title cover

title cover

Tuesday, November 13, 2012

Headline News 13.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham AS bergerak tipis karena investor menahan diri sebelum adanya debat kebijakan soal “tebing fiskal” AS (kenaikan pajak dan  pemangkasan anggaran belanja pemerintah) yang sedianya akan diberlakukan awal tahun depan. Rilis optimis data ekonomi Cina dan  tertundanya keputusan pemberian bantuan Yunani juga menjadi topik hangat sepanjang perdagangan Senin kemarin. 

• Berita mengenai kenaikan tajam ekspor Cina di bulan Oktober, indikasi bahwa ekonomi sedang menguat, menjadikan alasan investor  untuk memburu aset‐aset beresiko. Pasar obligasi AS tutup paa hari Senin kemarin berkenaan dengan hari libur Veterans Day. 

• Namun  pasar  saham  mencatat  kenaikan  yang  terbatas  akibat  keprihatinan  terhadap  kondisi  ekonomi  zona  euro  dan  kemungkinan  terjadinya kenaikan pajak dan pemangjasan anggaran belanja pemerintah yang akan diberlakukan awal tahun depan.  

• Di Wall Street, indeks S&P 500 masih mencatat naik 10% di tahun ini. 

• Di Chicago, harga gandum berjangka jatuh di tengah gelombang technical selling, dengan kedelai tenggelam ke level terendah 4‐1/2‐ bulan yang hampir menghapus keuntungan akibat kekeringan musim panas ini. Harga mengalami tekanan setelah Departemen Pertanian  AS  pada  hari  Jumat  lalu  menaikkan  estimasi  untuk  produk  kedelai  lebih  dari  yang  diperkirakan  sebelumnya  dan  menaikkan  proyeksi  untuk  stok  global.  Harga  kedelai  berjangka  kontrak  Januari  <SF3>  jatuh  3.08%  ke  $14.065  per  gantang  di  Chicago  Board  of  Trade.  (1  gantang = 3.125 kg). 

• Euro  bergerak  relatif  flat  terhadap  dolar  namun  berada  di  sekitar  level  terendah  2  bulan  di  $1.2707  dipicu  ketidakpastian  mengenai  paket bantuan Yunani. Euro terkoreksi sekitar 1.9% terhadap dolar sepanjang November ini. 

• Pekan lalu pasar saham tertekan oleh kekhawatiran mengenai apakah akan tercipta solusi untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal”,  dimana jika solusi tidak tercapai maka dapat mengancam perekonomian AS jatuh kedalam resesi.  

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir turun 0.23 poin atau 0.00% di 12,815.16. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  naik 0.15 poin atau 0.01% di 1,380.00. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 0.62 poin atau 0.02% di 2,904.25.   

• Di belahan bumi lainnya, laporan akhir pekan menunjukkan pertumbuhan ekspor Cina meningkat ke level tertinggi 5 bulan, dimana turut  menambah rilis positif data ekonomi Cina belakangan ini yang mengindikasikan pelambatan yang terjadi selama 7 kuartal berturut‐turut  telah berakhir. 

• Meskipun Yunani menyetujui anggaran penghematan yang sulit untuk 2013 pada hari Minggu, pemberi pinjaman internasional masih  perlu menyepakati bagaimana membuat utang berkelanjutan ke dekade berikutnya. Indeks ekuitas global MSCI turun 0.14% di 322.79. Di  pasar Eropa, FTSEurofirst 300 Index <.FTEU3> turun 0.26% di   1,094.35 setelah merosot 1.6% pekan lalu. London's FTSE 100  <.FTSE>  turun 0.04% dan Frankfurt's DAX <.GDAXI> naik 0.07% sementara Paris' CAC‐40 <.FCHI> turun 0.35%. 

• Ketidakpastian  seputar  pemberian  baiout  Yunani  dan  kondisi  keuangan  AS  telah  mendorong  naiknya  obligasi  Jerman,  dengan  yield  obligasi tenor 10 tahun stabil di 1.35%. 

• Di pasar minyak, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS dan rilis pesimis data ekonomi Jepang telah menekan harga minyak. Brent  crude oil futures <LCOc1> turun 37 sen ke $109.01 setelah mencatat naik 2% di hari Jumat. Sedangkan . U.S. oil <CLc1> turun 40 sen di  $85.67  setelah  ditutup  naik  lebih  dari  1%  di  pekan  lalu.  Sedangkan  harga  emas  tercatat  di  $1,727.09  per  ounce,  jauh  di  atas  level  terendah 2 bulan di sekitar $1,672 yang tercipta pekan lalu. 


GOLD & COMMODITIES
• Logam  mulia  Senin  kemarin  bergerak  mengikuti  aset  beresiki  setelah  para  menteri  keuangan  Eropa  memberikan  tambahan  waktu  2 
tahun lagi untuk memenuhi target pemangkasan anggaran seperti yang diinginkan pihak Eropa (Troika). 

• Sementara di sisi lain, setelah Yunani memperketat reformasi struktural  (Rabu  pekan lalu) dan menekan anggaran (dalam voting hari 
Minggu lalu), para petinggi keuangan Eropa justru masih belum mencapai kesepakatan untuk mencairkan dana bantuan darurat lebih 
lanjut ke Yunani, sehingga memberikan tekanan pada harga emas karena aksi profit‐taking investornya. 

• Pekan lalu, maraknya aksi beli emas, mendorong harganya naik 3,2% ‐ sekaligus sebagai kenaikan terbesarnya sejak akhir Agustus untuk 
basis mingguan. 

• Terpilihnya Obama (dari Partai Demokrat) sebagai presiden AS untuk 2 kali masa jabatan, merupakan faktor‐faktor yang ke depannya 
mendukung harga emas. Sementara kebijakan Obama yang cenderung pro pada pelonggaran kebijakan moneter menjadi faktor lain yang 
akan mendukung kenaikan harga emas, di samping faktor musiman (perayaan keagamaan dan budaya di India akhir tahun ini serta Cina 
nantinya) yang biasanya meningkatkan permintaan emas di pasar fisik. 

• Untuk itu perlu diwaspadai fluktuasi dan volatilitas besar harga emas di akhir tahun ini, jika 
konsolidasi menyentuh level‐level support 


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  ditengah  perdagangan  yang  rentan  tekanan  pada  hari  Senin,  menyusul  pandangan  pasar  terbagi  antara  masalah 
fiskal AS terhadap tekanan geopolitik dan kuatnya permintaan minyak dari Cina. 

• Harga  bergerak  fluktuatif  sebelum  akhirnya  ditutup  melemah  di  sesi  sore  New  York  setelah  investor  dicemaskan  oleh  kemungkinan 
terjadinya “tebing fiskal” (kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja pemerintah). 

• Sementara  dukungan  positif  awalnya  datang  dari  CIna  setelah  permintaan  minyak  meningkat  6.5%  di  bulan  Oktober  dari  tahun 
sebelumnya, terdorong oleh upaya peningkatan stok dan kapasitas produksi yang baru. 

• Selain  itu,  tentara  Israel  menembakkan  peluru  tank  ke  Suriah  dalam  menanggapi  sebuah  mortir  Suriah  yang  melanda  Dataran  Tinggi 
Golan, menambah kekhawatiran Israel bisa terseret ke dalam konflik. 

• Ketegangan  di  Timur  Tengah,  termasuk  kebuntuan  Barat  dengan  Iran  atas  program  nuklir  negara  OPEC,  telah  mengangkat  minyak 
sepanjang  tahun,  sementara  kekhawatiran  terhadap  dampak  dari  lemahnya  ekonomi  global  pada  permintaan  bahan  bakar  telah 
mendorong harga turun. 

• Brent December crude <LCOc1> turun 33 sen di $109.07 per barel, di bawah MA‐100 di sekitar $109.19. Sedangkan U.S. December crude 
<CLc1> turun 50 sen di $85.57 per barel. 

• Data  stok  mingguan  minyak  dari  American  Petroleum  Institute  (API)  dan  U.S.  Energy  Information  Administration  (EIA)  yang  biasanya 
dirilis pada hari Selasa dan Rabu, pekan ini masing‐masing ditunda sehari karena adanya hari libur Veterans Day di AS.  

EURO ZONE
• Zona Eropa belum akan memberikan bantuan lebih lanjut pada Yunani Senin kemarin, meskipun negara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk paket bantuan darurat 
senilai 31,5 milyar euro tersebut menyusul pada hari Minggu (11/Nov)  sudah memutuskan menyetujui pengetatan anggaran 2013 dan Rabu pekan lalu telah memenangkan 
voting untuk reformasi struktural lebih lanjut. 

• Namun sejumlah pejabat mengatakan bahwa dananya belum akan dicairkan. 

• "I am impressed by Greece's recent performance. Greece is on track to meet its commitments step by step. There won't be any definitive decisions today, but I think the general 
feeling is that we would like the next disbursement to done in the most efficient way possible," demikian tandas Jean‐Claude Juncker, ketua umum menteri‐menteri keuangan 
Eropa kemarin. 

• Analisa hutang melihat bagaimana mengurangi hutang Yunani dari estimasi 190% tahun 2013 menjadi sekitar 120 persen pada 2020 – sebuah level sustainable dari IMF untuk 
jangka panjang. Namun masih belum jelas kapan analisis tersebut akan selesai. 

• Sabtu  lalu  seorang  anggota  ECB,  Joerg  Asmussen,  kepada  media  cetak  Belgia,  De  Tijd,  mengatakan  bahwa  Yunani  akan  gagal  memenuhi  target  tahun  2020  jika  masih 
menggunakan kebijakannya saat ini.  

• Selama  belum  ada  persetujuan  (hasil  akhir)  dari  analisa  hutang  tersebut,  maka  parlemen  Yunani  belum  akan  memperoleh  persetujuan  pencairan  dana  bantuan  darurat 
berikutnya – yang dibutuhkan untuk membayar hutang dan menopang sektor perbankan. 

• Tenggat waktu semakin dekat karena Yunani harus menebus 5 milyar euro obligasi pemerintahnya pada 16 November ini dan memang mengandalkan dana darurat tambahan 
dari zona euro untuk menutupnya. Kalau tidak terpenuhi, maka Yunani akan melakukan roll‐over. 

• Namun seorang pejabat tinggi eropa menegaskan bahwa para menteri keuangan Eropa menyadari tenggat waktu Yunani di tanggal 16 November, dan menyatakan bahwa tidak 
akan ada default (gagal bayar) seketika.  

• Ketidakpastian di Yunani serta Eropa secara umum terus memberikan tekanan terhadap mata uang euro ke level terendah 2 bulan atas dolar AS, di 1.2698, selain kekhawatiran 
fiscal cliff AS. Sementara tekanan EURUSD terhambat dan sempat terjadi fluktuasi ringan setelah data perdagangan Cina periode Oktober kembali menunjukkan indikasi bahwa 
perlambatan ekonomi tidak seburuk yang dikhawatirkan – khususnya di tengah Kongres 10‐tahunan Rakyat Cina saat ini yang merupakan masa transisi kepemimpinan di negeri 
Tirai Bambu tersebut. 


U.K.
• Sterling  menembus  level  terendah  2  bulan  terhadap  dolar  pada  hari  Senin,  melanjutkan  pelemahannya  setelah  dampak  dari  kebijakan  moneter  dari 
perubahan pembelian obligasi pekan lalu dan sikap hati‐hati investor menjelang rilis Laporan Inflasi Bank Sentral Inggris pada hari Rabu. 

• Sterling turun 0.15% ke $1.5880, setelah mencatat intraday low di $1.5865, level terendahnya sejak 5 September. Sterling telah mengalami tekanan setelah 
di  hari  Jumat  lalu  kementrian  keuangan  Inggris  mengatakan  akan  menggunakan  pendapatan  dari  program  pembelian  obligasi  Bank  of  England  untuk 
mengurangi penerbitan utang jangka pendek. Gubernur BoE Mervyn King mengatakan langkah tersebut setara dengan pelonggaran moneter sederhana. 

• Saat  ini pasar akan mencermati BoE's  Inflation Report pada hari Rabu besok  dimana bank  akan  merilis proyeksi  pertumbuhan  dan inflasi untuk melihat 
indikasi outlook ekonomi dan prospek kelanjutan kebijakan moneter longgar di masa mendatang. 

• Serangkaian data ekonomi Inggris seperti data inflasi pada hari Selasa ini, data pekerjaan pada hari Rabu dan retail sales pada hari Kamis, akan memberikan 
indikasi outlook ekonomi di kuartal keempat setelah mencatat pertumbuhan yang solid di kuartal ketiga lalu. 


JAPAN
• Pesimisme data pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal Juli‐September, yang relatif sesuai dengan estimasi pasar, ternyata hanya mengundang reaksi 
terbatas di yen, yang bergerak sempit di areal pertengahan 79an (fluktuatif naik‐turun di sekitar 79.50). 

• Indeks Nikkei Jepang melanjutkan tekanan dalam 6 hari berturut‐turut untuk ditutup di level terendah 4 pekan Senin kemarin, akibat masih cenderung 
menguatnya yen menyusul rilis pesimis data pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal Juli‐September, uncertainty kondisi Eropa, khususnya Yunani di saat 
ini, serta kekhawatiran fiscal‐cliff AS pasca pemilu presiden yang dimenangkan kembali oleh Barrack Obama. 

• Data GDP Q3 Jepang yang dirilis kemarin menunjukkan pertumbuhan ekonominya terkontraksi untuk pertama kali selama 3 kuartal terakhir, sebesar ‐3.5% 
(Y/Y) – yang kian menyurutkan minat investor pada aset‐aset beresiko. Penurunan GDP Jepang tersebut sekaligus merupakan penurunan tertajamnya sejak 
Jepang terkena musibah gempa dan tsunami besar pada Maret 2011 lalu, yang mengakibatkan krisis nuklir. 

• "Judging  from  recent  economic  indicators,  the  possibility  cannot  be  ruled  out  that  the  Japanese  economy  is  already  in  a  recessionary  phase,"  demikian 
dikatakan  menteri  perekonomian  Jepang,  Seiji  Maehara,  mengomentari  data  pertumbuhan  ekonomi  Jepang  tersebut.  Dan  hal  ini  pun  meningkatkan 
estimasi di pasar bahwa BoJ akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut untuk memacu pemulihan ekonominya. 

• Isu sengketa wilayah Jepang‐Cina yang memicu aksi protes anti‐produk Jepang di Cina, disinyalir akan menjadi faktor penekan pertumbuhan ekonomi Cina 
di kuartal mendatang. 


AUSTRALIA
• Zhang Ping, kepala National Development & Reform Commission Cina, menegaskan Sabtu pekan kemarin bahwa pihaknya optimis target pertumbuhan 
7,5% tahun 2012 dapat tercapai. 

• Jumat  lalu  data  ekonomi  Cina  menunjukkan  fixed  asset  investment  naik  20,7%  dalam  10  bulan  pertama  tahun  ini,  sementara  industrial  production‐nya 
meningkat melampaui estimasi untuk periode Oktober. 

• Import  bijih  besi  Cina,  sebagai  konsumen  terbesarnya  di  dunia,  pun  melonjak  13%  di  bulan  Oktober  untuk  basis  tahunan,  dan  telah  mengalami 
peningkatan secara steady sejak Agustus lalu. Trader mengatakan bahwa kabar dari Cina tersebut merupakan pendorong positif bagi AUDUSD, karena 
Australia merupakan eksportir utama bahan mentah ke Cina.   

• AUDUSD berusaha bertahan di atas areal 1.0400an, kembali mencoba mendekati intraday high hampir selama 2 bulan di 1.0480 yang dicapainya pekan 
lalu, namun pada penutupan perdagangan di pekan tersebut masih berada di bawah areal 1.0400. 

• Terkait dengan optimisme data ekonomi Cina di satu sisi dan kekhawatiran di Eropa dan AS di sisi lain, mengundang prospek Aussie dollar yang beragam 
dari para analis. UBS menyatakan optimisme data perdagangan di Cina tidak serta‐merta memicu alasan utama untuk membeli AUDUSD. Menurut UBS, 
secara valuasi impor bijih besi oleh Cina justru merosot 21% sehingga pihaknya masih berpandangan bearish untuk AUDUSD ke depannya. 

• SocGen  di  lain  pihak  mengatakan  bahwa  AUDUSD  masih  potensial  untuk  mengalami  kenaikan  lebih  lanjut  selama  tekanan  perekonomian  Cina  tidak 
terjadi  secara  tiba‐tiba,  mengejutkan  dan  lebih  dalam  dari  dugaan.  Sementara  potensial  penguatan  AUDUSD  lainnya  datang  dari  komentar  Moody’s 
Investors Service yang mengatakan bahwa peringkat hutang triple‐A Australia masih aman. 


SWISS
• Franc Swiss menguat terhadap euro dan bergerak relatif stabil terhadap dolar pada hari Senin menyusul kekhawatiran mengenai utang Yunani, 
dengan pertemuan para menteri keuangan zona euro kemungkinan tidak akan menyetujui untuk merilis dana bailout baru. 

• Euro terkoreksi ke 1.2045 franc, level terendahnya dalam 2 bulan sebelum akhirnya bergerak di sekitar 1.2050 franc. 

• Tekanan  terhadap  euro  meningkat  setelah  dilaporkan  Yunani  harus  menebus  obligasinya  senilai  5  milyar  euro  pada  16  November  sementara 
negara tersebut telah mengandalkan kas dari bantuan tahap berikutnya. 

• Sedangkan  franc  bergerak  relatif  stabil  terhadap  dolar,  setelah  masalah  krisis  fiskal  AS  telah  memberi  dukungan  terhadap  minat  untuk  aset 
beresiko. Franc bergerak di sekitar 0.9487 franc per dolar.

Monday, November 12, 2012

Headline News 12.11.12


US & GLOBAL
• Harga saham AS dan minyak menguat di hari Jumat dipicu meningkatnya sentimen konsumen AS ke level tertinggi lebih dari 5 tahun, 
menambah  kesuraman  bahwa  "tebing  fiskal"  di  Amerika  Serikat  dan  kesengsaraan  ekonomi  Eropa  dapat  menyebabkan  resesi  dunia. 
Saham  kemudian  memangkas  keuntungannya  setelah  Presiden  Barack  Obama  mengatakan  kesepakatan  dengan  Kongres  untuk 
mencegah krisis fiskal harus berasal dari pajak yang lebih tinggi pada orang terkaya Amerika. 

• Treasury AS memangkas kerugiannya dan diperdagangkan hampir flat seiring pernyataan Obama, di mana presiden yang baru terpilih 
kembali ini akan mengundang para pemimpin Kongres ke Gedung Putih pekan ini untuk memulai negosiasi. 

• Sementara kenaikan 3.5% pada harga logam mulia dalam sepekan terakhir adalah kenaikan mingguan terbesarnya sejak akhir Agustus 
dan mencerminkan antisipasi investor terhadap ketidakpastian ekonomi. 

• Tebing  fiskal,  ditujukan  untuk  memangkas  defisit  anggaran  pemerintah,  yang  diperkirakan  akan  menyerap  $600  milyar  dari  langkah 
pemangkasan anggaran belanja dan kenaikan pajak, yang berdampak akan sangat menghambat pertumbuhan ekonomi. 

• Sementara data sentimen konsumen AS akhir pekan kemarin dari University of Michigan menunjukkan kenaikan yang mengindikasikan 
warga AS lebih optimis mengenai prospek pasar tenaga kerja dan kondisi ekonomi. 

• Indeks  ekuitas  dunia  dalam  MSCI  <.MIWD00000PUS>  tercatat  turun  hampir  2.2%  pekan  kemarin,  mencatat  penurunan  mingguan 
terdalamnya sejak awal Juni. Indeks turun 0.1% ke 323.27. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 4.07 poin atau 0.03% di 12,815.39. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 
2.34 poin atau 0.17% di 1,379.85. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 9.29 poin atau 0.32% di 2,904.87.  

• Saham  Eropa  sementara  ini  berakhir  flat,  memangkas  kerugiannya  berkat  data  ekonomi  AS,  termasuk  laporan  pemerintah  bahwa 
wholesale inventories mencatat kenaikan terbesarnya dalam 9 bulan di bulan September. Inventories merupakan elemen kunci sebagai 
barometer pemerintah dalam mengukur pertumbuhan ekonomi. Indeks FTSE Eurofirst 300 ditutup melemah 0.05% di 1,097.18. 

• Penurunan pada output industri di Perancis, Italia dan Swedia serta warning dari kementrian Jerman bahwa ekonomi negara tersebut 
diprediksi akan melambat lebih lanjut telah menambah kekhawatiran investor. Juga membebani investor adalah berita bahwa menteri 
keuangan zona euro kemungkinan tidak akan merilis tahap baru untuk pinjaman ke Yunani pada hari Senin karena tidak ada kesepakatan 
tentang bagaimana membuat utang berkelanjutan. 

• Harga minyak berjangka menguat pada hari Jumat, terdorong oleh naiknya sentimen konsumen AS ke level tertinggi 5 tahun dan data 
ekonomi Cina yang dirilis membaik. Brent December crude <LCOc1> berakhir di $109.40 per barel setelah naik ke level intraday high di 
$109.78, mengakhiri koreksinya selama 3 pekan berturut‐turut meskipun masih mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi makro yang 
masih suram. U.S. December crude <CLc1> juga berakhir menguat 98 sen di $86.07, setelah diperdagangkan antara $84.13 dan $86.77. 

• Euro terkoreksi ke level terendah 2 bulan terhadap dolar dan berpotensi melanjutkan koreksinya disebabkan kekhawatiran mengenai 
krisis  utang  Eropa  dan  memburuknya  kondisi  ekonomi  berpotensi  memperburuk  ekonomi  global.  Euro  turun  0.27%  di  $1.2711  dan 
cenderung rawan untuk melanjutkan koreksinya. Sedangkan indeks dolar naik 0.31% ke 81.041. 

• Harga emas menembus level tertinggi 3 pekan di $1,738.66 per ounce sebelum kembali turun. Harga emas spot tercatat naik $1.47 ke 
$1,731.40. Sedangkan untuk emas berjangka COMEX kontrak Desember naim $4.90 di $1,730.90 per ounce.   

• Harga obligasi pemerintah AS turun seiring naiknya harga saham. Treasury AS tenor 10 tahun tercatat flat dengan yield 1.6165%.   


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas di pasar spot <XAU=> cenderung melemah tipis di hari Jumat dibandingkan penutupan Kamis sebelumnya, namun berhasil 
mencatat  kenaikan  terbesar  sejak  Agustus  (sekitar  3%)  untuk  basis  mingguan  pasca  pilpres  AS  yang  kemudian  meningkatkan 
kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS – memicu aksi beli emas sebagai sarana hedging di tengah ketidakpastian ekonomi. 

• Para ekonom mengkhawatirkan isu fiskal AS (fiscal‐cliff) akan mendorong perekonomian terbesar di dunia tersebut kembali ke jurang 
resesinya. 

• Seperti dikatakan George Gero, vice president dari RBC Capital Markets, “Gold is again acting as the haven as… the fiscal cliff looms, and 
the euro zone woes increase. More gold buyers are initiating positions going forward.” 

• Dalam  pidatonya  akhir  pekan  kemarin,  presiden  Obama  menegaskan  bahwa  kenaikan  pajak  (untuk  orang‐orang  kaya)  akan  menjadi 
bagian dari langkah untuk mencegah krisis fiskal. Sementara sejumlah investor mengkhawatirkan langkah Obama tersebut justru akan 
menekan perekonomian secara keseluruhan. 

• Selain  itu  harapan  terhadap  peningkatan  demand  logam  mulia  di  Cina  –  setelah  data  ekonomi  terbesar  kedua  dunia  tersebut 
menunjukkan  optimisme  pada  akhir  pekan  kemarin  –  masih  akan  mendukung  kenaikan  harga  emas.  Demikian  pula  peningkatan 
permintaan emas di pasar fisik dari India karena faktor musiman (akhir tahun, banyak perayaan‐perayaan di India) yang diproyeksikan 
akan mendukung kenaikan harga emas menjelang tutup tahun ini.   

• Untuk  jangka  pendek  halangan  bagi  kenaikan  emas  mungkin  akan  diperoleh  jika  indeks  dolar  AS  terus  mengalami  peningkatan  – 
menyusul peran safe‐haven dolar AS dari kekhawatiran fiscal cliff AS dan krisis hutang Eropa. 


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka menguat pada hari Jumat, terdorong oleh naiknya sentimen konsumen AS ke level tertinggi 5 tahun dan data 
ekonomi  Cina  yang  dirilis  membaik,  sementara  bensin  berjangka  juga  menguat  terkait  spekulasi  mengenai  masalah  pengiriman  dan 
minimnya suplai akibat badai yang melanda Pelabuhan New York. 

• Brent  December  crude  <LCOc1>  berakhir  di  $109.40  per  barel  setelah  naik  ke  level  intraday  high  di  $109.78,  mengakhiri  koreksinya 
selama  3  pekan berturut‐turut  meskipun masih  mengalami  tekanan  akibat  kondisi  ekonomi  makro  yang  masih  suram. U.S.  December 
crude <CLc1> juga berakhir menguat di $86.07, setelah diperdagangkan antara $84.13 dan $86.77. 

• Setelah  awalnya  menerima  dorongan  dari  sentimen  konsumen  AS  yang  kuat,  ekuitas  di  Wall  Street  mengikis  keuntungan  setelah 
komentar  oleh  Presiden  Barack  Obama  dan  Perwakilan  DPR  John  Boehner  telah  memupus  harapan  investor  akan  segera  tercapainya 
kesepakatan untuk menghindari "tebing fiskal". 

• Investor  masih  mengkhawatirkan  potensi  ekonomi  AS  untuk  jatuh  kedalam  resesi  jika  gagal  mencapai  kompromi  untuk  memangkas 
defisitnya sebelum pemangkasan belanja dan kenaikan pajak yang mencapai $600 milyar akan dimulai awal tahun depan. 

• Investor juga akan memonitor bagaimana AS akan menangkal isu mengenai plafon utang, dimana harus segera dinaikkan jika tidak ingin 
melihat pemerintahan Obama jatuh. 

• Dukungan positif untuk naiknya harga minyak juga datang dari data ekonomi Cina untuk periode Oktober. Investasi paada infrastruktur 
meningkat dan output pabrikan mencatat level terpesatnya dalam 5 bulan.

EURO ZONE
• Euro  merosot  turun  ke  level  terendah  2  bulan  terhadap  dolar  AS  Jumat  lalu  dan  potensial  melanjutkan  pelemahan  lebih  lanjut  karena  terus  meningkatnya 
kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa dan merosotnya kondisi ekonomi global yang beresiko menekan pertumbuhan. 

• Pertumbuhan ekonomi Jerman, perekonomian terbesar Eropa, diproyeksikan akan melambat di kuartal ke‐4 tahun ini dan di kuartal pertama tahun depan, demikian 
diproyeksikan oleh kementrian ekonominya. Industrial Production Perancis, perekonomian terbesar kedua Eropa, mengalami penurunan di bulan Oktober dan bank 
sentralnya mengatakan resiko terdorong ke jurang resesi pada akhir 2012. 

• Investor menantikan hasil voting parlemen Yunani hari Minggu (11/Nov) – saat laporan ini dibuat, voting belum dilakukan – sebuah tantangan besar lain dari Yunani 
untuk memperoleh dana bantuan setelah voting ketat Rabu pekan lalu memilih untuk meningkatkan austerity (penghematan) hingga 13,5 milyar euro. Sementara 
para menteri keuangan Eropa nampaknya akan menimbang dengan seksama paket bantuan ke Yunani di pertemuan mereka Senin pekan ini, demikian tandas seorang 
pejabat senior Eropa. 

• Spanyol masih belum menunjukkan tanda‐tanda untuk meminta bantuan secara resmi menjelang pertemuan menteri keuangan Eropa pekan ini untuk meredam krisis 
hutangnya. 

• Yang menarik untuk diperhatikan dari kondisi Eropa, yang cenderung menekan euro saat ini, adalah hal yang dikomentari oleh Boris Schlossberg, seorang managing 
director FX Strategy dari BK Asset Management di NY akhir pekan lalu; “It’s the core Europe now, not just the peripheral Europe, that may sliding into a recession. If 
that happens, then China will lose its export market and the whole global economy will begin to contract.” 


U.K.
• Sterling  menembus  level  terendah  2  bulan  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  kementrian  keuangan  Inggris  mengatakan  akan  menggunakan 
pendapatan dari program pembelian obligasi Bank of England untuk mengurangi penerbitan utang jangka pendek. Gubernur BoE Mervyn King mengatakan 
langkah  tersebut  setara  dengan  pelonggaran  moneter  sederhana.  Berita  tersebut  telah  mendorong  pelemahan  sterling  sekitar  0.5%  di  sekitar  1.5893 
dibandingkan penutupan New York hari Kamis sebelumnya, setelah mencatat intraday low di sekitar 1.5895, level terendahnya sejak 6 September. 

• Pengumuman tersebut kemungkinan akan membalik keuntungan sterling dari hari Kamis ketika BoE memilih untuk mempertahankan QE‐nya secara total. 
Sterling  juga  terkoreksi  dari  level  tertinggi  5  pekan  terhadap  euro  yang  dicapai  Kamis  sebelumnya.  King  menegaskan  bahwa  rencana  pemerintah  dari 
Komite Kebijakan Moneter BoE sebelum mereka membuat keputusan di hari Kamis, tidak akan menyuntikkan dana berlebihan kedalam pereknomian. Euro 
menguat 0.2% di sekitar 0.7992 pound setelah rebiund dari posisi low Kamis di 0.7960 pound. 

• Saat ini pasar akan mencermati BoE's Inflation Report pada hari Rabu pekan ini utuk melihat indikasi langkah kebijakan moneter BoE selanjutnya. 


JAPAN
• Dollar tertekan ke level terendah selama lebih dari 3 pekan terhadap yen Jepang, dan mencoba menembus namun masih gagal areal 79.00. Tekanan USDJPY telah 
berkembang  di  pekan  lalu  setelah  pilpres  AS  yang  kemudian  diikuti  oleh  meningkatnya  kembali  kekhawatiran  terhadap  kondisi  fiskal  AS  serta  kondisi  Eropa  dan 
ekonomi global. Bahkan kekhawatiran kini pun mulai menuju ke kondisi resesi global, menjelang rilis sejumlah data GDP Q3 pekan ini, baik dari Jepang dan sejumlah 
negara dunia lainnya. 

• Yen merupakan mata uang yang paling diburu saat terjadi ketegangan finansial dan meningkatnya keraguan terhadap perbaikan serta pemulihan ekonomi (baca: 
safe‐haven currency)  

• Penurunan  dollar  atas  yen mencerminkan  penyempitan  antara yield obligasi  2  tahun  AS  (T‐Bond)  dengan  Jepang  (JGB)  –  perlu diketahui pasangan  mata  uang  ini 
(USDJPY) memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan yield‐spread obligasi tersebut. 

• Di pekan ini pasar akan data GDP Q3 Jepang yang diproyeksikan akan mengalami kontraksi pertamanya dalam 5 kuartal terakhir dalam basis tahunannya. 


AUSTRALIA
• AUDUSD relatif meningkat untuk basis mingguan, meskipun Jumat lalu terkoreksi dari kenaikan sebelumnya. 

• Meningkatnya  kekhawatiran  global  terhadap  fiscal‐cliff  AS  dan  krisis  hutang  Eropa  yang  memicu  prospek  resesi  ekonomi  global  menjelang  rilis  data  GDP  Q3  dari 
sejumlah negara besar global pekan ini, menghambat kenaikan AUDUSD di areal 1.0480, untuk kemudian kembali mengakhiri perdagangan pekan kemarin kembali di 
bawah areal 1.0400. 

• Bank sentral Australia (RBA) pun merasakan kekhawatiran global dan akhir pekan kemarin memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi Australia menjadi 3.0% dari 
estimasi  Agustus  sebelumnya  yang  memperkirakan  areal pertumbuhan  masih  di  3.0‐3.5%.  Hal  tersebut  dikarenakan  oleh  pertumbuhan  investasi  pertambangan  – 
salah satu andalan dalam perekonomian Australia – yang mulai melamban 

• Perlu diperhatikan kondisi dan prospek perekonomian Cina seiring dengan masuknya masa pergantian kekuasaan 1 dekade di Negeri Tirai Bambu tersebut. Optimisme 
prospek perekonomian Cina – yang potensial didukung oleh sejumlah rilis optimis data‐data ekonominya belakangan ini – dapat memberikan dukungan kembali pada 
ekonomi Australia dan juga Aussie Dollar.


SWISS
• Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  dolar  dan  juga  euro  pada  hari  Jumat  setelah  anggota  dewan  kehormatan  Swiss  National  Bank  (SNB)  Fritz 
Zurbruegg menegaskan kembali tekad SNB untuk mempertahankan nilai patokan franc terhadap euro yang ditetapkan setahun lalu. 

• Dolar ditutup menguat 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9484 dan bergerak relatif stabil terhadap euro di sekitar 1.2054. 

• SNB  telah  menetapkan  batas  maksimal  penguatan  franc  terhadap  euro  di  level  1.20  per  euro  pada  September  2011  lalu  untuk  menghindarkan  negara 
tersebut dari resiko deflasi dan resesi setelah investor berbondong‐bondong memburu franc Swiss sebagai mata uang aman resiko menyusul krisis utang 
Eropa, sehingga mendorong lonjakan pada franc Swiss. 

• Lemahnya  data ekspor Swiss periode  September  dan juga  data ekspor Jerman juga telah memicu investor  untuk berhati‐hati  dan  mendorong  sentimen 
pasar bahwa SNB belum akan mengganti kebijakan patokan nilai tukarnya dalam waktu dekat ini. 
•
Pekan ini pasar akan mencermati data indeks sentimen investor ZEW Swiss yang dijadwalkan akan dirilis hari Rabu. Data diprediksi akan membaik menjadi ‐
25 di bulan November dari ‐28.9 di bulan Oktober lalu, meskipun secara umum pesimisme masih mendominasi sikap investor terhadap prospek ekonomi 
Swiss di masa mendatang.  

Friday, November 9, 2012

Headline News 09.11.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global melanjutkan kejatuhannya pada hari Kamis dipicu kekhawatiran terhadap krisis keuangan AS, sementara euro anjlok ke level  terendah 2 bulan setelah ECB menahan diri dari langkah stimulus lanjutan meskipun ekonomi menunjukkan tanda‐tanda melemah lebih lanjut.  Masalah yang paling besar dihadapi pemerintahan Obama mendatang adalah yang disebut dengan 'tebing fiskal' yang merupakan kombinasi dari  pajak tinggi dengan pemotongan anggaran pemerintah yang akan langsung terjadi jika tidak dicapai kesepakatan anggaran baru dengan Kongres  AS pada 1 Januari 2013.  

• Kekhawatiran bahwa ekonomi AS akan terseret ke jurang resesi di tahun 2013 sebagai akibat dari tindakan fiskal yang signifikan telah memicu  jatuhnya harga saham dan minyak pada hari Rabu sebelumnya dan pelemahannya berlanjut di hari Kamis kemarin, dengan indeks S&P 500 dan  Nasdaq keduanya turun lebih dari 1% dan Dow juga turun hampir sama. Kenaikan ekspor AS dan penurunan lebih besar dari perkiraan dalam  jumlah  klaim  pengangguran  mingguan,  meskipun  terdistorsi  oleh  badai  yang mengganggu  kehidupan  di  daerah  pesisir  Timur  Laut AS minggu  terakhir ini, membantu menstabilkan saham AS di awal sesi. Pada hari Rabu sebelumnya indeks S&P 500 menderita kerugian harian terbesarnya  sejak Juni dan Dow ditutup pada level terendahnya sejak awal Agustus. Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 121.41 poin atau 0.94%, di  12,811.32. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 17.02 poin atau 1.22%, di 1,377.51. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC>  melemah 41.70 poin atau 1.42% di 2,895.58.  Whole Foods Market Inc <WFM.O> melaporkan income yang sesuai perkiraan, namun saham grosir  organik dan natural terbesar AS tersebut turun 5.9% menjadi $90.31. 

• FTSE  Eurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  melemah  0.15%  di  1,097.71  pada  hari  Kamis,  level  terendahnya  dalam  sepekan.  FTSE  component  Siemens <SIEGn.DE> berakhir naik 1.8% di 80.27 euro per saham setelah konglomerat sektor industri Jerman tersebut melaporkan penurunan  laba  yang  lebih  kecil  dari  perkiraan  dan  mengumumkan  sebuah  cost‐saving  plan  senilai  6  milyar  euro.  MSCI  world  equity  index  <.MIWD00000PUS> turun  0.9% di 323.78 setelah indeks  Nikkei Tokyo <.N225> merosot 1.5%.  

• ECB  memutuskan  untuk  mempertahankan  suku  bunganya  di  level  0.75%,  dimana  telah  mengecewakan  pelaku  pasar  yang  sebelumnya  mengharapkan  adanya  pelonggaran  moneter  lebih  lanjut  menyusul  komentar  Presiden  ECB  Mario  Draghi  belakangan  ini  yang  memberikan  estimasi pesimis untuk prospek ekonomi zona euro. Bank sentral Inggris (BoE) juga mempertahankan suku bunganya di 0.5%. Minimnya langkah  kebijakan ECB telah memicu koreksi pada euro, menyeretnya untuk melemah ke level terendah 2 bulan terhadap dolar di $1.2719. Euro terakhir  bergerak di sekitar $1.2745 atau melemah 0.2%. 

• Euro  telah  berada  di  bawah  tekanan  sebelum  keputusan  suku  bunga  ECB,  meskipun  parlemen  Yunani  menyetujui  pada  Kamis  dini  hari  tadi  mengenai  paket penghematan  yang  diperlukan  untuk membuka  bantuan  internasional  dan  mencegah  kebangkrutan,  menentang  perpecahan  politik dan protes kekerasan. Sementara itu, Spanyol menjual 4.8 milyar euro obligasi baru, melengkapi dana tunai yang dibutuhkan tahun ini. Ini  berarti Madrid dapat bertahan lebih lama sebelum meminta bantuan internasional. 

• Treasury  AS  tenor  10  tahun  naik  8/32  dengan  yield  1.6165%,  sementara  Bund  futures  Jerman  naik  28  basis  poin  di  143.02,  mendekati  level  intraday high. 

• Di pasar komoditi, harga minyak mentah turun dari level intraday high setelah anjlok lebih dari $4 per barel pada hari Rabu sebelumnya akibat  kekhawatiran minimnya permintaan untuk bahan bakar karena ekonomi AS dan Eropa sedang mengalami resesi. Brent crude <LCOc1> ditutup  naik 43 sen di $107.25 per barel setelah jatuh hampir 4% di hari rabu, koreksi terdalamnya sejak Desember. Sebelumnya harga minyak Brent naik  ke level intraday high di $108.17. Sedangkan untuk U.S. crude <CLc1> naik 65 sen di $85.09, setelah merugi hampir 5% di sesi sebelumnya, juga  mencatat penurunan terdalamnya sejak Desember.   Harga emas menguat dalam 4 hari berturut‐turut akibat kekhawatiran seputar krisis fiskal AS dan krisis utang Eropa. Harga emas spot naik 0.89%  di $1,731.60 per ounce.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas di pasar spot <XAU=> menguat ke level tertinggi 3 pekan karena pelaku pasarnya masih yakin bahwa terpilihnya kembali Obama sebagai 
presiden AS merupakan indikasi kelanjutan pelonggaran moneter, yang akan melemahkan dolar AS dan memicu inflasi. 

• Selain itu kenaikan harga emas juga mengikuti komoditas minyak mentah dunia setelah pusat militer AS di Pentagon mengatakan bahwa pesawat 
tempur Irak menembaki pesawat tanpa senjata AS di wilayah internasional pekan lalu – meskipun tembakan tersebut tidak mengenainya.  

• Thomson Reuters‐Jefferies CRB index <.TRJCRB>, indicator utama pasar komoditas global, merangkak naik 0,1 persen setelah merosot hampir 2 
persen hari sebelumnya – yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 17 September.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah berakhir menguat pada hari Kamis, rebound dari koreksi tajamnya di sesi sebelumnya, namun rebound terlihat 
terbatas karena terhambat oleh kekhawatiran krisis utang Eropa dan krisis fiskal di AS. 

• Rebound pada harga minyak mentah terjadi setelah Brent berjangka merosot hampir 4% dan minyak mentah AS anjlok hampir 5% pada 
hari  Rabu  dipicu  masalah  krisis  utang  Eropa  dan  tertekannya  ekonomi  AS,  bersamaan  dengan  data  yang  menunjukkan  naiknya  stok 
minyak mentah mingguan AS. 

• Brent crude <LCOc1> ditutup naik 43 sen di $107.25 per barel setelah jatuh hampir 4% di hari rabu, koreksi terdalamnya sejak Desember. 
Sebelumnya harga minyak Brent naik ke level intraday high di $108.17. Sedangkan untuk U.S. crude <CLc1> naik 65 sen di $85.09, setelah 
merugi hampir 5% di sesi sebelumnya, juga mencatat penurunan terdalamnya sejak Desember.  

EURO ZONE
• Perkonomian zona euro menunjukkan hanya sedikit tanda‐tanda pemulihan menjelang tutup tahun 2012 ini, meskipun tejadi pelonggaran kondisi pasar financial, 
demikian  menurut  Mario  Draghi,  presiden  ECB,  dalam  pernyataannya  usai  mempertahankan  level  suku  bunga  Eropa  di  level  0.75%  dalam  sidang  moneter  Kamis 
kemarin. 

• Draghi  juga  menyatakan  tidak  akan  banyak  yang  bisa  dilakukan  untuk  membantu  Yunani  dengan  beban  hutangnya  saat  ini  serta  tidak  menjamin  Spanyol  bahwa 
pembelian obligasi oleh ECB untuk menekan borrowing cost‐nya. 

• Ketidakjelasan nasib Yunani, meskipun voting parlemennya pekan ini menyetujui pengetatan tambahan untuk memperoleh dana bantuan dalam waktu dekat, dan 
Spanyol, yang belum mau meminta bantuan pinjaman secara resmi, cenderung menekan euro terhadap dolar AS dan mata uang utama dunia lainnya belakangan ini..  


U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 5 pekan terhadap euro pada hari Kamis setelah bank sentral Inggris (BoE) mempertahankan suku bunga dan besaran 
untuk  program  pembelian  obligasi.  Keputusan  BoE  secara  umum  sesuai  dengan  ekspektasi  pasar  setelah  rilis  data  PDB‐Q3  Inggris  yang  lebih  baik  dari 
perkiraan, namun penguatan sterling lebih disebabkan sejumlah investor telah mengantisipasi resiko BoE memilih untuk menambah stimulus. 

• Euro terkoreksi 0.1% terhadap sterling di sekitar 0.7975 pound dibandingkan penutupan New York hari Rabu, setelah mencatat intraday low di 0.7958, level 
terendahnya sejak 1 Oktober. Jika koreksi menembus level tersebut, maka berpeluang menuju level terendah September di 0.7923 pound. 
Sedangkan terhadap dolar, sterling bergerak flat di sekitar $1.5980 setelah rebound dari level terendah 2 pekan di $1.5930. 

• Penguatan sterling terhadap dolar nampaknya akan terbatas oleh kekhawatiran apakah pemulihan ekonomi Inggris dapat bertahan, mengingat resesi yang 
dalam di zona euro sebagai mitra dagang terbesar Inggris. 

• Potensi  terjadinya  kelumpuhan  politik  ketika  anggota  parlemen  AS  menegosiasikan  solusi  untuk  "tebing  fiskal"  pada  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan 
belanja nampaknya juga akan menekan mata uang beresiko, termasuk sterling, dan berpotensi mengangkat mata uang aman resiko seperti dolar dan juga 
yen. 


JAPAN
• Machinery  orders  September  Jepang  merosot  di  luar  dugaan  karena  melemahnya  demand  global  yang  menekan  ekspor,  sementara  surplus  current  account 
menyempit hingga ke level terendah terhitung setidaknya sejak 1985. 

• “We are in the middle of a technical recession of two consecutive quarters of contraction. It’s hard for the government to do anything to get us out of recession, so 
the BOJ may need to do more. The trade balance is worsening, mainly because of the deterioration of exports. The current account will turn to a deficit, possibly in 
2016.” Demikian menurut Hiromichi Shirakawa, chief Japan economist pada Credit Suisse Group AG Tokyo yang sekaligus seorang mantan pejabat BoJ, sebelum data‐
data  Jepang tersebut dirilis. 

• Pasar  akan  menantikan  rilis  data  ekonomi  penting  Jepang  berikutnya  pada  pekan  depan  (12/Nov),  yakni  GDp  kuartal  Juli‐September  yang  diperkirakan  akan 
mengalami kontraksi 3,4% untuk basis tahunan – yang merupakan penurunan pertamanya dalam 5 kuartal terakhir – demikian ditunjukkan oleh perkiraaan rata‐rata 
ekonom yang disurvei Bloomberg. 


AUSTRALIA
• Data  tenaga  Australia  Oktober  dirilis  di  atas  perkiraan,  sementara  tingkat  penganggurannya  di  luar  dugaan  bertahan  di  level  bulan  sebelumnya  (5.4%),  setelah 
diperkirakan akan naik ke 5.5%. 

• Data tenaga kerja Australia tersebut menyoroti pertumbuhan ekonomi terbesar ke‐12 dunia tersebut, yang mengalami ekspansi 4% untuk semester pertama tahun 
2012 ini didorong oleh investasi di sumber daya. 

• Gubernur  Bank  Sentral  Australia,  Glenn  Stevens,  pada  bulan  lalu  memutuskan  untuk  memangkas  suku  bunganya  sehingga  sejak  November  2011,  RBA  telah 
memangkas  suku  bunga  total  sebanyak  1.50%  ‐  sementara  di  awal  bulan  ini  bank  sentral  Australia  tersebut  memutuskan  untuk  mempertahankannya,  menjelang 
pemilu  presiden  AS  diumumkan.Saat  ini  para  trade  mengantisipasi  peluang  hingga  58%  untuk  RBA  memangkas  suku  bunganya  lebih  lanjut  sebesar  0.25%  pada 
pertemuannya Desember mendatang, demikian ditunjukkan oleh hasil polling Bloomberg. 


SWISS
• Franc Swiss bergerak relatif tipis euro dan juga dolar karena investor cenderung menahan diri akibat kekhawatiran terhadap krisis keuangan AS dan setelah sidang ECB 
yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan mengatakan bahwa kemungkinan tipis untuk ekonomi zona euro mengalami pemulihan sebelum akhir 
tahun. Euro melemah tipis terhadap franc Swiss ke 1.2057 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan dolar menguat tipis terhadap franc Swiss ke 
sekitar 0.9463 franc. 

• Presiden ECB Mario Draghi, dalam konferensi pers setelah keputusan bank untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil pada 0.75% mengatakan bank sentral 
tidak bisa berbuat lebih banyak lagi untuk membantu Yunani dengan beban utangnya dan juga tidak memberikan jaminan bagi Spanyol bahwa pembelian obligasi ECB 
akan menurunkan biaya pinjaman. 

• Adapun data hari Kamis kemarin menunjukkan tingkat pengangguran Swiss dalam basis non‐seasonally adjusted naik ke 2.9% di bulan Oktober dari 2.8% di bulan 
September sebelumnya. Sedangkan dalam basis seasonally adjusted naik ke 3.0% dari 2.9% sebelumnya. 

Thursday, November 8, 2012

Headline News 08.11.12


US & GLOBAL
• Pasar saham dunia jatuh dan euro merosot lebih lanjut pada perdagangan hari Rabu kemarin menyusul investor khawatir masalah fiskal  menghadang Presiden Barack Obama sehari setelah dirinya terpilih kembali, dimana dapat memicu terjadinya resesi baru. 

• Kekhawatiran baru soal krisis utang Eropa juga turut menambah kecemasan di kalangan investor, yang memicu mereka untuk memburu  aset‐aset aman resiko.Yield Treasury AS mencatat koreksi harian terbesarnya sejak Mei. 

• Pasar meragukan bahwa Obama dapat mencapai kesepakatan tepat waktu dengan anggota parlemen dari Partai Republik di Kongres  untuk menghindari "tebing fiskal" ‐ sekitar $ 600 milyar kenaikan pajak dan pemotongan belanja otomatis yang ditetapkan untuk dimulai  pada tanggal 1 Januari dimana dikhawatirkan bisa memacu resesi. 

• Retorika dari Obama dan beberapa anggota parlemen mengindikasikan kemungkinan tercapainya kompromi untuk menghindari jalan  yang mengerikan bagi perekonomian dan erosi lebih lanjut pada kelayakan kredit negara itu, tapi sejarah perdebatan antara dua partai  politik utama tersebut menawarkan sedikit kepercayaan kepada investor. 

• Pelaku pasar juga mengkhawatirkan hasil pemungutan suara di parlemen Yunani mengenai paket penghematan yang diperlukan untuk  mengamankan bantuan internasional untuk menghindari kebangkrutan. Sementara itu komentar dari Presiden ECB Mario Draghi yang  mengatakan  bank  sentral  memprediksi  ekonomi  zona  euro  masih  akan  lemah  “dalam  waktu  dekat”,  menambah  kecemasan  investor  menjelang sidang reguler ECB hari Kamis ini. 

• "If the Greek vote doesn't go through, there is a lot of downside risk to the euro as talk of a Greece exit will re‐emerge," said Jane Foley,  senior currency strategist at Rabobank.  

• Standard & Poor's 500 index <.SPX> mencatat koreksi harian terburuknya sejak Juni. Indeks berakhir melemah 33.86 poin atau 2.37% di  1,394.53. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 312.95 poin atau 2.36% di 12,932.73, sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> terkoreksi 74.64 poin atau 2.48% di 2,937.29.  

• Saham sektor energi, kesehatan, pertahanan dan perbankan adalah di antara yang paling terpukul setelah Obama mengalahkan kandidat  dari Partai Republik Mitt Romney, yang posisi kebijakannya disukai industri tersebut. 

• FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 1.4%, mencatat koreksi terbesarnya dalam 2 pekan di 1,099.35. 

• Pasar saham Eropa dan Asia awalnya sempat mengalami rally didukung maraknya aksi beli ketika hasil pemilu AS untuk Gedung Putih  dan Kongres telah jelas terlihat dan memperkuat ekspektasi The Fed akan melanjutkan kebijakan ultra longgar. 

• Indeks ekuitas global MSCI <.MIWD00000PUS> sempat naik 0.4% sebelum akhirnya kembali terkoreksi 1.46% ke 326.86. 

• Ditengah  kekhawatiran  mengenai  tebing  fskal  AS  dan  langkah  penghematan  Yunani,  investor  cenderung  memburu  aset  aman  resiko  seperti dolar dan juga obligasi AS dan Jerman. 

• Dolar berhasil rebound dari kejatuhannya, dengan indeks dolar naik 0.2%, setelah mencatat level tertinggi 2 bulan di 80.795. Sedangkan  euro terkoreksi 0.4% ke $1.2762, merosot dari intraday high $1.2876. 

• Emas juga kembali melemah setelah menembus level tertinggi 2 pekan. Emas terakhir tercatat turun 0.3% di $1,720.40 per ounce. 

• Di  pasar  obligasi,  yield  Treasury  AS  tenor  10  tahun  berakhir  melemah  11  basis  poin  di  1.6246%  dan  mencatat  penurunan  harian  terbesarnya sejak 30 Mei. Sedangkan Bund futures Jerman naik 66 basis poin atau 0.5% di 142.75. 

• Kekhawatiran terhadap menurunnya permintaan minyak telah memicu aksi jual di pasar minyak setelah mengalami rally di hari Selasa  sebelumnya. Harga minyak mentah berjangka Brent turun $4.25 menjadi $106.82 per barel, menghapus keuntungannya yang dicapai  dalam 2 sesi terakhir. Sedangkan harga minyak mentah AS jatuh $4.27 ke level $84.44 per barel, mencatat harga terendahnya sejak Juli. 

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik Rabu lalu untuk ditutup sedikit menguat setelah pasar ekuitas dan oil menekan kenaikan level tertinggi emas, karena 
investor mengabaikan pada krisis fiskal AS mengikuti setelah Presiden AS Barack Obama terpilih kembali Rabu lalu. 

• Obama  memenangkan  pemilu  untuk  kedua  kalinya  berada  dalam  White  House,  menghasilkan  keraguan  yang  mendalam  berkenaan 
dengan pemilih mengenai perekonomian AS untuk mengalahkan penantangnya Mitt Romney.  

• Emas telah rally ke level tertinggi 11‐bulan diatas level 1.795 per ons pada 5 Okt. Setelah the Fed AS mengumumkan stimulus ekonomi 
yang agresif pada bulan.  

• Harga  emas  kemudian  sempat  tertekan  ke  level  terendah  dalam  sembilan  minggu  disekitar  $1.672  berkenaan  dengan  ketidakpastian 
berkenaan dengan pengaruh politik pada pemilu AS. .  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah Brent jatuh hampir 4% pada hari Rabu menyusul masalah ekonomi yang dihadapi AS dan Eropa telah menimbulkan 
sentimen negatif di kalangan investor sehari setelah Presiden Barack Obama kembali terpilih. Jatuhnya harga minyak jauh melampaui 
jatuhnya Dow Jones yang mencatat koreksi lebih dari 2%. 

• Data  stok  minyak  AS  juga  menunjukkan  adanya  kenaikan  pada  stok  minyak  mentah  dan  produk  minyak  suling  di  pekan  lalu  setelah 
kerusakan besar yang disebabkan oleh Badai Sandy di wilayah pesisir timur, menambah sentimen negatif di pasar. 

• Obama, seorang Demokrat, dan Partai Republik yang mayoritas di DPR AS, harus mengurangi kesepakatan untuk menghindari "tebing 
fiskal" ‐ $ 600 milyar kenaikan pajak dan pemotongan belanja otomatis yang ditetapkan untuk dimulai pada tanggal 1 Januari dimana 
dikhawatirkan bisa memacu resesi. 

• Di  Eropa,  Presiden  Bank  Sentral  Mario  Draghi  mengatakan  ECB  memperkirakan  ekonomi  zona  euro  akan  tetap  lemah  "dalam  waktu 
dekat," menambah kekhawatiran tentang dampaknya terhadap konsumsi bahan bakar yang telah menekan pasar sepanjang tahun. 

• Harga minyak mentah berjangka Brent turun  $4.25 menjadi  $106.82 per barel, menghapus keuntungannya yang dicapai dalam 2  sesi 
terakhir. Sedangkan harga minyak mentah AS jatuh $4.27 ke level $84.44 per barel, mencatat harga terendahnya sejak Juli. 

• Data  dari  Energy  Information  Administration  (EIA)  menyebutkan  stok  minyak  mentah  naik  1.77  juta  barel  di  pekan  per  2  November, 
sesuai dengan ekspektasi terjadi kenaikan 1.8 juta barel. Sedangkan produksi minyak domestik pekan lalu naik menjadi 6.68 juta barel 
per hari, level tertingginya sejak 1994. Sedangkan untuk stok minyak suling, yang mana termasuk minyak disel dan minyak panas, naik 
131.000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi terjadi penurunan 1.5 juta barel.

EURO ZONE
• Perekonomian zona euro akan hampir tidak bertumbuh tahun depan tetapi naik pada tahun 2014, Komisi Eropa mengatakannya Rabu lalu, diperkirakan 
pertumbuhan yang melambat daripada pemerintah dalam semua blok tersebut yang diekspektasi ekonomi. 

• Manufaktur Jerman, lokomotif perekonomian terbesar Eropa, sedang berjalan keluar dari krisis utang tiga tahunnya pada krisis utang zona euro, yang mana 
telah menekan orders dan output.  

• Data Rabu lalu menunjukkan output turun hingga 1.8 persen pada bulan September, lebih dari perkiraan dan penurunan tertajamnya sejak April. Pada awal 
harian, data telah menunjukkan industrial orders anjlok 3.3 persen dalam basis bulanan pada September. 

• Pemerintah Yunani menghasilkan divisi pada Rabu lalu untuk menekan tantangan awal pada paket austerity yang dibutuhkan untuk mengamankan bantuan 
penting internasional, tetapi masih menghadapi perbedaan pendapat internal dan protes kemarahan kedepannya dari voting terakhir.  

• Perancis akan berada dibawah target dari pemangkasan defisit publik hingga 3 persen dari output tahun depan karena kenaikan pajak yang dibuat tahun 
depan.


U.K.
• Sterling  menguat  ke  level  tertinggi  1  bulan  terhadap  euro  setelah  mata  uang  tunggal  euro  merespon  memuncaknya  kekhawatiran  terhadap  prospek 
ekonomi kawasan. Euro jatuh ke  0.7968  pound,  level  terendahnya sejak 1 Oktober, setelah rilis lebih buruk dari  perkiraan untuk data indsutrial output 
Jerman dan proyeksi pertumbuhan yang melemah dari Komisi Uni Eropa. 

• Euro  juga  tertekan  oleh  komentar  dari  Presiden  ECB  Mario  Draghi  yang  mengatakan  bank  sentral  memprediksi  ekonomi  zona  euro  masih  akan  lemah 
“dalam waktu dekat”, menambah kecemasan investor menjelang sidang reguler ECB hari Kamis ini. 

• Sementara itu, dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya setelah investor mengganti fokus perhatian mereka kedalam kondisi keuangan AS setelah 
Presiden Barack Obama terpilih kembali, sehingga memicu minat pada dolar sebagai aset aman resiko. Sterling melemah tipis 0.1% terhadap dolar di sekitar 
$1.5985 dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

• Saat ini pasar berpandangan bahwa BoE belum akan melanjutkan stimulus moneternya hingga awal tahun depan, sebuah faktor yang dapat membantu 
membatasi koreksi pada sterling. 


JAPAN
• Obligasi pemerintah Jepang bertahan Rabu lalu setelah Presiden AS Barack Obama memenangkan pemilu keduanya yang bersamaan dengan ekspektasi, 
tetapi obligasi bertenor jangka panjang turun bersamaan dengan permasalahan fiskal Jepang.   

• Obama mengalahkan penantangnya dari partai Republik Mitt Romney setelah kampanye panjang dan melelahkan, dalam kemenangan yang secara umum 
menggambarkan dukungan pada pasar obligasi. 

• Pemimpin  oposisi  Jepang  Shinzo  Abe  mengatakan  Rabu  lalu  bahwa  Bank  of  Japan  harus  melanjutkan  pelonggaran  kebijakan  moneter  hingga  mencapai 
inflasi 3 persen, ditandai bank sentral dapat mendapat tekanan politis setelah pemilu berikutnya.  


AUSTRALIA
• Australian dollar mencapai level tertinggi baru dalam lima minggunya terhadap U.S. dollar Rabu lalu setelah proyeksi jaringan TV memenangkan kembali 
Presiden AS Barack Obama.  

• Seperti  hasil  yang  terlihat  memindahkan  kembali  halangan  potensial  untuk  berlanjutnya  quantitative  easing  oleh  the  Fed  ,  dengan  partai  Republi  telah 
menentangnya. Janji kedepannya stimulus membaw penurunan pada Treasury yields dan U.S. dollar, dan kenaikan pada komoditas termasuk emas.  

• Ini yang mendorong Aussie <AUD=D4> ke level $1.0461, level tertingginya sejak 28 Sept., dari $1.0435 pada awal perdagangan, membawa kenaikan hingga 
1 persen sejauh minggu ini.   

• Mata  uang  lokal  telah  siap  mendukung  naik  setelah  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  secara  mengejutkan  mempertahankan  tingkat  bunga  Selasa  lalu. 


SWISS
• Cadangan  devisa Swiss turun untuk pertama  kalinya dalam 8 bulan di  bulan Oktober  dan tekanan  harga juga rendah, sehingga  memberikan dukungan  bagi bank 
sentral untuk melanjutkan pembatasan penguatan nilai tukar franc. Bank sentral Swiss (SNB) memiliki cadangan devisa sebesar 424.38 milyar franc Swiss di bulan 
Oktober  dibandingkan  dengan 429.48  milyar  franc  Swiss  di  bulan  September sebelumnya.  Cadangan  devisa tersebut turun  untuk  pertama  kalinya  sejak  Februari, 
memangkas kepemilikan dana bank sentral setara dengan 72% dari produk domestik bruto. 

• Sejak  SNB  menderita  kerugian  terbesarnya  dalam  hal  cadangan  devisa  di  tahun  2010  yang  mengakibatkan  desakan  untuk  pengunduran  diri  kepala  SNB  Philipp 
Hildebrand,  investor  terus  memantau  perkembangan  data  cadangan  devisa  untuk  mencari  petunjuk  seberapa  lama  SNB  akan  mempertahankan  kebijakan 
pembatasan nilai tukar franc.  

• Sementara  data  lain  menunjukkan  CPI  Swiss  turun  0.2%  di  bulan  Oktober  untuk  basis  tahunan,  lebih  rendah  dari  perkiraan  pasar.  Melemahnya  indeks  harga 
konsumen  memberikan  peluang  lebih  besar  bagi  SNB  untuk  melakukan  intervensi  besar‐besaran  dan  melanjutkan  pembatasan  nilai  tukarnya.  SNB  harus 
mempertahankan inflasi tetap positif namun sedikit di bawah 2%. 

• Ekonomi Swiss terlihat kebal terhadap tekanan akibat krisis utang Eropa, namun kondisinya melemah di kuartal kedua. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan PDB 
sebesar 1% tahun ini, dan akan sedikit meningkat dari level saat ini di tahun 2013 mendatang. 

• Dolar menguat terhadap sejumlah rival utamanya setelah investor mengganti fokus perhatian mereka kedalam kondisi keuangan AS setelah Presiden Barack Obama 
terpilih kembali, sehingga memicu minat pada dolar sebagai aset aman resiko. Dolar menguat 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9250 franc setelah mencatat 
intraday high di 0.9473 franc.