title cover

title cover

Tuesday, March 5, 2013

Headline News 05.03.13


US & GLOBAL
Bursa saham AS rebound di akhir sesi New York hari Senin dan ditutup menguat, sementara harga minyak tertekan oleh indikator bahwa  pasar minyak kelebihan suplai. 

Saham dunia berdasarkan barometer MSCI index hanya naik tipis, tertekan oleh turunnya indeks saham Cina setelah rilis mengecewakan  data sektor manufaktur dan jasa yang menambah ekspektasi mengenai perlambatan ekonomi di negara tersebut, sebagai negara dengan  perekonomian terbesar kedua di dunia. 

  Rencana di China untuk memperketat pasar perumahan melalui kenaikan uang muka (down payments) dan suku bunga pinjaman untuk  pembeli rumah kedua di daerah perkotaan di mana harga meningkat terlalu cepat telah menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan  negara itu. 

Dow Jones industrial average <.DJI> rose 38.16 poin, atau 0.27% ke 14,127.82. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 7.00 poin, atau  0.46% ke 1,525.20. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 12.29 poin atau 0.39% di 3,182.03. 

Indeks  ekuitas  global  MSCI  naik  0.1%.  Sedangkan  indeks  saham  Eropa  berakhir  melemah  0.02%  di  1,168.36  menyusul  saham  pertambangan mencatat koreksi 2.1%.  

Kurangnya kemajuan dalam pembicaraan untuk membentuk pemerintah Italia yang baru setelah pemilihan tidak meyakinkan pekan lalu  membebani  sebagian  besar  saham  negara  <FTMIB.>,  dimana  mencatat  turun  0.85%,  sedangkan  yield  obligasi  10‐tahun  naik  menjadi  4.881% setelah menembus lebih dari 5% di awal sesi. 

Sementara itu, euro mengalami tekanan mendekati level low‐nya belakangan ini terhadap dolar, tertekan oleh ketidakpastian politik di  Italia  dan  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  memangkas  suku  bunga  lebih  cepat  dari  yang  diperkirakan  sebelumnya.  Euro  berakhir  flat  di  $1.3020, tidak jauh dari level terendahnya hari Jumat di $1.2965. 

Harga Treasury AS melanjutkan koreksinya seiring dengan naiknya bursa saham. Harga Treasury nampaknya akan bergerak range‐bound  menjelang  sidang  ECB  dan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS  pekan  ini.  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  10/32  dengan  yield  di  1.8772%,  setelah yield menembus mendekati level terendah 6 pekan di 1.8270. 

Keprihatinan  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  di  Cina,  seiring  dengan  ekspektasi  perlambatan  ekonomi  di  AS,  telah  menekan  harga  minyak. Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pemangkasan belanja yang menjadi pemicu di hari Jumat lalu, dapat membebani  AS, sebagai negara konsumen minyak terbesar dunia, sekitar 0.5% dari pertumbuhan ekonomi, sebuah faktor yang menekan permintaan  minyak global.  Harga minyak mentah AS diperdagangkan di bawah $90 per barel untuk pertama kalinya dalam tahun ini dan ditutup di $90.12, turun  0.6%. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 0.3% di $110.09 per barel. 


GOLD & COMMODITIES
Harga emas melemah Senin lalu karena permintaan yang berkurang untuk emas yang didukung exchange traded funds dan investor yang  melanjutkan memahami pengaruh dari melebarnya pembelanjaan pemerintah AS untuk memangkas (pemilikan) emasnya. 

Kurangnya  indikator  utama  ekonomi  AS  dan  flat‐nya  perdagangan  ekuitas  AS  gagal  untuk  memberikan  dukungan  pada  emas,  yang  membawa pada perdagangan yang sepi. 

"February marked the largest monthly outflow across physically backed gold exchange‐traded products. Continued net redemptions at this  pace  pose  the  largest  downside  risk  to  prices,  in  our  view,"  Suki  Cooper,  precious  metals  strategist  pada  Barclays  Capital,  mengungkapkannya dalam suatu pernyataan.   


OIL & COMMODITIES
Kontrak  berjangka  miinyak  AS  jatuh  ke  level  terendah  di  tahun  2013  pada  sesi  perdagangan  Senin,  level  penurunan  sesi  perdagangan untuk ketiga berturut‐turut sebagai reaksi terhadap perlambatan pertumbuhan di China dan indikator bahwa  pasar persedian minyak tersedia dengan cukup berlimpah. 

U.S.  crude  untuk  kontrak  berjangka bulan  April jatuh  sebesar 56  sen ditutup  dengan  nilai  90.12  dollar per  barel,  setelah  melemah di bawah 90 dollar per barel yang untuk pertama kalinya sejak Desember. U.S. crude melemah dikisaran 8 dollar  per barel lebih dari satu bulan terakhir. 

Brent jatuh sebesar 31 sen dan ditutup dengan nilai 110.09 dollar per barel.    

Faktor yang dapat membebani harga minyak dunia menurut Dana Moneter Internasional adalah pemotongan belanja AS  bisa menghabiskan biaya konsumen minyak terbesar di dunia sekitar 0,5 persen dari pertumbuhan ekonomi. 

"Economic sentiment has shifted, and we're also seeing the first stages of long liquidation in the oil market”.   


EURO ZONE
Factory prices zona euro naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Januari karena biaya energi yang melanjutkan kenaikannya,  meskipun perubahan dalam basis tahunan pada producer prices mencapai level terendahnya dalam enam bulan.  

Harga  pada  factory  gates  dalam  17  negara‐negara  yang  menggunakan  euro  naik  0.6  persen  dalam  bulan  Januari  dari  bulan  Desember,  kantor statistik Uni Eropa mengatakannya, yang hanya naik 0.5 persen pada ekspektasi oleh polling para ekonom oleh Reuters.  

Para menteri keuangan zona euro akan mendiskusikan bagaimana untuk mendanai bailout untuk Cyprus dengan membedakan gambaran  pada apakah untuk membuat bank deposan berbagi biaya. Tidak ada keputusan yang diekpektasi hingga akhir bulan Maret.  

Jumlah yang mendaftar untuk tingkat pengangguran di Spanyol naik hingga 1.2 persen pada bulan Februari dari bulan sebelumnya, atau  59.444 orang, meninggalkan 5.0 juta orang keluar dari pekerjaan, data dari Menteri Tenaga Kerja/Perburuhan menunjukkannya. 


U.K.
Sterling rebound dari level terendah 2‐1/2 tahun terhadap dolar pada perdagangan hari Senin dipicu aksi ambil untung investor, meskipun  penguatannya ini nampaknya masih terbatas mengingat kondisi ekonomi Inggris yang masih suram. 

Dengan negara berada di ujung resesi ketiga pada empat tahun terakhir, spekulasi kemudian berkembang bahwa Bank of England (BoE)  kemungkinan akan melanjutkan kebijakan moneter longgar pada sidangnya hari Kamis untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. 

Sterling terapresiasi ke intraday high $1,5116 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1,5110, atau naik 0,5%, dipicu short‐covering. Sterling  rebound  dari  level  intraday  low  di  $1,50  setelah  data  Purchasing  Managers'  Index  menunjukkan  construction  output  Inggris  bulan  lalu  jatuh di level terpesatnya sejak Oktober 2009. 

Pada hari Jumat lalu sterling terkoreksi ke $1,4985, setelah data PMI menunjukkan terjadi kontraksi di sektor manufaktur Inggris di bulan  lalu. Itu adalah pertama kalinya untuk sterling jatuh di bawah $1,50 sejak Juli 2010. Sterling juga mencatat kinerja terburuk di antara mata  uang utama dunia lainnya di tahun 2013 ini, setelah terkoreksi lebih dari 7% terhadap dolar. 

Banyak spekulan memprediksi bahwa BoE akan meluaskan program quantitative easing 375 milyar pound dengan penambahan 25 milyar  pound. 

Adapun fokus pasar saat ini tertuju pada data PMI sektor jasa yang akan dirilis hari Selasa ini, yang diprediksi mengalmi penurunan di  bulan Februari lalu. 


JAPAN
Menurut perkiraan pemerintah yang diperoleh oleh Reuters pada hari Senin, Jepang akan kehilangan targetnya untuk memotong defisit  fiskal bahkan jika pertumbuhan ekonomi mencapai nominal 3 persen, kecuali ada pemotongan lebih lanjut dalam pengeluaran. 

Pemerintah bertujuan untuk mengurangi separuh rasio defisit anggaran utama Jepang terhadap produk domestik bruto fiskal pada tahun  2015/16 dari tahun 2010/11, dan untuk mencapai surplus anggaran utama pada tahun 2020/21. 

Pemerintah  Jepang  memilih  Gubernur  Bank  of  Japan  berikutnya  pada  hari  Senin,  pemerintahan  mengatakan  ia  yang  terpilih  akan  melakukan  "segala  kemungkinan"  untuk  mengalahkan  deflasi,  dengan  perbedaan  yang  mencolok  dari  pendahulunya  bertanda  bahwa  perbankan dapat menuju era besar, era baru pelonggaran moneter. 

Dengan harapan dia akan menjadi gubernur agresif, Haruhiko Kuroda mengatakan kepada anggota parlemen saat ini kebijakan BOJ tidak  cukup  kuat  untuk  mendongkrak  inflasi  hingga  2  persen,  dengan  target  dia  mengatakan  bahwa  bank  sentral  harus  berusaha  untuk  mencapai target inflasi dalam dua tahun.


AUSTRALIA
Reserve  Bank  of  Australia  memperlebar  ekspektasi  untuk  menjaga  tingkat  suku  bunga  unchanged  ketika  anggota  dewan  (gubernur)  bertemu  Selasa ini.  

Semua dari 13 ekonom yang disurvei oleh AAP mengatakan bank sentral tidak akan mengurangi cash rate dari level saat ini yaitu tiga persen.  

Kepala  ekonom  dari  HSBC  Australia  Paul Bloxham  mengatakan  gambaran  pembelanjaan  bisnis,  yang  dirilis  minggu  lalu,  menunjukkan  terdapat  banyaknya investasi pada pipa (dalam tambang) yang akan menstimulasi perekonomian untuk bulan‐bulan mendatang.  

"The continued rise in mining investment, as (the building of) large LNG (liquefied natural gas) projects continue, should support growth, which  should give the RBA more time to see the impact on the non‐mining sectors of the cuts it has already delivered," katanya.  

Bank  sentral  memperlebar  mendukung  tingkat  suku  bunga  unchanged  minggu  ini,  meskipun  kedepannya  tanda‐tanda  anjloknya  pertumbuhan  ekonomi.  


SWISS
Franc Swiss berhasil menguat terhadap dolar pada perdagangan hari Senin yang dipicu oleh aksi ambil untung investor menjelang rilis data  ketenagakerjaan AS akhir pekan ini. 

Fokus pasar saat ini tertuju pada data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat. Jika data dirilis buruk, maka menambah peluang  bagi dewan kebijakan moneter untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut, dimana hal tersebut dapat meningkatkan minat  pada aset beresiko. 

Data ekonomi zona euro sejauh ini masih dirilis mengecewakan dan telah menekan euro, dengan data manufaktur masih buruk di bulan  Februari dengan tingkat pengangguran menembus level tertinggi yang baru 11,9% di bulan Januari.  

Dolar melemah 0,15% ke 0,9410 franc sedangkan euro turun 0,2% ke 1,2250 franc dibandingkan penutupan New York hari Jumat lalu. 

Monday, March 4, 2013

Headline News 04.03.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  tertekan,  demikian  dengan  EURUSD  yang  merosot  ke  level  terendahnya  selama  2  bulan  pada  Jumat  akhir  pekan  kemarin setelah data ekonomi manufaktur Cina dan Eropa mengecewakan pasar. Namun bursa Wall Street di akhir pekan tersebut masih  mampu naik setelah data manufaktur dan sentiment konsumen AS dirilis optimis di luar dugaan. 

Obligasi pemerintah dan dollar AS naik akibat aksi beli aset‐aset safe‐haven menyusul kekhawatiran mengenai pemangkasan anggaran AS  dalam waktu dekat dan kebuntuan kondisi politik pasca pemilu Italia yang masih akan menjadi momok bagi aset‐aset beresiko. 

Pertumbuhan  manufaktur  AS,  yang  mengalami  pertumbuhan  terbesarnya  dalam  1,5  tahun  di  bulan  Februari  dan  berhasil  melampaui  ekspektasi pasar secara signifikan, meredam kekhawatiran tersebut.  

Meskipun sebelumnya, di hari Jumat tersebut, data dari Cina dan Eropa dirilis mengecewakan, indikasi pemulihan yang jelas dari rilis data  ekonomi AS dan beberapa indikasi dari Jepang untuk membangkitkan ekonominya, akan menjadi potensi faktor pendorong pasar di tahun  2013 ini, demikian dikatakan oleh seorang analis pasar. 

Membaiknya data consumer sentiment AS di bulan Februari karena semakin besarnya harapan masyarakat AS terhadap pemulihan sektor  tenaga kerja memberikan indikasi optimis ke pasar. 

Pemangkasan  anggaran  (belanja)  secara  otomatis,  dikenal  dengan  istilah  sequestration,  akan  beresiko  menghambat  pertumbuhan  ekonomi  AS  namun  tidak  akan  cukup  kuat  untuk  menekannya  kembali  ke  kondisi  resesi.  Bahkan  Standard  &  Poor’s  memproyeksikan  bahwa dampaknya hanya sementara saja, 

Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup naik 35,17 poin, atau 0,25%, ke 14089,66. Indeks saham S&P500 <.SPX> naik 3,2 poin, atau 0,23%, ke  level 1518,20. Indeks Nasdaq <.IXIC> naik 9,55 poin, atau 0,30%, ke 3169,74. Sementara indeks saham seluruh dunia dari MSCI ditutup  turun  0,18%  ke  353,79.  Di  Eropa,  indeks  FTSEurofirst300  <.FTEU3>  untuk  saham‐saham  terkemuka  regional  ditutup  turun  0,24%  ke  1168,64.  

Untuk  basis  mingguan,  Dow  Jones  terakumulasi  naik  0,6%,  indeks  S&P500  naik  0,2%  dan  Nasdaq  naik  0,3%.  Kenaikan  bursa  di  pekan  tersebut  berangkat  dari  volatilitas  saat  di  awal  pekan  bursa  tertekan  akibat  hasil  pemilu  Italia  yang  tidak  meyakinkan,  dan  kemudian  rebound setelah Ben Bernanke menegaskan kembali bahwa kebijakan moneter longgar (termasuk QE) masih akan dilakukan.   

Bursa saham utama AS masih berpotensi menembus level yang lebih tinggi pekan ke depan meskipun masih akan dibayangi oleh sejumlah  faktor yang membatasinya. Sebut saja dampak jangka pendek dari pemangkasan besar anggaran dan juga fokus terhadap rilis data non‐ farm payrolls Februari di akhir pekan, di samping juga mulai munculnya kekhawatiran kembali terhadap Eropa. 

EURUSD terkonsolidasi hingga ke level terendah sementara untuk tahun 2013 ini, di 1.2968, menyusul kenaikannya yang berkelanjutan  sejak semester kedua 2012 dan lemahnya data ekonomi Eropa yang mengindikasikan perbedaan kondisi dengan AS. Sementara indeks  dolar AS naik ke level tertingginya selama 6 bulan terhadap sejumlah mata uang utama dunia. 

USDJPY kembali rebound ke atas 93an menyusul kondisi sentimen pasar dan data ekonomi global yang dirilis akhir pekan kemarin memicu  permintaan dolar yang lebih besar di akhir pekan kemarin.  

Kondisi  tersebut  juga  mendorong  harga  safe‐haven  obligasi  AS  (T‐Bond),  setelah  para  pelakunya  mengkhawatirkan  pemangkasan  anggaran AS dan rilis pesimis data ekonomi Eropa. Ekonom mengatakan bahwa pemangkasan otomatis anggaran AS hingga $85 milyar,  yang akan dilakukan menyusul berakhirnya pemangkasan pajak tenaga kerja AS, diproyeksikan akan memangkas pertumbuhan ekonomi  tahun ini.  

Di pasar komoditas, harga Brent crude oil tertekan ke level terendah 6 pekan, di bawah $110/barel, sekaligus menghapus seluruh kenaikan  sejak awal 2013, menyusul kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi akibat kebuntuan politik AS yang mengarah pada pemangkasan  anggaran belanjanya. Crude oil di pasar berjangka AS <CLc1> juga melemah ke areal 90an. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  Jumat  lalu,  mencatatkan  rangkaian  penurunan  dalam  tiga  minggu,  karena  reputasi  sebagai  safe  haven  gagal  menarik  pembeli setelah penguatan data ekonomi AS dan pasar global yang masih relatif tenang kedepannya dari bayangan yang melebar dari  pemangkasan pembelanjaan pemerintah AS. 

Emas anjlok karena dollar naik setelah data ekonomi AS termasuk pembelanjaan konsumen, consumer confidence dan aktivitas factory  semuanya mencatatkan kenaikan pada pertumbuhan ekonomi. 

Logam  mulia  bertahan  melemah  karena  pemerintah  AS  mengatur  untuk  memulai  pemangkasan  pembelanjaan  federal  yang  diketahui  sebagai  “sequestration”/penyitaan  yang  mengancam  untuk  menghambat  recovery  ekonomi,  setelah  Preseden  Obama  dan  pemimpin  kongres gagal untuk menemukan alternatif rencana bujet. 


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil tertekan ke level terendah selama 6 pekan di bawah $110/barel, menghapus seluruh kenaikan sejak awal 2013 akibat kebuntuan  politik di AS yang bakal memicu pemangkasan anggaran AS. 

Sejak naik ke level tertinggi 9 bulan di $119.20/barel pada awal Februari, Brent crude oil terhitung sudah tertekan sekitar $9/barel dalam 3 pekan  terakhir akibat kekhawatiran terhadap demand minyak dunia menyusul munculnya kembali kekhawatiran terhadap prospek pemulihan ekonomi  global. 

Sementara $85 milyar nilai pemangkasan anggaran belanja AS yang kemungkinan akan terjadi secara otomatis setelah pemerintah AS (Demokrat)  dan Kongres (Republik) belum mencapai kesepakatan, beresiko akan menekan perekonomian negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

IMF memperingatkan bahwa pemangkasan anggaran tersebut setidaknya akan menekan pertumbuhan AS 0,5% di tahun ini dan pada gilirannya  akan berpengaruh pada perekonomian secara global. 

Brent crude futures <LCOc1> turun hingga intraday low $109.82/barel, level terendah sejak pertengahan Januari lalu, sebelum kemudian rebound  dan  settle  di  $110.40  ditopang  oleh  rilis  optimis  di  luar  dugaan  data  manufaktur  dan  sentiment  konsumen  AS.  Untuk  basis  mingguan,  ini  merupakan penurunan dalam 3 pekan beruntun. 

Sementara  crude  oil  di  pasar  berjangka  AS  <CLc1>  turun  dan  settle  di  harga  $90.68,  setelah  tertekan  hingga  $90.04,  level  terendahnya  sejak  Desember 2012 serta mencoba MA‐200 harinya yang berada di $90.38 – sebuah indikator penting untuk sentimen pasar yang diperhatikan para  trader‐nya. 

Tekanan harga minyak dunia juga nampaknya dipengaruhi oleh peningkatan ekspor crude oil dari negara‐negara OPEC, demikian dikatakan oleh  hasil survey Reuters,  dan merupakan kenaikan bulanan pertamanya sejak Oktober 2012. Supply dari 12 negara anggota OPEC adalah 30,32 juta  barel/hari, naik dari 30,21 barel/hari di Januari sebelumnya.  

Selain  itu  kekhawatiran  penurunan  permintaan  global  juga  meningkat  menyusul  pesimisme  rilis  data  manufaktur  Cina  dan  Eropa  (termasuk  Inggris), yang memberikan indikasi bahwa prospek pemulihan ekonomi global masih terganggu. 


EURO ZONE
Aktivitas manufaktur zona euro terlihat tidak mendekati recovery bulan lalu, ketika kinerja yang memburuk dari Perancis mengimbangi kembali bertumbuhnya Jerman, sebuah  survei bisnis menunjukkannya. 

Manufaktur membantu mendorong 17‐ negara dalam blok keluar dari resesi terakhirnya, tetapi survei purchasing managers' menunjukkan aktivitas di Perancis, negara ekonomi  terbesar kedua dalam zona euro, saat ini telah mengalami kontraksi untuk tahunannya. 

Penjualan ritel Jerman bertumbuh ke fase tercepat bulanannya yang lebih dari enam tahun pada bulan Januar, mengalami rebound dari penurunan  tajam pada Desember dan  mengkonfirmasi tanda‐tanda bahwa negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut telah berbalik setelah suramnya akhir tahun 2012.  

Data dari the Federal Statistics Office menunjukkan bahwa penjualan ritel naik 3.1 persen dari bulan Desember setelah penurunan tajam 2.1 persen bulan itu, revisi penurunan dari  laporan sebenarnya1.7 persen.  

Manufaktur  Yunani  mereda  sedikit  dari  kemerosotan  pada  Februari,  tetapi  sektor  itu  masih  dalam  cengkeraman  dalamnya  resesi  sebagai  output  dan  new  orders  turun  lagi,  memaksa perusahaan untuk memotong lapangan kerja, sebuah survei menunjukkannya. 


U.K.
Sterling  pun  merosot  ke  bawah  level  psikologis  $1.5000  untuk  pertama  kalinya  sejak  Juli  2010  Jumat  kemarin,  menyusul  data  manufaktur  Inggris  periode  Februari  mengalami  kontraksi  mengejutkan dan meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dalam jangka pendek ini. 

Spekulasi berkembang di pasar bahwa kondisi ekonomi Inggris yang suram akan mendorong BoE untuk memulai kembali program pembelian asetnya, paling cepat di pertemuannya pekan ini. 

GBPUSD kembali tertekan hingga ke level 1.4987 di pertengahan sesi NY Jumat, yang merupakan level terendahnya sejak Juli 2010, dan potensial mengalami tekanan dalam 3 pekan beruntun. 

"This (PMI) data was a trigger for people to reconfirm their views that sterling is coming down and to re‐enter those short sterling/long dollar bets," Geoffrey Yu, seorang analis mata uang dari  UBS, mengatakan. Yu juga merekomendasikan untuk sell on break GBPUSD di level 1.4800, karena menurutnya kejutan negatif rilis data ekonomi Inggris ke depannya akan berimbas buruk bagi  sterling.  

Sementara Morgan Stanley memproyeksikan kelanjutan tekanan sterling karena pendekatan BoE yang lebih fleksibel terhadap target inflasi serta ekspektasi terus berlanjutnya kenaikan inflasi  itu sendiri.  

Gubernur BoE Mervyn King dan wakilnya, Paul Tucker, telah memberikan sinyal kelanjutan pembelian obligasi dan lebih rendahnya nilai tukar sterling untuk rebalance ekonomi Inggris. 

Secara terpisah, Jumat tersebut BoE juga merilis data yang menunjukkan mortgage approvals untuk pembelian rumah di Inggris pada bulan Januari di luar dugaan melemah. 

Pada Senin dan Selasa pekan ini, menjelang sidang BoE Kamis (07/Mar), para investor akan menantikan data PMI Construction dan PMI Services sebagai indikasi lebih lanjut bagi pertumbuhan  ekonomi Inggris. 

Sudah  sekitar  8%  GBPUSD  mengalami  tekanan  sepanjang  tahun  2013  ini, dan  di  awal  pekan  lalu  akselerasi  tekanan  meningkat  manakala  lembaga  Moody’s  Investor  Services  menurunkan  peringkat hutang Inggris dari level puncak (AAA).  

Sementara sterling bisa saja membatasi tekanannya, terutama terhadap euro, jika kondisi di Eropa terus memburuk pasca hasil pemilu Italia.



JAPAN
Bank  of  Japan  kemungkinan  menunjukkan  confidence  yang  lebih  bahwa  perekonomian  telah  keluar  dari  fase  terburuknya  minggu  depan  tetapi  tetap  menjaga  kebijakan moneter yang bertahan untuk rangkaian bulan keduanya, memegang bara dari kedepannya transisi kepemimpinan yang memicu tindakan yang lebih berani  untuk memerangi deflasi. 

Pembelanjaan  modal  oleh  perusahaan‐perusahaan  Jepang  anjlok  8.7  persen  dalam  tiga  bulan  melalui  bulan  Desember  ini  dari  awal  tahun  yang  lalu,  kontraksi  pertamanya dalam lima kuartalan, karena penurunan ekonomi global yang ditekan oleh ekspor negara, sentimen bisnis yang buruk, ungkap pemerintah. 


AUSTRALIA
Sektor manufaktur Australia berlanjut untuk anjlok pada bulan Februari, tetapi tingkat kontraksinya telah melambat.  

Kinerja Australian Industry Group (Ai Group) pada kinerja manufaktur pada indeks manufaktur (PMI) yang naik 45.6 dalam bulan Februari, yang naik 5.4 poin dari level bulan  Januari.  

Tidak berlanjutnya pemangkasan tingkat suku bunga  Selasa ini dan peminjam dapat menyalahkan dewan dari kenaikan investasi pertambangan.  

Survei semua dari 13 ekonom oleh AAP mengatakan Reserve Bank on Australia (RBA) tidak akan mengurangi cash rate pada meeting anggota dewan 5 Maret, tetapi sembilan dari  ekspektasi tersebut memangkas tingkat suku bunga beberapa waktu dalam enam bulan mendatang.  


SWISS
Swiss franc ke level terendahnya selama 6 pekan atas dolar AS di akhir pekan kemarin setelah data manufaktur Februari Cina merosot dari bulan sebelumnya serta  prospek pemangkasan anggaran di AS yang meredam risk‐appetite dan mendorong penguatan dolar AS. 

USDCHF bergerak naik ke level 0.9463 Jumat lalu, dan merupakan kenaikannya dalam 4 pekan beruntun. 

Sementara  indeks  manufaktur  Februasi  Swiss  masih  berada  di  zona  ekspansi  selama  2  bulan  beruntun,  namun  lebih  rendah  dari  ekspektasi  dan  dari  Januari  sebelumnya akibat penguatan Swiss franc sebelumnya, hingga ke level 0.9019 pada 1/Feb. lalu, yang merupakan level terkuatnya sejak Mei 2012.  

Krisis  kredit  Eropa  membuat  bank  sentral  Swiss  (SNB)  mematok  penguatan  Swiss  franc  hingga  1.2000  per  euro  (sejak  September  2011)  untuk  melindungi  perekonomiannya.  Saat  ini  Swiss  franc  stabil  diperdagangkan  di  atas  areal  1.2200.  Bersama  dengan  penguatan  dolar  AS,  kebijakan  SNB  tersebut  nampaknya  bisa  menjadi pendukung bagi lemahnya Swiss franc ke depannya. 

Friday, March 1, 2013

Headline News 01.03.13


US & GLOBAL
Meskipun bursa saham AS ditutup melemah Kamis kemarin, di sepanjang Februari tercatat mengalami akumulasi kenaikan, bahkan indeks  Dow Jones masih berada di dekat rekor penutupan tertingginya (14164.53, dicapai pada 9/Okt./2007) dan di dekat rekor intraday high‐ nya di 14198.10 yang dicapai 11/Okt./2007).  

Janji ECB dan the Fed pekan ini untuk terus mempertahankan suntikan likuiditas ke pasar akan menjadi faktor penopang bursa AS dan  saham dunia. 

Sementara  departemen  perdagangan  AS melaporkan  bahwa  GDP  Q4  direvisi  naik  menjadi  0.1% ‐  membalikkan  rilis  awalnya  beberapa  waktu  lalu  yang  menunjukkan  kontraksi  –  namun  masih  di  bawah  ekspektasi  pasar  yang  memperkirakan  revisi  untuk  ekspansi  hingga  0.5%.  Selain  itu  juga  terjadi  penurunan  pada  claim  pengangguran  mingguan  AS,  disertai  dengan  peningkatan  ekspansi  yang  cukup  signifikan pada indeks manufaktur regional Chicago (PMI) periode Februari yang memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS masih  potensial mengalami pemulihan – sebuah indikasi yang nantinya akan menimbulkan dugaan pasar kembali bahwa stimulus (suntikan dana  ke pasar), atau QE, akan dibatasi atau dihentikan. 

Bursa  saham  AS  pun  ditutup  melemah  kemarin,  karena  beragamnya  pandangan  pasar,  menyusul  rally  dalam  2  sesi  perdagangan  sebelumnya.  Indeks  Dow  Jones  seketika  semalam  sempat menyentuh  ke  level  intraday high 14149.15,  mendekati  rekor  tertingginya  –  rekor penutupan tertinggi di 14164.53 (9 Okt. 2007) dan rekor intraday high di 14198.10 (11/Okt./2007). 

Indeks  S&P  500  masih  terakumulasi  naik  di  bulan  Februari,  melanjutkan  ekspansi  kenaikannya  dalam  4  bulan  beruntun.  Dan  untuk  Februari 2013, indeks Dow Jones terakumulasi naik 1,4 persen, indeks S&P 500 naik 1,1 persen dan indeks Nasdaq naik 0,6 persen. Setelah  mengalami  kenaikan  kuat  lebih  dari  5%  di  bulan  Januari  sebelumnya,  kenaikan  Dow  dan  S&P  500  di  bulan  Februari  cenderung  lebih  terbatas. Volume Sementara Kamis kemarin volume perdagangan masih terbilang rendah. 

FOMC‐minutes  dari  pertemuan  the  Fed  Januari  mendorong  kekhawatiran  di  antara  para  pelaku  Wall  Street  bahwa  bank  sentral  AS  tersebut akan menarik program stimulusnya (QE) lebih cepat dari yang diduga, sementara semakin dekatnya deadline untuk pembahasan  pemangkasan anggaran (sequestration) AS, per 1 Maret 2012 Jumat ini, dan hasil pemilu Italia yang mengecewakan membuat investor  kehilangan  agresifitasnya  untuk  melakukan  transaksi  pada  lantai  bursa,  meskipun  belakangan  ini  kekhawatiran  mulai  reda  setelah  testimoni Ben Bernanke menegaskan bahwa bank sentral AS masih akan melakukan QE

Euro masih melemah terhadap dolar AS kembali di bawah areal 1.3100, dan diperdagangkan di sekitar 1.3050an menjelang pembukaan  bursa Asia Jumat ini. Rebound euro yang baru‐baru ini terjadi dari penurunan signifikan sebelumnya, diproyeksikan akan terbatas karena  masih berkembangnya kekhawatiran pasar terhadap bahaya krisis kredit Eropa kembali pasca ketidakmenentuan hasil pemilu Italia. 

Mengenai  sequestration  AS  Jumat  ini,  banyak  ekonom  yang  memproyeksikan  bahwa  jika  pemangkasan  anggaran  terjadi  maka  akan  menekan pertumbuhan ekonomi AS sekitar 0.5%. 

Untuk  komoditas  minyak,  harga  Brent  crude  merosot  ke  level  terendah  6  pekan,  karena  munculnya  kembali  kekhawatiran  terhadap  ekonomi global dan demand. Sempat terdorong naik di awal‐awal sesi kemarin, harga Brent crude akhirnya mengalami tekanan jual, dan  untuk pengiriman April <LCOc1>  ditutup melemah 49 sen ke $111.38/barel,  setelah tertekan  hingga  $110.87, level terendah sejak  18  Januari.  Di  bulan  Februari,  harganya  terakumulasi  turun  3,6  persen.  Sementara  harga  crude  oil  AS  <CLc1>  juga  turun  ke  bawah  level  $92.05/barel. 

Harga emas merosot  lebih dari  1 persen dan menganghiri bulan Februari dengan penurunan untuk 5 bulan beruntun, fase penurunan  bulanan terpanjangnya sejak 1996. Harga spot emas jelang pembukaan Asia hari ini berada di areal $1580/ons.   


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah lebih dari 1 persen Kamis lalu, karena optimisme ekonomi dan ekuitas AS yang menekan permintaan safe haven untuk  logam  mulia,  yang  mana  menutup  bulan  Februari  dengan  rangkaian  penurunan  lima  bulannya,  rangkaian  penurunan  terpanjang  sejak  tahun 1996. 

Logam mulia turun tajam untuk dua harinya,setelah data AS menunjukkan pertumbuhan tipis ekonomi dalam kuartal keempat sementara  itu klaim untuk pengangguran anjlok minggu lalu. 

"Investors are reassessing where they have their money allocated at, and they are now focusing on the equity markets which have been  holding up very firm," kata Phillip Streible, senior commodities trader pada futures brokerage RJ O'Brien.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> ditutup melemah di bulan Februari untuk pertama kalinya, menghentikan  kenaikan dalam 3 bulan beruntun sebelumnya. 

Harganya  turun  hingga  lebih  dari  6,5%  sepanjang  Februari  ke  level  91.57,  mendekati  level  terendah  sementara  tahun  2013,  di  91.52, yang dicapai 4 Januari. 

Brent  crude  di  pasar  berjangka  tipe  kontrak  April  <LCOc1>  juga  telah  mengalami  tekanan  bulanan  pertamanya  sejak  Oktober,  sementara Rabu sebelumnya menyentuh level terendah sejak 22 Januari di $111.65 dan Kamis kemarin meningkat kembali di atas  $112/barel. 

Proyeksi harga minyak mentah dunia di pasar berjangka tahun 2013 ini adalah turun karena lemahnya idemand dari negara‐negara  industri kaya dunia dan meningkatnya supply global. 

Dalam survey bulanan terhadap 27 analis, konsensus proyeksi untuk brent crude tahun ini adalah di $110.10/barel – di bawah rata‐ rata  tahun  2012,  yang  adalah  $111.70  –  namun  masih  sedikit  lebih  baik  dari  perkiraan  dari  hasil  survey  bulan  lalu,  di  $109.70. 


EURO ZONE
Inflasi  pada  zona  euro  merosot  2.0  persen  pada  bulan  Januari,  data  dari  kantor  statistik  Uni  Eropa  menunjukkannya,  memberikan  European  Central  Bank  ruang  untuk  mempertimbangkan pemangkasan tingkat suku bunga ketika bertemu minggu depan.  

Inflasi tahunan turun dari level 2.2 persen pada bulan Desember, Eurostat mengungkapkannya. Penurunan yang berhubungan dengan perkiraan polling para ekonom oleh Reuters  seperti sebuah kilas dari perkiraan sebelumnya dari Eurostat. Tidak termasuk volatilitas harga energi, inflasi rata‐rata 12‐bulan adalah 1.9 persen, dibawah target inflasi ECB tetapi  mendekati 2 persen, menyoroti lingkungan yang memadai yang dapat mengizinkan tingkat suku bunga untuk dipangkas yang kemungkinan membantu menstimulasi recovery area  tersebut.  

Consumer spending Perancis turun oleh ekpektasi yang makin mendalam 0.8 persen pada bulan Januari karena anjloknya penjualan, data menunjukkannya yang menggarisbawahi  malaise dalam perekonomian yang mendekati resesi. 

Perekonomian Spanyol merosot kedalam rangkaian enam kuartalannya dari bulan Oktober hingga Desember, data menunjukkannya, yang menghambat usaha pemerintah untuk  memangkas defisit publik dan membalikkan turunnya lapangan kerja. Perekonomiannya mengalami kontraksi 1.4 persen pada tahun 2012 dari awal tahun, setelah hampir tindak  tumbuh pada tahun 2011, penurunan terburuk keduanya sejak rangkaian dimulai tahun 1970 ketika diktator Francisco Franco masih berkuasa.  

U.K.
Sterling melanjutkan rebound hingga mencoba areal 1.5200, dengan intraday high di 1.5219, setelah sejumlah investor menutup transaksi jual mereka untuk mengambil  keuntungan, namun ini diperkirakan bersifat sementara saja karena lemahnya kondisi ekonomi Inggris dan bank sentral Inggris nampaknya ‘nyaman’ dengan pelemahan mata  uang Inggris tersebut. 

GBPUSD telah jatuh merosot hingga hampir 8% sepanjang 2013 ini ke level terendah selama 2,5 tahun di 1.5070 di awal pekan ini, sementara mata uang Inggris tersebut juga  melemah terhadap euro tahun ini hingga sekitar 7% ke level terendah selama 16 bulan. 

Para investor meningkatkan aksi jual sterling tahun ini karena pesimisme terhadap pemulihan ekonomi Inggris serta indikasi dari BoE yang toleransi terhadap inflasi yang lebih  tinggi untuk menopang pertumbuhan dan kemudian aksi jual tersebut memuncak pekan ini menyusul downgrade rating dari Moody’s Investor Services terhadap peringkat  hutang Inggris dari level AAA.  

Banyak lembaga finansial terkemuka dunia, seperti UBS, memproyeksikan penurunan GBPUSD lebih lanjut.   "We are negative on sterling because the central bank is deliberately  talking  the  currency  down.  We  are  looking  for  sterling  to  trade  in  a  $1.40‐1.50  range  in  coming  months."  demikian  menurut  Mansoor  Mohi‐uddin,  seorang  chief  currency  strategist dari UBS. 

Para analis juga mengatakan terkait munculnya kembali kekhawatiran terhadap Eropa, para investor akan lebih berprospek negatif untuk sterling terhadap dollar AS daripada  terhadap euro, JIKA ekspektasi BoE akan memulai kembali program stimulusnya (berupa pembelian aset‐atau QE) meningkat kembali, paling cepat di pertemuan moneternya  pekan depan.   

Hasil polling terbaru Reuters Kamis kemarin menunjukkan bahwa peluang bahwa BoE akan memulai kembali program stimulusnya pada pertemuan moneternya pekan depan  semakin meningkat. 


JAPAN
Perdana Menteri Shinzo Abe menominasikan seorang advokat yang bertindak pada kebijakan agresif unuk mengepalai Bank of Japan, menantang pihak oposisi untuk  kembali mendorong tindakan yang radikal sebagai pejabat yang memperingatkan kemajuan ekonomi yang baru lahir yang dapat dengan mudah tergelincir.  

Dengan  memilih  Presiden  Asian  Development  Bank  Haruhiko  Kuroda  untuk  mengambil  alih  kepemimpinan  bank  sentral,  Abe  terlihat  untuk  memberikan  pada  pemilihan janji untuk overhauling kebijakan moneter dalam menghidupkan kembali perekonomian setelah mendekati dua dekade dalam deflasi ringan dan semangat  pertumbuhan.  

Industrial output Jepang naik dalam rangkaian dua bulannya, penilaian yang mengangkat produksi industri bertumbuh 1.0 persen pada Januari dari bulan sebelumnya  untuk rangkaian kenaikan bulanan, didukung oleh terlihatnya perkembangan yang positif pada kondisi ekonomi global dan pelemahan yen, Menteri perekonomian,  Pedagangan dan Industri mengatakannya.  


AUSTRALIA
Pertumbuhan  pada  bagian  akhir  tahun  2012  kemungkinan  tidak  seoptimis  perkiraan,  tetapi  data  terbaru  memperkirakan  perekonomian  akan  berlanjut  untuk  terdorong oleh investasi pertambangan.  

Dan  disana  terdapat  tanda‐tanda  bahwa  rendahnya  tingkat  suku  bunga  yang  membuat  tanda  dengan  penjualan  rumah  baru  yang  naik  untuk  rangkaian  empat  bulannya pada bulan Januari.  

Membaik dari ekspektasinya pada outlook pembelanjaan modal adalah tanda‐tanda lainnya Reserve Bank of Australia yang tidak akan membutuhkan pemangkasan  tingkat suku bunga kedepannya.  

Gambaran pembelanjaan swasta baru pada capital expenditure yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics yang menunjukkan bisnis telah menaikkan rencana  investasi pembelanjaan mereka untuk tahun finansial saat ini.  


SWISS
Pertumbuhan perekonomian Swiss melambat 0.2 persen dalam kuartal keempatnya dari kuartal sebelumnya, tetapi masih lebih sehat daripada kebanyakan  prediksi analis, data menunjukkannya Kamis lalu.  

Polling  analis  oleh  Reuters  telah  memperkirakan  pertumbuhan  kuartalan  pada  0.0  persen  setelah  Swiss  National  Bank  memperingatkan  ekspektasi  pendinginan yang signifikan dalam periode yang diikuti membaik dari ekspektasinya pertumbuhan 0.6 persen dalam kuartal ketiga.  

Thursday, February 28, 2013

Headline News 28.02.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  berhasil  rally  untuk  kedua  kalinya  secara  berturut‐turut  pada  hari  Rabu  setelah  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  menegaskan  kembali  komitmennya  untuk  melanjutkan  program  stimulusnya,  sementara  euro  menguat  setelah  maraknya  permintaan  pada  sebuah  lelang  obligasi  Italia.  Rilis  optimis  data  perumahan  dan  business  spending  AS  turut  menambah  sentimen  positif  di  bursa  saham. Indeks S&P 500 membukukan kinerja harian terbaiknya selama hampir 2 bulan terakhir, sementara indeks saham dunia naik 0,9%. 

Dalam  testimoni  hari  kedua  semalam,  Bernanke  tetap  mempertahankan  program  stimulus  moneternya  yang  mana  telah  meredakan  kekhawatiran  mengenai  kemungkinan  berakhirnya  pembelian  obligasi  setelah  rilis  Fed  minutes  pekan  lalu,sehingga  membantu  mengangkat bursa saham dari koreksi terburuknya sejak November. Pada Rabu keamarin, Bernanke mengatakan tingkat pengangguran  kemungkinan tidak akan melampaui level normalnya hingga beberapa tahun kedepan. 

Sentimen bullish pasar juga terangkat setelah dalam sebuah lelang Italia berhasil menjual 6,5 milyar obligasi untuk tenor 5 dan 10 tahun. 

Dua  hari  usai  pemilu  di  Italia  yang  tidak  menghasilkan  suara  mayoritas,  pasar  saat  ini  mencermati  kondisi  keuangan  negara  tersebut.  Investor khawatir, kekuatan suara pada partai yang anti penghematan di Italia dapat menghambat upaya reformasi keuangan dan pasar  tenaga kerja dan berpotensi menggagalkan upaya zona euro untuk keluar dari krisis yang telah membelenggunya selama 3 tahun terakhir. 

Maraknya  permintaan  pada  lelang  obligasi  Italia  telah  mendorong  penguatan  euro  dan  terakhir  bergerak  di  sekitar  $1,3145  atau  naik  0,6%. Euro juga tercatat di sekitar 121,12 yen, atau naik 0,8%. 

Di pasar Wall Street, Dow Jones industrial average <.DJI> naik 175,24 poin atau 1,26% dan ditutup di 14.075,37. Sedangkan Standard &  Poor's 500 Index <.SPX> naik 19,05 poin atau 1,27% di 1.515,99, prosentase kenaikan harian terbaiknya sejak 2 Januari. Sedangkan Nasdaq  Composite Index <.IXIC> naik 32,61 poin atau 1,04% di 3.162,26.   

Data  ekonomi  AS  menambah  sentimen  positif  di  pasar.  Barometer  untuk  business  spending  plans  AS  mencatat  kenaikan  terbesarnya  selama setahun terakhir di periode Januari. Order untuk capital goods, diluar sektor pertahanan dan penerbangan, yang dicermati sebagai  barometer untuk rencana belanja bisnis, melonjak 6,3%, kenaikan terbesarnya sejak Desember 2011. 

Adapun laporan lainnya menunjukkan bahwa kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki mendekati level tertinggi tiga tahun  di bulan lalu. 

Indeks ekuitas global MSCI naik 0,9% dan FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir menguat 0,9%. Indeks saham Eropa terangkat oleh  naiknya  indeks  saham  Italia  yang  tercatat  melonjak  1,8%  setelah  jatuh  4,9%  di  hari  Selasa  sebelumnya.  Rebound  pada  indeks  saham  Spanyol juga turut memberi dukungan positif. 

Komitmen Bernanke untuk melanjutkan langkah stimulus moneter telah menekan harga obligasi AS. Treasury tenor 10 tahun turun 5/32  dengan yield di 1,90% dibandingkan dengan 1,89% di hari Selasa sebelumnya. 

Harga emas turun seiring menguatnya bursa saham Wall Street dimana telah mendorong investor untuk melakukan ambil untung pasca  kenaikannya sebelumnya. Harga emas turun 1,1% ke $1.595,71 per ons.  

Brent crude oil futures <LCOc1> untuk pengiriman April turun 84 sen ke $111,87 per barel. Sedangkan U.S. crude oil futures <CLc1> naik 13  sen ke $92,76. Adapun data menunjukkan stok minyak AS mencatat kenaikan 6 minggu berturut‐turut.   


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  1  persen  Rabu  lalu,  mendekati  untuk  menghapus  kenaikan  harian  sebelumnya,  terpukul  oleh  kekecewaan  berkenaan  kurangnya stimulus the Fed dan kekhawatiran deflasi disamping meluasnya pemangkasan pembelanjaan AS. 

Rally  dari  ekuitas  AS  juga  menekan  ketertarikan  pada  logam  mulia,  karena  logam  mulia  membuat  rangkaian  kenaikan  empat  harinya  setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mempertahankan kebijakan pembelian obligasi oleh bank sentral. 

Frank  McGhee,  kepala  dari  precious  metals  trader  pada  Integrated  Brokerage  Services  LLC,  mengatakan  bahwa  kebijakan  bank  sentral  pada pembelian obligasi yang dikenal dengan quantative easing "is becoming less and less effective as Bernanke announced nothing new."  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah Brent jatuh ke level terendah 4 pekan di bawah $ 112 per barel pada hari Rabu menyusul kenaikan stok minyak  mentah AS dalam 6 minggu berturut‐turut dan koreksi tajam pada harga bensin menambah keprihatinan atas menurunnya permintaan. 

Stok minyak mentah AS naik 1,1 juta barel di pekan per 22 Februari, sedangkan stok bensin tergelincir dari level tinggi di sekitar pusat  penyulingan Gulf Coast tetapi naik di Pantai Timur. 

Brent crude oil futures <LCOc1> untuk pengiriman April turun 84 sen ke $111,87 per barel. Sedangkan U.S. crude oil futures <CLc1> naik 13  sen ke $92,76. 

Harga  minyak  juga  telah  didukung  oleh  kekhawatiran  pasokan  karena  ketegangan  di  Timur  Tengah,  dan  investor  terus  mengawasi  pembicaraan  atas  program  nuklir  Iran.  Iran  memberikan  penilaian  optimis  dari  dua  hari  pembicaraan  dengan  enam  kekuatan  dunia  ‐  Amerika Serikat, Perancis, Rusia, Inggris, Jerman dan China ‐ yang berakhir pada hari Rabu. Para pejabat Barat mengatakan Teheran harus  mulai mengambil langkah‐langkah konkret untuk meredakan kekhawatiran mengenai peningkatan kegiatan nuklirnya. Kedua belah pihak  sepakat untuk bertemu lagi di Istanbul pada bulan Maret, dan kemudian melanjutkan diskusi politik di Almaty, Kazakhstan, pada bulan  April. 


EURO ZONE
Economic dan business confidence dalam 17 negara yang menggunakan euro naik dalam rangkaian empat bulannya pada bulan Februari, Komisi Eropa mengatakannya, karena factories terlihat   naik.  

Sentimen  ekonomi  dalam  zona  euro  naik  dengan  membaik  dari  ekspektasinya  1.6  poin  ke  level  91.1,  melanjutkan  recovery  yang  dimulai  pada  bulan  November  tahun  lalu,  Komisi  mengatakannya.  

European Central Bank telah lama merekat dengan tingkat suku bunga ultra‐rendah yang mendalam dan penyediaan likuidasi yang tidak terbatas terhadap bank, menjadikannya kurang efektif,  anggota Dewan Eksekutif ECB Peter Praet mengatakannya.  

ECB  telah  memangkas  tingkat suku  bunga dalam  refinancing  utama ke  level  terendahnya  pada  0.75  persen  dan  dimulai untuk  memberikan  bank‐bank  dengan sebanyak  dana  yang  mereka  inginkan, termasuk pinjaman ultra‐dalam 3 tahun.  

Consumer  morale  Jerman  naik  dalam  rangkaian  dua  bulannya  terhadap  bulan  Maret  karena  menenangkan  besarnya  krisis  zona  euro  yang  membawa  Jerman  dengan  confidence  bahwa  perekonomian mereka akan naik dalam bulan mendatang, grup riset pasar GfK mengatakannya.  


U.K.
Sterling  menguat  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Rabu  setelah  anggota  BoE  menolak  pembicaraan  mengenai  suku  bunga  negatif,  meskipun  perhatian  mengenai perlambatan pada ekonomi global kemungkinan membatasi penguatan sterling. 

Anggota BoE Charles Bean mengatakan diskusi membahas seputar dorongan kepada perbankan untuk menyetor uang pada bank sentral guna mendorong mereka  memberikan  pinjaman  kepada  perusahaan‐perusahaan  dan  belum  ada  rencana  untuk  melakukan  apa  yang  disebut  dengan  suku  bunga  negatif  untuk  saat  ini.  Pernyataan  tersebut  sekaligus  sebagai  penegasan  atas  komentar  anggota  BoE  lainnya  yaitu  Paul  Tucker  pada  Selasa  sebelumnya  yang  mengatakan  bahwa  bank  sedang mempertimbangkan apakah suku bunga negatif adalah cara yang layak untuk meningkatkan perekonomian. 

Sterling awalnya sempat melejit pasca rilis data PDB‐Q4 basis tahunan yang lebih baik dari perkiraan yaitu mencatat tumbuh 0,3% dibandingkan perkiraan 0%. Namun  sterling kemudian memangkas keuntungannya karena data PDB‐Q4 untuk basis kuartalan masih mencatat kontraksi 0,3%. Hal ini tetap memberi ancaman terjadinya  resesi ketiga sejak 2008. 

Sterling  sempat  terapresiasi  ke  level  intraday  high  di  $1,5187,  namun  kemudian  terjadi  retracement  dan  terakhir  bergerak  di  sekitar  $1,5155,  atau  naik  0,2%  dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

Sterling telah jatuh sekitar 6,6% terhadap dolar sepanjang tahun ini. Komentar para anggota BoE telah memberi dukungan untuk kelanjutan quantitative easing (QE)  dan pelemahan nilai tukar, digabung dengan keputusan Moody’s untuk menurunkan peringkat  triple‐A  Inggris pekan lalu, dimana kesemuanya  itu akan memberi  gambaran suram bagi nasib sterling selanjutnya. 


JAPAN
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe terlihat siap untuk menyingkapkan tirai pada Act Three dari drama "Abenomics" dengan pembicaraan keputusan untuk  bergabung pada pakta free trade yang dipimpin AS, terlihat oleh beberapa percobaan pada hasratnya terhadap reformasi ekonomi. 

Kikuo Iwata, seorang akademik yang mengekspektasi dinominasikan pada awal pekan ini untuk menjadi deputi gubernur Bank of Japan, yang mengatakan  kebijakan moneter dibutuhkan untuk membantu mendorong permintaan dan mempersempit kesenjangan output, menurut Jiji News. 

Pemerintah  Jepang  menaikkan  penilaian  ekonomi  pada  bulan  Februari  untuk  rangkaian  dua  bulannya,  yang  mengatakan  factory  output  telah  dpercaya  keluar dan sentimen perusahaan membaik berkenaan dengan anjloknya yen dan naiknya harga saham‐saham.   


AUSTRALIA
Lembaga pemeringkat kredit global Standard & Poor's (S&P) mengekspektasi pertumbuhan ekonomi Australia akan masih tetap dengan tren (naik) ditahun‐ tahun mendatang, karena puncak utang publik pada level terendahnya.  

Tetapi S&P, yang menilai Australia pada peringkat puncak triple‐A dengan outlook stabil, mengatakan perekonomian lokal memiliki kerentanan.  

"The economy holds a large amount of offshore debt, households retain substantial debt because of high house prices and its banks are reliant on foreign  investor funding," associate director Craig Michaels mengatakannya dalam suatu pernyataan.  

Total konstruksi yang telah dikerjakan di Australia melemah 0.1 persen pada kuartalan bulan Desember, menurut data resmi.  


SWISS
Momentum ekonomi Swiss kembali melemah di bulan Februari, meskipun pelemahan yang lebih kecil dibanding perkiraan telah mendorong ekonom optimis bahwa  ekonomi  akan  kembali  bangkit  di  bulan  depan.  Ekonomi  Swiss  sebagian  besar  telah  terhindar  dari  masalah  yang  tengah  membelit  zona  euro,  mitra  dagang  terbesarnya, meskipun nilai tukar mata uang yang kuat masih menjadi perhatian karena membuat ekspor negara itu menjadi lebih mahal. 

KOF, barometer untuk sentimen ekonomi yang memprediksi kinerja ekonomi dalam 6 bulan kedepan, turun ke 1,03 poin di bulan Februari dari level revisinya di 1,12  poin di bulan Januari sebelumnya, demikian laporan dari KOF Swiss Economic Institute. Data dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar 1,0 poin. 

Meskipun gambaran ekonomi terlihat membaik, namun Kepala SNB Thomas Jordan di pekan lalu mengatakan bank sentral belum akan mengubah batasan minimum  nilai tukar EUR/CHF di 1,20 franc. 

Sementara itu sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan data Swiss purchasing managers (PMI) periode Februari akan turun ke 52,2 poin dari 52,5 poin di bulan  Januari sebelumnya. Data akan dirilis hari Jumat besok.   

Dolar tercatat melemah sekitar 0,25% di 0,9295 franc dibandingkan penutupan New York hari Selasa.