title cover

title cover

Tuesday, June 4, 2013

Headline News 04.06.13


US & GLOBAL
• Harga saham naik namun dolar jatuh pada perdagangan hari Senin ditengah sesi yang volatile setelah data menunjukkan aktifitas sektor  manufaktur AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 6 bulan, meningkatkan keraguan terhadap kesehatan ekonomi AS dan  nasib stimulus bank sentral. Pasar menjadi sangat sensitif dalam menanggapi data ekonomi AS sejak The Fed mulai meningkatkan prospek  untuk mengurangi program pembelian obligasi jika ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang berkesinambungan. 

• Institute  for  Supply  Management  (ISM)  melaporkan  barometer  untuk  new  orders  turun  di  bulan  lalu  dan  mengatakan  minimnya  permintaan ekspor. Rilis buruk data manufaktur telah menambah keraguan terhadap langkah pengurangan stimulus The Fed. Namun para  investor  saham  berkeyakinan  bahwa  The  Fed  cenderung  akan  mempertahankan  kebijakannya  untuk  menjaga  berlanjutnya  proses  pertumbuhan ekonomi. 

• Indeks  kompsit  Nasdaq  jatuh  sebanyak  1%  namun  kemudian  berhasil  rebound.  Dow  naik,  ditopang  oleh  kenaikan  4%  pada  saham  produsen obat  Merck & Co. menyusul hasil studi obat melanoma (jenis kanker kulit yang paling mematikan). 

• Investor masih menantikan rilis data non‐farm payrolls AS dan perlu berhati‐hati terhadap pergerakan harga dalam pekan ini. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 138,46 poin atau 0,92% di 15254,03. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  9,68 poin atau 0,59% di 1640,42. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 9,45 poin atau 0,27% di 3465,37.   

• Meskipun data AS Senin kemarin terbilang penting, namun fokus pasar lebih tertuju pada data non‐farm payrolls untuk periode Mei, yang  nampaknya akan mengarahkan program kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Wall Street memprediksi terjadi penambahan pekerjaan  sebanyak 170000 di bulan lalu, sedikit di atas penambahan 165000 di bulan April sebelumnya. 

• If the payrolls report is strong, the poor ISM data would be easily forgotten and the dollar would rally, kata Alan Ruskin, kepala strategi  G10 FX  pada Deutsche Bank di New York. Overall, he believes U.S. employment data will be the determining factor as to whether the Fed  will wind down its asset purchase program.  

• Dolar  anjlok  di  bawah  100  yen,  level  terendahnya  selama  hampir  sebulan  terakhir,  setelah  data  manufaktur  AS  semalam  mendorong  investor memburu asat‐aset aman resiko. Dolar terakhir bergerak di sekitar 99,48 yen. 

• "If this is truly the start of a broader market panic, we believe the Japanese yen may be one of the largest beneficiaries as speculators  stampede for the exits," kata David Rodriguez, quantitative strategist pada DailyFX di New York.  

• Pasar di Asia dan Eropa awalnya terguncang di sesi global oleh data yang menunjukkan ekonomi Cina kehilangan daya dukungnya bulan  lalu, dengan aktifitas manufaktur melemah untuk pertama kalinya dalam 7 bulan dan melemahnya pertumbuhan di sektor jasa. 

• Indeks saham dunia MSCI naik 0,1% seiring naiknya bursa Wall Street di akhir sesi New York. 

• Bursa  saham  Turki  anjlok  lebih  dari  10%  setelah  terjadi  kerusuhan  di  seluruh  negeri.  Bursa  Istanbul  jatuh  ke  level  terendah  sejak  26  Februari setelah terjadi protes anti‐pemerintah dalam beberapa hari terakhir. 

• Rilis  data  PMI  Eropa  awalnya  sempat  mengangkat  bursa  saham  Eropa,  namun  kemudian  kembali  melemah  setelah  muncul  data  ISM  manufaktur AS. Indeks FTSEurofirst 300 ditutup melemah 0,7%. 

• Harga Treasury AS tenor 30 tahun diperdagangkan relatif flat, memangkas keuntungan yang diperoleh awal sesi setelah data manufaktur  AS mengurangi peluang untuk The Fed mengakhiri program pembelian obligasinya.Treasury tenor 10 tahun naik 2/32 dengan yield 2,1229  persen. sebelum rilis data ISM, harga obligasi turun 15/32 dengan yield 2,187 persen, sekitar 5 basis poin di bawah level puncak 13 bulan  yang dicapai pekan lalu. 

• Pasar minyak dan komoditas juga bergerak fluktuatif. Harga minyak Brent dengan cepat turun di bawah $100 per barel untuk pertama  kalinya  dalam  sebulan  terakhir  dipicu  kekhawatiran  permintaan  setelah  data  manufaktur  Cina  mengisyaratkan  terjadinya  pelambatan  pertumbuhan di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut. Namun penurunan harga minyak mampu diredam oleh adanya  masalah dengan ladang minyak Laut Utara Buzzard. Brent rebound $1,69 ke $102,08. Sedangkan harga minyak mentah AS naik $1,31 ke  $93,28 per barel, dengan melemahnya dolar mendukung naiknya harga minyak.  

• Harga emas melonjak 2%, menembus level tertingginya selama lebih dari 2 pekan, ditopang oleh anjloknya dolar dan data manufaktur AS. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik mendekati 2 persen Senin lalu, terdorong ke level tertinggi yang lebih dari dua minggunya, dibantu oleh pelemahan dollar AS  dan kekecewaan data manufaktur AS. 

• Logam mulia melonjak dan ekuitas AS melemah setelah data menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada bulan Mei  untuk pertama kalinya dalam enam bulan. 

• Emas  dan  kenaikan  komoditas  yang  berdenominasi  dollar  setelah  indeks  dollar  AS  anjlok  sekitar  1  persen  terhadap  enam  mata  uang  utama dunia.    

• "It's a currency move," kata Bill O'Neill, mitra pada commodities investment firm LOGIC Advisors.      

• Jumat lalu emas melemah hampir 2 persen, penurunan terdalam hariannya dalam dua minggu. 


OIL & COMMODITIES
• Kontrak berjangka Crude oil menguat hampir di seluruh dunia pada hari Senin, membalikkan kerugian sesi sebelumnya, akibat dampak   melemahnya data perekonomian AS yang mengirim dolar terjun dan mengangkat harga minyak. 

• Brent  crude  futures  <LCOc1>  menutup  sesi  perdagangan  meningkat  1,67dollar,  atau  1,66  persen,  dengan  nilai  102,06  dollar/barel,  rebound dari nilai kontrak 100 dollar melemah hingga 99,66 dollar di awal sesi perdagangan akibat dampak dari data Cina yang melemah. 

• HSBC/Markit Purchasing Managers' Index (PMI) China, negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia, melemah menjadi 49,2 pada  bulan Mei, terlihat terjadi kontraksi pada manufaktur untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. 

• US crude oil futures <CLc1> ditutup menguat 1,48 dollar atau 1,61 persen, dengan nilai 93,45 dollar/barel, persentase kenaikan terbesar  satu hari untuk satu bulan. 

• Minyak dihargakan dalam dolar dan ketika dolar melemah, minyak menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Dolar yang  melemah juga mendorong emas, yang melonjak 2 persen. 

EURO ZONE
• Perekonomian zona euro mencatatkan untuk recovery akhir tahun ini yang didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter European Central Bank dan permintaan dari luar negeri,  Presiden dari ECB Mario Draghi mengatakannya.  

• ECB memangkas tingkat suku bunga ke level terendah barunya pada bulan Mei dan mengatakan akan bertindak jika diperlukan tetapi ditangani sebagian dari bertahannya bulan ini  dan berlanjutnya kedepan oleh rebound pada inflasi, yang mana didukung naik 1.4 persen pada bulan Mei dari 1.2 persen pada bulan April.  

• Itu masih dibawah target rata‐rata 2 persen bank dan tingkat pengangguran dalam zona euro mencapai level tertinggi barunya pada bulan April pada 12.2 persen, mendorong  kedepannya untuk pengambil kebijakan untuk membantu perekonomiannya. 

• Membajirnya  uang  baru‐baru  ini  dari  pasokan  uang  kedalam  pasar  oleh  bank  sentral  utama  dunia  untuk  mendorong  pertumbuhan  tidak  harus  mengarah  pada  peningkatan  proteksionisme, anggota Dewan Eksekutif European Central Bank Benoit Coeure mengatakannya.  

• Berbicara dalam konferensi pada Bank of Korea, Coeure mengekspektasi untuk mengatakan bahwa sejuh ini quantitative easing oleh the Fed AS telah berpengaruh relatif kecil  terhadap harga‐aset dimanapun.  

• Suatu peringkat  kredit  investasi dari  Moody's akan mendorong sentimen  kedepannya Irlandia tetapi tidak  akan menjadi  obat mujarab untuk ekonomi yang  masih sepenuhnya  untuk kembali pada pasar obligasi internasional.  

• Moody's  adalah  yang  terakhir  dari  tiga  nilai  utama  dari  perusahaan  pemeringkat  untuk  menggolongkan  obligasi  pemerintah  Irlandia  sebagai  "junk"(sampah),  mengatakan  gambaran peringkat yang bermasalah dari sistem perbankan dan faktor‐faktor lainnya.  

• Penurunan  pada  manufaktur  zona  euro  berkurang  akhir  bulan  lalu  tetapi  masih  menyisakan  pelebaran  karena  anjloknya  harga‐harga  untuk  factories'  goods  (barang‐barang  pabrik)yang gagal untuk menghidupkan bisnis baru, sebuah survei bisnis menunjukkannya Senin lalu.


U.K.
• Dolar terkoreksi secara umum pada perdagangan hari Senin setelah laporan menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi di bulan Mei untuk yang pertama kalinya  dalam 6 bulan terakhir. Kondisi tersebut telah meredupkan optimisme mengenai peluang The Fed untuk mengurangi program stimulus seniali $85 milyar per bulan, yang mana  telah menekan dolar sejak diluncurkan di tengah‐tengah krisis keuangan global. Komponen detilnya pada sektor manufaktur AS juga negatif, termasuk data komponen pekerjaan  dan prices paid. Indeks dirilis turun ke 49, dari 50,7 di bulan April sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi 50,7. Angka di bawah 50 menunjukkan sektor mengalami kontraksi. 

• Kondisi manufaktur AS kontras dengan kondisi manufaktur Inggris yang dirilis membaik dan mencatat ekspansinya untuk kedua lainya secara berturutan setelah data April direvisi  naik. Data manufaktur Inggris periode Mei mencatat ekspansi terpesatnya selama lebih dari setahun terakhir. Indeks naik ke level tertingginya selama 14 bulan di 51,3 di bulan  Mei, dengan data April direvisi naik menjadi 50,2 dari laporan awalnya 49,8. 

• Sterling melejit di atas $1,53 untuk pertama kalinya selama 2 pekan terakhir dan mencatat intraday high di $1,5374 yang merupakan level tertingginya sejak 13 Mei. Sterling  terakhir tercatat ditutup di sekitar $1,5318 atau naik 0,8%  dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Jumat. 

• Investor akan mencermati data non‐farm payrolls AS untuk periode Mei pada hari Jumat pekan ini. The Fed telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian aset hingga  pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang signifikan. 

• Sidang bank sentral dunia pekan ini juga akan dicermati pasar. Sidang BoE, ECB dan RBA diprediksi akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Jika ada langkah  mengejutkan dari bank sentral berupa pemagkasan suku bunga, maka RBA lah yang memiliki peluang besar untuk melakukan itu.  


JAPAN
• Deputi Gubernur BoJ Hiroshi Nakaso Yang mengatakan hari Kamis bahwa pemerintah harus melakukan upaya untuk memulihkan kesehatan fiskal negara dan reformasi struktural guna meningkatkan efek dari kebijakan moneter bank sentral

• Ia juga mengatakan ia tidak mengharapkan lonjakan besar dalam yield obligasi pemerintah Jepang, karena pembelian obligasi agresif BoJ akan mengimbangi tekanan dari ekspektasi kenaikan harga di masa depan.

• "A growth strategy and structural reforms by the government are of critical importance ... in enhancing the effectiveness of the BOJ's quantitative and qualitative monetary easing," ucapnya dalam seminar.

• Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Kamis, bank sentral akan mencoba untuk mengurangi volatilitas pasar obligasi sebanyak mungkin dengan menerapkan tekanan yang kuat pada hasil jangka panjang.

• Kuroda, berbicara dalam sebuah upper house financial affairs committee, mentakan bahwa BoJ tidak akan mentolerir peningkatan volatilitas dan dampak dari ekspansi pelonggaran kuantitatif yang tumbuh seiring pembelian surat utang pemerintah yang semakin banyak.

• Investor Jepang melakukan aksi jual obligasi asing sebesar 1,117 triliun pekan lalu, pekan kedua beruntun untuk aksi jual bersih, seiring mereka berinvestasi di luar negeri

• Rilis data Departemen Keuangan menunjukkan bahwa para investor kembali berinvestasi ke luar negeri sebesar 1,223 triliun yen dengan menjual obligasi asing, saham dan instrumen pasar uang dalam seminggu hingga 25 Mei.


AUSTRALIA
• Bisnis sedang melihat untuk menaikkan harganya karena para manajer mencoba untuk menghentikan diskon (dengan melewati) pada merosotnya Australia dollar.  

• Meskipun  outlook  yang  lemah  pada  kuartalan  September,  survei  Dun  &  Bradstreet's  National  Business  Expectations  mendapatkan  rencana  bisnis  yang  lebih  banyak  untuk  menaikkan harga dibandingkan pada kuartal sebelumnya.  

• "The early effects on prices from the recent fall in the Australia dollar appear to be showing up with the rise in expected selling prices, although it must be emphasised that this  increase is from a record low level," penasehat ekonomi Dun & Bradstreet Stephen Koukoulas mengatakannya.  

• Para  peritel  mempercayai  gambaran  dari  consumer  spending  terakhir  yang  membawa  pada  tanda‐tanda  dari  dewan  bank  sentral  bahwa  pemangkasan  tingkat  suku  bunga  dijamin.   

• Tetapi  kebanyakan  ekonom  mengekspektasi  Reserve  Bank  of  Australia  (RBA)  untuk  menahan  tingkat  suku  bunga  bertahan  pada  meeting  bulan  ini  pada  hari  Selasa,  setelah  pengurangan yang mengejutkan pada bulan Mei, dan berikutnya anjloknya pada Australian dollar.  

• Penjualan ritel naik degan timpang, seasonally adjusted 0.2 persen pada bulan April$21.9 milyar, menurut data Australian Bureau of Statistics yang dirilis Senin lalu.  

• Harga komoditas ekspor Australia melemah pada bulan Mei, penurunan rangkaian keduanya mengikuti kenaikan tiga kalinya. Indeks harga komoditas Reserve Bank of Australia  melemah 2.6 persen dalam pergerakan nilai tukar mata uang asing. Harga komoditas mencapai puncaknya pada bulan Juli 2011 dan saat ini anjlok 20.1 persen dari level tertinggi,  tetapi masih lebih dari 200 persen menguat daripada 10 tahun yang lalu sebelum booming komoditas yang mulai mendorong harga.  


SWISS
• Dolar terkoreksi secara umum pada perdagangan hari Senin setelah laporan menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi di bulan Mei untuk yang pertama kalinya  dalam 6 bulan terakhir. Kondisi tersebut telah meredupkan optimisme mengenai peluang The Fed untuk mengurangi program stimulus seniali $85 milyar per bulan, yang mana  telah menekan dolar sejak diluncurkan di tengah‐tengah krisis keuangan global. Komponen detilnya pada sektor manufaktur AS juga negatif, termasuk data komponen pekerjaan  dan prices paid. Indeks dirilis turun ke 49, dari 50,7 di bulan April sebelumnya dan berada di bawah ekspektasi 50,7. Angka di bawah 50 menunjukkan sektor mengalami kontraksi. 

• Dolar ditutup melemah 0,9% ke sekitar 0,9466 franc dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Jumat. 

• Sedangkan  franc  Swiss  melemah  terhadap  euro  setelah  data  manufaktur  Eropa  direvisi  membaik  meskipun  masih  mengalami  kontraksi  di  bulan  Mei.  Data  final  untuk  PMI  manufaktur Eropa direvisi membaik ke 48,3 dari laporan awalnya 47,8 dan sekaligus melampaui ekspektasi pasar. 

• Sementara data manufaktur Swiss menunjukkan ekspansi untuk kedua kalinya secara berturutan di bulan Mei dan melampaui ekspektasi pasar yang mengisyaratkan kelanjutan  pertumbuhan dalam beberapa bulan kedepan. Indeks dirilis naik ke 52,2 di bulan Mei dari 50,2 di bulan April sebelumnya. 

• Investor akan mencermati data non‐farm payrolls AS untuk periode Mei pada hari Jumat pekan ini. The Fed telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian aset hingga  pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang signifikan. 


• Sidang bank sentral dunia pekan ini juga akan dicermati pasar. Sidang BoE, ECB dan RBA diprediksi akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Jika ada langkah  mengejutkan dari bank sentral berupa pemagkasan suku bunga, maka RBA lah yang memiliki peluang besar untuk melakukan itu. 

Monday, June 3, 2013

Headline News 03.06.13

US & GLOBAL
• Bursa saham AS mengalami tekanan jual dan yield obligasi pemerintah naik pada hari Jumat setelah meningkatnya aktifitas pabrikan di  wilayah  Midwest  AS  dan  meningkatnya  sentimen  konsumen  telah  memberikan  kekhawatiran  terhadap  langkah  The  Fed  selanjutnya.  Harga Treasury AS menutup bulan terburuknya selama hampir 2‐1/2 tahun. Pada hari Jumat, imbal hasil (yield) obligasi kembali tes level  tertingginya  selama  lebi  dari  13  bulan,  meskipun  data  mengisyaratkan  inflasi  masih  rendah  karena  lemahnya  pertumbuhan  ekonomi.  Pasar  ekuitas  global  jatuh  ditengah  situasi  perdagangan  yang  fluktuatif  menyusul  antisipasi  terhadap  kemungkinan  The  Fed  akan  mengurangi program stimulusnya, sebuah faktor yang mendorong naiknya saham AS dan ekuitas global. 

• Depresiasi Wall  Street terakselerasi di akhir sesi, dengan  indeks Dow turun  lebih dari  200 poin. Tiga  indeks utama jatuh lebih  dari 1%  ditengah rebalancing indeks saham MSCI. Indeks S&P 500 mencatat kerugian mingguan secara berturut‐turut untuk pertama kalinya sejak  November  setelah  investor  menarik  dana  mereka  pasca  rally  indeks  hingga  mencatat  kenaikan  14,3%  ‐  pencapaian  5  bulan  pertama  terbaiknya dalam setahun sejak 1997. S&P 500 menutup bulan Mei dengan mencatat kenaikan 2,1%, kenaikan 7 bulan berturut‐turut dan  yang terlama sejak 2009. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> turun 208,96 poin atau 1,36% untuk ditutup di 15115,57. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> merosot  23,67 poin atau 1,43% di 1630,74. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 35,38 poin atau 1,01% di 3455,91.       

• Dolar terapresiasi setelah data menunjukkan aktifitas pabrikan di wilayah Midwest mengalami peningkatan, dan consumer spending AS  menurun di bulan April untuk pertama kalinya selama hmpir 1 tahun terakhir dan inflasi yang rendah turun kembali. 

• Sementara data manufaktur mengindikasikan The Fed akan mengurangi program stimulusnya, namun kenaikan inflasi masih berada di  bawah target, memberikan kesimpulan pengurangan stimulus nampaknya belum akan dilakukan dalam waktu dekat. 

• Harga obligasi pemerintah AS dan Jerman kembali turun setelah Institute for Supply Management‐Chicago business barometer melonjak  ke 58,7 di bulan Mei dari 49 di bulan April sebelumnya, jauh di atas ekspektasi pasar naik ke level 50. 

• Dolar terapresiasi terhadap sejumlah rivalnya dan mencatat kenaikan 8 bulan secara berturutan terhadap yen. 

• Investor dan trader masih mencoba menerka‐nerka apakah The Fed, dengan melihat kondisi ekonomi yang membaik, akan mengakhiri  program pembelian obligasinya seiring dengan naiknya saham dan harga rumah. 

• "If you get the hint or the idea that they're going to start to trim purchases, then this is the volatility that's going to be created around it,"  kata Sean Murphy, seorang trader Treasury pada Societe Generale di New York.  

• Sebuah  survey  Thomson  Reuters/University  of  Michigan  yang  menunjukkan  meningkatnya  optimisme  pada  prospek  ekonomi  dan  keuangan  individu  telah  mendorong  sentimen  konsumen  AS  ke  level  tertingginya  selama  hampir  6  tahun  di  bulan  Mei,  dan  awalnya  sempat memicu kenaikan bursa saham AS. Sementara Indeks ekuitas global dalam MSCI turun 1,18%. 

• Pasar obligasi rebound seiring meningkatnya aksi beli, dengan obligasi tenor 30 tahun naik tipis. Namun Treasury tenor 10 tahun turun  3/32  dengan  yield  2,13%,  setelah  yield  awalnya  turun  ke  2,066%.  Sedangkan  German  Bund  futures  <FGBLc1>  juga  ditutup  hampir  flat  setelah mencatat turun 2 poin di 143,71. 

• Di  Eropa,  FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  melemah  0,92%  di  1216,17.  Indeks  naik  1,6%  di  bulan  Mei  dan  mencatat  kenaikan  bulanan terbaiknya dalam 16 tahun. 

• Euro jatuh ke level intraday low di $1,2945 dan terakhir diperdagangkan di sekitar $1,2994, atau turun 0,41%. Sedangkan dolar naik 0,33%  ke 100,39 yen. 

• Harga minyak turun di bawah $93 per barel,  melanjutkan koreksinya setelah rilis buruk data consumer spending. Para negara anggota  Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) setuju untuk mempertahankan target produksi minyak mereka, sesuai ekspektasi,  dan tidak banyak memberikan pengaruh di pasar. Brent oil <LCOc1> turun $1,80 di $100,39 per barel. Dalam bulan Mei, Brent crude turun  1,9%. U.S. crude oil <CLc1> turun $1,64 di $91,97 per barel. Dalam bulan Mei, U.S. crude turun 1,6%.     

• Harga  emas  jatuh  1,6%  ke  $1390,80  per  ons,  koreksi  harian  terbesarnya  dalam  2  pekan.  U.S.  Comex  gold  futures  <GCQ3>  untuk  pengiriman Agustus berakhir melemah $19 di $1393 per ons, dengan volume perdagangan sekitar 30% di bawah pergerakan rata‐rata 30  hari.   


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah hampir 2 persen Jumat lalu setelah data AS menunjukkan rendahnya inflasi dan membaiknya consumer confidence yang  menekan ketertarikan investor, dengan logam mulia mencatatkan penurunan tajamnya untuk rangkaian dua bulannya. 

• Kombinasi dari penurunan fund interest, option expiration dan mengkuadratkan nilai buku setelah para investor menutup posisi beli yang  juga membawa open interest dalam gold futures AS ke level terendahnya hampir dalam empat tahun, kata trader.   

• Data  menunjukkan  kenaikan  ke  level  tertinggi  enam tahunnya pada  sentimen  konsumen  yang menekan  emas,  sebagai  tradisional  safe  haven. 

• "The metals were already under pressure going into the end of the month as many people have a lot of short positions outstanding, and  the consumer confidence data just added fuel to selling," kata Carlos Perez‐Santalla pada brokerage Marex Spectron.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak dunia turun tajam pada hari Jumat malam, melemah signifikan akibat dampak dari penurunan U.S. equity indices, large supplies, prospek permintaan yang lemah, dan tehnikal analisi yang memberikan indikasi “time to sell” ketika level support tertembus.

• Kontrak berjangka U.S. crude oil <CLc1> melemah 1,75 persen atau sebesar 1,64 dollar, dan ditutup dengan nilai 91.97 dollar/barrel, Pergerakan harga menetap di bawah MA‐200 hari untuk pertama kalinya dalam sebulan. Untuk bulan Mei, kontrak berjangka U.S. crude melemah 1,6 persen sejak bulan April.

• Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> ditutup melemah sebesar 1,80 dollar, atau 1,76 persen, dengan nilai 100,39 dollar/barel. Kontrak berjanga Brent crude periode bulan Mei melemah 1,93 persen dibandingkan bulan April.

• Rilis data perekonomian yang melemah memberikan kekhawatiran terhadap para trader bahwa demand n akan tetap lesu.

• Rilis data China, negara konsumen minyak kedua terbesar di dunia pada hari Sabtu diperkirakan akan memperlihatkan bahwa data manufacturing activity hampir tidak meningkat pada bulan Mei menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters.

• Rilis data U.S. consumer spending melemah pada bulan April untuk pertama kalinya dalam hampir setahun. Euro zone figures dirilis selama sesi perdagangan menunjukkan angka pengangguran di 17 negara mencapai titik tertinggi terbaru di akhir bulan.


EURO ZONE
• Tingkat pengangguran telah mencapai level tertinggi barunya dalam zona euro dan inflasi masih jauh dibawah target European Central Bank, menambah tekanan pada para pemimpin Uni Eropa  dan tindakan ECB untuk menghidupkan kembali perekonomian blok yang sakit tersebut. Tingkat pengangguran dalam 17‐negara tersebut naik menjadi 12.2 persen dalam bulan April, kantor  statistik Uni Eropa Eurostat mengatakannya, yang menandai level terbarunya sejak rangkaian data dimulai tahun 1995.  

• Slovenia masih memiliki jalan yang panjang untuk pergi dan mencegah international bailout, pengambil kebijakan pada ECB mengatakan karena data menunjukkan perekonomian melemah dan  investasi bisnis jatuh pada awal tahun 2013.  

• "Slovenia is not out of the woods yet, a lot of work is still to be done," kata Marko Kranjec, yang duduk pada Dewan Gubernur European Central Bank dan kepala dari bank sentral Slovenia.  

• Negara‐negara Balkan, yang mana bergabung dalam zona euro pada tahun 2007, berusaha untuk mengumpulkan dana melalui privatisasi dan membersihkan utang sektor perbankan. 

• Ketua ekonom Komisi Eropa, Olli Rehn, mengatakan Jumat lalu dia "amazed" bahwa Perancis telah mengkritisasi timnya untuk merekomendasi reformasi, sementara itu Perancis juga bermaksud  untuk lebih mengkoordinasikannya pada zona euro.  

• Presiden Perancis Francois Hollande Kamis lalu berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi tetapi ditambahkan itu terserah dari Perancis, tidak Komisi Eropa, untuk menentukan bagaimana  mereka mengimplementasikan.   

• Keseluruhan tingkat pengangguran Italia dan pemuda pengangguran sedikit naik pada bulan April ke level tertingginya, tunjuk data Jumat lalu.  

• Spanyol  membukukan  surplus  perdagangan  pertamanya  yang    tercapai  dalam  sejarah  bulan  Maret,  data  bank  sentral  menunjukkannya,  karena  penurunan  tajam  pada  impor  dari  resesi  terdalamnya yang mengimbangi kenaikan tipis pada  ekspor.  

• Penjualan ritel Jerman tidak seperti ekspektasi melemah pada bulan April, tunjuk data yang meredam harapan bahwa permintaan domestik akan mendorong pertumbuhan besar pada negara  dengan ekonomi terbesar di Eropa  tersebut tahun ini. 


U.K.
• Sterling  jatuh  terhadap  dolar  pada  hari  Jumat  ditengah  kondisi  perdagangan  yang  fluktuatif  dan  pasar  memprediksi  sterling  masih  akan  mengalami  tekanan  seiring  prospek  ekonominya yang masih suaram yang akan mendorong Bank Sentral Inggris (BoE) untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut.  

• Sterling juga tertekan terhadap dolar usai rilis data sentimen konsumen AS yang naik ke level tertinggi selama hampir 6 tahun. 

• Sterling terakhir bergerak di sekitar $1,5200, atau melemah 0,2% dibanding penutupan New York hari Kamis, merosot dari posisi intraday high di $1,5240 yang merupakan leel  terkuatnya sejak 21 Mei. Adapun level support untuk sterling berada di sekitar $1,5111 dan level terendah sepekan kemarin di $1,5008 yang merupakan level terendah sejak 14  Maret. Sterling tercatat telah melemah sekitar 7% terhadap dolar dan 5% terhadap euro sepanjang tahun ini, dan menjadikannya sebagai salah satu mata uang dengan kinerja  terburuk. Dengan ekspektasi The Fed akan mengurangi program stimulusnya tahun ini, sementara gubernur BoE yang baru Mark Carney berpotensi melonggarkan kebijakan  moneternya, maka sterling berpotensi untuk mengalami depresiasi di semester kedua, dengan ekspektasi akan terkoreksi hingga di bawah $1,40 di akhir tahun nanti. 

• Euro terkoreksi 0,1% terhadap sterling di $0,8550 pound, menjauhi level puncak hari Kamis di 0,8598 pound yang merupakan level terkuatnya sejak 17 April. 

• Adapun data Purchasing Managers' Index untuk sektor manufaktur Inggris yang akan dirilis hari Senin ini berpeluang untuk dirilis melampaui ekspektasi pasar, dan hal ini dapat  memberi dukungan positif bagi sterling walau hanya sementara saja. Investor juga akan mencermati data non‐farm payrolls AS untuk periode Mei pada hari Jumat pekan ini. The  Fed telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian aset hingga pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang signifikan.  

• Sidang bank sentral dunia pekan ini juga akan dicermati pasar. Sidang BoE, ECB dan RBA diprediksi akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Jika ada langkah  mengejutkan dari bank sentral berupa pemagkasan suku bunga, maka RBA lah yang memiliki peluang besar untuk melakukan itu. 



JAPAN
• International Monetary Fund menyerukan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk mengatasi reformasi ekonomi yang cukup agresif dimana telah mendorong perubahan kebijakan fiskal dan moneter, di tengah volatilitas pasar yang menunjukkan banyaknya ketidakpastian terhadap prospek reformasi ekonomi.

• Dalam kajian tahunan program kebijakan moneter Jepang, pemberi pinjaman yang berbasis di Washington memberikan dukungan kepada Mr Abe atas inisiatifnya yang berani guna mengalahkan deflasi yang menimpa Jepang dalam beberapa dekade yang cukup panjang dan stagnasi ekonomi.

• Sementara Mr Abe mengeluarkan pelonggaran moneter yang agresif berdampak pada timbulnya kritik, IMF mengatakan bahwa mata uang yang lebih lemah tidak selalu menjadi masalah,asalkan itu dilakukan sebagai bagian dari strategi kebijakan yang mencakup reformasi sejati.

• "So long as monetary easing pursues domestic goals, and is accompanied by comprehensive fiscal and structural reforms, we do not see the yen's recent depreciation as problematic," ucap IMF dalam sebuah laporan pada hari Jumat.

• "Higher growth in Japan and easier global financial conditions would more than offset the effect of exchange rate appreciation in trading partners,"

• Japan's factory output mengalami akselerasi pada bulan April dan deflasi mereda sedikit seiring melemahnya yen dan permintaan luar negeri yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan, pertanda baik bagi upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengguncang negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia dari hampir dua dekade penurunan harga dan melambannya pertumbuhan.

• Namun core consumer prices kembali melemah dan manufacturers forecast terus melemah kedepannya, data pemerintah menunjukkan pada Jumat dan menggarisbawahi tantangan BoJ di bawah Gubernur baru Haruhiko Kuroda, dalam memenuhi target inflasi sebesar 2 persen.

• "The deflationary trend shows no signs of changing," ucap Yuichi Kodama, chief economist di Meiji Yasuda Life Insurance, Tokyo. Dia memperkirakan perekonomian akan terus pulih hingga akhir tahun fiskal menjelang Maret 2014.

• "Expectations for deflation, deeply embedded among the public, are very persistent," ucap Kodama. "It appears quite difficult for monetary easing implemented by Governor Kuroda to achieve a positive cycle of inflation and economic recovery."



AUSTRALIA
• Rendahnya  tingkat  suku  bunga  telah  gagal  untuk  memikat  konsumen  atau  bisnis  dalam  mengambil  utang  terbaru,  tetapi  para  ekonom  meragukan  bank  sentral  akan  mengambil  langkah  memangkas tingkat suku bunga dalam menstimulasi pertumbuhan ekonomi.  

• Data terbaru Reserve Bank of Australia (RBA) Jumat lalu menunjukkan bahwa housing loans berlanjut untuk bertumbuh disekitar fase paling lambat tahunannya sejak pencatatan yang dimulia  tahun 1976, sementara itu pinjaman perseorangan melemah dan business credit masih tetap tenang.  

• Sementara itu data bulan April tidak menggambarkan pemangkasan yang mengejutkan RBA pada tingkat suku bunga pada level terendahnya sepanjang masa 2.75 persen pada meeting dewan  bulan Mei, ekonom meragukan bahwa akan membuat perngaruh yang signifikan, mengingat bahwa 175 basis poin telah terjadi pemangkasan  

• Kredit  berlanjut  untuk  bertumbuh  pada  bulan  April  tetapi  masih  pada  saat  yang  sama  lambannya,  langkah  yang  tidak  mengancam  karena  telah  terjadi  dalam  beberapa  tahun  yang  lalu,  gambaran dari Reserve Bank of Australia menunjukkannya.  

• Rangkaian yang mulai untuk menghentikan pemangkasan tingkat suku bunga dari RBA yang dimulai bulan November 2011 yang telah mendorong permintaan pada kredit.  

• Tetapi tidak cukup untuk mendorong jenis kredit yang pertumbuhan kreditnya cepat yang akan mendorong tekanan inflasi dan menyebabkan kenaikan cepat dalam harga konsumen atau tidak  realistiknya peguatan kenaikan dalam perumahan dan harga‐harga saham.  

• Harga obligasi Australian telah bergerak sedikit naik karena para trader mempersiapkan apakah kemungkinan menjadikan perdagangan dalam minggu tersibuknya.  



SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Jumatsetelah rilis optimis sejumlah data ekonomi Jepang dan juga AS. 

• Sementara data KOF Swiss untuk bulan Mei, barometer untuk melihat performa ekonomi dalam 6 bulan kedepan, naik melampaui ekspektasi di 1,1 poin. Rilis optimis data KOF  diikuti  oleh  data  PDB‐Q1  pada  hari  Kamis  menunjukkan  ekonomi  Swiss  mengalami  ekspansi  di  kuartal  pertama,  menyusul  konsumen,  konstruksi  dan  perdagangan  telah  membantu kondisi perekonomian Swiss lebih baik dari zona euro. 

• Dolar  menguat  secara  umum  setelah  data  ekonomi  AS  memperkuat  pandangan  bahwa  The  Fed  akan  mengurangi  program  stimulus  moneternya  lebih  cepat  dari  yang  diperkirakan. Data menunjukkan sentimen konsumen AS naik ke level tertinggi selama hampir 6 tahun , sementara aktifitas bisnis di wilayah Midwest meningkat di bulan Mei  setelah mengalami kontraksi di bulan April. 

• Dolar naik 0,2% ke 0,9550 franc dibandingkan penutupan New York hari Kamis. Sedangkan euro terkoreksi 0,2% ke 1,2410 franc. 

• Investor akan mencermati data non‐farm payrolls AS untuk periode Mei pada hari Jumat pekan ini. The Fed telah mengatakan akan melanjutkan program pembelian aset hingga  pasar tenaga kerja mengalami peningkatan yang signifikan. 


• Sidang bank sentral dunia pekan ini juga akan dicermati pasar. Sidang BoE, ECB dan RBA diprediksi akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Jika ada langkah  mengejutkan dari bank sentral berupa pemagkasan suku bunga, maka RBA lah yang memiliki peluang besar untuk melakukan itu. 

Friday, May 31, 2013

Headline News 31.05.13

US & GLOBAL
• Bursa saham AS menguat pada perdagangan hari Kamis setelah data ekonomi AS yang dirilis di bawah ekspektasi memicu spekulasi akan  dilanjutkannya  program  pembelian  obligasi  oleh  The  Fed,  sementara  meningkatnya  kepercayaan  zona  euro  membantu  mengangkat  saham Eropa dan juga euro. 

• PDB‐Q1  AS  direvisi  melemah  tipis  menjadi  2,4%,  dari  laporan  awalnya  2,5%,  sebuah  sinyal  dari  akibat  aksi  penghematan  Washington.  Sementara jobless claims naik di pekan lalu dan pending home sales naik 0,3% di bulan April, di bawah ekspektasi terjadi kenaikan 1,1%. 

• Dolar jatuh ke level terendah 3 pekan terhadap euro setelah rilis data ekonomi yang melemah. Dolar menghapus seluruh keuntungannya  terhadap  yen  setelah  sejumlah  sumber  melaporkan  kepada  Reuters  bahwa  dana  pensiun  publik  Jepang  sedang  mempertimbangkan  kemungkinan investasi dalam saham domestik untuk tumbuh bersama dengan rally pasar. 

• Sebelum  rilis  data  ekonomi  AS,  indeks  Nikkei  Jepang  anjlok  5,2%  ditengah  ekspektasi  The  Fed  akan  mengakhiri  program  stimulus  moneternya tahun ini. 

• Ekuitas AS telah erat dikaitkan dengan kebijakan bank sentral, dengan saham jatuh pada hari Rabu, karena imbal hasil obligasi Treasury AS  naik  ke  level  tertinggi  selama  lebih  dari  satu  tahun  di  tengah  kekhawatiran  Federal  Reserve  akan  menghentikan  program  pembelian  obligasi. Sedangkan pada hari Selasa, adanya jaminan dari bank sentral di seluruh dunia bahwa program kebijakan moneter akan tetap  dilanjutkan telah mendorong naiknya harga ekuitas. 

• Setelah berada  dalam kondisi yang fluktuatif, Dow Jones industrial average <.DJI> naik  21,73 poin atau 0,14%  di 15324,53. Sedangkan  Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 6,05 poin atau 0,37% di 1654,41. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 23,78 poin  atau 0,69% di 3491,30.  

• Seiring dengan naiknya bursa saham global, maka harga obligasi AS (Treasury) mengalami penurunan menjelang lelang obligasi AS tenor 7  tahun.  Imbal  hasil  (yield)  dari  Treasury  telah  naik  bulan  ini,  menyusul  meningkatnya  sentimen  pasar  telah  mendorong  investor  untuk  menjual  obligasi  karena  spekulasi  bahwa  The  Fed  akan  segera  mengakhiri  program  pembelian  obligasinya.  Naiknya  yield  membantu  Treasury menjual $29 miliar obligasi tenor tujuh tahun dalam penjualan akhir minggu ini sebesar $99 miliar dalam bentuk kupon utang  (coupn‐bearing debt). Sementara obligasi tenor 10 tahun terakhir tercatat turun 3/32 dengan yield 2,12%. Yield tersebut telah naik dari  1,61% di awal Mei dan menembus level tertinggi 13 bulan di 2,24% di sesi overnight hari Rabu. 

• Indeks saham Eropa naik 0,3% pasca koreksi tajamnya hari Rabu, namun anjloknya Nikkei di sesi Asia telah mendorong MSCI's world index  <.MIWO00000PUS> ke level terendah 3 pekan. 

• Kenaikan  bursa  saham  Eropa  ditopang  oleh  naiknya  data  survey  kepercayaan  ekonomi  dari  Komisi  Eropa  yang  dirilis  lebih  baik  dari  perkiraan, yang menunjukkan optimisme meningkat di lima negara utama zona euro – Jerman, Perancis, Italia, Spanyol dan Belanda. 

• Rilis  data  kepercayaan  zona  euro  telah  memicu  naiknya  euro  ke  $1,3041  terhadap  dolar  menyusul  kalangan  ekonom  merevisi  kemungkinan ECB memangkas suku bunganya pekan depan. 

• Di pasar obligasi, kenaikan tipis pada harga obligasi Italia menyusul penjualan obligasi tenor 5 tahun dan 10 tahun mencerminkan hasil  dari lelang obligasi Spanyol sebelumnya di pekan ini, mendukung sinyal bahwa penurunan pada obligasi zona euro tenor 10 tahun terlihat  mereda.  Bund futures <FGBLc1> Jerman me‐recover sejumlah kerugiannya setelah belakangan ini mengalami tekanan jual bahkan disaat  yield Treasury AS mengalami kenaikan. 

• Pasar  komoditas  bergerak  tipis,  dengan  London  copper  <CMCU3>,  yang  telah  jatuh  9%  tahun  ini,  menembus  level  terendah  2  pekan  sebelum akhirnya berhasil rebound dan Brent crude oil <LCOc1> bergerak di atas $102 per barel. 
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik ke level tertinggi dua minggunya Kamis lalu didorong oleh penurunan dollar setelah melemah dari ekspektasinya data ekonomi  AS yang mendorong prospek the Fed akan mempertahankan stimulus moneternya kembali. 

• Spekulasi bank sentral AS dapat memulai mengekang $85 milyar dalam pembelian aset bulanan lebih awal pada musim panas yang telah  memicu pada aksi jual emas dan rally dollar pada minggu lalu. 

• Harga  naik  1,5  persen  ke  level  $1417,81  per  ons  setelah  data  Kamis  lalu  yang  menunjukkan  pertumbuhan  ekonomi  AS  pada  fase  lambatnya  daripada  ekspektasi  awalnya  dalam  kuartal  pertama.  Secara  terpisah  juga  klaim  pengangguran  mingguan  tidak  seperti  ekspektasi naik minggu lalu dan pending home sales naik lebih sedikit daripada ekspektasi. 

• "The market's gaining back everything it lost on the (Fed) comments last week and nothing's changed," kata Sean McGillivray, kepala asset  allocation pada Great Pacific Wealth Management.  

• "The market has realized that any change in policy will be a long ways off and most likely a much smaller change than a complete shut‐off  of the liquidity pump."  



OIL & COMMODITIES
• Kontrak berjangka Crude oil menutup perdagangan hari Kamis dengan cukup bervariasi, dimana Brent melemah akibat dampak terhadap prospek perekonomian global yang melemah dan U.S. crude AS terangkat akibat dampak dari optimisme akan program stimulus Federal Reserve.

• Kontrak berjangka U.S. crude menguat seiring investor menginterpretasi data perekonomian AS akan melemah dan ini mengindikasikan bahwa Fed mungkin akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter, yang akan mempertahankan suku bunga
rendah dan money cheap.

• Kontrak berjangka U.S. crude CLc1> ditutup menguat 48 sen lebih tinggi dengan nilai 93,61 dollar/barel, menguat satu setengah persen setelah menyentuh low di level 91,65 dollar. Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> ditutup melemah sebesar 24 sen dengan nilai 102,19 dollar/barel setelah ditransaksikan diantara level 101,08 dollar hingga 102,85 dollar.

• Ekonomi AS meningkat melemah dari perkiraan sebelumnya dalam tiga bulan pertama tahun ini, kata Departemen Perdagangan, dan initial jobless claims menguat tak terduga pekan lalu.

• "As long as you have weak economic numbers it gives people confidence that the Fed will not raise interest rates, which is
supportive for oil," ucap seorang broker di New York.


EURO ZONE
• Confidence dalam perekonomian zona euro bertumbuh melembihi ekspektasi pada bulan Mei, dengan harapan bahwa krisis yang memburuk kemungkinan menjadi lebih menyebar kenegara‐ negara yang berada pada garis terdepan.  

• Economic morale dalam 17 negara yang menggunakan euro naik 0.8 poin menjadi 89.4, Komisi Eropa mengatakannya. Polling ekonom oleh Reuters yang telah diatas ekspektasi pada 89.0.  

• "This is in line with a moderate improvement, but we need to see this sustained," kata Francois Cabau, seorang ekonom pada Barclays Capital. "We also need to see this translate into the real  growth."  

• Di Yunani, negara pertama dalam zona euro untuk mendapat bailed out dan menghadapi tahun keenam dari resesinya, sentimen naik ke level tertinggi lima tahunnya, sementara itu Portugal  dan Italia juga mencatatkan peningkatan.  

• Spanish EU‐harmonised consumer prices naik 1.8 persen dalam basis tahunan pada bulan Mei, sekilas data menunjukkannya Kamis lalu, menenangkan kekhawatiran deflasi walaupun ekonomi  berlanjut kontraksi.   

• Kenaikan tahunan dalam May flash inflation lebih tajam daripada perkiraan konsensus pada 1.7 persen dan 1.5 persen dalam bulan April, digambarkan dari National Statistics Institute (INE)  Spanyol menunjukkannya.   

• Tingkat pengangguran Irlandia melemah dibawah 14 persen untuk pertama kalinya sejak negara memasuki suatu EU‐IMF bailout, dalam dorongan untuk pemerintah, yang mana telah berjanji  untuk menghentikan bantuan darurat dan membawa orang‐orang kembali bekerja.  

• Presiden Francois Hollande's berkeras bahwa eksekutif Uni Eropa tidak dapat "dictate" reformasi untuk Perancis yang telah menyakiti hati konservatif Angela Merkel's, beberapa jam sebelum  pemimpin Jerman dijadwalkan berbicara di Paris.  

• Rekomendasi  penguakan  reformasi  untuk  27‐negara  Uni  Eropa  Rabu  lalu,  Komisi  Eropa  mendesak  Hollande  untuk  mengendalikan  pembelanjaan  publik,  memperbarui  biaya  pensiun  dan  pemangkasan tenaga kerja dalam kembalinya penangguhan pemotongan dua tahun defisit anggaran.  



U.K.
• Sterling terapresiasi ke level tertinggi lebih dari sepekan terhadap dolar pada perdagangan hari Kamis dipicu aksi beli akhir bulan dan rilis melemah data ekonomi AS. Namun  sterling terkoreksi ke level terendah lebih dari 6 pekan terhadap euro, sementara trader memprediksi sterling masih berpotensi melemah berkenaan dengan Gubernur BoE yang  baru,  Mark  Carney  yang lebih  cenderung  akan  mengadopsi  kebijekan moneter  longgar  yang  agresif. Carney  akan  dilantik  menjadi  gubernur  BoE pada  bulan  Juli mendatang,  menggantikan Mervyn King. 

• Sterling naik 0,6% terhadap dolar di sekitar $1,5229, setelah mencatat intraday high di $1,5237, level tertingginya sejak 21 Mei. Namun euro berhasil naik 0,4% ke level intraday  high di 0,8598 pound, level tertingginya sejak 17 April. Euro terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,8565 pound, atau naik 0,15%. 

• Data PDB‐Q1 AS yang direvisi turun tipis menjadi 2,4% dari laporan awalnya 2,5% dan data jobless claims yang mengalami kenaikan telah memicu tertekannya dolar karena hal ini  mengurangi  peluang  untuk  The  Fed  segera  mengakhiri  program  stumulus  moneternya.  Namun  sterling  masih  berpotensi  melemah  kembali  dalam  beberapa  pekan  kedepan  karena kecenderungan The Fed akan memperketat kebijakan moneternya sedangkan BoE justru akan mengadopsi kebijakan moneter longgar yang agresif dibawah komando  Mark Carney. 

• Kalangan analis dari Societe Generale memprediksi sterling akan jatuh ke $1,40 di akhir tahun ini. 

• Data ekonomi Inggris belakangan ini dirilis beragam, dengan data perumahan meningkat namun penjualan ritel menurun. Sedangkan data penting Inggris berikutnya belum ada  yang akan dirilis hingga data purchasing managers' surveys  dirilis pekan depan, yang akan memberikan  gambaran  rinci mengenai  kondisi  sektor  swasta Inggris di bulan Mei. 



JAPAN
• Deputi  Gubernur  BoJ  Hiroshi  Nakaso  Yang  mengatakan  hari  Kamis  bahwa  pemerintah  harus  melakukan  upaya  untuk  memulihkan  kesehatan  fiskal  negara  dan  reformasi  struktural  guna  meningkatkan efek dari kebijakan moneter bank sentral 

• Ia juga mengatakan ia tidak mengharapkan lonjakan besar dalam yield obligasi pemerintah Jepang, karena pembelian obligasi agresif BoJ akan mengimbangi tekanan dari ekspektasi kenaikan  harga di masa depan. 

• "A growth strategy and structural reforms by the government are of critical importance ... in enhancing the effectiveness of the BOJ's quantitative and qualitative monetary easing," ucapnya  dalam seminar.  

• Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Kamis, bank sentral akan mencoba untuk mengurangi volatilitas pasar obligasi sebanyak mungkin dengan menerapkan tekanan yang kuat  pada hasil jangka panjang. 

• Kuroda, berbicara dalam sebuah upper house financial affairs committee, mentakan bahwa BoJ tidak akan mentolerir peningkatan volatilitas dan dampak dari ekspansi pelonggaran kuantitatif  yang tumbuh seiring pembelian surat utang pemerintah yang semakin banyak. 

• Investor Jepang melakukan aksi jual obligasi asing sebesar 1,117 triliun pekan lalu, pekan  kedua beruntun untuk aksi jual bersih, seiring mereka berinvestasi di luar negeri 

• Rilis data Departemen Keuangan menunjukkan bahwa para investor kembali berinvestasi ke luar negeri sebesar 1,223 triliun yen dengan menjual obligasi asing, saham dan instrumen pasar  uang dalam seminggu hingga 25 Mei.   



AUSTRALIA
• Bisnis  mengekang  pembelanjaan  investasinya  dalam  tiga  bulan  pertama  dalam  setahun,  dari  kedepannya  tanda  bahwa  pertumbuhan  ekonomi  kuartalan  kedepannya  kemungkinan tidak akan optimis seperti ekspektasi.  

• Rekening  nasional  kuartalan  bulan  Maret,  dirilis  minggu  depan,  akan  dengan  teliti  mengamati  isyarat  outlook  ekonomi,  memberikan  Treasuri  yang  siap  menunjukkan  pertumbuhan pada tahun 2013 yang akan sedikit lebih lemah daripada perkiraan tahun lalu.  

• Sementara itu jumlah pembelanjaan modal untuk periode yang sama dirilis Kamis lalu menunjukkan investasi bisnis merosot, mereka juga mencatatkan untuk sebuah rencana  investasi pertambangan yang flat daripada penurunan tajam.  

• Booming investasi pertambangan telah melewati puncaknya – tetapi tidak akan hilang dalam waktu dekat.  

• Investasi bisnis merosot hingga 4.7 persen pada kuartalan bulan Maret, dipimpin oleh penurunan dalam pembelanjaan sektor tambang, gambaran yang dirilis oleh Australian  Bureau Statistics (ABS).  

• Home building approvals telah naik tajam pada bulan April, suatu tanda bahwa rangkaian tahun lalu dari pemangkasan tingkat suku bunga oleh Reserve Bank of Australia untuk  membantu sektor tersebut.   

• Jumlah dari persetujuan rumah baru untuk konstruksi naik 9.1 persen diseluruh Australia dalam bulanan, Australian Bureau of Statistics melaporkannya.  

• Harga obligasi Australia meningkat dalam merespon pergerakan yang sama pada treasuri AS dan rilis gambaran investasi bisnis utama lokal.  


SWISS
• Franc  Swiss  menguat  terhadap  dolar  pada  hari  Kamis  menyusul  spekulasi  bahwa  The  Fed  akan  mengurangi  stimulus  moneternya.  Meningkatnya  risk  aversion  (keengganan  terhadap  aset  beresiko)  terjadi  karena  investor  mempertimbangkan  kemungkinan  efek  pengurangan  pembelian  obligasi  AS  akan  melemahkan  sentimen  pasar,  memicu  menurunnya ekuitas AS dan Asia bersamaan dengan harga komoditas, dan mengangkat yield Treasury AS, sehingga membuat dolar menjadi kurang menarik untuk dikoleksi. 

• Dolar melemah 0,8% terhadap franc Swiss setelah terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9535 franc, dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro  bergerak relatif stabil terhadap franc Swiss di sekitar 1,2444 franc. 

• Franc sempat merayap lebih tinggi terhadap euro, meskipun kemudian bergerak relatif stabil, mengkonsolidasikan hampir 1 persen kenaikan pada perdagangan Rabu karena data  menunjukkan ekonomi Swiss tumbuh lebih dari yang diharapkan pada kuartal pertama, membenarkan kebijakan Bank Nasional Swiss pada franc. 


• Ekonomi Swiss berhasil tumbuh di atas perkiraan pasar, menyusul konsumen, konstruksi dan perdagangan telah membantu mendorong pertumbuhan negara hingga berhasil  mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tetangganya zona euro. PDB‐Q1 Swiss naik 0,6% q/q dan 1,1% y/y, dibandngkan dengan data sebelumnya 0,3% q/q dan  1,4% y/y. Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memprediksi ekonomi Swiss akan tumbuh 1,4% tahun ini dan 2% di tahun 2014, sementara Swiss  National Bank (SNB) di bulan Maret lalu memprediksi ekonomi akan tumbuh antara 1‐1,5 persen.