title cover

title cover

Friday, April 26, 2013

Headline News 26.04.13


US & GLOBAL
• Bursa saham global menguat dan harga obligasi jatuh pada hari Kamis menyusul data menunjukkan pasar tenaga AS masih menjanjikan  meskipun sinyal belakangan ini mengisyaratkan adanya pelemahan pertumbuhan ekonomi, sementara laporan earnings yang lebih baik  dari perkiraan turut menambah sentimen positif di pasar. 

• Wall Street dibuka menguat, menyusul kenaikan di bursa Eropa, sementara pasar terangkat oleh tumbuhnya ekspektasi bahwa ECB akan  segera memangkas suku bunganya. 

• Sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan jumlah klaim warga AS untuk memperoleh dana kesejahteraan bagi kaum  pengangguran  mengalami  penurunan  di  pekan  lalu  sebesar  16000.  Laporan  tersebut  telah  mengobati  kekecewaan  atas  indikasi  melemahnya pertumbuhan ekoniomi AS di bulan Maret dan awal April. 

• Treasury AS untuk tenor  10 tahun turun sebanyak 7/32 sebagai reaksi atas rilis data jobless claims. Harga obligasi  kemudian  bergerak  melemah 2/32 dengan yield 1,7097 persen. 

• Data  ekonomi  global  yang  buruk  belakangan  ini,  termasuk  data  pengangguran  terburuknya  di  Spanyol  pada  hari  Kamis,  telah  memperbesar kemungkinan adanya tambahan stimulus dari bank sentral. 

• Bursa saham AS menguat dipicu oleh naiknya saham material, termasuk saham produsen bijih besi Cliffs Natural Resources Inc <CLF.N>.   Saham Cliffs melonjak 15% ke $20,95 setelah memberikan laporan earnings di akhir Rabu yang lebih baik dari perkiraan. Indeks material  S&P 500naik 1,04%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 24,50 poin atau 0,17% di 14700,80. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  6,37 poin atau 0,40% ke 1585,16. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 20,33 poin atau 0,62% ke 3289,99.    

• Ekspektasi mengenai kemungkinan ECB akan memangkas suku bunganya telah mendorong naiknya saham dan menempatkan euro berada  di sekitar level terendah 3 pekan terhadap dolar. FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> naik 0,74% untuk ditutup di 1200,64, mendekati level  puncak di 1209,05 yang dicapai pada petengahan Maret. 

• Indeks ekuitas global yang tergabung dalam indeks MSCI naik 0,64% ke 365,22. 

• Dolar  terapresiasi  terhadap  euro  menyusul  membaiknya  pasar  tenaga  kerja  AS,  dimana  kalangan  analis  pasar  optimis  dolar  akan  melanjutkan penguatannya. Euro terakhir bergerak di sekitar $1,3006, turun 0,07%. Terhadap yen, dolar terakhir diperdagangkan di 99,37  yen  atau  turun  0,1%.  Sterling  melonjak  ke  level  tertinggi  2  bulan  terhadap  dolar  dan  tertinggi  3  bulan  terhadap  euro  setelah  data  menunjukkan ekonomi Inggris mampu menghindari resesi di kuartal pertama. 

• PDB Inggris kuartal pertama tercatat mengalami ekspansi 0,3% q/q, jauh di atas ekspektasi 0,1%, setelah ekonomi berhasil rebound pasca  kontraksinya sebesar 0,3% di akhir 2012 lalu. 

• Harga minyak Brent naik di atas $103 per barel, ditopang oleh melemahnya dolar. Brent crude <LCOc1> naik $1,68 ke $103,41 per barel,  sedangkan U.S. crude <CLc1> naik $2,21 dan ditutup di $93,64 per barel. 

• Emas naik 2,5%, kenaikan harian terbesarnya sejak Juni, dipicu aksi bargain hunting investor pasca koreksinya ke level terendah 2 tahun  pada  15  April  lalu.  Aksi  beli  juga  dipicu  oleh  pandangan  bullish  milyader  John  Paulson  terhadap  emas.  Sentimen  positif  pasar  juga  terangkat  pada  akhir  Rabu  ketika  data  menunjukkan  bank  sentral  Rusia  dan  bank  lainnya  membeli  emas  di  bulan  Maret.  Harga  emas  menembus level tertinggi 10 hari di $1468,60 per ons, dan terakhir tercatat bergerak di $1465,75 per ons, atau naik sekitar 2,4% dan  sekitar 11% di atas level terendah 2 tahun di $1321,35 yang dicapai pekan lalu. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik 2,5 persen Kamis lalu, kenaikan terbesar hariannya sejak bulan Juni, karena pembelian fisik menjaga untuk terus merangsek  naik pada logam mulia pada gambaran harga yang tertekan sebelumnya ke level terendahnya dalam dua tahun pada 15 April.   

• Perak mengalami rally 5 persen dalam hariannya, dan grup logam platinum naik 2 persen. 

• Logam mulia menelusuri kembali setengah dari penurunannya setelah merosot pada kombinasi kenaikan $225 per ons dalam dua harinya  bulan April. 

• "It was due for a bounce after that devastating move earlier in the month," kata Sean McGillivray, kepala dari asset allocation pada Great  Pacific Wealth Management.  


OIL & COMMODITIES
• Harga Brent crude oil meningkat ke level tertinggi selama lebih dari sepekan, mencoba menembus level $103/barel, pada Kamis kemarin setelah terjadi penurunan  persediaan  bensin  AS,  sementara  kemungkinan  pemakaian  senjata  kimia  oleh  Suriah  seperti  dikatakan  oleh  menteri  pertahanan  AS,  Chuck  Hagel,  serta  harapan  peningkatan demand musim panas di sejumlah negara‐negara konsumen minyak terkemuka dunia, juga turut mendukung kenaikan harga. 

• Selain itu ekspektasi bahwa ECB akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat, juga menjadi dukungan lain bagi kenaikan harga – yang terdukung dari potensi  meningkatnya demand di Eropa. 

• Kenaikan harga Brent crude <LCOc1> terakselerasi hingga mencoba level $103/barel setelah data weekly jobless claims AS membaik. Dan diikuti dengan kenaikan  harga crude oil <CLc1> mencoba menembus areal $92/barel. 

• Sejak awal hingga pertengahan April ini, Brent crude dan crude oil AS telah mengalami tekanan besar, ditandai dengan harga Brent crude yang sempat menembus ke  bawah areal $100, yang merupakan level kunci bagi para anggota OPEC untuk potensi menambah produksinya kembali serta secara technical saat menembus level  tersebut  indikator  RSI‐14  telah  menunjukkan  sinyal  oversold  sehingga  mengundang  aksi  bargain  hunting  yang  mendongkraknya  kembali  ke  atas  $100  sejak  awal  pekan ini. Di saat yang hampir bersamaan, harga crude oil juga sempat tertekan hingga areal $85an/barel di pertengahan April ini. 

• Kekhawatiran keberatan OPEC terhadap penurunan harga Brent di bawah $100/barel yang potensial memicu penambahan produksi minyak, serta aksi beli di harga  rendah karena kondisi technical yang oversold, dan di pertengahan pekan ini diikuti dengan penurunan di luar dugaan persediaan bensin mingguan AS serta spekulasi  bakal  turunnya  persediaan  minyak  yang  melimpah  di  depot  minyak  Cushing,  Oklahoma,  menyebabkan  bangkitnya  harga  Brent  crude,  dan  juga  crude  oil,  dari  tekanannya masing‐masing. 

• Concern terhadap prospek pemulihan ekonomi AS dan juga tekanan data ekonomi Cina – 2 negara konsumen minyak terbesar dunia – menjadi pemicu tekanan harga  minyak  dunia  tersebut.  Bahkan  Rabu  kemarin  data  durable  goods  orders  Maret  AS  masih  menunjukkan  tekanan,  mengikuti  indikasi  tekanan  data  ekonomi  (Ifo  business sentiment) Jerman, yang belakangan ini mulai mengundang perhatian investor dan meningkatkan kembali prospek pemangkasan suku bunga Eropa.  

• Apakah kekhawatiran terhadap data ekonomi AS, Cina dan Eropa (sebagai konsumen minyak terbesar dunia) masih akan terus berlanjut sehingga mengundang reaksi  untuk  pemangkasan  pasokan  dunia?  Jika  ya,  maka  kenaikan  harga  minyak  saat  ini  masih  akan  memperoleh  dukungan.  Selain  itu  juga,  bila  pesimisme  data‐data  ekonomi mendukung kelanjutan pelonggaran moneter global maka akan turut mendukung kenaikan harga minyak. 

• ECB dijadwalkan akan bersidang Kamis pekan depan, sementara OPEC dijadwalkan akan melangsungkan pertemuannya di Vienna pada 31 Mei 2013 mendatang. Saat  ini ada kewaspadaan bahwa OPEC akan menyelenggarakan pertemuan darurat untuk menyikapi tekanan harga minyak sejak awal April ini. 

• Secara  technical,  dalam  grafik harian Brent  crude,  saat ini  rebound  harganya  menghadapi  resistance  103.09‐103.40,  yang  apabila  berhasil ditembus  akan  semakin  membuka  peluang  untuk  me‐retrace  penurunannya  tahun  2013  ini  (119.17‐96.75),  dengan  target  minimum  di  areal  $105.  Namun  sebaliknya,  perlu  diwaspadai  rebound sulit untuk mengatasi 103.09‐103.40, maka akselerasi penurunan yang sempat mencapai 96.75 (18/April lalu) belum berakhir. Tembus level 96.75 tersebut  akan membuka peluang akselerasi hingga 88.49 (low 22/Jun./2012). 


EURO ZONE
• Jerman akan bertumbuh dengan sedikit pada 0.5 persen tahun ini, pemerintah mengatakannya, menaikkan perkiraan dengan 0.1 poin persentase karena kurangnya  investasi dan melemahnya ekspor yang berlanjut untuk menekan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.  

• Menteri Perekonomian Jerman menjaga perkiraan tahun 2014 dengan kuatnya pertumbuhan pada 1.6 persen dan mengatakan optimisme dari ekonomi global mulai  untuk mendapatkan kembali traksi dan krisis yang melanda negara zona euro yang membuat kemajuan dengan reformasinya.  

• "There is every reason to look to the future with optimism. The German economy is picking up again and is successfully leaving an economic weak phase behind it,"  Menteri Perekonomian Jerman Philipp Roesler mengatakan dalam pernyataannya.  

• Tingkat pengangguran di Spanyol melonjak yang mencatatkan level 27.2 persen, data menunjukkannya, yang mendorong perdebatan Eropa berkenaan dengan apakah  untuk arah kebijakan austerity dan beralih untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.  

• Lebih dari 6 juta orang Spanyol keluar dari pekerjaan dalam tiga bulan pertama tahun ini, meningkatkan laju pada negara keempat terbesar ketingkat pencatatan sejak  dimulai tahun 1970‐an.   

• Harga  obligasi  Italia  dan  Spanyol  melemah  karena  aksi  ambil  untung  mengguan  dari  penguatannya  tetapi  analis  mengatakan  aksi  jual  terbatas  oleh  melimpahnya  likuiditas dari bank sentral pada sistem keuangan.  


EURO ZONE
• Jerman akan bertumbuh dengan sedikit pada 0.5 persen tahun ini, pemerintah mengatakannya, menaikkan perkiraan dengan 0.1 poin persentase karena kurangnya investasi dan melemahnya ekspor yang berlanjut untuk menekan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.  

• Menteri Perekonomian Jerman menjaga perkiraan tahun 2014 dengan kuatnya pertumbuhan pada 1.6 persen dan mengatakan optimisme dari ekonomi global mulai  untuk mendapatkan kembali traksi dan krisis yang melanda negara zona euro yang membuat kemajuan dengan reformasinya.  

• "There is every reason to look to the future with optimism. The German economy is picking up again and is successfully leaving an economic weak phase behind it,"  Menteri Perekonomian Jerman Philipp Roesler mengatakan dalam pernyataannya.  

• Tingkat pengangguran di Spanyol melonjak yang mencatatkan level 27.2 persen, data menunjukkannya, yang mendorong perdebatan Eropa berkenaan dengan apakah  untuk arah kebijakan austerity dan beralih untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.  

• Lebih dari 6 juta orang Spanyol keluar dari pekerjaan dalam tiga bulan pertama tahun ini, meningkatkan laju pada negara keempat terbesar ketingkat pencatatan sejak  dimulai tahun 1970‐an.   

• Harga  obligasi  Italia  dan  Spanyol  melemah  karena  aksi  ambil  untung  mengguan  dari  penguatannya  tetapi  analis  mengatakan  aksi  jual  terbatas  oleh  melimpahnya  likuiditas dari bank sentral pada sistem keuangan.  

JAPAN
• Membaiknya data weekly jobless claims AS, mengikuti optimisme data GDP Q1 Inggris, mempertahankan pelemahan yen terhadap mata uang global. 

• Yen masih berada dalam areal pelemahan terutama terhadap dolar AS dan euro, meskipun masih dibayangi kemampuannya menembus level psikologis 100 per dolar AS.  

• Sempat  tes  areal  98.99,  USDJPY  ternyata  masih  mampu  bertahan  di  atas  areal  99an  –  meskipun,  seperti  yang  banyak  disebut‐sebut  belakangan  ini,  masih  sulit  berupaya  menembus level psikologis 100 yen. Sementara EURJPY juga masih bertahan di areal 129an, namun masih sulit mengatasi areal 130. 

• JUmat ini BoJ akan melangsungkan sidang moneternya kembali, yang mungkin tidak akan banyak memberikan perubahan dari pertemuan sebelumnya, yang telah memutuskan  perubahan besar di kebijakan moneternya. Namun di tengah sentimen yang banyak tertuju pada hasil putusan kebijakan moneter BoJ belakangan ini, nampaknya pertemuan  Jumat tersebut bisa saja mengundang reaksi di pasar. 

• Catatan khusus dari pergerakan pasar forex kemarin adalah bahwa pesimisme data ekonomi Jerman, maupun Eropa belakangan ini tidak banyak mengundang reaksi dari para  investor, karena dibarengi perkembangan positif lain di Eropa, yakni prospek solusi kebuntuan politik di Italia pasca terpilihnya kembali presiden Giorgio Napolitano, dan kemarin  telah menyebut nama Enrico Letta, wakil ketua Partai Demokrat, untuk membentuk pemerintahan koalisi baru. Perkembangan positif politik di negara terbesar ketiga Uni Eropa  tersebut, pasca berbulan‐bulan dalam kebuntuan, memberikan ‘tawaran’ pada para investor yang ingin kembali berinvestasi di sana. 

• Kekhawatiran  yang  mulai  kembali  melebar  ke  Eropa,  yang  kali  ini  justru  tertuju  ke  Jerman,  negara  ekonomi  terbesar  di  regional  tersebut,  banyak  mengundang  ekspektasi  pemangkasan suku bunga Eropa dalam sidang moneter yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis pekan depan. Jika ini terjadi, atau untuk saat ini jika ekspektasi tersebut  kian berkembang, maka akan membatasi kenaikan euro secara global, yang pada gilirannya juga akan membatasi pelemahan yen atas euro. 

• Demikian pula halnya dengan AS, di sisa pekan ini nampaknya pelaku pasar masih terlebih dahulu ingin menantikan rilis data GDP Q1. Setelah weekly jobless claims, optimisme  rilis GDP Q1 AS bukan tidak mungkin akan menjadi faktor lain yang mendukung pelemahan yen menembus 100 per dolar AS dan 130 per euro. 


AUSTRALIA
• Australia Dollar naik terhadap yen Kamis pagi lalu pada pasar mata uang Tokyo, membalikkan aksi jual Rabu sebelumnya yang utamanya didorong oleh  spekulasi berkenaan dengan pemangkasan tingkat suku bunga. 

• Nomura Securities Co. mengatakan pelaku pasar membeli mata uang Australia karena ekspektasi untuk pemangkasan tingkat suku bunga yang memudar. 
  • Aussie dollar diperdagangkan pada rentang 102.31‐35 yen pada pagi hari setempat, sempat naik 0,26 dibandingkan pada 5 p.m. hari Rabunya.  


SWISS
• Franc Swiss terkoreksi ke level terendah 6 pekan terhadap euro pada hari Kamis setelah investor membeli mata uang tunggal untuk meng‐cover posisi jual  euro/dollar pasca rilis buruk data sentimen bisnis Jerman. Namun franc kemudian berhasil rebound dan ditutup menguat terhadap euro di akhir sesi New  York. 

• Pasar masih berspekulasi bahwa Bank Sentral Swiss (SNB) akan menaikkan batasan minimum nilai tukar euro/franc Swiss yang saat ini berada di 1,20 franc  per euro, yang telah diberlakukan sejak 19 bulan lalu guna mencegah terjadinya resesi, dimana kondisi ini telah memberi tekanan pada franc. Meskioun  demikian, SNB tidak mau berkomentar terhadap spekulasi tersebut. 

• Euro terkoreksi 0,2% terhadap franc Swiss ke sekitar 1,2300 franc dibandingkan posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan dolar gagal melanjutkan  penguatannya dan berbalik melemah terhadap franc Swiss. Dolar terakhir tercatat di sekitar 0,9445 franc, atau turun 0,2%. 

• Pekan  ini  pasar  akan  mencermati  data  KOF  Swiss,  yang  merupakan  barometer  untuk  mengukur  kinerja  ekonomi  Swiss  dalam  6  bulan  kedepan.  Data  diprediksi melemah di bulan April, setelah di bulan Maret sebelumnya dirilis turun di bawah ekspektasi. 

Thursday, April 25, 2013

Headline News 25.04.13


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global menguat pada hari Rabu menyusul laporan laba yang kuat dan spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan memangkas  suku bunganya pekan depan, sementara harga obligasi pemerintah AS naik seiring maraknya minat pada aset‐aset aman resiko setelah  data ekonomi diluar dugaan dirilis buruk. 

• Wall Street ditutup hampir tidak berubah setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan durable goods orders AS mencatat penurunan  terbesarnya  dalam  7  bulan  terakhir  di  periode  Maret,  melemahkan  optimisme  terhadap  sehatnya  laporan  earnings.  Barometer  untuk  rencana belanja bisnis hanya naik tipis, mengisyaratkan melemahnya aktifitas ekonomi AS, yang juga menekan ekuitas AS dan mendorong  minat pada obligasi pemerintah. Rilis mengecewakan untuk data ekonomi AS dan Cina belakangan ini telah memperkuat spekulasi akan  melemahnya  pertumbuhan  ekonomi  global  musim  semi  untuk  ketiga  kalinya  secara  berturut‐turut  dan  memaksa  bank  sentral  untuk  melakukan tindakan. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup turun 43,16 poin atau 0,29% di 14676,30. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  0,01 poin atau 0,00% di 1578,79. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 0,32 poin atau 0,01% di 3269,65.  

• Ekuitas Eropa terangkat setelah data Ifo Jerman melaporkan sentimen bisnis jatuh di bulan April untuk kedua kalinya secara berturutan,  dirilis di bawah ekspektasi terendah pasar. Laporan tersebut yang dirilis sehari setelah rilis buruk data aktifitas bisnis Jerman, awalnya  sempat  menekan  euro.  Laporan  Ifo  kian  memperkuat  pandangan  bahwa  ECB  akan  memangkas  suku  bunganya  setelah  terakhir  memangkasnya  di  bulan  Juli  2012,  yang  diprediksi  akan  memangkas  25  basis  poin  pada  sidangnya  pekan  depan.  Kondisi ini, ditambah  membaiknya perkembangan situasi politik di Italia telah memicu apresiasi euro dan juga pasar ekuitas serta saham Eropa setelah muncul  komentar  membangun  dari  Wakil  Presiden  ECB  Vitor  Constancio  yang  semakin  memperbesar  potensi  terjadinya  pemangkasan  suku  bunga  untuk  merangsang  pertumbuhan  ekonomi.  Constancio  mengatakan  kebijakan  moneter  akan  terus  diarahkan  untuk  mendukung  pertumbuhan ekonomi. 

• Pasar ekuitas global, berdasarkan indeks ekuitas dunia MSCI, naik 0,58% ke 363,16. 

• Bursa saham Eropa naik untuk 4 sesi berturut‐turut, didukung oleh laporan optimis laba perusahaan. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3>  ditutup naik 0,7% di 1191,82. 

• Lembaga asuransi Inggris Standard Life <SL.L>  dan peritel Portugal Jeronimo Martins <JMT.LS> memimpin kenaikan, setelah  sahamnya  masng‐masing naik 8% dan 6,8%, pasca mengumumkan laba kuartal pertama yang menggembirakan. 

• Kalangan  analis  pasar  memprediksi  terjadi  pertumbuhan  earnings  AS  sebesar  3,1%  di  kuartal  berjalan,  naik  dari  ekspektasi  1,5%  pertumbuhannya di awal April. Dari 174 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan labanya, 68,4% berhasil merilis laba di  atas ekspektasi.  

• Minyak mentah AS naik menyusul ekspektasi melimpahnya minyak mentah di Cushing, Oklahoma, berpotensi menurun dan penurunan  tajam  3,9  juta  barel  dalam  persediaan  bensin  minggu  lalu.  Brent  berjangka  <LCOc1>  ditutup  naik  $  1,42  menjadi  $  101,73  per  barel.  Sedangkan minyak mentah AS berjangka <CLc1>  naik $ 2,25 dip di $ 91,43. 

• Harapan  bahwa  Italia  bisa  mengatasi  kebuntuan  politik  telah  berhasil  mengangkat  euro.  Setelah  sempat  terkoreksi  ke  $1,2954,  level  terendahnya sejak 5 April, euro berhasil rebound dan ditutup menguat tipis di sekitar $1,3015. 

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield di 1,6996 persen. 

• Harga emas juga naik seiring naiknya harga minyak berkat maraknya aksi beli pasca koreksinya ke level terendah 2 tahun. Naiknya harga  komoditas  industri  telah  mengangkat  harga  emas,  meskipun  indikasi  akan  berlanjutnya  pemulihan  ekonomi  di  AS  nampaknya  akan  membatasi penguatan emas. Harga emas naik 1% ke $1425,79 per ons. 


GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik Rabu lalu bersamaan dengan oil, dengan para pembeli secara fisik mengumpulkan logam mulia setelah aksi jual ke level  terendah dalam dua tahunnya. 

• Data durable goods AS mencatatkan penurunan terbesarnya dalam tujuh bulan. Beberapa investor menggambarkan data karena tanda the  Fed  akan  menjaga  stimulus  moneter  pada  meeting  kebijakan  minggu  depan,  yang  mendorong  ketertarikan  emas  sebagai  lindung  nilai  terhadap inflasi. 

• Brent crude oil naik 1,4 persen dan tembaga juga menguat. Tingginya harga komoditas industri mendorong harga emas, tetapi para trader  mengatakan tanda‐tanda berlanjutnya recovery ekonomi AS akan membawa tekanan pada kenaikan emas.    

•  "If recent numbers are any indication, the U.S. economy is not terrible. The Fed watchers will likely begin to talk about a later time for a  tapering of the stimulus. This will in turn boost the equities markets and leave gold flat," kata Carlos Santalla pada commodities broker  Marex Spectron.  


EURO ZONE
• Uni  Eropa  kemungkinan  membutuhkan  untuk  perdebatan  dalam  mengurangi  aturan  pada  fase  dari  konsolidasi  bujet  untuk  semua  anggotanya  jika  negara‐negara  seperti Perancis dan Spanyol yang meminta kelonggaran pada target mereka, Perdana Menteri Slovak Robert Fico mengatakannya Rabu lalu.  

• Pemangkasan bujet telah diminta untuk kemurahan pada target mereka, strategi Eropa yang membuat krisis utang tiga tahunnya, tetapi mereka juga menyalahkan  untuk  suatu  siklus  kerusakan  dimana  pemerintah  cut  back,  pemberhentian  karyawan  oleh  perusahaan,  orang‐orang  Eropa  melakukan  pembelian  lebih  sedikit  dan  orang‐orang muda memiliki sedikit harapan untuk mencari pekerjaan.  

• Permintaan  untuk pinjaman  perusahaan  dan  rumah tangga pada  zona  euro  anjlok untuk  pertama  kali  dalam  tiga  bulan dalam tahunannya dan bank‐bank  melihat  kedepannya penurunan dalam kuartal kedua, European Central Bank mengatakannya.  

• Dalam kuartal terakhir survei Bank Lending, ECB mengatakan bank‐bank juga membuat lebih sulit pada perusahaan dan rumah tangga untuk meminjam dalam kuartal  pertama, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat pada kuartal sebelumnya.  

• Jerman  dan  Komisi  Eropa  menyetujui  pada  kebutuhan  negara‐negara  zona  euro  untuk  mengurangi  defisit  anggaran  mereka  dan  menekan  kedepannya  dengan  reformasi struktural, juru bicara Kanselir Angela Merkel mengatakannya, membuat saran kerumitan pada kebijakan apapun.  

• Merkel,  yang  menghadapi  pemilu  pada  bulan  September,  dibawah  tekanan  dari  beberapa  aliansi  Eropa  untuk  berlanjutnya  tekanan  bahwa  pemerintah  zona  euro  mengendalikan pengeluaran dan mengurangi defisit mereka.  

• Jose Manuel Barroso, presiden dari eksekutif Komisi Eropa Uni Eropa, mengatakan langkah austerity telah mencapai batas‐batas alami pada dukungan rakyat.  


U.K.
• Sterling menguat terhadap sejumlah rival utamanya pada perdagangan hari Rabu menjelang rilis data PDB‐Q1 Inggris yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan  tipis sekaligus menghindarkan ekonomi untuk tergelincir kedalam jurang resesi, meskipun pelaku pasar enggan untuk bertindak agresif. 

• Data PDB kuartal pertama yang akan dirilis hari Kamis ini diprediksi menunjukkan pertumbuhan 0,1% q/q, meskipun masih terdapat resiko data akan dirilis negatif. 

• Sterling menguat 0,2% di $1,5263. Penguatan sterling terhambat di bawah resistance $1,5300, setelah pada hari Senin dan Selasa hampir berhasil menembus kisaran  level tersebut. 

• Seiring dengan berkembangnya spekulasi mengenai peluang Inggris akan terhindar dari  "triple‐dip" recession, maka sterling berpotensi terkoreksi tajam jika data  dirilis negatif. 

• Euro bergerak relatif stabil terhadap sterling di sekitar 0,8530 pound setelah mencatat intraday low di 0,8494 pound, level terendah lebih dari sepekan. euro masih  mengalami tekanan seiring rilis buruk data sentimen Jerman, yang tetap mempertahankan indikasi akan dipangkasnya suku bunga oleh ECB dalam waktu dekat. 

• Rilis data penjualan ritel Inggris yang mengalami penurunan di bulan April yang untuk pertama kalinya dalam 8 bulan kian menambah gambaran suram perekonomian  Inggris,  sebuah  survey  oleh  Confideration  of  British  Industry  menunjukkan.  CBI  Distributive  Trades  turun  menjadi  ‐1  dari  0  di  bulan  Maret  sebelumnya,  level  terendahnya sejak Agustus lalu. Data kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan. 


AUSTRALIA
• Rencana Reserve Bank of Australia untuk membelanjakan hingga $2 milyar pada Chinese yuan karena kenaikan mata uang meningkatkan pentingnya pasar finansial.  

• Deputi Gubernur RBA Dr Philip Lowe Rabu lalu mengatakan bank sentral akan mendedikasikan sekitar lima persen pada cadangan mata uang asing untuk Chinese  assets.  

• RBA  saat  ini  menangani  sekitar  $38.2  milyar  pada  cadangan  mata  uang  asing  untuk  investasi  pada  Chinese  yuan  (juga  diketahui  sebagai  renminbi  atau  RMB),  jumlahnya dapat mendekati $A2 milyar.  

• Kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga bulan Mei terlihat lebih mungkin setelah gambaran terakhir yang menunjukkan inflasi pada Goldilocks point – tidak  terlalu tinggi, tidak terlalu rendah, tetapi hanya tepat/cocok.  

• Consumer  price  index  (CPI),  kunci  penilaian  pada  inflasi,  naik  0.4  persen  pada  kuartalan  bulan  Maret,  menurut  gambaran  yang  dirilis  oleh  Australian  Bureau  of  Statistics Rabu lalu.  

• Ini membawa inflasi tahunan pada 2.5 persen, yang mana tepatnya Reserve Bank of Australia menginginkannya.  

• Treasuri Wayne Swan mengatakan laporan inflasi terakhir menunjukkan tekanan harga dalam perekonomian terdapat pada tingginya Australian dollar.  

• Mr Swan mengatakannya setelah rilis dari laporan consumer price index (CPI) kuartalan Maret oleh Australian Bureau of Statistics.   

• Telah menunjukkan tekanan naik pada harga yang melemah dari ekspektasi, dengan CPI naik secara moderat 0.4 persen pada kuartalan dan 2.5 persen berkenaan  dengan ditahun yang berkhir Maret. 



JAPAN
• Yen masih berada dalam areal pelemahan terhadap mata uang global, terutama dolar AS dan euro, meskipun dibayangi oleh tekanan dari data durable goods orders  serta indeks Ifo (sentimen) bisnis Jerman – melanjutkan tekanan dari indeks manufaktur masing‐masing Selasa sebelumnya, serta juga lemahnya manufaktur Cina. 

• USDJPY masih bertahan kembali di atas areal 99 yen – dalam rangka, seperti yang banyak disebut‐sebut belakangan ini, akan menembus level psikologis 100 yen.  Sementara EURJPY kembali bertahan di atas areal 129 yen untuk berusaha mengatasi areal 130. 

• Di akhir pekan, BoJ akan melangsungkan sidang moneternya kembali, yang mungkin tidak akan banyak memberikan perubahan dari pertemuan sebelumnya, yang  telah memutuskan perubahan besar di kebijakan moneternya. Namun di tengah sentimen yang banyak tertuju pada hasil putusan kebijakan moneter BoJ belakangan  ini, nampaknya pertemuan Jumat tersebut bisa saja mengundang reaksi di pasar. 

• Catatan khusus dari pergerakan pasar forex kemarin adalah bahwa lemahnya data ekonomi Jerman, maupun Eropa, belakangan ini tidak banyak mengundang reaksi  dari  para  investor,  menyusul  ada  perkembangan  positif  lain  di  Eropa,  yakni  prospek  solusi  kebuntuan  politik  di  Italia  pasca  terpilihnya  kembali  presiden  Giorgio  Napolitano, dan kemarin telah menyebut nama Enrico Letta, wakil ketua Partai Demokrat, untuk membentuk pemerintahan koalisi baru.  

• Perkembangan positif politik di negara terbesar ketiga Uni Eropa tersebut, pasca berbulan‐bulan dalam kebuntuan, memberikan ‘tawaran’ pada para investor yang  ingin kembali berinvestasi di sana. 

• Kekhawatiran  yang  mulai  kembali  melebar  ke  Eropa,  yang  kali  ini  justru  tertuju  ke  Jerman,  negara  ekonomi  terbesar  di  regional  tersebut,  banyak  mengundang  ekspektasi pemangkasan suku bunga Eropa dalam sidang moneter yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis pekan depan. Jika ini terjadi, atau untuk saat ini  jika ekspektasi tersebut kian berkembang, maka akan membatasi kenaikan euro secara global, yang pada gilirannya juga akan membatasi pelemahan yen atas euro. 

• Demikian  pula  halnya  dengan  AS,  yang  di  sisa  pekan  ini  akan  dinantikan  rilis  data  jobless  claims  mingguan  dan  GDP  Q1.  Apabila  kedua  data  tersebut  juga  turut  memberikan  gambaran  pesimis  terhadap  perekonomiannya,  maka  mungkin  untuk  jangka  pendek  ini  masih  akan  menghambat  USDJPY  untuk  mengatasi  level  psikologis 100. 


SWISS
• Euro menguat ke level tertinggi lebih dari 5 pekan terhadap franc Swiss pada hari Rabu, menyusul pelaku pasar mengutip pembicaraan mengenai penjualan  franc oleh Bank Sentral Swiss (SNB) terhadap dolar. Pelaku pasar juga mengutip pembicaraan mengenai pembelian euro terhadap dolar oleh bank sentral,  yang mendorong penguatan euro secara luas di pasar. 

• Euro mencatat intraday high di 1,2342 franc, level tertingginya sejak 14 Maret. 

• Trader juga mengatakan telah muncul spekulasi baru mengenai kemungkinan SNB menaikkan batasan minimum nilai tukar EUR/CHF di atas 1,20 franc per  euro. Pada hari Selasa lalu, SNB menolak berkomentar atas rumor tersebut. 

• Sementara itu, dolar melanjutkan rally‐nya terhadap franc Swiss, mencatat intraday high di 0,9498 franc, level tertingginya sejak 4 April, sebelum akhirnya  kembali diperdagangkan di sekitar 0,9465 franc, atau naik 0,1% dibandingkan penutupan New York hari Selasa. 

• Pekan  ini  pasar  akan  mencermati  data  KOF  Swiss,  yang  merupakan  barometer  untuk  mengukur  kinerja  ekonomi  Swiss  dalam  6  bulan  kedepan.  Data  diprediksi melemah di bulan April, setelah di bulan Maret sebelumnya dirilis turun di bawah ekspektasi. 

Wednesday, April 24, 2013

Headline News 24.04.13


US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  global  menguat  pada  hari  Selasa,  rebound  dari  koreksi  tajamnya  yang  sebelumnya  disebabkan  oleh  laporan  palsu  mengenai  terjadinya ledakan di Gedung Putih, sementara euro terkreksi seiring buruknya data ekonomi dari Jerman yang memperbesar kemungkinan ECB  melanjutkan kebijakan moneter longgar. 

• Sesaat setelah  lewat tengah malam, pasar saham, obligasi, minyak, emas dan komoditas bergejolak setelah Associated Press tweet,  kemudian  dinyatakan palsu, menyusul laporannya mengenai terjadinya 2 ledakan di Gedung Putih yang melukai Presiden Barack Obama. 

• Harga obligasi pemerintah AS melonjak tajam, sementara indeks S&P 500 jatuh 14,6 poin atau 0,93%, sekitar selama 3 menit ketika rumor soal  ledakan tersebut menyebar di pasar. 

• Kemudian  seorang  juru  bicara  Associated  Press  mengatakan  kepada  Reuters  bahwa  pesan  AP  Twitter  adalah  “palsu”  dan  Gedung  Putih  menyatakan bahwa Obama baik‐baik saja. 

• The U.S. Securities and Exchange Commision is looking into the issue, demikian kata SEC Commissioner Daniel Gallagher.  

• Dengan nilai S&P 500 sekitar $14,6 trilyun saat berita palsu terjadi, maka kejatuhannya selama 3 menit telah menghapus nilai indeks senilai $136,5  milyar. 

• Pergerakan semalam mengulang peristiwa kejatuhan pasar yang terjadi pada 6 Mei 2010 yang dikenal dengan istilah "flash crash", ketika indeks  Dow anjlok lebih dari 600 poin, akhirnya menumpuk kerugian sekitar 1000 poin, dalam beberapa menit sebelum kembali pulih. 

• Yen terlihat bergerak fluktuatif menyusul AP tweet. Namun setelah dinyatakan palsu, yen kembali bergerak normal. Pasar ekuitas juga kembali  melanjutkan uptrend‐nya. 

• Euro terkoreksi ke level terendah 2 pekan terhadap dolar seiring buruknya data ekonomi Jerman kian menambah kekhawatiran soal kesehatan  ekonomi zona euro dan membangun spekulasi bahwa ECB berpotensi memangkas suku bunganya. 

• Di pasar Wall Street, Dow Jones industrial average <.DJI> naik 152,29 poin atau 1,05% di 14719,46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  naik 16,28 poin atau 1,04% di 1578,78. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 35,78 poin atau 1,11% di 3269,33.  

• Pasca pembukaan Wall Street, saham Apple <AAPL.O> naik 3,8% setelah perusahaan melaporkan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan  senilai $43,6 milyar, menyusul penjualan yang laris untuk iPad dan iPhone.  

• Indeks saham Eropa mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam 7 bulan. 

• Euro jatuh 0,3% ke 129,22 yen, masih turun dari posisi tertinggi 3 tahun di sekitar 131,10 yang dicapai pada 11 April. Yen, yang diburu investor  ketika kondisi ekonomi global tidak menentu, berhasil rebound secara luas. Namun demikian, dolar akhirnya berhasil menguat 0,3% di 99,45 yen.  

• Sementara  itu,  indeks  ekuitas global  dalam  MSCI  tercatat  naik  1%.  Sedangkan  Treasury  AS  tenor  10  tahun  turun  4/32  dengan  yield  di  1,7065  persen. 

• Harga minyak mentah sempat anjlok 70 sen selama 3 menit usai muncul laporan ledakan di Gedung Putih, namun kemudian kembali naik setelah  laporan dinyatakan palsu. Harga emas berjangka juga sempat melonjak lebih dari $5 per ons atau 0,4% setelah muncul laporan ledakan namun 5  menit kemudian kembali melemah. Di akhir sesi, minyak Brent melemah seiring rilis buruk data manufaktur di Cina dan Eropa namun ditutup di  atas $100 per barel untuk kedua kalinya secara berturutan. 

• June Brent crude <LCOc1> berakhir melemah 8 sen di $100.31 per barel, setelah anjlok lebih dari $1,50 di awal sesi. U.S. crude for June delivery  <CLc1> ditutup turun 1 sen di $89,18 per barel pasca merosot lebih dari $1.  

• Data awal HSBC Purchasing Managers' Index untuk bulan April turun ke 50,5 dari 51,6 di bulan Maret menyusul order baru untuk ekspor di Cina  mengalami penurunan. Data tersebut memperburuk wajah ekonomi Cina pasca rilis data PDB‐Q1 yang lebih buruk dari perkiraan di pekan lalu.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah lebih dari 1 persen Selasa lalu karena penguatan dollar yang membawa tekanan pada harga dan karena arus dari gold  exchange‐traded fund (ETF) terbesar didunia mengalami akselerasi dan ditekan investor bergeser kearah ekuitas dan dan aset lainnya.  

• Pada pertengahan hariannya, emas bersamaan dengan pasar saham, obligasi, minyak/oil dan komoditas lainnya, mengalami bergejolak  secara singkat dari laporan palsu Gedung Putih/White House. Emas tertekan ke level terendahnya dari laporan palsu tersebut.   

• Pada awal penurunannya yang membawa emas rally 1,6 persen pada awal hariannya, yang mana didorong oleh penguatan pembelian  fisik.   

• "I  think  the  whole  commodities  space  came  off  because  of  the  weak  PMI  out  of  China  and  the  weak  PMI  out  of  Europe,  especially  Germany," kata Heraeus Precious Metals Management metals trader David Lee. "That combination is dragging everything from copper to  silver to platinum and palladium down. And gold is going down in sympathy because it's part of the basket."   


OIL & COMMODITIES
• Perekonomian utama dunia, yakni di AS, Eropa dan Asia, kehilangan momentumnya di bulan April, demikian beberapa hasil survey bisnis menunjukkan  Selasa kemarin, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai prospek pemulihannya. 

• Cina dan Jerman, yang merupakan 2 eksportir terbesar dunia, kehilangan momentumnya di bulan April. Pertumbuhan manufaktur Cina semakin melamban  karena  merosotnya  permintaan  ekspor,  sementara  pertumbuhan  manufaktur  negara  ekonomi  terbesar  di  Eropa,  untuk  periode  April,  dirilis  di  level  terendahnya  selama  5  bulan.  Di  AS,  kondisi  manufakturnya,  mengalami  pertumbuhan  terlambannya  selama  6  bulan  karena  turunnya  demand  lokal  –  mengindikasikan bahwa perekonomian terbesar dunia tersebut mulai kehilangan pijakannya di kuartal kedua tahun ini. 

• Semakin lambannya perekonomian global dibarengi dengan tekanan harga‐harga komoditas akan meredam kekhawatiran inflasi dan spekulasi bahwa The  Fed AS akan menghentikan dalam waktu dekat QE‐nya yang berkelanjutan – berupa program pembelian aset bulanan senilai $85 milyar. 

• Sementara kontraksi data manufaktur April Jerman untuk pertama kalinya sejak November 2012 akan memberikan dimensi baru lainnya bagi pertemuan  moneter ECB Kamis pekan depan – meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. 

• Lemahnya  kondisi  ekonomi  AS  dan  Cina,  yang  merupakan  2  konsumen  minyak  terbesar  dunia,  diikuti  Jerman,  perekonomian  terbesar  Eropa,  yang  juga  meningkatkan  ekspektasi  pemangkasan  suku  bunga  Eropa,  menjadi  faktor  utama  yang  menekan  harga  minyak  Brent  <LCOc1>  kembali  ke  bawah  level  $100/barel Selasa kemarin. Sementara harga crude oil <CLc1> sempat terkoreksi menembus ke bawah $88 sebelum kemudian bangkit kembali ke atas areal  $89 di sesi NY semalam. 

• Senin  sebelumnya,  untuk  pertama  kali  dalam  5  hari  perdagangan,  Brent  crude  berhasil  settle  di  atas  areal  $100/barel,  mengingat  para  investor  mulai  mencermati potensi keberatan dari negara‐negara anggota OPEC saat harga berada di bawah $100 dan menjadikannya level untuk bargain hunting (beli di  level yang sudah dianggap rendah, atau sudah dianggap turun tajam). 

• Sebagai respon dari pertumbuhan ekonomi Cina yang moderat, yang menekan harga minyak, Arab Saudi diproyeksikan akan mempertahankan produksi  minyaknya  di  kuartal  kedua  ini,  menyusul  pemangkasan  sebesar  700  ribu  barel/hari  di  2  bulan  terakhir  tahun  2012.  Sementara  ketegangan  konflik  di  negara‐negara produsen minyak belakangan ini juga turut menghambat penurunan harga – seperti penyerbuan pasukan Irak ke demonstran Sunni yang  menyebabkan korban jiwa. Selain itu juga bom mobil di kedutaan Perancis di Libya yang melukai 2 pengawal. 

• Masih perlu diperhatikan data persediaan minyak AS pekan ini sebagai tolak ukur demand  konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 


EURO ZONE
• China  dan  Jerman,  dua  eksportir  terbesar  didunia,  menunjukkan  tanda‐tanda  terbaru  pelemahan  dalam  survei  bisnis  utama  Selasa  lalu,  meningkatkan  keraguan  mengenai  penguatan permintaan global dan recovery ekonomi.  

• Suatu survei yang sama untuk manufaktur AS berkenaan dengan hari berikutnya, diekspektasi untuk menunjukkan pertumbuhan diantara factories yang sedikit melambat bulan ini.  

• Survei berasal dari pemikiran kembali oleh para pemimpin Eropa pada pemangkasan bujet mereka yang menambah momentum ‐ bahwa, dalam kata‐kata Presiden Komisi Eropa  Jose Manuel Barroso, langkah austerity telah mencapai batas sebagai kebijakan. 

• Consumer confidence Italia tidak seperti ekspektasi naik pada bulan April ke level tertingginya dalam sembilan bulan, data menunjukkannya sebagaimana survei mengatakan situasi  ekonomi membaik.  

• Para responden terlihat mengabaikan permasalahan berkenaan dengan kebuntuan politik yang diikuti pemilihan parlemen bulan Februari, yang mana telah mendorong pada lebih  banyak dari satu bulannya ketika survei dilakukan selama dua minggu pertama pada bulan April.  

• Perancis  dan  Spanyol    menekan  sedikit  penurunan  tujuan  defisit  bujet  mereka  tahun  lalu  dan  level  utang  membenkak  diseluruh  zona  euro  tetapi  menekan  kemungkinan  pelonggaran pada Paris dan Madrid karena Komisi Eropa menandai pada akhir dari pemangkasan pembelanjaan yang tajam.  


U.K.
• Sterling  merosot  terhadap  dolar  pada  perdagangan  hari  Selasa,  setelah  rilis  lebih  buruk  dari  perkiraan  untuk  data  ekonomi  di  sejumlah  negara  maju  telah  meningkatkan minat investor pada mata uang yang lebih liquid seperti dolar dan yen. 

• Data estimasi awal untuk PDB‐Q1 Inggris yang akan dirilis hari Kamis berpotensi menunjukkan terjadinya resesi di Inggris, dan hal ini akan memicu tekanan jual pada  sterling. 

• Sebuah  survey  bisnis  pada  hari  Selasa  kemarin  mengisyaratkan  adanya  hambatan  pada  proses  pemulihan  ekonomi  global  di  Eropa  dan  Cina,  yang  mana  telah  mendorong investor untuk memburu mata uang yang lebih aman resiko seperti dolar dan juga yen. 

• Sementara, di Inggris, data utang publik yang dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan menawarkan sejumlah dukungan bagi investor jangka panjang untuk membeli  sterling di level bawah, namun demikian data factory orders diluar dugaan melemah di bulan April berdasarkan survey tren order CBI. Order dilaporkan turun ke ‐25 di  bulan April dari ‐15 di bulan Maret, kontras dengan ekspektasi untuk naik ke ‐14. Data April adalah yang terendah sejak Oktober 2010. 

• Sterling turun 0,3% ke $1,5239 setelah terkoreksi ke level intraday low di $1,5196 terhadap dolar, yang merupakan level terendahnya sejak 4 April. 

• Namun demikian, sterling masih berhasil menguat terhadap euro. Mata uang tunggal Eropa tercatat melemah 0,2% di 0,8520 pound. Euro tertekan oleh data yang  menunjukkan sektor swasta Jerman mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 5 bulan di periode April. Hal ini kian memperbesar prospek untuk terjadinya  pemangkasan suku bunga oleh ECB dalam waktu dekat ini. 


JAPAN
• Perekonomian utama dunia, yakni di AS, Eropa dan Asia, kehilangan momentumnya di bulan April, demikian beberapa hasil survey bisnis menunjukkan Selasa kemarin, sehingga meningkatkan  kekhawatiran mengenai prospek pemulihannya. 

• Cina dan Jerman, yang merupakan 2 eksportir terbesar dunia, kehilangan momentumnya di bulan April. Pertumbuhan manufaktur Cina semakin melamban karena merosotnya permintaan  ekspor, sementara pertumbuhan manufaktur negara ekonomi terbesar di Eropa, untuk periode April, dirilis di level terendahnya selama 5 bulan. Di AS, kondisi manufakturnya, mengalami  pertumbuhan terlambannya selama 6 bulan karena turunnya demand  lokal – mengindikasikan bahwa perekonomian terbesar dunia tersebut mulai kehilangan pijakannya di kuartal kedua  tahun ini. 

• Semakin lambannya perekonomian global dibarengi dengan tekanan harga‐harga komoditas akan meredam kekhawatiran inflasi dan spekulasi bahwa The Fed AS akan menghentikan dalam  waktu dekat QE‐nya yang berkelanjutan – berupa program pembelian aset bulanan senilai $85 milyar. 

• Sementara kontraksi data manufaktur April Jerman untuk pertama kalinya sejak November 2012 akan memberikan dimensi baru lainnya bagi pertemuan moneter ECB Kamis pekan depan –  meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. 

• Lemahnya kondisi ekonomi AS dan Cina diikuti Jerman, perekonomian terbesar Eropa, yang juga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Eropa, menjadi pemicu bagi rebound yen  dari pelemahannya yang mencoba memecahkan level psikologis 100 terhadap dolar AS. 

• Yen, yang biasanya menguat sebagai safe haven bagi investor saat kekhawatiran ekonomi global, rebound dari tekanannya. Akibatnya USDJPY pun terkoreksi cukup tajam hingga ke 98.49  kemarin dari upayanya mencoba menembus level 100 – dengan intraday high di 99.88 Senin sebelumnya.  

• Di bulan April ini, USDJPY berhasil mencetak level tertinggi 4 tahun di 99.95 (11/Apr) dari level terendah sementara April ini, di 92.54 (02/Apr), dan kemudian terkoreksi cukup besar ke 95.93  (16/Apr) pekan lalu. Apakah USDJPY akan mengatasi level psikologis 100 atau justru tertekan terlebih dahulu ke areal support 95.93‐92.54 pada sisa kuartal kedua ini. 

• Dalam jangka pendek ini sangat menarik untuk memperhatikan data arus modal di Jepang yang akan dirilis Kamis. Fokusnya adalah apakah pelonggaran/stimulus BoJ yang sangat agresif dapat  mendorong para investor Jepang meningkatkan pembelian aset‐aset di mancanegara (foreign bond investment)…? Sementara pada hari Jumatnya akan diamati kembali sidang moneter BoJ. 

• Banyak analis/pengamat pasar optimis bahwa yen akan menuju level psikologis 100 per dolar AS, hanya tinggal soal waktu saja menurut mereka. 



AUSTRALIA
• Australia dan New Zealand dollars merosot secara meluas Selasa lalu karena kekecewaan data manufaktur dari Cina yang memberikan bearish investors  lebih banyak alasan untuk melakukan aksi jual pada mata uang yang berhubungan dengan pertumbuhan (ekonomi).  

• Aussie anjlok ke level terendah dalam mingguannya terhadap dollar AS, pound dan euro, sementara itu meluncur hampir satu persen pada satu harinya  terhadap yen.  

• Telah  merosot  ke  level  $1.0221  <AUD=D4>,  level  terendahnya  sejak  awal  Maret,  dari  level  $1.0268  pada  permulaan  harian  pada  perdagangan  lokal  di  Sydney. Terakhir telah berada pada 
level $1.0265 dengan para investor mengetes penurunan pada kisaran yang telah tertahan sejak bulan Agustus tahun  lalu.  

• Harga obligasi Australia menguat mengikuti rilis pelemahan dari ekspektasinya gambaran manufaktur Cina. 


SWISS
• Euro melonjak ke level tertinggi 1 bulan terhadap franc Swiss pada perdagangan hari Selasa, menyusul berkembangnya spekulasi bahwa bank sentral Swiss (SNB) akan  menaikkan batas minimum nilai tukar EUR/CHF. 

• SNB di bulan September 2011 lalu menetapkan batasan minimum untuk nilai tukar EUR/CHF di 1,20 franc per euro, sementara spekulasi yang berkembang saat ini  menyebutkan SNB kemungkinan akan menaikkan batasan minimum tersebut menjadi 1,25 franc per euro. Adapun SNB tidak memberikan komentarnya atas spekulasi  ini. 

• Euro melejit ke level intraday high di 1,2271 franc, level tertingginya sejak 18 Maret, dan terakhir bergerak di sekitar 1,2265 franc atau menguat 0,5%. Sedangkan dolar  juga menguat ke 0,9456 franc, level tertinggi sejak 4 April, sebelum akhirnya ditutup di sekitar 0,9453, atau naik sekitar 1,2% dari posisi penutupan New York hari Senin. 

• Adapun data semalam menunjukkan ekspor Swiss turun di bulan Maret, dipicu berkurangnya hari kerja selama 2 hari, dan juga menurunnya momentum di sektor  mesin dan arloji. Ekspor tercatat turun 2% di buolan Maret menjadi 16,95 milyar franc Swiss, demikian dilaporkan Federal Customs Office. Ekspor dari sektor mesin dan  elektronik,  kategori  ekspor  terbesar  kedua  Swiss,  anjlok  9,3%,  sementara  ekspor  arloji  turun  5,4%.  Kondisi  ini  mengisyaratkan  pemulihan  ekonomi  Swiss  tengah  melambat. 

• Pekan ini pasar akan mencermati data KOF Swiss, yang merupakan barometer untuk mengukur kinerja ekonomi Swiss dalam 6 bulan kedepan. Data diprediksi melemah  di bulan April, setelah di bulan Maret sebelumnya dirilis turun di bawah ekspektasi.

Tuesday, April 23, 2013

Headline News 23.04.13


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global menguat pada hari Senin, menghapus kerugian awalnya menyusul rebound Wall Street pasca koreksi tajamnya pekan  lalu, sementara dolar terkoreksi terhadap yen meskipun masih sedikit di bawah level 100 yen. Bursa saham AS ditutup menguat pasca  koreksi tajam pekan lalu memicu aksi beli investor dan saham Microsoft <MSFT.O> melonjak setelah seorang aktifis investor mengambil  saham  di  perusahaan  tersebut.  Namun  pemicu  utama  rebound  bursa  saham  adalah  saham  untuk  sektor  yang  erat  kaitannya  dengan  pertumbuhan ekonomi. 

• Di pasar uang, dolar melonjak ke 99,88 yen, mendekati level tertinggi 4 tahun di 99,94 yang dicapai 11 April dan level 100. Dolar terakhir  bergerak melemah 0,2% di sekitar 99,28 yen. Para petinggi Jepang mengatakan megara‐negara G20 menerima program stimulus Jepang  senilai $1,4 trilyun yang ditujukan untuk mengatasi deflasi selama 15 tahun dan bukannya untuk melemahkan yen. 

• "The lack of pushback by the G20 effectively gives the BOJ room to ease further if needed and should keep the yen biased broadly lower,"  kata Omer Esiner, kepala anlis pasar pada Commonwealth Foreign Exchange Inc. di Washington, DC.  

• Sikap G20 telah memuluskan kelanjutan pelemahan yen dan mendorong dolar semakin mendekati level kritis 100 yen dan mendorong  minat beli pada saham‐saham Jepang. 

• Bank‐bank sentral telah mempertahankan suku bunga rendah sejak 2008, sementara menyuntikkan lebih dari $6 trilyun kedalam sistem  perbankan melalui pinjaman dan pembelian aset, dan sejauh ini keberhasilannya tidaklah begitu menggembirakan. 

• Euro  masih  bergerak  fluktuatif  dan  rentan  tekanan  terhadap  dolar  seiring  ekspektasi  langkah  bank  sentral  yang  kemungkinan  akan  memangkas suku bunganya. Euro terakhir bergerak di sekitar $1,3058 atau naik 0,1%. 

• Di  Wall  Street,  Caterpillar  Inc  dan  Halliburton  menjadi  saham  dengan  kinerja  terbaik  di  S&P  500  setelah  memberikan  laporan  keuangannya. Saham Caterpillar naik 3% di $82,82 dan saham Halliburton naik 6% ke $39,35. 

• Bursa saham eropa juga berhasil menguat setelah adanya perkembangan kemajuan untuk berakhirnya kebuntuan politik di Italia. Indeks  FTSE MIB Milan naik 1,7% 

• Kesepakatan  luas  di  antara  berbagai  kelompok  politik  telah  mengangkat  prospek  untuk  mengakhiri  dua  bulan  kebuntuan  setelah  pemilihan umum yang tak meyakinkan di Italia. Indeks FTSEurofirst 300 naik 0,2%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 19,66 poin atau 0,14% di 14567,17. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 7,25  poin atau 0,47% di 1562,50. Sementara Nasdaq Composite Index  <.IXIC> naik 27,50 poin aatau 0,86% di 3233,55.   

• MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> bertambah 0,3%.  

• Di pasar komoditas, emas ditutup naik 1,5%, meskipun sempat memangkas keuntungannya di akhir sesi, didukung oleh kuatnya aksi beli,  setelah harga menembus level terendah 2 tahun pekan lalu. Harga emas naik 2,48% ke level intraday high di $1438,66 per ons. Harga  telah naik lebih  dari  $100  sejak  menyentuh level terendah 2  tahun di $1321 pada Selasa pekan lalu. Emas kemudian terakhir tercatat  bergerak di sekitar $1424,30 per ons atau naik 1,47% dari posisi penutupan Jumat. 

• Brent crude futures <LCOc1> naik untuk ketiga kalinya secara berturutan, naik 74 sen untuk ditutup di $100,39 per barel, turun dari posisi  intraday high di $101,04. Sementara untuk harga kontrak Mei, yang berakhir hari Senin, naik 75 sen ke $88,76 setelah mencatat intraday  high di $89,13. 

• Harga obligasi pemerintah AS naik berkat laporan data existing home sales AS yang turun lebih tajam dari perkiraan di bulan Maret dan  implikasi melemahnya inflasi. Treasury tenor 10 tahun naik 4/32 di 102‐23/32 di bawah volume rata‐rata, dengan yield 1,699%. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik untuk ditutup naik 1,5 persen Senin lalu, memangkas kenaikan pada akhir hariannya tetapi masih didukung oleh penguatan  pembelian fisik, setelah harganya mencapai level terendah dalam dua tahunnya minggu lalu. 

• Pada saat yang sama, investor mengurangi untuk memegang logam mulia dalam top exchanged‐traded fund ke level terendahnya yang  mendekati tiga tahun.  

• Masih mendekati outlook teknikal yang positif untuk emas, yang mana telah merosot lebih dari 15 persen tahun ini. Dalam jangka panjang,  masih menunjukkan tren pelemahan meskipun terjadi aksi pembelian fisik di Asia dan dimanapun juga. 

• "The continued technical bounce off the recent lows is being prompted by the bargain hunting and strong physical demand that we've seen  in  the  market  from  this  recent  sell  off,"  kata  David  Meger,  vice  president  dan  direktur  dari  perdagangan  metals,  pada  Vision  Financial  Markets di Chicago, Illinois.    

• "Physical demand is giving the price a psychological boost, but don't think that could make up for the 65‐tonne outflows from ETFs last  week," manajer senior Saxo Bank Ole Hansen mengungkapkannya.   


OIL & COMMODITIES
• Brent  crude  masih  bertahan  di  atas  $100/barel  selama  3  hari  perdagangan  berturut‐turut  Senin  kemarin,  menyusul  tekanan  besarnya  yang  telah  berlangsung dalam 6 hari perdagangan beruntun sebelumnya. Kondisi technical yang sudah jenuh jual (oversold) memicu aksi bargain‐hunting – aksi beli di  harga yang sudah dianggap rendah. 

• Namun sepanjang April 2013 berjalan ini, harga Brent crude masih terakumulasi turun hingga lebih dari 8% akibat kekhawatiran penurunan demand pada 2  negara konsumen minyak terbesar dunia, AS dan Cina, menyusul lemahnya data‐data ekonomi masing‐masing. 

• Harga Brent crude <LCOc1> tertekan tajam ke level terendah sejak Juli 2012, di $96.75/barel di awal pekan lalu, dari level $103 Jumat 2 pekan sebelumnya.  Sementara crude oil AS <CLc1>, yang juga cenderung rebound dari tekanannya di level terendah sejak Desember 2012, di $85.67/barel yang dicapai Kamis  pekan lalu dari level $90 pada 2 pekan sebelumnya, masih berjuang untuk mengatasi level $89/barel. 

• Dalam jangka pendek ini, para pelaku pasar akan menanti data‐data ekonomi (AS dan Cina) sebagai indikasi terhadap arah pergerakan harga minyak ke  depannya. Data‐data tersebut adalah HSBC PMI manufaktur April Cina Selasa ini dan GDP Q3 AS pada Jumat akhir pekan nanti. 

• Beberapa waktu lalu, data‐data seperti GDP Q1 Cina yang rilis di level 7.7%, turun dari 7.9% periode sebelumnya, dan peningkatan claim pengangguran  mingguan AS memperkuat kekhawatiran lemahnya data ekonomi 2 negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut. 

• Selain  itu,  di  saat  tekanan  harga  minyak  April  ini,  perlu  diwaspadai  reaksi  dari  anggota  OPEC  karena  Harga  Brent  crude  oil  di  bawah  $100/barel  dirasa  menyulitkan  sejumlah  anggota  OPEC  untuk  membiayai  pengeluaran  masing‐masing  yang  didanai  dari  pendapatan  dari  minyak.  Hal  ini  potensial  mengundang langkah pengurangan pasokan maupun produksi minyak dari anggota OPEC yang akan membatasi tekanan lebih lanjut, atau mungkin bisa  mendukung rebound. 

• OPEC akan bersidang pada 31 Mei 2013 mendatang, namun sikap mayoritas para anggota OPEC akhir‐akhir ini terhadap penurunan harga minyak dunia  nampaknya  tidak  akan  memicu  pertemuan  darurat  menjelang  jadwal  pertemuan  Mei  tersebut.  Pekan  lalu  pihak  Venezuela,  salah  satu  anggota  OPEC,  mengatakan bahwa para menteri‐menteri OPEC tengah berkonsultasi mengenai perlunya pertemuan darurat sebagai reaksi dari penurunan harga minyak  akhir‐akhir ini. 

• Perlu  diikuti  pula  perkembangan  pembicaraan  mengenai  program  nuklir  Iran  (antara  Badan  Energi  Atom  Internasional/IAEA)  yang  masih  buntu,  yang  beresiko menjadi pemicu kenaikan harga minyak lebih lanjut. 


EURO ZONE
• Perjuangan ekonomi dari Yunani, Portugal dan Spanyol kemungkinan tidak akan bertumbuh lagi hingga tahun depan dan mantan macan/Celtic tiger Irlandia kemungkinan untuk  mendengkur daripada mengaum, sebuah polling Reuters menyatakannya Senin lalu.  

• Polling sekitar 40 ekonom, diambil seminggu terakhir, menunjukkan ketatnya langkah austerity yang masih menghambat empat ekonomi zona euro. Dengan tingkat pengangguran  diekspektasi untuk naik kedepannya, terdapat sedikit harapan untuk pertumbuhan jangka pendek yang mendasar.  

• Perkiraan  median  sebagian  besar  dipotong  dari  sebuah  jajak  pendapat  yang  sama  diambil  pada  bulan  Januari.  Outlook  telah  memburuk  hampir  setiap  polling  kuartalan  sejak  pertama kali dikenalkan pada bulan Juni 2011.  

• Pengawas pasar keuangan Jerman Bafin akan meneliti dengan cermat pemberi pinjaman Jerman wealth management businesses dari luar negeri, yang dikatakan Senin lalu karena  perlambatan (ekonomi) global melarang penghindaran pajak yang makin intensif.  

• Regulator bank mengumumkan diikuti kata‐kata kepala sepak bola Bayern Munich Uli Hoeness yang menghadapi penghindaran pajak yang melibatkan sebuah rekening di bank  Swiss.   

• "Our fact‐finding effort is still at the conception stage," seorang jurubicara Bafin mengatakannya, tidak mau memberikan rincian mengenai kemungkinan isi atau timeline untuk  pertanyaan pengawas.  

• Pertumbuhan  ekonomi  dalam  zona  euro  akan  kembali  melambat  dalam  semester  kedua  dari  setahunnya  karena  wilayah  terus  bekerja  kearah  perbaikan  kerusakan  sektor  keuangan, European Union Economic dan Monetary Affairs Commissioner Olli Rehn mengatakannya.  



U.K.
• Sterling bergerak relatif stabil setelah awalnya sempat tertekan terhadap dolar pada perdagangan hari Senin setelah lembaga pemeringkat kedua men‐downgrade  Inggris yang mana kian menambah prospek suram mata uangnya ditengah resiko terjadinya pertumbuhan ekonomi yang buruk di kuartal pertama tahun ini. 

• Fitch Ratings pada hari Jumat lalu memangkas peringkat kredit teratas Inggris menjadi AA‐plus dari AAA, mengutip melemahnya prospek ekonomi dan fiskal. Langkah  Fitch  mengikuti  jejak  Moody’s  yang  merupakan  instansi  pertama  yang  men‐downgrade  Inggris  pada  bulan  Februari,  sementara  Standard  &  Poor's  mengatakan  pihaknya juga berpeluang untuk mengikuti langkah Moody's. 

• Meskipun  langkah  downgrdae  ini  bukanlah  hal  yang  mengejutkan  pasar,  karena  kondisi  ekonomi  Inggris  yang  memang  belakangan  ini  terlihat  buruk,  namun  setidaknya hal ini memperkuat alasan untuk menjual pound. 

• Estimasi awal untuk data PDB‐Q1 Inggris yang akan dirilis hari Kamis berpotensi menekan sterling lebih lanjut, dimana pasar berkeyakinan data akan menunjukkan  terjadinya kontraksi ekonomi di kuartal pertama 2013. 

• Sterling tercatat menguat 0,2% terhadap dolar di sekitar $1,5265, masih di bawah level tertinggi bulan April di $1,5412. 

• Pasar memprediksi ekonomi tercatat tumbuh 0,1% q/q di kuartal pertama, meskipun kisaran proyeksi berada di sekitar 0,3% hingga ‐0,2%. 

• Jika  data  dirilis  buruk  maka  akan  memperbesar  peluang  untuk  BoE  melanjutkan  kebijakan  moneter  longgar  dalam  bulan‐bulan  mendatang  untuk  mendongkrak  pertumbuhan ekonomi. 

• Sementara euro terkoreksi 0,3% ke sekitar 0,8542 pound. Mata uang tunggal telah tertekan oleh sejumlah pembicaraan mengenai penurunan suku bunga oleh Bank  Sentral Eropa, seiring data ekonomi yang lemah dan kekhawatiran situasi politik di Italia. 



JAPAN
• Yen kembali mencoba untuk menembus level 100 per dollar AS Senin kemarin, diikuti oleh kenaikan indeks saham Jepang, Nikkei ke level tertinggi 5 tahun, setelah pertemuan  menteri keuangan dan para pemimpin negara G20 di Washington akhir pekan lalu menerima kebijakan stimulus agresif Jepang, dalam rangka upaya meredam suramnya prospek  pertumbuhan global, membangkitkan kembali perekonomian lokalnya serta menghentikan deflasi akutnya yang sudah berlangsung 15 tahun. 

• Yang perlu diketahui adalah para bank  sentral global  sejak  2008  telah  menetapkan  suku  bunga  masing‐masing di level  rendah,  sambil  memompa  dana  ke  sistem  perbankan  masing‐masing hingga lebih dari $6 trilyun – melalui pinjaman dan program pembelian aset – namun masih sedikit memberikan dorongan bagi perbaikan ekonomi hingga saat ini. 

• Oleh sejumlah pengamat bursa, sikap G20 di Washington akhir pekan lalu pun membuka jalan lebih mulus bagi kelanjutan pelemahan yen, yang sedang mencoba menembus level  100 per dolar, serta mendorong peningkatan demand terhadap saham‐saham Jepang.  

• USDJPY mencapai level tertingginya selama 4 tahun di 99.94 pada 11 April 2013. Sementara Senin kemarin, hingga pertengahan sesi NY, USDJPY baru mencapai intraday high  99.88. EURJPY, yang 11 April lalu, mencapai level tertinggi sejak Januari 2010 di 131.11 dan Senin kemarin, setelah tertekan mencoba menembus ke bawah 125 pada 16 April lalu,  bangkit kembali hingga level 130.66 di pertengahan sesi NY. 

• Kebangkitan EURJPY nampaknya juga didukung oleh kenaikan bursa saham Eropa, menyusul harapan segera berakhirnya kebuntuan politik di Italia yang sudah berlangsung 2  bulan terakhir ini. Terpilihnya kembali presiden Giorgio Napolitano, yang sudah berusia 87 tahun, diharapkan akan membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan baru dalam  waktu dekat.  

• Ada prospek yang mengatakan bahwa jika berhasil tembus level 100, USDJPY akan mengalami aksi stop‐loss buying yang akan mendukung kenaikan hingga 101.45 (tertinggi sejak  April  2009)  dan  105.51  –  61.8%  Fibonacci  retracement  penurunannya  dari  124.16  (2007)  ke  75.35  (2011).  Sementara  Nikkei  <.N225>  berpotensi  menuju  13981.69,  61.8%  Fibonacci retracement penurunannya dari 18300.39 (2007) ke 6994.90 (2008). 


AUSTRALIA
• Beberapa ekonom  merujuk pada transisi ekonomi dari booming investasi pertambangan karena "rebalancing", tetapi Guy Bruten tidak memikirkan akan  semulus sepeti yang ditunjukkannya.  

• Dia mengekspektasi akan cukup keras untuk menekan satu atau dua kali pemangkasan tingkat suku bunga dari Reserve Bank of Australia (RBA)  

• Mr Bruten, ekonom senior funds manager AllianceBernstein's untuk wilayah Asia/Pasifik, mengatakan Australia pada atau dekat dengan daftar teratas dari  commodity‐producing economies ketika terjadi kenaikan pada harga ekspor dibandingkan dengan harga impor, hasil booming investasi pertambangan dan  kenaikan pada hasil mineral yang diikuti.  

• Dan kenaikan pada exchange rate telah menguat untuk Australia juga.  

• Voting Federal Labor's telah stabil, tetapi partai masih jauh dibelakang oposisi, Newspoll terbaru menunjukkannya.  

• Pemerintah utama menyuarakan kursi 32 persen, sementara itu oposisi anjlok dua poin menjadi 46 persen, menurut  Newspoll yang dilakukan pada akhir  pekan dan dipublikasikan The Australian hari Selasa.  


SWISS
• Franc Swiss bergerak relatif stabil terhadap dolar pada hari Senin menyusul pelaku pasar menahan diri menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Eropa  dalam pekan ini. 

• Sejumlah  data  yang  akan  menjadi  sorotan  investor  diantaranya  data  PMI  Jerman  pada  hari  Selasa  ini  dan  data  survey  bisnis  bulanan  oleh  Munich  IFO  economics institute pada hari Rabu. 

• Ketidakpastian kondisi politik di Italia berpotensi menekan euro, namun pemilu ulang presiden pada hari Sabtu telah memperkuat prospek untuk mengakhiri  dua bulan kebuntuan politik yang dilanjutkan dengan pemilihan umum. 

• Euro juga tertekan oleh indikasi akan dilakukan pemangkasan suku bunga oleh ECB . Anggota Dewan Kebijakan ECB Ewald Nowotny pada hari Sabtu kemarin  mengatakan masih terlalu dini untuk menilai apakah pemangkasan suku bunga memang diperlukan. 

• Dolar menguat tipis 0,1% di sekitar 0,9345 franc dibandingkan penutupan New York akhir pekan. Sedangkan euro juga hanya naik 0,1% di sekitar 1,2200  franc.