title cover

title cover

Tuesday, April 16, 2013

Headline News 16.04.13


US & GLOBAL
• Investor  melepas  saham  dan  komoditas  pada  hari  Senin  dengan  emas  mencatat  kerugian  2  hari  terburuknya  dalam  30  tahun  setelah  minimnya  permintaan  dari  Cina  telah  menambah  kekhawatiran  terhadap  memburuknya  ekonomi  global.  Emas  telah  menyeret  melemahnya  harga  logam  lainnya  setelah  harga  emas  anjlok  ke  level  terendah  lebih  dari  2  tahun.  Harga  minyak  Brent  juga  turun  menembus $100 per barel, sementara Wall Street terkoreksi lebih dari 2% dengan S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak 7 November. 

• Dengan  kondisi  pasar  yang  masih  belum  stabil,bursa  saham  AS  melanjutkan  koreksinya  di  sesi  akhir  setelah  terjadi  2  ledakan  yang  mengguncang lokasi di sekitar garis finish Boston Marathon, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat yang menewaskan 2 orang dan  melukai 23 orang. 

• Harga emas turun sebanyak 9%, ke leel intraday low di $1336,04 per ons. Dalam 2 sesi terakhir, emas telah melemah lebih  dari 13%,  mencatat 2 hari terburuknya sejak akhir Februari  1983. Emas saat ini bergerak di sekitar  $1346,26.  Sejumlah penyebab terkoreksinya  emas diantaranyarencana Siprus menjual cadangan emasnya dan kekhawatiran adanya aksi jual emas dari sejumlah bank sentral lainnya.  SPDR Gold Trust <GLD.P> menembus volume harian tertingginya dengan 92,44 juta saham yang diperdagangkan. ETF kehilangan 8,8%. 

• Pemulihan  ekonomi  Cina  diluar  dugaan  tersendat  di  kuartal  pertama  2013  setelah  dilaporkan  terjadi  pertumbuhan  tahunan  yang  melemah ke 7,7% dari 7,9% di kuartal keempat tahun lalu. Sementara kalangan ekonom sebelumnya memprediksi terjadi pertumbuhan  sebesar 8%. Data industrial output di Cina di periode Maret juga dirilis di bawah ekspektasi pasar dan menambah sensitifitas  investor  setelah serangkaian data ekonomi AS yang dirilis buruk. 

• Data manufaktur AS semalam juga dirilis melemah yang menunjukkan menurunnya performa ekonomi menuju kuartal kedua tahun ini. 

• Pekan  lalu  Siprus  berencana  akan  menjual  sekitar  €  400  juta  emasnya  untuk  membantu  menopang  kondisi  keuangannya  dan  telah  membangkitkan spekulasi bahwa negara‐negara besar lainnya akan menggunakan langkah yang sama. 

• Trader juga terus emncermati kemungkinan The Fed mengurangi stimulus moneternya di akhir tahun ini. 

• Brent  crude  futures  <LCOc1>  turun  lebih  dari  $2  ke  $100,39  per  barel  menyusul  kekecewaan  dan  kekhawatiran  terhadap  prospek  pemulihan ekonomi global. Sedangkan U.S. crude <CLc1> berakhir melemah $2,58 di $88,71.  

• Tembaga jatuh ke level terendahnya dalam 1‐1/2 tahun. Three‐month copper <CMCU3> di London Metal Exchange jatuh ke $7085 per ton,  level terendahnya sejak Oktober 2011. Silver <XAG=> merosot 12% di $22,71 per ons, setelah terkoreksi ke intraday low $22,56.  

• Bursa saham AS juga melemah secara umum. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 265,86 poin atau 1,79% ke 14599,20. Sedangkan  Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 36,49 poin aatau 2,30% ke 1552,36. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> jatuh 78,46  poin atau 2,38% ke 3216,49.  

• FTSEurofirst 300 <.FTEU3> berakhir melemah 0,6% dan MSCI's world share index <.MIWD00000PUS>, sebagai barometer untuk saham di  45 negara, terkoreksi 1,8%.   Yen berhasil menguat setelah trader menjual aset beresiko. Dolar turun 1,2% ke 96,61 yen. Euro turun 2,2%  ke 125,98 yen.  

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas anjlok 9 persen dalam volume perdagangan yang besar Senin lalu, dan melemah lebih dari $125 per ons yang merupakan  penurunan harian terbesar yang pernah terjadi, karena investor melepas emas secara masal untuk mencari return yang lebih baik. 

• Komoditas melemah hampir secara keseluruhan, tetapi beberapa tertekan seperti emas, yang mana tertekan ke level terendah dalam dua  tahunnya, dan perak yang anjlok 11 persen. Keduanya platinum dan palladium juga merosot tajam. 

• Anjloknya  emas  mengejutkan  investor  veteran  yang  melihat  emas  sebagai  perlindungan  portofolio    terhadap  inflasi  dan  resiko  pasar  lainnya, dengan menakjubkan. Penurunan Senin lalu turut membayangi penurunan 22 Jan 1980, sehari setelah emas mencatatkan level  $850 dalam panik global yang dibawa oleh inflasi yang disebabkan oleh oil, berkenaan dengan intervensi Soviet di Afganistan dan revolusi  Iran. 

• "The pressure from proposed sale of Cyprus gold is one of the factors, and once one of them start they all run from the hen house," kata  Robert Richardson, senior account executive dan trading officer pada Canadian broker‐dealer W.D. Latimer Co. Ltd.  


OIL & COMMODITIES
• Emas  mengalami  tekanan  2‐harian  terbesarnya  selama  30  tahun,  sementara  Brent  crude  oil  mengalami  tekanan  dalam  8  dari  10  sesi  perdagangan terakhir yang oleh para analis dikatakan bahwa lemahnya indikasi fundamental akan memberikan indikasi sentimen yang  dominan. 

• Brent crude oil turun hampir 3 persen mendekati $100/barel Senin lalu, melanjutkan tekanan jual selama 2 pekan yang telah memangkas  harga hingga hampir 10% sebagai bagian dari penarikan dana besar‐besaran oleh investor dari pasar komoditas. 

• Sementara di AS, persediaan crude oil melonjak ke level tertinggi selama 30 tahun akibat meningkatnya produksi domestik dan potensial  berlanjut. Sementara demand global, di sisi lain, masih tidak menentu karena ketidakpastian ekonomi di negara‐negara konsumen minyak  terkemuka dunia. 

• Terkait  dengan  lemahnya  fundamental  ekonomi,  pertumbuhan  PDB  Cina,  konsumen  minyak  terbesar  dunia,  yang  lebih  rendah  dari  perkiraan mengguncang pasar komoditas lebih lanjut pada hari Senin dan menekan Brent mendekati US$100 per barel untuk pertama  kalinya sejak Juli 2012. 

• Harga crude oil <CLc1> AS menjelang pembukaan Asia hari ini diperdagangkan di 87.30/barel, setelah tertekan ke level terendah sejak  pertengahan Desember 2012 lalu, di 87.23. 

• Selain itu yang turut menambah tekanan adalah Goldman Sachs, salah satu bank paling berpengaruh di bursa komoditas, memberikan  rekomendasikan  

EURO ZONE
• Surplus  perdagangan  zona  euro  bertumbuh  pada  bulan  Februari,  tetapi  keseimbangan  positif  dibantu  oleh  melemahnya  permintaan  untuk  pertumbuhan  impor  daripada ekspor, data dari kantor statistik Uni Eropa Eurostat menunjukkannya.  

• Surplus perdagangan untuk 17 negara yang tergabung dengan euro, pergerakan musiman yang belum disesuaikan, sebesar 10.4 milyar euro pada bulan Februari.  

• Ini lebih besar daripada 3.0 milyar surplus perkiraan konsensus dari polling ekonom oleh Reuters.  

• Kantor statistik juga merevisi gambaran bulan Januari kedalam defisit terdalamnya pada 4.7 milyar euro, dari 3.9 milyar sebelumnya.  

• Meskipun zona euro menunjukkan perdagangan surplus, ini adalah terutama karena penurunan permintaan untuk impor, menunjukkan kesulitan dari blok tersebut  untuk menaikkan permintaan domestik karena bertahannya resesi dalam dua tahunnya.  

• Pembayar pajak Perancis menghadapi tagihan pajak yang lebih kuat tahun depan, menteri keuangan Perancis mengatakannya, meskipun fokus pengetatan fiskal yang  diatur pada perubahan dari meningkatkan pendapatan ekstra untuk pemangkasan pengeluaran.  

• Yunani  menerima  tagihan  kesehatan  dari  kreditor  internasional  Senin  lalu,  mengamankan  lebih  pada  menyelamatkan  bantuan  dan  mendorong  menteri  keuangan  tersebut mengatakan ia akan meminta lebih banyak gambaran utang jika Yunani membuat pertemuan yang menargetkan bailout.  


U.K.
• Sterling  melemah  terhadap  dolar  pada  hari  Senin,  tertekan  oleh  buruknya  data  ekonomi  Cina  yang  kembali  membangkitkan  kekhawatiran  mengenai  prospek pertumbuhan ekonomi global, dan nampaknya masih akan bergerak fluktuatif sebelum rilis data ekonomi Inggris pekan ini. 

• Perhatian  akan  tertuju  pada  serangkaian  data  ekonomi  Inggris  yang  akan  dirilis  pekan  ini,  seperti  data  inflasi,  tenaga  kerja  dan  penjualan  ritel,  yang  berpotensi menekan sterling jika data dirilis mengecewakan. 

• Bank of England minutes juga akan dicermati pada hari Rabu untuk melihat apakah program quantitative easing (QE) akan ditingkatkan untuk mendorong  pertumbuhan ekonomi, dimana akan berdampak negatif pada sterling. 

• Namun sterling nampaknya cenderung akan bergerak terbatas sebelum dirilisnya data PDB‐Q1 pekan depan, untuk melihat apakah ekonomi Inggris akan  tergelincir kedalam resesi atau tidak. 

• Sterling terkoreksi di bawah $1,53 sejak mencatat puncaknya di $1,5411 pada 11 April lalu, dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $1.5280, atau melemah  0,4%  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Jumat.  Sterling  tertekan  oleh  dolar  setelah  pasar  ekuitas  dan  komoditas  melemah  usai  rilis  data  yang  menunjukkan ekonomi Cina tumbuh di bawah perkiraan.


JAPAN
• USDJPY terkoreksi lebih lanjut setelah kementrian keuangan AS mengatakan akan mengawasi kebijakan moneter Jepang untuk meyakini apakah memang tidak bertujuan untuk  melemahkan yen. 

• Sementara kemarin gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa sistem finansial Jepang masih stabil dan pasar modal tercatat mengalami perbaikan akibat penurunan  risk‐aversion (penurunan minat terhadap resiko) dan prospek kebijakan domestik. 

• Kuroda juga kembali menegaskan bahwa komitmen BoJ untuk mencapai target inflasi 2 persen dalam 2 tahun, dan sejumlah indikator ekonomi mengindikasikan bahwa prospek  inflasi sedang dalam peningkatan – menyusul meningkatnya demand lokal dan perbaikan ekonomi global.  

• BoJ akan membeli obligasi jangka panjang pemerintah senilai 7.5 trilyun yen ($76 milyar/bulan), atau sekitar 70 persen dari total obligasi yang dirilis pemerintah.  

• Industrial output Februari Jepang direvisi naik signifikan sebesar 0,6% dari rilis awalnya ‐0,1%, demikian dilaporkan oleh kementrian perdagangan dan industri Jepang. Dengan  demikian produksi industri Jepang tersebut telah bertumbuh selama 3 bulan beruntun, didukung oleh peningkatan produsen perlengkapan transportasi dan sektor tembakau dan  makanan.  

• Selain itu koreksi juga terjadi pada EURJPY Senin kemarin akibat meningkatnya kembali kekhawatiran ekonomi global yang mendorong pelaku pasar menjual aset‐aset beresiko  yang dibeli dari pinjaman murah yen. 

• USDJPY tertekan ke 96.78 dari level level tertinggi 4 tahun di 99.94 Kamis pekan lalu. EURJPY tertekan hingga 126.09 dari level tertinggi sejak Januari 2010, di 131.11 yang juga  dicapai Kamis sebelumnya. 

• Yang menghambat kenaikan USDJPY dan EURJPY lainnya adalah keengganan pasar melakukan aksi (jual yen) menjelang pertemuan G‐20 di Washington Kamis dan Jumat pekan ini  – dimana muncul kekhawatiran bahwa pertemuan tersebut akan membahas soal kebijakan moneter BoJ setelah kementrian AS akan mengawasi pelonggaran moneter Jepang  untuk meyakini bukan untuk pelemahan mata uangnya. 


AUSTRALIA
• Sektor perumahan Australia dalam langkah pemulihan untuk sementara waktu karena para investor dan pemilik perumahan mengambil keuntungan dari  rendahnya tingkat suku bunga yang rendah.  

• Jumlah dari home loans yang diambil bulan Februari naik dua persen, kenaikan pertama bulanannya sejak September tahun lalu.  

• Hal itu meskipun persentase pinjaman yang diberikan untuk first home buyers anjlok ke level terendahnya dalam sembilan tahun.  

• Orang‐orang yang mengambil pinjaman rumah pada bulan Februari, sebesar 14.4 persen pada first home buyers, level terendahnya sejak bulan Juni 2004.  

• Usaha  kecil  dan  menengah  menggunakan  komputerisasi  dan  ekspektasi  websites  untuk  mendapatkan  lebih  banyak  pendapatan  daripada  perusahaan‐ perusahaan yang tidak menggunakannya.  


SWISS
• Franc Swiss terkoreksi terhadap dolar dan juga yen pada hari Senin setelah Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya terus memonitor kebijakan Jepang untuk  memastikan bahwa kebijakan mereka tidak ditujukan untuk melemahkan mata uangnya. 

• Yen telah merosot tajam secara luas di pekan lalu setelah BOJ mengumumkan kebijakan reflationary radikal, namun tekanan jual kemudian mereda setelah  Departemen Keuangan AS mendesak Jepang agar membiarkan pasar yang menentukan nilai tukar. 

• Franc turun 0,6% terhadap yen ke sekitar 105,33 dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Jumat, sementara franc Swiss turun 0,4% terhadap dolar ke  sekitar 0,9310 franc. 

• Pasar  akan  mencermati  berbagai  komentar  mengenai  Jepang  ketika  para  menteri  keuangan  dan  kepala  bank  sentral  dari  negara  G20  mengadakan  pertemuan  di  Washington pada hari Kamis dan Jumat pekan ini. 

• Franc tidak banyak terpengaruh oleh berita bahwa pemerintah Swiss memiliki rencana darurat rahasia untuk menstabilkan nilai tukar dalam kasus memburuknya krisis  zona euro dan Bank Nasional Swiss saja tidak lagi mampu menjamin batas minimum nilai tukar EUR/CHF. 

• Wakil Ketua SNB Jean‐Pierre Danthine kemungkinan akan mengulangi pernyataannya pada pidatonya di Jenewa hari Selasa ini, diikuti oleh anggota dewan SNB Fritz  Zurbruegg di sebuah acara pada hari Kamis. 

• Sementara indikator ekonomi utama Swiss minggu ini adalah producer and import prices pada hari Selasa dan indikator ZEW pada hari Rabu. 

Monday, April 15, 2013

Headline News 15.04.13


US & GLOBAL
• Komoditas mengalami tekanan jual pada hari Jumat, dengan emas terkoreksi lebih dari 4% ke bawah $1500 per ons, sementara pasar  ekuitas  jatuh  setelah  data  sentimen  konsumen  dan  retail  sales  AS  dirilis  buruk  yang  memperkuat  kekhawatiran  terhadap  lemahnya  ekonomi  AS  yang  akan  membebani  pertumbuhan  ekonomi  global.  Emas  jatuh  ke  level  terendah  sejak  Juli  2011,  tertekan  oleh  draft  rencana Siprus untuk menjual cadangan emasnya sebagai bagian dari bailout oleh para kreditor internasional. Emas saat ini berada sekitar  22% di bawah level puncaknya di $1920,30 per ons yang dicapai pada September 2011. 

• Meskipun  terjadi  tekanan  jual  pada  komoditas,  namun  bursa  saham  AS  mampu  memangkas  kerugiannya  di  akhir  sesi  dan  mencatat  keuntungan mingguan terbaik keduanya sepanjang tahun ini. 

• Perak pimpin kejatuhan pada harga logam mulia, setelah merosot 5,1%. Komoditas lainnya juga mengalami kejatuhan, dengan Brent oil  <LCOc1>  menembus  level  terendah  8  bulan  hanya  sedikit  di  atas  $101  per  barel  menyusul  prospek  suram  untuk  permintaan  minyak  global. Brent kemudian memangkas kerugiannya dan ditutup di atas $103 per barel. 

• Maraknya aksi jual nampaknya terkait pada harga obligasi pemerintah Jepang yang belum menentu, yang telah memaksa para pemegang  obligasi untuk menjual aset lainnya guna memenuhi model dari prtofolio investasi mereka. 

• Both the Cypriot plan to sell gold and volatility in the Japanese bond market are most likely behind the gold plunge, kata Jeffrey Sherman,  menejer portofolio komoditas pada DoubleLine Capital LP di Los Angeles.  

• Wall Street jatuh setelah Commerce Department melaporkan penjualan ritel AS turun 0,4% di bulan Maret, kontraksi keduanya dalam 3  bulan.  Data  dirilis  lebih  buruk  dari  perkiraan  dan  memicu  kekhawatiran  akan  melemahnya  belanja  konsumen,  indikator  penting  pada  ekonomi AS. 

• Data survey sentimen konsumen dari Thomson Reuters/University of Michigan juga turut menekan pasar saham, setelah menunjukkan  penurunan ke level terendah 9 bulan di periode April. 

• Anjloknya harga minyak telah menekan saham material dan energi. Hasil laba kuartalan dari JP Morgan Chase & Co <JPM.N> dan Wells  Fargo & Co <WFC.N> yang mengecewakan telah menambah sentimen negatif. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 0,08 poin di 14865,06. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 4,52  poin atau 0,28% di 1588,85. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 5,21 poin atau  0,16% di  3294,95. Dalam  sepekan, Dow  mencatat naik 2,1%, S&P naik 2,3% dan Nasdaq melonjak 2,8%. 

• Indeks ekuitas global dalam MSCI jatuh 0,48%, sedangkan indeks saham utama Eropa dalam FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah  0,9% di 1182,10. Bursa saham Eropa mengakhiri rally‐nya selama 4 hari terakhir ditengah keprihatinan masalah ekonomi Siprus dan juga  krisis zona euro. 

• Bunds Jerman naik dan diprediksi akan terus naik dalam beberapa sesi kedepan menyusul SIprus kemungkinan akan membutuhkan dana  bailout, mengangkat permintaan pada aset rendah resiko. Bund future <FGBLc1> naik 63 poin di 145,88. 

• Harga Treasury AS naik, dengan obligasi tenor 30 tahun naik lebih dari 1 poin dan yield pada obligasi tenor 10 tahun turun ke 1,72 persen.  harga  Treasury  tenor  10  tahun  naik  20/32  dengan  yield  1,7225  persen,  sedangkan  untuk  tenor  30  tahun  naik  1‐19/32  dengan  yield  di  2,9207 persen. 

• Sebuah  laporan  dari  Departemen  Tenaga  Kerja  AS  menunjukkan  wholesale  prices  turun  tajam  di  bulan  Maret  dipicu  turunnya  harga  bensin. Indeks harga produsen turun 0,6%, koreksi tertajamnya sejak Mei lalu setelah naik 0,7% di bulan Februari.  

• Harga emas turun $71,98 ke $1488,70 per ons. Dolar merosot 0,9% ke 98,77 yen. Brent crude <LCOc1> terkoreksi $1,16 ke $103,11 per  barel, sementara U.S. crude oil futures <CLc1> ditutup melemah $2,22 ke $91,29 per barel.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot lebih dari 5 persen Jumat lalu, memasuki wilayah bear market karena investor institusi beralih dari emas dalam aset‐aset  safe haven lainnya ditengah permasalahan mengenai aksi jual bank sentral dan merosotnya sentimen. 

• Luasnya aksi jual akan menggarisbawahi beberapa eksepektasi bahwa rally turun tajamnya emas kemungkinan mengakhiri kenaikan dalam  12 tahunnya.  

• Logam  mulia  anjlok  dibawah  level  $1.500  per  ons  untuk  pertama  kalinya  sejak  Juli  2011.  Emas  mencatatkan  penurunan  mingguan  terbesarnya sejak Desember 2011. 

• "The scale of the decline has been absolutely breathtaking. We tried to rally and that just didn't get anywhere ... there hasn't been any  downside support, it's like a knife through butter," analis Societe Generale Robin Bhar mengatakannya. 

• "If Cyprus can break the gold market, then (there are) many reasons to be worried, with Slovenia, Hungary, Portugal, Spain and Italy in  line," kata Milko Markov, seorang investment analyst pada S.K. Hart Management.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude oil ditutup melemah ke level terendah perdagangan Sembilan bulan mendekati nilai 101 dollar per barel pada sesi perdagangan Jumat seiring aksi jual yang dilakukan para investor terhadap bursa komoditi memicu pelemahan yang semakin dalam sebesar 3 dollar per barel, namun
indikator minyak dunia melemah cukup signifikan dalam perdagangan New York sesi malam seiring munculnya aksi beli pada level rendah.

• Melemahnya kontrak berjangka antar komoditas dimulai pada emas pada hari Jumat setelah logam mulia jatuh di bawah $ 1.500 per ounce untuk pertama kalinya sejak Juli 2011. Kontraksi tak terduga terhadap penjualan ritel AS menambah tekanan pada minyak, biji‐bijian dan logam seiring dolar menguat, dengan investor beralih ke uang tunai.

• Pada sesi perdagangan awal, kontrak berjangka Brent crude periode Mei melemah lebih dari 3 dollar per barel hingga menyentuh nilai 101,09 dollar, nilai kontrak terendah sejak bulan Juli. Pelemahan di awal sesi kembali menguat hingga lebih dari 2 dollar per barel sampai sesi penutupan perdagangan, ditutup dengan nilai 103,11 dollar per barel, melemah 1,16 dollar dalam satu hari sesi perdagangan. Brent telah melemah dikisaran
13 persen sejak bulan Februari di tengah ketidakpastian tentang menguatnya permintaan global.

• Kontrak berjangka U.S. crude untuk periode Mei ditutup melemah 2,22 dollar per barel dengan nilai 91,29 dollar per barel, meningkat dari sesi
perdagangan awal yang menyentuh level terendah 90,27 dollar per barel. Kontrak berjangka U.S. crude ditutup berada di bawah MA‐200 hari di
level 91,51 dollar per barel.

• "There's an underlying anxiety in the crude market about demand growth going forward into the second half of the year," said Andy Lebow, vice
president at Jefferies Bache in New York.

• "Gold came off and industrials are really getting hit today. That's part and parcel of the anxiety over global demand growth." .


EURO ZONE
• Siprus mempertimbangkan untuk menempatkan dana struktural Uni Eropa untuk penggunaan awal dalam membantu ekonominya yang terserang tetapi tidak meminta bailout  lebih besar dari zona euro dan International Monetary Fund daripada menyetujui 10 milyar euro, pejabat Uni Eropa mengatakannya.  

• Presiden Siprus Nicos Anastasiades mengatakan pada reporter di Nicosia bahwa dia akan mengirim surat pada Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso dan Presiden Dewan  Eropa Herman Van Rompuy untuk memberikan bantuan ekstra pada situasi ekonomi yang buruk.  

• Inflasi  Spanyol  pada bulan  Maret  ke  level  terendahnya  sejak bulan  Juli,  data  menunjukkannya,  karena  naiknya harga‐harga  melambat  pada  dukungan  turunnya pembelanjaan  konsumen dan rendahnya biaya bahan bakar.  

• Consumer prices naik 2.4 persen dalam basis tahunan pada bulan Maret, menurut data dari National Statistics Institute, dibandingkan dengan 2.8 persen pada bulan Februari dan  bersamaan dengan perkiraan polling Reuters.  

• "We expect the moderation in prices to continue over the coming months," Sekretaris Ekonomi Fernando Jimenez Latorre mengatakannya dalam konferensi pada data.  

• Menteri Keuangan zona euro mengharapkan untuk menyetujui untuk memberikan Irlandia dan Portugal tujuh tahun lebih untuk membayar kembali pinjaman yang mereka terima  dari Uni Eropa, kepala dari grup menteri keuangan mengatakannya.  

• "The ministers of the euro group would like to take a definite and positive decision on this extension of the maturities of the loans for seven years, pending the decision of the  ECOFIN colleagues this afternoon," Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada konferensi berita.   

• "Of course provided they successfully continue their programme, to be confirmed by the troika."  


U.K.
• Sterling masih bergerak mendekati level tertinggi 7 pekan terhadap dolar pada hari Jumat, dipicu permintaan pada mata uang dengan yield lebih tinggi dibanding yen  sejak BOJ meluncurkan program stimulus radikal pekan lalu. Sedangkan terhadap yen, sterling mengalami konsolidasi setelah menembus level tertinggi 3‐1/2 tahun  pada hari Kamis sebelumnya di 153.85 yen. Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5345, atau turun 0,2% dibandingkan penutupan New York hari Kamis.  Sedangkan terhadap yen Jepang, sterling bergerak di sekitar 151,30 yen atau turun lebih dari 1%. 

• Investor masih mencemaskan kondisi ekonomi Inggris yang masih rapuh dan kemungkinan BoE untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar dalam beberapa bulan  kedepan. Pasar berspekulasi bahwa BoE kemungkinan akan menaikkan program pembelian aset senilai 375 milyar pound ketika Mark Carney mulai menjabat sebagai  gubernur BoE di bulan Juli mendatang. Jika ini terjadi, maka akan berpotensi menekan sterling. 
  • Namun demikian, investor juga mengantisipasi adanya kemungkinan aksi beli sterling menjelang rilis data PDB‐Q1 Inggris pada 25 April mendatang.  


JAPAN
• Seorang diplomat keuangan yang baru ditunjuk mengatakan pada hari Jumat bahwa kebijakan Jepang untuk meningkatkan perekonomian dengan cara mengeluarkan kebijakan  stimulus moneter agresif kemungkinan besar dapat membuka pemahaman baru akan perekonomian pada pertemuan mereka di Washington pekan depan. 

• Mitsuhiro Furusawa, wakil menteri keuangan bidang urusan internasional, mengatakan diskusi akan memperpanjang pembahasan tentang dampak dari "perang mata uang" –  topik tentang "perang mata uang” ini mewarnai pertemuan terakhir para pemimpin keuangan G20 di Moskow pada bulan Februari. 

• Dia menegaskan bahwa kebijakan Jepang, yang telah menimbulkan kekhawatiran di negara tetangga, Korea Selatan karena melemahnya yen dan berdampak pada para pelaku  eksportir negara itu, tidak ditujukan untuk mempengaruhi harga mata uang. 

• "We'll explain that we are doing the utmost to beat deflation and that if it helps the Japanese economy recover, that would contribute to Asia and the world economy,"  Mitsuhiro  Furusawa mengatakan  kepada Reuters dalam sebuah wawancara.  

• Jepang dan Amerika Serikat pada hari Jumat menyetujui kesepakatan guna membuka jalan bagi Tokyo untuk bergabung dengan pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan  bebas Asia‐Pasifik. membesarnya materi pakta perekonomian yang diajukan memicu protes dari industri automotif AS.  

• Kesepakatan itu membawa Jepang lebih dekat memasuki pembicaraan mengenai Kemitraan Trans‐Pasifik (TPP), dimana Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Peru, Chili, Vietnam,  Malaysia, Singapura, Brunei, Australia dan Selandia Baru berharap bisa menyelesaikan tahun ini. 

• Perdana  Menteri  Jepang  Shinzo  Abe  mengatakan  kepada  wartawan  pada  hari  Jumat  setelah  pertemuan  dengan  para  menteri  kabinet,  "I  think  Japan's national  interests  are  protected under this U.S.‐Japan agreement,". 


AUSTRALIA
• Treasuri Wayne Swan melanjutkan pembicaraan prospek dari Australia kembali kesurplus dalam anggaran dalam waktu dekat.  

• Aliran  pada  efek  dari  krisis  keuangan  global  telah  menjadikan  palu  godam/tekanan  terhadap  pendapatan  perpajakan,  karena  tingginya  Australia  dollar  dan  anjloknya  harga  komoditas.  

• "As a result, we're seeing further hits to revenues and it's clear this will be felt right across the forwards," Mr Swan mengatakan pada jamuan makan siang di Sydney minggu ini.  

• Treasuri Wayne Swan mendorong bisnis Australia untuk mendapatkan "ahead of the curve" dan mendorong kedepannya lebih besarnya penggunaan pada mata uang Chinese  renminbi (RMB) dalam perjanjian perdagangan.  

• Mr Swan menyoroti minggu ini kesepakatan historis antara Australia dan Cina untuk memungkinkan Australian dollar dan setara dengan unit yuan untuk pertama kalinya.  

• Blowup dipemerintah yang merilis laporan keuangan yang mengkonfirmasi permasalahan Labor's budget berasal dari pengeluaran daripada kurangnya pendapatan, juru bicara  keuangan oposisi Andrew Robb mengatakannya.  

• Dalam laporan keuangan bulanan pemerintah untuk Februari 2013, terdapat defisit uang tunai yang mendasari sebesar $23.646 milyar, yang mana lebih tinggi daripada $17.993  milyar perkiraan dalam pertengahan tahun update bujet yang dirilis pada Oktober.  

• Perbedaan $5.713  milyar  utamanya berkenaan  dengan rendahnya  pendapatan  pajak dan tingginya tunjangan kesejahteraan, suatu pernyataan  dari  menteri  keuangan  Penny  Wong mengungkapkannya.


SWISS
• Franc  Swiss  merosot  0,9%  terhadap  yen  Jepang  pada  perdagangan hari  Jumat,  mengakhiri  serangkaian  rally‐nya  yang mencapai  8%  sejak  BPJ meluncurkan  program  kebijakan  moneter agresifnya dan keprihatinan seputar konflik Korea Utara. 

• Aktifitas di pasar uang terpusat pada yen Jepang sejak BOJ mengkampanyekan program pembelian obligasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Dolar juga menguat sekitar  7%  terhadap yen sejak BOJ menjanjikan prgramnya tersebut pekan lalu untuk menyuntikkan $1,4 triyun kedalam perekonomiannya. 

• Meskipun perdagangan bilateral antara Swiss dan Jepang relatif kecil, dengan yen mengalami tekanan, maka franc dipandang sebagai safe haven currency bagi aliran dana yang  keluar dari Jepang. 

• Franc terakhir tercatat bergerak di sekitar 106,20 yen, atau naik 0,9% dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Franc telah terapresiasi sekitar 8% sejak BOJ mengumumkan  paket stimulus moneternya pada 4 April lalu.  Terhadap dolar, franc bergerak menguat sekitar 0,2% di sekitar 0,9285 franc. Sedangkan euro melemah 0,2% di sekitar 1,2165 franc. 

• Pekan ini pasar akan mencermati data import and producer price index Swiss yang diprediksi turun 0,3% y/y di bulan Maret. Sedangkan untuk basis bulanan diprediksi turun 0,1%  m/m. Data akan dirilis hari Selasa, 16 April 2013.  

Friday, April 12, 2013

Headline News 12.04.13


US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  global  naik  untuk  hari  keempat  pada  Kamis  kemarin,  terangkat  oleh  rilis  data  jobless  claims  AS  yang  diluar  dugaan  mengalami penurunan di pekan lalu, sementara harga minyak turun akibat pemangkasan pada proyeksi permintaan global seiring dengan  suplai minyak AS yang menembus level tertinggi selama 2 dekade terakhir. 

• Kebijakan pelonggaran moneter agresif Jepang dan indikasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Cina juga turut mengangkat pasar  ekuitas, dengan indeks saham Dow Jones dan S&P 500 mencatat rekor tertinggi penutupannya. 

• Penurunan  klaim  pengangguran  sebanyak  42000  menjadi  346000  mampu  meredakan  kekhawatiran  mengenai  buruknya  pasar  tenaga  kerja AS setelah tercatat pertumbuhan pekerjaan yang lemah di periode Maret lalu. 

• Menambah optimisme investor adalah meningkatnya prediksi dari eksekutif ritel dan analis untuk penjualan toko yang sama pada bulan  April setelah tertekan awal bulan lalu untuk musim semi karena cuaca dingin. 

• Wall  Street  naik  meskipun  adanya  laporan  terjadi  penurunan  penjualan  komputer  sebesar  14%  di  kuartal  pertama,  penurunan  tertajamnya dalam 2 dekade, dimana telah memicu melemahnya saham Microsoft Corp. <MSFT.O>, Hewlett‐Packard Co <HPQ.N> dan  Intel Corp. <INTC.O>.  

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 62,90 poin atau 0,42% di 14865,14. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  5,64 poin atau 0,36% di 1593,37. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 2,90 poin atau 0,09% di 3300,16.   

• MSCI's all‐country world index <.MIWD00000PUS> naik 0,62%, sehari setelah membukukan kenaikan terbaik keduanya dalam tahun ini. 

• Bursa saham Eropa naik, dengan FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 0,56% di 1192,87. Sedangkan indeks saham blue chip zona  euro yaitu Euro STOXX 50 <.STOXX50E> naik 0,5% di 2674,33. 

• Yield obligasi pemerintah Italia dan SPanyol naik akibat aksi ambil untung investor pasca rally harga obligasi belakangan ini. 

• Sejak  BOJ  mengumumkan  program  stimulus  radikalnya  sepekan  lalu,  dolar  telah  naik  7%,  yield  pada  obligasi  pemerintah  negara  maju  turun dan indeks ekuitas dunia MSCI menembus level tertinggi sejak Juni 2008. 

• Adapun kenaikan terkini pada ekuitas berkat indikasi adanya pemulihan ekonomi di Cina dan oleh indikasi pekan lalu bahwa ECB akan  memangkas suku bunganya. 

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield 1,7913%. 

• Harga  minyak  Brent  turun dibawah $105  per  barel,  mendekati  level  terendah  8  bulan,  setelah  pasar  memangkas  proyeksi  permintaan  minyak global dan stok minyak mentah AS meningkat ke level tertingginya selama lebih dari 2 dekade terakhir. Harga minyak berjangka  Brent untuk pengiriman Mei ditutup melemah $1,52 di level $104,27 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS turun $1,13  ke $93,51 per barel. 

• Dolar bergerak di sekitar level tertinggi 4 tahun terhadap yen, dan diprediksi akan segera menembus di atas 100 yen seiring rencana BOJ  untuk membeli obligasi guna mendongkrak perekonomiannya. Dolar sendiri telah gagal untuk naik di atas 100 yen sejak April 2009. Dolar  terakhir tercatat naik 0,06% di 99,83 yen. 

• Emas naik berkat aksi bargain hunting yang dipicu melemahnya dolar, setelah terkoreksi tajam di sesi sebelumnya akibat kemungkinan  adanya penjualan emas oleh Siprus dan ketidakpastian mengenai program stimulus moneter The Fed. Namun, peningkatan pada ekonomi  AS dan pasar ekuitas akan membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek kedepan. Harga emas naik 0,4% ke $1564,10 per ons,  setelah berhasil rebound dari level terendah 1 pekan di $1553,10.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik Kamis lalu karena penurunan dalam dollar yang dipicu aksi bargain hunting setelah penurunan tajam sehari sebelumnya dari  berita kemungkinan penjualan emas oleh Siprus dan ketidakpastian berkenaan dengan stimulus moneter the Fed. 

• Membaiknya outlook ekonomi AS dan rally pada pasar ekuitas, dapat menekan harga emas dalam jangka pendek, kata para analis.   

• "Regardless of Fed policy, there are many more attractive assets to profit on than gold right now. It looks like the trade right now is buy  S&P and sell gold," kata Mihir Dange, COMEX gold options floor trader untuk Arbitrage LLC.  


OIL & COMMODITIES
• Pergerakan harga minyak ditutup melemah pada sesi perdagangan setelah the International Energy Agency (IEA) memangkas perkiraan akan pertumbuhan permintaan terhadap minyak pada tahun ini, sebuah badan terbesar ketiga di dunia yang ahli akan memperkirakan pertumbuhan permintaan disaat meningkatnya pertumbuhan persedian akan minyak.

• IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk bulan ketiga berturut‐turut. U.S. Energy Information Administration (EIA) dan Organisasi Negara‐negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga merevisi perkiraan mereka menjadi lebih rendah dalam minggu ini.

• Dampak pertumbuhan ekonomi di AS, negara‐negara berkembang dan resesi yang terjadi di Eropa telah mengikis permintaan terhadap bahan bakar pada saat produksi minyak telah meningkat pesat, khususnya di Amerika Utara.

• "There's an ongoing process of acknowledging that the underlying fundamentals are not supporting prices," ucap Timothy Evans,energy analyst di Citi Futures Perspectives, New York.

• IEA merilis data pada hari Rabu bahwa persedian U.S. crude oil menguat pada pekan lalu hingga menyentuh level tertinggi akan persedian minyak sejak tahun 1990.

• "I'm going to go out on a limb here and say that any time a market has a 22‐year high in inventories, it's not a bull market," ucap Evan.

• Harga Brent melemah lebih tajam dibandingkan dengan harga U.S. crude, mempersempit spread antara Brent dan U.S. West Texas Intermediate pada level penutupan terendah 10,59 dollar di satu titik pada sesi perdagangan Kamis, sebelum ditutup dengan nilai 10,76 dollar.

• Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei ditutup melemah 1,52 dollar dengan nilai 104,27 dollar per barel, setelah sempat menyentuh sesi nilai terendah 103,70 dollar. Kontrak berjangka Brent crude untuk periode Mei akan berakhir pada sesi perdagangan Senin.

• Kontrak berjangka U.S. crude untuk periode Mei ditutup melemah 1,13 dollar dengan nilai 93,51 dollar per barel, jauh di bawah MA‐50 hari dengan nilai 94,33 dollar, sempat melemah hingga 93,06 dollar selama sesi perdagangan kemarin. 

EURO ZONE
• Para ekonom telah memangkas dengan tajam ekspektasi untuk pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini, saat ini terlihat kontraksi 0.4 persen dibandingkan dengan prediksi  penurunan 0.1 persen hanya tiga bulan yang lalu, polling Reuters menunjukkannya.  

• Survei  lebih  dari  60  ekonom  juga  memprediksi  tingkat  pengangguran  zona  euro,  sudah  direkor  tertingginya,  telah  mendorong  kenaikan  kedepannya  dan  kemungkinan  akan  mencapai puncaknya hingga akhir tahun ini dan awal tahun 2014.  

• Perkembangan kebijakan moneter European Central Bank masih akommodatif, karena perekonomian zona euro diekspektasi untuk recover secara bertahap dalam semester kedua  tahun ini, ECB mengatakannya.  

• ECB juga mengatakan dalam bulletin bulanannya bahwa ekspektasi inflasi dalam wilayah euro masih menguat bersamaan dengan tujuan untuk menjaga tingkat inflasi dibawah  tetapi dekat dengan 2 persen dalam jangka menengah.  

• Consumer prices Perancis naik tipis dengan cepat pada bulan Maret daripada ekspektasi meksipun inflasi masih tenang karena goyahnya permintaan pada negara dengan ekonomi  terbesar kedua dalam zona euro.      

• Consumer prices naik 0.8 persen pada Maret dari bulan sebelumnya, yang membawa tingkat inflasi 1.1 persen dalam 12 bulan, lembaga statistik resmi INSEE mengungkapkannya.  

• Tingkat pengangguran Yunani  mencatatkan  rekor barunya  sebesar  27.2  persen pada  Januari,  data  menunjukkannya, menggambarkan dalamnya  resesi  negara  tersebut  setelah  tahun‐tahun penghematan yang dikenakan dibawah international bailout.  

• Tingkat pengangguran hampir tiga kali lipat sejak krisis negara berkembang tahun 2009, dan lebih daripada dua kali lipat rata‐rata tingkat pengangguran zona euro yang terjadi 12  persen. Gambaran terakhir naik dari revisi 25.7 persen pada bulan Desember, jasa statistik negara ELSTAT mengatakannya.  


U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 7 pekan terhadap dolar dan level puncak 3‐1/2 tahun terhadap yen pada hari Kamis, terangkat oleh minat beli investor pada aset  beresiko dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi. 

• Optimisme bahwa ekonomi Inggris akan terhindar dari resesi, menyusul rilis positif data industrial output sebelumnya, juga turut memberi dukungan bagi penguatan  sterling.  Sedangkan  program  pelonggaran  moneter  BOJ  juga  telah  mendorong  investor  untuk  memburu  mata  uang  selain  yen.  Namun  penguatan  sterling  masih  berpotensi terbatas seiring kekhawatiran terhadap masih rapuhnya kondisi ekonomi Inggris dan kemungkinan BoE melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. 

• Sterling  menembus  level  tertinggi  3‐1/2  tahun  terhadap  yen  setelah  mencatat  intraday  high  di  153,85  yen,  naik  sekitar  10%  sejak  pekan  lalu  ketika  BOJ  mengumumkan rencana stimulus radikalnya. 

• Sterling menyentuh level puncak 7 pekan di $1,5411 terhadap dolar, level tertingginya sejak 20 Februari, sebelum akhirnya memangkas keuntungannya dan mencatat  naik 0,4% di sekitar $1,5390. 

• Sterling diprediksi tidak akan menguat secara signifikan sebelum rilis BoE minutes pekan depan, dimana pelaku pasar akan mencermatinya untuk melihat prospek  kelanjutan dari quantitative easing. Tiga anggota BoE, termasuk gubernur Mervyn King, telah mendukung untuk dilanjutkannya pelonggaran moneter dalam 2 bulan  terakhir. 


JAPAN
• Menurut Reuter dalam jajak pendapat yang dilakukan dengan cukup cepat terhadap banyak analis yang dilaksanakan setelah bank sentral mengejutkan para pelaku bursa dengan  kebijakan moneternya yang cukup radikal bahwa kebijakan besar BoJ akan stimulus moneternya menarik perekonomian yang dalam dua dekade terakhir terlihat tidak sehat,  telah merubah prospek akan aset‐aset Jepang. 

• "As the BOJ's 'new dimension of monetary easing' has changed where the Japanese market is heading, we should reset our targets in order to maintain our bullish stance on the  Japanese stocks," ucap Kyoya Okazawa, head of global equities dan commodity derivativesdit BNP Paribas, Tokyo.  

• "The BOJ's easing has take the markets into an entirely 'new stage', so I believe we too will need to adjust our target accordingly."     

• Data machinery orders Jepang yang dirilis pada hari Kamis menguat 7,5 % pada bulan Februari, rebound dari penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya, namun tidak cukup  untuk mempengaruhi tren secara keseluruhan. 

• Kenaikan ini sedikit lebih besar dari yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires dan Nikkei, yang memperkirakan rata‐rata bahwa data core  orders meningkat 7,0% dari bulan sebelumnya. Data core orders turun 13,1% pada bulan Januari. 

• Dibandingkan dengan tahun lalu, data core orders yang belum disesuaikan jatuh sebesar 11,3 % 

• “This  month  was  a  rebound  from  the  considerable  fall  last  month,"  ucap  pejabat  pemerintahan  kepada  wartawan  dalam  sebuah  briefing.  "Our  assessment  is  still  that  (the  indicator) is gradually recovering." 



AUSTRALIA
• Tresuri Wayne Swan menolak mengulang permintaan bank sentral untuk tidak membayar pemerintah federal deviden finansial tahun ini.

• Reserve Bank of Australia (RBA) menghasilkan keuntungan $1.1 milyar tahun 2011/12, utamanya dari interest income.

• Ingin mentransfer semua dana untuk Reserve Bank Reserve Fund (RBRF) setelah dana kehilangan nilainya karena tingginya dollar Australia.

• Lonjakan tiba‐tiba pada tingkat pengangguran Australia ke level terburuknya sejak krisis keuangan global telah memicu kekhawatiran mengenai ekonomi dan dapat mendorong Reserve Bank untuk memangkas tingkat suku bunga.

• Tingkat pengangguran naik pada bulan Maret menjadi 5.6 persen –hanya dibawah puncak GFC dilevel 5.9 persen yang tercatat pada bulan Juni 2009 – setelah jumlah lapangan kerja baru anjlok tidak seperti ekspektasi sebesar 36.100.

• Tetapi pemerintah federal mengatakan pasar tenaga kerja masih kuat dan tingkat pengangguran masih kurang dari setengahnya Eropa yang besarannya 12 persen dan rata‐rata OECD pada delapan persen.

SWISS
• Swiss  National  Bank  tetap  siap  untuk  mempertahankan  batasan  nilai  tukar  minimum  EUR/CHF  di  level  1,20  franc  yang  telah  ditetapkan  pada  2011  lalu,  demikian penegasan dari anggota SNB Fritz Zurbruegg. SNB siap untuk melakukan intervensi jika diperlukan. Hal ini berarti SNB akan menaikkan cadangan  devisanya  lebih  lanjut.  Data  bulan  Maret  menunjukkan  cadangan  forex  SNB  naik  menjadi  438,3  miliar  franc  Swiss  ($470,53  milyar)  karena  kekhawatiran  tentang krisis Siprus mendorong mata uang Swiss naik. SNB juga mengakui bahwa krisis zona euro masih menimbulkan ancaman bagi mata uang Swiss. SNB  tidak memiliki rencana untuk membeli atau menjual emas, dimana bank sentral memiliki 1040 ton pada akhir tahun, senilai hampir 50,8 miliar franc Swiss,  atau sekitar lebih dari 10 persen dari total aset SNB senilai 499,4 milyar franc. 

• Dolar  merosot  ke  level  terendah  6  pekan  terhadap  franc  Swiss  di  0,9278,  dan  terakhir  tercatat  melemah  0,2%  di  sekitar  0,9305  franc.  Sedangkan  euro  beregrak relatif stabil terhadap franc ke sekitar 1,2195.