title cover

title cover

Monday, April 22, 2013

Headline News 22.04.13


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global dan harga minyak rebound pada hari Jumat lalu pasca mengalami tekanan jual dalam sepekan terakhir yang dipicu  oleh indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi global. 

• Upaya  pencarian  dan  penangkapan  tersangka  dalam  pemboman  Marathon  Boston  setelah  tersangka  lainnya  tewas  tampaknya  tidak  berdampak pada harga, meskipun volume perdagangan mungkin telah sedikit tertekan. Boston adalah pusat keuangan utama AS. 

• Harga minyak Brent stabil di atas $99 per barel selama kenaikannya dalam 2 hari perdagangannya, sementara bursa saham Wall Street  dan Eropa terapresiasi menyusul maraknya permintaan global. 

• Di  awal  sesi  selama  perdagangan  pekan  kemarin,  saham  mengalami  koreksi  dipicu  suramnya  data  ekonomi  yang  dirilis  dan  anjloknya  harga komoditas. Indeks saham Eropa dan AS mencatat kinerja mingguan terburuknya tahun ini. S&P 500 ditutup di bawah MA50 pada  hari Kamis yang mengisyaratkan uptrend dalam jangka menengah berpotensi terhambat. Terakhir kali indeks ditutup di bawah MA50 pada  awal  Desember  silam.  Volume  perdagangan  terlihat  menurun  karena  adanya  tekanan  jual  dan  absennya  data  ekonomi  AS  pada  hari  Jumat.  

• Despite the sell‐off, the S&P is still up about 9 percent for the year and the pullback could lead investors to re‐evaluate their positions.  Unless there's a shock to the system, investors will move back into the market as we head through earnings season, but now investors have  an opportunity to study the winners and losers more closely, said Michael Sheldon, chief market strategist at RD Financial in Westport,  Connecticut.  

• Marquee tech telah mendorong pasar dan memicu naiknya Nasdaq lebih dari 1%, sehari setelah Google Inc <Googol> dan Microsoft Corp  <MSFT.O> membukukan perolehan laba yang kuat. Google ditutup di sekitar $800 per saham. 

• Dow Industrials secara umum melemah selama perdagangan akhir pekan kemarin, dipicu perolehan laba yang kurang memuaskan dari  International Business Machines Corp <IBM.N>. Tiga broker memangkas target harga untuk saham perusahaan tersebut, dimana saham  turun 8,3% ke $190,00 dan memberi tekanan kuat pada Dow yang mana Dow akhirnya berhasil ditutup naik di akhir sesi. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 10,37 poin atau 0,07% di 14547,51. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  13,64 poin atau 0,88% di 1555,25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 39,69 poin atau 1,25% di 3206,06.   

• MSCI's all‐country world equity index <.MIWD00000PUS>, yang mendata 9000 saham di 45 negara, naik 0,6% ke 355,94. Dalam sepekan  kemarin, indeks membukukan prosentase penurunan terbesarnya sejak Juni.  

• Di Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0,5% untuk ditutup di 1153,19. Indeks tercatat melemah 2,4% selama sepekan kemarin, dipicu  buruknya data ekonomi Jerman, demikian juga dengan data ekonomi AS. 

• Dolar  melanjutkan  penguatannya  terhadap  yen  setelah  petinggi  Jepang  di  Washington  mengatakan  komunitas  global  memahami  kebijakan moneter yang diterapkan pemerintah Jepang yang semata‐mata ditujukan untuk menstabilkan perekonomian dan bukan untuk  memanipulasi nilai tukar. Euro menguat ke level intraday high terhadap dolar setelah anggota ECB Jensen Weidman mengatakan suku  bunga di Eropa masih sesuai. Euro kemudian memangkas keuntungannya. Dolar naik 1,44% ke 99,54 yen, mendekati level puncak 4 tahun  di 99,95 yen yang dicapai pekan sebelumnya. Sementara terhadap dolar, euro bergerak relatif stabil di sekitar $1,3048. 

• Naiknya bursa saham telah mendorong naiknya harga minyak, dengan Brent naik di atas $100 per barel. Namun kekhawatiran mengenai  permintaan global dan oversupply telah membatasi rebound. Brent crude <LCOc1> naik 52 sen dan ditutup di $99,65 per barel, sedangkan  U.S. crude <CLc1> naik 28 sen ke $88,01 per barel. 

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 6/32 dengan yield di 1,7049 persen. 

• Emas naik dipicu oleh maraknya physical buying pada hari Jumat meskipun terlihat masih terhambat setelah dalam sepekan kemarin emas  masih melemah lebih dari 5% pasca mencatat koreksi harian tertajamnya pada hari Senin (15/04). Emas naik 0,6% ke $1398,96 per ons  setelah  mencatat intraday high  di $1424,51. Emas  mendapat  support  setelah  Fitch  Ratings  menjadi lembaga  internasional  kedua  yang  memangkas peringkat kredit teratas Inggris menjadi AA‐plus dari AAA, mengutip melemahnya prospek ekonomi dan fiskal. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  pada  pembelian  fisik  Jumat  lalu,  gagal  untuk  menahan  penurunan  tajam  pada  awalnya,  karena  emas  telah  mencatatkan  penurunan tajamnya untuk rangkaian dua minggunya pada likuidasi investor yang mendorong kekecewaan bulanan berkenaan dengan  kinerjanya 

• Logam mulia merosot lebih dari 5 persen minggu ini setelah mencatatkan penurunan harian terbesarnya yang pernah ada dalam formasi  dollar  Senin  lalu,  anjloknya  emas  ditangkap  oleh  banyaknya  investor  veteran,  yang  mana  melihat  emas  sebagai  proteksi  portofolio  terhadap inflasi dan resiko pasar lainnya, dengan mengejutkan. 

• "With the significant move to the downside, gold is rebounding off its low on a pick‐up in physical demand and short‐covering," kata David  Meger, director of metals trading pada Vision Financial Markets.  


OIL & COMMODITIES
• Brent crude mampu bertahan di areal kunci $100/barel selama 2 hari perdagangan berturut‐turut di akhir pekan – menghentikan tekanan besarnya yang  telah berlangsung dalam 6 hari perdagangan beruntun sebelumnya akibat kondisi technical yang sudah jenuh jual (oversold). Sementara Crude oil AS, yang  tertekan dalam 4 dari 5 hari perdagangan terakhir, juga turut bertahan di atas areal $88an/barel dalam 2 hari perdagangan beruntun. 

• Harga Brent crude <LCOc1> tertekan tajam ke level terendah sejak Juli 2012, di $96.75/barel di awal pekan lalu, dari level $103 Jumat 2 pekan sebelumnya.  sementara crude oil AS kembali menguji ke bawah level $86/barel setelah upaya rebound tertahan di areal $89 kemarin. 

• Harga crude oil <CLc1> tertekan hingga level terendah sejak Desember 2012, di $85.67/barel Kamis pekan lalu, dari level $90 2 pekan sebelumnya. 

• Pemangkasan prospek demand minyak global oleh sejumlah lembaga energi global, menyusul krisis kredit Eropa serta lemahnya data‐data ekonomi AS dan  Cina.  Dan  di  pekan  kemarin  data‐data  seperti  GDP  Q1  Cina  di  level  7.7%  turun  dari  7.9%  periode  sebelumnya  dan  peningkatan  claim  pengangguran  mingguan AS memperkuat kekhawatiran lemahnya data ekonomi 2 negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

• Sejumlah pengamat mengatakan bahwa kenaikan harga minyak di akhir pekan kemarin, dari tekanan tajamnya, jangan dulu dianggap sebagai suatu yang  akan  berkelanjutan,  mengingat  kenaikan  tersebut  lebih  dipicu  hanya  pada  kondisi  tekanan  yang  sudah  demikian  besar  hingga  menyebabkan  kondisi  technical yang oversold. 

• Jika  melihat  kondisi/alasan  dari  penurunan  tajam  minyak  tersebut  berasal  dari  kekhawatiran  terhadap  lemahnya  prospek  ekonomi  AS  dan  Cina,  maka  perbaikan data‐data mereka lah yang seharusnya dapat mendorong kembali kebangkitan harga minyak. Selain itu, di saat tekanan minyak saat ini, perlu  diwaspadai  reaksi  dari  anggota  OPEC  karena  Harga  Brent  crude  oil  di  bawah  $100/barel  dirasa  menyulitkan  sejumlah  anggota  OPEC  untuk  membiayai  pengeluaran  masing‐masing  yang  didanai  dari  pendapatan  dari  minyak.  Hal  ini  potensial  mengundang  langkah  pengurangan  pasokan  maupun  produksi  minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa mendukung rebound. 

• OPEC akan bersidang pada 31 Mei 2013 mendatang, dan sikap delegasi OPEC akhir‐akhir ini terhadap penurunan harga minyak dunia nampaknya tidak akan  memicu pertemuan darurat menjelang jadwal pertemuan Mei tersebut. Kemarin pihak Venezuela, salah anggota OPEC, mengatakan bahwa para menteri‐ menteri OPEC tengah berkonsultasi mengenai perlunya pertemuan darurat sebagai reaksi dari penurunan harga minyak akhir‐akhir ini. 

EURO ZONE
• Zona euro akan melambat dalam pengetatan anggaran untuk membantu menyegarkan pertumbuhan ekonomi, seorang pejabat Uni Eropa Kamis sebelumnya, yang menyoroti  perubahan kebijakan AS yang telah lama menekan.  

• "They are preaching to the converted," EU Economic and Monetary Affairs Commissioner Olli Rehn mengatakan pada Reuters.  

• Langkah dari pengetatan fiskal diseluruh dunia ditetapkan untuk mendominasi pembicaraan oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Group of 20 (G20) negara  maju dan ekonomi berkembang, yang bertemu Kamis sebelumnya dan kemudian Jumatnya di Washington 

• Perwakilan Jerman dari dewan eksekutif European Central Bank memaksa pemerintah Jumat lalu untuk menekan kedepannya dengan rencana Eropa pada banking union untuk  memperkuat sistem keuangan dan menghindari krisis masa yang akan datang.  

• Keberhasilan Spanyol dalam menaikkan dana dari pasar dalam beberapa minggu telah menyebabkan jauh lebih sedikit ekonom yang mengharapkan perlunya sovereign bailout,  sebuah polling Reuters menunjukkannya.  

• Hanya tujuh dari 49 responden yangmengatakan Spanyol akan membutuhkan bantuan, turun tajam dari 16 yang keluar dari 48 yang mengatakan akan dilakukan pada 27 Maret  pada polling.  

• Slovenia, diekspektasi untuk beralih pada Uni Eropa dan International Monetary Fund. Dua puluh enam ekonom mengatakan akan membutuhkan bailout, dibandingkan dengan 16  dalam polling awalnya. 


U.K.
• Sterling jatuh terhadap dolar pada hari Jumat setelah Fitch Ratings menjadi lembaga internasional kedua untuk memangkas peringkat kredit teratas Inggris  menjadi AA‐plus dari AAA, mengutip melemahnya prospek ekonomi dan fiskal. 

• Sterling merosot 0,3% ke $1,5238, dibandingkan sekitar $1,5250 sebelum pengumuman Fitch. 

• Langkah Fitch  ini adalah sebuah tamparan bagi pemerintah  Konservatif  Inggris yang  berjanji  untuk memangkas defisit dan  melindungi peringkat  negara  ketika mengambil alih kekuasaan pada tahun 2010. 

• Moody's adalah instansi pertama yang men‐downgrade Inggris pada bulan Februari, dan Standard & Poor's mengatakan setidaknya satu dari tiga peluang  pihaknya akan mengikuti langkah Moody's. 


JAPAN
• Mata uang global, terutama dollar dan euro, bangkit signifikan terhadap yen Jumat kemarin setelah pertemuan menteri‐menteri keuangan dan petinggi bank sentral  negara G20, bersama IMF dan Bank Dunia, tidak menentang langkah stimulus moneter agresif Jepang yang dilakukan BoJ baru‐baru ini – karena lebih bertujuan untuk  meredam deflasi daripada melemahkan mata uangnya. 

• Para investor institusi dikabarkan kembali melakukan aksi beli USDJPY, sehingga mengembangkan prospek bahwa USDJPY akan menembus level psikologis 100 dalam  beberapa hari ke depan.  

• Pada 11 April 2013 lalu, atau beberapa hari setelah putusan agresif BoJ, USDJPY melonjak hingga 99.94 sebelum kemudian terkoreksi hingga 95.96 pada awal pekan  lalu mengantisipasi pertemuan G20. EURJPY mampu bangkit kembali meskipun masih sulit mengatasi level 130, dari tekanannya di 125.05 pekan lalu. April berjalan  ini EURJPY merosot tajam dari level 131.11 (11/April) mengantisipasi pertemuan G20, yang sebelumnya dikhawatirkan akan mengkritik keras putusan agresif BoJ.   

• Namun potensi pemangkasan suku bunga oleh ECB, sebagaimana dikomentari oleh anggota dewan moneter ECB, Jens Weidmann, pekan lalu, serta berkembangnya  kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS, perlu diwaspadai bisa memicu fluktuatif/volatilitas perdagangan USDJPY serta EURJPY – jika tidak boleh dikatakan akan  menghambat kenaikan mereka. 


SWISS
• Dolar AS dan euro menguat 1,5 persen terhadap yen pada hari Jumat setelah Jepang mengatakan Kelompok 20 negara (G20) tidak menentang pelonggaran  moneter yang agresif yang ditujukan untuk mengatasi deflasi daripada untuk melemahkan mata uangnya. 

• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan "Jepang menjelaskan bahwa kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai stabilitas harga dan pemulihan  ekonomi, dan karena itu sesuai dengan kesepakatan G20 pada bulan Februari." 

• Kondisi ini telah memicu rebound dolar terhadap franc Swiss dan terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9340 franc, atau naik 0,2% dibandingkan penutupan  New York hari Kamis. 

• Adapun data ekonomi Swiss yang akan dicermati pasar pekan ini adalah data perdagangan periode Maret yang akan dirilis hari Selasa. Ekspor nampaknya  akan menerima tekanan akibat penguatan franc sebesar 0,5% terhadap euro selama bulan Maret. 

Friday, April 19, 2013

Headline News 19.04.13

US & GLOBAL
• Bursa saham global bergerak volatile pada hari Kamis, dengan bursa saham AS ditutup melemah pasca rilis buruk data aktifitas pabrikan  AS,  indikator  terkini  yang  mengisyaratkan  lemahnya  pertumbuhan  ekonomi,  sementara  bursa  saham  Eropa  ditutup  mendekati  level  terendahnya tahun ini. Awalnya, saham AS mengalami rebound setelah mengalami koreksi tajam hari Rabu, namun kemudian berbalik  melemah setelah rilis data AS. Harga minyak mentah rebound, meskipun masih mencatat melemah tajam dalam pekan ini. Koreksi yang  terjadi ini telah membuat bursa saham AS nempertajam koreksinya pekan ini dan S&P menembus di bawah MA‐50 untuk pertama kalinya  dalam tahun ini, sebuah sinyal bahwa uptrend pasar bisa dalam kondisi genting. S&P 500 terancam mengalami pekan terburuknya sejak  Juni 2012, meskipun masih mencatat naik 8,1% selama 2013 ini. 

• Aktifitas pabrikan di wilayah Mid‐Atlantic AS diluar dugaan melemah di bulan April, berdasarkan laporan dari Philadelphia Federal Reserve,  data terkini yang mengindikasikan lemahnya kondisi ekonomi. 

• Investor juga mencermati laporan laba terkini untuk melihat sinyal kekuatan ekonomi, namun hasil yang dilaporkan terlihat mixed. Verizon  Communications <VZ.N> naik 2,8% setelah melaporkan perolehan laba yang lebih baik dari perkiraan sementara Morgan Stanley <MS.N>  merosot  5,4%  menyusul  pendapatan  dari  perdagangan  komoditas  turun  tajam.  UnitedHealth  Group  <UNH.N>  turun  3,8%  setelah  mengalami penurunan laba, menekan saham‐saham asuransi. 

• Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  berakhir  melemah  81,45  poin  atau  0,56%  di  14537,14.  Standard  & Poor's 500  Index  <.SPX>  turun  10,40 poin atau 0,67% di 1541,61. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 38,31 poin atau 1,20% di 3166,36.   

• FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> berakhir flat mendekati level terendahnya tahun ini. Frankfurt's DAX <.GDAXI> turun 0,4% sementara  Paris CAC‐40 <.FCHI> naik 0,1%.  

• Euro menguat 0,2% namun masih terlihat goyah pasca kejatuhannya di sesi sebelumnya ditengah pembicaraan dilanjutkannya kebijakan  pelonggaran moneter oleh ECB. 

• Sebelumnya, indeks Nikkei Jepang dilaporkan merosot 1,2% dan indeks MSCI untuk saham‐saham Asia Pasifik diluar Jepang turun 0,6%,  menempatkan indeks ekuitas dunia MSCI turun 0,3%. 

• Rilis  buruk  data  ekonomi  Cina  dan  AS  serta  keputusan  Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  untuk  memangkas  proyeksi  pertumbuhan  ekonomi global, telah menjadi pemicu anjloknya pasar ekuitas belakangan ini, mengimbangi kebijakan pelonggaran moneter dari sejumlah  bank sentral dunia. 

• Sejumlah  analis  pasar  melihat  koreksi  yang  terjadi  adalah  hal  yang  wajar  setelah  menguat  tajam  di  kuartal  pertama  tahun  ini,  ketika  optimisme terhadap ekonomi AS mengangkat Wall Street ke level puncaknya dan mendorong bursa saham Eropa ke level tertinggi multi  tahunannya. 

• Buruknya data ekonomi dan merosotnya harga saham telah mendorong investor untuk memburu obligasi. Treasury AS untuk tenor 10  tahun naik 2/32 dengan yield 1,6898 persen. 

• Prospek melambatnya pertumbuhan ekonomi global, dan menurunnya permintaan untuk produk yang digunakan dalam industri, telah  memicu tertekannya pasar komoditas, dengan tembaga dan minyak mendekati level terendah multi bulanannya. Tembaga turun di bawah  $7000 per ton untuk pertama kalinya sejak akhir 2011 namun kemudian rebound dan mencatat naik 0,2% ke $7092 per ton. Sementara  investor melakukan bargain hunting dan mendorong Brent crude naik 2,1% setelah belakangan ini menyentuh level terendah sejak Juli  tahun  lalu.  U.S.  crude  <CLc1>  naik  2%,  meskipun  masih  mencatat  koreksi  tajam  pekan  ini.  Emas  naik  0,8%,  merupakan  kenaikan  hari  ketiganya. Setelah mengalami koreksi tajam di hari Senin, emas masih mencatat turun lebih dari 6% dalam pekan ini. 

• Di  pasar  obligasi  Eropa,  investor  mengabaikan  kekhawatiran  mengenai  pertumbuhan  ekonomi  dan  mengganti  fokus  perhatiannya  terhadap  kemungkinan  bank  sentral  memangkas  suku  bunganya.  Kondisi  ini  telah  mendorong  Spanyol  untuk  menjual  4,7  milyar  euro  obligasi baru dengan yield yang lebih rendah dibanding lelang sebelumnya. German Bund futures <FGBLc1> tercatat flat di 146,22 setelah  penjualan obligasi,  namun  didukung  oleh  ekspektasi  pelonggaran  kebijakan  moneter  bank  sentral.  Permintaan meningkat  di  hari  Rabu  setelah  komentar  dari  petinggi  ECB  Jens  Weidmann  memperkuat  indikasi  akan  dipangkasnya  suku  bunga  jika  data  ekonomi  terus  memburuk.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik Kamis lalu dari membaiknya permintaan emas secara fisik, tetapi para pembeli bertahan mewaspadai mengikuti aksi jual emas  secara historis pada awal minggu ini. 

• Logam mulia rebound tajam setelah anjlok hampir 3 persen dalam perdagangan Asia dari berita bahwa pemegang exchange‐traded fund,  SPDR Gold Trust, telah anjlok 1 persen ke level terendahnya dalam tiga tahun. 

• Tanda‐tanda membaiknya permintaan fisik pada level terendahnya, termasuk serentetan aksi beli emas batangan, koin dan bongkahan  emas di Asia, dan sangat kuatnya penjualan koin emas AS, yang mendorong pasar. 

• "Weakness in the equity market will likely see some longs reenter gold. It may be a long time before the yellow metal gives many the  feeling of safety," kata Carlos Perez‐Santalla pada commodities broker Marex Spectron.  


OIL & COMMODITIES
• Sempat melanjutkan tekanan terlebih dahulu, harga minyak dunia akhirnya mampu bangkit ditandai dengan kembalinya Brent crude menuju areal kunci $100/barel –  menghentikan  tekanannya  yang  telah  berlangsung  dalam  6  hari  perdagangan  beruntun  mengingat  kondisi  technical  yang  sudah  jenuh  jual  (oversold).  Sementara  Crude oil AS, yang tertekan dalam 4 dari 5 hari perdagangan terakhir, bangkit kembali ke atas areal $88an/barel. 

• Harga komoditas minyak relatif tertekan cukup signifikan belakangan ini karena kekhawatiran penurunan demand menyusul relatif lemahnya data ekonomi AS dan  Cina – konsumen minyak terbesar dunia – diikuti dengan meningkatnya pasokan minyak di AS. 

• Harga Brent crude tertekan ke bawah level $98/barel, sementara crude oil AS kembali menguji ke bawah level $86/barel setelah upaya rebound tertahan di areal $89  kemarin.   

• Stephen Schork, pemilik sekaligus sebagai editor pada The Schork Report, mengatakan penurunan harga Brent ke bawah $98, dengan level key support $97.91 akan  memicu aksi sell off – dimana mereka yang bullish akan menghentikan aksi beli dan mereka yang bearish akan meningkatkan akumulasi jual. 

• Dalam 5 hari perdagangan terakhir, harga Brent crude sudah tertekan sekitar 7% mengikuti tekanan komoditas lainnya yang dipicu oleh rilis pesimis di luar dugaan  data pertumbuhan ekonomi Cina di kuartal pertama 2013. 

• Meskipun terjadi penurunan di luar dugaan pada persediaan crude oil inventory dan pasokan bensin pekan lalu, namun untuk persediaan distillate oil (yang terdiri dari  disel  dan  heating  oil)  serta  persediaan  bensin  sendiri  masing‐masing  meningkat  2,36  juta  barel  dan  5,3  juta  barel.  Pelaku  pasar  mengatakan  data  ini  relatif  mix,  sehingga  para  investor  lebih  cenderung  melihat  ke  faktor  luar  –  yakni  potensi  lemahnya  demand  global  (dari  AS  dan  Cina),  yang  kemudian  semakin  meningkat  concern‐nya  setelah  IMF  Selasa  lalu  memproyeksikan  pertumbuhan  ekonomi  global  yang  lebih  rendah  untuk  tahun  2013  dan  2014  –  sebagai  dampak  dari  pemangkasan spending AS dan krisis Eropa.       

• Namun tidak ada salahnya untuk mewaspadai tertahannya penurunan, seperti diproyeksikan Barclay dalam laporan risetnya, yang mengatakan bahwa harga minyak  tidak akan bertahan di bawah level $100 setelah kuartal kedua tahun ini. Harga Brent crude oil di bawah $100/barel dirasa menyulitkan sejumlah anggota OPEC untuk  membiayai pengeluaran masing‐masing yang didanai dari pendapatan dari minyak. Hal ini potensial mengundang langkah pengurangan pasokan maupun produksi  minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa mendukung rebound. 

• OPEC akan bersidang pada 31 Mei 2013 mendatang, dan sikap delegasi OPEC akhir‐akhir ini terhadap penurunan harga minyak dunia nampaknya tidak akan memicu  pertemuan  darurat  menjelang  jadwal  pertemuan  Mei  tersebut.  Kemarin  pihak  Venezuela,  salah  anggota  OPEC,  mengatakan  bahwa  para  menteri‐menteri  OPEC  tengah  berkonsultasi  mengenai  perlunya  pertemuan  darurat  sebagai  reaksi  dari  penurunan  harga  minyak  akhir‐akhir  ini. 


EURO ZONE
• Majelis  rendah  Jerman  dalam  parlemen  memilih  sangat  banyak  untuk  membantu  Siprus  bailout  10  milyar  euro  yang  didesain  untuk  menghindari  kebangkrutan  untuk  negara  kepulauan Mediterania itu dan mempertahankannya dalam zona euro.  

• Dari 601 anggota parlemen yang hadir di ruang Bundestag, 487 mendukung penyelamatan, dibawah kerjasama dengan Siprus yang telah menyetujui untuk memperketat kerugian  besar pada depositor, menutup bank terbesar kedua dan meningkatkan pajak korporat.   

• Secara terpisah parlemen Jerman juga didukung pada perluasan pinjaman tujuh tahun untuk korban bailout Portugal dan Irlandia.   

• Pemungutan suara Siprus tidak meragukan untuk memberikan dukungan yang luas dari koalisi kanan tengah dan Kanselir Jerman Angela Merkel dan didukung oleh banyak oposisi  anggota parlemen dari Social Democrats dan Greens.  

• Vice  President  Komisi  Eropa  Commission Antonio  Tajani  mengatakan  dia  menguntungkan  secara  pribadi  untuk  pemberian  pada Perancis lebih banyak  waktu  untuk  membawa  defisit turun 3 persen dari output ekonomi setelah Perancis mengatakan akan melempem dari target tahun ini.  

U.K.
• Sterling rebound dari koreksinya awal sesi terhadap dolar pada perdagangan hari Kamis meskipun kondisinya masih rapuh setelah data yang dirilis masih  membuka peluang untuk berlanjutnya kebijakan moneter longgar oleh BoE. 

• Penjualan  ritel  Inggris  di  bulan  Maret  turun  sesuai  ekspektasi  pasar,  menyisakan  kekhawatiran  apakah  lemahnya  permintaan  domestik  dan  belanja  konsumen telah mendorong perekonomian Inggris kedalam jurang resesi di kuartal pertama. Penjualan ritel tercatat turun 0,7%, yang secara umum sesuai  dengan ekspektasi pasar untuk turun 0,8%. 

• Setelah  koreksi  mencatat  intraday  low  di  $1,5216,  sterling  kemudian  rebound  dan  terakhir  tercatat  bergerak  di  sekitar  $1,5280,  atau  menguat  0,3%  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Rabu.  Sterling  memperoleh  support  setelah  data  aktifitas  manufaktur  AS  menambah  kekhawatiran  bahwa  pemulihan ekonomi di AS nampaknya sedang mengalami hambatan. Data ekonomi AS semalam menunjukkan jobless claims naik di pekan lalu dan kegiatan  pabrikan AS di wilayah Mid‐Atlantic melemah di bulan April. 


JAPAN
• Euro menguat atas dollar Kamis kemarin menyusul tekanan dolar dari sinyal lemahnya pemulihan ekonomi AS lebih lanjut, sehingga kembali mengangkatnya setelah  mengalami tekanan harian terbesar selama 10 bulan Rabu sebelumnya. Di sisi lain mata uang dollar, dan juga euro, rebound atas yen setelah investor memandang  bahwa pertemuan G20 Washington tidak akan mengkritik langkah agresif stimulus bank sentral Jepang yang diambil baru‐baru ini. 

• Di sela pertemuan G20 tersebut, gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa diskusi khusus mengenai langkah stimulus agresif Jepang menurutnya tidak akan  menjadi pembahasan khusus di pertemuan tersebut. Kuroda juga kembali menegaskan bahwa langkah tersebut diambil semata untuk alasan domestik, yakni stabilitas  harga dan ingin mencapai target inflasi 2% dari tekanan deflasi yang berlarut‐larut, dan bukan untuk melemahkan yen. 

• Petinggi keuangan Eropa, Oli Reihn, Direktur IMF, Christine Laggarde, dan gubernur bank sentral Kanada, Mark Carney, relatif mendukung langkah stimulus agresif BoJ  sebagai perbaikan ekonomi dan untuk keluar dari zona deflasinya. 

• USDJPY kembali diperdagangkan ke atas areal 98, setelah tekanan tertahan di 95.90an yang dicapai Selasa lalu, dan EURJPY masih mampu bertahan di atas areal 126  untuk kemudian terdorong hingga ke atas areal 128 hingga awal sesi Asia Jumat ini. EURUSD mampu bertahan di atas level 1.3000an. 


AUSTRALIA
• Treasuri Wayne Swan telah memperingatkan ekonomi utama terhadap bersandar pada "mindless austerity" untuk memperbaiki neraca keuangan mereka, juga Labor  mempersiapkan untuk bujet pilihan sendiri yang sulit.  

• Mr Swan di Washington pada minggu ini untuk negara‐negara industri level Group of 20 dan meeting International Monetary Fund meetings.  

• Dalam catatan ekonomi yang dipublikasikan, dia mengatakan pemerintah di seluruh dunia, termasuk Australia, yang menghadapi sulitnya pilihan berkenaan dengan  pertumbuhan (ekonomi) dunia, mengikuti krisis keuangan gobal  tahun 2008‐2009.  

• Orang‐orang  Australia  merasakan  kenaikan  pada  confident  mengenai  pembelanjaan  uang  mereka,  dengan  pembelanjaan  pada  kartu  kredit  dan  debit  naik  untuk  rangkaian kenaikan dalam tujuh bulannya.  

• Ekonomi diseluruh pengeluaran naik 1.3 persen, seasonally adjusted, pada bulan Maret, menurut Commonwealth Bank's Business Sales Indicator (BSI).  

• Telah terjadi kenaikan dalam tujuh bulannya, dengan pembelanjaan naik 5.8 persen dibandingkan setahun yang lalu.  

• Business confidence telah membaik dalam tiga bulan pertamanya dari tahunan karena kekhawatiran mengenai pelemahan ekonomi global. 


SWISS
• Swiss National Bank melihat franc masih overvalued dan khawatir setiap kenaikan franc akan berdampak buruk pada ekonomi, sebuah indikasi bahwa SNB  komitmen untuk mempertahankan plafon 1,20 franc per euro. Anggota SNB Fritz Zurbruegg, memberikan komentar tersebut dalam sebuah konferensi yang  diselenggarakan oleh lembaga ekonomi BAKBasel. 

• Franc tercatat menguat 0,1% terhadap dolar di sekitar 0,9323 franc dibandingkan penutupan New York hari Rabu. Sedangkan terhadap euro, franc relatif  stabil. 

• Franc memperoleh support setelah data aktifitas manufaktur AS menambah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi di AS nampaknya sedang mengalami  hambatan. Data ekonomi AS semalam menunjukkan jobless claims naik di pekan lalu dan kegiatan pabrikan AS di wilayah Mid‐Atlantic melemah di bulan  April. 

Thursday, April 18, 2013

Headline News 18.04.13


US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  dan  komoditas  global  jatuh  pada  hari  Rabu  menyusul  kekhawatiran  terhadap  pertumbuhan  global  memukul  sentimen  investor dan laporan laba yang mengecewakan turut menekan Wall Street. 

• Tembaga,  yang  dipandang  sebagai  barometer  untuk  manufaktur  dan  pertumbuhan  yang  bertalian  dengan  Cina,  ,  turun  lebih  dari  3%,  tertekan oleh kekhawatiran kondisi ekonomi global dan penurunan 10,3% pada penjualan mobil Eropa. 

• Pasar  saham  AS  dan  Eropa  juga  turun  lebih  dari  1%  setelah  laporan  penjualan  mobil  kian  menambah  keprihatinan  terhadap  kondisi  ekonomi  Eropa  dan  setelah  Dana  Moneter  Internasional  (IMF)  pada  hari  Selasa  men‐downgrade  proyeksi  pertumbuhan  global  untuk  tahun ini dan tahun mendatang. 

• Kontras dengan prediksi industri sebelumnya mengenai rebound semester kedua, penjualan otomotif di Eropa menghadapi penurunan  tahunan keenam kalinya secara berturutan ke level terendahnya selama 2 dekade terakhir. 

• Harga emas naik ditengah kondisi perdagangan yang cukup fluktuatif, setelah terkoreksi ke level terendah 2 tahun pekan ini, disokong  oleh aksi beli investor Asia. Meskipun demikian, emas masih rentan terhadap tekanan. 

• Harga minyak Brent turun di bawah $98 per barel ditengah prospek  lemahnya permintaan dari AS dan Cina yang akan diperkuat oleh  meningkatnya  suplai  minyak  mentah  AS  disaat  yang  bersamaan.  Brent  telah  merosot  8%  dalam  6  sesi  terakhir  menyusul  tertekannya  komoditas  akibat  data  yang  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  di  Cina,  sebagai  konsumen  minyak  terbesar  kedua  dunia,  melambat  diluar dugaan di kuartal pertama tahun ini. 

• Indeks S&P 500 melemah, sehari setelah mencatat performa terbaik keduanya tahun ini menyusul laporan laba yang mengecewakan dan  turunnya komoditas. Apple Inc <AAPL.O> turun dibawah $400 per saham untuk pertama kalinya sejak akhir 2011 setelah proyeksi laba  yang  mengecewakan  dari  pemasok  utama  Cirrus  Logic  <CRUS.O>  yang  kian  menambah  kekhawatiran  mengenai  lemahnya  permintaan  untuk iPhone dan iPad. Saham Apple kemudian memangkas sejumlah kerugiannya, dan ditutup melemah 5,45% di $402,80. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 138,19 poin atau 0,94% di 14618,59. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  turun 22,56 poin atau 1,43% di 1552,01. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> merosot 59,96 poin atau 1,84% di 3204,67.   

• Saham Intel Corp <INTC.O>, produsen semikonduktor terbesar dunia, awalnya melemah setelah pihaknya mengatakan laba kuartal saat ini  akan menurun sebanyak 8% dan memangkas rencana belanja modal di tahun 2013. Intel kemudian berhasil naik 0,07% di $21,93.  Saham Texas Instruments <TXN.O>, produsen chip lainnya, turun 4,3% dan Bank of America Corp <BAC.N> turun 4,7%, setelah melaporkan  laba yang mengalami penurunan dan merupakan bank terakhir diantara 4 bank besar AS yang memberikan laporan laba untuk kuartal  pertama. 

• Indeks ekuitas dunia dalam MSCI tercatat turun 1,3% ke 355,34, membalik kenaikan tajamnya di hari Selasa sebelumnya. Bursa saham  Eropa jatuh ke level terendah dalam 4 bulan. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> turun untuk kempat kalinya setelah ditutup melemah 1,6%  di 1147,76. Euro STOXX 50 index <.STOXX50E> juga turun 2,1% ke 2553,49. 

• Brent crude <LCOc1> turun $2,22 di $97,69 per barel, sementara U.S. crude <CLc1> turun $2,04 di $86,68 per barel.  

• Obligasi kembali naik menyusul melemahnya saham dan komoditas sebagai respon atas prospek ekonomi global. Tereasury AS tenor 10  tahun naik 7/32 dengan yield di 1,6967 persen.  

• Euro mencatat koreksi harian tertajamnya terhadap dolar selama hampir setahun terakhir, dipicu wacana mengenai pemangkasan suku  bunga zona euro, sementara tanda‐tanda terjadinya kelesuan ekonomi (economic malaise) di Inggris dan Kanada turut menambah daya  tarik dolar. Euro jatuh 1,1% ke $1,3030 setelah menembus level tertinggi 7 pekan di sesi overnight, dan hampir mencatat koreksi harian  tertajamnya  sejak  Juni  tahun  lalu.  Yen  juga  melemah  terhadap  dolar,  menyusul  para  petinggi  dari  negara‐negara  G20  dalam  pertemuannya di Washington akhir pekan ini diperkirakan tidak akan memojokkan Jepang atas kebijakan moneternya yang mana telah  menyebabkan koreksi tajam pada yen. Dolar naik 0,48% ke 97,99 yen, meskipun masih di bawah level tertinggi 4 tahun di 99,94 yen yang  dicapai pekan lalu. 

• U.S. Comex June gold futures <GCM3> berakhir melemah $4,70 di $1382,70 per ons. Sementara harga emas spot naik $6,27 ke $1374,00  per ons. Harga tembaga di London Metal Exchange <CMCU3> ditutup melemah 2,8 % di $7080.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  pada  perdagangan  yang  choppy  Rabu  lalu  karena  level  terendah  logam  mulia  sebelumnya  ikut  memicu  aksi  beli  secra  fisik,  tetapi pasar mempermasalahkan tertahannya kenaikan dan terlihat rapuh untuk aksi jual berikutnya kedepan. 

• Emas telah menghentikan kenaikan awalnya karena kekhawatiran ekonomi diseputar pasar global. Penurunan tajam pada pasar ekuitas AS  dan komoditas industri memimpin tembaga dan crude melanjutkan menekan emas, sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

• Sentimen  diseputaar  emas  masih  mengguncang  karena  aksi  jual  emas  yang  mendorong  pasar  untuk  menilai  penurunan  status  emas  sebagai safe haven.  

• "We are seeing a lot of retail buying and not a lot of commercial and certainly not fund buying in this particular rally back," kata Frank  McGhee, kepala precious metals trader pada Integrated Brokerage Services LLC.   

• "Investors are still very wary about economic slowdown and deflation," katanya McGhee lagi.  



OIL & COMMODITIES
• Harga minyak dunia ternyata kembali merosot ditandai dengan masih adanya kekhawatiran penurunan demand menyusul relatif lemahnya data ekonomi 
AS dan Cina – konsumen minyak terbesar dunia – diikuti dengan meningkatnya pasokan minyak di AS. 

• Harga Brent crude tertekan ke bawah level $98/barel, sementara crude oil AS kembali menguji ke bawah level $86/barel setelah upaya rebound tertahan di  areal $89 kemarin.   

• Stephen Schork, pemilik sekaligus sebagai editor pada The Schork Report, mengatakan penurunan harga Brent ke bawah $98, dengan level key support  $97.91 akan memicu aksi sell off – dimana mereka yang bullish akan menghentikan aksi beli dan mereka yang bearish akan meningkatkan akumulasi jual. 

• Dalam 5 hari perdagangan terakhir, harga Brent crude sudah tertekan sekitar 7% mengikuti tekanan komoditas lainnya yang dipicu oleh rilis pesimis di luar  dugaan data pertumbuhan ekonomi Cina di kuartal pertama 2013. 

• Sementara penguatan dolar AS, terutama terhadap euro dan yen, menyusul komentar dari seorang petinggi ECB yang mengundang spekulasi pemangkasan  suku bunga Eropa, menjadi pemicu lainnya untuk tekanan harga minyak. Penguatan dolar membuat komoditas dengan denominasi mata uang AS tersebut  akan relatif mahal. 

• Meskipun terjadi penurunan di luar dugaan pada persediaan crude oil inventory dan pasokan bensin pekan lalu, namun untuk persediaan distillate oil (yang  terdiri dari disel dan heating oil) serta persediaan bensin sendiri masing‐masing meningkat 2,36 juta barel dan 5,3 juta barel. Pelaku pasar mengatakan data  ini relatif mix, sehingga para investor lebih cenderung melihat ke faktor luar – yakni potensi lemahnya demand global (dari AS dan Cina), yang kemudian  semakin meningkat concern‐nya setelah IMF Selasa lalu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global yang lebih rendah untuk tahun 2013 dan 2014 –  sebagai dampak dari pemangkasan spending AS dan krisis Eropa.       

• Namun  tidak  ada  salahnya  untuk  mewaspadai  tertahannya  penurunan,  seperti  diproyeksikan  Barclay  dalam  laporan  risetnya,  yang  mengatakan  bahwa  harga  minyak  tidak  akan  bertahan  di  bawah  level  $100  setelah  kuartal  kedua  tahun  ini.  Harga  Brent  crude  oil  di  bawah  $100/barel  dirasa  menyulitkan  sejumlah anggota OPEC untuk membiayai pengeluaran masing‐masing yang didanai dari pendapatan dari minyak. Hal ini potensial mengundang langkah  pengurangan pasokan maupun produksi minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa mendukung rebound.

EURO ZONE
• Menteri keuangan Siprus mengatakan Rabu lalu dia mengantisipasi negara untuk menjual bagian dari cadangan emasnya "during the next months", tetapi keputusan  final berdasarkan dengan bank sentral.  

• Siprus  telah  menjual  beberapa  cadangan  emasnya  untuk  menghasilkan  sekitar  400  juta  euro  untuk  membiayai  bagian  dari  bailout  10  milyar  euro  Uni  Eropa/IMF,  menurut penilaian dari kebutuhan keuangan Siprus yang disiapkan oleh oleh Komisi Eropa. 

• Slovenia,  berjuang untuk menghindari  menjadi negara zona euro dengan  kasus  bailout berikutnya, menambah lebih  dari dua kali lipat  sesuai rencana  pada tender  treasury bill yang bertujuan mendorong easing terhadap keuangannya.  

• Dengan  investor  skeptik  bahwa  Slovenia  dapat  membersihkan  sektor  lending  yang  sakit  didominasi  oleh  bank‐bank  yang  dimiliki  oleh  negara,  rencana  menteri  keuangan untuk menggunakan proses buy back besarnya rangkaian dari utang yang jatuh tempo 6 Juni.  

• Bank  sentral  Swedia  mempertahankan  tingkat  suku  bunga  unchanged  Rabu  lalu  untuk  menunda  memperketat  kebijakan  (moneter)  dan  membaik  tahun  depan  berkenaan dengan lemahnya inflasi dan kebutuhan yang mendukung lambannya recovery pada negara tersebut.  

• Pemerintah Perancis mengatakan akan memiliki utang publik dan defisit yang lebih tinggi dari yang direncanakan melalui mandatnya tetapi terdapat harapan untuk  menenangkan mitra Uni Eropa dengan pemangkasan pembelanjaan yang akan membawa untuk surplus anggaran tahun 2016.  


U.K.
• Sterling jatuh terhadap dolar pada hari Rabu, tertekan oleh rilis data yang menunjukkan lemahnya pertumbuhan upah dan naiknya tingkat pengangguran, yang kian menambah  kekhawatiran akan rapuhnya ekonomi Inggris.  

• Sementara BoE minutes yang dirilis di hari yang sama menunjukkan suara dewan kebijakan bank sentral 6:3 untuk mempertahankan program penjualan aset senilai 375 milyar  pound di bulan April, sesuai dengan perkiraan pasar sebelumnya. 

• Data Product Domestik Bruto kuartal pertama Inggris pekan depan masih akan dicermati pasar untuk melihat apakah ekonomi Inggris kembali tergelincir kedalam resesi. 

• Sterling terkoreksi ke $1,5219, menjauhi level tertinggi 2 bulan yang dicapai pekan lalu di $1,5412, dipicu aksi jual oleh investor Timur Tengah. Sterling terakhir tercatat bergerak  di sekitar $1,5240, atau melemah sekitar 0,8% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

• Lemahnya pasar tenaga kerja kian memperkuat dugaan bahwa BoE akan melanjutkan quantitative easing (QE) di bulan‐bulan mendatang. 

• Investor hari ini akan fokus pada data retail sales Inggris untuk melihat kekuatan permintaan domestik ditengah kondisi ekonominya yang masih rapuh dan di ambang resesi  ketiga dalam waktu kurang dari lima tahun. 


JAPAN
• Rebound USDJPY dan EURJPY tertahan dipengaruhi oleh penurunan euro setelah komentar seorang anggota dewan kebijakan moneter ECB, Jens Weidmann, seperti dikutip Wall  Street Journal membuka peluang pemangkasan suku bunga Eropa. 

• Sebelumnya  tekanan  euro  juga  telah  dipicu  oleh  komentar  dari  mantan  petinggi  ECB,  Lorenzo  Bini  Smaghi,  yang  menghimbau  bank  sentral  Eropa  agar  mencari  cara  untuk  menghambat penguatan euro. 

• Ashraf Laidi, kepala analis di City Index Ltd, London, terhadap reaksi tajam pasar terhadap euro saat ini menjelaskan bahwa faktor resiko terbesar euro lebih tertuju pada prospek  pemangkasan suku bunga daripada ketidakpastian politik Italia, program penghematan di Portugal atau ancaman penetapan pajak pada deposito di perbankan Eropa. 

• Di pertemuan moneternya awal April lalu, ECB masih mempertahankan level suku bunga dan kebijakan moneternya, namun presiden ECB, Mario Draghi, mengingatkan bahwa  pihaknya masih mengawasi dengan seksama data‐data ekonomi dan dalam keadaan bersiaga untuk menghindar dari resesi ekonomi. 

• Data  ekonomi  Eropa  belakangan  ini  memang  telah  memberikan  prospek  pesimis  bagi  perekonomian  regionalnya,  misalnya  berlanjut  lemahnya  inflasi  periode  Maret  serta  merosot tajamnya sentimen investor di Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa. 

• Mata uang global sendiri masih digadang‐gadangkan akan kembali menguat atas yen di tengah pertemuan G20 di Washington akhir pekan ini, yang belakangan diproyeksikan  akan mendukung langkah agresif pelonggaran moneter Jepang. 

• USDJPY kembali diperdagangkan di bawah level 98, setelah upaya rebound kemarin tertahan di 98.43. Selasa sebelumnya USDJPY merosot hingga areal 95.90an, dan EURJPY  tertekan  tajam  hingga  125.00  mengikuti  koreksi  tajam  emas.  EURJPY  kemudian  mencoba  rebound  signifikan  dengan  mengatasi  level  129,  namun  dengan  cepat  terkoreksi  mencoba kembali ke bawah areal 127. EURUSD kembali tertekan tajam mencoba level 1.3000 setelah upaya rebound masih gagal mengatasi areal 1.3200.  


JAPAN
• Rebound USDJPY dan EURJPY tertahan dipengaruhi oleh penurunan euro setelah komentar seorang anggota dewan kebijakan moneter ECB, Jens Weidmann, seperti dikutip Wall  Street Journal membuka peluang pemangkasan suku bunga Eropa. 

• Sebelumnya  tekanan  euro  juga  telah  dipicu  oleh  komentar  dari  mantan  petinggi  ECB,  Lorenzo  Bini  Smaghi,  yang  menghimbau  bank  sentral  Eropa  agar  mencari  cara  untuk  menghambat penguatan euro. 

• Ashraf Laidi, kepala analis di City Index Ltd, London, terhadap reaksi tajam pasar terhadap euro saat ini menjelaskan bahwa faktor resiko terbesar euro lebih tertuju pada prospek  pemangkasan suku bunga daripada ketidakpastian politik Italia, program penghematan di Portugal atau ancaman penetapan pajak pada deposito di perbankan Eropa. 

• Di pertemuan moneternya awal April lalu, ECB masih mempertahankan level suku bunga dan kebijakan moneternya, namun presiden ECB, Mario Draghi, mengingatkan bahwa  pihaknya masih mengawasi dengan seksama data‐data ekonomi dan dalam keadaan bersiaga untuk menghindar dari resesi ekonomi. 

• Data  ekonomi  Eropa  belakangan  ini  memang  telah  memberikan  prospek  pesimis  bagi  perekonomian  regionalnya,  misalnya  berlanjut  lemahnya  inflasi  periode  Maret  serta  merosot tajamnya sentimen investor di Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa. 

• Mata uang global sendiri masih digadang‐gadangkan akan kembali menguat atas yen di tengah pertemuan G20 di Washington akhir pekan ini, yang belakangan diproyeksikan  akan mendukung langkah agresif pelonggaran moneter Jepang. 

• USDJPY kembali diperdagangkan di bawah level 98, setelah upaya rebound kemarin tertahan di 98.43. Selasa sebelumnya USDJPY merosot hingga areal 95.90an, dan EURJPY  tertekan  tajam  hingga  125.00  mengikuti  koreksi  tajam  emas.  EURJPY  kemudian  mencoba  rebound  signifikan  dengan  mengatasi  level  129,  namun  dengan  cepat  terkoreksi  mencoba kembali ke bawah areal 127. EURUSD kembali tertekan tajam mencoba level 1.3000 setelah upaya rebound masih gagal mengatasi areal 1.3200.  


SWISS
• Sentimen investor rebound di bulan April ke level tertingginya selama hampir 3 tahun menyusul meningkatnya optimisme diantara para anlis keuangan yang melihat  rendahnya tingkat pengangguran dan terkendalinya inflasi dalam bulan‐bulan kedepan. 

• Stabilnya nilai tukar franc Swiss juga turut membantu ekonomi. Sebanyak 2/3 responden dalam survey sentimen investor ZEW mengatakan mereka memprediksi nilai  tukar mata uang franc, yang mana SNB telah mematok batasan minimum EUR/CHF di 1,20 franc sejak September 2011 lalu guna mencegah terjadinya resesi, akan  tetap stabil terhadap euro hingga tahun depan. Sedangkan hampir separuh responden memprediksi franc akan melemah terhadap dolar. 

• ZEW investor sentiment indicator naik ke 20 poin di bulan April setelah terkoreksi ke 2,3 poin sebulan sebelumnya, demikian dilaporkan Credit Suisse. Ini adalah level  tertingginya sejak Mei 2010. Angka di atas 0 mengisyaratkan lebih banyak ekonom yang memprediksi ekonomi akan meningkat dibandingkan yang memprediksi akan  melemah dalam 6 bulan kedepan. 

• Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Rabu dipicu aksi jual oleh perusahaan tambang telah menekan ekuitas Eropa dan minat terhadap aset beresiko, dan  menjauhkan dolar dari level terendah 8 pekan di sesi sebelumnya terhadap franc. Investor juga terlihat menahan diri setelah Wakil Kepala SNB Jean‐Pierre Danthine  mengatakan bahwa meledaknya kredit dapat memicu naiknya harga real estate dan akan membahayakan perekonomian. 

• Franc bergerak di sekitar 0,9320‐an atau melemah 1,1% terhadap dolar dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

Wednesday, April 17, 2013

Headline News 17.04.13


US & GLOBAL
• Harga minyak mentah Brent turun dibawah $100 per barel pada hari Selasa yang untuk pertama kalinya dalam 9 bulan terakhir menyusul  berlanjutnya concern terhadap kondisi ekonomi global telah menekan prospek permintaan minyak, sementara harga emas dan saham AS  rebound pasca koreksinya belakangan ini. 

• Adapun tertekannya harga komoditas dan saham yang terjadi belakangan ini terlihat dipicu oleh rilis buruk data ekonomi Cina dan AS yang  mana telah menambah kekhawatiran terhadap kekuatan pemulihan ekonomi global. Kondisi ini telah berlanjut menekan harga minyak,  dengan Brent crude <LCOc1> turun 72 sen di $99,91 per barel, sedangkan U.S. crude <CLc1> berhasil rebound dari koreksi awalnya untuk  ditutup di $88,72, atau naik 1 sen. 

• Bursa saham AS naik lebih dari 1%, didukung oleh earnings kuat dari sejumlah perusahaan besar AS dan juga ekspektasi The Fed akan  terus melanjutkan stimulusnya. 

• Emas  juga  berhasil  rebound  pasca  koreksi  tajamnya  lebih  dari  8%  di  hari  Senin  sebelumnya.  Harga  emas  awalnya  melanjutkan  penurunannya ke $1321,35 per ons, sebelum akhirnya berbalik menguat 1,5% ke $1372,90. Emas telah merosot sekitar 20% sepanjang  tahun ini setelah mencatat keuntungan beruntun selama 12 tahun dan turun sekitar 28% dari rekor tertinggi bulan September 2011 di  $1920,30  per  ons.  Ada  sejumlah  faktor  yang  memicu  koreksi  emas  belakangan  ini,  diantaranya  banyak  investor  melepas  emas  dan  mengalihkan  investasinya  dan  kemungkinan  bahwa  bank  sentral  lainnya  di  Eropa  akan  menggunakan  rencana  bailout  Siprus  dengan  menjual cadangan emasnya yang berlimpah sebagai alasan untuk mengurangi kepemilikan mereka. 

• Data semalam menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) turun di bulan lalu, memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan  kebijakan stimulus ekonominya. Kebijakan moneter ultra longgar dari The Fed telah menjadi salah satu motor penggerak penguatan bursa  saham tahun ini. 

• Sejumlah  laporan  earnings  yang  optimis  juga  turut  mendukung  naiknya  harga  saham  Wall  Street.  Coca‐Cola  <KO.N>  melaporkan  perolehan laba yang lebih baik dari perkiraan yang mendorong naiknya saham perusahaan tersebut lebih dari 5% ke level tertinggi sejak  1998. Sementara saham Johnson & Johnson <JNJ.N> mencatat rekor tertinggi di $83,50, setelah perusahaan sektor kesehatan tersebut,  yang merupakan komponen Dow, melaporkan earnings kuartalannya yang mengagumkan. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 157,58 poin atau 1,08% ke 14756,78. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 22,21  poin atau 1,43% ke 1574,57. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 48,14 poin atau 1,50% ke 3264,63.   

• Sementara data lain menyebutkan industrial production AS melemah di bulan Maret, sedangkan building permits juga turun. Namum data  yang  dirilis  awal  tahun  ini  menunjukkan  peningkatan  yang  memperkuat  indikasi  terjadinya  akselerasi  pada  pertumbuhan  ekonomi  di  kuartal pertama, meskipun laporan terkini menunjukkan pemulihan tidak terlalu menggembirakan menjelang musim semi. 

• Indeks saham global dalam MSCI naik 0,7%. Sementara indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, ditutup melemah 0,7% setelah  rilis mengecewakan data indeks ZEW Jerman dan update lemah dari grup elit LVMH <LVMH.PA>. 

• Pasar uang juga berbalik melemah, dengan yen anjlok terhadap dolar dan euro, membalik kenaikan tajamnya hari Senin. Dolar menembus  level intraday high di 98,15 yen, dan tercatat naik 0,8% di 97,54 yen. Euro menguat 2,2% ke 128,53 yen, pasca menembus level puncaknya  di 128,99 yen. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas mengalami recovery Selasa lalu setelah pembelian emas secara fisik meningkat padah pelemahan harga mengikuti anjloknya harga  Senin lalu secara historis, tetapi pasar mengalami permasalahan dari mempertahankan kenaikan dan terdapat sedikit confidence bahwa  aksi jual emas masih dapat berlanjut lagi. 

• Emas memperluas penurunan dalam dua tahunnya ke level terendah sehari sebelum bertahan lagi. Aksi jual emas yang tejadi dalam dua  harinya berturut‐turut mendorong investor untuk menilai penurunan status emas sebagai lindung nilai inflasi dan depresiasi mata uang. 

• "I'm selling into the rally and waiting to figure out what's going on," kata Charles Gradante, co‐founder dari The Hennessy Group, yang  berinvestasi dalam hedge funds.  

• "The question is where's gold going from here. Now this could be a 'dead cat bounce' we're getting today," Gradante menambahkannya.  



OIL & COMMODITIES
• Brent  crude  oil  pun  tertekan  ke  bawah  level  psikologis  $100/barel  untuk  pertama  kalinya  selama  9  bulan  pada  Selasa  kemarin.  Selain  mengikuti  tekanan  di  pasar  komoditas,  terutama  emas  dalam  hal  ini,  tekanan  minyak  juga  dipicu  oleh  meningkatnya  kekhawatiran  terhadap demand menyusul lemahnya rilis data‐data ekonomi AS dan Cina (konsumen minyak terbesar dunia) belakangan ini. 

• Selain itu gempa besar di Iran yang berkekuatan antara 7,5‐7,8 SR, terbesarnya selama 40 tahun, yang terus mengundang korban jiwa,  menjadi kekhawatiran sendiri terhadap gangguan supply minyak, sehingga membatasi tekanannya. 

• Sementara  potensi  pengurangan  pasokan  maupun  produksi  minyak  dari  anggota  OPEC  dapat  membatasi  tekanan  lebih  lanjut,  atau  mungkin  bisa  mendukung  rebound.  Harga  Brent  crude  oil  di  bawah  $100/barel  dirasa  menyulitkan    sejumlah  anggota  OPEC  untuk  membiayai pengeluaran masing‐masing yang didanai dari pendapatan dari minyak.  

• Di sesi awal Selasa kemarin, emas merosot hingga ke level terendahnya selama 2 tahun, di $1322,43, dan Brent crude oil tertekan lebih  dari $2 ke level terendahnya sejak Juli 2012, di sekitar level $98/barel. Namun rebound emas kembali mencoba ke areal $1400 mendorong  Brent crude bangkit kembali ke areal 99,60 di sesi NY semalam. 

• Sementara  harga  Crude  oil  berjangka  tipe  kontrak  Mei  <CLc1>  sempat  tertekan  mendekati  level  $86.00,  terendahnya  sejak  Desember  2012, sebelum kemudian rebound kembali ke atas $88/barel di sesi NY semalam. 

• Sementara  sejumlah  pengamat  pasar  masih  memproyeksikan  tekanan  masih  potensial  berlanjut  untuk  harga  minyak  dalam  jangka  menengah  ini  menyusul  kekhawatiran  demand  global  dari  kondisi  fundamental  global  saat  ini.  Prospek  ini  juga  didukung  oleh  pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini dan tahun depan dari IMF kemarin, akibat pemangkasan spending AS  dan krisis Eropa.

EURO ZONE
• Tekanan inflasi melemah kedepannya pada bulan Maret dalam 17 negara‐negara yang menggunakan euro, didorong oleh tren yang menurun terus dalam  harga energi, data dari lembaga statistik Uni Eropa menunjukkannya.  

• Inflasi  tahunan  zona  euro  melemah  menjadi  1.7  persen  pada  Maret,  level  terendahnya  sejak  Agustus  2010,  Eurostat  menungkapkannya,  dibandingkan  dengan target European Central Bank yang dekat tetapi tidak diatas 2 persen.  

• Komisi Eropa akan mengusulkan pembayaran "frontloading" untuk Siprus dari bujet Uni Eropa sehingga alokasi untuk tujuh tahun berikutnya dibayar awal  untuk memberikan dorongan terhadap ekonomi, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakannya.  

• Dalam surat untuk Presiden Siprus Nicos Anastasiades, Barroso mengatakan Komisi juga akan menawarkan Nicosia tarif pre‐financing yang lebih tinggi dan  menggali kemungkinan naiknya ukuran dari dana yang siap disetujui untuk Siprus dalam bujet Uni Eropa tahun 2014‐2020.  

• "With a view to delivering an impact on the ground as soon as possible I would propose to explore with the budgetary authority the possibility of frontloading  future (EU budget) assistance for Cyprus," Barroso mengatakan dalam suratnya.  

• Analis  Jerman  dan  sentimen  investor  turun  tajam  pada  bulan  April,  tertekan  oleh  kekhawatiran  memburuknya  krisis  zona  euro  dan  perlambatan  global,  dipimpin oleh pelemahan oleh Cina, dapat membawa besarnya hambatan pada negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu. 


U.K.
• Sterling menembus level terendah 4 pekan terhadap euro pada hari Selasa dan nampaknya masih akan rentan tekanan menyusul prospek ekonomi Inggris yang masih  rapuh. 

• Data menunjukkan inflasi Inggris masih tinggi di bulan Maret, dengan CPI tahunan masih sebesar 2,8%, level terkuatnya sejak Mei tahun lalu. 

• Sementara tingginya inflasi kemungkinan tidak akan mencegah BoE untuk melanjutkan pelonggaran moneternya di bulan‐bulan mendatang, dan kondisi ini berpotensi  menekan pertumbuhan ekonomi. 

• Data Product Domestik Bruto kuartal pertama Inggris pekan depan akan dicermati pasar untuk melihat apakah ekonomi Inggris kembali tergelincir kedalam resesi. 

• Euro naik ke 0,8602 pound, level tertingginya sejak 15 Maret. Euro menguat akibat maraknya permintaan dari bank sentral dan imbas dari penguatannya terhadap  yen pasca berhasil rebound dari koreksi tajamnya pada hari Senin sebelumnya. 

• Terhadap dolar, sterling mencatat intraday high di $1,5379 dan menjauhi level terendah hari Senin di $1,5269 ketika buruknya data ekonomi Cina mengangkat mata  uang aman resiko seperti yen dan dolar. Namun sterling masih berada di bawah level puncak pekan lalu di $1,5412, level tertingginya sejak 20 Februari. 

• Bank  of  England  minutes  juga  akan  dicermati  pada  hari  Rabu  ini  untuk  melihat  apakah  program  quantitative  easing  (QE)  akan  ditingkatkan  untuk  mendorong  pertumbuhan ekonomi, dimana akan berdampak negatif pada sterling. 

• Investor juga akan fokus pada data pekerjaan dan penjualan ritel pekan ini untuk melihat apakah ekonomi dapat menghindari resesi. 



JAPAN
• Koreksi USDJPY dan EURJPY maupun mata uang global lainnya terhadap yen tertahan Selasa kemarin dan rebound menyusul redanya koreksi tajam emas sehingga meredam  demand terhadap safe‐haven yen. 

• Koreksi tajam mata uang global terhadap yen Senin lalu dipicu oleh tekanan jual aset‐aset beresiko yang dibeli dari pinjaman murah yen (carry trade). Kekhawatiran ekonomi,  menyusul lemahnya data ekonomi AS dan Cina belakangan ini menjadi salah satu faktor yang memicu koreksi tersebut. 

• Selain itu sejumlah isu penting lain telah berkembang hari Senin tersebut yang memicu tekanan jual aset‐aset beresiko dan mata uang global terhadap yen, yakni sell‐off emas  sejak akhir pekan kemarin, yang salah satu alasan utamanya adalah fund outflow dari komoditas emas oleh sejumlah institusi perbankan Eropa menyusul rencana bailout Siprus  dengan menjual kelebihan cadangan emasnya.     

• Di tahun 2013 berjalan ini, harga emas telah tertekan 20% dan dari rekor tertingginya di $1920,30 (September 2011) harga emas sudah terkoreksi 28%. Dan sejak penutupan  Kamis (11/April) pekan lalu, di 1561,00, harga emas sudah tertekan sekitar 15% ke level terendahnya selama lebih dari 2 tahun, di 1322,43 di sesi Asia Selasa kemarin. Pasca  menembus support kuat di sekitar $1520 pada Jumat lalu, para analis masih memproyeksikan kelanjutan penurunan emas ke depannya. Untuk saat ini nampaknya pelaku pasar  emas meredam peran safe‐haven emas sehingga kondisi ketidakpastian ekonomi serta politik dan keamanan global, dapat menekan harga emas bersamaan dengan tekanan aset‐ aset beresiko lainnya. Namun di sisi lain, masih perlu diwaspadai peran emas sebagai inflation‐hedging, di tengah agresifnya pelonggaran moneter global. Jika dominan kembali,  isu ini dapat menahan koreksi emas atau bahkan mendorong rebound‐nya kembali. Support emas untuk saat ini ada di $1300,55/ons. 

• Sementara  penguatan  mata  uang  global  atas  yen masih  potensial  berlanjut  seiring  dengan  langkah  kongkrit  BoJ  dan  dukungan  dari  Kanada  melalui  pernyataan dari  pejabat  seniornya menjelang pertemuan G20 di Washington akhir pekan ini. Hal ini memicu proyeksi bahwa pertemuan tersebut akan mendukung langkah pelonggaran agresif Jepang  untuk tujuan perbaikan ekonominya, bukan pelemahan mata uangnya. 

• USDJPY dan EURJPY masing‐masing telah tertekan sekitar 4% dari level puncak mereka, di 99.94 dan 131.11 yang dicapai 11 April 2011 pekan lalu. Namun redanya koreksi emas  dan dukungan Kanada Selasa kemarin memicu rebound kembali, masing‐masing berusaha untuk memecahkan level 98.00 dan 129.00. 

• Pergerakan emas dan hasil pertemuan G20 akhir pekan ini akan memberikan indikasi arah pergerakan mata uang global terhadap yen. Misalnya jika koreksi emas mulai tertahan  di atas $1300an dan G20 mendukung langkah Jepang untuk pelonggaran moneter agresif, maka akselerasi kenaikan USDJPY dan EURJPY akan terus berlanjut, masing‐masing  diproyeksikan ke atas level $100 dan EUR131. 

SWISS
• Indeks dolar jatuh ke level terendah 5 pekan pada hari Selasa, tertekan oleh pelemahannya terhadap euro setelah sebuah bank sentral Asia membeli mata  uang tunggal Eropa. Komentar dari petinggi The Fed William Dudley yang mengatakan masih suramnya pasar tenaga kerja AS mengisyaratkan bahwa bank  sentral masih akan terus membeli obligasi juga telah menekan dolar. 

• Indeks dolar turun ke level terendah 7 pekan di 81,71, level terendahnya sejak 28 Februari. Sementara dolar merosot ke level terendah 2 bulan terhadap  franc Swiss ke 0,9204 franc, level terendahnya sejak 20 Februari. 

• Penguatan  franc  Swiss  terhadap  dolar  juga  didukung  oleh  melemahnya  minat  terhadap  aset  beresiko  pasca  rilis  buruk  data  ekonomi  Cina,  anjloknya  komoditas yang dipimpin oleh emas dan ledakan di Boston. 

• Sementara indikator ekonomi utama Swiss hari ini adalah indikator ZEW.