Euro menguat terhadap yen ke level tertinggi 2 bulan, dan di sesi sore euro tercatat naik 0.5% di sekitar 100.06 yen.  

U.K.
• Sterling mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS pada sesi akhir pekan lalu setelah data sektor ketenagakerjaan Amerika dirilis  dibawah perkiraan, dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menerapkan pelonggaran moneter lanjutan (QE3). Sterling sempat mencapai level  1.6033 terhadap dolar AS, dan ditutup menguat 0,47 persen terhadap dolar AS ke 1.6005.  

• Namun  demikian  sterling  tercatat  melemah  terhadap  euro  ke  level  terendahnya  sejak  4‐bulan  terakhir  menyusul  naiknya  kepercayaan  pelaku  pasar  terhadap euro pasca langkah ECB yang memutuskan untuk menekan tingginya ongkos penerbitan utang beberapa negara di kawasan Uni Eropa. Uni Eropa  merupakan partner dagang terbesar Inggris, dan adanya perkembangan dari penanganan krisis hutang Uni Eropa akan berdampak positif bagi sterling,  terutama terhadap dolar AS.  

• Pekan ini pelaku pasar akan mengamati rilis data trade balance Inggris untuk periode Juli dimana deficit perdagangan diperkirakan akan membaik dari  periode sebelumnya, selanjutnya akan rilis data sektor ketenagakerjaan yang diperkirakan membaik dari periode sebelumnya. Selain itu perhatian pelaku  pasar  yang  terutama  akan  berfokus  pada  hasil  sidang  The  Fed  pada  12‐13  September  yang  diharapkan  akan  menetapkan  quantitative  easing  jilid  3. 


JAPAN
• Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

• Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

• Rilis data non‐farm payrolls AS telah mendorong penguatan yen terhadap dolar. Dolar terkoreksi 0.8% ke 78.24 yen, dan mencatat level intraday low di 78.00 yen.  Menjelang rilis data pyrolls, yen tercatat telah melemah terhadap dolar dalam pekan kemarin setelah rilis data pertumbuhan tenaga kerja sektor Swasta AS yang  lebih baik dari perkiraan yang mendorong naiknya yield Treasury. Dalam sepekan, dolar telah melemah 0.2% terhadap yen, pelemahan mingguan ketiganya secara  berturut‐turut. 

• Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

• Sementara itu data index of coincident economic indicators turun 1.3 poin di bulan Juli dari bulan Juni sebelumnya, demikian dilaporkan Cabinet Office, mencatat  penurunan keempat kalinya berturut‐turut dipicu pelambatan pertumbuhan ekonomi global.  Sedangkan  untuk  index  of  leading  economic  indicators,  yang  menggunakan  gabungan  data  seperti  jumlah  penawaran  pekerjaan  dan  sentimen  konsumen  dan  sebagai barometer untuk menaksir kondisi ekonomi Jepang dalam beberapa bulan kedepan, turun 1.4 poin di bulan Juli. 

• Pekan ini data machinery orders Jepang untuk periode Juli akan menjadi fokus pasar, disampin sidang reguler The Fed. Jika data dirilis buruk, maka akan memicu  tekanan jual untuk yen.


AUSTRALIA
• Australia  dan  New  Zealand  dollar  menguat  Jumat  lalu,  karena  pasar  menyukai  rencana  European  Central  Bank  untuk  menangani  krisis  utang  dan  banyaknya isyarat dari stimulus Cina.     

• Aussie dollar <AUD=D4> naik ke level $1.0321, level terkuatnya dalam mingguan dan naik dari level terendahnya dalam dua bulan $1.0165. Resistance  terdapat di level $1.0335, 38.2 persen dari penurunan bulan Agust‐Sept.  

• Dorongan  awal  berasal  dari  Kamis  sebelumnya  setelah  ECB  merilis  suatu  potensi  program  pembelian  obligasi  yang  tidak  terbatas  untuk  membantu  menurunkan borrowing costs dalam areanya.  

• Terpaan berikutnya setelah media yang dimiliki negara melaporkan regulator Cina telah menyetujui 30 proyek infrastruktur dalam suatu gerakan untuk  mendorong pelemahan ekonomi.   

• Janji investasi diikuti pengumuman dari hampir lusinan pemerintah lokal Cina dalam dua bulan yang lalu untuk membelanjakan sekitar 7 trilyun yuan.  

• Semua  pembelanjaan  ini  membantu  menghadapi  ketakukan  dari  hard  landing  untuk  ekonomi  terbesar  di  Asia  dan  dapat  mendorong  permintaan  dari  ekspor resource Australia. Suatu pelemahan dalam harga bijih besi, ekspor terbesar Australia, satu alasan negara melaporkan suatu defisit perdagangan  yang melebar pada bulan Juli dan telah menekan Aussie dalam minggu‐minggu ini. 

• Menteri Perdagangan Craig Emerson mempercayai Australia memiliki diversifikasi yang cukup untuk mengatasi pelemahan ekonomi  global.  

• Harga Australian bond futures turun mengikuti rencana dari European Central Bank (ECB) untuk mendukung pelemahan ekonomi regional.  


SWISS
• Swiss franc melemah terhadap euro Jumat lalu, terpukul ke level terendah dalam 3 ½ bulan yang terjadi sehari sebelumnya karena mata uang  tunggal menunjukkan penguatan dari rencana pembelian obligasi dari European Central Bank yang bertujuan menghentikan krisis zona euro.   

• The franc melorot ke level terendahnya sejak 24 Mei setelah ECB mengatakan akan meluncurkan program pembelian terbaru dan potensial yang  tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs.  

• The franc secara meluas diperdagangkan bersamaan dengan euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per euro tahun lalu untuk  meredam deflasi dan resesi setelah investor mengkhawatirkan krisis zona euro yang membawa the franc ke level tertingginya.  

• "To some extent the reassurance by Mario Draghi that the euro will stay in place is a good message to those who are panicking about the euro  and putting money into the Swiss franc," kata ekonom Sarasin Jan Poser.  

Friday, September 7, 2012

Headline News 07.09.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS ditutup ke level tertinggi bulanannya Kamis lalu, dengan indeks S&P 500 ditutup ke level tertingginya sejak sebelum ambruknya Lehman  Brothers karena investor menyambut baik program pembelian terkini obligasi Eropa yang bertujuan untuk meredam krisis utang regional. Bursa saham di  Eropa menguat dan euro naik Kamis lalu setelah European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasinya.   

• Presiden ECB Mario Draghi mengkonfirmasi ekspektasi pasar untuk potensi pembelian yang tidak terbatas pada obligasi jangka pendek dari negara‐negara  yang  mengimplementasikan  persetujuan  program  austerity  fiskal  dan  juga  mengatakan  bank  sentral  akan  secara  legal  berperingkat  sama  dengan  pembelian private investor pada obligasi yang sama.  

• Indek Dow Jones industrial average <.DJI> naik 244.52 poin, atau 1.87 persen, ke level 13,292.00. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> menguat 28.68  poin, atau 2.04 persen, ke level 1,432.12—level tertingginya sejak bulan Mei 2008. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 65.12 poin, atau 2.12  persen, ke level 3,134.39.   

• Sentimen juga didorong oleh menguat dari ekspektasinya data pada sektor jasa AS dan pasar tenaga kerja, yang mana pentingnya kedepan laporan non‐ farm Agustus Jumat malam ini.  

• Rally  meluas, dengan lebih  dari tiga perempat  saham‐saham yamg tercatat di New York  Stock  Exchange dan Nasdaq ditutup menguat. Grup  material,  finansial dan industri – yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi – memimpin kenaikan yang lebih dari 2 persen, yang memberikan indeks Dow kenakan  harian terbesarnya dalam dua bulan dan membantu Nasdaq kedepannya untuk menuju ke level tertinggi sejak tahun 2000.  

• Saham‐saham  teknologi  membantu  mendorong  indeks  Nasdaq  menuju  kinerja  terbaik  sejak  27  Juli.  SanDisk  Corp  <SNDK.O>  naik  8.4  persen  ke  level  $44.01 dan Micron Technology Inc <MU.O> bertambah 7.8 persen ke level $6.68. Indeks Dow didorong oleh Walt Disney Co <DIS.N>, yang naik 2.1 persen  kelevel tertinggi penutupannya yang pernah ada di level $51.86.      

• Euro  mencapai  level  puncaknya  terhadap  dollar  pada  perdagangan  yang  choppy  Kamis  lalu  setelah  European  Central  Bank  mengungkapkan  program  pembelian terbaru dan potensi yang tidak terbatas untuk mendorong dari krisis utang zona euro.  

• Yields Treasuries AS naik Kamis lalu karena para trader optimistik bahwa tingginya antisipasi Jumat ini pada laporan employment yang akan berada diatas  ekspektasi para ekonom dan setelah European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasinya.   

• Emas naik ke level tertinggi enam bulannya setelah European Central Bank menawarkan cukup rinci dari tujuan pembelian obligasinya untuk melindungi  euro dari aksi jual secara tajam. Spot emas <XAU=> naik 0.5 persen ke level $1,701.04 per ons pada pukul1350 GMT, yang telah naik ke level puncak  hariannya $1,713.79, tertinggi sejak bulan Maret.  

• Harga oil di settled menguat tetapi menghentikan level puncak Kamis lalu, didukung oleh penurunan persediaan crude oil AS, menguatnya data jobs dan  European Central Bank mengumumkan program pembelian obligasi. Brent October crude <LCOc1> naik 40 sen untuk di settle ke level $113.49 per barrel,  setelah mencapai level $115.15. U.S. October crude naik 17 sen untuk di settle ke level $95.53 per barrel. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertingginya dalam enam bulan Kamis lalu setelah European Central Bank menawarkan cukup rinci dari  maksud program pembelian obligasi untuk melindungi euro dari aksi jual yang mendalam.  

• Presiden  ECB  Mario  Draghi  mengatakan  bank  menyetujui  untuk  meluncurkan  program  pembelian  terbaru  dan  potensial  yang tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs dari negara‐negara zona euro dan menggambarkan batasan krisis  utang.  

• Emas cenderung untuk menguntungkan dari lingkungan/situasi tingkat suku bunga rendah  dan menghasilkan banyaknya  penguatan  dalam  euro  terhadap  dollar  AS  yang  dapat  kedepannya  mendorong  rally,  meskipun  kenaikan  kemungkinan  terbatas dari antisipasi kedepannya pergerakan penting dari employment AS Jumat malam ini.      


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik lebih dari 1 persen Kamis lalu yang didorong oleh penurunan tajam dari persediaan crude oil AS, dukungan  data jobs dan pengumuman  dari European Central  Bank  pada  program pembelian obligasi untuk membantu menangani  krisis utang zona euro.  

• Cadangan  crude  AS  melemah  7.43  juta  barrel  minggu  lalu,  Energy  Information  Administration  mengatakannya  dalam  laporan mingguannya.  

• Penurunan tidaklah mengejutkan, dengan impor dan produksi Teluk Meksiko yang terganggu oleh badai topan Isaac, tetapi  penurunan lebih dari 5.3‐juta barrel dalam perkiraannya.  


EURO ZONE
• Euro bergerak menguat terhadap dolar pada hari Kamis setelah ECB memberikan indikasi akan melakukan pembelian obligasi dalam jumlah tak terbatas  untuk mengatasi krisis utang zona euro. Investor sebelumnya telah mengantisipasi kemungkinan hal ini dalam beberapa pekan terakhir, dan penjelasan  rinci dari Presiden ECB Mario Draghi pada konferensi pers secara umum sesuai dengan perkiraan mereka. 

• Penjelasan Draghi awalnya mengecewakan investor karena tidak banyak memberikan rincian baru mengenai langkah kebijakan ECB dan memicu tekanan  jual  euro,  namun  mata  uang  tunggal  Eropa  tersebut  kemudian  rebound  setelah  pasar  melihat  pernyataan  Draghi  adalah  tindaklanjut  dari  janji  yang  diucapkannya pada Juli lalu yang akan melakukan segala upaya untuk melindungi kelangsungan euro. 

• Euro terakhir bergerak menguat 0.2% di sekitar $1.2635, menjauhi level intraday low di $1.2559. Euro mencatat intraday high di $1.2650, level tertinggi  sejak awal Juli setelah ECB mempertahankan suku bunga di level 0.75%. Sementara sejumlah pelaku pasar memprediksi ECB akan menurunkan suku bunga  untuk mendongkrak perekonomiannya yang masih lesu. 

• Euro masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, namun investor nampaknya akan tetap berhati‐hati sebelum mendapat kejelasan dari putusan  Mahkamah Konstitusi Jerman mengenai dana bailout zona euro yang dijadwalkan akan diumumkan pada 12 September mendatang. 

• Menteri Ekonomi Jerman Philipp Roesler mengatakan bahwa pembelian surat utang oleh Bank Sentral Eropa bukan merupakan solusi permanen untuk  mengatasi masalah di kawasan dan menekankan bahwa prioritas utama yang harus dilakukan adalah melakukan reformasi struktural. 


U.K.
• Sterling  menguat  terhadap  euro  Kamis  lalu  setelah  investor  mendapatkan  sedikit  dari  yang  tidak  mereka  ekspektasi  dari  Presiden  ECB  Mario  Draghi mengenai rencana pembelian obligasi untuk menangani krisis utang zona euro.  

• Draghi mengatakan European Central Bank akan melakukan tanpa batas, pembelian obligasi jangka pendek dibawah kondisi yang ketat untuk  menenangkan  tekanan  pendanaan  dari  pemerintah  yang  mencari  bantuan.  Dia  menambahkan  bahwa  ECB  tidak  akan  mengekspektasi  membaiknya pemulihan daripada kreditor lainnya dalam hal terjadinya default/gagal bayar.  

• Komentarnya yang berhubungan dengan ekspektasi pasar setelah banyaknya rincian yang terungkap sebelumnya, yang berarti banyaknya berita  positif yang mengarah pada mata uang tunggal tersebut.  

• Bank of England terperangkap pada kebijakannya saat ini dari pembelian obligasi Kamis lalu, karena Inggris yang merayap keluar dari resesi dan  harapan berlanjut dari tingginya pergerakan yang dilakukan European Central Bank untuk menenangkan krisis zona euro.  


JAPAN
• Gubernur  Bank  of  Japan  Masaaki  Shirakawa  pada  hari  Kamis  memperingatkan  adanya  hambatan  untuk  proses  pemulihan  ekonomi  negara  seperti  pelambatan ekonomi China dan yen yang terus menguat yang menekan sektor ekspor dan sentimen korporasi.  Tapi dia menawarkan sedikit petunjuk mengenai kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut akan segera digulirkan dan memperingatkan agar tidak  mengharapkan  terlalu  banyak  dari  bank  sentral,  dengan  mengatakan  bahwa  kebijakan  ultra‐longgar  hanya  bisa  mengulur  waktu  dan  tidak  akan  menyelesaikan masalah mendasar yang menghambat pertumbuhan. 

• Shirakawa mempertahankan pandangan  bahwa ekonomi  Jepang  sedang menuju  pemulihan  moderat tapi memperingatkan bahwa kunci  utama  adalah  apakah  pertumbuhan  di  luar  negeri  akan  membaik,  sementara  permintaan  domestik  tetap  kuat,  menunjukkan  memudarnya  keyakinan  terhadap  kemajuan pemulihan ekonomi. 

• BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun  kemungkinan  belum  akan  mengubah  kebijakannya  hingga  30  Oktober,  ketika  me‐review  proyeksi  harga  dan  ekonomi  jangka  panjang  dalam  laporan  semesterannya. Dolar bergerak stabil terhadap yen di 78.40 yen pada Rabu kemarin.   

• Dolar terakhir tercatat menguat 0.7% terhadap yen di level 78.94 yen, setelah mencatat intraday high di 79.02 yen, pasca rilis data payrolls sektor swasta  AS dan laporan mengenai pertumbuhan di sektor jasa AS.     

• Sektor swasta AS dilaporkan menambah 201.000 pekerjaan di bulan Agustus, jauh melampaui ekspektasi pasar. Laporan ini dirilis sehari menjelang rilis  data non‐farm payrolls AS periode Agustus yang diprediksi akan mencatat penambahan pekerjaan sebanyak 125.000. 

• Dolar berhasil menembus di atas level 79 yen ke level tertinggi 2 pekan setelah laporan menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa AS meningkat di bulan  Agustus dipicu rebound pada sektor tenaga kerja dan ekspor. 


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mendapatkan kembali kenaikannya Kamis lalu, mengikuti penurunan tajamnya baru‐baru ini, dibantu oleh aksi  beli yang terjadi diikuti penurunan yang mengejutkan pada tingkat pengangguran Australia.  

• Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0227, dari level $1.0195 pada awal perdagangannya dan dari level terendah dua bulannya  $1.0165. Telah  anjlok lebih dari 4 persen pada bulanan dari anjloknya harga komoditas dan kekhawatiran mengenai perlambatan (ekonomi) Cina.  

• Mata uang lokal mendapatkan perangsang setelah data yang menunjukkan jobless rate/tingkat pengangguran turun menjadi 5.1 persen pada  bulan Agustus, terhadap perkiraan yang naik menjadi 5.3 persen, meskipun gambaran lainnya yang mencatatkan turunnya pasar tenaga kerja.   

• Employment  melemah  8.800  jobs  versus  ekspektasi  yang  naik  5.000,  sementara  itu  participating  rate  turun  menjadi  65.0,  level  terendahnya  dalam lima tahun. 

• Harga Australian bond futures telah anjlok, setelah data resmi menunjukkan penurunan pada tingkat pengangguran. 


SWISS
• Swiss franc merosot ke level terendahnya dalam bulanan terhadap euro Kamis lalu, dengan mata uang  tunggal didukung oleh harapan dari usaha  terkini European Central Bank untuk menangani krisis utang zona euro.   

• The franc merosot ke level terendahnya 1.20591 pada trading platform EBS Kamis lalu, level terendahnya sejak 6 Agustus.  

• Mata uang tunggal menguat dari laporan European Central Bank dapat dengan segera untuk memperkenalkan suatu yang tidak terbatas, dari  program steriliasi dari pembelian obligasi. Meeting kebijakan ECB pada Kamis lalu memberikan rincian dari program pembelian obligasi terbaru.  

• The franc telah diperdagangkan secara meluas dalam kisaran yang tipis terhadap euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per  euro tahun lalu untuk mengantisipasi deflasi dan resesi.