title cover

title cover

Thursday, February 14, 2013

Headline News 14.02.13


US & GLOBAL
Yen ditutup melemah tipis ditengah kondisi perdagangan yang volatile pada hari Rabu menyusul keprihatinan pada perang mata uang dan  dampak dari pesan yang beragam dari G7 telah menambahkan fokus pada pertemuan G20 di Moskow akhir pekan ini. Yen menyerahkan  keuntungannya pasca mengalami kenaikan tajam di sesi sebelumnya. Komentar dari Wakil Menteri Keuangan Rusia Sergei Storchak telah  menekan yen setelah ia mengatakan mata uang itu dipastikan  telah over‐valued dan bahwa "tidak ada tanda‐tanda" otoritas  moneter  Jepang yang melakukan intervensi. 

Mata  uang  bergerak  volatile  setelah  muncul  statement  G7  sebelumnya  dalam  pekan  ini  mengenai  nilai  tukar,  yang  ditujukan  untuk  meredam kekhawatiran mengenai perang mata uang. G7 pada hari Selasa kemarin menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai  nilai  tukar  yang  disepakati  pasar  dan  mengatakan  kebijakan  moneter  dan  fiskal  tidak  harus  diarahkan  pada  devaluasi  mata  uang  –  komentar yang awalnya dipandang mendukung pelemahan yen belakangan ini. Namun, pejabat G7, yang terdiri dari negara AS, Jepang,  Jerman, Inggris, Perancis, Italia dan Kanada, kemudian memberikan klarifikasi bahwa statement tersebut merupakan concern mereka atas  koreksi tajam yen belakangan ini. 

Analis  khawatir  tentang  kurang  jelasnya  konsensus  di  tingkat  G7  dalam  menanggulangi  risiko  devaluasi  mata  uang  yang  kompetitif  menyusul negara mencoba untuk memacu pertumbuhan melalui ekspansionis kebijakan moneter dalam negeri. 

Euro terakhir diperdagangkan di $1,3447, turun 0,04%, dan melemah 0,1% terhadap yen di 125,65 yen. 

Ketidakjelasan dalam pernyataan G7 tersebut telah memperbesar kemungkinan bahwa dewan kebijakan akan menggunakan sidang G20  di Moskow pada hari Jumat‐Sabtu pekan ini untuk memberikan komentar berikutnya, seputar nilai tukar yen dan meluasnya devaluasi  mata uang. 

Adapun fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada Jepang, dimana pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe tengah mendorong untuk  dilakukan  kebijakan  moneter  agresif  oleh  BOJ  untuk  menangkal  resiko  deflasi  melalui  ekspansi  moneter.  Antisipasi  terhadap  langkah  kebijakan tersebut telah memicu koreksi yen hampir 20% terhadap dolar sejak November. 

Bursa saham dunia kembali berupaya bangkit  setelah S&P  500  menembus  level intraday tertinggi  sejak November  2007. Bursa  saham  Eropa  menguat,  namun  barometer  untuk  bursa  global  tidak  banyak  berubah  dengan  Dow  Jones  kembali  terkoreksi  dari  level  14.000.  Setelah menembus level tertinggi lebih dari 5 tahun, S&P mengalami koreksi tajam sebelum akhirnya ditutup menguat tipis. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 35,79 poin atau 0,26% di 13.982,91. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  berakhir  naik  0,90  poin  atau  0,06%  di  1.520,33.  Sementara  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  bertambah  10,38  poin  atau  0,33%  ke  3.196,88.   

Indeks ekuitas global MSCI naik 0,1% sementara indeks saham Eropa, FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3>, berakhir naik 0,4%.  

Harga Treasuriy jatuh setelah minimnya penjualan pada obligasi tenor 10 tahun. Harga obligasi tenor 10 tahun turun 12/32 dengan yield  2,021%.  


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah dibawah level $1.650 per ons pada Rabu lalu setelah data menunjukkan kekecewaan pada kecilnya pertumbuhan dalam  penjualan ritel AS pada bulan Januari, sementara itu beberapa investor bertahan pada adanya kedepan meeting G20 akhir minggu ini,  yang mana diekspektasi untuk menjaga ritme dari perdagangan emas. 

Liburan panjang Lunar New Year Cina juga menahan minat pada pasar fisik, ungkap para trader

"More money is piling into the equities and real estate as the economy is getting better. It doesn't bode well for gold which is not rising  with the stimulus programs in China and Japan," ungkap Bruce Dunn, vice president pada perdagangan precious metals dealer Auramet.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak Brent crude meningkat tipis pada sesi perdagangan Rabu ditutup mendekati $119 per barel dan tetap  mendekati  level  penutupan  perdagangan  tertinggi  sembilan  bulan,  meskipun  kenaikan  dibatasi  oleh  peningkatan  persediaan minyak mentah AS dan sebagai International Energy Agency (IEA) telah menurunkan prospek permintaan  akan minyak mentah. 

Menurut  laporan  mingguan,  U.S.  Energy Information  Administration  mengatakan  stok  minyak  mentah  naik  sebesar  560.000 barel pada pekan yang berakhir 8 Februari, meskipun keuntungan yang sedikit kurang dari yang diperkirakan  oleh analis, sementara stok bensin dan sulingan turun. 

"The underlying supply and demand fundamental picture really hasn't changed. We have a lot of oil here in the United  States," ucap Gene McGillian, seorang analis Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

EURO ZONE
AS  dan  Uni  Eropa  menyetujui  Rabu  lalu  untuk  mendorong  meluncurkan  hingga  akhir  bulan  Juni  pembicaraan  untuk  membuat  aliansi  free  trade/perdagangan bebas yang dapat menjadi acuan mitra global untuk mengikuti.  

Kesepakatan free trade akan menjadi yang paling ambisius untuk diusahakan, meliputi setengah output ekonomi dunia dan sepertiga dari aliran  perdagangan global.  

"These  negotiations  will  set  a  standard,  not  only  for  our  future  bilateral  trade  and  investment,  including  regulatory  issues,  but  also  for  the  development of global trade rules," Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakannya dalam konferensi berita.  

Output pada pabrik‐pabrik zona euro naik untuk pertama kalinya sejak bulan Agustus pada akhir tahun lalu yang ditandai blok mata uang tunggal  yang mulai ditarik keluar dari resesi. 

Perancis kemungkinan akan melewatkan tujuan defisit tahun ini, Menteri Luar Negeri Laurent Fabius mengatakannya, pertama kali anggota dalam  lingkaran pemerintah yang mengakui keraguan berkenaan dengan landasan kebijakan yang berlaku.  


U.K.
Sterling  jatuh  ke  level  terendah  6  bulan  terhadap  dolar  dan  menembus  level  terendah  15  bulan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  pada  perdagangan  hari  Rabu  setelah  Bank  Sentral  Inggris  (BoE)  mengisyaratkan  akan  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar  meskipun  inflasi  meningkat. 

Hasil laporan inflasi kuartalan BoE menunjukkan adanya prospek ekonomi yang melemah dan mengatakan inflasi akan berada di atas target 2%  hingga awal 2016. 

Gubernur  BoE  Mervyn  King  mengatakan  bank  siap  untuk  "memeriksa"  periode  sementara  untuk  kondisi  inflasi  di  atas  target  dan  tidak  akan  berisiko menyakiti perekonomian dengan pengetatan kebijakan moneter dalam rangka untuk menghadapinya. 

Menyusul rilis data PDB‐Q4 Inggris yang mengalami kontraksi, laporan inflasi kuartalan menaikkan kekhawatirannya mengenai resiko “stagflasi”,  sebuah kondisi tingginya angka inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. 

Sterling melemah 0,7% terhadap dolar ke sekitar $1,5550, setelah terkoreksi ke $1,5525, level terendahnya sejak awal Agustus 2012. 

Meskipun inflasi tetap tinggi, Gubernur Mervyn King menegaskan kembali bahwa BoE siap untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut  jika dibutuhkan, namun menambahkan bahwa dampak dari kebijakan moneter longgar adalah terbatas, dimana mendorong naiknya yield obligasi  pemerintah Inggris. Data yang dirilis Selasa kemarin menunjukkan inflasi Inggris tetap di 2,7% y/y di periode Januari. 

King mengatakan, pernyataan G7 yang dikeluarkan pada hari Selasa mengandung arti bahwa negara harus diizinkan untuk menggunakan stimulus  moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonominya, dimana hal ini dapat mengurangi dampak nilai tukar, maka seharusnya dibiarkan terjadi. 

Sterling  juga  jatuh  ke  level  terendah  sejak  akhir  1992  terhadap  krown  Swedia  setelah  bank  sentral  Swedia  mempertahankan  suku  bunganya,  kontras dengan ekspektasi dilakukan pemangkasan. 


JAPAN
Jepang  akan  berusaha  untuk  meyakinkan  mitra  Group  of  20  yang  mendorong  untuk  mengembalikan  ekonomi  pada  keadaan  semula  dengan ekspansi moneter agresif yang akan menguntungkan negara lain dan menekan semua kemungkinan pengaruh negatif, diplomat  keuangan mengatakannya.  

Takehiko Nakao, wakil menteri keuangan untuk urusan internasional, berbicara sehari setelah Jepang dan negara kaya dari Group of Seven  mendeklarasikan  bahwa  kebijakan  fiskal  dan  moneter  tidak  akan  langsung  pada  mendevaluasi  mata  uang  dan  menegaskan  kembali  komitmen untuk menentukan nilai tukar.  

Wholesale prices Jepang melemah 0.2 persen dalam basis tahunan untuk bulan Januari, data Bank of Japan menunjukkannya.  


AUSTRALIA
Australian dollar mengalami rally tajam dari level terendahnya empat bulan Rabu lalu dibantu oleh beberapa data optimis domestik dan  penguatan dalam saham‐saham domestik dan harga komoditas global.  

Hingga mata uang Antipodean memangkas kenaikannya terhadap yen setelah pejabat G7 menyuarakan permasalahan mengenai gerakan  yang berlebihan pada mata uang Jepang.  

Aussie rally ke level $1.0361 <AUD=D4>, rebound dari level $1.0227 yang tercapai pada overnight, level terendahnya sejak pertengahan  Oktober.  

Para peritel kemungkinan akan menikmati ledakan baru dari pembelanjaan konsumen.  

Data terbaru menunjukkan consumer confidence telah menguat ke level tertinggi yang lebih dari dua tahun karena pemangkasan tingkat  suku bunga sejak akhir tahun 2011 oleh Reserve Bank of Australia's (RBA) terlihat untuk membuat kemajuannya.  


SWISS
Pemerintah Swiss pada Rabu kemarin mengumumkan langkah‐langkah untuk mencoba meredam ledakan pasar perumahan yang disebabkan suku bunga  yang ultra‐rendah, imigrasi dan daya tarik Swiss sebagai safe haven bagi investor keuangan. Pemerintah mengatakan pihaknya menuntut bank memegang  modal tambahan terhadap buku hipotek mereka untuk menahan kenaikan harga real estate yang "berlebihan" dan utang hipotek yang "selangit" karena  bank sentral tidak bisa menaikkan suku bunga karena tekadnya untuk tetap mempertahankan nilai patokan tertinggi untuk franc Swiss. Langkah ini dapat  menghambat sentimen konsumen di Swiss dan perluasan pertumbuhan ekonomi, dan juga dapat mencegah arus masuk modal spekulatif untuk mengambil  keuntungan dari bubble yang terjadi. Franc jatuh  ke 1,2387 per euro  sebagai  bentuk respon dari langkah pemerintah Swiss tersebut, sebelum  akhirnya  dapat memangkas kerugiannya dan bergerak di sekitar 1,2340. Sedangkan dolar menguat 0,2% ke 0,9185 franc.Saham bank Swiss juga tergelincir. 

Data yang dirilis kemarin menunjukkan producer and import prices naik di bulan Januari dari setahun lalu, meskipun tercatat sedikit menurun dari data  bulan sebelumnya, sebuah kondisi yang mendukung pandangan SNB untuk mempertahankan plafon franc untuk mencegah deflasi. Producer and import  prices  naik  0,8%  y/y  di  bulan  Januari,  turun  tipis  dari  1,0%  kenaikannya  di  bulan  Desember  sebelumnya,  demikian  data  dari  Federal  Statistics  Office  menunjukkan. Sedangkan dalam basis bulanan harga produsen turun 0,1% sementara harga impor turun 0,3%. 

Kepala SNB Thomas Jordan pada hari Selasa mengatakan plafon franc saat ini masih menjadi cara yang valid untuk memastikan stabilitas harga dan ia tidak  melihat adanya resiko inflasi di Swiss dalam waktu dekat, mengulang pernyataan serupa dari anggota SNB Fritz Zurbruegg di akhir pekan kemarin. Di bulan  Desember, SNB menurunkan proyeksi jangka pendek untuk inflasi, memprediksi inflasi akan turun 0,1% di tahun 2013 dan naik hanya 0,4% di 2014, jauh di  bawah target stabilitas harga SNB sebesar 2%. Data hari Selasa lalu menunjukkan inflasi Swiss turun 0,3% di periode Januari, mendukung langkah SNB untuk  mempertahankan plafon franc guna mencegah deflasi. Berdasarkan mandatnya, SNB harus mempertahankan inflasi tetap positif namun berada di bawah  2%. SNB akan menggelar sidang reguler berikutnya pada 14 Maret mendatang. 

Wednesday, February 13, 2013

Headline News 13.02.13


US & GLOBAL
Yen  mencatat  rally  pada  perdagangan  Selasa  kemarin,  membalik  koreksi  sebelumnya  terhadap  dolar  dan  juga  euro  setelah  seorang  petinggi G7 mengatakan perlu dikhawatirkan dampak dari pergerakan mata uang Jepang. 

Bursa saham dunia menguat, dipimpin oleh bursa Eropa. Indeks S&P 500 bertengger mendekati level tertinggi multi tahunannya menyusul  investor memandang optimis pada testimoni Presiden AS Barack Obama di depan State of the Union yang akan dilaksanakan pada Selasa  malam waktu setempat atau Rabu pagi ini. 

G7,  dalam  sebuah  pernyataannya,  mendesak  negara‐negara  untuk  menahan  diri  dari  devaluasi  kompetitif,  dan  mengatakan  tetap  berkomitmen untuk mencapai nilai tukar yang "ditentukan pasar ". Hal ini sebagai reaksi terhadap kekhawatiran dalam beberapa pekan  terakhir  bahwa  kebijakan  pelonggaran  moneter  pemerintah  Jepang  yang  baru,  yang  juga  telah  melemahkan  yen,  bisa  memicu  perang  mata uang lebih lanjut. Namun, pasar menafsirkan pernyataan tersebut sebagai tanda bahwa G7 mendukung langkah Jepang, mendorong  seorang  pejabat  dari  negara  G7  untuk  kemudian  mengatakan  bahwa  kelompok  "prihatin  dengan  acuan  sepihak  pada  yen."  Komentar  tersebut ‐ yang dimaksudkan untuk mengklarifikasi pernyataan G7 ‐ memicu rally yen terhadap dolar dan euro. 

Dolar melemah 0,9% terhadap yen di 93,50 yen setelah menguat ke 94,42 yen di hari Senin, level tertingginya sejak Mei 2010. Euro jatuh  0,5% ke 125,77 yen, setelah mencatat rally 2% di hari Senin. 

G7  akan  menghadiri  pertemuan  G20  akhir  pekan  ini  dan  secara  tegas  menekan  negara  berkembang  utama  untuk  mengadopsi  harga  fleksibel valuta asing, demikian penegasan dari Gubernur Bank of Canada Mark Carney pada hari Selasa. Tokyo kemungkinan akan datang  di bawah tekanan serius ketika menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral bertemu di Moskow pada akhir minggu, paling tidak  karena Amerika Serikat menggunakan kebijakan serupa. Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyambut baik pernyataan tersebut, dan  mengatakan bahwa langkah‐langkah kebijakan Tokyo tersebut "tidak ditujukan untuk mempengaruhi pasar mata uang." 

Petinggi keuangan AS Lael Brainard mengatakan bahwa devaluasi kompetitif untuk sementara sebaiknya dihindari, namun ia mendukung  upaya Jepang untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mengakhiri deflasinya. 

Indeks ekuitas global MSCI naik 0,5% di 356,40. Indeks saham Eropa naik 0,6% dan ditutup di 1161,46, dipimpin oleh saham perbankan  Inggris setelah bank terbesar ketiga Inggris, Barclays <BARC.L>, mengumumkan langkah pemangkasan biaya dan perbaikan strategis. 

Sementara saham perumahan telah menopang penguatan Wall Street.  Dow Jones industrial average <.DJI> naik 47,46 poin atau 0,34% di  14.018,70. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 2,42 poin atau 0,16% di 1.519,43. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun  5,51 poin, atau 0,17% ke 3.186,49.   

Ekonomi akan menjadi topik utama testimoni Obama hari ini di depan Kongres sekitar pukul 09.00 wib. Investor akan mencermati setiap  pernyataannya untuk menyimpulkan adakah indikasi telah terjadi kesepakatan dengan Partai Republik untuk menghindari pemangkasan  anggaran secara otomatis atau yang dikenal dengan “jurang fiskal” yang akan mulai berlaku per 1 Maret. 

Harga obligasi AS tenor 10 tahun turun 4/32 dengan yield 1,98%, naik dari 1,96% di sesi Senin. Harga obligasi Spanyol dan Italia juga naik  akibat aksi ambil untung investor lokal pasca mengalami tekanan jual, meskipun kenaikannya masih rapuh seiring ketidakpastian politik di  kedua negara tersebut. 

Euro  naik  0,4%  ke  $1,3455,  mengakselerasi  kenaikannya  setelah  Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  mengatakan  tidak  ada  hal 
seperti itu sebagai perang mata uang dan bahwa Spanyol berada di jalur yang benar menuju pemulihan ekonomi. 

Harga minyak naik setelah U.S. Energy Information Administration mengatakan permintaan minyak akan tumbuh lebih cepat dibanding  perkiraan sebelumnya dalam tahun ini dan OPEC menaikkan proyeksi untuk jumlah produksi minyak yang dibutuhkan tahun ini. Brent oil  <LCOc1> naik 53 sen ke $118.66 per barel dan U.S. crude <CLc1> naik 48 sen ke $97.51 per barel. Harga emas merangkak naik dari level  terendahnya selama lebih dari sebulan dan terakhir bergerak relatif stabil di $1.651 per ons.  



GOLD & COMMODITIES
Emas mengalami rebound dari level terendahnya enam minggunya pada perdagangan yang flat karena dollar AS merosot, sementara itu  platinum mencapai level tertinggi dalam 17 bulannya setelah naiknya harga perhiasan dan autocatalytic yang membuat metal dianggap  kurangnya pasokan sebelumnya. 

"It was an extremely quiet day in gold," kata Frank McGhee, head precious metals trader pada Chicago's Integrated Brokerage Services.  "The market tried a couple of times at least to get past the $1,638 high, but there was no follow‐up buying." 


OIL & COMMODITIES
Harga minyak meningkat pada sesi perdagangan Selasa setelah U.S. Energy Information Administration (EIA) berpendapat bahwa  permintaan  minyak  dunia  akan  meningkat  lebih  cepat dari  perkiraan sebelumnya  di tahun  2013 dan  OPEC  menaikkan  proyeksi  untuk jumlah minyak mentah yang perlu ditingkatkan produksinya di tahun ini. 

"Overall, I would say the OPEC report is constructive and mildly bullish based on the demand forecast," ucap Dominick Chirichella,  senior partner pada Energy Management Institute di New York. 

Brent  crude  meningkat  53  sen  yang  ditutup  pada  level  $118.66  per  barel  setelah  ditutup  mengalami  penurunan  pada  sesi  perdagangan Senin dan U.S. crude meningkat 48 sen ke level $97,51 per barel. 

The  EIA  menaikkan  proyeksi  permintaan  minyak  110.000  barel  per  hari  menjadi  1,05  juta  barel  per  hari  pada  tahun  2013,  menjadikan permintaan global sebesar 90,2 juta barel per hari tahun ini.(

EURO ZONE
Dana  bailout    zona  euro  harus  membatasi  banyaknya  rekapitalisasi  dari  bank‐bank  dibawah  80  milyar  euro,  jika  apapun  sama  sekali  terjadi,  Menteri  Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakannya.   

Ambisi Schaeuble dari membatasi penggunaan 500‐milyar‐euro pada European Stability Mechanism sebagai halangan untuk negara‐negara seperti Irlandia,  yang masih mengharapkan untuk mendapatkan secara langsung bantuan dari dana‐dana untuk bank‐banknya.  

Grup bisnis Jerman menekan kekhawatiran bahwa penguatan euro memukul ekspor negara, yang mengatakan bahwa perusahaan lebih optimis mengenai  menjual diluar negeri daripada musim gugur.  

"The economy is picking up at the beginning of 2013," German Chambers of Industry and Commerce (DIHK) mengatakan, yang menambahkan bahwa survei  sekitar 28.000 perusahaan menyatakan kekhawatiran mengenai krisis utang euro yang sedang longgar.  

"After continually worsening over the course of 2012, the business situation of firms is stabilising at what is still a high level. The interim crisis mood has  calmed."


U.K.
Sterling rebound dari level terendah 6 bulan terhadap dolar pada hari Selasa, namun kenaikannya ini nampaknya hanya sementara sebelum BoE meng‐update proyeksi inflasi dan  pertumbuhan  ekonomi  pada  hari  Rabu  ini.  Sterling  terkoreksi  ke  level  intraday  low  di  $1,5571,  level  terendahnya  sejak  7  Agustus,  sebelum  akhirnya  berhasil  memangkas  kerugiannya dan bergerak relatif flat di sekitar $1,5665 di sesi New York. 

Investor masih berlaku hati‐hati menjelang rilis laporan inflasi kuartalan BoE pada hari ini. BoE kemungkinan akan menurunkan proyeksi ekonomi setelah PDB‐Q4 2012 mencatat  kontraksi, yang memperkuat dugaan ekonomi Inggris akan tergelincir kedalam resesi berikutnya. 

Jika anggota dewan kebijakan BoE memberikan sinyal yang mendukung pelemahan sterling guna mendongkrak pemulihan ekonomi, maka hal tersebut menjadi sebuah tanda  untuk menjual sterling. 

Euro menguat 0,6% terhadap sterling ke sekitar 0,8603 pound, kembali menuju level tertinggi 15 bulan di 0,8717 yang dicapai pada 1 Februari lalu dan melanjutkan kenaikannya  sejak Senin, ketika mencatat kenaikan lebih dari 1%. 

Euro memangkas keuntungan terhadap franc Swiss usai mencatat intraday high di 0,8631 franc setelah pejabat G7 mengatakan bahwa pernyataan mengenai nilai tukar ditujukan  pada Jepang, yang mata uangnya telah melemah secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir. 


JAPAN
Kebijakan fiskal dan moneter tidak harus diarahkan pada devaluasi mata uang, negara‐negara Group of Seven mengatakannya Selasa lalu dalam pernyataan  yang bertujuan menurunkan tekanan pada tensi internasional berkenaan dengan nilai tukar.  

Intervensi mengikuti pertanyaan‐pertanyaan retorika tentang perang mata uang, didorong besarnya tekanan oleh pemerintah baru Jepang pada ekspansi  agresif kebijakan moneter, yang mana telah melihat pelemahan tajam yen sebagai hasilnya.  

Pernyataan dari Group of Seven Selasa lalu berarti menandai permasalahan mengenai pergerakan yang berlebihan dalam nilai tukar Jepang dan pernyataan  dari Tokyo mengenai level yen, seorang pejabat G7 mengatakannya.  

"The G7 statement was misinterpreted. The G7 statement signaled concern about excess moves in the yen," ungkap pejabat tersebut. "The G7 is concerned  about unilateral guidance on the yen. Japan will be in the spotlight at the G20 in Moscow this weekend."  

Eksportir  Jepang  mengharapkan  untuk  kedepannya  pelemahan  nilai  dari  yen  terhadap  dollar  tidak  mungkin  diminta  untuk  lebih  dari  para  pembuat  kebijakan minggu ini.


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollar melanjutkan  penguatannya  terhadap  anjloknya  yen  Selasa  lalu  setelah  pemerintah  AS  menyuarakan  dukungan  pada  usaha Jepang untuk mengakhiri tekanan deflasi, meskipun perhatian sementara terhadap devaluasi.  

Aussie tertekan ke level terendahya dalam tiga bulan terhadap dollar AS dan merosot terhadap euro.  

Australian dollar menguat ke level  96.87 yen <AUDJPY=R> terlihat dari level puncak empat setengah tahun ke level 97.42 yang terjadi Selasa sebelumnya.   

Permintaan untuk business credit melambat dalam bulan‐bulan terakhir tahun lalu, berkenaan dengan tingginya ketidakpastian dalam dunia komersial yang  lebih luas.  


SWISS
Franc Swiss turun tajam terhadap euro pada perdagangan Selasa setelah Kepala Bank Nasional Swiss (SNB) Thomas Jordan mengatakan nilai patokan untuk franc  Swiss masih akan dipertahankan dan ia memprediksi franc masih akan melemah terhadap euro. 

Euro  melonjak  ke  level  intraday  high  1,2355  franc,  dari  1,2308  sebelum  muncul  komentarnya  tersebut.  Euro  telah  menguat  lebih  dari  2%  terhadap  franc  Swiss  sepanjang tahun ini menyusul meredanya kekhawatiran terhadap prospek perekonomian zona euro. Terhadap dolar, franc menguat 0,1% ke 0,9170 franc 

Sementara itu, data inflasi Swiss kemarin dirilis naik tipis di bulan Januari, mendukung langkah SNB untuk mempertahankan nilai patokan franc yang dimaksudkan  untuk menghindari deflasi. Inflasi turun 0,3% month‐on‐month, sesuai dengan ekspektasi pasar, dibandingkan 0,2% penurunannya di bulan Desember. Sedangkan  dalam basis tahunan, inflasi juga turun 0,3%, dibandingkan 0,4% penurunannya di bulan Desember sebelumnya. 

SNB mematok nilai batas minimum untuk EUR/CHF di 1,20 franc di bulan September 2011 lalu untuk mencegah perekonomian Swiss jatuh kedalam fase resesi dan  deflasi. 

SNB telah menurunkan outlook jangka pendek untuk inflasi pada review kebijakan kuartalan di bulan Desember lalu, memprediksi inflasi akan turun 0,1% di tahun  2013 dan hanya naik 0,4% di tahun 2014, jauh di bawah target inflasi SNB sebesar 2%. 

Tuesday, February 12, 2013

Headline News 12.02.13


US & GLOBAL
Yen terkoreksi tajam terhadap dolar dan euro pada hari Senin setelah pejabat keuangan AS menyuarakan dukungannya atas upaya Jepang  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengakhir deflasi. 

Sementara  Wall  Street  dan  pasar  ekuitas  dunia  bergerak  tipis  seiring  absennya  data  utama  ekonomi  yang  membuat  investor  tidak  memiliki alasan untuk mendorong saham lebih tinggi lagi untuk saat ini. 

Euro  terapresiasi  setelah  dewan  kebijakan  Eropa  menghentikan  pembahasan  mengenai  upaya  intervensi  untuk  melemahkan  euro,  sementara  bursa  saham  AS  kehilangan  daya  dorongnya  setelah  mencapai  level  tertinggi  multi  tahunannya.  Dolar  menguat  ke  level  intraday high di 94,42 yen, level tertingginya sejak awal Mei 2010, dan terakhir tercatat naik 1,8% di 94,33 yen. Euro naik 2,1% ke 126,46  yen,  setelah  mencatat  intraday  high  di  126,59  yen.  Yen  jatuh  setelah  U.S.  Treasury    Undersecretary  Lael  Brainard  mengatakan  AS  mendukung upaya Jepang untuk mengakhiri deflasinya dan kembali memacu pertumbuhan ekonominya. Pasar melihat situasi tersebut  sebagai “lampu hijau” untuk menjual yen lebih lanjut. 

Ketegangan  mengenai  apakah  beberapa  negara  memang  sengaja  berusaha  untuk  melemahkan  mata  uang  mereka  menjadi  fokus  perhatian pelaku pasar, dengan Menteri Keuangan Perancis Pierre Moscovici mengatakan negara‐negara zona euro perlu kerjasama lebih  erat dalam menjalankan kebijakan nilai tukar. Namun komentarnya tersebut diimbangi oleh komentar dari petinggi ECB Jens Weidmann,  yang  mengatakan  bahwa  diskusi  mengenai  overvaluation  euro  hanya  pengalih  perhatian  dari  tugas  pemerintah  untuk  memilah‐milah  ekonomi mereka. Dia mengatakan euro tidak over‐valued

Setelah  terkoreksi  dalam  3  sesi  berturut‐turut  terhadap  dolar,  euro  berhasil  rebound  akibat  aksi  buy  on  dips  investor,  dan  mata  uang  tunggal  Eropa  tersebut  melanjutkan  penguatannya  usai  muncul  komentar  dari  Weidmann.  Euro  menguat  0,3%  di  $1,3406  setelah  spekulan kembali membeli euro setelah mata uang tersebut terkoreksi mendekati level terendah 3 pekan. 

Presiden ECB Mario Draghi di pekan lalu mengisyaratkan bahwa penguatan euro lebih lanjut akan memicu dilakukannya pemangkasan  suku bunga. Presiden Perancis Francois Hollande juga mendesak agar zona euro menetapkan target nilai tukarnya. 

Negara‐negara G7 kemungkinan akan akan melakukan pertemuan guna meredam perang retorika soal nilai tukar mata uang dalam pekan  ini.  Dua  petinggia  G20  mengatakan  bahwa  negara‐negara  G7  akan  mempertimbangkan  untuk  memberikan  statement  pekan  ini  untuk  menegaskan komitmen mereka untuk masalah nilai tukar “yang disepakati pasar” sebagai respon atas meningkatnya perang mata uang.  Para menteri keuangan dan pejabat bank sentral G20 akan melakukan pertemuan di Moskow pada hari Jumat‐Sabtu dalam pekan ini. 

Kekhawatiran mengenai devaluasi kompetitif oleh negara‐negara besar telah meningkat sejak Perdana Menteri Jepang yang baru Shinzo  Abe  mulai  menempatkan  tekanan  pada  bank  sentral  negara  itu  untuk  mengambil  langkah‐langkah  pelonggaran  agresif  untuk  menghidupkan kembali perekonomian bangsa. 

Saham dan pasar lainnya tidak banyak berreaksi atas pernyataan dari Wakil Kepala The Fed Janet Yellen. Sebagai calon kuat pengganti  Kepala The Fed Ben Bernanke di tahun depan, Yellen mengatakan pelonggaran agresif dan berkelanjutan pada kebijakan moneter oleh  bank sentral dibenarkan mengingat keadaan pasar tenaga kerja saat ini. Investor akan mencermati rencana Presiden Barack Obama untuk  memacu perekonomian di depan State of the Union pada hari Selasa ini. 

Rilis optimis data ekonomi AS dan Cina pekan lalu telah mendorong naiknya ekuitas AS, dan mendorong indeks Nasdaq ke level penutupan  tertinggi 12 tahun dan indeks S&P 500 ke level puncak 5 tahun. Selama kurang dari 2 bulan di tahun ini, S&P 500 telah tercatat naik 6%,  namun rally terlihat terhambat dengan S&P dan Dow mendekati level rekor tertingginya. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 21,73 poin atau 0,16% di 13.971,24. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 0,92  poin atau 0,06% di 1.517,01. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> terkoreksi 1,87 poin atau 0,06% ke 3.192,00.   

Harga Treasury AS tenor 10 tahun turun 4/32 dengan yield 1,964%.  Sedangkan indeks ekuitas global MSCI turun 0,3%, dan indeks saham  Eropa, FTSEurofirst 300 index <.FTEU3>, berakhir melemah 0,7%.  

Harga minyak mentah Brent turun seiring turunnya harga bensin berjangka dan investor mengkhawatirkan soal kesehatan perekonomian  zona euro. Brent merosot 77 sen ke $118,13 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS berakhir naik $1,31 ke $97,03.  

GOLD & COMMODITIES
Emas melemah ke level terendahnya dalam satu bulan, tertekan oleh aksi jual secara teknikal setelah harga anjlok melalui support level  $1.650 per ons, dan karena hasrat investasi untuk logam mulia secara fisik merosot.   

Analis mengatakan penurunan pergerakan yang berlebih karena berkenaan dengan likuiditas, karena Cina, Jepang, SIngapura, Hong Kong,  Korea dan pasar Asia lainnya ditutup minggu ini untuk perayaan Lunar New Year

"Until physical bullion buyers resurface, we see gold as likely to face further near‐term pressure," kata HSBC metals analyst James Steel.  


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil futures jatuh pada sesi perdagangan Senin, dengan gasoline futures memimpin penurunan setelah pekan lalu terjadi badai  salju  di  Timur  Laut  AS,  salah  satu  gasoline  market  terbesar  di  dunia,  diperkirakan  aka  ada  dampak  kecil  terhadap  wilayah  persediaan  bahan bakar. 

"(U.S. refined) products are lower because they went up last week on fears the blizzard would harm refineries or infrastructure, but the  storm just caused demand destruction," ucap Phil Flynn, seorang analis Price Futures Group di Chicago. 

Brent oil turun 77 sen ditutup pada level 118,13 dollar per barel, setelah tergelincir 117,54 dollar dalam sesi perdagangan awal dan AS  crude oil meningkat 1,31 dollar ke level 97,03 dollar per barel. 

Transaksi pasar oil dperkirakan akan dibatasi pada pekan ini seiring banyaknya pasar Asia tutup disebabkan the Lunar New Year . Brent  menyentuh  level  tertinggi  perdagangan  Sembilan  bulan  pada  hari  Jumat,  memangkas  empat  pekan  sesi  penguatan  setelah  data  perdagangan China melonjak pada Januari 

EURO ZONE
Perekonomian  Jerman  akan  secara  bertahap  mendapatkan  kembali  momentum  tahun  ini  setelah  mengalami  kontraksi  pada  akhir tiga  bulan  tahun  2012  karena perekonomian global mendukung perbaikan, menteri perekonomian mengatakannya. 

Pengembalian kembali pemangkasan pajak Yunani dan menahan investasi publik pada bulan Januari untuk mengimbangi anjloknya pendapatan pajak dan  mencapai target bujetnya, pemerintah mengatakannya Senin lalu.  

Gross  tax  revenues  merosot  241  juta  euro  dibawah  ekspektasi  berkenaan  dengan  anjloknya  VAT  receipts  dalam  hal  resesi  yang  melumpuhkan  negara.  Pendapatannya anjlok 11 persen dalam basis tahunan menjadi 4.42 milyar euro.  

Perancis  mendesak  bahwa  pajabat  keuangan  zona  euro  harus  mendiskusikan  naiknya  penguatan  dari  euro,  tetapi  beberapa  menteri  mengabaikan  permasalahan tersebut dan G7 diekspektasi untuk menyebut pada "market‐determined" pada nilai tukar.  


U.K.
Sterling kembali tergelincir dari posisi teratas 2 pekan terhadap euro dan juga terkoreksi terhadap dolar pada perdagangan hari Senin, dipicu prospek suram ekonomi Inggris dan  kelanjutan pelonggaran moneter, yang mendorong investor untuk menjual mata uang Inggris tersebut. 

Pekan lalu, sterling mencatat penguatan mingguan terbesarnya selama lebih dari 2 tahun terhadap euro setelah muncul komentar dari Kepala ECB Mario Draghi pada hari Kamis  yang diartikan oleh pasar sebagai sebuah sikap kekhawatiran dia atas penguatan euro belakangan ini. Hal itu telah memicu investor untuk menjual euro dan membeli sterling. 

Namun kekhawatiran seputar ekonomi Inggris terus menghantui investor di sesi Senin kemarin, 2 hari sebelum bank sentral Inggris (BoE) merilis Laporan Inflasi kuartalannya,  yang beresiko untuk BoE melemahkan outlook ekonominya. Jika laporan inflasi kuartalan memberikan sinyal melemahnya ekonomi Inggris untuk beberapa tahun kedepan, maka  akan berpotensi menekan sterling secara umum. 

Sementara itu, jika muncul retorika lanjutan dari para politisi zona euro sebelum sidang G20 di Moskow dalam pekan ini mengenai kekhawatiran mereka atas penguatan euro,  khususnya terhadap yen yang tengah mengalami pelamahan tajam, terhadap prospek pemulihan ekonominya yang memang masih rapuh, maka akan berpotensi menahan laju  penguatan  euro.  Negara‐negara  G7  akan  mempertimbangkan  untuk  memberikan statement pekan  ini untuk  menegaskan  komitmen  mereka  untuk  masalah  nilai  tukar  “yang  disepakati pasar” sebagai respon atas meningkatnya perang mata uang, mengutip pernyataan 2 anggota G20 Senin kemarin. 

Euro menguat 0,9% di 0,8532 pound, rebound dari level terendah 2 pekan di 0,8446 yang dicapai hari Jumat, menyusul aksi beli oleh investor dan perusahaan dari Timur Tengah.  Sementara sterling melemah 0,7% di $1,5685, turun dari posisi atas hari Jumat di $1,5845 yang juga sebagai level terkuatnya sejak 1 Februari. Yen juga mengalami tekanan jual  terhadap  euro  dan  dolar  dalam  tahun  ini  setelah  pemerintahan  Jepang  yang  baru  menekan  BOJ  untuk  melonggarkan  kebijakan  moneternya  secara  lebih  agresif  untuk  mengeluarkan ekonomi dari kondisi deflasi.


JAPAN
Seorang kritikus terkemuka dari kebijakan‐kebijakan Bank  of  Japan, yang mempertimbangkan kandidat  utama untuk mengambil alih bank  sentral  bulan  depan, mengatakan dia mendukung kerangka waktu dua tahun yang agresif untuk menghadirkan tujuan terkini mendorong inflasi pada 2 persen.  

Presiden Asian Development Bank Haruhiko Kuroda menolak mengomentari pada Senin lalu pada apakah dia jadi didekati oleh Perdana Menteri Shinzo Abe  untuk mengepalai Bank of Japan, mengatakan pada reporter dia senang dengan posisi saat ini.  

"A 2 percent inflation target has become a global standard, and it is a landmark decision on the BOJ's part to adopt the same target," kata Kuroda, yang  berada dalam seminar di Tokyo.  

"An appropriate timeframe should be about two years."  



AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar tertekan dari level puncak dalam empat tahunnya terhadap yen Senin lalu sementara itu juga turun terhadap dollar AS,  meskipun liburan dikebanyakan negara Asia yang membuat (volume) perdagangan benar‐benar tipis.  

Yen sedikit tertekan setelah Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pelemahan (yen) telah melebihi dari yang dimaksud. Aussie berada pada level  95.25 yen <AUDJPY=R>, dari level puncak 97.42 yang terjadi Selasa sebelumnya.  

Jumlah orang yang mengajukan permohonan home loans anjlok untuk rangkaian tiga bulannya pada bulan Desember, menekan harapan untuk recovery  pada sektor perumahan dan menambah dorongan kedepannya untuk pemangkasan tingkat suku bunga.  

Permintaan  untuk  home  loans  dari  pembeli  pertama  telah  anjlok  ke  level  terendahnya  dalam  delapan  setengah  tahun,  meskipun  diuntungkan  pada  rendahnya mortgage rates.  

Tetapi  walaupun  demikian  tingkat  suku  bunga  rendah  telah  memiliki  pengaruh  yang  positif  dalam  bagian  pada  industri  bangunan,  dengan  mendorong  permintaan untuk pinjaman pada konstruksi dan pembelian rumah‐rumah baru. 


SWISS
Franc Swiss terkoreksi terhadap euro pada hari Senin setelah salah seorang dewan kebijakan menegaskan tekad Bank Nasional Swiss (SNB) untuk mempertahankan  nilai batas minimum EUR/CHF untuk "masa mendatang". 

Franc terkoreksi 0,2% terhadap euro di sekitar 1,2279 franc dibandingkan penutupan New York hari Jumat. Sedangkan terhadap dolar, franc bergerak stabil di sekitar  0,9180‐an. 

Perdagangan relatif sepi menyusul sejumlah besar pasar Asia tutup untuk merayakan hari libur Imlek, termasuk di Jepang, Cina, Hong Kong, Singapura dan Korea  Selatan. 

SNB tetap  siaga untuk sewaktu‐waktu melakukan  lengkah‐lengkah yang diperlukan untuk meredam  dan  mengendalikan penguatan mata uang  lokalnya, demikian  penegasan dari anggota SNB Fritz Zurbruegg di harian Aargauer Zeitung.  

EUR/CHF telah dipatok di 1,20 franc oleh SNB pada September 2011 lalu, namun franc terlihat melemah sepanjang bulan Januari seiring meningkatnya optimisme  pasar pada pemulihan ekonomi di zona euro. Kondisi tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa nilai patokan EUR/CHF akan dinaikkan dan jika hal ini terjadi  maka akan semakin melemahkan nilai tukar franc terhadap euro. 

Pasar saat ini tengah menantikan data inflasi Swiss pada hari Selasa ini sekitar pukul 15.15 wib dilanjutkan dengan testimoni Kepala SNB Thomas Jordan di Jenewa  sekitar pukul 17.00 wib. 

Monday, February 11, 2013

Headline News 11.02.13


US & GLOBAL
Rilis optimis data ekonomi telah mengangkat pasar ekuitas global dan mendorong indeks S&P 500 ke level tertinggi 5 tahun pada hari  Jumat, sementara yen melonjak setelah menteri keuangan Jepang mengatakan koreksi yen belakangan ini telah berlangsung terlampau  jauh dan terlampau cepat. 

Harga  minyak  mentah  Brent  naik  ke  level  tertinggi  9  bulan  mendekati  $119  per  barel  dan  harga  tembaga  naik  untuk  pertama  kalinya  dalam  4  hari  terakhir  seiring  membaiknya  data  ekonomi  Cina  memberikan  sinyal  akan  meningkatnya  prospek  pertumbuhan  ekonomi  global dan mendorong prospek cerah untuk permintaan komoditas. 

Ekspor dan impor Cina meningkat dan pinjaman baru juga meningkat di bulan Januari, sementara data Jerman menunjukkan surplus 2012  yang mencatat level tertinggi kedua selama lebih dari 60 tahun terakhir, sebuah indikasi memulihnya perekonomian di negara ekonomi  terbesar zona euro tersebut. 

Laporan lain juga menunjukkan defisit perdagangan AS menyempit ke level terkecilnya selama hampir 3 tahun di periode Desember dan  telah  mendorong  naiknya  pasar  saham  dan  komoditas.  Menyempitnya  defisit  perdagangan  di  bawah  ekspektasi  pasar  mengisyaratkan  ekonomi AS telah memulih jauh lebih baik di kuartal keempat dibandingkan perkiraan sebelumnya. 

Indeks ekuitas dunia MSCI naik 0,5% ke 355,56, sementara saham Eropa rebound 1,2% setelah kejatuhannya di hari Kamis sebelumnya  telah menghapus perolehan keuntungan tahun ini. 

Bursa saham AS menguat dengan indeks S&P 500, yang telah naik lebih dari 6% tahun ini, mencatat kenaikan mingguan keenamnya secara  berturut‐turut untuk pertama kalinya sejak Agustus 2012. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 48,92 poin, atau 0.35%, ke 13.992,97. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 8,54 poin  atau 0,57% ke 1.517,12. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 28,74 poin atau 0,91% ke 3.193,16.   

Yen, yang terkoreksi ke level terendah terhadap euro sejak April 2010 dan ke level terendah terhadap dolar sejak Mei 2010 pada hari Rabu  sebelumnya,  pada  perdagangan  hari  Jumat  memperoleh  dukungan  positif  dari  komentar  Menteri  Keuangan  Jepang  Taro  Aso  yang  menegaskan bahwa koreksi yen (USD/JPY) dari 78 ke 90 per dolar dinilai terlampau tajam dari yang diharapkan.  

Keraguan juga meningkat mengenai apakah gubernur berikutnya dari Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan secara agresif setelah  laporan Reuters mengatakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadapi oposisi dari dalam kabinet sendiri dan birokrat keuangan  untuk menunjuk seorang gubernur BoJ baru yang akan melanjutkan kebijakan pelonggaran yang agresif. 

Dolar jatuh 1,0% ke 92.69 yen. Euro merosot 1.2% ke 123.90 yen, dan terhadap dolar, euro turun 0.2% ke $1.3364. 

Berdasarkan testimoni Kepala ECB Mario Draghi bahwa menguatnya euro dapat mengubah assessment ECB mengenai tekanan harga di  zona  euro,  menjadi  sebuah  sinyal  bahwa  jika  inflasi  melemah  maka  akan  mendorong  ECB  untuk  memangkas  suku  bunganya,  sebuah  kondisi yang berpotensi menekan euro. 

Treasury AS tenor 10 tahun bergerak relatif stabil. Dengan yield di 1,9571%. 

Harga minyak mentah Brent naik $1,66 ke $118,90 per barel, namun harga minyak mentah AS turun 11 sen ke $95,72. 

Harga tembaga tercatat di $8245 per ton setelah menembus intraday high di $8253. Sedangkan harga emas turun tipis ke $1,667.76 per  ons menyusul dolar menguat terhadap euro dan rilis optimis data ekonomi telah mendorong minat investor untuk aset beresiko.  
 
GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  Jumat  lalu  karena  dengan  ekuitas  AS  dan  optimisme  ekonomi  setelah  terdorong  data  perdagangan  internasional  yang  menekan investor emas utuk mengurangi perkiraan bullish mereka.   

Emas merosot setelah data AS menunjukkan ekonomi kemungkinan untuk mengalami ekspansi tipis dalam kuartal keempatnya karena  penguatan ekspor dan anjloknya impor oil yang mempersempit kesenjangan perdagangan, menunjukkan penurunan yang mengejutkan  pada laporan output ekonomi minggu lalu yang dilebih‐lebihkan. 

"The biggest factor to watch out for gold is the possible economic degradation of Europe and Japan. Gold may once again benefit as safe  haven because of worries of currency devaluation," kata Zachary Oxman, managing director pada brokerage TrendMax.      


OIL & COMMODITIES
Brent oil futures menyentuh level penutupan tertinggi sembilan bulan mendekati $119 per barel pada sesi perdagangan Jumat setelah dirilisnya  data pertumbuhan impor minyak China yang bagus, rebound dari penurunan empat pekan perdagangan beruntun untuk kontrak dan mengalami  kenaikan atas AS crude lebih dari $23. 

Goldman Sachs, salah satu bank paling berpengaruh pada bursa komoditi, berpendapat bahwa Brent oil  mendekati rally sebesar $10 sepanjang  tahun ini “less driven by supply shocks and instead by improving demand". 

U.S. crude turun 11 sen ke level 95,72 per barel dan mencatatkan bahwa untuk pertama kali mengalami pelemahan mingguan dalam Sembilan  pekan  ,  ditutup  turun  2  persen  dari  level  penutupan  Jumat.  Brent  oil  meningkat  atas  AS  crude  meningkat  sebesar  $23,18.  Memperpanjang  penguatan baru‐baru ini ke level penutupan tertinggi sejak Desember. 

Import minyak mentah China bulan lalu meningkat 7,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 5,92 juta barel per hari, data resmi menunjukkan,  rekor tertinggi harian ketiga, meningkatkan produksi menjelang Lunar New Year Holiday


EURO ZONE
Para  pemimpin  Eropa  akan  menyetujui  untuk  mendorong  pakta  perdagangan  bebas  dengan  AS,  menurut  rancangan  pernyataan  bersama,  menempatkan beban pada AS untuk merespon dalam menyetujui yang akan mencakup setengah output perekonomian dunia.  

Eksportir  utama  Jerman  dan  Inggris  terlihat  untuk  memenangkan  dukungan  dari  seluruh  Uni  Eropa  pada  summit  di  Brussels  untuk  mencapai  kesepakatan dengan AS yang kebanyakan dari pemimpin harapkan akan membantu Eropa keluar dari krisis perbankan dan utang.   

Surplus  perdagangan  Jerman  tertinggi  kedua  yang  lebih  dari  60  tahun  pada  tahun  2012,  menunjukkan  ketahanan  yang  mendasari  dalam  perekonomian terbesar di Eropa, meskipun keduanya impor dan ekspor mengecewakan dalam bulan terakhir tahun lalu.  

Ekspor naiknya 0.3 persen pada bulan Desember dari November, dibandingkan dengan perkiraan naik 1.3 persen, dan impor melemah 1.3 persen  terhadap kekspektasi kenaikan 1.4 persen. 



U.K.
Sterling menguat terhadap dolar dan euro pada hari Jumat dan diprediksi akan melanjutkan penguatannya setelah investor melakukan aksi ambil untung. 

Sejumlah bank merekomendasikan untuk membeli sterling, khususnya terhadap euro, setelah komentar pada hari Kamis oleh Kepala ECB Mario Draghi  diasumsikan sebagai refleksi keberatan dia atas penguatan euro. 

Sementara sinyal bahwa BoE belum akan menerapkan kebijakan moneter agresif meskipun kondisi ekonominya masih beresiko mengalami tekanan, turut  memberi dukungan positif bagi sterling, menempatkan mata uang Inggris tersebut pada kinerja mingguan terbaiknya sejak medio Desember. 

Euro menembus level intraday low di 0,8444 pound, level terendahnya sejak 24 Januari, setelah koreksi menembus level MA‐200 di 0,8531 pound. Tekanan  jual pada euro disinyalir dilakukan oleh bank‐bank besar AS dan Inggris. 

Sedangkan terhadap dolar, sterling menguat 0,5% di sekitar $1,5795 dibandingkan penutupan New York hari Kamis. 

Berdasarkan testimoni Draghi bahwa menguatnya euro  dapat mengubah assessment ECB mengenai tekanan  harga  di zona euro,  menjadi sebuah sinyal  bahwa jika inflasi melemah maka akan mendorong ECB untuk memangkas suku bunganya, sebuah kondisi yang berpotensi menekan euro. 

Fokus pasar saat ini tertuju pada BoE's Inflation Report yang akan dirilis hari Rabu, dengan resiko bahwa BoE kemungkinan akan menurunkan proyeksinya  mengenai prospek ekonomi Inggris, yang akan berpotensi menekan sterling. 

Sterling  telah  mengalami  tekanan  jual  dalam  beberapa  pekan  terakhir  setelah  data  menunjukkan  ekonomi  terkontraksi  di  kuartal  keempat  2012,  dan  kekhawatiran  terhadap  prospek  ekonomi  Inggris  berpotensi  menekan  sterling  lebih  lanjut.  Seangkan  faktor  lainnya  yang  turut  menekan  sterling  adalah  kemungkinan Inggris kehilangan peringkat teratas utangnya, yang berpotensi memicu kenaikan yield obligasinya. 


JAPAN
Jepang  mencatatkan  surplus  current  account  tahunan  terkecil  yang  dicatatkan  pada  tahun  2012  karena  ekspor  melemah  dan  impor  energi  bertumbuh,  ditandai  oleh  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  bahwa  hidupnya  kembali  ekonomi  dibutuhkan  lebih  dari  hanya  pelemahan  yen  dan  pengeluaran tambahan.  

Sentimen  indeks  sektor  jasa  Jepang  naik  menjadi  49.5  pada  bulan  Januari,  naik  untuk  rangkaian  tiga  bulannya,  survei  Cabinet  Office  menunjukkannya Jumat lalu, menunjukkan pelemahan yen baru‐baru ini dan ekspektasi untuk kebijakan moneter yang agresif dan kebijakan fiskal  yang telah membantu business confidence.  

Menteri keuangan Jepang Taro Aso mengatakan Jumat lalu bahwa yen telah melemah lebih dari yang dimaksudkan dalam penurunannya baru‐ baru ini disekitar level 90 per dollar dari sekitar level 78 yen beberapa bulan lalu.  


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar mendapatkan level terendah tentatifnya terhadap mitra AS‐nya Jumat lalu setelah penguatan data perdagangan  Cina yang membantu mengimbangi penurunan tajam diikuti tekanan pada posisi euro.  

Aussie merangkak naik ke level $1.0289 <AUD=D4>, dari level  $1.0278 pada awal perdagangan, tetapi tetap berbahaya untuk mendekati level  terendah dalam tiga bulan.   

Telah  merosot  hingga  ke  level  $1.0256,  level  terendahnya  sejak  24  Okt  setelah  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  memangkas  perkiraan  pertumbuhan dan  inflasi, membiarkan  pintu terbuka lebar untuk kedepannya pemangkasan tingkat suku  bunga  yang mewaspadai kekecewaan  ekonomi. 

Lebih sedikit laki‐laki Australia yang bekerja atau mencari pekerjaan daripada mencari pekerjaan pada masa yang hampir satu dekade lalu. 

Tetapi  jumlah  wanita  dan  orang  tua  yang  berpartisipasi  dalam  tenaga  kerja  telah  bertahan  menguat,  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  mengatakannya.  

Harga obligasi Australia melemah setelah rilis data perdagangan Cina yang meniadakan rally sebelumnya. 



SWISS
Franc Swiss menguat tipis terhadap euro dan bergerak flat terhadap dolar pada perdagangan hari Jumat setelah kepala ECB mengkhawatirkan soal  dampak nilai tukar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi. 

Mario  Draghi  mengatakan  ECB  akan  memonitor  dampak  penguatan  euro  terhadap  ekonomi  zona  euro,  memperkuat  ekspektasi  akan  terjadi  pemangkasan suku bunga jika euro terus melonjak naik. 

Data hari Kamis sebelumnya menunjukkan cadangan devisa Swiss National Bank turun dalam 4 bulan berturut‐turut di periode Januari menyusul  franc yang terus menjauhi batasan maksimumnya di 1,20 franc per euro. 

Euro melemah 0,3% terhadap franc Swiss di 1,2265 franc sedangkan dolar bergerak flat di sekitar 0,9180 franc.