title cover

title cover

Wednesday, March 6, 2013

Headline News 06.03.13


US & GLOBAL
Dow Jones Industrial Average ditutup di level historis tertingginya menyusul bursa saham dunia mengalami rally setelah Cina berjanji mencatat  belanja pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan data menunjukkan sektor jasa AS mengalami ekspansi pada level terpesatnya  tahun ini. 

Harga minyak mentah dan tembaga juga naik berkat janji Cina untuk mendongkrak pertumbuhan 7,5% tahun ini. 

Di Wall Street, indeks Dow secara mengejutkan menembus level tertingginya sejak 2007, sebelum resesi tertajam AS dalam beberapa dekade,  menembus level penutupan tertinggi sejak 9 Oktober 2007 di 14.164,53. Indeks tercatat naik 125,95 poin atau 0,89% untuk ditutup di 14.253,77  poin pada Selasa kemarin. 

Setelah mencatat rekor tertinggi di tahun 2007, pasar saham jatuh menyusul Amerika Serikat dan Eropa memasuki resesi. Rebound pada pasar  ekuitas AS tercatat lebih kuat dibanding yang terjadi di Eropa. Amerika Serikat tidak mengadopsi langkah‐langkah penghematan pemerintah tajam  yang telah menghambat pertumbuhan ekonomi di Eropa, sementara tambahan likuiditas dari Federal Reserve dan tingkat suku bunga pada level  historis terendah telah meningkatkan minat investor pada aset beresiko. 

Meskipun  Dow  mencatat  rekor  tertingginya,  namun  indeks  blue  chip  Euro  STOXX  50  <.STOXX50E>,  masih  membutuhkan  kenaikan  70%  untuk  mencapai level tertinggi Juni 2007. 

Indeks ekuitas global MSCI naik 1,1% dan indeks FTSEurofirst‐300 naik 1,8%. 

Hingga penutupan pasar, indeks S&P 500 naik 14,59 poin atau 0,96% di 1.539,79 dan indeks Nsadaq Composite bertambah 42,1 poin atau 1,32%  ke 3.224,13. 

Di pasar minyak, harga minyak Brent berhasil mengakhiri serangkaian koreksinya yang telah terjadi dalam 5 hari terakhir menyusul suplai minyak  North Sea Brent masih terhenti untuk 3 hari berturut‐turut dan investor melihat kuatnya permintaan minyak dari Cina.  Sementara, data menunjukkan sektor jasa AS mengalami akselerasi terpesatnya dalam setahun di bulan Februari, dan turut mendorong kenaikan  harga mnyak. Harga minyak mentah Brent naik $1,52 atau 1,4% ke $111,61 per barel sementara harga minyak mentah AS naik 70 sen atau 0,8% di  $90,82. 

Harga tembaga naik 0,7% setelah Cina berjanji untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada 7,5%. Three‐month copper <CMCU3> naik ke  $7.772 per ton. 

Permintaan untuk aset berisiko juga telah didukung oleh suntikan likuiditas yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh bank‐bank sentral utama  dunia, dan investor terus memantau setiap tanda‐tanda ini akan terus berlanjut. 

Komentar pada hari Senin dari wakil ketua Federal Reserve AS, Janet Yellen, yang mendukung upaya stimulus agresif saat ini, dan keputusan Bank  Sentral Australia untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, adalah tanda‐tanda terbaru bahwa kebijakan moneter longgar akan  tetap dilanjutkan. 

Bank Sentral Jepang, Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Eropa kesemuanya diprediksi akan mempertahankan  kebijakan moneter longgar saat  ini atau menambah stimulus tambahan setelah sidang reguler mereka minggu ini. 

Euro menguat untuk hari kedua terhadap dolar sementara mata uang komoditas seperti Aussie dan Kiwi juga naik, seiring meningkatnya sentimen  pada aset beresiko pasca melonjaknya Dow. 

Harga Treasury AS terkoreksi menyusul investor menuggu hasil sidang bank sentral dan rilis data payrolls AS. Sementara yield obligasi tertekan  oleh rilis data ekonomi AS yang optimis. Treasury AS tenor 10 tahun turun 6/32 dengan yield di 1,8979 persen, naik dari posisi Senin di 1,8789  persen. 

Sementara harga emas naik tipis setelah memangkas kenaikan awalnya seiring melemahnya minat pasa aset aman resiko pasca melonjaknya Dow.  Emas terakhir tercatat naik 0,1% di $1.575,36 per ons, turun dari intraday high di $1.585,91. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  sedikit  menguat  Selasa  lalu,  membagi  kenaikan  awalnya  karena  permintaan  untuk  safe  haven  yang  tertekan  karena  Dow  Jones  industrial average mencatatkan level tertingginya yang didukung optimisme ekonomi yang mendorong rally pada ekuitas. 

Platinum meningkat tajam karena pemogokan terkini dalam tambang Afrika Selatan yang memicu kekhawatiran pasokan.  

"As long as equities keep hitting new highs, investors are not going to look toward gold. The focus is on equities right now and it doesn't  seem to be toward safe havens," kata Howard Wen, metals analyst pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
  Brent  crude  menembus  penurunan  level  perdagangan  lima  sesi  beruntun  pada  hari  Selasa,  menguat  akibat  optimisme  terhadap  permintaan oil China, record‐high ekuitas AS dan adanya gangguan terhadap persedian di North Sea. 

Peningkatan telah terbatasi, dengan kekhawatiran jangka menengah seperti penguatan persedian U.S. crude dan krisis fiskal negara. 

Kontrak berjangka Brent crude menguat  1,52 dollar per barel  dan ditutup dengan nilai 111,61. U.S. crude meningkat  70 sen  per barel  ditutup dengan nilai 90,82, menghentikan sesi penurunan perdagangan tiga hari beruntun. 

Investor  komoditas  memperoleh  dukungan  dari  janji  China  pada  hari  Selasa  untuk  membawa  pertumbuhan  ekonomi  pada  tahun  ini  sebesar 7,5 persen dan fokus terhadap peningkatan konsumsi domestic. Tidak ada perubahan target sejak 2012. 

"China  is  targeting  7.5  percent  growth  and  that  could  mean  further  economic  stimulus  there,"  ucap  Matt  Smith  di  Summit  Energy,  Louisville ‐ Kentucky. 


EURO ZONE
Perancis,  Spanyol dan Italia menekan zona euro  kearah penurunan mendalam pada bulan Februari,  menurut  survei bisnis  yang menunjukkan bahwa jurang antara  negara ini dan kemakmuran Jerman melebar lagi.  

Sementara itu perusahaan British services sedikit lebih baik dalam bulanannya daripada ekspektasi, purchasing managers' indexes (PMIs) menunjukkan makin dalamnya  kerusakan yang terjadi melalui perekonomian Eropa.  

Pembagian antara Jerman dan Perancis, dua negara dengan perekonomian terbesar dari zona euro, bertumbuh melebar sejak penggabungan mata uang tahun 1999.   

Perdagangan ritel zona euro naik melebihi ekspektasi pada bulan Januari karena para pembelanja di Jerman membelanjakan lebih bebas pada pakaian dan makanan,  tetapi konsumsi yang moderat di Perancis dan gagalnya penjualan dari Irlandia hingga Finlandia menunjukkan penyimpangan kekayaan dari blok tersebut.   

Volume  perdagangan  dari  17  negara  yang  menggunakan  euro  naik  1.2  persen  pada  bulan  Januari  dari  bulan  Desember,  kantor  statistik  Uni  Eropa  Eurostat  menunjukkannya, yang lebih dari 0.2 kenaikan perkiraan oleh polling ekonom dari Reuters. 

Spanyol  bergabung  dengan  Perancis  dalam  mengakui  perlu  lebih  banyak  waktu  untuk  mengurangi  defisit  bujetnya,  yang  mengatakan  percaya  Komisi  Eropa  memperingatkan terhadap ide untuk menghindari makin mendalamnya resesi negara tersebut. 


U.K.
Sterling  menguat  tajam  pada  perdagangan  hari  Selasa  setelah  pertumbuhan  sektor  jasa  Inggris  melampaui  ekspektasi  di  bulan  Februari,  meskipun  ekspektasi  mengenai kemungkinan BoE akan melonggarkan kebijakan moneternya masih akan membatasi penguatan mata uang Inggris tersebut. 

Rilis optimis data sektor jasa telah memberikan harapan bahwa ekonomi akan terhindar dari resesi ketiga yang tajam, dimana data dirilis hanya beberapa jam setelah  laporan dari British Retail Consortium menunjukkan kenaikan tajam pada data retail sales di bulan Februari. Kedua laporan data tersebut telah menunda koreksi lebih  lanjut sterling yang hingga saat ini tercatat telah merosot 6,8% terhadap dolar dan melemah ke level terendah 2‐1/2 tahun di bawah $1,50. Markit/CIPS Purchasing  Managers' Index (PMI) untuk sektor jasa naik ke 51,8 di bulan lalu dari 51,5 di bulan Januari, melampaui ekspektasi pasar di 51,0. Data mencatat ekspansi kedua  kalinya secara berturut‐turut, kontras dengan kondisi sektor manufaktur dan konstruksi yang mengalami kontraksi di bulan lalu. 

Sterling menguat ke $1,5200 dari $1,5132 sebelum rilis data. Namun menjelang akhir sesi New York kembali terkoreksi hingga mencatat intraday low di $1,5095 dan  terakhir bergerak di sekitar $1,5115, relatif stabil dibandingkan penutupan hari Senin sebelumnya.   Sedangkan euro awalnya sempat terkoreksi terhadap sterling ke level intraday low di 0,8582 pound, namun kemudian berhasil rebound ke 0,8634 pound sebelum  akhirnya ditutup relatif stabil di sekitar 0,8625 pound. 

Meskipun data hari Selasa kemarin dirilis optimis, namun data ekonomi Inggris dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kondisi ekonomi yang masih melemah.  Hal ini tetap mengobarkan spekulasi bahwa BoE akan melonggarkan kebijakan moneternya pada sidangnya hari Kamis besok, sementara toleransi untuk inflasi di atas  level targetnya juga terus memicu tekanan pada sterling. 

Euro memiliki peluang untuk menguat terhadap sterling jika ECB tetap mempertahankan suku bunganya dan BoE memilih untuk melonggarkan kebijakan moneternya  dalam sidangnya hari Kamis besok.


JAPAN
Menteri keuangan Jepang mengatakan pada hari Selasa ia mengharapkan calon Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan menangani kebijakan moneter sejalan  dengan perjanjian bersama yang ditandatangani awal tahun ini oleh pemerintah dan upaya bank sentral menjanjikan untuk memulihkan perekonomian bangsa yang  telah lama melambat. 

"Mr. Kuroda is saying that if he becomes governor, he will steer policy in the direction set by the joint statement,"  ucap Menteri Keuangan Taro Aso pada konferensi  pers ketika ditanya tentang pendapatnya akan konfirmasi Kuroda di parlemen pada hari Senin. 

Seiring bank sentral Jepang yang fokus pada bagaimana cara meyakinkan masyarakat bahwa harga akan segera naik lagi, beberapa indikator menunjukkan ekspektasi  inflasi sudah bisa meningkat. 

Para ekonom dan central bankers mengatakan bahwa bagi Jepang usaha untuk membalikkan tren deflasi yang terjadi  hampir selama 15 tahun , bank sentral harus  meyakinkan perusahaan dan konsumen bahwa kenaikan harga akan segera terjadi. 

Nominasi pemerintah Jepang untuk dua deputi gubernur Bank of Jepang menawarkan pemandangan yang  kontras tentang kebijakan pada hari Selasa, salah satu  calon  menggambarkan  langkah‐langkah    berani  untuk  memenuhi  target  inflasi  dan  seorang  lainnya  sering  menolak  untuk  berkomitmen  untuk  langkah‐langkah  kebijakan yang tidak konvensional.


AUSTRALIA
Pemerintah federal beresiko untuk merusak pertumbuhan ekonomi jika memekarkan ad hoc pajak terbaru dan meraih pendapatan dalam bujet tahun ini, Business  Council of Australia (BCA) memperingatkannya.  

Dalam pengajuan bujet tahun 2013/14 yang dirilis Rabu, grup yang mewakili 100 petinggi dari negara mengatakan pemerintah melaksanakan strategi fiskal yang tidak  bekerja dan pentingnya kebutuhan untuk memikirkannya kembali besar.  

Reserve Bank of Australia (RBA) telah membuat tingkat  suku bunga unchanged untuk bulan berikutnya karena data terbaru menunjukkan para konsumen memasuki  tahun 2013 dengan musim semi.  

Seperti yang diharapkan, RBA mempertahankan tingkat suku bunga pada level terendahnya di level tiga persen pada meeting bulanan anggota dewan Selasa lalu,  dengan gubernur Glenn Stevens mengeluarkan pernyataan yang sangat singkat yang sangat mirip pada bulan sebelumnya.  

Para peritel Australia mencatatkan penguatan pertumbuhan penjualan pada bulan Januari dalam enam tahunnya karena meningkatnya confident konsumen dalam  menuju kembali ketoko‐toko.   


SWISS
Franc Swiss melemah terhadap euro pada perdagangan hari Selasa setelah mata uang tunggal Eropa rebound dari level terendah 2‐1/2 tahun terhadap  dolar, meskipun trader tetap berhati‐hati menjelang sidang reguler ECB besok. 

Meskipun hasil jajak pendapat Reuters pekan lalu menunjukkan ekspektasi bahwa ECB akan mempertahankan suku bunganya, namun ECB diprediksi akan  merevisi turun proyeksi inflasinya dan kemungkinan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin paling cepat pada sidangnya April mendatang. 

Euro menguat 0,2% terhadap franc Swiss ke 1,2280 franc sedangkan terhadap dolar, franc bergerak relatif stabil di sekitar 0,9415 franc. 

Tuesday, March 5, 2013

Headline News 05.03.13


US & GLOBAL
Bursa saham AS rebound di akhir sesi New York hari Senin dan ditutup menguat, sementara harga minyak tertekan oleh indikator bahwa  pasar minyak kelebihan suplai. 

Saham dunia berdasarkan barometer MSCI index hanya naik tipis, tertekan oleh turunnya indeks saham Cina setelah rilis mengecewakan  data sektor manufaktur dan jasa yang menambah ekspektasi mengenai perlambatan ekonomi di negara tersebut, sebagai negara dengan  perekonomian terbesar kedua di dunia. 

  Rencana di China untuk memperketat pasar perumahan melalui kenaikan uang muka (down payments) dan suku bunga pinjaman untuk  pembeli rumah kedua di daerah perkotaan di mana harga meningkat terlalu cepat telah menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan  negara itu. 

Dow Jones industrial average <.DJI> rose 38.16 poin, atau 0.27% ke 14,127.82. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 7.00 poin, atau  0.46% ke 1,525.20. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 12.29 poin atau 0.39% di 3,182.03. 

Indeks  ekuitas  global  MSCI  naik  0.1%.  Sedangkan  indeks  saham  Eropa  berakhir  melemah  0.02%  di  1,168.36  menyusul  saham  pertambangan mencatat koreksi 2.1%.  

Kurangnya kemajuan dalam pembicaraan untuk membentuk pemerintah Italia yang baru setelah pemilihan tidak meyakinkan pekan lalu  membebani  sebagian  besar  saham  negara  <FTMIB.>,  dimana  mencatat  turun  0.85%,  sedangkan  yield  obligasi  10‐tahun  naik  menjadi  4.881% setelah menembus lebih dari 5% di awal sesi. 

Sementara itu, euro mengalami tekanan mendekati level low‐nya belakangan ini terhadap dolar, tertekan oleh ketidakpastian politik di  Italia  dan  ekspektasi  bahwa  ECB  akan  memangkas  suku  bunga  lebih  cepat  dari  yang  diperkirakan  sebelumnya.  Euro  berakhir  flat  di  $1.3020, tidak jauh dari level terendahnya hari Jumat di $1.2965. 

Harga Treasury AS melanjutkan koreksinya seiring dengan naiknya bursa saham. Harga Treasury nampaknya akan bergerak range‐bound  menjelang  sidang  ECB  dan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS  pekan  ini.  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  10/32  dengan  yield  di  1.8772%,  setelah yield menembus mendekati level terendah 6 pekan di 1.8270. 

Keprihatinan  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  di  Cina,  seiring  dengan  ekspektasi  perlambatan  ekonomi  di  AS,  telah  menekan  harga  minyak. Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pemangkasan belanja yang menjadi pemicu di hari Jumat lalu, dapat membebani  AS, sebagai negara konsumen minyak terbesar dunia, sekitar 0.5% dari pertumbuhan ekonomi, sebuah faktor yang menekan permintaan  minyak global.  Harga minyak mentah AS diperdagangkan di bawah $90 per barel untuk pertama kalinya dalam tahun ini dan ditutup di $90.12, turun  0.6%. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun 0.3% di $110.09 per barel. 


GOLD & COMMODITIES
Harga emas melemah Senin lalu karena permintaan yang berkurang untuk emas yang didukung exchange traded funds dan investor yang  melanjutkan memahami pengaruh dari melebarnya pembelanjaan pemerintah AS untuk memangkas (pemilikan) emasnya. 

Kurangnya  indikator  utama  ekonomi  AS  dan  flat‐nya  perdagangan  ekuitas  AS  gagal  untuk  memberikan  dukungan  pada  emas,  yang  membawa pada perdagangan yang sepi. 

"February marked the largest monthly outflow across physically backed gold exchange‐traded products. Continued net redemptions at this  pace  pose  the  largest  downside  risk  to  prices,  in  our  view,"  Suki  Cooper,  precious  metals  strategist  pada  Barclays  Capital,  mengungkapkannya dalam suatu pernyataan.   


OIL & COMMODITIES
Kontrak  berjangka  miinyak  AS  jatuh  ke  level  terendah  di  tahun  2013  pada  sesi  perdagangan  Senin,  level  penurunan  sesi  perdagangan untuk ketiga berturut‐turut sebagai reaksi terhadap perlambatan pertumbuhan di China dan indikator bahwa  pasar persedian minyak tersedia dengan cukup berlimpah. 

U.S.  crude  untuk  kontrak  berjangka bulan  April jatuh  sebesar 56  sen ditutup  dengan  nilai  90.12  dollar per  barel,  setelah  melemah di bawah 90 dollar per barel yang untuk pertama kalinya sejak Desember. U.S. crude melemah dikisaran 8 dollar  per barel lebih dari satu bulan terakhir. 

Brent jatuh sebesar 31 sen dan ditutup dengan nilai 110.09 dollar per barel.    

Faktor yang dapat membebani harga minyak dunia menurut Dana Moneter Internasional adalah pemotongan belanja AS  bisa menghabiskan biaya konsumen minyak terbesar di dunia sekitar 0,5 persen dari pertumbuhan ekonomi. 

"Economic sentiment has shifted, and we're also seeing the first stages of long liquidation in the oil market”.   


EURO ZONE
Factory prices zona euro naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Januari karena biaya energi yang melanjutkan kenaikannya,  meskipun perubahan dalam basis tahunan pada producer prices mencapai level terendahnya dalam enam bulan.  

Harga  pada  factory  gates  dalam  17  negara‐negara  yang  menggunakan  euro  naik  0.6  persen  dalam  bulan  Januari  dari  bulan  Desember,  kantor statistik Uni Eropa mengatakannya, yang hanya naik 0.5 persen pada ekspektasi oleh polling para ekonom oleh Reuters.  

Para menteri keuangan zona euro akan mendiskusikan bagaimana untuk mendanai bailout untuk Cyprus dengan membedakan gambaran  pada apakah untuk membuat bank deposan berbagi biaya. Tidak ada keputusan yang diekpektasi hingga akhir bulan Maret.  

Jumlah yang mendaftar untuk tingkat pengangguran di Spanyol naik hingga 1.2 persen pada bulan Februari dari bulan sebelumnya, atau  59.444 orang, meninggalkan 5.0 juta orang keluar dari pekerjaan, data dari Menteri Tenaga Kerja/Perburuhan menunjukkannya. 


U.K.
Sterling rebound dari level terendah 2‐1/2 tahun terhadap dolar pada perdagangan hari Senin dipicu aksi ambil untung investor, meskipun  penguatannya ini nampaknya masih terbatas mengingat kondisi ekonomi Inggris yang masih suram. 

Dengan negara berada di ujung resesi ketiga pada empat tahun terakhir, spekulasi kemudian berkembang bahwa Bank of England (BoE)  kemungkinan akan melanjutkan kebijakan moneter longgar pada sidangnya hari Kamis untuk merangsang pertumbuhan ekonominya. 

Sterling terapresiasi ke intraday high $1,5116 sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1,5110, atau naik 0,5%, dipicu short‐covering. Sterling  rebound  dari  level  intraday  low  di  $1,50  setelah  data  Purchasing  Managers'  Index  menunjukkan  construction  output  Inggris  bulan  lalu  jatuh di level terpesatnya sejak Oktober 2009. 

Pada hari Jumat lalu sterling terkoreksi ke $1,4985, setelah data PMI menunjukkan terjadi kontraksi di sektor manufaktur Inggris di bulan  lalu. Itu adalah pertama kalinya untuk sterling jatuh di bawah $1,50 sejak Juli 2010. Sterling juga mencatat kinerja terburuk di antara mata  uang utama dunia lainnya di tahun 2013 ini, setelah terkoreksi lebih dari 7% terhadap dolar. 

Banyak spekulan memprediksi bahwa BoE akan meluaskan program quantitative easing 375 milyar pound dengan penambahan 25 milyar  pound. 

Adapun fokus pasar saat ini tertuju pada data PMI sektor jasa yang akan dirilis hari Selasa ini, yang diprediksi mengalmi penurunan di  bulan Februari lalu. 


JAPAN
Menurut perkiraan pemerintah yang diperoleh oleh Reuters pada hari Senin, Jepang akan kehilangan targetnya untuk memotong defisit  fiskal bahkan jika pertumbuhan ekonomi mencapai nominal 3 persen, kecuali ada pemotongan lebih lanjut dalam pengeluaran. 

Pemerintah bertujuan untuk mengurangi separuh rasio defisit anggaran utama Jepang terhadap produk domestik bruto fiskal pada tahun  2015/16 dari tahun 2010/11, dan untuk mencapai surplus anggaran utama pada tahun 2020/21. 

Pemerintah  Jepang  memilih  Gubernur  Bank  of  Japan  berikutnya  pada  hari  Senin,  pemerintahan  mengatakan  ia  yang  terpilih  akan  melakukan  "segala  kemungkinan"  untuk  mengalahkan  deflasi,  dengan  perbedaan  yang  mencolok  dari  pendahulunya  bertanda  bahwa  perbankan dapat menuju era besar, era baru pelonggaran moneter. 

Dengan harapan dia akan menjadi gubernur agresif, Haruhiko Kuroda mengatakan kepada anggota parlemen saat ini kebijakan BOJ tidak  cukup  kuat  untuk  mendongkrak  inflasi  hingga  2  persen,  dengan  target  dia  mengatakan  bahwa  bank  sentral  harus  berusaha  untuk  mencapai target inflasi dalam dua tahun.


AUSTRALIA
Reserve  Bank  of  Australia  memperlebar  ekspektasi  untuk  menjaga  tingkat  suku  bunga  unchanged  ketika  anggota  dewan  (gubernur)  bertemu  Selasa ini.  

Semua dari 13 ekonom yang disurvei oleh AAP mengatakan bank sentral tidak akan mengurangi cash rate dari level saat ini yaitu tiga persen.  

Kepala  ekonom  dari  HSBC  Australia  Paul Bloxham  mengatakan  gambaran  pembelanjaan  bisnis,  yang  dirilis  minggu  lalu,  menunjukkan  terdapat  banyaknya investasi pada pipa (dalam tambang) yang akan menstimulasi perekonomian untuk bulan‐bulan mendatang.  

"The continued rise in mining investment, as (the building of) large LNG (liquefied natural gas) projects continue, should support growth, which  should give the RBA more time to see the impact on the non‐mining sectors of the cuts it has already delivered," katanya.  

Bank  sentral  memperlebar  mendukung  tingkat  suku  bunga  unchanged  minggu  ini,  meskipun  kedepannya  tanda‐tanda  anjloknya  pertumbuhan  ekonomi.  


SWISS
Franc Swiss berhasil menguat terhadap dolar pada perdagangan hari Senin yang dipicu oleh aksi ambil untung investor menjelang rilis data  ketenagakerjaan AS akhir pekan ini. 

Fokus pasar saat ini tertuju pada data non‐farm payrolls AS yang akan dirilis hari Jumat. Jika data dirilis buruk, maka menambah peluang  bagi dewan kebijakan moneter untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut, dimana hal tersebut dapat meningkatkan minat  pada aset beresiko. 

Data ekonomi zona euro sejauh ini masih dirilis mengecewakan dan telah menekan euro, dengan data manufaktur masih buruk di bulan  Februari dengan tingkat pengangguran menembus level tertinggi yang baru 11,9% di bulan Januari.  

Dolar melemah 0,15% ke 0,9410 franc sedangkan euro turun 0,2% ke 1,2250 franc dibandingkan penutupan New York hari Jumat lalu. 

Monday, March 4, 2013

Headline News 04.03.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  tertekan,  demikian  dengan  EURUSD  yang  merosot  ke  level  terendahnya  selama  2  bulan  pada  Jumat  akhir  pekan  kemarin setelah data ekonomi manufaktur Cina dan Eropa mengecewakan pasar. Namun bursa Wall Street di akhir pekan tersebut masih  mampu naik setelah data manufaktur dan sentiment konsumen AS dirilis optimis di luar dugaan. 

Obligasi pemerintah dan dollar AS naik akibat aksi beli aset‐aset safe‐haven menyusul kekhawatiran mengenai pemangkasan anggaran AS  dalam waktu dekat dan kebuntuan kondisi politik pasca pemilu Italia yang masih akan menjadi momok bagi aset‐aset beresiko. 

Pertumbuhan  manufaktur  AS,  yang  mengalami  pertumbuhan  terbesarnya  dalam  1,5  tahun  di  bulan  Februari  dan  berhasil  melampaui  ekspektasi pasar secara signifikan, meredam kekhawatiran tersebut.  

Meskipun sebelumnya, di hari Jumat tersebut, data dari Cina dan Eropa dirilis mengecewakan, indikasi pemulihan yang jelas dari rilis data  ekonomi AS dan beberapa indikasi dari Jepang untuk membangkitkan ekonominya, akan menjadi potensi faktor pendorong pasar di tahun  2013 ini, demikian dikatakan oleh seorang analis pasar. 

Membaiknya data consumer sentiment AS di bulan Februari karena semakin besarnya harapan masyarakat AS terhadap pemulihan sektor  tenaga kerja memberikan indikasi optimis ke pasar. 

Pemangkasan  anggaran  (belanja)  secara  otomatis,  dikenal  dengan  istilah  sequestration,  akan  beresiko  menghambat  pertumbuhan  ekonomi  AS  namun  tidak  akan  cukup  kuat  untuk  menekannya  kembali  ke  kondisi  resesi.  Bahkan  Standard  &  Poor’s  memproyeksikan  bahwa dampaknya hanya sementara saja, 

Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup naik 35,17 poin, atau 0,25%, ke 14089,66. Indeks saham S&P500 <.SPX> naik 3,2 poin, atau 0,23%, ke  level 1518,20. Indeks Nasdaq <.IXIC> naik 9,55 poin, atau 0,30%, ke 3169,74. Sementara indeks saham seluruh dunia dari MSCI ditutup  turun  0,18%  ke  353,79.  Di  Eropa,  indeks  FTSEurofirst300  <.FTEU3>  untuk  saham‐saham  terkemuka  regional  ditutup  turun  0,24%  ke  1168,64.  

Untuk  basis  mingguan,  Dow  Jones  terakumulasi  naik  0,6%,  indeks  S&P500  naik  0,2%  dan  Nasdaq  naik  0,3%.  Kenaikan  bursa  di  pekan  tersebut  berangkat  dari  volatilitas  saat  di  awal  pekan  bursa  tertekan  akibat  hasil  pemilu  Italia  yang  tidak  meyakinkan,  dan  kemudian  rebound setelah Ben Bernanke menegaskan kembali bahwa kebijakan moneter longgar (termasuk QE) masih akan dilakukan.   

Bursa saham utama AS masih berpotensi menembus level yang lebih tinggi pekan ke depan meskipun masih akan dibayangi oleh sejumlah  faktor yang membatasinya. Sebut saja dampak jangka pendek dari pemangkasan besar anggaran dan juga fokus terhadap rilis data non‐ farm payrolls Februari di akhir pekan, di samping juga mulai munculnya kekhawatiran kembali terhadap Eropa. 

EURUSD terkonsolidasi hingga ke level terendah sementara untuk tahun 2013 ini, di 1.2968, menyusul kenaikannya yang berkelanjutan  sejak semester kedua 2012 dan lemahnya data ekonomi Eropa yang mengindikasikan perbedaan kondisi dengan AS. Sementara indeks  dolar AS naik ke level tertingginya selama 6 bulan terhadap sejumlah mata uang utama dunia. 

USDJPY kembali rebound ke atas 93an menyusul kondisi sentimen pasar dan data ekonomi global yang dirilis akhir pekan kemarin memicu  permintaan dolar yang lebih besar di akhir pekan kemarin.  

Kondisi  tersebut  juga  mendorong  harga  safe‐haven  obligasi  AS  (T‐Bond),  setelah  para  pelakunya  mengkhawatirkan  pemangkasan  anggaran AS dan rilis pesimis data ekonomi Eropa. Ekonom mengatakan bahwa pemangkasan otomatis anggaran AS hingga $85 milyar,  yang akan dilakukan menyusul berakhirnya pemangkasan pajak tenaga kerja AS, diproyeksikan akan memangkas pertumbuhan ekonomi  tahun ini.  

Di pasar komoditas, harga Brent crude oil tertekan ke level terendah 6 pekan, di bawah $110/barel, sekaligus menghapus seluruh kenaikan  sejak awal 2013, menyusul kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi akibat kebuntuan politik AS yang mengarah pada pemangkasan  anggaran belanjanya. Crude oil di pasar berjangka AS <CLc1> juga melemah ke areal 90an. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  Jumat  lalu,  mencatatkan  rangkaian  penurunan  dalam  tiga  minggu,  karena  reputasi  sebagai  safe  haven  gagal  menarik  pembeli setelah penguatan data ekonomi AS dan pasar global yang masih relatif tenang kedepannya dari bayangan yang melebar dari  pemangkasan pembelanjaan pemerintah AS. 

Emas anjlok karena dollar naik setelah data ekonomi AS termasuk pembelanjaan konsumen, consumer confidence dan aktivitas factory  semuanya mencatatkan kenaikan pada pertumbuhan ekonomi. 

Logam  mulia  bertahan  melemah  karena  pemerintah  AS  mengatur  untuk  memulai  pemangkasan  pembelanjaan  federal  yang  diketahui  sebagai  “sequestration”/penyitaan  yang  mengancam  untuk  menghambat  recovery  ekonomi,  setelah  Preseden  Obama  dan  pemimpin  kongres gagal untuk menemukan alternatif rencana bujet. 


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil tertekan ke level terendah selama 6 pekan di bawah $110/barel, menghapus seluruh kenaikan sejak awal 2013 akibat kebuntuan  politik di AS yang bakal memicu pemangkasan anggaran AS. 

Sejak naik ke level tertinggi 9 bulan di $119.20/barel pada awal Februari, Brent crude oil terhitung sudah tertekan sekitar $9/barel dalam 3 pekan  terakhir akibat kekhawatiran terhadap demand minyak dunia menyusul munculnya kembali kekhawatiran terhadap prospek pemulihan ekonomi  global. 

Sementara $85 milyar nilai pemangkasan anggaran belanja AS yang kemungkinan akan terjadi secara otomatis setelah pemerintah AS (Demokrat)  dan Kongres (Republik) belum mencapai kesepakatan, beresiko akan menekan perekonomian negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

IMF memperingatkan bahwa pemangkasan anggaran tersebut setidaknya akan menekan pertumbuhan AS 0,5% di tahun ini dan pada gilirannya  akan berpengaruh pada perekonomian secara global. 

Brent crude futures <LCOc1> turun hingga intraday low $109.82/barel, level terendah sejak pertengahan Januari lalu, sebelum kemudian rebound  dan  settle  di  $110.40  ditopang  oleh  rilis  optimis  di  luar  dugaan  data  manufaktur  dan  sentiment  konsumen  AS.  Untuk  basis  mingguan,  ini  merupakan penurunan dalam 3 pekan beruntun. 

Sementara  crude  oil  di  pasar  berjangka  AS  <CLc1>  turun  dan  settle  di  harga  $90.68,  setelah  tertekan  hingga  $90.04,  level  terendahnya  sejak  Desember 2012 serta mencoba MA‐200 harinya yang berada di $90.38 – sebuah indikator penting untuk sentimen pasar yang diperhatikan para  trader‐nya. 

Tekanan harga minyak dunia juga nampaknya dipengaruhi oleh peningkatan ekspor crude oil dari negara‐negara OPEC, demikian dikatakan oleh  hasil survey Reuters,  dan merupakan kenaikan bulanan pertamanya sejak Oktober 2012. Supply dari 12 negara anggota OPEC adalah 30,32 juta  barel/hari, naik dari 30,21 barel/hari di Januari sebelumnya.  

Selain  itu  kekhawatiran  penurunan  permintaan  global  juga  meningkat  menyusul  pesimisme  rilis  data  manufaktur  Cina  dan  Eropa  (termasuk  Inggris), yang memberikan indikasi bahwa prospek pemulihan ekonomi global masih terganggu. 


EURO ZONE
Aktivitas manufaktur zona euro terlihat tidak mendekati recovery bulan lalu, ketika kinerja yang memburuk dari Perancis mengimbangi kembali bertumbuhnya Jerman, sebuah  survei bisnis menunjukkannya. 

Manufaktur membantu mendorong 17‐ negara dalam blok keluar dari resesi terakhirnya, tetapi survei purchasing managers' menunjukkan aktivitas di Perancis, negara ekonomi  terbesar kedua dalam zona euro, saat ini telah mengalami kontraksi untuk tahunannya. 

Penjualan ritel Jerman bertumbuh ke fase tercepat bulanannya yang lebih dari enam tahun pada bulan Januar, mengalami rebound dari penurunan  tajam pada Desember dan  mengkonfirmasi tanda‐tanda bahwa negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut telah berbalik setelah suramnya akhir tahun 2012.  

Data dari the Federal Statistics Office menunjukkan bahwa penjualan ritel naik 3.1 persen dari bulan Desember setelah penurunan tajam 2.1 persen bulan itu, revisi penurunan dari  laporan sebenarnya1.7 persen.  

Manufaktur  Yunani  mereda  sedikit  dari  kemerosotan  pada  Februari,  tetapi  sektor  itu  masih  dalam  cengkeraman  dalamnya  resesi  sebagai  output  dan  new  orders  turun  lagi,  memaksa perusahaan untuk memotong lapangan kerja, sebuah survei menunjukkannya. 


U.K.
Sterling  pun  merosot  ke  bawah  level  psikologis  $1.5000  untuk  pertama  kalinya  sejak  Juli  2010  Jumat  kemarin,  menyusul  data  manufaktur  Inggris  periode  Februari  mengalami  kontraksi  mengejutkan dan meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dalam jangka pendek ini. 

Spekulasi berkembang di pasar bahwa kondisi ekonomi Inggris yang suram akan mendorong BoE untuk memulai kembali program pembelian asetnya, paling cepat di pertemuannya pekan ini. 

GBPUSD kembali tertekan hingga ke level 1.4987 di pertengahan sesi NY Jumat, yang merupakan level terendahnya sejak Juli 2010, dan potensial mengalami tekanan dalam 3 pekan beruntun. 

"This (PMI) data was a trigger for people to reconfirm their views that sterling is coming down and to re‐enter those short sterling/long dollar bets," Geoffrey Yu, seorang analis mata uang dari  UBS, mengatakan. Yu juga merekomendasikan untuk sell on break GBPUSD di level 1.4800, karena menurutnya kejutan negatif rilis data ekonomi Inggris ke depannya akan berimbas buruk bagi  sterling.  

Sementara Morgan Stanley memproyeksikan kelanjutan tekanan sterling karena pendekatan BoE yang lebih fleksibel terhadap target inflasi serta ekspektasi terus berlanjutnya kenaikan inflasi  itu sendiri.  

Gubernur BoE Mervyn King dan wakilnya, Paul Tucker, telah memberikan sinyal kelanjutan pembelian obligasi dan lebih rendahnya nilai tukar sterling untuk rebalance ekonomi Inggris. 

Secara terpisah, Jumat tersebut BoE juga merilis data yang menunjukkan mortgage approvals untuk pembelian rumah di Inggris pada bulan Januari di luar dugaan melemah. 

Pada Senin dan Selasa pekan ini, menjelang sidang BoE Kamis (07/Mar), para investor akan menantikan data PMI Construction dan PMI Services sebagai indikasi lebih lanjut bagi pertumbuhan  ekonomi Inggris. 

Sudah  sekitar  8%  GBPUSD  mengalami  tekanan  sepanjang  tahun  2013  ini, dan  di  awal  pekan  lalu  akselerasi  tekanan  meningkat  manakala  lembaga  Moody’s  Investor  Services  menurunkan  peringkat hutang Inggris dari level puncak (AAA).  

Sementara sterling bisa saja membatasi tekanannya, terutama terhadap euro, jika kondisi di Eropa terus memburuk pasca hasil pemilu Italia.



JAPAN
Bank  of  Japan  kemungkinan  menunjukkan  confidence  yang  lebih  bahwa  perekonomian  telah  keluar  dari  fase  terburuknya  minggu  depan  tetapi  tetap  menjaga  kebijakan moneter yang bertahan untuk rangkaian bulan keduanya, memegang bara dari kedepannya transisi kepemimpinan yang memicu tindakan yang lebih berani  untuk memerangi deflasi. 

Pembelanjaan  modal  oleh  perusahaan‐perusahaan  Jepang  anjlok  8.7  persen  dalam  tiga  bulan  melalui  bulan  Desember  ini  dari  awal  tahun  yang  lalu,  kontraksi  pertamanya dalam lima kuartalan, karena penurunan ekonomi global yang ditekan oleh ekspor negara, sentimen bisnis yang buruk, ungkap pemerintah. 


AUSTRALIA
Sektor manufaktur Australia berlanjut untuk anjlok pada bulan Februari, tetapi tingkat kontraksinya telah melambat.  

Kinerja Australian Industry Group (Ai Group) pada kinerja manufaktur pada indeks manufaktur (PMI) yang naik 45.6 dalam bulan Februari, yang naik 5.4 poin dari level bulan  Januari.  

Tidak berlanjutnya pemangkasan tingkat suku bunga  Selasa ini dan peminjam dapat menyalahkan dewan dari kenaikan investasi pertambangan.  

Survei semua dari 13 ekonom oleh AAP mengatakan Reserve Bank on Australia (RBA) tidak akan mengurangi cash rate pada meeting anggota dewan 5 Maret, tetapi sembilan dari  ekspektasi tersebut memangkas tingkat suku bunga beberapa waktu dalam enam bulan mendatang.  


SWISS
Swiss franc ke level terendahnya selama 6 pekan atas dolar AS di akhir pekan kemarin setelah data manufaktur Februari Cina merosot dari bulan sebelumnya serta  prospek pemangkasan anggaran di AS yang meredam risk‐appetite dan mendorong penguatan dolar AS. 

USDCHF bergerak naik ke level 0.9463 Jumat lalu, dan merupakan kenaikannya dalam 4 pekan beruntun. 

Sementara  indeks  manufaktur  Februasi  Swiss  masih  berada  di  zona  ekspansi  selama  2  bulan  beruntun,  namun  lebih  rendah  dari  ekspektasi  dan  dari  Januari  sebelumnya akibat penguatan Swiss franc sebelumnya, hingga ke level 0.9019 pada 1/Feb. lalu, yang merupakan level terkuatnya sejak Mei 2012.  

Krisis  kredit  Eropa  membuat  bank  sentral  Swiss  (SNB)  mematok  penguatan  Swiss  franc  hingga  1.2000  per  euro  (sejak  September  2011)  untuk  melindungi  perekonomiannya.  Saat  ini  Swiss  franc  stabil  diperdagangkan  di  atas  areal  1.2200.  Bersama  dengan  penguatan  dolar  AS,  kebijakan  SNB  tersebut  nampaknya  bisa  menjadi pendukung bagi lemahnya Swiss franc ke depannya. 

Friday, March 1, 2013

Headline News 01.03.13


US & GLOBAL
Meskipun bursa saham AS ditutup melemah Kamis kemarin, di sepanjang Februari tercatat mengalami akumulasi kenaikan, bahkan indeks  Dow Jones masih berada di dekat rekor penutupan tertingginya (14164.53, dicapai pada 9/Okt./2007) dan di dekat rekor intraday high‐ nya di 14198.10 yang dicapai 11/Okt./2007).  

Janji ECB dan the Fed pekan ini untuk terus mempertahankan suntikan likuiditas ke pasar akan menjadi faktor penopang bursa AS dan  saham dunia. 

Sementara  departemen  perdagangan  AS melaporkan  bahwa  GDP  Q4  direvisi  naik  menjadi  0.1% ‐  membalikkan  rilis  awalnya  beberapa  waktu  lalu  yang  menunjukkan  kontraksi  –  namun  masih  di  bawah  ekspektasi  pasar  yang  memperkirakan  revisi  untuk  ekspansi  hingga  0.5%.  Selain  itu  juga  terjadi  penurunan  pada  claim  pengangguran  mingguan  AS,  disertai  dengan  peningkatan  ekspansi  yang  cukup  signifikan pada indeks manufaktur regional Chicago (PMI) periode Februari yang memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS masih  potensial mengalami pemulihan – sebuah indikasi yang nantinya akan menimbulkan dugaan pasar kembali bahwa stimulus (suntikan dana  ke pasar), atau QE, akan dibatasi atau dihentikan. 

Bursa  saham  AS  pun  ditutup  melemah  kemarin,  karena  beragamnya  pandangan  pasar,  menyusul  rally  dalam  2  sesi  perdagangan  sebelumnya.  Indeks  Dow  Jones  seketika  semalam  sempat menyentuh  ke  level  intraday high 14149.15,  mendekati  rekor  tertingginya  –  rekor penutupan tertinggi di 14164.53 (9 Okt. 2007) dan rekor intraday high di 14198.10 (11/Okt./2007). 

Indeks  S&P  500  masih  terakumulasi  naik  di  bulan  Februari,  melanjutkan  ekspansi  kenaikannya  dalam  4  bulan  beruntun.  Dan  untuk  Februari 2013, indeks Dow Jones terakumulasi naik 1,4 persen, indeks S&P 500 naik 1,1 persen dan indeks Nasdaq naik 0,6 persen. Setelah  mengalami  kenaikan  kuat  lebih  dari  5%  di  bulan  Januari  sebelumnya,  kenaikan  Dow  dan  S&P  500  di  bulan  Februari  cenderung  lebih  terbatas. Volume Sementara Kamis kemarin volume perdagangan masih terbilang rendah. 

FOMC‐minutes  dari  pertemuan  the  Fed  Januari  mendorong  kekhawatiran  di  antara  para  pelaku  Wall  Street  bahwa  bank  sentral  AS  tersebut akan menarik program stimulusnya (QE) lebih cepat dari yang diduga, sementara semakin dekatnya deadline untuk pembahasan  pemangkasan anggaran (sequestration) AS, per 1 Maret 2012 Jumat ini, dan hasil pemilu Italia yang mengecewakan membuat investor  kehilangan  agresifitasnya  untuk  melakukan  transaksi  pada  lantai  bursa,  meskipun  belakangan  ini  kekhawatiran  mulai  reda  setelah  testimoni Ben Bernanke menegaskan bahwa bank sentral AS masih akan melakukan QE

Euro masih melemah terhadap dolar AS kembali di bawah areal 1.3100, dan diperdagangkan di sekitar 1.3050an menjelang pembukaan  bursa Asia Jumat ini. Rebound euro yang baru‐baru ini terjadi dari penurunan signifikan sebelumnya, diproyeksikan akan terbatas karena  masih berkembangnya kekhawatiran pasar terhadap bahaya krisis kredit Eropa kembali pasca ketidakmenentuan hasil pemilu Italia. 

Mengenai  sequestration  AS  Jumat  ini,  banyak  ekonom  yang  memproyeksikan  bahwa  jika  pemangkasan  anggaran  terjadi  maka  akan  menekan pertumbuhan ekonomi AS sekitar 0.5%. 

Untuk  komoditas  minyak,  harga  Brent  crude  merosot  ke  level  terendah  6  pekan,  karena  munculnya  kembali  kekhawatiran  terhadap  ekonomi global dan demand. Sempat terdorong naik di awal‐awal sesi kemarin, harga Brent crude akhirnya mengalami tekanan jual, dan  untuk pengiriman April <LCOc1>  ditutup melemah 49 sen ke $111.38/barel,  setelah tertekan  hingga  $110.87, level terendah sejak  18  Januari.  Di  bulan  Februari,  harganya  terakumulasi  turun  3,6  persen.  Sementara  harga  crude  oil  AS  <CLc1>  juga  turun  ke  bawah  level  $92.05/barel. 

Harga emas merosot  lebih dari  1 persen dan menganghiri bulan Februari dengan penurunan untuk 5 bulan beruntun, fase penurunan  bulanan terpanjangnya sejak 1996. Harga spot emas jelang pembukaan Asia hari ini berada di areal $1580/ons.   


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah lebih dari 1 persen Kamis lalu, karena optimisme ekonomi dan ekuitas AS yang menekan permintaan safe haven untuk  logam  mulia,  yang  mana  menutup  bulan  Februari  dengan  rangkaian  penurunan  lima  bulannya,  rangkaian  penurunan  terpanjang  sejak  tahun 1996. 

Logam mulia turun tajam untuk dua harinya,setelah data AS menunjukkan pertumbuhan tipis ekonomi dalam kuartal keempat sementara  itu klaim untuk pengangguran anjlok minggu lalu. 

"Investors are reassessing where they have their money allocated at, and they are now focusing on the equity markets which have been  holding up very firm," kata Phillip Streible, senior commodities trader pada futures brokerage RJ O'Brien.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> ditutup melemah di bulan Februari untuk pertama kalinya, menghentikan  kenaikan dalam 3 bulan beruntun sebelumnya. 

Harganya  turun  hingga  lebih  dari  6,5%  sepanjang  Februari  ke  level  91.57,  mendekati  level  terendah  sementara  tahun  2013,  di  91.52, yang dicapai 4 Januari. 

Brent  crude  di  pasar  berjangka  tipe  kontrak  April  <LCOc1>  juga  telah  mengalami  tekanan  bulanan  pertamanya  sejak  Oktober,  sementara Rabu sebelumnya menyentuh level terendah sejak 22 Januari di $111.65 dan Kamis kemarin meningkat kembali di atas  $112/barel. 

Proyeksi harga minyak mentah dunia di pasar berjangka tahun 2013 ini adalah turun karena lemahnya idemand dari negara‐negara  industri kaya dunia dan meningkatnya supply global. 

Dalam survey bulanan terhadap 27 analis, konsensus proyeksi untuk brent crude tahun ini adalah di $110.10/barel – di bawah rata‐ rata  tahun  2012,  yang  adalah  $111.70  –  namun  masih  sedikit  lebih  baik  dari  perkiraan  dari  hasil  survey  bulan  lalu,  di  $109.70. 


EURO ZONE
Inflasi  pada  zona  euro  merosot  2.0  persen  pada  bulan  Januari,  data  dari  kantor  statistik  Uni  Eropa  menunjukkannya,  memberikan  European  Central  Bank  ruang  untuk  mempertimbangkan pemangkasan tingkat suku bunga ketika bertemu minggu depan.  

Inflasi tahunan turun dari level 2.2 persen pada bulan Desember, Eurostat mengungkapkannya. Penurunan yang berhubungan dengan perkiraan polling para ekonom oleh Reuters  seperti sebuah kilas dari perkiraan sebelumnya dari Eurostat. Tidak termasuk volatilitas harga energi, inflasi rata‐rata 12‐bulan adalah 1.9 persen, dibawah target inflasi ECB tetapi  mendekati 2 persen, menyoroti lingkungan yang memadai yang dapat mengizinkan tingkat suku bunga untuk dipangkas yang kemungkinan membantu menstimulasi recovery area  tersebut.  

Consumer spending Perancis turun oleh ekpektasi yang makin mendalam 0.8 persen pada bulan Januari karena anjloknya penjualan, data menunjukkannya yang menggarisbawahi  malaise dalam perekonomian yang mendekati resesi. 

Perekonomian Spanyol merosot kedalam rangkaian enam kuartalannya dari bulan Oktober hingga Desember, data menunjukkannya, yang menghambat usaha pemerintah untuk  memangkas defisit publik dan membalikkan turunnya lapangan kerja. Perekonomiannya mengalami kontraksi 1.4 persen pada tahun 2012 dari awal tahun, setelah hampir tindak  tumbuh pada tahun 2011, penurunan terburuk keduanya sejak rangkaian dimulai tahun 1970 ketika diktator Francisco Franco masih berkuasa.  

U.K.
Sterling melanjutkan rebound hingga mencoba areal 1.5200, dengan intraday high di 1.5219, setelah sejumlah investor menutup transaksi jual mereka untuk mengambil  keuntungan, namun ini diperkirakan bersifat sementara saja karena lemahnya kondisi ekonomi Inggris dan bank sentral Inggris nampaknya ‘nyaman’ dengan pelemahan mata  uang Inggris tersebut. 

GBPUSD telah jatuh merosot hingga hampir 8% sepanjang 2013 ini ke level terendah selama 2,5 tahun di 1.5070 di awal pekan ini, sementara mata uang Inggris tersebut juga  melemah terhadap euro tahun ini hingga sekitar 7% ke level terendah selama 16 bulan. 

Para investor meningkatkan aksi jual sterling tahun ini karena pesimisme terhadap pemulihan ekonomi Inggris serta indikasi dari BoE yang toleransi terhadap inflasi yang lebih  tinggi untuk menopang pertumbuhan dan kemudian aksi jual tersebut memuncak pekan ini menyusul downgrade rating dari Moody’s Investor Services terhadap peringkat  hutang Inggris dari level AAA.  

Banyak lembaga finansial terkemuka dunia, seperti UBS, memproyeksikan penurunan GBPUSD lebih lanjut.   "We are negative on sterling because the central bank is deliberately  talking  the  currency  down.  We  are  looking  for  sterling  to  trade  in  a  $1.40‐1.50  range  in  coming  months."  demikian  menurut  Mansoor  Mohi‐uddin,  seorang  chief  currency  strategist dari UBS. 

Para analis juga mengatakan terkait munculnya kembali kekhawatiran terhadap Eropa, para investor akan lebih berprospek negatif untuk sterling terhadap dollar AS daripada  terhadap euro, JIKA ekspektasi BoE akan memulai kembali program stimulusnya (berupa pembelian aset‐atau QE) meningkat kembali, paling cepat di pertemuan moneternya  pekan depan.   

Hasil polling terbaru Reuters Kamis kemarin menunjukkan bahwa peluang bahwa BoE akan memulai kembali program stimulusnya pada pertemuan moneternya pekan depan  semakin meningkat. 


JAPAN
Perdana Menteri Shinzo Abe menominasikan seorang advokat yang bertindak pada kebijakan agresif unuk mengepalai Bank of Japan, menantang pihak oposisi untuk  kembali mendorong tindakan yang radikal sebagai pejabat yang memperingatkan kemajuan ekonomi yang baru lahir yang dapat dengan mudah tergelincir.  

Dengan  memilih  Presiden  Asian  Development  Bank  Haruhiko  Kuroda  untuk  mengambil  alih  kepemimpinan  bank  sentral,  Abe  terlihat  untuk  memberikan  pada  pemilihan janji untuk overhauling kebijakan moneter dalam menghidupkan kembali perekonomian setelah mendekati dua dekade dalam deflasi ringan dan semangat  pertumbuhan.  

Industrial output Jepang naik dalam rangkaian dua bulannya, penilaian yang mengangkat produksi industri bertumbuh 1.0 persen pada Januari dari bulan sebelumnya  untuk rangkaian kenaikan bulanan, didukung oleh terlihatnya perkembangan yang positif pada kondisi ekonomi global dan pelemahan yen, Menteri perekonomian,  Pedagangan dan Industri mengatakannya.  


AUSTRALIA
Pertumbuhan  pada  bagian  akhir  tahun  2012  kemungkinan  tidak  seoptimis  perkiraan,  tetapi  data  terbaru  memperkirakan  perekonomian  akan  berlanjut  untuk  terdorong oleh investasi pertambangan.  

Dan  disana  terdapat  tanda‐tanda  bahwa  rendahnya  tingkat  suku  bunga  yang  membuat  tanda  dengan  penjualan  rumah  baru  yang  naik  untuk  rangkaian  empat  bulannya pada bulan Januari.  

Membaik dari ekspektasinya pada outlook pembelanjaan modal adalah tanda‐tanda lainnya Reserve Bank of Australia yang tidak akan membutuhkan pemangkasan  tingkat suku bunga kedepannya.  

Gambaran pembelanjaan swasta baru pada capital expenditure yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics yang menunjukkan bisnis telah menaikkan rencana  investasi pembelanjaan mereka untuk tahun finansial saat ini.  


SWISS
Pertumbuhan perekonomian Swiss melambat 0.2 persen dalam kuartal keempatnya dari kuartal sebelumnya, tetapi masih lebih sehat daripada kebanyakan  prediksi analis, data menunjukkannya Kamis lalu.  

Polling  analis  oleh  Reuters  telah  memperkirakan  pertumbuhan  kuartalan  pada  0.0  persen  setelah  Swiss  National  Bank  memperingatkan  ekspektasi  pendinginan yang signifikan dalam periode yang diikuti membaik dari ekspektasinya pertumbuhan 0.6 persen dalam kuartal ketiga.