title cover

title cover

Friday, April 5, 2013

Headline News 05.04.13


US & GLOBAL
Yen terkoreksi pada hari Kamis setelah BOJ berencana untuk menggelontorkan uang kedalam perekonomian, sementara bursa saham AS  terapresiasi setelah investor optimis bahwa ekspansi kebojakan bank sentral akan terus mendukung ekuitas. 

BOJ  memberi  kejutan  pasar  ketika  mengumumkan  rencana  stimulus  moneter,  dengan  menggelontorkan  hampir  2  kali  lipat  basis  moneternya  menjadi  270  triliun  yen  ($2,9  trilyun)  pada  akhir  tahun  2014,  dalam  sebuah  upaya  shock  therapy  untuk  mengakhiri  dua  dekade stagnasi. 

Dolar dan euro menguat lebih dari 3% terhadap yen dalam kenaikan harian terbesarnya sejak 2008 setelah BOJ melakukan langkah untuk  melawan deflasi. Dolar naik ke level intraday high 96,41 yen, mendekati level puncak 3‐1/2 tahun di 96,71 yang dicapai pada 12 Maret.  Dolar  terakhir  bergerak  di  96,29  yen,  atau  naik  3,5%  dan  mencatat  kenaikan  harian  terbaiknya  sejak  Oktober  2008.  Sementara  euro  melejit 4,2% ke 124,52 yen, kenaikan harian terbesarnya sejak November 2008. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 55,76 poin atau 0,38% di 14.606,11. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 6,29  poin atau 0,40% di 1.559,98. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 6,38 poin atau 0,20% di 3.224,98. Indeks S&P 500, indikator  penting untuk pasar saham AS, naik 9,4% sepanjang tahun ini. 

Namun demikian, Departemen Tenaga Kerja semalam melaporkan jumlah klaim dana kesejahteraan untuk kaum pengangguran tercatat  naik ke level tertinggi 4 bulan di pekan lalu dan memicu sejumlah kekhawatiran terhadap pemulihan pasar tenaga kerja di bulan Maret.  Jumlah  klaim  meningkat  28.000  menjadi  385.000  pekan  lalu,  level  tertingginya  sejak  November.  Investor  terlihat  cemas  dengan  serangkaian data ekonomi AS yang dirilis buruk pekan ini. Pada hari Rabu lalu, laporan ADP Employment terlihat mengecewakan setelah  mencatat  pertumbuhan  pekerjaan  sektor  swasta  yang  di  bawah  ekspektasi.  Hal  ini  memicu  kekhawatiran  terhadap  laporan  non‐farm  payrolls AS malam nanti, yang diprediksi terjadi penambahan pekerjaan sebanyak 200.000 di bulan Maret. 

Bursa saham Eropa terkoreksi tajam setelah pelaku pasar kecewa dengan minimnya langkah stimulus dari ECB di akhir sidang regulernya  kemarin, sehingga memicu aksi profit‐taking

ECB mempertahankan suku bunga dan tidak mencetuskan inisiatif baru, seperti skema kredit khusus untuk perusahaan kecil, yang mana  telah  mereka  nantikan  setelah  rilis    memburuk  data  ekonomi  kawasan.  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  melanjutkan  koreksinya  dan  ditutup melemah 1,1% di 1.180,65 setelah testimoni Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan bahwa bank siap untuk memangkas  suku bunga jika diperlukan dan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan keutuhan zona euro. 

MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0,15% ke 357,12 setelah memangkas sejumlah kerugiannya di awal sesi. 

Harga  Treasury  AS  naik,  mendorong  yield  mendekati  level  terendah  3‐1/2  bulan,  setelah  data  jobless  claims  semalam  mengisyaratkan  kemungkinan pasar tenaga kerja telah kehilangan momentumnya yang akan terlihat pada data payrolls nanti malam. Treasury tenor 10  tahun naik 15/32 dengan yield 1,7643 persen. 

Rilis buruk data jobless claims juga telah menekan harga minyak, dengan minyak berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun 77  sen  untuk ditutup di $106,34 per barel. Sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $1,19 ke $93,26 per barel. 

Harga  emas  jatuh  $3,68  ke  $1.553,60  per  ons,  dengan  harga  emas  Comex  untuk  pengiriman  Juni  berakhir  melemah  $1,10  di  level  $1.552,40. 


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah dalam rangkaian tiga harinya Kamis lalu, tertekan ke level terendah dalam 10  bulannya karena stimulus moneter yang  belum pernah terjdi sebelumnya dari BOJ dan harapan pada pemangkasan tingkat suku bunga lainnya yang gagal untuk menekan aksi jual  oleh fund manager besar. 

Palladium  anjlok  sekitar  3  persen,  ditekan  turun  oleh  aksi  jual  komoditas  yang  dipimpin  oleh  crude  sebagaimana  meningkat  ke  level  tertingi dalam empat bulan pada jobless claims AS yang menekan harapan permintaan. 

"We have a lot of liquidation of the gold ETFs and the short position on the Comex for gold remains very high, so a lot of the macro hedge  fund selling has put pressure on gold," kata Howard Wen, metals analyst pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
Harga  Brent  crude  ditutup  pada  level  penutupan  perdagangan  terendah  lima  bulan  mendekati  105  dollar  per  barel  pada  sesi  perdagangan  Kamis  seiring  melonjaknya  data  U.S.  jobless  claims  hingga  memicu  aksi  jual  dalam  dua  hari  terakhir  hingga  bursa  minyak. 

Data U.S. jobless claims diikuti oleh data U.S. government's Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu menunjukkan  bahwa persedian crude oil berada dengan tingkat persedian tertinggi 22 tahun. 

"Data has been disappointing all week long, and the oversupply of crude just confirmed that," ucap Bill Baruchsenior senior market  strategist di itrader.com LLC in Chicago.  

"Now the market is getting back to where we should be."   

Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei ditutup turun 77 sen dengan nilai 106,34 dollar per barel, setelah sebelumnya  menyentuh level penutupan perdagangan terendah dengan nilai 105,29 dollar, level penutupan perdagangan terendah sejak awal  November. 

Kontrak  berjangka  U.S.  crude  untuk  periode  Mei  melemah  hingga  1,19  dollar  dengan  nilai  93,26  dollar  per  barel,  setelah  jatuh  hingga level penutupan perdagangan intraday dengan nilai 92,12 dollar sejak Maret

EURO ZONE
Pertumbuhan producer prices zona euro melemah tajam pada bulan Februari, data dari kantor statistik Uni Eropa yang ditunjukkan Kamis lalu, dalam tanda tekanan  inflasi yang melemah dan terdapat ruang untuk European Central Bank memangkas tingkat suku bunga.  

Factory prices dalam 17 negara yang menggunakan euro naik 0.2 persen pada Februari dari bulan Januari, sedikit diatas ekspektasi 0.1 persen dari polling ekonom oleh  Reuters.  

Perancis mendesak Jerman Kamis lalu untuk memberikan lebih banyak waktu untuk mencapai target pemangkasan defisit publik, tetapi menolak hal itu menjadi yang  baru "sick man of Europe" meskipun data mencatatkan makin mendalamnya penurunan Perancis.  

Perancis telah mengakui akan melewatkan tujuan tahun 2013 yang membawa defisit turun 3 persen pada output dan menginginkan mitra Uni Eropa – dan terutama  Jerman, negara dengan ekonomi terbesar pada zona  euro – untuk memberikan hadirnya target tahun berikutnya.  


U.K.
Sterling  terapresiasi  terhadap  dolar  dan  juga  euro  pada  hari  Kamis  setelah  Bank  Sentral  Inggris  (BoE)  menahan  diri  dari  langkah  stimulus  yang  baru  kedalam  perekonomian Inggris dan juga tetap mempertahankan suku bunga seperti yang telah diprediksi sebelumnya. 

Sterling menguat beberapa poin usai pengumuman hasil sidang BoE karena pasar telah berpandangan bahwa kecil kemungkinan BoE akan melakukan langkah yang  mengejutkan dengan mengekspansi program pembelian obligasinya dari levelnya saat ini sebesar 375 milyar pound. 

Sterling juga terlihat telah menguat setelah rilis data PMI sektor jasa Inggris yang mencatat kenaikan terkuatnya dalam 7 bulan, dimana telah menambah harapan  bahwa ekonomi kemungkinan akan terhindar dari kemungkinan resesi lanjutan. Penguatan sterling juga didukung oleh kenaikannya terhadap yen, setelah mata uang  Jepang mengalami koreksi secara luas dipicu langkah radikal pelonggaran moneter BOJ. 

Sterling tercatat menguat 0.7% terhadap dolar di sekitar $1.5240 dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro terlihat bergerak stabil di akhir sesi  New York terhadap sterling. 

Tiga dari 9 anggota MPC, termasuk Gubernur Mervyn King, telah memilih untuk kelanjutan pelonggaran moneter dalam 2 bulan terakhir, dan kondisi ini masih akan  dilihat  dalam  BoE  minutes  yang akan  dirilis berikutnya  bulan  ini  untuk  melihat apakah  ada anggota  MPC  lainnya yang  berpindah  haluan,  yang  akan  memperkuat  indikasi dilanjutkannya quantitative easing (QE) dalam beberapa bulan kedepan. 

Sementara itu sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkansterling diprediksi melemah ke $1.49 dalam 3 bulan dan ke $1.48 dalam 12 bulan menyusul langkah BoE  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  kemarin  mengatakan  bahwa  bank  siap  untuk  memangkas  suku  bunga  jika  diperlukan  dan  menegaskan  kembali  komitmennya untuk mempertahankan keutuhan zona euro. 


JAPAN
Bank of Japan memutuskan perombakan radikal terhadap kerangka kebijakan pada hari Kamis, melakukan perubahan target ketika menetapkan kebijakan moneter  terhadap base money dari tingkat suku bunga saat ini. 

Bank sentral mengatakan akan menggandakan kepemilikan obligasi pemerintah dengan waktu jatuh tempo yang panjang dan exchange‐traded funds saat membeli  obligasi pemerintah dengan seluruh jatuh tempo, termasuk obligasi 40‐tahun. 

Pihak BoJ mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, "The BOJ will conduct money‐market operations so that the monetary base will increase at an annual pace of  about 60 to 70 trillion yen ($754 billion)," 

Bank  of  Japan  melepaskan  ledakan  paling  intens  di  dunia  stimulus  moneter  pada  hari  Kamis,  menjanjikan  untuk  menyuntikkan  sekitar  1.4  tiliun  dollar  ke  dalam  perekonomian dalam waktu kurang dari dua tahun, langkah radikal yang beresiko yang mengirim yen terguncang dan yield obligasi ke rekor terendah. 

Kuroda tersenyum dalam Konfrensi pers setelah pertemuan penentuan kebijakan moneter pertama bank sentral dan mengatakan bahwa, "This is an unprecedented  degree of monetary easing,".  

"We took all available steps we can think of. I'm confident that all necessary measures to achieve 2 percent inflation in two years were taken today," ucap Kuroda.  


AUSTRALIA
Mencatatkan pembelanjaan $22 milyar pada toko‐toko nasional pada bulan Februari dari kedepannya tanda melemahnya tingkat suku bunga yang  mendukung perekonomian, Tresuri federal Wayne Swan mengatakannya.  

Pembelanjaan ritel ditutup melonjak dalam rangkaian dua bulannya pada bulan Februari, yang mencatatkan dimulainya penguatan yang dimulai  sejak tahun 2001, sementara itu data yang dirilis Kamis lalu menunjukkan kuatnya kenaikan pada building approvals.  

Dengan ritel dan industri grup perumahan yang tidak terlalu terbawa suasana, terutama jika menerima dorongan untuk mencegah pemangkasan  tingkat suku bunga.  


SWISS
Dolar melemah atas franc Swiss pada hari Kamis menjelang rilis data ketenagakerjaan AS hari Jumat ini. Pelemahan dolar telah terjadi sejak hari Rabu ketika  rilis data  ADP National Employment Report menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan yang tersedia di sektor swasta di bulan Maret, dimana data dirilis di  bawah  ekspektasi  pasar.  Depresiasi  dolar  berlanjut  setelah  data  jobless  claims  juga  dirilis  buruk  dan  mencatat  level  tertinggi  4  bulan,  dimana  telah  menambah kekhawatiran terhadap buruknya data payrolls AS malam nanti. 

Pasar  masih  menantikan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS,  dengan  non‐farm  payrolls  diprediksi  mencatat  pertumbuhan  pekerjaan  sebesar  200.000  di  bulan  Maret  dengan tingkat pengangguran stabil di 7,7%. Jika  data  dirilis  buruk maka akan memicu depresiasi pada yield  obligasi AS dan  menambah  spekulasi  mengenai kemungkinan The Fed melanjutkan program pembelian obligasi yang akan berdampak pada tertekannya dolar. 

Dolar terkoreksi 0.5% ke 0.9395 franc sedangkan euro menguat 0.1% ke 1.2157 franc 

Thursday, April 4, 2013

Headline News 04.04.13


US & GLOBAL
Bursa saham global dan dolar jatuh pada hari Rabu setelah rilis data pekerjaan sektor swasta dan indeks sektor jasa yang mengecewakan  telah memupus optimisme mengenai prospek pemulihan ekonomi AS. 

Harga minyak terkoreksi 3%, penurunan harian tertajamnya dalam 5 bulan, menyusul stok minyak mentah AS melejit ke level tertinggi  sejak  1990.  Sinyal  mengenai  tertekannya  ekonomi  AS  juga  telah  memicu  kekhawatiran  akan  menurunnya  permintaan  minyak.  Harga  bensin AS turun lebih dari 4%. 

Berita  Pentagon  mengirimkan  sistem  pertahanan  rudal  ke  Guam  dalam  beberapa  minggu  mendatang,  dengan  Menteri  Pertahanan  AS  Chuck Hagel menegaskan mengenai kondisi yang "nyata dan jelas" mengenai  bahaya dari Korea Utara, telah menambah kehati‐hatian  investor.  Korea  Utara,  sementara  itu,  mengatakan  telah  "meratifikasi"  serangan  tanpa  ampun  melawan  Amerika  Serikat,  berpotensi  melibatkan "serangan nuklir yang beragam". 

Sejumlah perusahaan AS telah menyediakan lapangan pekerjaan yang terminimnya dalam 5 bulan di periode Maret menyusul permintaan  yang kuat baru‐baru ini untuk pekerjaan konstruksi telah menguap, sementara pertumbuhan di sektor jasa juga melemah, mengisyaratkan  proses  pemulihan  ekonomi  nampaknya  akan  terkendala.  Data‐data  tersebut  telah  memberikan  indikasi  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  yang  berlangsung  belakangan  ini  kemungkinan  telah  kehilangan  momentumnya  dan  menambah  kekhawatiran  terhadap  rilis  data  ketenagakerjaan AS pada hari Jumat besok untuk periode Maret. Pasar memprediksi non‐farm payrolls AS akan mencatat pertumbuhan  200.000 di bulan Maret, dengan tingkat pengangguran tetap di 7,7%. 

MSCI world stocks index <.MIWD00000PUS> turun 0,7% ke 357,51.  

Bursa saham Wall Street jatuh, dengan S&P 500 dan Nasdaq kehilangan lebih dari 1% dipicu koreksi tajam pada saham energi. Dow Jones  industrial average <.DJI> turun 111,66 poin atau 0,76% dan ditutup di 14.550,35. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  16,56  poin  atau  1,05%  di  1,553.69.  Sementara  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  turun  36,26  poin  atau  1,11%  ke  3.218,60.  Meskipun  demikian, pasar melihat saham masih berpeluang untuk menguat. 

Indeks saham Eropa terkoreksi 0,9% untuk ditutup di 1.193,30 sehari setelah mencatat naik 1,3%. 

Brent <LCOc1> merosot $3,58 dan ditutup di $107,11 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> turun $2,74 di $94,45. Stok minyak mentah  AS  tercatat  naik  2,7  juta  barel  di  pekan  lalu,  berdasarkan  laporan  dari  U.S.  Energy  Information  Agency (EIA), di  atas  ekspektasi  terjadi  kenaikan 2,2 juta barel. Kenaikan tersebut telah menempatkan stok minyak menjadi 388,62 juta barel, level tertingiinya sejak 1990 dan  mendekati 391,9 juta barel yang dicapai pada 1982, tahun dimana EIA memulai mendata stok minyak mingguan. 

Indeks  dolar,  barometer  untuk  nilai  tukar  dolar  terhadap  sejumlah  rival  utamanya,  turun  0,2%  ke  82,74.  Euro  naik  0,2%  ke  $1,2847,  sementara terhadap yen, dolar jatuh 0,5% ke 92,99 yen. 

ECB  dan  BOJ  keduanya  diprediksi  akan  memberikan  pengumuman  mengenai  kebijakan  moneternya  pada  hari  Kamis  ini  usai  sidang  regulernya. Data ekonomi zona euro yang belakangan dirilis buruk, pertikaian politik di Italia dan keprihatinan terhadap masalah Siprus  nampaknya akan mendorong Presiden ECB Mario Draghi untuk memberikan pernyataan yang bernada dovish (lunak) dalam testimoninya. 

Sementara  itu  BOJ  diprediksi  akan  meningkatkan  pembelian  obligasi  dan  memperpanjang  masa  jatuh  tempo.  Ekspektasi  adanya  pelonggaran lebih lanjut telah mendorong indeks Nikkei Jepang untuk naik sekitar 3% pada hari Rabu dan mencatat kenaikan terbesar  satu hari selama hampir dua bulan terakhir. 

Treasury AS untuk tenor 10 tahun tercatat naik 13/32 dengan yield 1,8158 persen. 

Harga emas jatuh ke level terendah 9 bulan dipicu jatuhnya harga minyak lebih dari 1% dan koreksi tajam pada ekuitas AS. Emas merosot  di bawah $1.550 per ons untuk pertama kalinya dalam tahun ini. Harga emas tercatat turun 1,2% ke $1.555,89 per ons, setelah mencatat  intraday low di $1.549,69 yang merupakan level terendahnya sejak 28 Juni 2012. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  anjlok  ke  level  terendah  dalam  sembilan  bulannya  Rabu  lalu,  anjlok  lebih  dari  1  persen  karena  melemahnya  harga  crude  dan  penurunan tajam pada ekuitas yang memicu aksi jual dalam aset‐aset.  

Logam mulia melemah dibawah level $1.550 per ons untuk pertama kalinya tahun ini, karena pembengkakan pasokan crude AS yang juga  menekan pada ketertarikan logam mulia sebagai lindung dari inflasi. 

"The stock market rally is drawing off a tremendous amount of investment interest from the precious metals market. It could get a very  sharp downside reaction to possibly to $1,400 before we find support," kata Frank McGhee, head precious metals trader pada Integrated  Brokerage Services LLC.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak melemah 3 persen pada sesi perdagangan Rabu, penurunan yang terjadi pada sesi perdagangan Rabu adalah penurunan  harian paling tajam dalam lima bulan terakhir, seiring cadangan minyak U.S. crude meningkat dengan persedian terbanyak sejak tahun  1990 dan melemahnya data perekonomian cukup berdampak terhadap prospek demand terhadap minyak. 

Kontrak berjangka Brent crude oil untuk periode Mei ditutup melemah sebesar 3.58 dollar dengan nilai 107,11 dollar per barel, salah satu  persentase  penurunan  harian  terbesar  sejak  3  November.  Selama  sesi  perdagangan  harga  Brent  sempat  menyetuh  level  penutupan  perdagangan terendah empat bulan dengan nilai 106,78 dollar per barel. 

U.S.  crude  ditutup  melemah  2,74  dollar  dengan  nilai  94,45  dollar  per  barel,  setelah  sempat  melemah  dengan  nilai  terendah  94,18.  Pergerakan harga ditutup di bawah MA‐ 50 hari dengan nilai 94,64 dollar, indikator tehnikal yang diperhatikan dan dianggap penting oleh  para trader

Sesi  perdagangan  dimulai  berdekatan  dengan  rilis  data  U.S.  private‐sector  employment  dari  payrolls  processor  ADP  menunjukkan  perekrutan tenaga kerja periode Maret di bawah ekspektasi. 


EURO ZONE
Tingkat  pada  consumer  price  inflation  dalam  17  negara  yang  menggunakan  euro  melemah  pada  basis  tahunan  1.7  persen  dalam  bulan  Maret,  menurut  perkiraan  pertama dari lembaga statistik Uni Eropa Eurostat Rabu lalu.  

Gambaran inflasi yang bersamaan dengan ekspektasi, dengan 40 polling ekonom oleh Reuters mengekspektasi rata‐rata perkiraan sebesar 1.7 persen, dan turun tipis  dari 1.8 persen tingkat inflasi bulan Februari.  

Perekonomian Italia kemungkinan untuk kontraksi 1.5 persen atau 1.6 persen tahun ini, yang lebih dari perkiraan pemerintah yang hanya dua minggu lalu, Treasury  Undersecretary Gianfranco Polillo mengatakannya.  

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga dalam zona tersebut telah anjlok untuk rangkaian enam kuartalan, resesi terpanjang untuk 20 tahun, dan ekspektasi akan  mengalami recover berikutnya tahun ini yang telah berkurang karena data ekonomi bulanan yang masih turun. 

Krisis Siprus dapat menunjukkan Yunani ke  dalam  resesi yang  makin  mendalam tahun  ini, kepala dari grup bisnis terbesar Yunani mengatakannya,  yang mendesak  pertumbuhan yang mendorong pemikiran kembali dari program bailout negara.  

"Greece is directly affected by the Cyprus crisis and based on some estimates this may chop up to one percentage point off GDP (gross domestic product)," Dimitris  Daskalopoulos, kepalda dari Hellenic Federation of Enterprises (SEB), mengatakannya pada para reporter.


U.K.
Rilis data ekonomi AS yang berada di bawah ekspektasi telah berhasil memicu rebound sterling terhadap dolar pada hari Rabu meskipun masih relatif terbatas, menyusul kondisi  ekonomi Inggris yang masih lemah dan prospek berlanjutnya kebijakan moneter longgar.  

Pelaku pasar masih terlihat menahan diri sebelum munculnya keputusan hasil sidang reguler BoE hari Kamis ini, dan juga pernyataan dari ECB dan BOJ. 

Data PMI sektor jasa Inggris yang akan dirilis hari Kamis ini diperkirakan akan memberikan petunjuk apakah ekonomi Inggris telah terseret kedalam resesi di kuartal pertama. 

Sterling menguat 0.3% di $1.5145, setelah berhasil rebound dari level terendah 2 pekan di $1.5075 usai rilis data PMI sektor jasa dan data pekerjaan sektor swasta AS yang lebih  rendah dari perkiraan memicu tekanan jual pada dolar. 

Namun kondisi ekonomi Inggris yang masih suram nampaknya akan membatasi penguatan sterling. Sebuah survey pada Rabu kemarin menunjukkan sektor konstruksi Inggris  mengalami kontraksi untuk ketiga kalinya secara berturutan di periode Maret, menambah prospek buruk ekonomi negara tersebut pasca rilis data manufaktur pada hari Selasa  yang mengecewakan. 

Meskipun  pasar  memprediksi  BoE  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  pada  sidangnya  hari  Kamis  ini,  namun  bank  sentral  nampaknya  akan  melanjutkan  langkah  pembelian aset di bawah program quantitative easing (QE) di bulan Mei atau Juni. 

Sementara  itu  sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkansterling  diprediksi  melemah  ke  $1.49  dalam  3  bulan  dan  ke  $1.48  dalam  12  bulan  menyusul  langkah  BoE  untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi mendorong kenaikan  dolar  karena  hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program  pembelian  asetnya.  


AUSTRALIA
Cina dan Australia akan meluncurkan perdagangan langsung antara dua mata uang di Shanghai dan Sydney dalam mingguannya untuk menurunkan biaya  transaksi perdagangan, sumber bank asing dengan pengetahuan langsung dari masalah mengatakan pada Reuters Rabu lalu.  

Kesepakatan mata uang baru akan mengurangi spread antara dollar AS dan Australian dollars <AUD=> dari biaya konversi antara yuan dan Aussie dollar.  

Defisit perdagangan Australia telah melemah lebih dari $1 milyar dan permintaan untuk sumber mineral mengimbangi kenaikan pada sektor manufaktur  dan jasa Cina yang berlanjut untuk ekspansi.  

Defisit  perdagangan  nasional  sebesar  $178  juta  bulan  Februari,  dari  defisit  $1.215  milyar  sebulan  sebelumnya,  data  resmi  menunjukkannya  Rabu  sebelumnya.  

Penjualan rumah baru anjlok 5.3 persen pada Februari, yang membalikkan kenaikan dalam empat bulannya.  

Laporan terakhir Housing Industry Association menemukan penjualan pada rumah yang berdiri sendiri melemah empat persen, sementara itu penjualan  unit‐unit baru dan apartemen turun 11 persen.  


SWISS
Setelah berhasil terapresiasi di atas 0.9500 franc, dolar kembali terkoreksi meskipun masih relatif terbatas. Dolar terakhir tercatat melemah 0.4% ke sekitar  0.9445 franc setelah data ekonomi AS dirilis melemah di bawah ekspektasi pasar. 

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks sektor jasa di bulan Maret tercatat turun ke level terendah sejak Agustus, dan dirilis di bawah ekspektasi  pasar.  Sedangkan  data  lain  menunjukkan  ADP  National  Employment  Report  melaporkan  penurunan  jumlah  pekerjaan  yang  tersedia  di  sektor swasta di bulan Maret, dimana data juga dirilis di bawah ekspektasi pasar. Kedua data mengindikasikan proses pemulihan ekonomi AS nampaknya sedang 
mengalami hambatan. 

Sementara itu, siring dengan posisi zona euro sebagai mitra dagang utama Swiss, maka pasar akan mencermati hasil sidang reguler ECB nanti malam. Bank sentral Eropa tersebut diprediksi akan mempertahankan suku bunganya di level terendahnya 0.75%. 

Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi mendorong  kenaikan  dolar  karena  hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program pembelian asetnya.

Wednesday, April 3, 2013

Headline News 03.04.13


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  menguat  pada  hari  Selasa,  dengan  indeks  S&P  500  mendekati  level  all‐time  high,  sementara  dolar  rally  dari  level  terendah 1 bulan terhadap yen seiring ekspektasi Bank of Japan akan mengumumkan kelanjutan kebijakan moneter longgar pekan ini. 

Emas  jatuh  ke  level  terendah  2‐1/2  minggu,  tertekan  oleh  penguatan  dolar  dan  sikap  investor  yang  menjauhi  aset  aman  resiko  dan  membeli saham. Komoditas lainnya juga merosot, dengan tembaga jatuh ke level terendah 7 bulan akibat kekhawatiran terhadap kondisi  ekonomi global. 

Investor  akan  mencermati  hasil  keputusan  kebijakan  dari  sidang  BOJ  dan  ECB,  bersamaan  dengan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS  untuk  periode Maret pada hari Jumat. 

Di Wall Street,  saham‐saham mengalami  rebound pasca koreksinya di hari Senin. Saham sektor kesehatan menguat menyusul  prospek  cerah  laporan  labanya  setelah  pemerintah  AS  membatalkan  rencana  untuk  mengurangi  pembayaran  bagi  asuransi  swasta  Medicare  Advantage,  dan  menggantinya  dengan  menaikkan  pembayaran  3.3%.  Berita  bahwa  Siprus  menyimpulkan  pembicaraan  bailout  telah  menambah keuntungan. 

  Dow Jones industrial average <.DJI> naik 89.16 poin atau 0.61% ke 14,662.01. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 8.08  poin atau 0.52% ke 1,570.25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 15.69 poin atau 0.48% ke 3,254.86.   

Saham  Eropa  rally  setelah  terkoreksi  dalam  dua  minggu,  didorong  oleh  Vodafone  terhadap  rumor  adanya  tawaran  multi‐miliar  pound  untuk kelompok telekomunikasi Inggris. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> naik 1.3% untuk ditutup di 1203.79. Sedangkan indeks ekuitas  dunia dalam MSCI naik 0.4% ke 359.84. 

Dolar  naik  0.2%  ke  93.39  yen.  BOJ  memulai  sidang  2  harinya  pada  hari  Rabu  ini  dan  secara  luas  diperkirakan  akan  meningkatkan  pembelian obligasi dan memperpanjang jatuh tempo dari obligasi yang dibeli di bawah kepemimpinan gubernur baru, Haruhiko Kuroda.  

Euro jatuh 0.2% ke $1.2816 setelah Markit's Eurozone Manufacturing PMI turun di bulan Maret menjadi 46.8 dari 47.9 di bulan Februari,  merupakan kali ke‐20 untuk indekx berada di bawah angka 50 yang mengisyaratkan sektor mengalami kontraksi. 

Data tersebut akan memperkuat ekspektasi bahwa Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memberikan pernyataan yang lebih  dovish  pada  pertemuan  outlook  kebijakan  moneter  ECB  pada  hari  Kamis  dan  dapat  memberikan  petunjuk  mengenai  kemungkinan  terjadinya pemangkasan suku bunga. 

Harga emas menembus intraday high di $1,603.60 per ons sebelum akhirnya turun dan bergerak di sekitar $1,575 per ons, turun dari  posisi Senin di $1,598.40. Emas sempat menyentuh intraday low di $1,573.39, level terendahnya sejak 8 Maret. 

Harga minyak turun karena pasokan cukup dan kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa melebihi prospek  permintaan kuat di Asia. Brent <LCOc1> turun 39 sen ke $110.69 per barel. U.S. crude  <CLc1> naik 12 sen ke $97.19 per barel.  

Harga obligasi pemerintah mengalami penurunan dengan Treasury AS tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield naik ke 1.862 persen dari  1.84 persen di hari Senin sebelumnya. Bund futures Jerman juga terkoreksi. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  1.5  persen  Selasa  lalu,  penurunan  harian  terbesar  yang  lebih  dari  satu  bulannya,  karena  optimisme  ekonomi  yang  mendorong ekuitas AS yang mendekati level tertinggi dan pelemahan dalam ketertarikan pada safe haven emas. 

Perak anjlok hampir 3 persen ke level terendah delapan bulan, dan grup logam platinum turun tajam, mengabaikan tingginya hasil dari  penjualan otomotif AS. 

"The hot money is going toward the S&P 500 right now," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management, yang  terlihat mengelola lebih dari $1 milyar dalam aset‐asetnya.  


US & GLOBAL
Bursa  saham  dunia  menguat  pada  hari  Selasa,  dengan  indeks  S&P  500  mendekati  level  all‐time  high,  sementara  dolar  rally  dari  level  terendah 1 bulan terhadap yen seiring ekspektasi Bank of Japan akan mengumumkan kelanjutan kebijakan moneter longgar pekan ini. 

Emas  jatuh  ke  level  terendah  2‐1/2  minggu,  tertekan  oleh  penguatan  dolar  dan  sikap  investor  yang  menjauhi  aset  aman  resiko  dan  membeli saham. Komoditas lainnya juga merosot, dengan tembaga jatuh ke level terendah 7 bulan akibat kekhawatiran terhadap kondisi  ekonomi global. 

Investor  akan  mencermati  hasil  keputusan  kebijakan  dari  sidang  BOJ  dan  ECB,  bersamaan  dengan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS  untuk  periode Maret pada hari Jumat. 

Di Wall Street,  saham‐saham mengalami  rebound pasca koreksinya di hari Senin. Saham sektor kesehatan menguat menyusul  prospek  cerah  laporan  labanya  setelah  pemerintah  AS  membatalkan  rencana  untuk  mengurangi  pembayaran  bagi  asuransi  swasta  Medicare  Advantage,  dan  menggantinya  dengan  menaikkan  pembayaran  3.3%.  Berita  bahwa  Siprus  menyimpulkan  pembicaraan  bailout  telah  menambah keuntungan. 

  Dow Jones industrial average <.DJI> naik 89.16 poin atau 0.61% ke 14,662.01. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 8.08  poin atau 0.52% ke 1,570.25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 15.69 poin atau 0.48% ke 3,254.86.   

Saham  Eropa  rally  setelah  terkoreksi  dalam  dua  minggu,  didorong  oleh  Vodafone  terhadap  rumor  adanya  tawaran  multi‐miliar  pound  untuk kelompok telekomunikasi Inggris. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> naik 1.3% untuk ditutup di 1203.79. Sedangkan indeks ekuitas  dunia dalam MSCI naik 0.4% ke 359.84. 

Dolar  naik  0.2%  ke  93.39  yen.  BOJ  memulai  sidang  2  harinya  pada  hari  Rabu  ini  dan  secara  luas  diperkirakan  akan  meningkatkan  pembelian obligasi dan memperpanjang jatuh tempo dari obligasi yang dibeli di bawah kepemimpinan gubernur baru, Haruhiko Kuroda.  

Euro jatuh 0.2% ke $1.2816 setelah Markit's Eurozone Manufacturing PMI turun di bulan Maret menjadi 46.8 dari 47.9 di bulan Februari,  merupakan kali ke‐20 untuk indekx berada di bawah angka 50 yang mengisyaratkan sektor mengalami kontraksi. 

Data tersebut akan memperkuat ekspektasi bahwa Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memberikan pernyataan yang lebih  dovish  pada  pertemuan  outlook  kebijakan  moneter  ECB  pada  hari  Kamis  dan  dapat  memberikan  petunjuk  mengenai  kemungkinan  terjadinya pemangkasan suku bunga. 

Harga emas menembus intraday high di $1,603.60 per ons sebelum akhirnya turun dan bergerak di sekitar $1,575 per ons, turun dari  posisi Senin di $1,598.40. Emas sempat menyentuh intraday low di $1,573.39, level terendahnya sejak 8 Maret. 

Harga minyak turun karena pasokan cukup dan kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa melebihi prospek  permintaan kuat di Asia. Brent <LCOc1> turun 39 sen ke $110.69 per barel. U.S. crude  <CLc1> naik 12 sen ke $97.19 per barel.  

Harga obligasi pemerintah mengalami penurunan dengan Treasury AS tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield naik ke 1.862 persen dari  1.84 persen di hari Senin sebelumnya. Bund futures Jerman juga terkoreksi. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  1.5  persen  Selasa  lalu,  penurunan  harian  terbesar  yang  lebih  dari  satu  bulannya,  karena  optimisme  ekonomi  yang  mendorong ekuitas AS yang mendekati level tertinggi dan pelemahan dalam ketertarikan pada safe haven emas. 

Perak anjlok hampir 3 persen ke level terendah delapan bulan, dan grup logam platinum turun tajam, mengabaikan tingginya hasil dari  penjualan otomotif AS. 

"The hot money is going toward the S&P 500 right now," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management, yang  terlihat mengelola lebih dari $1 milyar dalam aset‐asetnya.  


EURO ZONE
Tingkat pengangguran zona euro stabil pada 12.0 persen bulan Februari, kantor statistik Uni Eropa Eurostat mengatakannya Selasa lalu, yang mana  dapat menambah tekanan untuk pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central Bank.  

Jumlah bulan Februari bersamaan dengan ekspektasi dari polling ekonom oleh Reuters, dan masih unchanged dari gambaran bulan Januari, yang  mana Eurostat merevisi naik menjadi 12.0 persen.  

Inflasi  Jerman  turun  ke  level  terendahnya  yang  lebih  dari  dua  tahun    pada  bulan  Maret,  kebanyakan  berkenaan  dengan  murahnya  energi,  dan  bertahan dibawah target European Central Bank untuk rangkaian tiga bulannya.  

Data awal yang dirilis dari kantor Statistik Selasal lalu menunjukkan consumer prices naik menjadi 1.4 persen pada basis tahunan pada bulan Maret,  kenaikan terkecilnya sejak bulan Desember 2010.  

Menteri  keuangan  Siprus  Michael  Sarris  berhenti  Selasa  lalu  setelah  menyimpulkan  pembicaraan  dengan  foreign  lenders  pada  bailout  yang  memaksa negara untuk menekan yang belum pernah terjadi sebelumnya kerugian pada bank depositors dengan imbalan bantuan.  


U.K.
Sterling memperdalam koreksinya pada hari Selasa setelah data ekonomi Inggris kembali dirilis mengecewakan, menambah resiko untuk terjadinya resesi  berikutnya.  Sterling  awalnya  tertekan  setelah  data  indeks  PMI  manufaktur  Inggris  hanya  naik  ke  48.3  di  bulan  Maret  dari  47.9  di  bulan  Februari,  yang  mengisyaratkan  sektor  masih  mengalami  kontraksi.  Sementara  data  lain  menunjukkan  mortgage  approvals  turun  untuk  kedua  kalinya,  menunjukkan  melemahnya pasar perumahan Inggris. 

Sterling terkoreksi hingga menembus di bawah $1.51 dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.5105, atau turun 0.8% dibanding penutupan New York hari  Senin. 

Tidak seperti data sektor manufaktur, data PMI sektor jasa Inggris yang akan dirilis hari Kamis diperkirakan akan menunjukkan terjadinya ekspansi, dimana  akan memberikan sejumlah harapan unutk terhindarnya ekonomi dari resesi ketiganya. Pasar juga memprediksi BoE akan mempertahankan suku bunga  dan menahan diri dari langkah pembelian aset ketika mengadakan sidang regulernya hari Kamis dan hal ini berpeluang memicu rebound sterling dalam  jangka pendek. 

Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi  mendorong  kenaikan  dolar  karena hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program  pembelian asetnya.


JAPAN
Gubernur  Bank  of  Japan  yang  baru  Haruhiko  Kuroda  mengatakan  dia  menginginkan  mengkombinasikan  dua  skema  perbedaan  yang  digunakan bank sentral untuk membeli obligasi pemerintah, yang memperkuat ekspektasi pada keberanian stimulus moneter kedepannya  pada policy‐setting meeting hari Kamis.  

Kombinasi dua skema akan membuat kemudahan untuk BOJ dalam membeli obligasi jangka panjang karena Kuroda terlihat secara agresif  mengekspansi balance sheet bank sentral dan mencapai 2 persen inflasi dalam dua tahun.  


AUSTRALIA
Pasar  keuangan  tertahan  dari  satu  lagi  tingkat  suku  bunga  yang  bertahan  tahun  ini  oleh  bank  sentral,  yang  mana  terlihat  tanda‐tanda  pada  ekspansi dalam investasi non tambang terhadap ekonomi.  

Reserve Bank of Australia (RBA) meninggalkan tingkat suku bunga pada level tiga persen untuk bulan lainnya pada meeting dewan gubernur Selasa  lalu, seperti yang banyak diharapkan.  

Tresuri  Federal  Wayne  Swan  mengatakan  rendahnya  tingkat  suku  bunga  yang  terlihat  sejak  tahun  2011  mengalir  melalui  perekonomian  dan  menguntungkan keduanya untuk keluarga dan bisnis.  

"Today's  low  interest  rates  will  continue  to  support  sectors  under  pressure  from  global  headwinds,  the  high  dollar  and  a  cautious  consumer,"  katanya dalam suatu pernyataan.  

Pemilik  rumah  akan  melanjutkan  menyukai  keuntungan  dari  rendahnya  tingkat  suku  bunga,  dengan  Reserve  Bank  of  Australia  memilih  untuk  mempertahankan tingkat suku bunga pada bulan April.  

RBA menahan tingkat suku bunga pada level tiga persen, sama dengan level terendahnya yang tercatat, pada meeting anggota dewan gubernur  Selasa lalu.  


SWISS
Aktifitas di sektor manufaktur Swiss mengalami kontraksi di bulan Maret untuk pertama kalinya sejak Desember menyusul perusahaan cemas dengan kondisi  yang kurang stabil di zona euro. Swiss purchasing managers' index (PMI) turun ke 48.3 di bulan Maret dari 50.8 di bulan Februari, lebih rendah dari perkiraan  pasar di 50.2. Ini adalah kali pertama sejak Desember untuk indeks berada di bawah angka 50 yang mengisyaratkan sektor mengalami kontraksi. 

Sementara  data  lain  yang  belakangan  ini  dirilis  mengisyaratkan  melemahnya  ekonomi  Swiss.  Indikator  KOF,  sebuah  barometer  untuk  melihat  performa  ekonomi Swiss dalam kurun waktu 6 bulan kedepan, juga menurun lebih rendah dari perkiraan di bulan Maret. 

Rilis  buruk  data‐data  tersebut  ditambah  oleh  menguatnya  bursa  saham  Amerika  telah memicu  tekanan  jual  franc  Swiss  terhadap  dolar.  Meskipun  masih  relatif terbatas, namun dolar berhasil rebound dari level intraday low di 0.9445 franc ke sekitar 0.9490, atau naik 0.3% dibandingkan penutupan New York  hari Senin. 

Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi  mendorong  kenaikan  dolar  karena  hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program  pembelian asetnya. 

Monday, April 1, 2013

Headline News 01.04.13


US & GLOBAL
Hampir seluruh pasar finansial global, terkecuali hanya beberapa di Asia termasuk Jepang, Jumat lalu tutup memperingati Good Friday.  Sentimen  pasar  finansial  global  pekan  kemarin  masih  besar  tertuju  pada  Siprus,  menyusul  bailout  kontroversial  dan  terkait  dengan  dibukanya kembali layanan umum perbankannya Kamis pekan lalu setelah ditutup selama 2 pekan untuk menghindari penarikan dana  besar‐besaran.  

Indeks  saham  AS,  S&P  500,  Kamis  sebelumnya  kembali  menembus  rekor  penutupan  tertingginya  di  1569.19  –  melampaui  rekor  yang  dicapai  sebelumnya  pada  9  Oktober  2007  –  setelah  pembukaan  kembali  bank‐bank  di  Siprus  dengan  kontrol  modal  ketat  berhasil  mencegah  pelarian  dana  besar‐besaran  dari  negara  tersebut.  EURUSD  bangkit  dari  level  terendah  selama  4  bulan  setelah  dibukanya  kembali bank‐bank Siprus Kamis pekan kemarin. 

Pasar untuk aset berisiko mendapat dorongan ketika kepanikan massal terhadap hal‐hal yang tidak diinginkan dari pembukaan bank‐bank  Siprus ternyata tidak terjadi. Bank‐bank dibuka dengan kontrol modal ketat untuk mencegah para deposan melakukan penarikan dana  besar‐besaran. 

"Banks had a fairly orderly opening in Cyprus and German consumer spending was positived. That set the tone that allowed European  markets to climb which set the stage for the S&P 500 to climb to a new high in intraday trading, despite the fact that much of the U.S.  economic data that came out today was below consensus expectations," kata Quincy Krosby, analis di Prudential Financial di Newark, yang  mengelola aset bernilai lebih dari $1 triliun. 

Euro rebound dari level terendah 4 bulan terhadap dolar, di 1.2750, akibat permintaan investor untuk euro di akhir bulan dan kuartal  untuk posisi short‐covering. Namun euro mencatat pelemahan selama kuartal pertama 2013. EURUSD, yang telah turun sekitar 2,0 persen  selama beberapa minggu terakhir, rebound ke atas $1.2800an. 

Sementara  analis  khawatir  krisis  Siprus  dan  kekhawatiran  politik  di  Italia  bisa  membuat  investor  kembali  ingin  menjual  aset  dalam  denominasi euro dan mencari perlindungan pada safe‐haven dolar AS. Kesepakatan bantuan untuk Siprus yang bernilai €10 milyar pada  akhir  pekan  lalu  merupakan  bailout  pertama  yang  membebani  pada  deposan  perbankan  serta  telah  meningkatkan  prospek  penabung  akan  menarik  uang  dari  bank.  Keputusan  untuk  memasukkan  para  debt‐holder  senior  dan  deposan  besar  dalam  bailout  Siprus  dapat  memiliki ‘lasting‐effect" pada cara pandang investor terhadap perbankan Eropa yang sedang disorot, demikian analis Barclays Rajiv Setia  dan Laurent Fransolet mengatakan dalam sebuah laporan riset mereka. 

Data  Bank  Sentral  Eropa  (ECB)  menunjukkan  bahwa  beberapa  nasabah  bank  mulai  mengambil  uang  dari  rekening  mereka  pada  bulan  Februari  pada  kemungkinan  bahwa  deposan  akan  menerima  hair‐cut  sebagai  syarat  dari  kesepakatan  bantuan.  Sementara  relatif  tenangnya pembukaan kembali perbankan Siprus berhasil meredam kekhawatiran pasar di awal sesi. 

Emas masih bergerak bolak‐balik di areal $1600/troy ounce pada Kamis kemarin, karena bank‐bank di Siprus dibuka kembali tanpa panik,  serta turut melemahkan permintaan untuk aset berisiko rendah. Emas mencapai satu bulan tertinggi di $1616,36 pekan lalu di tengah  kekhawatiran bahwa kesepakatan dana talangan Siprus yang merugikan deposan besar dan para pemegang obligasi swasta tersebut, bisa  menjadi model bailout baru di Eropa. 

Emas <XAU=> tergelincir di bawah $1600, yakni ke harga $1596,31/troy ounce di pukul 03.45 WIB Kamis pekan lalu. Untuk basis bulanan,  penutupan Maret tersebut relatif masih positif 1 persen, dans sekaligus merupakan kenaikan bulanan pertamanya dalam enam bulan.  Bursa komoditas emas juga tutup Jumat kemarin memperingati Good Friday


GOLD & COMMODITIES
Emas mencatatkan pelemahannya Jumat lalu, yang mengakhiri kuartalan dengan penurunan mendekati 5 persen, karena euro bertahan  melemah dan rally pada ekuitas yang mendorong hasrat pada aset‐aset beresiko. 

Saham‐saham  sedikit  naik  di  Asia  dan  ketertarikan  safe  haven  logam  mulia  mengkhawatirkan  setelah  bank‐bank  dalam  tekanan  utang  Siprus dibuka kembali Kamis lalu tanpa menyebabkan pelarian besar‐besaran pada deposito meskipun bailout kontroversial pada besaran  pajak deposito. 

Kekhawatiran mengenai stabilitas fiskal pada zona euro telah membawa harga emas ke level terendahnya satu bulan minggu lalu. 

"Looking ahead, gold is likely to stay in the current range of $1,590 and $1,605," kata Kaname Gokon, general manager pada Okato Shoji  Co's research section, mengacu pada kisaran perdagangan minggu depan.  

"But there are chances that those who have bought TOCOM futures on a weaker yen may start closing their long positions if a market focus  is shifted to a stronger dollar, which is negative to gold."   


OIL & COMMODITIES
Crude oil futures di pasar AS naik Kamis pekan kemarin, yang merupakan sesi terakhir perdagangan untuk kuartal pertama tahun 2013, ditopang  oleh positifnya kinerja Wall Street dan lemahnya dolar AS. 

Di kuartal pertama 2013 harga crude oil futures AS ditutup naik cukup tajam, 5,9 persen, dari tekanannya sebesar 0,4 persen di kuartal ke‐4 tahun  2012 sebelumnya. 

Sementara harga brent crude futures tergelincir relatif hampir 1 persen sepanjang kuartal pertama 2013 – melanjutkan tekanan 1% di kuartal ke‐4  tahun 2012 sebelumnya, meskipun di sepanjang 2012 memiliki rekor tertinggi di sekitar $112/barel. 

Indeks dolar AS melemah kemarin dan euro berhasil rebound atas dolar AS namun menurut analis itu adalah suatu rebound lemah karena investor  tetap berhati‐hati terhadap masalah perbankan di Siprus dan kebuntuan politik di Italia. 

Brent crude <LCOc1> tipe kontrak Mei naik 33 sen untuk settle di harga $110,02/barel, di sekitar areal tertinggi Kamis kemarin, di $110,10 dan  masih di atas MA‐200 harinya ($109,96). 

Crude oil futures AS <CLc1> tipe kontrak Mei naik 65 sen untuk settle di harga $97,23/barel, terdorong naik di akhir sesi, dengan intraday high di  $97,35, yakni tertingginya sejak pertengahan Februari lalu. Untuk basis mingguan komoditas berjangka ini mengalami akumulasi kenaikan dalam 4  pekan berturut‐turut, sebesar 3,7 persen, dan untuk bulan Maret mencatat kenaikan 5,6 persen.  

Tekanan  minyak  brent  dibandingkan  kenaikan  crude  oil  AS  di  kuartal  pertama  2013  menunjukkan  perbedaan  sentimen  terkait  dengan  masih  suramnya prospek Eropa di satu sisi dengan indikasi peningkatan pertumbuhan ekonomi AS lebih lanjut di sisi lain.  

Weekly  jobless  claims  AS  naik  lebih  dari  yang  diperkirakan  pekan  lalu,  tetapi  masih  cenderung  berada  di  sekitar  level  terbaiknya  tahun  ini,  sementara pemerintah AS kemarin juga mengkonfirmasi membaiknya data GDP Q4 AS dari rilis awalnya. Namun sebuah tolak ukur untuk melihat  aktivitas  bisnis  di  Midwest  AS  mengindikasikan  pesimisme  –  data  indeks  Institute  for  Supply  Management‐Chicago  merosot  di  bulan  Maret,  menunjukkan pertumbuhan yang lambat. 

Bursa crude oil futures AS tutup Jumat (29/Mar), memperingati Good Friday


EURO ZONE
Presiden Sosialis Perancis mungkin menyelamatkan muka dengan dukungan dari menghidupkan kembali 75 persen super‐tax pada gaji jutaan euro, tetapi  rencana ini untuk mengubah pungutan dari indvidu ke perusahaan yang hanya pemimpin bisnis asing.  

Francois Hollande mengumumkan rancangan ulang rencananya untuk 75 persen pajak dari pendapatan lebih dari 1 juta euro – janji pemilu yang dilumatkan  oleh Constitutional Council – yang menekan perusahaan‐perusahaan daripada para individu.  

Presiden  dari  Siprus  mengatakan  resiko  kebangkrutan  telah  membebani  dan  negara  tidak  berniat  meninggalkan  euro,  dalam  pidato  yang  sarat  dengan  kritikan dari Europe's currency union untuk "experimenting" dengan takdir negara tersebut.  

Pemimpin Konservatif Nicos Anastasiades berbicara sehari setelah bank‐bank buka kembali yang mengikuti hampir dua minggu terhenti dikarenakan negara  berlomba untuk mendapatkan paket penyelamatan dari Uni Eropa.  


U.K.
Pasar London dan mayoritas pasar Eropa maupun global Jumat kemarin tutup memperingati Good Friday, sehingga membatasi pergerakan di pasar forex. Dibukanya kembali  bank‐bank Siprus Kamis pekan lalu setelah ditutup selama 2 pekan dengan kontrol modal ketat sehingga mencegah pelarian dana besar‐besaran dari negara tersebut. 

Isu Siprus telah memicu kembali kekhawatiran krisis kredit Eropa sehingga memicu koreksi EURGBP sekitar 4 persen sejak mencapai puncak tahun ini di 0,8793 pada lebih dari 2  pekan lalu. Kelanjutan penurunannya dapat membawanya menuju MA‐100 hari, yang saat laporan ini dibuat ada di sekitar 0,8359. 

Sementara kekhawatiran tentang ketidakstabilan politik dan masalah utang di Italia, meningkatnya imbal hasil obligasi di Slovenia <SI2YT=RR>, serta rilis data tenaga kerja Jerman  periode Maret yang lebih pesimis dari ekspektasi, juga membebani sentimen euro. 

GBPUSD diperdagangkan di antara rentang 1,5100‐1,5200 kemarin, setelah mencoba bangkit dari penurunan tajam hingga ke 1.5092 Rabu sebelumnya karena lemahnya data  current account Inggris untuk Q4. Namun para analis mengatakan volume yang tipis menjelang long‐weekend libur Paskah serta masih belum hilangnya kekhawatiran goyahnya  ekonomi Inggris masih akan menjadi ancaman bagi tekanan sterling. 

Data ekonomi Inggris pada hari Rabu mengkonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris mengalami kontraksi 0,3 persen untuk kuartal keempat, sementara current account  mengalami defisit terbesarnya sejak 1989. Sementara Selasa pekan depan indeks manufaktur dan jasa Inggris (PMI) periode Maret  akan memberikan petunjuk bagaimana kinerja  perekonomian Inggris selama kuartal pertama – apakah tergelincir kembali ke dalam resesi atau tidak…? 

Di  pekan  depan  pula  akan  diamati  pertemuan  moneter  reguler  Bank  of  England  (BoE)  yang  mayoritas  masih  memproyeksikan  akan  mempertahankan  seluruh  kebijakan  moneternya  (level  suku  bunga  dan  jumlah  QE),  dan  sebagian  besar  dari  mereka  memproyeksikan  BoE  akan  menambah  jumlah  QE  pada  bulan  Mei  atau  Juni  nanti.  


JAPAN
Bank of Japan (BOJ) akan memulai minggu depan pada salah satu percobaan yang paling berani pada bank sentral dengan menarik semua yang terhenti  untuk mendapatkan harga naik setelah dua dekade pada deflasi, yang dimulai dengan pembelian obligasi pemerintah jangka panjang dan pengaturan target  kebijakan yang memfoskuskan pada ukuran dari  balance sheet.  

Seperti langkah‐langkah yang akan membantu gubernur baru, Haruhiko Kuroda, diberi mandat oleh Perdana Menteri Shinzo Abe untuk melakukan apapun  yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran target inflasi bank 2 persen dalam dua tahun, yang memenuhi ekspektasi pasar pada suatu "regime shift" dari  para pendahlulunya yang bertahap, dengan pendekatan yang berhati‐hati.  

Housing  starts  di  Jepang  naik  3.0  persen  pada  Februari  dari  awal  tahunnya,  naik  untuk  rangkaian  enam  bulannya,  data  dari  menteri  pertanahan  yang  ditunjukkan Jumat lalu, dibantu oleh pelemahan tingkat suku bunga pinjaman dan permintaan yang baru muncul sebelum direncanakannya kenaikan pajak  penjualah  April mendatang. 


AUSTRALIA
Tresuri  Federal  Wayne  Swan  telah  memuji  ketahanan  perekonomian  Australia  setelah  lembaga  pemeringkat  global  Fitch  mengkonfirmasi  pada  "gold‐ plated" peringkat kredit AAA.  

Australia saat ini salah satu dari delapan anggota pada "9As Club" – negara‐negara yang paling dicari dengan tingginya setelah peringkat AAA rating, dengan  outlook yang stabil, dari semua lembaga pemeringkat ‐ S&P, Fitch and Moody's.  

"Despite  the  ridiculous  scare  campaigns  we've  seen  on  the  economy  this  week  from  the  opposition,  being  an  elite  member  of  The  9As  Club  shows  the  resilience of Australia's economy," kata Mr Swan dalam pernyataannya Jumat lalu.  


SWISS
Tutupnya mayoritas pasar finansial pada Jumat lalu membuat perdagangan di pasar forex relatif sangat minim sehingga rentang pergerakan sangat sempit.  

Meskipun  Swiss  Franc  bangkit  dari  tekanan  mengikuti  jejak  euro  terhadap  dolar,  mata  uang  Swiss  tersebut  masih  di  areal  terlemahnya  selama  2  pekan  terhadap  dolar  AS  menyusul  dibukanya  kembali  bank‐bank  Siprus  Kamis  lalu,  setelah  2  pekan  ditutup,  dengan  kontrol  modal  ketat  sehingga  mencegah  penarikan dana besar‐besaran keluar dari negara tersebut. 

EURUSD Rabu sebelumnya merosot ke level terlemahnya selama 4 bulan setelah lelang obligasi Italia memicu kenaikan yield/biaya pinjamannya ke level  tertinggi 5 bulan karena investor menuntut premi yang lebih tinggi dalam menghadapi ketidakpastian politik yang berkepanjangan. 

Perdebatan  politik  mengenai  bagaimana  cara  menghentikan  debt‐default  dan  krisis  perbankan  di  Siprus  serta  hasil  pemilu  Italia  yang  tidak  meyakinkan  menyebabkan EURCHF kembali ke bawah areal 1.2200 dalam beberapa pekan terakhir. Sementara USDCHF, dalam fase rebound‐nya, masih menguji areal  0.9500an, dengan peak di 0.9567, yang merupakan level intraday high sementara tahun ini. Dan di hampir sesi NY Kamis, USDCHF diperdagangkan di bawah  areal 0.9500. 

Pada hari Rabu, data leading indicator (KOF) menunjukkan ekonomi Swiss bergerak lebih lamban dari yang diperkirakan pada bulan Maret dipengaruhi oleh  tekanan di zona euro – mitra dagang terbesar Swiss. Namun konsumsi domestik yang kuat diharapkan dapat membantu menghindari perekonomian Swiss  dari jurang resesi.