title cover

title cover

Thursday, July 4, 2013

Headline News 04.07.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global melemah pada hari Rabu dipicu kekhawatiran terhadap tanda‐tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan  semakin  memanasnya  pertikaian  politik  di  Portugal,  dimana  pembicaraan  mengenai  masa  depan  pemerintah  telah  menekan  euro  dan  mengancam akan menyulut kembali krisis zona euro. 

• Bursa saham AS melawan tren, berhasil menguat dalam sesi perdagangan yang singkat menjelang libur nasional AS untuk memperingati  Hari Kemerdekaan, setelah bergerak bolak‐balik pasca rilis data pekerjaan di sektor swasta yang membaik dan ekspansi yang lemah diluar  dugaan untuk data sektor jasa. 

• Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Portugal untuk tenor 10 tahun melejit di atas 8% dan bursa sahamnya merosot 5% ditengah  kekhawatiran  pemilihan  sela  bisa  menggagalkan  keluarnya  Lisbon  tahun  depan  dari  bailout  oleh  Uni  Eropa  dan  Dana  Moneter  Internasional. 

• Kekhawatiran  atas  kemampuan  Yunani  untuk memenuhi  persyaratan  bailout juga  mengangkat  prospek  krisis  utang  kembali bangkit  di  negara‐negara 'pinggiran' dari zona euro. 

• Harga minyak AS, sementara ini, mencapai tertinggi 14‐bulan di tengah kekhawatiran kerusuhan di Mesir dapat mengganggu kestabilan  Timur Tengah dan memicu gangguan pasokan. Emas naik lebih dari 1 persen karena dolar dan pasar ekuitas masih di bawah tekanan. 

• Krisis politik di Portugal memicu bursa negara mencatat hari terburuk dalam dua tahun dan menyeret saham‐saham perbankan turun,  penyumbang  terbesar  penurunan  saham  Eropa.  Saham  Portugal  ditutup  melemah  5,3%.  Saham  perbankan  Eropa  anjlok  1,8%  dan  FTSEurofirst 300 <.FTEU3> untuk saham‐saham utama Eropa terkoreksi 0,68% untuk ditutup di 1150,90. 

• Indeks ekuitas global dalam MSCI turun 0,47%, memangkas sejumlah kerugiannya seiring menguatnya bursa Wall Street. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 56,14 poin atau 0,38% di 14988,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  1,33 poin atau 0,08% di 1615,41. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 10,27 poin atau 0,30% di 3443,67.   

• Perusahaan  sektor  swasta  AS  menaikkan  jumlah  pekerjaan  di  bulan  Juni  dan  klaim  pengangguran  turun  dalam  2  pekan  berturutan,  mengisyaratkan  terus  membaiknya  pasar  tenaga  kerja.  Jumlah  pekerjaan  di  sektor  swasta  bertambah  188.000,  naik  dari  134.000  pertambahannya  di  bulan  Mei  sebelumnya,  demikian  laporan  dari  ADP  National  Employment  Report.  Sementara  kalangan  ekonom  sebelumnya  memprediksi  terjadi  kenaikan  160.000.  Namun  Institute  for  Supply  Management  melaporkan  indeks  jasa  turun  ke  52,2  di  bulan Juni dari 53,7 di bulan Mei, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan ke 54. Meskipun kondisinya masih menunjukkan ekspansi,  namun merupakan ekspansi terlemahnya sejak Februari 2010. 

• Bursa saham China jatuh setelah rilis data sektor jasa negara tersebut yang kurang menggembirakan dan diperparah oleh kekhawatiran  terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. 

• Yen menguat secara luas dipicu masalah politik di Portugal dan Yunani, meskipun memangkas keuntungannya terhadap dolar setelah data  menunjukkan  stabilnya  kondisi  pasar  tenaga  kerja  AS.  Dolar  jatuh  0,7%  ke  99,92  yen.  Euro  juga  tersungkur,  mencatat  turun  0,49%  ke  129,95 yen. 

• "The  unresolved  situation  in  Egypt  and  the  government  resignations  in  Portugal  are  an  issue.  We're  not  only  seeing  some  of  the  G10  currencies weaken, but also emerging market currencies," kata Nick Bennenbroek, head of currency strategy pada Wells Fargo Securities  di New York.  

• Perdagangan obligasi pemerintah juga terlihat limbung. Treasury AS tenor 10 tahun turun 9/32 dengan yield 2.5032 persen. Sedangkan  Bund futures Jerman naik setelah rilis data pekerjaan sektor swasta AS oleh ADP. Bund futures naik 57 poin di 142,26, setelah bergerak di  sekitar 142,43 sebelum rilis data. 

• Harga minyak naik dipicu penurunan tajam stok minyak AS dan kerusuhan yang berkembang di Mesir. Data stok minyak mingguan AS  turun lebuh dari 10 juta barel, penurunan terbesarnya dalam tahun ini selama hampir 13 tahun terakhir. Harga minyak mentah AS naik  $1,65 di $101,25 per barel setelah mencatat intraday high di $102,18. Sedangkan harga minyak Brent naik $1,75 ke $105,75. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik hampir satu persen Rabu lalu, karena dollar masih dibawah tekanan setelah data AS yang beragam dan gejolak politik di Mesir  dan Portugal yang memicu aksi beli pada safe haven. 

• Volume perdagangan yang tipis karena trader enggan untuk mengambil big position dan didepannya hari libur Kemerdekaan AS Kamis ini  dan data penting nonfarm AS Jumat besok. 

• "Today's strength is more to do with the dollar and equities markets after bad euro zone data, mixed U.S. numbers and renewed worries  about Portugal and Greece," analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov mengatakannya. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  ditutup  menguat  dalam  rangkaian  tiga  harinya  Rabu  lalu,  dengan  kontrak  New  York  di  settle  pada  level  tertinggi  dalam  14  bulannya, karena para trader khawatir mengenai kerusuhan di Mesir dan reaksi yang cepat pada pengetatan pasokan di pasar domestik AS 

• Sementara harga oil terdorong diatas level $101, kebanyakan para trader terpicu pada keributan, dengan premium pada European Brent  crude hingga US WTI menyentuh level tertingginya sejak tahun 2010 sebelum mulai untuk bertahan ditengah aksi beli tersebut. 

• Di Mesir, Presiden Mohamed Mursi menolak ultimatum militer untuk lengser. Sementara itu otoritas Terusan Suez mengatakan tidak ada  tanda‐tanda gejolak politik yang mengganggu pasokan hingga 2,4 juta barrel perhari pada transit oil, para trader tidak tenang sebenarnya. 

EURO ZONE
• Perekonomian  zona  euro  terlihat  berada  pada  jalurnya  untuk  merangkak  keluar  dari  resesi  dalam  semester  kedua  tahunan,  survei  menunjukkannya,  sama  seperti  ketegangan baru dalam krisis utang yang memasukkan semua resiko.  

• Markit's final Composite Eurozone Purchasing Managers' Index (PMI), survei bulanan dari ribuan perusahaan, naik ke level tertingginya sejak Maret 2012 bulan lalu,  menguat menjadi 48.7 dari 47.7 pada bulan Mei.  

• Ini masih  dibawah 50 ambang batas untuk pertumbuhan,  tetapi menandai membaiknya dari  level terendah yang terjadi musim gugur. Keseluruhan, PMI  konsisten  dengan perekonomian zona euro merosot sekitar 0.2 persen melalui April hingga Juni.  

• Beberapa pemerintah Uni Eropa dapat memberikan peluang lebih besar untuk memenuhi target bujet, Komisi Eropa mengatakannya, mengusulkan suatu interpretasi  liberal terhadap aturan untuk melawan tuduhan bahwa pemotongan pengeluaran yang memegang kembali ekonomi.  

• Krisis politik di Portugal mengancam untuk membayangi meeting dari para pemimpin Uni Eropa di Berlin Rabu yang mana Kanselir Angela Merkel telah mengharapkan  untuk mengubah citra diri sebagai pembela pengangguran Eropa menjelang pemilu Jerman.  

• Yunani  mengekspektasi  mencapai  kesepakatan  dengan  foreign  lenders  pada  meeting  Eurogroup  hari  Senin  pada  semua  yang  mengharapkan  reformasi  sektor  publik,pejabat kementerian keuangan mengatakannya.  


U.K.
• Sterling menguat terhadap dolar pada hari Rabu setelah data menunjukkan sektor jasa Inggris mencatat ekspansi terpesatnya selama lebih dari 2 tahun, membantu  mengurangi kemungkinan berlakunya kebijakan moneter longgar yang agresif. Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor jasa melonjak ke 56,9 di bulan Juni dari  54,9 di bulan Mei sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar.  

• Sterling naik 0,8% di sekitar $1,5282, rebound dari level terendah 1 bulan di $1,5130 yang dicapai di awal sesi. 

• Ketidakpastian terhadap kebijakan moneter bank sentral Inggris di bawah komando Mark Carney masih berpotensi membatasi penguatan sterling terhadap dolar,  yang mana mata uang AS mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya. 

• Namun rilis optimis data PMI Inggris di sektor manufaktur, konstruksi dan jasa dalam pekan ini telah memberikan indikasi membaiknya perekonomian dalam negeri di  kuartal kedua. Hal ini telah mendorong penguatan sterling, setelah pasar mempertimbangkan kembali pandangan mereka terhadap kemungkinan dberlakukannya  kebijakan moneter agresif oleh BoE. 

• Carney  akan  memimpin  sidang  BoE  untuk  pertama  kalinya  sejak  menjabat  gubernur  bank  sentral  Inggris  pada  malam  hari  nanti.  Hasil  jajak  pendapat  terkini  menunjukkan kemungkinan tidak terjadi perubahan suku bunga maupun kebijakan moneter. Namun Carney nampaknya akan memperkenalkan langkah‐langkah baru,  seperti memberikan panduan kedepan untuk langkah kebijakan, yang kemungkinan akan dilakukan secepatnya di bulan Agustus. 


JAPAN
• Meskipun  terlihat  adanya  tanda‐tanda  terang  dalam  perekonomian  Jepang,  namun  Bank  of  Japan  (BOJ)  khawatir  perekonomian  negara  tidak  cukup  kuat  untuk  menahan setiap guncangan tiba‐tiba dari luar negeri, menurut pihak‐pihak yang akrab dengan pemikiran BOJ yang mengutip China sebagai "risiko terbesar" ekonomi. 

• Keprihatinan atas kemampuan ekonomi terbesar kedua di dunia untuk mencapai soft landing kemungkinan akan membuat Cina menjadi salah satu agenda utama  untuk anggota dewan kebijakan BOJ pada pertemuan mereka minggu depan. Bank secara luas diperkirakan akan tetap berpegang pada kebijakan moneter utama  pada pertemuan tersebut. 

• Komentar terbaru menunjukkan kuatnya perhatian BOJ terhadap faktor luar negeri yang tak terduga yang bisa menggelincirkan perekonomian Jepang, seperti halnya  bank terlihat untuk meningkatkan penilaian ekonomi dan mengekspresikan kepercayaan yang lebih besar dalam pemulihan AS dan stabilisasi situasi di Eropa. 

• Perhatian tinggi muncul setelah upaya terakhir Beijing untuk menekan ekspansi kredit yang berlebihan memicu krisis kas dan ketidakpastian, menyusul dampaknya  melalui pasar saham di seluruh Asia termasuk bursa Tokyo.] 

• Deputi Gubernur BOJ  Hiroshi Nakaso telah mengatakan bahwa dewan kebijakan kemungkinan akan membahas tekanan kredit China pada pertemuan mendatang  pada 10 dan 11 Juli. Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal pekan lalu, Mr Nakaso mengatakan dewan akan membahas masalah "lebih mendalam  dan komprehensif." 


AUSTRALIA
• Bank  sentral  Australia  memberikan  sinyal  kuat  akan  melanjutkan  siklus  pemangkasan  suku  bunganya  untuk  memacu  pertumbuhan  ekonomi  menyusul  lesunya  kegiatan di sektor pertambangan yang mengancam terjadinya krisis pekerjaan di sektor tersebut. 

• Aussie merosot ke level $0,9039, level terendahnya selama hampir 4 tahun terakhir terhadap dolar, dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $0,9080, atau turun 0,6%  dari posisi penutupan New York hari Selasa. 

• Aussie  telah  menurun  lebih  dari  10%  dalam  dua  bulan  terakhir  menyusul  indikasi  memburuknya  perekonomian  dalam  negeri  akibat  lesunya  kegiatan  di  sektor  pertambangan yang mengancam terjadinya ledakan pengangguran. 

• Data ekonomi Australia yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan penjualan ritel yang naik tajam di bulan Januari dan Februari sebagai respon dari pemangkasan suku  bunga, di bulan Mei hanya mencatat kenaikan tipis 0,1%, lebih rendah dari perkiraan, sementara data bulan April direvisi turun menjadi ‐0,1% dari laporan awal 0,2%. 

• Australia juga mencatat surplus perdagangan yang kecil sebesar A$670 juta di bulan Mei, didukung oleh kuatnya pertumbuhan di sektor ekspor. 



SWISS
• Mata uang safe haven seperti yen dan juga franc Swiss menjadi mata uang yang banyak diburu investor, guna mencari perlindungan di tengah ketidakstabilan politik di Mesir dan  Portugal, meskipun tanda‐tanda membaiknya pasar tenaga kerja AS telah mengurangi tekanan jual pada dolar. 

• Mata uang Jepang dan franc Swiss, yang diminati selama masa kekacauan, juga didukung oleh kekhawatiran tentang kerusuhan di Mesir. Ketakutan itu bisa menggoyahkan Timur  Tengah dan mengakibatkan gangguan pasokan sehingga mendorong harga minyak ke level puncak 14‐bulan. 

• Di  Eropa,  Presiden  Portugal memanggil  partai  politik  utama untuk  pembicaraan  krisis  atas  masa  depan  pemerintah dengan  pasar  terguncang  di  tengah  kekhawatiran bahwa  pemilihan sela bisa mengganggu keluarnya Lisbon dari sebuah bailout internasional. Pengunduran diri menteri kedua di Portugal dalam beberapa hari telah memicu keraguan  mengenai apakah negara akan membaik dengan program bailout, sehingga membebani euro. 

• Sementara ECB dalam sidangnya nanti malam diperkirakan akan menjauhkan diri dari keputusan besar dan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar. 

• Dolar berhasil memangkas kerugiannya setelah data menunjukkan sektor swasta AS menambah pekerjaan lebih banyak dari yang diperkirakan di bulan Juni, sementara klaim  pengangguran mingguan turun untuk 2 minggu terakhir. Laporan tersebut memberikan dukungan positif terhadap laporan data non‐farm payrolls yang akan dirilis hari Jumat  besok dan memperkuat dugaan bahwa The Fed akan segera mengurangi/menghentikan program quantitative easing (QE) lebih cepat dari yang diperkirakan. 

• Akan tetapi, meskipun pasar tenaga kerja AS terlihat membaik, namun laporan data dari sektor jasa untuk periode Juni masih sangat buruk, setelah menunjukkan pertumbuhan  pada level terlemahnya selama lebih dari 3 tahun terakhir. 

• Non‐farm payrolls AS ditaksir akan menunjukkan peningkatan pekerjaan sebanyak 165.000 di bulan Juni dengan tingkat pengangguran sebesar 7,5%. 


• Dolar terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9470 franc, turun 0,35% dari posisi penutupan New York hari Selasa. Sedangkan euro melemah 0,1% terhadap franc Swiss di sekitar  1,2318 franc.

Wednesday, July 3, 2013

Headline news 03.07.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global melemah pada hari Rabu dipicu kekhawatiran terhadap tanda‐tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan  semakin  memanasnya  pertikaian  politik  di  Portugal,  dimana  pembicaraan  mengenai  masa  depan  pemerintah  telah  menekan  euro  dan  mengancam akan menyulut kembali krisis zona euro. 

• Bursa saham AS melawan tren, berhasil menguat dalam sesi perdagangan yang singkat menjelang libur nasional AS untuk memperingati  Hari Kemerdekaan, setelah bergerak bolak‐balik pasca rilis data pekerjaan di sektor swasta yang membaik dan ekspansi yang lemah diluar  dugaan untuk data sektor jasa. 

• Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Portugal untuk tenor 10 tahun melejit di atas 8% dan bursa sahamnya merosot 5% ditengah  kekhawatiran  pemilihan  sela  bisa  menggagalkan  keluarnya  Lisbon  tahun  depan  dari  bailout  oleh  Uni  Eropa  dan  Dana  Moneter  Internasional. 

• Kekhawatiran  atas  kemampuan  Yunani  untuk memenuhi  persyaratan  bailout juga  mengangkat  prospek  krisis  utang  kembali bangkit  di  negara‐negara 'pinggiran' dari zona euro. 

• Harga minyak AS, sementara ini, mencapai tertinggi 14‐bulan di tengah kekhawatiran kerusuhan di Mesir dapat mengganggu kestabilan  Timur Tengah dan memicu gangguan pasokan. Emas naik lebih dari 1 persen karena dolar dan pasar ekuitas masih di bawah tekanan. 

• Krisis politik di Portugal memicu bursa negara mencatat hari terburuk dalam dua tahun dan menyeret saham‐saham perbankan turun,  penyumbang  terbesar  penurunan  saham  Eropa.  Saham  Portugal  ditutup  melemah  5,3%.  Saham  perbankan  Eropa  anjlok  1,8%  dan  FTSEurofirst 300 <.FTEU3> untuk saham‐saham utama Eropa terkoreksi 0,68% untuk ditutup di 1150,90. 

• Indeks ekuitas global dalam MSCI turun 0,47%, memangkas sejumlah kerugiannya seiring menguatnya bursa Wall Street. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 56,14 poin atau 0,38% di 14988,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  1,33 poin atau 0,08% di 1615,41. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 10,27 poin atau 0,30% di 3443,67.   

• Perusahaan  sektor  swasta  AS  menaikkan  jumlah  pekerjaan  di  bulan  Juni  dan  klaim  pengangguran  turun  dalam  2  pekan  berturutan,  mengisyaratkan  terus  membaiknya  pasar  tenaga  kerja.  Jumlah  pekerjaan  di  sektor  swasta  bertambah  188.000,  naik  dari  134.000  pertambahannya  di  bulan  Mei  sebelumnya,  demikian  laporan  dari  ADP  National  Employment  Report.  Sementara  kalangan  ekonom  sebelumnya  memprediksi  terjadi  kenaikan  160.000.  Namun  Institute  for  Supply  Management  melaporkan  indeks  jasa  turun  ke  52,2  di  bulan Juni dari 53,7 di bulan Mei, kontras dengan ekspektasi terjadi kenaikan ke 54. Meskipun kondisinya masih menunjukkan ekspansi,  namun merupakan ekspansi terlemahnya sejak Februari 2010. 

• Bursa saham China jatuh setelah rilis data sektor jasa negara tersebut yang kurang menggembirakan dan diperparah oleh kekhawatiran  terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. 

• Yen menguat secara luas dipicu masalah politik di Portugal dan Yunani, meskipun memangkas keuntungannya terhadap dolar setelah data  menunjukkan  stabilnya  kondisi  pasar  tenaga  kerja  AS.  Dolar  jatuh  0,7%  ke  99,92  yen.  Euro  juga  tersungkur,  mencatat  turun  0,49%  ke  129,95 yen. 

• "The  unresolved  situation  in  Egypt  and  the  government  resignations  in  Portugal  are  an  issue.  We're  not  only  seeing  some  of  the  G10  currencies weaken, but also emerging market currencies," kata Nick Bennenbroek, head of currency strategy pada Wells Fargo Securities  di New York.  

• Perdagangan obligasi pemerintah juga terlihat limbung. Treasury AS tenor 10 tahun turun 9/32 dengan yield 2.5032 persen. Sedangkan  Bund futures Jerman naik setelah rilis data pekerjaan sektor swasta AS oleh ADP. Bund futures naik 57 poin di 142,26, setelah bergerak di  sekitar 142,43 sebelum rilis data. 

• Harga minyak naik dipicu penurunan tajam stok minyak AS dan kerusuhan yang berkembang di Mesir. Data stok minyak mingguan AS  turun lebuh dari 10 juta barel, penurunan terbesarnya dalam tahun ini selama hampir 13 tahun terakhir. Harga minyak mentah AS naik  $1,65 di $101,25 per barel setelah mencatat intraday high di $102,18. Sedangkan harga minyak Brent naik $1,75 ke $105,75. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas naik hampir satu persen Rabu lalu, karena dollar masih dibawah tekanan setelah data AS yang beragam dan gejolak politik di Mesir  dan Portugal yang memicu aksi beli pada safe haven. 

• Volume perdagangan yang tipis karena trader enggan untuk mengambil big position dan didepannya 
hari libur Kemerdekaan AS Kamis ini  dan data penting nonfarm AS Jumat besok. 

• "Today's strength is more to do with the dollar and equities markets after bad euro zone data, mixed U.S. numbers and renewed worries  about Portugal and Greece," analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov mengatakannya. 


OIL & COMMODITIES
• Harga  oil  ditutup  menguat  dalam  rangkaian  tiga  harinya  Rabu  lalu,  dengan  kontrak  New  York  di  settle  pada  level  tertinggi  dalam  14  bulannya, karena para trader khawatir mengenai kerusuhan di Mesir dan reaksi yang cepat pada pengetatan pasokan di pasar domestik AS 

• Sementara harga oil terdorong diatas level $101, kebanyakan para trader terpicu pada keributan, dengan premium pada European Brent  crude hingga US WTI menyentuh level tertingginya sejak tahun 2010 sebelum mulai untuk bertahan ditengah aksi beli tersebut. 

• Di Mesir, Presiden Mohamed Mursi menolak ultimatum militer untuk lengser. Sementara itu otoritas Terusan Suez mengatakan tidak ada  tanda‐tanda gejolak politik yang mengganggu pasokan hingga 2,4 juta barrel perhari pada transit oil, para trader tidak tenang sebenarnya. 


EURO ZONE
• Perekonomian  zona  euro  terlihat  berada  pada  jalurnya  untuk  merangkak  keluar  dari  resesi  dalam  semester  kedua  tahunan,  survei  menunjukkannya,  sama  seperti  ketegangan baru dalam krisis utang yang memasukkan semua resiko.  

• Markit's final Composite Eurozone Purchasing Managers' Index (PMI), survei bulanan dari ribuan perusahaan, naik ke level tertingginya sejak Maret 2012 bulan lalu,  menguat menjadi 48.7 dari 47.7 pada bulan Mei.  

• Ini masih  dibawah 50 ambang batas untuk pertumbuhan,  tetapi menandai membaiknya dari  level terendah yang terjadi musim gugur. Keseluruhan, PMI  konsisten  dengan perekonomian zona euro merosot sekitar 0.2 persen melalui April hingga Juni.  

• Beberapa pemerintah Uni Eropa dapat memberikan peluang lebih besar untuk memenuhi target bujet, Komisi Eropa mengatakannya, mengusulkan suatu interpretasi  liberal terhadap aturan untuk melawan tuduhan bahwa pemotongan pengeluaran yang memegang kembali ekonomi.  

• Krisis politik di Portugal mengancam untuk membayangi meeting dari para pemimpin Uni Eropa di Berlin Rabu yang mana Kanselir Angela Merkel telah mengharapkan  untuk mengubah citra diri sebagai pembela pengangguran Eropa menjelang pemilu Jerman.  

• Yunani  mengekspektasi  mencapai  kesepakatan  dengan  foreign  lenders  pada  meeting  Eurogroup  hari  Senin  pada  semua  yang  mengharapkan  reformasi  sektor  publik,pejabat kementerian keuangan mengatakannya.  


U.K.
• Sterling menguat terhadap dolar pada hari Rabu setelah data menunjukkan sektor jasa Inggris mencatat ekspansi terpesatnya selama lebih dari 2 tahun, membantu  mengurangi kemungkinan berlakunya kebijakan moneter longgar yang agresif. Purchasing Managers' Index (PMI) untuk sektor jasa melonjak ke 56,9 di bulan Juni dari  54,9 di bulan Mei sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar.  

• Sterling naik 0,8% di sekitar $1,5282, rebound dari level terendah 1 bulan di $1,5130 yang dicapai di awal sesi. 

• Ketidakpastian terhadap kebijakan moneter bank sentral Inggris di bawah komando Mark Carney masih berpotensi membatasi penguatan sterling terhadap dolar,  yang mana mata uang AS mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya. 

• Namun rilis optimis data PMI Inggris di sektor manufaktur, konstruksi dan jasa dalam pekan ini telah memberikan indikasi membaiknya perekonomian dalam negeri di  kuartal kedua. Hal ini telah mendorong penguatan sterling, setelah pasar mempertimbangkan kembali pandangan mereka terhadap kemungkinan dberlakukannya  kebijakan moneter agresif oleh BoE. 

• Carney  akan  memimpin  sidang  BoE  untuk  pertama  kalinya  sejak  menjabat  gubernur  bank  sentral  Inggris  pada  malam  hari  nanti.  Hasil  jajak  pendapat  terkini  menunjukkan kemungkinan tidak terjadi perubahan suku bunga maupun kebijakan moneter. Namun Carney nampaknya akan memperkenalkan langkah‐langkah baru,  seperti memberikan panduan kedepan untuk langkah kebijakan, yang kemungkinan akan dilakukan secepatnya di bulan Agustus. 


JAPAN
• Meskipun  terlihat  adanya  tanda‐tanda  terang  dalam  perekonomian  Jepang,  namun  Bank  of  Japan  (BOJ)  khawatir  perekonomian  negara  tidak  cukup  kuat  untuk  menahan setiap guncangan tiba‐tiba dari luar negeri, menurut pihak‐pihak yang akrab dengan pemikiran BOJ yang mengutip China sebagai "risiko terbesar" ekonomi. 

• Keprihatinan atas kemampuan ekonomi terbesar kedua di dunia untuk mencapai soft landing kemungkinan akan membuat Cina menjadi salah satu agenda utama  untuk anggota dewan kebijakan BOJ pada pertemuan mereka minggu depan. Bank secara luas diperkirakan akan tetap berpegang pada kebijakan moneter utama  pada pertemuan tersebut. 

• Komentar terbaru menunjukkan kuatnya perhatian BOJ terhadap faktor luar negeri yang tak terduga yang bisa menggelincirkan perekonomian Jepang, seperti halnya  bank terlihat untuk meningkatkan penilaian ekonomi dan mengekspresikan kepercayaan yang lebih besar dalam pemulihan AS dan stabilisasi situasi di Eropa. 

• Perhatian tinggi muncul setelah upaya terakhir Beijing untuk menekan ekspansi kredit yang berlebihan memicu krisis kas dan ketidakpastian, menyusul dampaknya  melalui pasar saham di seluruh Asia termasuk bursa Tokyo.] 

• Deputi Gubernur BOJ  Hiroshi Nakaso telah mengatakan bahwa dewan kebijakan kemungkinan akan membahas tekanan kredit China pada pertemuan mendatang  pada 10 dan 11 Juli. Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal pekan lalu, Mr Nakaso mengatakan dewan akan membahas masalah "lebih mendalam  dan komprehensif." 


AUSTRALIA
• Bank  sentral  Australia  memberikan  sinyal  kuat  akan  melanjutkan  siklus  pemangkasan  suku  bunganya  untuk  memacu  pertumbuhan  ekonomi  menyusul  lesunya  kegiatan di sektor pertambangan yang mengancam terjadinya krisis pekerjaan di sektor tersebut. 

• Aussie merosot ke level $0,9039, level terendahnya selama hampir 4 tahun terakhir terhadap dolar, dan terakhir tercatat bergerak di sekitar $0,9080, atau turun 0,6%  dari posisi penutupan New York hari Selasa. 

• Aussie  telah  menurun  lebih  dari  10%  dalam  dua  bulan  terakhir  menyusul  indikasi  memburuknya  perekonomian  dalam  negeri  akibat  lesunya  kegiatan  di  sektor  pertambangan yang mengancam terjadinya ledakan pengangguran. 

• Data ekonomi Australia yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan penjualan ritel yang naik tajam di bulan Januari dan Februari sebagai respon dari pemangkasan suku  bunga, di bulan Mei hanya mencatat kenaikan tipis 0,1%, lebih rendah dari perkiraan, sementara data bulan April direvisi turun menjadi ‐0,1% dari laporan awal 0,2%. 

• Australia juga mencatat surplus perdagangan yang kecil sebesar A$670 juta di bulan Mei, didukung oleh kuatnya pertumbuhan di sektor ekspor. 


SWISS
• Mata uang safe haven seperti yen dan juga franc Swiss menjadi mata uang yang banyak diburu investor, guna mencari perlindungan di tengah ketidakstabilan politik di Mesir dan  Portugal, meskipun tanda‐tanda membaiknya pasar tenaga kerja AS telah mengurangi tekanan jual pada dolar. 

• Mata uang Jepang dan franc Swiss, yang diminati selama masa kekacauan, juga didukung oleh kekhawatiran tentang kerusuhan di Mesir. Ketakutan itu bisa menggoyahkan Timur  Tengah dan mengakibatkan gangguan pasokan sehingga mendorong harga minyak ke level puncak 14‐bulan. 

• Di  Eropa,  Presiden  Portugal memanggil  partai  politik  utama untuk  pembicaraan  krisis  atas  masa  depan  pemerintah dengan  pasar  terguncang  di  tengah  kekhawatiran bahwa  pemilihan sela bisa mengganggu keluarnya Lisbon dari sebuah bailout internasional. Pengunduran diri menteri kedua di Portugal dalam beberapa hari telah memicu keraguan  mengenai apakah negara akan membaik dengan program bailout, sehingga membebani euro. 

• Sementara ECB dalam sidangnya nanti malam diperkirakan akan menjauhkan diri dari keputusan besar dan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar. 

• Dolar berhasil memangkas kerugiannya setelah data menunjukkan sektor swasta AS menambah pekerjaan lebih banyak dari yang diperkirakan di bulan Juni, sementara klaim  pengangguran mingguan turun untuk 2 minggu terakhir. Laporan tersebut memberikan dukungan positif terhadap laporan data non‐farm payrolls yang akan dirilis hari Jumat  besok dan memperkuat dugaan bahwa The Fed akan segera mengurangi/menghentikan program quantitative easing (QE) lebih cepat dari yang diperkirakan. 

• Akan tetapi, meskipun pasar tenaga kerja AS terlihat membaik, namun laporan data dari sektor jasa untuk periode Juni masih sangat buruk, setelah menunjukkan pertumbuhan  pada level terlemahnya selama lebih dari 3 tahun terakhir. 

• Non‐farm payrolls AS ditaksir akan menunjukkan peningkatan pekerjaan sebanyak 165.000 di bulan Juni dengan tingkat pengangguran sebesar 7,5%. 

• Dolar terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9470 franc, turun 0,35% dari posisi penutupan New York hari Selasa. Sedangkan euro melemah 0,1% terhadap franc Swiss di sekitar  1,2318 franc. 

Monday, July 1, 2013

Headline News 01.07.13

US & GLOBAL
• Pasar  ekuitas  global  menguat  untuk  hari  keempat  pada  Jumat  kemarin,  namun  barometer  untuk  bursa  saham  dunia  dan  aset  lainnya  masih  berakhir di zona merah untuk bulan Juni dan untuk kuartal kedua menyusul kekhawatiran stimulus The Fed akan segera ditarik yang mana telah  memicu volatilitas dan menekan sentimen pasar. Harga emas mencatat koreksi kuartalan tertajamnya selama 45 tahun, bahkan disaat pergerakan  harga di hari Jumat kemarin mencatat prosentase kenaikan harian terbesarnya dalam setahun terakhir. 

• Indeks S&P 500 jatuh di akhir pekan kemarin, namun rilis optimis data ekonomi dan upaya bank sentral China untuk meredakan kekhawatiran di  sektor kredit telah memberi dukungan positif bagi pasar ekuitas. MSCI's world equity index <.MIWD00000PUS> naik 0,15% pada hari Jumat dan  mencatat kenaikan lebih dari 1,3% dalam sepekan, meskipun untuk kuartal saat ini tercatat melemah 0,01%. 

• Pasar terlihat bergerak fluktuatif menjelang berakhirnya kuartal kedua, dan investor nampaknya memikirkan kembali dampak dari berakhirnya era  uang mudah (moneter longgar) dari The Fed dan bank sentral lainnya yang sebelumnya telah mendorong penguatan indeks saham. 

• "The market is continuing to adjust as we try to figure out what's going on with respect to Fed policy, and we should continue to see volatility as  things get sorted out. We're cooling off a little bit after a few days of strong action," kata Rex Macey, yang mengelola aset senilai $20 milyar  sebagai chief investment officer pada Wilmington Trust di Atlanta.  

• Di  penutupan  Wall  Street  hari  Jumat,  Dow  Jones  industrial  average  <.DJI>  merosot  114,89  poin  atau  0,76%  ke  14909,6,  dan  S&P  500  <.SPX>  kehilangan  6,92  poin  atau  0,43%  ke  1606,28  sedangkan  Nasdaq  Composite <.IXIC>  bertambah  1,38  poin  atau  0,04%  ke  3403,25.  Tidaks  eperti  pasar  lainnya,  ketiga  indeks  utama  Wall  Street  berhasil  ditutup  menguat  di  kuartal  kedua,  dengan  Dow  naik  2,27%,  S&P  500  naik  2,36%  dan  Nasdaq naik 4,15%.  

• Pasar  komoditas,  obligasi  dan  saham  global  telah  mengalami  volatilitas  yang  tinggi  sejak  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  di  pekan  sebelumnya  mengisyaratkan bahwa bank sentral akan segera memangkas pembelian obligasi kecuali jika ekonomi melambat. 

• Meskipun 2 anggota The Fed terlihat mundur dari komentar Bernanke, namun 2 anggota lainnya yaitu Gubernur Jeremy Stein dan Presiden Fed  Richmond Jeffrey Lacker pada hari Jumat kemarin memberikan komentar yang lebih agresif mengenai kapan bank sentral akan segera mengakhir  kebijakan moneter longgarnya. 

• “The  recent  choppiness  could  linger  in  markets  in  the  coming  days,  especially  going  into  the  release  next  Friday  of  the  government's  closely  watched monthly U.S. payrolls report. That could definitely set the tone for a date for QE" to start winding down,” kata Justin Lederer, seorang  strategis pada Cantor Fitzgerald di New York.  

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 4/32 dengan yield 2,4894 persen, dibandingkan dengan 2,476 persen di hari Kamis sebelumnya. 

• Sebuah survei Reuters terhadap 53 investor di seluruh Amerika Serikat, Eropa dan Jepang yang dirilis pada hari Jumat menemukan bahwa investor  telah mengurangi kepemilikan ekuitas rata‐rata mereka pada bulan Juni ke level terendah sembilan bulan karena volatilitas belakangan ini dan  memilih untuk memegang dana tunai. 

• Meskipun  emas  mencatat  prosentase  kenaikan  harian  terbesarnya  dalam  setahun  di  hari  Jumat,  namun  masih  ditutup  melemah  pada  perdagangan hari itu. Harga emas tercatat melemah sekitar 23% dalam basis kuartalan, prosentase penurunan kuartalan terbesarnya sejak 1968.  Emas saat ini diperdagangkan di kisaran $1233 per ons, level terendahnya sejak Agustus 2010. 

• Dari pasar uang dilaporkan, euro melemah 0,2% ke $1,3014, sedangkan dolar naik 0,8% terhadap yen di 99,16 yen. 

• FTSEurofirst  300  index  <.FTEU3>  ditutup  melemah  0,45%  dan  mengakhiri  bulan  Juni  dengan  melemah  5,3%  setelah  mencatat  kenaikan  12  bulanannya.  

• Sebelumnya, indeks MSCI untuk saham Asia‐Pasifik diluar Jepang  meningkat 1,4%, menjauhi level terendah 11 bulan dan menghapus kerugian  sepekan kemarin. Namun indeks masih tercatat melemah sekitar 7% tahun ini. 

• Bursa  saham  China  juga  mencatat  kenaikan  terbesarnya  dalam  2  bulan  setelah  bank  sentral  negara  tersebut  menegaskan  akan  menerapkan  kebijakan moneter yang pro pertumbuhan. 

• Brent crude oil futures <LCOc1> turun 0,7% namun naik 1,7% di bulan Juni, mencatat kenaikan bulanan  untuk pertama kalinya dalam 5 bulan  terakhir. Tembaga mencatat kenaikan namun masih melemah 10% dalam kuartal kedua yang merupakan kinerja terburuknya selama hampir 2  tahun terakhir.  


GOLD & COMMODITIES
• Emas  naik  lebih  dari  2  persen  Jumat  lalu  pada  akhir  kuartalan  terjadi  aksi  beli,  tetapi  logam  mulia  masih  mencatatkan  penurunan  terbesar  kuartalan  dalam  sekurang‐kurangnya  dalam  45  tahun  berkenaan  dengan  aksi  jual  ditengah  kekhawatiran  the  Fed  AS  kemungkinan  mempertimbangkan kembali program stimulus. 

• Logam  mulia  rally  2,3  persen  khususnya  dari  harian  yang  berkesan  dari  sedikitnya  berita  makro  ekonomi  dan  pergerakan  yang  tidak  dramatis  bersamaan dengan komoditas dan pasar keuangan. Perak naik 6 persen untuk kenaikan harian terbesarnya sejak bulan Januari 2012. 

• Setelah rally Jumat lalu, emas masih melemah 23 persen untuk kuartal keduanya, penurunan terbesar sejak sekurang‐kurangnya tahun 1968, data  Reuters menunjukkannya. 

• "You've seen an over‐run on the downside here. I am not positive that this is the low but we are very close to it," kata John Hummel, AIS Group's  chief investment officer, yang mengelola $400 juta dalam aset‐aset  termasuk mengelola futures fund.  

• Mark  Arbeter,  chief  technical  strategist  at  S&P  Capital  IQ,  mengatakan:  "It  will  take  months  for  gold  to  trace  out  a  potential  bullish  reversal  formation because of the severe technical damage."  



OIL & COMMODITIES
• Kontrak berjangka Brent crude oil melemah di tengah sesi perdagangan yang cukup berfluktuatif hari Jumat ditutup lebih rendah untuk sesi penutupan perdagangan kuartal ketiga secara beruntun, penurunan nilai kontrak kuartalan terpanjang dalam 15 tahun.

• Sesi terakhir Perdagangan untuk pekan ini pada hari Jumat dimana spread premi Brent terhadap U.S. oil futures sebesar 5,57 dollar/barel, spread tersempit sejak Januari 2011.

• Pertumbuhan Kapasitas untuk kapal pengangkut crude dari Cushing, Oklahoma sebagai titik pengiriman untuk kontrak U.S. oil futures telah berdampak positif dengan mengurangi pressure terhadapa West Texas Intermediate crude, memungkinkan terjadi rebound terhadap Brent.

• Perubahan infrastruktur AS dilatar belakangi oleh para trader yang khawatir terhadap meningkatnya permintaan dan perubahan kebijakan moneter di negara‐negara konsumen utama seperti Amerika Serikat dan China.

• "We're definitely going through an adjustment period in this market. We're not only going through changing of the guard of the benchmarks but we are looking towards the world beyond stimulus," ucap Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

• "There's absolutely no doubt that this taper up/taper down was affecting the price of oil. Does anyone believe oil would be at $90 a barrel if the Fed wasn't buying this $80b a month?"

• Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> melemah 66 sen/barel ditutup dengan nilai 102,16 dollar/barel.

• U.S. crude oil <CLc1> meningkat 8 sen dalam satu hari sesi perdagangan dengan nilai 97,13 dollar/barel, diakhir kuartal melemah 10 sen namun meningkat 5,31 dollar dari level penutupan terakhir di tahun 2012.


EURO ZONE
• European Central Bank menolak laporan surat kabar Jerman Jumat lalu yang mempertimbangkan meluncurkan program pembelian obligasi terbaru dimana akan membeli utang semua 17 negara zona euro.

• Sueddeutsche Zeitung mengatakan terdapat diskusi pada level working group pada ECB mengenai pembelian obligasi pada semua pemerintah zona euro menurut pada bagian mereka dari gross domestic product dalam blok mata
uang tersebut.

• Para pemimpin Uni Eropa mengatakan Jumat lalu mereka menginginkan hingga akhir tahun pada cara‐cara untuk menyelesaikan kegagalan bank pada level Eropa daripada nasional, menandai kerja harus berlanjut meskipun
penolakan Jerman yang kedepannya mengadakan pemilu bulan September.

• Inflasi tahunan Jerman kemungkinan mengalami akselerasi pada bulan Juni, bergerak diatas target European Central Bank tapi hanya dibawah 2 persen untuk keseluruhan zona euro dan bahkan kemungkinan melebihi itu, data dari empat negara federal memperkirakan Jumat lalu.

• Inflasi di Jerman masih dibawah target ECB tahun ini setelah menghabiskan sebagian besar tahun lalu diatasnya.

• Defisit bujet Portugal dalam 12 bulan hingga akhir Maret naik menjadi 7.1 persen pada gross domestic product dari 6.4 persen pada akhir tahun 2012, data menunjukkannya, tetapi pemerintah mengatakan telah mencatatkan tujuan pengurangan defisit untuk tahun 2013.

• National Statistics Institute mengatakan defisit dalam kuartal pertama meningkat menjadi 10.6 persen pada GDP dari 7.9 persen pada GDP dalam kuartal pertama tahun 2012, institute mengatakannya.

• Penjualan ritel Irlandia dan harga properti menunjukkan tanda‐tanda dari stabilisasi bulan lalu, dengan data menyatakan ekonomi kemungkinan memiliki kinerja terbaik dalam kuartal kedua setelah jatuh kembali pada resesi.

• Morale dalam manufaktur Italia naik pada bulan Juni ke level tertinggi yang hampir setahun tetapi keseluruhan confidence bisnis menurun berkenaan dengan melemahnya sentimen pada sektor jasa dan konstruksi, data menunjukkannya.

• Pembelanjaan konsumen Perancis secara signifikan lebih dari ekspektasi para ekonom dalam bulan Mei meskipun permasalahan mengenai naiknya tingkat pengangguran, data menunjukkannya, menyalakan kembali harapan bahwa Perancis kemungkinan perlahan‐lahan keluar dari resesi.


U.K.
• Sterling  melemah  pada  perdagangan  hari  Jumat,  melanjutkan  koreksinya  ke  level  terendah  1  pekan  terhadap  euro  menyusul  rilis  buruk  data  ekonomi  Inggris  sebelumnya  mengingatkan investor bahwa BoE masih bepotensi untuk melanjutkan kebijakan moneter longgarnya. 

• Sterling juga terkoreksi ke level terendah 1 bulan terhadap dolar, dengan investor khawatir sebelum gubernur BoE yang baru, Mark Carney, mulai menjabat secara resmi pekan  ini, menciptakan ketidakpastian pada prospek kebijakan moneter Inggris. 

• Sterling  terkoreksi  ke  $1,5163  terhadap  dolar,  level  terendahnya  sejak  31  Mei,  dan  kemudian  ditutup  di  sekitar  $1,5205  atau  melemah  0,3%  dibandingkan  dengan  posisi  penutupan  New  York  hari Kamis.  Sedangkan  euro melanjutkan  apresiasinya  terhadap  sterling dan membentuk  area  triple top di sekitar 0,8590 pound.  Euro  terakhir tercatat  bergerak di sekitar 0.8560 pound, atau menguat 0,2%. 

• Pasar  memprediksi  bahwa  dalam  sidang  BoE  hari  Kamis  nanti  nampaknya  tidak  akan  terjadi  perubahan  dalam  tingkat  suku  bunga  maupun  kebijakan  moneter  longgar  bank  sentral. Namun ada kemungkinan Carney akan memperkenalkan langkah‐langkah kebijakan baru, seperti menerbitkan panduan kedepan untuk prospek kebijakan moneter yang  kemungkinan akan diperkenalkan secepatnya di bulan Agustus. 

• Data indeks PMI untuk periode Juni, baik dari sektor manufaktur, jasa dan juga konstruksi akan dicermati pasar untuk melihat kinerja ekonomi Inggris. 


JAPAN
• Jepang harus mempunyai komitmen yang kuat atas langkah‐langkah kebijakannya guna mendorong pertumbuhan sehingga perekonomian dapat mendukung kenaikan pajak yang lebih tinggi dan kebijakan fiskal ketat di tahun mendatang, kata seorang pejabat senior pemerintah Jepang pada hari Jumat.

• "We need to consider (the) risk that the fiscal condition could deteriorate if the economy is not robust enough to absorb the negative impact of tax increases," ucap Vice Economics Minister Yasutoshi Nishimura dalam pidatonya di depan masyarakat jepang yang berda di New York. "So we'll implement a growth strategy to make the economy resilient to any shocks."

• Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe bermaksud untuk melaksanakan reformasi pajak komprehensif, termasuk peningkatan pajak konsumsi, selama dua tahun ke depan. Pemerintah ingin memotong defisit Jepang hingga pertengahan tahun 2015 dan mencapai surplus pada tahun 2020.

• Penasihat Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pada hari Jumat bahwa volatilitas yang baru terjadi di pasar keuangan tidak menjadi alasan untuk khawatir dan tidak mengancam upaya agresif Jepang untuk menghidupkan kembali perekonomian setelah puluhan tahun mengalami deflasi.

• Setelah melonjak ke level penutupan perdagangan tertinggi lima setengah tahun, Indeks Nikkei Jepang <. N225> telah tergelincir dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan beberapa kekhawatiran tentang kemampuan jangka panjang kebijakan moneter dan agresif fiskal untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.

• Tapi Koichi Hamada mengatakan dalam pertemuan dengan Masyarakat Jepang di New York bahwa “stock markets are by nature volatile and currencies often overshoot," menambahkan bahwa pasar saham telah meningkat lebih dari 30 persen sebelum pemerintah Abe mengumumkan reformasi nya.

• Kebijakan‐kebijakan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali perekonomian setelah beberapa dekade mengalami deflasi dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, BoJ meluncurkan program agresif
pelonggaran moneter pada bulan April, berjanji untuk menuangkan sekitar 1,4 triliun dollar ke dalam sistem keuangan pada akhir tahun 2014.


AUSTRALIA
• Kevin Rudd tidak mungkin untuk mendapatkan sebuah pemilu awal yang mendorong pada pemangkasan tingkat suku bunga ketika bank sentral bertemu minggu  depan.  

• Para ekonom mengekspektasi baru‐baru ini penurunan yang cepat dalam Australian dollar akan memberikan ketenangan untuk dewan RBA ketika bertemu Selasa  depan, pertemuan pertama sejak Mr Rudd terpilih kembali sebagai Pemimpin partai Buruh.  

• Pelemahan mata uang akan mengarahkan RBA untuk menunggu data resmi inflasi berikutnya pada bulan Juli sebelum memutuskan pergerakan masa mendatang  dalam tingkat suku bunga, yang mana mencatatkan level terendahnya 2.75 persen.  

• Harga obligasi Australia menguat karena para trader melakukan aksi ambil untung dan pergerakan kepada aset‐aset save haven pada akhir dari volatilitas mingguan. 



SWISS
• Ekonomi Swiss akan meningkat dalam 6 bulan kedepan, memperkuat kinerja ekonomi di kuartal pertama yang sebelumnya dirilis lebih baik dari perkiraan, demikian  sebuah indikator utama Swiss menunjukkan. Kondisi ini kontras dengan data ekspor yang terlihat melemah dan juga perkiraan dari bank sentral Swiss (SNB) yang  pekan lalu mengatakan pihaknya memprediksi ekonomi bakal melambat di kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini. 

• KOF, sebuah barometer untuk kinerja ekonomi dalam 6 bulan kedepan, meningkat ke 1,16 di bulan Juni dari level revisi 1,09 di bulan Mei, demikian laporan dari KOF  Swiss  Economic  Institute.  Meskipun data  masih  dirilis  di  bawah ekspektasi  pasar  di 1,19, namun  hasil  tersebut  memperkuat  optimisme  untuk kemajuan ekonomi  Swiss. 

• Di  akhir  bulan  Mei  lalu,  ekonomi  Swiss  berhasil  tumbuh  di  atas  perkiraan  pasar,  menyusul  konsumen,  konstruksi  dan  perdagangan  telah  membantu  mendorong  pertumbuhan  negara  hingga  berhasil  mencatat  kinerja  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan  tetangganya  zona  euro.  PDB‐Q1  Swiss  naik  0,6%  q/q  dan  1,1%  y/y,  dibandngkan dengan data sebelumnya 0,3% q/q dan 1,4% y/y. 

• Swiss Purchasing Managers Index akan dirilis pekan ini dan diprediksi menunjukkan sektor manufaktur mengalami ekspansi di bulan Juni, meskipun kemungkinan  melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun sentimen pasar kemungkinan masih akan tetap positif menyusul rilis data di Jepang, AS dan zona euro belakangan  ini, dan setelah indeks berada di atas angka 50 selama hampir sepanjang tahun ini di Swiss. Data akan dirilis pada hari Senin ini pukul 14.30 wib.  

Friday, June 28, 2013

Headline News 28.06.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global dan obligasi melanjutkan apresiasinya pada hari Kamis, menunjukkan semakin stabilnya kondisi keduanya setelah mengalami tekanan jual secara dramatis menyusul meredanya spekulasi mengenai akan segera dicabutnya program stimulus The Fed.

• Harga Treasury AS naik, melanjutkan rebound‐nya pasca koreksi tajamnya pekan lalu, menyusul penjualan obligasi tenor 7 tahun menunjukkan penawaran yang lebih agresif dari perkiraan pasar. Treasury merosot pekan lalu setelah Kepala The Fed Ben Bernanke mengatakan The Fed dapat menarik kembali program pembelian obligasi per bulannya senilai $85 milyar segera setelah ekonomi membaik. Namun harga Treasury meningkat pekan ini setelah tekanan jual sebelumnya membawa yield ke level tertinggi dalam 22 bulan.

• Bursa saham AS naik untuk hari ketiga secara berturut‐turut, dengan indeks S&P 500 membukukan kenaikan 3 hari terbaiknya sejak Januari setelah 3 anggota The Fed berusaha untuk meredam gagasan bahwa bank sentral akan segera mengakhiri kebijakan moneter akomodatif, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

• Sementara itu, sejumlah laporan optimis ekonomi AS pada sektor perumahan dan belanja konsumen lebih lanjut meredakan kekhawatiran mengenai apakah ekonomi terbesar dunia bisa menahan dampak dari pengurangan stimulus moneter The Fed.

• "I think the Fed is trying to delicately prepare the markets for an eventual ending of QE3. The Fed has bent over backwards to introduce this huge program over the past few years to get the economy going. The last thing the Fed wants to do is pull the plug too fast and have the economy go down the drain," kata David Carter, chief investment officer pada Lenox Wealth Advisors di New York.

• Pada hari Kamis, William Dudley, presiden Federal Reserve Bank of New York, mengatakan pembelian aset The Fed dapat dilakukan lebih agresif lagi dari yang telah dilakukan Bernanke akhir‐akhir ini jika ternyata kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja memburuk. Dudley menegaskan bahwa pengurangan pembelian obligasi The Fed akan bergantung pada prospek ekonomi dan bukannya pada jadwal kalender.

• Dalam perdagangan Treasury, untuk tenor 10 tahun naik 18/32 dengan yield 2,474 persen, dibandingkan dengan kenaikan harga 12/32 sesaat sebelum penjualan obligasi tenor 7 tahun. Sedangkan untuk Treasury tenor 30 tahun naik 27/32 dengan yield 3,5316 persen.

• Saham Eropa berakhir menguat, dengan indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> mencatat rally untuk hari ketiga berturut‐turut untuk ditutup menguat 0,7% di 1157,42. Indeks masih melemah hampir 8% sejak akhir Mei, berupaya menembus kembali di atas level resistance utama MA‐200, mengisyaratkan sinyal positif secara teknikal.

• Indeks saham dunia dalam MSCI naik 1% setelah menyentuh level tertinggi dalam sepekan.

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 114,35 poin atau 0,77% di 15024,49. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 9,94 poin atau 0,62% di 1613,20. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 25,64 poin atau 0,76% di 3401,86.

• Dengan yield untuk obligasi AS tenor 10 tahun yang terlihat stabil di sekitar 2,5%, obligasi Eropa dari Jerman hingga Yunani dapat merangkak naik kembali dari koreksinya selama mengalami tekanan jual belakangan ini.

• Di pasar minyak, Brent crude oil futures <LCOc1> naik untuk keempat kalinya secara berturut‐turut, setelah mencatat naik 1,1% ke $102,82 per barel. Sedangkan U.S. crude <CLc1> juga ditutup naik $1,55 di $97,05 per barel.

• Euro naik 0,2% terhadap dolar di $1,3040 setelah mencatat intraday low di $1,2999.



GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot 2 persen Kamis lalu, seperti pengkuadratan akhir bulan dan tak kenal ampun untuk dilikuidasi oleh pada investor institusi yang membawa harga emas dibawah level $1.200 per ons untuk pertama kalinya yang mendekati tiga tahunnya.

• Emas membalikkan kenaikan pada awalnya pada perdagangan New York, dan merosot dari akselerasi dengan stop‐loss orders dipicu setelah harga merosot dibawah level $1.225 per ons.

• Logam mulia melemah mendekati $200 per ons dalam 10 harinya. Telah anjlok lebih dari 28 persen untuk tahunan dan kedepannya 25 persen untuk kuartal kedua, penurunan kuartalan terbesarnya sejak sekurangnya tahun 1968.

• Penurunan Kamis lalu berasal meskipun dari logam mulia lainnya dan komoditas naik termasuk crude oil, dan meskipun karena yield obligasi bertenor 10 tahun AS melemah dibawah 2,5 persen. Penurunan yields untuk Tresuri biasanya mendorong pembelian emas, yang mana dibayar tanpa tingkat suku bunga.

• "You don't want to catch a falling knife, so people who might be buyers are stepping aside and don't want to show gold at their quarterend statement," kata Axel Merk, chief investment officer pada Merk Funds yang mengelola sekitar $500 juta dalam aset‐aset mutual fund.


OIL & COMMODITIES
• Kontrak berjangka Crude oil menguat untuk sesi keempat beruntun pada hari Kamis, meningkat lebih dari 1 dollar/barel, seiring keyakinan kuat akan langkah‐langkah stimulus moneter dari bank sentral utama yang tidak akan berubah untuk sementara waktu.

• Data PDB AS pada hari Rabu yang memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan komentar dari gubernur federal meyakinkan investor bahwa Fed tidak terburu‐buru untuk untuk program pembelian obligasi skala besar‐besaran.

• "I think all the markets took a hit on the misinterpretation of Ben Bernanke's comments last week. Since then it seems like Fed governor after Fed governor has been walking those comments back, and that's helping a lot of asset classes including oil," ucap John Kilduff, partner di Again Capital LLC, New York.

• Kontrak berjangka Brent crude <LCOc1> periode Agustus menguji MA‐50 hari, menguat dan menyentuh level tertinggi di 103,34 dollar/barel sebelum ditutup menguat sebesar 1,16 dollar dengan nilai 102,82 dollar/barel. Brent telah memperoleh keuntungan harian terpanjang sejak pertengahan Mei.

• U.S. crude <CLc1> menguat untuk sesi keempat beruntun, menembus MA‐14 hari dan ditutup menguat 1,55 dollar dengan nilai 97,05 dollar/barel.

EURO ZONE
• Pemerintah Uni Eropa mencapai kesepakatan dengan kepala Parlemen Eropa Kamis lalu untuk finalisasi anggaran jangka panjang blok tersebut, mengakhiri keraguan dari dana masa yang akan datang mendekati 1 trilyun euro ($1.3 trilyun).

• "I am delighted to announce that today we have a political agreement on the European Union's future budget," Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan pada para reporter.

• Para pemimpin Uni Eropa menyetujui rencana pembelanjaan untuk tahun 2014‐2020 pada summit bulan Februari, termasuk pertama kali kejatuhan/penurunan dalam pembatasan pembelanjaan masa yang akan datang. Tetapi ratifikasi di blokir oleh parlemen, yang mana harus memberikan persetujuan untuk kesepakatan apapun dalam memasukkan suatu kekuatan.

• Tingkat pengangguran Jerman tidak seperti ekspektasi turun pada bulan Juni dan tingkat pengangguran masih mendekati level terendahnya sejak reunifikasi yang telah lebih dari dua dekade lalu, mencatatkan penguatan dalam perekonomian domestik.

• Sementara itu mitra Eropa berjuang dengan pengangguran yang meningkat, pasar tenaga kerja Jerman menguat, mendorong naik consumer morale yang mana naik ke level tertingginya yang hampir dalam enam tahun menuju bulan Juli.

• Naiknya biaya bahan bakar mendorong inflasi bulan Juni Spanyol ke level tertinggi sejak bulan Maret, tetapi pembelanjaan ritel berlanjut melemah ke level terendah tiga tahun pada bulan Mei, data menunjukkannya Kamis lalu.

• Consumer price index nasional Spanyol naik 2.1 persen bulan Juni dalam basis tahunan menurut data awal, naik dari 1.7 persen bulan Mei, sementara itu EU‐harmonised consumer prices naik 2.2 persen basis tahunan diatas perkiraan.

• Perekonomian Irlandia melemah menuju resesi akhir tahun lalu dan berlanjut untuk mengalami kontraksi tajam yang mendekati tahun 2013, gambaran terbaru dan revisi menunjukkannya, hanya sebulan sebelum keluar dari program bailout Uni Eropa/IMF.

• Morale diantara konsumen Perancis kelevel terendahnya sepanjang masa dan mereka lebih pesimistik daripada sebelumnya mengenai standar hidup masa yang akan datang, data menunjukkannya, ditambah kedepannya kesuraman karena Perancis berjuang dengan tingkat pengangguran.


U.K.
• Sterling jatuh ke level terendah selama lebih dari 3 pekan terhadap dolar pada hari Kamis setelah rilis data ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan tetap  membuka peluang untuk dilanjutkannya kebijakan pelonggaran kuantitatif oleh BoE. 

• Data PDB‐Q1 Inggris tercatat tidak mengalami revisi yaitu sebesar 0,3% q/q, dan untuk basis tahunan terpangkas separuhnya menjadi 0,3% dari laporan  awal 0,6%. Sedangkan data current account deficit melebar melampaui perkiraan. 

• Data‐data  dari  Office  for  National  Statistics  tersebut  memberikan  resiko  bahwa  gubernur  BoE  yang  baru,  Mark  Carney  cenderung  akan  mengadopsi  kebijakan moneter longgar yang agresif. 

• Sterling terkoreksi ke $1,5201, level terendahnya sejak awal Juni, dan kemudian ditutup melemah 0,4% di $1,5257.. Jika koreksi berlanjut, maka berpotensi  menuju level terendah Mei di $1,5008. 

• Sterling diprediksi masih akan rentan tekanan terhadap dolar karena ekspektasi The Fed akan mulai mengurangi stimulusnya akhir tahun ini, dimana kondisi  tersebut berpotensi memucu apresiasi dolar. 


JAPAN
• Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires dan Nikkei telah memperkirakan bahwa Japan's core consumer price index diperkirakan tidak mengalami perubahan pada tahun ini
untuk bulan Mei meskipun pemerintah dan BoJ berupaya untuk memacu inflasi.

• "In May, gasoline and air‐conditioner prices seemed to have decreased, but utility fees and prices of televisions and mobile phones are likely to have increased, pushing up the core CPI," ucap RBS Securities strategists.

• Namun para ekonom lainnya berpendapat peningkatan pada tahun mungkin tidak jauh. Core prices di Tokyo, merupakan indikator awal tren harga nasional, yang diperkirakan naik 0,2% untuk bulan Juni pada tahun ini, peningkatan untuk bulan kedua secara beruntun.

• Aksi Jual bersih investor Jepang atas obligasi asing mencapai level tertinggi dalam 14 bulan pada pekan lalu seiring mereka terus menentang harapan akan kebijakan moneter radikal Jepang untuk mengmbalikan keadaan perekonomiannya dan berdampak terhadap keluarnya dana investasi ke luar negeri.

• Para investor menjual 1,1875 triliun yen (12 milyar dollar) obligasi asing dalam seminggu mulai 22 Juni, aksi jual terbesar sejak minggu pertama bulan April tahun lalu dan pekan keenam dari penjualan bersih.

• Data Departemen Keuangan menunjukkan investor Jepang yang kembali berinvestasi di dalam negeri berjumlah 1,1204 triliun yen pada pekan lalu setelah mereka membeli 13,9 milyar yen ekuitas asing dan 53,1 milyar yen instrumen pasar uang.

• Sejak awal tahun 2013, investor Jepang telah berinvestasi kembali ke dalam negeri dengan jumlah 14,62 triliun yen, dibandingkan dengan arus keluar 5,36 triliun yen dalam periode yang sama pada tahun lalu.

• Investor asing melakukan pembelian bersih saham Jepang pada pekan lalu, dengan net inflow sebesar 171,2 milyar yen setelah para investor asing melakukan aksi menjual 3,1 milyar yen saham Jepang pada pekan sebelumnya.


AUSTRALIA
• Tresuri federal baru Chris Bowen telah langsung meluncur, menghubungi sejumlah pemimpin grup industri dan bisnis karena pemerintah baru yang dipimpin Rudd memulai kembali sektor swasta.

• Mr Bowen dilantik Kamis lalu setelah mantan treasuri Wayne Swan mundur setelah kaukus Labor memilih kembali Kevin Rudd sebagai perdana menteri menggantikan Julia Gillard.

• Setelah menjadi pemimpin Partai Buruh Rabu lalu, Mr Rudd mengatakan dia menginginkan untuk berhubungan dengan komunitas bisnis, langkah yang disambut oleh orang seperti Ketua Kamar Dagang dan Industri Australia Peter Anderson.

• Pencari suaka dan perekonomian akan menjadi agenda utama dari Kevin Rudd mengubah tim Labor kedepannya dari pemilu federal.

• Kabinet baru Rudd diekspektasi untuk diumumkan Jumat ini dan meeting pertama akan dilakukan minggu depan.

• Rudd kedepannya memiliki banyak tantangan kebijakan tetapi tidak banyak waktu untuk mengatur, jika rumor dari pemilu 24 Agustus adalah benar.

• Pemerintah federal Labor masih gagal, meskipun kembalinya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri, ungkap Perdana Menteri West Australian Colin Barnett.

• "The Labor government in Canberra has been a failed government, and it has been self‐indulgent," Mr Barnett mengatakannya pada para reporter.

• Harga obligasi Australia menguat karena para dealer mengambil sejumlah kecil kenyamanan dari kekecewaan angka pertumbuhan AS.



SWISS
• Rilis data ekonomi AS semalam memperkuat indikasi bahwa The Fed memiliki waktu sebelum mengurangi program stimulusnya. Dolar diuntungkan dari  naiknya  yield  obligasi  AS  menyusul  lebih  banyak  investor  yang  menaksir  kemungkinan  The  Fed  akan  mulai  untuk  mengurangi  program  pembelian  aset  senilai $85 milyar per bulan pada akhir tahun ini. Skenario itu mendapatkan kredibilitas pekan lalu ketika Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan  perekonomian AS berkembang dan cukup bagi bank sentral untuk mulai memperlambat laju stimulus pembelian obligasi akhir tahun ini. 

• Dolar  banyak  diburu  investor  menyusul  yield  Treasury  AS  naik  setelah  data  menunjukkan  pending  home  sales  untuk  bulan  Mei  naik  6,7%,  jauh  di  atas  estimasi ekonom terjadi kenaikan 1% namun masih belum cukup untuk mengubah arah pergerakan mata uang. 

• Dolar menguat sekitar 0,2% terhadap franc Swiss di 0,9450 franc dibandingkan posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro berhasil terapresiasi  di atas 1,23 franc yang untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir. Euro terakhir tercatat bergerak di sekitar 1,2330 franc, atau naik 0,5%. 

• Adapun data ekonomi Swiss yang akan dirilis hari ini adalah KOF indicator untuk periode Juni. Hasil survey Dow Jones Newswires menunjukkan indeks naik  ke 1,20 di bulan Juni dari 1,10 di bulan Mei sebelumnya. Namun data tersebut nampaknya tidak akan banyak berpengaruh di pasar, karena fokus investor  masih tertuju pada perkembangan yang terjadi di AS dan juga Eropa.