title cover

title cover

Wednesday, November 21, 2012

Headline News 21.11.12



Pidato Bernanke
Dia percaya recovery (ekonomi) telah melambat daripada ekspektasi, dan menegaskan bahwa the Fed akan memastikan kekuatan recovery sebelum menaikkan tingkat suku bunga, menjaga kebijakan (moneter) yang longgar untuk beberapa waktu setelah recovery tergambar dalam data-data (ekonomi).

Kegagalan untuk mencegah tebing fiskal dapat menghasilkan resesi yang baru, dan pembatasan utang bisa memaksakan “even heavier economic and financial costs” (bahkan lebih berat pada biaya finansial dan ekonomi) daripada yang dilakukan pada musim panas 2011.

Dengan kata lain menghindari tebing fiskal dapat membuat banyak keuntungan, menghasilkan keberlanjutan fiskal jangka panjang dengan memimpin penguatan ekonomi yang akan mengurangi defisit.

Bernanke menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak dapat menjadi obat yang mujarab untuk permasalahan perekonomian baru-baru ini dan masih terlalu awal untuk sepenuhnya menilai pengaruh dari QE3, dia menyatakan bahwa yields dari perusahaan dan agen MBS (mortgage backed securities) telah merosot secara signifikan sejak the Fed mengumumkan program tersebut.

Katanya bahwa tahun 2013 dapat menjadi “tahun yang sangat baik” untuk perekonomian AS jika para politisi dapat membuat kesepakatan yang cepat untuk menghindari apa yang disebut dengan tebing fiskal.

Dia menegaskan petunjuk bank sentral mengekspektasi untuk mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol hingga sekurang-kurangnya pertengahan tahun 2015, tetapi menawarkan beberapa petunjuk bagaimana the Fed kemungkinan merekayasa/mengatur program pembelian obligasi yang dimulai tahun depan.


US & GLOBAL
Bursa global rebound dan harga minyak jatuh pada hari Selasa menyusul berita bahwa Mesir kemungkinan akan menengahi gencatan  senjata di Gaza, namun komentar dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai potensi dampak dari “tebing fiskal” telah menghantui  investor, menyebabkan Wall Street ditutup relatif flat

Pasar ekuitas bertengger di zona positif setelah seorang petinggi Hamas mengatakan gencatan senjata diperkirakan akan dimulai tengah  malam  (waktu  setempat),  meskipun  Israel  kemudian  mengatakan  masih  belum  setuju  untuk  mengakhiri  serangannya  di  sekitar  Jalur  Gaza. 

Wall Street bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif, tertekan oleh komentar Bernanke yang mengatakan bahwa ekonomi AS  menghadapi serangkaian “headwinds” (tekanan), menyusul suramnya sektor perumahan, pasar hipotek dan pengetatan di sektor kredit.  Dalam testimoninya di depan Economic Club of New York, Bernanke mengatakan The Fed tidak memiliki cara untuk menutupi potensi  resesi jika politisi gagal mencapai kesepakatan untuk mencegah kekurangan fiskal sekitar $ 600 miliar. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 7.45 poin atau 0.06% di 12,788.51. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir  naik 0.92 poin atau 0.07% di 1,387.81. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 0.61 poin atau 0.02% di 2,916.68. Bursa  saham AS awalnya sempat telah mengakhiri rally 2 hari terbaiknya selama hampir 4 bulan terakhir ini, sebuah rally yang mendorong  indeks  S&P  500  naik  lebih  dari  2%  sejak  hari  Jumat  ketika  maraknya  optimisme  untuk  tercapainya  kesepakatan  menghindari  krisis  keuangan AS. 

Hewlett‐Packard Co <HPQ.N> anjlok 11.95% ke $11.71 setelah perusahaan menderita kerugian kuartal keempat dan mengambil dana  sebesar  $  8.8  milyar  terkait  dengan  akuisisi  perusahaan  perangkat  lunak  Autonomy,  mengutip  "kejanggalan  akuntansi  yang  serius."  Saham pembuat komputer dan printer tersebut telah memberi hambatan terbesar pada Dow dan ketiga terbesar di S & P 500. 

Investor  juga  mengatur  posisinya  menjelang  libur  pasar  AS  Kamis  besok  untuk  merayakan  Thanksgiving  dan  juga  libur  panjang  akhir  pekan. 

Tumbuhnya  spekulasi  bahwa  menteri  keuangan  zona  euro  akan  setuju  untuk  merilis  bantuan  untuk  mengatasi  utang  Yunani  telah  mengurangi minat pada aset aman resiko seperti obligasi pemerintah Jerman dan mendorong minat pada ekuitas Eropa. Para menteri  keuangan Eropa kemungkinan akan menyetujui pinjaman tahap berikutnya untuk Yunani meskipun dana tersebut belum akan dicairkan  hingga Desember mendatang dan kesepakatan untuk pengurangan utang akan dibahas lebih lanjut. 

Penurunan peringkat utang Perancis oleh Moody’s awalnya sempat menekan saham Eropa. Namun indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3>  kemudian berhasil ditutup menguat 0.27% di 1,094.46, sementara indeks ekuitas global MSCI naik 0.05% di 323.94. 

Konflik  Gaza  telah  mendorong  naiknya  harga  minyak  di  pekan  terakhir  dan  turut  menambah  kekhawatiran  di  pasar  ekuitas  adalah  potensi terjadinya “tebing fiskal” AS dan semakin parahnya krisis utang zona euro. 

Dolar  mempertajam  apresiasinya  terhadap  yen  Jepang  setelah  data  perumahan  AS  mengindikasikan  terjadinya  pemulihan  di  sektor  tersebut,  meskipun  ijin  untuk  future  construction  turun.  Dolar  terakhir  diperdagangkan  di  81.68  yen,  naik  0.34%.  Euro  menguat  ke  intraday high $1.2828  dan terakhir bergerak menguat 0.05% di sekitar $1.2818. 

Harga minyak jatuh di bawah $110 per barel dipicu ekspektasi terjadinya gencatan senjata. Brent crude <LCOc1> turun $1.87 ke $109.83  per barel. Sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $2.53 ke $86.75 per barel. 

Treasury AS turun untuk hari kedua menyusul indikasi meningkatnya pasar perumahan AS dan optimisme bahwa petinggi Gedung Putih  akan mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis keuangan. Treasury tenor 10 tahun turun 15/32 dengan yield di 1.6625%. 

Harga emas juga terkoreksi akibat kombinasi antara turunnya harga minyak, harapan akan adanya gencatan senjata antara Israel dan  Hamas serta komentar Ben Bernanke soal krisis fiskal. Setelah bergerak stabil di hampir sepanjang perdagangan kemarin, emas akhirnya  melemah di akhir sesi New York. Harga emas spot turun 0.2% di $1,727.50 per ounce. Aksi profit‐taking investor usai kenaikan harga  emas sebesar 1% di hari Senin sebelumnya juga turut memicu melemahnya emas di hari Selasa kemarin, menyusul akan tutupnya pasar  AS berkaitan dengan perayaan Thanksgiving pada hari Kamis beesok.  


GOLD & COMMODITIES
Emas merosot Selasa lalu karena kombinasi dari anjloknya harga crude, harapan untuk gencatan senjata antara Hamas dan Israel, dan  komentar Ketua the Fed Ben Bernanke pada tebing fiskal yang mengurangi ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

Juga  setelah  membaik  dari  ekspektasinya  data  perumahan  AS  Selasa  lalu,  tetapi  juga  didukung  oleh  harapan  AS  akan  menyelesaikan  permasalahan fiskalnya dan dengan merespon pada konflik Timur Tengah.  

Emas berbalik ke fase negatif dan kemudian sempat bertengger kembali untuk sedikit ke area positif setelah housing starts AS naik ke  level  tertinggi  yang  lebih  dari  empat  tahun  pada  bulan  Oktober,  memperkirakan  recovery  pasar  perumahan  mendapatkan  dorongan  meskipun permits untuk konstruksi berikutnya merosot. 

"There  has  been  a  substantial  reduction  in  fund  participation.  We  may  be  in  a  trading‐range  type  market  with  weak  oil,  copper  and  platinum," kata Bill O'Neill, seorang mitra pada perusahaan commodities investment LOGIC Advisors.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak jatuh di bawah $110 per barel dipicu ekspektasi terjadinya gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta komentar Ben  Bernanke soal krisis fiskal. Brent crude <LCOc1> turun $1.87 ke $109.83 per barel. Sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $2.53 ke $86.75  per barel. 

Data dari American Petroleum Institute pagi tadi menunjukkan stok minyak mentah dan produk penyulingan minyak turun tajam pekan  lalu akibat turunnya impor minyak. Total stok minyak mentah  turun lebih dari 1.9 juta barel di pekan per 16 November, kontras dengan  ekspektasi  terjadi  kenaikan  900.000  barel.  Impor  minyak  mentah  tercatat  turun  72.000  barel  per  hari  (bpd)  menjadi  8.3  juta  bpd,  sementara produk impor turun 225.000 bpd menjadi 1.7 juta bpd. Stok bensin turun 4.8 juta barel, dibandingkan ekspektasi naik 1 juta  barel dan untuk stok minyak suling turun 4.4 juta barel, jauh di bawah ekspektasi terjadi penurunan 1.4 juta barel. 

Pasar saat ini tengah menantikan rilis data stok minyak mingguan dari U.S. Energy Information Administration (EIA) malam nanti sekitar  pukul 22.30 wib. Stok minyak mentah dan bensin diprediksi meningkat di pekan lalu sementara minyak suling atau distillate diprediksi  turun  ditengah  naiknya  permintaan  untuk  minyak  panas.  Stok  minyak  mentah  diprediksi  naik  900.000  barel  untuk  pekan  per  16  November, stok bensin diprediksi naik 1.0 juta barel, sedangkan stok distillate diprediksi turun 1.4 juta barel. 

EURO ZONE
Para Menteri keuangan zona euro kemungkinan menyetujui pinjaman berikutnya dari Yunani Selasa lalu meskipun dana tidak mungkin untuk dicairkan sebelum bulan Desember  dan perjanjian pada pengurangan utang kemungkinan dibutuhkan pada pembicaraan berikutnya.  

Pejabat  yang  dekat dengan persiapan  untuk  meeting  para  menteri  keuangan  mengekspektasi pada  "political  endorsement  in  principle"  pada  pinjaman  yang  tidak  dibekukan  terhadap Yunani, setelah Yunani menyelesaikan hampir keseluruhan reformasi yang dibutuhkan. "It is clear that Greece has delivered," Kepala dari para menteri keuangan, Jean‐ Claude Juncker, mengatakan sebelum meeting.  

Resiko mendominasi permasalahan sektor perbankan zona euro pada pengambil kebijakan untuk mengabaikan mandat stabilitas harga, anggota dewan eksekutif ECB Benoit  Coeure mengatakannya.  

Karena ini berbahaya, adalah penting untuk menyetujui peraturan baru pada pengawasan perbankan, yang memberikan peran utama pada ECB, Coeure mengungkapkannya pada  peserta dalam Euro Finance Week.   

Perancis mengatakan Selasa lalu akan merespon terhadap penurunan peringkat kredit dari Moody's yang menekankan pada reformasi tetapi mengeluhkan lembaga pemeringkat  tersebut yang telah mengabaikan langkah‐langkah yang telah diambil untuk memperbaiki negara zona euro dengan ekonomi terbesar kedua tersebut. 


U.K.
Sterling  bergerak  stabil  mendekati  level  tertinggi  lebih  dari  sepekan  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa  kemarin,  ditopang  oleh  optimisme  Yunani  akan  mendapat tambahan dana, sementara investor menantikan rilis Bank of England minutes

Sterling bergerak di sekitar $1.5920 setelah mencatat intraday high di $1.5936, level tertingginya sejak 9 November. 

Pelaku  pasar  akan  mencermati  hasil  minutes  dari  sidang  BoE  bulan  November.  Investor  akan  menantikan  kemungkinan  adanya  indikasi  berlanjutnya  kebijakan moneter longgar (QE). 

Inggris keluar dari resesi pada kuartal ketiga namun rilis data ekonomi belakangan ini menunjukkan lemah dan data public sector borrowing (PSNB) yang akan  dirilis pada hari Rabu diharapkan akan memberikan indikasi apakah pemerintah akan semakin dekat untuk memenuhi tujuan pengurangan defisit. 


JAPAN
Bank of Japan bertahan terhadap tekanan politik untuk mengambil langkah‐langkah utama dalam mendorong perekonomian, mempertahankan kebebasannya dan  mengabaikan kebijakan dari pemimpin oposisi utama, yang mana diekspektasi menjadi perdana menteri bulan depan.  

Telah mempertahankan tingkat suku bunga unchanged, dengan menaikkan jumlah dari program pembelian aset dan pinjaman pada bulan September dan Oktober  menjadi 91 trilyun yen ($1.1 trilyun), tetapi analis melihat peluang yang bagus pada stimulus terbaru pada bulan Desember untuk menopang ekonomi yang secara  luas terlihat berada dalam resesi.  

Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan bahwa inflasi 3 persen, target yang diusulkan oleh pemimpin oposisi utama yang diekspektasi untuk menang  pemilu bulan depan, akan tidak realistik pada negara dimana inflasi telah dibawah 1 persen untuk sebagian besarnya dalam tiga dekade.  

"Seeking 3 percent inflation would be unrealistic and in fact would have a big negative impact on the economy," Shirakawa mengatakan pada konferensi beritanya. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollar menguat terhadap dollar AS Selasa lalu, sementara itu euro bertahan dari penurunan peringkat Perancis dengan sentimen yang didorong oleh  harapan perjanjian bantuan Yunani berikutnya.  

Aussie <AUD=D4> bertahan dilevel $1.0424, yang telah naik 1.3 persen sejak tertekan ke level terendahnya $1.0287 Jumat lalu.   

Telah benar‐benar recovery dari penurunan singkatnya di level $1.0398 setelah minutes dari Reserve Bank of Australia's (RBA) November meeting yang menunjukkan bank masih  membuka pintu untuk pemangkasan tingkat suku bunga.  

Sejak bulan Mei, RBA telah menurunkan tingkat suku bunga dengan total 100 basis poin, membawanya ke level terendah dalam tiga tahun di level 3.25 persen.  

RBA mengatakan merasa sesuai dengan membuat tingkat suku bunga unchanged pada awal bulan ini berkenaan dengan naiknya inflasi pada rumah tangga dan mulai sedikit  positif pada perkembangan (ekonomi) global. 


SWISS
Franc Swiss bergerak flat terhadap dolar, seiring dengan pergerakan euro, karena para investor terpaku pada pertemuan menteri keuangan zona euro. Para menteri  keuangan  besar  kemungkinan  akan  menyetujui  pinjaman  tahap  berikutnya  untuk  Yunani,  meskipun  dana  tidak  mungkin  dicairkan  sebelum  Desember  dan  kesepakatan pada pengurangan utang mungkin perlu pembicaraan lebih lanjut. 

Euro sendiri awalnya sempat tertekan setelah adanya downgrade perngkat utang Perancis oleh lembaga pemeringkat Moody’s. 

Franc bergerak stabil terhadap dolar di sekitar 0.9409 franc, sedangkan terhadap euro bergerak stabil di sekitar 1.2045 franc. 

Sementara itu, data ekspor Swiss dirilis melemah di bulan Oktober, tertekan oleh lemahnya penjualan pada industri elektronik dan mesin, akibat nilai tukar franc yang  tinggi. Ekspor Swiss secara riil turun 7.7% year‐on‐year di bulan Oktober menjadi 18.6 milyar franc Swiss, dan mencatatkan surplus sebesar 2.8 milyar franc. Ekspor  dan impor Swiss memang tercatat naik di bulan Oktober, namun hal itu karena adanya tambahan 2 hari kerja. Namun jika disesuaikan dengan kondisi yang sama  dengan bulan September, maka keduanyamengalami penurunan. 

Tuesday, November 20, 2012

Headline News 20.11.12



US & GLOBAL
Bursa saham global dan komoditi menguat di hari Senin kemarin, rebound dari koreksi tajamnya di pekan lalu, menyusul pelaku pasar 
mencermati berbagai komentar politisi yang mengindikasikan kesiapan untuk menghindari “tebing fiskal”. Saham Wall Street naik hampir 
2%, mempertajam penguatannya yang telah dimulai sejak Jumat lalu, sementara harga minyak naik hampir 3%. Indeks S&P 500 ditutup 
di atas level MA‐200 untuk pertama kalinya selama 8 sesi terakhir. 

Dewan kebijakan AS nampaknya akan mencapai kompromi untuk menghindarkan kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran yang akan 
mencapai  $600  milyar  yang  akan  mulai  diberlakukan  pada  Januari  tahun  depan  ‐‐‐  yang  disebut  dengan  “tebing  fiskal”  yang  akan 
mengancam  perekonomian  AS  terseret  kedalam  resesi.  Legislatif  dari  kedua  partai  mengindikasikan  akan  mencapai  kesepakatan 
mengenai kenaikan pajak untuk orang terkaya AS yang sebelumnya nampaknya akan sulit diterapkan. 

Indeks ekuitas dunia MSCI melonjak 2%, menghapus kerugian 1.8% di pekan lalu. Kenaikan hari Senin adalah yang terbaik untuk indeks 
sejak 27 Juli. 

Dow Jones industrial average <.DJI> naik 207.65 poin atau 1.65% di 12,795.96. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 27.01 
poin atau 1.99% di 1,386.89. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 62.94 poin atau 2.21% di 2,916.07.  

Optimisme di Eropa mengenai prospek kesepakatan pekan ini untuk merilis bantuan untuk Yunani juga turut memberikan dukungan. 
Para petinggi Eropa diperkirakan akan membahas masalah rencana pinjaman 2 tahun untuk Athena pada sidangnya hari Selasa ini, yang 
akan  menunda  solusi  jangka  panjang  sampai  setelah  pemilihan  umum  Jerman  pada  September  2013.  Dewan  kebijakan  ECB  Joerg 
Asmussen  mengatakan  di  akhir  pekan  kemarin  bahwa  para  menteri  cenderung  untuk  menyetujui  kesepakatan  itu  dan  meninggalkan 
resolusi rencana stabilisasi utang jangka panjang untuk Yunani, yang merupakan jantung dari perselisihan dengan IMF, hingga kini. 

Euro  menguat  0.5%  ke  $1.28,  jauh  di  atas  level  terendah  2  bulan  di  $1.2661  yang  dicapai  pekan  lalu,  mengisyaratkan  pelaku  pasar 
optimis akan tercapainya kesepakatan untuk penyelesaian Yunani. 

Bursa  saham  Eropa  rebound  seiring  tumbuhnya  optimisme  terhadap  negosiasi  politik  AS.  FTSE  Eurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup 
menguat  2.3%,  dipimpin  saham  yang  erat  hubungannya  dengan  pertumbuhan  ekonomi.  Saham  perbankan  naik  3.6%,  dengan  saham 
Barclays <BCS.N> melejit 5.8% ke $15.85. Sementara untuk London's FTSE 100 <.FTSE> mendaki 2.4%, dengan Frankfurt's DAX <.GDAXI> 
naik 2.5% dan Paris' CAC‐40 <.FCHI> naik 2.9%. 

Pasar  obligasi  merefleksikan  meningkatnya  minat  pada  aset  beresiko,  dengan  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  8/32  dengan  yield 
1.6114%. Sedangkan obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun juga turun dengan yield di 1.358% dari 1.326% pada hari Jumat. Yield 
obligasi berpeluang naik jika tercapai kesepakatan antara politisi Eropa pada hari Selasa ini. 

Dolar  melanjutkan  apresiasinya  terhadap  yen  menyusul  ekspektasi  pemerintahaan  Jepang  yang  baru  akan  mendorong  BOJ  untuk 
melakukan langkah stimulus yang agresif guna mendorong pertumbuhan ekonomi usai pemilu bulan depan. Dolar tercatat menguat tipis 
terhadap yen di 81.38 yen setelah menguat ke elvel tertinggi sejak 25 April. 

BOJ telah memulai sidang 2 hari sejak Senin kemarin namun hungga kini belum terlihat akan mengambil langkah kebijakan baru sebelum 
pemilu 16 Desember mendatang. 
Sementara  harapan  akan  tercapainya  kompromi  untuk  mengatasi  defisit  keuangan  AS  telah  berdampak  positif  pada  pasar  komoditi, 
mengangkat harga minyak, tembaga dan emas. Tembaga terapresiasi 2.3% ke $7,803.75 per ton dan emas naik $18.11 ke $1,731.6 per 
ounce.    Minyak  mentah  Brent  naik  di  atas  $  111  per  barel  karena  meningkatnya  kekerasan  antara  Israel  dan  Palestina,  memicu 
kekhawatiran tentang pasokan dari Timur Tengah. Investor khawatir konflik dapat menarik negara‐negara lain dan mungkin mengganggu 
ekspor energi dari kawasan yang memasok lebih dari sepertiga minyak mentah dunia. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari 
naik 2.5% dan minyak mentah berjangka AS bertambah 2.6%.   


GOLD & COMMODITIES
Emas naik 1 persen Senin lalu karena kombinasi dari optimisme pembicaraan untuk menyelesaikan krisis fiskal AS dan harapan bahwa 
Yunani akan menerima pendanaan yang lebih untuk mendorong pembelian logam mulia serta ekuitas dan komoditas lainnya.  

Logam mulia telah recovery dari semua penurunan minggu lalu yang dikhawatirkan pada resesi global.   

Tanda‐tanda bahwa anggota parlemen utama Demokrat dan Republik meyakini mereka dapat mencapai kesepakatan untuk mencegah 
kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan mendorong ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi.  

Para  ekonom  mengatakan  kegagalan  dalam  mencapai  kesepakatan  dapat  mengancam  ekonomi  AS  kembali  pada  resesi  ketika  secara 
otomatis pajak dan pembelanjaan bergerak mengarah untuk mempengaruhi tahun baru. 


OIL & COMMODITIES
Harapan akan tercapainya kompromi untuk mengatasi defisit keuangan AS telah berdampak positif pada pasar komoditi dan berhasil  mengangkat harga minyak. 

Minyak mentah Brent naik di atas $ 111 per barel karena meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina, memicu kekhawatiran 
tentang pasokan dari Timur Tengah. Investor khawatir konflik dapat menarik negara‐negara lain dan mungkin mengganggu ekspor energi 
dari kawasan yang memasok lebih dari sepertiga minyak mentah dunia. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik 2.5% dan 
minyak mentah berjangka AS bertambah 2.6%.   

Sebuah  jajak  pendapat  Reuters  terhadap  para  analis  menjelang  data  persediaan  mingguan  AS  menunjukkan  stok  minyak  mentah 
diperkirakan akan meningkat sebesar 900.000 barel dalam pekan hingga 16 November. Persediaan bensin terlihat meningkat sebesar 1.3 
juta barel, sementara stok destillate diperkirakan telah turun sebesar 1 juta barel. 

EURO ZONE
Perbankan pusat Eropa dan Jerman kemungkinan kehilangan momentum kedepannya pada akhir tahun karena perekonomian saat ini merasakan beban dari krisis 
utang zona euro dan perlambatan global, Bundesbank mengatakannya Senin lalu.  

European Central Bank mengatakan bahwa seharusnya memiliki kekuatan untuk mengawasi semua lenders pada banking union, permintaan Presiden Jerman yang 
mempengaruhi pihak Bundesbank untuk cepat emosi.  

Setelah tiga tahun menghadapi krisis, negara‐negara Eropa berusaha untuk menyetujui banking union untuk meletakkan landasan integrasi ekonomi yang luas dan 
melindungi euro. Itu menandai upaya pertama untuk menyatukan blok dalam menangani permasalahan lenders.  

Spanyol  kemungkinan  akan  menekan  sekurang‐kurangnya  40  milyar  euro  ($51  milyar)  dari  bantuan  dari  dana  penyelamatan  zona  euro  untuk  membantu 
merekapitalisasi bank‐banknya, Deputi Menteri Ekonomi  Miguel Temboury mengatakannya.  

Spanyol telah menyetujui batasan kredit yang dapat memberikan hingga 100 milyar euro pada dana penyelamatan zona euro untuk bank‐banknya.  

Perdana menteri Italia Mario Monti mengatakan pemerintahan berikutnya akan melanjutkan tanggung jawab dengan reformasi ekonomi setelah pemilu pada musim 
semi. "We are confident that governments in Italy will continue on the reform path," Monti mengatakannya pada konferensi pers di Doha, Qatar.  


U.K.
Sterling menguat terhadap dolar pada hari Senin setelah para petinggi Eropa mengatakan zona euro kemungkinan akan memberikan bantuan sementara 
senilai 44 milyar euro kepada Yunani untuk mengatasi utangnya. Sterling bergerak searah dengan euro yang menguat terhadap dolar setelah para petinggi 
Eropa menegaskan tidak akan membekukan pinjaman darurat ke Yunani pada hari Selasa.  

Sterling menguat 0.2% terhadap dolar ke $1.5910, setelah rebound dari level terendah 2 bulan di $1.5828 yang dicapai pekan lalu. Namun penguatan sterling 
ini berpotensi hanya sementara saja menyusul kondisi ekonomi Inggris yang masih suram. 

Tanda‐tanda bahwa politisi AS akan bersedia berkompromi untuk mencegah "tebing fiskal" dari kenaikan pajak dan pemotongan belanja senilai $ 600 miliar 
yang akan diberlakukan awal tahun depan juga mengangkat permintaan untuk mata uang berisiko terhadap safe haven dolar. 

Dengan  minimnya  data  ekonomi  Inggris  yang  akan  dirilis  pekan  ini,  maka  pandangan  investor  akan  tertuju  pada  rilis  minutes  dari  sidang  BoE  bulan 
November. Investor akan menantikan kemungkinan adanya indikasi berlanjutnya kebijakan moneter longgar (QE). 

Inggris keluar dari resesi pada kuartal ketiga namun rilis data ekonomi belakangan ini menunjukkan lemah dan data public sector borrowing (PSNB) yang akan 
dirilis pada hari Rabu diharapkan akan memberikan indikasi apakah pemerintah akan semakin dekat untuk memenuhi tujuan pengurangan defisit. 


JAPAN
Menteri  perekonomian  Jepang  Seiji  Maehara  menghadiri  meeting  kebijakan  moneter  Bank  of  Japan  minggu  ini,  Jiji  news  agency  melaporkannya,  suatu 
tanda pemerintah memberikan lebih banyak tekanan pada bank sentral untuk membangkitkan pelemahan ekonomi.  

Maehara telah menghadiri meeting sebelumnya sebanyak dua kali. Dibawah undang‐undang yang mengatur mengenai BOJ, perwakilan dari pemerintah 
dapat menghadiri BOJ meetings tetapi tidak dapat  untuk voting pada monetary policy.  

Maehara  telah  mengulangi  ucapannya  akan  mengekspektasi  BOJ  untuk  melanjutkan  pelonggaran  kebijakan  moneter  dalam  mencapai  tujuannya  dari 
kenaikan 1 persen pada consumer inflation, dan dia mendukung kemungkinan BOJ untuk membeli obligasi asing.  


AUSTRALIA
Australian dollar naik terhadap dollar AS dan mencapai level tertinggi tujuh bulannya terhadap yen Senin lalu, karena ekspektasi pada besarnya stimulus 
oleh otoritas Jepang untuk menjaga low‐yielding currency terhadap tekanan luar negeri.  

Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0417, dari level $1.0346 pada awalnya, mendekati penguatan satu sen dari level terendah tiga minggunya Jumat lalu.   

Obligasi bertenor 10‐tahun Australia sedikit menguat tetapi diekspektasi untuk diperdagangkan dalam kisaran sempit pada sentimen positif dari negosiasi 
defisit AS.  


SWISS
Swiss National Bank dapat mempertahankan nilai patokan 1.20 franc per euro selama dibutuhkan, demikian wakil kepala SNB Jean‐Pierre Danthine menegaskan di 
Zurich, hari Senin kemarin. SNB telah menerapkan batasan penguatan franc terhadap euro di level 1.20 franc sejak September 2011 untuk mencegah perekonomian 
terseret kedalam resesi dan deflasi setelah investor dikhawatirkan dengan krisis utang Eropa yang mendorong mereka memburu franc Swiss. 

Franc Swiss bergerak searah dengan euro yang menguat terhadap dolar Senin kemarin, menyusul pelaku pasar memangkas posisi dolar mereka ditengah harapan para 
pemimpin Kongres AS dapat menghindari pemangkasan anggaran secara otomatis yang akan menyebabkan terjadinya apa yang disebut dengan “tebing fiskal”. 

Sementara  di  Eropa,  para  menteri  keuangan  akan  melanjutkan  pertemuannya  hari  Selasa  ini  untuk  membahas  bantuan  untuk  Yunani,  disamping  juga  masalah 
permintaan bailout Spanyol nampaknya akan menjadi agenda pembahasan. 

Melemahnya  fundamental  ekonomi  di  Swiss,  seperti  kontraksi  tipis  ekonomi  di  kuartal  kedua,  telah  mendasari  tekad  SNB  untuk  mempertahankan  batasan  pada 
penguatan nilai tukar mata uangnya. 

Franc terakhir tercatat bergerak menguat 0.5% terhadap dolar di sekitar 0.9405 franc, dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Jumat lalu. Sedangkan 
terhadap euro, franc bergerak relatif stabil di sekitar 1.2045 franc. 

Monday, November 19, 2012

Headline News 19.11.12


US & GLOBAL
Bursa saham AS berakhir menguat pada hari Jumat di tengah harapan bahwa politisi akan menemukan landasan bersama untuk menghindari 
"tebing  fiskal"  yang  akan  merugikan  ekonomi  AS,  sementara  eskalasi  ketegangan  di  Timur  Tengah  telah  mendorong  naiknya  harga  minyak. 
Namun saham‐saham di bursa utama masih mencatat kerugian mingguan kedua kalinya secara berturut dipicu kekhawatiran mengenai masalah 
fiskal  pemerintah  AS    dan  suramnya  pertumbuhan  ekonomi  global  yang  mana  telah  menekan  sentimen.  Demokrat  mengatakan  mereka 
menyadari kebutuhan untuk mengekang pengeluaran dan Republik mengatakan mereka telah setuju untuk menempatkan "pendapatan di atas 
meja" setelah pertemuan dengan Presiden Barack Obama

"These are very small steps in the right direction," said Kate Warne, investment strategist at Edward Jones in St Louis.   "The more evidence there 
is that Congress will make a decision sooner, the more likely we are to see stocks rebound."  

Investor masih khawatir bahwa jika tidak tercapai kesepakatan untuk memodifikasi pemangkasan belanja dan kenaikan pajak otomatis, maka 
perkeonomian AS berpotensi tergelincir kedalam resesi. Indeks S&P 500 terkoreksi sekitar 4% selama lebih dari 2 pekan terakhir, sebagian karena 
kekhawatiran tersebut. 

Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 45.93 poin atau 0.37% ke 12,588.31. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 6.55 poin atau 
0.48%, ke 1,359.88. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 16.19 poin atau 0.57% ke 2,853.13. Dalam sepekan, S&P turun 1.5%, berada 
di zona negatif dalam 2 pekan berturut‐turut. Indeks Dow kehilangan 1.8%, melemah untuk empat minggu berturut‐turut, sementara Nasdaq 
terkoreksi untuk 6 pekan berturut‐turut, juga turun 1.8%.    

Indeks equitas dunia MSCI <.MIWD00000PUS> rebound di akhir sesi dan terakhir tercatat di sekitar 317.64 namun masih melemah 1.7% dalam 
sepekan.  

FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> melemah 1.04% ke 1,067.45 dan mencatat pekan terburuk sejak akhir September.  

Harga  minyak  Brent  naik  di  atas $109 per  barel menyusul konflik  antara  Israel dan  Palestina di  Gaza  memicu kekhawatiran  tentang  pasokan. 
Investor khawatir bahwa Arab dapat terseret ke setiap potensi konflik, yang dapat mempengaruhi jalur pasokan minyak. Juga turut menambah 
kekhawatiran, kebakaran terjadi pada platform minyak dan gas alam di Teluk Meksiko, demikian US Coast Guard mengatakan. Diaporkan bahwa 
platform tidak aktif memproduksi. Brent crude <LCOc1> naik 94 sen ke $108.95 per barel. Sedangkan U.S. oil <CLc1> bertambah $1.22 ke $86.67.  

Yen terkoreksi dalam 3 hari berturut‐turut terhadap dolar dan mencatat kerugian mingguan terburuknya sejak medio Februari dipicu ekspektasi 
pelonggaran moneter agresif dari BOJ. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda membuka jalan bagi pemilihan sela pada 16 Desember. Majelis 
rendah  parlemen  dibubarkan  pada  hari  Jumat.  Shinzo  Abe,  pemimpin  oposisi  utama  Partai  Demokratik  Liberal  dan  memiliki  peluang  untuk 
menjadi pemimpin Jepang berikutnya, pada Kamis lalu menyerukan bank sentral negara itu untuk mengadopsi suku bunga nol atau di bawahnya 
untuk  memacu  pinjaman.  Dolar  menguat    0.2%  di  81.26  yen.  Euro  melanjutkan  koreksinya  seiring  kekhawatiran  terhadap  nasin  Yunani.  Euro 
tercatat melemah 0.3% di $1.2739. 

Harga  obligasi  AS  naik,  dengan  yield  mencapai  level  terendahnya  selama  lebih  dari  2  bulan  dipicu  skeptisme  apakah  Washington  akan 
menghasilkan sebuah kesepakatan untuk menghindari krisis keuangan dan kekhawatiran seputar pertikaian antara Israel dan Palestina. Treasury 
tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield di 1.581%. 

Harga emas melemah dan mencatat koreksi tajam mingguannya disebabkan kekhawatiran perlambatan ekonomi dan kekhawatiran terjadinya 
resesi ekonomi di AS. Dalam sepekan emas tercatat turun 1% dan melemah dalam 5 dari 6 pekan perdagangannya. Harga emas turun 0.2% ke 
$1,712.60 per ounce setelah menembus level terendah 1 pekan di $1,704 pada hari Kamis.


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Jumat kemarin dan menyebabkan akumulasi tekanan mingguan akibat indikasi penurunan perekonomian global – kekhawatiran 
resesi AS menekan minat terhadap emas sebagai aset untuk hedging terhadap inflasi. 

Sepanjang pekan kemarin, emas mengalami tekanan sekitar 1% dan sudah mengalami tekanan dalam 5 dari 6 pekan perdagangan terakhir – 
menyusul berkembangnya dinamika pasar setelah data yang mengindikasikan perekonomian Eropa juga sedang memasukii jurang resesi. Selain 
itu pesimisme data‐data ekonomi AS belakangan ini, disinyalir sebagai dampak dari bada Sandy yang menerjang belum lama ini, serta outlook 
negatif sektor perumahan dari Ben Bernanke, juga menyebabkan tekanan emas tersebut. 

Penurunan emas dikatakan juga sebagai pengaruh tekanan indeks S&P 500 yang mengalami tekanan terbesar dalam basis 2 mingguan selama 6 
bulan –semata juga disebabkan oleh isu fiscal cliff AS, yang akan mendorong ekonomi AS kembali ke jurang resesi jika penurunan anggaran dan 
kenaikan pajak secara otomatis dilakukan awal 2013 tanpa intervensi. 

Sementara pertemuan pertama presiden Obama dengan anggota Kongres AS, Jumat lalu, dalam rangka membahas langkah untuk menghindari 
fiscal cliff, nampaknya menemukan titik harapan, setelah para pemimpin di Kongres AS berjanji untuk mencari solusi yang pantas dan umum 
untuk masyarakat dalam rangka kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran. 

Memanasnya konflik gepolitik di jalur Gaza dan laporan penurunan demand emas untuk Q3 dari World Gold Council (WGC) juga menjadi hal‐hal 
lain yang menekan emas di pekan kemarin. 

Namun  fluktuasi  dan  volatilitas  emas  yang  besar  masih  potensial  di  tengah  uncertainty  global  yang  meningkat  belakangan  ini.  Hanya  saja 
pergerakan emas yang harusnya terdorong naik oleh peran safe‐haven‐nya karena kondisi uncertainty, masih terhalang oleh penguatan dolar AS, 
yang terbilang fresh setelah menembus ke atas key‐level 80 usai key‐event pilpres AS awal bulan ini.


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  Brent  naik  di  atas  $109  per  barel  menyusul  konflik  antara  Israel  dan  Palestina  di  Gaza  memicu  kekhawatiran  tentang 
pasokan. Investor khawatir bahwa Arab dapat terseret ke setiap potensi konflik, yang dapat mempengaruhi jalur pasokan minyak.  

Juga turut menambah kekhawatiran, kebakaran terjadi pada platform minyak dan gas alam di Teluk Meksiko, demikian US Coast Guard 
mengatakan. Diaporkan bahwa platform tidak aktif memproduksi. Brent crude <LCOc1> naik 94 sen ke $108.95 per barel. Sedangkan U.S. 
oil <CLc1> bertambah $1.22 ke $86.67.  

Industrial output AS diluar dugaan turun di bulan Oktober dipicu badai raksasa Sandy telah mengganggu produksi.Industrial production 
terkontraksi 0.4% bulan lalu setelah revisi 0.2% kenaikan di bulan September, demikian laporan dari The Federal Reserve. 

The  Fed  melaporkan  badai  raksasa  Sandy  yang  menghantam  Pantai  Timur  di  akhir  Oktober  diperkirakan  telah  memangkas  tingkat 
produksi  sekitar  1%.  Badai  tersebut  telah  mengurangi  produksi  untuk  utilitas,  kimia,  makanan,  transportasi,  komputer  dan  produk 
elektronik. 


EURO ZONE
Perselisihan  di  antara  kreditur  internasional  untuk  Yunani  dan  relatif  lemahnya  rilis  data  ekonomi  dari  regional  Eropa  belakangan  ini  menahan  upaya 
rebound EURUSD menjelang akhir pekan kemarin di areal 1.2800, untuk kemudian kembali mencoba menembus ke bawah areal 1.2700. 

Kemungkinan haircut lanjutan untuk hutang Yunani, yang diperkirakan berpeluang terjadi oleh anggota ECB, Luc Coene, memicu rebound EURUSD. Namun 
koleganya,  Jens  Widmann,  Jumat  lalu  memberikan  komentar  tambahan  untuk  hal  ini,  bahwa  haircut  seharusnya  diberikan  sebagai  ‘hadiah’  jika  Yunani 
sudah melaksanakan reformasi yang direncanakannya. 

Isu krisis hutang Eropa, terkait rencana bantuan lanjutan ke Yunani, serta isu fiscal cliff AS – dimana presiden Obama dan anggota Kongres AS Jumat lalu 
mulai melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan terkait pemberlakuan pemangkasan spending dan kenaikan pajak AS yang bernilai $600 milyar 
dan beresiko mendorong kembali AS ke jurang resesi – menjadi pemicu tekanan EURUSD belakangan ini. 

Pasar  akan  menantikan  pertemuan  menteri  keuangan  Eropa  pada  20  November  2012  pekan  ini,  yang  dihimbau  oleh  direktur  IMF,  Christine  Lagarde, 
seharusnya bisa menghasilkan putusan untuk bantuan lanjutan Yunani, yang bernilai 31 milyar euro. 

Juga  di  pekan  ke  depan,  pasar  akan  melihat  apakah  pembahasan  fiscal  cliff  oleh  presiden  Obama  dan  anggota  Kongres  yang  dimulai  Jumat  lalu  akan 
menunjukkan perkembangan yang signifikan.


U.K.
Sterling awalnya melemah mendekati level terendah 2 bulan pada perdagangan hari Jumat, setelah berkembang spekulasi mengenai berlanjutnya kebijakan 
moneter longgar oleh BoE. Sterling sempat terkoreksi ke level intraday low di $1.5837, mendekti level terendah 2 bulan di $1.5828 yang dicapai hari Kamis 
sebelumnya. 

Selama  sepekan  kemarin,  sterling  tertekan  oleh  komentar  dari  bank  sentral  Inggris  (BoE)  yang  mengatakan  Inggris  menghadapi  tahun‐tahun  dengan 
pertumbuhan  ekonomi  yang  sulit  dan  membuka  peluang  untuk  dilanjutkannya  program  stimulus.  Komentar  dari  Gubernur  BoE  Mervyn  King  yang 
mengatakan bahwa akan sulit bagi ekonomi untuk tumbuh pesat tanpa menurunkan nilai tukar mata uang, juga turut menekan sterling. King mengatakan 
ekonomi kemungkinan akan melemah kembali di akhir tahun ini, hanya 1 kuartal setelah perekonomiannya keluar dari resesi, dan mengingatkan bahwa 
kebijakan moneter hanya diperuntukkan untuk kepentingan memulihkan perekonomian. 

Namun menjelang akhir sesi New York, sterling kembali menguat dan bergerak di sekitar $1.5885, atau naik 0.13% terhadap dolar. 

Minutes  dari  sidang  terakahir  BoE  akan  dirilis  hari  Rabu  pekan  ini  dan  diharapkan  akan  memberikan  petunjuk  apakah  kebijakan  moneter  longgar  akan 
dilanjutkan.


JAPAN
  Yen berlanjut melemah atas dolar AS pada Jumat kemarin, sekaligus merupakan pelemahan terdalamnya untuk basis mingguan sejak pertengahan Februari 
2012 lalu.  

  Dalam 2 hari perdagangan (Kamis dan Jumat) pekan lalu, yen mengalami pelemahan lebih dari 2% ‐ merupakan pelemahan terbesar untuk basis 2 harian 
sejak Oktober 2012. 

  Sejak Kamis pekan lalu, yen bergerak tajam ke level terlemahnya selama 6,5 bulan ke level 81.45 per dolar AS, dipicu oleh ekspektasi pelonggaran moneter 
lebih agresif oleh BoJ menyusul pembubaran parlemen Jepang Jumat lalu untuk pelaksanaan pemilu dadakan pada 16 Desember.   

  Pada  dasarnya  faktor  utama  penggerak  USDJPY  adalah  diferensiasi  suku  bunga  AS  dan  Jepang,  yang  saat  ini  sangat  tipis.  Pelaku  pasar  akan  sangat 
menantikan  hasil  pemilu  Jepang  menyusul  calon  kuat  PM  Jepang  dari  partai  oposisi  (LDP)  untuk  pemilu  Desember  tersebut,  menginginkan  pelonggaran 
moneter (dengan suku bunga jika perlu sampai di bawah 0%) dalam rangka upaya keluar dari jurang deflasi dan mencegah penguatan yen lebih lanjut.  

  Senin‐Selasa pekan ini BoJ akan melangsungkan pertemuan untuk membahas kebijakan moneternya.  


AUSTRALIA
AUDUSD cenderung rebound setelah menemukan tentative‐footing di areal terendahnya selama sekitar 3 pekan di 1.0283/88 untuk ditutup di areal 1.0340, namun 
untuk basis mingguan AUDUSD ditutup melemah dari penutupan pekan sebelumnya. 

Para analis pasar melihat potensi tekanan AUDUSD masih akan berkembang, menyusul sudah dimulainya pembahasan isu fiscal cliff oleh presiden Obama dengan 
Kongres AS Jumat kemarin 

Joe Capurso, analis dari Commonwealth Bank Australia, menyatakan: “If there’s any sign the discussion is going to be protracted, that will worry the market and push 
down the Aussie.” 

Di tengah gugupnya investor dalam kewaspadaan besar saat ini, maka hal‐hal seperti meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di jalur Gaza, dapat mendorong aksi 
likuidasi  long‐position  (beli)  yang  sejak  Mei  2012  meningkat,  dengan  support  (triple  bottom)  yang  bertahan  sejak  Juli  2012  terancam  untuk  ditembus,  jika 
kekhawatiran di kalangan investor terus meningkat. 


SWISS
Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Jumat setelah penguatannya selama 2 hari terakhir dan menjelang pembicaraan mengenai tebing 
fiskal anggaran antara Presiden AS Barack Obama dan para pemimpin Kongres yang dimulai hari Jumat (16/11). 

Minat pada aset beresiko menurun setelah rilis data hari Kamis sebelumnya yang menunjukkan ekonomi zona euro kembali tersungkur kedalam 
resesi di kuartal ketiga, ditambah masalah tebing fiskal AS dan eskalasi ketegangan di Jalur Gaza. 

Sementara euro menguat tipis terhadap franc Swiss di sekitar 1.2045 franc per euro dibandingkan penutupan New York hari Kamis, menyusul 
Kepala Swiss National Bank Thomas Jordan memberikan penilaian hati‐hati terhadap perekonomian Swiss ditengah kondisi ekonomi zona euro 
yang tengah melemah, sebagai pasar ekspor terbesar, dan menegaskan kembali komitmen SNB untuk mempertahankan nilai patokannya yang 
dikenakan pada franc Swiss sejak tahun lalu.

Friday, November 16, 2012

Headline News 16.11.12


US & GLOBAL
Bursa global terkoreksi dalam 7 hari berturut‐turut pada hari Kamis setelah data menunjukkan ekonomi zona euro jatuh kedalam resesi di kuartal  ketiga  dan  adanya  kekhawairan  “tebing  fiskal”  AS,  sementara  harga  minyak  turun  meskipun  terjadi  kekerasan  di  Jalur  Gaza.  Rilis  buruk  data  ekonomi  telah  meminimalisasi  pengaruh  dari  kerusuhan  Timur  Tengah,  dimana  eskalasi  ketegangan  di  wilayah  tersebut  dapat  mengancam  terhambatnya pasokan minyak. Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel selatan, menewaskan tiga orang, dan Israel meluncurkan banyak   serangan udara di seluruh Jalur Gaza. 

Harga minyak terkoreksi pada hari Kamis ketika sebuah kenaikan klaim pengangguran dan laporan laba perusahaan yang mengecewakan telah  menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, dan pasar memusatkan perhatiannya di Timur Tengah. Kontrak Desember Brent yang  sudah  jatuh  tempo  dirilis  naik  $1.36  ke  $110.97  per  barel,  sedangkan  untuk  kontrak  Januari  turun  68  sen  ke  $107.80  per  barel.  Rilis  mengecewakan data ekonomi juga turut menekan saham dan minyak mentah AS yang turun 87 sen ke $85.45 per barel. 

Bursa saham AS mengalami tekanan dengan indeks S&P 500 terkoreksi untuk ketiga kalinya secara berturut‐turut setelah Wal‐Mart Stores Inc  <WMT.N>,  peritel  terbesar  dunia,  memberikan  laporan  penjualan  kuartalan  yang  mengecewakan.  Saham  juga  tertekan  oleh  kekhawatiran  masalah anggaran pemerintah AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di tahun 2013. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 28.57 poin atau 0.23% di 12,542.38. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 2.16 poin  atau 0.16% ke 1,353.33. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 9.87 poin atau 0.35% di 2,836.94.  

Saham  Wal‐Mart  jatuh  3.6%  ke  $68.72 setelah  melaporkan penjualan kuartalan naik  3.4%,  di bawah  perkiraan  pasar,  menyusul  menurunnya  permintaan dari China dan Jepang, dan juga AS. 

Badai  Sandy  di  wilayah  Timur  Laut  AS  telah  memicu  naiknya  klaim  pengangguran  mingguan  ke  level  tertinggi  1‐1/2  tahun  di  pekan  lalu.  Menurunnya indeks bisnis The Fed untuk wilayah Mid‐Atlantic juga terimbas oleh Badai Sandy, yang telah menyebabkan padamnya listrik dan  masalah komunikasi. 

Di  Eropa,  bursa  saham  berakhir  melemah,  dengan  indeks  utama  menembus  level  terendah  2  bulan  pasca  rilis  data  ekonomi  yang  mengecewakan. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.9% di 1,078.64, level terendahnya sejak awal September. 

Pertumbuhan  ekonomi  di  Jerman,  sebagai  negara  dengan  perekonomian  terbesar  di  zona  euro,  melambat  menjadi  0.2%  di  kuartal  ketiga  dibandingkan dengan periode kuartal sebelumnya, sementara untuk PDB zona euro menunjukkan kontraksi kedua kalinya secara berturut‐turut  yang  mengindikasikan  ekonomi  jatuh  kedalam  resesi.  PDB‐Q3  zona  euro  terkontraksi  0.1%  setelah  mencatat  kontraksi  0.2%  di  kuartal  kedua  sebelumnya, membuatnya tersungkur kedalam resesi keduanya sejak 2009. 

Bursa dunia mencatat kerugian dalam 7 hari berturut‐turut. Indeks ekuitas dunia MSCI turun 0.35% ke 317.54 dan saat ini mencatat turun lebih  dari 3% dalam bulan ini. 

Yen  anjlok  ke  level  terendahnya  terhadap  dolar  sejak  akhir  April  setelah  pemimpin  dari  partai  oposisi  utama  Jepang  meminta  untuk  memberlakukan suku bnga negatif, melemahkan daya tarik mata uangnya meskipun berstatus safe‐haven. Dolar menguat 1.16% ke 81.17 yen.  Euro  terapresiasi  ke  level  tertinggi  2  pekan  terhadap  yen  dan  juga  terhadap  dolar,  meskipun  kondisi  ekonomi  kawasan  terlihat  suram.  Euro  tercatat naik 0.32% di $1.2775. 

Sementara harga Treasury AS naik tipis dengan Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield di 1.589%. Sedangkan harga emas turun 0.7% ke  $1,713.99, sebagian karena rebound setelah menembus level terendah 1 pekan di $1,704.69.  

GOLD & COMMODITIES
Emas di pasar spot <XAU=> merosot lebih dari 1% ke level terendah selama sepekan Kamis kemarin mengikuti penurunan di bursa‐bursa saham,  namun masih dibayangi oleh isu fiscal cliff AS. 

Data membuktikan bahwa krisis hutang Eropa telah menghambat pertumbuhan ekonomi Eropa pada Q3 – yang Kamis kemarin menjadi faktor  penekan aset finansial global sejak sesi Eropa. 

Tekanan  emas  kemarin  juga  dipicu  oleh  berakhirnya  aksi  mogok  pekerja  tambang  di  Afrika  Selatan,  setelah  para  buruh  tambang  tersebut  mencapai kesepakatan dengan Anglo American Platinum Ltd – produsen logam mulia terkemuka dunia. 

Korelasi  searah  antara  bursa  saham  dan  pasar  emas  ini  dikomentari  oleh  Nic  Brown,  seorang  analis  dari  Natixis:  “You  get  periods  of  high  correlation between risky assets, and this seems to be happening now. There are times when gold is just another commodities.” 

Sementara terkait dengan fiscal cliff AS – pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak yang akan efektif awal tahun 2013 jika Kongres AS tidak  mencapai kesepakatan atau proses negosiasi untuk solusinya berlarut‐larut – Nic Brown berpendapat bahwa itu akan mendorong kenaikan harga  emas kembali sebagai aset safe‐haven

Faktor geopolitik, yang saat ini kembali memanas di jalur Gaza menyusul serangan militer Israel ke kelompok militan Hamas Palestina, biasanya  memberikan  dampak  pada  harga  emas,  dipengaruhi  oleh  kenaikan  harga  minyak  yang  akan  mempengaruhi  inflasi  dan  kemudian  mendorong  perekonomian ke arah resesi. Jika isu geoplitik ini terus memburuk, pada gilirannya dapat mempengaruhi emas sebagai aset safe‐haven. Untuk  saat ini pengaruh tersebut, menurut Ole Hansen, VP di Saxo Bank, masih dibatasi karena penguatan dolar AS. 

Sebagai informasi, sebuah laporan dari World Gold Council (WGC) Kamis kemarin menunjukkan bahwa demand emas global merosot 11% pada  Q3 dari rekor tertingginya yang dicapai di kuartal yang sama tahun 2011 sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh merosotnya permintaan dari Cina  karena  perlambatan  ekonominya,  namun  masih  tingginya  permintaan  dari  India  –  pembeli  emas  terbesar  dunia  –  mampu  menghambat  penurunan lebih besar. 

Namun WGC memproyeksikan harga emas masih akan bertahan di atas levelnya saat ini karena pelonggaran moneter global (berupa pembelian  aset  pemerintah  di  negara‐negara  besar  dunia  oleh  masing‐masing  bank  sentralnya,  kekhawatiran  fiscal  cliff  AS  serta  peningkatan  demand  musiman emas di India dan Cina dalam beberapa bulan ke depan.


OIL & COMMODITIES
Harga minyak terkoreksi pada hari Kamis ketika sebuah kenaikan klaim pengangguran dan laporan laba perusahaan yang mengecewakan  telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi, dan pasar memusatkan perhatiannya di Timur Tengah. 

Tekanan muncul setelah data klaim pengangguran mingguan AS mencatat naik pekan lalu, merefelksikan dampak dari Badai Sandy di  bulan Oktober, yang juga melemahkan aktifitas ekonomi di wilayah Mid‐Atlantic. 

Data yang menunjukkan ekonomi zona euro kembali jatuh kedalam resesi kedua sejak 2009 di kuartal ketiga juga turut memberi tekanan  pada harga minyak. 

Hasil  mengecewakan  dari  Wal‐Mart  Stores  Inc  dan  kekhawatiran  terjadinya  “tebing  fiskal”  AS  juga  menekan  pasar  ekuitas  dan  pasar  minyak. 

Perdagangan  terlihat  fluktuatif,  dengan  harga  minyak  sempat  menguat  dengan  cepat  menyusul  kekerasan  antara  Israel  dan  Hamas  menarik perhatian pasar. Hamas menembakkan puluhan roket ke Israel selatan, menewaskan tiga orang, dan Israel meluncurkan banyak   serangan udara di seluruh Jalur Gaza. 

Sementara kejadian antara Israel dan wilayah Palestina tidak langsung mengancam pasokan, pasar minyak sensitif terhadap kekerasan di  Timur Tengah, yang menghasilkan sepertiga minyak dunia. Pedagang khawatir bahwa produsen Arab dapat terseret ke dalam konflik,  yang dapat mempengaruhi jalur suplai mereka. 

Kontrak Desember Brent yang sudah jatuh tempo dirilis naik $1.36 ke $110.97 per barel, sedangkan untuk kontrak Januari turun 68 sen  ke $107.80  per barel. Sementara untuk minyak mentah berjangka AS pengiriman Desember  turun 87 sen ke $85.45 per barel.  

EURO ZONE
EURUSD berlanjut bangkit dari level terendah selama 2 bulan, di sekitar 1.2662 yang dicapai Selasa lalu, menuju kembali ke areal 1.2800 di sesi AS semalam.  Para trader mengatakan kenaikan ini dipicu oleh aksi beli dari sejumlah korporasi Eropa. 

Rebound  EURUSD  nampaknya  masih  rentan  jika  melihat  lambannya  pertumbuhan  ekonomi  Q3  di  sejumlah  wilayah  Eropa  serta  uncertainty  terhadap  bantuan lanjutan ke Yunani dan Spanyol. 

Namun di sisi lain, menurut para analis pasar, investor justru khawatir untuk terus menekan (sell) euro dalam kapasitas besar karena kemungkinan langkah  kejutan dari otoritas Eropa untuk solusi krisis hutang regionalnya. 

Yang jelas akselerasi rebound EURUSD untuk menguji areal 1.2800 semalam terjadi setelah rilis pesimis data‐data ekonomi AS, seperti weekly jobless claims  dan Philadelphia Fed index, sebagai dampak dari terjangan badai topan Sandy beberapa waktu lalu. 


U.K.
Sterling melemah terhadap euro dan menguat dari level terendah 2 bulan terhadap dolar pada hari Kamis, namun pergerakannya terlihat rentan tekanan setelah data  ekonomi Inggris dirilis pesimis yang meningkatkan resiko dilanjutkannya stimulus. 

Sterling terakhir kali tercatat bergerak menguat 0.2%  di $1.5862, setelah tersungkur ke level intraday low di $1.5828, level terendahnya sejak 5 Oktober, setelah rilis  data penjualan ritel Inggris yang mengalami penurunan diluar dugaan. 

Namun sterling berpotensi kembali menguat terhadap dolar seiring dengan menguatnya euro menyusul minat terhadap aset beresiko meningkat setelah rilis lebih  baik dari perkiraan untuk data ekonomi Perancis dan Jerman. 

Data ekonomi menunjukkan penjualan ritel Inggris di bulan Oktober turun 0.8%, dibandingkan dengan ekspektasi pasar tidak terjadi perubahan (0.0%). Kondisi ini  telah menghapus kenaikan 0.6% di bulan September sebelumnya dan menggugurkan harapan adanya dukungan dari sektor belanja pada proses pemulihan ekonomi.  Kondisi ini juga menurunkan ekspektasi untuk GDP‐Q4 Inggris setelah di kuartal ketiga mencatat pertumbuhan positif. 

Prospek sterling terlihat masih suram seiring melemahnya perekonomian Inggris yang diprediksi hampir tidak mengalami pertumbuhan di kuartal keempat tahun ini  dan hanya mengalami ekspansi seidikit di atas 1% untuk tahun depan, berdasarkan jajak pendapat Reuters. 

Terhadap euro, sterling menembus level terendah 2 pekan. Euro menguat 0.2% di 0.8055 pound setelah mencatat intraday high di 0.8065 pound, yang merupakan  level tertingginya sejak 31 Oktober. Namun demikian, euro juga menghadapi resiko untuk terdepresiasi lebih lanjut jika krisis utang kawasan terus berkelanjutan dan  ekonomi zona euro terancam melemah lebih buruk dari Inggris. 


JAPAN
Akselerasi pelemahan yen berlanjut Kamis kemarin, ke level terlemahnya sejak April terhadap dolar AS dan  ke level terlemahnya selama 2 pekan atas euro (meskipun  data GDP Q3 Eropa kemarin mengindikasikan resesi kedua yang dialaminya sejak 2009), seiring berkembangnya dinamika politik Jepang sejak pernyataan Yoshihiko  Noda yang akan membubarkan parlemen Jepang Jumat ini dan akan mengadakan pemilu pada 16 Desember mendatang. 

Kamis kemarin oposisi (LDP) kembali menghimbau BoJ untuk terus melakukan pelonggaran moneter dalam rangka memenuhi target inflasi – sehingga meredam peran  safe‐haven yen di tengah uncertainty global saat ini.    

Shinzo Abe, ketua partai LDP yang kembali akan dicalonkan menjadi PM Jepang di pemilu darurat yang rencananya akan diselenggarakan Desember mendatang, Kamis  kemarin kembali menghimbau BoJ agar menerapkan kebijakan suku bunga di bawah 0% (sub‐zero) dan melawan penguatan yen. 

Dinamika politik Jepang, pembubaran parlemen dan pelaksanaan pemilu darurat Desember, yang akan mempengaruhi kebijakan ekonomi dan moneternya, potensial  masih akan memicu akselerasi pelemahan yen. Namun uncertainty pada solusi krisis hutang Eropa dan isu fiscal cliff AS yang masih membayangi pelaku pasar, dapat  menyebabkan rentannya pergerakan yen di sisa November dan di penghujung tahun 2012 ini.


AUSTRALIA
Aussie dollar tertekan ke level terendahnya untuk beberapa pekan menyusul para investor mulai memangkas posisi long (beli) mereka – namun masih relatif menguat  atas yen didorong oleh spekulasi pelonggaran moneter lebih lanjut di Jepang. 

AUDUSD tertekan ke level terendah selama 3 pekan di 1.0308 kemarin.  

Berlanjutnya  penurunan  bursa  saham  global,  lemahnya  data  tenaga  kerja  dan  indeks  sentiment  dari  wilayah  Philadelphia,  serta  data  yang  membuktikan  resesi  ekonomi akibat krisis hutang di wilayah Eropa, mendorong investor untuk melakukan penyesuaian portofolio dan menghindar dari Aussie dollar – sebagai salahsatu  aset high‐risk

Selain itu meningkatnya kekhawatiran terhadap fiscal cliff AS dan memanasnya konflik geopolitik di jalur Gaza antara Israel dan kelompok militan Palestina, menjadi  faktor lainnya yang telah membayangi tekanan AUDUSD belakangan ini. 

Isu dalam negeri terbilang sedikit sekali yang bisa mempengaruhi pergerakan AUDUSD, dan investor dapat melakukan tekanan lebih besar untuk AUDUSD jika masih  cenderung fokus pada data ataupun peristiwa global yang akhir‐akhir ini menyebabkan aset‐aset beresiko menjadi dihindari kembali. 


SWISS
Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  euro  namun  berhasil  melanjutkan  penguatannya  terhadap  dolar  setelah  rilis  data  zona  euro  menunjukkan  ekonomi kawasan kembali jatuh kedalam resesi keduanya sejak 2009 di kuartal ketiga tahun ini, sementara kekhawatiran terhadap “tebing fiskal” AS telah  membebani sentimen pasar. 

Franc diperdagangkan di sekitar 1.2036 franc per euro, mendekati level tertinggi 10 pekan terhadap mata uang tunggal Eropa tersebut dalam pekan ini.  Sedangkan dolar tercatat melemah 0.25% terhadap franc setelah bergerak di sekitar 0.9425 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. 

Ekonomi zona euro kembali mengalami resesi meskipun 2 negara kawasan yaitu Jerman dan Perancis menunjukkan pertumbuhan positif. Kedua negara  tersebut  mencatat  ekspansi  ekonomi  sebesar  0.2%  di  kuartal  ketiga.  Ekonomi  zona  euro  mencatat  kontraksi  0.1%  di  kuartal  ketiga  setelah  mencatat  kontraksi 0.2% di kuartal kedua sebelumnya.