title cover

title cover

Thursday, October 11, 2012

Headline News 11.10.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global jatuh untuk hari ke‐3 secara berturut‐turut pada Rabu kemarin dipicu warning korporasi menganai pertumbuhan  yang  melambat  telah  mendasari  kekhawatiran  akan  suramnya  ekonomi  global,  sementara  harga  minyak  turun  meskipun  terdapat  kekhawatiran mengenai keamanan suplai minyak di Timur Tengah. Lemahnya sentimen pada aset beresiko telah memukul pasar ekuitas  setelah warning dari Dana Moneter Internasional, Bank Dunia dan U.S. multinationals mengenai memburuknya prospek ekonomi global.  

• Setelah tutup pasar New York kemarin, Alcoa memperingatkan berkurangnya konsumsi aluminium, sementara perusahaan besar lainnya  dalam komponen Dow, seperti Chevron Corp. menyikapi hati‐hati terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi. Saham Alcoa merosot  4.6%  ke  $8.71  sementara  saham  Chevron  turun  4.2%  ke  $112.45  dan  memberi  beban  terberat  bagi  S&P  500.  Perusahaan  tersebut  melaporkan laba kuartal ketiga diprediksi “melemah secara substansial” dibandingkan kuartal sebelumnya. 

• Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  melemah  128.56  poin  atau 0.95%  di 13,344.97.  Sedangkan  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX> jatuh 8.92 poin, atau 0.62% di 1,432.56. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 13.24 poin atau 0.43% di 3,051.78.  

• Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina, sebagai negara dengan perekonomian terbesar No 2 dunia, diperkirakan akan meredam  pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga dan memangkas proyeksi laba akibat krisis zona euro telah berimbas negatif untuk negara  Asia, sebagai mitra dagang utama. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan untuk Asia Timur pekan ini mengacu pada pelambatan  ekonomi  di  Cina  dapat  berlangsung  lebih  lama  dari  yang  diperkirakans  ebelumnya.  Pada  hari  Selasa  sebelumnya,  Dana  Moneter  Internasional mengatakan krisis utang zona euro yang semakin dalam berpotensi memperburuk prospek ekonomi global. 

• Di bursa Eropa, FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> turun 0.5% untuk ditutup di 1,090.03, sementara MSCI's all‐country world equity index  melemah 0.6%. 

• Euro rebound pasca jatuh ke level terendah lebih dari sepekan terhadap dolar, tertekan oleh ketidakpastian mengenai kapan Spanyol  akan memintan bailout. Euro naik 0.12% di $1.2899 setelah mencatat level $1.2884. Indeks dolar turun 0.08% di 79.891. 

• Para pemimpin Eropa dijadwalkan akan melakukan pertemuan di akhir pekan depan. Sedangkan dalam pertemuannya pekan ini para  menteri keuangan kawasan mengatakan bahwa Spanyol belum meminta dana bailout paling tidak untuk saat ini. 

• Harga minyak Brent merosot ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif, sedangkan harga minyak mentah AS juga melemah  setelah mengalami rally belakangan ini yang mendekati level puncaknya seiring keprihatinan terhadap jaminan keamanan aliran pasokan  minyak dari Timur Tengah dan eskalasi ketegangan di Suriah yang mana telah meredam tekanan akibat memburuknya kondisi ekonomi  global yang berpotensi mengurangi permintaan minyak. Serangan sepanjang perbatasan Turki‐Suriah, permusuhan antara Iran dan Barat  dan  pemilihan  umum  di  Israel  yang  akan  datang  telah  memperkuat  kekhawatiran  potensi  ancaman  terhadap  pasokan  minyak  Timur  Tengah. Kepala staf militer Turki mengatakan pasukannya akan merespon dengan kekuatan yang lebih besar jika pemboman dari Suriah  terus memukul wilayah Turki. Brent crude <LCOc1> turun  1.7 sen ke $114.33 per barel dan U.S. crude oil futures <CLc1> turun $1.14 di  $91.25 per barel. 

• Harga Treasury AS naik setelah penjualan obligasi tenor 10 tahun meningkat. Treasury AS tenor 10 tahun naik 8/32 dengan yield sebesar  1.6854%. 

• Harga emas  berakhir  hampir  flat  di  hari  Rabu,  menyusul meningkatnya  kekhawatiran  akan  memburuknya  krisis utang  zona  euro  dan  meluasnya kekhawatiran terhadap memburuknya ekonomi global telah memberi tekanan pada emas sebagai aset lindung nilai terhadap  inflasi.  Aksi  ambil  untung  investor  usai  rally  emas  selama  4  bulan  terakhir  juga  turut  memicu  koreksi  emas.  Kegagalan  emas  untuk  mencapai level dia atas $1,800 per ounce juga turut memicu tekanan jual. Harga emas spot turun 75 sen di $1,762.90 per ounce. 

GOLD & COMMODITIES
• Emas diperdagangkan mendekati flat Rabu lalu, karena mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang zona  euro bersamaan dengan meluasnya permasalahan ekonomi global yang menekan daya tarik metal sebagai lindung nilai terhadap inflasi.  

• Analis  mengatakan  bahwa  beberapa  investor  dapat  melakukan  aksi  ambil  untung  setelah  emas  melonjak  dalam  rangkaian  empat  bulannya pada bulan Oktober.  

• Gagalnya rally baru‐baru ini untuk  memecahkan level diatas $1,800 per ons juga memicu pada tekanan secara teknikal.   

• Logam mulia mencapai level tertinggi dalam 11‐bulan Jumat lalu dari harapan bahwa the Fed, European Central Bank dan bank sentral  utama  lainnya  akan  melanjutkan  memompa  uang  ke  dalam  perekonomian  global  untuk  menstimulasi  pertumbuhan,  yang  mana  mendorong ketertarikan emas sebagai lindung nilai pada inflasi.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak jatuh ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif pada hari Rabu dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan dimulainya  musim laporan earning telah membebani bursa saham. 

• Brent terlempar ke areal negatif menyusul bursa saham AS terkoreksi setelah Alcoa melaporkan rugi bersih kuartalannya dan Chevron memperingatkan  akan kemungkinan laba turun tajam. Harga minyak mentah AS turun dan ditutup melemah lebih dari 1%. 

• Sentimen di pasar minyak sendiri terlihat berimbang, antara prospek menurunnya permintaan global dan resiko terhambatnya suplai di Timur Tengah dan 
tertundanya pengiriman minyak dari Laut Utara, dan saat ini pasar juga tengah mencermati proyeksi permintaan minyak dari pemerintah AS dan juga  OPEC.  Laporan  hari  Rabu  dari  OPEC  dan  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  menurunkan  proyeksi  permintaan  minyak  global  ditengah  kekhawatiran terhadap memburuknya ekonomi dunia. 

• Minyak awalnya mendapat support dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Serangan sepanjang perbatasan Turki‐Suriah, permusuhan antara Iran  dan Barat dan pemilihan umum di Israel yang akan datang telah memperkuat kekhawatiran potensi ancaman terhadap pasokan minyak Timur Tengah.  Kepala staf militer Turki mengatakan pasukannya akan merespon dengan kekuatan yang lebih besar jika pemboman dari Suriah terus memukul wilayah  Turki. 

• Brent November crude <LCOc1>  turun 17 sen di $114.33 per barel setelah naik ke intraday high $115.59, level tertingginya sejak menembus $117.02 pada  1 Sept. Sementara itu U.S. November crude <CLc1> melemah $1.14 di $91.25 per barel. 

• American Petroleum Institute (API) pagi tadi melaporkan stok minyak mentah naik 1.6 juta barel di pekan lalu, melampaui ekspektasi pasar. Stok bensin  naik 2.5 juta barel namun stok minyak suling turun 6.2 juta barel. Pasar saat ini tengah menunggu laporan stok minyak dari EIA yang dijadwalkan akan  dirilis nanti malam sekitar pukul 22.00 wib. 


EURO ZONE
• Petinggi European Central Bank Rabu lalu mendorong kembali terhadap seruan pemangkasan tingkat suku bunga, yang mengatakan menjamin transmisi  yang efektif pada kebijakan moneter saat ini yang mana lebih penting untuk zona euro daripada kebijakan tingkat suku bunga.  

• IMF sepenuhnya menyuarakan krisis utang zona euro dalam pemeriksaan tengah tahunan pada tingkat kesehatan keuangan dunia yang ditandai kebalikan  dari  Eropa,  dimana  keputusan  European  Central  Bank  untuk  membeli  obligasi  negara  yang  diterima  sebagai  program  bantuan  telah  menghapus  keprihatinan mengenai keberlangsungan euro.  

• Program privatisasi Yunani yang berlanjut bulan ini, mendekati setengah tahun dalam jadwal, yang dipertaruhkan tidak hanya milyaran euro yang perlu  ditingkatkan, tetapi kredibilitas pada komitmen untuk mereformasi permintaan dari para kreditor.  

• Politisi Yunani dibawah tekanan pada domestik untuk menolak panggilan asing dalam menjual aset‐aset negara pada harga murah dan mendapatkan dana  tunai yang cepat untuk membayar utang pemerintah.


U.K.
• Sterling menguat di hari Rabu dipicu aksi beli investor setelah mata uang Inggris tersebut terkoreksi selama 3 hari terakhir yang membawanya ke level terendah 1  bulan terhadap dolar. Namun penguatan ini nampaknya hanya sementara seiring masih suramnya kondisi ekonomi Inggris dan prospek pengetatan fiskal lebih lanjut  yang akan mendorong BoE untuk mencetak lebih banyak uang melalui program quantitative easing (QE) di bulan depan yang akan berdampak pada tertekannya  sterling. 

• Sterling  menguat  tipis  di  sekitar  $1.6010,  setelah  terkoreksi  ke  level  intraday  low  di  $1.5975  pada  hari  Selasa  sebelumnya,  sebagai  level  terendahnya  sejak  10  September. 

• Dana Moneter Internasional pekan in telah memangkas proyeksinya dengan mengatakan ekonomi Inggris secara umum akan melemah tahun ini. Proyeksi kalangan  ekonom untuk ekonomi Inggris juga terpangkas tahun ini dan di kuartal ketiga kemungkinan hanya menunjukkan pertumbuhan minimal. 

• Sebagai akibatnya, perhatian kini tertuju pada masalah anggaran pemerintah, dimana Perdana Menteri David Cameron mengakui dalam pidatonya pada konferensi  tahunan partainya bahwa upaya untuk menurunkan defisit akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Pernyataannya tersebut menegaskan sikap pemerintah yang  akan berupaya untuk memacu pertumbuhan ekonominya. Jika pemerintah gagal untuk menurunkan angka defisitnya maka Inggris terancam kehilangan peringkat  kredit AAA. 

• Pemulihan  ekonomi  yang  tidak  merata  juga  membuat  BoE  cenderung  memilih  melanjutkan  kebijakan  pelonggaran  kuantitatif  (QE)  di  bulan  depan,  yang  akan  berdampak negatif untuk mata uang karena akan meningkatkan pasokan pound di pasar. Dalam pidatonya pada hari Selasa, Gubernur BoE Mervyn King membahas  pro dan kontra dari target inflasi, mengisyaratkan para pembuat kebijakan fokus pada QE sebagai alat kebijakan utama untuk memberikan pelonggaran lebih lanjut. 

• Terhadap euro, sterling bergerak flat. Euro berada di sekitar 0.8052 pound, turun dari level tertinggi 3 pekan di 0.8100 yang dicapai pada hari Senin.  Kabar mengenai  maraknya permintaan untuk sterling terhadap euro oleh korporasi Inggris di awal sesi telah mendorong penguatan sterling. 


JAPAN
• Pengambil kebijakan Barat mengkhawatirkan mengenai ekonomi yang terjadi di Jepang. Saat ini perbankan Jepang dalam bahaya dari berbaliknya Eropa.  Dalam  laporan  Global  Financial  Stability  Report,  International  Monetary  Fund  mengkhawatirkan  bahwa  country's  lenders  dipenuhi  dengan  utang.  Pemerintah dan bank‐bank dapat  berakhir dalam penyebaran tekanan dari euro.  

• Sejumlah pemogokan. Menurut pada IMF, utang pemerintah  menyumbangkan 24 persen pada aset‐aset perbankan Jepang pada akhir tahun 2011 ‐ dan  lebih pada regional lender yang lebih kecil. Gambaran masih naik: perkiraan IMF akan mencapai  30 persen pada aset‐aset bank tahun 2017.  

• Ledakan  keuangan  baru‐baru  ini  pada  area  sekitar  zona  euro  menunjukkan  kenapa  mengkhawatirkannya.  Di  Yunani  dan  Spanyol,  bank  mendapatkan  obligasi pemerintah selama masa gejolak, atau mendorong untuk aksi beli ketika para investor keluar dari posisinya.  


AUSTRALIA
• Australian  dan  New  Zealand  dollar  menguat  terhadap  euro  Rabu  lalu  dan  menghentikan  level  terendahnya  terhadap  dollar  AS,  dengan  anjloknya  penjualan obligasi jangka panjang Australia yang membantu untuk menarik permintaan.  

• Mata  uang  tersebut  mendapatkan  kembali  kenaikannya  terhadap  turunnya  euro  dengan  Aussie  naik  ke  level  tertinggi  satu  minggu  ke  level  A$1.2563  <EURAUD=R>, bergerak menjauh dari level terendahnya dalam empat bulan yang terjadi minggu lalu.   

• Euro tertekan dari besarnya likuidasi dari aksi jual euro karena ketidakpastian mengenai mengemukanya kembali Spanyol dan Yunani.  

• Mata uang tunggal anjlok 1.6 persen terhadap Aussie sejak Jumat lalu pada level A$1.2566. Chart mengindikasikan besarnya penurunan setelah euro gagal  untuk bertahan diatas level A$1.2800.   

• Keterkejutan pemangkasan tingkat suku bunga dan tidak diekspektasinya penurunan pada tingkat pengangguran telah hampir tidak terganggu dengan  konsumen, memperkirakan bank sentral kemungkinan menurunkan tingkat suku bunga kedepannya untuk mendorong aktivitas ekonomi.  

• Harga Australian bond futures sedikit turun dari kedepannya data employment bulanan.  


SWISS
• Sebuah survey menunjukkan perusahaan kecil dan menengah Swiss merasa lebih optimis dengan penguatan franc dibandingkan kuartal sebelumnya dan  sebagian  besar  sektor  industri  memprediksi  ekspor  akan  naik  di  kuartal  keempat.  Sektor  ekspor  Swiss  telah  diuntungkan  oleh  kebijakan  SNB  yang  mematok batas maksimum nilai tukar Swiss franc terhadap euro di 1.20 per euro setahun lalu. 

• SME export indicator menunjukkan 64% dari perusahaan yang disurvey di awal kuartal keempat memprediksi penguatan franc akan melemahkan ekspor,  turun dari 70% yang memprediksi demikian di kuartal ketiga sebelumnya. 

• Setelah dalam beberapa bulan diuji dalam kisaran 1.20 per euro  menyusul krisis utang zona euro yang berkelanjutan, maka franc terlihat melemah dalam  beberapa pekan terakhir untuk diperdagangkan di kisaran 1.21 per euro. 

• Barometer  ekspor,  yang  mencatat  permintaan  asing terhadap  produk  Swiss,  meningkat di di  kuartal keempat, naik menjadi  ‐0.86 dari ‐0.92 di  kuartal  sebelumnya, dan menjauhi angka kritis ‐1. 

• Setelah sempat menguat ke 0.9431 franc, dolar berangsur melemah di akhir sesi New York dan mencatat intraday low di 0.9376 franc, sebelum akhirnya  ditutup d sekitar 0.9380 franc, atau melemah 0.2% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

Wednesday, October 10, 2012

Headline News 10.10.12


US & GLOBAL
• Ekuitas  global  dan  euro  jatuh  di  hari  Selasa  ditengah  keprihatinan  terhadap  laporan  laba  perusahaan  AS  dan  warning  IMF  mengenai  prospek pertumbuhan ekonomi global, sementara harga minyak melonjak dipicu eskalasi ketegangan di Timur Tengah. 

• Harga obligasi pemerintah menigkat dipicu proyeksi melemah dari IMF untuk ekonomi global sehingga menarik minat investor untuk  memburu aset‐aset aman resiko. 

• Ketidakpastian nasib Spanyol dan Yunani juga turut memberi tekanan. Puluhan ribu demonstran Yunani memenuhi jalanan di Athena  selama kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menawarkan simpati namun tidak menjanjikan untuk bantuan lebih lanjut pada  kunjungan pertamanya sejak krisis euro meletus tiga tahun lalu. 

• Yield obligasi Spanyol naik setelah para menteri keuangan kawasan mengatakan pada hari Senin bahwa Madrid belum membutuhkan  dana bailout, menambah ketidakpastian kapan Spanyol akan meminta dana bantuannya, yang secara umum memang tidak terelakkan. 

• Investor ekuitas juga menerapkan langkah hati‐hati sembari menunggu dimulainya musim laporan earnings perusahaan AS yang diawali  dengan laporan dari perusahaan alumunium Alcoa. Usai tutup pasar AS semalam, Alcoa melaporkan rugi bersih kuartal ketiga karena  harga logam merosot dan permintaan relatif minim, namun sahamnya naik 2.6%. 

• Kerugian pada saham‐saham teknologi memicu melemahnya Wall Street setelah broker men‐downgrade Intel <INTC.O> dan perusahaan  besar lainnya seiring kekhawatiran atas pencapaian laba kuartal ketiga. Saham Intel, produsen semikonduktor terbesar dunia, kehilangan  2.7%  menjadi  $21.90  setelah  laporan  negatif  dari  setidaknya  2  broker. Robert  W. Baird &  Co  memangkas  target  harganya, mengutip  lemahnya permintaan untuk notebook. 

• Dow Jones  industrial  average  <.DJI>  ditutup  melemah  110.12  poin  atau  0.81%  di  13,473.53.  Sedangkan Standard &  Poor's  500  Index  <.SPX>  jatuh  14.40  poin  atau  0.99%  di  1,441.48.  Sementara  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  tersungkur  47.33  poin  atau  1.52%  di  3,065.02.   

• Di  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  jatuh  0.5%  untuk  ditutup  di  1,095.95,  sementara  MSCI's  all‐country  world  equity  index  <.MIWD00000PUS> turun 0.9%.  

• Hasil mengecewakan laporan laba korporasi juga turut menekan euro. Pergerakan euro dan saham terlihat beriringan, dimana jika eruo  naik maka saham ikut naik. Euro jatuh 0.7% di $1.2875. Sementara indeks dolar naik 0.57% di 79.994. 

• Treasury AS untuk tenor 10 tahun naik 5/32 dengan yield 1.7132%. 

• Imbal hasil obligasi Spanyol naik setelah investor memangkas ekspektasi solusi cepat untuk masalah utang Madrid menyusul politisi di  Spanyol menolak mencari bailout. Yield untuk obligasi tenor 10 tahun meningkat 10 basis poin di 5.83%, namun masih jauh di pawah  level puncak Juli di 7.8%. 

• Kekhawatiran  tentang  Yunani  juga  muncul  kembali  setelah  kepala  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  mengatakan  kepada  komite  Parlemen Eropa bahwa Yunani  telah membuat kemajuan dalam reformasi ekonomi namun memiliki pekerjaan lebih banyak yang harus  dilakukan. IMF, salah satu pemberi pinjaman utama Yunani, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Athena akan melewatkan lima  tahun target pengurangan utang yang merupakan syarat untuk memperoleh bailout senilai 130‐miliar euro. 

• Ancaman akan terhambatnya suplai minyak ditengah memanasnya konflik Timur Tengah telah mengimbangi tekanan akibat sentimen  negatif pertumbuhan ekonomi global.  NATO mengatakan telah menyusun rencana untuk membela Turki jika diperlukan terhadap setiap  peningkatan kekerasan lebih lanjut dari Suriah. Brent futures <LCOc1> naik $2.68 ke $114.50 per barel. U.S. crude <CLc1> naik $3.06 ke  $92.39. Sedangkan U.S. COMEX gold futures <GCZ2> untuk pengiriman Desember turun $10.70 di $1,765 per ounce.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  dalam  hariannya  Selasa  lalu,  karena  peringatan  dari  IMF  pada  pertumbuhan  global  dan  kekhawatiran  mengenai  perlambatan ekonomi Cina yang menekan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

• Korelasi dollar/emas ‐ terdapat penguatan dollar akan cenderung untuk menekan emas – tidak memiliki pengaruh penurunan biasanya  karena para investor mencari emas sebagai safe haven dari gejolak zona euro yang menetralkan pengaruh dari penurunan euro.  

• Mata uang tunggal Eropa melorot setelah meeting para mengeri keuangan zona euro Senin sebelumnya yang menekan harapan para  investor  pada  bailout  untuk  permasalahan  ekonomi  Spanyol,  dengan  para  menteri  menekankan  bahwa  Spanyol  masih  dapat  untuk  mendanai sendiri via pasar modal.  

• Berita  bahwa  international  lenders  Yunani  kemungkinan  memberikan  waktu  yang  lebih  lama  untuk  memenuhi  target  pengurangan  defisitnya juga ikut menekan euro <EUR=> dan International Monetary Fund memperingatkan perekonomian global melambat bahkan  memburuk. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  melonjak  pada  hari  Selasa,  mengakhiri  serangkaian  koreksinya  selama  2  hari  terakhir,  dipicu  eskalasi  kerusuhan  di  perbatasan  antara Turki dan Suriah telah menambah kekhawatiran akan terhambatnya suplai minyak dari Timur Tengah. 

• International benchmark Brent <LCOc1> menguat lebih dari 2% dan menembus $114 per barel untuk pertama kalinya sejak 18 September, ketika  harga  minyak  mendekati  $120  yang  kian  menambah  kekhawatiran  terhadap  tingginya  ongkos  bahan  bakar  dapat  menghambat  kemajuan  pemulihan ekonomi global. 

• Ali  al‐Naimi,  menteri  perminyakan  Arab  Saudi,  mengatakan  Arab  Saudi  puas  bahwa  harga  minyak  telah  jatuh  ke  tingkat  yang  tidak  akan  menghambat pertumbuhan ekonomi. 

• Dana  Moneter  Internasional  juga  mengingatkan  bahwa  perlambatan  ekonomi  tengah  memburuk,  dimana  pihaknya  memangkas  proyeksi  pertumbuhan untuk keduakalinya sejak April lalu. 

• U.S. crude <CLc1> memimpin kenaikan pada harga minyak, mempersempit diskon kontrak versus Brent menjadi $ 22 per barel setelah mencapai  $  23.13,  level  terlebar  sejak  Oktober  2011.  Penundaan  pada  kargo  Forties,  satu  dari  4  aliran  Laut  Utara,  telah  membantu  mendukung  Brent  terhadap U.S. crude. 

• Brent November crude <LCOc1> berakhir naik $2.68 di $114.50 per barel, dan U.S. November crude <CLc1> naik $3.06 di $92.39 per barel, naik  kembali di atas areal MA‐100 di $89.86.  

• Menjelang data persediaan mingguan dari American Petroleum Institute dan U.S. Energy Information Administration, analis yang disurvei oleh  Reuters memperkirakan 1 juta barel stok minyak mentah untuk pekan per 5 Oktober, 300.000‐barel untuk persediaan distilasi atau minyak suling  dan 200.000‐barel untuk stok bensin. 

• Laporan API akan dirilis pada hari Kamis dan data EIA Jumat, ditunda satu hari akibat libur Columbus Day. 

• Pasar  juga  akan  mencermati  perkembangan  di  Irak,  sebagai  negara  produsen  minyak  terbesar  kedua  OPEC  setelah  Arab  Saudi,  yang  tengah  menaikkan suplai minyaknya.


EURO ZONE
• Perekonomian zona euro  menghadapi jalan mendaki,  panjang untuk recovery dan blok tersebut masih akan tertekan dari  krisis kepercayaan, Presiden  European Central Bank Mario Draghi mengatakannya Selasa lalu.  

• Tetapi dia menambahkan tidak terdapat alternatif untuk melanjutkan pemangkasan bujet.  

• Dalam testimoni pada parlemen Eropa, Draghi juga mengatkan program pembelian obligasi terbaru ECB untuk negara bermasalah seperti Spanyol akan  memberikan penahan untuk menghindari "destructive scenarios"/skenario yang menghancurkan dalam 17‐negara zona euro. 

• Sebelas negara zona euro menyetujui untuk mendorong kedepannya dari pajak pada transaksi keuangan mereka, dalam inisiatif bahwa beberapa negara  Uni Eropa menentang tetapi yang mana telah tertekan oleh Jerman dan Perancis.  

• Terobosan  tersebut  mengejutkan  untuk  banyaknya  diplomat  Uni  Eropa  yang  telah  berpikiran  Jerman  kemungkinan  gagal  untuk  meyakinkan  beberapa  negara untuk bergabung  dalam rencana, yang mana telah bekerja dalam dua tahunnya.  

• Yunani akan melewatkan target pengurangan utang lima tahunnya yang yang mendukung bailout senilai 130 milyar euro, menurut perkiraan yang dirilis  oleh lender utama Selasa lalu.


U.K.
• Sterling  jatuh  ke  level terendah  1  bulan terhadap  dolar  setelah  rilis  data  manufaktur  dan  data  perdagangan  Inggris  yang  buruk  menyisakan  pertanyaan  apakah  ekonomi Inggris dapat memulih dengan cepat di kuartal ketiga tahun ini. 

• Buruknya  kondisi  ekonomi  akan  menambah  resiko terhadap  upaya bank  sentral Inggris  (BoE) untuk memilih  opsi  mencetak  lebih banyak  uang  melalui  program  quantitative easing di bulan depan. 

• Sterling  turun  0.2%  ke  $1.5991,  level  terendahnya  sejak  11  September.  Sterling  telah  terkoreksi  jauh  di  bawah  level  puncaknya  $1.6310  yang  dicapai  akhir  September  ketika  data  ekonomi  Inggris  dirilis  membaik  yang  membangkitkan  optimisme  ekonomi  negara  tersebut  akan  membaik  di  kuartal  terakhir  tahun  ini.  Ekonomi Inggris diprediksi memburuk tahun ini dan di kuartal ketiga diprediksi hanya mencatat pertumbuhan yang tipis. 

• Data ekonomi Inggris Selasa kemarin menunjukkan kegiatan sektor manufaktur turun 1.1% di bulan Agustus setelah di bulan Juli mengalami revisi turun menjadi  3.1% dari laporan awal 3.2%. Sementara data defisit perdagangan Inggris melebar menjadi 9.8 milyar pound akibat menurunnya ekspor dan naiknya impor minyak.  Data ini muncul setelah Dana Moneter Internasional memangkas proyeksinya bahwa ekonomi Inggris akan melambat secara keseluruhan di tahun ini. 

• Namun pound menguat terhadap euro, yang terhambat oleh ketidakpastian kapan Spanyol akan meminta bantuan dan kurangnya kemajuan dalam pembicaraan  untuk menempatkan kembali Yunani pada jalurnya dengan program bailout‐nya. Euro terakhir tercatat melemah 0.4% di 0.8059 pound , meskipun masih tidak jauh  dari level tertinggi 3 pekan di 0.8100 yang dicapai hari Senin sebelumnya.  


JAPAN
• Langkah  pelonggaran  moneter  Bank  of  Japan  bulan  lalu  seharusnya  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  dan  membantu  mengakhiri  deflasi,  tetapi   pelonggaran berikutnya kemungkinan dibutuhkan untuk menekan target inflasi 1 persen bank, International Monetary Fund mengatakannya Selasa lalu.  

• Dalam  semi‐annual  World  Economic  Outlook,  IMF  juga  memangkas  perkiraan  pertumbuhan  untuk  negara  dengan  perekonomian  terbesar  ketiga  yang  mencatatkan faktor‐faktor yang mempengaruhi ekonomi Asia secara umum – melemahnya permintaan untuk ekspor dan perlambatan (ekonomi) di Cina.  

• Dibandingkan dengan perkiraan bulan Juli terkini, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan tahun ini untuk Jepang sekitar 2.2 persen dari level 2.4 persen  dan tahun depan menjadi 1.2 persen dari 1.5 persen.   

• Surplus current account Jepang tidak seperti ekspektasi naik pada bulan Agustus dari awal tahun berkenaan dengan kenaikan pada earning dalam investasi  luar negeri, tetapi goyahnya perekonomian Cina dan krisis utang Eropa masih mengawani export outlook.  


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar mengalami recovery dari level terendahnya Selasa lalu, dibantu oleh aksi ambil untung dan menguatnya saham‐saham  Cina, meskipun keadaan masih rapuh dari pertumbuhan ekonomi global dan anjloknya data ekonomi di Australia.  

• Aussie <AUD=D4> menguat setengah sen ke level $1.0245, dari $1.0196 pada awal perdagangan, didorong oleh aksi jual untuk kemudian anjlok ke level  $1.0149 Senin lalu, level terendahnya sejak pertengahan Juli.  

• Para trader mencatatkan partisipasi aktif dari model funds yang mana para big buyers anjlok.   

• Australia saat ini telah menjadi 12 ekonomi terbesar didunia, suatu prestasi yang menakjubkan dikatakan oleh Treasurer Wayne Swan yang diberikan dari  ukuran populasi.  

• Sebagai bangsa yang naik dari rangking International Monetary Fund (IMF), agensi juga menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2012 untuk  Australia, meskipun membuat pemangkasan dalam outlook pertumbuhan (ekonomi) global.  

• Harga Australian bond futures menyentuh level tertinggi, karena pasar menunggu data penting tenaga kerja berikutnya dalam minggu ini.   


SWISS
• Euro menembus level tertinggi 3 pekan terhadap Swiss franc setelah muncul berita bahwa bank‐bank kustodian AS telah menetapkan untuk menjatuhkan  penalti  pada  deposito  Swiss  dan  krown  Denmark.  Seoroang  juru  bicara  Bank  of  New  York  Mellon  menegaskan  biaya  untuk  deposito  krown  Denmark,  sementara juru bicara untuk State Street mengatakan suku bunga negatif akan diberlakukan untuk kedua deposito, Swiss franc dan krown Denmark. 

• Euro menguat ke level intraday high 1.2143 franc, dan terakhir tercatat bergerak stabil di sekitar 1.2100. Sementara dolar menguat 0.7% di 0.9396 franc.  Terhadap yen, dolar melemah 0.1% di 78.22 yen dan indeks dolar naik 0.6% ke 79.998. 

• Swiss  franc  juga  melemah  akibat  meningkatnya  minat  terhadap  aset  beresiko  setelah  bank  sentral  Cina  menjadi  peserta  terakhir  yang  memutuskan  menambah stimulus untuk men‐support pertumbuhan ekonomi. Bank sentral menyuntikkan 265 miliar yuan ke pasar melalui reverse bond repurchase  agreements, mencatat injeksi terbesar kedua. Reverse bond repurchase agreements adalah pembelian obligasi dengan perjanjian untuk menjual kembali  di harga yang lebih tinggi pada suatu masa tertentu. 

Tuesday, October 9, 2012

Headline News 09.10.12


US & GLOBAL
• Bursa  saham  dunia  dan  harga  minyak  mengalami  koreksi  di  hari  Senin  menyusul  kekhawatiran  memburuknya  prospek  pertumbuhan  ekonomi global dan ekspektasi buruknya laporan laba perusahaan AS. 

• Keprihatinan  pada  krisis  utang  Eropa  telah  memukul euro untuk  turun  dari  level  tertinggi  2  pekan  menyusul  kekhawatiran mengenai  ketidakpastian  Spanyol  untuk  meminta  dana  bailout  usai  para  menteri  keuangan  zona  euro  mengadakan  pertemuan  di  Luxembourg,  setelah negara tersebut belum juga meminta bantuan secara resmi. 

• Tekanan  di  pasar  telah  terjadi  setelah  Bank  Dunia  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  untuk  Asia  Timur  dan  Pasifik  dan  mengatakan ada risiko perlambatan di Cina. 

• Menjelang musim laporan earnings kuartal ketiga perusahaan AS yang akan dimulai hari Selasa ini dengan laporan dari Alcoa <AA.N>.  Pasar memprediksi earnings S&P 500 akan turun 2.3% dari kuartal tahun lalu, yang akan menjadi penurunan pertamanya selama 3 tahun  terakhir. Warning belakangan dari perusahaan multinasional seperti FedEx Corp <FDX.N>, Hewlett‐Packard Co <HPQ.N> dan Caterpillar  Inc <CAT.N> telah membuat investor berlaku hati‐hati. Sedangkan untuk earnings kuartal keempat yang akan dirilis awal tahun depan  diprediksi naik 9.6%. 

• di bursa Wall Street, volume transaksi ekuitas berada pada level terendahnya sepanjang tahun ini menyusul libur di pemerintahan AS  dan tutupnya pasar obligasi berkenaan dengan hari libur nasional AS, Columbus Day. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 26.50  poin  atau  0.19%  ke  13,583.65.  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  turun  5.05  poin  atau  0.35%  ke  1,455.88.  Sedangkan  Nasdaq  Composite Index <.IXIC> turun 23.83 poin atau 0.76% ke 3,112.35.  

• Bank  Dunia  mengatakan  ada  resiko  perlambatan  ekonomi  di  Cina  akan  memburuk  dan  akan  berlangsung  lebih  lama  dari  yang  diperkirakan  sebelumnya.  Bank  Dunia  juga  memprediksi  Cina  akan mengalami  soft landing. Pihaknya  merevisi  proyeksi pertumbuhan  negara tersebut menjadi 7.7% untuk tahun ini dan 8.1% untuk tahun depan. Sebelumnya, Bank Dunia memprediksi terjadi pertumbuhan  8.2% di tahun 2.12 dan 8.6% di tahun 2.13. Proyeksi Bank Dunia tersebut memberikan sentimen negatif di pasar setelah sebelumnya  mendapat dukungan positif dari rilis data tingkat pengangguran AS yang turun diluar dugaan akhir pekan lalu. 

• Kekahwatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global awalnya menekan harga Brent crude oil, namun kekacauan di wilayah Timur  Tengah membantu menahan kerugian lebih lanjut pada komoditas. Brent November crude <LCOc1> turun 20 sen di $111.82 per barel,  mengalami  rebound  setelah  terkoreksi  ke  level  intraday  low  $110.54.  Sedangkan  untuk  U.S.  November  crude  <CLc1>  turun  55  sen  di  $89.33 per barel, setelah turun ke level intraday low $88.21. 

• Kekhawatiran terhadap langkah kebijakan berikutnya untuk mengatasi krisis utang zona euro, ditambah dengan prospek suram ekonomi  telah menekan euro, yang mana melemah 0.5% di $1.2970. Para menteri keuangan zona euro mengatakan Spanyol sedang menerapkan  langkah‐langkah untuk memulihkan kondisi ekonominya dan belum meminta bantuan bailout, setidaknya untuk saat ini. 

• Setibanya  di  sebuah  pertemuan  di  Luxembourg  untuk  membahas  Yunani  dan  Spanyol  dan  untuk  meresmikan  mekanisme  bailout  permanen  zona  euro,  Menteri  Keuangan  Jerman  Wolfgang  Schaeuble  mengatakan  Madrid  telah  menegaskan  pihaknya  belum  memerlukan bantuan. Euro telah menembus level tertinggi dua minggu pada hari Jumat. Dolar AS naik 0.3% terhadap sejumlah rival  utamanya. 

• Data  ekonomi  Eropa  menunjukkan  sentimen  investor  telah  meningkat  dalam  2  bulan  berturut‐turut  di  periode  Oktober,  berkat  pelonggaran moneter oleh bank sentral dan dukungan Jerman untuk dana bailout permanen yang baru untuk zona euro. Data ekspor  Jerman untuk bulan Agustus juga diluar dugaan melonjak 2.4% m/m, kontras dengan ekspektasi terjadi penurunan 0.5%.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  Senin  lalu,  memperluas  penurunannya  untuk  melorot  jauh  dalam  hari  keduanya  pada  dua  bulan,  setelah  gambaran  employment AS minggu lalu mendorong dollar, yang mana terbatas lingkupnya dari aksi ambil untung, meskipun permintaan investasi  jangka panjang untuk emas tidak melemah.  

• Data Jumat sebelumnya menunjukkan perekonomian AS yang pada umumnya telah lebih banyak jobs daripada ekspektasi, sementara itu  tingkat  jobless  melorot  secara  mengejutkan  pada  marjin  yang  besar,  yang  mana  menyalakan  kembali  optimisme  berkenaan  dengan  outlook pertumbuhan ekonomi.  

• The Fed berjanji pada bulan September untuk membeli $40 milyar perbulan pada sekuritas berbasis mortgage untuk menekan borrowing  rates dan menjaga kredit mengikuti arah perekonomian, selama penciptaan lapangan kerja lamban.  

• Kenaikan pasar tenaga kerja mengartikan kepada penguatan dalam dollar terhadap mata uang utama lainnya Senin lalu <.DXY>.   

• "If we get slightly better U.S. data going forward, which gives more support for the U.S. economic recovery, we get a stronger dollar,"  analis Citigroup David Wilson mengatakannya.   

• "Obviously, Europe is still continuing to struggle, and that would suggest that the rally is done for the time being, although I'm not saying  gold won't see more upside further out." 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak turun di hari Senin dipicu kekhawatiran melemabatnya perekonomian Cina dan krisis utang Eropa akan mengurangi permintaan pada bahan  bakar, sementara potensi adanya kerusuhan di Timur Tengah telah membatasi penurunan harga minyak. 

• Minyak  mentah  berjangka  mengalami  tekanan  ketika  Bank  Dunia  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi  untuk  Asia  Timur  dan  Pasifik  dan  mengatakan  ada  risiko  perlambatan  di  Cina,  konsumen  minyak  global  terbesar  kedua  di  dunia,  bisa  menjadi  lebih  dalam  dan  lebih  lama  dari  yang  diperkirakan oleh banyak analis. 

• Pertumbuhan ekonomi Cina dan permintaan untuk minyak telah memberi dukungan utama untuk harga minyak sejak permintaan energi global dilanda  resesi setelah krisis keuangan tahun 2008. 

• Kekhawatiran tentang krisis utang Spanyol dan Eropa terus berlanjut bahkan saat pejabat zona euro berkumpul di Luxembourg untuk meluncurkan dana  bailout kawasan itu. Euro merosot dari level puncak dua minggu terhadap dolar dan yen. Kekhawatiran tentang Asia telah membebani ekuitas global dan  AS.  

• Pertikaian antara Turki dan Suriah pada hari Senin dan data ekspor Jerman yang dirilis lebih baik dari perkiraan telah membantu membatasi penurunan  harga minyak. Presiden Turki Abdullah Gul mengatakan pada hari Senin "skenario terburuk" kini bermain di Suriah. Gul mengatakan Turki akan melakukan  segala  sesuatu  yang  diperlukan  untuk  melindungi  dirinya  sendiri,  sementara  militernya  telah  melakukan  serangan  balasan  untuk  hari  keenam  setelah  sebuah granat ditembakkan dari Suriah terbang melintasi perbatasan. 

• Brent November crude <LCOc1> turun 20 sen di $111.82 per barel, mengalami rebound setelah terkoreksi ke level intraday low $110.54. Sedangkan untuk  U.S. November crude <CLc1> turun 55 sen di $89.33 per barel, setelah turun ke level intraday low $88.21. 

• Hari libur bursa AS hari Senin berkenaan dengan perayaan Columbus Day akan menunda jadwal rilis data stok mingguan minyak AS. American Petroleum  Institute (API) akan merilis stok minyaknya pada hari Kamis pukul 03.30 WIB, sedangkan U.S. Energy Information Administration akan merilis datanya pada  hari Jumat pukul 22.00 WIB.


EURO ZONE
• Sentimen  zona  euro  membaik  untuk  rangkaian  dua  bulannya  pada  bulan  Oktober  dengan  ekspektasi  para  investor  didorong  oleh  langkah  pelonggaran moneter dari bank sentral dan mahkamah Jerman menyetujui untuk dana bailout permanen untuk mata uang tunggal Eropa. 

• Para  menteri  keuangan  zona  euro  menyampaikan  dukungan  bersama  terhadap  Spanyol  Senin  lalu,  yang  mengatakan  negara  dalam  langkah‐ langkah  untuk  merombak  perekonomiannya,  yang  berhasil  dalam  pendanaan  sendiri  pada  pasar  keuangan  yang  tidak  membutuhkan  bailout,  sekurang‐kurangnya saat ini. 

• Surplus perdagangan Jerman mencapai level tertinggi dalam lima tahun pada bulan Agustus setelah melonjak secara mengejutkan pada ekspor  sementara  itu  output  melemah  hanya  sedikit,  menyoroti  ketahanan  ekonomi  pada  krisis  utang  zona  euro,  meskipun  para  ekonom  melihat  perlambatan kedepannya.

U.K.
• Sterling jatuh ke level terendah 1 bulan terhadap dolar menyusul mata uang berimbal hasil lebih tinggi masih mengalami tekanan, dan dengan prospek  suram data ekonomi Inggris, nampaknya sterling masih akan mengalami tekanan jual dalam jangka pendek kedepan. 

• Indeks dolar menguat setelah rilis data tingkat pengangguran AS pada Jumat lalu, mendorong investor untuk menaksir kembali skala potensi dan durasi  dari putaran terbaru pembelian aset (QE3) oleh The Federal Reserve. 

• Sedangkan  kondisi  yang  kontras  pakan  lalu  menunjukkan  ekonomi  Inggris  tumbuh  tipis  di  kuartal  ketiga  dengan  sektor  konstruksi  masih  mengalami  kontraksi dan sektor jasa mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan. 

• Adapun hal yang membuat pemulihan ekonomi lebih berat, Kanselir George Osborne mengatakan pada hari Senin bahwa sebagian besar penghematan  dalam  anggaran  pemerintah  akan  melalui  pemotongan  pengeluaran  pemerintah.  Hal  itu  akan  menambah  tekanan  pada  Bank  of  England  untuk  melonggarkan kebijakan moneter yang mungkin pada awal bulan depan. 

• Sterling turun 0.6% di $1.6035, setelah terkoreksi ke level intraday low di $1.6021. Sterling telah tersungkur dari level tertinggi sepekan di $1.6218 yang  dicapai pada hari Jumat usai rilis data ketenagakerjaan AS.  


JAPAN
• Dollar merosot 0.6 persen ke level 78.30 yen <JPY=>. Telah mencapai level puncaknya 78.87 yen pada Jumat lalu dari data Reuters.   

• Outlook  dari  negara  dengan  ekonomi  utama  dunia  termasuk  AS  dan  Jerman  telah  merosot  tipis,  meskipun  Cina  kemungkinan  stabil  setelah  perlambatannya baru‐baru ini, OECD mengatakannya Senin lalu.  

• Dalam laporan bulanan terakhir pada ekonomi global, Organisation for Economic Co‐operation and Development mengatakan composite leading  indicator  (CLI)  untuk  33‐negara  area  OECD  turun  menjadi  100.1  pada  bulan  Agustus  dari  100.2  bulan  Juli,  mencatakan  berlanjutnya  tren  pelemahan pertumbuhan ekonomi.  

• Semua negara utama ekonomi dunia terlihat penurunan satu poin pada CLIs, termasuk Jepang, yang mana anjlok menjadi 100.3 dari 100.4.   


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar diperdagangkan mendekati level terendah mingguannya Senin lalu dan terlihat rapuh ditengah bertahannya  permasalahan mengenai outlook untuk ekonomi global meskipun membaik dari ekspektasinya data jobs AS minggu lalu.  

• Pasar umumnya tenang dengan pasar Jepang dan AS yang libur dan Cina kembali buka setelah libur panjang mingguannya.  

• Aussie <AUD=D4> menekan penurunannya ke level $1.0165, yang telah merosot ke level terendahnya $1.0150, level terendah yang mendekati  tiga  bulannya.  Telah  menembus  level  utama  support  $1.0165,  terendah  bulan  September,  dengan  level  berikutnya  disekitar  level  $1.0150.  Walaupun dalam penutupannya mengalami kenaikan ke level $1.0195.  

• Terhadap euro, Aussie tertekan mendekati level terendah empat bulannya A$1.2781 <EURAUD=R>. 

• Harga obligasi Australia bertenor tiga tahun menguat, mengikuti rilis dari membaik dari ekspektasinya data jobs AS, tetapi sentimen domestik  melemah.


SWISS
• Indeks  harga  konsumen  (CPI)  Swiss turun  tipis  di bulan  September,  meskipun terdapat  indikasi  mulai  adanya tekanan  inflasi,  mengisyaratkan  bank  sentral akan  mempertahankan batasan pada nilai tukar mata uang lokalnya untuk menghindasri deflasi dan resiko resesi. 

• Serangkaian  data  yang  dirilis  belakangan  ini,  seperti  data  manufaktur  telah  memberikan  gambaran  suram  ekonomi  Swiss,  yang  mana  akan  mamacu  SNB  untuk  melanjutkan penetapan batasan nilai tukar mata uangnya untuk mendorong sektor ekspor dan mengurangi tekanan inflasi. 

• Menurunnya permintaan domestik, yang sebagian disebabkan kekhawatiran naiknya pengangguran juga akan membatasi kenaikan harga. Namun demikian, tingkat  pengangguran ternyata dirilis cukup stabil di level 2.8% di bulan September. 

• CPI Swiss turun 0.4% y/y di bulan September setelah mencatat turun 0.5% y/y di bulan Agustus sebelumnya, dan untuk basis bulanan tercatat naik 0.3%. Kedua data  dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. 

• Kekhawatiran terhadap resiko terjadinya deflasi dan resesi, telah mendorong Swiss National Bank (SNB) untuk mematok batas maksimum untuk nilai tukar Swiss  franc di 1.20 per euro pada 6 September 2011 setelah investor memburu Swiss franc sebagai mata uang aman resiko akibat krisis utang Eropa yang telah mendorong  penguatan Swiss franc ke rekor tertingginya. 

• Data ekonomi belakangan ini dirilis melemah, dimana sektor manufaktur mencatat kontraksi untuk ke‐5 kalinya secara berturut‐turut di periode Agustus, sentimen  konsumen melemah lebih lanjut di kuartal ketiga dan indeks sentimen investor ZEW  turun di bulan September.  Tingkat pengangguran diprediksi naik menjadi 3.3%  di tahun 2013, berdasarkan laporan dari State Secretariat for Economics. 

• Swiss franc melemah terhadap dolar, merosot dari level tertinggi yang dicapai pekan lalu, setelah dolar terangkat oleh penurunan yang mengejutkan untuk data  tingkat pengangguran AS, yang mana telah membangkitkan kembali optimisme investor pada ekonomi AS. Tingkat pengangguran AS turun ke level terendah sejak  Januari  2009.  Hal  ini  telah  memicu  naiknya  yield  Treasury  AS  tenor  10  tahun  dan  membantu  mengerek  dolar.  Sedangkan  terhadap  euro,  Swiss  franc  bergerak  rangebound. Franc turun 0.3% terhadap dolar di 0.9332 dibandingkan dengan penutupan New York hari Jumat. Sementara terhadap euro, franc bergerak relatif  stabil di sekitar 1.2108.

Monday, October 8, 2012

Headline News 08.10.12


US & GLOBAL
• Bursa global ditutup menguathari Jumat kamarin dan harga Treasury anjlok setelah tingkat pengangguran AS diluar dugaan  turun mendekati level terendah 4 tahun, mengindikasikan adanya perbaikan di pasar tenaga kerja. Namun demikian, Wall  Street  memangkas  keuntungan  awalnya  dengan  S&P  500  mengakhiri  serangkaian  kenaikannya  selama  4  hari  terakhir,  tertekan oleh kekhawatiran hasil musim laporan laba perusahaan, yang akan dimulai dengan laporan dari Alcoa <AA.N>  pekan ini. Sebagai komponen indeks Dow, Alcoa dijadwalkan akan melaporkan laba perusahaannya pada hari Selasa, yang  diperkirakan akan mengalami break even (impas), dibandingkan perolehan laba 15% per saham setahun lalu.  saham Alcoa naik 0.2% dan ditutup di $9.07 pada Jumat kemarin. Sementara Nasdaq tertekan oleh Apple Inc <AAPL.O>,  setelah saham tersebut turun 2.1% untuk ditutup di $652.59.  Laba S&P 500 untuk kuartal ketiga diprediksi telah turun  2.4% dari periode tahun lalu, yang mana akan menjadi penurunan pertamanya dalam 3 tahun terakhir. 

• Dolar menguat ke level tertinggi 2 pekan terhadap yen, dan euro menguat menyusul investor menjual mata uang dolar dan  yen, yang sering dijadikan aset lindung nilai. Ekonomi AS menambah 114.000 pekerjaan di bulan September, sesuai dengan  ekspektasi pasar, namun terjadi revisi naik untuk data bulan Agustus sebelumnya, yang membuat tingkat pengangguran  mencatat turun menjadi 7.8% di bulan September, level terendahnya sejak Januari 2009. 

• MSCI global stock index <.MIWD00000PUS> naik 0.3% ke 336.55. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 34.79  poin  atau  0.26%  ke  13,610.15.  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  ditutup  turun  0.47  poin  atau  0.03%  ke  1,460.93.  Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 13.27 poin atau 0.42% ke 3,136.19.  Indeks S&P 500 masih tercatat naik  16.4% sepanjang tahun ini. Indeks berpeluang meraih penguatan tahunan terbaiknya sejak 2009 ketika indeks mengalami  rebound pasca krisis keuangan. 

• Sedangkan untuk indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 index <.FTEU3>, naik 1% untuk ditutup di 1,111.65. Bursa saham  Eropa telah menguat sebelumnya setelah adanya jaminan dari ECB pada hari Kamis lalu bahwa pihaknya akan siap membeli  obligasi Spanyol jika memang diminta. ECB juga mengatakan Eropa memiliki "mekanisme perlindungan yang sepenuhnya  efektif" untuk melindungi euro. 

• ECB  memiliki  visi  membeli  surat  utang  dalam  jumlah  besar  untuk  jangka  waktu  satu  sampai  dua  bulan  begitu  program  pembelian obligasi dimulai, demikian sumber dari senior bank sentral mengatakan. 

• Dolar menguat ke 78.87 yen, level tertingginya sejak 19 September, sebelum kembali merosot ke 78.62 yen, mencatat naik  0.2%. Sedangkan euro naik 0.1% ke $1.3029. 

• Harga  obligasi  pemerintah  turun.  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  18/32  dengan  yield  di  level  1.7341%.  Treasury  terkoreksi  usai  rilis  data  pekerjaan  AS.  Meskipun  pertumbuhan  tenaga  kerja  di  bulan  September  mendekati  ekspektasi,  sejumlah  laporan,  khususnya  penurunan  tajam  pada  tingkat  pengangguran  menjadi  7.8%,  mengisyaratkan  The  Fed  mendekati akhir dari program QE, dan akan merujuk pada program pelonggaran moneter inkonvensional The Fed. 

• Brent futures <LCOc1> turun 56 sen di $112.02 per barel. U.S. crude futures <CLc1> melemah $1.83 di $89.88 per barel,  setelah  naik  hampir  4%  di  sesi  sebelumnya.  Sementara  emas  terkoreksi  dari  level  tertinggi  11  bulan  setelah  rilis  data  pekerjaan  AS  menjauhkan  investor  pada  aset‐aset  aman  resiko.  Harga  emas  spot  naik  di  atas  $1,795  per  ounce  sebelumnya, level tertinggi sejak November, dan terakhir tercatat melemah tipis di sekitar $1,781. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot dari level tertingginya dalam 11‐bulan yang  terjadi pada awalnya pada Jumat lalu kemudian anjlok ke level  terendahnya setelah ketertarikan pada logam mulia sebagai lindung nilai inflasi tertekan oleh jumlah jobless AS turun ke  level terendahnya yang mendekati empat tahun.  

• Laporan U.S. Bureau of Labour Statistics Jumat lalu bahwa 114.000 pekerja telah bertambah untuk non‐farm payrolls pada  bulan September. Analis dari polling oleh Reuters telah memperkirakan terjadi kenaikan 113.000 pekerja.  

• Analis  mengatakan  data  menunjukkan  perekonomian  AS  tidak  menghadapi  untuk  kembali  pada  resesi,  dan  telah  mendorong para investor untuk mengambil pada aset‐aset beresiko yang menaikkan pasar saham.   


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak terkoreksi di tengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif pada hari Jumat dan membukukan kerugian mingguan  menyusul rentannya ekonomi global dan ketidakpastian krisis utang Eropa mengimbangi dukungan dari laporan optimis data  ketenagakerjaan AS. 

• Sementara harga minyak mentah AS turun 2%, penundaan kargo Laut Utara dan kepekaan terhadap ancaman gangguan pasokan Timur  Tengah telah membatasi kerugian untuk minyak mentah berjangka Brent dan mendorong Brent premium untuk minyak mentah AS  (Brent's premium to U.S. crude <CL‐LCO1=R> ) ke level tertinggi sejak Oktober 2011. 

• Tingkat pengangguran AS diluar dugaan turun ke 7.8% di bulan September, level terendahnya sejak Januari 2009 dan kontras dengan  ekspektasi terjadi kenaikan. 

• Laporan lain juga menunjukkan payrolls naik 114.000 di bulan lalu, sedikit di atas ekspektasi pasar, setelah mencatat 96.000 di bulan  Agustus sebelumnya. Namun pelaku pasar terlihat skeptis terhadap data tersebut, yang nampaknya akan membantu memberikan  dukungan positif untuk terpilihnya kembali Barack Obama sebagai presiden AS. 

• Data pekerjaan AS ditambah laporan positif dari data pekerjaan sektor swasta dan data manufaktur yang dirilis sepekan kemarin masih  belum cukup mengimbangi tekanan yang disebabkan suramnya kondisi manufaktur dan jasa di Eropa dan Cina. 

• Brent November crude <LCOc1> turunl 56 sen dan berakhir di $112.02 per barel, setelah jatuh ke $110.54.  Dalam sepekan, Brent  mencatat turun 37 sen atau 0.33%. Sedangkan U.S. November crude <CLc1> jatuh $1.83 dan berakhir di $89.88, usai terkoreksi ke level  intraday low di $89.01. Sementara untuk Brent's premium to U.S. crude <CL‐LCO1=R> naik ke $22.14.  

EURO ZONE
• European Central Bank mengharapkan pembelian dalam volume besar dari sovereign bonds untuk periode satu atau dua bulan hingga program "OMT"  telah diluncurkan, tetapi akan kemudian menghentikan pembelian selama periode penilaian, sumber senior bank sentral mengatakan pada Reuters. 

• Tekanan inflasi zona euro bertahan melemah pada bulan Agustus meskipun naiknya sedikit perkembangan dari bulan sebelumnya, memperkirakan inflasi  dapat berlanjut untuk turun, menurut suatu indikator yang dirancang untuk memprediksi tren siklikal.  

• Kanselir Jerman Angela Merkel akan membuat kunjungan pertamanya ke Yunani minggu depan sejak krisis zona euro berkembang, yang menunjukkan  dukungan untuk Yunani setelah mengatakan akan kehabisan dana pada akhir November tanpa bantuan terkini internasional.  

• Pemimpin Yunani Antonis Samaras mengatakan pada surat kabar Jerman dalam suatu wawancara yang dipublikasikan Jumat bahwa negaranya tidak bisa  mengelola  melampaui  bulan  November  tanpa  perkembangan  berikutnya  dari  bantuan  internasional  dan  diperkirakan  ECB  dapat  menolong  dengan  pelonggaran kepemilikan utang Yunani. 


U.K.
• Sterling menembus level tertinggi selama sepekan terakhir terhadap dolar pada hari Jumat, namun terkoreksi ke level terendah 2 pekan terhadap euro  dipicu turunnya tingkat pengangguran di AS yang mendekati level terendah 4 tahun, dimana telah menaikkan minat pada aset‐aset beresiko. 

• Euro berkinerja lebih baik dibanding sterling, dimana mata uang Inggris tersebut mengalami tekanan akibat rilis data ekonomi belakangan ini membuka  peluang bagi BoE untuk meluaskan pembelian aset dibawah program quantitative easing (pelonggaran kuantitatif) di bulan depan. 

• Ekonomi  AS  menambah  114.000  pekerjaan  di  bulan  September,  sesuai  dengan  ekspektasi  pasar,  namun  terjadi  revisi  naik  untuk  data  bulan  Agustus  sebelumnya, yang membuat tingkat pengangguran mencatat turun menjadi 7.8% di bulan September, level terendahnya sejak Januari 2009. 

• Kondisi  ini  membantu  sterling  menguat  ke  level  intraday  high  di  $1.6218.  Jika  rally  berlanjut  maka  akan  mencoba  tes  level  tertinggi  28  September  di  $1.6273 dan level tertinggi 2012 di $1.6310 yang dicpai pekan sebelumnya. 

• Sterling bergerak menguat bersama dengan euro dan juga Aussie, namun penguatannya kemungkinan terbatas karena membaiknya kondisi pasar tenaga  kerja AS meredakan spekulasi mengenai apakah The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut. 

• Euro menguat 0.4% di sekitar 0.8072 pound dan mencatat kenaikan mingguan terbesarnya dalam 2 bulan. Jika rally berlanjut maka akan mencoba tes  level tertinggi pertengahan September di 0.8114 pound.  

• Serangkaian  data  yang  dirilis  sepekan  kemarin  menunjukkan  ekonomi  Inggris  hanya  tumbuh  tipis  pada  kuartal  ketiga  dengan  sektor  konstruksi  masih  berkontraksi  dan  sektor  jasa  tumbuh  jauh  lebih  lambat  daripada  yang  diperkirakan.  Hal  ini  bisa  meningkatkan  spekulasi  pembuat  kebijakan  BoE  akan  memilih langkah untuk memperpanjang program pembelian aset mereka pada bulan November setelah mereka mempertahankan kebijakannya pekan  kemarin, dimana hal ini akan membuat sterling  tetap lemah. 


JAPAN
• Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan Jumat lalu bahwa bank sentral tidak akan melanjutkan pelonggaran kebijakan  moneter kedepannya yang secara otomatis pada price outlook‐nya, menandai bahwa penurunan pada 1 persen target inflasi tidak akan  menjamin tindakan kebijakan yang segera. 

• "What's important is whether the economy is performing in a way that allows for consumer price inflation to head toward 1 percent as a  trend," Shirakawa mengatakannya dalam konferensi beritanya.  

• BOJ  mempertahankan  kebijakan  moneter  bertahan  Jumat  lalu  meskipun  memuncaknya  tekanan  secara  politis  untuk  tindakan  karena  anjloknya  ekspor  pada  Cina  dan  Eropa  yang  mengarahkan  peluang  pada  resesi,  lebih  memilih  untuk  menahan  saat  ini  untuk  menilai  pengaruh kebijakan bulan lalu.  


AUSTRALIA
• Australian  dan  New  Zealand  dollars  mendapatkan  dorongan  Jumat  lalu,  mengikuti  penurunan  tajamnya  baru‐baru  ini,  dengan  pasar  memperhatikan kedepannya data jobs AS pada Jumat malamnya.  

• Mata uang lokal meningkat ke level $1.0274, dari level $1.0240 pada awal perdagangan, bergerak menjauh dari level terendah dalam satu bulan  $1.0182 yang terjadi Kamis sebelumnya.  

• Para  investor  memantau  laporan  bulanan  payrolls  AS  pada  1230  GMT  setelah  data  baru‐baru  ini  memperkirakan  perekonomian  mendapat  dorongan.  

• Kemungkinan kenaikan lapangan kerja hingga 113.000 pada bulan September tetapi tingkat pengangguran dapat naik menjadi 8.2 persen.  

• Harga Australian bond futures turun kedepannya dari rilis dari gambaran jobs AS.  


SWISS
• Lembaga ekonomi KOF Swiss memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2012 dan 2013 pada hari Jumat, menyusul pelambatan ekonomi global,  meskipun  masih  melihat  peluang  pertumbuhan  ekonomi  akan  mengalami  akselerasi  pada  tahun  depan.  Pertumbuhan  untuk  tahun  ini  direvisi  turun  menjadi 0.9%, dan menjadikan proyeksi KOF tersebut sesuai dengan proyeksi pemerintah dan bank sentral. 

• Ekonomi  Swiss,  yang  selama  ini  terlihat  tahan  terhadap  tekanan  akibat  krisis  di  zona  euro,  diluar  dugaan  mengalami  kontraksi  di  kuartal  kedua.  Perlambatan ekonomi yang terjadi telah membenarkan kebijakan Swiss National Bank untuk mempertahankan ambang batas yang dikenakan pada Swiss  franc terhadap euro tahun lalu untuk menangkal deflasi dan kemungkinan resesi. 

• KOF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2012 sebesar 0.3% dari proyeksi sebelumnya. Pihaknya memprediksi terjadi pertumbuhan 1.3% di  tahun 2013, turun dari proyeksi awalnya 1.7%, dengan pemulihan ekonomi masih terkendala oleh lemahnya ekspor dan menurunnya kegiatan di sektor  konstruksi, sementara lapangan kerja masih sempit. 

• Pemerintah Swiss di bulan September memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2012 menjadi 1% dari 1.4% sebelumnya, dan SNB di bulan yang  sama juga memangkas proyeksi pertumbuhan tahun ini menjadi 1% dari 1.5% sebelumnya. Sementara ekonomi Swiss mencatat pertumbuhan 1.9% di  tahun lalu.  

• Dolar melemah 0.1% terhadap Swiss franc di level 0.9290 franc dibandingkan penutupan New York hari Kamis.