title cover

title cover

Thursday, January 17, 2013

Headline News 17.01.13


US & GLOBAL
• Bursa  saham  global  ditutup  flat  pada  hari  Rabu  menyusul  hasil  laba  yang  kuat  dari  perusahaan  keuangan  telah  mengangkat  saham  perbankan, meskipun rilis buruk data ekonomi Eropa masih memberikan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. 

• Harga  obligasi  pemerintah  Jerman  dan  Treasury  AS  naik  setelah  Bank  Dunia  memangkas  tajam  prospek  pertumbuhan  ekonomi  global  tahun ini menjadi 2.4% dari 3%, menyusul lambatnya pemulihan ekonomi di negara‐negara maju. 

• Saham Goldman Sachs' <GS.N>  menjadi salah  satu top gainer di bursa AS, melonjak 4.1% ke  $141.09  setelah melaporkan laba kuartal  keempat yang naik hampir 3 kali lipat. JPMorgan Chase & Co <JPM.N> juga melaporkan kenaikan tajam labanya, dan sahamnya tercatat  naik 1% ke $46.82. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 23.66 poin atau 0.17% di 13,511.23. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 0.29  poin atau 0.02% di 1,472.63. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 6.77 poin atau 0.22% di 3,117.54.   

• MSCI  world  equity  index  <.MIWD00000PUS>  jatuh  0.3%  sementara  Europe's  FTSE  Eurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  flat  setelah  mengalami serangkaian koreksinya. Indeks Nikkei Jepang <.N225> merosot 2.6%, mencatat koreksi harian terbesarnya dalam 8 bulan. 

• Seiring  dengan  pandangan  suram  Bank  Dunia,  sektor  industri  menunjukkan  penjualan  mobil  baru  Eropa  turun  di  tahun  2012  ke  level  terendahnya  sejak  1995,  dengan  keseluruhan  pasar  utama  zona  euro  mengalami  penurunan,  sementara  Inggris  dan  Swedia  mencatat  pertumbuhan. Hal ini terjadi sehari setelah Jerman melaporkan ekonominya terkontraksi di level terendahnya selama hampir 3 tahun di  kuartal keempat 2012. 

• "Following the German growth numbers yesterday there is simply a realization the recession in the euro zone in the fourth quarter will be  much bigger than the previous consensus," kata ekonom Daiwa Securities Tobias Blattner.   

• Namun demikian, euro berhasil rebound dari koreksinya terhadap dolar setelah dewan kebijakan ECB meredakan kekhawatiran mengenai  kemungkinan melemahkan mata uang euro. Euro diperdagangkan sedikit di bawah $1.33, di sekitar $1.3287, setelah mengalami koreksi  tajamnya ketika kepala Eurogroup, Jean‐Claude Juncker, mengatakan kondisi mata uang euro telah “sangat tinggi”. 

• Euro kemudian berhasil bangkit setelah dewan kebijakan ECB Ewald Nowotny menegaskan bahwa nilai tukar “bukan menjadi masalah  utama”,  sehingga  memperkuat  optimisme  investor  bahwa  ECB  tidak  menargetkan  sebuah  nilai  tukar  yang  rendah  untuk  mambantu  memulihkan ekonominya. 

• Data  inflasi  AS  flat  di  bulan  Desember,  mengindikasikan  minimnya  tekanan  inflasi  yang  memberikan  kemudahan  bagi  The  Fed  untuk  mendorong pemulihan ekonomi dengan mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar. Pasar ekuitas tidak bereaksi atas rilis data  tersebut. 

• Di pasar obligasi, permintaan pada obligasi Jerman tenor 10 tahun meningkat dan menempatkan yield‐nya di 1.49%. Sedangkan harga  Treasury AS melanjutkan kenaikannya menyusul concern mengenai plafon utang pemerintah. Treasury tenor 10 tahun naik 5/32 dengan  yield di 1.8167%. 

• Emas  menguat  untuk  3  hari  berturut‐turut,  naik  ke  $1,679.54  per  ons,  dipicu  oleh  ekspektasi  bank‐bank  sentral  negara  maju  akan  melanjutkan kebijakan moneter ultra longgar mereka.sedangkan kekhawatiran mengenai terhambatnya suplai telah mendorong naiknya 
harga platinum ke $1,684 dan mencatat kenaikan dalam 7 sesi berturutan, kenaikan terlamanya sejak awal Oktober. 

• Para  pekerja  di  produsen  platinum  terkemuka,  Anglo  American  Platinum,  mogok  kerja  pada  Rabu  kemarin  sebagai  bentuk  protes  atas  pengumuman dari perusahaan, yang dikenal sebagai Amplats, yang akan menutup tambang dan memangkas pekerjaan. 

• Musim dingin yang terjadi di Eropa dan AS telah menopang kenaikan harga minyak, namun kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan  ekonomi  global  telah  membatasi  kenaikan  harga  minyak.  Organisasi  Negaranegara  Eksportir  Minyak  (OPEC)  melaporkan  bahwa  permintaan  minyak  akan  menurun  lebih  tajam  dari  perkiraan  di  tahun  2013  akibat  meningkatnya  suplai  dari  produsen  rivalnya.  Brent  futures <LCOc1> naik 0.3% ke $110.60 per barel sementara U.S. February crude futures <CLc1> naik 0.9% ke $94.14.  


GOLD & COMMODITIES
• Platinum naik diatas harga emas Rabu lalu, dengan rally harga membawa logam bernilai tersebut diatas logam mulia untuk hari keduanya  berkenaan dengan pasokan tambang Afrika Selatan.  

• Dengan kenaikan pada rangkaian tujuh harinya Rabu lalu, didorong oleh aksi beli para hedge fund setelah krisis tenaga kerja tambang pada  produsen terbesar didunia yang berada di Afrika Selatan yang memicu kekhawatiran mengenai pasokan yang anjlok. 

• Emas dibayangi oleh penguatan dollar meskipun bertahannya permasalahan negosiasi utang AS. 

• "I will not be surprised to see a sell‐off and then a rebound again. It's going to be very volatile," kata Murray seorang general manager  pada precious metals marketing dalam Johnson Matthey USA.   


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak berjangka Brent dan minyak mentah AS menguat pada perdagangan hari Rabu setelah Energy Information Administration  (EIA) melaporkan stok minyak mingguan AS turun di pekan lalu, kontras dengan ekspektasi yang menunjukkan kenaikan. 

• Brent futures <LCOc1> naik 0.3% ke $110.60 per barel sementara U.S. February crude futures <CLc1> naik 0.9% ke $94.14. 

• EIA melaporkan stok minyak mentah turun pekan lalu seiring turunnya impor dan stok bahan bakar meningkat. Stok minyak mentah turun  951000 barel menjadi 360.3 juta barel di pekan per 11 Januari, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan 2.3 juta barel. Impor minyak  mentah turun 312000 barel per hari (bph) menjadi 7.99 juta bph. Suplai bensin naik 1.91 juta barel, dibandingkan ekspektasi naik 2.9 juta  barel, dan stok distillate (minyak solar dan minyak panas) naik 1.69 juta barel, dibandingkan ekspektasi naik 1.9 juta barel. 


EURO ZONE
• Hasrat orang Eropa untuk Natal dan mengkonsumsi kalkun mendorong naiknya biaya hidup di zona euro pada bulan Desember, tetapi ekspektasi European Central Bank pada angka inflasi untuk  melambat tahun ini dan menawarkan beberapa gambaran terhadap rumah tangga selama resesi.  

• Consumer  inflation  tahunan  dalam  17  negara  euro  adalah  2.2  persen  pada  Desember,  level  yang  sama  dengan  bulan  November,  kantor  statistik  Uni  Eropa  Eurostat  menunjukkannya,  mengkonfirmasi laporan awal bulan ini.  

• Anggota dewan gubernur European Central Bank Ewald Nowotny mengatakan tidak turut dengan masalah kepala Eurogroup Jean‐Claude Juncker mengenai penguatan euro, yang mencatatkan  target stabilitas harga ECB daripada nilai tukar.  

• Euro <EUR=> naik setelah komentar Nowotny, menguat 0.3 persen terhadap dollar AS ke level $1.3310 dan menguat dari beberapa penurunan setelah komentar Juncker Selasa malamnya.  

• Ekspor  pembangkit  tenaga  listrik  Jerman  diekspektasi  (perdagangan  luar  negeri)  untuk  mendorong  output  ekonomi  tahun  ini  karena  krisis  zona  euro  melemahkan  permintaan  pada  negara  tetangga, meskipun para konsumen pada sektor rumah tangga seharusnya mendukung pertumbuhan.  

• Ekspor kemungkinan akan bertumbuh 2.8 persen tahun ini sementara itu impor kemungkinan akan naik 3.5 persen, hasil yang akan mengurangi 0.1 poin persentase dari gross domestic product  (GDP), Menteri Perekonomian mengatakannya dalam laporan tahunan. Tahun 2012, perdagangan mendorong GDP hingga 1.1 poin persentase.   



U.K.
• Sterling jatuh ke level terendah 7 pekan terhadap dolar pada hari Rabu, dipicu kondisi ekonomi dalam negeri Inggris yang masih suram dan warning dari lembaga pemeringkat  Fitch bahwa  Inggris  berpotensi  kehilangan  peringkat  kredit  tertingginya.  Sterling  terkoreksi  ke  $1.5975,  level  terendahnya sejak  28  November, sebelum  akhirnya bergerak  di  sekitar $1.5990, atau melemah 0.5% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

• Lembaga pemeringkat Fitch mengingatkan potensi Inggris untuk kehilangan peringkat kredit tertingginya jika laporan budget bulan Maret menunjukkan tingkat utang pemerintah  terus mengalami kenaikan. 

• Kekhawatiran tentang ekonomi Inggris meningkat dipicu berita pekan ini bahwa pengecer musik dan DVD, HMV <HMV.L> dan perusahaan penyewaan DVD, Blockbuster Inggris,  telah berupaya untuk mencari bantuan guna mengatasi masalah kesulitan keuangan perusahaan. 

• Meskipun demikian, sterling masih berpeluang untuk kembali mengalami rebound terhadap dolar seiring menguatnya euro atas mata uang Amerika Serikat tersebut. Jika sterling  berhasil kembali menembus di atas $1.60, maka rebound potensial berkembang. 

• Investor akan menantikan rilis data retail sales Inggris pada hari Jumat untuk melihat prospek pemulihan ekonomi negara tersebut. Jika data dirilis melampaui ekspektasi, maka  akan berdampak positif bagi sterling.


JAPAN
• Kebijakan  quantitative  easing  adalah  efektif  dalam  menekan  deflasi  jika  implementasi  melalui  sarana  yang  tepat  pada  ukuran  yang  cukup,  Kazumasa  Iwata,  mantan  deputi  gubernur Bank of Japan mengatakannya.  

• "Excessive yen rises are now being corrected. If policymakers seize this moment, Japan may be able to end deflation," Iwata mengatakan dalam konferensi berita.  

• Consumer  confidence  Jepang  sedikit  memburuk  pada  bulan  Desember,  memperkirakan  konsumen  masih  berhati‐hati  meskipun  beberapa  tanda‐tanda  yang  menunjukkan  ekonomi telah keluar dari pelemahan.  

• Survei  juga menunjukkan  59,6  persen pada  pemikiran responden harga akan  naik dalam  12 bulan, tertahan dari bulan  sebelumnya,  dengan perkembangan  yang  agresif  dari  Perdana Menteri baru Shinzo Abe pada kebijakan fiskal dan moneter hingga memiliki hal yang berdampak pada ekspektasi harga konsumen.  


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar mendapatkan kembali penurunannya terhadap euro setelah pejabat utama Eropa mengeluhkan mengenai  penguatan cepatnya baru‐baru ini,  tetapi penurunan yang meluas terhadap yen mengikuti peringatan mengenai tekanan yang berlebihan dari pejabat Jepang.     

• Euro melemah setelah kepala dari menteri keuangan zona euro mengatakan euro berada pada "dangerously high".  

• Para trader mengatakan komentar singkat yang memberikan alasan investor untuk uang tunai pada kenaikan baru‐baru ini, yang membawa euro <EURAUD=R> ke level A$1.2567,  yang lebih dari satu sen melemah dari level puncak pada overnight.  

• Konsumen  Australia memulai  tahun baru  dengan sedikit  antusiasme  karena permasalahan mengenai bujet  keluarga  yang menekan sentimen positif mengenai  perekonomian  negara. 


SWISS
• Franc Swiss berhasil rebound atas euro pada hari Rabu, setelah menembus level terendah 13 bulan di sesi sebelumnya, meskipun trennya masih melemah seiring meredanya  kekhawatiran terhadap krisis utang zona euro. 

• EUR/CHF berhasil menembus level 1.22 franc di pekan lalu, untuk pertama kalinya selama lebih dari setahun terakhir. Euro kemudian melanjutkan apresiasinya hingga menembus  di atas 1.23 franc di pekan ini, sebelum akhirnya mengalami konsolidasi pada hari Rabu kemarin seiring kondisi RSI‐14 yang sudah sangat overbought. 

• Euro tercatat melemah 0.1% terhadap franc di sekitar 1.2380 franc dibandingkan penutupan New York hari Selasa. Sedangkan terhadap dolar, franc bergerak relatif stabil di  sekitar 0.9320 franc. 

• Rilis optimis data retail sales Swiss mampu membatasi tekanan jual pada franc Swiss. Retail sales periode November tercatat naik 2.9% y/y setelah mencatat kenaikan 2.7% di  bulan Oktober sebelumnya. 

Wednesday, January 16, 2013

Headline News 16.01.13


US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  global  memangkas  kerugiannya  usai  rilis  optimis  data  retail  sales  AS  semalam,  bahkan  harga  obligasi  juga  menguat, didorong oleh perdebatan di Washington mengenai batas pinjaman pemerintah. 

• Yen  mencatat  kenaikan  harian  terbesarnya  terhadap  dolar  dalam  8  bulan  terakhir,  menyusul  warning  seorang  petinggi  Jepang mengenai kerugian dari pelemahan tajam yen, mendorong investor untuk melakukan short covering. 

• Sebagian besar saham AS berhasil rebound di akhir sesi New York setelah data retail sales AS periode Desember dirilis naik  0.5%,  setelah  mencatat  naik  0.4%  di  bulan  November  sebelumnya,  melampaui  ekspektasi  pasar  untuk  kenaikan  0.2%.  Consumer discretionary stocks memimpin kenaikan indeks S&P 500, diikuti oleh saham keuangan. Saham teknologi turun,  dipicu penurunan 3.1% pada saham Apple. 

• Investor  berhati‐hati  setelah  partai  Republik  di  Kongres  menaikkan  $16.4  trilyun  plafon  utang  pemerintah,  dimana  telah  meningkatkan resiko AS akan gagal bayar dalam beberapa bulan mendatang. 

• Ketua  The  Fed  Ben  Bernanke  juga  mendesak  agar  Kongres  menyetujui  kenaikan  plafon  utang  pemerintah  untuk  menghindari  efek  buruk  pada  perekonomian  AS,  dimana  negosiasi  alot  yang  dilakukan  Presiden  Barack  Obama  telah  menekan pasar ekuitas, yang telah menguat sejak Tahun Baru. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 27.57 poin atau 0.20% di 13,534.89. Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  naik 1.66 poin atau 0.11% di 1,472.34. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 6.72 poin atau 0.22% di 3,110.78.   

• Hasil buruk dari perusahaan software SAP <SAPG.DE> telah memicu koreksi pada saham teknologi di Eropa, dengan indeks  DAX Jerman jatuh ke level terendah 2013, namun indeks utama menguat. SAP memberi tekanan pada FTSEurofirst 300 index  <.FTEU3> serta memukul indeks teknologi STOXX Europe 600, yang mencatat turun 2.1% dan mencatat kinerja terburuknya.  Eurofirst 300 index <.FTEU3> untuk saham‐saham utama Eropa ditutup menguat 0.04% di 1,160.22. 

• Indeks ekuitas global MSCI naik tipis 0.1% ke level tertinggi 20 bulan di 350.28.   

• Pasar ekuitas dan obligasi korporasi telah menguat tajam tahun ini seiring pandangan bahwa kebijakan moneter The Fed  yang positif akan mendukung pemulihan ekonomi AS sementara menjaga yield Treasury tetap rendah. Treasury tenor 10  tahun naik 4/32 dengan yield 1.8343%. 

• Sementara,  kontraksi  pada  sektor  manufaktur  New  York  untuk  6  bulan  berturut‐turut  di  periode  Januari  telah  menekan  saham.  Data  lain  juga  menunjukkan  tekanan  inflasi  masih  lemah,  dengan  tingkat  harga  grosir  turun  dalam  3  bulan  berturutan di periode Desember. 

• Yen menguat terhadap dolar, rebound dari pelemahannya selama 4 hari terakhir yang sempat mencapai level terendah 2‐ 1/2 tahun, berkat warning dari petinggi Jepang mengenai dampak buruk pelemahan tajam yen pada ekonomi Jepang. Dolar  turun 0.79% di 88.75 yen. Euro turun 0.55% di $1.3308. 

• Brent crude oil <LCOc1> turun $1.58 di $110.30, sementara U.S. light sweet crude oil <CLc1> turun 86 sen di $93.28 per  barel.   U.S. COMEX gold futures for April delivery <GCG3> berakhir naik $14.50 di $1,683.90. 


GOLD & COMMODITIES
• Platinum mencapai level tertinggi dalam tiga bulannya Selasa lalu, memperluas kenaikannya baru‐baru ini, setelah produsen  utama global Anglo American Platinum mengatakan akan melepas dua tambang Afrika Selatan dan menjual yang lainnya,  memangkas  output  sekitar  400.000  ons  dalam  tahunannya  juga  tenaga  kerja  sebanyak  14.000  orang,  yang  beresiko  mengulang pemogokan dengan kekerasan tahun lalu. 

• Kenaikan pada platinum juga mendorong harga diatas emas untuk pertama kalinya yang hampir setahun. 

• "Platinum is going to have continuous price appreciation because there are some very serious labor issues that are not going  to let up at all," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  turun  dalam  kondisi  perdagangan  yang  ramai  pada  hari  Selasa,  tertekan  oleh  rilis  data  ekonomi  Jerman  dan  concern  terhadap perdebatan mengenai plafon utang pemerintah AS. Harga minyak mentah awalnya tertekan oleh rilis data yang menunjukkan  ekonomi Jerman mengalami kontraksi 0.5% di kuartal keempat, lebih buruk dari perkiraan. Pasar minyak telah mengalami tekanan akibat  kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS dan Eropa dalam setahun terakhir dan juga oleh melemahnya permintaan bahan bakar. 

• Tekanan juga datang dari perdebatan untuk menaikkan plafon utang pemerintah AS, dengan pelaku pasar mencermati desakan Ketua The  Fed Ben Bernanke agar Kongres menaikkan plafon utang guna menghindari kemungkinan gagal bayar. 

• Brent crude oil <LCOc1> turun $1.58 di $110.30, sementara U.S. light sweet crude oil <CLc1> turun 86 sen di $93.28 per barel.  

• Adapun data stok minyak dari American Petroleum Institute pagi tadi menunjukkan stok minyak mentah naik hanya 46000 barel di pekan  lalu, jauh dari perkiraan pasar terjadi kenaikan 2.3 juta barel. Sedangkan stok bensin naik 4.1 juta barel dan stok distillate turun 568000  barel. 

• Sementara U.S. Energy Information Administration akan merilis stok minyak mingguan AS nanti malam sekitar pukul 22.30 wib. 

EURO ZONE
• Zona euro mencatatkan penguatan dari ekspektasi surplus perdagangan bulan November yang dibantu oleh penguatan ekspor dan impor yang flat, data  menunjukkannya, yang mengindikasikan naiknya persaingan dalam blok seperti halnya permintaan domestik yang ditundukkan oleh resesi.  

• Kantor statistik Uni Eropa Eurostat mengatakan surplus perdagangan yang belum disesuaikan pada pembagian 17 negara euro adalah 13.7 milyar euro pada  bulan November, naik dari 4.9 milyar euro pada awal tahun karena ekspor yang naik 5 persen dan impor mengalami flat.  

• Perekonomian Jerman telah tertekan oleh krisis zona euro dalam kuartal terakhir tahun lalu, turun lebih dari besaran poin yang mendekati tiga tahun karena  penguatan ekspor secara tradisional dan melambatnya investasi, Kantor Statistik mengungkapkannya Selasa lalu.  

• Ekspektasi para ekonom mengekspektasi Jerman untuk meningkat kembali setelah perkiraan pelemahan pertumbuhan dalam kuartal pertama  tetapi negara  dengan  ekonomi  terbesar  di  Eropa  kurang  mendukung  pada  negara  lainnya  dalam  blok  tersebut,  dimana  banyaknya  mitra‐mitranya  yang  tertekan  oleh  resesi.  

• Yields  dari  obligasi  Spanyol  dan  Italia  turun  Selasa  lalu  setelah  dua  negara  terlihat  menguatnya  permintaan  dalam  penjualan  obligasi,  tetapi kedepannya  terlihat anjlok terbatas dengan lebih besarnya lelang obligasi kedepannya. 


U.K.
• Sterling berhasil rebound dari level terendah 9‐1/2 bulan terhadap euro pada hari Selasa dipicu aksi profit‐taking  setelah euro menguat belakangan ini, meskipun  mata uang Inggris tersebut masih rentan tekanan akibat kondisi ekonominya yang masih rapuh. 

• Data menunjukkan inflasi tahunan Inggris bertahan di level 2.7% di bulan Desember, sesuai dengan ekspektasi pasar dan jauh di atas target inflasi BoE sebesar 2.0%. 

• Euro turun 0.2% ke 0.8305 pound namun masih  mendekati level puncak  hari  Senin di 0.8326 pound, yang merupakan level tertinggi sejak awal  April 2012. Euro  menghadapi level resistance di 0.8333 pound, yang setara dengan 1.20 euro per pound, sebuah level kunci bagi perusahaan Inggris untuk melindungi exposure valuta  asing mereka. 

• Sedangkan terhadap dolar, sterling bergerak stabil di sekitar $1.6070 setelah membentuk double bottom di sekitar $1.6030. 

• Investor  akan  menantikan  rilis  data  retail  sales  Inggris  pada  hari  Jumat  untuk  melihat  prospek  pemulihan  ekonomi  negara  tersebut.  Jika  data  dirilis  melampaui  ekspektasi, maka akan berdampak positif bagi sterling. 


JAPAN
• Gubernur  Bank  of  Japan  Masaaki  Shirakawa  mengatakan  bank  sentral  akan  melanjutkan  dengan  kekuatan  monetary  easing  karena  perekonomian  kemungkinan untuk masih melemah dalam beberapa saat, memperkuat harapan pasar bahwa akan mengalami ekspansi stimulus berikutnya bulan ini.  

• Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  terus  menekan  pada  bank  sentral  kedepannya  meeting  kebijakan  minggu  depan,  mengulangi  pernyataannya  untuk  memperkuat monetary easing dalam pembicaraan dengan para pembantu bidang ekonomi Selasa lalu.  

• Menteri keuangan Jepang Taro Aso mengatakan Selasa lalu bahwa dia tidak merasa terikat dengan target disiplin pemerintah sebelumnya dan bahwa lebih  penting lagi untuk menjauh dari tekanan ekonomi daripada untuk membatasi peluncuran obligasi.   


AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollar mengalami volume perdagangan yang choppy terhadap yen Selasa lalu karena peringatan terhadap kelebihan  pelemahan yen oleh Menteri Perekonomian Jepang Akira Amari yang memberikan pasar suatu alasan untuk memangkas besarnya aksi beli yen.  

• Aussie <AUDJPY=R> melorot 0.7 persen dalam harian ke level 93.77 yen, dari level puncak empat tahun 94.63 yen.   

• Pasar obligasi Australia telah mengakhiri perdagangan lokal yang mencapai penguatannya, dengan kurangnya data ekonomi dan harga tertahan  dari berita baru dan yields anjlok dalam perdagangan yang sempit.  


SWISS
• Franc Swiss menembus level terendah 13 bulan yang baru terhadap euro meskipun kemudian memperkecil kerugiannya dipicu meredanya kekhawatiran  mengenai krisis utang zona euro.  Euro mencatat intraday high di 1.2413 franc, level tertingginya sejak 7 Desember 2011, dan terakhir bergerak di sekitar  1.2385 franc, atau menguat 0.4% dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

• Sementara itu dolar melanjutkan apresiasinya terhadap franc Swiss dan berhasil mencatat level tertinggi yang baru untuk tahun ini di 0.9330 franc dan  terakhir tercatat bergerak di sekitar 0.9310 franc, atau menguat 1.0% dibandingkan level penutupan New York hari Senin. 

• Rilis data ekonomi AS yang positif, seperti data retail sales periode Desember yang mencatat kenaikan serta data lainnya yang menunjukkan inflasi masih  terkendali,  telah  memperkuat  indikasi  bahwa  The  Fed  akan  mempertahankan  kebijakan  moneter  longgarnya  untuk  menopang  pemulihan  ekonominya.  Kondisi ini telah membantu menopang penguatan dolar terhadap sejumlah rival utamanya. 

• Investor akan mencermati data retail sales dan producer/import price Swiss pada hari Rabu dan Kamis untuk melihat perkembangan ekonomi di negara  tersebut. 

Tuesday, January 15, 2013

Headline News 15.01.13


US & GLOBAL
• Euro menembus level tertinggi 11 bulan terhadap dolar pada hari Senin seiring memudarnya prospek pemangkasan suku bunga di Eropa,  sementara  pasar  ekuitas  melemah  tipis  setelah  menguat  ke  level  tertinggi  lebih  dari  setahun.  Investor  terlihat  melakukan  aksi  ambil‐ untung menjelang rilis laporan earnings korporasi, yang dikhawatirkan akan buruk karena ketidakpastian dari kebuntuan fiskal baru‐baru  ini di Washington. 

• Sementara pasar ekuitas di Eropa dan AS melemah, indeks saham Cina <.SSEC> justru berhasil menguat 3.2%, naik ke level tertinggi 52  pekan berkat menguatnya saham properti dan keuangan, setelah muncul laporan bahwa roll‐out dari skema percontohan pajak properti  kemungkinan akan ditunda. Apple Inc <AAPL.O>, kian menambah prospek suram laporan earnings, setelah melaporkan telah memangkas  order untuk layar LCD dan komponen lainnya untuk iPhone 5 kuartal saat ini akibat lemahnya permintaan. Saham Apple turun 3.6% ke  $501.75 dan menekan bursa secara umum dan memberi tekanan terberat bagi indeks S&P 500. Dow Jones industrial average <.DJI> naik  18.89  poin  atau  0.14%  di  13,507.32.  Standard  &  Poor's  500  Index  <.SPX>  turun  1.37  poin  atau  0.09%  di  1,470.68.  Sedangkan  Nasdaq  Composite Index <.IXIC> turun 8.13 poin atau 0.26% di 3,117.50.   

• Euro naik 0.3% di $1.3382, setelah menembus intraday high di $1.3404 dan mencatat lonjakan 2.5% sejak Presiden ECB Mario Draghi  menggugurkan ekspektasi mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. 

• Europe's FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0.3%, meskipun masih mendekati level tertinggi 2 tahun. Sedangkan MSCI  International ACWI price index of global shares <.MIWD00000PUS> berakhir flat namun masih mendekati level tertinggi 18 bulan. 

• Pasar  ekuitas  meningkat  dan  sebagian  besar  mata  uang  utama  telah  menguat  terhadap  dolar  sepanjang  tahun  ini  setelah  anggota  parlemen  AS  mencapai  kesepakatan  mengenai  pajak,  mengurangi  kekhawatiran  terjadinya  pengetatan  fiskal  mendadak  yang  akan  memperlambat perekonomian. Kepala Chicago Federal Reserve Bank Charles Evans, seorang voting member untuk dewan kebijakan The  Fed tahun ini, memberikan pandangan optimis bahwa ekonomi AS akan tumbuh 2.5% di tahun 2013 dan 3.5% di tahun 2014. 

• Prospek cerah ekonomi AS juga ditunjukkan oleh aliran mingguan terbesar untuk reksa dana AS selama lebih dari 11 tahun di pekan lalu,  sebuah sinyal bahwa saham akan kembali diburu investor. S&P 500 naik 3.1% sepanjang tahun 2013 ini. Gambaran ekonomi global juga  terlihat  membaik,  khusunya  data  ekonomi  Cina  dan  juga  Jepang,  memulai  strategi  baru  untuk  mengangkat  dirinya  keluar  dari  resesi.  Langkah ini melemahkan yen secara substansial tetapi mendorong kenaikan saham Tokyo. 

• Treasury AS tenor 10 tahun naik 3/32 dengan yield di 1.8554%. 

• Hingga berita ini ditulis, investor tengah menantikan testimoni dari Kepala The Fed Ben Bernanke, mengenai prospek ekonomi AS, dimana  investor  akan  mencermati  kemungkinan  pernyataannya  memberikan  indikasi  seberapa  lama  lagi  program  pembelian  obligasi  akan  berlangsung. Jika terindikasi The Fed belum akan mengakhiri program quantitative easing (QE) maka dolar berpotensi melemah terhadap  rival utamanya. 

• Yen  Jepang  melemah  tipis  di  89.44  yen  terhadap  dolar,  rebound  dari  level  terendah  2‐1/2  tahun    menyusul  ekspektasi  bahwa  sebuah  babak pelonggaran moneter agresif akan segera hadir di Jepang. Perdana Menteri Shinzo Abe menegaskan kembali seruannya pada hari  Minggu kemarin agar BOJ memberlakukan target inflasi 2% dan melakukan pelonggaran moneter lebih berani untuk mengakhiri deflasi  yang telah berlangsung hampir selama 2 dekade. Abe, yang belum lama ini mengumumkan stimulus anggaran yang besar untuk ekonomi  Jepang,  mengatakan  ia  akan  mengangkat  seorang  kepala  bank  sentral  yang  baru  ketika  masa  jabatan  Gubernur  Masaaki  Shirakawa  berakhir pada bulan April. 

• Minyak kembali mendapat dukungan akibat kekhawatiran adanya gangguan pasokan dari Timur Tengah. Pemangkasan produksi minyak  mentah Arab Saudi bulan lalu, sabotase pipa di Yaman dan penurunan yang berhubungan dengan cuaca untuk pengiriman minyak Irak  telah  mengurangi  output.  Pertempuran  di  Suriah  dan  latihan  angkatan  laut  Iran  di  Selat  Hormuz  telah  mengingatkan  investor  tentang  risiko gangguan yang lebih luas untuk pasokan minyak Timur Tengah. Brent February crude <LCOc1>, yang akan jatuh tempo pada hari  Rabu, naik $1.24 ke $111.88 per barel. Sedangkan kontrak Brent untuk pengiriman Maret naik $1.11 ke $110.95 per barel. Sementara  untuk U.S. February crude <CLc1> naik 58 sen ke  $94.14 per barel. Tembaga turun 0.5% ke $8,000.15 per ton sementara harga emas naik  tipis. 


GOLD & COMMODITIES
• Platinum naik ke level tertinggi dalam tiga bulannya Senin lalu, dan membuat jarak dengan paritas emas, karena prospek kedepannya dari  anjloknya pasokan di Afrika Selatan yang memicu aksi beli terhadap commodity funds.  

• Emas naik tetapi mengikuti setelah kenaikan platinum, dibantu kenaikan dalam harga agrikultur dan energi. 

• Harga platinum mendapat dorongan dari berita bahwa Anglo American Platinum Afrika Selatan kemungkinan untuk dijual atau menutup  tambang Union sebagai gambaran dari bisnis platinum utama Anglo American. 

• "Platinum prices definitely have room to move higher," kata Howard Wen, metals analyst pada HSBC.   


EURO ZONE
• European Central Bank kemungkinan tidak akan menggunakan skema pembelian obligasi untuk membantu perjuangan pemerintahan zona euro tahun ini, menurut mayoritas kecil  para trader pasar uang yang di polling oleh Reuters.  

• Tiga belas dari 23 trader tidak mengekspektasi banyaknya negara dalam zona euro, termasuk kemungkinan kanditat  Spanyol dan Italia yang memiliki borrowing costs diantara yang  tertinggi dalam wilayah tersebut, yang membuat permintaan untuk  conditional bailout yang akan dimulai tidak terbatas dalam potensi yang tidak terbatas dari program Outright  Monetary Transactions.  

• Anggota Dewan eksekutif European Central Bank Peter  Praet melihat tidak ada alasan  untuk mengubah  kebijakan moneter  ECB pada kejadian dan desakan pemerintah  untuk  melalui persetujuan pola reformasi.   

• Dewan Gubernur ECB secara bulat minggu lalu membuat tingkat suku bunga zona euro unchanged pada 0.75 persen, mencatatkan tanda‐tanda dari stabilisasi pasar keuangan,  hingga masih melemahnya recovery ekonomi.    


U.K.
• Sterling menembus level terendah 9‐1/2 bulan terhadap euro seiring kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Inggris telah menekan mata uang negara tersebut. Investor akan  mencermati  data  CPI  Inggris  pada  hari  Selasa  ini,  yang  diprediksi  akan  menunjukkan  inflasi  tahunan  tetap  di  level  2.7%.  Jika  data  dirilis  naik  di  atas  perkiraan,  maka  akan  berpotensi menekan sterling lebih lanjut, karena naiknya inflasi akan mengurangi kemampuan konsumen untuk berbelanja. Sterling juga berpotensi melanjutkan koreksinya jika  kekhawatiran  seputar  kondisi  ekonomi  Inggris  akan  memperkuat  spekulasi  mengenai  kelanjutan  dari  kebijakan  moneter  longgar  oleh  BoE  dan  menurunnya  peringkat  utang  Inggris di bulan mendatang. Euro mencatat intraday high di 0.8328 pound, level tertingginya sejak awal April 2012, dan terakhir bergerak menguat 0.6% di sekitar 0.8322 pound.  Sedangkan terhadap dolar, sterling terkoreksi 0.4% ke $1.6070. 

• Sterling juga mengalami tekanan pada Jumat lalu setelah data dari National Institute of Economic and Social Research mengindikasikan ekonomi terkontraksi 0.3% di kuartal  keempat  2012.  Data  yang  dirilis  pada  hari  yang  sama  juga  menunjukkan  UK  industrial  and  manufacturing  output  turun  lebih  rendah  dari  perkiraan  di  bulan  November,  mempertegas indikasi bahwa ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal keempat 2012. 

• Namun demikian, sterling berpeluang untuk kembali mengalami rebound jika data CPI Inggris dirilis melemah dan data retail sales dirilis naik melampaui ekspektasi. 

• Prospek ekonomi di sejumlah negara industri maju akan meningkat, dipimpin oleh AS dan Inggris, sementara ekonomi China dan India telah mencapai titik balik yang positif,  demikian Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) mengatakan pada hari Senin.   Pertumbuhan ekonomi di negara inti zona euro, Jerman, Perancis dan Italia, dan juga kondisi ekonomi zona euro secara keseluruhan telah mulai membaik. OECD mencatat kondisi  ekonomi di 33 negara anggotanya stabil di bulan November dari bulan Oktober di 100.2, sedikit di atas level rata‐rata jangka panjang di 100. 


OIL & COMMODITIES
• Brent crude oil naik lebih dari 1% menembus $112 per barel pada hari Senin, didorong oleh mlemahnya dolar, kuatnya pasar minyak bensin dan  solar,  dan  karena  investor  menimbang  pernyataan  dari  Arab  Saudi  yang  telah  mengubah  kebijakan  outputnya.  Pedagang  juga  mengamati  dimulainya ekspansi pipa utama di Amerika Serikat, yang seharusnya membantu mengurangi banjir minyak mentah yang telah menekan harga  minyak mentah AS di wilayah Midwest terhadap rival internasional. 

• Setelah berita pekan lalu bahwa produksi minyak mentah Arab Saudi jatuh pada bulan Desember, seorang penasehat senior kementerian minyak  Saudi menyatakan bahwa pemotongan produksi minyak kerajaan karena rendahnya permintaan musiman. 

• Brent  February  crude  <LCOc1>,  yang  akan  jatuh  tempo  pada  hari  Rabu,  naik  $1.24  ke  $111.88  per  barel.  Sedangkan  kontrak  Brent  untuk  pengiriman Maret naik $1.11 ke $110.95 per barel. Sementara untuk U.S. February crude <CLc1> naik 58 sen ke  $94.14 per barel. 

• Stok  minyak  mentah  AS  diprediksi  naik  di  pekan  lalu,  mencatat  kenaikan  mingguan  keduanya  secara  berturutan,  menyusul  ekspektasi  meningkatnya  impor,  demikian  hasil  jajak  pendapat  Reuters.  Stok  minyak  diprediksi  naik  2  juta  barel  di  pekan  per  11  Januari.  Di  pekan  per  4  Januari sebelumnya, stok minyak tercatat naik 1.3 juta barel, sesuai dengan ekspektasi pasar, seperti yang dilaporkan oleh U.S. Department of  Energy's Energy Information Administration (EIA). Stok bensin diprediksi naik 3.1 juta barel dan stok distillate diprediksi naik 1.6 juta barel.  


JAPAN
• Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan Bank of Japan (BOJ) harus mencapai target 2 persen inflasi dan dibuat dalam jangka menengah, tidak jangka panjang, tujuan  yang ditunjukkan pasar yang ditentukan untuk mendukung pelonggaran kebijakan moneter dengan mengakhiri dua dekade terhadap deflasi.  

• Pemerintah menegosiasikan  dengan  BOJ untuk  merilis pernyataan bersama bulan ini untuk membuat pertanggungjawaban  bank sentral untuk mencapai target 2  persen inflasi, tujuan ganda dalam target saat ini.  

• "The BOJ basically says it sees 1 percent inflation as a loose goal. That doesn't show it's responsible to achieve it and doesn't show its strong determination," Abe  mengatakan pada public broadcaster NHK hari Minggu lalu.  

• "The statement must say clearly that 2 percent is the target. That would lead to fundamental changes" dalam arah menjalankan kebijakan, katanya.  

• BOJ mengarahkan target inflasi 1 persen akhir Februari dan melonggarkan kebijakan moneter lima kali pada tahun 2012.  


AUSTRALIA
• Australian dan New Zealand dollar memperluas penurunannya terhadap penguatan euro Senin lalu tetapi kenaikan pada yen dan dollar meskipun data menunjukkan  pelemahan data lainnya pada Australia.      

• Euro  melejit ke level  A$1.2709 <EURAUD=R>, level tertingginya sejak 2 Jan  dan  sekitar empat sen  diatas palung level terendah hari Kamis lalu. Termasuk  adalah  mudah  untuk  melalui  chart  resistance A$1.2535,  61.8  persen  retracement  dari  kejatuhannya  level  A$1.2810  menuju  A$1.2350  dan terlihat untuk  mengetes  level  puncak Oktober A$1.2824.      

• Job advertisements anjlok ke level terendahnya dalam tiga tahun pada bulan Desember karena perusahaan menahan untuk mempekerjakan pegawai baru ditengah  waktu sulit ini. 


SWISS
• Euro menembus level tertinggi hampir 13 bulan terhadap franc Swiss pada hari Senin, dipicu meredanya kekhawatiran mengenai krisis utang zona euro dan pernyataan ECB  pekan lalu yang menggugurkan prospek untuk dilakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. 

• Euro mencatat intraday high di 1.2341 franc, level tertingginya sejak 15 Desember 2011 ketika mencatat intraday high di 1.2396, dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 1.2336  franc, atau menguat 1.2% dari posisi penutupan New York hari Jumat. 

• Sedangkan  dolar  tercatat  naik  0.5%  terhadap  franc  Swiss  dan  bergerak  di  sekitar  0.9180  franc,  meskipun  franc  Swiss  pekan  lalu  berhasil  menguat  terhadap  dolar  seiring  membaiknya kondisi ekonomi AS, yang mana telah menekan dolar sebagai mata uang safe haven. 

• Investor saat ini akan mencermati data perumahan AS dalam pekan ini. Jika data dirilis membaik, maka berpotensi menekan dolar. 

• Prospek ekonomi di sejumlah negara industri maju akan meningkat, dipimpin oleh AS dan Inggris, sementara ekonomi China dan India telah mencapai titik balik yang positif,  demikian Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) mengatakan pada hari Senin.   Pertumbuhan ekonomi di negara inti zona euro, Jerman, Perancis dan Italia, dan juga kondisi ekonomi zona euro secara keseluruhan telah mulai membaik. OECD mencatat kondisi  ekonomi di 33 negara anggotanya stabil di bulan November dari bulan Oktober di 100.2, sedikit di atas level rata‐rata jangka panjang di 100.

Monday, January 14, 2013

Headline News 14.01.13


US & GLOBAL
• Euro menguat ke level tertinggi sejak April terhadap dolar pada hari Jumat dipicu komentar dari kepala ECB, sementara meningkatnya prospek  ekonomi  telah  mendorong  harga  saham  dunia  mendekati  level  tertinggi  20  bulan.  Rencana  stimulus  besar‐besaran  di  Jepang  juga  menambah  optimisme  mengenai  prospek  aktifitas  bisnis,  namun  kekhawatiran  seputar  permintaan  global,  meningkatnya  inflasi  di  Cina  dan  kemungkinan  adanya tekanan dari perdebatan mengenai plafon utang di Washington telah memicu tekanan jual pada pasar minyak. Seiring menguatnya saham  dan euro, investor telah mengurangi kepemilikan mereka atas aset‐aset aman resiko seperti obligasi pemerintah AS dan Jerman sebelum akhirnya  muncul  kembali  aksi  beli  di  akhir  sesi.  Sementara  Jepang  bertekad  untuk  memulai  lompatan  ekonominya,  bank  sentral  AS  dan  Eropa  telah  membicarakan prospek ekonomi mereka selama 24 jam terakhir. 

• Philadelphia Federal Reserve Charles Plosser pada Jumat lalu mengulangi pandangannya bahwa ekonomi AS akan tumbuh sekitar 3% di tahun  2013, membawa tingkat pengangguran turun ke 7% di akhir tahun. Komentar Plosser tersebut melanjutkan pernyataan yang bernada optimis dari  Kepala Fed St. Louis James Bullard pada hari Kamis sebelumnya.  

• Sedangkan  komentar  dari  Presiden  ECB  Mario  Draghi  setelah  bank  sentral mempertahankan  suku  bunganya  pada  hari  Kamis,  mengisyaratkan  ekonomi Eropa akan memulih di tahun 2013, dimana hal ini kian menambah optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi global akan meningkat di  tahun ini. 

• Indeks ekuitas global MSCI berakhir stabil di 350.00, sedikit di bawah intraday high 350.15, yang merupakan level tertingginya sejak Mei 2011.  Indeks tercatat naik 0.67% dalam sepekan, setelah 3.11% kenaikannya di pekan sebelumnya. 

• Di bursa Wall Street, 3 indeks utama berakhir flat hingga menguat tipis. Indeks Standard & Poor's 500 sedikit di bawah level penutupan tertinggi 5  tahun pada hari Kamis., mencatat kenaikan mingguan 0.33%. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 17.21 poin atau 0.13% di 13,488.43.  S&P  500  <.SPX>  berakhir  melemah  0.07  poin  di  1,472.05.  Sedangkan  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  ditutup  naik  3.88  poin  atau  0.12%  di  3,125.64.  

• Saham komponen Dow, Boeing <BA.N>,  turun 2.5% ke $75.16 akibat adanya  masalah pada  Dreamliner jets. Sedangkan Wells  Fargo <WFC.N>,  bank terbesar keempat di AS, melaporkan perolehan laba tertingginya di kuartal keempat, namun pelaku pasar fokus pada melemahnya interest  margins dan mortgage lending. Saham bank tersebut  berakhir melemah 0.85% ke $35.10. 

• Awal yang solid di pasar saham AS tahun ini kemungkinan disebabkan oleh banjir uang tunai dari fund manager untuk kembali dalam iklim suku  bunga  rendah  saat  ini.  Investor  di  AS  menggelontorkan  dana  senilai  $7.53  milyar  ke  dalam  saham  reksa  dana,  terbesar  sejak  2001,  data  dari  Thomson Reuters Lipper service menunjukkan pada hari Kamis. 

• Indeks  saham  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>,  ditutup  melemah  0.11%  di  1,634.40,  dan  mencatat  penurunan  mingguan  ke  0.33%.  Sedangkan  di  Tokyo,  indeks  Nikkei  <.N225>  ditutup  naik  1.4%  di  10,801.57,  mencatat  kenaikan  mingguan  ke  9  kalinya  secara  berturut‐turut,  kenaikan terlamanya sejak 1998. 

• Yield  untuk  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  3  basis  poin  menjadi  1.87%  setelah  mencatat  intraday  high  di  1.93%.  German  Bund  futures  <FGBLc1> turun 16 basis poin di 142.54 setelah menembus level terendah sejak November di awal sesi. 

• Euro melanjutkan penguatannya atas dolar, naik 0.54% ke $1.3340 setelah mencatat intraday high di $1.3365, level tertingginya sejak April. Euro  mencatat kenaikan mingguan terkuatnya terhadap dolar selama hampir 4 bulan terakhir. 

• Sementara  itu,  dolar  berhasil  menguat  atas  yen  Jepang,  naik  0.45%  ke  89.17  yen.  Dolar  menembus  level  tertinggi  2‐1/2  tahun  di  89.44  yen  sebelumnya, setelah pemerintah Jepang menyetujui  anggaran belanja sebesar $117 milyar untuk mendorong laju perekonomian, dan Perdana  Menteri yang baru Shinzo Abe mendesak BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneternya secara lebih agresif. BOJ kemungkinan akan mengadopsi  target inflasi 2% pada sidangnya 21‐22 Januari mendatang, 2 kali lipat dari targetnya saat ini, yang akan mendorong BOJ membeli lebih banyak  obligasi pemerintah untuk mencapai target inflasi tersebut. 

• Harga minyak jatuh setelah data menunjukkan inflasi tahunan Cina terakselerasi ke level tertinggi 7 bulan di 2.5% di bulan Desember. Laporan  data tersebut telah menekan permintaan pada minyak karena mengurangi peluang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk  mendongkrak perekonomian. Ekspektasi meningkatnya impor bensin AS juga turut menekan harga. Brent crude futures turun $1.25 atau 1.12% di  110.64 per barel, sementara U.S. oil futures <CLc1> merosot 26 sen atau 0.28% ke $93.56. Dalam sepekan, Bren mencatat penurunan pertamanya  dalam 5 pekan terakhir, turun 0.6%, sementara U.S. oil futures naik tipis 0.5%.  

• Harga emas turun 0.78% di $1,661.49 per ons setelah penguatan dolar memaksa investor untuk melakukan profit takong setelah logam mulia  mencatat kenaikan 1 hari terbesarnya sepanjang tahun ini. Dalam sepekan, emas mencatat kenaikan 0.32%.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  merosot  sekitar  1  persen  Jumat  lalu,  diakhiri  untuk  mendekati  flat  dalam  mingguan,  setelah  bertumbuhnya  tekanan  inflasi  di  CIna  yang  mendorong harapan pada lebih besarnya stimulus dari negara dengan ekonomi terbesar kedua tersebut. 

•  Emas melorot setelah data menunjukkan inflasi konsumen tahunan Cina secara cepat meningkat dalam tujuh bulannya sebesar 2,5 persen pada  bulan Desember. Analis mengatakan data titik yang membaik yang mengarahkan tidak adanya perubahan tingkat suku bunga. 

• "A pick‐up in the Chinese inflation number has some people thinking maybe the long‐anticipated Chinese stimulus may not (happen)", kata Frank  McGhee, kepala analis precious metals pada Integrated Brokerage Services LLC.   


OIL & COMMODITIES
• Harga  minyak  jatuh  setelah  data  menunjukkan  inflasi  tahunan  Cina  terakselerasi  ke  level  tertinggi  7  bulan  di  2.5%  di  bulan  Desember.  Laporan  data  tersebut telah menekan permintaan pada minyak karena mengurangi peluang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendongkrak  perekonomian.  Ekspektasi  meningkatnya  impor  bensin  AS  juga  turut  menekan  harga.  Brent  crude  futures  turun  $1.25  atau  1.12%  di  110.64  per  barel,  sementara U.S. oil futures <CLc1> merosot 26 sen atau 0.28% ke $93.56. Dalam sepekan, Bren mencatat penurunan pertamanya dalam 5 pekan terakhir,  turun 0.6%, sementara U.S. oil futures naik tipis 0.5%.  

• Setelah  minyak  berjangka  mendapat  support  pada  hari  Kamis  dari  berita  mengenai  eksportir  minyak  terbesar  dunia  Arab  Saudi  yang telah  memangkas  produksinya dalam 2 bulan terakhir di tahun 2012, laporan pemangkasn produksi minyak tersebut pada hari Jumat justru memberi tekanan pada harga  minyak karena diindikasi berkaitan dengan menurunnya permintaan dan sebagai upaya untuk mempertahankan harga minyak dunia. 

• Arab Saudi memangkas produksi minyaknya sekitar 700.000 barel per hari (bph) dalam 2 bulan terakhir di tahun 2012, dengan produksi bulan Desember  tercatat sekitar 9 juta bph. Eksportir minyak terbesar di dunia tersebut memproduksi 9.03 juta bph di bulan Desember, turun dari 9.49 juta bph di bulan  November dan lebih dari 1 juta bph di bawah level produksi tertingginya pada musim panas yang lalu. 

EURO ZONE
• Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, mengalami kontraksi dalam kuartal keempatnya pada tahun 2012 karena sektor factories memangkas produksinya  dalam mengantisipasi pelemahan permintaan Eropa tetapi pertumbuhan akan naik lagi tahun ini, Menteri Perekonomian mengatakannya Jumat lalu.  

• Jerman  menunjukkan  untuk  mempublikasikan  perkiraan  gross  domestic  product  (GDP)  untuk  tahun  2012  Selasa  depan.  Survei  para  ekonom  oleh  Reuters  telah  memperkirakan pertumbuhan 0.8 persen <ECONDE>. Gambaran kuartal keempat diekspektasi pada bulan Februari.  

• Investor yang mencari return tersentak pada lelang obligiasi Italia Jumat lalu, yang menekan yields dari tenor tiga tahun dibawah 2 persen untuk pertama kalinya sejak  bulan Maret 2010 dengan dan sedikit pemasalahan yang menunjukkan pemilu yang akan terjadi kedepannya.  


U.K.
• Sterling  jatuh  ke  level  terendah  9  bulan  terhadap  euro  dan  kembali  merosot  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Jumat  setelah  rilis  buruk  data  industrial  output  kian  menambah indikasi kemungkinan ekonomi mengalami kontraksi di kuartal keempat lalu. 

• Euro terapresiasi 0.9% di 0.8273 pound. Euro menguat dari 0.8218 pound sebelum rilis data, melanjutkan kenaikannya dalam 6 hari berturut‐turut. Ini merupakan level tertinggi  euro sejak awal April. 

• Sementara  itu  sterling  merosot  0.4%  terhadap  dolar,  turun  ke  level  intraday  low  $1.6089  sebelum  akhirnya  mengalami  rebound  tipis  dan  bergerak  di  sekitar  $1.6120,  atau  melemah 0.3% dibandingkan level penutupan New York hari Kamis. 

• Belanja konsumen dan output di Inggris telah mengalami stagnasi, dan data industri Inggris yang terakhir dirilis juga mengisyaratkan bahwa ekonomi Inggris nampaknya akan  mengalami kontraksi lagi dan membutuhkan stimulus moneter lebih lanjut. 

• Sedangkan kondisi yang kontras terjadi di zona euro, dimana Presiden ECB Mario Draghi tidak memberikan indikasi mengenai kapan kemungkinan suku bunga akan dipangkas  setelah mempertahankan suku bunganya di level 0.75% pada sidangnya hari Kamis sebelumnya. Hal ini telah meredakan ekspektasi pemangkasn suku bunga dan mendorong euro  untuk menguat secara luas. 

• Data dari National Institute of Economic and Social Research pada hari Jumat menunjukkan ekonomi Inggris kemungkinan mengalami kontraksi 0.3% di kuartal keempat. 

• Sterling berpotensi untuk melemah kembali jika Inggris kehilangan peringkat kredit AAA, jika pertumbuhan ekonomi terus mengalami hambatan dan pemerintah gagal untuk  mencapai target pengurangan utangnya. 

• Investor saat ini akan mencermati data CPI Inggris dalam pekan ini. Jika inflasi tetap tinggi, maka akan menyulitkan BoE untuk melonggarkan kebijakan moneternya, dan hal ini  akan berdampak positif bagi sterling. 


JAPAN
• Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membuat dorongan terbesarnya untuk pertumbuhan lapangan kerja yang merupakan bagian dari mandat Bank of Japan karena  pemerintahnya menyetujui pembelanjaan $117 milyar untuk menghidupkan kembali perekonomian sejak krisis keuangan.  

• Dibawah  tekanan  dari  Abe,  BOJ  kemungkinan  akan  mengadopsi  target  inflasi  2  persen.  Gambaran  tingkat  suku  bunga  tanggal  21‐22,  menggandakan  tujuannya  sekarang,  dan  mempertimbangkan  kebijakan  moneter  lagi,  kebanyakan  kemungkinan  dengan  menaikkan  utang  pemerintah  dan  pembelian  aset‐aset,  sumber  mengatakan pada Reuters minggu lalu. 


AUSTRALIA
• Australian  dan  New  Zealand  dollars  menunjukkan  level puncak  empat  tahunnya terhadap  yen  Jumat lalu  karena janji  perubahan  yang  dramatis  pemerintah  baru  Jepang dalam kebijakan moneter yang dapat akhirnya menghidupkan kembali perekonomian terbesar ketiga dunia tersebut.  

• Aussie mencapai level puncak terbaru dalam empat tahun ke level 94.51 <AUDJPY=R> versus mata uang Jepang, yang telah naik lebih dari dua yen dalam dua harinya,  yang mencatatkan kenaikan 4.5 persen sejak 1 Jan.   

• Mitra dagang terbesar Australia, China, menunjukkan tanda‐tanda yang membaik pada langkah untuk recovery dari tekanan ekonomi.  

• Surplus perdagangan naik 48.1 persen ke level $US231.1 milyar ($A220.80 milyar) pada tahun 2012, dibantu oleh kenaikan 7.9 persen dalam ekspor menjadi $US2.05  trilyun. Sementara itu impor naik 4.3 persen ke level $US1.82 trilyun.  


SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap euro pada perdagangan hari Jumat menyusul investor memburu aset beresiko setelah bank sentral Eropa (ECB) mengatakan ekonomi  zona euro akan memulih di tahun 2013. 

• Euro kemudian melanjutkan apresiasinya ke level tertingginya 4 bulan atas franc Swiss setelah ECB menggugurkan prospek pemangkasan suku bunga dan sebuah bank  Swiss,  Zuercher Kantonal Bank, mengatakan pihaknya mungkin akan mengenakan biaya pada rekening tabungan. 

• Data inflasi Swiss yang dirilis lebih rendah dari perkiraan juga turut menambah tekanan jual pada franc Swiss. 

• Euro menguat ke 1.2178 franc, level tertingginya sejak 17 September 2012 ketika mencatat intraday high di 1.2185 franc. Euro terakhir tercatat naik 0.3% ke sekitar  1.2170 franc dari posisi penutupan New York hari Kamis. 

• Sementara terhadap dolar, franc Swiss berhasil rebound, meskipun masih terbatas, seiring menguatnya euro atas dolar. Dolar terkoreksi ke intraday low 0.9108 franc  dan terakhir bergerak melemah 0.1% ke sekitar 0.9130 franc.