title cover

title cover

Wednesday, June 19, 2013

Headline News 19.06.13

US & GLOBAL
• Ekuitas AS melonjak naik di sesi Selasa kemarin setelah investor semakin optimis bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya,  sementara indikasi juga menunjukkan adanya peningkatan pada proses pemulihan ekonomi. 

• Dolar melemah 0,2% terhadap sejumlah rival utamanya namun mencatat naik untuk hari kedua terhadap yen. 

• Sidang bank sentral AS, yang dimulai sejak hari Selasa, telah memberikan makna yang lebih besar sejak Kepala The Fed Ben Bernanke di  bulan  Mei  mengatakan  stimulus  dapat  dikurangi  jika  ekonomi  AS  terus  membaik.  The  Fed  akan  memberikan  testimoni  malam  nanti  dilanjutkan dengan konferensi pers oleh Bernanke. 

•  Komentar bulan lalu telah memicu rally pasar saham, menyebabkan yield obligasi AS naik dan menekan dolar. The Fed saat ini membeli  obligasi per bulannya sebesar $85 milyar untuk menjaga biaya pinjaman tetap rendah rendah dan meningkatkan permintaan. 

• Wall Street ditutup menguat hampir 1%, dengan pasar terus menguat meskipun volume perdagangan relatif tipis. Harga obligasi AS relatif  stabil, dengan yield Treasury tenor 10 tahun sebesar 2,185 persen. 

• "Stocks are higher as investors adjust to the fact that not only will the Fed not announce tapering tomorrow, but that the economy is quite  capable of growing without it," kata David Kelly, the chief global strategist pada JPMorgan Funds di New York.  

• Indeks  S&P  500  telah  meningkat  15%  sejak  awal  2013,  namun  rally    saham  diprediksi  melemah  di  akhir  tahun,  menempatkan  ekuitas  hanya sedikit melampaui rekor tertinggi mereka, demikian jajak pendapat Reuaters menyebutkan. 

• Pasar  ekuitas  sedikit  terpengaruh  oleh  data  yang  menunjukkan  naiknya  inflasi  AS  di  bulan  Mei  dan  inflasi  inti  terlihat  stabil  setelah  mengalami penurunan yang panjang. Hal ini akan memberi dorongan bagi The Fed yang mengharapkan kondisi inflasi yang terus menguat. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> bertambah 138,38 poin atau 0,91% dan berakhir di 15318,23. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index  <.SPX> naik 12,77 poin atau 0,78% ke 1651,81. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 30,05 poin atau 0,87% ke 3482,18.   

• Indeks  saham  Eropa  ditutup  melemah  0,1%.  Bursa  saham  memperoleh  dukungan  menyusul  naiknya  sentimen  investor  Jerman  yang  mengisyaratkan terjadinya pemulihan ekonomi di negara tersebut. Sementara barometer untuk pasar saham global tercatat naik 0,4%. 

• Dolar terapresiasi terhadap yen Jepang, naik 1% ke 95,44 yen. Euro naik 0,2% ke $1,3397, didorong oleh meningkatnya sentimen investor  Jerman (indeks ZEW). 

• Sedangkan  harga obligasi  terlihat kurang stabil  seiring  fokus  investor  pada  keputusan  sidang The  Fed  nanti  malam.  Harga  Treasury  AS  tenor 10 tahun turun 2/32 dengan yield 2,185 persen. sedangkan obligasi tenor 30 tahun naik 5/32 dengan yield 3,34 persen. 

• Harga minyak Brent berakhir naik 55 sen di $106,02, sedangkan harga minyak mentah AS naik 67 sen di $98,44. 

• Harga emas turun 1,3% di $1366,60 per ons setelah menembus level terendah 1 bulan di $1360,54. Sedangkan U.S. Comex gold futures  <GCQ3> untuk pengiriman Agustus berakhir melemah $16,20 per ons di $1366,90.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah  lebih dari  1 persen Selasa lalu  karena ekuitas  AS mengalami  rally dan pembeli logam mulia  mengambil posisi sebelum  konklusi dari meeting kebijakan dua hari the Fed AS yang mengharapkan akan memberikan kejelasan yang lebih besar dari outlook untuk  kebijakan moneter AS. 

• Metal melemah dalam rangkaian dua harinya – pertama kali yang mendekati satu bulannya – karena ketertarikan safe‐haven berkurang  dari kenaikan ekuitas AS dn harapan bahwa the Fed akan menjaga level saat ini dari stimulus pada akhir dari FOMC (Federal Open Market  Committee) meeting Rabu malam ini. 

• Para trader mencoba mengantisipasi jadwal the Fed untuk meredakan pembelian sebesar $85 milyar perbulan untuk obligasi, program  yang diketahui sebagai quantitative easing. 

• "Should the FOMC not come any closer to giving greater clarification on the asset‐buying program, then the gold market could rally and  investors who have been shorting gold in anticipation of a Fed move away from QE may have to cover," kata James Steel, ketua analis  precious metals pada HSBC.  

• "This could prompt a challenge of the $1,400 an ounce level," Steel mengatakannya.  


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi pada hari Selasa ditengah lesunya transaksi perdagangan karena pasar menunggu pernyataan kebijakan Federal Reserve pada Rabu yang diperkirakan menunjukkan apakah pernyataan itu akan mengurangi stimulus moneter.

• Pernyataan kebijakan akan stimulus moneter ini telah banyak mendukung harga minyak.

• Sampai keputusan kebijakan Fed, perdagangan minyak akan menunggu hasil keputusan, ucap Addison Armstrong, director of market research Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

• "I'd expect we are going to see quiet trading between now and 23 and a half hours from now," ucap Addison.

• Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> untuk periode agustus ditutup menguat 55 sen dengan nilai 106,02 dollar/barel setelah sempat ditransaksikan menyentuh nilai tertinggi di 106,24 dollar/barel. Kontrak berjangka U.S crude oil untuk periode Juni ditutup 67 sen lebih tinggi dengan nilai 98,44 dollar/barel, setelah sempat ditransaksikan menyentuh nilai tertinggi di 98,61 dollar/barel. U.S oil prices melemah tipis dengan nilai 98,74 dollar/barel. Nilai transaksi perdagangan tertinggi yang sempat disentuh pada sesi perdagangan Senin.


EURO ZONE
• European  Central  Bank  siap  untuk  bertindak  membantu perekonomian  zona  euro  jika  dibutuhkan,  sementara  itu  tanda‐tanda  stabilisasi  pasar  berarti  tingkat  suku  bunga menjadi alat yang lebih efektif lagi, ketua ECB Mario Draghi mengatakannya Selasa lalu.  

• Berbicara di Jerusalem pada konferensi perpisahan untuk Gubernur Bank of Israel Stanley Fischer, Draghi mengatakan terdapat sejumlah langkah ECB yang dapat dan  akan tersebar jika dibutuhkan, dan bahwa siap untuk menangani akibat yang tidak diinginkan.  

• "We have been able to regain better control of monetary conditions in the euro area economy, which is very important for providing the appropriate monetary policy  impulse to the economy," kata Draghi dalam pidatonya.   

• Presiden ECB mengatakan transmisi dari kebijakan moneter sedang disesuaikan, sehingga seluruh penjuru zona euro dapat  benefit dari rendahnya tingkat suku bunga,  saat ini 0.5 persen.  

• Analis Jerman dan sentiment investor naik dalam rangkaian dua bulannya pada Juni, survei unggulan yang ditunjukkan, memperkirakan ekonomi negara terbesar dalam  zona euro mencatatkan recovery tipis setelah pelemahan tahun 2012 dan dimulainya perlambatan yang dimulai tahun ini.  

• Polling Mannheim‐based ZEW economic think tank's bulanan pada sentimen ekonomi naik 38.5 dari 36.4 dalam bulan Mei, membalikkan perkiraan konsensus dalam  polling Reuters yang terlihat 38.1.  

• Kebutuhan pembiayaan defisit anggaran pemerintah Swedia akan membutuhkan pendanaan yang akan sedikit menguat daripada ekspektasi tahun ini dan berlanjut  banyaknya pinjaman kepada bank sentral, tetapi keuangan pemerintah masih stabil, Debt Office mengatakannya Selasa lalu.  

• Terlihat pertumbuhan ekonomi di Swedia tahun ini dan berikutnya menjadi turun, tetapi kuat ketika dibandingkan dengan negara Eropa lainnya.  

• Yunani  menghindarkan  ketidakpastian  dari  awal  pemilu  tetapi  kebutuhan  berkenaan  dengan  penutupan  telah  melemahkan  perdana  menteri  dan  memperdalam  ketidakpercayaan koalisi yang mudah tersinggung.    

• Slovenia yang baru bangkit pada ekspektasi 'bad bank' untuk menyelesaikan transfer pertama pada non‐performing loans dari lender negara yang sakit pada 28 Juni,  pejabat bank mengatakannya, karena negara menghindari international bailout. 

U.K.
• Sterling  terkoreksi  pada  hari  Selasa  dari  posisi  puncak  4  bulan  yang  dicapai  sesi  sebelumnya  menyusul  rilis  data  AS  dan  prospek  The  Fed  kemungkinan  akan  membeikan sinyal untuk mengurangi program stimulusnya telah mendorong penguatan dolar. 

• Jika Kepala The Fed Ben Bernanke memberikan indikasi akan segera mengakhiri kegiatan pencetakan uangnya (stimulus) maka akan mendorong penguatan dolar  lebih lanjut, meskipun nampaknya hal ini akan bersifat sementara jika langkah kebijakan tersebut memicu terjadinya volatil;itas dan kejatuhan di pasar saham. 

• Data perumahan dan inflasi AS sejauh ini memberikan gambaran pemulihan ekonomi terus berlanjut. 

• Sementara itu, sterling menembus level terendah lebih dari 2 pekan terhadap euro, dimana mata uang tunggal Eropa menguat setelah rilis di atas perkiraan untuk  data sentimen ekonomi Jerman. 

• Sterling melemah 0,4% terhadap dolar di sekitar $1,5643, setelah mencatat puncaknya di $1,5753, level tertinggi sejak 11 Februari. Sedangkan euro menguat 0,7%  terhadap sterling setelah tercatat bergerak di sekitar 0,8562 pound. 

• Rilis data inflasi Inggris yang lebih besar dari perkiraan di bulan Mei sedikit membantu sterling dan mengurangi prospek untuk kelanjutan kebijakan moneter longgar  oleh BoE di bawah kepemimpinan gubernur yang baru, Mark Carney. Stimulus moneter biasanya akan menekan nilai tukar mata uang dikarenakan meningkatnya  suplai uang beredar di pasar. 

• Pasar juga akan mencermati hasil minutes dari sidang BoE tanggal 6 Juni lalu, yang akan menunjukkan apakah Gubernur Mervyn King akan memilih unutk menaikkan  kembali pembelian aset BoE dari 375 milyar pound. 


JAPAN
• Ekonomi Jepang kemungkinan akan tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan dari sebulan yang lalu, didorong oleh stimulus moneter agresif, meskipun pergerakan baru yen dan penurunan tajam pada saham Tokyo.

• Perkembangan terbaru datang setelah rilis berita dimana perekonomian Jepang tumbuh dengan nila 4,1 persen p.a dalam tiga bulan pertama tahun ini, lebih cepat dari perkiraan semula. Tentu saja, negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia diperkirakan akan mengungguli negara maju lainnya, untuk saat ini dan hanya dalam jangka wakt dekat.

• Optimisme yang telah muncul dari rencana Perdana Menteri Shinzo Abe yang belum pernah terjadi sebelumnya guna merangsang perekonomian keluar dari resesi dan deflasi yang terus‐menerus terjadi.

• "The momentum of the economic recovery is stronger than previously expected, helped by strong private spending as the nation's expansionary policies boosted sentiment despite sluggish recovery in the income situation," ucap Shinichiro Kobayashi, economist di Mitsubishi UFJ Research & Consulting.

• Para pengamat mengatakan beraneka macam kebijakan Jepang akan mendukung perekonomian, sementara peningkatan moderat dalam permintaan global akan membantu ekspor. Sementara itu, permintaan yang diharapkan meningkat dengan cepat sebelum kenaikan pajak penjualan yang direncanakan akan meningkatkan nilai belanja swasta pada akhir tahun ini.

• "Firms are also expected to raise their capex gradually on the back of positive business results," ucap Kobayashi.

• Belanja modal, indicator utama kondisi bisnis saat ini dan masa depan, diperkirakan akan meningkat pada kuartal April‐Juni setelah lima kuartal berturut‐turut menurun, menurut jajak pendapat dari 24 ekonom yang dilakukan antara tanggal 13 dan 17.

• Jajak pendapat itu menunjukkan perekonomian akan tumbuh 2,8 persen dalam tahun fiskal ini yang dimulai pada bulan April, proyeksi tertinggi yang dibuat oleh analis sejak survei pada bulan Maret 2012 dan naik dari 2,4 persen dari perkiraan pada jajak pendapat yang dilakukan bulan lalu.


AUSTRALIA
• Kedepannya pemangkasan tingkat suku bunga oleh Reserve Bank of Australia masih dapat diperkirakan sebagaimana ekonomi dalam transisi.  

• Dalam minutes dari meeting dewan bulan Juni, yang mana tingkat suku bunga unchanged dilevel 2.75 persen, anggota dewan RBA mengatakan kondisi  bisnis untuk sektor non‐pertambangan yang masih bertahan.  

• Tetapi investasi non‐pertambangan bertumbuh tipis dan borrowing dalam sektor rumah tangga mulai naik.  

• Dewan  RBA  mencatatkan  bahwa  pertumbuhan  perekonomian  di  Australia  masih  sedikit  dibawah  tren  tetapi  dikatakan  dalam  ruang  lingkup  untuk  memberikan dorongan perekonomian dengan pemotongan tingkat suku bunga berikutnya jika diperlukan.  

• Treasuri Wayne Swan mempercayai Australia telah memiliki masa depan dalam pertumbuhan yang cepat diwilayah Asia, dari dukungan ekonomi seperti  Cina dan India.  

• Dia juga menekankan bujet akan mendukung lapangan kerja dan pertumbuhan (ekonomi), sementara itu membuat ruang untuk investasi yang kritis dan  memberikan Reserve Bank of Australia (RBA) ruang untuk dijalankan dengan tingkat suku bunga rendah.  

• RBA merilis tanggapan pertamanya terhadap bujet 14 Mei Selasa lalu dalam minutes dari meeting dewan 4 Juni, yang mana membuat tingkat suku bunga  unchanged pada level 2.75 persen.  

• "Members noted that the profile for the fiscal impact over coming years was broadly in line with the assumptions underpinning the forecasts for growth  published in the (RBA) May statement on monetary policy," the minutes mengatakannya.  

• Harga obligasi Australia sedikit menguat setelah menunjukkan rally tipisnya mengikuti rilis minutes dari Reserve Bank of Australia's 4 Juni meeting dewan. 



SWISS
• Franc Swiss awalnya melemah terhadap dolar dan euro pada hari Selasa kemarin, namun kemudian berhasil rebound di sesi New York, menyusul investor  terus menyoroti kemungkinan dari hasil sidang The Fed yang akan berakhir nanti malam. Optimisme pelaku pasar bahwa The Fed akan segera mengurangi  program stimulus moneternya awalnya sempat mendorong penguatan dolar. Namun dolar kemudian kembali melemah setelah rilis data inflasi AS yang  masih relatif lemah, khususnya untuk inflasi inti yang masih di bawah target The Fed sebesar 2%.  

• Inflasi inti untuk basis tahunan tercatat 1,7%. Kondisi ini akan menyulitkan The Fed untuk mengurangi program pembelian obligasinya, karena pengurangan  stimulus akan menyebabkan inflasi terus melemah. 


• Dolar terakhir bergerak di sekitar 0,9185 franc, atau turun 0,4% dibandingkan posisi penutupan New York hari Senin. Sedangkan euro tercatat turun 0,1% di  sekitar 1,2315 franc. 

Tuesday, June 18, 2013

Headline News 18.06.13

US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  global  menguat  dan  dolar  terapresiasi  terhadap  yen  pada  hari  Senin  menyusul  ekspektasi  The  Fed  akan  memperkuat  komitmennya  pekan  ini  untuk  mendukung  pemulihan  ekonomi.  Namun  bursa  saham  memangkas  keuntungannya  di  akhir  sesi  seiring  menurunnya  keyakinan  bahwa  Kepala  The  Fed,  Ben  Bernanke,  akan  memberikan  pernyataan  yang  lebih  jelas  mengenai  kebijakan  moneter  bank  sentral  di  hari  kedua  sidang  The  Fed  pada  hari  Rabu  besok.  The  Financial  Times  melaporkan  The  Fed  nampaknya  akan  memberikan sinyal bahwa langkah pengurangan program pembelian obligasi telah semakin dekat. Wall Street awalnya sempat rally lebih  dari 1%, rebound dari koreksinya di pekan lalu, sebelum akhirnya memangkas keuntungannya. 

• Sidang  The  Fed  menjadi  sorotan  pasar  sejak  Bernanke  di  bulan  Mei  lalu  mengatakan  bahwa  bank  sentral  AS  kemungkinan  akan  mengurangi/menghentikan  program  stimulusnya  jika  ekonomi  terus  membaik.  Komentarnya  tersebut  telah  menghambat  rally  pasar  saham dan memicu naiknya yield obligasi, dan juga memicu volatilitas yang tinggi menyusul investor mencoba memprediksi dampak dari  pengurangan program pembelian aset oleh The Fed. Program pembelian obligasi The Fed, yang setara dengan penyuntikan uang kedalam  ekonomi, telah memberikan dukungan pada pasar ekuitas. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 109,67 poin atau 0,73% di 15179,85. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  12,31 poin atau 0,76% di 1639,04. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 28,58 poin atau 0,83% di 3452,13.  

• Pasar mempertajam kenaikannya setelah data menunjukkan sentimen homebuilders AS melonjak di bulan Juni, naik di atas angka 50 yang  mengindikasikan lebih banyak pengembang yang optimis dalam melihat perkembangan kondisi pasar kedepannya yang untuk pertama  kalinya sejak dimulainya krisis perumahan. Sektor perumahan menjadi barometer utama untuk menilai pemulihan ekonomi. 

• FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> naik 0,72% dan ditutup di 1184,36, sementara indeks ekuitas global MSCI naik 0,86%. Meskipun terjadi  pemulihan, rally yang terjadi belum sepenuhnya terlihat meyakinkan. FTSEurofirst 300 masih mencatat turun 6% dari level puncaknya di  tahun 2013 di 1258,09 yang dicapai di akhir Mei.  

• Sebuah laporan dari New York Fed menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur di New York meningkat di bulan Juni dan mendukung  kenaikan saham AS, namun rincian dari laporan tersebut kurang mendukung seperti new orders dan employment tercatat turun ke level  terendahnya dalam 5 bulan. 

• Dolar menguat terhadap yen untuk pertama kalinya dalam 5 sesi terakhir menyusul naiknya bursa saham global. Indeks Nikkei melejit  2,7%. Namun pelaku pasar memprediksi range‐trading nampaknya akan mendominasi pasar hingga muncul keputusan The Fed pada hari  Rabu.  Dolar  dengan  cepat  mempertajam  apresiasinya  setelah  rilis  data  manufaktur  New  York  yang  melampaui  ekspektasi.  Dolar  naik  0,48% ke 94,52 yen. Euro menguat 0,15% ke $1,3366. 

• Harga Treasury memangkas keuntungannya, dengan Treasury tenor 10 tahun turun 13/32 dengan yield 2,1763 persen. 

• Harga  minyak  berjangka  Brent  menembus  level  penutupan  tertinggi  10  pekan  ke  $107  per  barel  seiring  meningkatnya  ketegangan  di  Timur Tengah,  namun harga ditutup melemah  tipis setelah terjadi aksi jual pada bensin berjangka di akhir sesi. Harga minyak mentah  berjangka Brent untuk pengiriman Agustus turun 46 sen untuk ditutup di $105,47 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka  AS berakhir melemah 8 sen di $97,77. 

• U.S. Comex gold untuk pengiriman Agustus berakhir melemah $4,50 di $1383,10. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah sekitar 0,5 persen dalam perdagangan yang sepi Senin lalu kareba bursa Wall Street mengalami rally yang mengurangi  kebutuhan untuk safe haven buying dan para investor menunggu pada minggu ini meeting the Fed untuk menandai pada rencana stimulus  moneter dari bank sentral. 

• Lebih baik dari ekspektasinya data penjualan ritel dan lapangan kerja AS baru‐baru ini telah mendorong spekulasi bahwa the Fed akan  mengumumkan pertimbangan kembali pada pembelian kembali obligasi bulanan senilai $85 milyar pada akhir dari dua hari meeting Rabu  ini. 

• Indeks  saham  S&P  500  memangkas  kenaikan  pada  awalnya  tetapi  bertahan  menguat  dari  harapan  para  trader  bahwa  the  Fed  akan  memperkuat komitmennya untuk mendukung recovery ekonomi. 

• "With very few clear choices left for monetary growth, U.S. equities continue to show resilience. This has kept the bear alive in the precious  metals market while physical demand remains firm," ungkap Carlos Perez‐Santalla pada brokerage Marex Spectron.   


OIL & COMMODITIES
• Kontrak berjangka Brent crude oil menyentuh level tertinggi 10 pekan dengan nilai 107 dollar/barel pada sesi perdagangan senin seiring ketegangan di Timur Tengah meningkat, namun harga ditutup sedikit lebih rendah pada sesi akhir perdagangan setelah aksi jual U.S gasoline berjangka AS.

• U.S crude oil menyentuh level tertinggi 9 bulan mendekati nilai 99 dollar/barel namun juga ditutup melemah, dengan perhatian para investor tersita menjelang U.S. Federal Reserve's two‐day policy committee meeting pada hari Selasa. Pertemuan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang ketika bank sentral akan mengurangi program stimulus tersebut. Kontrak berjangka Brent crude oil ditutup melemah 46 sen/barel dengan nilai 105,47 dollar/barel. U.S. crude melemah 8 sen dengan nilai 97,77 dollar/barel.

• Investor berhati‐hati dalam pengambilan keputusan sebelum Fed meeting seiring ketua Chairman Ben Bernanke dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana dan kapan bank sentral akan mengurangi program stimulus tersebut.

• "People are going to want to hear what's going to come out of the G8 meeting and we also have the Fed meeting coming," ucapMark Waggoner, president of Excel Futures di Bend, Oregon.

• "They're waiting on the sidelines."

EURO ZONE
• Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras menghadapi dua tantangan Senin lalu dari mitra koalisi yang marah akibat penghentian dari state broadcaster ERT dan sidang  pengadilan yang dapat menempatkan stasiun tersebut ditutup kembali penyiarannya.  

• Penutupan mendadak ERT minggu lalu atas nama austerity unuk menyenangkan Uni Eropa dan IMF lenders yang memicu keretakan mendalam dalam koalisi yang  berkuasa, membawa negara dalam beban utang kembali kedalam kekacauan yang berharap recovery mulai untuk tumbuh.  

• Tepatnya  setelah  pemilu  membawa  Samaras  dan  dua  sekutunya  dalam  kekuasaan,  tiga  pihak  telah  telah  khawatir  dari  jajak  pendapat  yang  menolak  untuk  berkompromi atas suatu kesatuan dari meluasnya kebencian  terhadap pemerintahan sekarang. 

• Perekonomian Spanyol kemungkinan menunjukkan perputaran yang jelas dalam kuartal kedua menurut data ekonomi yang ada, Treasury Minister Cristobal Montoro  mengatakannya dalam konferensi daerah utara di Santander.  

• Dari  Januari  hingga  bulan  Maret  perekonomian  melemah  0.5  persen  dibandingkan  tiga  bulan  terakhir  tahun  2012,  yang  mencatatkan  rangkaian  tujuh  kuartalnya  mengalami pelemahan output.  

• Pemerintah mengekspektasi GDP melemah 1.3 persen tahun 2013, meskipun mengatakan perekonomian harus bertumbuh sebelum akhir tahun.     

• Bundesbank memperingatkan terdapat tanda‐tanda bahwa pertumbuhan di Jerman akan melambat berkenaan dengan musim panas setelah negara dengan ekonomi  terbesar di Eropa itu kemungkinan bertumbuh menguat dalam kuartal keduanya tahun ini.  

• "Given that orders were somewhat weaker again in April, production expectations for the coming months have recently been significantly scaled back. The same is true  for export prospects in the short term," ungkap Bundesbank dalam laporan bulanannya.  

• Upah naik dalam fase tercepatnya yang hampir dalam empat tahun pada awal tahun 2013 dan ekspor zona euro melonjak bulan April, memberikan blok tersebut basis  dari recovery pada resesinya yang lama.  


U.K.
• Manajer risiko di bank‐bank yang berbasis di Inggris, asuransi dan dana investasi percaya kemungkinan krisis keuangan lain selama tiga tahun ke depan telah jatuh ke  titik terendah sejak tahun 2008, demikian survei Bank of England menunjukkan pada hari Senin. Sekitar 24 persen dari lembaga keuangan yang disurvey memprediksi  “dampak besar peristiwa” akan mempengaruhi sistem keuangan Inggris selama 1 hingga 3 tahun. Ini merupakan level terendah sejak survei dimulai pada tahun 2008,  dan turun dari 43 persen ketika jajak pendapat dua‐tahunan terakhir dilakukan pada bulan Oktober. Ekspektasi untuk krisis 12 bulan mendatang juga turun tajam  menjadi 8 persen. Bank sentral melakukan jajak pendapat antara 22 April dan 22 Mei, dan menerima tanggapan dari 76 lembaga keuangan. 

• Sterling awalnya menembus level tertinggi 4 bulan yang baru terhadap dolar pada hari Senin, menyusul indikasi membaiknya perekonomian Inggris yang mendorong  pasar untuk mengurangi spekulasi mereka mengenai kemungkinan BoE akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Namun dolar berhasil rebound  di  sesi  New  York,  setelah  investor  cenderung  menahan  diri  dari  aksi  beli  sterling  karena  menunggu  hasil  sidang  The  Fed  pekan  ini  untuk  melihat  arah  kebijakan  stimulus moneter bank sentral AS kedepannya. Sidang akan mulai digelar pada hari Selasa dan berakhir pada hari Rabu. Sejumlah ekonom memprediksi The Fed akan  menurunkan proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi 2013 dan juga inflasi. 

• Penguatan dolar semalam juga dipicu rally pada pasar saham menyusul ekspektasi pengumuman kebijakan Federal Reserve minggu ini akan meyakinkan investor  bahwa stimulus moneter akan tetap berlaku. Mata uang AS kemudian melanjutkan apresiasinya setelah data menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur negara  bagian New York meningkat pada bulan Juni, sementara sentimen di antara homebuilders (pengembang perumahan) AS melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun. 

• Setelah mencatat intraday high di $1,5751, sterling kemudian terkonsolidasi dan ditutup naik tipis di sekitar $1,5720. Terhadap euro, sterling juga naik tipis di sekitar  0,9502 pound, dibandingkan posisi penutupan New York hari Jumat. 

• Pasar juga akan mencermati hasil minutes dari sidang BoE tanggal 6 Juni lalu, yang akan menunjukkan apakah Gubernur Mervyn King akan memilih unutk menaikkan  kembali pembelian aset BoE dari 375 milyar pound. 


JAPAN
• Stimulus moneter besar‐besaran “Abenomics” seharusnya untuk menekan suku bunga jangka panjang guna memacu kegiatan perekonomian, tetapi pasar obligasi pemerintah Jepang memiliki ide lain.

• Bank dapat terus menghasilkan uang dari obligasi pemerintah Jepang (JGB), dengan membeli obligasi ini bank telah memulai pergantian dari instrument investasi mereka, menempatkan tekanan terhadap yield. Bank‐bank besar menjual sekitar 11 persen dari kepemilikan mereka di pada bulan April.

• Large lenders telah menaikkan tingkat suku bunga utama mereka guna menebus hilangnya pendapatan pada JGB, yang berdampak pada biaya dana terhadap para peminjam potensial dari pasar hipotek, sedangkan suku bunga jangka panjang yang lebih tinggi bisa mengurangi permintaan perusahaan Jepang terhadap pinjaman dimana permintaan sekarang pun sudah melemah.

• Peningkatan yield ini menempatkan risiko terhadap aktivitas Perdana Menteri Shinzo Abe yang berniat untuk memicu perekonomian dengan Bank of Japan's massive quantitative easing (QE) pada tanggal 4 April, dimana Abe berjanji untuk menyuntikkan 1,4 triliun dollar ke dalam perekonomian selama dua tahun.

• "QE policy doesn't mean just buying more government bonds. Buying more bonds is just a tool, a means to achieve lower interest rates," ucap Takuji Okubo, chief economist di Japan Macro Advisors.

• "QE is also convincing the market that yields will stay low, and the Bank of Japan is not doing the latter," ucap Takuji.



AUSTRALIA
• Sebuah  grup  consumer  advocacy  mengatakan  orang‐orang  masih  membayar  terlalu  besar  untuk  listrik  meskipun  pemerintah  NSW  mengklaim  negara telah mencapai titik balik dalam harga.  

• The  Independent  Pricing  and  Regulatory  Tribunal  (IPART)  Senin  lalu  menetapkan  rata‐rata  kenaikan  dalam  harga  listrik  yang  hanya  1.7  persen  dalam laporan final dalam usulan rata‐rata harga listrik dan harga gas untuk pelanggan pemukiman NSW dan usaha kecil menengah.  

• Pasar obligasi Australia melemah karena investor berada disela‐sela menunggu pengumuman dari bank sentral Australia dan bank sentral AS.  



SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap dolar dan juga euro pada hari Senin setelah investor cenderung menahan diri dari aksi beli franc karena menunggu hasil  sidang  The  Fed  pekan  ini  untuk  melihat  arah  kebijakan  stimulus  moneter  bank  sentral  AS  kedepannya.  Sidang  akan  mulai  digelar  pada  hari  Selasa  dan  berakhir pada hari Rabu. Sejumlah ekonom memprediksi The Fed akan menurunkan proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi 2013 dan juga inflasi. 

• Penguatan dolar semalam juga dipicu rally pada pasar saham menyusul ekspektasi pengumuman kebijakan Federal Reserve minggu ini akan meyakinkan  investor bahwa stimulus moneter akan tetap berlaku. Mata uang AS kemudian melanjutkan apresiasinya setelah data menunjukkan pertumbuhan sektor  manufaktur negara bagian New York meningkat pada bulan Juni, sementara sentimen di antara homebuilders (pengembang perumahan) AS melonjak ke  level tertinggi dalam tujuh tahun. 


• Dolar mencatat intraday high di 0,9271 franc, sebelum akhirnya ditutup di sekitar 0,9225 franc, atau naik 0,2% diabandingkan posisi penutupan New York  hari Jumat. Sedangkan terhadap euro, franc terakhir tercatat bergerak di sekitar 1,2327 franc, atau naik 0,3%. 

Monday, June 17, 2013

Headline News 17.06.13

US & GLOBAL
• Bursa saham AS jatuh pada hari Jumat dan dolar menutup pekan terburuknya selama hampir 4 tahun terhadap yen menyusul investor  khawatir  bahwa  bank‐bank  sentral  dunia  akan  segera  menarik  stimulusnya  dan  setelah  rilis  data  yang  menunjukkan  penurunan  pada  sentimen  konsumen  AS.  Namun  bursa  saham  Eropa  ditutup  menguat,  didukung  oleh  sinyal  adanya  kegiatan  merger  dan  akuisisi  di  kawasan  tersebut.  Kondisi  tersebut  mendorong  indeks  MSCI  naik  0,1%.  Namun  demikian,  indeks  tercatat  melemah  untuk  4  pekan  berturut‐turut. 

• Kekhawatiran  mengenai  arah kebijakan  moneter  dunia  telah mengguncang  pasar  belakangan ini,  dan  kekhawatiran berlanjut di  pekan  kemarin ketika BOJ memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya. 

• Kondisi tersebut telah memicu tekanan jual pada ekuitas global, emerging markets, obligasi dan komoditas, yang dipicu oleh lukuiditas  bank sentral, sementara kondisi ini justru mendorong menguatnya yen secara tajam. 

• Bursa  Wall  Street  menutup  minggu  negatif  ketiga  mereka  dalam  4  pekan  terakhir  akibat  aksi  ambil  untung  investor  setelah  S&P  500  mencatat level tertinggi kedua tahun ini pada hari Kamis. Bursa saham menguat lebih dari 1% di sesi sebelumnya berkat rilis data ekonomi  AS yang lebih baik dari perkiraan. Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 105,90 poin atau 0,70% ke 15070,18. Standard &  Poor's 500 Index <.SPX> jatuh 9,63 poin atau 0,59% ke 1626,73. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> kehilangan 21,81 poin atau  0,63% ke 3423,56.   

• Perhatian  pasar  saat  ini  tertuju  pada  sidang  The  Fed  pekan  ini,  yang  diharapkan  akan  memberikan  kejelasan  terhadap  rencana  untuk  mengurangi/mengakhiri program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulannya. 

• Data ekonomi AS di hari Jumat kemarin menunjukkan sentimen konsumen turun tipis dari level tertinggi enam tahun pada bulan Juni,  sementara output manufaktur relatif stabil (sedikit membaik) bulan lalu, menunjukkan ekonomi tetap pada jalur pertumbuhan moderat.  Data  lain  menunjukkan  harga  grosir  naik  lebih  dari  yang  diharapkan  pada  bulan  Mei,  tetapi  tekanan  pada  underlying  inflation  masih  mampu diredam. 

• Indeks saham Eropa naik 0,2%. Sedangkan ekuitas pasar berkembang berdasarkan barometer MSCI naik 1,1%, meskipun masih mencatat  kerugian minggu kelima secara berturutan. 

• Meskipun tercatat naik 2% pada hari Jumat, indeks Nikkei Jepang mencatat kerugian lebih dari 15% sejak medio Mei. Volatilitas di pasar  saham telah memicu rebound tajam yen. 

• Dolar jatuh 1,2% ke 94,21 yen dan mencatat turun 3,4% dalam sepekan, kerugian mingguan terbesarnya sejak Juli 2009. Euro kehilangan  1,4% ke 125,70 yen. Terhadap dolar, euro merosot 0,2% ke $1,3347. 

• Treasury AS tenor 10 tahun naik 4/32 dengan yield di 2,1331 persen, menyusul pelaku pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan  suku bunga mendekati 0% guna mendukung pemulihan ekonomi bahkan disaat bank sentral mengurangi pembelian obligasinya tahun ini. 

• Harga  minyak  naik  karena  berita  bahwa  Amerika  Serikat  telah  resmi  mengirimkan  senjata  AS  kepada  pemberontak  Suriah  memicu  kekhawatiran tentang pasokan minyak Timur Tengah. Meskipun Suriah bukanlah pemasok minyak dunia, investor khawatir bahwa perang  sipil bisa menyebabkan kerusuhan di daerah penghasil minyak di Timur Tengah. Brent crude <LCOc1> naik 98 sen untuk ditutup di $105,93  per barel, sementara U.S. crude <CLc1> naik $1,16 ke $97,85 per barel, setelah menembus level tertinggi 9 bulan. 

• Harga emas naik tipis ke$1388 per ons, ditopang oleh meningkatnya permintaan pada emas koin dan batangan serta menurunnya ekuitas  AS. Meningkatnya tekanan geopolitik di Timur Tengah juga membantu meningkatkan minat pada emas sebagai safe‐haven asset. 


GOLD & COMMODITIES
• Permintaan  yang  bertambah  untuk  koin  dan  batangan  dan  ditekan  dalam  pasar  ekuitas  AS  mendorong  naik  emas  dalam  harian  dan  mingguannya pada Jumat lalu. 

• Para  trader  mengatakan  naiknya  tensi  geopolitik  di  Timur  Tengah  juga  mendorong  keterarikan  pada  logam  mulia.  Diplomat  Barat  mengatakan AS mempertimbangkan mempersiapkan tidak ada zona terbang di Suriah, yang mana akan menghadirkan intervensi pertama  dalam perang sipil, setelah Gedung Putih mengatakan Suriah telah melewati “red line” dengan menggunakan gas syaraf. 

• Logam mulia naik sekitar 3 persen dalam mingguan. Saat ini telah mencatatkan kenaikan dalam tiga dari empat minggunya mengikuti aksi  jual dua harinya dalam pertengahan April. 

• "We've seen volume remain strong after it dramatically picked up starting in the middle of April," kata Scott Carter, CEO pada precious  metals  dealer  Lear  Capital,  menambahkan  bahwa  penurunan  tajam  harga  mendorong  para  investor  untuk  melakukan  pembelian  fisik  emas dan perak.  


OIL & COMMODITIES
• Oil dan U.S. crude menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam sembilan bulan pada hari Jumat, setelah rilis berita bahwa Amerika Serikat sebagai pihak yang berwenang telah mengirim peasokan senjata mereka untuk pemberontak Suriah, memicu kekhawatiran supplies
pasokan Timur Tengah.

• Presiden Barack Obama secara resmi mempersenjatai pemberontak di Suriah setelah Gedung Putih mengatakan punya bukti bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap warganya sendiri.

• Meskipun Suriah bukanlah pemasok utama minyak global, para investor khawatir bahwa perang sipil bisa menyebabkan kerusuhan di daerah penghasil minyak di Timur Tengah dimana wilayah itu adalah penghasil dari sepertiga minyak dunia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa dukungan militer AS terhadap pasukan pemberontak Suriah dapat memicu kekerasan di Timur Tengah.

• "Elevated worries about Syria seems to have attracted some fresh length in the market," ucap Gene McGillian, analis Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

• Pemberitaan itu memicu crude keluar dari rentang transaksi perdagangan yang lemah, berdampak terhadap global benchmark Brent yang mana meningkat dan menyentuh level tertinggi untuk dua bulan terakhir dan US West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level tertinggi sembilan bulan, pergerakan harga telah keluar dari level perdagangan 90 dollar hingga 97 dollar/barel dimana telah berlangsung sejak 1 Mei.

• Front‐month Brent futures <LCOc1> settled 98 cents higher at $105.93 per barrel, the highest settlement price since April 9, after touching a high of $106.64

• Kontrak berjangka Brent <LCOc1> ditutup menguat 98 sen hingga menyentuh nilai 105,93 dollar/barel, level penutupan perdagangan tertinggi sejak 9 April, setelah sempat menyentuh level tertinggi di 106,64 dollar/barel

• U.S. oil <CLc1> ditutup menguat 1,16 dollar dengan nilai 97,85 dollar/barel, level penutupan perdagangan tertinggi sejak akhir Januari, setelah sempat menyentuh level tertinggi Sembilan bulan dengan nilai 98,25 dollar/barel. U.S. oil <CLc1> telah meningkat 1,9 persen dalam pekan ini.


EURO ZONE
• Suatu kelompok kerja dari kementerian dan pejabat zona euro mendukung pembayaran bailout Yunani berikutnya, dua pejabat menteri keuangan Yunani  mengatakannya Jumat lalu, suatu  keputusan yang lebih mudah dari penutupan state broadcaster ERT.  

• Pembayaran 3.3 milyar euro ($4.4 milyar) disetujui oleh menteri keuangan zona euro bulan lalu, bergantung pada patokan untuk bertemu pada bulan Juni dari upaya pemberantasan korupsi,  bantuan utang rumah tangga dan reformasi dari pasar listrik.  

• Sumber mengatakan Eurogroup Working Group, yang terdiri dari deputi menteri keuangan dan pejabat tresuri senior, saat ini telah mendukung pencairan, jalan mulus bagi blok mata uang untuk  menteri keuangan menandatangani diatasnya.  

• Inflasi  dalam  zona  euro  naik  dari  level  terendah  tiga  tahunnya  pada  bulan  Mei,  tetapi  masih  cukup  rendah  untuk  European  Central  Bank  dalam  bertindak  mendorong  ekonomi  yang  mana  mencurahkan usaha pada tingkat peningkatan.  

• Bank sentral mengekspektasi recovery ekonomi dalam wilayah euro untuk mendobrak tahun ini, tetapi terlihat beresiko untuk bertumbuh dari berlanjutnya program austerity pemerintah dan  karena perusahaan‐perusahaan berjuang untuk mengakses kredit dari bank‐bank.  

• Para pemimpin negara‐negara terkaya didunia kemungkinan untuk mengatakan minggu depan bahwa mereka tidak puas dengan kemajuan dalam memperbaiki perekonomian mereka setelah  krisis ekonomi. Suatu rancangan dari pernyatan resmi yang sedang dipersiapkan untuk pemimpin pada summit Group of Eight, yang mana diperoleh oleh Reuters, mengatakan tindakan yang  diambil pelaku kebijakan di AS, zona euro dan Jepang telah meraih pengurangan resiko terhadap ekonomi global.  

• "While countries have taken steps to avoid  the worst of the tail risks that faced  the world economy in 2012, many of these vulnerabilities remain with us in 2013, highlighting the need for  countries to press ahead with the necessary reforms to restore sustainable growth and jobs," rancangan menyatakannya.  

• Perancis tidak mungkin untuk kembali ke pertumbuhan pra krisis dalam dalam waktu dekat, kantor statistik INSEE mengatakan dalam perkiraan pada tingkat pertumbuhan potensial untuk tahun  2015‐2025.  

• Negara terbesar kedua dalam ekonomi zona euro itu, yang turun dalam resesi dangkal diawal tahun, bertumbuh dari rata‐rata 2.2 persen per tahun dari 1994‐2007, sebelum krisis keuangan.  Tetapi menurut INSEE, potensi pertumbuhan, didasarkan perkiraan yang kompleks dari produktivitas yang mendasari dan pemanfaatan tenaga kerja dan modal, yang dibayangi antara 1.2 dan  1.9 persen per tahun pada tahun 2015‐2025, dengan skenario yang lebih mungkin pada 1.5 persen.  


U.K.
• Sterling terkoreksi terhadap dolar pada hari Jumat, turun kembali dari level tertinggi 4 bulan yang dicapai hari sebelumnya, menyusul ketidakmampuannya untuk  terapresiasi  tajam  di  atas  level  resistance  kuatnya  (MA200)  sehingga  memicu  aksi  ambil‐untung  investor.  Meskipun  demikian,  sterling  nampaknya  akan  tetap  mempertahankan  tren  kenaikannya  menyusul  meredanya  ekspektasi  mengenai  kelanjutan  stimulus  oleh  BoE  setelah  data  ekonomi  Inggris  belakangan  ini  dirilis  optimis. 

• Sterling juga berhasil memangkas kerugiannya terhadap dolar setelah muncul keraguan terhadap penarikan stimulus oleh bank‐bank sentral dan juga setelah rilis data  sentimen konsumen AS yang melemah. 

• Disamping sidang The Fed yang pekan ini akan mendominasi perhatian pelaku pasar, dari dalam negeri Inggris sejumlah data ekonomi juga akan dirilis, diantaranya  data CPI dan PPI (Mei), BoE minutes (Juni), retail sales (Mei) dan PSNB (Mei). 

• Sementara itu, para pemimpin negara‐negara terkaya di dunia cenderung akan mengatakan dalam sidang G8 pekan ini bahwa mereka tidak puas dengan kemajuan  yang dicapai sejauh ini dalam memperbaiki perekonomian mereka setelah krisis keuangan. Pemimpin dari negara‐negara terkaya dunia termasuk Amerika Serikat dan  Rusia, Barack Obama dan Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di padang golf mewah Lough Erne, Irlandia Utara pada 17‐18 Juni.   

JAPAN
• Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan pada hari Jumat bahwa Jepang bertekad untuk meyakinkan investor bahwa pemerintah Jepang serius mengamankan pertumbuhan ekonomi yang solid dan kesehatan fiskal sebagai cara yang terbaik untuk menenangkan pasar keuangan.

• Wakil Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura berusaha mengurangi dampak gejolak pasar baru‐baru ini seiring koreksi yang mampu dijelaskan setelah pergerakanan pertumbuhan yang cepat di beberapa waktu yang lalu, tetapi yakin bahwa Tokyo akan cepat menerapkan pertumbuhan dan strategi fiskal
yang disetujui.

• "We share the view that stock and currency markets are going through correction after rapid moves but that there's no need to respond in a haste," Nishimura mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

• "We also take it that markets are pushing us to carry out our plans, so we've made a firmer resolve to steadily implement them. As long as we make steady efforts, we are not worried about the overall economy.".


AUSTRALIA
• Dalam perubahan peristiwa yang luar biasa, orang‐orang Australia saat ini terlihat untuk lebih khawatir mengenai perekonomian mereka sendiri daripada kejadian  luar negeri.  

• Untuk beberapa tahun terakhir bangsa telah khawatir mengenai potensi ledakan dari Uni Eropa dan ketakutan AS tenggelam dibawah beban utang yang besar dan  defisit anggaran. Sementara itu kekhawatiran bisa berlama‐lama, kekhawatiran terbesar yang mungkin memburuk daripada yang dialami mereka.  

• Survei consumer sentiment bulanan termasuk langkah pada responden mengenang topik utama dan apakah mereka menguntungkan atau tidak.  

• Tresuri NSW Mike Baird mengatakan bujet ketiganya akan memprioritaskan pendanaan untuk infrastruktur dan layanan terdepan.  

• Tetapi dia memperingatkan pendapatan yang menekan outlook akan membuat sulit untuk mendorong anggaran kedalam sisi positif sementara itu mempertahankan  peringkat kredit negara AAA.  

• Mr Baird mementingkan "difficult global economic conditions and the chaos coming out of Canberra" dengan sebagai salah satu kemunduran yang dihadapi negara.  

• "(But) the NSW government will continue to prioritise funding to deliver better frontline services and invest in critical infrastructure," katanya ke AAP.  

• Harga obligasi Australia telah mengikuti Tresuri AS menguat karena peluang the Fed AS berputar‐putar kembali pada program pembelian aset sebesar $US85 juta yang  menjadi kurang mungkin.  


SWISS
• Franc Swiss berhasil rebound terhadap dolar pada perdagangan hari Jumat kemarin, dipicu kekhawatiran bahwa bank‐bank sentral dunia akan menarik stimulusnya  dan juga setelah rilis data sentimen konsumen AS yang menunjukkan penurunan. 

• Meskipun demikian, franc Swiss masih cenderung untuk melanjutkan tren bearish‐nya menyusul kondisi ekonomi zona euro yang masih suram sebagai mitra dagang  utama Swiss. 

• Pemogokan 24 jam di Yunani yang mengganggu ketersediaan angkutan umum telah memperburuk kondisi kawasan, dan telah menekan nilai tukar mata uang tunggal. 

• Disamping sidang The Fed yang pekan ini akan mendominasi perhatian pelaku pasar, dari dalam negeri Swiss sejumlah data ekonomi juga akan dirilis, diantaranya  data  sentimen  investor  ZEW  untuk  bulan  Juni  (Rabu),  data  neraca  perdagangan  bulan  Mei  (Kamis)  dan  sidang  reguler  SNB  di  hari  Kamis  yang  diperkirakan  akan  memangkas tipis suku bunganya menjadi 0,13% dari 0,25% sebelumnya. 


• Sementara itu, para pemimpin negara‐negara terkaya di dunia cenderung akan mengatakan dalam sidang G8 pekan ini bahwa mereka tidak puas dengan kemajuan  yang dicapai sejauh ini dalam memperbaiki perekonomian mereka setelah krisis keuangan. Pemimpin dari negara‐negara terkaya dunia termasuk Amerika Serikat dan  Rusia, Barack Obama dan Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di padang golf mewah Lough Erne, Irlandia Utara pada 17‐18 Juni.   

Friday, June 14, 2013

Headline News 14.03.13

US & GLOBAL
• Bursa  Wall  Street  menguat  lebih  dari  1%  pada  hari  Kamis  setelah  rilis  yang  lebih  baik  dari  perkiraan  untuk  data  ekonomi  AS  telah  mengurangi kekhawatiran mengenai penarikan kembali program stimulus bank sentral, sementara dolar AS jatuh ke level terendah 10  pekan  terhadap  yen.  Kenaikan  dalam  ekuitas  AS  diikuti  penurunan  6,4%  pada  indeks  Nikkei  Jepang  di  sesi  overnight,  koreksi  harian  tertajam kedua selama lebih dari 2 tahun terakhir. Bursa saham Eropa kehilangan lebih dari 1% sebelum akhirnya mengalami rebound dan  ditutup melemah tipis. 

• Penjualan  ritel  AS  naik  melebihi  perkiraan  di  bulan  Mei  dan  jobless  claims  turun  di  pekan  lalu,  sinyal  membaiknya  ekonomi  dalam  menghadapi pengetatan moneter di Washington. 

• "The bright spot for the entire week was the data point today on U.S. retail sales. That data supports the notion that the U.S. consumer is  moving  forward  with  spending  despite  the  uncertainty  of  Fed  tapering,"  kata  Anastasia  Amoroso,  global  market  strategist  pada  J.P.  Morgan Funds di New York.  

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 180,85 poin atau 1,21% di 15176,08. Sedangkane Standard & Poor's 500 Index <.SPX>  bertambah 23,84 poin atau 1,48% di 1636,36. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 44,94 poin atau 1,32% di 3445,36.   

• Perhatian  pasar  terhadap  kemungkinan  dipercepatnya  penarikan  dukungan  bank  sentral  pada  proses  pemulihan  ekonomi  telah  memuncak setelah komentar terkini dari Kepala The Fed Ben Bernanke mengenai program stimulus The Fed dan keputusan BOJ yang  mempertahankan kebijakan moneternya. 

• Kekhawatiran tersebut telah memicu tekanan jual pada ekuitas global, emerging markets, obligasi dan komoditas dan mendorong naiknya  yen secara tajam. 

• Sidang The Fed pekan depan akan digelar pada hari Selasa‐Rabu. Jika The Fed tidak memberikan petunjuk akan segera mengakhir program  stimulusnya, maka bursa saham akan terus melanjutkan rally‐nya. 

• Indeks MSCI global telah mengikis kerugiannya dan ditutup menguat 0,3% di 362,92, meskipun masih jauh di bawah level puncak 5 tahun  yang dicapai bulan lalu. Indeks saham Eropa ditutup melemah 0,07%, setelah berhasil mengikis kerugiannya seiring maraknya bargain‐ hunting pada saham pertambangan dan perbankan. 

• Sementara untuk indeks ekuitas di emerging markets menembus level terendah 11 bulan dan terakhir tercatat melemah 0,8%. Sebagian  besar mata uang di negara berkembang masih mengalami tekanan, dengan mata uang rupee India jatuh ke rekor terendahnya. 

• Dolar turun 0,8% ke 95,26 yen, menyusul melemahnya pasar Jepang dan pasar negara berkembang telah mendorong investor untuk buy  back  mata  uang  yen.  Dolar  mencatat  intraday  low  di  93,78  yen,  level  terendahnya  sejak  4  April,  mengembailkan  hampir  seluruh  keuntungannya yang dibuat sejak BOJ mengumumkan kebijakan moneter longgar yang agresif di hari tersebut. 

• Pelemahan  pada  saham  Jepang  juga  telah  mendorong  investor  untuk  meredam  kejatuhan  yen,  dimana  hal  ini  juga  turut  mendorong  penguatan yen. 

• Euro kehilangan 0,6% di 127,23 yen, sementara terhadap dolar, euro naik 0,2% ke $1,3363. 

• Brent crude <LCOc1> naik 76 sen dan ditutup di $104,25 per barel, setelah mencatat intraday low di $102,75 berkenaan laporan yang  mengindikasikan  melemahnya  permintaan,  termasuk  pemangkasan  outlook  untuk  pertumbuhan  ekonomi  global  oleh  Bank  Dunia.  Sementara U.S. crude <CLc1> naik 81 sen dan ditutup di $96,69 per barel.  

• Harga emas turun tipis ke $1383,76 per ons.   

• Investors memburu obligasi pemerintah, dengan Treasury AS tenor 10 tahun naik 25/32 dengan yield di 2,1381 persen. Sedangkan obligasi  pemerintah Jerman mencatat kenaikan terbesarnya dalam sepekan. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot Kamis lalu setelah penguatan dari ekspektasinya data ekonomi AS yang membantu menenangkan permasalahan mengenai  akan dimulainya dari meredanya stimulus the Fed AS. 

• Platinum  group  metal  juga  anjlok  dari  menenangkannya  kekhawatiran  pasokan  setelah  serikat  buruh  tambang  utama  Afrika  Selatan  menunda rencana pemogokan. 

• Emas  masih  menyisakan  penurunan  setelah  pemerintah  AS  mengatakan  penjualan  ritel  naik  melebihi  ekspektasi  pada  bulan  Mei  dan  aplikasi pertama kalinya untuk jobless benefit turun minggu lalu, menunjukkan tanda‐tanda ketahanan ekonomi meskipun pengetatan ikat  pinggang oleh AS.  

• Data terlihat menambah argumentasi untuk the Fed mengakhiri pembelian obligasi bulanan sebesar $85 milyar. Para analis mengatakan  bahwa secara bertahap mengakhiri stimulus the Fed yang siap mendorong tingkat suku bunga jangka pendek AS naik, digambarkan dalam  yields Treasury bond, dan bahwa menahan emas dari kenaikan kedepannya.  

• "It's the old argument that when you foresee  rate rises then the opportunity cost of holding gold will be higher and less attractive for  investors," kata analis Danske Bank Christin Tuxen.  

• "Gold prices are vulnerable to additional declines over the next few months. You have reduced import demand for gold from India, healthy  supply growth this year, and overall reductions in investor interest," ungkap Erica Rannestad, analis precious metals pada commodities firm  CPM Group. 


OIL & COMMODITIES
• Pergerakan nilai Brent crude oil menguat pada hari Kamis, akibat dampak menguatnya ekuitas AS dalam sesi perdagangan akhir setelah data AS menunjukkan penjualan ritel lebih kuat dari perkiraan dan penurunan klaim pengangguran mingguan.

• Rilis data yang positif didukung kenaikan di awal sesi perdagangan Brent crude dan membantu mendorong U.S. crude bergerak menuju zona positif dan sebelum akhir sesi perdagangan, pergerakan harga dipimpin oleh gasoline futures yang menutup sesi perdagangan bergerak menuju level pergerakan harga yang lebih tinggi.

• U.S. retail sales menguat 0,6 persen pada bulan Mei setelah menguat tipis sebesar 0,1 persen pada bulan April. Sebuah laporan terpisah menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melemah pada pekan lalu, mendekati level terendah dalam lima tahun.
• Kontrak berjangka Brent crude <LCOc1> untuk bulan Juli, akan berakhir pada hari Kamis, menguat sebesar 76 sen ditutup dengan nilai kontrak 104,25 dollar/barel, setelah sempat melemah menyentuh nilai terendah di 102,75 dollar/barel.

• Kontrak berjangka U.S. oil <CLc1> untuk bulan Juli , menguat 81 sen ditutup dengan nilai 96,69 dollar/barel. U.S. crude telah mencatatkan keuntungan dalam enam dari sembilan sesi perdagangan terakhir. Penguatan ini mendorong pergerakan harga menembus trendline jangka menengah yang telah menekan pasar dengan pasti.

• "The market finally broke out from that level, and then there was some follow‐through," ucap Michael Korn, president of Skokie Energy di Princeton, New Jersey. 


EURO ZONE
• Para pemimpin dari Group of Eight (G8) negara‐negara industri kemungkinan untuk mendiskusikan peran dari bank sentral dan kebijakan moneter pada summit di Irlandia Utara minggu depan,  sebuah sumber dari Jerman mengatakannya Kamis lalu.  

• "It is understandable that there are different views of the role of central banks and monetary policy around the world," kata pejabat Jerman, mencatatkan bahwa para pemimpin dar tiga zona  euro, AS, Inggris, Jepang, Rusia dan Kanada, akan hadir mewakili berbagai pandangan.  

• "The introduction of looser monetary policy could form part of the discussions," pejabat mengatakannya pada reporter.   

• Aksi  jual  pada  pasar  global  mengalami  akselerasi  dari  tumbuhnya  kekhawatiran  bahwa  bank  sentral  kemungkinan  memulai  untuk  mempertimbangkan  kembali  stimulus  yang  membantu  mendorong harga aset ke level tertinggi historis tahun ini. 

• Harga rumah di Spanyol melemah kedalam fase tercepatnya dalam kuartalan yang dicatatkan dalam kuartal pertama, data menunjukkannya, yang memperkirakan recovery dari pasar properti  yang crash telah menekan banyak bank‐bank dalam seluruh kemampuan diatas sebelumnya.  

• Harga‐harga melemah 6.6 persen dari bulan terakhir tahun 2012, gambaran National Statistics Institute Kamis lalu menunjukkannya, karena bank‐bank masih enggan untuk meminjamkan dan  permintaan  konsumen  dibatasi  oleh  dalamnya  resesi.  Dalam  basis  tahunan,  harga‐harga  melemah  14.3  persen.  Penurunan  kuartalan  merupakan  yang  terbesar  sejak  institute  memulai  pencatatannya tahun 2007.  

• Pajak pendapatan Perancis kemungkinan akan anjlok 8 milyar euro ($10.6 milyar) jauh dari ekspektasi awal tahun karena pelemahan ekonomi mengurangi pajak penjualan, menteri anggaran  mengatakannya.  

• Pengakuan  pemerintah  dalam  pertumbuhan  ekonomi  bulan  April  terbukti  melemah  dari  ekspektasi,  yang  mana  akan  menghasilkan  keseluruhan  pendapatan  14  milyar  euro  lebih  rendah  daripada bujet yang dianggarkan sebenarnya  

• Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras bergerak untuk meredakan krisis politik atas pemerintah yang mendadak menutup state broadcaster ERT yang mendorong pemogokan Kamis lalu dan  membawa tibuan orang kejalan untuk melakukan protes.


U.K.
• Sterling bergerak mendekati level tertinggi 4 bulan terhadap dolar pada hari Kamis menyusul pelaku pasar mengendurkan ekspektasi mereka mengenai kemungkinan bank‐bank  sentral akan melanjutkan stimulusnya seiring optimisme membaiknya perekonomian Inggris. 

• Penguatan sterling juga nampaknya dipengaruhi oleh kejatuhan dolar secara umum setelah investor melepas mata uang AS tersebut karena tumbuhnya keraguan apakah The Fed  akan mengurangi/mengakhiri program stimulusnya. 

• Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5715, setelah menembus level puncak di $1,5734, yang merupakan level tertinggi sejak 11 Februari dan sekaligus menembus area  MA200 di $1,5700. Jika sterling mampu bertahan di atas area $1,5700 maka rally cenderung akan berlanjut. 

• Kepala BoE yang baru, Mark Carney, yang akan mulai menjabat bulan Juli mendatang, nampaknya akan mengadopsi kebijakan moneter yang pro pertumbuhan hingga tercapai  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  
  • Pasar saat ini sedang menantikan sidang The Fed yang akan digelar pekan depan pada tanggal 18‐19 Juni. 

JAPAN
• Pemerintah Jepang menaikkan penilaian untuk bulan kedua secara beruntun terhadap perekonomian di bulan Juni seiring menguatnya ekspor dan output industri yang mendukung pemulihan ekonomi yang pasti dipimpin oleh kebijakan stimulus fiskal dan ekspansi moneter .

• Perekonomian semakin membaik, ucap pemerintahan dalam laporan perekonomian bulanan yang diterbitkan pada hari Kamis, dengan catatan yang sedikit lebih optimis  dibandingkan bulan sebelumnya ketika itu digambarkan sebagai peningkatan pertumbuhan perekonomian secara bertahap.

• Perbaharuan indeks data perekonomian sebagai sinyal lebih lanjut guna mendorong upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menarik negara perekonomian terbesar ketiga di dunia dari hampir dua dekade deflasi dan stagnasi, dengan langkah‐langkah kebijakan stimulus dan pelonggaran moneter yang dikenal 'Abenomics'.

• Ekspektasi terhadap pemulihan perekonomian ini sejalan dengan BoJ dimana BoJ meningkatkan harapan terhadap perekonomian untuk bulan keenam beruntun pada hari Selasa, dan BoJ menyebutnya dengan istilah “it is picking up”. BoJ belum mengeluarkan langkah‐langkah kebijakan baru dengan alasan bahwa pasar obligasi telah stabil.

• "Exports, which are key (to growth), show a clear trend of pickup and output is rising for five months in a row," seorang pejabat Kantor Kabinet mengatakan. "As such we see some signs of a favourable cycle of demand leading to output and household income.".


AUSTRALIA
• Setiap orang memperkirakan tingkat pengangguran naik tahun ini, tetapi terlihat kemungkinan kenaikan terlambat.

• Tingkat pengangguran bulan Mei berada 5.5 persen, sedikit membaik daripada 5.6 persen, perkiraan para ekonom.

• Jumlah orang dengan pekerjaan naik sebesar 1.100 dalam bulanan, meskipun ekspektasi turun 10.000.

• Jumlah perkiraan, termasuk satu dar tresuri federal mengekspektasi proporsi dari orang‐orang keluar dari kerja naik menjadi 5.75 persen dalam 12 bulan mendatang.

• Ekonom senior RBC Capital Markets Su‐Ling Ong mengatakan tingkat pengangguran sejauh ini telah berhasil untuk menolak kenaikan besar tapi dia masih mengharapkan untuk meningkat tahun ini.

• Gambaran dari angkatan kerja terakhir menunjukkan perekonomian kehilangan momentum, treasuri bayangan Joe Hockey mengatakannya.

• Tingkat pengangguran sebesar 5.5 persen bulan Mei, turun dari revisi naik April sebesar 5.6 persen, Australian Bureau of Statistics mengatakannya.

• Total dari 1100 orang bergabung dalam tenaga kerja, utamanya menggambarkan kenaikan 6400 dalam part‐time workpekerja paruh waktu terhadap penurunan 5300 dalam fulltime employment/pekerja penuh.

• Harga obligasi Australia mengalami penguatan karena para dealer menentukan posisinya dari perdagangan pasar saham Asia yang choppy.


SWISS
• Bank sentral Swiss kemungkinan tidak akan melepaskan nilai patokan franc sebelum tahun depan dan bahkan mungkin mempertahankannya hingga tahun 2015 dan seterusnya,  demikian jajak pendapat Reuters menunjukkan pada hari Kamis. 

• Swiss National Bank menetapkan batasan nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 per euro pada bulan September 2011 setelah franc naik hampir 20% hanya dalam beberapa bulan  dan mengancam ekonomi Swiss ke dalam resesi dan deflasi. 

• Dari  23  ekonom  yang  menjawab  pertanyaan  soal  nilai  patokan  franc,  12  ekonom  memprediksi  nilai  patokan  akan  dihapus  sekitar  tahun  2014,  sedangkan  yang  lainnya  memprediksi kebijakan batasan nilai tukar tersebut akan dipertahankan hingga tahun 2015 atau jauh ke masa depan. 

• Sedangkan dari keseluruhan 34 ekonom yang disurvey, kesemuanya memprediksi SNB, dalam sidangnya 20 Juni mendatang, akan mempertahankan target kisaran untuk Swiss  franc LIBOR di 0 hingga 0.25 persen dan akan mempertahankannya mendekati 0% hingga 2014.  


• Pertumbuhan ekonomi Swiss meningkat di kuartal pertama, melampaui ekspektasi yang paling optimis sekalipun, dan pemerintah memprediksi tingkat pertumbuhan sebesar  1,4% di tahun 2013 ini. Sedangkan inflasi diprediksi akan mencatat penurunan yang lebih tajam dari perkiraan sebelumnya, di ‐0,3% dibandingkan proyeksi SNB sebelumnya di  bulan Maret di ‐0,2%. Inflasi diproyeksikan akan kembali ke teritorial positif di tahun 2014 dan akan meningkat di tahun 2015, dengan ekonom memprediksi masing‐masing di  0,3% dan 0,8%.