title cover

title cover

Thursday, September 20, 2012

Headline News 20.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS dan Eropa saham naik secara moderat pada sesi Rabu setelah sempat turun dalam dua sesi sebelumnya,  penguatan mana terbantu data sektor perumahan Amerika yang membaik serta didukung pula oleh langkah pelonggaran  moneter BOJ. 

Harga minyak turun lebih dari 3 persen dan memperpanjang kerugiannya akhir‐akhir ini terdesak komentar dari pejabat  Arab  Saudi  yang  menyatakan  akan  mengambil  langkah  yang  diperlukan  guna  menjaga  harga  minyak  tetap  pada  kisaran  target tertentu. Harga minyak juga melemah akibat data yang memperlihatkan stok minyak mentah Amerika naik lebih dari  yang diperkirakan. 

Pasar ekuitas agak kesulitan menentukan arahnya dalam beberapa sesi terakhir, setelah langkah pelonggaran moneter dari  The Fed, ECB dan BOJ dipandang membatasi tekanan downside bursa saham, meskipun demikian kekhawatiran akan krisis  hutang Uni Eropa dan prospek perlambatan ekonomi global masih bertahan. 

Euro  yang  sempat  anjlok  dibawah  level  1.3  terhadap  dolar  AS,  namun  penguatan  bursa  ekuitas  berhasil  membatasi  pelemahan euro terhadap dolar AS dan kembali ditutup dikisaran 1.3045. 

Indeks  saham  Jepang  <N225.>  naik  ke  level  tertinggi  sepanjang  4‐bulan  terakhir  setelah  BOJ  menegaskan  akan  meningkatkan  pembelian  aset  dan  program  pinjaman,  yang  biasanya  disebut  sebagai  mekanisme  pelonggaran  moneter,  dari sebesar 10 triliun yen menjadi 80 triliun yen (127.000.000.000 USD).  

Bursa saham Eropa <FTEU3.> ditutup menguat 0,4 persen. Indeks saham global MSCI <. MIWD00000PUS> naik 0,31 persen. 

Data  ekonomi  Amerika  memperlihatkan  bahwa  penjualan  rumah  naik  dalam  penguatan  terpesatnya  sepanjang  2‐tahun  terakhir,  indikasi  terbaru  pemulihan  di  pasar  perumahan  Amerika  yang  mulai  mendapat  sokongan.  Sub‐indeks  sektor  perumahan <HGX.> naik 2,2 persen. 

The  Dow  Jones  industrial  average  <DJI.>  naik  13,32  poin,  atau  0,10  persen,  ke  13,577.96.  Indeks  Standard  &  Poor  500  <SPX.> naik 1,73 poin, atau 0,12 persen, ke1,461.05. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 4,82 poin, atau 0,15 persen,  ke 3,182.62.  Langkah dari Bank of Japan turut membantu meredakan kekhawatiran investor pada meningkatnya tensi antara Jepang dan  Cina  berkaitan  perselisihan  memperebutkan  gugusan  pulau  di  Laut  Cina  Selatan,  karena  dikhawatirkan  akan  berdampak  negatif terhadap ekspor Jepang. 

Dolar AS sempat naik hingga 79.21 yen <JPY=>, level tertinggi sejak 22 Agustus, setelah keputusan BOJ tersebut. Namun  hingga akhir sesi New York dolar AS tercatat turun 0,57 persen terhadap yen. 

Di pasar obligasi, obligasi pemerintah AS tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 10/32, dengan imbal hasil berkisar  pada 1,777 persen. 

Minyak Brent <LCOc1> merosot 3,7 persen menjadi 107,92 USD per barel. Brent turun sekitar 7,5 persen sejauh minggu ini. 

Emas <XAU=>, yang memiliki daya tarik kembar sebagai aset safe haven dan instrumen lindung nilai terhadap inflasi, masih  kokoh di mendekati level tertinggi 6‐1/2 bulan terakhir dan ditutup pada kisaran 1,772.49 USD per troy ounce. 

Perekonomian China tetap menjadi perhatian utama bagi pasar global. Pemerintah Cina pada sesi Rabu menyatakan bahwa  prospek ekspor cukup muram dan permintaan barang asal Cina juga diperkirakan akan melemah dalam beberapa bulan  kedepan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  


GOLD & COMMODITIES
Emas diperdagangkan mendekati flat Rabu lalu, berada dekat level tertinggi dalam 6‐1/2 bulan yang tercapai pada awal  perdagangannya, didorong oleh stimulus moneter dari bank sentral diseluruh dunia meskipun tertekan dari anjloknya harga  crude oil.  

Perputaran  pada  U.S. gold  futures  yang menguat  dari  biasanya setelah  Bank of  Japan menjadi bank sentral  utama  yang  terakhir melakukan pelonggaran kebijakan monter dengan putaran terbaru dari pembelian aset.  

"Amid the crude oil break, gold is holding on to a tight range. The metal is torn by an easier U.S. money policy and some  caution about when the ECB is going to turn on the monetary spigot with its bond purchases," kata Stephen Platt, analis  pada futures brokerage Archer Financial Services.  

Minggu  lalu  emas  mencatatkan  kenaikan  dalam  rangkaian  empat  minggunya  setelah  the  Fed  AS  meluncurkan  putaran  ketiga  dari  pembelian  obligasi yang  disebut quantitative easing atau QE3.  Pada  awalnya European  Central Bank berjanji  untuk meluncurkan program pembelian obligasinya sendiri.   


OIL & COMMODITIES
Oil anjlok dalam rangkaian tiga harinya Rabu lalu, dengan Brent crude turun ke level terendah dalam enam minggu, karena  ekspektasi usaha Arab Saudi untuk menurunkan harga dan pasca gelombang badai pada cadangan crude AS yang menjaga  tekanan pada harga.  

Setelah  berada  dibawah  tekanan,  harga  crude  lebih  anjlok  setelah  laporan  persediaan  mingguan  Energy  Information  Administration's (EIA) menunjukkan cadangan crude AS melonjak 8.5 juta barrel – jauh dari ekspektasinya.  

Seorang  sumber  senior  Gulf  mengatakan  Selasa  lalu  bahwa  Arab  Saudi  berusaha  untuk  menekan  harga  turun  dan  memproduksi sekitar 10 juta barrel per hari, yang membawa tekanan tambahan pada harga oil.  

Ali al‐Naimi, Menteri perminyakan Arab Saudi, mengatakan pada 10 Sept. bahwa eksportir utama OPEC mengkhawatirkan  mengenai tingginya harga oil dan akan mengambil langkah untuk menekannya.  

"People  are  thinking  that  maybe  the  Saudis  are  going  to  produce  more,  and  some  funds  are  taking  the  opportunity  to  liquidate positions," kata Christopher Bellew pada Jefferies Bache. 

EURO ZONE
Euro memangkas keuntungan awalnya terhadap yen. Mata uang tunggal Eropa terakhir bergerak melemah 0.5% di sekitar 102. 25 yen, jauh di bawah level intraday high di  103.63 yen. Sedangkan terhadap dolar, euro terakhir bergerak relatif flat di sekitar $1.3047. Dengan kondisi seperti ini, euro tercatat telah menguat sekitar 9% sejak akhir Juli. 

Aksi profit‐taking investor menunjukkan mereka lebih memilih untuk menunggu apakah Spanyol akan mengajukan permohonan bantuan dan mendorong program pembelian  obligasi ECB. 

Sementara banyak pelaku pasar memprediksi Spanyol akhirnya akan meminta bailout, beberapa dari mereka ada yang mengatakan kesabaran investor dapat diuji menyusul  Madrid  kemungkinan  akan  menolak  persyaratan  yang  sulit  yang  mengharuskannya  memberikan  imbalan  atas  dana  bantuan  yang  mereka  ajukan.  Adapun  Deputi  Perdana  Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria pada hari Selasa kemarin mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan persyaratan bailout Eropa. 

Euro diprediksi masih akan menguat secara umum, menyusul rencana ECB untuk mengatasi krisis utang kawasan telah mendorong investor untuk mengurangi posisi jual mereka  yang agresif. 


U.K.
Sterling ditutup melemah terhadap dolar AS menyusul maraknya aksi ambil untung para pelaku pasar pasca penguatan tajam aset beresiko akhir‐akhir ini.  Kondisi mana didukung oleh pelemahan euro terhadap dolar AS menyusul belum jelasnya langkah pemerintah Spanyol dalam menghadapi kemungkinan  bailout. Hingga akhir sesi New York, sterling ditutup melemah 0,18 persen terhadap dolar AS ke 1.6220. 

Hasil  minutes  dari  BoE  yang  memperlihatkan  bahwa  seluruh  pengambil  kebijakan  dalam  bank  sentral  Inggris  tersebut  (sejumlah  9  orang)  semuanya  menyetujui untuk mempertahankan suku bunga dan tidak melakukan perubahan pada program quantitative easing dalam sidangnya awal September lalu,  hal mana sesuai dengan ekspektasi para ekonom. Intinya hasil minutes sidang September tersebut menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan masih  membuka  kemungkinan  diberlakukannya  stimulus  lanjutan,  masih  sejalan  dengan  ekspektasi  bahwa  BoE  akan  menggelontorkan  stimulus  keuangan  tambahan pada sidangnya November mendatang. 

Gubernur  BoE  Mervyn  King  dijadwalkan  akan  mengadakan  wawancara  di  depan  stasiun  televisi  pada  Kamis  20  September  ini.  Wawancara  tersebut  dilakukan sehari pasca rilis minutes sidang BoE untuk periode 06 September silam. Diharapkandalam wawancara tersebut King akan memberikan sinyal  yang  cukup  akurat  mengenai  kemungkinan  pemberlakuan  QE  pada  periode  November  oleh  BoE.  Dalam  wawancara  sebelumnya,  biasanya  King  memberikan sinyal mengenai perubahan penting dari kebijakan BoE, diantaranya saat pemberlakuan QE pada Maret 2009 dan peluncuran kembali QE  pada 2012 ini. 


JAPAN
Yen menguat secara umum, memangkas kerugian awalnya yang  terjadi setelah BOJ melonggarkan kebijakan  mneternya  melebihi perkiraan,  mengikuti  langkah agresif sejumlah bank sentral dunia belakangan ini. 

Yen awalnya terkoreksi ke  level terendah  1 bulan terhadap dolar  setelah  keputusan BOJ  mendorong  investor  untuk memburu  aset‐aset beresiko,  dan  memacu penguatan euro atas dolar sebelum akhirnya yen berhasil rebound oleh aksi profit‐taking. Pembicaraan mengenai diversifikasi euro oleh bank  sentral Eropa juga telah menekan euro. 

BOJ menaikkan pembelian aset sebesar 10 trilyun yen, hampir 2 kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini diikuti oleh pelonggaran moneter  secara agresif oleh The Fed dan rencana pembelian obligasi pemerintah tak terbatas oleh ECB untuk mengatasi krisis kawasan. 

Terulangnya penurunan tajam yen pada bulan Februari‐Maret di tengah kejutan pelonggaran oleh BOJ nampaknya tidak mungkin terjadi menyusul ECB  dan The Fed telah melakukan pelonggaran yang lebih agresif. 

Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa  mengatakan pemulihan  ekonomi Jepang mungkin akan tertunda sekitar 6 bulan  akibat pelambatan ekonomi global  yang berkepanjangan. 

Risk aversion mereda setelah data perumahan AS dirilis naik di bulan Agustus ke level terpesatnya selama lebih dari 2 tahun terakhir, memberikan harapan  akan adanya pemulihan di sektor perumahan. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars berbalik secara dramatis terhadap yen Rabu lalu setelah pelonggaran kebijakan Bank of Japan (BOJ), yang  mengambil langkah dari stimulus the Fed AS.  

Kedua  mata  uang  tersebut  melonjak  lebih  dari  satu  yen  masing‐masingnya  terhadap  mata  uang  Jepang  sementara  itu  New  Zealand  dollar  menguat menjadi 65.66 yen, level tertingginya yang mendekati lima bulan.  

Australian dollar sedikit naik ke level $1.0462 <AUD=D4>, dari level $1.0441 pada awal perdagangan dan level terendah hariannya $1.0418.  

Tetapi kenaikan kemungkinan tidak bertahan lama, karena Aussie masih rapuh untuk kedepannya pemangkasan tingkat suku bunga, bersamaan  dengan peringatan trader Singapura.  

Harga Australian bond futures turun mengikuti monetary easing oleh bank sentral Jepang.  


SWISS
Swiss franc mencatatkan kenaikan terhadap dollar Rabu lalu, mencatatkan penguatan euro dari berlanjutnya membaiknya sentimen resiko.  

The franc secara luas mengikuti euro sejak Swiss National Bank mengacu membatasi mata uang safe‐haven ke level 1.20 per euro tahun lalu  dalam usaha menghindari resesi dan deflasi.  

Tetapi  risk  appetite/hasrat  pada  aset‐aset  beresiko  melonjak  minggu  lalu  setelah  European  Central  Bank  mengumumkan  pembelian  obligasi  untuk menekan krisis zona euro, the franc telah anjlok, menyentuh level terendah delapan bulan 1.21831 per euro pada trading platform EBS  Senin sebelumnya <EURCHF=R>.   

Para  ekonom masih  pesimistik mengenai outlook dari ekonomi Swiss, mendukung kebutuhan  untuk Swiss national Bank yang membatasi the  franc yang mana mereka ekspektasi untuk bertahan sekurang‐kurangnya dalam enam bulan, survei menunjukkannya Rabu lalu.  

Survei dari pakar financial market, yang diambil oleh Credit Suisse dan German ZEW economic research institute antara 3‐14 Sept., menunjukkan  95 persen mengekspektasi pembatasan bertahan sekurang‐kurangnya hingga bulan Maret.  

Wednesday, September 19, 2012

Headline News 19.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  Eropa  dan  Amerika  Serikat  merosot  pada  sesi  Selasa,  melemah  secara  moderat  dalam  dua  sesi  beruntun  ditengah sinyal perlambatan ekonomi global. Keraguan mulai tumbuh di kalangan investor mengenai kesediaan Spanyol  untuk  meminta  paket  bantuan  keuangan,  meningkatkan  kekhawatiran  baru  tentang  krisis  utang  Eropa,  sementara  perusahaan terkemuka FedEx memangkas proyeksi laba. Selain itu, pemerintah Swiss memangkas proyeksi pertumbuhan  untuk tahun 2012 ini dan tahun berikutnya. 

Investor  diduga  mulai  melakukan  aksi  ambil  untung  pasca  penguatan  tajam  bursa  saham  global  dalam  beberapa  sesi  terakhir, seiring tidak adanya katalis utama penggerak pasa. Indeks The FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup melemah 0,4  persen sedangkan indeks S & P 500 turun 0,1 persen.  

FedEx Corp <FDX.N> memangkas pekriraan keuntungan korporasi untuk 2013, sahamnya turun 3,1 persen. Namun, Apple  Inc  <AAPL.O>  sahamnya  terus  menguat  seiring  maraknya  pembelian  iPhone  baru.  Sahamnya,  naik  lebih  dari  70  persen  sepanjang 2012 ini. 

Investor mulai khawatir mengenai kemungkinan bahwa Spanyol akan menghindari menerima bailout dari Uni Eropa dan  IMF yang secara politis merupakan langkah yang tidak  populer. Ketidakpastian tersebut tercermin pada perdagangan di  pasar obligasi. Harga obligasi Jerman ‐ German Bund <FGBLc1> naik 0,26 persen, meskipun imbal hasil obligasi Spanyol dan  Italia sedikit mereda. 

Imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> kembali turun dibawah batas 6 persen pasca suksesnya lelang  utang jangka panjang negara tersebut. 

Euro  <EUR=>  tuurn  0,58  persen.  Yen  juga  tertekan  terhadap  dolar  AS,  seiring  spekulasi  bahwa  Bank  of  Japan  akan  melonggarkan kebijakan pada sesi Rabu menyusul kebijakan sama oleh The Fed. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> naik 11,69 poin, atau 0,09 persen, di 13,564.79. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> turun 1,87 poin, atau 0,13 persen, pada 1,459.32. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> turun 0,87 poin, atau 0,03  persen, pada 3,177.80. Obligasi tenor 10‐tahun Amerika <US10YT=RR> harganya naik 11/32, dengan imbal hasil berkisar  pada 1,8031 persen. 

Sterling,  Aussie  dolar  dan  dolar  Selandia  Baru,  sedikit  melemah  terhadap  dolar  AS  setelah  ketiga  mata  uang  tersebut  sempat mencatat kenaikan tajam akhir‐akhir ini. Aussie dolar melemah setelah bank sentral Australia membuka peluang  untuk pemangkasan suku bunga. 

Komentar  oleh  anggota  ECB  asal  Belgia  Luc  Coene  juga  memberikan  tekanan  pada  euro.  Coene  menyatakan  bahwa  pemangkasa suku bunga, dan menyediakan pinjaman murah untuk perbankan merupakan beberapa opsi yang potensial  untuk ECB.  

Harga minyak <LCOc1>, yang naik hampir 10 persen sejak awal Agustus, melanjutkan pelemahannya sejak awal pekan ini  dan turun 1,6 persen di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi yang bisa membebani prospek permintaan  minyak. Minyak mentah Brent turun hampir 4 persen selama dua sesi terakhir.  


GOLD & COMMODITIES
Platinum turun lebih dari 2 persen Selasa lalu karena kekhawatiran mengenai pasokan yang tertekan secara tiba‐tiba dari  tanda‐tanda bahwa kerusuhan mingguan buruh di sektor pertambangan Afrika Selatan dapat segera berakhir.  

Setelah diperdagangkan kebanyakan menguat pada awal hariannya, metal anjlok hingga $50, atau 3 persen,dalam 10 menit  dalam  merespon  berita  tambang  platinum  Lonmin's  <LONJ.J>  Marikana  telah  menerima  pembayaran  dan  akan  kembali  bekerja Kamis ini.  

Metal,  yang  dikonsumsi  oleh  autocatalyst,  mencatatkan  penurunan  terbesar  dua  harian  sejak  bulan  Maret,  karena  produser No. 1 American Platinum <AMSJ.J> juga mengatakan telah melanjutkan operasi diarea pemogokan Rustenburg.  

"It  takes  out  the  premium  because  of  a  shortage  caused  by  an  immediate  strike,"  kata  Frank  McGhee,  kepala  precious  metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC.  

"The rally in platinum may be over now, at least for a while," tambahnya.      

Setelah  pada  awalnya  naik  mendekati  level  tertinggi  enam  bulannya,  emas  ditutup  sedikit  naik,  rebound  dari  hari  sebelumnya berkenaan dengan anjloknya crude oil futures.  


OIL & COMMODITIES
Harga  oil  anjlok  untuk  rangkaian  dua  harinya  Selasa  lalu,  ditekan  oleh  permasalahan  mengenai  tipisnya  pertumbuhan  ekonomi global dan indikasi bahwa produser utama OPEC Arab Saudi berlanjut untuk menekan harga turun. 

Crude futures memperluas penurunan sehari sebelumnya karena investor mengubah fokus dari kemungkinan keuntungan  ekonomi dari tambahan stimulus yang mendorong the Fed AS untuk meluncurkan program pembelian obligasi.  

Juga  menekan  oil,  sumber  seorang  senior  Gulf  mengatakan  Arab  Saudi  berlanjut  untuk  menekan  harga  oil  dan  memproduksi sekitar 10 juta barrel per hari dan bahwa mayoritas anggota OPEC menginginkan harga oil disekitar $100 per  barrel dan akan menaikkan produksi hingga beberapa bulan kedepannya. 

"Unless  there  is  a  major  supply  disruption  in  the  Middle  East,  there  is  nothing  to  push  it  higher,"  kata  analis  Andrey  Kryuchenkov pada VTB Capital. "Saudi will seek to drive it closer to $100 and everyone knows it."  

Crude AS naik 2,4 juta per barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute mengatakan Selasa lalu, kenaikan  terbesar daripada ekspektasinya.   

EURO ZONE
Euro terkoreksi terhadap dolar ditengah ketidakpastian seputar penyelesaian krisis utang Spanyol yang memicu investor untuk melakukan ambil untung  setelah mendorong euro untuk menguat ke level tertinggi 4 bulan. 

Tekanan tengah meningkat berkaitan permintaan bantuan Spanyol dan memacu program pembelian obligasi oleh ECB yang bertujuan untuk membantu  mengatsi krisis utang kawasan, dengan yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun naik sedikit di atas 6%. 

Namun  Deputi  Perdana  Menteri  Spanyol  Soraya  Saenz  de  Santamaria  mengatakan  pemerintah  masih  mempertimbangkan  persyaratan  bailout  Eropa,  sebuah kondisi yang membantu ECB. Hal ini memaksa investor untuk “lebih bersabar”. 

Euro telah menguat lebih dari 8% sejak menyentuh level terendah 2 tahun di sekitar $1.2040 di bulan Juli, dipicu langkah agresif bank sentral AS dan Eropa  untuk membantu mendongkrak pemulihan ekonomi mereka. Namun euforia tersebut terlihat mulai mereda. 

Bahkan jika Spanyol tidak meminta bantuan, kalangan analis mengatakan tidak mungkin hal ini menjadi tanda positif untuk euro menyusul pemotongan  belanja yang ketat yang datang bersamaan dengan pemberian bantuan akan menempatkan tekanan lebih lanjut pada perekonomian yang sudah dalam  kondisi resesi.  

Euro  turun  0.6%  ke  $1.3038  menyusul  adanya  tekanan  jual  dari  investor  Eropa.  Euro  menembus  level  intraday  high  di  $1.3169  pada  hari  Senin  sebelumnya, yang merupakan level tertinggi sejak 4 Mei.  

Sementara itu, data indeks sentimen investor dan analis, ZEW, Jerman dirilis lebih baik dari perkiraan, namun data tersebut telah gagal mengangkat euro  lebih jauh. Indeks ZEW dirilis naik di bulan September setelah mengalami penurunan dalam 4 bulan. 

Euro juga terkoreksi 0.4% terhadap yen untuk diperdagangkan di sekitar 102.80, setelah mengalami rally ke level tertinggi 4 bulan di 103.82 yen pada hari  Senin sebelumnya. 


U.K.
Sterling  ditutup  menguat  tipis  terhadap  dolar  AS  setelah  gagal  menembus  level  tertingginya  sejak  akhir  Apsil  silam.  Para  analis  mengingatkan  bahwa  sterling masih potensial melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS menyusul program QE3 oleh The Fed yang biasanya mendorong pelemahan dolar  AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat relative stagnan, setelah hanya menguat tipis 0,03 persen ke  1.6250.  

Gubernur  BoE  Mervyn  King  dijadwalkan  akan  mengadakan  wawancara  di  depan  stasiun  televisi  pada  Kamis  20  September  ini.  Wawancara  tersebut  dilakukan sehari pasca rilis minutes sidang BoE untuk periode 06 September silam. Diharapkandalam wawancara tersebut King akan memberikan sinyal  yang  cukup  akurat  mengenai  kemungkinan  pemberlakuan  QE  pada  periode  November  oleh  BoE.  Dalam  wawancara  sebelumnya,  biasanya  King  memberikan sinyal mengenai perubahan penting dari kebijakan BoE, diantaranya saat pemberlakuan QE pada Maret 2009 dan peluncuran kembali QE  pada 2012 ini. 

Tekanan  inflasi  Inggris  untuk  periode  Agustus  mengalami  perlambatan  meskipun  ditengah  kenaikan  harga  minyak  dan  biaya  bahan  bakar  lainnya.  Hal  tersebut  memberikan kelonggaran bagi BoE apabila akan menerapkan  stimulus keuangan lanjutan. BoE mengharapkan inflasi akan turn dibawah  level  target inflasi bank sentral sebesar 2 persen pada beberapa bulan kedepan. 


JAPAN
Dolar kembali menguat di sesi akhir New York semalam, naik 0.2% terhadap yen ke 78.85 yen, pasca naik ke level intraday high di 78.92 yen pada hari  Senin yang dipicu aksi borong spekulatif seperti oleh hedge funds. Adapun dolar telah menembus level terendah 7 bulan di 77.11 yen pada hari Kamis  sebelumnya. 

Spekulasi tengah berkembang bahwa bank sentral Jepang (BOJ) berpotensi melonggarkan kebijakan moneternya usai sidangnya hari Rabu ini setelah The  Fed meluncurkan putaran baru stimulus moneter di pekan lalu.  

Investor akan mencermati bagaimana sikap otoritas moneter Jepang dalam merespon penguatan yen terhadap dolar, terkait oleh langkah The Fed yang  mengumumkan pelonggaran moneter agresif. 

Pasar  akan  mengantisipasi  kemungkinan  terjadinya  intervensi  penjualan  yen  oleh  otoritas  moneter  Jepang  yang  mana  telah  membantu  membatasi  pelemahan dolar pekan lalu. 

Sementara itu, ketegangan yang dipicu sengketa kepulauan antara China dan Jepang kembali panas setelah ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa anti  Jepang di China tepat di hari peringatan "insiden Mukden."  Pada  18  September  1931,  tentara  Jepang  meledakkan  rel  kereta  di  Manchuria  dan  menuduh  pemberontak  sebagai  pelakunya.  Peristiwa  yang  dikenal  sebagai "insiden Mukden" ini kemudian terungkap sebagai awal dari invasi ke China timur. 

Para pengunjuk rasa di luar kedubes Jepang meneriakkan yel‐yel dan melempari gedung dengan botol plastik. Aksi ini adalah kelanjutan dari serangkaian  protes dengan sasaran perusahaan‐perusahaan Jepang sehingga beberapa perusahaan seperti Panasonic dan Canon menghentikan operasi mereka.  

Kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik ini sebelumnya juga telah melemahkan yen hingga ke 78.86 yen sebelum akhirnya bergerak di sekitar 78.60‐an.  


AUSTRALIA
Australian dollar melemah Selasa lalu setelah Reserve Bank of Australia (RBA) membuka peluang untuk pemangkasan tingkat suku bunga jika  perekonomian terbawa turun untuk memburuk, sementara itu New Zealand dollar bertahan pada level awalnya.  

Aussie <AUD=D4> tertekan melemah kelevel $1.0451, dari level $1.0471 pada awal perdagangannya, menghentikan level puncak Jumat lalu di  level $1.0625. Telah mengalami tekanan pada overnight karena investor melakukan aksi ambil untung mengikuti rally minggu lalu, yang telah naik  empat sen yang hanya dalam tujuh harinya.    

Juga ditekan oleh minutes dari policy meeting September RBA yang menunjukkan mengenai turunnya harga untuk beberapa komoditas utama  Australia dan sedikit penurunan pada outlook untuk Cina dan perekonomian global. 

Harga Australian bond futures ditutup menguat karena para trader berbalik pada investasi safe‐haven, ditengah penurunan tipis mata uang lokal.  

Pemilik  rumah  dapat  bersuka  ria  dengan  turunnya  mortgage  rates  pada  awal  bulan  depan,  terhadap  penurunan  harga  komoditas  dan  berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.  


SWISS
Swiss  franc  naik  terhadap  euro  Selasa  lalu,  rebound  dari  level  terendah  dalam  delapan  bulannya  yang  terjadi  sehari  sebelumnya,  karena  permasalahan mengenai keuangan pemerintah Spanyol yang menekan optimisme yang dipicu oleh program pembelian obligasi European Central  Bank.  

Setelah  berada  dalam  bulanan  yang  mendekati  level 1.20  per  euro yang  dibatasi oleh  Swiss  National Bank  setahun  yang  lalu, the  franc  telah  anjlok terhadap mata uang tunggal minggu lalu, tertekan ke level terendah delapan minggunya dilevel  1.21831 francs pada trading platform EBS  Senin lalu <EURCHF=R>.   

The franc diperdagangkan naik 0.1 persen dibandingkan penutupan New York pada level 1.2146 pukul 0545 GMT.  

Pemerintah  Swiss  memangkas  perkiraan  pertumbuhan  untuk  tahun  ini  dan  berikutnya,  yang  mengatakan  tanda‐tanda  perlambatan  ekonomi  diseluruh dunia telah intensif meskipun tekanan pasar pada zona euro melemah yang dibantu oleh skema pembelian obligasi European Central  Bank. 

Tuesday, September 18, 2012

Headline News 18.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  di  Amerika  Serikat  dan  Eropa  pada  hari  Senin  berakhir  melemah  karena  investor  mulai  mempertanyakan  apakah kebijakan oleh ECB dan The Fed akan cukup untuk dapat kembali menghidupkan pertumbuhan ekonomi global. Di  zona euro, imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia naik sementara imbal hasil obligasi Jerman jatuh. Namun euro melemah,  menjauhi level tertinggi 4‐bulannya terhadap dolar AS yang sempat tercapai setelah keputusan terbaru oleh ECB dan The  Fed yang secara efektif menyatakan diri sebagai lender of last resort. Harga komoditas turun, dimana harga minyak mentah  jatuh sekitar 3 persen dan emas juga gagal melanjutkan penguatannya. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> berakhir turun 40,27 poin, atau 0,3 persen, ke 13,553.10. Indeks The Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 4,58 poin, atau 0,31 persen, ke 1,461.19. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> melemah 5,28 poin,  atau  0,17  persen,  ke  3,178.67.  Saham Wall  Street  melonjak  hingga  mendekati  level  tertingginya  dalam  5‐tahun  terakhir  pasca  keputusan  The  Fed  untuk  membeli  obligasi  tanpa  batas  waktu  dan  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  Amerika  sampai dengan tingkat pengangguran mereda. 

Indeks  saham  Eropa  terkemuka  The  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  turun  0,3  persen.  Indeks  saham  global  <MIWD00000PUS.> turun 0,42 persen. 

Namun  data  EPFR  mengenai  aliran  dana  menunjukkan  ekuitas  Eropa  mencatat  net  inflows  terbesarnya  sejak  awal  Mei  pasca pengumuman kebijakan ECB  yang mendukung lebih banyak investor untuk mengalihkan investasinya pada ekuitas  yang lebih beresiko, dan keluar dari utang yang konservatif. 

Komoditas ‐ termasuk minyak mentah Brent <LCOc1>, emas <XAU=> dan tembaga <CMCU3> ‐ melemah pada sesi  Senin  pasca  penguatan  tajam  akhir  pekan  lalu.  Minyak  mentah  Brent  sempat  jatuh  lebih  dari  5  USD  per  barel  dan  kemudian  ditutup melemah 2,87 USD ke 113,79 USD per barel. Mayoritas pelaku pasar  mengatakan aksi jual tampaknya dipicu oleh  adanya masalah pada program perdagangan komputer otomatis. 

Euro ditutup melemah terhadap dolar AS <EUR=> ke kisaran 1,3110, setelah sempat anjlok ke session low di 1,3082. Dolar  AS  diproyeksikan  masih  akan  berada  di  bawah  tekanan  dalam  beberapa  minggu  kedepan  sebagai  dampak  dari  rencana  stimulus Amerika. Dolar AS tetap berada mendekati level terendah dalam tujuh bulan terakhir terhadap sekelompok mata  uang utama dunia <DXY.>, dolar AS juga meneruskan kerugian terhadap yen <JPY=>. 

Pelemahan dolar AS dalam beberapa sesi terakhir berkebalikan dengan performa euro yang yang telah menjadi mata uang  dengan performa terkuat diantara mata uang global.  

Di pasar Treasury AS, obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 10/32, dengan imbal hasil ke 1,8345  persen. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  anjlok  Senin  lalu,  outperform  anjloknya  pasar  crude  oil  dan  gandum  karena  ketidakpastian  ekonomi  yang  dihubungkan peluncuran stimulus moneter oleh the Fed yang mendorong ketertarikan pada safe heaven metal. 

Metal sebagai lindung nilai inflasi secara tradisional anjlok lebih dari 1 persen meskipun oil merosot lebih dari $5 dalam  beberapa menit Senin sebelumnya dalam cepatnya aksi jual.   

Dollar sempat merosot terhadap euro setelah langkah manufaktur regional AS untuk awal bulan September yang dibawah  ekspektasi, yang mana menambah dukungan tambahan pada harga emas.  

The  Fed  mengatakan  minggu  lalu  akan  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  mendekati  nol  hingga  pertengahan  tahun  2015,  menambah  keberadaannya  untuk  menjaga  sebelumnya  pada  level  ini  2014,  yang  memicu  kenaikan  2‐persen  dari  harga emas dalam harian.  

Bank  sentral  juga  berkomitmen  untuk  membeli  senilai  $40  milyar  dalam  bulanan  pada  mortgage‐backed  securities  sepanjang pertumbuhan job masih anjlok untuk menjaga borrowing rates rendah untuk homebuyers dan menjaga pinjaman  masuk melalui sistem keuangan.  


OIL & COMMODITIES
Brent crude futures merosot mendekati $3 Senin lalu, pada perdagangan yang fluktuatif, dengan brent anjlok lebih dari $5,  tingginya  volume  penjualan  sebelum  menekan  penurunan  karena  pasar  mencari  penjelasan  untuk  tiba‐tiba  terjadinya  crash

"I've been doing this for 14 years and that's the fastest move I've ever seen," kata John Gretzinger, energy risk manager  pada INTL‐FCStone di Kansas City.  

"I  think  it  was  too  fast  to  be  anything  but  HFT  (high‐frequency  trading)  or  other  algos,"  katanya,  mengacu  pada  perdagangan dalam algoritma. "We just don't know right now, but that's my gut feeling."  

Protes  berlanjut  berkenaan  dengan  film  yang  menghina  Nabi  Muhammad  yang  telah  melancarkan  sentimen  gelombang  Anti‐Barat pada Muslim dan wilayah, yang membawa kekhawatiran mengenai gangguan pasokan oil sebagai fokus 


EURO ZONE
Dolar bergerak mendekati level terendah 7 bulan terhadap sejumlah rival utamanya setelah The Fed mengumumkan pelonggaran moneter agresif pekan  lalu yang memperburuk prospek ekonomi AS. Namun demikian, peluang untuk dolar mengalami rebound masih terbuka,karena koreksinya yang sudah  cukup tajam sebesar 3% selama bulan ini. Pelemahan dolar tersebut telah mendorong euro untuk menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap dolar dan  yen ke level tertinggi 7 bulan. 

Pekan lalu The Fed berjanji akan melanjutkan program pembelian obligasi hingga pengangguran mengalami penurunan yang signifikan. Langkah agresif  The Fed ini terjadi sepekan setelah ECB mengumumkan program pembelian obligasi untuk mengatasi krisis utang kawasan. 

Indeks dolar, yang merupakan barometer untuk melihat nilai tukar dolar terhadap sejumlah rival utamanya, bergerak di sekitar 78.888, tidak jauh dari  78.601 level terendah akhir Februari yang tercatat di hari Jumat. 
Euro turun 0.1% ke $1.3110 ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif, setelah mencatat intraday high di $1.3169, level tertinggi awal Mei, usai  rebound dari level intraday low $1.3082. 

Euro telah tercatat naik 9% sejak menembus level terendah 2 tahun di $1.2040 di bulan Juli. Investor nampaknya enggan untuk mendorong penguatan  euro lebih lanjut karena levelnya saat ini yang terbilang sudah cukup tinggi, namun koreksi yang mungkin terjadi pada euro juga nampaknya hanya akan  terbatas. 

Pasar tengah menunggu untuk melihat apakah Spanyol akan meminta bantuan dana untuk mengatasi krisis di negaranya. Kalangan analis pasar melihat  Madrid tampaknya membuka jalan untuk meminta bantuan tersebut setelah mengatakan akan menetapkan tenggat waktu yang jelas untuk reformasi  struktural di akhir bulan. 


U.K.
Awal pekan ini sterling kembali melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS sejak April silam, ditunjang oleh ekspektasi pelemahan dolar AS setelah The  Fed memutuskan menempuh kebijakan pelonggaran moneter agresif. Sterling sempat mencapai level tertinggi sejak April di 1.6273. Hingga akhir sesi New  York sterling tercatat ditutup menguat 0,09 persen terhadap dolar AS ke 1.6245.  

Sterling berhasil bangkit terhadap euro, setelah pada akhir pekan lalu sempat mencapai level terendahnya sejak Juni 2012 di 1.2318 sterling per euro.  Penguatan sterling terhadap euro pada awal pekan ini ditunjang oleh maraknya aksi jual euro oleh korporasi seiring naiknya imbal hasil obligasi kawasan  Uni Eropa. Para analis memperkirakan sterling masih potensial melanjutkan penguatannya terhadap euro karena data ekonomi Uni Eropa akhir‐akhir ini  menguatkan ekspektasi bahwa pelemahan ekonomi kawasan tersebut masih terus berlangsung.  

Perhatian pelaku pasar pada sesi ini akan tertuju pada rilis data inflasi Inggris, dimana analis memperkirakan tekanan inflasi di tataran konsumen Inggris  untuk periode Agustus akan kembali mengendur. Namun apabila ternyata inflasi meningkat melebihi ekspektasi, maka hal tersebut akan menyulitkan BoE  untuk kkembali melakukan pelonggaran moneter guna menopang pemulihan ekonomi.


JAPAN
Yen melemah secara umum, dengan euro menguat 0.3% ke 103.24 yen dan dolar naik 0.3% ke 78.66 yen setelah mencapai level tertinggi  1 pekan di 78.92 yen. 

Bank  sentral  Jepang  (BOJ)  pekan  lalu  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  ekonominya  untuk  kedua  kalinya  secara  berturut‐turut,  menambah tekanan pada bank sentral untuk kembali melonggarkan kebijakan moneternya, paling tidak untuk melemahkan yen.  Adapun sidang 2 hari BOJ akan berakhir pada hari Rabu besok. 

Investor juga akan mencermati bagaimana sikap otoritas moneter Jepang dalam merespon penguatan yen terhadap dolar, terkait oleh  langkah The Fed yang mengumumkan pelonggaran moneter agresif. 

Pekan lalu The Fed berjanji akan melanjutkan program pembelian obligasi hingga pengangguran mengalami penurunan yang signifikan.  Langkah  agresif  The  Fed  ini  terjadi  sepekan  setelah  ECB  mengumumkan  program  pembelian  obligasi  untuk  mengatasi  krisis  utang  kawasan. 

Indeks dolar, yang merupakan barometer untuk melihat nilai tukar dolar terhadap sejumlah rival utamanya, bergerak di sekitar 78.888,  tidak jauh dari 78.601 level terendah akhir Februari yang tercatat di hari Jumat. 

Pasar  mengantisipasi  kemungkinan  terjadinya  intervensi  penjualan  yen  oleh  otoritas  moneter  Jepang  yang  mana  telah  membantu  membatasi pelemahan dolar pekan lalu.  


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar bertahan tidak jauh dari level tertinggi enam bulannya terhadap dollar AS Senin lalu, masih menguntungkan  dari membaiknya sentimen global dalam kebangkitan dari rencana peluncuran stimulus agresif the Fed AS minggu lalu. Untuk kemudian anjlok  dalam hariannya ke level terendah 1.0456. 

Aussie  <AUD=D4>  mengalami  konsolidasi  baru‐baru  ini  dari  tingginya  kenaikan  di  level  $1.0539,  dari  $1.0545  pada  awal  perdagangan.  Telah  melonjak ke level $1.0625 Jumat sebelumnya, level tertinggi yang hampir dalam enam bulan sebelum berlanjut pada menekan level resistance.  

Mata uang lokal telah naik mengesankan empat sen dalam tujuh harinya hingga Jumat lalu, membawa beberapa analis untuk mengatakan rally  kemungkinan terjadi.  

Harga Australian bond futures ditutup turun mengikuti beberapa hari dari kejatuhan pada kejadian global.  


SWISS
Euro naik ke level tertinggi dalam delapan bulan terhadap Swiss franc Senin lalu, memperluas kenaikan setelah Swiss National Bank minggu lalu  yang mempertahankan batasan Swiss franc dilevel 1.20 per euro tetapi menekan inflasi dan perkiraan pertumbuhan.  

Euro <EURCHF=R> naik ke level 1.21831 francs pada platform EBS, level terkuatnya sejak awal Januari. Para trader mencatatkan pembicaraan  pada option barrier dilevel 1.22 francs.  

Euro telah naik tajam pada hari‐hari sebelumnya terhadap the franc, dengan para trader mencatatkan spekulasi SNB kemungkinan menaikkan  level batas 1.20 franc untuk euro dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan.  

Monday, September 17, 2012

Headline News 17.09.12


US & GLOBAL
Kebijakan agresif baru The Federal Reserve untuk memicu ekonomi Amerika mendongkrak kinerja aset berisiko pada sesi Jumat akhir  pekan  lalu,  mengangkat  bursa  saham  global  ke  level  tertinggi  sejak  13‐bulan  terakhir  dan  mendesak  penurunan  dolar  AS  ke  level  terendahnya  sejak  4‐bulan.  Minyak  mentah  Brent  naik  ke  level  tertinggi  dalam  4‐bulan  sedangkan  indeks  S  &  P  500  mendekati  level  tertinggi dalam 5‐tahun, sementara bursa saham Eropa naik ke tingkat tertinggi dalam 14‐bulan. 

The  Fed  pada  hari  Kamis  mengatakan  akan  melakukan  pembelian  obligasi  senilai  40  miliar  USD  per  bulannya  sampai  sektor  ketenagakerjaan  menunjukkan  peningkatan  berkelanjutan.  Tindakan  agresif  tersebut  meningkatkan  optimisme  pelaku  pasar  pasca  komitmen ECB untuk menekan biaya pinjaman negara‐negara Uni Eropa yang tengah bermasalah keuangan. 

Di  bursa  Wall  Street,  saham‐saham  menguat  tajam,  dipimpin  saham‐saham  sektor  keuangan.  Sub‐indeks  saham  perumahan  Amerika  menguat 2,7 persen disokong oleh rencana The Fed untuk membeli mortgage‐backed securities. The Dow Jones industrial average <DJI.>  naik 53.51 poin, atau 0,40 persen ke berakhir pada 13,593.37. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> naik 5,78 poin, atau 0,40 persen,  ke 1,465.77. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 28.12 poin, atau 0,89 persen, ke 3,183.95. 

Saham  perusahaan  terbesar  Amerika  berdasarkan  kapitalisasi  pasar,  Apple  Inc  <AAPL.O>  mencapai  level  tertinggi  sepanjang  masa,  sementara saham perusahaan terbesar kedua, Exxon Mobil <XOM.N>, mencapai level tertinggi sejak 4‐tahun terakhir. Dalam sepekan  terakhir Dow naik 2,2 persen, S & P naik 1,9 persen dan Nasdaq menguat 1,5 persen.  

Saham‐saham energi dan material memimpin penguatan bursa seiring langkah The Fed yang mendorong harga komoditas. Perusahaan  pertambangan Freeport‐McMoran Copper & Gold Inc <FCX.N> sahamnya naik 2,03 persen dan produsen aluminium Alcoa Inc <AA.N>  menguat 2,18 persen. 

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Italia tenor 10‐tahun <IT10YT=TWEB> turun di bawah 5 persen untuk pertama kalinya  sejak akhir Maret menyusul kebijakan The Fed. Sebaliknya, harga obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 1‐9/32, dengan  imbal hasil pada 1,87 persen menyusul keluarnya investor dari aset safe haven dan mengalihkannya pada aset dengan imbal hasil lebih  tinggi. Sedangkan imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> berada pada kisaran 5,82 persen. 

Menteri‐menteri keuangan Uni Eropa akan menggelar pertemuan di Siprus pada akhir pekan, diharapkan akan membangun kemajuan  penanganan krisis kawasan pasca komitmen ECB dan persetujuan bailout dari Mahkamah Konstitusi Jerman. 

Bursa  ekuitas  Eropa  melonjak,  dimana  indeks  pan‐Eropa  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  naik  1,25  persen  ke  1,120.15.  Indeks  MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 1,6 persen ke  340,03, mendekati level tertinggi sejak Agustus tahun lalu. 

Indeks dolar <DXY.> turun 0,5 persen mendekati posisi terendah dalam empat bulan di 78,903. Penurunan luas dolar AS mendorong euro  <EUR=> mencapai level tertinggi dalam 3‐bulan terakhir 1,31. 

Minyak mentah Brent <LCOc1> naik 79 sen ke 116,67 USD per barel setelah mencapai level tertinggi 4‐bulan di 117,95 USD per barel.  Minyak mentah AS <CLc1> naik 68 sen ke 98,99 USD per barel setelah mencapai level tertinggi 4‐bulan di 100,42 USD per barel, mencatat  penguatan mingguan sebesar 3 persen. 

Emas  <XAU=>  mencapai  level  tertinggi  dalam  6‐1/2‐bulan  terakhir,  membukukan  penguatan  mingguan  beruntun  dalam  4‐pekan  berturut‐turut. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melejit  ke  level  tertinggi  dalam  enam  bulannya  Jumat  lalu,  memperluas  kenaikannya  setelah  the  Fed  AS  melepaskan  program  stimulus  yang  telah  ditunggu  lama,  dan  beberapa  analis  mengekspektasi  pasar  saat  ini  untuk  mulai  mengambil  napas  sebelum  melanjutkan target berikutnya.       

Investor  mencari  emas  sebagai  lindung  nilai  secara  tradisional  terhadap  inflasi  dengan  stimulus  moneter  oleh  bank  sentral  diseluruh  dunia yang mendorong emas dalam rangkaian kenaikan empat minggunya untuk pertama kalinya sejak bulan Januari. 

"For gold prices to have extended gains even further, without the usual 'buy the rumor, sell the fact' pullback, is impressive," kata James  Steel, analis metal pada HSBC.  

Kenaikan emas secara komparatif terbatas setelah naik 2 persen Kamis sebelumnya dan total senilai 10 persen berkenaan dengan bulan  lalu, secara luas mengantisipasi pergerakan easing oleh the Fed AS.   

Kamis sebelumnya, the Fed meluncurkan program pembelian mortgage debt dan berjanji untuk menjaga tingkat suku bunga mendekati  nol hingga sekurang‐kurang pertengahan tahun 2015.  

Perak,  platinum dan palladium, secara meluas yang digunakan oleh peralatan industri, juga naik ke level tertingginya dalam enam bulan,  karena hasrat pada aset‐aset beresiko naik setelah pergerakan the Fed.  


OIL & COMMODITIES
Brent oil naik Jumat lalu, tetapi di settled dibawah level tertinggi empat bulan karena permasalahan tingginya biaya energi yang dapat  mengancam pertumbuhan ekonomi yang menekan harapan tingginya permintaan setelah the Fed meluncurkan program stimulus yang  agresif.   

Brent crude naik dalam rangkaian tujuh harinya dan brent dan crude AS membukukan kenaikan mingguan karena anjloknya dollar secara  meluas,  turun  ke  level  terendah  empat  bulannya  terhadap  euro,  setelah  pengumuman  the  Fed  dari  program  pembelian  obligasi  ketiganya.   

"The  market  is  exhausted  after  rising  so  much,  and  the  IEA  (International  Energy  Agency)  economist  worrying  about  high  oil  prices  probably helped pull prices back some," kata Dan Flynn, analis pada Price Futures Group di Chicago. 

Dollar  melorot  terhadap  kebanyakan  mata  uang,  anjlok  ke  level  terendah  dalam  empat  bulannya  versus  euro  dan  memperluas  penurunannya setelah the Fed Kamis sebelumnya meluncurkan program pembelian obligasi ketiganya.   

Penurunan mata uang AS biasanya mendukung pada komoditas berdenominasi dollar seperti oil dan bahan baku industri tembaga, yang  mana melonjak ke level puncaknya dalam 4‐1/2‐bulan.  

Ekuitas  juga  mendapatkan  dorongan  dari  tindakan  bank  sentral  AS,  dengan  saham‐saham  AS  bergerak  naik  dan  saham‐saham  Eropa  melonjak ke level tertinggi dalam 14‐bulannya.  

Eskalasi anti‐AS yang memprotes berkenaan dengan film yang menghujat Islam membuat resiko geopolitik pada gangguan pasokan di  Afrika Utara dan Timur Tengah menjadi fokus, berkenaan juga dengan sengketa program nuklir Iran.  


EURO ZONE
Dolar melemah terhadap sejumlah rival utamanya di akhir pekan, menembus level terendah lebih dari 4 bulan terhadap euro sehari setelah The Fed mengumumkan putaran  lain stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. 

The Fed pada hari Rabu lalu mengatakan akan memulai lagi fase pelonggaran kuantitatif, dengan membeli $40 milyar kredit hipotek per bulan hingga prospek pasar tenaga kerja  AS meningkat secara substansial. Bank sentral juga memperkirakan suku bunga masih akan dipertahankan di level rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

Hasil pengumuman The Fed dan rencana ECB yang sepakat untuk menurunkan biaya pinjaman ekonomi zona euro nampaknya akan mendukung penguatan euro hingga ke areal  $1.31 dalam jangka pendek kedepan. 

Mata uang komoditi seperti Aussie dan dolar Kanada juga menguat terhadap dolar, mendorong indeks dolar ke 78.601, level terendahnya selama lebih dari 4 bulan. 

Euro menembus level puncak di $1.3168, level terkuatnya sejak awal Mei, dan terakhir bergerak di sekitar $1.3105, atau naik 0.9% setelah yield obligasi di sejumlah negara zona  euro mengalami penurunan yang membuat investor kemudian memburu euro. Euro tercatat naik 2.6% dalam sepekan terakhir, mencatat kinerja mingguan terbaiknya sejak  akhir Januari. 

Euro telah menguat 4.5% terhadap dolar selama bulan September, ditopang oleh skema pembelian obligasi oleh ECB dan Mahkamah Konstitusi Jerman yang mendukung dana  bailout zona euro. Euro tercatat telah naik lebih dari 8% dari level terendah 2 tahun di $1.2042 yang dicapai akhir Juli lalu.  

U.K.
Akhir pekan lalu sterling menguat terhadap dolar AS, mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir di 1.6256 melanjutkan penguatan pasca rilis keputusan The Fed  yang melakukan pelonggaran moneter agresif yang berdampak pada pelemahan kurs dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Hingga akhir sesi New York,  sterling tercatat menguat 0,4 persen terhadap dolar AS ke kisaran level 1.6215.  

Namun demikian sterling terpuruk ke level terendahnya sejak 3‐bulan terakhir terhadap euro ditunjang meningkatnya sentiment pelaku pasar terhadap aset asal  zona  euro  dan  disokong  keputusan The  Fed untuk  menggelontorkan  stimulus  keuangan ke  dalam  perekonomian  Amerika. Euro  sempat  menguat  ke  level  81.14  terhadap sterling, yang merupakan level terkuatnya sejak 15 Juni silam. 

Anggota BoE – Paul Fisher menyatakan perbankan Inggris membutuhkan dana cadangan untuk dapat mempertahankan diri dari resiko besar yang mungkin melanda.  “Perbankan Inggris menghadapi resiko yang besar saat ini, dan untuk itu sistem perbankan harus lebih aman, sehingga dibutuhkan perisai finansial apabila suatu saat  resiko semakin menguat” demikian tandas Fisher.  

Pekan depan pelaku pasar akan menantikan sejumlah rilis data ekonomi diantaranya data inflasi sektor konsumen Inggris untuk periode Agustus yang diperkirakan  meningkat  menjadi  0,5  persen,  sedangkan  dalam  basis  antar  tahun  inflasi  diperkirakan  mencapai  2,5  persen.  Selanjutnya  pada  sesi  Rabu  pelaku  pasar  akan  menantikan minutes dari sidang BoE untuk periode September untuk mengetahui kemungkinan kebijakan BoE kedepannya. Data penjualan ritel periode Agustus  akan rilis sesi Kamis 20 September, diperkirakan memburuk menjadi ‐0,4 persen dari 0,3 persen. 


JAPAN
Dolar menguat terhadap yen dipicu spekulasi bahwa BOJ akan melakukan intervensi untuk menahan laju penguatan yen terhadap dolar. Ekspektasi bahwa BOJ akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya  di  pekan  ini  sebagai  respon  atas  keputusan  The  Fed  pekan  lalu,  juga  nampaknya  akan  memberi  tekanan  bagi  yen.  Dolar  menguat lebih dari 1% terhadap yen di 78.30 yen. Dolar telah menembus level terendah 7 bulan di 77.11 yen pada hari Kamis lalu. 

The Fed pada hari Rabu lalu mengatakan akan memulai lagi fase pelonggaran kuantitatif, dengan membeli $40 milyar kredit hipotek per bulan hingga prospek pasar  tenaga kerja AS meningkat secara substansial. Bank sentral juga memperkirakan suku bunga masih akan dipertahankan di level rendah mendekati 0% hingga tahun  2015. 

Bank sentral Jepang (BOJ) akan bersidang dalam pekan ini dan Kementrian Keuangan Jepang telah meningkatkan ancamannya untuk melakukan intervensi di pasar  uang dalam 5 hari terakhir. Kondisi tersebut akan memperkuat keyakinan investor untuk melepas yen dan memburu dolar lebih lanjut. 

Ekonomi  Jepang  yang  bergantung  pada  sektor  ekspor  diprediksi  akan  terhambat  pertumbuhannya  di  sisa  tahun  2012  ini  disebabkan  krisis  utang  zona  euro,  pelambatan ekonomi Cina, dan terus menguatnya yen, demikian hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan  di periode kuartal kedua telah mendorong kalangan analis untuk memangkas prosyeksi pertumbuhan di semester kedua tahun ini. 

Ekonomi kemungkinan akan bergerak flat di kuartal saat ini, sebelum nantinya tumbuh tipis 0.1% di periode berikutnya. Ekonomi Jepang saat ini diprediksi akan  tumbuh 1.8% di tahun fiskal berjalan, yang mana tidak hanya lebih rendah dari 2.2% prediksinya di bulan lalu namun juga lebih rendah dari perkiraan pemerintah  dan BOJ.


AUSTRALIA
Euro memperluas kenaikannya terhadap dollar Jumat lalu, naik 1 persen dalam harian untuk lebih dari level tertinggi empat bulan setelah the Fed AS  mengumumkan monetary easing terbaru, suatu pergerakan yang menekan secara luas pada the greenback/dollar.  

Euro <EUR=> naik ke level $1.31218 pada trading platform EBS, level tertingginya sejak awal bulan Mei. Para trader mencatatkan aksi beli dari semi‐official  investors.  

Australian dollar juga rally terhadap mata uang AS, yang naik 0.6 persen ke level US$1.0614, level tertinggi sejak awal Agustus.  

Harga Australian bond futures turun setelah the Fed AS mengumumkan langkah untuk memberikan dorongan pada ekonomi Amerika.  


SWISS
Euro naik ke level tertinggi dalam delapan bulannya terhadap Swiss franc Jumat lalu setelah penurunan zona euro yields peripheral bond yang mengurangi  permintaan pada the safe haven mata uang Swiss.  

Euro <EURCHF=> naik 0.2 persen dalam harian ke level 1.2178 Swiss francs, level tertingginya sejak awal Januari.  

Kamis sebelumnya Swiss National Bank menjaga batas level pada euro/Swiss unchanged ke level 1.20 francs, tetapi tidak terlalu terpengaruh terhadap  perekonomian.  

Stimulus agresif The Fed untuk menaikkan job creation AS, investasi dan konsumsi membawa dollar ke level terendahnya dalam empat bulan terhadap  mata uang utama lainnya.  

The franc naik ke level terkuatnya sejak bulan Mei terhadap the greenback, yang menyentuh level $ 0.9313 pada trading platform EBS, untuk kemudian  anjlok dalam hariannya.