title cover

title cover

Monday, June 3, 2013

Headline News 03.06.13

US & GLOBAL
Bursa saham AS mengalami tekanan jual dan yield obligasi pemerintah naik pada hari Jumat setelah meningkatnya aktifitas pabrikan di  wilayah  Midwest  AS  dan  meningkatnya  sentimen  konsumen  telah  memberikan  kekhawatiran  terhadap  langkah  The  Fed  selanjutnya.  Harga Treasury AS menutup bulan terburuknya selama hampir 2‐1/2 tahun. Pada hari Jumat, imbal hasil (yield) obligasi kembali tes level  tertingginya  selama  lebi  dari  13  bulan,  meskipun  data  mengisyaratkan  inflasi  masih  rendah  karena  lemahnya  pertumbuhan  ekonomi.  Pasar  ekuitas  global  jatuh  ditengah  situasi  perdagangan  yang  fluktuatif  menyusul  antisipasi  terhadap  kemungkinan  The  Fed  akan  mengurangi program stimulusnya, sebuah faktor yang mendorong naiknya saham AS dan ekuitas global. 

Depresiasi Wall  Street terakselerasi di akhir sesi, dengan  indeks Dow turun  lebih dari  200 poin. Tiga  indeks utama jatuh lebih  dari 1%  ditengah rebalancing indeks saham MSCI. Indeks S&P 500 mencatat kerugian mingguan secara berturut‐turut untuk pertama kalinya sejak  November  setelah  investor  menarik  dana  mereka  pasca  rally  indeks  hingga  mencatat  kenaikan  14,3%  ‐  pencapaian  5  bulan  pertama  terbaiknya dalam setahun sejak 1997. S&P 500 menutup bulan Mei dengan mencatat kenaikan 2,1%, kenaikan 7 bulan berturut‐turut dan  yang terlama sejak 2009. 

Dow Jones industrial average <.DJI> turun 208,96 poin atau 1,36% untuk ditutup di 15115,57. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> merosot  23,67 poin atau 1,43% di 1630,74. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 35,38 poin atau 1,01% di 3455,91.       

Dolar terapresiasi setelah data menunjukkan aktifitas pabrikan di wilayah Midwest mengalami peningkatan, dan consumer spending AS  menurun di bulan April untuk pertama kalinya selama hmpir 1 tahun terakhir dan inflasi yang rendah turun kembali. 

Sementara data manufaktur mengindikasikan The Fed akan mengurangi program stimulusnya, namun kenaikan inflasi masih berada di  bawah target, memberikan kesimpulan pengurangan stimulus nampaknya belum akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Harga obligasi pemerintah AS dan Jerman kembali turun setelah Institute for Supply Management‐Chicago business barometer melonjak  ke 58,7 di bulan Mei dari 49 di bulan April sebelumnya, jauh di atas ekspektasi pasar naik ke level 50. 

Dolar terapresiasi terhadap sejumlah rivalnya dan mencatat kenaikan 8 bulan secara berturutan terhadap yen. 

Investor dan trader masih mencoba menerka‐nerka apakah The Fed, dengan melihat kondisi ekonomi yang membaik, akan mengakhiri  program pembelian obligasinya seiring dengan naiknya saham dan harga rumah. 

"If you get the hint or the idea that they're going to start to trim purchases, then this is the volatility that's going to be created around it,"  kata Sean Murphy, seorang trader Treasury pada Societe Generale di New York.  

Sebuah  survey  Thomson  Reuters/University  of  Michigan  yang  menunjukkan  meningkatnya  optimisme  pada  prospek  ekonomi  dan  keuangan  individu  telah  mendorong  sentimen  konsumen  AS  ke  level  tertingginya  selama  hampir  6  tahun  di  bulan  Mei,  dan  awalnya  sempat memicu kenaikan bursa saham AS. Sementara Indeks ekuitas global dalam MSCI turun 1,18%. 

Pasar obligasi rebound seiring meningkatnya aksi beli, dengan obligasi tenor 30 tahun naik tipis. Namun Treasury tenor 10 tahun turun  3/32  dengan  yield  2,13%,  setelah  yield  awalnya  turun  ke  2,066%.  Sedangkan  German  Bund  futures  <FGBLc1>  juga  ditutup  hampir  flat  setelah mencatat turun 2 poin di 143,71. 

Di  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  melemah  0,92%  di  1216,17.  Indeks  naik  1,6%  di  bulan  Mei  dan  mencatat  kenaikan  bulanan terbaiknya dalam 16 tahun. 

Euro jatuh ke level intraday low di $1,2945 dan terakhir diperdagangkan di sekitar $1,2994, atau turun 0,41%. Sedangkan dolar naik 0,33%  ke 100,39 yen. 

Harga minyak turun di bawah $93 per barel,  melanjutkan koreksinya setelah rilis buruk data consumer spending. Para negara anggota  Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) setuju untuk mempertahankan target produksi minyak mereka, sesuai ekspektasi,  dan tidak banyak memberikan pengaruh di pasar. Brent oil <LCOc1> turun $1,80 di $100,39 per barel. Dalam bulan Mei, Brent crude turun  1,9%. U.S. crude oil <CLc1> turun $1,64 di $91,97 per barel. Dalam bulan Mei, U.S. crude turun 1,6%.     

Harga  emas  jatuh  1,6%  ke  $1390,80  per  ons,  koreksi  harian  terbesarnya  dalam  2  pekan.  U.S.  Comex  gold  futures  <GCQ3>  untuk  pengiriman Agustus berakhir melemah $19 di $1393 per ons, dengan volume perdagangan sekitar 30% di bawah pergerakan rata‐rata 30  hari.   


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah hampir 2 persen Jumat lalu setelah data AS menunjukkan rendahnya inflasi dan membaiknya consumer confidence yang  menekan ketertarikan investor, dengan logam mulia mencatatkan penurunan tajamnya untuk rangkaian dua bulannya. 

Kombinasi dari penurunan fund interest, option expiration dan mengkuadratkan nilai buku setelah para investor menutup posisi beli yang  juga membawa open interest dalam gold futures AS ke level terendahnya hampir dalam empat tahun, kata trader.   

Data  menunjukkan  kenaikan  ke  level  tertinggi  enam tahunnya pada  sentimen  konsumen  yang menekan  emas,  sebagai  tradisional  safe  haven. 

"The metals were already under pressure going into the end of the month as many people have a lot of short positions outstanding, and  the consumer confidence data just added fuel to selling," kata Carlos Perez‐Santalla pada brokerage Marex Spectron.  


OIL & COMMODITIES
Harga minyak dunia turun tajam pada hari Jumat malam, melemah signifikan akibat dampak dari penurunan U.S. equity indices, large supplies, prospek permintaan yang lemah, dan tehnikal analisi yang memberikan indikasi “time to sell” ketika level support tertembus.

Kontrak berjangka U.S. crude oil <CLc1> melemah 1,75 persen atau sebesar 1,64 dollar, dan ditutup dengan nilai 91.97 dollar/barrel, Pergerakan harga menetap di bawah MA‐200 hari untuk pertama kalinya dalam sebulan. Untuk bulan Mei, kontrak berjangka U.S. crude melemah 1,6 persen sejak bulan April.

Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> ditutup melemah sebesar 1,80 dollar, atau 1,76 persen, dengan nilai 100,39 dollar/barel. Kontrak berjanga Brent crude periode bulan Mei melemah 1,93 persen dibandingkan bulan April.

Rilis data perekonomian yang melemah memberikan kekhawatiran terhadap para trader bahwa demand n akan tetap lesu.

Rilis data China, negara konsumen minyak kedua terbesar di dunia pada hari Sabtu diperkirakan akan memperlihatkan bahwa data manufacturing activity hampir tidak meningkat pada bulan Mei menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters.

Rilis data U.S. consumer spending melemah pada bulan April untuk pertama kalinya dalam hampir setahun. Euro zone figures dirilis selama sesi perdagangan menunjukkan angka pengangguran di 17 negara mencapai titik tertinggi terbaru di akhir bulan.


EURO ZONE
Tingkat pengangguran telah mencapai level tertinggi barunya dalam zona euro dan inflasi masih jauh dibawah target European Central Bank, menambah tekanan pada para pemimpin Uni Eropa  dan tindakan ECB untuk menghidupkan kembali perekonomian blok yang sakit tersebut. Tingkat pengangguran dalam 17‐negara tersebut naik menjadi 12.2 persen dalam bulan April, kantor  statistik Uni Eropa Eurostat mengatakannya, yang menandai level terbarunya sejak rangkaian data dimulai tahun 1995.  

Slovenia masih memiliki jalan yang panjang untuk pergi dan mencegah international bailout, pengambil kebijakan pada ECB mengatakan karena data menunjukkan perekonomian melemah dan  investasi bisnis jatuh pada awal tahun 2013.  

"Slovenia is not out of the woods yet, a lot of work is still to be done," kata Marko Kranjec, yang duduk pada Dewan Gubernur European Central Bank dan kepala dari bank sentral Slovenia.  

Negara‐negara Balkan, yang mana bergabung dalam zona euro pada tahun 2007, berusaha untuk mengumpulkan dana melalui privatisasi dan membersihkan utang sektor perbankan. 

Ketua ekonom Komisi Eropa, Olli Rehn, mengatakan Jumat lalu dia "amazed" bahwa Perancis telah mengkritisasi timnya untuk merekomendasi reformasi, sementara itu Perancis juga bermaksud  untuk lebih mengkoordinasikannya pada zona euro.  

Presiden Perancis Francois Hollande Kamis lalu berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi tetapi ditambahkan itu terserah dari Perancis, tidak Komisi Eropa, untuk menentukan bagaimana  mereka mengimplementasikan.   

Keseluruhan tingkat pengangguran Italia dan pemuda pengangguran sedikit naik pada bulan April ke level tertingginya, tunjuk data Jumat lalu.  

Spanyol  membukukan  surplus  perdagangan  pertamanya  yang    tercapai  dalam  sejarah  bulan  Maret,  data  bank  sentral  menunjukkannya,  karena  penurunan  tajam  pada  impor  dari  resesi  terdalamnya yang mengimbangi kenaikan tipis pada  ekspor.  

Penjualan ritel Jerman tidak seperti ekspektasi melemah pada bulan April, tunjuk data yang meredam harapan bahwa permintaan domestik akan mendorong pertumbuhan besar pada negara  dengan ekonomi terbesar di Eropa  tersebut tahun ini. 


U.K.
Sterling  jatuh  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  ditengah  kondisi  perdagangan  yang  fluktuatif  dan  pasar  memprediksi  sterling  masih  akan  mengalami  tekanan  seiring  prospek  ekonominya yang masih suaram yang akan mendorong Bank Sentral Inggris (BoE) untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut.  

Sterling juga tertekan terhadap dolar usai rilis data sentimen konsumen AS yang naik ke level tertinggi selama hampir 6 tahun. 

Sterling terakhir bergerak di sekitar $1,5200, atau melemah 0,2% dibanding penutupan New York hari Kamis, merosot dari posisi intraday high di $1,5240 yang merupakan leel  terkuatnya sejak 21 Mei. Adapun level support untuk sterling berada di sekitar $1,5111 dan level terendah sepekan kemarin di $1,5008 yang merupakan level terendah sejak 14  Maret. Sterling tercatat telah melemah sekitar 7% terhadap dolar dan 5% terhadap euro sepanjang tahun ini, dan menjadikannya sebagai salah satu mata uang dengan kinerja  terburuk. Dengan ekspektasi The Fed akan mengurangi program stimulusnya tahun ini, sementara gubernur BoE yang baru Mark Carney berpotensi melonggarkan kebijakan  moneternya, maka sterling berpotensi untuk mengalami depresiasi di semester kedua, dengan ekspektasi akan terkoreksi hingga di bawah $1,40 di akhir tahun nanti. 

Euro terkoreksi 0,1% terhadap sterling di $0,8550 pound, menjauhi level puncak hari Kamis di 0,8598 pound yang merupakan level terkuatnya sejak 17 April. 

Adapun data Purchasing Managers' Index untuk sektor manufaktur Inggris yang akan dirilis hari Senin ini berpeluang untuk dirilis melampaui ekspektasi pasar, dan hal ini dapat  memberi dukungan positif bagi sterling walau hanya sementara saja. Investor juga akan mencermati data non‐farm payrolls AS untuk periode Mei pada hari Jumat pekan ini. The  Fed telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian aset hingga pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang signifikan.  

Sidang bank sentral dunia pekan ini juga akan dicermati pasar. Sidang BoE, ECB dan RBA diprediksi akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Jika ada langkah  mengejutkan dari bank sentral berupa pemagkasan suku bunga, maka RBA lah yang memiliki peluang besar untuk melakukan itu. 



JAPAN
International Monetary Fund menyerukan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk mengatasi reformasi ekonomi yang cukup agresif dimana telah mendorong perubahan kebijakan fiskal dan moneter, di tengah volatilitas pasar yang menunjukkan banyaknya ketidakpastian terhadap prospek reformasi ekonomi.

Dalam kajian tahunan program kebijakan moneter Jepang, pemberi pinjaman yang berbasis di Washington memberikan dukungan kepada Mr Abe atas inisiatifnya yang berani guna mengalahkan deflasi yang menimpa Jepang dalam beberapa dekade yang cukup panjang dan stagnasi ekonomi.

Sementara Mr Abe mengeluarkan pelonggaran moneter yang agresif berdampak pada timbulnya kritik, IMF mengatakan bahwa mata uang yang lebih lemah tidak selalu menjadi masalah,asalkan itu dilakukan sebagai bagian dari strategi kebijakan yang mencakup reformasi sejati.

"So long as monetary easing pursues domestic goals, and is accompanied by comprehensive fiscal and structural reforms, we do not see the yen's recent depreciation as problematic," ucap IMF dalam sebuah laporan pada hari Jumat.

"Higher growth in Japan and easier global financial conditions would more than offset the effect of exchange rate appreciation in trading partners,"

Japan's factory output mengalami akselerasi pada bulan April dan deflasi mereda sedikit seiring melemahnya yen dan permintaan luar negeri yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan, pertanda baik bagi upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengguncang negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia dari hampir dua dekade penurunan harga dan melambannya pertumbuhan.

Namun core consumer prices kembali melemah dan manufacturers forecast terus melemah kedepannya, data pemerintah menunjukkan pada Jumat dan menggarisbawahi tantangan BoJ di bawah Gubernur baru Haruhiko Kuroda, dalam memenuhi target inflasi sebesar 2 persen.

"The deflationary trend shows no signs of changing," ucap Yuichi Kodama, chief economist di Meiji Yasuda Life Insurance, Tokyo. Dia memperkirakan perekonomian akan terus pulih hingga akhir tahun fiskal menjelang Maret 2014.

"Expectations for deflation, deeply embedded among the public, are very persistent," ucap Kodama. "It appears quite difficult for monetary easing implemented by Governor Kuroda to achieve a positive cycle of inflation and economic recovery."



AUSTRALIA
Rendahnya  tingkat  suku  bunga  telah  gagal  untuk  memikat  konsumen  atau  bisnis  dalam  mengambil  utang  terbaru,  tetapi  para  ekonom  meragukan  bank  sentral  akan  mengambil  langkah  memangkas tingkat suku bunga dalam menstimulasi pertumbuhan ekonomi.  

Data terbaru Reserve Bank of Australia (RBA) Jumat lalu menunjukkan bahwa housing loans berlanjut untuk bertumbuh disekitar fase paling lambat tahunannya sejak pencatatan yang dimulia  tahun 1976, sementara itu pinjaman perseorangan melemah dan business credit masih tetap tenang.  

Sementara itu data bulan April tidak menggambarkan pemangkasan yang mengejutkan RBA pada tingkat suku bunga pada level terendahnya sepanjang masa 2.75 persen pada meeting dewan  bulan Mei, ekonom meragukan bahwa akan membuat perngaruh yang signifikan, mengingat bahwa 175 basis poin telah terjadi pemangkasan  

Kredit  berlanjut  untuk  bertumbuh  pada  bulan  April  tetapi  masih  pada  saat  yang  sama  lambannya,  langkah  yang  tidak  mengancam  karena  telah  terjadi  dalam  beberapa  tahun  yang  lalu,  gambaran dari Reserve Bank of Australia menunjukkannya.  

Rangkaian yang mulai untuk menghentikan pemangkasan tingkat suku bunga dari RBA yang dimulai bulan November 2011 yang telah mendorong permintaan pada kredit.  

Tetapi tidak cukup untuk mendorong jenis kredit yang pertumbuhan kreditnya cepat yang akan mendorong tekanan inflasi dan menyebabkan kenaikan cepat dalam harga konsumen atau tidak  realistiknya peguatan kenaikan dalam perumahan dan harga‐harga saham.  

Harga obligasi Australian telah bergerak sedikit naik karena para trader mempersiapkan apakah kemungkinan menjadikan perdagangan dalam minggu tersibuknya.  



SWISS
Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Jumatsetelah rilis optimis sejumlah data ekonomi Jepang dan juga AS. 

Sementara data KOF Swiss untuk bulan Mei, barometer untuk melihat performa ekonomi dalam 6 bulan kedepan, naik melampaui ekspektasi di 1,1 poin. Rilis optimis data KOF  diikuti  oleh  data  PDB‐Q1  pada  hari  Kamis  menunjukkan  ekonomi  Swiss  mengalami  ekspansi  di  kuartal  pertama,  menyusul  konsumen,  konstruksi  dan  perdagangan  telah  membantu kondisi perekonomian Swiss lebih baik dari zona euro. 

Dolar  menguat  secara  umum  setelah  data  ekonomi  AS  memperkuat  pandangan  bahwa  The  Fed  akan  mengurangi  program  stimulus  moneternya  lebih  cepat  dari  yang  diperkirakan. Data menunjukkan sentimen konsumen AS naik ke level tertinggi selama hampir 6 tahun , sementara aktifitas bisnis di wilayah Midwest meningkat di bulan Mei  setelah mengalami kontraksi di bulan April. 

Dolar naik 0,2% ke 0,9550 franc dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Sedangkan euro terkoreksi 0,2% ke 1,2410 franc. 

Investor akan mencermati data non‐farm payrolls AS untuk periode Mei pada hari Jumat pekan ini. The Fed telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian aset hingga  pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang signifikan. 


Sidang bank sentral dunia pekan ini juga akan dicermati pasar. Sidang BoE, ECB dan RBA diprediksi akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Jika ada langkah  mengejutkan dari bank sentral berupa pemagkasan suku bunga, maka RBA lah yang memiliki peluang besar untuk melakukan itu. 

Friday, May 31, 2013

Headline News 31.05.13

US & GLOBAL
Bursa saham AS menguat pada perdagangan hari Kamis setelah data ekonomi AS yang dirilis di bawah ekspektasi memicu spekulasi akan  dilanjutkannya  program  pembelian  obligasi  oleh  The  Fed,  sementara  meningkatnya  kepercayaan  zona  euro  membantu  mengangkat  saham Eropa dan juga euro. 

PDB‐Q1  AS  direvisi  melemah  tipis  menjadi  2,4%,  dari  laporan  awalnya  2,5%,  sebuah  sinyal  dari  akibat  aksi  penghematan  Washington.  Sementara jobless claims naik di pekan lalu dan pending home sales naik 0,3% di bulan April, di bawah ekspektasi terjadi kenaikan 1,1%. 

Dolar jatuh ke level terendah 3 pekan terhadap euro setelah rilis data ekonomi yang melemah. Dolar menghapus seluruh keuntungannya  terhadap  yen  setelah  sejumlah  sumber  melaporkan  kepada  Reuters  bahwa  dana  pensiun  publik  Jepang  sedang  mempertimbangkan  kemungkinan investasi dalam saham domestik untuk tumbuh bersama dengan rally pasar. 

Sebelum  rilis  data  ekonomi  AS,  indeks  Nikkei  Jepang  anjlok  5,2%  ditengah  ekspektasi  The  Fed  akan  mengakhiri  program  stimulus  moneternya tahun ini. 

Ekuitas AS telah erat dikaitkan dengan kebijakan bank sentral, dengan saham jatuh pada hari Rabu, karena imbal hasil obligasi Treasury AS  naik  ke  level  tertinggi  selama  lebih  dari  satu  tahun  di  tengah  kekhawatiran  Federal  Reserve  akan  menghentikan  program  pembelian  obligasi. Sedangkan pada hari Selasa, adanya jaminan dari bank sentral di seluruh dunia bahwa program kebijakan moneter akan tetap  dilanjutkan telah mendorong naiknya harga ekuitas. 

Setelah berada  dalam kondisi yang fluktuatif, Dow Jones industrial average <.DJI> naik  21,73 poin atau 0,14%  di 15324,53. Sedangkan  Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 6,05 poin atau 0,37% di 1654,41. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 23,78 poin  atau 0,69% di 3491,30.  

Seiring dengan naiknya bursa saham global, maka harga obligasi AS (Treasury) mengalami penurunan menjelang lelang obligasi AS tenor 7  tahun.  Imbal  hasil  (yield)  dari  Treasury  telah  naik  bulan  ini,  menyusul  meningkatnya  sentimen  pasar  telah  mendorong  investor  untuk  menjual  obligasi  karena  spekulasi  bahwa  The  Fed  akan  segera  mengakhiri  program  pembelian  obligasinya.  Naiknya  yield  membantu  Treasury menjual $29 miliar obligasi tenor tujuh tahun dalam penjualan akhir minggu ini sebesar $99 miliar dalam bentuk kupon utang  (coupn‐bearing debt). Sementara obligasi tenor 10 tahun terakhir tercatat turun 3/32 dengan yield 2,12%. Yield tersebut telah naik dari  1,61% di awal Mei dan menembus level tertinggi 13 bulan di 2,24% di sesi overnight hari Rabu. 

Indeks saham Eropa naik 0,3% pasca koreksi tajamnya hari Rabu, namun anjloknya Nikkei di sesi Asia telah mendorong MSCI's world index  <.MIWO00000PUS> ke level terendah 3 pekan. 

Kenaikan  bursa  saham  Eropa  ditopang  oleh  naiknya  data  survey  kepercayaan  ekonomi  dari  Komisi  Eropa  yang  dirilis  lebih  baik  dari  perkiraan, yang menunjukkan optimisme meningkat di lima negara utama zona euro – Jerman, Perancis, Italia, Spanyol dan Belanda. 

Rilis  data  kepercayaan  zona  euro  telah  memicu  naiknya  euro  ke  $1,3041  terhadap  dolar  menyusul  kalangan  ekonom  merevisi  kemungkinan ECB memangkas suku bunganya pekan depan. 

Di pasar obligasi, kenaikan tipis pada harga obligasi Italia menyusul penjualan obligasi tenor 5 tahun dan 10 tahun mencerminkan hasil  dari lelang obligasi Spanyol sebelumnya di pekan ini, mendukung sinyal bahwa penurunan pada obligasi zona euro tenor 10 tahun terlihat  mereda.  Bund futures <FGBLc1> Jerman me‐recover sejumlah kerugiannya setelah belakangan ini mengalami tekanan jual bahkan disaat  yield Treasury AS mengalami kenaikan. 

Pasar  komoditas  bergerak  tipis,  dengan  London  copper  <CMCU3>,  yang  telah  jatuh  9%  tahun  ini,  menembus  level  terendah  2  pekan  sebelum akhirnya berhasil rebound dan Brent crude oil <LCOc1> bergerak di atas $102 per barel. 
GOLD & COMMODITIES
Emas naik ke level tertinggi dua minggunya Kamis lalu didorong oleh penurunan dollar setelah melemah dari ekspektasinya data ekonomi  AS yang mendorong prospek the Fed akan mempertahankan stimulus moneternya kembali. 

Spekulasi bank sentral AS dapat memulai mengekang $85 milyar dalam pembelian aset bulanan lebih awal pada musim panas yang telah  memicu pada aksi jual emas dan rally dollar pada minggu lalu. 

Harga  naik  1,5  persen  ke  level  $1417,81  per  ons  setelah  data  Kamis  lalu  yang  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  AS  pada  fase  lambatnya  daripada  ekspektasi  awalnya  dalam  kuartal  pertama.  Secara  terpisah  juga  klaim  pengangguran  mingguan  tidak  seperti  ekspektasi naik minggu lalu dan pending home sales naik lebih sedikit daripada ekspektasi. 

"The market's gaining back everything it lost on the (Fed) comments last week and nothing's changed," kata Sean McGillivray, kepala asset  allocation pada Great Pacific Wealth Management.  

"The market has realized that any change in policy will be a long ways off and most likely a much smaller change than a complete shut‐off  of the liquidity pump."  



OIL & COMMODITIES
Kontrak berjangka Crude oil menutup perdagangan hari Kamis dengan cukup bervariasi, dimana Brent melemah akibat dampak terhadap prospek perekonomian global yang melemah dan U.S. crude AS terangkat akibat dampak dari optimisme akan program stimulus Federal Reserve.

Kontrak berjangka U.S. crude menguat seiring investor menginterpretasi data perekonomian AS akan melemah dan ini mengindikasikan bahwa Fed mungkin akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter, yang akan mempertahankan suku bunga
rendah dan money cheap.

Kontrak berjangka U.S. crude CLc1> ditutup menguat 48 sen lebih tinggi dengan nilai 93,61 dollar/barel, menguat satu setengah persen setelah menyentuh low di level 91,65 dollar. Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> ditutup melemah sebesar 24 sen dengan nilai 102,19 dollar/barel setelah ditransaksikan diantara level 101,08 dollar hingga 102,85 dollar.

Ekonomi AS meningkat melemah dari perkiraan sebelumnya dalam tiga bulan pertama tahun ini, kata Departemen Perdagangan, dan initial jobless claims menguat tak terduga pekan lalu.

"As long as you have weak economic numbers it gives people confidence that the Fed will not raise interest rates, which is
supportive for oil," ucap seorang broker di New York.


EURO ZONE
Confidence dalam perekonomian zona euro bertumbuh melembihi ekspektasi pada bulan Mei, dengan harapan bahwa krisis yang memburuk kemungkinan menjadi lebih menyebar kenegara‐ negara yang berada pada garis terdepan.  

Economic morale dalam 17 negara yang menggunakan euro naik 0.8 poin menjadi 89.4, Komisi Eropa mengatakannya. Polling ekonom oleh Reuters yang telah diatas ekspektasi pada 89.0.  

"This is in line with a moderate improvement, but we need to see this sustained," kata Francois Cabau, seorang ekonom pada Barclays Capital. "We also need to see this translate into the real  growth."  

Di Yunani, negara pertama dalam zona euro untuk mendapat bailed out dan menghadapi tahun keenam dari resesinya, sentimen naik ke level tertinggi lima tahunnya, sementara itu Portugal  dan Italia juga mencatatkan peningkatan.  

Spanish EU‐harmonised consumer prices naik 1.8 persen dalam basis tahunan pada bulan Mei, sekilas data menunjukkannya Kamis lalu, menenangkan kekhawatiran deflasi walaupun ekonomi  berlanjut kontraksi.   

Kenaikan tahunan dalam May flash inflation lebih tajam daripada perkiraan konsensus pada 1.7 persen dan 1.5 persen dalam bulan April, digambarkan dari National Statistics Institute (INE)  Spanyol menunjukkannya.   

Tingkat pengangguran Irlandia melemah dibawah 14 persen untuk pertama kalinya sejak negara memasuki suatu EU‐IMF bailout, dalam dorongan untuk pemerintah, yang mana telah berjanji  untuk menghentikan bantuan darurat dan membawa orang‐orang kembali bekerja.  

Presiden Francois Hollande's berkeras bahwa eksekutif Uni Eropa tidak dapat "dictate" reformasi untuk Perancis yang telah menyakiti hati konservatif Angela Merkel's, beberapa jam sebelum  pemimpin Jerman dijadwalkan berbicara di Paris.  

Rekomendasi  penguakan  reformasi  untuk  27‐negara  Uni  Eropa  Rabu  lalu,  Komisi  Eropa  mendesak  Hollande  untuk  mengendalikan  pembelanjaan  publik,  memperbarui  biaya  pensiun  dan  pemangkasan tenaga kerja dalam kembalinya penangguhan pemotongan dua tahun defisit anggaran.  



U.K.
Sterling terapresiasi ke level tertinggi lebih dari sepekan terhadap dolar pada perdagangan hari Kamis dipicu aksi beli akhir bulan dan rilis melemah data ekonomi AS. Namun  sterling terkoreksi ke level terendah lebih dari 6 pekan terhadap euro, sementara trader memprediksi sterling masih berpotensi melemah berkenaan dengan Gubernur BoE yang  baru,  Mark  Carney  yang lebih  cenderung  akan  mengadopsi  kebijekan moneter  longgar  yang  agresif. Carney  akan  dilantik  menjadi  gubernur  BoE pada  bulan  Juli mendatang,  menggantikan Mervyn King

Sterling naik 0,6% terhadap dolar di sekitar $1,5229, setelah mencatat intraday high di $1,5237, level tertingginya sejak 21 Mei. Namun euro berhasil naik 0,4% ke level intraday  high di 0,8598 pound, level tertingginya sejak 17 April. Euro terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,8565 pound, atau naik 0,15%. 

Data PDB‐Q1 AS yang direvisi turun tipis menjadi 2,4% dari laporan awalnya 2,5% dan data jobless claims yang mengalami kenaikan telah memicu tertekannya dolar karena hal ini  mengurangi  peluang  untuk  The  Fed  segera  mengakhiri  program  stumulus  moneternya.  Namun  sterling  masih  berpotensi  melemah  kembali  dalam  beberapa  pekan  kedepan  karena kecenderungan The Fed akan memperketat kebijakan moneternya sedangkan BoE justru akan mengadopsi kebijakan moneter longgar yang agresif dibawah komando  Mark Carney. 

Kalangan analis dari Societe Generale memprediksi sterling akan jatuh ke $1,40 di akhir tahun ini. 

Data ekonomi Inggris belakangan ini dirilis beragam, dengan data perumahan meningkat namun penjualan ritel menurun. Sedangkan data penting Inggris berikutnya belum ada  yang akan dirilis hingga data purchasing managers' surveys  dirilis pekan depan, yang akan memberikan  gambaran  rinci mengenai  kondisi  sektor  swasta Inggris di bulan Mei. 



JAPAN
Deputi  Gubernur  BoJ  Hiroshi  Nakaso  Yang  mengatakan  hari  Kamis  bahwa  pemerintah  harus  melakukan  upaya  untuk  memulihkan  kesehatan  fiskal  negara  dan  reformasi  struktural  guna  meningkatkan efek dari kebijakan moneter bank sentral 

Ia juga mengatakan ia tidak mengharapkan lonjakan besar dalam yield obligasi pemerintah Jepang, karena pembelian obligasi agresif BoJ akan mengimbangi tekanan dari ekspektasi kenaikan  harga di masa depan. 

"A growth strategy and structural reforms by the government are of critical importance ... in enhancing the effectiveness of the BOJ's quantitative and qualitative monetary easing," ucapnya  dalam seminar.  

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Kamis, bank sentral akan mencoba untuk mengurangi volatilitas pasar obligasi sebanyak mungkin dengan menerapkan tekanan yang kuat  pada hasil jangka panjang. 

Kuroda, berbicara dalam sebuah upper house financial affairs committee, mentakan bahwa BoJ tidak akan mentolerir peningkatan volatilitas dan dampak dari ekspansi pelonggaran kuantitatif  yang tumbuh seiring pembelian surat utang pemerintah yang semakin banyak. 

Investor Jepang melakukan aksi jual obligasi asing sebesar 1,117 triliun pekan lalu, pekan  kedua beruntun untuk aksi jual bersih, seiring mereka berinvestasi di luar negeri 

Rilis data Departemen Keuangan menunjukkan bahwa para investor kembali berinvestasi ke luar negeri sebesar 1,223 triliun yen dengan menjual obligasi asing, saham dan instrumen pasar  uang dalam seminggu hingga 25 Mei.   



AUSTRALIA
Bisnis  mengekang  pembelanjaan  investasinya  dalam  tiga  bulan  pertama  dalam  setahun,  dari  kedepannya  tanda  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  kuartalan  kedepannya  kemungkinan tidak akan optimis seperti ekspektasi.  

Rekening  nasional  kuartalan  bulan  Maret,  dirilis  minggu  depan,  akan  dengan  teliti  mengamati  isyarat  outlook  ekonomi,  memberikan  Treasuri  yang  siap  menunjukkan  pertumbuhan pada tahun 2013 yang akan sedikit lebih lemah daripada perkiraan tahun lalu.  

Sementara itu jumlah pembelanjaan modal untuk periode yang sama dirilis Kamis lalu menunjukkan investasi bisnis merosot, mereka juga mencatatkan untuk sebuah rencana  investasi pertambangan yang flat daripada penurunan tajam.  

Booming investasi pertambangan telah melewati puncaknya – tetapi tidak akan hilang dalam waktu dekat.  

Investasi bisnis merosot hingga 4.7 persen pada kuartalan bulan Maret, dipimpin oleh penurunan dalam pembelanjaan sektor tambang, gambaran yang dirilis oleh Australian  Bureau Statistics (ABS).  

Home building approvals telah naik tajam pada bulan April, suatu tanda bahwa rangkaian tahun lalu dari pemangkasan tingkat suku bunga oleh Reserve Bank of Australia untuk  membantu sektor tersebut.   

Jumlah dari persetujuan rumah baru untuk konstruksi naik 9.1 persen diseluruh Australia dalam bulanan, Australian Bureau of Statistics melaporkannya.  

Harga obligasi Australia meningkat dalam merespon pergerakan yang sama pada treasuri AS dan rilis gambaran investasi bisnis utama lokal.  


SWISS
Franc  Swiss  menguat  terhadap  dolar  pada  hari  Kamis  menyusul  spekulasi  bahwa  The  Fed  akan  mengurangi  stimulus  moneternya.  Meningkatnya  risk  aversion  (keengganan  terhadap  aset  beresiko)  terjadi  karena  investor  mempertimbangkan  kemungkinan  efek  pengurangan  pembelian  obligasi  AS  akan  melemahkan  sentimen  pasar,  memicu  menurunnya ekuitas AS dan Asia bersamaan dengan harga komoditas, dan mengangkat yield Treasury AS, sehingga membuat dolar menjadi kurang menarik untuk dikoleksi. 

Dolar melemah 0,8% terhadap franc Swiss setelah terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9535 franc, dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro  bergerak relatif stabil terhadap franc Swiss di sekitar 1,2444 franc. 

Franc sempat merayap lebih tinggi terhadap euro, meskipun kemudian bergerak relatif stabil, mengkonsolidasikan hampir 1 persen kenaikan pada perdagangan Rabu karena data  menunjukkan ekonomi Swiss tumbuh lebih dari yang diharapkan pada kuartal pertama, membenarkan kebijakan Bank Nasional Swiss pada franc. 


Ekonomi Swiss berhasil tumbuh di atas perkiraan pasar, menyusul konsumen, konstruksi dan perdagangan telah membantu mendorong pertumbuhan negara hingga berhasil  mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tetangganya zona euro. PDB‐Q1 Swiss naik 0,6% q/q dan 1,1% y/y, dibandngkan dengan data sebelumnya 0,3% q/q dan  1,4% y/y. Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memprediksi ekonomi Swiss akan tumbuh 1,4% tahun ini dan 2% di tahun 2014, sementara Swiss  National Bank (SNB) di bulan Maret lalu memprediksi ekonomi akan tumbuh antara 1‐1,5 persen. 

Wednesday, May 29, 2013

Headline News 29.05.13

US & GLOBAL
Bursa  saham  AS  terapresiasi  dan  yield  Treasury  AS  juga  naik  pada  hari  Selasa  setelah  investor,  yang  terdorong  oleh  janji  bank  sentral  Jepang dan Eropa yang akan terus menerapkan kebijakan yang pro pertumbuhan, melepas obligasi AS dan memburu aset yang beresiko.  Anggota  Dewan  Kehormatan  ECB  Joerg  Asmussen  pada  hari  Senin  lalu  mengatakan  kebijakan  moneter  ECB  akan  tetap  dipertahankan  selama dibutuhkan. Sedangkan pada Selasa kemarin, anggota BOJ Ryuzo Miyao mengatakan sebuah kondisi yang vital bagi bank sentral  untuk mempertahankan suku bunga jangka panjang dan jangka pendek tetap stabil. 

Yield pada obligasi AS naik ke  level tertinggiya  selama lebih dari  setahun seiring dengan menurunnya harga obligasi. Rilis optimis data  consumer confidence AS semalam telah memperkuat indikasi The Fed akan segera mengurangi program pembelian obligasi. Yield melonjak  sejak Kepala The Fed Ben Bernanke pada hari Rabu pekan lalu mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan memutuskan untuk  mengurangi  pembelian  obligasi  secara  bertahap  dalam  sidang  The  Fed  berikutnya  jika  data  menunjukkan  ekonomi  AS  terus  membaik.  Harga  obligasi  tenor  10  tahun  turun  lebih  dari  1  poin  ke  96‐7/32  sementara  yield‐nya,  yang  bergerak  berlawanan  arah  dengan  harga,  melonjak  ke  2,17%  dari  2,01%  pada  hari  Jumat  sebelumnya.  Yield  obligasi  tenor  10  tahun  telah  naik  dari  1,61%  di  awal  Mei  seiring  tumbuhnya optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS. Sedangkan harga obligasi tenor 30 tahun turun lebih dari 2 poin dengan yield‐nya  naik ke 3,33%, level tertingginya sejak Maret, dan naik dari 3,18% pada hari Jumat. Kedua obligasi AS tersebut, yang bertenor 10 tahun  dan 30 tahun, mencatat koreksi bulanan terburuknya sejak Desember 2009. 

Bursa saham AS berhasil rebound dari koreksinya belakangan ini, mendorong Dow untuk ditutup menguat. Dow Jones industrial average  <.DJI> bertambah 106,29 poin atau 0,69% untuk ditutup di 15409,39. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 10,46 poin atau  0,63% ke  1660,06. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> mendaki 29,74 poin atau 0,86% di 3488,89.  

Dolar  rebound  terhadap  euro  dan  juga  yen  setelah  data  consumer  confidence  dan  home  price  mengisyaratkan  pemulihan  ekonomi  di  negara tersebut tengah berjalan. Program stimulus The Fed berdampak negatif bagi dolar karena bank sentral membanjiri pasar dengan  dolar setelah terus mencetak mata uangnya. 

Data semalam menunjukkan kepercayaan konsumen AS meningkat di bulan Mei ke level tertinggi lebih dari 5 tahun. Sedangkan laporan  lain menunjukkan harga rumah naik di bulan Maret, dengan kenaikan tahunan terbaiknya selama hampir 7 tahun terakhir. 

Naiknya yield obligasi AS juga telah mendorong investor untuk tertarik pada investasi berdenominasi dolar. 

Dolar menguat terhadap euro dan yen setelah rilis optimis data ekonomi AS kian memperkuat indikasi The Fed akan mengurangi program  pembelian obligasi dalam beberapa bulan kedepan. Terhadap yen, dolar naik 1,2% ke 102,09 yen, rebound dari level terendah 2 pekan di  100,68 yang tercatat pada hari Jumat. Dolar naik ke level tertinggi 4‐1/2 tahun di 103,73 yen di pekan lalu. Euro naik 0,6% ke 131,24 yen,  menjauhi level terendah Kamis di 129,94 yen. Sedangkan franc Swiss turun 1,1% terhadap dolar di 0,9740 franc dan turun 0,6% terhadap  euro di 1,2533 franc. 

Harga emas turun 1% seiring rally pada pasar saham. Namun pembelian fisik yang kuat oleh investor bagaimanapun juga telah berhasil  mengurangi tekanan jual yang terjadi pada emas. Harga emas turun 1% di $1380,81 per ons, setelah mencatat intraday low di $1373,14.  Sedangkan harga emas COMEX pengiriman Juni turun $7,70 di $1378,90 per ons. Perak tercatat turun 1,7% ke $22,25 per ons, platinum  naik 0,6% ke $1455,74 dan palladium naik 2,1% ke $751,22 per ons. 

Harga  minyak  Brent  naik  ditengah  meningkatnya  resiko  di  Timur  Tengah  dan  juga  disebabkan  oleh  meningkatnya  stok.  Harga  minyak  berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik $1,61 ke $104,23 per barel sementara harga minyak mentah AS naik $0,95 ke $95,10 per barel. 

Janji  dukungan  keuangan  dari  bank  sentral  Eropa  dan  Jepang  diperkuat  menyusul  pemerintah  Perancis,  Jerman  dan  Italia  mendesak  tindakan  untuk  mengatasi  pengangguran  kaum  muda.  Pengangguran  kaum  muda  di  negara‐negara  seperti  Yunani  dan  Spanyol  telah  meningkat menjadi 60 persen. 

Di Eropa, FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup naik 1,3% di 1246,44, sementara MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> naik  0,5%, membalik kerugian selama 4 hari sebelumnya. Sedangkan untuk indeks Nikkei Jepang, yang pekan lalu mencatat level tertinggi 5‐1/2  tahun sebelum turun 7,3% di hari Kamis, bergerak stabil di hari Selasa kemarin, dan berakhir naik 1,2%. 


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah 1 persen Selasa lalu karena pasar ekuitas mengalami rally yang didorong data penjualan rumah  dan consumer confidence  AS yang menurunkan ketertarikan emas sebagai safe‐haven

Penguatan aksi beli secara fisik Selasa lalu, secara singkat membalikkan penurunan emas yang disebabkan kenaikan dollar AS. 

"Every time when gold prices drop, we start to see a sharp pick‐up in physical demand. Dealers are buying for fear of a sharp correction  higher," kata Phillip Streible, senior commodities broker pada R.J. O'Brien.  

Emas melanjutkan untuk tertekan dari chart yang didasarkan aksi jual yang mana menghentikan recovery setelah gagal untuk break diatas  moving average 14 hari disekitar level $1400 per ons yang dipicu aksi jual. 


OIL & COMMODITIES
Pergerakan nilai Brent crude menguat lebih dari 1 dollar pada hari Selasa seiring optimisme konsumen AS dan tanda‐tanda kebijakan moneter lebih mudah dari bank sentral berdampak terhadap pasar saham yang meningkat lebih tinggi, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang juga berdampak terhadap pergerakan nilai minyak.

Brent crude oil mengukuhkan kenaikan terbesar satu hari sejak awal bulan Mei pada sesi perdagangan Selasa, ditutup menguat lebih dari 1,5 persen.

Saham AS mengalami rally setelah bank sentral meyakinkan investor bahwa mereka akan tetap menjaga kebijakan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan global.

Kontrak berjangka Brent <LCOc1> untuk periode Juli menguat hingga 2 dollar/barel, sebesar 1,61 dollar ditutup dengan nilai 104,23 dollar/barel, menguat 1,57 persen. U.S. crude <CLc1> menguat 86 sen ditutup dengan nilai 95,01 dollar/barel.

"The consumer confidence number was a big factor here, and the overall strength of the equity markets added to the tenor of demand outlook, which should be picking up," ucap John Kilduff, partner di Again Capital LLC, New York.

Harga mulai bergerak naik menjelang pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada hari Jumat, di mana OPEC akan memutuskan kebijakan produksi.

"Every time we go up toward year highs, the market seems to back off of it," ucap Gene McGillian, seorang analis Tradition Energy di Stamford, Connecticut.
  • "We're still in that pattern, where we're being pushed back and forth on headlines," ucap Gene McGillian.


EURO ZONE
• European Central Bank mencari cara untuk mendorong likuiditas bank daripada memangkas tingkat suku bunga, pengambil kebijakan ECB Ewald Nowotny mengatakannya dalam wawancara dengan Reuters.

• Anggota dewan Gubernur ECB mengatakan dia mengekspektasi perekonomian untuk cerah pada akhirnya.

• "Concerning the economy in Europe, I think it ... will improve in the second half of this year," kata Nowotny.

• Dengan tingkat suku bunga yang telah "very low", katanya harus memberikan bank‐bank untuk dengan mudah mengakses likuiditas, seperti contoh oleh mengemukanya kembali pasar asset‐backed securities (ABS) di Eropa dan oleh penurunan yang ditandai pada aset ketika digunakan sebagai jaminan pada ECB.

• Eksportir Jerman memangkas harga‐harga mereka dalam basis tahunan pada bulan April untuk pertama kalinya sejak tahun 2009 karena perlambatan ekonomi dan krisis zona euro yang menekan permintaan dari tingginya kualitas barang‐barang Jerman.

• Perancis harus kembali memfokuskan pada usaha konsolidasi bujet untuk mengekang pembelanjaan publik karena tidak ada ruang untuk menaikkan pajak kedepannya, desak anggota dewan gubernur ECB Christian Noyer.

• Gubernur Bank of France menambahkan suara yang bertumbuh pada pemerintah Sosialis untuk menangani pembelanjaan yang serius setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's memperingatkan
pemangkasan peringkat jika budget savings tidak disampaikan.

• Eropa harus mendesak penanganan tingkat pengangguran pemuda, pemerintah Perancis, Jerman dan Italia mengatakannya, mendesak tindakan untukmenyelamatkan keseluruhan generasi yang khawatir mereka tidak akan mendapatkan pekerjaan.

• Kementerian menyebutkan untuk mencampurkan langkah untuk membantu perusahaan kecil dan mendorong permagangan.

• Sebesar 7.5 juta orang Eropa berumur 15‐24 baik dalam pekerjaan maupun dalam pendidikan dan pelatihan, menurut data Uni Eropa. Tingkat pengangguran muda di Uni Eropa sebesar 23.6 persen pada bulan Januari, lebih dari dua kalinya pada orang dewasa.


U.K.
Sterling jatuh terhadap dolar pada hari Selasa, bergerak mendekati level low‐nya belakangan ini setelah rilis optimis data ekonomi AS kian memperkuat dukungan  untuk The Fed segera mengurangi/mengakhiri program quantitative easing nya. 

Sterling  ditutup  melemah  0,4%  di  sekitar  $1,5035  setelah  data  menunjukkan  kepercayaan  konsumen  (consumer  confidence)  AS  meningkat  di  bulan  Mei  ke  level  tertingginya selama lebih dari 5 tahun. Data tersebut telah mendorong apresiasi dolar dan menekan sterling untuk mendekati level terendah2,5 bulan di $1,5014. 

Sterling  juga  tertekan  oleh  semakin  dekatnya  waktu  pergantian  Kepala  BoE,  dimana  Mark  Carney  dijadwalkan  akan  menggantikan  Mervyn  King  pada  bulan  Juli  mendatang, dan diprediksi akan memberlakukan kebijakan moneter longgar yang lebih agresif guna mendorong percepatan pemulihan ekonomi Inggris, khususnya  setelah data retail sales dirilis buruk pekan lalu. 

Sterling nampaknya akan mencoba tes level $1,5010/$1,5000 karena kondisi ekonomi Inggris secara umum masih suram. 



JAPAN
Anggota dewan BoJ Ryuzo Miyao mengatakan pada hari Selasa adalah hal penting untuk menjaga tingkat suku bunga jangka panjang dan jangka pendek yang stabil tetapi tidak  memberikan  gagasan  baru  yang  akan  menimbulkan  gejolak  baru  terhadap  pasar  obligasi  dimana  perubahan  itu  telah  mengancam  melemahkan  gagasan  bank  sentral  akan  kebijakan pelonggaran moneter yang besar. 

Mantan akademisi mengatakan bahwa kenaikan saham Jepang dan suku bunga jangka panjang AS telah memberi kontribusi terhadap naiknya yield obligasi Jepang. 

"What matters is to ensure that long‐ and short‐term interest rates as a whole will follow a stable path," Miyao mengatakan pada konferensi pers di Tokyo. 

Namun dalam hal apa BoJ dapat melakukan tindakan terhadap yield obligasi ?, Miyao menegaskan kembali sikap bank sentral yang akan menyempurnakan operasi pasar dan  meningkatkan komunikasi dengan para pelaku pasar. 

Dia  juga  menyuarakan  keyakinan  bahwa  agresif  stimulus  moneter  bank  sentral  akan  membantu  mengimbangi  kenaikan  suku  bunga  jangka  panjang  yang  mencerminkan  ekspektasi pemulihan ekonomi di Jepang. 

"Even when there is upward pressure on long‐term interest rates due to expectations for economic recovery, monetary policy will continue to put downward pressure on interest  rates and therefore strongly support economic recovery," ucap Miyao, anggota senior di Departemen tersebut. 

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa bank sentral akan mendukung jalur ekonomi utama pemerintah dengan terus bergerak maju dengan kebijakan pelonggaran  kuantitatif. 

Kuroda  juga  mengatakan  bahwa,  sementara  harga  saham  sedang  membuat  gerakan  tidak  stabil  saat  ini  dan  tidak  ada  data  yang  menunjukkan  akan  perubahan  tren  dalam  perekonomian domestik dan global.  


AUSTRALIA
Treasuri Wayne Swan telah menggunakan analisis departemental untuk mengklaim usaha kecil dan keluarga akan tertekan oleh tingginya tingkat suku bunga dan  biaya bank sebagai akibat dari koalisi membayar retribusi.  

Analisis menunjukkan biaya 1.5 persen retribusi dari bisnis besar mendekati $4 milyar lebih dari empat tahun, katanya.  

"The banking industry has confirmed these costs will be recouped through higher interest rates," kata Mr Swan dalam pernyataannya.  

Pajak terbaru untuk membayar skema "unfair and unaffordable" yang akan membawa variabel standar tingkat bunga hipotik naik 10 basis poin.  

Business rates dapat naik hingga 25 basis poin.  

Industri dana pensiun siap bertahan untuk memompa hingga $15 milyar diatas lima tahun kedalam investasi infrastruktur utama yang dibutuhkan Australia.  

Laporan  oleh  perkiraan  Industry  Super  Network  Australia  secara  signifikan  infrastruktur  defisit  senilai  $770  milyar  dan  dana  secara  unik  untuk  menempatkan  kesenjangan.  

"Industry super funds are ready to work with governments to further invest in critical nation building infrastructure," network chair Steve Bracks mengatakan dalam  pernyataannya.  


SWISS
Kondisi yang relatif stabil pada pasar global di hari Selasa telah mendorong menguatnya dolar dan euro terhadap franc Swiss, pasca berada dalam kondisi yang penuh gejolak. Rilis  optimis  data  consumer  confidence  AS  telah  turut  memperkuat  apresiasi  dolar  secara  umum  terhadap  rival‐rival  utamanya,  menyusul  meningkatnya  peluang  untuk  The  Fed  mengurangi/mengakhiri program quantitative easing nya. 

Dolar melanjutkan rally‐nya dalam 2 hari berturut‐turut dan mencatat intraday high di 0.9781 franc sebelum akhirnya ditutup di sekitar 0.9768 franc, atau naik lebih dari 1%  dibandingkan posisi penutupan New York hari Senin. 

Sedangkan euro naik 0,8% setelah terakhir tercatat bergerak di sekitar 1.2555 franc. Kalangan analis   St. Galler Kantonalbank memprediksi franc akan diperdagangkan di kisaran  1,24 dan 1,26 per euro untuk sementara waktu ini. 

Franc terkoreksi ke level terendah 2 bulan terhadap euro pada hari Rabu pekan lalu setelah Kepala Swiss National Bank Thomas Jordan membuka peluang untuk diberlakukannya  suku bunga deposito negatif dan juga mengatakan bahwa batasan mnimum nilai tukar EUR/CHF bisa dinaikkan hingga menjadi 1,25 per euro jika memang diperlukan. 

Sementara itu data ekonomi Swiss kemarin menunjukkan ekspor Swiss naik 6,9% di bulan April, berkat adanya tambahan hari kerja di bulan tersebut, meskipun masih mencatat  turun 3,7% ketika diperhitungkan dengan hari kerja normal. 


Investor juga akan mencermati data PDB Swiss yang akan dirilis hari Kamis yang diprediksi akan menunjukkan ekonomi Swiss tumbuh 0,2% q/q di kuartal pertama, meskipun  kemungkinan melambat menjadi 0,9% dalam basis tahunan.