title cover

title cover

Wednesday, December 19, 2012

Headline News 19.12.12


US & GLOBAL
• Bursa saham  global  menguat  ke  level  tertinggi  sejak  September pada hari  Selasa dipicu  indikasi  akan  tercapainya  kesepakatan  untuk  menghindari terjadinya kenaikan pajak dan pemangkasan belanja secara otomatis yang disebut dengan “tebing fiskal” yang berpotensi  mengancam perekonomian AS tersungkur kedalam jurang resesi. 

• Dengan meningkatnya optimisme bahwa dewan kebijakan AS dapat menghindari “tebing fiskal”, maka investor kembali memburu saham  dan  euro  dan  meninggalkan  aset‐aset  aman  resiko  seperti  obligasi,  emas  dan  juga  dolar.  Euro  menembus  level  tertinggi  7‐1/2  bulan  terhadap dolar sementara emas jatuh hampir 2% ke level terendahnya sejak Agustus.  

• Wall  Street  rally  ditengah  kuatnya  volume  perdagangan  menyusul  optimisme  akan  tercapainya  kesepakatan  di  Washington  untuk  menghindari terjadinya “tebing fiskal” yang sedianya akan diberlakukan per Januari tahun depan. 

• Saham sektor energi, perbankan dan teknologi memimpin kenaikan indeks. PHLX oil services sector index <.OSX> melonjak 3.1%, dengan  8 dari 13 komponen indeks naik 3% atau lebih. 

• Tawaran  terbaru  Presiden  Barack  Obama  untuk  Partai  Republik  dalam  pembicaraan  anggaran  yang  sedang  berlangsung  memberikan  kelonggaran pada program pajak dan program sosial belanja. Ketua DPR John Boehner mengatakan penawaran tersebut "belum ada di  sana,"  meskipun  ia  tetap  berharap  tentang  kesepakatan.  Senat  Demokrat,  bagaimanapun,  telah  menyatakan  keprihatinan  tentang  pemotongan untuk Jaminan Sosial. 

• Untuk  hari  kedua,  sektor  perbankan  memimpin  kenaikan  Wall  Street.  Goldman  Sachs  Group  <GS.N>  naik  3.5%  dan  Morgan  Stanley  <MS.N> naik 3.2% setelah Jefferies Group <JEF.N> melaporkan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi. Jefferies naik 3% ke $18.80,  sementara S&P 500 Financial Index <.GSPF> naik 1.5%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 115.57 poin atau 0.87% di 13,350.96. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 16.43  poin atau 1.15% di 1,446.79. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 43.93 poin atau 1.46% di 3,054.53.   

• Bursa saham Eropa berakhir naik, dengan indeks utama ditutup beberapa poin di bawah level tertinggi 2012. 

• Euro  terapresiasi  terhadap  dolar  untuk  sesi  ke‐7  secara  berturut‐turut,  menembus  level  tertingginya  selama  lebih  dari  7  bulan.  Euro  terakhir tercatat naik 0.5% di $1.3224 setelah menembus intraday high di $1.3238, level terkuatnya sejak awal Mei. Sedangkan indeks  dolar jatuh ke level terendah 2 bulan di 79.260. Indeks terakhir tercatat di 79.342, atau melemah 0.3%. 

• Harga  minyak  naik.  Harga  minyak  berjangka  Brent  naik  $1.20  ke  $108.84  per  barel,  sedangkan  harga  minyak  mentah  AS  untuk  pengiriman Januari naik 73 sen ke $87.93 per barel. 

• Sementara harga aset lainnya, emas yang dipandang sebagai safe haven, anjlok, dengan harga emas spot turun 1.9% di $1,666.90 per  ons. 

• Yield Treasury AS naik ke level tertinggi sejak Oktober. Treasury tenor 10 tahun turun 15/32 dengan yield naik ke 1.824%. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  hampir  2  persen  pada  Selasa  lalu,  ke  level  terendah  sejak  bulan  Agustus,  tertekan  oleh  aksi  jual  secara  teknikal  dan  bertumbuhnya harapan bahwa legislator AS mendekati untuk mencapai kesepakatan yang akan menghindari krisis fiskal bulan depan. 

• Perbedaan  bagaimana  untuk  menyelesaikan  kembali  apa  yang  disebut  dengan  "fiscal  cliff"  dipersempit  secara  signifikan  pada  Senin  malam karena Presiden Barack Obama membuat tawaran pada partai Republik yang termasuk peluang utama dalam posisi dari kenaikan  pajak untuk (untuk yang kaya), menurut sumber yang dapat dipercaya. 

• "If gold is not able to defend those key supports, one should expect a new wave of technical selling to continue," kata Adam Sarhan, chief  executive pada Sarhan Capital.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berhasil menguat berkat indikasi adanya kemajuan pada upaya negosiasi anggaran keuangan AS yang semakin menambah optimis  pasar bahwa ekonomi AS akan terhindar dari resesi. 

• Negosiasi yang dilakukan antara Partai Demokrat dan Partai Republik telah menampakkan kemajuan untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal”  yang  akan  menaikkan  pajak  pendapatan  sebagian  besar  warga  AS  per  1  Januari.  Perkembangan  positif  tersebut  telah  mendorong  investor  memburu aset beresiko seperti minyak dan ekuitas. 

• Harga minyak berjangka Brent naik $1.20 ke $108.84 per barel, sedangkan harga minyak mentah AS untuk pengiriman Januari naik 73 sen ke  $87.93 per barel. 

• Kemungkinan akan berakhirnya kebuntuan untuk menghindari “tebing fiskal” kian nyata setelah data yang dirilis belakangan ini menunjukkan  adanya peningkatan permintaan dari Cina , sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia. 

• Data tadi pagi menunjukkan stok minyak mentah AS turun di pekan lalu dipicu turunnya impor sementara stok produk minyak suling beragam  seiring meningkatnya proses penyulingan, demikian data dari American Petroleum Institute (API).  Stok inyak mentah turun 4.1 juta barel di pekan per 14 Desember, jauh di bawah ekspektasi turun 1.1 juta barel. Sedangkan stok bensin naik 4.2  juta barel, di atas ekspektasi naik 1.8 juta barel. Kenaikan tersebut terjadi berkat meningkatnya utilisasi penyulingan hingga 91.6% dari kapasitas,  dari  90.5%  sepekan  sebelumnya.  Sementara  untuk  stok  distillates  ‐‐‐  yang  termasuk  minyak  disel  dan  minyak  panas  ‐‐‐  turun  1.9  juta  barel,  kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 1 juta barel. 


EURO ZONE
• ECB memperkirakan perekonomian zona euro akan melorot 0.3 persen tahun depan dan pasar masih skeptis pada pelemahan anggota negara blok  tersebut, seperti Spanyol dan Italia, dapat menggelembungkan defisit dana pemerintah tanpa program bantuan formal.  

• Bad loans bank‐bank Spanyol mencapai level tertinggi barunya pada bulan Oktober, menambah permasalahan mengenai tingkat kesehatan sektor  perbankan meskipun injeksi dana (cash) darurat dari Uni Eropa yang dapat mencapai 41 milyar euro.  

• Data from Bank of Spain merilis Selasa lalu yang menunjukkan bahwa pinjaman yang jatuh dalam tunggakan bertambah hingga 189.6 milyar euro  pada bulan Oktober, atau 11.2 persen pada portfolio yang beredar.  

• Perekonomian Irlandia bertumbuh dengan sedikit kurang dari ekspektasi 0.2 persen pada kuartal ketiga tetapi gambaran mengalami revisi naik  untuk tiga bulan sebelumnya, membawa pemerintah untuk memenuhi target sederhana tahun 2012.   


U.K.
• Sterling menguat ke level tertinggi lebih dari 2,5 bulan terhadap dolar pada hari Selasa setelah kondisi inflasi yang relatif stabil telah memperkuat  spekulasi bahwa bank sentral Inggris (BoE) akan menghindari langkah pelonggaran moneter lebih lanjut untuk saat ini. 

• Sterling mencatat intraday high di $1.6269, level tertingginya sejak 28 September. Jika apresiasi terus berlanjut, maka berpotensi menuju level  target  berikutnya  di  level  puncak  28  September  di  $1.6273  dan  level  tertinggi  pertengahan  September  di  $1.6310.  Sterling  terakhir  tercatat  bergerak menguat 0.3% di sekitar $1.6250. 

• Data inflasi tahunan Inggris diluar dugaan stabil di level 2.7% di periode November setelah melonjak tajam di bulan sebelumnya. Sedangkan pasar  sebelumnya telah memprediksi terjadi penurunan inflasi ke 2.6%. 

• Namun  pasar  melihat  penguatan  sterling  berpeluang  terhambat  jika  hasil  minutes  dari  sidang  terakhir  BoE  menunjukkan  indikasi  ke  arah  pelonggaran moneter lebih lanjut. Minutes akan dirilis hari Rabu ini dan nampaknya akan mengulang kembali komentar Gubernur BoE Mervyn  King sebelumnya, bahwa Inggris akan berupaya mendorong sektor ekspor selama nilai tukar sterling masih relatif tinggi. 


JAPAN
• Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneter minggu ini dan mempertimbangkan mengadopsi target inflasi 2 persen selambat‐lambatnya  pada bulan Januari, sebuah sumber mengatakannya, merespon pada tekanan  dari Perdana Menteri berikutnya Shinzo Abe  untuk memperkuat  usaha dalam menekan deflasi.  

• Abe membuat suatu yang jarang, menekan langsung pada tingginya target inflasi ketika Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengunjungi kantor  pusat dari Partai Liberal Demokratik (LDP) Selasa lalu.  

• Kebijakan berani yang menjanjikan oleh pemerintah baru Jepang terlihat tidak cocok untuk membalikkan penurunan relatif yang telah mengubah  peran terkemuka pada langkah ekonomi dunia kedalam bagian kecil dalam waktu kurang dari satu generasi.  

• Dengan  Jepang  terperosok  kedalam  resesi  keempatnya  sejak  tahun  2000,  Perdana  Menteri  berikutnya  Shinzo  Abe  mengkampanyekan  suatu  platform  dari  'unlimited'/ketidakterbatasan  pelonggaran  kebijakan  moneter  oleh  Bank  of  Japan  (BOJ)  serta  pembelanjaan  secara  royal  pada  pembelanjaan pekerjaan publik. 

• Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan tidak mendiskusikan kebijakan moneter dalam meeting Selasa lalu dengan Shinzo Abe,  Ketua dari Liberal Democratic Party dan perdana menteri Jepang berikutnya. 


AUSTRALIA
• Australia  dan  New  Zealand  dollar  bertahan  menguat  terhadap  yen  Selasa  lalu,  dengan  kiwi  dengan  mudahnya  mencapai  level  puncak  empat  tahunnya karena tekanan bertumbuhnya Bank of Japan untuk pelonggaran kebijakan (moneter) secara agresif akhir minggu ini.  

• Reserve  Bank  of  Australia  mempertahankan  rencananya  untuk  mendekati  tahun  2013,  tetapi  ekonom  mengatakan  kedepannya  pemangkasan  tingkat suku bunga berada diatas kertas.  

• Minutes  dari  RBA's  December  4  board  meeting,  yang  dirilis  Selasa  lalu,  menunjukkan  pemangkasan  tingkat  suku  bunga  bank  sentral  untuk  mendukung kinerja buruk sektor ekonomi, kedepannya dari puncak ekspektasi pada booming investasi pertambangan.  

• Harga Australian bond futures melemah setelah rilis minutes dari meeting Reserve Bank of Australia yang mengurangi ekspektasi para trader pada  pemangkasan tingkat suku bunga masa yang akan datang.  


SWISS
• Kemajuan yang terlihat pada upaya negosiasi anggaran keuangan AS telah mengangkat sentimen pasar secara umum. Euro terapresiasi ke level  tertinggi selama lebih dari 7 bulan terhadap dolar dan bergerak mendekati level tertinggi 9 bulan terhadap yen Jepang.  

• Penguatan euro telah memicu apresiasi franc Swiss terhadap dolar, dimana euro dan franc telah bergerak beriringan sejak SNB pada September  2011 menerapkan nilai tukar dasar 1.20 franc untuk setiap euro guna menjaga mata uang dari penguatan lebih lanjut. 

• Presiden AS Barack Obama dan petinggi Partai Republik John Boehner telah bertemu di Gedung Putih pada hari Senin untuk membahas langkah‐ langkah guna menghindari berlakunya kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja yang dapat memicu ekonomi kedalam jurang resesi. 

• Dolar melemah 0.5% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9130 dibandingkan penutupan New York hari Senin.   

• Sementara itu, Bank sentral Swiss (SNB), pada Selasa kemarin, mengatakan bahwa pihaknya berencana membuka cabang pertama di luar negeri,  di Singapura, untuk mengelola lebih baik cadangan devisa dan aset‐asetnya yang meningkat di kawasan Asia‐Pasifik. 

• Pekan ini hanya data trade balance Swiss periode November yang akan dirilis. Dengan minimnya data, maka pergerkan franc Swiss akan banyak  terpengaruh oleh perkembangan yang terjadi di AS dan juga zona euro seperti masalah “tebing fiskal” AS dan juga pemberian bailout negara zona  euro. 

Tuesday, December 18, 2012

Headline News 18.12.12


US & GLOBAL
• Bursa saham global terapresiasi pada hari Senin, didukung oleh indikasi adanya perkembangan pada negosiasi untuk menghindari apa  yang disebut dengan “tebing fiskal”, sementara kemenangan Partai Demokratik Liberal Jepang telah mengangkat dolar ke level tertinggi  20 bulan terhadap yen. 

• Pengaruh terbesar pergerakan mata uang di pasar uang dipicu kemenangan pemilihan telak bagi LDP Jepang pada hari Minggu, yang  membuka jalan bagi perubahan dalam strategi ekonomi dalam upaya mengangkat ekonomi terbesar ketiga di dunia untuk keluar dari  resesi.  Kemenangan  itu  dipandang  sebagai  tekanan  pada  Bank  of  Japan  untuk  memudahkan  lebih  lanjut  kebijakan  moneternya  pada  pertemuan bank sentral berikutnya, yang akan berakhir pada hari Kamis, dimana berpotensi memicu tekanan jual pada yen. Kebijakan  moneter yang lebih longgar dan bertambahnya pengeluaran diperkirakan untuk melemahkan mata uang, yang akan membantu untuk  membuat ekspor lebih menguntungkan. 

• Sementara  di  AS,  setelah  beberapa  pekan  terjadi  kebuntuan,  investor  kembali  ceria  setelah  adanya  pembicaraan  antara  Presiden  AS  Barack  Obama  dengan  Kepala  DPR  John  Boehner  di  Gedung  Putih  yang  telah  menambah  harapan  bahwa  Washington  akan  dapat  mencegah kenaikan pajak curam dan pemotongan belanja yang mengancam perekonomian.  

• Indeks S&P 500 ditutup pada level teratasnya dalam 2 bulan, dengan 10 sektor keseluruhannya mengalami apresiasi, dipimpin sektor  keuangan dan sektor yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. S&P Financial Index <.GSPF> naik 2.1%, sementara S&P consumer  discretionary sector <.GSPD> naik 1.8%.  Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 100.38 poin atau 0.76%, di 13,235.39. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 16.79  poin atau 1.19% di 1,430.37. Sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 39.27 poin atau 1.32% di 3,010.60.  

• Saham Bank of America <BAC.N> naik hampir 4% ke $11 dan Citigroup <C.N> bertambah 4.1% ke $39.15.   

• MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0.6% ke 338.38, namun FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0.1%.  

• Harga obligasi  pemerintah  AS  turun  menyusul  proposal  pajak  Boehner,  dengan  Treasury tenor 10  tahun  turun  19/32  dengan  yield  di  1.7699%. 

• Yen  terkoreksi  ke  level  terendah  20  bulan  terhadap  dolar  setelah  Partai  Demokratik  Liberal  memenangkan  pemilu  dimana  para  pemimpinnya menjanjikan akan melakukan pelonggaran kebijakan moneter secara agresif untuk melemahkan mata uangnya. 

• Mantan  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  kembali  ke  tampuk  kekuasaan  dengan  kemenangan  LDP.  Dia  menjanjikan  untuk  meningkatkan  perekonomian yang tengah sekarat dengan memberikan kebijakan moneter ultra longgar dan kebijakan belanja fiskal yang besar untuk  melawan deflasi, sebuah langkah untuk melemahkan yen agar memberikan keuntungan bagi sektor ekspor Jepang. 

• Euro menguat terhadap yen, tapi penguatan euro terhadap dolar AS dihambat oleh kekhawatiran soal perekonomian Eropa menyusul  pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi yang menegaskan kembali kekhawatirannya terhadap melambatnya pertumbuhan  ekonomi Eropa. 

• Di pasar New York, dolar naik 0.38% ke 83.77 yen, level terbaiknya sejak April 2011. Euro menguat 0.33% ke 110.24 yen namun turun  dari posisi puncak 8‐1/2 bulan di $1.3191 untuk kemudian diperdagangka di sekitar $1.3158, atau mencatat turun 0.04% terhadap dolar. 

• Harga minyak Brent turun, sementara harga minyak mentah AS naik menyusul berita bahwa ekspansi pemipaan di AS akan diselesaikan  bulan depan. Brent crude futures <LCOc1> turun 54 sen ke $107.64 per barel sementara U.S. January crude <CLF3> naik 47 sen ke $87.20  per barel.  


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  diperdagangkan  sedikit  berubah  Senin  lalu  dari  tanda‐tanda  dari  pergerakan  nyata  pertama  minggu  ini  dalam  negosiasi  berkenaan dengan "fiscal cliff" yang mana menetralkan beberapa aksi beli pada safe‐haven pada logam mulia.  

• Pada  awal  hariannya,  logam  mulia  naik  dari  harapan  bahwa  Bank  of  Japan  akan  menggunakan  stimulus  moneter  yang  lebih  setelah  perdana menteri Jepang berikutnya, Shinzo Abe, menyebutkan langkah agresif untuk mendorong pertumbuhan.  

• Tetapi emas mendapat tekanan Senin lalu setelah juru bicara DPR AS John Boehner pada proposal terakhir "fiscal cliff" pada Presiden  Barack Obama akan untuk pertama kalinya melihat kenaikan pajak pendapatan (pendapatan kelas atas).  

•  "Should we get a sell‐off, we suspect gold will be caught up in the resulting downdraft. We remain cautious on the markets short‐term,"  ungkap Edward Meir, analis precious metals pada brokerage INTL FCStone.     


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak Brent turun, sementara harga minyak mentah AS naik menyusul berita bahwa ekspansi pemipaan di AS akan diselesaikan  bulan  depan  dan  optimisme  mengenai  kesepakatan  untuk  menghindari  “tebing  fiskal”.  Brent  crude  futures  <LCOc1>  turun  54  sen  ke  $107.64 per barel sementara U.S. January crude <CLF3> naik 47 sen ke $87.20 per barel.   

• Enterprise Products Partners LP <EPD.N> dan rekanan Enbridge Inc <ENB.TO> berencana untuk memperluas jaringan pipa Seaway untuk  mengangkut 850.000 barel per hari minyak mentah antara Oklahoma dan Texas selatan selama kuartal pertama tahun 2014, seorang juru  bicara Perusahaan mengatakan pada hari Senin. Jaringan pipa Seaway yang menyalurkan 150.000 bpd akan diekspansi menjadi 400.000  bpd pada bulan depan. 

• Trader  akan  menantikan  rilis  data  stok  minyak  mingguan  AS  dari  American  Petroleum  Institute  dan  U.S.  Energy  Information  Administration pada hari Selasa dan Rabu untuk melihat prospek pergerakan harag minyak kedepannya. 


EURO ZONE
• Ekspor zona euro melonjak pada bulan Oktober dan gaji tumbuh secara moderat dalam kuartal ketiga, dalam tanda‐tanda terakhir pada blok utang  yang berusaha mendapatkan kembali keunggulan kompetitifnya.  

• Neraca perdagangan zona euro dengan seluruh dunianya mengalami kenaikan/surplus 10.2 milyar euro ($13 milyar) pada bulan Oktober, versus  defisit setahun yang lalu, dan penjualan luar negeri meningkat 14 persen, kantor statistik Uni Eropa Eurostat menunjukkannya Senin lalu.  

• Yunani, Spanyol dan Portugal, yang merupakan pusat dari krisis tiga tahunan blok tersebut, semuanya memangkas defisit neraca perdagangan  dengan melebarkan marjin pada bulan Januari‐hingga‐September dan Italia meskipun naik tipis pada surplus dibandingkan tahun yang lalu.  

• Pertumbuhan ekonomi melambat ke tingkat yang mengkhawatirkan sepanjang zona euro dan tidak hanya dipinggiran, anggota dewan gubernur  European Central Bank Erkki Liikanen mengatakan dalam suatu wawancara untuk di publikasikan di Jerman pada surat kabar Welt am Sonntag.  


U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 2,5 bulan terhadap dolar pada perdagangan hari Senin, terangkat oleh maraknya permintaan dari  investor Timur Tengah  dan juga perusahaan‐perusahaan. Sterling mencatat intraday high di $1.6217, level tertingginya sejak awal Oktober, hanya sedikit di bawah level tertinggi 5  Oktober di $1.6218. Sterling terakhir tercatat naik 0.2% di sekitar $1.6197 dibandingkan dengan level penutupan New York hari Jumat. 

• Maraknya permintaan dari investor Timur Tengah di awal sesi telah mengangkat sterling, dilanjutkan oleh permintaan dari sejumlah perusahaan. 

• Investor akan mencermati data inflasi Inggris pada hari Selasa ini dan juga minutes dari sidang BoE pada hari Rabu untuk melihat peluang bank sentral  melaksanakan  program  pembelian  obligasi  lebih  lanjut,  dan  juga  data  penjualan  ritel  (retail  sales)  pada  hari  Kamis.  Data  retail  sales  diprediksi  akan  mengangkat sterling jika dirilis di atas perkiraan. 

• Euro tercatat melemah 0.2% terhadap sterling di sekitar 0.8120 pound setelah mencatat intraday high mendekati level tertinggi 2 bulan di sesi Asia di level  0.8155 pound. 

• Jika data inflasi dan retail sales dirilis naik di atas perkiraan pasar, maka berpotensi mengurangi peluang BoE melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut  dan dapat memicu kenaikan sterling. 


JAPAN
• Perdana  menteri  Jepang  berikutnya  Shinzo  Abe  mengatakan  bujet  ekstra  pada  rencana  pemerintah  untuk  mengkompilasi  akan  besaran  dalam  ukuran kesejangan output negara, yang mana dibelakangnya terjadi deflasi.  

• Dia  juga  mengatakan  dalam  konferensi  berita  pemerintah  yang  akan  mengembalikan  lagi  Dewan  Kebijakan  Ekonomi  dan  Fiskal,  suatu  panel  penting yang ada ditempat ketika Partai Liberal Demokratik yang sebelumnya berkuasa, dan akan meminta gubernur dari Bank of Japan untuk  menghadiri meeting‐nya.  

• Perang terhadap deflasi di Jepang akan dimulai dengan pertempuran pada resesi yang memperkuat konsumen.  

• Partai Liberal Demokratik, yang menggebrak untuk kemenangan pemilu Minggu lalu, mengharapkan meyakinkan orang‐orang Jepang lainnya pada  kebijakan moneter yang agresif yang berlanjut pada inflasi. Pesannya : buy now before prices start rising again.  


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar mencapai level tertinggi tahunannya terhadap yen dan bertahan mendekati level puncak bulanannya terhadap  dollar AS Senin lalu karena perubahan pada pemerintah di Jepang yang menaikkan prospek untuk kebijakan stimulus moneter yang lebih agresif.  

• Ekonom ANZ memprediksi tingka suku bunga akan dipangkas dua persen hingga akhir tahun 2013 dan diperkirakan kemungkinan ide yang bagus  untuk pemerintah dengan melangkah mundur dari langkah rencana surplus bujet.  

• Dalam  laporan  bulanan  Senin  lalu,  mereka  membuat  prediksi  tingkat  suku  bunga  berdasarkan  pelemahan  perekonomian  Australia  dan  hanya  kenaikan secara moderat pada produksi dalam diseluruh dunia.  

• Harga Australian bond futures menguat karena investor melakukan aksi ambil untung dari aksi jual baru‐baru ini pada local fixed‐income assets.  


SWISS
• Franc Swiss bergerak sedikit di bawah level tertinggi 8 bulan terhadap dolar pada perdagangan hari Senin, setealh dolar terkoreksi secara luas pada  hari Jumat lalu. 

• Dolar mengalami koreksi sejak hari Jumat lalu, dipicu program pembelian sekuritas berbasis hipotek dan Treasury sebesar $85 milyar per bulan  oleh  The  Fed.  Kondisi  ini  diimabngi  oleh  kekhawatiran  terjadinya  krisis  keuangan  AS  yang  disebut  dengan  istilah  “tebing  fiskal”,  yang  memicu  kenaikan tajam pajak dan pemangkasan anggaran, yang mana jika hal ini terjadi maka dapat memicu menguatnya dolar sebagai mata uang safe‐ haven. 

• Dolar bergerak stabil di sekitar 0.9175 franc dibandingkan dengan level penutupan New York hari Jumat. Euro juga bergerak stabil terhadap franc   Swiss di sekitar 1.2080 franc.  

• Pekan ini hanya data trade balance Swiss periode November yang akan dirilis. Dengan minimnya data, maka pergerkan franc Swiss akan banyak  terpengaruh oleh perkembangan yang terjadi di AS dan juga zona euro seperti masalah “tebing fiskal” AS dan juga pemberian bailout negara zona  euro. 

Monday, December 17, 2012

Headline News 17.12.12


US & GLOBAL
• Saham  global  jatuh  pada  Jumat  menyusul  kegelisahan  atas  kurangnya  kemajuan  dalam  negosiasi  fiskal  AS  dan  tanda‐tanda  resesi  mendalam di zona euro, namun data menunjukkan ekspansi yang kuat di bidang manufaktur China sehingga  membantu mengangkat  harga  minyak.  Sektor  manufaktur  China  mengalami  ekspansi  di  awal  Desember  pada  level  terpesatnya  dalam  14  bulan  seiring  meningkatnya order baru dan tenaga kerja, menambah optimisme terhadap peningkatan pemulihan ekonomi di negara tersebut.  

• Dolar terkoreksi dari level tertinggi hampir 1 bulan terhadap yen sementara euro menguat ke level tertinggi terhadap dolar sejak awal  Mei setelah data inflasi AS dirilis turun untuk pertama kalinya selama 6 bulan terakhir di periode November dan semakin memperkuat  dukungannya terhadap langkah pelonggaran moneter The Fed. The Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0%  hingga tingkat pengangguran turun paling tidak menjadi 6.5% dan selama inflasi tidak mengancam untuk menembus di atas 2.5% dan  ekspektasi inflasi tetap stabil. Pembicaraan antara Presiden Barack Obama dan Ketua DPR John Boehner pada negosiasi anggaran yang  dirancang untuk menghindari "tebing fiskal" terlihat jelas terhenti pada hari Jumat. Sebuah pemangkasan anggaran belanja pemerintah  dan  kenaikan  tajam  pajak  diperkirakan  akan  menyerap  dana  hingga  $600  milyar  yang  akan  dimulai  pada  Januari  tahun  depan,  jika  Gedung Putih dan Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk menghindari apa yang disebut dengan “tebing fiskal”, dimana hal ini akan  mendorong ekonomi AS jatuh kedalam resesi. Frustrasi investor atas lambannya kemajuan negosiasi yang didapat ditunjukkan dengan  penurunan 0.6% pada indeks S&P 500 pada hari Kamis sebelumnya. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 35.71 poin atau 0.27% di 13,135.01. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 5.87  poin atau 0.41% di 1,413.58. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 20.83 poin atau 0.70% di 2,971.33.   Nasdaq tertekan setelah terjadi penurunan 3.8% pada saham raksasa teknologi Apple <AAPL.O> setelah UBS memangkas target harga  saham menjadi $700 dari $780 sementara iPhone 5 disambut dingin dalam debut pertamanya di China. Saham Apple yang ditutup di  $509.79, telah melemah dalam beberapa bulan terakhir karena beberapa alasan yang mendasarinya setelah mencapai puncaknya di  $705 di bulan September, diantaranya karena investor mengunci keuntungannya menjelang jadwal kenaikan capital‐gains untuk tahun  depan. 

• MSCI  global  stock  index  <.MIWD00000PUS>  turun  0.04%  ke  336.67  poin.  Saham  Eropa  tergelincir  menyusul  sikap  ambil  untung  oleh  investor  setelah  mencapai  level  tertinggi  18‐bulan  awal  pekan  kemarin,  dan  beberapa  mengatakan  indeks  Eropa  tersebut  rentan  terhadap koreksi lebih dalam seiring pembicaraan anggaran AS mengalami jalan buntu. FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.1%  di 1,133.36.  

• Membaiknya data manufaktur China telah memberikan dukungan positif terhadap prospek ekonomi AS dan juga global. China adalah  negara konsumen minyak terbesar kedua dunia setelah AS. Brent crude <LCOc1> ditutup menguat $1.24 di $109.15 per barel, kenaikan  mingguan pertamanya di bulan ini setelah 2 pekan mengalami kerugian. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik 84 sen di $86.73.  

• Namun outlook ekonomi zona euro masih suram. Data manufaktur Jerman yang mengecewakan dan naiknya tingkat pengangguran di  zona euro telah meredam pengaruh positif atas kenaikan tipis pada data PMI sektor jasa Jerman. Data PMI sektor manufaktur Jerman  turun ke  46.3 di bulan Desember dari  46.8 di bulan sebelumnya, masih di bawah angka  50 yang mengindikasikan sektor manufaktur  mengalami kontraksi. Data juga dirilis di bawah ekspektasi pasar 47.2 

• Euro  menguat  0.64%  ke  $1.3160,  sementara  dolar  terkoreksi  0.15%  ke  83.48  yen.  Yen  awalnya  melemah  setelah  media  Jepang  melaporkan Partai Demokratik Liberal diprediksi akan memangkan pemilu hari Minggu, memperkuat spekulasi bahwa pemimpin parta  tersebut, Shinzo Abe, akan berada dalam posisi yang kuat untuk mendorong pelonggaran moneter yang lebih tegas. 

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 8/32 dengan yield 1.7041%. Departemen tenaga kerja AS melaporkan indeks harga konsumen  (CPI) turun 0.3% bulan lalu, dipicu turun tajamnya harga bensin yang mengimbangi kenaikan di sektor lainnya. Data juga menunjukkan  penurunan tertajamnya sejak Mei setelah mencatat kenaikan 0.1% di bulan Oktober sebelumnya. Penurunan CPI periode November juga  lebih tajam dibandingkan perkiraan pasar yaitu turun 0.2%. 

• Harga emas masih berada di bawah $1,700 per ons, berakhir relatif stabil namun mencatat penurunan dalam 3 pekan, dipicu sesi  libur  perdagangan  dan  buntunya  negosiasi  diantara  dewan  kebijakan  moneter  AS.  Harga  emas  ditutup  di  $1,694.84  per  ons,  turun  0.1%  dibandingkan penutupan Kamis.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  bertahan  dibawah  level  $  1700  per  ons  Jumat  lalu,  ditutup  bertahan  pada  level  harian  tetapi  turun  dalam  level  terendah  tiga  minggunya,  terhambat  oleh  volume  perdagangan  yang  tipis  dari  musim  liburan  kedepannya  dan  ketidakpastian  berkenaan  macetnya  negosiasi bujet AS. 

• Perak ditutup ke  level  terendah mingguan. Palladium mengalami outperformed setelah data  menunjukkan menguatnya pertumbuhan  manufaktur Cina, pasar utama untuk palladium yang digunakan untuk pembersih auto emisi. 

• Dengan hanya tertinggal dua minggu lagi dalam akhir tahunnya, trader emas terlihat enggan untuk masuk dalam posisi yang besar, kata  analis. 

• "It's been a rather uninspiring day for gold. I think a lot of money is sidelined until the end of the year," kata James Steel, analis pada HSBC  di New York.    


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  naik  pada  perdagangan  hari  Jumat  dipicu  ekspektasi  meningkatnya  permintaan  dari  Cina  setelah  data  menunjukkan  sektor  manufaktur  di  negara  improtir  minyak  terbesar  kedua  di  dunia  tersebut  mengalami  peningkatan  di  bulan  Desember  pada  level  terpesatnya  selama lebih dari setahun. 

• Dengan berakhirnya kontrak Januari Brent di akhir sesi Jumat kemarin, Brent mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, mengakhiri kerugian  berturut‐turut selama 2 pekan terakhir. Sedangkan harga minyak mentah AS ditutup naik 84 sen di pekan kemarin. 

• HSBC flash purchasing managers' index untuk Cina naik ke 50.9 di bulan Desember, level tertingginya sejak Oktober 2011 dan mencatat kenaikan  bulanan kelimanay secara berturut‐turut. Angka di atas 50 mengindikasikan sektor manufaktur mengalami ekspansi 

• Ketidakpastian  dan  gejolak  di  Timur  Tengah  juga  mendukung  harga  minyak,  dengan  investor  khawatir  tentang  potensi  gangguan  pasokan  di  wilayah tersebut. 

• Brent  January  crude  <LCOF3>  naik  $1.24  ke  $109.15  per  barel,  sedangkan  Brent  February  crude  <LCOG3>  naik  $1.72  di  $108.18  per  barel.  Sementara itu U.S. January crude <CLc1> ditutup naik 84 sen di $86.73 per barel. Kontrak Januari untuk minyak mentah AS akan berakhir pada 19  Desember. 


EURO ZONE
• European  Central  Bank,  siap  untuk  mengambil  pengawasan  pada  bank‐bank  regional,  dikatakan  Jumat  lalu  tidak  terdapat  bentuk  kepuasan  mengikuti  tanda‐tanda  awal  dari  meredanya  ketegangan dalam pasar keuangan.  

• Itu memaksa pemerintah untuk mendorong kedepannya melalui reformasi.  

• Ketegangan dalam pasar obligasi zona euro telah mereda sejak Presiden ECB Mario Draghi berjanji pada bulan Juli untuk melakukan apapun yang dapat diambil untuk menjaga euro tetapi  beberapa resiko masih mengemuka.  

• Jerman menyangkal seruan untuk berbagi resiko finansial dalam zona euro Jumat lalu, menolak proposal untuk pendanaan membantu beban utang negara untuk mengatasi economic shocks  dan membiarkan terbuka siapa yang akan membayar untuk akhirnya menekan bank‐bank. Apalagi pemilu tahun depan Jerman yang terus dipantau oleh pasar. 

• Aktivitas sektor jasa Jerman melonjak pada bulan Desember, membantu sektor swasta mengalami ekspansi untuk pertama kalinya sejak bulan April yang menandai negara dengan ekonomi  terbesar di Eropa itu kemungkinan luput dari kontraksi kuartal keempatnya, survei menunjukkannya. 


U.K.
• Sterling jatuh ke level terendah lebih dari sepekan terhadap euro pada hari Jumat setelah Standard & Poor's memangkas proyeksinya untuk obligasi pemerintah Inggris menjadi  negatif, mengancam resiko turunnya peringkat utang AAA negara kerajaan tersebut. Euro menguat 0.3% terhadap sterling di sekitar 0.8140 pound, setelah mencatat intraday  high di 0.8146, level tertingginya sejak 5 Desember. 

• Di akhir Kamis lalu, S&P mengatakan 1 dalam 3 peluang Inggris akan mengalami downgrade (penurunan peringkat) dalam 2 tahun kedepan. Namun pelemahan sterling terlihat  terbatas  karena  outlook  S&P  sejalan  dengan  lembaga  pemeringkat  lainnya  seperti  Fitch  dan  Moody’s.  Namun  jika  kondisi  ekonomi  terus  memburuk,  maka  akan  semakin  memperkuat peluang untuk dilakukan downgrade. 

• Sementara itu sterling berhasil rebound terhadap dolar hingga mencatat intraday high di $1.6177, level tertingginya sejak 17 Oktober ketika mencatat intraday high di $1.6178.  Sterling terakhir tercatat menguat 0.3% terhadap dolar di sekitar $1.6160, dibandingkan dengan penutupan New York hari Kamis. 

• Data  inflasi  AS  juga turut  membebani dolar  setelah  mencatat  penurunan pertamanya  selama 6  bulan terakhir  di periode November  dan  semakin memperkuat  dukungannya  terhadap langkah pelonggaran moneter The Fed. The Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga tingkat pengangguran turun paling tidak menjadi  6.5% dan selama inflasi tidak mengancam untuk menembus di atas 2.5% dan ekspektasi inflasi tetap stabil. 

• Sejumlah data ekonomi Inggris akan dirilis pekan ini seperti data CPI (Nov), BoE minutes (Des), retail sales (Nov), PSNB (Nov) dan GDP final (Q3). Jika data dirilis memburuk maka  akan berpotensi menekan sterling. 


JAPAN
• Industrial output Jepang naik 1.6 persen pada bulan Oktober, revisi data menunjukkannya Jumat lalu, memperkirakan bahwa factory output kemungkinan telah keluar  dari level terbawahnya sementara itu meluasnya ekonomi yang terlihat dalam resesi yang dihadapi dari perlambatan (ekonomi) global.  

• Gambaran dibandingkan dengan data awalnya yang naik 1.8 persen dan mengikuti penurunan 4.1 persen pada bulan September, data dari Menteri Perekonomian,  Perdagangan dan Industri (METI) menunjukkannya.  

• Ekonom telah bertahan dengan perkiraan dengan Jepang membuat recovery yang rapuh pada awal tahun depan untuk keluar dari bayang‐bayang resesi, dengan  tingginya ekspektasi bahwa pemilu hari Minggu akan mendorong tujuan pemerintah baru pada pelonggaran kebijakan moneter yang agresif, sebuah polling Reuters  menunjukkannya. 


AUSTRALIA
• Australia  dan  New  Zealand  dollar  memperluas  penguatannya  versus  yen  Jumat  lalu  dari  tumbuhnya  ekspektasi  Bank  of  Japan  akan  menambah  untuk  mencetak  uang,  yang  membawa mata uang mencatatkan penguatan tajam mingguannya.  

• Aussie dan kiwi dollar berada dekat level tertinggi bulanan terhadap mitra AS‐nya, didorong oleh membaiknya data HSBC PMI yang mengacu pada aktivitas maufaktur Cina bulan  Desember.  

• Aussie <AUD=D4> naik ke level $1.0577, dari level $1.0527 pada awalnya, yang telah naik ke level tertinggi tiga bulannya $1.0585 minggu ini telah mencatatkan kenaikan 0.5  persen dalm mingguannya.  

• Australia telah digambarkan sebagai "Iron Man" oleh negara‐negara utama industri, setelah menghasilkan 21 tahun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan membangun  kondisi yang harus membantu melindungi dari tantangan global di masa depan.  

• Harga Australian bond futures merosot dari pergerakan mata uang global dan rendahnya likuiditas. 


SWISS
• Franc Swiss melanjutkan apresiasinya terhadap dolar pada hari Jumat, mencatat kenaikan dalam 4 sesi berturut‐turut dan menembus level tertinggi sejak awal Mei setelah The  Fed mengatakan akan melanjutkan program pembelian obligasinya. Progran bulanan The Fed sebesar $85 milyar untuk pembelian sekuritas berbasis hipotek dan Treasury telah  menekan dolar, karena banyak investor melihat kebijakan seperti itu sama saja dengan mencetak lebih banyak uang dan berdampak pada pelemahan terhadap nilai dolar. 

• Namun  kondisi  tersebut  juga  diimbangi  oleh  kekhawatiran  terhadap  krisis  keuangan  di  AS  yang  biasa  disebut  dengan  “tebing  fiskal”,  yang mana  jika  ini  terjadi  maka  secara  otomatis  akan  memicu  pemangkasan  belanja  dan  kenaikan  tajam  pada  pajak,  yang berpotensi mendorong  ekonomi  AS  kedalam  jurang  resesi.  Kondisi  tersebut bisa berbalik  menguntungkan dolar sebagai mata uang yang dianggap lebih aman resiko. 

• Data  inflasi  AS  juga turut  membebani dolar  setelah  mencatat  penurunan pertamanya  selama 6  bulan terakhir  di periode November dan  semakin memperkuat  dukungannya  terhadap langkah pelonggaran moneter The Fed. The Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga tingkat pengangguran turun paling tidak menjadi  6.5% dan selama inflasi tidak mengancam untuk menembus di atas 2.5% dan ekspektasi inflasi tetap stabil. 

• Dolar terkoreksi terhadap franc Swiss ke level intraday low di 0.9163 franc, level terendahnya sejak 4 Mei, dan terakhir bergerak di sekitar 0.9185, atau mencatat melemah 0.5%  dibandingkan penutupan New York hari Kamis. 

• Pekan ini hanya data trade balance Swiss periode November yang akan dirilis. Dengan minimnya data, maka pergerkan franc Swiss akan banyak terpengaruh oleh perkembangan  yang terjadi di AS dan juga zona euro seperti masalah “tebing fiskal” AS dan juga pemberian bailout negara zona euro.

Friday, December 14, 2012

Headline News 14.12.12



US & GLOBAL
• Rally saham dunia selama 7 hari terakhir terhenti dan harga komoditas turun di hari Kamis setelah proses negosiasi untuk menghindari  “tebing  fiskal”  AS  menemui  hambatan,  dimana  kubu  Partai  Republik  dan  Gedung  Putih  menunjukkan  sikap  frustrasi  atas  minimnya  kemajuan yang didapat selama proses negosiasi. 

• Wall  Street  terkoreksi  setelah  Ketua  DPR  AS  John  Boehner,  petinggi  Partai  Republik  di  Kongres,  menolak  untuk  mengalah  dalam  negosiasi  yang  berjalan  alot  dengan  Presiden  Barack  Obama  mengenai  rencana  fiskal  yang  baru.  Boehner  menunjukkan  sikap  frustrasinya mengenai pembicaraan dengan pihak Gedung Putih untuk menghindari terjadinya “tebing fiskal”. 

• Kekhawatiran investor terhadap perkembangan yang terjadi telah memaksa indeks S&P 500 untuk mengakhiri rally‐nya selama 6 hari  terakhir, saham Eropa tergelincir dari level tertinggi 18 bulan dan indeks ekuitas dunia dalam MSCI mengakhiri kenaikannya selama 7 hari  terakhir. 

• Data semalam menunjukkan penjualan ritel AS meningkat di bulan November dan jobless claims turun tajam di pekan lalu, memberikan  harapan akan membaiknya pemulihan ekonomi AS. Namun laporan positif tersebut tetap gagal mendorong investor untuk melakukan  aksi beli lebih lanjut karena kekhawatiran mereka terhadap minimnya kemajuan dalam pembahasan soal anggaran AS. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 74.73 poin atau 0.56% di 13,170.72. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  9.03 poin atau 0.63% di 1,419.45. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 21.65 poin atau 0.72% di 2,992.16.   

• Indeks ekuitas dunia dalam MSCI turun 0.29% ke 336.82.  

• Bursa saham Eropa melemah, dipicu oleh penurunan saham sektor kesehatan, setelah ketidakpastian seputar negosiasi anggaran AS.  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0.42% di 1,134.86, mengakhiri rally‐nya selama 3 pekan yang telah mendorong harga  indeks ke level tertinggi 18 bulan. 

• Sementara  harga  minyak  mentah  turun  di  bawah  $109  dipicu  meningkatnya  stok  minyak  mentah  AS  dan  kekhawatiran  ekonomi  AS  berpotensi jatuh kedalam resesi jika kesepakatan anggaran tidak segera tercapai. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari  <LCOc1>, yang kontraknya berakhir pada hari Jumat, turun $1.59 di $ 107.91 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS berjangka  <CLc1> untuk pengiriman Januari turun 88 sen di $85.89. Harga minyak mentah turun karena harga ekuitas AS juga merosot dan karena  dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang asing, yang dapat membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih mahal  bagi pemegang mata uang asing. 

• Dolar  stabil  terhadap  euro  setelah  mengalami  koreksi  selama  3  hari  terakhir,  menyusul  kekhawatiran  terhadap  potensi  krisis  fiskal  diimbangi dengan pengumuman The Fed yang akan melanjutkan stimulus moneternya. Euro menguat tipis 0.03% di $1.3076, sementara  indeks dolar naik 0.13% di 79.919.  

• Harga Treasury  AS melemah setelah data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah ekspektasi pasar. Treasury  tenor 10 tahun turun 7/32 dengan yield di 1.7265%. 

• Emas  terkoreksi  1%  menyusul  kekhawatiran  kemungkinan  The  Fed  menarik  stimulus  ekonominya  jika  pasar  tenaga  kerja  meningkat  secara dramatis. Harga logam mulia jatuh di bawah $1,700 per ons untuk pertama kalinya di pekan inidipicu kekhawatiran mengenai  “tebing  fiskal”  AS,  membayangi  daya  tarik  safe‐haven  emas.  Likuidasi  oleh  investor  institusi  besar  dalam  emas  berjangka  akibat  kekhawatiran kenaikan pajak yang tinggi di tahun baru juga turut menekan harga emas. 

• Harga emas turun 1% di $1,694.21 per ons setelah terkoreksi ke level terendah 1 pekan di $1,688.94.    


GOLD & COMMODITIES
• Harga  emas  merosot  lebih  dari  1  persen  Kamis  lalu,  gagal  untuk  menahan  penguatan  yang  dibuatnya  karena  kekhawatiran  the  Fed  mungkin menarik stimulus ekonominya jika pasar tenaga kerja membaik secara dramatis yang menekan pendanaan untuk mengurangi  perkiraan bullish (emas). 

• Logam  mulia  mencapai  level  tertinggi  dua  minggunya  pada  akhir  Rabu  lalu  setelah  the  Fed  mengatakan  rencana  untuk  membeli  $45  milyar pada obligasi jangka panjang dengan setiap bulannya senilai $40 milyar pembelian sekuritas bebasis mortgage yang diumumkan  September lalu.  

• "With the economy showing some signs of recovery, we may see  a 6.5 percent unemployment rate sooner than previously anticipated, so  longer‐dated  funds  that  are  heavily  invested  in  metals  are  looking  to  reduce  their  gold  positions,"  ungkap  Phillip  Streible,  senior  commodities broker pada futures brokerage R.J. O'Brien.    


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak jatuh pada hari Kamis dipicu kekhawatiran mengenai dampak ekonomi akibat krisis fiskal AS yang mana telah menyuramkan rilis  optimis data pekerjaan dan penjualan ritel AS. 

• Ketua  DPR  AS  John  Boehner  pada  hari  Kamis  kemarin  mengatakan  bahwa  Gedung  Putih  tampaknya  bersedia  untuk  "memperlambat  perekonomian  kita  berjalan  hingga  mendekati  tebing  fiskal",  menggarisbawahi  kurangnya  kemajuan  dalam  pembicaraan  antara  Kongres  dan  Gedung Putih untuk menghindari kenaikan pajak dan pemotongan belanja tahun 2013 yang mungkin memicu risiko resesi. 

• Pernyataannya tersebut muncul setelah rilis optimis data klaim pengangguran AS yang mendekati level terendah 4 tahun dan penjualan ritel yang  meningkat di bulan November, yang mengindikasikan perekonomian AS tengah bangkit secara perlahan. 

• Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari <LCOc1>, yang kontraknya berakhir pada hari Jumat, turun $1.59 di $ 107.91 per barel.  Sedangkan harga minyak mentah AS berjangka <CLc1> untuk pengiriman Januari turun 88 sen di $85.89. 

• Harga minyak mentah turun karena harga ekuitas AS juga merosot dan karena dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang asing, yang dapat  membuat komoditas berdenominasi dolar seperti minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. 

• Jatuhnya harga minyak terjadi setelah komoditas dan nilai ekuitas meningkat pada hari Rabu menyusul pengumuman Federal Reserve AS yang  akan melanjutkan rencana stimulus moneter. 

• Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memompa lebih dari sepertiga minyak dunia, bertemu di Wina pada Rabu kemarin  dan sepakat untuk mempertahankan kuota produksi mereka sebesar 30 juta barel per hari. 

• Namun  ketegangan  di  Timur  Tengah  terus  menumbuhkan  kekhawatiran  tentang  potensi  gangguan  pasokan  minyak,  sehingga  membatasi  penurunan harga minyak. Iran mengakhiri putaran pembicaraan dengan pengawas nuklir PBB pada hari Kamis dan melaporkan bahwa mereka  telah membuat kemajuan dan akan terus di lanjutkan di bulan Januari. Badan PBB tidak segera mengomentari pembicaraan. Ketegangan telah  meningkat atas program nuklir Iran, dengan sanksi internasional memotong ekspor minyak Iran. 


EURO ZONE
• Eropa mendapat kesepakatan Kamis lalu untuk memberikan European Central Bank kekuatan baru mengawasi bank‐bank zona euro dari tahun 2014, memulai langkah pertama  dalam fase terbaru integrasi untuk membantu mendukung euro.  

• Setelah lebih dari 14 jam pembicaraan dan mengikuti perundingan bulanan yang berbelit‐belit, para menteri keuangan dari 27 negara Uni Eropa menyetujui untuk menangani  otoritas  ECB  untuk  secara  langsung  mengawasi  sekurang‐kurangnya  150  dari  bank‐bank  besar  zona  euro  dan  mengintervensi  dalam  bank‐bank  kecil  pada  tanda  awal  permasalahan.  

• European Central Bank berpotensi mengizinkan skema pembelian obligasi Italia dan Spanyol untuk menyelesaikan tantangannya tahun 2012 pada persyaratan pendanaan utang  melalui keberhasilan lelang (obligasi) Kamis lalu.   

• Bank of Finland memangkas perkiraan pertumbuhan (ekonomi) untuk negaranya, menunjukkan meskipun merupakan salah satu perekonomian terkuat di Eropa telah tertekan  dari suramnya pertumbuhan (ekonomi).  


U.K.
• Sterling melemah dari posisi tertinggi 6 pekan terhadap dolar pada hari Kamis setelah investor melakukan ambil untung setelah The Fed melonggarkan kebijakan dan perhatian  pasar beralih ke masalah fiskal AS. 

• Sejumlah analis pasar memprediksi sterling berpotensi menguat terhadap dolar dalam beberapa pekan kedepan, jika dewan kebijakan BoE memberikan sinyal akan menunda  kelanjutan kebijakan moneter longgar di Inggris. 

• Dengan absennya data ekonomi Inggris yang dirilis pekan ini, maka perhatian pasar akan tertuju pada masalah anggaran pemerintah AS, yang juga disebut dengan istilah “tebing  fiskal”, sebuah kombinasi dari kenaikan tajam pada pajak dan pemangkasan anggaran belanja pemerintah, yang sedianya akan dimulai awal tahun 2013. Beberapa analis pasar  mengatakan jika anggota parlemen menyelesaikan masalah anggaran sebelum akhir tahun, maka dolar bisa melemah. 

• Sterling turun 0.3% di sekitar $1.6105 di akhir sesi New York, turun kembali dari posisi puncak 6 pekan di $1.6173 yang dicapai hari rabu setelah The Fed mengatakan akan  melanjutkan program pelonggaran kuantitatif (QE) dengan $45 milyar sebulan, di atas $40 milyar pembelian The Fed dalam sekuritas berbasis hipotek. 

• Dewan kebijakan BoE Paul Fisher mengatakan BoE kemungkinan perlu untuk melanjutkan pelonggaran moneter jika terdapat sinyal melemahnya inflasi, namun sterling tidak  banyak terpengaruh oleh komentarnya tersebut. 

• Sedangkan sebelumnya data menunjukkan order pabrikan Inggris meningkat di atas level rata‐rata bulan ini, namun sterling juga tidak bereaksi atas rilis data tersebut.  


JAPAN
• Mencetak uang dan berlanjutnya pengeluaran yang besar‐besaran akan memberikan tanda dalam beratnya utang ekonomi, tetapi investor di Jepang memperkirakan  bahwa pemimpin oposisi Shinzo Abe akan mengatur strateginya jika dia memenangkan kekuasaannya dalam pemilu nasional hari Minggu.      

• Membuat keyakinan yang kuat dengan polling pendapat untuk menjadi perdana menteri berikutnya, pemimpin Liberal Democratic Party (LDP) ingin untuk menambah  pelonggaran kebijakan moneter yang agresif bersamaan dengan beratnya belanja pekerjaan umum untuk membantu Jepang menghindari deflasi tahunannya dan  membuat yen lebih kompetitif hingga pererkonomian yang tersendat dapat dimulai kembali.  

• Resep kebijakannya, dijuluki "Abenomics" oleh media, dan ancamannya untuk membatasi kebebasan Bank of Japan, telah membawa kepanikan beberapa kalangan  bank sentral.  


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar bertahan dekat level terkuatnya dalam bulanan terhadap the greenback dan yen Kamis lalu dalam langkah yang mengejutkan pada  stimulus agresif dari the Fed AS, dan dari ekspektasi bahwa Jepang akan mengikutinya segera.  

• Aussie <AUD=D4> menguat ke level $1.0548, yang telah naik ke level tertinggi dalam tiga bulannya $1.0585 dalam awal perdagangan. Secara singkat menembus level  batas $1.0560, yang mendorong pada gelombang aksi short‐covering.  

• Ekonom mempercayai peringkat kredit Australia triple‐A adalah aman, meskipun jika pemerintah federal menekan kebanyakan janji surplusnya pada tahun finansial  ini.  

• Peritel  Australia  kemungkinan  akan  bekerja  keras,  tetapi  mereka  berjuang  kembali  dengan  grup  industri  baru  yang  dirancang  untuk  melobi  pemerintah  dalam  berbagai macam isu yang mempengaruhi sektor tersebut.  


SWISS
• Franc Swiss menguat terhadap euro pada hari Kamis setelah bank sentral Swiss (SNB) menegaskan akan mempertahankan nilai tukar minimum EUR/CHF pada level 1.20 franc  yang telah diberlakukan mulai September tahun lalu guna mencegah perekonomian jatuh kedalam resesi dan deflasi. 

• SNB mengatakan telah mempersiapkan langkah untuk membeli mata uang asing dalam jumlah tak terbatas. 

• Euro jatuh ke level intraday low 1.2074 franc dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 1.2080 atau mencatat melemah 0.3% dibandingkan penutupan New York hari Rabu. 

• Franc telah melemah dalam beberapa hari terakhir karena bank Swiss mengatakan mereka akan menerapkan suku bunga negatif untuk deposito dalam nominal franc. 

• Sementara dolar melemah terhadap franc Swiss setelah keputusan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga rendah dan akan menyediakan jumlah dolar yang cukup  untuk kebutuhan ekonomi. Namun dolar berpleuang rebound jika Gedung Putih dan Kongres gagal menghindari terjadinya “tebing fiskal” hingga akhir tahun ini. Dolar terkoreksi  ke intraday low 0.9223 franc, level terendahnya dalam 2 bulan, dan terakhir tercatat bergerak melemah 0.2% di sekitar 0.9240 franc. 

• Pemerintah Swiss mengatakan sangat optimis terhadap prospek ekonomi dengan asumsi krisis utang zona euro tidak lagi meningkat meskipun memangkas proyeksi pertumbuhan  untuk 2013 menjadi 1.3%. State Secretariat for Economics (SECO) memprediksi pertumbuhan 1% di tahun 2012, namun memangkas tipis proyeksinya untuk tahun 2013 menjadi  1.3% dari 1.4% prediksinya di bulan September lalu. SECO juga memprediksi ekspansi ekonomi akan meningkat hingga mencapai 2% di tahun 2014 dengan asumsi krisis utang  zona euro tetap terkendali dan ekonomi global memulih secara perlahan.