title cover

title cover

Monday, April 15, 2013

Headline News 15.04.13


US & GLOBAL
Komoditas mengalami tekanan jual pada hari Jumat, dengan emas terkoreksi lebih dari 4% ke bawah $1500 per ons, sementara pasar  ekuitas  jatuh  setelah  data  sentimen  konsumen  dan  retail  sales  AS  dirilis  buruk  yang  memperkuat  kekhawatiran  terhadap  lemahnya  ekonomi  AS  yang  akan  membebani  pertumbuhan  ekonomi  global.  Emas  jatuh  ke  level  terendah  sejak  Juli  2011,  tertekan  oleh  draft  rencana Siprus untuk menjual cadangan emasnya sebagai bagian dari bailout oleh para kreditor internasional. Emas saat ini berada sekitar  22% di bawah level puncaknya di $1920,30 per ons yang dicapai pada September 2011. 

Meskipun  terjadi  tekanan  jual  pada  komoditas,  namun  bursa  saham  AS  mampu  memangkas  kerugiannya  di  akhir  sesi  dan  mencatat  keuntungan mingguan terbaik keduanya sepanjang tahun ini. 

Perak pimpin kejatuhan pada harga logam mulia, setelah merosot 5,1%. Komoditas lainnya juga mengalami kejatuhan, dengan Brent oil  <LCOc1>  menembus  level  terendah  8  bulan  hanya  sedikit  di  atas  $101  per  barel  menyusul  prospek  suram  untuk  permintaan  minyak  global. Brent kemudian memangkas kerugiannya dan ditutup di atas $103 per barel. 

Maraknya aksi jual nampaknya terkait pada harga obligasi pemerintah Jepang yang belum menentu, yang telah memaksa para pemegang  obligasi untuk menjual aset lainnya guna memenuhi model dari prtofolio investasi mereka. 

Both the Cypriot plan to sell gold and volatility in the Japanese bond market are most likely behind the gold plunge, kata Jeffrey Sherman,  menejer portofolio komoditas pada DoubleLine Capital LP di Los Angeles.  

Wall Street jatuh setelah Commerce Department melaporkan penjualan ritel AS turun 0,4% di bulan Maret, kontraksi keduanya dalam 3  bulan.  Data  dirilis  lebih  buruk  dari  perkiraan  dan  memicu  kekhawatiran  akan  melemahnya  belanja  konsumen,  indikator  penting  pada  ekonomi AS. 

Data survey sentimen konsumen dari Thomson Reuters/University of Michigan juga turut menekan pasar saham, setelah menunjukkan  penurunan ke level terendah 9 bulan di periode April. 

Anjloknya harga minyak telah menekan saham material dan energi. Hasil laba kuartalan dari JP Morgan Chase & Co <JPM.N> dan Wells  Fargo & Co <WFC.N> yang mengecewakan telah menambah sentimen negatif. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 0,08 poin di 14865,06. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 4,52  poin atau 0,28% di 1588,85. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 5,21 poin atau  0,16% di  3294,95. Dalam  sepekan, Dow  mencatat naik 2,1%, S&P naik 2,3% dan Nasdaq melonjak 2,8%. 

Indeks ekuitas global dalam MSCI jatuh 0,48%, sedangkan indeks saham utama Eropa dalam FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah  0,9% di 1182,10. Bursa saham Eropa mengakhiri rally‐nya selama 4 hari terakhir ditengah keprihatinan masalah ekonomi Siprus dan juga  krisis zona euro. 

Bunds Jerman naik dan diprediksi akan terus naik dalam beberapa sesi kedepan menyusul SIprus kemungkinan akan membutuhkan dana  bailout, mengangkat permintaan pada aset rendah resiko. Bund future <FGBLc1> naik 63 poin di 145,88. 

Harga Treasury AS naik, dengan obligasi tenor 30 tahun naik lebih dari 1 poin dan yield pada obligasi tenor 10 tahun turun ke 1,72 persen.  harga  Treasury  tenor  10  tahun  naik  20/32  dengan  yield  1,7225  persen,  sedangkan  untuk  tenor  30  tahun  naik  1‐19/32  dengan  yield  di  2,9207 persen. 

Sebuah  laporan  dari  Departemen  Tenaga  Kerja  AS  menunjukkan  wholesale  prices  turun  tajam  di  bulan  Maret  dipicu  turunnya  harga  bensin. Indeks harga produsen turun 0,6%, koreksi tertajamnya sejak Mei lalu setelah naik 0,7% di bulan Februari.  

Harga emas turun $71,98 ke $1488,70 per ons. Dolar merosot 0,9% ke 98,77 yen. Brent crude <LCOc1> terkoreksi $1,16 ke $103,11 per  barel, sementara U.S. crude oil futures <CLc1> ditutup melemah $2,22 ke $91,29 per barel.   


GOLD & COMMODITIES
Emas merosot lebih dari 5 persen Jumat lalu, memasuki wilayah bear market karena investor institusi beralih dari emas dalam aset‐aset  safe haven lainnya ditengah permasalahan mengenai aksi jual bank sentral dan merosotnya sentimen. 

Luasnya aksi jual akan menggarisbawahi beberapa eksepektasi bahwa rally turun tajamnya emas kemungkinan mengakhiri kenaikan dalam  12 tahunnya.  

Logam  mulia  anjlok  dibawah  level  $1.500  per  ons  untuk  pertama  kalinya  sejak  Juli  2011.  Emas  mencatatkan  penurunan  mingguan  terbesarnya sejak Desember 2011. 

"The scale of the decline has been absolutely breathtaking. We tried to rally and that just didn't get anywhere ... there hasn't been any  downside support, it's like a knife through butter," analis Societe Generale Robin Bhar mengatakannya. 

"If Cyprus can break the gold market, then (there are) many reasons to be worried, with Slovenia, Hungary, Portugal, Spain and Italy in  line," kata Milko Markov, seorang investment analyst pada S.K. Hart Management.  


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil ditutup melemah ke level terendah perdagangan Sembilan bulan mendekati nilai 101 dollar per barel pada sesi perdagangan Jumat seiring aksi jual yang dilakukan para investor terhadap bursa komoditi memicu pelemahan yang semakin dalam sebesar 3 dollar per barel, namun
indikator minyak dunia melemah cukup signifikan dalam perdagangan New York sesi malam seiring munculnya aksi beli pada level rendah.

Melemahnya kontrak berjangka antar komoditas dimulai pada emas pada hari Jumat setelah logam mulia jatuh di bawah $ 1.500 per ounce untuk pertama kalinya sejak Juli 2011. Kontraksi tak terduga terhadap penjualan ritel AS menambah tekanan pada minyak, biji‐bijian dan logam seiring dolar menguat, dengan investor beralih ke uang tunai.

Pada sesi perdagangan awal, kontrak berjangka Brent crude periode Mei melemah lebih dari 3 dollar per barel hingga menyentuh nilai 101,09 dollar, nilai kontrak terendah sejak bulan Juli. Pelemahan di awal sesi kembali menguat hingga lebih dari 2 dollar per barel sampai sesi penutupan perdagangan, ditutup dengan nilai 103,11 dollar per barel, melemah 1,16 dollar dalam satu hari sesi perdagangan. Brent telah melemah dikisaran
13 persen sejak bulan Februari di tengah ketidakpastian tentang menguatnya permintaan global.

Kontrak berjangka U.S. crude untuk periode Mei ditutup melemah 2,22 dollar per barel dengan nilai 91,29 dollar per barel, meningkat dari sesi
perdagangan awal yang menyentuh level terendah 90,27 dollar per barel. Kontrak berjangka U.S. crude ditutup berada di bawah MA‐200 hari di
level 91,51 dollar per barel.

"There's an underlying anxiety in the crude market about demand growth going forward into the second half of the year," said Andy Lebow, vice
president at Jefferies Bache in New York.

"Gold came off and industrials are really getting hit today. That's part and parcel of the anxiety over global demand growth." .


EURO ZONE
Siprus mempertimbangkan untuk menempatkan dana struktural Uni Eropa untuk penggunaan awal dalam membantu ekonominya yang terserang tetapi tidak meminta bailout  lebih besar dari zona euro dan International Monetary Fund daripada menyetujui 10 milyar euro, pejabat Uni Eropa mengatakannya.  

Presiden Siprus Nicos Anastasiades mengatakan pada reporter di Nicosia bahwa dia akan mengirim surat pada Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso dan Presiden Dewan  Eropa Herman Van Rompuy untuk memberikan bantuan ekstra pada situasi ekonomi yang buruk.  

Inflasi  Spanyol  pada bulan  Maret  ke  level  terendahnya  sejak bulan  Juli,  data  menunjukkannya,  karena  naiknya harga‐harga  melambat  pada  dukungan  turunnya pembelanjaan  konsumen dan rendahnya biaya bahan bakar.  

Consumer prices naik 2.4 persen dalam basis tahunan pada bulan Maret, menurut data dari National Statistics Institute, dibandingkan dengan 2.8 persen pada bulan Februari dan  bersamaan dengan perkiraan polling Reuters.  

"We expect the moderation in prices to continue over the coming months," Sekretaris Ekonomi Fernando Jimenez Latorre mengatakannya dalam konferensi pada data.  

Menteri Keuangan zona euro mengharapkan untuk menyetujui untuk memberikan Irlandia dan Portugal tujuh tahun lebih untuk membayar kembali pinjaman yang mereka terima  dari Uni Eropa, kepala dari grup menteri keuangan mengatakannya.  

"The ministers of the euro group would like to take a definite and positive decision on this extension of the maturities of the loans for seven years, pending the decision of the  ECOFIN colleagues this afternoon," Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada konferensi berita.   

"Of course provided they successfully continue their programme, to be confirmed by the troika."  


U.K.
Sterling masih bergerak mendekati level tertinggi 7 pekan terhadap dolar pada hari Jumat, dipicu permintaan pada mata uang dengan yield lebih tinggi dibanding yen  sejak BOJ meluncurkan program stimulus radikal pekan lalu. Sedangkan terhadap yen, sterling mengalami konsolidasi setelah menembus level tertinggi 3‐1/2 tahun  pada hari Kamis sebelumnya di 153.85 yen. Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5345, atau turun 0,2% dibandingkan penutupan New York hari Kamis.  Sedangkan terhadap yen Jepang, sterling bergerak di sekitar 151,30 yen atau turun lebih dari 1%. 

Investor masih mencemaskan kondisi ekonomi Inggris yang masih rapuh dan kemungkinan BoE untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar dalam beberapa bulan  kedepan. Pasar berspekulasi bahwa BoE kemungkinan akan menaikkan program pembelian aset senilai 375 milyar pound ketika Mark Carney mulai menjabat sebagai  gubernur BoE di bulan Juli mendatang. Jika ini terjadi, maka akan berpotensi menekan sterling. 
  • Namun demikian, investor juga mengantisipasi adanya kemungkinan aksi beli sterling menjelang rilis data PDB‐Q1 Inggris pada 25 April mendatang.  


JAPAN
Seorang diplomat keuangan yang baru ditunjuk mengatakan pada hari Jumat bahwa kebijakan Jepang untuk meningkatkan perekonomian dengan cara mengeluarkan kebijakan  stimulus moneter agresif kemungkinan besar dapat membuka pemahaman baru akan perekonomian pada pertemuan mereka di Washington pekan depan. 

Mitsuhiro Furusawa, wakil menteri keuangan bidang urusan internasional, mengatakan diskusi akan memperpanjang pembahasan tentang dampak dari "perang mata uang" –  topik tentang "perang mata uang” ini mewarnai pertemuan terakhir para pemimpin keuangan G20 di Moskow pada bulan Februari. 

Dia menegaskan bahwa kebijakan Jepang, yang telah menimbulkan kekhawatiran di negara tetangga, Korea Selatan karena melemahnya yen dan berdampak pada para pelaku  eksportir negara itu, tidak ditujukan untuk mempengaruhi harga mata uang. 

"We'll explain that we are doing the utmost to beat deflation and that if it helps the Japanese economy recover, that would contribute to Asia and the world economy,"  Mitsuhiro  Furusawa mengatakan  kepada Reuters dalam sebuah wawancara.  

Jepang dan Amerika Serikat pada hari Jumat menyetujui kesepakatan guna membuka jalan bagi Tokyo untuk bergabung dengan pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan  bebas Asia‐Pasifik. membesarnya materi pakta perekonomian yang diajukan memicu protes dari industri automotif AS.  

Kesepakatan itu membawa Jepang lebih dekat memasuki pembicaraan mengenai Kemitraan Trans‐Pasifik (TPP), dimana Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Peru, Chili, Vietnam,  Malaysia, Singapura, Brunei, Australia dan Selandia Baru berharap bisa menyelesaikan tahun ini. 

Perdana  Menteri  Jepang  Shinzo  Abe  mengatakan  kepada  wartawan  pada  hari  Jumat  setelah  pertemuan  dengan  para  menteri  kabinet,  "I  think  Japan's national  interests  are  protected under this U.S.‐Japan agreement,". 


AUSTRALIA
Treasuri Wayne Swan melanjutkan pembicaraan prospek dari Australia kembali kesurplus dalam anggaran dalam waktu dekat.  

Aliran  pada  efek  dari  krisis  keuangan  global  telah  menjadikan  palu  godam/tekanan  terhadap  pendapatan  perpajakan,  karena  tingginya  Australia  dollar  dan  anjloknya  harga  komoditas.  

"As a result, we're seeing further hits to revenues and it's clear this will be felt right across the forwards," Mr Swan mengatakan pada jamuan makan siang di Sydney minggu ini.  

Treasuri Wayne Swan mendorong bisnis Australia untuk mendapatkan "ahead of the curve" dan mendorong kedepannya lebih besarnya penggunaan pada mata uang Chinese  renminbi (RMB) dalam perjanjian perdagangan.  

Mr Swan menyoroti minggu ini kesepakatan historis antara Australia dan Cina untuk memungkinkan Australian dollar dan setara dengan unit yuan untuk pertama kalinya.  

Blowup dipemerintah yang merilis laporan keuangan yang mengkonfirmasi permasalahan Labor's budget berasal dari pengeluaran daripada kurangnya pendapatan, juru bicara  keuangan oposisi Andrew Robb mengatakannya.  

Dalam laporan keuangan bulanan pemerintah untuk Februari 2013, terdapat defisit uang tunai yang mendasari sebesar $23.646 milyar, yang mana lebih tinggi daripada $17.993  milyar perkiraan dalam pertengahan tahun update bujet yang dirilis pada Oktober.  

Perbedaan $5.713  milyar  utamanya berkenaan  dengan rendahnya  pendapatan  pajak dan tingginya tunjangan kesejahteraan, suatu pernyataan  dari  menteri  keuangan  Penny  Wong mengungkapkannya.


SWISS
Franc  Swiss  merosot  0,9%  terhadap  yen  Jepang  pada  perdagangan hari  Jumat,  mengakhiri  serangkaian  rally‐nya  yang mencapai  8%  sejak  BPJ meluncurkan  program  kebijakan  moneter agresifnya dan keprihatinan seputar konflik Korea Utara. 

Aktifitas di pasar uang terpusat pada yen Jepang sejak BOJ mengkampanyekan program pembelian obligasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Dolar juga menguat sekitar  7%  terhadap yen sejak BOJ menjanjikan prgramnya tersebut pekan lalu untuk menyuntikkan $1,4 triyun kedalam perekonomiannya. 

Meskipun perdagangan bilateral antara Swiss dan Jepang relatif kecil, dengan yen mengalami tekanan, maka franc dipandang sebagai safe haven currency bagi aliran dana yang  keluar dari Jepang. 

Franc terakhir tercatat bergerak di sekitar 106,20 yen, atau naik 0,9% dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Franc telah terapresiasi sekitar 8% sejak BOJ mengumumkan  paket stimulus moneternya pada 4 April lalu.  Terhadap dolar, franc bergerak menguat sekitar 0,2% di sekitar 0,9285 franc. Sedangkan euro melemah 0,2% di sekitar 1,2165 franc. 

Pekan ini pasar akan mencermati data import and producer price index Swiss yang diprediksi turun 0,3% y/y di bulan Maret. Sedangkan untuk basis bulanan diprediksi turun 0,1%  m/m. Data akan dirilis hari Selasa, 16 April 2013.  

Friday, April 12, 2013

Headline News 12.04.13


US & GLOBAL
Pasar  ekuitas  global  naik  untuk  hari  keempat  pada  Kamis  kemarin,  terangkat  oleh  rilis  data  jobless  claims  AS  yang  diluar  dugaan  mengalami penurunan di pekan lalu, sementara harga minyak turun akibat pemangkasan pada proyeksi permintaan global seiring dengan  suplai minyak AS yang menembus level tertinggi selama 2 dekade terakhir. 

Kebijakan pelonggaran moneter agresif Jepang dan indikasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Cina juga turut mengangkat pasar  ekuitas, dengan indeks saham Dow Jones dan S&P 500 mencatat rekor tertinggi penutupannya. 

Penurunan  klaim  pengangguran  sebanyak  42000  menjadi  346000  mampu  meredakan  kekhawatiran  mengenai  buruknya  pasar  tenaga  kerja AS setelah tercatat pertumbuhan pekerjaan yang lemah di periode Maret lalu. 

Menambah optimisme investor adalah meningkatnya prediksi dari eksekutif ritel dan analis untuk penjualan toko yang sama pada bulan  April setelah tertekan awal bulan lalu untuk musim semi karena cuaca dingin. 

Wall  Street  naik  meskipun  adanya  laporan  terjadi  penurunan  penjualan  komputer  sebesar  14%  di  kuartal  pertama,  penurunan  tertajamnya dalam 2 dekade, dimana telah memicu melemahnya saham Microsoft Corp. <MSFT.O>, Hewlett‐Packard Co <HPQ.N> dan  Intel Corp. <INTC.O>.  

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 62,90 poin atau 0,42% di 14865,14. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  5,64 poin atau 0,36% di 1593,37. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 2,90 poin atau 0,09% di 3300,16.   

MSCI's all‐country world index <.MIWD00000PUS> naik 0,62%, sehari setelah membukukan kenaikan terbaik keduanya dalam tahun ini. 

Bursa saham Eropa naik, dengan FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 0,56% di 1192,87. Sedangkan indeks saham blue chip zona  euro yaitu Euro STOXX 50 <.STOXX50E> naik 0,5% di 2674,33. 

Yield obligasi pemerintah Italia dan SPanyol naik akibat aksi ambil untung investor pasca rally harga obligasi belakangan ini. 

Sejak  BOJ  mengumumkan  program  stimulus  radikalnya  sepekan  lalu,  dolar  telah  naik  7%,  yield  pada  obligasi  pemerintah  negara  maju  turun dan indeks ekuitas dunia MSCI menembus level tertinggi sejak Juni 2008. 

Adapun kenaikan terkini pada ekuitas berkat indikasi adanya pemulihan ekonomi di Cina dan oleh indikasi pekan lalu bahwa ECB akan  memangkas suku bunganya. 

Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield 1,7913%. 

Harga  minyak  Brent  turun dibawah $105  per  barel,  mendekati  level  terendah  8  bulan,  setelah  pasar  memangkas  proyeksi  permintaan  minyak global dan stok minyak mentah AS meningkat ke level tertingginya selama lebih dari 2 dekade terakhir. Harga minyak berjangka  Brent untuk pengiriman Mei ditutup melemah $1,52 di level $104,27 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS turun $1,13  ke $93,51 per barel. 

Dolar bergerak di sekitar level tertinggi 4 tahun terhadap yen, dan diprediksi akan segera menembus di atas 100 yen seiring rencana BOJ  untuk membeli obligasi guna mendongkrak perekonomiannya. Dolar sendiri telah gagal untuk naik di atas 100 yen sejak April 2009. Dolar  terakhir tercatat naik 0,06% di 99,83 yen. 

Emas naik berkat aksi bargain hunting yang dipicu melemahnya dolar, setelah terkoreksi tajam di sesi sebelumnya akibat kemungkinan  adanya penjualan emas oleh Siprus dan ketidakpastian mengenai program stimulus moneter The Fed. Namun, peningkatan pada ekonomi  AS dan pasar ekuitas akan membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek kedepan. Harga emas naik 0,4% ke $1564,10 per ons,  setelah berhasil rebound dari level terendah 1 pekan di $1553,10.   


GOLD & COMMODITIES
Emas naik Kamis lalu karena penurunan dalam dollar yang dipicu aksi bargain hunting setelah penurunan tajam sehari sebelumnya dari  berita kemungkinan penjualan emas oleh Siprus dan ketidakpastian berkenaan dengan stimulus moneter the Fed

Membaiknya outlook ekonomi AS dan rally pada pasar ekuitas, dapat menekan harga emas dalam jangka pendek, kata para analis.   

"Regardless of Fed policy, there are many more attractive assets to profit on than gold right now. It looks like the trade right now is buy  S&P and sell gold," kata Mihir Dange, COMEX gold options floor trader untuk Arbitrage LLC.  


OIL & COMMODITIES
Pergerakan harga minyak ditutup melemah pada sesi perdagangan setelah the International Energy Agency (IEA) memangkas perkiraan akan pertumbuhan permintaan terhadap minyak pada tahun ini, sebuah badan terbesar ketiga di dunia yang ahli akan memperkirakan pertumbuhan permintaan disaat meningkatnya pertumbuhan persedian akan minyak.

IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk bulan ketiga berturut‐turut. U.S. Energy Information Administration (EIA) dan Organisasi Negara‐negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga merevisi perkiraan mereka menjadi lebih rendah dalam minggu ini.

Dampak pertumbuhan ekonomi di AS, negara‐negara berkembang dan resesi yang terjadi di Eropa telah mengikis permintaan terhadap bahan bakar pada saat produksi minyak telah meningkat pesat, khususnya di Amerika Utara.

"There's an ongoing process of acknowledging that the underlying fundamentals are not supporting prices," ucap Timothy Evans,energy analyst di Citi Futures Perspectives, New York.

IEA merilis data pada hari Rabu bahwa persedian U.S. crude oil menguat pada pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi akan persedian minyak sejak tahun 1990.

"I'm going to go out on a limb here and say that any time a market has a 22‐year high in inventories, it's not a bull market," ucap Evan.

Harga Brent melemah lebih tajam dibandingkan dengan harga U.S. crude, mempersempit spread antara Brent dan U.S. West Texas Intermediate pada level penutupan terendah 10,59 dollar di satu titik pada sesi perdagangan Kamis, sebelum ditutup dengan nilai 10,76 dollar.

Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei ditutup melemah 1,52 dollar dengan nilai 104,27 dollar per barel, setelah sempat menyentuh sesi nilai terendah 103,70 dollar. Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei akan berakhir pada sesi perdagangan Senin.

Kontrak berjangka U.S. crude untuk periode Mei ditutup melemah 1,13 dollar dengan nilai 93,51 dollar per barel, jauh di bawah MA‐50 hari dengan nilai 94,33 dollar, sempat melemah hingga 93,06 dollar selama sesi perdagangan kemarin. 

EURO ZONE
Para ekonom telah memangkas dengan tajam ekspektasi untuk pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini, saat ini terlihat kontraksi 0.4 persen dibandingkan dengan prediksi  penurunan 0.1 persen hanya tiga bulan yang lalu, polling Reuters menunjukkannya.  

Survei  lebih  dari  60  ekonom  juga  memprediksi  tingkat  pengangguran  zona  euro,  sudah  direkor  tertingginya,  telah  mendorong  kenaikan  kedepannya  dan  kemungkinan  akan  mencapai puncaknya hingga akhir tahun ini dan awal tahun 2014.  

Perkembangan kebijakan moneter European Central Bank masih akommodatif, karena perekonomian zona euro diekspektasi untuk recover secara bertahap dalam semester kedua  tahun ini, ECB mengatakannya.  

ECB juga mengatakan dalam bulletin bulanannya bahwa ekspektasi inflasi dalam wilayah euro masih menguat bersamaan dengan tujuan untuk menjaga tingkat inflasi dibawah  tetapi dekat dengan 2 persen dalam jangka menengah.  

Consumer prices Perancis naik tipis dengan cepat pada bulan Maret daripada ekspektasi meksipun inflasi masih tenang karena goyahnya permintaan pada negara dengan ekonomi  terbesar kedua dalam zona euro.      

Consumer prices naik 0.8 persen pada Maret dari bulan sebelumnya, yang membawa tingkat inflasi 1.1 persen dalam 12 bulan, lembaga statistik resmi INSEE mengungkapkannya.  

Tingkat pengangguran Yunani  mencatatkan  rekor barunya  sebesar  27.2  persen pada  Januari,  data  menunjukkannya, menggambarkan dalamnya  resesi  negara  tersebut  setelah  tahun‐tahun penghematan yang dikenakan dibawah international bailout.  

Tingkat pengangguran hampir tiga kali lipat sejak krisis negara berkembang tahun 2009, dan lebih daripada dua kali lipat rata‐rata tingkat pengangguran zona euro yang terjadi 12  persen. Gambaran terakhir naik dari revisi 25.7 persen pada bulan Desember, jasa statistik negara ELSTAT mengatakannya.  


U.K.
Sterling menembus level tertinggi 7 pekan terhadap dolar dan level puncak 3‐1/2 tahun terhadap yen pada hari Kamis, terangkat oleh minat beli investor pada aset  beresiko dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi. 

Optimisme bahwa ekonomi Inggris akan terhindar dari resesi, menyusul rilis positif data industrial output sebelumnya, juga turut memberi dukungan bagi penguatan  sterling.  Sedangkan  program  pelonggaran  moneter  BOJ  juga  telah  mendorong  investor  untuk  memburu  mata  uang  selain  yen.  Namun  penguatan  sterling  masih  berpotensi terbatas seiring kekhawatiran terhadap masih rapuhnya kondisi ekonomi Inggris dan kemungkinan BoE melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. 

Sterling  menembus  level  tertinggi  3‐1/2  tahun  terhadap  yen  setelah  mencatat  intraday  high  di  153,85  yen,  naik  sekitar  10%  sejak  pekan  lalu  ketika  BOJ  mengumumkan rencana stimulus radikalnya. 

Sterling menyentuh level puncak 7 pekan di $1,5411 terhadap dolar, level tertingginya sejak 20 Februari, sebelum akhirnya memangkas keuntungannya dan mencatat  naik 0,4% di sekitar $1,5390. 

Sterling diprediksi tidak akan menguat secara signifikan sebelum rilis BoE minutes pekan depan, dimana pelaku pasar akan mencermatinya untuk melihat prospek  kelanjutan dari quantitative easing. Tiga anggota BoE, termasuk gubernur Mervyn King, telah mendukung untuk dilanjutkannya pelonggaran moneter dalam 2 bulan  terakhir. 


JAPAN
Menurut Reuter dalam jajak pendapat yang dilakukan dengan cukup cepat terhadap banyak analis yang dilaksanakan setelah bank sentral mengejutkan para pelaku bursa dengan  kebijakan moneternya yang cukup radikal bahwa kebijakan besar BoJ akan stimulus moneternya menarik perekonomian yang dalam dua dekade terakhir terlihat tidak sehat,  telah merubah prospek akan aset‐aset Jepang. 

"As the BOJ's 'new dimension of monetary easing' has changed where the Japanese market is heading, we should reset our targets in order to maintain our bullish stance on the  Japanese stocks," ucap Kyoya Okazawa, head of global equities dan commodity derivativesdit BNP Paribas, Tokyo.  

"The BOJ's easing has take the markets into an entirely 'new stage', so I believe we too will need to adjust our target accordingly."     

Data machinery orders Jepang yang dirilis pada hari Kamis menguat 7,5 % pada bulan Februari, rebound dari penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya, namun tidak cukup  untuk mempengaruhi tren secara keseluruhan. 

Kenaikan ini sedikit lebih besar dari yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires dan Nikkei, yang memperkirakan rata‐rata bahwa data core  orders meningkat 7,0% dari bulan sebelumnya. Data core orders turun 13,1% pada bulan Januari. 

Dibandingkan dengan tahun lalu, data core orders yang belum disesuaikan jatuh sebesar 11,3 % 

“This  month  was  a  rebound  from  the  considerable  fall  last  month,"  ucap  pejabat  pemerintahan  kepada  wartawan  dalam  sebuah  briefing "Our  assessment  is  still  that  (the  indicator) is gradually recovering." 



AUSTRALIA
• Tresuri Wayne Swan menolak mengulang permintaan bank sentral untuk tidak membayar pemerintah federal deviden finansial tahun ini.

• Reserve Bank of Australia (RBA) menghasilkan keuntungan $1.1 milyar tahun 2011/12, utamanya dari interest income.

• Ingin mentransfer semua dana untuk Reserve Bank Reserve Fund (RBRF) setelah dana kehilangan nilainya karena tingginya dollar Australia.

• Lonjakan tiba‐tiba pada tingkat pengangguran Australia ke level terburuknya sejak krisis keuangan global telah memicu kekhawatiran mengenai ekonomi dan dapat mendorong Reserve Bank untuk memangkas tingkat suku bunga.

• Tingkat pengangguran naik pada bulan Maret menjadi 5.6 persen –hanya dibawah puncak GFC dilevel 5.9 persen yang tercatat pada bulan Juni 2009 – setelah jumlah lapangan kerja baru anjlok tidak seperti ekspektasi sebesar 36.100.

• Tetapi pemerintah federal mengatakan pasar tenaga kerja masih kuat dan tingkat pengangguran masih kurang dari setengahnya Eropa yang besarannya 12 persen dan rata‐rata OECD pada delapan persen.

SWISS
Swiss  National  Bank  tetap  siap  untuk  mempertahankan  batasan  nilai  tukar  minimum  EUR/CHF  di  level  1,20  franc  yang  telah  ditetapkan  pada  2011  lalu,  demikian penegasan dari anggota SNB Fritz Zurbruegg. SNB siap untuk melakukan intervensi jika diperlukan. Hal ini berarti SNB akan menaikkan cadangan  devisanya  lebih  lanjut.  Data  bulan  Maret  menunjukkan  cadangan  forex  SNB  naik  menjadi  438,3  miliar  franc  Swiss  ($470,53  milyar)  karena  kekhawatiran  tentang krisis Siprus mendorong mata uang Swiss naik. SNB juga mengakui bahwa krisis zona euro masih menimbulkan ancaman bagi mata uang Swiss. SNB  tidak memiliki rencana untuk membeli atau menjual emas, dimana bank sentral memiliki 1040 ton pada akhir tahun, senilai hampir 50,8 miliar franc Swiss,  atau sekitar lebih dari 10 persen dari total aset SNB senilai 499,4 milyar franc. 

Dolar  merosot  ke  level  terendah  6  pekan  terhadap  franc  Swiss  di  0,9278,  dan  terakhir  tercatat  melemah  0,2%  di  sekitar  0,9305  franc.  Sedangkan  euro  beregrak relatif stabil terhadap franc ke sekitar 1,2195. 

Thursday, April 11, 2013

Headline News 11.04.13


US & GLOBAL
Data  impor  Cina  mendorong  naiknya  bursa  saham  global  pada  hari  Rabu,  dengan  2  indeks  utama  AS  ditutup  di  level  tertingginya,  sementara  paket  stimulus  ekonomi  Jepang  terus  memicu  tekanan  jual  pada  yen,  menuntunnya  ke  level  terendah  multi  tahunannya  terhadap dolar dan euro. 

Bursa saham AS awalnya tertekan oleh laporan minutes dari sidang terkono The Fed, namun investor kemudian mengabaikannya. Sebagai  gantinya, investor lebih mengacu pada hasil rilis data ekonomi Cina yang mana telah memberikan sentimen positif di pasar saham. Impor  untuk sejumlah komoditas utama di Cina mengalami rebound di bulan Maret, mengisyaratkan meningkatnya permintaan domestik untuk  memacu pertumbuhan di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut. 

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 128,78 poin atau 0,88% di 14802,24. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 19,12 poin  atau 1,22% di 1587,73. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 59,40 poin atau 1,83% di 3297,25.   

Dalam 2 hari berturut‐turut, saham cyclical menguat menyusul maraknya aksi beli investor kedalam sektor tersebut setelah mengalami  ketertinggalan  dengan  sektor  lainnya.  Sebagai  kelompok  yang  terkait  erat  dengan  laju  pertumbuhan  ekonomi,  banyak  investor  memandangnya sebagai tanda bahwa rally pasar memiliki daya tahan. Saham‐saham finansial memimpin kenaikan, dengan S&P financial  sector index <.SPSY> naik 1,2%, sementara S&P information technology sector index <.SPLRCT> naik 1,8%. 

Hasil dari minutes untuk kebijakan The Fed yang diluar dugaan sempat mengguncang investor. Tapi setelah mencerna laporan, hal itu  dipandang sebagai kurang penting dibandingkan data Cina. Memang, sejak minutes mengindikasikan stimulus tetap dilanjutkan untuk saat  ini, telah membantu saham AS dalam jangka pendek. 

Sejumlah  dewan  kebijakan  The  Fed  memprediksi  program  pembelian  aset  akan  berlanjut  hingga  pertengahan  tahun  dan  kemudian  mengakhirinya  di  akhir  tahun  ini,  sementara  beberapa  yang  lain  memprediksi  laju  pembelian  aset  akan  diperlambat  dan  kemudian  mengakhiri program quantitative easing (QE) di akhir tahun. 

MSCI all‐world share index, <.MIWD00000PUS>, sebagai barometer untuk pergerakan saham di 45 negara, naik 1,2% ke level tertinggi  sejak 18 Maret. Prosentase kenaikan indeks ini adalah yang tertinggi kedua di tahun 2013 ini.  Sedangkan Europe's FTSEurofirst 300 index  <.FTEU3> naik 1,8%. 

Sementara  itu,  yen  menembus  level  terendah  lebih  dari  3  tahun  terhadap  euro  dan  mendekati  level  100  terhadap  dolar  dipicu  oleh  langkah stimulus BOJ yang diumumkan sejak Kamis lalu. Namun langkah stimulus tersebut memberi dampak positif bagi indeks saham  Jepang.  Indeks Nikkei ditutup naik 0,7%, pada level penutupan tertingginya sejak Agustus 2008. 

Euro  memperoleh  dukungan  oleh  spekulasi  mengenai  kemungkinan  investor  Jepang  memburu  obligasi  zona  euro.  Sedangkan  dolar  terangkat oleh kemungkinan The Fed mengakhiri langkah stimulusnya. Euro naik 0,7% terhadap yen di 130,36 yen, sementara dolar naik  0,8% terhadap yen di 99,78 yen. Yen mencatat level terendah 4 tahun terhadap dolar. 

Yield Treasury AS tenor 10 tahun terakhir tercatat di 1,808%, menyusul prospek pembelian besar obligasi pemerintah Jepang oleh BOJ  telah mendorong investor untuk mencari aset dengan imbal hasil yang lebih tinggi. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  1,5  persen  Rabu  lalu,  penurunan  terbesar  hariannya  dalam1‐1/2  bulan,  tertekan  oleh  tanda‐tanda  bahwa  the  Fed  AS  beringsut lebih dekat dengan mengakhiri program stimulus moneternya dan rencana oleh Siprus untuk menjual cadangan emasnya untuk  mendapatkan dana segar. 

Panic selling membawa emas anjlok mendekati level $1550 per ons pada awal hariannya setelah dokumen Komisi Eropa menunjukkan  rencana Siprus untuk menjual 400 juta euro senilai dengan cadangan emas untuk bagian bailout keuangannya.   

"The  loose  monetary  policy  around  the  world  is  clearly  favoring  more  on  equity  investments  instead  of  gold,"  kata  Michael  Cuggino,  portfolio manager sebesar $15 milyar pada Permanent Portfolio Funds.  


OIL & COMMODITIES
Harga Brent crude oil melemah dan harga U.S. crude oil menguat dalam tipisnya sesi perdagangan pada hari Rabu, setelah laporan  kenaikan persediaan akan minyak mentah AS dan bensin diperkuat permasalahan mengenai outlook permintaan minyak negara  utama konsumsi petroleum

Harga U.S. crude oil menguat, mencapai satu titik dimana kenaikan mencapai lebih dari 60 sen sejak penutupan sesi perdagangan  Selasa, seiring para trader menjual kepemilikannya atas RBOB gasoline dan membeli kontrak U.S. West Texas Intermediate oil. 

Persedian  U.S.  crude  oil  menguat  menjadi  250,000  barel  hingga  menyentuh  level  persediaan  tertinggi  yang  tercatat  untuk  satu  pekan  yang  berakhir  pada  tanggal  5  April,  menurut  data  yang  dirilis  oleh  U.S.  Energy  Information  Administration.  Kenaikan  ini  kurang dari 1,4 juta barel yang telah diperkirakan oleh para analis yang disurvei oleh Reuters. 

"People in today's trade are not just selling a few contracts of gas, they're also selling the gas crack spread, selling RBOB and buying  U.S. crude against it," ucap Timothy Evans, seorang analis bidang energi di Citi Futures Perspective, New York.   

Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei ditutup melemah 44 sen dengan nilai 105,79 dollar per barel, menjauh dari level  penutupan perdagangan tertinggi dengan nilai 106,47. Masa kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei akan habis pada sesi  perdagangan Senin. 

Kontrak berjangka U.S. crude untuk periode Mei ditutup meningkat 44 sen pada level 94,64 dollar per barel, setelah nilai kontrak  bergerak dikisaran 93,40 dollar hingga 94,82 dollar.

EURO ZONE
Perekonomian Jerman mendapatkan momentum setelah kontraksi dalam kuartal keempatnya, dengan pasar tenaga kerja yang menggairahkan, tren positif  pada penjualan ritel dan penguatan industrial orders yang semuanya mendukung pasar domestik, menteri perekonomian mengatakannya.  

"Expectations of a recovery after the winter half of the year were based up to now on a slight improvement in the global economy and stronger sentiment  indicators. Now however signs of  a pick up in industrial orders, a key area for growth, are supporting this expectation," katanya.  

Industrial production Perancis rebound lebih dari ekspektasi bulan Februari, didorong oleh sedikit membaiknya produksi mobil dan dimulainya kembali suatu  penyulingan (minyak), data menunjukkannya. 

Bank‐bank  dalam  bailed‐out  Portugal  membutuhkan  tambahan  8  milyar  euro  ($10.45  milyar)  dalam  permodalan,  didasarkan  pada  conservative  tests  terhadap kesehatan keuangan, Moody's Investors Service mengungkapkannya. 

Spanyol dan Slovenia memiliki permasalahan perbankan dan pasar tenaga kerja yang menyebabkan ketidakseimbangan terhadap perekonomiannya, Komisi  Eropa memperingatkannya Rabu setelah gambaran yang mendalam terhadap 13 negara Uni Eropa yang didesain untuk menghentikan permasalahan dalam  masing‐masing negara menjadi permasalahan yang melebar. 


U.K.
Sterling bergerak relatif stabil terhadap dolar setelah hasil minutes The Fed menunjukkan sejumlah dewan kebijakan memprediksi akan mengakhiri  program pembelian aset tahun ini. 

Sejumlah dewan kebijakan The Fed memprediksi program pembelian aset akan berlanjut hingga pertengahan tahun dan kemudian mengakhirinya  di  akhir  tahun  ini,  sementara  beberapa  yang  lain  memprediksi  laju  pembelian  aset  akan  diperlambat  dan  kemudian  mengakhiri  program  quantitative easing (QE) di akhir tahun. 

Sterling bergerak stabil di sekitar $1.5325 dibandingkan penutupan New York hari Selasa, maih jauh di bawah intraday high hari Jumat di $1.5364  ketika rilis data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan. 

Data yang dirilis hari Selasa kemarin menunjukkan terjadi kenaikan 1% pada industrial output dalam basis bulanan di periode Februari, dimana  mendorong National Institute of Economic and Social Research memproyeksikan Inggris mengalami pertumbuhan 0.1% di kuartal pertama dan  terhindar dari resesi. 

Sterling nampaknya masih akan bergerak terbatas hingga dirilisnya data PDB‐Q1 dalam bulan ini. Pasar masih mencemaskan prospek pemulihan  ekonomi di Inggris setelah data pada hari Selasa menunjukkan defisit perdagangan Inggris melebar melebihi ekspektasi. 


JAPAN
Gubernur  BoJ  Haruhiko  Kuroda  mengatakan  pada  hari  Rabu  bahwa  bank  memutuskan  untuk  tetap  mencetak  uang  selama  diperlukan  untuk  mencapai  inflasi 2 persen, sinyal kesiapannya untuk menawarkan stimulus lebih lanjut atau mempertahankan ultra‐pelonggaran kebijakan moneter untuk lebih dari  dua tahun bila memenuhi target saat ini ternyata terbukti sulit. 

Hampir  dua minggu menjabat sebagai gubernur  BoJ, Kuroda mengejutkan global  markets dalam review pengambilan kebijakan BoJ pertamanya pada  4  April, mengumumkan langkah‐langkah pelonggaran moneter dari sisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Bank  sentral,  mengatakan  kepada  anggota  group  interview  bahwa  harus  meluangkan  waktu  meneliti  pengaruh  tindakan  berani  dalam  pengambilan  kebijakan moneter pada pekan lalu. 

"Our belief is that we took all necessary steps to achieve the 2 percent inflation target basically in two years. We'll examine the effect each month but that  doesn't mean we will adjust policy every month,"  ucap Kuroda.  

BoJ mengatakan pada hari Rabu bahwa bunga kredit perbankan Jepang naik 1,6 persen pada bulan Maret dari tahun sebelumnya. 

Jumlah kredit yang disalurkan oleh empat perbankan utama di Jepang, termasuk "Shinkin" atau credit unions, tercatat sebesar 466,726 trilliun yen ( 4,71  triliun dollar) 

BoJ  mengatakan  bahwa  faktor‐faktor  lainnya  yang  tidak  termasuk  seperti  loan  write‐offs,  saldo  pinjaman  naik  1,7  persen  dari  bulan  yang  sama  tahun  sebelumnya.  


AUSTRALIA
• Pasar perumahan Australia membaik, hanya saja jangan mengharapkan booming lainnya.  

 Dua dari ekonom yang paling menonjol di Australia mereka mengekspektasi harga rumah untuk bertumbuh tipis dalam masa yang akan datang.  

 Kembali untuk booming tidak mungkin, tetapi begitu juga penurunan harga yang signifikan.  

 Kepala ekonom grup National Australia Bank Alan Oster mengatakan pasar properti telah recovery dari revisi pelemahan tahun 2012.  

 "Clearly the market is starting to improve and we would expect it to increase moderately as we go forward," katanya pada Bloomberg Australian Economic 
Summit.  

RBA membuat pandangan yang positif untuk ekonomi Australia, meskipun dekati akhir dari booming investasi tambang dan tingginya dollar yang menekan  pertumbuhan.  

Asisten gubernur RBA dari ekonom Dr Christopher Kent mengekspektasi pertumbuhan ekonomi untuk sedikit dibawah rata‐rata tahun 2013 karena puncak  investasi pertambangan.  

Tetapi dia mengatakan pertumbuhan seharusnya membaik pada tahun 2014 karena rendahnya tingkat suku bunga yang membantu kinerja buruk sektor  ekonomi seperti ritel, konstruksi dan housing start untuk meningkat.  


SWISS
Dolar terangkat oleh hasil minutes dari sidang The Fed bulan Maret yang memperkuat ekspektasi akan berakhirnya program pembelian obligasi  lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. 

Sejumlah dewan kebijakan The Fed memprediksi program pembelian aset akan berlanjut hingga pertengahan tahun dan kemudian mengakhirinya  di  akhir  tahun  ini,  sementara  beberapa  yang  lain  memprediksi  laju  pembelian  aset  akan  diperlambat  dan  kemudian  mengakhiri  program  quantitative easing (QE) di akhir tahun. 

Dolar sempat rebound terhadap franc Swiss meskipun masih terbatas setelah mencatat intraday high di 0.9336 franc dan kemudian bergerak relatif  stabil di sekitar 0.9330 franc. 

Wednesday, April 10, 2013

Headline News 10.04.13


US & GLOBAL
Bursa saham global menguat pada hari Selasa, ditopang oleh rilis data ekonomi Cina yang positif yang mendukung indikasi membaiknya  earnings  korporasi,  sementara  yen  mengakhiri  pelemahan  3  harinya  terhadap  dolar.  Dow  Jones  industrial  average  ditutup  di  rekor  tertingginya berkat aksi bargain hunting investor. 

Laporan inflasi Cina yang masih terkendali telah meningkatkan harapan untuk kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari pemerintah  Cina  dan  juga  memicu  peningkatan  pada  komoditas,  termasuk  tembaga  dan  minyak.  Inflasi  tahunan  Cina  melemah  di  bulan  Maret  menyusul turunnya harga makanan dari level tertinggi 9 bulan dan deflasi PPI juga semakin dalam, sebuah kondisi yang memberi peluang  bagi dewan kebijakan moneter Cina untuk mempertahankan kebijakan moneter longgar untuk menjaga pemulihan ekonomi yang sedang  terjadi. 

Dow Jones industrial average <.DJI> naik 59.98 poin atau 0.41% di 14,673.46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 5.54  poin atau 0.35% di 1,568.61. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 15.61 poin atau 0.48% di 3,237.86.   


Pemicu utama rally saham AS yang signifikan adalah langkah‐langkah stimulus yang luar biasa dari The Federal Reserve (The Fed), dan  investor akan mencermati proyeksi perusahaan untuk melihat apakah kondisi fundamental cukup kuat untuk mempertahankan kenaikan  saham.  Saham  sektor  teknologi  dan  energi  dipandang  sebagai  sektor  yang  paling  erat  kaitannya  dengan  proses  pemulihan  ekonomi.  Diantara saham teknologi utama, Microsoft Corp <MSFT.O> melonjak 3.6% ke $29.61 dan menjadi saham dengan prosentase kenaikan  terbaik dalam indeks Dow. Sedangkan saham Intel Corp <INTC.O> melejit 3.1% ke $21.75. Saham‐saham energi naik 0.8%, dipicu kenaikan  0.9% pada harga minyak mentah. 

Europe's  FTSE  Eurofirst  300  index  <.FTEU3>  berakhir  naik  hanya  0.05%.  Namun  MSCI's  world  equity  index  <.MIWD00000PUS>,  sebagai  barometer untuk harga saham di 45 negara, naik 0.6%. 

Yen masih menjadi primadona di pasar. Mata uang Jepang tersebut tercatat melemah ke 99.66 terhadap dolar. Ini adalah level terkuat  dolar terhadap yen sejak Mei 2009, sebelum tekanan jual pada yen terhenti dan mengirimkan dolar kembali ke kisaran 98.58 yen. Namun  demikian, pasar melihat potensi yen untuk kembali melemah terhadap dolar hingga menembus level 100 yen. Di akhir sesi New York, yen  tercatat melemah 0.4% di 99 yen. Dlar masih menguat sekitar 7% terhadap yen sejak BOJ mengumumkan program stimulus besar‐besaran  pada Kamis lalu termasuk pembelian obligasi pemerintah jangka panjang. 

Langkah kebijakan BOJ telah memberi pengaruh besar pada pasar obligasi dunia, memicu yield obligasi pemerintah Jepang turun tajam  dan mendorong investor untuk memburu aset dengan yield lebih tinggi, yang menyebabkan turunnya yield obligasi AS dan juga Eropa. 

Namun demikian, yield untuk obligasi Eropa naik dari posisi terendahnya menjelang dilakukannya lelang obligasi pemerintah yang baru.  Yield  untuk  obligasi  pemerintah  Jerman  tenor  10  tahun  naik  di  1.276  persen,  setelah  menembus  1.2  persen  di  hari  Jumat,  level  terendahnya sejak medio 2012 sebelum Presiden ECB Mario Draghi menjanjikan untuk melakukan segala upaya demi mempertahankan  keutuhan zona euro. 

Euro menguat terhadap yen untuk hari keempat, dan sempat tercatat naik ke level tertinggi sejak Januari 2010. 

Harga  obligasi pemerintah  AS  untuk tenor  yang  lebih  panjang  melemah  di hari  Selasa  menjelang  lelang  obligasi pekan  ini.  Yield  untuk  Treasury tenor 10 tahun tercatat di 1.75 persen. 

Data ekonomi Cina telah mendorong naiknya permintaan untuk tembaga, yang naik ke level tertinggi  2 pekan di $7,645.25 per ton di  London Metal Exchange <CMCU3> sebelum akhirnya bergerak di $7,630 per ton, atau naik 2.4%. Minyak mentah juga menguat berkat  data Cina, dan kebuntuan dalam pembicaraan antara Iran dan negara‐negara Barat atas program nuklirnya dan meningkatnya ketegangan  di semenanjung Korea juga mendukung naiknya harga. Brent <LCOc1> naik 1.7 persen menjadi $106.41. Minyak berjangka AS naik 0.8  persen menjadi $94.12 per barel.      


GOLD & COMMODITIES
Emas naik Selasa lalu karena volatilitas pada pasar mata uang yang dipicu oleh rencana pelonggaran moneter yang agresif Jepang yang  mendorong ketertarikan pada logam mulia karena lindung nilai terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang. 

Perak  seringkali  lebih  volatil  dan  spekulatif  daripada  emas,  naik  2,5  persen  yang  merupakan  kenaikan  terbesar  hariannya  dalam  lima  bulan. 

Emas naik ke level tertinggi satu minggunya karena dollar melemah terhadap euro dan yen, dengan mata uang Jepang mengalami recovery  dari level terendahnya dalam empat tahun terhadap the greenback/dollar AS lebih awal dalam hariannya. 

"We don't have a resolution yet as to whether gold has found the bottom," kata Mark Luschini, chief investment strategist pada Janney  Montgomery Scott, broker‐dealer dengan $55 milyar dalam assets under management.   


OIL & COMMODITIES
Kontrak berjangka Brent crude oil menguat pada sesi perdagangan Selasa, mencatatkan level penguatan penutupan perdagangan terbesar sejak  akhir  Desember  seiring  melemahnya  dollar  dan  data  inflasi  China  yang  dapat  dikendalikan,  cukup  menarik  minat  para  investor  terhadapa  komuditas. 

Pergerakan harga U.S. crude oil ikut meningkat, menyentuh nilai 94,48 dollar selama sesi perdagangan dan dan pergerakan harga sempat berada di  atas MA‐50 hari dengan nilai 94,44 dollar, indikator tehnikal yang secara ketat diawasi oleh para analis dan banyak trader

Namun pergerakan harga Brent menguat cukup signifikan, yang memungkinkan berada di atas nilai U.S. crude (premium) hingga memperlebar  jarak  penutupan  tertinggi  terakhir  hingga  12  dollar,  sehari  setelahnya  pergerakan  menurun  hanya  11  dollar,  level  penutupan  perdagangan  terendah sejak pertengahan Juni.  

"The spread had narrowed considerably over the past few weeks, so we have some unwinding of that spread," ucap Stephen Schork, seorang editor  commodity newsletter The Schork Report. 

"That, coupled with the selloff in the dollar, was pushing money into the oil market," ucap Schork.   

Iran  mengatakan,  operasi  itu  dimulai  di  dua  tambang  uranium  dan  pabrik  penggilingan  dan  bahwa  oposisi  Barat  tidak  akan  memperlambat  pekerjaan nuklirnya. 

Iran juga mengatakan kepada U.N.'s International Atomic Energy Agency bahwa gempa bumi tak akan berdampak kepada Bushehr nuclear power  plant. 

EURO ZONE
Suatu komite parlemen menyelidiki siapa yang yang mentransfer uang keluar dari Siprus sebelum sistem perbankan terkunci pada bulan Maret yang menangguhkan penyelidikan  Selasa lalu, mengeluh tidak diberi semua data yang telah menuntut dari bank sentral bank.  

Menggarisbawahi  tensi pada hubungan antara bank  sentral dan pemerintah  Siprus satu bulan  yang menjadi  pusat perhatian, pemerintah  juga  menarik perjanjian  pada deputi  gubernur bank sentral yang menyediakan data.   

Perkiraan bank sentral Perancis Selasa lalu bahwa ekonomi negara terbesar kedua dalam zona euro nyaris menghindari resesi dalam kuartal pertama, meskipun tanggal bisnis dan  perdagangan melukiskan gambaran ekonomia yang msih berjuang.  

Perkiraan Bank of France bahwa 2‐trilyun‐euro pertumbuhan ekonomi mencatatkan 0.1 persen pada tiga bulan pertama dalam tahunan, unchanged dari sebelumnya.  

Consumer prices Yunan memasuki wilayah deflationary untuk pertama kalinya dalam 45 tahun karena negara makin mendalam pada resesi yang menekan turun pada harga‐harga,  data menunjukkannya Selasa lalu.  

Consumer prices turun 0.2 persen dalam basis tahunan pada bulan Maret, deflasi bulan pertamanya sejak tahun 1968, jasa statistik Yunani mengatakannya, dengan inflasi yang  dilakukan secara selaras Uni Eroa juga anjlok menjadi ‐0.2 persen.  

Kemungkinan bahwa Spanyol  ketinggalan  target  defisit  publik tahun ini yang meninggalkan  peringkat  sovereign‐nya pada   resiko  turun dibawah  investment  grade, pemringkat  kredit Moody's mengatakannya.  

Spanyol memangkas defisit publiknya menjadi 7 persen pada gross domestic product tahun lalu, kehilangan target dari 6.3 persen. Telah juga tidak mungkin untuk mencapai target  tahun ini 4.5 persen, lembaga pemeringkat mengatakannya. 


U.K.
Sterling menguat mendekati level tertinggi 1‐1/2 bulan terhadap dolar pada hari Selasa usai rilis data industrial production yang lebih baik dari perkiraan,  yang  mana  telah  membangkitkan  optimisme  mengenai  kemungkinan  ekonomi  Inggris  akan  terhindari  dari  kemungkinan  resesi.  Namun  demikian,  optimisme terhadap prospek ekonomi Inggris masih terganjal oleh rilis buruk data defisit perdagangan negara tersebut yang melebar melebihi perkiraan di  periode Februari, sehingga sterling masih rentan tekanan. 

Sterling mencatat intraday high di $1.5341, mendekati level tertinggi 1‐1/2 bulan $1.5364 yang dicapai di hari Jumat ketika rilis data ketenagakerjaan AS  yang buruk. Sterling terakhir tercatat bergerak menguat 0.5% di $1.5335, dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

Industrial output naik 1.0% di bulan Februari, melebihi proyeksi untuk kenaikan 0.3%, dan mengalami rebound setelah mencatat koreksi tajam di bulan  Januari. 

Sterling  masih  berpeluang  mengalami  tekanan  jual  jika  BoE  memilih  untuk  mengekspansi  program  pemblian  asetnya  dalam  upaya  untuk  mencegah  perekonomian tergelincir kedalam resesi ketiganya selama kurang dari 5 tahun terakhir. Untuk itu pasar tengah menantikan hasil minutes dari sidang terkini  BoE yang akan dirilis minggu depan.


JAPAN
Penasihat  ekonomi  utama  bagi  Perdana  Menteri  Shinzo  Abe  mengatakan  pada  hari  Selasa  bahwa  BoJ  masih  memiliki  opsi  yang  bisa  dilakukannya  untuk  memperlonggar kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan, termasuk meningkatkan pembelian obligasi pemerintah, exchange‐traded funds dan real‐estate trust  funds. 

Bank sentral pekan lalu mengumumkan rencana untuk menambah 1.4 triliun dollar ke dalam perekonomian guna mendorong perekonomian itu sendiri dari deflasi  yang berkepanjangan, dan Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan bank telah mengambil semua langkah yang tersedia dan dianggap perlu untuk mencapai target  inflasi 2 persen yang merupakan fokus utama kebijakannya . 

Tapi penasihat Abe, Koichi Hamada mengatakan bahwa ada lebih banyak yang bisa dilakukan BOJ jika diperlukan. 

Hamada mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters, "The BOJ can buy whatever amount of ETFs and REITs it can. It can even buy government bonds more  forcefully, as if it were to buy the entire amount in markets” 

“There are also other various measures, although the BOJ must also be mindful of the drawbacks".  

Hamada, profesor emeritus ekonomi di Yale University dan salah satu dari dua penasihat ekonomi resmi Abe, mengatakan tingkat dolar / yen saat ini positif bagi  perekonomian negara yang tergantung dengan ekspor dan sesuai kalau dilihat dari daya saing negara Jepang sendiri. 

"The dollar/yen, at around 100 yen, has returned to levels around the time of the Lehman crisis. It's an appropriate level judging, as an academic, from indicators  gauging each country's competitiveness such as real, effective exchange rates," ucap Hamada. 

AUSTRALIA

Tingkat pengangguran Australia diekspektasi untuk bertahan pada bulan Maret, tetapi dapat naik dalam beberapa minggu kedepan.  

Survei AAP's dari 14 ekonom, menunjukkan perkiraan median tingkat pengangguran masih di level 5.4 persen.  

Total employment di ekspektasi untuk flat pada bulan Maret, sementara itu participation rate/tingkat partisipasi ‐ persentase dari populasi usia kerja yang  baik digunakan atau mencari pekerjaan ‐ diekspektasi untuk turun 0.1 persen ke level 65.2.  

Australian Bureau of Statistics akan merilis gambaran terakhir employment Kamis.  

Harga obligasi Australia lebih rendah mengikuti penguatan kinerja dari pasar saham global.  

UBS interest rate strategist Matthew Johnson mengatakan bond futures turun pada awal Selasa lalu mengikuti kenaikan dari pasar ekuitas.  
  • "The bond market sold off as equities rallied," katanya.  


SWISS
Inflasi  Swiss  melemah  lebih  rendah  dari  perkiraan  di  bulan  Maret,  memperkuat  pandangan  bank  sentral  bahwa  pihaknya  perlu  untuk  mempertahankan  batasan minimum nilai tukar EUR/CHF di 1.20 franc per euro untuk menjaga perekonomian Swiss dari kemungkinan terjadi deflasi dan resesi. 

Inflasi tercatat turun 0.6% y/y dan naik 0.2% m/m demikian laporan dari Federal Statistics Office menunjukkan. Data tersebut lebih rendah dari perkiraan  turun 0.5% y/y dan naik 0.3% m/m. Adapun kenaikan inflasi basis bulanan utamanya disebabkan oleh naiknya harga baju dan sepatusetelah penjualan musim  dingin, meskipun FSO mencatat turunnya harga minyak panas. 

Sedangkan penurunan pada inflasi basis tahunan disebabkan oleh penurunan 2.4% pada barang‐barang impor, sementara harga barang lokal naik 0.1%. 

Dolar  melanjutkan  koreksinya  terhadap  franc  Swiss  untuk  menembus  level  terendah  selama  lebih  dari  5  pekan  di  0.9304  franc,  sebelum  akhirnya  diperdagangkan melemah 0.3% di sekitar 0.9325 franc. Sementara euro tercatat menguat 0.3% ke 1.2195 franc setelah berhasil menembus di atas 1.22 franc.