title cover

title cover

Wednesday, December 26, 2012

Headline News 26.12.12


US & GLOBAL
Yen anjlok pada hari  Senin  dalam  kondisi  perdagangan  yang  tipis  menyusul  buntunya  negosiasi  dalam  mengatasi  krisis keuangan  AS,  menambah  ketidakpastian  di  pasar  menjelang  perayaan  Natal.  Bursa  saham  AS  dan  pasar  obligasi  ditutup  lebih  awal,  sementara  sejumlah pasar global lainnya, seperti di Jerman dan Italia, kesemuanya ditutup. 

Yen menjadi mata uang yang mengalami pergerakan paling mencolok, yang mana jatuh ke level terendah 20 bulan setelah masuknya  kembali perdana menteri Shinzo Abe yang kembali memberi tekanan selama akhir pekan pada Bank of Japan untuk mengadopsi target  inflasi 2 persen. Dolar menguat 0.7% terhadap yen. 

FTSEurofirst300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.1% sementara MSCI index of global stocks <.MIWD00000PUS> turun tipis 0.2%.  

Ekuitas  global  telah  tertekan  oleh  kekhawatiran  tidak  akan  tercapainya  kesepakatan  untuk  menghindari  “jurang  fiskal”,  sebuah  kombinasi dari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran, yang akan mulai berlaku awal tahun depan. Jika hal ini terjadi maka akan  berpotensi membawa kembali ekonomi AS ke jurang resesi. 

Sejumlah  anggota  parlemen  AS  menyatakan  keprihatinan  pada  hari  Minggu  kemarin  bahwa  negara  itu  akan  menuju  ke  arah  "jurang  fiskal" dan beberapa anggota dari Partai Republik menuduh bahwa itu adalah tujuan sebenarnya dari Presiden Barack Obama. Negosiasi  terlihat terhenti menyusul Obama dan Ketua DPR John Boehner keluar dari Washington untuk merayakan liburan. Meskipun tidak ada  tanggal resmi untuk melakukan pembicaraan lanjutan, kedua belah pihak masih memiliki beberapa hari setelah Natal untuk menemukan  kompromi sebelum batas waktu 1 Januari ketika "jurang fiskal" mulai diberlakukan. 

Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 51.76 poin atau 0.39% di 13,139.08. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  3.49 poin atau 0.24% di 1,426.66. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 8.41 poin atau 0.28% di 3,012.60.   

Pasar  uang  bergerak  tipis.  Menyusul  ketidakpastian  soal  “jurang  fiskal”,  indeks  dolar  menguat  kurang  dari  0.1%  terhadap  sejumlah  rivalnya sementara euro bergerak flat

Aktivitas di aset lainnya juga lesu, dengan emas merayap dari level terendah 4 bulan dan minyak berjangka kontrak Februari naik 0.2% di  $88.74 per barel. 

Treasury AS tenor 10 tahun turun 2/32, dengan yield di 1.7772%. 

Dalam tahun ini, S&P 500 telah naik sekitar 13.5%. Dalam kondisi masalah anggaran AS yang belum jelas, banyak investor kemungkinan  memilih untuk mengunci keuntungannya tahun ini hingga tercapai resolusi yang pasti kedepannya. 

Sebagian besar pasar pbligasi Eropa juga tutup untuk merayakan Natal. Salah satu pasar Eropa yang buka adalah Inggris, dengan yield  untuk obligasi tenor 10 tahun naik tipis. Investor terlihat sedang mengalami ketertarikan pada saham‐saham Eropa. Data EPFR Global  melaporkan bahwa aliran kedalam dana ekuitas telah meningkat dalam 19 pekan terakhir. 

Hal lain yang akan menjadi sorotan investor adalah masalah krisis utang di zona euro yang masih terus mengancam. Pemilu di Italia dan  Jerman akan digelar di tahun depan, sementara pemerintah Spanyol, perusahaan dan perbankan masih membutuhkan dana besar untuk  mengatasi utangnya. 


GOLD & COMMODITIES
Emas hampir tidak berubah dalam sesi pra Natal Senin sebelumnya, dengan futures ditutup turun ditengah volume perdagangan yang  tipis dan ketidakpastian berkenaan dengan kondisi fiskal Amerika pada tahun mendatang.  

Kebanyakan komoditas, termasuk oil dan tembaga, ditutup melemah karena Kongres AS tertahan tanpa solusi berkenaan dengan tahun  baru setelah rencana partai Republik untuk menghindari menekan kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan gagal untuk diangkat  minggu lalu.  

"Given the condition of other markets and the relative strength of the dollar, gold is doing pretty fine," kata James Dailey, portfolio anager  pada TEAM Financial Asset Management di Pennsylvania. 


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  turun  untuk  ketiga  kalinya  pada  hari  Senin,  mengancam  menghapus  keuntungan  tipisnya  tahun  ini  menyusul  buntunya  negosiasi  dalam  upaya  menghindari  terjadinya  “jurang  fiskal”  AS  yang  dapat  berakibat  berkurangnya  permintaan  minyak dari AS, sebagai konsumen minyak terbesar dunia. 

Dengan  absennya  pembicaraan  mengenai  langkah  untuk  menyelesaikan  krisis  keuangan  AS,  maka  pergerakan  harga  minyak  mengikuti pasar ekuitas lainnya dan mengalami koreksi tipis. Pasar minyak tutup lebih awal di hari Senin, dan tutup sepenuhnya  pada hari Selasa berkenaan dengan perayaan Natal. 

Namun di akhir sesi New York, harga minyak berhasil rebound dan ditutup menguat tipis. Harga minyak berjangka Brent naik 9 sen  di $109.06 per barel dan harga minyak mentah berjangka AS naik 17 sen di $88.83 per barel. 


EURO ZONE
Yunani  didorong  untuk  menindak  para  pengemplang  pajak  seperti  para  dokter  dan  pengacara  untuk  ditangkap  dan  harus  bangkit  dari  kesuramannya,  sebuah laporan dari Uni Eropa dan International Monetary Fund mengatakannya Senin lalu.  

Yunani  juga  telah  mengumpulkan  hanya  setengah  dari  utang  pajak  dan  kurang  dari  setengah  audit  yang  dibawah  target  yang  diberikan  para  lender,  menurut survei oleh international lenders yang disusun pada bulan bulan November.  

Mitra  politik  junior  dari  Kanselir Jerman  Angela  Merkel  memperingatkan  hari  Minggu  lalu  dari  banyaknya usaha  untuk  menaikkan  pajak  setelah  pemilu  tahun depan karena negara Eropa pemenang dari disiplin bujet ini berjuang untuk menyeimbangkan neraca keuangannya.   

Menteri Keuangan telah menolak laporan berita surat kabar Der Spiegel bahwa Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble menginginkan untuk menaikkan  pajak nilai tambah dengan menyamakan 19 persen, mengurangi diskonto 7 persen dari banyaknya materi yang dibawa dalam ekstra 23 milyar euro ($30  milyar) setiap tahun.   

Otoritas pajak Perancis mengatakan mereka melaksanakan pemerinksaan "routine" dari keuangan pribadi pajabat pemerintah dan menolak laporan bahwa  Menteri Anggaran Jerome Cahuzac telah dipilih untuk penyelidikan khusus. 


U.K.
Sterling terkoreksi ke level terendah 7‐1/2 bulan terhadap euro pada perdagangan hari Senin, menyusul kekhawatiran seputar prospek ekonomi Inggris  telah  memperkuat  kemungkinan  untuk  kelanjutan  pelonggaran  moneter  di  Tahun  Baru.  Sementara  euro  menguat  secara  umum  karena  meredanya  kekhawatiran terhadap krisis moneter di zona euro, sterling justru cenderung tertekan akibat kekhawatiran Bank Sentral Inggris (BoE) kemungkinan akan  melanjutkan langkah stimulus dalam waktu dekat. 

Terhadap euro, sterling jatuh ke level terendah sejak awal Mei. Mata uang tunggal Eropa naik 0.2% ke sekitar 0.8175 pound, mendekati level resistance  jangka pendek di sekitar 0.8195 pound, level tertinggi 1 Mei. Minat bank‐bank  Jerman terhadap euro juga turut memberi dukungan terhadap menguatnya  euro dan menekan sterling. 

Rilis  buruk  sejumlah  data  ekonomi  Inggris  di  pekan  lalu  juga  telah  memicu  tekanan  pada  sterling.    Data  retail  sales  Inggris  yang  dirilis  lebih  buruk  dari  perkiraan, naiknya pinjaman public (PSNB) dan penurunan tajam pada consumer confidence periode Desember kesemuanya telah menumbuhkan spekulasi  bahwa ekonomi Inggris akan memburuk dalam beberapa bulan kedepan. 

Di sesi akhir perdagangan New York, sterling mencatat koreksi sebesar 0.3% terhadap dolar di sekitar $1.6125. 


JAPAN
Perdana Menteri Jepang berikutnya, Shinzo Abe, memperbarui kembali tekanan pada bank sentral untuk mengadopsi target inflasi 2 persen, yang  mengatakan bahwa dia akan mencoba untuk merevisi hukum yang menjamin kebebasannya (bank sentral) jika permintaannya tidak terpenuhi.  

Dia juga mengatakan akan memilih seseorang yang setuju dengan pandangannya dari kebutuhan untuk memantapkan monetary easing dengan  menggantikan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa ketika masa jabatannya berakhir April tahun depan.  

Lembaga jasa keuangan Jepang akan mempertimbangkan kebutuhan bank‐bank utama disamping tiga megabank utama untuk menjaga tingginya  rasio modal karena pentingnya kesisteman, business daily Nikkei melaporkannya. 


AUSTRALIA
Australian dan New Zealand dollars melemah ke level terendah mingguannya terhadap the greenback dalam sesi liburan yang pendek Senin sebelumnya,  yang telah tertekan dari aksi ambil untung karena pasar mengkhawatirkan mengenai prospek dari resesi AS. 

Dengan partai Republik dan Demokrat mendekati kesepakatan, khawatir telah memucaknya AS untuk kepada apa yang disebut "fiscal cliff" dalam tahun  baru, yang memicu kuatnya pemangkasan pembelanjaan pemerintah dan kenaikan pajak.  

Aussie  dollar  merosot  sekitar  0.2  persen  ke  level  $1.0367  <AUD=D4>,  level  terendah  sejak  23  Nov.,  berlanjut  pada  tekanan  level  puncak  tiga  bulannya  dilevel $1.0585 yang terjadi pada 12 Des. Perdagangan bertahan dengan berada pada kisaran antara $1.0367/0416.  

Pasar obligasi Australia ditutup pada perdagangan yang pendek dari sesi pra Natal dan melemah pada perdagangan yang tipis.  


SWISS
Franc Swiss bergerak tipis pada hari Senin menjelang libur Natal dan franc berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar jika dewan kebijakan moneter AS  gagal mencapai kesepakatan sebelum akhir tahun ini untuk menghindari krisis keuangan.  

Gedung  Putih  pada  hari  Jumat  mencoba  menyelamatkan  perundingan  anggaran  AS  yang  sempat  terhenti  setelah  rencana  Partai  Republik  diajukan  di  Kongres, namun ada sedikit kemajuan menyusul anggota parlemen dan Presiden Barack Obama meninggalkan Washington untuk merayakan Natal. Dalam  sambutannya sebelum terbang ke Hawaii untuk beristirahat, Obama mengisyaratkan pencapaian kesepakatan jangka pendek pada pajak dan memperluas  asuransi pengangguran untuk menghindari dampak terburuk dari "jurang fiskal" pada warga Amerika berpenghasilan rendah pada awal Tahun Baru. Obama  mengatakan ia ingin menandatangani undang‐undang perluasan pemotongan pajak era‐Bush untuk 98% warga Amerika dalam beberapa hari mendatang. 

Pekan lalu franc Swiss menembus level tertinggi terhadap dolar sejak awal Mei menyusul pengumuman pembelian aset lebih lanjut oleh The Fed. Namun  penguatan franc terganjal oleh kekhawatiran investor terhadap kemampuan dewan kebijakan moneter AS untuk mencapai kesepakatan guna menghindari  terjadinya “jurang fiskal” di awal 2013 mendatang. 

Franc Swiss tercatat menguat 0.1% terhadap dolar di sekitar 0.9153 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap euro,  franc Swiss bergerak relatif stabil di sekitar 1.2072 franc. 

Pasar forex tutup pada hari Selasa, 25 Desember 2012 berkenaan dengan perayaan Natal. 

Monday, December 24, 2012

Headline News 24.12.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  terkoreksi  pada  perdagangan  hari  Jumat,  dengan  euro  dan  harga  minyak  juga  melemah  menyusul  macetnya  negosiasi dewan kebijakan moneter AS untuk menghindari “jurang fiskal” dan juga buruknya rilis data ekonomi Eropa. 

Sebuah  proposal  dari  Ketua  DPR  AS  John  Boehner  untuk  menghindari  "jurang  fiskal"  gagal  mendapatkan  dukungan  dari  anggotanya  sesama  Partai  Republik  pada  hari  Kamis,  sebuah  keraguan  baru  atas  negosiasi  untuk  menghentikan  kenaikan  pajak  dan  pemotongan  belanja otomatis pada bulan Januari yang bisa mendorong ekonomi AS kembali ke dalam resesi. 

Wall  Street  mempertajam  pelemahannya  setelah  Boehner  mengatakan  para  pemimpin  Kongres  dan  Presiden  Barack  Obama  harus  mencoba untuk beralih dari kegagalan "rencana B," tetapi ia tidak menjelaskan jalan yang jelas ke depan. Indeks ekuitas global MSCI  jatuh 0.83% ke 339.74. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 120.88 poin atau 0.91% di 13,190.84. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  13.54 poin atau 0.94% di 1,430.15. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 29.38 poin atau 0.96% di 3,021.01.   Dalam sepekan, Dow telah naik 0.4%, S&P 500 naik 1.2% dan Nasdaq bertambah 1.7%.  

Rilis  buruk  data  consumer  confidence  AS  kian  menambah  suramnya  perdagangan  Jumat  kemarin.  Data  final  untuk  indeks  sentimen  konsumen periode Desember dari Thomson Reuters/University of Michigan Surveys of Consumers turun ke 72.9 dari 74.5 pada laporan  awalnya. Data juga berada di bawah ekspektasi pasar sebelumnya di 74.7. 

Rilis  lebih  rendah  dari  perkiraan  untuk  data  ekonomi  Eropa  juga  turut  menambah  lesunya  perdagangan  bursa  saham.  Indeks  kepercayaan  konsumen  Jerman  turun  ke  level  terendah  selama  lebih  dari  setahun  terakhir,  Inggris  merevisi  turun  data  PDB‐Q3  dan  Swedia memangkas proyeksi ekonominya. Gabungan dari kekhawatiran investor ini telah memicu tekanan jual pada indeks saham dunia  secara umum dan mendorong investor untuk beralih kepada aset aman resiko. 

Indeks  FTSEurofirst  300  ditutup  melemah  0.32%  di  1,139.17,  sedikit  di  bawah  level  tertinggi  19  bulan  di  1,144.15  yang  dicapai  sebelumnya di pekan kemarin. Turunnya saham perbankan turut memberikan kontribusi pada melemahnya bursa Eropa. Indeks blue‐ chip zona euro, Euro STOXX 50, juga turun 0.3% ke 2,651.09 poin. 

Euro jatuh 0.45% ke $1.3183. Sedangkan dolar, yen dan juga obligasi Jerman dan AS berhasil menguat menyusul turunnya pasar ekuitas  di London, Paris dan Frankfurt serta pasar Asia. German Bund futures <FGBLc1> naik 45 derajat ke 144.77, melanjutkan penguatannya  sejak Kamis. Sedangkan Treasury AS tenor 10 tahun naik 10/32 dengan yield di 1.7632%.  

Para politisi AS masih memiliki waktu 10 hari untuk menyelesaikan perdebatan soal langkah‐langkah strategis untuk menghindari “jurang  fiskal”, meskipun sebagian besar pengamat pasar masih optimis kedua belah pihak terus berupaya untuk mengakhiri perbedaan diantara  mereka.  

Harga minyak turun dengan Brent crude oil <LCOc1> turun $1.23 ke  $108.97 per barel dan U.S. oil futures <CLc1) berakhir melemah  $1.47 di $88.66. 

Emas  bergerak  mendekati  level  terendah  4  bulan  meskipun  kemudian  berhasil rebound  di akhir  sesi  setelah investor  kecewa  dengan  melemahnya euro dan macetnya negosiasi dalam mengakhiri krisis keuangan di AS. Harga emas ditutup di sekitar $1,655.59, naik 0.5%  dibandingkan penutupan hari Kamis. Di awal sesi Jumat kemarin harga emas sempat anjlok ke $1,635.24, mendekati level terendah 4  bulan yang dicapai hari Kamis sebelumnya di $1,635.09. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  ditutup  sedikit  menguat  Jumat  lalu  setelah  rebound  dari  level  terendah  yangmendekati  empat  bulannya,  tetapi  logam  mulia  mencatatkan penurunan tertajam mingguannya sejak bulan Juni, karena ketidakpastian berkenaan dengan bujet AS yang menekan logam  mulia kebanyakan dalam minggu ini.   

Pengambil kebijakan dari Partai Republik dalam Kongres bertahan mendukung pada proposal untuk menghindari apa yang disebut “fiscal  cliff” Jumat lalu, memaksa permasalahan bahwa kesepakatan bujet tidak tercapai sebelum akhir tahun untuk menahan $600 milyar pada  kenaikan pajak dan memangkas pembelanjaan. 

"Given today's trade, there's one constituency in the market at least that seems to think bulls are getting ready to defend gold more  aggressively after the free fall earlier in the week," kata Adam Sarhan pada Sarhan Capital di New York.  

"To me, a sustainable rally in gold can only take place when the market gets back above its 200‐day moving average. Barring that, we  could technically head to as low as $1,523."  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak jatuh lebih dari 1% pada hari Jumat, memangkas kenaikannya di awal pekan kemarin setelah anggota parlemen Republik di  Amerika Serikat menolak dukungan untuk usulan menghindari apa yang disebut dengan istilah "jurang fiskal". 

Kekhawatiran bahwa kesepakatan anggaran tidak akan tercapai hingga akhir tahun ini ditambah dengan rilis  buruk data kepercayaan  konsumen  di  AS  dan  Jerman, telah  mendorong  investor untuk  melepas  aset‐aset  beresiko  seperti  saham  dan minyak.  Dolar  menguat  karena posisinya sebagai aset aman resiko, kian menambah tekanan pada harga minyak. 

Sebuah  proposal  dari  Ketua  DPR  AS  John  Boehner  untuk  menghindari  "jurang  fiskal"  gagal  mendapatkan  dukungan  dari  anggotanya  sesama  Partai  Republik  pada  hari  Kamis,  sebuah  keraguan  baru  atas  negosiasi  untuk  menghentikan  kenaikan  pajak  dan  pemotongan  belanja otomatis pada bulan Januari yang bisa mendorong ekonomi AS kembali ke dalam resesi. 

Harga minyak turun dengan Brent crude oil  <LCOc1> turun  $1.23 ke  $108.97  per barel dan U.S. oil futures <CLc1) berakhir  melemah  $1.47 di $88.66. 

Kalangan  analis  cenderung  optimis  untuk  prospek  pasar  minyak  di  Tahun  Baru,  setelah  data  CIna  menunjukkan  meningkatnya  permintaan dan ekspektasi terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi global. Pertumbuhan permintaan minyak dunia diprediksi naik  di tahun 2013 menyusul memulihnya ekonomi AS. 

EURO ZONE
Anggota dewan gubernur European Central Bank Jens Weidmann mengekspektasi sedikit kemajuan berkenaan dengan fiscal union Eropa karena terdapat  sedikit political will/kemauan politik untuk melepaskan kedaulatan nasional, dikutip pernyataannya dalam suatu wawancara. 

Consumer  morale  Jerman  anjlok  ke  dalam  rangkaian  penurunan  ke  level  terendah  empat  bulannya  yang  lebih  dari  setahun  karena  para  pembelanja  bertambah kekhawatirannya dari pengaruh krisis utang zona euro yang dialami negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut. 

Perancis bertujuan untuk membawa kesenjangan  bujet pada pembatasan Uni Eropa tahun depan, Presiden Francois Hollande mengatakannya, meskipun  bukti‐bukti terbaru perekonomian ditutup menuju stagnan. 


U.K.
Sterling  jatuh  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  pembicaraan  untuk  menyelesaikan  krisis  anggaran  AS  terhenti  dan  buruknya  data  ekonomi  Inggris  kian  menambah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi negara tersebut. 

Berkembangnya kekhawatiran seputar “jurang fiskal” AS, yang akan mengancam perekonomian jatuh kedalam resesi, telah membantu mendorong investor untuk  memburu dolar yang dipandang lebih liquid dan manjauhi sterling. Mata uang Inggris, yang kurang liquid dibanding dolar, cenderung tertekan disaat pertumbuhan  ekonomi global memburuk. 

Sterling terkoreksi 0.7% terhadap dolar di sekitar $1.6160 dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Koreksi tersebut telah menjauhkannya dari level tertinggi 3  bulan  di  $1.6307  yang  dicapai  hari  Rabu  sebelumnya.  Sterling  diperkirakan  masih  rentan  tekanan  dalam  perdagangan  minggu  ini.  Jika  kesepakatan  gagal  dicapai  diantara dewan kebijakan moneter AS, maka sterling berpotensi melemah lebih lanjut terhadap dolar. 

Adapun data ekonomi Inggris yang dirilis Jumat lalu menunjukkan PDB tumbuh 0.9% di kuartal ketiga, merupakan revisi turun dari data rilis awalnya yang mencatat  tumbuh  1%.  Data  lainnya  juga  menunjukkan  pertumbuhan  di  sektor  jasa  Inggris  hanya  sebesar  0.1%  di  periode  Oktober,  yang  nampaknya  hanya  cukup  untuk  menghindarkan ekonomi secara umum dari kontraksi di kuartal keempat 2012. Namun meningkatnya data pinjaman public (PSNB) telah menambah gambaran suram  perekonomian Inggris dan mengisyaratkan bahwa pemerintah akan kesulitan dalam mengendalikan defisit anggarannya. 

Jika  ekonomi  Inggris terus  memburuk juga akan berdampak  pada  tertekannya sterling lebih  lanjut  karena  hal ini akan  membuka peluang  BoE untuk  melanjutkan  kebijakan moneter longgar.  


JAPAN
Jepang harusnya mempertimbangkan bagaimana untuk menjaga dollar pada sekitar level 85‐90 yen, seorang anggota senior Liberal Democratic Party (LDP)  mengutip  apa  yang  dikatakannya  pada  Kyodo  news  agency  Jumat  lalu,  memperkirakan  bahwa  pemerintah  mendatang  kemungkinan  mencoba  untuk  menghindari pergerakan mata uang yang melebar. 

Kabinet Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendatang kemungkinan terlihat untuk mengarah pada sekutu‐sekutu terdekatnya, dengan beberapa rival  partai menambahkan untuk menangkis kritik dari kroni, tetapi beberapa tanda terlihat bahwa susunan akan menghasilkan reformasi kebijakan kreatif.  

Pemerintah Jepang mempertahankan pandangannya pada perekonomian yang unchanged pada bulan Desember, mencatatkan penurunan peringkat jangka  panjang dalam empat bulan yang merupakan terpanjang sejak krisis keuangan tahun 2008‐09, tetapi memperingatkan keseluruhan lingkungan ekonomi  masih suram. 


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollars tertekan untuk anjlok terhadap yen dan dollar AS Jumat lalu ditengah ketidakpastian bahwa kesepakatan dapat dilakukan  untuk menghindari "fiscal cliff" AS, yang membawanya mencatatkan penurunan tajam mingguan.   

Aussie <AUD=D4> anjlok 0.3 persen dalam hariannya ke level  $1.0388, jauh dari level puncak tiga bulannya $1.0585 yang tercatat minggu lalu.  

Harga  Australian  bond  futures  telah  rally  dari  kekhawatiran  yang  dipicu  pembicaraan  debt  AS  setelah  partai  Republik    membatalkan  rencana  yang  memungkinkan pajak untuk para orang‐orang kaya/millionaires.  

Lembaga pemeringkat Moody's telah menurunkan peringkat dari outlook pada Western Australia's/Barat pada AAA credit rating menjadi negatif dari stabil  karena meningkatnya utang negara bagian tersebut.  


SWISS
Franc  Swiss  bergerak  beriringan  dengan  euro  untuk  melemah  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  setelah  dewan  kebijakan  moneter  AS  gagal  mencapai  kesepakatan  untuk  menghindari  terjadinya  “jurang  fiskal”  yang  akan  menyebabkan  kenaikan  pajak  dan  pemangkasan  anggaran  yang  akan  mendorong  perekonomian AS jatuh kedalam resesi. 

Berkembangnya risk aversion (keengganan investor terhadap aset beresiko) telah mendorong penguatan dolar, dimana berhasil rebound dari level terendah  7‐1/2 bulan terhadap euro dan franc Swiss dan berhasil menembus level intraday high sebelumnya. 

Dolar  menguat  0.5%  terhadap  franc  Swiss  di  sekitar  0.9165  franc  dibandingkan  dengan penutupan  New  York  hari  Kamis.  Sedangkan  euro  bergerak  flat  terhadap franc di sekitar 1.2073 franc per euro. 

Investor masih terus memonitor perkembangan negosiasi diantara dewan kebijakan moneter AS untuk menghindari “jurang fiskal” dan juga perkembangan  krisis moneter yang tengah melanda zona euro. 

Pergerakan  mata  uang  nampaknya  masih  akan  terbatas  menjelang  libur  Natal  dan  tahun  baru  karena  investor  cenderung  enggan  bertransaksi  secara  agresif.

Friday, December 21, 2012

Headline News 21.12.12


US & GLOBAL
Bursa saham global naik di hari Kamis kemarin menyusul anggota parlemen di Washington terus bekerja keras di dalam negosiasi mereka  atas "jurang fiskal" AS, sementara harga emas jatuh ke level terendahnya sejak Agustus ditengah aksi penjualan akhir tahun. 

Wall Street rebound dari koreksi awalnya, setelah Kepala DPR AS dari Partai Republik John Boehner, mengatakan pihaknya akan terus  berupaya mencapai solusi untuk menghindari “jurang fiskal” sementara juga terus melakukan pendekatan mengenai kebijakan anggaran  dengan  Presiden  Obama.  DPR  AS  yang  dikuasai  Partai  Republik  berupaya  meloloskan  rencana  mereka  untuk  menaikkan  pajak  pada  sebagian orang kaya di Amerika. Langkah tersebut terancam akan mendapat veto dari Obama. 

Meskipun  kedua  kubu  sepakat  untuk  terus  mencari  solusi  yang  tepat  untuk  menghindari  “jurang  fiskal”  namun  perkembangan  yang  lambat telah membuat investor bertindak hati‐hati dan cenderung menahan diri. Perdagangan mata uang berada dalam kisaran sempit  menjelang libur Natal dan euro bergerak bolak‐balik terhadap dolar. Di pasar komoditas, harga minyak berjangka AS menguat namun  harga Brent berjangka terkoreksi. 

Dow Jones industrial average <.DJI> naik 59.75 poin atau 0.45% di 13,311.72. Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 7.88 poin atau  0.55% di 1,443.69. Sedangkan Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 6.02 poin atau 0.20% di 3,050.39.   

NYSE Euronext <NYX.N> mencatat kenaikan harian terbesarnya, dengan naik 34.1% menjadi $32.25, setelah IntercontinentalExchange  Inc <ICE.N> mengatakan akan membeli operator New York Stock Exchange tersebut senilai $8.2 milyar. Saham ICE naik 1.4% ke $130.10. 

Indeks ekuitas dunia MSCI naik 0.2% mendekati 343 poin. Indeks berada dekat dengan level tertinggi sejak Juli 2011. 

Di  Eropa,  pergerakan  indeks  saham  terlihat  terhambat  setelah  secara  teknikal  berada  dalam  zona  overbought  (jenuh  beli)  dengan  FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup tetap di level 1142.80 poin. 

Perkembangan mengenai negosiasi untuk menghindari “jurang fiskal” AS terus dimonitor pelaku pasar disamping juga perkembangan  data ekonominya. Euro menebus kerugian awal sesi untuk ditutup menguat 0.1% di $1.3226. DI hari Rabu sebelumnya, euro menembus  level  tertinggi  8‐1/2 bulan  terhadap  dolar  di  $1.3308.  Jika kesepakatan  berhasil  dicapai  pada saat yang  tepat, maka  euro  berpeluang  untuk terapresiasi ke $1.3500 di awal Januari 2013. 

Harga emas jatuh di bawah $1650 per ons, turun lebih dari 1% akibat terjadinya likuidasi besar‐besaran oleh investor, dan juga sinyal  membaiknya perekonomian AS yang memicu aksi jual yang mendorong harga ke level terendahnya dalam 4 bulan. Harga emas jatuh di  bawah level MA‐200 akibat menurunnya permintaan pada aset aman resiko setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih pesat  dari perkiraan di 3.1% y/y di kuartal ketiga. Harga perak anjlok 4% dan platina turun sekitar 2%. Harga emas turun 3.1% di $1,645.10 per  ons setelah mencatat intraday low di $1,635.09, level terendahnya sejak 22 Agustus. 

Harga  Treasury  AS  memangkas  keuntungan  awal  sesi  dipicu  naiknya  bursa  saham  Wall  Street  ke  level  intraday  high  setelah  meningkatnya optimisme akan tercapainya kesepakatan untuk menghindari “jurang fiskal” AS. Treasury tenor 10 tahun naik 1/32 dengan  yield di 1.8014%. 

Sementara di pasar minyak, harga minyak mentah AS naik 0.17% di  $90.13 per barel, namun harga minyak mentah Brent turun tipis  sebesar 16 sen di $110.20 per barel. Kedua minyak berjangka tersebut mencatat kenaikan mingguannya.   


GOLD & COMMODITIES
Emas tertekan Kamis lalu dibawah level $1.650, anjlok lebihdari 1 persen dan ke level terendah sejak bulan Agustus karena besarnya  likuidasi oleh para hedge fund dan tanda‐tanda membaiknya perekonomian AS yang memicu aksi jual. 

Konflik berkenaan terhambatnya pembicaraan "fiscal cliff" yang makin panas Rabu sebelumnya, dan mengancam untuk terjadi lagi Kamis  lalu, ketika langkah yang diekspektasi untuk berubah pertama kalinya pada peserta dari DPR AS.  

"There  is  a  concern  among  the hedge  funds  that  they  will have  more  redemptions  because  of  the  fact  that they  underperformed the  markets this year as a whole," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management yang memiliki aset lebih dari $1  milyar.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak berjangka AS naik namun Brent  berjangka terkoreksi pada perdagangan hari Kamis menyusul Partai Republik berupaya  meloloskan proposal anggaran mereka namun juga menunjukkan upaya mereka untuk terus berupaya bekerja sama dengan kubu Obama  untuk mengatasi krisis keuangan. Harga minyak mentah AS naik 0.17% di $90.13 per barel, namun harga minyak mentah Brent turun tipis  sebesar 16 sen di $110.20 per barel. Kedua minyak berjangka tersebut mencatat kenaikan mingguannya.   

Pada hari Kamis kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat AS membuka jalan untuk dilakukan debat dan pengambilan suara untuk proposal,  yang dijuluki "Rencana B," bahwa Partai Republik terus berupaya untuk menanggapi resiko pemotongan belanja otomatis dan pajak yang  lebih tinggi yang bisa memukul perekonomian AS di tahun depan, menyusul Kongres dan pemerintahan Obama gagal untuk menyepakati  bagaimana menghadapi defisit anggaran negara. 

Ketua DPR AS John Boehner akan terus bekerja sama dengan Obama untuk menghindari terjadinya “jurang fiskal”, sementara berupaya  meloloskan  proposal  partainya  yang  akan  menaikkan  pajak  pada  warga  AS  yang  berpenghasilan  di  atas  $1  juta.  Sementara  Obama  menghendaki untuk dilakukan kenaikan pajak pada warga AS berpenghasilan di atas $400 ribu. 

Rilis optimis data ekonomi AS telah mendorong minat beli pada minyak, setelah data final untuk PDB‐Q3 AS mencatat tumbuh 3.1%,  dibandingkan eksepektasi 2.7%. Namun rilis data klaim pengangguran mingguan AS telah mengurangi optimisme pelaku pasar setelah  data dirilis naik tipis di pekan lalu. 

EURO ZONE

Uni Eropa Kamis lalu menyetujui injeksi cash senilai 1.87 milyar euro ($2.48 milyar) ke dalam empat bekas bank tabungan Spanyol, langkah kedua dari perbaikan sektor perbankan  negara.  

Dengan mendapatkan  dana,  empat lenders,  yang  masuk  ke dalam permasalahan ketika  booming  properti  jangka panjang pecah  lima  tahun  yang  lalu, dengan  penguarangan  balance sheets mereka hingga 40 persen hingga tahun 2017.  

Rencana  Jerman  untuk  menerbitkan  obligasi  bersama pertama  tahun  depan  setelah  beberapa  negara  menyatakan  minatnya  ,  kata lembaga  obligasi  menyatakan,  berpotensi  memangkas borrowing costs keseluruhan negara.  

"First talks on a working level have shown fundamental interest among a series of states," Debt Agency chief Carl Heinz Daube mengatakan pada Reuters. 

Perancis  akan  memangkas  penerbitan  obligasi  jangka  menengah  dan  jangka  panjang  tahun  depan  senilai  169  milyar  euro,  dari  178  milyar  euro  tahun  2012,  dibantu  pada  anjloknya defisit bujet dan pembelian kembali obligasi, lembaga debt management mengatakannya Kamis lalu.  


U.K.
Sterling bergerak di sekitar level terendah 7‐1/2 bulan terhadap dolar pada hari Kamis setelah data penjualan ritel Inggris dirilis di bawah ekspektasi pasar dan membuka peluang  kembali bagi BoE untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan terakhir. 

Euro bergerak stabil terhadap sterling di sekitar 0.8135 pound menyusul pembelian oleh perbankan Jerman, dan tidak jauh dari level tertinggi 7‐1/2 bulan di 0.8168 pound yang  dicapai pada hari Rabu sebelumnya pasca rilis data Ifo Jerman yang lebih baik dari perkiraan. 

Penjualan ritel Inggris dirilis flat untuk basis bulanan di periode November sedangkan dalam basis tahunan hanya mencatat naik 0.9%, di bawah ekspektasi pasar. 

Sterling menguat terhadap dolar menyusul adanya pembelian dari investor Asia. Sterling terakhir tercatat di sekitar $1.6280, tidak jauh dari level tertinggi 3 bulan di $1.6307 yang  dicapai pada hari Rabu sebelumnya. Jika sterling berhasil terapresiasi di atas level tertinggi September di $1.6310, maka akan membuka peluang untuk sterling menuju level  tertinggi sejak Agustus 2011. 

Namun demikian, penguatan sterling, utamanya terhadap dolar, masih terlihat rapuh karena masih adanya peluang untuk BoE melonggarkan kebijakan moneternya di awal tahun  2013. 


JAPAN
Jepang akan membutuhkan bujet ekstra yang memberikan pembelanjaan terbaru yang signifikan untuk membantu perekonomian, policy chief untuk perdana menteri  berikutnya mengatakannya.  

Akira Amari, kepala kebijakan saat ini pada Liberal Democratic Party (LDP), mengatakan pada reporter bahwa keputusan akan dibuat pada paket ekonomi darurat  pada 15 Januari.  

Bank  of  Japan  telah  siap  untuk  menunjukkan  kesiapannya  untuk  menjaga  kebijakan  moneter  yang  longgar  tetapi  menekankan  penyelesaian  untuk  memudahkan  "unlimitedly" yang akan membuat perbedaan, seorang anggota senior Liberal Democratic Party (LDP) mengatakannya Kamis lalu. 


AUSTRALIA
Australia  dan  New  Zealand  dollar  anjlok  terhadap  yen  Kamis  lalu  setelah  Bank  of  Japan  (BOJ)  melonggarkan  kebijakan  (moneter)  tetapi  gagal  untuk  mengambil  tindakan yang tegas pada pasar yang memperkirakan mendorong ekonomi yang melemah. 

Obligasi Australia telah ditutup menguat setelah bertahan pada kenaikannya dalam sesi overnight selama hari perdagangan lokal.  

Pemerintah pertama kali berbicara mengenai membawa bujet kembali untuk surplus tahun 2012/13 in 2010.  

"So through this whole period we have kept making responsible savings to fill what has been an emerging and growing revenue hole," katanya (Swan‐Treasurer).  


SWISS
Franc Swiss bergerak relatif stabil terhadap dolar pada hari Kamis setelah terkoreksi dari level tertinggi selama lebih dari 7 bulan di sesi sebelumnya dipicu kekhawatiran kembali  muncul seputar krisis fiskal AS yang mana telah menekan minat pada aset beresiko dan mengangkat aset aman resiko seperti dolar. 

Presiden AS Barack Obama dan petinggi dari Partai Republik yang menguasai Kongres kembali  terlibat perdebatan yang a lot mengenai langkah untuk menghindari apa yang  disebut dengan “jurang fiskal” yang akan memicu pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak, dimana dapat mengancam perekonomian AS untuk jatuh kembali kedalam resesi. 

Franc bergerak  ketat  dengan  euro sejak SNB menerapkan nilai  tukar  minimum EUR/CHF  di 1.20 franc per  euro sejak September 2011 untuk mencegah  terjadinya  resesi dan  deflasi.  Kedua  pasangan  mata  uang  tersebut  telah  bergerak  menguat  terhadap  dolar  dalam  beberapa  sesi  terakhir  menyusul  para  pemimpin  Eropa  membuat  kesepakatan  pengawasan perbankan dan pembelian kembali utang Yunani yang didukung dengan baik. 

Dolar melemah 0.2% terhadap franc Swiss di sekitar 0.9115 franc dibandingkan dengan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro bergerak stabil terhadap franc di sekitar  1.2075 franc. 

Sementara itu data Kamis kemarin menunjukkan ekspor Swiss tumbuh secara kuat pada bulan November karena penjualan yang kuat ke Amerika Serikat dan sebagian Asia yang  membantu mengimbangi pertumbuhan yang lemah dalam mitra dagang terbesar Eropa, mengindikasikan perusahaan telah berhasil menangkal efek dari penguatan franc Swiss.  Ekspor tercatat naik 4% y/y di bulan November menjadi 18.776 milyar franc  dan mengantarkan surplus perdagangan Swiss mencapai 2.9 milyar franc. Kenaikan ekspor dipimpin  oleh sektor kimia dan farmasi. Sedangkan sektor mesin dan listrik juga berhasil ke zona positif.  

Thursday, December 20, 2012

Headline News 20.12.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  memangkas  keuntungannya  pada  perdagangan  hari  Rabu  setelah  menembus  level  tertinggi  17  bulan  menyusul  negosiasi untuk mencapai kesepakatan guna menghindari “tebing fiskal” terlihat macet, menghambat penguatan euro yang sebelumnya  terangkat oleh laporan optimis data outlook ekonomi Jerman. 

Wall Street berbalik melemah seiring meningkatnya ketegangan di Washington yang mengancam rusaknya kemajuan yang telah dicapai  belakangan ini untuk meredam pertumbuhan utang yang telah mencapai $16 trilyun. Presiden Barack Obama menuduh Partai Republik  telah  menghambat  kemajuan  karena  dendam  pribadi  terhadap  dirinya.  Ketua  DPR  AS  dari  Partai  Republik,  John  Boehner,  menyebut  Obama  "tidak  rasional."  Boehner  mengatakan    Kamis  kemarin  bahwa  DPR  akan  meloloskan  undang‐undang  yang  akan  mencegah  kenaikan pajak pada semua pendapatan di bawah $1 juta ‐ sebuah langkah yang terancam akan mendapat veto dari Obama. 

Pasar  ekuitas  global  dan  aset  beresiko  lainnya    naik  di  awal  sesi  dipicu  ekspektasi  kebuntuan  mengenai  anggaran  AS  akan  dapat  diselesaikan.  Sementara  harga  minyak  naik  di  tengah  harapan  sebuah  resolusi  untuk  mengatasi  "tebing  fiskal"  akan  mendorong  permintaan minyak mentah. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 98.99 poin atau 0.74% di 13,251.97. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh  10.98 poin atau 0.76% di 1,435.81. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 10.17 poin atau 0.33% di 3,044.36.   

Brent February crude <LCOc1> naik $1.52 ke $110.36 per barel, mencatat kenaikan harian terbesarnya sejak 19 November. Sedangkan  U.S. January crude contract <CLF3> naik $1.58, atau 1.8% di $89.51 per barel, mencatat kenaikan terbesarnya untuk kontrak sejak 29  November. 

Pasar ekuitas di Eropa menguat setelah data survey bisnis di Jerman dirilis optimis yang mendorong sentimen investor menyusul indikasi  bahwa  ekonomi  Jerman berpeluang  memulih  dengan  cepat  dari  keterpurukannya.  Keyakinan  terhadap membaiknya  ekonomi  Jerman  juga telah berhasil mengangkat euro ke level tertinggi 16 bulan terhadap yen dan level puncak 8‐1/2 bulan terhadap dolar, sementara  Brent oil menembus $110 per barel.  

Rilis  optimis  data  bulding  permits  juga  turut  memberi  dukungan  setelah  mencatat  level  tertinggi  hampir  4‐12  tahun  di  periode  November. 

Bursa saham Eropa menguat menyusul ekspektasi bencana fiskal AS akan dapat dihindari.  FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> naik 0.41%  untuk ditutup di 1,142.13, sedikit di bawah level penutupan tertinggi 19 bulan. 

Sejumlah  faktor  positif  yang  mendukung  pasar  sebelumnya  adalah  upaya  The  Fed  untuk  meningkatkan  pemulihan  ekonomi,  indikasi  meningkatnya  momentum  ekonomi  Cina  dan  pembicaraan  bahwa  Jepang  tengah  menggodok  langkah  kebijakan  untuk  mengangkat  ekonomi negaranya keluar dari zona resesi. Indeks ekuitas global MSCI naik ke level tertinggi sejak Juli 2011, namun indeks memangkas  keuntungannya dan akhirnya mencatat kenaikan 0.09% ke 341.75. 

Yen  melemah  ke  level  terendah  lebih  dari  18  bulan  terhadap  dolar  ditengah  ekspektasi  bahwa  BOJ  akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya di akhir sidang regulernya selama 2 hari yang berakhir hari Kamis ini. Euro menguat 0.05% ke $1.3236. Sedangkan terhadap  yen  Jepang,  euro  naik  0.3%  ke  111.70  yen,  setelah  menembus  112.49  yen,  level  tertingginya  sejak  Agustus  2011.  Indeks  dolar  turun  0.05% ke 79.325 setelah menembus level terendah 2 bulan di 79.008. Harga Treasury AS untuk tenor 10 tahun naik 5/32 dengan yield di  1.8014%. Harga emas relatif stabil setelah jatuh di sesi sebelumnya ke level terendah 3‐1/2 bulan. Harga emas turun tipis 1.77 poin atau  turun 0.1% di $1,667.77 per ons di sesi New York Kamis.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  bertahan  dengan  sedikit  perubahan  pada  Rabu lalu,  setelah  anjlok  ke  level  terendah  3‐1/2‐bulannya  dalam  sehari  sebelumnya,  karena legislator AS terlihat menjauh dari mencapai kesepakatan untuk menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan  yang mana dapat mengancam untuk membawa ekonomi kembali ke dalam resesi. 

Rally pada crude oil dan melemahnya dollar juga membantu logam mulia mendapatkan dasar penguatan setelah aksi jual yang dipicu  oleh bertumbuhnya harapan bahwa regulator AS mendekati kesepakatan yang dapat menghindari krisis fiskal bulan depan. 

"The attraction of holding gold should wane as any agreement that restores ... revenue increases and spending cuts over the next 10 years  would be an important step in getting the U.S. fiscal house in order," kata Edward Meir, metals analyst pada brokerage INTL FCStone.  


OIL & COMMODITIES
Harga  minyak  naik  pada  hari  Rabu  menyusul  ekspektasi  akan  tercapainya  kesepakatan  dalam  egosiasi  anggaran  AS,  yang  mana  telah  meningkatkan optimisme mengenai permintaan akan minyak mentah di AS. 

Keprihatinan mengenai resiko terjadinya resesi ekonomi di AS jika kesepakatan anggaran tidak tercapai di AS ditambah dengan kekhawatiran  mengenai krisis ekonomi di zona euro telah menyuramkan prospek permintaan minyak hampir sepanjang kuartal keempat ini yang diimbangi  oleh kekhawatiran bahwa kerusuhan Timur Tengah dapat mengurangi pasokan minyak. 

Meskipun  Presiden  AS  Barack  Obama mengancam  akan  memveto  rencana  pajak  dari  Partai Republik  dalam  pembicaraan  untuk  menghindari  krisis anggaran hingga akhir tahun sempat mengganjal kemajuan yang telah diperoleh belakangan ini, namun kedua belah pihak optimis akan  segera mencapai sebuah kesepakatan. 

Bursa saham dunia naik ke level tertinggi 17 bulan, dengan minyak mentah AS mendapat tambahan momentum setelah rilis data dari U.S. Energy  Information  Administration  menunjukkan  jumlah  permintaan  bahan  bakar  menembus  level  tertinggi  kedua  untuk  tahun  ini  di  pekan  lalu,  sementara stok minyak mentah dan minyak panas turun. 

Brent  February  crude  <LCOc1>  naik  $1.52  ke  $110.36  per  barel,  mencatat  kenaikan  harian  terbesarnya  sejak  19  November.  Sedangkan  U.S.  January crude contract  <CLF3>  naik  $1.58,  atau  1.8%  di  $89.51  per  barel, mencatat  kenaikan  terbesarnya  untuk  kontrak  sejak 29  November.   Dengan kontrak Januari akan berakhir di akhir sesi, maka kontrak minyak berjangka Februari <CLG3> juga naik $1.58 di $89.98 per barel, setelah  mencatat intraday high di $90.33. 

Minyak  mendapat  sentimen  positif  dari  meningkatnya  prospek  ekonomi  zona  euro  setelah  data  Ifo  Jerman  naik  ke  102.4,  lebih  tinggi  dari  perkiraan 102.0. Dukungan positif lainnya data dari data building permits AS yang menembus level tertingginya selama hampir 4‐1/2 tahun di  periode November. 

Ketegangan yang membara di Timur Tengah, yang telah menyokong harga sepanjang tahun, juga membantu mendorong minyak lebih tinggi. Iran  mengatakan tidak akan menghentikan langkah pengayaan uranium dalam menanggapi tuntutan eksternal, menandakan sikap tawar yang keras   menjelang pembicaraan baru dengan negara industri maju dunia. 

Israel telah mengancam akan melakukan serangan udara terhadap Iran jika program nuklirnya tidak terkendali melalui  diplomasi atau sanksi,  menumbuhkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan minyak dalam dan ancaman perang Timur Tengah yang akan merusak ekonomi  global. 


EURO ZONE
Pengambil kebijakan European Central Bank Joerg Asmussen mengatakan dia akan menginginkan ECB untuk menghentikan pembelian sovereign bonds jika program pembelian  terbaru diaktifkan dan negara yang bersangkutan tidak terkait pada kondisi tersebut.  

Spanyol adalah negara yang paling mungkin untuk memperoleh manfaat pertama dari intervensi ECB dibawah program – yang dijuluki Outright Monetary Transactions (OMT) ‐  tetapi Spanyol harus mencari bantuan dari dana bailout Eropa sebelum aksi dari bank sentral.  

Keyakinan pada bisnis Jerman naik pada bulan Desember karena keyakinan mereka pada outlook naik ke fase tercepatnya dalam 2‐1/2 tahun, didorong harapan negara dengan  perekonomian terbesar di Eropa akan kembali melonjak dengan cepat setelah pelemahan akhir tahun 2012.  

Berdasarkan Ifo think tank Munich yang mengatakan indeks iklim bisnis, berdasarkan survei bulanan dari sejumlah 7.000 perusahaan, naik ke level 102.4 in December.  

Para pekerja sektor publik Yunani berjalan diluar pekerjaannya Rabu lalu dalam protes pada langkah austerity terbaru dan  PHk yang diminta oleh foreign lenders, mengganggu  transportasi dan menutup sekolah dan kantor pajak. 


U.K.
Sterling jatuh kelevel terendah 7‐1/2 bulan terhadap euro pada hari rabu setelah data bisnis Jerman dirilis naik, meskipun permintaan akhir tahun telah mendorong sterling untuk  menguat  ke  level  tertinggi  3  bulan  terhadap  dolar.  Euro  terapresiasi  ke  level  intraday  high  di  0.8168  pound,  level  terkuatnya  sejak  1  Mei,  sebelum  akhirnya  memangkas  keuntungannya dan terakhir bergerak menguat 0.1% di 0.8145 pound. 

Prospek suram untuk ekonomi Inggris berdasarkan minutes BoE juga telah memukul sentimen investor terhadap sterling, dimana ekonomi diprediksi masih akan stagnan dalam  jangka pendek kedepan sementara inflasi akan mengalami kenaikan. Minutes juga menunjukkan satu angota MPC yaitu David Miles, memilih untuk dilakukan pembelian aset  lebih banyak, atau disebut dengan isitilah quantitative easing

Namun demikian, maraknya permintaan akhir tahun terhadap sterling telah mendorong mata uang Inggris tersebut untuk menguat ke level tertinggi 3 bulan terhadap dolar di  $1.6307, hanya sedikit di bawah level puncak medio September di $1.6310. Sterling terakhir tercatat stabil di $1.6255. 

Ekspektasi akan tercapainya kesepakatan dikalangan dewan kebijakan moneter AS untuk menghindari “tebing fiskal” juga berpotensi memicu tekanan jual lebih lanjut pada dolar. 

Sementara dewan kebijakan BoE diprediksi masih akan menunda langkah quantitative easing (QE) di semestewr pertama 2013 yang akan mendorong penguatan sterling. Namun  demikian, kemungkinan ekonomi Inggris akan mengalami kontraksi di kuartal keempat tahun ini, berdasarkan minutes BoE, dapat membatasi penguatan sterling. 

Kekhawatiran  tentang  adanya  downgrade  peringkat  kredit  untuk  Inggris  juga  bisa  membebani  sterling,  setelah  menteri  keuangan  George  Osborne  merevisi  turun  perkiraan  pertumbuhan Inggris dalam pidato semesterannya. 

Menyoroti masalah yang dihadapi ekonomi Inggris, sebuah survei distributif perdagangan  di Inggris menunjukkan penjualan ritel mencatat pertumbuhan lebih rendah dari yang  diharapkan pada bulan Desember, menunjukkan awal yang lemah untuk periode perdagangan Natal. 

Pada hari Kamis, data penjualan ritel untuk bulan November diperkirakan akan menunjukkan penjualan naik 0.3% setelah jatuh 0.8% di bulan sebelumnya. 


JAPAN
Ekspor Jepang merosot pada bulan November dari awal tahun untuk menandai rangkaian enam bulan penurunannya, tanda kekhawatiran bahwa recovery  ekspor kemungkinan diredam oleh pelemahan permintaan luar negeri – diperkuat lebih lanjut dari kedepannya stimulus moneter minggu ini.  

Data Menteri keuangan mempublikasikan penurunan 4.1 persen dalam ekspor tahunan, pendorong utama perekonomian Jepang, negara dengan ekonomi  terbesar ketiga tersebut. Penurunan lebih kecil daripada perkiraan median untuk pelemahan 5.4 persen tahunan pada polling Reuters oleh para ekonom  dan mengikuti penurunan 6.5 persen dalam basis tahunan bulan Oktober.  

Koalisi berkuasa berikutnya Jepang akan menggambarkan rencana fiskal jangka menengah dan dapat memangkas pembelanjaan tahunan untuk mendorong  pembelanjaan publik dengan menghidupkan kembali perekonomian, beberapa sumber pemerintah mengatakannya.  


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar kehilangan beberapa dukungan terhadap euro dan dollar AS Rabu lalu, tetapi bertahan dekat level puncak tahunannya  terhadap yen dari ekspektasi Bank of Japan akan melonggarkan secara agresif kebijakan moneter akhir minggu ini.  

Mantan gubernur Reserve Bank of Australia Bernie Fraser mengatakan pemerintah federal mengejar surplus bujet yang merugikan perekonomian nasional.  

Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan pemerintah bermaksud untuk mencapai surplus $1.1 milyar untuk tahun 2012/13, mengikuti rangkaian defisit.  

Harga obligasi bertenor sepuluh tahun Australia sedikit melemah tetapi diperdagangkan pada kisaran yang sempit karena para trader bersiap untuk liburan  Natal dan memantau perkembangan negosiasi bujet AS.  


SWISS
Franc  Swiss  menembus  level  tertinggi  7‐1/2  bulan  yang  baru  terhadap  dolar  pada  hari  Rabu  dipicu  harapan  bahwa  dewan  kebijakan  moneter  AS  akan  mencapai kesepakatan untuk menghindari kenaikan tajam pajak dan pemangkasan anggaran belanja yang biasa disebut dengan istilah “tebing fiskal”, guna  menghindarkan ekonomi negara tersebut jatuh kedalam jurang resesi. 

Pasar  ekuitas  mengalami  rally  dengan  mencatat  kenaikan  tajam  di  sesi  overnight  Wall  Street  dipicu  meningkatnya  minat  pada  aset  beresiko,  memberi  tekanan pada dolar, yang mana mencatat pelemahan terenahnya terhadap euro sejak awal Mei. 

Dolar telah dipilih sebagai mata uang safe haven sejak Bank Sentral Swiss (SNB) menerapkan sebuah batasan minimum nilai tukar EUR/CHF dan yen tidak  diminati setelah bank sentral dunia melakukan intervensi terkoordinasi untuk melemahkan mata uang Jepang di tahun lalu. 

Franc Swiss menguat 0.1% terhadap dolar di sekitar 0.9121 franc dibandingkan dengan level penutupan New York hari Selasa. Sedangkan franc bergerak  stabil terhadap euro di sekitar 1.2076 franc. Namun dalam jangka penjang kedepan, euro berpotensi mengalami tekanan jika pertumbuhan zona euro tetap  lesu di tahun depan.