title cover

title cover

Monday, April 8, 2013

Headline News 08.04.13


US & GLOBAL
• Bursa saham utama anjlok dan dolar jatuh pada hari Jumat, setelah rilis data pekerjaan AS yang di bawah perkiraan telah menambah  kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi telah kehilangan momentumnya, sehingga memicu minat investor pada aset‐aset aman resiko  seperti obligasi dan emas. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun ke level terendah 8 bulan pasca rilis buruk data pekerjaan telah  mengurangi minat pada bahan bakar. 

• Jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Maret mencatat level terendahnya dalam 9 bulan setelah hanya mencatat penambahan 88.000  pekerjaan di luar sektor pertanian, di bawah ekspektasi 200.000, demikian laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan tingkat  pengangguran  sedikit  turun  menjadi  7,6%,  namun penurunan  tersebut  banyak  disebabkan karena  keluarnya  masyarakat  dari  angkatan  kerja. Data ketenagakerjaan yang dirilis buruk bersamaan dengan rilis buruk data sebelumnya seperti data PMI sektor manufaktur dan jasa  kian menambah spekulasi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran kuantitatif. Jika ini terjadi maka akan berdampak pada  tertekannya dolar lebih lanjut. 

• Bursa saham Jepang terapresiasi mendekati level tertinggi 5 tahun di sesi overnight, dengan pasar Tokyo tutup sebelum rilis data non‐ farm payrolls AS, sehari setelah Bank of Japan mengambil langkah‐langkah berani pelonggaran moneter untuk memerangi deflasi. Indeks  Nikkei Tokyo melonjak 4,7% ,  menembus level 13.000 untuk pertama kalinya sejak Agustus  2008. Yen terkoreksi ke level terendahnya  selama lebih dari 3‐1/2 tahun terhadap dolar, dan yield obligasi pemerintah Jepang tenor  10  tahun turun ke rekor terendahnya 0,315  persen. Yen turun 3,5% selama sepekan kemarin terhadap dolar, mencatat pekan terburuknya sejak Desember 2009. Terhadap euro, yen  mencatat kerugian mingguan terbesarnya sejak November 2008, turun sekitar 5%. 

• MSCI world stocks index <.MIWD00000PUS> turun 0,3% ke 355,36 poin.  

• Bursa saham AS menutup pekan terburuk mereka tahun ini dengan mencatat pelemahan di hari Jumat setelah data pekerjaan AS merusak  kepercayaan dalam perekonomian dan pendapatan kuartal pertama. Musim laporan earnings kuartalan AS akan dimulai pekan ini.  

• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 40,86 poin atau 0,28% dan ditutup di 14.565,25. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> merosot  6,70 poin atau 0,43% dan ditutup di 1.553,28. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> terkoreksi 21,12 poin atau 0,66% ke 3.203,86.  Dalam sepekan, Dow tercatat turun 0,1%, S&P turun 1% dan Nasdaq melemah 1,9%.  

• Indeks saham Eropa anjlok 1,5%, koreksi harian terbesarnya tahun ini, untuk ditutup di 1.162,21 poin.  

• Indeks dolar turun 0,2% terhadap sejumlah rival utamanya ke 82,497, menyusul ekspektasi The Fed akan melanjutkan program pembelian  obligasinya, yang dikenal dengan istilah quantitative easing. Euro menguat 0,6% ke $1,3004. Dolar terakhir tercatat naik 1,3% di 97,57  yen, pasca naik ke 97,83 yen, level terkuatnya sejak Juni 2009. Sedangkan euro naik 1,8% ke 126,85 yen. 

• Harga  Treasury  AS  naik  dan  yield  turun  ke  level  terendahnya  tahun  ini.  Melemahnya  pasar  ekuitas  global,  program  stimulus  BOJ,  dan  eskalasi ketegangan di semenanjung Korea juga mendorong investor untuk memburu obligasi. Treasury tenor 10 tahun naik 17/32 dengan  yield turun ke 1,706 persen. Sedangkan Treasury tenor 30 tahun naik 2‐22/32, dan mendorong yield untuk turun ke 2,858 persen dari 2,99  persen di hari Kamis. Sementara untuk Bund futures <FGBLc1> Jerman melanjutkan kenaikannya dan menembus level tertinggi sejak Juni  2012 di 146,54, naik 58 poin. 

• Brent crude <LCOc1> jatuh $2,22 untuk ditutup di $104,12 per barel. U.S. crude <CLc1> turun 56 sen di $92,70. Harga emas naik ke $1.578  per ons dari $1.552,71.  

GOLD & COMMODITIES
• Emas rally lebih 1,5 persen Jumat lalu, kenaikan harian terbesar dalam satu harinya sejak bulan November, karena kekecewaan data jobs  AS yang menekan ekspektasi the Fed akan melanjutkan pembelian obligasi yang mendukung emas. 

• Logam mulia anjlok dalam rangkaian tiga harinya mengalami penurunan tajam setelah Departemen Tenaga Kerja mengatakan employers  AS pada bulan Maret merekrut pada fase terlambatnya dalam sembilan bulan, yang menambah hanya 88.000 non‐farm jobs, aksi beli pada  emas dan penurunan tajam pada ekuitas AS yang mendorong harga emas. 

• "The payrolls report gives more credence to the idea that we are not going to see any tapering off of QE3. It's just a knee‐jerk response, and  I don't think it necessarily indicates that the market has bottomed out here," kata Bill O'Neill, mitra pada commodities investment firm  LOGIC Advisors.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude ditutup ke level penutupan perdagangan terendah delapan bulan dalam sesi perdagangan yang cukup besar di hari Jumat,  harga bergerak di bawah 104 dollar per barel dan membuat batas baru penurunan mingguan terbesar sejak Juni seiring melemahnya data  laporan  U.S. jobs yang membuat khawatir Fed terhadap negara terbesar konsumsi akan minyak di dunia tersebut. 

• Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pemberi kerja hanya menambahkan 88.000 pekerjaan baru pada bulan Maret, jumlah  laju paling lambat dalam pemberian pekerjaan baru  dalam kurun waktu sembilan bulan. Tingkat pengangguran sedikit menurun 0,1 poin  lebih rendah menjadi 7,6 persen, 

• Harga Brent crude oil mengalami penurunan terbesar mingguan dalam sepuluh bulan terakhir, jatuh lebih dari 5 persen. Brent crude oil  telah jatuh dikisaran 15 dollar per barel sejak awal Februari. 

• Richard  Ilczyszyn,  founder  and  chief  market  strategist  di  iitrader.com  LLC,  Chicago,  mengatakan  bahwa  para  traders  jauh  menurun  optimismenya terhadap kekuatan permintaan akan minyak dibandingkan dengan tahun lalu. 

• "Every first quarter bodes well for energy prices because we're optimistic," he said. 

•  "But we had gone up so far, so fast without real improving data. We saw today with the jobs report translating into lower energy prices  that it was not a real rally, but more of an easy‐money rally."  

• Volume trading Brent crude oil telah menguat 49 persen lebih tinggi dibandingkan dengan MA 30 harinya dengan lebih dari 950,00 lots  telah ditransaksikan 

• Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei ditutup dengan nilai 104,12 dollar per barel, melemah 2,22 dollar dari sesi perdagangan  Kamis setelah menyentuh pergerakan nilai terendah sejak Agustus di level 103,62 dollar per barel.

EURO ZONE
• Perdagangan pada toko‐toko dalam zona euro melemah daripada ekspektasi bulan Februari, menambah keraguan tentang bagaimana cepatnya zona euro  dapat recover dari resesi.  

• Volume perdagangan ritel untuk 17 negata yang menggunakan euro melemah 0.3 persen dalam basis bulanan, data dari kantor statisktik Uni Eropa Eurostat  menunjukkannya Jumat lalu.  

• European Central Bank akan memonitor inflasi zona euro secara berhati‐hati hingga 18 bulan kedepannya karena ancaman pada anjloknya dibawah target   ECB 2 persen, anggota Dewan Eksekutif Benoit Coeure mengatakannya.  

• Inflasi zona euro melemah pada bulan Maret untuk rangkaian tiga bulannya terhadap basis tahunan 1.7 persen, dibandingkan terhadap tujuan ECB yang  mendekat, tetapi tidak diatas 2 persen.  

• Pembengkakan  permintaan  domestik  untuk  barang‐barang  modal  mendorong  penguatan  dari  ekspektasi  kenaikan  pada  industrial  orders  Jerman  bulan  Februari,  ditambah  tanda‐tanda  negara  dengan  perekonomian  terbesar  di  Eropa  dan  pertumbuhan  mesin  kembali  pada  jalurnya  setelah  ditutup  rendah  tahun lalu.


U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 7 pekan terhadap dolar pada perdagangan hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis di bawah ekspektasi yang  membangkitkan kekhawatiran akan tersendatnya pemulihan di pasar tenaga kerja AS. 

• Data  ketenagakerjaan  yang  dirilis  buruk  bersamaan  dengan  rilis  buruk  data  sebelumnya  seperti  data  PMI  sektor  manufaktur  dan  jasa  kian  menambah  spekulasi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran kuantitatif. Jika ini terjadi maka akan berdampak pada tertekannya dolar lebih lanjut. 

• Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah pekerjaan diluar sektor pertanian (non‐farm payrolls) hanya bertambah 88.000 di bulan Maret, jauh di  bawah ekspektasi terjadi penambahan sebanyak 200.000. Sementara tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 7.6% dari 7.7% di bulan sebelumnya.  Sedangkan untuk data bulan Januari dan Februari mengalami revisi naik dan menunjukkan penambahan 61.000 pekerjaan. 

• Sterling mencatat intraday high di $1.5362, level tertingginya sejak 20 Februari, dan terakhir bergerak di sekitar $1.5330, atau menguat 0.6% dibandingkan  penutupan New York hari Kamis. 

• Namun  penguatan  sterling  nampaknya  akan  terbatas  oleh  kekhawatiran  mengenai  kemungkinan  ekonomi  Inggris  tergelincir  kedalam  resesi  ketiganya  selama kurang dari 5 tahun dan juga resiko dilanjutkannya pelonggaran moneter oleh BoE dalam tahun ini. 


JAPAN
• Data index of coincident economic Jepang menguat 0,5 poin dari bulan sebelumnya pada pengumuman awal dalam bulan Februari, pihak kabinet mengatakan pada  hari Jumat, penguatan ini adalah tanda perekonomian yang sedang mengambil momentum setelah berusaha keluar dari resesi di tahun lalu. 

• Data indeks leading economic indicators, yang disusun dengan menggunakan data seperti jumlah tawaran pekerjaan dan sentimen konsumen dan merupakan ukuran  dari ekonomi beberapa bulan ke depan, juga ikut menguat  2,5 poin dari bulan Januari. 

• Moody's Investor Service berpendapat pada hari Jumat bahwa langkah khusus stimulus moneter BoJ kemungkinan akan menjaga biaya pinjamana pemerintah pada  tingkat rendah dalam dua tahun kedepan, namun resiko jangka panjangnya terhadap keadaan fiskal nasional tetaplah ada. 

• "The  Bank  of  Japan's  new  'Quantitative  and  Qualitative  Monetary  Easing'  policy  likely  ensures  that  the  government  will  continue  to  have  very  low  funding  costs  through 2014," Moody's mengatakan dalam pembaruan tahunan analis kredit bagi Jepang. 

• "Over the longer term, however, we see risks. These center on whether domestic savings will remain deep enough to finance rising levels of debt. Another is that  confidence in the JGB (market) could eventually waver if a sustainable fiscal structure is not put into place."  

• Keputusan dari BoJ untuk membuat terobosan besar dalam satu kali keputusan untuk mengakhiri deflasi merupakan sinyal yang jelas bagi Gubernur baru Haruhiko  Kuroda  sebagai  seorang  yang  tidak  bermain‐main  dengan  pengaturan  kebijakan,  dan  ini  akan  membawa  sesuatu  yang  besar  untuk  memuat  gebrakan  kebijakan  moneter lainnya.


AUSTRALIA
• Pemerintah federal telah bergerak untuk mengakhiri spekulasi pra‐bujet berkenaan dengan banyaknya pensiunan yang mengumumkan rangkaian langkah  untuk mempromosikan keberlanjutan sistem pensiun.  

• Tenaga kerja masa lalu dan sekarang cepat untuk mendukung perubahan yang akan secara potensial menekan pendapatan super dari perkiraan 16.000  orang.  

• Koalisi mengatakan serangan pada dana pensiun rakyat, sementara itu Australian Greens mengatakan langkah bahwa tindakan tidak dipungkiri melangkah  cukup jauh.  
  • Obligasi Australia menguat karena para investor melanjutkan untuk reaksi pada program stimulus Jepang. 


SWISS
• Dolar  terkoreksi  terhadap  sejumlah  rival  utamanya  pada  hari  Jumat  setelah  data  ketenagakerjaan  AS  dirilis  di  bawah  ekspektasi  yang  membangkitkan  kekhawatiran akan tersendatnya pemulihan di pasar tenaga kerja AS. 

• Data  ketenagakerjaan  yang  dirilis  buruk  bersamaan  dengan  rilis  buruk  data  sebelumnya  seperti  data  PMI  sektor  manufaktur  dan  jasa  kian  menambah  spekulasi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran kuantitatif. Jika ini terjadi maka akan berdampak pada tertekannya dolar lebih lanjut. 

• Departemen Tenaga Kerja AS  melaporkan jumlah pekerjaan diluar sektor pertanian  (non‐farm payrolls) hanya bertambah  88.000 di bulan  Maret, jauh di  bawah ekspektasi terjadi penambahan sebanyak 200.000. Sementara tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 7.6% dari 7.7% di bulan sebelumnya.  Sedangkan untuk data bulan Januari dan Februari mengalami revisi naik dan menunjukkan penambahan 61.000 pekerjaan. 

• Dolar terkoreksi ke level terendah lebih dari sebulan terhadap franc Swiss setelah mencatat intraday low di 0.9310 franc, level terendahnya sejak 28 Februari.  Dolar terakhir tercatat bergerak melemah 0.7% di sekitar 0.9330 franc. 

Friday, April 5, 2013

Headline News 05.04.13


US & GLOBAL
• Yen terkoreksi pada hari Kamis setelah BOJ berencana untuk menggelontorkan uang kedalam perekonomian, sementara bursa saham AS  terapresiasi setelah investor optimis bahwa ekspansi kebojakan bank sentral akan terus mendukung ekuitas. 

• BOJ  memberi  kejutan  pasar  ketika  mengumumkan  rencana  stimulus  moneter,  dengan  menggelontorkan  hampir  2  kali  lipat  basis  moneternya  menjadi  270  triliun  yen  ($2,9  trilyun)  pada  akhir  tahun  2014,  dalam  sebuah  upaya  shock  therapy  untuk  mengakhiri  dua  dekade stagnasi. 

• Dolar dan euro menguat lebih dari 3% terhadap yen dalam kenaikan harian terbesarnya sejak 2008 setelah BOJ melakukan langkah untuk  melawan deflasi. Dolar naik ke level intraday high 96,41 yen, mendekati level puncak 3‐1/2 tahun di 96,71 yang dicapai pada 12 Maret.  Dolar  terakhir  bergerak  di  96,29  yen,  atau  naik  3,5%  dan  mencatat  kenaikan  harian  terbaiknya  sejak  Oktober  2008.  Sementara  euro  melejit 4,2% ke 124,52 yen, kenaikan harian terbesarnya sejak November 2008. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 55,76 poin atau 0,38% di 14.606,11. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 6,29  poin atau 0,40% di 1.559,98. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 6,38 poin atau 0,20% di 3.224,98. Indeks S&P 500, indikator  penting untuk pasar saham AS, naik 9,4% sepanjang tahun ini. 

• Namun demikian, Departemen Tenaga Kerja semalam melaporkan jumlah klaim dana kesejahteraan untuk kaum pengangguran tercatat  naik ke level tertinggi 4 bulan di pekan lalu dan memicu sejumlah kekhawatiran terhadap pemulihan pasar tenaga kerja di bulan Maret.  Jumlah  klaim  meningkat  28.000  menjadi  385.000  pekan  lalu,  level  tertingginya  sejak  November.  Investor  terlihat  cemas  dengan  serangkaian data ekonomi AS yang dirilis buruk pekan ini. Pada hari Rabu lalu, laporan ADP Employment terlihat mengecewakan setelah  mencatat  pertumbuhan  pekerjaan  sektor  swasta  yang  di  bawah  ekspektasi.  Hal  ini  memicu  kekhawatiran  terhadap  laporan  non‐farm  payrolls AS malam nanti, yang diprediksi terjadi penambahan pekerjaan sebanyak 200.000 di bulan Maret. 

• Bursa saham Eropa terkoreksi tajam setelah pelaku pasar kecewa dengan minimnya langkah stimulus dari ECB di akhir sidang regulernya  kemarin, sehingga memicu aksi profit‐taking. 

• ECB mempertahankan suku bunga dan tidak mencetuskan inisiatif baru, seperti skema kredit khusus untuk perusahaan kecil, yang mana  telah  mereka  nantikan  setelah  rilis    memburuk  data  ekonomi  kawasan.  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  melanjutkan  koreksinya  dan  ditutup melemah 1,1% di 1.180,65 setelah testimoni Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan bahwa bank siap untuk memangkas  suku bunga jika diperlukan dan menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan keutuhan zona euro. 

• MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0,15% ke 357,12 setelah memangkas sejumlah kerugiannya di awal sesi. 

• Harga  Treasury  AS  naik,  mendorong  yield  mendekati  level  terendah  3‐1/2  bulan,  setelah  data  jobless  claims  semalam  mengisyaratkan  kemungkinan pasar tenaga kerja telah kehilangan momentumnya yang akan terlihat pada data payrolls nanti malam. Treasury tenor 10  tahun naik 15/32 dengan yield 1,7643 persen. 

• Rilis buruk data jobless claims juga telah menekan harga minyak, dengan minyak berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun 77  sen  untuk ditutup di $106,34 per barel. Sedangkan U.S. crude <CLc1> turun $1,19 ke $93,26 per barel. 

• Harga  emas  jatuh  $3,68  ke  $1.553,60  per  ons,  dengan  harga  emas  Comex  untuk  pengiriman  Juni  berakhir  melemah  $1,10  di  level  $1.552,40. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah dalam rangkaian tiga harinya Kamis lalu, tertekan ke level terendah dalam 10  bulannya karena stimulus moneter yang  belum pernah terjdi sebelumnya dari BOJ dan harapan pada pemangkasan tingkat suku bunga lainnya yang gagal untuk menekan aksi jual  oleh fund manager besar. 

• Palladium  anjlok  sekitar  3  persen,  ditekan  turun  oleh  aksi  jual  komoditas  yang  dipimpin  oleh  crude  sebagaimana  meningkat  ke  level  tertingi dalam empat bulan pada jobless claims AS yang menekan harapan permintaan. 

• "We have a lot of liquidation of the gold ETFs and the short position on the Comex for gold remains very high, so a lot of the macro hedge  fund selling has put pressure on gold," kata Howard Wen, metals analyst pada HSBC.  


OIL & COMMODITIES
• Harga  Brent  crude  ditutup  pada  level  penutupan  perdagangan  terendah  lima  bulan  mendekati  105  dollar  per  barel  pada  sesi  perdagangan  Kamis  seiring  melonjaknya  data  U.S.  jobless  claims  hingga  memicu  aksi  jual  dalam  dua  hari  terakhir  hingga  bursa  minyak. 

• Data U.S. jobless claims diikuti oleh data U.S. government's Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu menunjukkan  bahwa persedian crude oil berada dengan tingkat persedian tertinggi 22 tahun. 

• "Data has been disappointing all week long, and the oversupply of crude just confirmed that," ucap Bill Baruchsenior senior market  strategist di itrader.com LLC in Chicago.  

• "Now the market is getting back to where we should be."   

• Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei ditutup turun 77 sen dengan nilai 106,34 dollar per barel, setelah sebelumnya  menyentuh level penutupan perdagangan terendah dengan nilai 105,29 dollar, level penutupan perdagangan terendah sejak awal  November. 

• Kontrak  berjangka  U.S.  crude  untuk  periode  Mei  melemah  hingga  1,19  dollar  dengan  nilai  93,26  dollar  per  barel,  setelah  jatuh  hingga level penutupan perdagangan intraday dengan nilai 92,12 dollar sejak Maret. 

EURO ZONE
• Pertumbuhan producer prices zona euro melemah tajam pada bulan Februari, data dari kantor statistik Uni Eropa yang ditunjukkan Kamis lalu, dalam tanda tekanan  inflasi yang melemah dan terdapat ruang untuk European Central Bank memangkas tingkat suku bunga.  

• Factory prices dalam 17 negara yang menggunakan euro naik 0.2 persen pada Februari dari bulan Januari, sedikit diatas ekspektasi 0.1 persen dari polling ekonom oleh  Reuters.  

• Perancis mendesak Jerman Kamis lalu untuk memberikan lebih banyak waktu untuk mencapai target pemangkasan defisit publik, tetapi menolak hal itu menjadi yang  baru "sick man of Europe" meskipun data mencatatkan makin mendalamnya penurunan Perancis.  

• Perancis telah mengakui akan melewatkan tujuan tahun 2013 yang membawa defisit turun 3 persen pada output dan menginginkan mitra Uni Eropa – dan terutama  Jerman, negara dengan ekonomi terbesar pada zona  euro – untuk memberikan hadirnya target tahun berikutnya.  


U.K.
• Sterling  terapresiasi  terhadap  dolar  dan  juga  euro  pada  hari  Kamis  setelah  Bank  Sentral  Inggris  (BoE)  menahan  diri  dari  langkah  stimulus  yang  baru  kedalam  perekonomian Inggris dan juga tetap mempertahankan suku bunga seperti yang telah diprediksi sebelumnya. 

• Sterling menguat beberapa poin usai pengumuman hasil sidang BoE karena pasar telah berpandangan bahwa kecil kemungkinan BoE akan melakukan langkah yang  mengejutkan dengan mengekspansi program pembelian obligasinya dari levelnya saat ini sebesar 375 milyar pound. 

• Sterling juga terlihat telah menguat setelah rilis data PMI sektor jasa Inggris yang mencatat kenaikan terkuatnya dalam 7 bulan, dimana telah menambah harapan  bahwa ekonomi kemungkinan akan terhindar dari kemungkinan resesi lanjutan. Penguatan sterling juga didukung oleh kenaikannya terhadap yen, setelah mata uang  Jepang mengalami koreksi secara luas dipicu langkah radikal pelonggaran moneter BOJ. 

• Sterling tercatat menguat 0.7% terhadap dolar di sekitar $1.5240 dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro terlihat bergerak stabil di akhir sesi  New York terhadap sterling. 

• Tiga dari 9 anggota MPC, termasuk Gubernur Mervyn King, telah memilih untuk kelanjutan pelonggaran moneter dalam 2 bulan terakhir, dan kondisi ini masih akan  dilihat  dalam  BoE  minutes  yang akan  dirilis berikutnya  bulan  ini  untuk  melihat apakah  ada anggota  MPC  lainnya yang  berpindah  haluan,  yang  akan  memperkuat  indikasi dilanjutkannya quantitative easing (QE) dalam beberapa bulan kedepan. 

• Sementara itu sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkansterling diprediksi melemah ke $1.49 dalam 3 bulan dan ke $1.48 dalam 12 bulan menyusul langkah BoE  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

• Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  kemarin  mengatakan  bahwa  bank  siap  untuk  memangkas  suku  bunga  jika  diperlukan  dan  menegaskan  kembali  komitmennya untuk mempertahankan keutuhan zona euro. 


JAPAN
• Bank of Japan memutuskan perombakan radikal terhadap kerangka kebijakan pada hari Kamis, melakukan perubahan target ketika menetapkan kebijakan moneter  terhadap base money dari tingkat suku bunga saat ini. 

• Bank sentral mengatakan akan menggandakan kepemilikan obligasi pemerintah dengan waktu jatuh tempo yang panjang dan exchange‐traded funds saat membeli  obligasi pemerintah dengan seluruh jatuh tempo, termasuk obligasi 40‐tahun. 

• Pihak BoJ mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, "The BOJ will conduct money‐market operations so that the monetary base will increase at an annual pace of  about 60 to 70 trillion yen ($754 billion)," 

• Bank  of  Japan  melepaskan  ledakan  paling  intens  di  dunia  stimulus  moneter  pada  hari  Kamis,  menjanjikan  untuk  menyuntikkan  sekitar  1.4  tiliun  dollar  ke  dalam  perekonomian dalam waktu kurang dari dua tahun, langkah radikal yang beresiko yang mengirim yen terguncang dan yield obligasi ke rekor terendah. 

• Kuroda tersenyum dalam Konfrensi pers setelah pertemuan penentuan kebijakan moneter pertama bank sentral dan mengatakan bahwa, "This is an unprecedented  degree of monetary easing,".  

• "We took all available steps we can think of. I'm confident that all necessary measures to achieve 2 percent inflation in two years were taken today," ucap Kuroda.  


AUSTRALIA
• Mencatatkan pembelanjaan $22 milyar pada toko‐toko nasional pada bulan Februari dari kedepannya tanda melemahnya tingkat suku bunga yang  mendukung perekonomian, Tresuri federal Wayne Swan mengatakannya.  

• Pembelanjaan ritel ditutup melonjak dalam rangkaian dua bulannya pada bulan Februari, yang mencatatkan dimulainya penguatan yang dimulai  sejak tahun 2001, sementara itu data yang dirilis Kamis lalu menunjukkan kuatnya kenaikan pada building approvals.  

• Dengan ritel dan industri grup perumahan yang tidak terlalu terbawa suasana, terutama jika menerima dorongan untuk mencegah pemangkasan  tingkat suku bunga.  


SWISS
• Dolar melemah atas franc Swiss pada hari Kamis menjelang rilis data ketenagakerjaan AS hari Jumat ini. Pelemahan dolar telah terjadi sejak hari Rabu ketika  rilis data  ADP National Employment Report menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan yang tersedia di sektor swasta di bulan Maret, dimana data dirilis di  bawah  ekspektasi  pasar.  Depresiasi  dolar  berlanjut  setelah  data  jobless  claims  juga  dirilis  buruk  dan  mencatat  level  tertinggi  4  bulan,  dimana  telah  menambah kekhawatiran terhadap buruknya data payrolls AS malam nanti. 

• Pasar  masih  menantikan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS,  dengan  non‐farm  payrolls  diprediksi  mencatat  pertumbuhan  pekerjaan  sebesar  200.000  di  bulan  Maret  dengan tingkat pengangguran stabil di 7,7%. Jika  data  dirilis  buruk maka akan memicu depresiasi pada yield  obligasi AS dan  menambah  spekulasi  mengenai kemungkinan The Fed melanjutkan program pembelian obligasi yang akan berdampak pada tertekannya dolar. 

• Dolar terkoreksi 0.5% ke 0.9395 franc sedangkan euro menguat 0.1% ke 1.2157 franc 

Thursday, April 4, 2013

Headline News 04.04.13


US & GLOBAL
• Bursa saham global dan dolar jatuh pada hari Rabu setelah rilis data pekerjaan sektor swasta dan indeks sektor jasa yang mengecewakan  telah memupus optimisme mengenai prospek pemulihan ekonomi AS. 

• Harga minyak terkoreksi 3%, penurunan harian tertajamnya dalam 5 bulan, menyusul stok minyak mentah AS melejit ke level tertinggi  sejak  1990.  Sinyal  mengenai  tertekannya  ekonomi  AS  juga  telah  memicu  kekhawatiran  akan  menurunnya  permintaan  minyak.  Harga  bensin AS turun lebih dari 4%. 

• Berita  Pentagon  mengirimkan  sistem  pertahanan  rudal  ke  Guam  dalam  beberapa  minggu  mendatang,  dengan  Menteri  Pertahanan  AS  Chuck Hagel menegaskan mengenai kondisi yang "nyata dan jelas" mengenai  bahaya dari Korea Utara, telah menambah kehati‐hatian  investor.  Korea  Utara,  sementara  itu,  mengatakan  telah  "meratifikasi"  serangan  tanpa  ampun  melawan  Amerika  Serikat,  berpotensi  melibatkan "serangan nuklir yang beragam". 

• Sejumlah perusahaan AS telah menyediakan lapangan pekerjaan yang terminimnya dalam 5 bulan di periode Maret menyusul permintaan  yang kuat baru‐baru ini untuk pekerjaan konstruksi telah menguap, sementara pertumbuhan di sektor jasa juga melemah, mengisyaratkan  proses  pemulihan  ekonomi  nampaknya  akan  terkendala.  Data‐data  tersebut  telah  memberikan  indikasi  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  yang  berlangsung  belakangan  ini  kemungkinan  telah  kehilangan  momentumnya  dan  menambah  kekhawatiran  terhadap  rilis  data  ketenagakerjaan AS pada hari Jumat besok untuk periode Maret. Pasar memprediksi non‐farm payrolls AS akan mencatat pertumbuhan  200.000 di bulan Maret, dengan tingkat pengangguran tetap di 7,7%. 

• MSCI world stocks index <.MIWD00000PUS> turun 0,7% ke 357,51.  

• Bursa saham Wall Street jatuh, dengan S&P 500 dan Nasdaq kehilangan lebih dari 1% dipicu koreksi tajam pada saham energi. Dow Jones  industrial average <.DJI> turun 111,66 poin atau 0,76% dan ditutup di 14.550,35. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun  16,56  poin  atau  1,05%  di  1,553.69.  Sementara  Nasdaq  Composite  Index  <.IXIC>  turun  36,26  poin  atau  1,11%  ke  3.218,60.  Meskipun  demikian, pasar melihat saham masih berpeluang untuk menguat. 

• Indeks saham Eropa terkoreksi 0,9% untuk ditutup di 1.193,30 sehari setelah mencatat naik 1,3%. 

• Brent <LCOc1> merosot $3,58 dan ditutup di $107,11 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> turun $2,74 di $94,45. Stok minyak mentah  AS  tercatat  naik  2,7  juta  barel  di  pekan  lalu,  berdasarkan  laporan  dari  U.S.  Energy  Information  Agency (EIA), di  atas  ekspektasi  terjadi  kenaikan 2,2 juta barel. Kenaikan tersebut telah menempatkan stok minyak menjadi 388,62 juta barel, level tertingiinya sejak 1990 dan  mendekati 391,9 juta barel yang dicapai pada 1982, tahun dimana EIA memulai mendata stok minyak mingguan. 

• Indeks  dolar,  barometer  untuk  nilai  tukar  dolar  terhadap  sejumlah  rival  utamanya,  turun  0,2%  ke  82,74.  Euro  naik  0,2%  ke  $1,2847,  sementara terhadap yen, dolar jatuh 0,5% ke 92,99 yen. 

• ECB  dan  BOJ  keduanya  diprediksi  akan  memberikan  pengumuman  mengenai  kebijakan  moneternya  pada  hari  Kamis  ini  usai  sidang  regulernya. Data ekonomi zona euro yang belakangan dirilis buruk, pertikaian politik di Italia dan keprihatinan terhadap masalah Siprus  nampaknya akan mendorong Presiden ECB Mario Draghi untuk memberikan pernyataan yang bernada dovish (lunak) dalam testimoninya. 

• Sementara  itu  BOJ  diprediksi  akan  meningkatkan  pembelian  obligasi  dan  memperpanjang  masa  jatuh  tempo.  Ekspektasi  adanya  pelonggaran lebih lanjut telah mendorong indeks Nikkei Jepang untuk naik sekitar 3% pada hari Rabu dan mencatat kenaikan terbesar  satu hari selama hampir dua bulan terakhir. 

• Treasury AS untuk tenor 10 tahun tercatat naik 13/32 dengan yield 1,8158 persen. 

• Harga emas jatuh ke level terendah 9 bulan dipicu jatuhnya harga minyak lebih dari 1% dan koreksi tajam pada ekuitas AS. Emas merosot  di bawah $1.550 per ons untuk pertama kalinya dalam tahun ini. Harga emas tercatat turun 1,2% ke $1.555,89 per ons, setelah mencatat  intraday low di $1.549,69 yang merupakan level terendahnya sejak 28 Juni 2012. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  anjlok  ke  level  terendah  dalam  sembilan  bulannya  Rabu  lalu,  anjlok  lebih  dari  1  persen  karena  melemahnya  harga  crude  dan  penurunan tajam pada ekuitas yang memicu aksi jual dalam aset‐aset.  

• Logam mulia melemah dibawah level $1.550 per ons untuk pertama kalinya tahun ini, karena pembengkakan pasokan crude AS yang juga  menekan pada ketertarikan logam mulia sebagai lindung dari inflasi. 

• "The stock market rally is drawing off a tremendous amount of investment interest from the precious metals market. It could get a very  sharp downside reaction to possibly to $1,400 before we find support," kata Frank McGhee, head precious metals trader pada Integrated  Brokerage Services LLC.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak melemah 3 persen pada sesi perdagangan Rabu, penurunan yang terjadi pada sesi perdagangan Rabu adalah penurunan  harian paling tajam dalam lima bulan terakhir, seiring cadangan minyak U.S. crude meningkat dengan persedian terbanyak sejak tahun  1990 dan melemahnya data perekonomian cukup berdampak terhadap prospek demand terhadap minyak. 

• Kontrak berjangka Brent crude oil untuk periode Mei ditutup melemah sebesar 3.58 dollar dengan nilai 107,11 dollar per barel, salah satu  persentase  penurunan  harian  terbesar  sejak  3  November.  Selama  sesi  perdagangan  harga  Brent  sempat  menyetuh  level  penutupan  perdagangan terendah empat bulan dengan nilai 106,78 dollar per barel. 

• U.S.  crude  ditutup  melemah  2,74  dollar  dengan  nilai  94,45  dollar  per  barel,  setelah  sempat  melemah  dengan  nilai  terendah  94,18.  Pergerakan harga ditutup di bawah MA‐ 50 hari dengan nilai 94,64 dollar, indikator tehnikal yang diperhatikan dan dianggap penting oleh  para trader. 

• Sesi  perdagangan  dimulai  berdekatan  dengan  rilis  data  U.S.  private‐sector  employment  dari  payrolls  processor  ADP  menunjukkan  perekrutan tenaga kerja periode Maret di bawah ekspektasi. 


EURO ZONE
• Tingkat  pada  consumer  price  inflation  dalam  17  negara  yang  menggunakan  euro  melemah  pada  basis  tahunan  1.7  persen  dalam  bulan  Maret,  menurut  perkiraan  pertama dari lembaga statistik Uni Eropa Eurostat Rabu lalu.  

• Gambaran inflasi yang bersamaan dengan ekspektasi, dengan 40 polling ekonom oleh Reuters mengekspektasi rata‐rata perkiraan sebesar 1.7 persen, dan turun tipis  dari 1.8 persen tingkat inflasi bulan Februari.  

• Perekonomian Italia kemungkinan untuk kontraksi 1.5 persen atau 1.6 persen tahun ini, yang lebih dari perkiraan pemerintah yang hanya dua minggu lalu, Treasury  Undersecretary Gianfranco Polillo mengatakannya.  

• Negara dengan ekonomi terbesar ketiga dalam zona tersebut telah anjlok untuk rangkaian enam kuartalan, resesi terpanjang untuk 20 tahun, dan ekspektasi akan  mengalami recover berikutnya tahun ini yang telah berkurang karena data ekonomi bulanan yang masih turun. 

• Krisis Siprus dapat menunjukkan Yunani ke  dalam  resesi yang  makin  mendalam tahun  ini, kepala dari grup bisnis terbesar Yunani mengatakannya,  yang mendesak  pertumbuhan yang mendorong pemikiran kembali dari program bailout negara.  

• "Greece is directly affected by the Cyprus crisis and based on some estimates this may chop up to one percentage point off GDP (gross domestic product)," Dimitris  Daskalopoulos, kepalda dari Hellenic Federation of Enterprises (SEB), mengatakannya pada para reporter.


U.K.
• Rilis data ekonomi AS yang berada di bawah ekspektasi telah berhasil memicu rebound sterling terhadap dolar pada hari Rabu meskipun masih relatif terbatas, menyusul kondisi  ekonomi Inggris yang masih lemah dan prospek berlanjutnya kebijakan moneter longgar.  

• Pelaku pasar masih terlihat menahan diri sebelum munculnya keputusan hasil sidang reguler BoE hari Kamis ini, dan juga pernyataan dari ECB dan BOJ. 

• Data PMI sektor jasa Inggris yang akan dirilis hari Kamis ini diperkirakan akan memberikan petunjuk apakah ekonomi Inggris telah terseret kedalam resesi di kuartal pertama. 

• Sterling menguat 0.3% di $1.5145, setelah berhasil rebound dari level terendah 2 pekan di $1.5075 usai rilis data PMI sektor jasa dan data pekerjaan sektor swasta AS yang lebih  rendah dari perkiraan memicu tekanan jual pada dolar. 

• Namun kondisi ekonomi Inggris yang masih suram nampaknya akan membatasi penguatan sterling. Sebuah survey pada Rabu kemarin menunjukkan sektor konstruksi Inggris  mengalami kontraksi untuk ketiga kalinya secara berturutan di periode Maret, menambah prospek buruk ekonomi negara tersebut pasca rilis data manufaktur pada hari Selasa  yang mengecewakan. 

• Meskipun  pasar  memprediksi  BoE  akan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  pada  sidangnya  hari  Kamis  ini,  namun  bank  sentral  nampaknya  akan  melanjutkan  langkah  pembelian aset di bawah program quantitative easing (QE) di bulan Mei atau Juni. 

• Sementara  itu  sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkansterling  diprediksi  melemah  ke  $1.49  dalam  3  bulan  dan  ke  $1.48  dalam  12  bulan  menyusul  langkah  BoE  untuk  mendorong pertumbuhan ekonomi. 

• Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi mendorong kenaikan  dolar  karena  hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program  pembelian  asetnya.  


AUSTRALIA
• Cina dan Australia akan meluncurkan perdagangan langsung antara dua mata uang di Shanghai dan Sydney dalam mingguannya untuk menurunkan biaya  transaksi perdagangan, sumber bank asing dengan pengetahuan langsung dari masalah mengatakan pada Reuters Rabu lalu.  

• Kesepakatan mata uang baru akan mengurangi spread antara dollar AS dan Australian dollars <AUD=> dari biaya konversi antara yuan dan Aussie dollar.  

• Defisit perdagangan Australia telah melemah lebih dari $1 milyar dan permintaan untuk sumber mineral mengimbangi kenaikan pada sektor manufaktur  dan jasa Cina yang berlanjut untuk ekspansi.  

• Defisit  perdagangan  nasional  sebesar  $178  juta  bulan  Februari,  dari  defisit  $1.215  milyar  sebulan  sebelumnya,  data  resmi  menunjukkannya  Rabu  sebelumnya.  

• Penjualan rumah baru anjlok 5.3 persen pada Februari, yang membalikkan kenaikan dalam empat bulannya.  

• Laporan terakhir Housing Industry Association menemukan penjualan pada rumah yang berdiri sendiri melemah empat persen, sementara itu penjualan  unit‐unit baru dan apartemen turun 11 persen.  


SWISS
• Setelah berhasil terapresiasi di atas 0.9500 franc, dolar kembali terkoreksi meskipun masih relatif terbatas. Dolar terakhir tercatat melemah 0.4% ke sekitar  0.9445 franc setelah data ekonomi AS dirilis melemah di bawah ekspektasi pasar. 

• Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks sektor jasa di bulan Maret tercatat turun ke level terendah sejak Agustus, dan dirilis di bawah ekspektasi  pasar.  Sedangkan  data  lain  menunjukkan  ADP  National  Employment  Report  melaporkan  penurunan  jumlah  pekerjaan  yang  tersedia  di  sektor swasta di bulan Maret, dimana data juga dirilis di bawah ekspektasi pasar. Kedua data mengindikasikan proses pemulihan ekonomi AS nampaknya sedang 
mengalami hambatan. 

• Sementara itu, siring dengan posisi zona euro sebagai mitra dagang utama Swiss, maka pasar akan mencermati hasil sidang reguler ECB nanti malam. Bank sentral Eropa tersebut diprediksi akan mempertahankan suku bunganya di level terendahnya 0.75%. 

• Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi mendorong  kenaikan  dolar  karena  hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program pembelian asetnya.

Wednesday, April 3, 2013

Headline News 03.04.13


US & GLOBAL
• Bursa  saham  dunia  menguat  pada  hari  Selasa,  dengan  indeks  S&P  500  mendekati  level  all‐time  high,  sementara  dolar  rally  dari  level  terendah 1 bulan terhadap yen seiring ekspektasi Bank of Japan akan mengumumkan kelanjutan kebijakan moneter longgar pekan ini. 

• Emas  jatuh  ke  level  terendah  2‐1/2  minggu,  tertekan  oleh  penguatan  dolar  dan  sikap  investor  yang  menjauhi  aset  aman  resiko  dan  membeli saham. Komoditas lainnya juga merosot, dengan tembaga jatuh ke level terendah 7 bulan akibat kekhawatiran terhadap kondisi  ekonomi global. 

• Investor  akan  mencermati  hasil  keputusan  kebijakan  dari  sidang  BOJ  dan  ECB,  bersamaan  dengan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS  untuk  periode Maret pada hari Jumat. 

• Di Wall Street,  saham‐saham mengalami  rebound pasca koreksinya di hari Senin. Saham sektor kesehatan menguat menyusul  prospek  cerah  laporan  labanya  setelah  pemerintah  AS  membatalkan  rencana  untuk  mengurangi  pembayaran  bagi  asuransi  swasta  Medicare  Advantage,  dan  menggantinya  dengan  menaikkan  pembayaran  3.3%.  Berita  bahwa  Siprus  menyimpulkan  pembicaraan  bailout  telah  menambah keuntungan. 

•  Dow Jones industrial average <.DJI> naik 89.16 poin atau 0.61% ke 14,662.01. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 8.08  poin atau 0.52% ke 1,570.25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 15.69 poin atau 0.48% ke 3,254.86.   

• Saham  Eropa  rally  setelah  terkoreksi  dalam  dua  minggu,  didorong  oleh  Vodafone  terhadap  rumor  adanya  tawaran  multi‐miliar  pound  untuk kelompok telekomunikasi Inggris. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> naik 1.3% untuk ditutup di 1203.79. Sedangkan indeks ekuitas  dunia dalam MSCI naik 0.4% ke 359.84. 

• Dolar  naik  0.2%  ke  93.39  yen.  BOJ  memulai  sidang  2  harinya  pada  hari  Rabu  ini  dan  secara  luas  diperkirakan  akan  meningkatkan  pembelian obligasi dan memperpanjang jatuh tempo dari obligasi yang dibeli di bawah kepemimpinan gubernur baru, Haruhiko Kuroda.  

• Euro jatuh 0.2% ke $1.2816 setelah Markit's Eurozone Manufacturing PMI turun di bulan Maret menjadi 46.8 dari 47.9 di bulan Februari,  merupakan kali ke‐20 untuk indekx berada di bawah angka 50 yang mengisyaratkan sektor mengalami kontraksi. 

• Data tersebut akan memperkuat ekspektasi bahwa Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memberikan pernyataan yang lebih  dovish  pada  pertemuan  outlook  kebijakan  moneter  ECB  pada  hari  Kamis  dan  dapat  memberikan  petunjuk  mengenai  kemungkinan  terjadinya pemangkasan suku bunga. 

• Harga emas menembus intraday high di $1,603.60 per ons sebelum akhirnya turun dan bergerak di sekitar $1,575 per ons, turun dari  posisi Senin di $1,598.40. Emas sempat menyentuh intraday low di $1,573.39, level terendahnya sejak 8 Maret. 

• Harga minyak turun karena pasokan cukup dan kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa melebihi prospek  permintaan kuat di Asia. Brent <LCOc1> turun 39 sen ke $110.69 per barel. U.S. crude  <CLc1> naik 12 sen ke $97.19 per barel.  

• Harga obligasi pemerintah mengalami penurunan dengan Treasury AS tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield naik ke 1.862 persen dari  1.84 persen di hari Senin sebelumnya. Bund futures Jerman juga terkoreksi. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  melemah  1.5  persen  Selasa  lalu,  penurunan  harian  terbesar  yang  lebih  dari  satu  bulannya,  karena  optimisme  ekonomi  yang  mendorong ekuitas AS yang mendekati level tertinggi dan pelemahan dalam ketertarikan pada safe haven emas. 

• Perak anjlok hampir 3 persen ke level terendah delapan bulan, dan grup logam platinum turun tajam, mengabaikan tingginya hasil dari  penjualan otomotif AS. 

• "The hot money is going toward the S&P 500 right now," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management, yang  terlihat mengelola lebih dari $1 milyar dalam aset‐asetnya.  


US & GLOBAL
• Bursa  saham  dunia  menguat  pada  hari  Selasa,  dengan  indeks  S&P  500  mendekati  level  all‐time  high,  sementara  dolar  rally  dari  level  terendah 1 bulan terhadap yen seiring ekspektasi Bank of Japan akan mengumumkan kelanjutan kebijakan moneter longgar pekan ini. 

• Emas  jatuh  ke  level  terendah  2‐1/2  minggu,  tertekan  oleh  penguatan  dolar  dan  sikap  investor  yang  menjauhi  aset  aman  resiko  dan  membeli saham. Komoditas lainnya juga merosot, dengan tembaga jatuh ke level terendah 7 bulan akibat kekhawatiran terhadap kondisi  ekonomi global. 

• Investor  akan  mencermati  hasil  keputusan  kebijakan  dari  sidang  BOJ  dan  ECB,  bersamaan  dengan  rilis  data  ketenagakerjaan  AS  untuk  periode Maret pada hari Jumat. 

• Di Wall Street,  saham‐saham mengalami  rebound pasca koreksinya di hari Senin. Saham sektor kesehatan menguat menyusul  prospek  cerah  laporan  labanya  setelah  pemerintah  AS  membatalkan  rencana  untuk  mengurangi  pembayaran  bagi  asuransi  swasta  Medicare  Advantage,  dan  menggantinya  dengan  menaikkan  pembayaran  3.3%.  Berita  bahwa  Siprus  menyimpulkan  pembicaraan  bailout  telah  menambah keuntungan. 

•  Dow Jones industrial average <.DJI> naik 89.16 poin atau 0.61% ke 14,662.01. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 8.08  poin atau 0.52% ke 1,570.25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 15.69 poin atau 0.48% ke 3,254.86.   

• Saham  Eropa  rally  setelah  terkoreksi  dalam  dua  minggu,  didorong  oleh  Vodafone  terhadap  rumor  adanya  tawaran  multi‐miliar  pound  untuk kelompok telekomunikasi Inggris. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> naik 1.3% untuk ditutup di 1203.79. Sedangkan indeks ekuitas  dunia dalam MSCI naik 0.4% ke 359.84. 

• Dolar  naik  0.2%  ke  93.39  yen.  BOJ  memulai  sidang  2  harinya  pada  hari  Rabu  ini  dan  secara  luas  diperkirakan  akan  meningkatkan  pembelian obligasi dan memperpanjang jatuh tempo dari obligasi yang dibeli di bawah kepemimpinan gubernur baru, Haruhiko Kuroda.  

• Euro jatuh 0.2% ke $1.2816 setelah Markit's Eurozone Manufacturing PMI turun di bulan Maret menjadi 46.8 dari 47.9 di bulan Februari,  merupakan kali ke‐20 untuk indekx berada di bawah angka 50 yang mengisyaratkan sektor mengalami kontraksi. 

• Data tersebut akan memperkuat ekspektasi bahwa Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memberikan pernyataan yang lebih  dovish  pada  pertemuan  outlook  kebijakan  moneter  ECB  pada  hari  Kamis  dan  dapat  memberikan  petunjuk  mengenai  kemungkinan  terjadinya pemangkasan suku bunga. 

• Harga emas menembus intraday high di $1,603.60 per ons sebelum akhirnya turun dan bergerak di sekitar $1,575 per ons, turun dari  posisi Senin di $1,598.40. Emas sempat menyentuh intraday low di $1,573.39, level terendahnya sejak 8 Maret. 

• Harga minyak turun karena pasokan cukup dan kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa melebihi prospek  permintaan kuat di Asia. Brent <LCOc1> turun 39 sen ke $110.69 per barel. U.S. crude  <CLc1> naik 12 sen ke $97.19 per barel.  

• Harga obligasi pemerintah mengalami penurunan dengan Treasury AS tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield naik ke 1.862 persen dari  1.84 persen di hari Senin sebelumnya. Bund futures Jerman juga terkoreksi. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  melemah  1.5  persen  Selasa  lalu,  penurunan  harian  terbesar  yang  lebih  dari  satu  bulannya,  karena  optimisme  ekonomi  yang  mendorong ekuitas AS yang mendekati level tertinggi dan pelemahan dalam ketertarikan pada safe haven emas. 

• Perak anjlok hampir 3 persen ke level terendah delapan bulan, dan grup logam platinum turun tajam, mengabaikan tingginya hasil dari  penjualan otomotif AS. 

• "The hot money is going toward the S&P 500 right now," kata Jeffrey Sica, chief investment officer pada SICA Wealth Management, yang  terlihat mengelola lebih dari $1 milyar dalam aset‐asetnya.  


EURO ZONE
• Tingkat pengangguran zona euro stabil pada 12.0 persen bulan Februari, kantor statistik Uni Eropa Eurostat mengatakannya Selasa lalu, yang mana  dapat menambah tekanan untuk pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central Bank.  

• Jumlah bulan Februari bersamaan dengan ekspektasi dari polling ekonom oleh Reuters, dan masih unchanged dari gambaran bulan Januari, yang  mana Eurostat merevisi naik menjadi 12.0 persen.  

• Inflasi  Jerman  turun  ke  level  terendahnya  yang  lebih  dari  dua  tahun    pada  bulan  Maret,  kebanyakan  berkenaan  dengan  murahnya  energi,  dan  bertahan dibawah target European Central Bank untuk rangkaian tiga bulannya.  

• Data awal yang dirilis dari kantor Statistik Selasal lalu menunjukkan consumer prices naik menjadi 1.4 persen pada basis tahunan pada bulan Maret,  kenaikan terkecilnya sejak bulan Desember 2010.  

• Menteri  keuangan  Siprus  Michael  Sarris  berhenti  Selasa  lalu  setelah  menyimpulkan  pembicaraan  dengan  foreign  lenders  pada  bailout  yang  memaksa negara untuk menekan yang belum pernah terjadi sebelumnya kerugian pada bank depositors dengan imbalan bantuan.  


U.K.
• Sterling memperdalam koreksinya pada hari Selasa setelah data ekonomi Inggris kembali dirilis mengecewakan, menambah resiko untuk terjadinya resesi  berikutnya.  Sterling  awalnya  tertekan  setelah  data  indeks  PMI  manufaktur  Inggris  hanya  naik  ke  48.3  di  bulan  Maret  dari  47.9  di  bulan  Februari,  yang  mengisyaratkan  sektor  masih  mengalami  kontraksi.  Sementara  data  lain  menunjukkan  mortgage  approvals  turun  untuk  kedua  kalinya,  menunjukkan  melemahnya pasar perumahan Inggris. 

• Sterling terkoreksi hingga menembus di bawah $1.51 dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.5105, atau turun 0.8% dibanding penutupan New York hari  Senin. 

• Tidak seperti data sektor manufaktur, data PMI sektor jasa Inggris yang akan dirilis hari Kamis diperkirakan akan menunjukkan terjadinya ekspansi, dimana  akan memberikan sejumlah harapan unutk terhindarnya ekonomi dari resesi ketiganya. Pasar juga memprediksi BoE akan mempertahankan suku bunga  dan menahan diri dari langkah pembelian aset ketika mengadakan sidang regulernya hari Kamis dan hal ini berpeluang memicu rebound sterling dalam  jangka pendek. 

• Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi  mendorong  kenaikan  dolar  karena hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program  pembelian asetnya.


JAPAN
• Gubernur  Bank  of  Japan  yang  baru  Haruhiko  Kuroda  mengatakan  dia  menginginkan  mengkombinasikan  dua  skema  perbedaan  yang  digunakan bank sentral untuk membeli obligasi pemerintah, yang memperkuat ekspektasi pada keberanian stimulus moneter kedepannya  pada policy‐setting meeting hari Kamis.  

• Kombinasi dua skema akan membuat kemudahan untuk BOJ dalam membeli obligasi jangka panjang karena Kuroda terlihat secara agresif  mengekspansi balance sheet bank sentral dan mencapai 2 persen inflasi dalam dua tahun.  


AUSTRALIA
• Pasar  keuangan  tertahan  dari  satu  lagi  tingkat  suku  bunga  yang  bertahan  tahun  ini  oleh  bank  sentral,  yang  mana  terlihat  tanda‐tanda  pada  ekspansi dalam investasi non tambang terhadap ekonomi.  

• Reserve Bank of Australia (RBA) meninggalkan tingkat suku bunga pada level tiga persen untuk bulan lainnya pada meeting dewan gubernur Selasa  lalu, seperti yang banyak diharapkan.  

• Tresuri  Federal  Wayne  Swan  mengatakan  rendahnya  tingkat  suku  bunga  yang  terlihat  sejak  tahun  2011  mengalir  melalui  perekonomian  dan  menguntungkan keduanya untuk keluarga dan bisnis.  

• "Today's  low  interest  rates  will  continue  to  support  sectors  under  pressure  from  global  headwinds,  the  high  dollar  and  a  cautious  consumer,"  katanya dalam suatu pernyataan.  

• Pemilik  rumah  akan  melanjutkan  menyukai  keuntungan  dari  rendahnya  tingkat  suku  bunga,  dengan  Reserve  Bank  of  Australia  memilih  untuk  mempertahankan tingkat suku bunga pada bulan April.  

• RBA menahan tingkat suku bunga pada level tiga persen, sama dengan level terendahnya yang tercatat, pada meeting anggota dewan gubernur  Selasa lalu.  


SWISS
• Aktifitas di sektor manufaktur Swiss mengalami kontraksi di bulan Maret untuk pertama kalinya sejak Desember menyusul perusahaan cemas dengan kondisi  yang kurang stabil di zona euro. Swiss purchasing managers' index (PMI) turun ke 48.3 di bulan Maret dari 50.8 di bulan Februari, lebih rendah dari perkiraan  pasar di 50.2. Ini adalah kali pertama sejak Desember untuk indeks berada di bawah angka 50 yang mengisyaratkan sektor mengalami kontraksi. 

• Sementara  data  lain  yang  belakangan  ini  dirilis  mengisyaratkan  melemahnya  ekonomi  Swiss.  Indikator  KOF,  sebuah  barometer  untuk  melihat  performa  ekonomi Swiss dalam kurun waktu 6 bulan kedepan, juga menurun lebih rendah dari perkiraan di bulan Maret. 

• Rilis  buruk  data‐data  tersebut  ditambah  oleh  menguatnya  bursa  saham  Amerika  telah memicu  tekanan  jual  franc  Swiss  terhadap  dolar.  Meskipun  masih  relatif terbatas, namun dolar berhasil rebound dari level intraday low di 0.9445 franc ke sekitar 0.9490, atau naik 0.3% dibandingkan penutupan New York  hari Senin. 

• Pelaku pasar nampaknya cenderung akan menahan diri hingga dirilisnya data ketenagakerjaan AS hari Jumat nanti. Jika data dirilis optimis, maka berpotensi  mendorong  kenaikan  dolar  karena  hal  tersebut  akan  memperkuat  indikasi  untuk  The  Fed  sebagai  benk  sentral  duni  pertama  yang  mengakhiri  program  pembelian asetnya.